NAMA KELAS NOMOR

: DANNY TRIPUTRA S. : XII IPA 5 :9

 Proses Jatuhnya Orba
Penyebab utama runtuhnya kekuasaan Orde Baru adalah adanya krisis moneter tahun 1997. Sejak tahun 1997 kondisi ekonomi Indonesia terus memburuk seiring dengan krisis keuangan yang melanda Asia. Keadaan terus memburuk. KKN semakin merajalela, sementara kemiskinan rakyat terus meningkat. Terjadinya ketimpangan sosial yang sangat mencolok menyebabkan munculnya kerusuhan sosial. Muncul demonstrasi yang digerakkan oleh mahasiswa. Tuntutan utama kaum demonstran adalah perbaikan ekonomi dan reformasi total. Demonstrasi besar-besaran dilakukan di Jakarta pada tanggal 12 Mei 1998. Pada saat itu terjadi peristiwa Trisakti, yaitu me-ninggalnya empat mahasiswa Universitas Trisakti akibat bentrok dengan aparat keamanan. Empat mahasiswa tersebut adalah Elang Mulya Lesmana, Hery Hariyanto, Hendriawan, dan Hafidhin Royan. Keempat mahasiswa yang gugur tersebut kemudian diberi gelar sebagai “Pahlawan Reformasi”. Menanggapi aksi reformasi tersebut, Presiden Soeharto berjanji akan mereshuffle Kabinet Pembangunan VII menjadi Kabinet Reformasi. Selain itu juga akan membentuk Komite Reformasi yang bertugas menyelesaikan UU Pemilu, UU Kepartaian, UU Susduk MPR, DPR, dan DPRD, UU Antimonopoli, dan UU Antikorupsi. Dalam perkembangannya, Komite Reformasi belum bisa terbentuk karena 14 menteri menolak untuk diikutsertakan dalam Kabinet Reformasi. Adanya penolakan tersebut menyebabkan Presiden Soeharto mundur dari jabatannya.

Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden RI dan menyerahkan jabatannya kepada wakil presiden B.J. Habibie. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Orde Baru dan dimulainya Orde Reformasi.

KRONOLOGIS RUNTUHNYA ORDE BARU 1. Krisis Moneter Pada waktu krisis melanda Thailand, keadaan Indonesia masih baik. Inflasi rendah, ekspor masih surplus sebesar US$ 900 juta dan cadangan devisa masih besar, lebih dari US$ 20 B. Tapi banyak perusahaan besar menggunakan hutang dalam US Dollar. Ini merupakan cara yang menguntungkan ketika Rupiah masih kuat. Hutang dan bunga tidak jadi masalah karena diimbangi kekuatan penghasilan Rupiah.

Paling tidak perhatian terhadap kasus ini pun tidak ada. Tragedi yang sampai saat ini masih dikenang oleh para mahasiswa di seluruh Indonesia belum jelas penyelesaiannya hingga sekarang. 3. Elang Mulia Lesmana 2. Dalam setengah tahun. dengan suara tegas menyatakan. Sebagian lainnya bertahan dalam ketakutan. 2. tapi Rupiah jatuh terus dengan kekuatiran akan hutang perusahaan. Jakarta seperti membara. Tahun demi tahun kasus ini selalu timbul tenggelam. Semua orang tumpah di jalanan. Masa pada saat itu sudah kehilangan kendali dan brutal akibat kondisi yang terjadi di tnah air pada saat itu. Hendriawan Sie Mereka merupakan Pahlawan Reformasi selain mahasiswa lainnya yg ikut berjuang pada saat itu.000 per US Dollar. Ketua MPR yang juga ketua Partai Golkar.000 dampai 18. Mereka merusak dan menjarah toko dan gedung milik swasta maupun pemerintah. Setiap 12 Mei mahasiswa pun berdemo menuntut diselesaikannya kasus penembakan mahasiswa Trisakti. Harmoko di Gedung DPR. pimpinan DPR. serangan meningkat makin menjatuhkan nilai Rupiah. Pemerintah pun tidak ada suatu pernyataan yang tegas dan jelas terhadap kasus ini. Waktu Indonesia melepaskan Rupiah dari US Dollar. Rupiah kena serangan bertubi-tubi. Bursa Efek Jakarta juga jatuh. dan munculah isyu-isyu gak tidak jelas bahwa pada hari itu terjadi perkosaan masal warga keturunan tiong Hoa. massa juga memburu warga keturunan Cina. baik Ketua maupun para Wakil Ketua.Tapi begitu Thailand melepaskan kaitan Baht pada US Dollar di bulan Juli 1997. pelepasan Rupiah besar-besaran. Hafidin Royan 4.20 WIB. dijual untuk membeli US Dollar yang menjadi murah. Tak hanya itu. Penjarahan Pada tanggal 14 Mei 1998. yang dipenuhi ribuan mahasiswa. demi persatuan dan kesatuan bangsa. 4. Heri Hertanto 3. Seperti suatu hal yang biasa saja. Tragedi Trisakti Tragedi 12 mei 1998 yang menewaskan 4 orang mahasiswa Universitas Trisakti. Mahasiswa menduduki gedung MPR 18 Mei Pukul 15. Buntutnya. Namun semua itu seperti hanya suatu kisah yang tidak ada masalah apapun. Rupiah jatuh dari 2. mengharapkan Presiden Soeharto mengundurkan diri secara arif dan . Mereka yang telah pergi adalah : 1. banyak warga keturunan Cina mengungsi ke luar negeri. IMF maju dengan paket bantuan US$ 20B.

00 WIB Menhankam/Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto mengemukakan.” Akibatnya. Soeharto kemudian mengucapkan terima kasih dan mohon maaf kepada seluruh rakyat dan meninggalkan halaman Istana Merdeka didampingi ajudannya. tetapi B 2044 AR.J. Pukul 9.30 WIB. Abdul Gafur.00 WIB. atau agama) dl suatu masyarakat atau negara.” Terjadi perdebatan tentang proses transisi ini. Soeharto meletakkan jabatan 21 Mei o Kota memasuki o o o o Pukul 01. Mercedes hitam yang ditumpanginya tak lagi bernomor polisi B-1. . meskipun pernyataan itu disampaikan secara kolektif. Harmoko saat itu didampingi seluruh Wakil Ketua DPR. Ia langsung mengatakan. Jenderal Wiranto mengatakan ABRI akan tetap melindungi presiden dan mantan-mantan presiden. politik. “Selamat tinggal pemerintahan lama dan selamat datang pemerintahan baru”. “ABRI akan tetap menjaga keselamatan dan kehormatan para mantan presiden/mandataris MPR. dan Fatimah Achmad. bukan di-reshuffle. Yusril Ihza Mahendra. niat itu tampaknya sudah diketahui oleh Presiden Soeharto. “Urusan kabinet adalah urusan saya. Kolonel (Kav) Issantoso dan Kolonel (Pol) Sutanto (kemudian menjadi Kepala Polri).30 WIB. yakni Ismail Hasan Metareum. usul agar kabinet dibubarkan tidak jadi disampaikan. Pukul 23. Tujuannya. Namun. Habibie menjadi presiden baru Indonesia. ABRI menganggap pernyataan pimpinan DPR agar Presiden Soeharto mengundurkan diri itu merupakan sikap dan pendapat individual. agar mereka yang tidak terpilih lagi dalam kabinet reformasi tidak terlalu “malu”. Pembicaraan beralih pada soal-soal yang berkembang di masyarakat. Gelombang pertama mahasiswa dari FKSMJ dan Forum halaman dan menginap di Gedung DPR/MPR. 5. ekonomi perubahan secara drastis untuk perbaikan ekonomi dl suatu masyarakat atau negara: perdana menteri yg baru telah menyapu kalangan oposisi dan memberikan serangan telak ekonomi.00 WIB. Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya pada pukul 9.bijaksana. termasuk mantan Presiden Soeharto beserta keluarga. empat orang menko (Menteri Koordinator) diterima Presiden Soeharto di Cendana untuk melaporkan perkembangan.  PENGERTIAN REFORMASI Reformasi adalah perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial. Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Amien Rais dan cendekiawan Nurcholish Madjid (almarhum) pagi dini hari menyatakan. Wakil Presiden B. salah satu yang pertama mengatakan bahwa proses pengalihan kekuasaan adalah sah dan konstitusional. Wiranto mengusulkan pembentukan “Dewan Reformasi”. Pukul 21. Mereka juga berniat menggunakan kesempatan itu untuk menyarankan agar Kabinet Pembangunan VII dibubarkan saja. Syarwan Hamid.

 Pencetus dan Pelopor Reformasi Pelopor dan Pencetus Reformasi terdiri dari empat tokoh.hukum perubahan secara drastis untuk perbaikan dl bidang hukum dl suatu masyarakat atau negara. banyak orang dari komunitas NU meminta Gus Dur membentuk partai politik baru. dan Sultan Hamengkubuwono X kembali menyatakan komitmen mereka untuk reformasi. Dengan jatuhnya Soeharto. Maka tidak heran. banyak tahanan-tahanan politik pada masa orde baru. Kendati demikian. Megawati. PPP dan PDI.  Tujuan dan Agenda Reformasi Tujuan Reformasi : Tujuan awal reformasi adalah menurunkan Soeharto dari kursi jabatan presideng RI. Pada Juni 1998.H. Abdurrahman Wahid. Di Indonesia. yaitu K. Kemudian setelah itu diharapkan adanya perubahan di bidang . Pada 7 Februari 1999. dalam pertemuan di Ciganjur. dan Sri Sultan Hamengkubuwono X. Reformasi secara umum berarti perubahan terhadap suatu sistem yang telah ada pada suatu masa. PKB secara resmi menyatakan Gus Dur sebagai kandidat pemilihan presiden. dll. Gus Dur menyatakan bahwa partai tersebut terbuka untuk semua orang. dengan yang paling penting adalah Partai Amanat Nasional (PAN) bentukan Amien dan Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) bentukan Megawati. Wahid menyetujui pembentukan PKB dan menjadi Ketua Dewan Penasehat dengan Matori Abdul Djalil sebagai ketua partai. Meskipun partai tersebut didominasi anggota NU.Salah satu dampak jatuhnya Soeharto adalah pembentukan partai politik baru.Pada November 1998. yang dipimpin oleh Martin Luther.Mereka adalah tokoh Indonesia yang sangat kritis terhadap permasalahan yang dihadapi. kata Reformasi sendiri pertama-tama muncul dari gerakan pembaruan di kalangan Gereja Kristen di Eropa Barat pada abad ke-16. kata Reformasi umumnya merujuk kepada gerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang menjatuhkan kekuasaan presiden Soeharto atau era setelah Orde Baru. Gus Dur. Amien Rais. hanya terdapat tiga partai politik: Golkar. Ulrich Zwingli. Namun pada Juli 1998 Gus Dur mulai menanggapi ide tersebut karena mendirikan partai politik merupakan satu-satunya cara untuk melawan Golkar dalam pemilihan umum.Yohanes Calvin. politik perubahan secara drastis untuk perbaikan dl bidang politik dl suatu masyarakat atau negara. Amien. partaipartai politik mulai terbentuk. Ia juga acap kali memberikan kritik terhadap pemerintahan Soeharto yang sangat otoriter dan alergi terhadap berbagai kritikan yang ditujukan terhadap pemerintahan yang ia jalankan. Ia tidak langsung mengimplementasikan ide tersebut. Tetapi kenyataan itu tidak menyurutkan semangat dan keberanian untuk melontarkan krtitik terhadap pemerintahan orde baru. bersama dengan Megawati. Di bawah rezim Soeharto.

Melakukan amandemen terhadap UUD 1945 3. Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta. terkena peluru tajam di tempat-tempat vital seperti kepala. Demonstrasi digulirkan sejak sebelum Sidang Umum (SU) MPR 1998 diadakan oleh mahasiswa Yogyakarta dan menjelang serta saat diselenggarakan SU MPR 1998 demonstrasi mahasiswa semakin menjadi-jadi di banyak kota di Indonesia termasuk .ekonomi dan pendidikan yang dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat. Agenda Reformasi : 1. Penegakan supremasi hukum di Indonesia. Mahasiswa pun melakukan aksi demonstrasi besar-besaran kegedung DPR/MPR. Hafidin Royan. Kejatuhan perekonomian Indonesia sejak tahun 1997 membuat pemilihan pemerintahan Indonesia saat itu sangat menentukan bagi pertumbuhan ekonomi bangsa ini supaya dapat keluar dari krisis ekonomi. yang terpengaruh oleh krisis finansial Asia. 4. terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Cuma ada jalan demonstrasi supaya suara mereka didengarkan. Pada bulan Maret 1998 MPR saat itu walaupun ditentang oleh mahasiswa dan sebagian masyarakat tetap menetapkan Soeharto sebagai Presiden. Ekonomi Indonesia mulai goyah pada awal 1998. dan dada. termasuk mahasiswa Universitas Trisakti. dan Hendriawan Sie. dan nepotisme (KKN)  Tragedi Reformasi TRAGEDI TRISAKTI Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan. leher. Tentu saja ini membuat mahasiswa terpanggil untuk menyelamatkan bangsa ini dari krisis dengan menolak terpilihnya kembali Soeharto sebagai Presiden. pada 12 Mei 1998. Mewujudkan pemerintahan yang bersih dari unsur-unsur korupsi. Mereka tewas tertembak di dalam kampus. 5. Menghapus Dwi Fungsi ABRI di dalam struktur pemerintahan negara. Indonesia serta puluhan lainnya luka. Mengadili Soeharto dan kroni-kroninya 2. Heri Hertanto. kolusi.

Dihadang oleh aparat kepolisian mengharuskan mereka kembali ke kampus dan sore harinya terjadilah penembakan terhadap mahasiswa Trisakti. Mereka kecewa dengan tindakan aparat yang menembak mati mahasiswa. Pada tanggal 12 Mei 1998 ribuan mahasiswa Trisakti melakukan demonstrasi menolak pemilihan kembali Soeharto sebagai Presinden Indonesia saat itu yang telah terpilih berulang kali sejak awal orde baru. Sepanjang malam tanggal 12 Mei 1998 hingga pagi hari. Penembakan itu berlansung sepanjang sore hari dan mengakibatkan 4 mahasiswa Trisakti meninggal dunia dan puluhan orang lainnya baik mahasiswa dan masyarakat masuk rumah sakit karena terluka. Insiden besar pertama kali adalah pada tanggal 2 Mei 1998 di depan kampus IKIP Rawamangun Jakarta karena mahasiswa dihadang Brimob dan di Bogor karena mahasiswa non-IPB ditolak masuk ke dalam kampus IPB sehingga bentrok dengan aparat. Beberapa mahasiswa mencoba bernegosiasi dengan pihak Polri. Mereka melakukan aksi damai dari kampus Trisakti menuju gedung DPR/MPR pada pukul 12. masyarakat mengamuk dan melakukan perusakan di daerah Grogol dan terus menyebar hingga ke seluruh kota Jakarta.Namun yang berhasil mencapai ke jalan hanya di Rawamangun dan di Bogor sehingga terjadilah bentrokan yang mengakibatkan puluhan mahasiswa luka dan masuk rumah sakit. sampai akhirnya berlanjut terus hingga bulan Mei 1998. Setelah keadaan semakin panas dan hampir setiap hari ada demonstrasi tampaknya sikap Brimob dan militer semakin keras terhadap mahasiswa apalagi sejak mereka berani turun ke jalan. . Mahasiswa bergerak dari Kampus Trisakti di Grogol menuju ke Gedung DPR/MPR di Slipi. Jakarta geger dan mencekam. Mereka juga menuntut pemulihan keadaan ekonomi Indonesia yang dilanda krisis sejak tahun 1997.Jakarta.30. Namun aksi mereka dihambat oleh blokade dari Polri--militer datang kemudian. Saat itu demonstrasi gabungan mahasiswa dari berbagai perguruan tingi di Jakarta merencanakan untuk secara serentak melakukan demonstrasi turun ke jalan di beberapa lokasi sekitar Jabotabek.

Pembentukan Pam Swakarsa belekangan mendapat respon negatif dari masyarakat. dari latar belakang yang berbeda. Satuan pengamanan yang berada di lokasi pada saat itu adalah Brigade Mobil Kepolisian RI. masa pemerintah transisi Indonesia.Akhirnya. Artileri Pertahanan Udara Kostrad. pada pukul 17. seperti ditayangkan oleh sebuah video dalam Rapat Dengar Pendapat Umum di DPR Selasa 6 Maret 2001. Batalyon Kavaleri 9. Dalam tragedi itu.Pasukan Anti Huru Hara Kodam seta Pasukan Bermotor. TRAGEDI SEMANGGI I dan II Tragedi Trisakti kemudian disusul oleh tragedi semanggi I pada 13 November 1998. gas air mata. unjuk rasa mahasiswa yang dituding mau menggagalkan SI MPR harus berhadapan dengan kelompok Pam Swakarsa yang mendapat sokongan dari petinggi militer. Para mahasiswa panik dan bercerai berai. sebagian besar berlindung di universitas Trisakti. Kejadian pertama dikenal dengan Tragedi Semanggi I terjadi pada 11-13 November 1998. Batalyon Infanteri 202. Mereka dilengkapi dengan tameng. dan SS-1. Rekaman itu memperlihatkan bagaimana polisi dan tentara yang berada di garis depan berhadapan dengan aksi massa mahasiswa yang tenang. Meskipun pihak aparat keamanan membantah telah menggunakan peluru tajam. Aparat keamanan pun mulai menembakkan peluru ke arah mahasiswa. Dalam tragedi Semanggi I yang menewaskan lima mahasiswa. Batalyon Infanteri 203. Tragedi Semanggi menunjuk kepada dua kejadian protes masyarakat terhadap pelaksanaan dan agenda Sidang Istimewa yang mengakibatkan tewasnya warga sipil. yang menyebabkan tewasnya 17 warga sipil. hasil otopsi menunjukkan kematian disebabkan peluru tajam. Styer.Militer dan polisi begitu agresif menyerang mahasiswa. dan dilarikan ke RS Sumber Waras. diikuti bergerak majunya aparat keamanan. Pasukan AD yang didukung alat berat militer ini . Kejadian kedua dikenal dengan Tragedi Semanggi II terjadi pada 24 September 1999 yang menyebabkan tewasnya seorang mahasiswa dan sebelas orang lainnya di seluruh jakarta serta menyebabkan 217 korban luka-luka Pam Swakarsa terdiri dari tiga kelompok. Namun aparat keamanan terus melakukan penembakan.00 dipastikan empat orang mahasiswa tewas tertembak dan satu orang dalam keadaan kritis. Korban pun berjatuhan. Mereka kemudian mendukung aksi mahasiswa. Pada pukul 20. yang sempat bentrok dengan Pam Swakarsa.15 para mahasiswa bergerak mundur. tampak tentara begitu agresif memburu dan menembaki mahasiswa.

Sejak masuk area jembatan penyeberangan di depan bank Danamon. Beberapa hari kemudian ia meninggal dunia. sejumlah petinggi TNI Polri sedang diburu hukum. bergabung dengan mahasiswa yang sudah ada di depan kampus Atma Jaya Jakarta. menurut Hermawan Sulistyo dari Tim Pencari Fakta Independen menyebut seperti sudah diperkirakan sebelumnya oleh aparat. Paling depan tampak mobil pembuka jalan menyalakan lampu sirine tanpa suara. Satu tahun setelah itu. merangsek. Letjen Djaja Suparman (mantan Pangdan jaya) dan Noegroho Djajoesman (mantan Kapolda Metro Jaya). ikut tewas. Pada malam harinya terjadi bentrok pertama kali di daerah Slipi dan puluhan mahasiswa masuk rumah sakit. Serbuan tembakan hampir berlangsung selama dua jam. Irjen (Pol) Hamami Nata (mantan kapolda Metro Jaya). Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin (mantan Pangdam Jaya). jadi tidak mungkin ada mobil lain yang mengikuti. Sementara masyarakat melaporkan saat itu dari atap gedung BRI satu dan dua terlihat bola api kecil-kecil meluncur yang diyakini sejumlah saksi sebagai sniper. ''Yun Hap ditembak pukul 20:40 oleh konvoi aparat keamanan yang menggunakan sekurangnya enam truk militer yang mendekat dari arah Dukuh Atas. Sebab. terluka berat dan masuk rumah sakit. jalur cepat yang dilalui truk-truk itu masih ditutup untuk umum. Dia menurutkan begini. tiarap di sela-sela pohon sambil terus menembaki mahasiswa yang berada di dalam kampus. Esok harinya Jum'at tanggal 13 November 1998 ternyata banyak mahasiswa dan masyarakat sudah bergabung dan mencapai daerah Semanggi dan sekitarnya. Mereka adalah Jenderal Wiranto (Pangab). Satu orang pelajar. Konvoi menggunakan jalan jalur cepat sebelah kanan alias melawan arus. truk pertama konvoi mulai menembak.'' Berdasarkan fakta di lapangan TPFI menegaskan tidak mungkin ada kendaraan lain selain kendaraan aparat. Insiden ini terjadi di tengah demonstrasi penolakan mahasiswa terhadap disahkannya RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (RUU PKB). tetapi tidak ada yang berhasil menembus ke sana karena dikawal dengan sangat ketat oleh tentara. 22. menyusul tembakan dari truk-truk berikutnya. yaitu Lukman Firdaus. tragedi Semanggi II terjadi. . Lagi pula truk-truk itu bergerak melawan arus. mahasiswa Fakultas Teknik UI.melakukan penembakan bebas ke arah mahasiswa. Kini akibat peritiwa itu. Brimob dan juga Pamswakarsa (pengamanan sipil yang bersenjata bambu runcing untuk diadu dengan mahasiswa). Kasus ini. Semanggi-Slipi-Kuningan. Dalam kasus ini 10 orang tewas termasuk Yun Hap. Pada tanggal 12 November 1998 ratusan ribu mahasiswa dan masyrakat bergerak menuju ke gedung DPR/MPR dari segala arah. Para tentara terus mengambil posisi perang. Sejumlah saksi mata melihat berondongan peluru dari atas truk pertama.

merupakan korban meninggal pertama di hari itu.  Pemerintahan Reformasi 1. tertembak di dadanya dari arah depan saat ingin menolong rekannya yang terluka di pelataran parkir kampus Atma Jaya. Gelombang mahasiswa dan masyarakat yang ingin bergabung terus berdatangan dan disambut dengan peluru dan gas airmata. Selain itu.Jalan Sudirman sudah dihadang oleh aparat sejak malam hari dan pagi hingga siang harinya jumlah aparat semakin banyak guna menghadang laju mahasiswa dan masyarakat. "Itulah yang harus dibayar mahasiswa kalau berani melawan tentara". Sangat dahsyatnya peristiwa itu hingga jumlah korban yang meninggal mencapai 15 orang. Jakarta. Kejadian penting dalam masa pemerintahan Habibie adalah keputusannya untuk mengizinkan Timor Timur untuk mengadakan referendum yang berakhir dengan berpisahnya wilayah tersebut dari Indonesia pada Oktober 1999. Habibie Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya kerjasama dengan Dana Moneter Internasional untuk membantu dalam proses pemulihan ekonomi. Kali ini mahasiswa bersama masyarakat dikepung dari dua arah sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dengan menggunakan kendaraan lapis baja. 7 mahasiswa dan 8 masyarakat. Anggota-anggota dewan yang bersidang istimewa dan tokoh-tokoh politik saat itu tidak peduli dan tidak mengangap penting suara dan pengorbanan masyarakat ataupun mahasiswa. B. yang nama lengkapnya adalah Bernadus R Norma Irawan. Mahasiswa terpaksa lari ke kampus Atma Jaya untuk berlindung dan merawat kawan-kawan dan masyarakat yang terluka. Jumlah masyarakat dan mahasiswa yang bergabung diperkirakan puluhan ribu orang dan sekitar jam 3 sore kendaraan lapis baja bergerak untuk membubarkan massa membuat masyarakat melarikan diri. jika tidak mau dikatakan meninggalkan masyarakat dan mahasiswa berjuang sendirian saat itu. sementara mahasiswa mencoba bertahan namun saat itu juga terjadilah penembakan membabibuta oleh aparat dan saat di jalan itu juga sudah ada mahasiswa yang tertembak dan meninggal seketika di jalan. Ia adalah Teddy Wardhani Kusuma. Habibie juga melonggarkan pengawasan terhadap media massa dan kebebasan berekspresi. . Mulai dari jam 3 sore itu sampai pagi hari sekitar jam 2 pagi terus terjadi penembakan terhadap mahasiswa di kawasan Semanggi dan saat itu juga lah semakin banyak korban berjatuhan baik yang meninggal tertembak maupun terluka. Korban kedua penembakan oleh aparat adalah Wawan. Jakarta. mahasiswa Fakultas Ekonomi Atma Jaya. Peristiwa itu dianggap sebagai hal lumrah dan biasa untuk biaya demokrasi. Indonesia kembali membara tapi kali ini tidak menimbulkan kerusuhan.J.

Habibie mewarisi kondisi kacau balau pasca pengunduran diri Soeharto akibat salah urus di masa orde baru. Pada 29 Januari 2001. Maluku dan Papua.Pada era pemerintahannya yang singkat ia berhasil memberikan landasan kokoh bagi Indonesia.Keputusan tersebut terbukti tidak populer di mata masyarakat sehingga hingga kini pun masa pemerintahan Habibie sering dianggap sebagai salah satu masa kelam dalam sejarah Indonesia.000. 2. partai PDI-P pimpinan Megawati Soekarnoputri berhasil meraih suara terbanyak (sekitar 35%). Selain itu. perubahan UU Partai Politik dan yang paling penting adalah UU otonomi daerah. ribuan demonstran berkumpul di Gedung MPR dan . pemimpin PKB. nilai tukar rupiah meroket naik pada level Rp 6500 per dolar AS nilai yang tidak akan pernah dicapai lagi di era pemerintahan selanjutnya. Segera setelah memperoleh kekuasaan Presiden Habibie segera membentuk sebuah kabinet. Abdurrahman Wahid Pada pemilu yang diselenggarakan pada 1999 (lihat: Pemilu 1999). Salah satu tugas pentingnya adalah kembali mendapatkan dukungan dari Dana Moneter Internasional dan komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan ekonomi. partai dengan suara terbanyak kedua saat itu.Di bidang ekonomi. Tetapi karena jabatan presiden masih dipilih oleh MPR saat itu. ia juga memulai menerapkan independensi Bank Indonesia agar lebih fokus mengurusi perekonomian. Abdurrahman Wahid. Megawati sendiri dipilih Gus Dur sebagai wakil presiden. sehingga menimbulkan maraknya kerusuhan dan disintegerasi hampir seluruh wilayah Indonesia. Melalui penerapan UU otonomi daerah inilah gejolak disintergrasi yang diwarisi sejak era Orde Baru berhasil diredam dan akhirnya dituntaskan di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono.H. Namun pada akhir pemerintahannya. terutama setelah pertanggungjawabannya ditolak MPR. banyak kebijakan Abdurrahman Wahid yang ditentang oleh MPR/DPR. Megawati tidak secara langsung menjadi presiden.000 – Rp 15. Masa pemerintahan Abdurrahman Wahid diwarnai dengan gerakan-gerakan separatisme yang makin berkembang di Aceh. ia berhasil memotong nilai tukar rupiah terhadap dollar masih berkisar antara Rp 10. pada eranya dilahirkan UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat. K. Dia juga membebaskan para tahanan politik dan mengurangi kontrol pada kebebasan berpendapat dan kegiatan organisasi. tanpa adanya UU otonomi daerah bisa dipastikan Indonesia akan mengalami nasib sama seperti Uni Soviet dan Yugoslavia. terpilih kemudian sebagai presiden Indonesia ke-4. Selain itu.

7 September 1940 – meninggal di Jakarta. Habibie setelah dipilih oleh MPR hasilPemilu 1999. ia kalah olehSusilo Bambang Yudhoyono dalam tahap kedua pemilu presiden 2004.meminta Gus Dur untuk mengundurkan diri dengan tuduhan korupsi. Ia menjadi presiden setelah MPR mengadakan Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. 23 Januari 1947. Setahun kemudian. ia dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik. Ia merupakan presiden wanita Indonesia pertama dan anak presiden Indonesia pertama yang mengikuti jejak ayahnya menjadi presiden. Abdurrahman Wahid adalah mantan ketuaTanfidziyah (badan eksekutif) Nahdlatul Ulama dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 3. dan Keamanan (Menko Polsoskam) sebagai . akrab dipanggil Gus Dur (lahir di Jombang. kepemimpinannya digantikan oleh Megawati Soekarnoputri setelah mandatnya dicabut oleh MPR. Megawati Megawati Soekarno Putri atau umum dikenal sebagai Mega (lahir di Yogyakarta. Masa kepresidenan Abdurrahman Wahid dimulai pada 20 Oktober 1999 dan berakhir pada Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. Sebelumnya dari tahun 1999-2001. Ia menggantikan Presiden B. ia menjabat Wakil Presiden di bawah Gus Dur. Susilo Bambang Yudhoyono Tampil sebagai juru bicara Fraksi ABRI menjelang Sidang Umum MPR 1998 yang dilaksanakan pada 9 Maret 1998 dan Ketua Fraksi ABRI MPR dalam Sidang Istimewa MPR 1998. umur 64 tahun) adalah Presiden Indonesia yang kelima yang menjabat sejak 23 Juli 2001 –20 Oktober 2004. Megawati secara resmi diumumkan menjadi Presiden Indonesia ke-5. Ia dilantik pada 23 Juli 2001. Pada 20 September 2004. Kiai Haji Abdurrahman Wahid. tepatnya 26 Oktober 1999. 30 Desember 2009 pada umur 69 tahun) adalah tokohMuslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia yang keempat dari tahun 1999 hingga 2001. J. ia diangkat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi di pemerintahan pimpinan Presiden Abdurrahman Wahid.Megawati juga merupakan ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sejak memisahkan diri dari Partai Demokrasi Indonesia pada tahun 1999. Sosial. Pada 29 Oktober 1999. Melalui Sidang Istimewa MPR pada 23 Juli 2001. Di bawah tekanan yang besar. Sidang Istimewa MPR diadakan dalam menanggapi langkah Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang membekukan lembaga MPR/DPR dan Partai Golkar. 4. Penyelenggaraan pemerintahannya dibantu oleh Kabinet Persatuan Nasional. Jawa Timur. Abdurrahman Wahid lalu mengumumkan pemindahan kekuasaan kepada wakil presiden Megawati Soekarnoputri. Tepat 23 Juli 2001.

45 persen suara. namanya dicalonkan menjadi presiden dalam pemilu presiden 2004. . Dengan keluarnya Maklumat Presiden pada 28 Mei 2001 pukul 12. menegakkan ketertiban. keamanan. tiga partai politik yaitu Partai Demokrat. Keberadaannya dalam Partai Demokrat menuai sukses dalam pemilu legislatif dengan meraih 7. Kabinet Gotong Royong pimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri melantiknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) pada 10 Agustus 2001. dan hukum secepat-cepatnya lantaran situasi politik darurat yang dihadapi pimpinan pemerintahan. Ketika Partai Demokrat dideklarasikan pada 17 Oktober 2002. Setelah mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam dan sejalan dengan masa kampanye pemilu legislatif 2004. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. ia didesak mundur pada 1 Juni 2001 oleh pemberi mandat karena ketegangan politik antara Presiden Abdurrahman Wahid dan DPR.00 WIB. Belum genap satu tahun menjabat Menko Polsoskam atau lima hari setelah memegang mandat.konsekuensi penyusunan kembali kabinet Abdurrahman Wahid[7]. Menko Polsoskam sebagai pemegang mandat menerjemahkan situasi politik darurat tidak sama dengan keadaan darurat sebagaimana yang ada dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 1959. Menko Polsoskam ditugaskan untuk mengambil langkah-langkah khusus mengatasi krisis. Saat itu. jabatan Menko Polkam ditinggalkannya pada 11 Maret 2004. Berdirinya Partai Demokrat pada 9 September 2002 menguatkan namanya untuk mencapai karier politik puncak. Merasa tidak dipercaya lagi oleh presiden. dan Partai Bulan Bintang secara resmi mencalonkannya sebagai presiden dan berpasangan dengan kandidat wakil presiden Jusuf Kalla. Jabatan pengganti sebagai Menteri Dalam Negeri atau Menteri Perhubungan yang ditawarkan presiden tidak pernah diterimanya. ia secara resmi berada dalam koridor Partai Demokrat. Pada 10 Mei 2004.

9 f¾ f f½f° °–f°  ¯½ 9f¯ ff¾f f°– ¯ ° f½f ¾°–f° f ½ °––¯   @f–   ¯f°––¯ °°©  ½f f f  ©f f° ½ ¾ ¯f¾fff  f f½ ½ f¾f°ff° f°f– ° f f°–¾¯ ff°–¯ °–f ff° f¾°ff–f¾½   ©f f° ½ f¯f  °f °–f°@f–   ¯f°––  ©f  ½f f  - ¯   ¯f¾f ½ ¯ °f f°¾¾° ° ¾f  f°– ¯ ° f f°  f¾°f  f–f ¾½   ©f f°  f  °f °–f°@f–   ¯f°––  ©f  ½f f  ½ ¯ f°– ¯ ° f f°  f¾°f ¾ f°– ¯ff¾¾f f° ¾ f¾ f°–f°°f ¾ ©fff¾ f¯ ° f f° f°f f 9f¯ ff¾f    f –f  ¯½  f ff ff°– f°–  f  9 ¯ °f°9f¯ff¾f  f°–f°¯ ° f½f ¾½°° –f€ f¯f¾fff  . ¾½° ½f f½ff  f¯f°f° ¯ ¯ f°f  f ¯ °––°ff°½  f©f¯  f¾ ½¾ ¯ °°©f°  ¯ff° ¾ f f° ½  f©f¯   @.- f° @f–  @¾f ¯ f° ¾¾ f– ¾ ¯f°––½f f - ¯    ff¯ f–    °© f¾f ¯ff¾¾f f°–  °– ¯f ¯ °––f–ff°  .  f° ½¾ – f– ¾€ ¯ ° f°–¯ff¾¾f ¾ ½  ff°–f° ¾ f  ff¯f½f °–f 9 ° f½f D¯¯  9  f¾f  .°f  ½f f ½   ½ff ¯ff¾¾f – f ¯°    – f ¯f©°f f½ff  f¯f°f°  ½ff  f¯f°f° ½° ¯f ¯ ° ¯ ff° ½    ff ¯ff¾¾f  9ff ¯ff¾¾f ½f° f° n f f  ¾ f–f° ¾f ° °–  ° ¾f¾ @¾f  -f¯° f½ff  f¯f°f°  ¾ ¯ ff° ½ ° ¯ ff°  f°½° ©ff°  f° ff° ¯ Jff¾  ff° ½ °–f¯f°f° f°– f f  f¾ ½f f ¾ff  f ff –f  .  ½¾f°   ff° ff   ff° °€f°      9 ff°f° D ff¾f  ff° °€f°   9f¾f° °  ff f¯¾ f 9f¾f° ¯ .  f  °–f½ °–f°f¯ °– –f¾f¯ff    f°   9f f ½   ½f¾f° ¯½f f°– ¯ff¾¾f  f¾   ¯ f f° ¾f f°– ff¯  f ff° ¾  .f     f¯f°  ¯ ¯½ ff° f–f¯f°f ½¾ f°  °ff f°– f f  –f¾ ½f° f f½f° °–f° f¾ ¯f¾¾f ¯ff¾¾f f°–  °f°–  9f¾f°  f°–  °– ff f ¯  ° .  f  ¯ f° ¯ ° °– f¾ ¯ff¾¾f  f°– ¾ ¯½f ° °–f° 9f¯ ff¾f   ff¯f–  ¯f°––f°–¯ ° f¾f°¯f¯ff¾¾f f¯½f °ff – f– ¾€ ¯ ¯  f° ¯ ° ¯ f ¯ff¾¾f .

f© ° ©f€  ©f¯¾ ° %¯f°f° 9f°– f¯ ff%  © ° %9% f¯f¯ -ff %¯f°f° f½ f .  f f ff  ° f Jf° %9f°–f %  . ff%  9f f f°––f  - ¯   f¾f°   ¯ff¾¾f f° ¯f¾ff – f ¯ °© – °–9$.¯ ff° ½ ° ¯ ff° f¾   ff ¯ff¾¾f   9ff  °ff  ¾ ¯ °–f¯  ½¾¾ ½ f°–  ¯ f°–¾   ff½  ¾ f ¾ f ½° ¾f¯   ¾ ¯ ° ¯ f ¯ff¾¾f f°– f f  ff¯ f¯½¾   ¯ °ff ¯f¾fff¯ f½f°¾ff fff½– °– ¾f f° f f ff½  n  n¯ °nf°– f°¾ ©¯f¾f¾ ¾ f–f¾°½    f°  ¯ ff° f¯½ f°–¾°–¾ f¯f f©f¯  f f° ¾  f   f–   ¯f°––   ©f   ff¯ f¾¾ °  f°–  f¾  ¯f¾°f½  ¯ff¾¾fff¾@ °D  f¾ °¾ °° ©f    °–f ¯°¾f¾ ½ °ff° ¯ff¾¾f  f f½ ¾ff°°f DD 9 °f°––f°–f° f ff° fff%DD9 % f¾¾° ¯ ° ¯ff°¾ f @¯ 9 °nf ff ° ½ ° ° ¯ °  ¾ ½  ¾ f ½ ff° ¾ ¯°f   f½ff  f ¯ °f° –°  ° f½  ¯ f ½     ° f½ff  f¯f°f° f°– ¯ °––°ff° ¾ f°–°f °f¯  ¯  f°– ¯ ° f f ff  f¾  ° ¯ °––°ff° ©ff° ©f n ½f ¾ f f°f° ff¾ ¯ ff° f¾  9f°– ½f° f¯½f ¯  ½ ¯ f ©ff° ¯ °fff° f¯½ ¾°  f°½f ¾ff   ©f ¯f¾ f f © ¯ ff° ½ ° f°–f°  ½f° f° f°f¯°   ½ f¯f°¯f¯ ° ¯ f  ©¯f¾f¾¯ff¯ f ° °–f°½  fff¾½ f¯f ¯ °¾ ¯ ff° f  °f    f¾ff° €ff  f½f°–f° @9 ¯ ° –f¾f°  f ¯°–° f f  ° fff° f° ¾ f°  ° fff° f½ff   f  ©f n ½f f°– f   ¯f¾ ½ °¯¯ f–½f  – f¯ ff°f¾ ©f  f¯°–°f f ¯ f°f°–¯ °– °f f½ f ¾ ©¯f½ °––@-9¾ f°–   ¯  .  ff%   © ° ©f©f ½f¯f° %¯f°f° 9f°– f° ©ff% f° - – ©f© ¾¯f°%¯f°f°f½ f.9 f¾ –ffff  ¯f°–– ½ °°–f°  f½ f f f f°– f¾ ¯ ° ¯ ¾   ¾f°f f °f ff °–f° ¾f°–f  f    °ff  ¯  f° ©–f 9f¯¾ff¾f %½ °–f¯f°f° ¾½ f°– ¾ °©ff f¯  °n°– ° f  °–f° ¯ff¾¾f%  9f f ¯ff¯ f°f  ©f  ° ½ f¯ff  f f½ f°½f°¯ff¾¾f¯f¾¯f¾f ff°– ½ f©f  f¯f°  f¾   f f f° ¯f¾ ¯f ¾f  f½f f  ¯ f°f¯ °°––f °f  ¾ f°f ¯ f f°––f  - ¯    °ff f°f ¯ff¾¾f f° ¯f¾fff ¾ f –f °– f° ¯ °nf½f f f  ¯f°–– f° ¾ f°f  –f °– °–f°¯ff¾¾ff°–¾ ff f  ½f°f¯½¾¯ffffff  .

f¾f ½ ¯ °ff° f    f° f °–f° ¯f°f  ©f¾f¯f °–f° f°f .ff¾¾f  ½f¾f f   f¯½¾ ¯f ff ° ° °– f° ¯ ff ff° ff° f°¯f¾ffff°– f  f° f½ ° ¯ ff° f½ff f ffJff° f°–°f¯f °–f½°ff ff °f ¾-¯fff° ¯ff¾¾f ff¾ °¯ ¯f ff  fff    ¯ f  f f°f f ff ½f° ¾ff °–° ¯ °°–  f°°f f°–  f  ½ fff° ½f f¯½¾ ¯f ff  fff  .f f ©f¯  ¾   ¾f¯½f ½f– f ¾ f ©f¯  ½f–  ¾  ©f  ½ ° ¯ ff°  f f½ ¯ff¾¾f  ff¾f°  ¯f°–– f° ¾ff  ©–f f ¾ ¯f° f°f f° ©ff° ff°–¯ °°––f  ¯ f¯f½° f   ¯ f°–¯ff¾¾f f°¯f¾ffff°–°–° –f °– ¾  ff°–f° f° ¾f¯  °–f° ½  f° –f¾ f¯ff  f°–f f¾f°f ½ ¾f  °––f ©¯f f°f°–¯ °°––f¯ °nf½ff°– ¯ff¾¾f f°¯f¾fff  ° ° ¾f ¯ f¯ ¯ fff½f° f¯ °¯ f° ¾f°  °––f f°––f f° f°– ¾ f°– ¾¯ f f°   ½ ¾ff   f ½  f°  f ¯ °–f°–f½ ½ °°– ¾ff f° ½ °– f°f° ¯f¾fff ff½° ¯ff¾¾f  ©f  f ¯f fff° ¯ °°––ff° ¯f¾fff f° ¯ff¾¾f ©f°–¾ ° f°¾ff 9 ¾f f°––f½¾ f–ff¯f f° f¾f ° ff ¯f¾  f f°– f¾  ff ¯ff¾¾f ff f° ¯ ff° °ff    9 ¯ °ff° €¯f¾    f    .ff° ¯f°¾ f f f°– f½ff¾ ©f¯ff¯f f°½f–°––f¾f°– f°f ©¯f f½ff ¾ ¯f° f°f –°f ¯ °–f f°– f© ¯ff¾¾f f° ¯f¾fff  f ° ¯ff¾¾f ¾f¯f ¯f¾fff  ½°– f f ff ¾ ½f°©f°–ff° ° f ¯f° °–f°¯ °––°ff° ° fff°f½¾ f©f  ¯f¯f¾fff f°¯ff¾¾ff°– –f °– ½ ff°½f° f°– f° ¾ f ©f¯  ¾   ° fff° f½¾ f©f – f ° ¯ ¯  ff° ¯f¾¾f ¯ ¯ f ¯f¾fff ¯ ff°   ¾ ¯ °ff ¯ff¾¾f ¯ °n f ff° °f¯° ¾ff  ©–f  ©f f ½ ° ¯ ff° ¯ ¯ f  f   f½ff f° ¾ff  ©ff°©–f¾ ff f¯ff¾¾ff°–  ¯ f f°¯ °°––f¾  f ©ff°  f f ff@  Jf f° ¾¯f  ¯ ½ff°  f° ¯ °°––f ½ f¯f  f   .°   ° °f¾°f ° ¯ ¯ f° ff¯ ½¾ ¾ ½ ¯f° °¯   f°   f    ©–f ¯ °––ff° ½ °–ff¾f°  f f½ ¯ f ¯f¾¾f f° f¾f°  ¾½ ¾    ©f f°½ °°– ff¯¯f¾f½ ¯ °ff°f   f ff ½¾f°°f° ¯ °–°f°@¯@¯°¯ °–f ff° €  ° ¯f°– f °–f° ½¾f°f ff  ¾  f ° ° ¾f ½f f      .

 ½¾f°  ¾    f½½  ¯ff¯f¾fff¾ °––f °––f ° ½° ¯f¾f ½ ¯ °ff° f    ¾ °– f°––f½ ¾ f–f ¾ff ¾f ¯f¾f  f¯ ff¯¾ ©ff° ° ¾f   f    ¯ f¾ ° ¾ fnf ff ½f¾nf ½ °–° f°   f f f ¾ff¾  ¯f¾f  f  ¾ °––f¯ °¯ f° ¯ff°f ¾f° f° ¾° – f¾ f¯½ ¾  ff ° ° ¾f   – f ¾  f ¯ ¯½    f¾ff° 9 ¾ ° f    ¾ – f ¯ ¯ ° ¾ f f °   ff ¾f –f¾ ½ °°–°f f ff  ¯ f ¯ ° f½ff° °–f° ff°f .f¾f ½ ¯ °ff°  f¯f° Jf  f°f °–f° – ff° – ff° ¾ ½ff¾¯  f°– ¯f°  ¯ f°–  n   .°   ° °f¾°f f° ¯°f¾ ° –ff ° –ff ° ° ½–f¯ ½ ¯f° °¯  f ©–f ¯ ¯ f¾f° ½ff ff°f° ½ f° ¯ °–f°– ° ½f f  f¾f° ½ ° f½f f°  –ff° –f°¾f¾ 9f f f ½ ¯ °ff°°f f°– ¾°–f f f¾ ¯ ¯ f° f° f¾f°  f– ° ° ¾f ½f f f°f ff°DD°.9¾ff . –ff ¾ °  ½ ¾  ¾ f–f f ½ ¾ °   .9$9   9f f  f°f    f° ¯°¾f° ¯½   °– .9 °ff½f¯  °f½f f  ½½  f°ff°–  fff°½ °f nf½ff–  f½ ¯ °ff°¾ f°©°f  f° f©–f ¯ ¯f ¯ ° f½f° ° ½ ° °¾ f° ° ° ¾ff–f   €¾ ¯ °–¾ ½  °¯f°        f¯f°Jf  9f f½ ¯f°– ¾  °––fff°½f f %f 9 ¯% ½ff9 9 ½¯½°f° . –ff  f°½ f¾ ¯ f ¾ff   f°f %¾ f  % @ f½f °f©f ff°½ ¾ °¯f¾ ½ . –ff  f ¾ nff f°–¾°– ¯ °©f  ½ ¾ °   f¯f° Jf  ½ ¯¯½° 9  ½ff °–f° ¾ff   f°f  f ¾ff    ½  ¯ f° ¾ f–f ½ ¾ ° ° ° ¾f    . f½ ° f½f°DD°¯ f f°f– ©f ¾° –f¾f°– f¾ ¾ ©f f  f f¾  f¯ f° f°f °f¾f°  f ½ ¾ °¾ f¯ f°–  °  f°½f f f°f DD °¯ f f ¾f ½f¾f° ° ° ¾f ff° ¯ °–ff¯ °f¾  ¾f¯f ¾ ½ D°   f°–¾ff   f°– °¯  f f¾ ¯ ¯°– °f f ½f  f f½ f ¯f¾ ¾f f°ff ½    ½    -f¯° ½f ff½ ¯ °ff°°f  f¯f¾  f½ f°––°–©ff f°°f f .f f° 9f½f   f°   f°f  ©ff°  f¯f° Jf  f°–  °f°–   .°½ffDD9 ¾f°–f° f  ½  ff°DD9ff9 f°f°–½f°–½ °°–f ffDD°¯ f f  .9 f° .

9¯ °–f ff° f°– ¾¯ f .9½f f f°   @ ½f    ½ ¯¯½°f°°f –f°f°  .9  f¯f°Jf f ff¯f°f° f@f°€ f% f f° ¾ €%-f fDf¯f f°½ ° 9ff f°–f° f°–¾f%9 %    .9$9 f°9ff f  f f° ½f f     ¯°f f f°  f ¯ °©f fJf9 ¾ °  ff ¾  . –ff ¾ nff  ¾¯ ¯¯f°¯ °©f 9 ¾ °° ° ¾f    ff© f¯f° Jf  ff  ½f°––¾ %f ¯ f°– ff @¯   ½ ¯  ¯ °°––f fff   ¾ ¯ ½f f ¯  f°%f ff .f¾f  ½ ¾ °f°  f¯f° Jf  ¯f ½f f   f° f ½f f  f°– ¾¯ f. °   °f 9  ¾f  f°  f¯f°f° %. –f%f –fff  f°f  ¯  f°% f ff9 ¾ °° ° ¾ff°–  ¯f f°– ¯ °©f f ¾ ©f      f ¯ ½ff° ½ ¾ °f°f° ° ¾f ½ f¯f f° f°f ½ ¾ ° ° ° ¾f ½ f¯f f°– ¯ °– © ©f ff°f ¯ °©f  ½ ¾ °  9f f  ½ ¯   f ff  ¾ f¯ f°–  ° ff¯ ff½  f½ ¯ ½ ¾ °   f ¯ °©f ½ ¾ °¾  f.¯ ¯°f¾°¯ °–° f°  °–f° f°½¾  ff  f°f° f°– ¾f   f¯f° Jf  f ¯ °–¯¯f° ½ ¯° ff°  f¾ff°  ½f f f ½ ¾ ° .9 f ff° ff¯ ¯ °f°––f½ f°–f 9 ¾ ° f¯f° Jf %¾ % f°– ¯ ¯ f°  ¯ f–f .f  f°  f f¾   .9 ½f f     .9 ff¯ f°– ¾¯ f . –ff  f°½¾  f ¯f° f°f nf  . –ff .¾¯° ° ¾f f° ½ ¯¯½° ½ f°– ¯ °©f 9 ¾ ° ° ° ¾ff°–  ¯½f f f°  °––f   f ¯ °––f°f° 9 ¾ °    f   ¾  f ½  . f  f°– ¾¯ f . –ff©–f ¯ ½ff°  f ¯¯9ff  ¯f¾ ° ° ¾f 9 ©f°–f°%99% ¾ ©f ¯ ¯¾ff°  f9ff ¯f¾° ° ¾f½f ff°     ¾ f¯ f°– ° @f¯½¾ f–f© nfff¾ ¯ °© f°– f°–D¯¯. °  9 f¯ f°–f° f° ° –  ½ ¯ °ff° ½¯½°f° 9 ¾ ° f¯f° Jf   f°  ¯ f°   ½f°f    f f° ¾ f–f .9   9f f    f f°–f ¾ f–f.9f°– f¾f°ff° ½f f .9½f f f°    f°– ¾¯ f . –ff  f° 9ff ¯¯  °f ¾ f–f.9f¾9 ¯   9 °  °––fff° ½ ¯ °ff°°f  f°  f ° 9 ¾ff° -f¾°f  . –ff  f°½   . ° 9¾¾f¯% ¾ f–f .

° 9f¯ °––ff°°f ½f f . °9¾¾f¯ff¯ff¾  f¯ ¯ –f°–¯f° f f  ¾f¯°  ½f f °  ½ ¯  ¯f° f f °f   –f°–f° ½ f°ff 9 ¾ °  f¯f° Jf  f° 9  f ff° ½ °––f° ¾ f–f . ° 9  °–f°f°– fff°½ ¾ ° f½ °f  ¯f°f  f °  °– °–½¯½°f° 9 ¾ °.f¯f 9 ¾ °½f f . ° 9f¯% ½f f –¾¾  . ½   J  .f    °f9ff ¯f½f f ½ ¯ ¯ °–ff°°f¯f°f° ¯ °nf½f f  ½ ½°nf   f 9ff  ¯f  ff¾f° ½f f    °f¯f°f nf°f° ¯ °©f  ½ ¾ ° ff¯½ ¯ ½ ¾ °     f ¯ °–° f°  f ©f ff° . –ff  f°½¯ f°°f ¾ f–f . ° 9¾¾f¯ ¾ f–f ½ ¯ –f°– ¯f° f ¯ ° © ¯ff° ¾f¾ ½ ff  f ¾f¯f °–f°  f ff° ff ¾ f–f¯f°f f°– f f ff¯ D° f°– ° f°– -¯  f°   ¯ – °f½ ¾f f° ¯ °©f f . ° 9¾¾f¯ –f¾f° ° ¯ °–f¯  f°–f f°–f ¾¾ ¯ °–ff¾ ¾¾  ¯ ° –ff°    f°   f¯f°f°  f° ¯ ¾ n ½f n ½f°f f°ff° ¾f¾½ fff°– f f½½¯½°f° ½ ¯ °ff°  ff  . °   °f  f°– 9 f°  f¯f°f° %.  –f ½ff ½ f 9ff  ¯f 9ff  f f° f° 9 ¾ff° ° ° ¾f  f°9ff f° °f°–¾ nff  ¾¯ ¯ °nf°f°°f ¾ f–f ½ ¾ ° f° ½f¾f°–f° °–f°f°  ff½ ¾ °¾€ff   .°¾  °¾ ½ °¾°f°  ¯ f f °   f¯f° Jf    °–f°  f°f. °  ff¯- – ff. f¾f  f ½ nff f–   ½ ¾ °  ©f ff° . ° 9f¯ f° ¾ ©ff° °–f° ¯f¾f f¯½f° ½ ¯  –¾f€   f ¾ nff  ¾¯ f f ff¯  9ff ¯f  f ff°°f ff¯9ff ¯f¯ °f¾¾ ¾ ff¯½ ¯ –¾f€ °–f°¯ f ½ ¾ °¾ff 9f f.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful