You are on page 1of 13

Jurnal Penelitian

dan Pengembangan

Pendidikan

1(2),148-160

IDENTIFIKASI MISKONSEPSI GURU KIMIA PADA PEMBELAJARAN KONSEP STRUKTUR ATOM Maruli Simamora dan I Wayan Redhana Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Undiksha Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi guru tentang konsep struktur atom. Subjek penelitian ini adalah seorang guru kimia perempuan yang mengajar di SMAN 1 Singaraja dengan pengalaman mengajar 13 tahun. Data rniskonsepsi guru dikumpulkan melalui telaah perangkat pernbelajaran, observasi kelas, rekaman wacana kelas, dan tes miskonsepsi. Angket digunakan untuk mengetahui pandangan siswa tetang pembelajaran dan penguasan konsep guru. Data yang diperoleh pada penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Miskonsepsi guru yang berhasil diidentifikasi adalah: 1) orbital dan sub kulit dianalogikan sebagai kamar dan rumah yang mempunyai tipe yang berbeda-beda; 2) spin elektron ada yang naik dan turun; 3) kulit ketiga terdiri dari sub kulit 3p, 4s, dan 3d; 4) kulit L terdiri dari sub kulit p; 5) energi total keseluruhan paket cahaya sebesar hv; 6) elektron bergerak berupa gelombang karena posisi elektron tidak dapat ditentukan dengan pasti; 7) apabiJa posisi elektron tertentu, maka momentumnya tidak tentu karena apabila Ax berharga besar, maka Ap harganya kecil; 8) elektron yang beralokasi pada orbital-orbital tertentu di sekitar inti; 9) fungsi gelombang dijelaskan oleh ernpat bilangan kuantum; 10) jumlah elektron yang mungkin .terdapat dalam orbital dengan bilangan kuantum n = 3, 1 = 1, dan m = -1 adalah 4; 11) tingkat energi orbital s lebih rendah daripada tingkat energi orbital d. Miskonsepsi siswa yang berhasil diidentifikasi adalah: 1) jari-jari atom dari atas kebawah dalam SPU sernakin banyak; 2) nom or atom unsur dalam bilangan kuantum n = 3, 1 := 1, m = +1, dan s = - Y2 adalah 29; 3) sub kulit 5d mempunyai tingkat energi lebih tinggi daripada sub kulit 4f. Miskonsepsi yang dialami oleh guru ini diakibatkan bahwa guru hanya berpedoman pada kurikulum atau silabus yang ada. Menurut siswa, pembelajaran dan penguasaan konsep guru sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan bahwa guru perlu memperbaiki beberapa konsepsinya. Kata-kata kunci: miskonsepsi dan struktur atom. Abstract 148

lPPP, Lembaga Penelitian

Undiksha, Desember 2007

and misconception test. Students' misconception successfully ientified were: I) number of atomic radii from top to bottom in periodic table were increasing. Based on the research findings. 2) electron had up spin and down spin. 4) shell L had only sub shell of p. and s = .classroom observation. Subject of the research wa a farnale chemistry teacher of SMAN I Singaraja with teaching experience of 13 years. the its momentum could not be determined exactly because if value of !1x could high. 2006). respectively. 9) wave function could explained by four quantum numbers. then value of !1p could low.148-160 The aim of the research was to identify teacher's misconceptions on atomic structure concepts. Questionnaire was used to know students' responses of learning and misconception successfully identified were: 1) orbital and sub shell were similar to room and house with different type. light package was hv. Key words: misconception and atomic structure Pendabuluan Akhir-akhir ini penelitian dalam bidang pendidiian yang banyak dilakukan adalah penerapan pembelajaran inovatif untuk membantu siswa mernaharni konsep-konsep dengan menghubungkan antara konten yang dipelajari dengan konteks siswa (kehidupan nyata siswa) (Redhana dan Kartowasono. the teaching and learning as well as teacher understanding of the concepts were very good. 3) the third shell had sub shells of Sp. Lernbaga Penelitian Undiksha. it could be suggested that teacher need to improve some her concepts. 7) if the electron position could be determined exactly. 1 = 1. Pembelajaran konvensional ini lebih banyak rnemberikan JPPP. dan m = -I could 4. Desember 2007 149 . and 3) energy level of sub shell 5d was higher than that 4/ according to the students. Ini dapat dilihat dengan ketidak mampuan siswa untuk rnemecahkan masalah-masalah nyata yang dihadapi dalam kehidupannya. Data of teacher's misconceptions were collected by examining learning instrumen. classroom talk record. 8) eletrons were located at certain orbitals near nucleus.Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 1(2). 4s and 3d. 5) total energy of all. and 11) energy level of s orbital could lower than that of d orbital. I = I. 2) atomic number of element with quantum number of n = 3. Lahirnya pembalajaran ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran konvensional yang dilakukan oleh guru terbukti gagal mengembangkan daya nalar siswa. dan m = +1. 6) electron movement was similar to wave because elektron position could not be determined exactly. 10) number of electron in orbital with quantum number of n = 3.Yz was 29.

Redhana dan Kirna. Prophet & Rowell (1993). 1995) menunjukan bahwa guru-guru menggunakan strategi untuk membatasi pembicaraan siswa ketika pembelajaran materi subyek yang asing bagi siswa. Prakonsepsi ini sering merupakan miskonsepsi (Gardner. 1998). melainkan merea telah membawa sejumlah pengalaman-pengalaman atau ide-ide yang dibentuk sebelumnya ketika mereka berinteraksi dengan leingkungannya. Carles (1993. intelligible. Guru dipandang sebagai sumber informasi dan ahli. yaitu guru menuangkan pengetahuan sebanykbanyak ke dalam kepala siswa (Suastra. 148·160 teori-teori yang tidak mengakar pada dunia nyata dan pembelajaran ini menganut teori "tabula rasa". Kenyataannya. Barnes & Todd (1977. Dengan demikian. dkk. 1995) memberikan argumentasi bahwa teknik ini merupakan mekanisme kendali untuk mempertahankan autoritas guru dalam kelas. Rodrigues & Bell. 1991. Hasil penelitiari menunjukkan bahwa guru-guru banyak yang mendominasi pembicaraan kelas. Konsepsi alternatif ini akan berubah menjadi konsepsi ilmiah hanya jika pembelajaran guru menjadi lebih necessary. Guru melakukan ini dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan membatasi kesempatan siswa untuk bertanya. 2004). dalam Rodrigues & Bell. diperlukan suatu kondisi pembelajaran khusus unruk dapat mengubah konsepsi alternatif siswa tersebut. 'Guru cendrung lebih banyak dan lebih lama berbicara ketika pembelajaran topik-topik yang asing bagi siswa. dalam . dalam Rodrigues. Artinya bahwa sebelum pembelajaran berlangsung sesungguhnya siswa telah mernbawa sejumlah ide-ide atau gagasan-gagasan. plausible. Gagasan-gagasan atau ide-ide yang telah dimiliki oleh siswa sebelumnya ini disebut dengan prakonsepsi atau konsepsi alternatif. dkk.Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 1(2). 1995) menyatakan bahwa dalam pembelajaran ada suatu asumsi bahwa peningkatan pengetahuan siswa terjadi sebagai akibat bimbingan langsting dan pengendallan yang dilakukan oleh guru. & Bell.. Desember 2007 150 . Penelitian yang berhubungan dengan konsepsi alternatif ini te1ah menjadi tujuan dari kebanyakan penelitian yang dilakukan selama JPPP. Pinker (2003) mengernukakan bahwa siswa hadir kelas umumnya tidak dengan kepala kosong. 1982). Inforrnasi baru ini bisa sejalan atau bertentangan dengan ide-ide siswa yang sudah ada. Lembaga Penelitian Undiksha. Beberapa peneliti menunjukkan bahwa siswa yang telam mernpunyai ide-ide sebelumnya sering kali memngalami konplik ketika berhadapan dengan informasi baru. dan fruitful bagi siswa (Posner. Kenyatan menunjukkan bahwa konsepsi altematif siswa sangat resisten terhadap perubahan. Mereka menginterpretasikan tentang gejalagejaJa yang ada di sekitarnya.

yaitu maslah-maslah pernbelajaran guru (De long" dkk. Hennessey. Hewson & Thorley. Zirbel. Desember 2007 151 . 2003. 1995).Jumal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 1(2). 2000. didokumentasikan oleh Clark & Peterson (1989) dan White & Tisher (1989).. Sejak itu penelitiantentang pengubahan konseptual ini berkembang pesat. dkk. 1989... Penelitian yang meyangkut rnasalah-masalah pembelajaran muJanya dilakukan pada konsep e!ektro kimia di negara Belanda (de long. Teori ini didasarkan pada ide Piaget tentang ketidakseimbangan dan akomodasi dan juga deskripsi dari Thomas Khun tentang revolusi sains (Khun.. 1982). dan Australia (Butts & Smith. dkk. dkk. yaitu ketika kelompok peneliti sains dan ahli fsikologi di universitas Cornell mengembangkan teori perubahan konseptual (Posner. 1995). Strategi konflik kognitif ini telah digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan suatu model pembelajaran.148-160 lebih dari dua dekade terakhir. Selama dua dekade terakhir. Review. JPPP. seperti inggris (Bojczuk. Lernbaga Penelitian Undiksha. Beberapa peneliti menemukan bahwa pernbelajaran yang berbasis pengubahan konseptual ternyata mampu mengubah miskonsepsi siswa menjadi konsepsi ilrniah (Posner. Di lain pihak. Terlepas dari fenomena di atas.. Suastra. dkk. 1970). 1982). model konfrontasi ide. ada sisi lain dari pembelajaran guru yang jarang diungkap oleh oeneliti. Walapun ada penelitian yang berhubungan dengan kerja dan konsepsi guru. penelitian untuk menganaJisis masalah-masalah pembalajaran ini diberikan oleh Driver & Easly (1978) dan Pfundt & Duit (1991). Opini ini diteruskan ke negara-negara lain. dan strategi pembeJajaran yang menggunakan data anomali. penelitian yang berkaitan dengan peru bah an konseptual siswa sudah dilakukan mulai awal tahun 1980-an. Amerika Utara (Finley. 1982). 1987). sejumlah penelitian dalam bidang' pendidikan memfokuskan pada masalah-rnasalah pembelajaran guru.. Duit (1999) melaporkan bahwa strategi konflik kognitif merupakan alat pembelajaran yang efektif untuk mengubah kenseptual siswa. dkk. seperti model pembelajaran generatif. akan tetapi sedikit diketahui tentang apa yang dilakuakn oleh guru dan jenis-jenis masalah yang dijumpai ketika' pembelajaran berlangsung. 1998. 2004). Beberapa penelitian berusaha mengklarifikasi kesulitan-kesulitan pembelajaran yang berhubungan dengan prakonsepsi atau secara luas disebut sebagai konsepsi alternatif dari siswa. selamat dan Redhana. 1982. Penel itian tentang masalah-masalah pembelajaran yang spesifik yang berhubungan dengan elektrokimia dilaporkan di Inggris (Allsop & George.

Tinggi miskonsepsi siswa ini mungkin dapat disebabkan oleh beberapa hal. Di samping itu. Penelitian in! mulai dilakukan pada bulan Juni 2006 sampai Desember 2006 secara berkesinambungan. miskonsepsi dapat bersumber dari pembelajaran guru.dalam pebelajaran guru sering mengabaikan konsep alternatif siswa.9%. 1988). Atau dengan kata lain guru sebagai sumber miskonsepsi. Metode Penelitian ini menggunakan rancangan peneJitian deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Menurut Posnet. rerata miskonsepsi siswa pada konsep ikatan kimia di kelas X adalah 63. sistem peridik. Melalui penelitian ini akan diidentifikasi miskonsepsi guru pada konsep struktur atom serta pandangan siswa terhadap pernbelajaran dan penguasaan konsep guru. Spayol (Barral. yaitu siswa salah menginterpretasi gejala atau peristiwa yang dihadapi dalam hidupnya. Penelitian ini bennanfaat bagi guru yang menjadi subjek dalam penelitian in untuk mengetahui potret dirinya. Masih menurut Redhana dan Kirna (2004). yaitu pembelajaran oleh guru kurang terarah sehingga siswa dapat menginterpretasi salah terhadap suatu konsep tetentu. Hasil ini tentu tidak menggembirakan karena setelah siswa diajar oleh guru ternyata miskonsepsinya masih sangat tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh Redhana dan Kirna (2004) menemukan bahwa siswa SMA Negeri I Singaraja masih banyak mengalami miskonsepsi terhadap konsep struktur atom. Jerman (Sumfleth & Todtenhaupt. 1992). selanjutnya guru diharapkan dapat memperbaiki konsep-konsepnya yang keliru.148-160 1982).Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 1(2). Rerata rniskonsepsi siswa SMA Negeri 1 Singaraja terhadap konsep struktur atom di kelas X dan XI masing-masing adalah 68. 1992a.. (l 992) guru hendaknya menerapkan strategi pengubahan konseptual dalam pembelajaran agar dapat mengatasi konsepsi alternatif siswa. Obyek penelitian ini adalah miskonsepsi guru pada konsep struktur atom. atau mungkin juga gurunya mengalami miskonsepsi terhadap suatu konsep tertentu. Kegua. dkk. Subjek penelitian yang lain perangkat pembelajaran siswa kelas Xl IPAI.4%. Desernber 2007 152 . Data rniskonsepsi ini akan dikumpuI melalui teJaah dokumen JPPP. Pertama. dkk. Subjek dari penelitian ini adalah seoarang guru kimia yang mengajar di SMA Negeri 1 Singaraja dengan pengalaman mengajar 13 tahun. dan ikatan kimia. dan Australia (Garnett & Treagust. Lembaga Penelitian Undiksha. I % dan 45. miskonsepsi siswa dapat berasaI dari pengalaman siswa sendiri. 1992b).

Lembaga Penelitian Undiksha. Pandangan siswa tentang pembelajaran dan penguasaan guru terhadap konsep struktur atom diketahui dari angket yang diisi oleh siswa. 4s. dan desa. Proses pembelajran yang berlangsung direkam dengan audiotape dan selanjutnya ditranskripsikan untuk analisis protokol. Miskonsepsi yang lain adalah spin elektron ada yang naik atau berdiri dan ada yang turun. dan kulit dianalogikan masing-masing sebagai kamar. Semua gambar dan catatan yang dibuat dipapan tulis disaIin kedalam lembar observasi yang telah dipersiapkan peneJiti. 3) maka dari persamaan heizenberg adalah apabila posisi elektron tertentu. Dari hasil tes miskonsepsi dapat diketahui bahwa beberapa konsep guru bersifat miskonsepsi. hasil observasi kelas. yaitu guru beranggapan bahwa: 1) menurut teori kuantum cahaya. rekaman wacana kelas. rumah. Miskonsepsi guru terhadap konsep struktur atom ditelusuri dengan tes miskonsepsi. dan rekaman wacana kelas dianalisis secara deskriptif dengan menguraikan miskonsepsimiskonsepsi guru terhadap konsep struktur atom. dimana energi total keseluruhan paket sebesar hv. yaitu 3p. 148-160 perangkat pembelajaran observasi kelas. demikian juga guru beranggapan bahwa kulit L terdiri dari hanya kulit p. Pernbelajaran pada konsep struktur atom yang dilakukan oleh seorang guru diobservasi oleh seorang peneliti. dan 3d. sub kulit. Data hasil angket juga dianalisis secara deskriptif dengan menguraikan pandangan siswa terhadap pembelajaran dan penguasaan konsep guru. 2) elektron bergerak berupa gelombang karena posisi elektron tidak dapat ditentukan dengan pasti. dan seterusnya. Desernber 2007 153 .Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 1(2).: sedangkan dari hasil observasi pembelajran dan rekaman wacana kelas dapat diidentifikasi beberapa miskonsepsi guru. Rumah ada yang bertipe 21. HasH Miskonsepsi guru tidak dapat diketahui dari studi dokumen terhadap silabus dan sistem penelitian serta rencana pembelajaran yang dibuat guru. Sementara pandangan siswa tentang pembelajaran dan penguasaan guru terhadap konsep struktur atom diketahui dari angket. Tes miskonsepsi yang digunakan adalah tes miskonsepsi yang dikembangkan oleh Redhana dan Kirna (2004). Data tentang hasil studi dokumen. cahaya memancarkan energi secara terpaket. maka JPPP. Tes ini telah divalidasi oleh tiga orang ahli. khususnya tentang miskonsepsi guru. Studi dokumen dilkukan dengan menelaah silabus dan rencana pembelajaran yang dibuat oleh guru. Guru mengatakan bahwa ortibai.36. dan tes miskonsepsi. Dari salinan catatan yang ada dipapan tulis diketahui bahwa guru menggangap kulit atom ketiga terdiri dari tiga sub kuJit.

0 52.4 76.4 73.6 60. dan m = -1 adalah 4. atom terdiri dari inti dan elektron yang beralokasi pada orbital-orbital tertentu disekitar inti. siswa memberi saran terhadap pembelajaran dilakukan oleh guru. dan spin.148-160 momentumnya tidak tentu karena apabiia o x berharga besar. dan 7) tingkat energi sub kulit 4s lebih rendah daripada tingkat energi sub kulit 3d karena tingkat energi orbital s lebih rendah daripada tingkat energi orbital d.7 Disamping itu. Lembaga Penelitian Undiksha. juga tidak terlalu mudah (68. yang JPPP. 1 = 1. maka 6. Tabell Pendapat siswa terdapat pembelajaran dan penguasaan konsep guru terhadap konsep struktur atom No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Pernyataan Materi pelajaran struktur atom biasa saja.6 47. 6) jumlah elektron yang mungkin terdapat dalam orbital dengan bilangan kuantum n = 3.4%). 5) fungsi gelombang yang menjelaskan orbital ditentukan oleh em pap bilangan kuantum.5 55.7 94. Desernber 2007 154 .Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidlkan 1(2).2 50.3 84. materi struktur atom biasa saja tidak terlalu sulit. magnetik.p harganya kecil. yaitu bilangan kuantum utarna. axirnut. Menurut sisw.7 52. 4) menu rut mekanika kuantum. tidak terlalu sulit juga tidak mudah Perasaan siswa men_gikuti mata pel~aran struktur atom senang Perasaan siswa diajar guru anda senang Penguasaan materi pelajaran struktur atom oleh guru sang at baik Penjelasan materi pelajaran struktur atom oleh guru jelas Pemahaman siswa terhadap penjelasan guru pada materi palajaran struktur atom baik Bimbingan yang dilkukan oleh guru dalam belajar struktur atom baik Kesalahan konsep yang dilkukan oleh guru pada pernbelajaran struktur atom jarang Perbedaan pendapat antar siswa dan guru ten tang meteri pelajaran struktur atom tidak pemah yang dilakukan oleh guru sangat terstruktur Pembelajaran sehingga mudah dipahami Menurut siswa. Pendapat siswa terdapat pembeJajaran dan penguasaan konsep guru terhadap konsep struktur atom disajikan pada Tabel 1. bahwa guru Iebih lambat menjelaskan. guru menguasai materi peJajaran % 68.

Hal ini disebabkan oleh silabus yang dibuat guru hanya berupa materi pokok saja sehingga tidak ada suatu konsep yang disajikan. pada rencana pembelajran. yang merupakan analogi dari sub kulit. dan seterusnya. Miskonsepsi guru tentang spin elektron adalah spin elektron ada yang turun dan ada yang naik atau berdiri. Bisa saja luas bangunan berbeda. Miskonsepsi guru ini dilatarbelakangi oleh penggambaran elektron dalam orbital. Tanda panah yang hanya berupa simbol ternya dimaknai sebagai perputaran eJektron. Sementara itu. rumah. 4s. yaitu elektron yang bertanda panahke atas (n rnempunyai bilangan kuantum + y~ . Hal ini mungkin disebabkan oleh guru hanya mengingat sub kulit s. dan desa. Bisa saja siswa menginterpretasi bahwa kamar rnungkin isinyasatu orang atau lebih. dan 3d. ada elektron yang berputar searah jarum jam dan ada elektron yang berlawan arah jarum jam. dimana guru menjelaskan rumah ada yang mempunyai tipe 21. kalau orang menganalogikan elektron. Interpretasi yang lain adalah rumah. Guru tidak sama sekali menyinggung bahwa elektron berputar seperti gansing. Padahal. 4s. sedangkan elektron yang bertanda panah ke bawah (1) mempunyai bilangan kuantum + y~ . Lernbaga Penelitian Undiksha. satu orbital maksimum berisi dua elektron. Desember 2007 155 . tetapi jumlah kamar sama. dan kulit masing-rnasing adalah kamar. Guru beranggapan bahwa kulit ketiga terdiri dari sub kulit 3p. konsep-konsep yang disajikan oleh guru hanya konsep-konsep umum dan di permukaan saja.148-160 Pembahasan Hasil studi dokumen terhadap silabus dan sistem penilaian serta rencana pembelajaran yang dibuat oleh guru tidak tampak adanya miskonsepsi terhadap konsep-konsep struktur atom. Tipe rumah ini sebenarnya berhubungan dengan luas bangunan. padahal guru bermaksud ingin menjelaskan sub kulit mempunyai jumlah orbital berbeda-beda. Analogi yang dibuat guru terhadap orbital. ada yang mernpunyai tipe 21. tidak berupa alasan-alasan yang mendasari suatu konsep tertentu sehingga tidak dapat diketahui apakah suatu konsep guru miskonsepsi atau tidak. Anggapan guru ini mungkin dilatarbelakangi JPPP. guru beranggapan bahwa kulit L mempunyai hanya satu sub kulit. sub kulit. Informasi yang diberikan guru kurang lengkap. siswa dapat menginterpretasi sub kulit mempunyai luas yang berbeda-beda. 36. dan 3d. 36. yaitu sub kulitp. Dengan demikian.Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 1(2). Demikian juga. p dan d tanpa memperhatikan nilai bilangan kuantum yang mendahului sub kulit terse but sehingga guru rnengatakan kulit ketiga terdiri dad sub kulit 3p. dan seterusnya.

Alasan yang diberikan olehguru adalah cahaya bisa dipandang sebagai pancaran paket energi yang energinya berbeda-beda JPPP. kulit L bersesuaian dengan sub kulit p. p. dan seterusnya yang sejalan dengan urutan kulit. yaitu s. guru akan dapat bertindak sebagai agen perubahan pembelajaran bagi siswanya.148-160 oleh urutan sub kulit. dan seterusnya yang sejalan dengan urutan kulit.. Soal ini sesungguhnya cukup jelas. dimana energi total keseluruhanpaket energisebesar hv.]. Akan tetapi. Anggapan guru ini mungkin dilatar belakangi oleh urutan sub kulit. 1995). anggapan guru ini tidak konsisten pada kulit M. kulit L bersesuaian dengan sub kulit p. di ajarkan oleh guru diperoleh hasil bahwa miskonsepsi guru terjadi pada soal nomor 1.p. yaitu sub kulit p. d. sub kulit s. d. dari 21 buah soal. guru beranggapan bahwa kulit L hanya mempunyai satu sub kulit. M. Akan tetapi. yaitu K. dan seterusnya. Ini berarti kulit K bersesuaian dengan. Dengan demikian.17. Demikian juga. Menurut strategi pengubahan konseptual guru seharusnya dapat menernu kenali rniskonsepsi siswa dan selanjutnya merancang dan melaksanakan pembelajaran yang mampu mengubah miskonsepsi siswa.Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 1(2). demikian seterusnya. N. L. Dengan alasan yang dikemukakan oleh guru clapat diduga bahwa guru tidak mengetahui jaraban dari soal 12 ini. . N.2. demikian seterusnya.Semestinya guru mernpunyai konsepsi ilmiah 100% atau mendekati 100% karena guru bertindak sebagai sum ber inforrnasi bagi siswanya. cahaya memancarkan energi secara terpaket.d. Pad a penelitian ini. L. M.18.3. yaitu guru mengatakan kulit M terdiri dari sub kulit s.5. dan 21. sedangkan soal nomor 12 tidak dijawab oleh guru dengan alasan soal kurang jelas. beberapa miskonsepsi guru yang berhasil ditelusuri melalui tes miskonsepsi adaalah sebagai berikut.4. yaitu guru mengatakan kulit M terdiri dari sub kulit s. terutama terhadap konsepkonsep yang sangat kompleks (De Jong. Dengan demikian. yaitu K. dan seterusnya. Temuan-temuan pada beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa guru sangat sering mengalami miskonsepsi. Angka sebesar ini cukup besar untuk ukuran guru. p. prosentase miskonsepsi guru sebesar 40%. Berdasarkan hasil tes miskonsepsi tentang konsep struktur atom yang . Desernber 2007 156 . Guru beranggapan bahwa menurut teori kuantum cahaya. dan d. dkk. p. yaitu s. Bisa dibayangkan bahwa kalau guru mengalami miskonsepsi cukup tinggi terhadap konsep konsep yang akan di ajarkan kepada siswa tentu siswa akan mengalami miskonsepsi lebih banyak lagi dari pada guru. f. Lernbaga Penelitian Undiksha. akan tetapi anggapan guru ini tidak konsisten pada kulit M.Ini berarti kulit K bersesuaian dengan sub kulit s.

Desember 2007 157 . Llx semestinya mendekati nol. alasan yang dikemukan oleh guru tidak mendukung jawaban yang disampaikan oJeh guru. Pertikel.Ll. yaitu eJektron bergerak dengan kecepatan cahaya. Demikian juga. maka harga . Guru menduga bahwa paket energi cahaya yang berbeda-beda tersebut ada yang ukurannya besar dan ada yang kecil sehingga energi totalnya sebasar hv. dan menghubungkan antara memontum elektron dengan harga Ap. alasan yang dikemukanan oleh guru apabila Ll. bukan berharga besar.p~h/4n:. jika momentum elektron tidak dapat ditentukan dengan pasti. Konsepsi ilrniah dari konsep ini adalah apabila posisi elektron dapat ditentukan dengan pasti. alasan yang mendasari mengapa elektron bergerak seperti gelombang sudah tersedia dalam soal. tetapi elektron bergerak seperti gelombang. Namun guru tidak dapat memberi alasan yang tepat mengapa elektron sebagai suatu partikel dapat bergerak seperti gelombang. Dari alasan yang dikemukakan oleh guru. Bukan karena posisi elektron tidak dapat ditentukan dentan pasti lalu elektron bergerak berupa gelombang. seperti elektron. dapat disimpulkan bahwa berapapun jumlah paket energi eahaya. Lembaga Penelitian Undiksha.x.148-160 antara paket yang sam dengan paket yang lain. guru berpendapat bahwa apabila posisi elektron tertentu.x berharga besar. rnaka momentumnya tidak dapat ditentukan dengan pasti karena apabila Ll.p sernestinya berharga sangat besar. maka momentumnya tidak tentu.Jurnal Penelltian dan Pengembangan Pendidikan 1(2). Alasan ini tidak sejalan dengan orbital-orbital disekitar inti yang JPPP. Guru hanya memberikan alasan bahwa posisi elektron tidak dapat ditentukan dengan pasti.108 m/s) sehingga elektron dapat mempunyai sifat gelombang. yait elektron bergerak seperti gelombang. Kalau posisi elektron dapat ditentukan dengan pasti.. maka Ll. maka Ll. guru sudah mempunyai konsepsi yang benar tentang gerakan elektron dalam atom.p harganya keeil. Dari sini dapat diketahui bahwa pemahaman guru terhadap konsep gelombang dari suatu partikel tidak jelas. dapat bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi (mendekati 3. Guru belum bisa menghubungkan antara posisi elktron ' dengan harga Ax. Menurut guru. Alasan guru adalah di dalam atom terdapat kulit-kullt yang bukan merupakan lintasan elektron karena elektron dipandang sebagai gelombang dengan energi-energi tertentu. Ll. maka harganya sangat besar. maka posisi dan momentumnya tidak dapatditentukan dengan pasti pada saat bersamaan. Padahal. atom terdiri dari inti dan elektron yang berlokasi pada orbital-orbital tertentu dl sekitar inti. Terhadap konsep gerakan elektron dalam atom. Namun. Terhadap makana dari persamaan yang dikemukakan oleh Heinzenberg. Namun. jumlah energi totalnya sebesar hv.xharganya mendekati nol.

yaitu bilangan kuantum utama. guru berpendapat bahwa jumlah elektron yang mungkin terdapat dalam orbital dengan bilangan kuantum n = 3. Padahal sesungguhnya. Jumlah elektron yang mungkin terdapat dalam orbital dengan bilangan kuanturn n = 3. magnetik. alasan yang paling kuat yang mendasari jawaban guru adalah konfigurasi elektron pada sub kulit terluar adalah 3p4. . Menurut guru. dan bilangan. konfigurasi guru tentang jumlah elektron dalam sebuah orbital masih dikacaukan oleh jumlah elektron yang dapat mengisi sub kulit. bilangan azimut 0. d. Lembaga Penelitian Undiksha. f. urutan sub kuiit yang disebut lebih dahulu mempunyai tingkat energi Iebih rendah daripada urutan sub kulit yang disebut belakangan.kuantum magnetik O. azimut. Dengan kata lain. 148-160 dikernukakan oleh guru. p. orbital jauh diternukan pada daerah yang jauh dari inti. Orbital dengan bilangan kuantum n := 3. Misalnya. dan m = -1 adalah 4. penentuan tingkat JPPP. 1 = I. yaitu dimulai dari s. Desember 2007 158 . 6p. bilangan kuantum magnetik 0. . 5d. orbital 7s. Konsepsi guru terhadap perbandingan tingkat energi sub kulit 4s dan sub kulit 3d adalah tingkat energi sub 4s lebih rendah daripada tingkat sub kulit 3d. dan seterusnya. dan m = -] adalah 2. Menurut larangan Pauli. bilangan kuantum 0. dan bilangan . yaitu bilangan utama. alasan yang dikemukakan oleh guru adalah tingkat energi orbital s lebih rendah daripada tingkat energi orbital d. Misalnya. sementara itu. Guru memendang kondisi elektron sarna dengan kondisi orbital. yaitu bilangan kuantum utama 5. Pandangan guru ini dipengaruhi oleh adanya empat bilangan yang menjelaskan tentang kondisi elektron. dan magnetik. orbital 5s ditentukan oleh bilangan kuantum utama 5. dan spin. -1 tidak ada dua elektron yang mernpunyai keernpat bilangan kuantum yang sarna. kuantum spin + Y. dan seterusnya Fungsi gelombang yang menjelaskan kondisi orbital ditentukan oleh minimal tiga bilangan kuantum. Dad pendapat guru ini dapat disimpulkan bahwa guru menganggap orbital-orbital hanya ada di sekitar inti. 1 =1.. Alasan guru rru dilatarbelakangi oleh urutan penulisan sub kulit. tidak ada bilangan kuantum spin untuk menjelaskan orbital 5s ini. dan m ::::: adalah orbital 3px. menurut guru. Seperti diketahui kondisis orbital ditentukan oleh tiga bilangan kuantum. azimut. Dilain pihak. Ini berimplikasi pada jumlah elektron maksimum yang terdapat dalam sebuah orbital.Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan '1(2). 1 =1. Beda halnya dengan sebuah elektron yang terdapat dalam orbital 5s dengan konfigurasi 551• Untuk menjelaskan kondisi sebuah elektron ini diperlukan empat bilangan kuantum. yaitu 2. guru berpendapat bahwa fungsi gelombang yang menjelaskan orbital ditentukan oleh empat bilangan kuantum.

khususnya kepada guru yang menjadi subjek dalam penelitian ini. 57-59.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan. Secara umum. N. Secondary students' interpretation of the prosess occurring in an eletrochemical cell. 6) elektron bergerak berupa gelombang karena posisi elektron tidak dapat ditentukan dengan pasti 7) apabiJa posisi elektron tertentu. . R. maka b-p harganya keei1. 4s dan 3d. p. bahwa guru perlu memperbaiki beberapa konsepsinya pada konsep struktur atom. 1982. Lembaga Penelitian Undiksha. Daftar Rujukan Allsop. dan seterusnya. Guru hanya berpedoman pada silabus tidak kreatif mengembangkan pembelajaran yang diembannya . maka momentumnya tidak tentu karen a apabila b-x berharga besar. L. pembelajaran yang dilakukan oIeh guru sangat baik dan guru sangat menguasi materi pelajaran struktur atom. 1 = 1.T. 3) kulit ketiga terdiri dari sub kulit 3p. R. 2) spin elektron ada yang naik dan turun. antara sub kulit 3p dan 3d. Simpulao Berdasarkan temuan yang diperoleh pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa miskonsepsi yang dialami oleh guru adalah: 1) orbital dan sub kulit masing-masing dianalogikan sebagai kamar dan rumah yang mempunyai tipe-tipe yang berberda-beda. 10) jumlah elektron yang mungkin terdapat dalam orbital dengan bilangan kuantum n == 3. Journal of Chemical Education.. 5) energi total kelseluruhan paket cahaya sebesar hv. 19. F. Miskonsepsi guru terjadi pada konsep-konsep yang kompleks dan abstrak. Pembelajaran berlangsung dalam suasana yang menyenangkan. & Otero. Education in chemistry. Redox in nuffied advebced chemistry. 8) atom terdiri dari inti dan elektron yang beralokasi pada orbital-orbital tertentu disekitar inti. R.Jurnal Penelitian dan Pengernbangan Pendidikan 1(2). & George. Desember 2007 159 . dan m = -1 adalah 4. f. Penjelasan guru sangat terstruktur sehingga mudah dipaharni oleh siswa. 1992. H.. G. d. 9) fungsi gelombang orbital ditentukan oleh empat bilangan kuantum. Barral. JPPP.148-160 energi suatu sub kulit hanya ditentukan oleh urutan sub kulit s. Konsepsi ilmiah untuk konsep ini adalah tingkat energi sub kulit 4s lebih rendah daripada sub kulit 3d karena sub kulit 4s mempunyai overlapping ke dalam kulit nomor 3. J. menu rut siswa. 69.. E. G. 4) kulit L terdiri dari sub kulit p. Fernandes. 655-657. dan 11) tingkat energi orbital s Iebih rendah daripada tingkat orbital d.

. Clark. Posner. 2004. I W.. A. 1991. Y. Studies in Science Education. Science Education. Desember 2007 160 . 1995. J. & Yarroch. Topic difficulties science review. J. Laporan Penelitian. W. Chicago: university of Ch icago press.. 1097· 1110. & Verdonk. & Smith. The unschooled mind: How children think and how scools should teach. New York: MacMillan.. Laporan penelitian (Tidak Dipublikasikan). 45-51. Teachers' thought prosses. Science Education. 32(10). N M.. 5. & Pelerson. 148·160 Bojezuk. IKIPN Singaraja. Dikti Depdiknas. Handbook of Research on'Iteaching (3rd Ed. Finley. Acampo. T.. W. A. I W. D. lPPP. Accommodation of a scientific concrption: Toward a theory of conceptual change. Pupils and paradigms: A review of literature related in concept development in adolescent sciende students. A. 1986. Stewart. De Jong. R. J. Gardner. 531538. K.L. 0. 1982. Hewson. L.). in O» and a-level chemistry. C. Lembaga Penelitian Undiksha. Wittrock (Ed). Strike. K.211·227. B.. I W.. in M. N. Sadia. & Easly. P. Pengembangan strategi perubahan konseptual (conceptual change) dalam pembelajaran IPA di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. 64. 1982. 545·551. H. Wirta. Lidyastuti.lumal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 1(2). Driver. M. Identifikasi miskonsepsi siswa SMA Negeri di kota Singaraja terhadap konsep-konsep kimia yang dilakukan setelah pembelajaran. 1970. Suastra.. New York: Basic Books. F. W. 1982. P.M. Redhana.. Teachers' perceptions of important and difficult science content. Journal of Research in Science Teaching.. 1978.C. N. Santyasa. & Gertzog. 66. J. G. dan Sarini. Khun. I M.. 66(2). What do students perveive as difficult in hsc chemistry? Australian Science Teachers Journal. The structure of scientific revolutions. 1M. 1998.. 1981. R. 1 W..61·84. & Kima. Reta. school Butts. 32. Problems in teaching the topic of redox reaction: Actions and conception of chemistry teachers.