PRAKTIKUM PETROGRAFI ACARA : BATUAN BEKU ASAM NAMA : WISNU A HARI/TGL : NO.

STB : D 611 05 047

Maksud dan Tujuan Maksud dilakukannya praktikum ini adalah untuk melakukan pengamatan kenampakan petrografis dari sayatan tipis batuan beku Asam. Tujuan dilakukannya praktikum ini adalah untuk mendeskripsi mineral -mineral penyusun batuan beku asam dalam kenampakan mikroskopis untuk kemudian diinterpretasi petrogenesa dari batuan tersebut. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut  Mikroskop polarisasi  Preparat  Tabel Michael Levy  Lap kasar / halus  Tissue lens  Pensil warna  Karton  Alat tulis menulis III. TEORI RINGKAS

Sebagai kelanjutan dari ilmu mineral optik , dikenal cabang ilmu geologi yang lainnya, yaitu petrografi. Jika pada praktikum mineral optik, kita dihadapkan pada satu jenis mineral (monomineral), sedang pada ilmu petrografi kita dirhadapkan pada banyak jenis mineral (polymineral). Pada bagian ini akan di pelajari tentang sifat-sifat optik mineral sebagai penyusun dari berbagai jenis batuan. Terkadang dalam suatu pengamatan sayatan batuan dijumpai hal yang menarik dimana tidak selamanya mineral-mineral yang terdapat dalam sayatan tersebut mempunyai sifat-sifat optik yang sama dengan sayatan batuan lainnya. Untuk hal yang demikian ini, tentunya telah dipengaruhi oleh proses-proses pembentukan mineral dalam batuan, dalam hal ini yang terjadi sebelum dan sesudah batuan itu terbentuk. Sebenarnya terdapat satu ilmu geologi lainnya yang mempelajari mineral dan batuan secara kompleks dan mewakili penjelasan genetik mineral ataupun batuan yaitu petrogenesa. Mempelajari mineral dalam batuan secara optik dibawah mikroskop polarisasi terasa semakin sulit apabila mineral yang teramati sudah tidak jelas atau telah mengalami perubahan akibat proses-proses yang terjadi dalam batuan tersebut. Untuk mengatasi hal yang demikian ini maka diperlukan kejelian khusus atau ketelitian didalam menentukan berbagai sifat optik dari mineral tersebut agar penjelasan

genesa batuan lebih mendekati kebenaran. Selain dituntut untuk mendeskripsi semua mineral yang terdapat dalam sayatan batuan, maka dalam bagian ini, mahasiswa juga diharuskan menentukan nama dan jenis batuan berdasarkan pada klasifikasi batuan yang terpilih. Terutama yang harus diperhatikan sebelum menentukan nama batuan adalah kesesuaian komposisi mineral penyusun batuan, sifat-sifat optik mineral, sifat fisik dan parameter penentu lainnya, termasuk menurut siapa dan dasar apa klasifikasi tersebut digunakan. Sekarang ini telah banyak klasifikasi batuan yang telah diperkenalkan

Ada tiga sifat mineral penyusun batuan beku . apakah sudah cukup mewakili atau belum. 1.oleh karena itu contoh setangan harus diperiksa terlebih dahulu. 2.oleh para ahli geologi. Sementara terdapat beberapa jenis mineral yang teramati sebagai penyusun semua jenis batuan yang ada. batuan pyroklastik maupun batuan metamorf. Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari hasil pembekuan magma atau merupakan hasil kristalisasi dari mneral – mineral dalam bentuk agregsi yang saling “interlocking “ Hal – hal penting dalam pengamatan petrografi batuan beku adalah sebagai berikut : 1. dapat dikatakan bahwa untuk batuan yang berbutir kasar atau yang mempunyai tekstur porfiritik dari satu sayatan tipis sering tidak mewakili batuan secara menyeluruh. misalnya kuarsa dan mineral feldspar. batuan sedimen karbonat dan nonkarbonat. Dalam mempelajari setiap sayatan tipis seharusnya dipelajari bersama – sama dengan contoh setangannya.2. bukan mineral sekunder.prosentase mineral untuk dipakai dalam penamaan batuan adalam mineral primer. baik itu batuan beku. Kemudian pada deskripsinya harus dijelaskan bahwa mineral tertentu telah mengalami perubahan menjadi mineral sekunder tertentu. Terdapat suatu hal yang teramat penting untuk diketahui bahwa tidak semua mineral khas penyusun batuan beku dijumpai pula pada batuan sedimen. Sifat – sifat mineral penyusun batuan beku. Mineral – mineral primer yang terbentuk dari magma selama pendinginannya harus dibedakan dari mineral – mineral sekunder yang terbentuk sebagai hasil alterasi atau pelapukan. batuan pyroklastik dan batuan metamorf dan sebaliknya. Batuan beku selau diklasifkasikan atas dasar mineral – mineral primer.yaitu : .

Holohyalin. dan fosterit 2. olivin. c.kira-kira lebih kecil dari 5 % dari volume batuan. Tekstur batuan beku tergantung dari beberapa faktor antara lain: 1.apabila terdiri dari kristal – kristal seluruhnya. Essential Mineral Merupakan mineral primer yang selalu terdapat dalam batuan tertentu dan merupakann mineral yang dominan dan menentukan penamaan dari batuan tersebutcontoh mineralnya adalah : kuarsa. Zircon. b. apatit dan lain – lain II. contohnya Magnetit.mineral accesoris bisa juga berupa mineralunder. Accesoris Mineral Merupakan mineral yang cukup banyak dalam batuan.Rutil. apabila terdiri dari sebagian kristal dan sebagian gelas. pyrit . fayalit. contoh : Illumenite. cromit. Besar Butir (Granularitas) Derajat besar butir mineral dari mineral penyusun batuan yang meliputi : a.Titanit. Fanerik. 2.1. Hipokristalin. Holokristalin.feldspar group. piroksin. amphibol group. 3. Tekstur Batuan Beku Tekstur adalah kenampakan hubungan antara komponen dari batuan yang dapat merefleksikan sejarah kejadian atau petrogenesanya. seperti halnya mineral utama. Kristalinitas Kristalinitas adalah merupakan tingkat kristalisasi mineral dalam suatu batuan meliputi : a. apabila seluruhnya tersusun oleh mineral gelass. Minor accesoris Mineral Merupakan mineral yang terdapat dalam batuan yang jumlahnya tidak begitu banyak. tetapi tidak selalu harus ada disetiap batuan tersebut. Corondum . apabila kistalnya dapat dibedakan dengan mata biasa dan mikroskop . mika group.

yang meliputi bentuk euhedral. Kristal – kristal dari mineral penyusunnya sangat halus.semua/hampir mempunyai batas – batas yang jelas. b. Bentuk Kristal. Relasi Kristal. sehingga tidak dapat dibedakan dengan mikroskop biasa. Equigranular. Fabrik adalah hubungan dan susunan antara kristal – kristal yang satu dengan yang lainnya. komponen kristal penyusunnya terdiri dari bentuk subhedral (Dominan). yaitu hubungan antara butir – butir kristal yang satu dengan yang lainnya .kristal – kristal dari mineral penyususnnya dapat dibedakan dengan mikroskop 2) Kriptokristalin. ukuran butir dari batuan yang menyusun batuan tersebut hampir sama. Meliputi : 1) Hipidiomorfik/granitik/hypautomorfik – granular. sangat halus tidak dapat dibedakan dengan mata biasa. Inequigranular. Beberapa tekstur khas pada pada batuan beku : 1.b. terdiri dari fenokris – fenokris yang tertanam dalam massa dasar yang halus yang kristalin .dan meliputi : 1) Mikrokristalin. Kemas ( Fabrik). dimana terdapat perbedaan besar butir yang menyolok antara yang halus dan yang kasar. 3) Allotriomorfik/xenomorfik/aplitik – granular. Afanitik. 3.Porfiritik. meliputi : a. subhedral dan anhedral 2. meliputi : 1. Contoh tekstur porfiritik dan vitrofirik.01 mm. terdiri dari mineral – mineral yang berbentuk anhedral.dan granular. umumnya memiliki diameter yang lebih kecil dari 0. aialah tekstur batuan beku. 2) Idiomorfik/panidiomorfik/automorfik/lampropirikmembentuk euhedral yang dominan.

Ophitic.Intersertal. 12.sama dengan mineral mikrokristalin piroksin dengan arah yang tidak teratur dalam masa dasar gelas. Pilotasitik. 10.Poikilitik. 3.2. kemudian tumbuh bersama dengan piroksin.. agregasi dari butir – butir mineral mafik yangeuhedral. 4.seperti tekstur intergranular.Vitrofirik. 11. umumnya adalah mineral feldspar dengan kuarsa. terdiri atas fenokris – fenokris yang tertanam dala masa dasar gelas. mikrolit – mikrolit plagioklas menunjukan kesejajaran (Sub dengan mineral – mineral paralel) dan dijumpai bersama – sama mikrokristalin atau hipokristalin. Biasa dijumpai pada lava. meliputi: . 8. tekstur porfiri yang masih terlihat dibawah mikroskop.Hyalophtic. (olivin. bila masa dasar terdiri atas intergrowth kuarsa dengan feldspar. dan batuan hipobysal. pertumbuhan bersama anatara dua mineral. tekstur ofitik dalam masa dasar gelas. Hyalopilitik. Piroksin) di jumpai diantara mineral – mineral plagioklas yang memanjang dengan arah tidak teratur (random).Felsofirik. tetapi bagian – bagian diantara mineral plagioklas ditempati oleh gelas atau mineral – mineral sekunder seperti klorit. 9. 5. mikrolit – mikrolit menunjukan kesejajaran (paralel) biasanya dijumpai pada lava. 13. Trachitik. yang subhedral.Mikroporfiritik. 6. serpentin. dalam masa adasar ini plagioklas terbentuk terlebih dahulu.Intergranular. mikrolit – mikrolit plagioklas dijumpai bersama . 7. terutama basal.adanya inklusi mineral – mineral secara random dalam suatu mineral besar. kalsit dan lain – lain. Intergrowth .dapat juga plagioklas dengan kuarsa.

- Granophyriic kuarsa anhedral dengan letak tak teratur. c. Terjadi pada proporsi eutacitik Biasa dijumpai pada batuan asam atau granit Kuarsa runcing – runcing /anhedral dengan letak tak teratur. kuning semua. b. dan lain – lain. Hal-hal yang paling penting yang harus diperhatikan dalam penamaan batuan beku adalah kandungan mineral utama. yang merupakan lubang – lubang bekas gas yang teratur. . penamaan yang sering dipakai adalah TRAVIS (1955) dan IUGS. Mymekitik. 14. yang kesemuanya itu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. tekstur grafik dimana kuarsa menyerupai cacing/ jari – jari dengan letak teratur.mineral sekunder seperti Zeolit. 17. Perthit. Felled tekstur. (bias rangkap). aksesoris dan mineral tambahan yang ada dalam batuan. Amigdaloidal.a.opal. merupakan bekas lubang gas . apabila masadasar terdiri dari mikrolit – mikrolit tidak beraturan.klorit. Vesikular. pertumbuhan bersama antara kf dengan kuarsa. kalsit. 16. biasa dijumpai pada lava. 15. yang telah terisi oleh mineral kalsedon. - Graphik. biasa dijumpai pada lava. Kuarsa memperlihatkan kontinuitas warna.biasanya kf hampir sejajar dengan arah belahan. tekstur seolah – olah pertumbuhan bersama antara kf dengan plagioklas asam. Dalam sistem penamaan batuan beku.

Prosedur Kerja  Menyiapkan dan menyentringkan mikroskop.  Menggambarkan kenampakan dari nikol silang tersebut.  Mengamati mineral dalam sayatan secara nikol sejajar dengan memperhatikan kenampakannya (sifat optiknya). .  Mengamati mineral secara nikol silang dengan memperhatikan kenampakannya (sifat optiknya).  Mendeskripsi mineral berdasarkan kenampakan yang telah diamati.  Menggambarkan kenampakan dari nikol sejajar tersebut.  Menyediakan preparat batuan.  Menghitung persentase mineral penyusun batuan tersebut.

maksimum coklat orde I (sedang).003. pecahan rata. :   . Muskovit Warna kuning. ukuran mineral 0.4 mm.02 mm Kenampakan Mikroskopis : Dalam sayatan tipis menunjukkan warna abu-abu kecoklatan. Deskripsi Mineral Biotit Warna coklat muda. Nm > Nbk. intensitas sedang. intensitas sedang. Total B. bias rangkap 0.O length slow (-) adisi. sudut gelapan 700. W.I. granularitas Porfiritik.9 mm.R. Skala : 5X : 10 X : 50 X : 0. relief rendah. tekstur khusus vitropirik. relief tinggi. bentuk euhedral – subhedral.Inter : Batuan Beku Asam : (61.O length fast (-) adisi. T. Belahan sempurna. Belahan sempurna satu arah. Muskovit. fenokris terdiri mineral dari Biotit. Okl P.PRAKTIKUM PETROGRAFI ACARA : BATUAN BEKU ASAM NAMA : ABDUL GAFUR HARI/TGL : SELASA / 30 – 10 – 2003 NO. sudut gelapan 650. pleokroisme dwikroik. dengan tekstur hipokristalin. pleokroisme dikroik. bentuk subhedral – anhedral.001. T.1 – 0. ukuran mineral 0. Mineral Opak dan Massa Dasar Gelas. STB : D 611 01 018 Nomor urut Nomor peraga Jenis batuan Kedudukan : 01 : B.24) P.R. Plagioklas jenis Anorthite. pecahan tidak rata. Obj P. ukuran mineral < 2 mm – 0. bias rangkap 0. gelapan miring. Nm > Nbk.4 – 0.I.9 mm. Kwarsa. W. gelapan miring. bentuk euhedral – subhedral. maksimum coklat tua orde I (tinggi).

maksimum abu – abu orde I (sedang). T. Anorthite Biotit Muscovit Kwarsa Mineral Opak Massa Dasar Gelas . bentuk euhedral – subhedral. pleokroisme monokroik. ukuran mineral 0.anhedral. intensitas lemah. sudut gelapan 300.7 mm.  Anorthite (An 90 – 100 ) Warna colorless (tidak berwarna). gelapan bergelombang. maksimum abu-abu orde I (sedang).003. gelapan miring.O length fast (-) adisi.2.  Mineral opak Warna hitam. bersifat kedap cahaya. bentuk anhedral. T. pleokroisme monokroik.2 – 0. pecahan tidak ada.O length fast (-) adisi.005.I. W. intensitas lemah.2 – 0. pecahan tidak rata.R. Nm < Nbk. relief rendah. W.6 mm. bentuk mineral subhedral . ukuran < 0. ukuran mineral 0. Kwarsa Warna bening. relief rendah. sudut gelapan 30.I. Nm > Nbk. bias rangkap 0. relief tinggi. Belahan tidak sempurna.R. Belahan tidak ada. bias rangkap 0.

NAMA MINERAL I Anorthite Kwarsa Muskovit Biotit Mineral Opak Massa Dasar Gelas % PENGAMATAN II III 40 5 20 15 5 15 40 10 20 10 20 RATA – RATA ( %) 38. 2. 1955) (IUGS) 35 15 15 10 10 15 Nama Batuan : Porfiri Grano Diorite Tonalit .3 10 18. 5. 3.7 5 16.3 11.7 (Travis. 1. 4.Prosentase Mineral : NO. 6.

M < 90 Q M < 90 90 90 KLASIFIKASI MENURUT IUGS 1 60 60 2 20 5 10 3 8 50 4 5 20 6 10 7 35 65 9 5 90 Q + A + P = 100 10 10 atau Plutonic Rocks 1.100 . quartzolit 11 F 100 12 + A + P = 13 14 60 60 15 16 F M = 90 .

monzodiorit.basalt . monzonit 9.anorthosit 12. theralite 15. andesite. granit 4. monzodiorit 10. essexite 14. alkaline feldspar rhyolit 3. granodiorit 5. foidit 16. alkalin feldspar syenit 7. diorit. monzogabro 11. alkaline feldspar trachyte 7. latite-andesite. trachyte 8. plagiodacite 6.gabro. ultramafic A P Volcanic Rocks 2. rhyolit 4.2. alkalin feldspar granit 3. tonalit 6. syenit 8. feldspatoid syenit 13.mugearite 10. latite 9. dacite 5.

Muskovit pada suhu 700–8000C. foidite. Mineral Opak yang ada terbentuk pada suhu sekitar 1000 .12000C dimana . phonolitic tephrite 14. Dimana proses pembentukan batuan ini terdiri dari dua Fase yaitu pada fase pertama terjadi pembentukan mineralmineral dalam bentuk kristal karena memiliki waktu yang cukup untuk mengkristal dengan baik. nephelinite.basanite 15. tephrite. Kwarsa pada suhu 450–6000C. Mineral yang terbentuk pertama kali yaitu mineral Anorthite pada suhu sekitar 12000C yang kemudian terjadi penurunan suhu yang memungkinkan terbentuknya mineral Biotit pada suhu dan tekanan yang tinggi yaitu 800–9000C. phonolite 12.leucitite 16. ultramafic rocks Petrogenesa : Batuan ini termasuk batuan beku intrusif. tephritic phonolite 13.11.

Batuan ini digunakan sebagai bahan baku pondasi bangunan.Optical Mineralogy oleh Paul F. ASISTEN PRAKTIKAN . Kerr . Referensi : .mineral ini terbentuk diawali dengan naiknya magma yang menginjeksi batuan samping yang kaya akan unsur Fe dan Mg sehingga terjadi percampuran dan membentuk mineral opak.Penuntun Petrografi. Hal ini hanya dapat terjadi pada daerah dekat permukaan. Tekstur batuan yang Vitropyrik ini memperlihatkan bahwa fenokris– fenokrisnya terbentuk pada kedalaman yang relatif besar sehingga pendinginannya akan berlangsung cukup lama kemudian sebelum menjadi padatan yang sempurna magma akan menginjeksinya dan membentuk massa dasar gelas. Sedangkan pada fase selanjutnya terjadi pembentukan massa dasar gelas dari batuan oleh karena adanya magma yang naik kepermukaan yang kemudian mengalami pendinginan sangat cepat sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk mengkristal dengan baik.

Obj P.( ) ( Abdul Gafur ) PRAKTIKUM PETROGRAFI ACARA : BATUAN BEKU ASAM NAMA : ABDUL GAFUR HARI/TGL : SELASA / 30 – 10 – 2003 NO.8 . Okl P. ukuran mineral < 2 mm – 0. tekstur khusus porphyritik. granularitas porfiriafanitik.02 mm Kenampakan Mikroskopis : Dalam sayatan tipis menunjukkan warna coklat tua. Skala : 5X : 10 X : 50 X : 0. STB : D 611 01 018 Nomor urut Nomor peraga Jenis batuan Kedudukan : 02 : IR 42B : Batuan Beku Asam : (53. dengan tekstur hipokristalin. Total B. bentuk subhedral – anhedral.24) P.

Andesine. relief tinggi. T. intensitas sedang. Andesine (An 10 – 50 ) Warna transparan-abu-abu. bias rangkap 0. TRO adisi (+) length slow. Massa dasar kristal Warna kuning kecoklatan. pleokroisme monokroik. bias rangkap 0. ukuran mineral 0. Nm > Nbk. gelapan miring. T.005.anhedral. bentuk euhedral – subhedral. pleokroisme dikroik. W. relief tinggi. Deskripsi Mineral Biotit Warna coklat muda. ukuran mineral > DMP.009.I. pecahan tidak rata.WI maksimum abu-abu (orde I). Belahan sempurna satu arah. bentuk anhedral. intensitas lemah.R. pecahan rata. sudut gelapan 700. terdapat sebagai massa dasar. gelapan bergelombang. bentuk mineral subhedral .O length fast (+) Adisi. relief rendah.6 mm. :      .8 mm. fenokris terdiri mineral dari Biotit. pleokrisme monokroik.2 mm. pecahan tidak ada. Kwarsa.003. Nm > Nbk. Belahan tidak ada. gelapan miring.O length slow (+) adisi. bersifat kedap cahaya. ukuran kurang dari 0. sudut gelapan 30.3 – 0. Nm > Nbk. Mineral Opak dan Massa Dasar Kristal.4 – 0. intensitas sedang. Kwarsa Warna bening. sudut gelapan 35o. W. Kembaran albit.I. maksimum abu – abu orde I (sedang). relief sedang. Mineral opak Warna hitam. bias rangkap 0. maksimum coklat orde I (sedang).mm. belahan sempurna 1 arah. ukuran mineral 0.R.

1955) Quartzolite (IUGS) .4 13.3 48. 5. 3. NAMA : I % PENGAMATAN II 10 50 10 20 10 RATA – III 5 45 10 25 15 RATA 8.Andesine Biotit Kwarsa Mineral Opak Massa dasar kristal Prosentase Mineral NO.3 20 10 MINERAL Andesine Kwarsa Biotit Mineral opak Massa Dasar Kristal 10 50 20 15 5 Nama Batuan : Porfiri Diorite Kwarsa (Travis. 1. 2. 4.

.

tonalit 6.anorthosit 12. monzogabro 11. granit 4. monzonit 9.100 P .gabro. diorit. alkalin feldspar granit 3.KLASIFIKASI MENURUT IUGS M < 90 Q Q + A + P = 100 atau Plutonic Rocks 1. syenit 8. monzodiorit 10. quartzolit 2. feldspatoid syenit F A 60 60 5 10 60 M < 90 90 F + A + P = 100 90 1 60 2 20 3 8 50 4 5 20 6 10 7 35 65 9 5 90 10 10 11 12 13 14 15 16 M = 90 . granodiorit 5.monzodiorit. alkalin feldspar syenit 7.

theralite 15. phonolitic tephrite 14.basalt 11. foidite.basanite 15. rhyolit 4. andesite.13. ultramafic rocks . plagiodacite 6. ultramafic Volcanic Rocks 2. alkaline feldspar trachyte 7. nephelinite. dacite 5. latite 9.leucitite 16. trachyte 8.mugearite 10. latite-andesite. foidit 16. tephrite. essexite 14. tephritic phonolite 13. alkaline feldspar rhyolit 3. phonolite 12.

Mineral Opak yang ada terbentuk pada suhu sekitar 1000 . Testur khusus porfiritik ini terbentuk akibat kristalisasi dengan pengubahan yang lambat.Petrogenesa : Batuan ini termasuk batuan beku ekstrusif dimana proses pembentukan dari mineral-mineral yang memiliki bentuk kristal karena memiliki waktu yang cukup untuk mengkristal dengan baik. Kemudian sebelum padat sempurna diinjeksikan .12000C dimana mineral ini terbentuk diawali dengan naiknya magma yang menginjeksi batuan samping yang kaya akan unsur Fe dan Mg sehingga terjadi percampuran dan membentuk mineral opak. Mineral yang mula – mula yang terbentuk adalah mineral Biotit pada suhu 800–900 0C kemudian terjadi penurunan suhu yang memungkinkan terbentuknya mineral Andesine pada suhu 700 – 800 0C. sehingga terbentuk kristal-kristal yang kasar pada kedalaman yang besar. Sedangkan fase kedua terjadi pembentukan massa dasar kristal dari batuan oleh karena adanya diferensiasi magma dalam proses pembekuannya dan akibat pengaruh dari gaya gravitasi maka terbentuklah massa dasar kristal yang dipengaruhi oleh kondisi Hidroksida dari magma itu sendiri. kemudian suhunya akan terus mengalami penurunan sehingga terbentuklah mineral Kwarsa pada suhu 450 – 600 0C.

Kerr .kedinding batuan sekitarnya ataupun keluar sebagai erupsi yang berbentuk kristal yang halus. Referensi : . Batuan ini digunakan sebagai bahan bangunan.Penuntun Petrografi.Optical Mineralogy oleh Paul F. ASISTEN PRAKTIKAN ( ) ( Abdul Gafur ) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful