Batu bara

Batu bara atau batubara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. Batu bara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk. Analisa unsur memberikan rumus formula empiris seperti C137H97O9NS untuk bituminus dan C240H90O4NS untuk antrasit.

Batu bara secara umum
Umur batu bara
Pembentukan batu bara memerlukan kondisi-kondisi tertentu dan hanya terjadi pada eraera tertentu sepanjang sejarah geologi. Zaman Karbon, kira-kira 340 juta tahun yang lalu (jtl), adalah masa pembentukan batu bara yang paling produktif dimana hampir seluruh deposit batu bara (black coal) yang ekonomis di belahan bumi bagian utara terbentuk. Pada Zaman Permian, kira-kira 270 jtl, juga terbentuk endapan-endapan batu bara yang ekonomis di belahan bumi bagian selatan, seperti Australia, dan berlangsung terus hingga ke Zaman Tersier (70 - 13 jtl) di berbagai belahan bumi lain.

Materi pembentuk batu bara
Hampir seluruh pembentuk batu bara berasal dari tumbuhan. Jenis-jenis tumbuhan pembentuk batu bara dan umurnya menurut Diessel (1981) adalah sebagai berikut:
• • •

Alga, dari Zaman Pre-kambrium hingga Ordovisium dan bersel tunggal. Sangat sedikit endapan batu bara dari perioda ini. Silofita, dari Zaman Silur hingga Devon Tengah, merupakan turunan dari alga. Sedikit endapan batu bara dari perioda ini. Pteridofita, umur Devon Atas hingga Karbon Atas. Materi utama pembentuk batu bara berumur Karbon di Eropa dan Amerika Utara. Tetumbuhan tanpa bunga dan biji, berkembang biak dengan spora dan tumbuh di iklim hangat. Gimnospermae, kurun waktu mulai dari Zaman Permian hingga Kapur Tengah. Tumbuhan heteroseksual, biji terbungkus dalam buah, semisal pinus, mengandung kadar getah (resin) tinggi. Jenis Pteridospermae seperti gangamopteris dan glossopteris adalah penyusun utama batu bara Permian seperti di Australia, India dan Afrika.

Gambut. Jenis tumbuhan modern. Agen utama yang berperan dalam proses perubahan ini adalah kadar air. yakni: • • Tahap Diagenetik atau Biokimia. Bituminus mengandung 68 . buah yang menutupi biji. Secara ringkas ada 2 tahap proses yang terjadi. batu bara umumnya dibagi dalam lima kelas: antrasit. Sub-bituminus mengandung sedikit karbon dan banyak air. Batu bara juga dapat digunakan untuk membuat coke untuk pembuatan baja. Kelas batu bara yang paling banyak ditambang di Australia. • • • • • Antrasit adalah kelas batu bara tertinggi. jantan dan betina dalam satu bunga. kurang dapat terawetkan. Kelas dan jenis batu bara Berdasarkan tingkat proses pembentukannya yang dikontrol oleh tekanan.86% unsur karbon (C) dan berkadar air 8-10% dari beratnya. tingkat oksidasi dan gangguan biologis yang dapat menyebabkan proses pembusukan (dekomposisi) dan kompaksi material organik serta membentuk gambut. Penambangan penambangan batu bara adalah penambangan batu bara dari bumi. sub-bituminus. bituminus. meliputi proses perubahan dari lignit menjadi bituminus dan akhirnya antrasit. lignit dan gambut.[1] Tambang batu bara tertua terletak di Tower Colliery di Inggris. Batu bara di Indonesia . mengandung antara 86% .• Angiospermae. secara umum. dari Zaman Kapur Atas hingga kini. dimulai pada saat material tanaman terdeposisi hingga lignit terbentuk. Tahap Malihan atau Geokimia. Batu bara digunakan sebagai bahan bakar. panas dan waktu. kurang bergetah dibanding gimnospermae sehingga. dengan warna hitam berkilauan (luster) metalik. berpori dan memiliki kadar air di atas 75% serta nilai kalori yang paling rendah.98% unsur karbon (C) dengan kadar air kurang dari 8%. dan oleh karenanya menjadi sumber panas yang kurang efisien dibandingkan dengan bituminus. Lignit atau batu bara coklat adalah batu bara yang sangat lunak yang mengandung air 35-75% dari beratnya. Pembentukan batu bara Proses perubahan sisa-sisa tanaman menjadi gambut hingga batu bara disebut dengan istilah pembatu baraan (coalification).

endapan batu bara Eosen umumnya lebih tipis. Kutai Atas (Kalimantan Tengah dan Timur). terutama fluviatil.Di Indonesia. Melawi dan Ketungau (Kalimantan Barat). Pemekaran Tersier Bawah yang terjadi pada Paparan Sunda ini ditafsirkan berada pada tatanan busur dalam.[2] Endapan batu bara Eosen Endapan ini terbentuk pada tatanan tektonik ekstensional yang dimulai sekitar Tersier Bawah atau Paleogen pada cekungan-cekungan sedimen di Sumatera dan Kalimantan. dari sebelah barat Sulawesi. endapan fluvial yang terjadi pada fasa awal kemudian ditutupi oleh endapan danau (non-marin). Kalimantan bagian timur. yang disebabkan terutama oleh gerak penunjaman Lempeng Indo-Australia. kubah gambut ini terbentuk pada kondisi dimana mineral-mineral anorganik yang terbawa air dapat masuk ke dalam sistem dan membentuk lapisan batu bara yang berkadar abu dan sulfur rendah dan menebal secara lokal. Dari batuan sedimen yang pernah ditemukan dapat diketahui bahwa pengendapan berlangsung mulai terjadi pada Eosen Tengah. berkadar abu dan sulfur tinggi. mirip dengan daerah pembentukan gambut yang terjadi saat ini di daerah timur Sumatera dan sebagian besar Kalimantan.[3] Berbeda dengan yang terjadi di Kalimantan bagian tenggara dimana endapan fluvial kemudian ditutupi oleh lapisan batu bara yang terjadi pada dataran pantai yang kemudian ditutupi di atasnya secara transgresif oleh sedimen marin berumur Eosen Atas. Batu bara ini terbentuk dari endapan gambut pada iklim purba sekitar khatulistiwa yang mirip dengan kondisi kini. Tarakan (Kalimantan Timur). yakni Eosen Atas hingga Oligosen Bawah. Di Sumatera bagian tengah. pada umumnya endapan batu bara ekonomis tersebut dapat dikelompokkan sebagai batu bara berumur Eosen atau sekitar Tersier Bawah. Laut Jawa hingga Sumatera. Barito (Kalimantan Selatan). Di Kalimantan bagian tenggara. kipas aluvial dan endapan danau yang dangkal. Beberapa diantaranya tegolong kubah gambut yang terbentuk di atas muka air tanah rata-rata pada iklim basah sepanjang tahun. kira-kira 20 juta tahun yang lalu menurut Skala waktu geologi. Ekstensi berumur Eosen ini terjadi sepanjang tepian Paparan Sunda. .[3] Lingkungan pengendapan mula-mula pada saat Paleogen itu non-marin. pengendapan batu bara terjadi sekitar Eosen Tengah Atas namun di Sumatera umurnya lebih muda. Dengan kata lain. Kedua umur endapan batu bara ini terbentuk pada lingkungan lakustrin. yang terletak di bagian barat Paparan Sunda (termasuk Pulau Sumatera dan Kalimantan). dataran pantai atau delta. Hal ini sangat umum dijumpai pada batu bara Miosen. endapan batu bara yang bernilai ekonomis terdapat di cekungan Tersier. Ombilin (Sumatera Barat) dan Sumatera Tengah (Riau).[4] Endapan batu bara Eosen yang telah umum dikenal terjadi pada cekungan berikut: Pasir dan Asam-asam (Kalimantan Selatan dan Timur). Sebaliknya. kira-kira 45 juta tahun yang lalu dan Miosen atau sekitar Tersier Atas.

endapan batu bara di sekitar hilir Sungai Mahakam. Batu bara Miosen juga secara ekonomis ditambang di Cekungan Bengkulu.00 36. .00 0. Sumber: Indonesian Coal Mining Association.40 12.air dried.00 4.80 6800 asam Indonesia PT Arutmin Senakin Pasir 9.50 0.30 Parambahan Ombilin 4.50 0.00 40. Endapan batu bara Miosen yang ekonomis terutama terdapat di Cekungan Kutai bagian bawah (Kalimantan Timur).50 Ombilin Ombilin 12.00 6.00 4.00 7.80 6700 Coal PT Bukit 0.50 <8.Dibawah ini adalah kualitas rata-rata dari beberapa endapan batu bara Eosen di Indonesia. Namun batu bara Miosen di beberapa lokasi juga tergolong kelas yang tinggi seperti pada Cebakan Pinang dan Prima (PT KPC). pemekaran regional Tersier Bawah . Namun kebanyakan sumberdaya batu bara Miosen ini tergolong sub-bituminus atau lignit sehingga kurang ekonomis kecuali jika sangat tebal (PT Adaro) atau lokasi geografisnya menguntungkan.Tengah pada Paparan Sunda telah berakhir. 1998 Endapan batu bara Miosen Pada Miosen Awal.00 39. Pada Kala Oligosen hingga Awal Miosen ini terjadi transgresi marin pada kawasan yang luas dimana terendapkan sedimen marin klastik yang tebal dan perselingan sekuen batugamping.60 PT Allied 10. Pengangkatan dan kompresi adalah kenampakan yang umum pada tektonik Neogen di Kalimantan maupun Sumatera. delta dan dataran pantai yang mirip dengan daerah pembentukan gambut saat ini di Sumatera bagian timur. (ad) .50 6900 Asam 0. Ciri utama lainnya adalah kadar abu dan belerang yang rendah. Cekungan Barito (Kalimantan Selatan) dan Cekungan Sumatera bagian selatan. Kalimantan Timur dan beberapa lokasi di dekat Tanjungenim. Tabel dibawah ini menunjukan kualitas rata-rata dari beberapa endapan batu bara Miosen di Indonesia.50 (ar) 6900 (ar) Indo Coal (ar) (ar) (ar) . Cekungan Sumatera bagian selatan.as received.00 41.00 37. Kadar Kadar Kadar Zat air air Belerang Nilai energi Tambang Cekungan Perusahaan abu terbang total inheren (%ad) (kkal/kg)(ad) (%ad) (%ad) (%ar) (%ad) AsamPT Arutmin Satui 10.00 15.00 8. Batu bara ini umumnya terdeposisi pada lingkungan fluvial.70 6400 Indonesia PT BHP Petangis Pasir Kendilo 11.50 0.

80 0.20 40.00 4.Kadar Kadar Kadar Zat air air Belerang Nilai energi Tambang Cekungan Perusahaan abu terbang total inheren (%ad) (kkal/kg)(ad) (%ad) (%ad) (%ar) (%ad) PT Kaltim Prima Kutai 9. akan lebih bermakna dan efisien jika dikonversi menjadi migas sintetis.00 4. Jumlahnya sangat berlimpah.90 5800 (ad) Coal Sumatera PT Bukit Air Laya bagian 24. Sumber: Indonesian Coal Mining Association.00 40. Di Indonesia. dari segi ekonomis batu bara jauh lebih hemat dibandingkan solar.30 37. SO2.00 37. Dari segi kuantitas batu bara termasuk cadangan energi fosil terpenting bagi Indonesia. Selain mengotori lingkungan melalui polutan CO2.00 0. Jawa Tengah. (berdasarkan harga solar industri Rp. Papua.as received. dan Sulawesi.30 34.10 0.200/liter).00 39.50 6800 (ar) Prima Coal PT Kaltim Pinang Kutai 13. (ad) . batu bara merupakan bahan bakar utama selain solar (diesel fuel) yang telah umum digunakan pada banyak industri.09/kilokalori.00 40.20 5200 (ar) South Jaya Agung PT Berau Binungan Tarakan 18. atau bahan petrokimia lain yang bernilai ekonomi tinggi.10 5950 (ad) (ar) .49 5300 (ad) Asam selatan Paringin Barito PT Adaro 24. Dua cara yang dipertimbangkan dalam hal ini adalah likuifikasi (pencairan) dan gasifikasi (penyubliman) batu bara. mencapai puluhan milyar ton. NOx dan CxHy cara ini dinilai kurang efisien dan kurang memberi nilai tambah tinggi. Indonesia tidak mungkin membakar habis batu bara dan mengubahnya menjadi energis listrik melalui PLTU.60 0.50 6100 (ad) Coal PT Berau Lati Tarakan 24.00 18.00 7. terutama di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera. Jumlah ini sebenarnya cukup untuk memasok kebutuhan energi listrik hingga ratusan tahun ke depan.00 5.00 0. sedangkan di daerah lainnya dapat dijumpai batu bara walaupun dalam jumlah kecil dan belum dapat ditentukan keekonomisannya.60 16. dengan perbandingan sebagai berikut: Solar Rp 0. 6.air dried. Batu bara sebaiknya tidak langsung dibakar.00 0.00 3. Sayangnya.00 14.50 0.74/kilokalori sedangkan batu bara hanya Rp 0. . 1998 Sumberdaya batu bara Potensi sumberdaya batu bara di Indonesia sangat melimpah.00 4.00 4. seperti di Jawa Barat.40 6200 (ar) Prima Coal Roto PT Kideco Pasir 24.

pulverized. Contoh sulfur. sulfur adalah zat kimia kekuningan yang ada sedikit di batu bara. batu bara bukanlah bahan bakar yang sempurna. hanya menggunakan udara dan uap air sebagai reacting-gas kemudian menghasilkan water gas atau coal gas. karbon dioksida (CO2). Bagaimana membuat batu bara bersih Ada beberapa cara. disebut sebagai "hujan asam" “acid rain”. yang bertujuan untuk mencapai efisiensi pembakaran yang maksimum. pada beberapa batu bara yang ditemukan di Ohio. cara-cara pembakaran langsung seperti: fixed grate. Montana dan negara-negara bagian sebelah barat lainnya sulfur hanya sekitar 1/100ths (lebih kecil dari 1%) dari berat batu bara. Tetapi. bongkahan batu bara dimasukkan ke dalam tangki besar yang terisi air . Terikat di dalamnya adalah sulfur dan nitrogen. bila mengapung di udara zat kimia ini dapat menggabung dengan uap air (seperti contoh kabut) dan tetesan yang jatuh ke tanah seburuk bentuk asam sulfurik dan nitrit. beberapa partikel kecil ini juga tertangkap di putaran combustion gases bersama dengan uap air. Disini juga ada noda mineral kecil.Membakar batu bara secara langsung (direct burning) telah dikembangkan teknologinya secara continue. setelah proses pemurnian gas-gas ini karbon monoksida (CO). sulfur terdiri dari 3 sampai 10 % dari berat batu bara. Fasilitas pencucian ini dinamakan "coal preparation plants" yang membersihkan batu bara dari pengotor-pengotornya. hidrogen (H). dari asap yang keluar dari cerobong beberapa partikel kecil ini adalah sangat kecil setara dengan rambut manusia. dan nitrogen (N2) – dapat digunakan sebagai bahan bakar. Satu cara untuk membersihkan batu bara adalah dengan cara mudah memecah batu bara ke bongkahan yang lebih kecil dan mencucinya. West Virginia dan eastern states lainnya. fluidized bed. termasuk kotoran yang umum tercampur dengan batu bara. selain itu dikenal sebagai "fool's gold” dapat dipisahkan dari batu bara. batu bara mengambang ke permukaan ketika kotoran sulfur tenggelam. Beberapa sulfur yang ada sebagai bintik kecil di batu bara disebut sebagai "pyritic sulfur " karena ini dikombinasikan dengan besi menjadi bentuk iron pyrite. partikel kecil ini tidak terbakar dan membuat debu yang tertinggal di coal combustor. Pennsylvania. kotoran padat dan limbah terendah. beberapa batu bara yang ditemukan di Wyoming. metan (CH4). dan lain-lain. bila batu bara ini terbakar kotoran-kotoran ini akan dilepaskan ke udara. gasifikasi secara nyata mempunyai tingkat emisi udara. . Secara khusus pada proses satu kali. chain grate. Gasifikasi batu bara Coal gasification adalah sebuah proses untuk mengubah batu bara padat menjadi gas batu bara yang mudah terbakar (combustible gases). Penting bahwa sebagian besar sulfur ini dibuang sbelum mencapai cerobong asap. masing-masing mempunyai kelebihan dan kelemahannya.

Beberapa proses telah dicoba untuk mencampur batu bara dengan bahan kimia yang membebaskan sulfur pergi dari molekul batu bara. Di udara. walaupun alat ini lebih mahal dari "low-NOx burners." tetapi banyak orang menyebutnya "scrubbers" — karena mereka men-scrub (menggosok) sulfur keluar dari asap yang dikeluarkan oleh tungku pembakar batu bara. secara normal atom-atom nitrogen mengambang terikat satu sama lainnya seperti pasangan kimia. bentuk ini sebagai nitrogen oksida atau kadang kala itu disebut sebagai NOx.Tidak semua sulfur bisa dibersihkan dengan cara ini. Ada juga teknologi baru yang bekerja seperti "scubbers" yang membersihkan NOX dari flue gases (asap) dari boiler batu bara. tetapi ketika udara dipanaskan seperti pada nyala api boiler (3000 F=1648 C). tetapi kebanyakan proses ini sudah terbukti terlalu mahal. ilmuan masih bekerja untuk mengurangi biaya dari prose pencucian kimia ini." namun dapat menekan lebih dari 90% polusi Nox. Campuran pembakaran kemudian dikirim ke ruang pembakaran yang kedua dimana terdapat proses yang mirip berulang-ulang sampai semua bahan bakar habis terbakar. Kadang disebut juga sebagai "low-NOx burners" dan telah dikembangkan sehingga dapat mengurangi kangdungan Nox yang terlepas di uadara lebih dari separuh. dan dapat membantu terbentuknya sesuatu yang disebut “ground level ozone”. Alat ini sebenarnya adalah "flue gas desulfurization units. Membuang NOx dari batu bara Nitrogen secara umum adalah bagian yang besar dari pada udara yang dihirup. bagaimanapun sulfur pada batu bara adalah secara kimia benar-benar terikat dengan molekul karbonnya." dan pencucian tak akan menghilangkannya. tipe lain dari pada polusi yang dapat membuat kotornya udara. Kebanyakan pembangkit tenaga listrik modern dan semua fasilitas yang dibangun setelah 1978 — telah diwajibkan untuk mempunyai alat khusus yang dipasang untuk membuang sulfur dari gas hasil pembakaran batu bara sebelum gas ini naik menuju cerobong asap. pada kenyataannya 80% dari udara adalah nitrogen. beberapa cara telah ditemukan untuk membakar barubara di pemabakar dimana ada lebih banyak bahan bakar dari pada udara di ruang pembakaran yang terpanas. NOx juga dapat dibentuk dari atom nitrogen yang terjebak di dalam batu bara. Cadangan batu bara dunia . atom nitrogen ini terpecah dan terikat dengan oksigen. Beberapa dari alat ini menggunakan bahan kimia khusus yang disebut katalis yang mengurai bagian NOx menjadi gas yang tidak berpolusi. Di bawah kondisi ini kebanyakan oksigen terkombinasikan dengan bahan bakar daripada dengan nitrogen. Salah satu cara terbaik untuk mengurangi NOx adalah menghindari dari bentukan asalnya. NOx adalah polutan yang dapat menyebabkan kabut coklat yang kabur yang kadang kala terlihat di seputar kota besar. Konsep ini disebut "staged combustion" karena batu bara dibakar secara bertahap. juga sebagai polusi yang membentuk “acid rain” (hujan asam). tipe sulfur ini disebut "organic sulfur.

279 juta ton (9. atau cukup untuk 155 tahun (cadangan ke rasio produksi).Daerah batu bara di Amerika Serikat Pada tahun 1996 diestimasikan terdapat sekitar satu exagram (1 × 1015 kg atau 1 trilyun ton) total batu bara yang dapat ditambang menggunakan teknologi tambang saat ini. .[5] Dengan konsumsi global saat ini adalah 15 terawatt. terus memberikan cadangan baru. terutama sekali daerah yang di bawah eksplorasi. program bor eksplorasi oleh perusahaan tambang. yang setara dengan 4. British Petroleum. pada Laporan Tahunan 2006. Strukturnya kimia batubara samasekali bukan rangkaian kovalen karbon sederhana melainkan merupakan polikondensat rumit dari gugus aromatik dengan fungsi heterosiklik2. memperkirakan pada akhir 2005.786 BBOE (billion barrels of oil equivalent).081. Jumlah polikondensat yang banyak ini saling berikatan sering disebut dengan “bridge-structure”. diperkirakan setengahnya merupakan batu bara keras.[7] Apakah Batubara itu? Adalah kekayaan alam yang dikategorikan sebagai energy fossil terbentuk dari proses metamorfosa yang sangat lama. terdapat 909. Departemen Energi Amerika Serikat memperkirakan cadangan batu bara di Amerika Serikat sekitar 1. Angka ini hanya cadangan yang diklasifikasikan terbukti.236 × 1014 kg). Nilai energi dari semua batu bara dunia adalah 290 zettajoules.064 juta ton cadangan batu bara dunia yang terbukti (9.81 × 1014 kg).[6] terdapat cukup batu bara untuk menyediakan energi bagi seluruh dunia untuk 600 tahun. Secara optis batubara sering merupakan bongkahan berporus tinggi dengan kadar air yang sangat berfariasi.3).

(2n+1)H2 + nCO → CnH(2n+2) + nH2O Hidrogenasi (hydrogenation) Hidrogenasi adalah proses reaksi batubara dengan gas hydrogen bertekanan tinggi. Sejalan perkembangannya. hidrogenasi batubara menjadi proses alternativ untuk mengolah batubara menjadi bahan bakar cair pengganti produk minyak bumi. Reaksi ini diatur sedemikian rupa (kondisi reaksi. Sintetik oil banyak digunakan sebagai bahan bakar mesin industri/transportasi atau kebutuhan produk pelumas (lubricating oil). dengan spesifikasi mendekati minyak mentah. katalisator dan kriteria bahan baku) agar dihasilkan senyawa hidrokarbon sesuai yang diinginkan. biomass atau natural gas) biasanya padat menjadi CO dan H2 (synthesis gases) dengan bantuan uap air dan oksigen pada tekanan atmosphere atau tinggi. proses ini dikenal dengan nama Bergius proses. Pencairan Batubara (coal Liquefaction) . gasifikasi adalah proses konversi materi organik (batubara. Rumus sederhananya: Coal + H2O + O2 à H2 + CO Fisher Tropsch proses Fisher Tropsch adalah sintesis CO/H2 menjadi produk hidrokarbon atau disebut senyawa hidrokarbon sintetik/ sintetik oil. disebut juga proses pencairan batubara (coal liquefaction).Proses pengolahan batubara sudah dikenal sejak seabad yang lalu. diantaranya: Gasifikasi (coal gasification) Secara sederhana.

Faktor yang menjadi penentu adalah: apakah negara itu mempunyai cadangan yang cukup dan teknologi yang dibutuhkan untuk meng-konversi-kannya. dikembangkan cukup banyak oleh negara Jerman dalam menyediakan bahan bakar pesawat terbang. Jika diversivikasi sumber energi menjadi strategi energi suatu negara. biomass). pastinya batubara menjadi satu potensi yang layak untuk dikaji menjadi salah satu sumber energi. Efisiensi pencairan batubara menjadi BBM sintetik adalah 1-2 barrel/ton batubara4).2/2006 yang mengaatur tentang proses pencairan batubara. dengan West Virginia University) untuk komersialisasi DCL rampung. Undang-Undang No. Secara intuitiv aspek yang penting dalam pengolahan batubara menjadi bahan bakar minyak sintetik adalah: efisiensi proses yang mencakup keseimbangan energi dan masa. Walaupun faktanya demikian. Pada tahun 1994 proses DCL kembali dikembangkan sebagai komplementasi dari proses ICL terbesar setelah dikomersialisasikan oleh Sasol Corp.Coal liquefaction adalah terminologi yang dipakai secara umum mencakup pemrosesan batubara menjadi BBM sintetik (synthetic fuel). karena sementara negara2 lain sudah melakukan kebijakan-kebijakan konkret domestik maupun luar negeri untuk mengukuhkan strategi energi untuk kepentingan negaranya. untuk kemudian pembangunan pabrik DCL kapasitas dunia di Inner Mongolia. selain sumber energi terbarukan (angin. geothermal. karena ini akan mempengaruhi nilai insentiv menyangkut tema tentang lingkungan. Pendekatan yang mungkin dilakukan untuk proses ini adalah: pirolisis. Tahun 2004 kerjasama pengembangan teknologi upgrade (antara China Shenhua Coal Liquefaction Co. Ltd. Prinsip dasar dari DCL adalah meng-introduksi-an gas hydrogen kedalam struktur batubara agar rasio perbandingan antara C/H menjadi kecil sehingga terbentuk senyawa-senyawa hidrokarbon rantai pendek berbentuk cair. bukan berarti batubara tidak bisa menjadi jawaban alternativ energi untuk kebutuhan domestik suatu negara. solar cell. Pencairan batubara metode langsung (DCL) Pencairan batubara metode langsung atau dikenal dengan Direct Coal Liquefaction-DCL. Jika diasumsikan hanya 10% dari deposit batubara dunia dapat dikonversikan menjadi BBM sintetik. pencairan batubara secara langsung (Direct Coal Liquefaction-DCL) ataupun melalui gasifikasi terlebih dahulu (Indirect Coal Liquefaction-ICL). Proses ini telah mencapai rasio konversi 70% batubara (berat kering) menjadi sintetik cair. Tetapi perlu kita ingat bahwa waktu yang dibutuhkan untuk mempertimbangkannya tidaklah tanpa batas. nilai investasi. Hal ini jelas tidak dapat menjadikan batubara sebagai sumber energi alternativ bagi seluruh konsumsi minyak dunia. Proses ini dikenal dengan Bergius Process. baru mengalami perkembangan lanjutan setelah perang dunia kedua. DCL adalah proses hydro-craacking dengan bantuan katalisator. maka produksi minyak dunia dari batubara maksimal adalah beberapa juta barrel/hari. kemudian apakah prosesnya ramah lingkungan sehubungan dengan emisi gas buang. .

3. 5. Tahapan proses deashing harus mencapai kadar ash (abu) < 500 ppm. 4. 2.000 ton bahan bakar cair pertahunnya. Proses Pencairan Batubara Muda rendah emisi (Low Emission Brown Coal Liquefaction) Tahapan proses pencairan batubara muda (Brown Coal Liquefacion): 1. Optimalisasi/pengembangan proses pengeringan (dewatering) baru.pemurnian gas. Pengeringan/penurunan kadar air secara efficient Reaksi pencairan dengan limonite katalisator Tahapan hidrogenasi untuk menghasilkan produk oil mentah Deashing Coal Liquid Bottom/heavy oil (CLB) Fraksinasi/pemurnian light oil (desulfurisasi.Dalam Phase pertama pabrik ini akan dihasilkan lebih dari 800. 2003 Landasan dalam mengembangkan ujicoba produksi (pilot scale) proses pencairan batubara adalah: • • • • Produk liquid oil yang dihasilkan harus mencapai lebih dari 50% Proses pengoperasian harus berjalan dengan kontinuitas lebih daripada 1500 jam.destilasi produk) Cooperative Study of Development of Low Grade Coal Liquefaction Technology. .

Campuran organosulfur dan hidrogen sulfida adalah kontaminan (pengotor) utama dari gas yang harus dipisahkan . akan tetapi gas alam tanpa proses dapat menyebabkan tercekiknya pernafasan karena ia dapat mengurangi kandungan oksigen di udara pada level yang dapat membahayakan. biasanya gas tersebut diberi bau dengan menambahkan thiol. adalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiri dari metana CH4). Komponen Metana (CH4) Etana (C2H6) % 80-95 5-15 Propana (C3H8) and Butane (C4H10) < 5 Nitrogen. propana (C3H8) dan butana (C4H10). ladang gas bumi dan juga tambang batu bara. Komposisi gas alam bervariasi sesuai dengan sumber ladang gasnya. Gas alam yang telah diproses itu sendiri sebenarnya tidak berbahaya. karbon dioksida (CO2). 75 dan 100 juta ton per tahun secara berturut-turut). dan umumnya dianggap sebagai polutan ketimbang sumber energi yang berguna. maka ia disebut biogas. Merkuri dapat juga terkandung dalam jumlah kecil. serta penampungan kotoran manusia dan hewan. ternak (mamalia) dan pertanian (diperkirakan kadar emisinya sekitar 15. Komposisi kimia Komponen utama dalam gas alam adalah metana (CH4). Ketika gas yang kaya dengan metana diproduksi melalui pembusukan oleh bakteri anaerobik dari bahan-bahan organik selain dari fosil. Gas alam juga mengandung molekul-molekul hidrokarbon yang lebih berat seperti etana (C2H6). Akan tetapi. tempat pembuangan akhir sampah. Gas alam yang telah diproses dan akan dijual bersifat tidak berasa dan tidak berbau. memproduksi karbon dioksida dan air. Meskipun begitu. Sumber metana yang berasal dari makhluk hidup kebanyakan berasal dari rayap. Sumber biogas dapat ditemukan di rawa-rawa. metana di atmosfer bereaksi dengan ozon. sehingga efek rumah kaca dari metana yang terlepas ke udara relatif hanya berlangsung sesaat. Ia dapat ditemukan di ladang minyak. helium. Gas alam juga merupakan sumber utama untuk sumber gas helium. agar dapat terdeteksi bila terjadi kebocoran gas. hidrogen sulfida (H2S).Gas alam Gas alam sering juga disebut sebagai gas bumi atau gas rawa. Metana adalah gas rumah kaca yang dapat menciptakan pemanasan global ketika terlepas ke atmosfer. selain juga gas-gas yang mengandung sulfur (belerang). sebelum gas tersebut didistribusikan ke pengguna akhir. yang merupakan molekul hidrokarbon rantai terpendek dan teringan. dan air dapat juga terkandung di dalam gas alam. Gas dengan jumlah pengotor sulfur yang signifikan dinamakan sour gas dan sering disebut juga sebagai "acid gas (gas asam)". .

dan konsentrasi yang di luar rentang 5 . Transportasi dalam bentuk Liquefied Natural Gas (LNG) dengan kapal tanker LNG untuk pengangkutan jarak jauh. Kandungan metana yang berbahaya di udara adalah antara 5% hingga 15%. dimana terjadi kebutuhan yang sangat signifikan. Akan tetapi bila ia berada dalam ruang tertutup. untuk jarak dekat dan menengah (antar pulau). Jawa Timur dan Kalimantan Timur. umumnya tidak mengkhawatirkan karena sifatnya yang lebih ringan. cara ini sangat membantu untuk menjaga stabilitas operasional pasokan gas alam melalui jaringan pipa gas alam. yakni suatu ruangan raksasa di bawah tanah yang lazim disebut sebagai "salt dome" yakni kubah-kubah di bawah tanah yang terjadi dari reservoir sumber-sumber gas alam yang telah depleted. Bagi perusahaan (operator) penyedia gas alam. konsentrasi gas dapat mencapai titik campuran yang mudah meledak. Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Hilir Migas) telah menyusun Master Plan "Sistem Jaringan Induk Transmisi Gas Nasional Terpadu". Kandungan energi Pembakaran satu meter kubik gas alam komersial menghasilkan 38 MJ (10. Pada musim panas saat pemakaian gas untuk pemanas jauh berkurang (low demand). gas alam diinjeksikan melalui kompresor-kompresor gas kedalam kubah di dalam tanah tersebut. Pada musim dingin. Transportasi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG). seperti dalam rumah. Hal ini sangat tepat untuk negeri 4 musim. Dalam waktu yang tidak lama lagi sistem jaringan pipa gas alam akan membentang sambung menyambung dari Nang roe Aceh Darussalam-Sumatera Utara-Sumatera Tengah-Sumatera Selatan-JawaSulawesi dan Kalimantan. Sumatera Selatan. dapat menyebabkan ledakan yang dapat menghancurkan bangunan. yang jika tersulut api. .6 kWh). Sumatera Tengah. Saat ini jaringan pipa gas di Indonesia dimiliki oleh PERTAMINA dan PGN dan masih terlokalisir terpisah-pisah pada daerah-daerah tertentu. Pada dasarnya sistem transportasi gas alam meliputi : • • • Transportasi melalui pipa salur. Gas alam lebih ringan dari udara. misalnya di Sumatera Utara. sehingga cenderung mudah tersebar di atmosfer. Ledakan untuk gas alam terkompresi di kendaraan. Di Indonesia. Peyimpanan dan transportasi gas alam Metode penyimpanan gas alam dilakukan dengan "Natural Gas Underground Storage".Gas alam dapat berbahaya karena sifatnya yang sangat mudah terbakar dan menimbulkan ledakan. baik di daratan dengan road tanker maupun dengan kapal tanker CNG di laut. Jawa Barat.15% yang dapat menimbulkan ledakan. gas alam yang disimpan di dalam kubah bawah tanah dikeluarkan untuk disalurkan kepada konsumen yang membutuhkan.

Carrier LNG dapat digunakan untuk mentransportasi gas alam cair (liquefied natural gas. • • Teknologi mutakhir juga telah dapat memanfaatkan gas alam untuk air conditioner (AC=penyejuk udara). CO2-nya untuk soft drink. Gas alam sebagai komoditas energi untuk ekspor.dan digantikan oleh Pusri IB yang dibangun oleh putera-puteri bangsa Indonesia sendiri. pengelasan dan bahan pemadam api ringan. CNG) dalam jarak dekat. petrokimia. Perkembangan pemanfaatan gas alam di Indonesia meningkat pesat sejak tahun 1974. yakni Liquefied Natural Gas (LNG. seperti jalur pipa untuk transportasi lebih lanjut. bahan baku plastik (LDPE = low density polyethylene. Sumatera Selatan dikirim melalui pipa gas ke pabrik pupuk Pusri IA. sedangkan truk tangki dapat membawa gasa alam cair atau gas alam terkompresi (compressed natural gas. dan penggasan atau dekompresi di titik pengguna-akhir atau ke jalur pipa. Hal ini masih membutuhkan biaya yang besar untuk fasilitas tambahan untuk pencairan gas atau kompresi di titik produksi. dimana PERTAMINA mulai memasok gas alam melalui pipa gas dari ladang gas alam di Prabumulih. LLDPE = linear low density polyethylene. pada tahun 1993 Pusri IA ditutup. seperti yang digunakan di bandara Bangkok. Gas alam sebagai bahan baku. 1974. sebagai gas kota untuk kebutuhan rumah tangga hotel. antara lain bahan baku pabrik pupuk. karena menggunakan teknologi tinggi. PVC=poly vinyl chloride. bahan bakar industri ringan. dry ice pengawet makanan. Gas alam di Indonesia Pemanfaatan gas alam di Indonesia dimulai pada tahun 1960-an dimana produksi gas alam dari ladang gas alam PT Stanvac Indonesia di Pendopo. HDPE = high density polyethylen. bahan bakar kendaraan bermotor (BBG/NGV). pada waktu yang bersamaan. Thailand dan beberapa bangunan gedung perguruan tinggi di Australia. Sumatera Selatan ke pabrik pupuk Pusri II. Mereka dapat mentransportasi gas alam secara langsung ke pengguna-akhir atau ke titik distribusi. Karena sudah terlalu tua dan tidak efisien. Pusri III dan Pusri IV di Palembang. PT Pupuk Sriwidjaja di Palembang. industri besi tuang. restoran dan sebagainya. Pemanfaatan Gas Alam Secara garis besar pemanfaatan gas alam dibagi atas 3 kelompok yaitu : • Gas alam sebagai bahan bakar. PERTAMINA juga memasok gas alam melalui pipa gas dari ladang gas alam di lepas pantai (off shore) laut Jawa dan kawasan Cirebon untuk pabrik pupuk dan industri . LNG) menyebrangi samudra. metanol. C3 dan C4-nya untuk LPG. Di Jawa Barat. menengah dan berat. PE= poly ethylene. hujan buatan. antara lain sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Gas/Uap. Pada masa itu Pusri IB merupakan pabrik pupuk paling modern di kawasan Asia.

Pipa gas alam yang membentang dari kawasan Cirebon menuju Cilegon. pabrik pupuk. Banten memasok gas alam antara lain ke pabrik semen. Nanggröe Aceh Barôh (kabupaten Aceh Utara) juga terdapat PT Pupuk Iskandar Muda pabrik pupuk urea.menengah dan berat di kawasan Jawa Barat dan Cilegon Banten. Selain itu di Krueng Geukuh. Gas alam telah diproduksikan sejak tahun 1979 dan diekspor ke Jepang dan Korea Selatan. pabrik baja dan pembangkit listrik tenaga gas dan uap. Selain untuk kebutuhan dalam negeri. pabrik keramik. Sumber gas alam yang terdapat di daerah Kota Lhokseumawe dikelola oleh PT Arun NGL Company. dengan bahan baku dari gas alam. gas alam di Indonesia juga di ekspor dalam bentuk LNG (Liquefied Natural Gas) Salah satu daerah penghasil gas alam terbesar di Indonesia adalah Nanggröe Aceh Darussalam. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful