BAB I PENGANTAR & PRINSIP PEMERIKSAAN KEDOKTERAN FORENSIK Definisi Ilmu Kedokteran Forensik ilmu pengetahuan yang menggunakan multidisiplin

ilmu dgn tujuan untuk membuat terang suatu perkara pidana dan membuktikan ada tidaknya kejahatan atau pelanggaran dgn memeriksa barang bukti (Physical Evidence) dalam perkara tersebut. y y Cabang spesialistik ilmu kedokteran yang mempelajari pemanfaatan ilmu kedokteran untuk kepentingan penegakan hukum serta keadilan. Sinonim: - Kedokteran Kehakiman - Forensic Medicine - Clinical Forensic - Legal Medicine - Medical Jurisprudenc - Pathology Forensic. Forensik tidak sama dengan Hukum Kedokteran (Medical Law)

y

Peran Kedokteran Forensik Menentukan: 1. Mengapa: Di Masyarakat kerap terjadi peristiwa pelanggaran hukum menyangkut tubuh manusia. Sejarah forum 2. Bagaimana: Manfaatkan ilmu secara optimal & penuh kejujuran, serta pemeriksaan KF terhadap korban hidup/mati/bagian tubuh manusia 3. Untuk: Menemukan kelainan, bilamana timbul, penyebab & sebab cedera, penyebab, mekanisme, saat & cara kematian, serta identifikasi 10 SUB BAB dalam Ilmu Kedokteran Forensik, yaitu: 1. Autopsi Forensik, berbeda dengan autopsi anatomi 2. Patologi Anatomi Forensik 3. Toksikologi Forensik dan Kimiawi Forensik Misalnya : berkaitan dengan obat-obatan psikotropika yang bisa diperiksa dengan sampel urin 4. Parasitologi Forensik / Entomologi Forensik Misalnya : apabila pada autopsi ditemukan larva lala ini harus diperiksa oleh t, bagian parasitologi forensik supaya bisa membantu menemukan waktu kematian 5. Odontologi Forensik : pemeriksaan gigi 6. Antropologi Forensik : pemeriksaan seluruh tubuh dari tulang sampai gigi 7. Radiologi Forensik Termasuk disini adalah photo-photo, CT-Scan, dan USG. Alat Bantu diatas dapat dipakai sebagai alat bukti pada proses hukum. 8. Traumatologi Forensik Trauma terdiri dari : trauma fisik, trauma kimia, dan balistik (senjata api), dll 9. Psikiatri Forensik Pemeriksaan yang dilakukan terhadap pelaku, dimana pelaku melakukan kejahatan berdasarkan adanya gangguan jiwa dan bagian ini dilakukan oleh psikiater ataupun psikolog. 10. Laboratorium Forensik Tidak hanya pemeriksaan kimiawi, PA, toksikologi tapi juga DNA yang diambil dari jaringan yang tidak cepat membusuk.Misal : rambut, percikan darah

Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia, Andirezeki, Wongso

1

Skema 1. Fungsi dokter (Attending physi i n dan assessing physi ian)
¦ §¦

Skema 2. Proses pembuatan VE

¥ ¤

£

Roman s 4n6

¢¡  

20 y Syaulia, Andire e i, Wongso

2

Proses penyidikan perkara pidana a. menerima laporan/informasi dan atau melihat langsung terjadinya perkara, masuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP) b. mencari informasi/memeriksa TKP dan para saksi peristiwa serta pemeriksaan para saksi c. melakukan konsultasi terhadap para ahli untuk pemeriksaan barang bukti korban/terdakwa atas dasar legalitas hukum d. penyidikan lebih lanjut atas informasi/keterangan para ahli e. pemberian label terhadap barang bukti mati dan surat permintaan pemeriksaan/ konsultasi kepada yang lebih berwenang f. pengawalan langsung terhadap pengiriman/konsultasi Barang Bukti atau kasus korban/terdakwa untuk pemeriksaan tertentu g. pendekatan dan penjelasan kepada keluarga korban atau korban untuk macam pemeriksaan Kedokteran Forensik dan persetujuannya (Informed Consent)

ada surat permintaan penyidik ada surat persetujuan keluarga/korban/terdakwa untuk pemeriksaan legalitas hukum pengiriman Barang Bukti/korban atau terdakwa untuk pemeriksaan

Dalam proses pemeriksaan medis y kesiapan Barang bukti/korban/terdakwa dan penyidik (termasuk keluarga bila perlu) y penyidik siap melihat langsung pemeriksaan dan mengamankan lingkungan, mencatat serta membuat dokumentasi fakta pada korban/BB akibat peristiwa y penyidik siap sebagai konsultan peristiwa dan penghubung keluarga sesuai kebutuhan pihak medis y penyidik siap menerima BB yang lain yang terdapat pada korban/BB untuk pemeriksaan lebih lanjut atau untuk barang bukti disidang pengadilan y menyerahkan jenazah korban atau korban hidup kepada keluarga setelah pemeriksaan, pengobatan dan perawatan dianggap selesai y menerima hasil pemeriksaan medis, sementara atau definitif y bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pemeriksaan me (Perda, SK Direktur dis RS, Pasal 136 KUHAP) Dalam proses sidang pengadilan y koordinasi penyidik, jaksa, hakim, terdakwa, para saksi/saksi ahli dan penasehat hukum serta keluarga korban/terdakwa y pertanggunganjawab masing-masing para saksi, saksi ahli, penyidik serta terdakwa atau korban hidup yang dapat/siap di sidang y pengawalan dan pengamanan lingkungan, terdakwa, korban hidup dan para saksi/saksi ahli y surat panggilan para saksi/saksi ahli, korban hidup dan terdakwa y kesiapan alat bukti, barang bukti untuk dipertanggungjawabkan dalam forum y kesiapan forum sidang pengadilan sesuai hukum yang berlaku y kesiapan para saksi ahli termasuk dokter untuk mengucapkan sumpah di forum sidang pengadilan
Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia, Andirezeki, Wongso

3

Kerahasiaan y kerahasiaan hukum, medis oleh profesi masing-masing y tanpa/bebas rahasia dalam forum sidang pengadilan khususnya para saksi/saksi ahli dan penyidik y kerahasiaan medis dan hukum tetap terjaga di luar forum pengadilan sebelum dan sesudah perkara selesai y ada sanksi terhadap para personalia pemegang rahasia

Prinsip hasil pemeriksaan medis y obyektif sesuai pengamatan/pemeriksaan pihak medis y berdasarkan norma atauran/standart pelayanan medis, khususnya standar pelayanan kedokteran forensik y landasan utama berdasarkan ilmu kedokteran orientasi ilmu hukum y dapat dipertanggungjawabkan secara medis berorientasi / tidak berorientasi dengan ilmu hukum Informed concent y prinsipnya merupakan hak korban/keluarga korban untuk dilakukan pemeriksaan ) berdasarkan informasi dari pihak penyidik ( asal 134 U y penyidik perlu koordinasi dengan tim medis dan keluarga korban untuk, menentukan macam pemeriksaan ( , autopsi, T , penunjang, dll) dalam menentukan pemeriksaan jenazah ( , y penyidik memiliki asal 222 U autopsi) y Jadi Informed Consent : - dari pihak penyidik untuk tim medis dan penyidik berupa surat permintaan V et R - dari korban/keluarga korban ± antara pihak penyidik, tim medis dan keluarga korban berupa surat persetujuan keluarga - dari keluarga korban ± untuk : o pangruti jenazah (agama) o pengawetan jenazah (penundaan pemakaman dan WN ) o pengiriman/transportasi jenazah ( mbulance dan pesawat terbang) Rekam Medis y Rekam medis tertuang/tertulis dalam status korban, berkaitan dengan segala macam pemeriksaan medis serta hasilnya y V et R adalah merupakan laporan data dari RM murni yang sudah dianalisis dari data RM dan pertanggungjawabnya y RM bersifat rahasia medis, Rumah Sakit, pribadi dan hukum ( M, 10 tahun 1 66 dan asal 1 0 U ). y Pelepasan rahasia di sidang pengadilan bebas sanksi (Pasal 48, 49, 0, 1 U P), bila diluar sidang sanksinya menurut hukum yang berlaku. y RM dan IC berdasarkan hukum tertulis dari Permenkes RI.

Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia, Andire e i, Wongso
© ¨

4

Wongso   5 . jaksa. Andire e i. 20 by Syaulia. hakim) Dalam bentuk visum et repertum Diserahkan kepada pihak pemohon Sampai berakhirnya proses peradilan Tidak diperlukan Surat Keterangan Medis Merupakan pasien Dokter atau dokter gigi Kontrak pemeriksaan dari pasien sendiri Dalam bentuk surat keterangan medis (misal surat keterangan sehat) Diserahkan hanya kepada pasien da batas waktu tertentenggang waktu tertentu) arus ada Penyerahan laporan Masa berlaku Informed consent Roman s 4n6 Ed.Tabel 1. Perbedaan visum et repertum dan surat keterangan medis Perbedaan : Korban/penderita Pembuat wal kontrak/ permintaan pemeriksaan ormat laporan V et R Merupakan barang bukti medis Dokter Kontrak pemeriksaan dari pihak berwenang (polisi.

da 5 barang bukti yang sah menurut KU P pasal 184. darah). Menurut embaran Negara (Staatsblad) 350 tahun 193 : Suatu laporan medik forensik oleh dokter atas dasar sumpah jabatan terhadap pemeriksaan barang b ukti medis (hidup/mati) atau barang bukti lain. dimana korban tidak memerlukan perawatan dan pemeriksaan lanjutan sehingga tidak menghalangi pekerjaan korban. yaitu: 1. 20 by Syaulia. yaitu: a. Menyimpulkan berdasarkan hubungan sebab akibat 3. VeR hidup VeR hidup dibagi lagi menjadi 3. biologis (rambut. VeR sementara.     MAKSUD DAN TUJUAN PEMBUATAN VISUM ET REPERTUM Maksud pembuatan VeR adalah sebagai salah satu barang bukti (corpus delicti) yang sah di pengadilan karena barang buktinya sendiri telah berubah pada saat persidangan berlangsung. Wongso   6 . nonbiologis (peluru. b. selongsong) atas permintaan tertulis oleh penyidik ditujukan untuk peradilan. karena korban memerlukan perawatan dan pemeriksaan lanjutan sehingga menghalangi pekerjaan korban. Kualifikasi luka tidak ditentukan dan tidak ditulis pada kesimpulan. yaitu VeR yang dibuat seketika. yaitu: 1. yaitu VeR yang dibuat untuk sementara waktu. yaitu: 1.B B II VISUM ET REPERTUM PE y y y ERTIAN Menurut bahasa: berasal dari Bahasa atin yaitu Vi m (sesuatu yang dilihat) dan t m (melaporkan). Keterangan saksi 2. Keterangan ahli 3. Memberikan kenyataan (barang bukti) pada hakim 2. da 5 manfaat dibuatnya VeR sementara. Petunjuk da 3 tujuan pembuatan VeR. yaitu y Menentukan apakah ada tindak pidana atau tidak y Mengarahkan penyelidikan y Berpengaruh terhadap putusan untuk melakukan penahanan sementara terhadap terdakwa Roman s 4n6 Ed. R Menurut istilah: adalah laporan tertulis yang dibuat oleh dokter berdasarkan sumpah jabatannya terhadap apa yang dilihat dan diperiksa berdasarkan keilmuannya. Memungkinkan hakim memanggil dokter ahli lainnya untuk membuat kesimpulan VeR yang lebih baru Pembagian Visum et Repertum da 3 jenis visum et repertum. sperma. Surat-surat 5. Keterangan terdakwa 4. Jadi VeR merupakan barang bukti yang sah karena termasuk surat sah sesuai dengan KU P pasal 184. Kualifikasi luka yang ditulis pada bagian kesimpulan yaitu luka derajat I atau luka golongan C. VeR definitif. Andire e i.

Wongso 7 . tanggal. dan mekanisme kematian SEBAGIAN MENYATAKAN BUKAN VISUM. Pendahuluan Bagian pendahuluan berisi: y Identitas tempat pembuatan visum berdasarkan surat permohonan mengenai jam. VeR kejahatan seksual c. pinadah RS. TKP Susunan Visum et Repertum Ada 5 bagian visum et repertum. VeR jenazah.y Menentukan tuntutan jaksa y Medical record c. menurut peristiwa: a. KLASIFIKASI VISUM VISUM HIDUP VISUM MATI EKSPERTISE DEFINITIF SEMENTARA LANJUTAN Pada kesimpulan terdapat Kualifikasi luka Tidak terdapat kualifikasi luka Pasien sembuh. Bila korban meninggal. dan mekanisme kematian. jaringan tubuh. tulang. VeR perlukaaan b. VeR psikiatrik d. VeR lanjutan. pindah dokter. yaitu VeR yang dibuat dimana luka korban telah dinyatakan sembuh atau pindah rumah sakit atau pindah dokter atau pulang paksa. VeR sementara. Andirezeki. yaitu VeR khusus yang melaporkan keadaan benda atau bagian tubuh korban. 2. Ekspertise. VeR mati 3. pulang paksa atau meninggal Pada kesimpulan terdapat kualifikasi menentukan sebab. lanjutan. ekshumasi. melaporkan keadaan benda atau bagian tubuh korban Skema 3. 3. misalnya darah. rambut. Dokter menulis kualifikasi luka pada bagian kesimpulan VeR. Pembukaan Ditulis µpro justicia¶ yang berarti demi keadilan dan ditulis di kiri atas sebagai pengganti materai. menurut barang bukti: a. yaitu VeR yang dibuat terhadap korban yang meninggal. maka dokter membuat VeR jenazah. VeR jenazah 2. menurut sifat : a. VeR barang bukti benda. mani. VeR hidup b. dan tempat Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia. dan lain -lain. cara. cara. liur. yaitu: 1. Ada sebagian pihak yang menyatakan bahwa ekspertise bukan merupakan VeR. Klasifikasi visum Pembagian lain visum et repertum: 1. Tujuan pembuatan VeR ini adalah untuk menentukan sebab. 2. definitif b.

atau bila korban mati maka dokter menulis sebab kematiannya. dan keadaan luka. 2. melainkan hanya menulis ciri-ciri. Di wilayah sendiri. y Tidak dibenarkan menulis diagnosis.Gugur atau matinya janin dalam kandungan ibu Prosedur Permintaan. dan Penyerahan Visum et Repertum Pihak yang berhak meminta VeR 1. jika pulang tulis pulang y Tidak dibenarkan menulis dengan kata-kata latin y Tidak dibenarkan menulis dengan angka. Jika diopname tulis diopname.Luka atau penyakit yang menghalangi pekerjaan korban selamanya . uka ringan / luka derajat I/ luka golongan C uka derajat I adalah apabila luka tersebut tidak menimbulkan penyakit atau tidak menghalangi pekerjaan korban. 20 by Syaulia. tanda tangan. Penutup Bagian penutup memuat sumpah atau janji. sesuai dengan pasal I ayat 1. harus dengan huruf untuk mencegah pemalsuan. Penerimaan. uka berat / luka derajat III / luka golongan A uka derajat III menurut KUHP pasal 90 ada 6. yaitu pihak kepolisian yang diangkat negara untuk menjalankan undang-undang. Andire e i. 5. sifat. yaitu: . identitas dokter y Identitas peminta visum y Wilayah y Identitas korban y Identitas tempat perkara 3. yaitu: 1. berupa: y Apa yang dilihat. Hukuman bagi 3. 2. Roman s 4n6 Ed. dada atau perut dianggap membawa bahaya maut) . Pemberitaan Pemberitaan memuat hasil pemeriksaan. Kualifikasi uka Ada 3 kualifikasi luka pada korban hidup.y Pernyataan dokter. Misalnya jenis luka.Cacat besar . 4.Hilangnya salah satu panca indra korban . kualifikasi luka. Sumpah atau janji dokter dibuat sesuai dengan sumpah jabatan atau pekerjaan dokter. kecuali ada permintaan dari Pemda Tk II. Kesimpulan Bagian kesimpulan memuat pendapat pribadi dokter tentang hubungan sebab akibat antara apa yang dilihat dan ditemukan dokter dengan penyebabnya. uka sedang / luka derajat II / luka golongan B uka derajat II adalah apabila luka tersebut menyebabkan penyakit atau menghalangi pekerjaan korban untuk sementara waktu. Hukuman bagi pelakunya menurut KUHP pasal 352 ayat 1.Terganggunya akan selama > 4 minggu . Wongso  8 . Penyidik. dan nama terang dokter yang membuat. Tidak dibenarkan meminta visum pada perkara yang telah lewat.Luka atau penyakit yang tidak dapat sembuh atau membawa bahaya maut (NB : semua luka tembus yang mengenai kepala. 3. yang ditemukan sepanjang pengetahuan kedokteran y Hasil konsultasi dengan teman sejawat lain y Untuk ahli bedah yang mengoperasi dimintai keterangan apa yang diperoleh.

5. Pada mayat harus diberi label. 6. Bukan kejadian yang sudah lewat sebab termasuk rahasia jabatan dokter. mikrobiologi) Catatan dr Iwan Aflanie. sesuai KUHP 133 ayat C. Saat menerima permintaan membuat VeR. Bila belum selesai. 5. Batas waktu bagi dokter untuk menyerahkan hasil VeR kepada penyidik selama 20 hari. BRIPDA SERDA ii. 6.4. Syarat pembuat: y Harus seorang dokter (dokter gigi hanya terbatas pada gigi dan mulut) y Di wilayah sendiri y Memiliki SIP y Kesehatan baik Ada 8 hal yang harus diperhatikan saat pihak berwenang meminta dokter untuk membuat VeR korban hidup. M. . 3. yaitu: 1. tidak boleh secara lisan. Ada identitas pemintanya. 3. yaitu: 1. Harus tertulis. 4. Korban diantar oleh polisi.F. Ada keterangan terjadinya kejahatan. 8. kelainan-kelainan pada gambar tersebut y Penjelasan istilah kedokteran y Hasil pemeriksaan lab forensik (toksikologi. 2. Harus sedini mungkin. Lampiran visum y Fotografi forensik y Identitas. Ada identitas pemintanya. Andire e i. tidak boleh secara lisan. BRIPTU SERSU iii. Langsung menyerahkannya kepada dokter. BRIPKA SERKA iv. Mencantumkan tanggal permintaan. AIPDA PELDA Roman s 4n6 Ed. dan mencatat nama petugas yang mengantar korban. tidak boleh dititip melalui korban atau keluarganya. 2. BRIGADIR SERSAN MAYOR v.Kes : . 20 by Syaulia. Ada identitas korban. . Harus tertulis. Ada alasan mengapa korban dibawa kepada dokter. Tidak bisa permintaannya hanya untuk pemeriksaan luar. Korban diantar oleh polisi atau jaksa. Memberikan label dan segel pada salah satu ibu jari kaki.Penyidik yang boleh meminta dilakukan visum minimal berpangkat AIPDA. 4. 8. Wongso " ! 9 . Sp. patologi.Pangkat polisi dari yang paling bawah ( = setara dengan/nama dulu) : i. Ada 8 hal yang harus diperhatikan saat pihak berwenang meminta dokter untuk membuat VeR jenazah. . dokter harus mencatat tanggal dan jam. penerimaan surat permintaan. batas waktunya menjadi 40 hari dan atas persetujuan penuntut umum. sitologi. Juga tidak boleh melalui jasa pos. Mencantumkan tanggal permintaan.

AKBP LETKOL xii. jenis luka a. luka terbuka . Pemberitaan = objektif medis Kesimpulan = subjektif medis karena berupa pendapat dari penulis visum Pada kesimpulan. KOMPOL MAYOR xi. KOMBES KOLONEL Paragraf dalam visum tidak boleh terpotong.benda tumpul  Tepi luka rata  Sudut keduanya tumpul  Terdapat jembatan jaringan  Bila melewati daerah berambut. IPDA LETDA viii. Andire e i. Roman s 4n6 Ed. luka iris. kemaluan x = sumbu tubuh (yang di ambil dari potongan sagital tubuh) o ekstremitas x = garis tengah ekstremitas o y = titik anatomis terdekat 3. luka lecet tekan b. maka rambutnya akan terpotong y Termasuk didalamnya : luka tusuk. luka tertutup Langsung disebut namanya. Wongso $ # 10 .luka tertutup panjang x lebar . badan. AIPTU PELTU vii. maka rambutnya tidak terpotong  Termasuk didalamnya : luka robek. IPTU LETTU ix.10) y saat kematian kurang dari dua jam dari saat pemeriksaan (I. lokasi luka 2. patah tulang terbuka  Luka robek terjadi karena gaya yang datang lebih besar daripada gaya elastisitas jaringan kulit dan jaringan tulang dibawahnya.luka terbuka panjang x lebar x dalam . misal : y terdapat luka tusuk akibat persentuhan benda tajam (I. penulisan harus didahulukan yang paling berat lukanya. misal luka memar. 4. Pada kesimpulan harus ditulis poin2. luka lecet geser.4.3. maka tentukan diameternya dengan mencari titik tengah dari luka tersebut. 20 by Syaulia. AKP KAPTEN x. luka iris salah satunya tajam) y Tidak terdapat jembatan jaringan (jarinngan yang terputus tidak sempurna) y Bila melewati daerah berambut. bahkan luka yang paling ringan kadang tidak ditulis. koordinat luka (x. ukuran luka .9.5) CARA PEMBUATAN VISUM Penulisan visum menyangkut 4 hal dibawah ini : 1. luka bacok . luka lecet geser juga harus dicari titik tengahnya untuk menentukan ukurannya.- - vi.untuk luka yang tidak ada ujungnya misal berbentuk bulat.benda tajam y Tepi luka rata y Sudut keduanya tajam atau salah satu sudutnya tajam (luka tusuk keduanya tajam.y) o kepala.

Kematian karena arus listrik atau electrical shock deaths sering terjadi pada waktu musim hujan dan orang menutupi kebocoran-kebocoran yang ada akan tetapi dengan tidak disadari terpegang kabel beraliran listrik yang isolatornya tidak baik. Wajar : karena penyakit 2. Penyidik. 20 by Syaulia. bunuh diri. Kematian karena kecelakaan Kematian karena kecelakaan (accidental deat ) masih merupakan kasus yang masuk didalam ruang lingkup penyidikan. karena baik kecelakaan. Namun kemungkinan adanya unsur kriminal tetap harus difikirkan terutama jika ada petunjuk-petunjuk kearah itu. dimana anak-anak tersebut tersangkut lehernya dipinggir tempat tidur yang mempunyai jaruji. dimana gigi palsunya tertelan atau gumpalan daging yang menyumbat jalan udara pernafasan secara tidak langsung. Kematian karena tersumbatnya jalan udara pernafasan oleh sesuatu benda ( Chocking death). Pada umumnya kematian karena tenggelam bersifat kecelakaan. SEBAB. Kematian disini dikenal dengan autoerotic deat . Kematian karena tergantung atau accidental hanging death. atau korban memegang atap seng yang bersentuhan dengan kabel listrik tadi. kecelakaan KECELAKAAN. Dalam kasus-kasus kematian karena kecelakaan seperti yang diuraikan. Kematian karena tenggelam seringkali terjadi terutama dimusim hujan yang menyebabkan banjir. Dalam kasus kecelakaan ini penyidik sering dihadapkan dengan kasus dimana tanda-tanda kekerasan jelas terlihat akan tetapi tidak ada satu petunjuk pun atau tanda-tanda yang mengarah akan adanya unsur-unsur kriminal sebagai penyebab kecelakaan itu sendiri. non-kriminal sehingga pembedahan mayat pada kasus tenggelam sering tidak diperlukan. Kematian karena tubuh mendapat tekanan yang sangat hebat (Crushing death). Tidak wajar : pembunuhan. Andire e i. sehingga dinding dada tidak dapat berkembang dengan demikian berarti pernafasan akan terhenti. dokter atau bahkan orang awam dengan mudah dapat melihat dan menemukan tanda ( ' Roman s 4n6 Ed. dan melampiaskan hasrat seksual yang tidak wajar tersebut dengan cara cara yang tidak wajar pula.BAB III CARA. dibuat terang dan jelas oleh dokter dan khususnya oleh penyidik. Yang termasuk didalam pengertian kecelakaan disini adalah : Kematian yang terjadi sewaktu seseorang penderita kelainan didalam kehidupan seksualnya. bunuh diri atau pembunuhan merupakan permasalahan yang harus dapat dijawab. 1. BUNUH DIRI ATAU PEMBUNUHAN ? Kecelakaan. DAN MEKANISME KEMATIAN Cara kematian = macam kejadian yang bertanggung jawab terhadap kematian Cara Kematian : 1. bunuh diri atau pembunuhan membawa implikasi yang berbeda-beda. biasa terjadi pada anakanak. baik ditinjau dari sudut penyidikan maupun proses peradilan. atau tersangkut lehernya pada percabangan pohon yang berbentuk V. Wongso & % 11 . Hal ini sering terjadi pada orang-orang jompo.

A. Wongso 0 ) 12 . Pada kasus pembunuhan. Dalam kasus seperti ini tentu penyidik dihadapkan pada permasalahan apakah korban perlu dilakukan bedah mayat atau cukup hanya pemeriksaan luar saja. Pemeriksaan mayat Pada kasus dengan menggunakan senjata tajam Pada bunuh diri daerah yang dipilih adalah daerah leher. Bunuh diri atau pembunuhan ? Bunuh diri atau pembunuhan dapat diketahui dari pemeriksaan di TKP. pada beberapa kasus kadang-kadang korban selain ditusuk juga dihantam dengan bagian tumpul dari senjata sehingga selain luka akibat benda tajam didapatkan luka akibat benda tumpul. Pada pembunuhan tidak ada tempat khusus. Pada pembunuhan. 20 by Syaulia. pakaian korban tidak beraturan dan sering terdapat robekan dan mungkin pula dapat ditemukan surat yang bernada ancaman.) yang berlaku. pada lengan dan telapak tangan sering didapatkan luka-luka tangkis. perut bagian atas atau pergelangan tangan. dapat tampak bercak darah yang menunjukkan bahwa korban diseret. bercak yang terdapat pada pakaian distribusinya teratur mencari tempat yang terendah tergantung dari tempat luka yang mengeluarkan darah.tanda kekerasan yang dapat diklasifikasikan sebagai luka lecet. pemeriksaan mayat. luka memar. jumlah luka sering lebih dari satu. Perlu tidaknya suatu tindakan atau langkah yang harus diambil tergantung sepenuhnya pada Penyidik sebagai pimpinan penyidikan jika menurut Penyidik memang tidak ada unsur kriminal maka pemeriksaan luar saja cukup dan dapat dipertanggung jawabkan serta tidak bertentangan dengan peraturan (H. pintu dikunci dari dalam. informasi para saksi dan lain sebagainya. Andire e i. alat tersebut biasanya masih ada. alat yang dipakai biasanya alat yang dibawa/dipersiapkan oleh pembunuh sehingga biasanya alat tersebut tidak ditemukan di tempat kejadian. tidak ada tempat yang tertentu. bercak darah juga sering tampak mengotori dinding terutama jika korban tersudut pada dinding. keadaan ruang kacau balau dan sering ada barang yang hilang. keadaan ruangan tenang dan teratur rapih. Keadaan bercak darah.P. sering ditemukan luka-luka percobaan yang berjalan sejajar baik disekitar luka yang fatal maupun pada bagian tubuh lain. korban berpakaian rapih dan dalam keadaan baik. Akan tetapi bila penyidik berkesimpulan akan adanya unsur memerintahkan dokter untuk melakukan pembedahan mayat demi kelengkapan alat bukti di persidangan. luka bakar karena arus listrik. alat yang sering dipakai biasanya alat yang ada di dalam ruangan itu sendiri. 2. Pemeriksaan di TKP Pada bunuh diri. sering didapatkan surat-surat peninggalan yang isinya berkisar pada keputus-asaan atau merasa bersalah. adanya luka pada bagian belakang merupakan ciri khas pembunuh. tempat yang dipilih biasanya tersembunyi. pada bunuh diri darah berkumpul pada satu tempat/tergenang. Roman s 4n6 Ed. dada. tanda-tanda tergantung yang jelas dan tanda-tanda mati lemas. pemeriksaan benda-benda bukti lainnya. bercak atau genangan darah tidak bera turan menunjukkan arah pergerakan dari korban sewaktu korban berusaha menghindar. Akan tetapi dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik ternyata tidak ada unsur kriminalnya.

apakah cocok atau tidak. Masalah pokok tersebut adalah : 1. Apa yang menyebabkan kematian ? Masalah pokok yang pertama penting harus diperoleh kejelasannya.Mutilasi Pada beberapa kasus pembunuhan. medis serta pemeriksaan perhiasan sangat bermanfaat bila dilakukan denga cermat. Dari kesimpulan Visum et Repertum seperti di atas telah tercakup empat masalah pokok yang harus dapat diperoleh kejelasannya didalam melakukan pemeriksaan kasus mutilasi. Wongso 2 1 13 . yaitu test precipitin. serta proses peradilan dapat berjalan dengan lancar. Masalah pokok yang kedua tidak sulit untuk diselesaikan bila tubuh korban tidak terlalu banyak dipotong-potong. Contoh kesimpulan Visum et Repertum pada kasus mutilasi Ke-tujuh potong bagian-bagian tubuh yang diperiksa ternyata merupakan satu kesatuan yaitu dari tubuh laki-laki dewasa. tidak jarang tubuh korban setelah meninggal dunia dirusak. tepat dan teliti. Penyebab kematian korban dapat diketahui bila keadaan tubuh yang terpotongpotong tersebut masih lengkap dan dalam penentuan penyebab kematian ini pemeriksaan toksikologis serta pemeriksaan laboratoris lainnya harus dilakukan. dengan demikian penyidikan akan menjadi sulit. bila memang berasal dari satu orang maka didalam melakukan rekonstruksi tersebut akan didapat bentuk yang sesuai. apakah berasal dari orang yang sama/satu individu ? 3. Apakah bagian-bagian ³tubuh´ itu memang berasal dari tubuh manusia ? 2. tindakan tersebut dikenal dengan sebutan mutilasi. Andire e i. maka perlu di lakukan pemeriksaan secara serologis. yaitu bila tubuh korban dipotong-potong menjadi bagian yang kecil-kecil. dan tindakan tersebut memang ditujukan untuk menghilangkan jejak si pembunuh. Sebab matinya orang ini agaknya karena kekerasan tumpul pada kepala. Roman s 4n6 Ed. Di dalam kasus mutilasi terdapat 4 masalah pokok yang harus diperoleh kejelasannya baik bagi dokter yang membuat Visum et Repertum dan khususnya bagi penyidik dalam usaha untuk mendapatkan kelengkapan barang bukti sehingga proses penyidikan dan peradilan dapat berjalan dengan lancar. 20 by Syaulia. Adapun kekerasan tajam lainnya yang menjadikan tubuh korban menjadi tujuh potongan dilakukan setelah korban meninggal dunia. dipotong-potong menjadi beberapa bagian. Mutilasi serta perusakan tubuh korban yang telah menjadi mayat dimaksudkan pula untuk menghilangkan identitas korban. Identitasnya ? 4. Luka-luka terbuka dan patah tulang pada kepala disebabkan karena kekerasan benda tajam dan tumpul. yaitu dengan melakukan pemeriksaan yang teliti dari tepi/pinggir potongan tubuh dan dibandingkan dengan tepi/pinggir potongan tubuh lainya. didalam hal ini maka pemeriksaan sidik jari. Melihat sifat dari ujung-ujung tulang yang terpotong agaknya pemotongan dilakukan dengan gergaji dan penggergajian dilakukan pada posisi tubuh korban terlentang. gigi. dengan demikian proses penyidikan (termasuk interogasi dan rekonstruksi). Penentuan identitas tidak sulit bila tubuh korban dalam keadaan cukup baik. Jika bagian-bagian tubuh tersebut memang berasal dari manusia. sehingga dengan pemeriksaan visual sukar dipastikan.

Jika ternyata lingkaran lengan kanan lebih besar dari lingkaran lengan kiri. Letak serta arah dari luka itu sendiri tergantung dari keadaan korban. Pada kasus dengan menggunakan benda tumpul Benda tumpul seperti batu. dahi. Pada pembunuhan tidak ada tempat khusus untuk dijadikan sasaran tembaknya luka tembak masuk yang terdapat pada bagian belakang menunjukkan kasus pembunuhan. tongkat.Tabel. pemeriksaan tersebut adalah sebagai berikut : Pertama-tama ditentukan titik-titik yang sama letaknya pada kedua lengan korban. kidal atau tidak. Bila lingkaran pada lengan kiri lebih besar dari lingkaran lengan kanan. dengan maksud untuk menghilangkan identitas korban dan memudahkan si-pelaku kejahatan menyembunyikan membuang tubuh korban. ini berarti korban adalah seorang yang kidal. karena biasanya akan mendatangkan rasa nyeri yang hebat dan perlu waktu yang lama. bunuh diri dengan benda tumpul sangat jarang. Cara Kematian Akibat Senjata Tajam Faktor Pembunuhan Bunuh diri Lokasi Variabel Tersembunyi TKP Kondisi Tidak teratur Teratur Pakaian Tertembus Terbuka. 20 by Syaulia. Pada kasus kecelakaan tidak ada ciri khusus. batang pohon. Pemberian tanda pada bagian dasar dan atau bagian hidung anak peluru harus dibuat. Pada kasus dengan menggunakan senjata api Pada bunuh diri dengan senjata api. Wongso 4 3 14 . kursi atau kepalan tangan hampir selalu dapat dipastikan hanya digunakan pada kasus pembunuhan. garis tengah/kaliber. Roman s 4n6 Ed. diukur lingkaran lengan atas kiri dan kanan pada ketinggian sesuai dengan titik yang sudah ditentukan. Bila didalam tubuh korban ditemukan anak peluru maka anak peluru tersebut perlu dicatat dan dilaporkan dengan jelas perihal ukuran panjang. Apakah korban seorang kidal ? Untuk dapat mengetahui apakah seorang korban itu kidal atau tidak dapat dilakukan dengan pemeriksaan yang sederhana. Kemudian dengan alat pengukur atau jika tidak ada dapat dipakai benang. daerah yang dipilih adalah pelipis. hal mana untuk memudahkan untuk mengingat kembali dipersidangan dan untuk menghindari kemungkinan tertukarnya barang bukti yang penting tersebut. warna logam. Andire e i. luka tampak jelas Senjata Tidak ada Ada Surat peninggalan Tidak ada Ada (seringkali) Titik anatomis Variabel Tertentu Luka Jumlah (fatal) Satu atau lebih Biasanya Satu Luka percobaan Tidak ada Ada Luka tangkis Ada (biasanya) Tidak ada Tanda pergulatan Ada (biasanya) Tidak ada Mutilasi* Ada (dapat) Tidak ada Arah irisan Variabel Sejajar *) Mutilasi adalah memotong tubuh korban menjadi beberapa bagian yang dilakukan setelah korban mati. ini berarti korban sehari-hari lebih sering/lebih aktif menggunakan tangan kanannya. mulut dan dada. dalam hal ini pemeriksaan di TKP serta informasi para saksi penting. jumlah dan arah galangan serta berat dari anak peluru dan cacat yang ada. misalnya titik-titik tersebut letaknya 10 sentimeter dari siku.

rawan gondok sering ditemukan pada kasus pencekikan. maka pemeriksaan kuku dari si tersangka tersebut (dengan mengerok kuku bagian dalam). biasanya satu lilitan dengan simpul mati dan letak alat penjerat umumnya lebih kebawah. jumlah lilitan sekali atau sering berulang kali. Tanda-tanda asfiksia/mati lemas yaitu bintik-bintik pendarahan pada mata. simpulnya simpul hidup. harus dikerjakan dengan tujuan mencari jaringan kulit atau darah dari korban yang terbawa pada kuku si tersangka pelaku pencekikan tersebut. Kelainan akan tampak lebih jelas dan luas khususnya pada orang-orang tua dimana jaringan di daerah leher sudah sedemikian longgarnya. Jika korban lama dalam keadaan tergantung lebam mayat pada ujung ujung anggota gerak akan tampak. Pada kasus pencekikan dimana tersangka pelakunya dengan segera dapat ditangkap. pada keadaan yang demikian tulang lidah korban dapat patah. menjauhi rahang bawah dan kelenjar gondok. Wongso 6 5 15 . di sekitar jejas jerat dapat ditemukan gelembung-gelembung dan pelebaran pembuluh darah yang merupakan tanda intra vital. yang sering pula disertai dengan adanya memar di daerah tersebut. otak tidak mendapat oksigen cukup oleh karena jeratannya sangat kuat menekan semua pembuluh darah yang menuju ke otak atau karena terjadinya patah atau diskolasi ruas tulang leher yang berakibat putusnya sumsum tulang belakang. patahnya tulang lidah. demikian pula pemeriksaan zakar untuk mencari sel-sel epitel dinding vagina bila motif seksual merupakan alasan untuk melakukan pencekikan korban tersebut. Penjeratan dengan tangan (manual strangulation) Penjeratan dengan mempergunakan tangan sendiri adalah hal yang tidak mungkin. Pada pemeriksaan dalam akan tampak adanya pendarahan pada jaringan dibawah kulit dan otot yang sesuai dengan jejas kuku. Pada pembunuhan alat penjerat berjalan mendatar. 20 by Syaulia. Dengan demikian penjeratan dengan tangan atau pencekikan selalu merupakan kasus pembunuhan. Andire e i. sedangkan pada sebelah kanan hanya sedikit (akibat tekanan dari ibu jari). Roman s 4n6 Ed. seperti reflek vagal yang menyebabkan terhentinya denyut jantung. maka alat penjerat yang terdapat pada leher berjalan dengan letak simpul pada sebelah atas. muka dapat dilihat. pada daerah leher mungkin terdapat tanda-tanda bekas pencekikan yang berbentuk luka lecet seperti bulan sabit atau luka memar. lebih gelap. Jika pencekikan dilakukan dengan mempergunakan satu tangan yaitu tangan kanan maka jejas kuku ataupun memar akan tampak lebih banyak pada daerah leher sebelah kiri (akibat tekanan dari empat jari). jejas jerat yang sebenarnya merupakan luka lecet tekan berwarna merah coklat dengan perabaan seperti perkamen dan letaknya sesuai dengan letak alat penjerat menekan leher. mata dapat menonjol keluar demikian pula halnya dengan lidah.Pada kasus dengan menggunakan alat penjerat Pada penggantungan jika kasusnya bunuh diri. Selain karena mati lemas/asfiksia. kematian pada kasus pe njeratan dapat oleh karena hal lain/mekanisme kematian lain. oleh karena dengan adanya tekanan pada leher akan menyebabkan terjadinya kehilangan kesadaran dan dengan sendirinya tekanan pada leher tersebut akan terhenti. Kelainan yang didapatkan pada korban adalah adanya jejas kuku (luka lecet tekan berbentuk garis lengkung). Muka korban tampak sembab.

20 by Syaulia. Penyidikan pada kasus-kasus tersebut perlu dilakukan dengan baik. Tanda-tanda pada pemeriksaan luar . Busa tersebut lama-lama akan berwarna kemerahan dan Roman s 4n6 Ed. bunuh diri atau pembunuhan. bila terkunci dikunci dari luar Alat penjerat Simpul Mati (biasanya) Lilitan Hanya sekali Arah Mendatar Jarak simpul dengan tumpuan Lebih dekat Jejas jerat Jejas berjalan mendatar Perlawanan Luka-luka lain Ada (biasanya) Ada (sering didaerah leher) Bunuh diri Tersembunyi Teratur Rapih dan baik Berasal dari alat yang tersedia di tempat Ada (seringkali) Terkunci dari dalam Hidup Sekali tapi sering berulang kali Serong keatas Korban Jarak dengan Jauh lantai * dijerat kemudian digantung Jauh Jejas. Penyidikan pada kasus kematian karena terbenam Kematian karena terbenam atau tenggelam adalah salah satu bentuk dari mati lemas/asfiksia.Lebam mayat berwarna merah terang seperti halnya pada kasus keracunan gas CO. serong Tidak ada Tidak ada (biasanya) Luka percobaan dapat ditemukan Dekat. ini merupakan petunjuk bahwa korban memang mati terbenam atau mati karena asfiksia pada umumnya. . leher dan bagian depan dada. Andire e i. Wongso 8 7 16 . lebam mayat terdapat di daerah kepala. teraba dingin dimana proses penurunan suhu mayat dalam hal ini kira-kira dua kali lebih cepat. dimana asfiksia tersebut dapat disebabkan karena korban terbenam seluruhnya atau sebagian terbenam didalam benda cair.Dari lubang dan mulut keluar busa halus berwarna putih.Tubuh korban tampak pucat. dengan penurunan suhu rata-rata 5F per jam dan biasanya suhu mayat akan sama dengan suhu lingkungan salam waktu sekitar 5-6 jam. seringkali masih menempel 3. juga untuk penentuan apakah kasus terbenam itu kasus kecelakaan. .Tabel. Cara Kematian Pada Penggantungan Faktor Pembunuhan TKP Lokasi Variabel Kondisi Tidak teratur Pakaian Variabel Alat Berasal dari si pembunuh Surat/catatan peninggalan Tidak ada Kamar Variabel. Penyidikan ditujukan terutama untuk mendapat kejelasan apakah korban masih hidup sewaktu terbenam ataukah sudah menjadi mayat sewaktu dibenamkan. merah coklat seperti perkamen.

adanya air (dengan isinya bila ada) dalam lambung. didalam hal ini masuknya air secara tiba-tiba kedalam pangkal hidung dan pangkal tenggorok (naso faring dan laring). Istilah hipoksia lebih tepat bila dibandingkan dengan istilah anoksia. Tanda-tanda pada pemeriksaan dalam/bedah mayat . Hipoksia dan asfiksia Hipoksia adalah suatu keadaan dimana sel gagal untuk melangsungkan metabolisme secara efisien.Busa halus dan benda-benda yang terdapat didalam air (pasir. tumbuhan dsb) akan dapat ditemukan dalam saluran pernafasan/batang tenggorok dan cabang-cabangnya. . Wongso @ 9 1 . Inhibili atau penghambatan jantung oleh karena stimulasi vagal juga dapat menyebabkan kematian.Mata tampak kongestif dan terdapat bintik-bintik perdarahan. Diatomae yaitu ganggang bersel satu dapat ditemukan dalam paru-paru dan organ tubuh lainnya. Andire e i. Jika pada pemeriksaan ditemukan keadaan yang berbeda dengan keadaan di atas hal ini masih mungkin. dahan atau rumput (ingat cadaveric spasm). bila keadaan ini didapatkan pada kasus hal tersebut merupakan petunjuk kuat bahwa kematian korban karena terbenam atau menunjukkan intravitalitas. pucat. . berat dan bila ditekan akan mencekung. paru-paru sangat mengembang. adanya busa halus dalam saluran pernapasan/pipa udara. dimana kematian bukan karena mati lemas akan tetapi oleh karena hal-hal lain. yaitu: tangan menggenggam erat sesuatu benda. misalnya karena hiperventilasi (pada perenang yang pandai oleh karena terlalu di forsir sebelum berenang. tumbuhan dan secara mikroskopis dapat dilihat adanya ganggang. . pada pemijitan keluar sedikit busa dan sedikit cairan. . penuh berisi air. perabaan memberi kesan seperti meraba jelly dan bila dikeluarkan dari rongga dada bentuknya tidak akan bertahan sedangkan pada pengirisan tampak banyak cairan yang keluar. keadaan mana dikenal dengan nama emphysema aquasum.Pada terbenam di air tawar (fres water drowning). seperti Lumpur. Reflek juga dapat menyebabkan kematian pada kasus terbenam. paru-paru berat. 20 by Syaulia. perangsangan pada reseptor dalam paru-paru akan menimbulkan spasme/kekejangan pada pangkal tenggorok dan terhentinya pernafasan.Pada kasus yang terbenam dalam air seni (salt waterdrowning). Diagnosa kasus kematian karena terendam dapat ditegakkan terutama bila ada tanda-tanda yang menunjang diagnosa tersebut. yang banyak dipakai pada masa-masa lalu. dan pada pengirisan setiap potongan akan mempertahankan bentuknya. hal ini akan menyebabkan korban akan kehilangan kesadaran akibat kekurangan oksigen sebelum timbul impuls untuk bernafas. teraba krepitasi dan paru-paru tersebut akan tetap bentuknya bila dikeluarkan dari rongga dada. gambaran paru-paru yang khas serta ditemukannya diatomae didalam alat-alat dalam tubuh dan sumsum tulang.Dalam lambung dan organ-organ dalam tubuh serta sumsum tulang dapat ditemukan pula benda-benda asing yang berasal dari dalam air. Pada setiap kasus terbenam bedah mayat perlu dilakukan terutama bila penyidik mempunyai dugaan adanya unsur kriminal pada kasus yang bersangkutan. . Roman s 4n6 Ed.bila dihilangkan busa tersebut akan keluar lagi khususnya bila dada korban ditekan.Pada tangan korban dapat ditemukan sedang menggenggam benda-benda pasir.

Dua penyebab utama dari asfiksia. dimana endproducts dari pernafasan seluler tidak dapat dibuang. Tekanan yang langsung terjadi misalnya pada kasus pencekikan. seperti pada ujung-ujung jari dan bibir dimana penilaiannya harus hati-hati oleh karena variabelnya cukup besar. Edema paru-paru Untuk itu perlu paru-paru ditimbang untuk mengetahui beratnya. yaitu oleh karena terjadinya obstruksi pada saluran pernafasan (dikenal juga dengan istilah asfiksia mekanik). pada kedua keadaan tersebut terjadi reduksi oksigen dalam darah (hipoksia). dan sering dijumpai pada kasus-kasus yang lain. biji mata dan kelopak mata. (3) stagnan. walaupun validitasnya masih diperdebatkan dan sering diperdebatkan dengan aktifitas fibrinolisin. (4) Metabolite histotoxic hypoxia. walaupun hanya mempunyai arti sedikit didalam hal penentuan kematian karena obstruksi saluran pernafasan. Histotoksik-hipoksia sendiri dapat dibagi 4 kelompok. Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia. seperti pada permukaan jantung. misalnya pada keracunan sianida.Hipoksia dapat dibagi menjadi 4 grup. sedangkan tekanan yang tidak langsung dimungkinkan oleh karena adanya tekanan kebawah kesamping dari tulang rawan gondok atau tekanan pada daerah antara tulang lidah dan tulang rawan gondok. (3) Substrate histotoxic hyoixia. sehingga metabolisme selanjutnya tidak berlangsung. permukaan paru-paru. dan oleh karena terhentinya sirkulasi. Darah tetap cair Merupakan salah satu indikasi adanya asfiksia. dan elevasi karbon dioksida (hypercapnoea). seperti yang terjadi pada keracunan eter atau khloroform. sedangkan pada kebanyakan golongan hipnotika/obat tidur dan obat bius aktivitas enzim tersebut ditekan. dimana tidak tersedia dengan cukup bahan makanan untuk metabolisme yang efisien. Pemeriksaan post-mortal pada kasus-kasus yang meninggal karena mengalami penekanan pada daerah leher dan obstruksi saluran pernafasan adalah sebagai berikut . tidak adanya sianosis tidak berarti bahwa korban tidak terjadi sianosis. yaitu : (1) anoksik atau hipoksia. Wongso B A 18 . ataupun karena tekanan yang tidak langsung. dimana oksigen tidak dapat masuk ke dalam aliran darah. dimana enzim pernafasan jaringan keracunan. (4) histotoksik. yaitu : (1) Histotoksikhipoksia ekstraselular. Setelah 24 jam post-mortal sianosis yang ada biasanya merupakan perubahan post-mortal. seperti pada keadaan uremia dan keracunan gas karbon dioksida. Patahnya tulang lidah dan tulang rawan gondok Tulang lidah dapat patah oleh karena mengalami tekanan atau kompresi langsung dari samping (lateral). dimana darah tidak dapat membawa oksigen yang cukup untuk jaringan. dimana oleh karena sesuatu sebab terjadi kegagalan sirkulasi. Sianosis Yang mudah dilihat pada pembuluh darah kapiler. dimana oksigen yang terdapat di dalam darah tidak dapat dipakai oleh jaringan. Kongesti Kongesti sistemik dan kongesti pada paru-paru serta dilatasi jantung kanan adalah merupakan tanda klasik pada kematian karena asfiksia. Andire e i. Perdarahan berbintik (petechial haemorrhages) Yang mudah dilihat pada kulit dan alat-alat dalam. Pendarahan bintik-bintik ini disebabkan karena terjadinya perubahan permeabilitas kapiler sebagai akibat langsung dari hipoksia dank arena peningkatan tekanan intrakapiler. (2) anemik. dimana oksigen tidak dapat masuk sel oleh karena permeabilitas membran sel menurun. daerah katup pangkal tenggorok (epiglotis). Asfiksia dapat diberi batasan secara umum sebagai pelbagai macam keadaan dimana pertukaran udara pernafasan yang normal terganggu. (2) Histotoksik-hipoksia periselular.

Jika yang dipakai adalah racun yang bersifat korosif pembunuhan dapat dengan mudah diketahui. maka pada umumnya kasusnya adalah kasus bunuh diri. dimana kelim jelaga akan tampak sebagai suatu lapisan berwarna kelabu kehitaman disekitar lubang luka mudah dihilangkan dengan cara dihapus. . dengan demikian bercak ³luka bakar´ pada korban sangat tidak beraturan. Akibat butir-butir mesiu (gun powder effect): tatto/stippling. 20 by Syaulia. Tulang rawan gondok sering patah pada bagian cornusuperior. penyidikan harus dapat memperoleh kejelasan dari permasalahan sebagai berikut : . sebab akibat yang ditimbulkan. a. oleh karena dari hasil pemeriksaan tersebut akan dapat diketahui apakah sebab matinya korban karena keracunan atau karena hal lain misalnya di bekap dan racunnya dituangkan kemulut korban setelah korban mati. 4. dan tidak dapat dihilangkan bila dihapus oleh karena butir-butir mesiu tersebut masuk kedalam kulit. . c. . . Akibat asap (smoke effect) : Jelaga. Wongso D C 19 . dimana kulit yang terbakar tampak kering.Apakah penembakan tersebut yang menyebabkan kematian.Patahnya tulang lidah karena tekanan yang tidak langsung tersebut d imungkinkan oleh karena tulang lidah terfiksasi dengan kuat oleh otot-otot pada permukaan atas dan permukaan depan.Dari arah mana penembakan dilakukan. Pada kasus keracunan pembedahan mayat dan pemeriksaan toksikologis untuk mendapatkan racun pada tubuh korban mutlak harus dilakukan.Termasuk jenis apa senjata yang menyebabkan luka. Andire e i. yang biasanya dilakukan oleh para pengedar morfin yang takut korban membuka cara operasi pengedaran morfin. b. Pembunuhan dengan racun biasanya memerlukan persiapan yang teliti dengan dibekali pengetahuan yang memadai pula. dan .Apakah luka tembak tersebut luka tembak masuk atau luka tembak keluar. dimana kelim tatto akan tampak sebagai bintik-bintik hitam yang bercampur dengan luka lecet dan pendarahan. Pembunuhan dengan menyuntik morfin dapat pula terjadi. oleh karena pelaku kejahatan biasanya menyiram korbannya.Pada jarak berapa penembakan dilakukan. hangus dan kaku pada perabaan. Untuk dapat memperoleh kejelasan tersebut perlu diketahui : Luka masuk.Berapa kali korban terkena tembakan. Pada keracunan morfin kematian pada umumnya bersifat kecelakaan. Pada kasus dengan menggunakan racun Jika racun yang dipakai itu mempunyai bau atau mempunyai sifat korosif seperti halnya asam sulfat pekat. mengalir kedagu.Bagaimana posisi korban dan posisi penembak. Penyidikan pada kasus penembakan Dalam menghadapi kasus penembakan khususnya yang berakibat fatal. . Akibat api (flame effect) : Luka bakar.Apakah luka yang diperiksa memang benar luka tembak. Roman s 4n6 Ed. hal ini akan lebih ditunjang bila racun yang bersifat korosif tadi menyebabkan luka bakar yang teratur mulai dari mulut. oleh karena korban tidak mengetahui dengan tepat berapa dosis morfin yang masuk kedalam tubuhnya. . yang dimungkinkan karena adanya traksi pada jaringan ikat yang menghubungkan tulang lidah dan tulang rawan gondok (thyrohyoid ligament). leher bagian depan dan dada pada bagian tengah.

Velocity (kecepatan) dari anak peluru sewaktu keluar. demikian pula menjadi piknotiknya inti sel dan pada pewarnaan dengan H. dan . kelainan yang didapatkan pada dasarnya merupakan akibat dari trauma mekanis dan thermis. Kompresi dari epithel.Ada tidaknya tulang dibawah kulit tempat luka tembak keluar.Jumlah peluru yang masih terdapat pada tubuh korban. . Andire e i. e.Luasnya permukaan anak peluru pada tempat keluar. Akibat partikel logam (metal effect): ³fouling´. Pada umumnya luka tembak masuk dan luka tembak keluar tidak mempunyai kelim lecet.E> akan lebih banyak mengambil warna biru (basophilic staining). asap. Pemeriksaan mikroskopis dari luka tembak masuk. Roman s 4n6 Ed.Ada tidaknya benda yang menekan kulit pada tempat keluarnya anak peluru. dimana kerusakan pada permukaan tulang bagian luar (tabula externa) akan lebih kecil bila dibandingkan dengan kerusakan pada bagian dalam (tabula interna). partikel logam tersebut dapat masuk kedalam kulit atau menempel pada pakaian. pellet dan sumbat peluru (wad).Arah tembakan. 20 by Syaulia. dan . distorsi dan tampaknya perdarahan serta butirbutir mesiu. hal ini disebabkan oleh partikel-partikel logam yang terbentuk akibat goresan antara anak peluru dengan laras yang beralur. g. yang tampak sebagai luka-luka lecet atau luka-luka robek kecil-kecil disekitar lubang luka. . . Kelainan pada tulang. nekrosis koagulatip dan sembabnya epithel dan vakuolisasi sel-sel basal. yaitu : . hal ini dapat terjadi pada kasus luka tembak temple dan tampak sebagai suatu luka lecet tekan atau memar yang bentuknya sesuai dengan moncong senjata. yang akan tampak jelas pada tulang yang berbentuk pipih misalnya tengkorak. Luka tembak masuk akibat senjata api yang tidak beralur (Entrance Shotgun Wound). Pemeriksaan ini diperlukan pada kasus-kasus yang meragukan. . dan bila senjata yang dipakai itu sering dibersihkan maka pada dinding luka dan kelim lecet akan didapatkan pula kelim kesat/kelim lemak. yang pada umumnya akan memberikan gambaran yang variabel akan tetapi pada umumnya lukanya berbentuk bundar atau oval dengan tepi yang terangkat keluar (everted margins). Luka tembak keluar akibat senjata api yang tidak beralur dapat membantu didalam menentukan arah tembakan dan sikap korban sewaktu penembakan. adalah merupakan kelainan yang dapat ditemukan pada pemeriksaan mikroskopis. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam terjadinya perbedaan besarnya luka tembak keluar tersebut antara lain .Ada tidaknya fragmen-fragmen tulang yang ikut keluar. yaitu : mesiu. Akibat anak peluru (bullet effect): luka terbuka yang dikelilingi oleh kelim lecet.Sikap dari korban pada saat penembakan. akan tampak kelainan yang disebabkan oleh komponen-komponen yang keluar sewaktu penembakan.Yawing & tumbling of the bullet (pergerakan anak peluru yang tidak beraturan dalam tubuh dan pergerakan berputar menurut poros memanjang (end to end)) . Wongso F E 20 . f. elongasi. api. . Akibat moncong senjata (muzzle effect): Jejas laras. ini akan memberikan gambaran lubang yang berbentuk corong. dimana dapat memberikan informasi dalam beberapa hal.d. Luka tembak keluar. Pada luka tembak keluar terjadi keadaan yang sebaliknya.

dimana gelembung pada orang yang mati terbakar akan tampak kemerahan pada dasarnya. obat-obatan dan alkohol didalam tubuh korban. Dengan demikian dapat terjadi variasi dari perjalanan anak peluru didalam kepala yang perlu diketahui. misalnya pada kasus dimana anak peluru mengenai kepala. warna tersebut disebabkan oleh karboksihemoglobin (COHb). 5. nitrit. misalnya: pada smokeless goundpowder dapat dideteksi nitrit dan cellulosa nitrate. . dalam bentuk COHb dengan saturasi diatas 10%. . yaitu : Single.Adanya racun. sulfat.Cara kematian.Penyebab kematian. dimana semua keadaan tadi tidak akan dijumpai pada orang yang sudah mati pada saat kebakaran itu mulai berlangsung. dokter harus dapat memberikan kejelasan kepada penyidik dalam hal: . yaitu dimana jumlah anak peluru lebih banyak dari jumlah luka tembak pada penembakan dengan senjata api yang beralur (tandem bullet injury). sedangkan pada senjata yang lebih modern timah hitam. cairannya banyak mengandung protein dan pada pemeriksaan mikroskopis menunjukkan adanya reaksi vital. yaitu sel-sel radang. Pada pemeriksaan toksikologis akan dapat diketahui bahwa didalam darah korban mengandung gas karbon-monoksida (CO). sulfid. Wongso H G 21 .Perlukaan yang diakibatkan secara langsung oleh api. 20 by Syaulia. sedangkan pada black powder black gunpowder yang dapat dideteksi adalah karbon. Pada korban yang masih hidup sewaktu kebakaran itu mulai berlangsung. tiosianat dan tiosulfat. .Identitas korban. inner tangential at contralateral side. inner tangential at contra lateral side and ricochet dan inner tangential at entrance side. karbonat. serta alat-alat dalam tubuh yang juga berwarna merah bata. Roman s 4n6 Ed. doublericochet. . dan ini dapat diketahui antara lain dari lebam mayat yang berwarna merah bata (cherry red). Untuk dapat menentukan apakah korban dalam keadaan hidup atau mati sewaktu kebakaran itu mulai terjadi mutlak harus dilakukan pembedahan mayat dan pemeriksaan toksikologis. Pada tubuh korban juga dapat ditemukan gelembung-gelembung (skin blisters). maka kematian dapat disebabkan karena keracunan gas tersebut. antimon dan merkuri.Pemeriksaan kimiawi dari luka tembak masuk Prinsipnya adalah dapat dideteksinya unsur-unsur yang terdapat dalam mesiu. Internal ricochet Internal ricochet dapat terjadi bila kekuatan anak peluru tidak cukup untuk dapat menembus dari jaringan tubuh. Pemeriksaan secara radiologis Pemeriksaan dengan sinar-X ini dapat banyak membantu didalam hal mencari anak peluru dan partikel logam dalam tubuh korban. serta pita suara dan daerah sekitarnya. Penyidikan pada kasus kematian karena terbakar Didalam melakukan pemeriksaan korban yang terbakar. pada pembedahan mayat akan ditemukan adanya pengumpulan dari jelaga didalam saluran pernafasan serta adanya pembengkakan pada daerah tersebut khususnya katup pangkal tenggorok (epiglotis). Andire e i. kecelakaan atau pembunuhan. Bila didalam peristiwa kebakaran itu banyak terbentuk asap yang mengandung gas CO. menentukan apakah korban merupakan korban penembakan dengan senjata api yang tidak beralur dan pada kasus khusus.ricochet.Apakah korban dalam keadaan hidup atau mati sewaktu kebakaran itu mulai terjadi? .

. Penentuan identitas pada kasus yang mati terbakar amat penting.. Pada tubuh yang terbakar (mayat atau orang hidup).Luka-luka yang fatal akibat tertimpa dinding atau atap yang roboh. Roman s 4n6 Ed.3. Berikut ini tertera beberapa anggapan yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Anggapan-anggapan tersebut terdapat di negara-negara yang sudah maju. . . terutama penentuan identitas dari gigi.Pembengkakan paru-paru (pulmonary edema). 6. Arah mata dari korban atau posisi lengan korban merupakan petunjuk ke arah mana si-pembunuh melarikan diri. .Penyebab kematian pada kasus kebakaran dapat dikarenakan oleh pelbagai hal. khususnya bila kasus yang dihadapi merupakan kasus pembunuhan.. Andire e i. akibat panas yang mengiritasi paru-paru. 5. Jika dari hasil penyidikan dapat diketahui bahwa mereka itu memang para pecandu dan menyalah gunakan obat (drug abuser). Pada umumnya kematian karena terbakar bersifat kecelakaan. narkotika obat tidur serta obat bius lainnya oleh karena kesadarannya terganggu seringkali mati terbakar oleh karena mereka lupa mematikan rokok. diantaranya : . Para pecandu alkohol. yaitu : Pembunuhan akan selalu dapat segera diketahui. . 5. 20 by Syaulia.Keracunan gas CO. 5. Ekspresi wajah korban. didalam kasus seperti ini maka penentuan identitas dapat dilakukan. kulit akan dapat pecah berbentuk celah hingga dapat disangka sebagai akibat dari benda tajam. Pemeriksaan toksikologis pada korban harus dilakukan dalam hubungannya untuk mencari kejelasan dan pengarahan penyidikan. Anggapan yang tidak tepat dalam penyidikan kasus pembunuhan Dalam zaman yang sudah maju dan modern seperti sekarang masih tetap hid up dikalangan masyarakat termasuk dalam kalangan penyidik sendiri anggapan -anggapan yang keliru dan tidak tepat mengenai kasus pembunuhan.Panas yang tinggi sekali yang dapat berakhir dengan serangan jantung yang fatal. kompor. dimana dalam darah korban akan didapatka saturasi n COHb diatas 60%. Wongso P I 22 . perhiasan logam dan kelainan didalam tubuh korban seperti adanya tumor pada rahim. demikian pula dengan pecahnya tulang-tulang yang kesemuanya itu dapat diketahui dan dibedakan dengan luka-luka atau kelainan yang didapat sewaktu korban masih hidup. lampu dan lain sebagainya.. akan tetapi bila penyidikan tersebut tidak memberi hasil seperti tersebut diatas maka kemungkinan kasus pembunuhan haruslah dipikirkan. Si-pembunuh akan selalu kembali ke tempat dimana kejahatan itu dilakukan.. Akan tetapi pada kebanyakan kasus pembakaran tersebut tidak sempurna. terkejut atau ketakutan akan selalu menetap tidak berubah.Pembengkakan saluran pernafasan bagian atas yang mengakibatkan obstruksi saluran pernafasan sehingga korban tidak dapat bernafas.4.2. adanya pen besi penyambung tulang. . maka kematian korban bersifat kecelakaan. diantaranya dengan ada tidaknya perdarahan serta reaksi intra vital lainnya. Bila tubuh korban terbakar dengan sempurna maka penentuan identitas tidak mungkin. dan 5. maka pembunuhan sebagai perbuatan orang lain haruslah dijadikan pedoman utama didalam penyidikan sampai didapat hasil yang baik.Shock sebagai akibat dari luka-luka yang diderita serta akibat uap gas yang panas. sebagian pakaian dan lain sebagainya yang sukar hancur bila dibakar.1.5. akan tetapi bila pada pemeriksaan mayat dan dari hasil penyidikan didapatkan keadaan-keadaan yang menentangkan kecurigaan seperti yang telah disinggung pada 5.

terutama bila dokter tidak pernah merawat korban. pada seseorang terutama bila kematian tersebut terjadi di tempat umum. Pada kasus kecelakaan. seperti di hotel dan khususnya bila terjadi pada seorang tersangka pelaku kejahatan atau seorang tahanan. Penyakit ini biasanya menyerang anak muda.Tubuh yang telah tidak bernyawa tidak dapat memberikan keterangan apa-apa. dalam menghadapi kasus kematian mendadak. yang sering adalah perdarahan spontan yang disebabkan karena korban menderita penyakit darah tinggi. khususnya penyakit pada pembuluh darah koroner. maka sebaiknya dokter jangan membuatkan surat keterangan kematian. baik hanya berupa penyempitan maupun penyumbatan. Wongso R Q 23 . merupakan penyebab kematian mendadak yang tersering. Penyakit jantung yang juga dapat menyebabkan kematian mendadak adalah : peradangan. dimana manifestasinya adalah muntah darah. Rambut dan kuku akan terus tumbuh walaupun korban telah tewas. penyakit pada sistim gastrointestinal atau sistim pencernaan yang tersering menyebabkan kematian mendadak adalah penyakit tukak lambung (maag). Adapun penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan kematian secara mendadak adalah : Penyakit pada susunan saraf pusat. Andire e i. oleh karena pembuluh nadi menggembung setempat dan dapat pecah sewaktu-waktu. Kematian dapat juga disebabkan karena terjadinya perdarahan di bawah selaput lunak otak (perdarahan sub-arachnoid). Perdarahan spontan yang diakibatkan kedua keadaan tersebut terjadi didalam otak/intra selebral. . yang berarti merupakan kematian yang tidak wajar dan mungkin akan ada penuntutan. Penyakit pada sistem pernafasan. Yang perlu diingat oleh dokter. dan kemudian pecah ke dalam lambung dan akhirnya dimuntahkan. penyakit pada katup serta pecahnya batang nadi tubuh (aorta) dimana pecahnya aorta sering dihubungkan dengan penyakit pada pembuluh nadi jantung (miocard infark). atau perdarahan karena penyakit pengerasan pembuluh darah (arteriosklerosis). Kematian mendadak yang disebabkan oleh penyakit Kematian mendadak yang disebabkan oleh penyakit (Unexpected Death due to Natural Disease). khususnya bila korban melakukan aktivitas fisik yang berlebihan. yang tersering di Indonesia adalah perdarahan akibat penyakit tuberkulosa/TBC. Penyakit paru-paru lainnya yang juga dapat menyebabkan kematian mendadak antara lain ialah : infeksi (pneumonia) asma bronkhiale. Penyakit pada sistem kardio-vaskuler. merupakan penyakit bawaan dan dikenal dengan nama aneurysma berry. secara spontan. Oleh karena adanya perdarahan tersebut sering terjadi kesalahan penafsiran. 20 by Syaulia. yaitu dikaitkan dengan adanya kekerasan. Untuk itu dokter harus melakukan pemeriksaan tubuh mayat dengan teliti sekali. Jika ada kecurigaan setelah ia melakukan Roman s 4n6 Ed. kecuali jika ia yakin bahwa kematian korban menurut pengetahuannya tidak disebabkan oleh tindakan kekerasan. Penyakit pada sistim gastrointestinal dan sistim uro-genitalis. bronkhiektasis serta penyakit diphteria. dimana darah tersebut menyumbat saluran pernafasan. dokter jangan membuat surat keterangan kematian. merupakan peristiwa yang sensitif sehingga perlu diselesaikan secara tuntas dan cepat. Penyakit hati yang kronis (sirosis hepatis) juga dapat menyebabkan perdarahan di lambung oleh karena terjadi perbendungan pembuluh balik.

kimiawi : . Tentukan keadaan sekitar korban dan memperkenalkan diri dengan semua anggota keluarga.tajam : iris. Perdarahan 3.Adakah tanda-tanda bahwa korban pernah mendapatkan perawatan atau pengobatan. fisik : . bacok . Jangan mengajukan pertanyaan yang mendatangkan syok. . penyidik harus melakukan tindakan tindakan sebagai berikut : 1. panas . lecet.tumpul : memar. Sikap penyidik dalam kasus mati mendadak. urogenital 2. . Perhatikan tubuh korban : . Andire e i. 4. Penyakit : gangguan SCV. 20 by Syaulia.senjata api (balistik) .asam .Adakah tanda-tanda keracunan. Kerusakan organ vital 4. Trauma : a. Mati lemas (asfiksia) 2. Emboli.listrik/petir c. respirasi. Wongso T S 24 . 2. maka pihak keluarga dianjurkan melapor kepada polisi dan kemudian dibuatkan visum et repertumnya.basa .Adakah tanda-tanda kekerasan atau perlawanan. Berusaha untuk mendapatkan informasi baik di dalam hal penyakit atau perlukaan dari korban sebelum korban meninggal dunia. SSP. GIT. 3. Sebab Kematian = penyakit atau cedera/luka yang bertanggung jawab terhadap timbulnya kematian Sebab kematian : 1. tusuk.intoksikasi Mekanisme Kematian = gangguan/kelainan fisiologik dan atau biokimia yang bertanggung jawab terhadap timbulnya kematian Mekanisme kematian : 1. Refleks vagal 5.bahan peledak/bom b.suhu : dingin.pemeriksaan. robek. patah . dll Mekanisme kematian bisa kombinasi beberapa mekanisme Roman s 4n6 Ed. mekanik : .

Pada Orang Hidup o semua kasus medikolegal o penjahat atau prajurit militer yang melarikan diri o orang yang didakwa pelaku pembunuhan o orang yang diakwa pelaku pemerkosaan o identitas bayi baru lahir yang tertukar. Pembuktian klaim asuransi. dilakukan pada keadaan. Identifikasi Komparatif . 20 by Syaulia. Secara visual keluarga/rekan memperhatikan korban (terutama wajah).BAB IV IDENTIFIKASI FORENSIK Definisi : y Identifikasi adalah penentuan atau pemastian identitas orang yang hidup maupun mati. Wongso V U 25 . Identifikasi Rekonstruktif .Dalam komunitas terbatas . Kebutuhan etis & kemanusiaan 2. y Identifikasi forensik merupakan usaha untuk mengetahui identitas seseorang yang ditujukan untuk kepentingan forensik. berdasarkan ciri khas yang terdapat pada orang tersebut. a. o kasus peledakan o kasus kebakaran o kecelakaan kereta api atau pesawat terbang o banjir o kasus kematian yang dicurigai melanggar hukum Ada dua metode. Kelemahan : sangat dipengaruhi faktor sugesti dan emosi 2. Pengurusan klaim di bidang hukum publik dan perdata 5. Syarat : korban dalam keadaan utuh.Data antemortem & postmoterm tersedia b. Sebaiknya : simpan pakaian atau potongan pakaian (20x10 cm). Pada jenazah. pensiun dll 6. Andire e i. yaitu . Pencatatan identitas untuk keperluan administratif & pemakaman 4. Pemastian kematian seseorang secara resmi & yuridis 3. Tujuan Identifikasi forensik : 1.Komunitas korban tidak terbatas . Pengamatan pakaian catat: model. bahan. Upaya awal dalam suatu penyelidikan kriminal (bila ada) Peran Identifikasi : 1. inisial nama & tulisan pada pakaian.Data antemortem tidak tersedia Cara Identifikasi yang biasa dilakukan : 1. ukuran. untuk menentukan siapa orang tuanya o anak hilang o orang dewasa yang karena sesuatu hal kehilangan uangnya o tuntutan hak milik o untuk kepentingan asuransi o tuntutan hak pensiun 2. yaitu kepentingan proses peradilan. foto pakaian Roman s 4n6 Ed.

Identifikasi primer : Merupakan identifikasi yang dapat berdiri sendiri tanpa perlu dibantu oleh kriteria identifikasi lain.t tapi mahal Ekslusi biasanya digunakan pada korban kecelakaan masal. Cara sederhana : melihat langsung ciri seseorang dengan memperhatikan perhiasan. 5. Andire e i. air mani. kuningan dll). warna tirai mata. dll Medis pemeriksaan fisik : tinggi & berat badan. adanya luka bekas operasi. Wongso X W 26 . darah DNA sangat akurat. y Sidik Jari : sukar dilakukan pada kondisi jenazah yg membusuk. dan cairan tubuh lain . tato Odontologi bentuk gigi & rahang : khas. perlu diingat : dental record di Indonesia masih sangat terbatas Sidik jari tidak ada dua orang yang memiliki sidik jari yang sama mudah dan murah Serologi menentukan golongan darah (memeriksa darah dan cairan tubuh korban) Ada 2 tipe orang dalam menentukan golongan darah . 10.3. yaitu : 1. bahan (emas. gelang. 8. Identifikasi sekunder Tidak dapat berdiri sendiri. kalung. darah.darah dapat ditentukan dari px. Sebaiknya : simpan perhiasan dengan baik Dokumen : KTP. menggunakan data/daftar penumpang Metode pemeriksaan terbagi menjadi dua macam. 20 by Syaulia. kartu golongan darah. y DNA : memerlukan keahlian dan kondisi khusus. pakaian dan kartu identitas yang ditemukan.Sekretor: gol.perak. perlu didukung kriteria identifikasi yang lain. 9. SIM.Non sekretor: gol. Pada jenazah yang telah membusuk ditentukan : y Ras y Jenis Kelamin y Perkiraan umur y Tinggi badan Roman s 4n6 Ed. cincin dll).darah hanya dapat ditentukan dari px. 4. 6. 2. inisial nama. Cara Ilmiah : melalui teknik keilmuan tertentu seperti medis dll. . Pada jenazah yang rusak/busuk untuk menjamin keakuratan dilakukan 2 metode -3 pemeriksaan dengan hasil (+). Pengamatan perhiasan catat : jenis (anting. y Odontologi : dental record di Indonesia masih terbatas. sangat penting bila jenazah dalam keadaan rusak/membusuk.

Px. potongan tubuh. ciri-ciri seks. sel-sel rawan. Sel PMN leukosit melihat drumstick Kemungkinan dijumpai drumstick pada wanita lebih banyak bila dibanding pria . bentuk rongga mata dan rahang bawah. membentuk Palatum kecil. lebih ringan. Kromosom dari biopsi kulit dengan fiksasi merkuri-klorida setengah jenuh dlm 15 % formol saline .PENENTUAN JENIS KELAMIN Tabel. leukosit. sel-sel selapu lendir pipi bagian dalam. lebih pendek. lebih lebih kasar. palatum. membentuk parabola huruf U Occipital condylus besar Occipital condylus kecil Dibedakan atas ciri-ciri: tonjolan di atas orbita (supra orbita ridges). processus mastoideus. Wongso ` Y 2 . Penentuan jenis kelamin Penentuan secara umum wajah.Px. 20 by Syaulia. Ciri tersebut tamapk jelas pada usia 14-16 tahun lebih panjang. buah dada Pemeriksaan mikroskopik dari ovarium dan testis Pemeriksaan histologis/kromosom. dan cairan amnion Metode . bentuk rambut. Andire e i. Struktur inti darah putih dan dari kulit (ketepatan 100%) Penentuan dengan rangka Pembeda Laki-laki Perempuan Ukuran secara Besar Kecil umum Arsitektur lebih kasar lebih halus indeks iscium-pubis lebih kecil indeks iscium-pubis lebih besar15% Tulang panggul Tengkorak Tulang Panjang Tulang Dada Indeks tersebut diukur dari ischium dan pubis dari titik dimana mereka bertemu pada acetabulum Glabela bony Glabela datar Margin supraorbita melingkar Margin supraorbita tajam Luas perluasan processus Luas perluasan processus mastoideus lebih besar mastoideus lebih kecil Platum besar.Px. korteks kelenjar suprarenalis. dan impressio-nya halus. dan impressio-nya lebih lebih banyak sedikit manubrium sterni wanita separuh panjang corpus sterni Roman s 4n6 Ed. pakaian. Prinsip: berdasarkan pada kromosom Bahan pemeriksaan: kulit. lebih berat.

8916 o TB = 80. Roman s 4n6 Ed.Anak-anak & dewasa < 30 thn Persambungan spheno-occipital terjadi dalam umur 1 -25 thn (pada wanita 1 -20 thn). Yang harus dilakukan : Fase I :Unit Penanganan di TKP (Tempat Kejadian Peristiwa).7207 + (2. berat badan.37 + 1. coronaria. sutura parietomastoidea dan sutura squamosa menutup usia lima tahun kemudian ± 60 thn.8903 o TB = 59.5115 + (2.8131 x panjang Humerus) + 2.2256 + (3. kepala sampai ke tumit/crown-heel.PENENTUAN UMUR . Prancis.7384 x panjang Radius) + 2.24 Pengukuran dengan osteometric board & tulang harus kering Melakukan identifikasi jenazah kepada : y Jenazah tidak dikenal y Jenazah yang membusuk atau kerangka y Kasus penculikan anak y Kasus bayi tertukar y Keraguan siapa orang tua anak Identifikasi korban bencana massal : y Organisasi Interpol y Secara internasional identifikasi korban massal adalah tanggung jawab polisi y Interpol Disaster Victim Identification Standing Comittee yang beranggotakan 114 negara di dunia dan bersidang setahun sekali di Lyon.Dewasa > 30 thn Perkiraan dengan memeriksa tengkorak. Andire e i.22 (panjang Femur + pjg Tibia) + 3. PENENTUAN TINGGI BADAN Melalui pengukuran tulang panjang : o femur 2 % dari tinggi badan o tibia 22% dari tinggi badan o humerus 35% dari tinggi badan o tulang belakang dari tinggi badan Formula STEVENSON : o TB = 61. viabilitas. unifikasi tulang selangka mulai umur 18-25 thn & menjadi lengkap usia 31 thn ke atas.0263 x panjang Tibia) + 1. Penunjang radiologis (sinar X) menilai timbulnya epiphyse dan fusinya dengan diaphyses.0276 + (3. Kegiatan: y Membuat sektor-sektor/zona pada TKP dengan ukuran 5 x 5 m. Sutura sagittalis. yaitu sutura-suturanya. sutura sphenoparietale menutup usia 0 thn. y Memberi tanda setiap sektor.Bayi baru lahir Penentuan umur kehamilan. . 20 by Syaulia. pusat penulangan (bermakna pada bagian distal os femoris) tinggi badan (jarak antara . panjang badan. jarak antara kepala ke tulang ekor/crown-rup) Px.6791 Formula TROTTER dan GLESER : o TB = 70. dan lamboidea mulai menutup pada usia 20-30 thn. corpus vertebrae sblm usia 30 thn menunjukkan alur-alur yang berjalan radier pada bagian permukaan atas & bawah . Wongso b a 28 .4378 x panjang Femur) + 2.1756 o TB = 81.

Diangkut ketempat pemeriksaan dan penyimpanan jenazah dan dibuat berita acara penyerahan kolektif. y Memasukkan data-data yang masuk dalam formulir yang tersedia formulir AM Kuning. Foto jika perlu. dokter-dokter gigi pribadi. y Membuat foto jenazah. Fase V y Dilakukan Evaluasi Dilakukan evaluasi yang komprehensif terhadap masing-masing fase Roman s 4n6 Ed. . Membuat sketsa dan foto tiap sektor Evakuasi dan transportasi jenazah dan barang. Memberikan label putih pada barang-barang pemilik tercecer. y Mengelompokkan data-data Ante Mortem. polisi (sidik jari). y Membuat Ro. y Registrasi ulang dan pengelompokan kiriman tersebut berdasarkan jenazah utuh. 20 by Syaulia. Andire e i. y Melakukan autopsi. Fase II : Unit postmortem : y Menerima jenazah/potongan jenazah dan barang dari unit TKP. dengan : .Memasukkan barang-barang yang terlepas dari tubuh korban dan diberi label sesuai nomor jenazah. y Mencatat gigi-gigi korban (Odontogram). keluarga/kenalan. Wongso d c 29 . tidak utuh potongan jenazah dan barang-barang. y Mengumpulkan hasil identifikasi korban. y Publikasi yang benar dan terarah oleh komisi identifikasi sangat membantu masyarakat mendapat informasi yang terbaru dan akurat. y Mengambil data-data ke unit pembanding. .berdasarkan : o Jenis kelamin o Umur o Kewarganegaraan y Mengirimkan data-data yang telah diperoleh ke unit pembanding data Fase IV Unit pembanding data (rekonsiliasi) y Cek dan recek hasil unit pembanding data.Memasukkan jenazah dan potongan jenazah dalam karung plastik dan diberi label sesuai nomor jenazah. y Membuat surat keterangan kematian untuk korban yang dikenal dan surat-surat lain yang diperlukan.y y y y Memberikan label pandang dan label oranye pada jenazah dan potongan jenazah diikat pada tubuh/ibu jari kaki korban. y Mencatat semua ciri-ciri korban sesuai formulir interpol y Mengambil sidik jari korban dan golongan darah (Ident/Labfor). y Menerima keluarga korban. Fase III : Unit ante mortem y Mengumpulkan data-data nama korban dari daftar penumpang serta data semasa hidup seperti foto dan lain-lain yang dikumpulkan dari instansi tempat korban bekerja.

pembusukan) y lihat lukanya lokasi luka. jika korban mati buat sketsa foto situasi ruangan. genangan. penurunan suhu. banyak luka. 2. 7. 6. Penyidik: 1. membuat sketsa/foto 3. garis tengah luka. dan alat pemeriksa TKP 2. persiapan permintaan tertulis atau tidak. 20 by Syaulia. catat tanggal permintaan. sifat luka: o tepi luka (jika ditautkan berbentuk garis atau tidak) o sudut luka (tumpul atau tidak) o jembatan jaringan (terpotong atau tidak) o ada lecet atau memar di sekitar luka o tanda: fraktur atau krepitasi tulang o dasar luka (bersih atau tidak) o koordinat luka Kesan: luka akibat benda tajam/tumpul. lokasi dimana. Andire e i. 4. kulit pucat.BAB V TEMPAT KEJADIAN PERKARA (TKP) Definisi : Suatu tempat penemuan barang bukti atau tempat terjadinya peristiwa tindak pidana atau kecurigaan suatu tindak pidana. tepi garis seperti roda darah jatuh secara vertikal jarak > 120 cm  darah bulat lonjong darah jatuh arahnya miring o distribusi darah Roman s 4n6 Ed. perubahan mata. penanganan terhadap barang bukti KUHP pasal 20 minta bantuan dokter. melakukan pengamatan/observasi TKP 2. 5. atau garis o melihat bentuk/sifat darah dapat diperkirakan sumber darah  darah bundar tepi kecil darah jatuh vertikal jarak = 60 cm  darah bundar. biaya ditanggung yang meminta 3. kartu pengenal lainnya y identifikasi medik dari ujung rambut sampai kaki termasuk gigi dan identifikasi sidik jari 4. kaku mayat. lihat TKP (porak-poranda atau tenang): y identifikasi lihat bab identifikasi y lihat tanatologi suhu rektal. penanganan korban 4. ukuran luka (cm ditulis sentimeter). merupakan suatu persaksian. lebam mayat. kaku mayat. dokumen. penanganan terhadap pelaku/kerugian lain 5. Wongso f e 30 . 3. siapa peminta. jika korban masih hidup y identifikasi secara visual: pakaian secara visual terhadap perhiasan. apakah kasus pidana atau tidak Jika dokter tidak mau sanksi KUHP pasal 24 Bantuan dokter dapat berupa: 1. (1. dll y darah o warna merah/tidak o tetesan. lebam mayat. tepi seperti jarum darah jath vertikal jarak 60-120 cm  darah bundar. relaksasi otot.

jika pada pakaian digunting y darah basah/segar masukan termos es kirim ke lab kriminologi 6. identifikasi lanjutan y ada sperma atau tidak y pengambilan darah : jika di dinding kering dikerok. pakaian masih baik Roman s 4n6 Ed. ada luka percobaan. tidak ada luka tangkisan. dari dada ke kaki  bentuk genangan (bunuh diri). Wongso h g 31 . Andire e i. identifikasi lanjutan y rambut y sperma kering atau tidak secara visual sinar UV y air ludah. TKP tengang tidak morat-marit. morat marit (pembunuhan) o sumber  dari arteri (pancaran lebih jauh dan warna lebih terang)  darah merah berbuih dari saluran respirasi  darah coklat hitam dari saluran cerna Tabel. Bentuk dari bercak darah Bentuk Bercak Arah Jatuhnya dan Jarknya Vertikal Sampai 60 Deskripsinya Bercak bundar dengan tepi rata Bercak bundar dengan tepi terdapat bundaran kecil-kecil Vertikal 60-120 cm Bercak bundar dengan tepi terdapat tonjolan-tonjolan seperti jarum Vertikal Diatas 120 cm Bercak bundar dengan tepi bergerigi seperti roda pedati Miring Bervariasi dengan kecepatan jatuhnya Bentuk lonjong seperti tanda seru atau seperti bowling 5. 20 by Syaulia. bekas gigitan bisa ditentukan golongan darah 7. luka mudah dicapai oleh korban. membuat kesimpulan di TKP y mati wajar atau tidak y bunuh diri genangan darah.

Cara Kematian (manner of death) Gambar. Andire e i. 3. luka multipel. Sebab akibat luka Dari pemeriksaan luka dapat disimpulkan benda yang mengakibatkan luka: y Karena persentuhan benda tumpul y Karena persentuhan benda tajam y Karena tembakan y Ledakan granat dsb Sebab kematian (cause of death) hanya dapat ditentukan secara pasti dengan pemeriksaan luar dan dalam. ada luka tangkisan karena perlawanan kecelakaan mati wajar karena penyakit Dengan melihat keadaan TKP lakukan : 1. jadi tubuh mayat mutlak harus diotopsi. penentuan mati wajar atau tidak 2. Lebam mayat (livor mortis) b. Umur larva lalat yang ditemukan dalam jenazah. Wongso p i 32 . Pembusukan (decomposition) e. pakaian robek. untuk membantu visum dan autopsi apakah sesuai dengan TKP Kesimpulan Kesimpulan pada visum TKP harus berisi: 1. 20 by Syaulia. 2. menentukan saat kematian 3. menentukan cara kematian/menentukan diagnosis mati Tugas dokter di TKP atau tidak.y y y pembunuhan TKP morat marit. luka di sembarang tempat. Penurunan suhu tubuh (algor mortis) d. Sketsa TKP yang salah Roman s 4n6 Ed. Kaku mayat (rigor mortis) c. Perkiraan saat kematian Ditentukan berdasarkan : a. ada luka yang mudah dicapai ada yang tidak.

20 by Syaulia. Andire e i.Gambar. Wongso r q 33 . Sketsa TKP yang benar Roman s 4n6 Ed.

yang merupakan satu unit kesatuan dan tidak terkonsumsinya oksigen. pemberian pilokarpin 1% atau fisostigmin 0. klinis sama dengan orang mati. Dalam literatur lain mati suri adalah terhentinya ketiga sistem kehidupan yang ditentukan dengan alat kedokteran sederhana. Mati suri ini terjadi karena proses vital dalam tubuh menurun sampai taraf minimum untuk kehidup sehingga secara an. kornea masih dapat ditransplantasikan dan darah masih dapat dipakai untuk transfusi sampai 6 jam pasca mati. Dengan Roman s 4n6 Ed. Andirezeki. Wongso 34 . otot masih dapat dirangsang (listrik) sampai kira-kira 2 jam pasca mati. makapenentuan bahwa seseorang telah meninggal harusdilakukan oleh 2 orang dokter atau lebih.respiratory) mati ireversibel/menetap. respirasi .1% atau penyuntikan sulfat atropin 1% ke dalam kamera okuli anterior. a dilatasi pupil masih terjadi pada pemberian adrenalin 0. kornea +6 jam setelah mati klinis). dan dokter ini bukanlah dokter yang akan mengerjakan transplantasi nanti Definisi Mati Berhentinya ketiga sistem yaitu kardiovaskular. Sist. Aktivitas otak dinyatakan berhenti bila : EEG mendatar selama 5 mnt o Mati seluler/molekuler : kematian organ & jaringan.BAB VI TANATOLOGI Pengertian o Thanatos : yang berhubungan dengan kematian o Logos : ilmu Adalah bagian dari ilmu kedokteran forensik yang mempelajari kematian dan perubahan yang terjadi setelah kematian serta faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut. spermatozoa masih bertahan hidup beberapa hari dalam epididimis. dan sistem saraf pusat. Kulit masih dapat berkeringat sampai lebih dari 8 jam pasca mati dengan cara menyuntikkan subkutan pilokarpin 2% atau asetilkolin 20%. tetapi beberapa organ & jaringan masih bisa berfungsi sementara memungkinkan untuk transplantasi. o Apabila hendak dilakukan transplantasi jaringan. Dapat dikemukakan bahwa susunan saraf pusat mengalami mati seluler dalam waktu 4 menit. Fungsi Tanatologi : o Menegakkan diagnosis mati o Memperkirakan saat kematian o Untuk menentukan proses cara kematian o Untuk mengetahui sebab kematian Penentuan Mati Dicetuskan DECLARATION OF SYDNEY pada tahun 1968 o Penentuan seseorang telah meninggal harus berdasarkanatas pemeriksaan klinis. 20 by Syaulia. Istilah Mati : o Mati somatis/mati klinis : 3 sistem (SSP. dan mengalami mati seluler setel h 4 jam. SCV.5% akan mengakibatkan miosis hingga 20 jam pasca mati.saraf +5 menit setelah mati klinis. dan bila perlu dibantu denganpemeriksaan laboratoris. otot +4 jam setelah mati klinis. sesaat setelah kematian somatis ( otak & jar. o Mati suri : Dalam stadium somatic death perlu diketahui suatu keadaan yang dikenal dengan istilah mati suri atau apparent death. Atau Ilmu yang mempelajari tentang mati dan diagnostik mati dan perubahan postmorte m dan faktor-faktor yang mempengaruhi serta kegunaan apa saja.

menderita catalepsy dan tenggelam. Ada 5 cara mendeteksi tidak berfungsinya sistem saraf : 1. Andirezeki. 5. Denyut nadi berhenti pada palpasi. dinilai selama lebih dari 10 menit y Terhentinya sirkulasi. Tanda Kematian Tidak pasti : y Pernafasan berhenti. 2. kecuali batang otak dan serebelum (SCV dan respirasi masih berfungsi) o Mati otak/batang otak : kerusakan seluruh isi neuronal intrakranial yang irreversibel. Tidak ada gerakan bulu burung yang kita letakkan didepan lubang hidung atau mulut korban. 20 by Syaulia. dinilai selama 15 menit y Kulit pucat y Tonus otot menghilang dan relaksasi y Pembuluh darah retina mengalami segmentasi bergerak ke arah tepi retina dan kemudian menetap y Pengeringan kornea menimbulkan kekeruhan Roman s 4n6 Ed. mengalami acute heart failure. Mati suri sering ditemukan pada kasus keracunan obat tidur (barbiturat). termasuk batang otak dan serebelum Diagnosis mati Hilangnya seluruh ataupun pergerakan/aktivitas refleks hilang Ada 5 cara mendeteksi tidak berfungsinya sistem respirasi : 1. 4. Elektoensefalografi (EEG) mendatar/flat selama 5 menit Ada 6 cara mendeteksi tidak berfungsinya sistem kardiovaskuler : 1. 3. tersengat aliran listrik. mengalami anestesi yang dalam. 2. Tes magnus : tidak adanya tanda sianotik pada ujung jari tangan setelah jari tangan korban kita ikat. Pergerakan tidak ada 4. Arefle 2. Tonus tidak ada 5. mengalami neonatal ano ia. Tidak ada bising napas pada auskultasi. 3. Relaksasi 3. 4. Tidak ada gerak napas pada inspeksi dan palpasi. Elektro Kardiografi (EKG) mendatar/flat. kedinginan. Wongso 35 . Tidak keluarnya darah dengan pulsasi pada insisi arteri radialis. Detak jantung berhenti selama 5-10 menit pada auskultasi. Tidak ada uap air pada cermin yang kita letakkan didepan lubang hidung atau mulut korban. 5. Tidak ada gerakan permukaan air dalam gelas yang kita taruh diatas perut korban pada tes Winslow. o Mati serebral : kerusakan kedua hemisfer otak yang irreversibel.peralatan kedokteran canggih masih dapat dibuktikan bahwa ketiga sistem tesebut r masih berfungsi. Tes Icard : daerah sekitar tempat penyuntikan larutan Icard subkutan tidak berwarna kuning kehijauan. 6.

2..RT o C +3 Formula untuk suhu dalam derajat Fahrenheit PMI = 98.6 o F . y Perubahan biokimia Ada 3 contoh perubahan biokimia pada fase lanjut post mortem.RT o F 1. 3. tebalnya otot serta tebalnya pakaian.. kerusakan jaringan oatak. konveksi dan radiasi serta evaporasi Penurunan suhu = 10x(37-temperatur rektal) = . Bekuan ini biasanya kita temukan pada jantung mayat yang mati dengan proses kematian lama. putrefaction) y Adiposera atau lilin mayat y Mumifikasi Terjadinya adipocere dan mummifikasi dapat dikatakan jarang dijumpai oleh karena memerlukan berbagai factor. Perubahan jantung berupa adanya chicken fat clot (bekuan lemak ayam) yaitu bekuan darah post mortem menyerupai lemak ayam yang berwarna merah kekuningan. Perubahan plasma. Perubahan post mortem : y Kulit wajah pucat : krn sirkulasi berhenti. pospor. yaitu peningkatan kadar kalium. Keadaan tubuh dan pakaian yang menutupi.5 Faktor-Faktor yang mempengaruhi penurunan suhu mayat: 1. penjeratan dan infeksi akan selalu didahului dgn peningkatan suhu mempengaruhi penafsiran dari perkiraan saat kematian. yaitu : 1.. Andirezeki. Faktor Lingkungan. semakin besar perbedaan antara suhu tubuh dengan suhu lingkungan semakin cepat penurunan suhu mayat. darah mengendap terutama pembuluh darah besar y Relaksasi primer : krn tonus otot tidak ada rahang bawah melorot y Perubahan pada mata : pandangan mata kosong. kondisi yang tidak selamanya ada. r efleks (-) y 10-12 jam keruh kornea y Penurunan suhu mayat (algor mortis): karena perpindahan panas ke dingin melalui konduksi.Tanda Kematian Pasti : y Lebam mayat (livor mortis) y Kaku mayat (rigor mortis) y Penurunan suhu tubuh (algor mortis) y Pembusukan (decomposition. jam 8 Saat kematian (dalam jam) dapat dihitung rumus Post Mortem Interval (PMI) oleh Glaister dan Rentoul : Formula untuk suhu dalam derajat Celcius PMI = 37 o C . khususnya di Indonesia. 2. Intensitas dan kuantitas aliran atau pergerakan udara 4. Perubahan humor vitreus yang berupa peningkatan kadar kalium yang terjadi antara 24 sampai 100 jam post mortem. Roman s 4n6 Ed. Wongso 36 .. 20 by Syaulia. Suhu Tubub sebelum kematian. 3. CO & asam laktat dan penurunan kadar glukosa & pH. yaitu lemak tubuh. kematian karena perdarahan otak.

Sering Roman s 4n6 Ed. jika posisi mayat diubah. Atas dasar keadaan tersebut. bila posisi mayat tidak diubah.tertekan dasar .Keracunan CN . Wongso t s 37 . mayat memiliki warna lebam yang lebih gelap karena adanya hemoglobin tereduksi dalam pembuluh darah kulit. Warna lebam mayat: .Keracunan nitrobenzena . lebam mayat masih dapat berpindah-pindah.tertekan pakaian Perbedaan antara lebam mayat & hematom lihat bab traumatologi letak lebam mayat tidak berubah. dan aliran balik vena gagal mempertahankan darah mengalir melalui saluran pembuluh darah kapiler akibatnya butir sel darahnya saling tumpuk memenuhi saluran tersebut dan sukar dialirkan di tempat lain (fenomena kopi tubruk). dimana tidak ada hubungan antara tingkat kegelapan lebam mayat dengan kematian yang disebabkan asfiksia. Terbentuknya lebam mayat terjadi karena kegagalan sirkulasi. 20 by Syaulia. maka dari sifat-sifat serta distribusi lebam mayat dapat diperkirakan apakah pada tubuh korban telah terjadi manipulasi merubah posisi korban. berwarna biru ungu tetapi masih dalam pembuluh darah.Keracunan CO . Lokalisasi : tempat yang terendah Kecuali : bagian tubuh yang . dikarenakan telah terjadinya perembesan darah kedalam jaringan sekitar akibat rusaknya pembuluh darah akibat tertimbunnya sel ± sel darah dalam jumlah yang banyak.Asfiksia u u u : Merah kebiruan : Cherry red : Bright red : Chocolate brown : Dark red Warna Lebam Mayat Lebam mayat sering berwarna merah kebiru-biruan. misalnya dari terlentang menjadi tengkurap. tergantung oksigenasi sewaktu korban meninggal. Korban meninggal peredaran darah berhenti stagnasi akibat gravitasi darah mencari tempat yang terendah terlihat bintik-bintik merah kebiruan. Bila terjadi bendungan.y Perubahan pada kulit : Lebam mayat (livor mortis post mortum lividity post mortum suggilation post mortum hypostasis) : terjadi karena pengendapan butir-butir ertirosit karena adanya gaya gravitasi sesuai dengan tubuh. Sebelum waktu ini. Suhu tubuh yang tinggi dapat mempercepat timbulnya lebam mayat. Timbul : 30 menit setelah kematian somatis dan intensitas maksimal (menjadi lengkap) setelah 8-12 jam post mortal. Namun setelahnya.Normal . Gaya gravitasi meyebabkan darah yang terhenti tersebut mengalir ke area terendah. hipoksia. Timbul 20-30 menit dan setelah 6-8 jam lebam mayat masih bisa ditekan dan masih bisa berpindah tempat. Dengan demikian penekanan pada daerah lebam yang dilakukan setelah 8 ± 12 jam tidak akan menghilang. Lebam mayat merupakan indikator kurang akurat dalam menentukan mekanisme kematian. adanya proses hemolisa sel-sel darah dan kekakuan otot-otot dinding pembuluh darah. tetapi bervariasi. Andire e i. lebam mayat sudah tidak dapat hilang (fenomena kopi tubruk). Hilangnya lebam pada penekanan dengan ibu jari dapat memberi indikasi bahwa suatu lebam belum terfiksasi secara sempurna. Tidak hilangnya lebam mayat pada saat itu.

Mekanismenya belum pasti. Pada kasus tenggelam atau pada kasus dimana tubuh korban berada pada suhu lingkungan yang rendah. Pada CO.kematian sebab wajar oleh karena gangguan koroner atau penyakit lain memiliki lebam yang lebih gelap. seperti tenggelam. Diketahui bahwa lebam mayat yang merah padam berubah menjadi merah muda pada batas horizontal anggota tubuh bagian atas. sedangkan pada CN. yang merupakan warna dari karboksi-hemoglobin (COHb). Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pembentukan lebam mayat adalah: viskositas darah. warna lebih muda dan terjadi biasanya lebih lambat. maka warna lebam mayat akan berwarna lebih muda. 20 by Syaulia. Hal ini akan berubah seiring memanjangnya interval post mortem. bercak berwarna pucat keabuan dapat terkadang terlihat pada kulit. sehingga perubahan secara kuantitatif lebam dapat ditentukan. anilin. Andire e i. termasuk berbagai penyakit yang mempengaruhinya. Ini disebabkan karena suhu yang rendah akan mempengaruhi kurva dissosiasi dari oksi-hemoglobin. seperti pada keracunan kalium khlorat. Pada keracunan zat yang dapat menimbulkan methemoglobinemia. Oleh karena kadar oksi hemoglobin (HbO) dalam darah vena tetap tinggi. Perkembangan dari lebam mayat ini terlalu besar variasinya untuk digunakan sebagai indikator dari penentuan saat mati. Kematian yang disebabkan sepsis dimana Clostridium perfringens sebagai agen infeksi. kinine. tetapi relatif tidak spesifik oleh karena mayat yang terpapar udara dingin setelah mati (terutama bila mayat yang di dalam lemari es mayat) dapat terjadi perubahan lebam dari merah padam menjadi merah muda. Hal ini dapat dimengerti pada kasus hipotermia. warna segera menjadi coklat oleh karena terbentuknya hematina alkali. dimana hemoglobin lebih mudah mengalami reoksigenasi karena eritrosit kurang mengendap pada bagian lebam. Pada poliasitemia sebaliknya lebam mayat lebih cepat terjadi. Pemeriksaan laboratorium sederhana yaitu test resistensi alkali dapat juga dilakukan. Kematian yang disebabkan hipotermia atau terpapar udara dingin selama beberapa waktu. Walaupun hal ini tidak timbul pada lebam. Sering kali warna lebam mayat merah terang atau merah muda. tetapi sangatlah jelas merupakan hasil dari perubahan hemoglobin tereduksi menjadi oksihemoglobin. lebam akan berwarna coklat-kebiruan (slaty) oleh karena adanya methemoglobin yang berwarna coklat serta adanya sianosis. warna lebam pada anggota tubuh bagian bawah tetap gelap. yaitu dengan menetesi contoh darah yang telah diencerkan dengan NaOH/KOH 10%. Pada keracunan gas karbonmonoksida. lebam mayat yang terjadi sedikit. Keracunan sianida akan memberikan warna lebam merah terang. lebam mayat akan berwarna merah bata atau cherry red. Perubahan lainnya pada warna lebam lebih berguna. Sehingga lebih banyak digunakan untuk menentukan apakah sudah terjadi manipulasi posisi pada mayat. Kepentingan mediko-legal Secara medikolegal yang terpenting dari lebam mayat ini adalah letak dari warna lebam itu sendiri dan distribusinya. dimana metabolisme reduksi dari jaringan gagal mengambil oksigen dari sirkulasi darah. Pada anemi berat. akan berwarna merah terang. asetanilid dan nitrobensen. warna tetap beberapa saat oleh karena resistensi. kadar Hb. Begitu juga pada kematian dengan perdarahan yang banyak. maka lebam mayat khususnya yang dekat letaknya dengan tempat yang bersuhu rendah. Roman s 4n6 Ed. Wongso w v 38 . dimana warna lebam mayat dapat menentukan penyebab kematian. Terkadang area lebam mayat berwarna terang dan dilanjutkan dengan area lebam mayat berwarna lebih gelap. dan perdarahan (hipovolemia).

Wongso y x 39 . anggota gerak atas. Untungnya ketika otot berelaksasi. Roman s 4n6 Ed. Menurun setelah 24 jam. perut dan anggota bawah kemudian kaku lengkap. 20 by Syaulia. dimulai dari otot kecil : rahang bawah. Skema Terjadinya Rigor Mortis Timbul : 1-3 jam postmortem (rata-rata 2 jam).Kegunaan lebam mayat pada kedokteran forensik yaitu: 1. ATP digunakan untuk memisahkan ikatan aktin dan myosin sehingga terjadi relaksasi otot. Sebab tidak ada ATP yang bisa digunakan. Andire e i. dipertahankan 6-24 jam. Dapat dipakai untuk menaksir saat kematian. Karena hal ini terjadi pada semua otot tubuh maka terjadilah kekakuan dan tidak dapat digerakkan. Ion kalsium bergerak melingkar di samping sarkomer dan menemukan cara untuk berikatan dengan sisi filamen tebal dari protein regulator. siap dan menunggu untuk berikatan dengan sisi dari filamen aktin. Kadang ± kadang dapat untuk menduga sebab kematian. Rigor mortis terjadi akibat hilangnya ATP. Menurut Szent-Gyorgyi di dalam pembentukan rigor mortis peranan ATP sangat penting. Selama masih ada energi aktin miosin masih regang. Livor mortis terjadi karena adanya kelenturan otot setelah mati karena adanya metabolisme tingkat selular masih berjalan berupa pemecahan cadangan glikogen energi ADP ATP. Jika glikogen otot habis dan energi tidak ada maka ADP tidak bisa jadi ATP ADP . Merupakan tanda pasti dari kematian.ATP dibutuhkan untuk mengambil kembali kalsium ke dalam retikulum sarkoplasma dari sarkomer. Namun karena pada saat kematian proses metabolisme tidak terjadi sehingga tidak ada produksi ATP. y Perubahan pada otot Rigor mortisberasal dari bahasa latin Rigor berarti ³stiff´ atau kaku. 2. 3. dan sarkomer tidak dapat berelaksasi. Karena kekurangan ATP sehingga kepala miosin tidak dapat dilepaskan dari filamen aktin. dan mortis yang berarti tanda kematian (sign of death). kepala miosin dikembalikan keposisinya. Dapat menentukan apakah posisi jenasah pernah dirubah atau tidak 4. dada. pelepasan ion kalsium tidak dapat kembali ke retikulum sarkoplasma.

Faktor yang mempercepat terjadinya rigor mortis, yaitu : o Aktivitas fisik pra kematian / pre mortal. Pada orang yang melakukan aktivitas yang berlebihan sebelum kematiannya, rigor mortis akan terjadi lebih cepat. Onset dari rigor mortis menjadi cepat dan durasinya menjadi singkat juga dapat terjadi pada penyakit yang menyebabkan kelelahan otot yang sangat sehingga katabolismenya meningkat seperti kolera, cacar, tifus abdominalis, tuberkulosis, kanker, uremia, penyakit ginjal kronis, tetanus, serangan epilepsi, hidrofobia, skorbut, rematik akut, meningitis, septikemia, piemia dan penyakit abdomen lainnya. Pada keadaan ini rigor mortis hanya berlangsung 1 ± 2 jam saja, sehingga sering tidak terlihat oleh pemeriksa. Pada kasus tersambar petir, dimana rigor mortis terjadi secara cepat dan menghilang secara cepat sering tidak terlihat pada waktu pemeriksaan. Keracunan striknin dosis kecil, racun slinal, natrium salisilat, racun penyebab kejang, alkaloid, karbon monoksida, dinitroortocresol (DNOC) pentachlorphenol, dan penghambat cholinesterase, luka gorok pada leher, luka listrik dan luka tembak menyebabkan onset dari rigor mortis yang berlangsung cepat dan mempunyai durasi yang berlangsung singkat. o Suhu tubuh tinggi. o Konstitusi berupa tubuh kurus. o Suhu lingkungan tinggi. Pada lingkungn yang bersuhu tinggi dan lembab, seperti pada daerah tropis, onset rigor mortis berlangsung cepat dan durasinya pun berlangsung singkat. Sebaliknya pada lingkungan bersuhu rendah dan kering, onset rigor mortis ini berlangsung lambat dan durasinyapun berlangsung lebih lama. Pada daerah yang sangat dingin, rigor mortis dapat terhambat munculnya secara tak terbatas dan bila sudah muncul dapat menetap sampai lebih dari 3 minggu o Umur yaitu anak-anak dan orang tua. o Gizi yang jelek. Kekakuan yang menyerupai kaku mayat : 1. Cadaveric spasm (instantaneous rigor) o akibat habisnya cadangan glikogen dan ATP yang bersifat setempat pada saat mati klinis karena kelelahan atau emosi yang hebat sesaat sebelum meninggal o kaku mayat timbul dengan intensitas sangat kuat tanpa didahului oleh relaksasi primer, mayat langsung mengalami kekakuan secara terus-menerus sampai terjadi relaksasi sekunder o Terlihat pada kasus : bunuh diri dengan pistol atau senjata tajam, mati tenggelam, mati mendaki gunung, pembunuhan dimana korban menggenggam robekan pakaian pembunuh.

Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia, Andire e i, Wongso
 €

40

Tabel. Perbedaan Rigor Mortis dan Cadaveri Spasm Pembeda Rigor Mortis Cadaveri Spasm Waktu Dua jam setelah meninggal. Sesaat sebelum meninggal timbul Rigor mortis lengkap setelah 12 (intravital) dan menetap. jam. Faktor Kelelahan, emosi hebat, ketegangan, predisposisi dll. Etiologi Habisnya cadangan glikogen Habisnya cadangan glikogen pada secara general. otot setempat. Pola Sentripetal, dari otot-otot kecil Kaku otot pada satu kelompok otot terjadinya kemudian otot besar. tertentu. kaku otot Kepentingan Untuk penentuan saat kematian. Untuk menunjukkan sikap terakhir medikolegal masa hidupnya. Biasanya pada kasus pembunuhan, bunuh diri, dan kecelakaan. Suhu mayat Dingin. Hangat. Kematian Ada. Tidak ada. sel. Relaksasi Ada Tidak ada primer Timbulnya Lambat Cepat Lamanya Cepat hilang Lambat hilang (dipertahankan) Koordinasi Kurang Baik otot Lokasi otot Menyeluruh Setempat (yang aktif) Rangsangan Tidak ada respon otot. Ada respon otot. sel. Kaku otot. Dapat dilawan dengan sedikit Perlu tenaga kuat untuk tenaga. melawannya. 2. Heat stiffening : o kekakuan otot akibat koagulasi protein otot oleh panas o serabut-serabut ototnya memendek sehingga menimbulkan fleksi leher, siku, paha dan lutut,membentuk sikap petinju (pugilistic attitude) pada kasus mati terbakar 3. Cold stiffening o terjadi pembekuan cairan tubuh, termasuk cairan sendi, pemadatan jaringan lemak subkutan dan otot
y
„ „

Pembusukan : a. Autolisis o Tubuh membentuk enzim merusak sel dari nukleus sitoplasma dinding hancur b. Mikroorganisme : bakteri patogen dalam sekum o Setelah mati daya tahan tubuh turun karena leukosit menurun kuman mudah masuk ke pembuluh darah media baik untuk tumbuh kuman hancurkan darah dan bentuk amonia dan H2S pertama kali terlihat didaerah kanan pada fossa iliaka kanan tepatnya disekum terlihat warna ungu (livide) yang merupakan reaksi Hb dan H2S methsulf ±Hb.

Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia, Andire e i, Wongso
ƒ ‚

41

o Gas pembusukan masuk ke pembuluh darah pembuluh darah melebar sehingga perut menggembung pecahnya kapiler di alveoli keluar darah lewat hidung. o Pembusukan dimulai 48 jam postmortem, belatung pada 36 jam kemudian. Proses pembentukan belatung: Mayat dihunggapi lalat lalat bertelur di mayat larva belatung. c. Pembusukan dapat dikenali dari adanya warna hijau kemerah-merahan pada dinding perut bagian kanan bawah berlanjut dengan terbentuknya gelembunggelembung yang berisi cairan kehitaman tubuh menggelembung, lidah keluar, bibir membengkak dan mencucur, bola mata menonjol keluar, kulit ari mngelupas pecahnya dinding perut dan hancurnya bagian tubuh yg lunak.

Tabel . Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pembusukan mayat Faktor dari dalam Umur Bayi yang belum makan apa-apa paling lambat terjadi pembusukan Konstitusi tubuh Tubuh gemuk lebih cepat membusuk daripada tubuh kurus Keadaan saat mati Udem, infeksi dan sepsis mempercepat pembusukan. Dehidrasi memperlambat pembusukan Seks Wanita baru melahirkan (uterus post partum) lebih cepat mengalami pembusukan Faktor dari Luar Mikroorganisme/sterilitas

Suhu optimal yaitu 21-380C (70-1000F) mempercepat pembusukan. Berhenti pada suhu 2120F Kelembaban udara Kelembaban udara yang tinggi mempercepat pembusukan Sifat medium. Hukum Casper Udara : air : tanah = 8 : 2 : 1 (di udara pembusukan paling cepat, di tanah paling lambat). ³ kaedaan mayat setelah 1 minggu di udara terbuka sama dengan 2 minggu di dalam air sma dengan 8 minggu keadaan mayat di dalam tanah atau kuburan´

Golongan alat tubuh berdasarkan kecepatan terjadi pembusukan : a. cepat : otak, lambung, usus, uterus hamil/post partum b. lambat : jantung, paru, ginjal, diafragma c. paling lambat : prostate, uterus yang tidak hamil

Tabel. Perbedaan Bulla Intravital dan Bulla Pembusukan Bulla Intravital Kecoklatan Tinggi Hiperemis Intraepidermal Ada Perbedaan Warna kulit ari Kadar albumin & klor Bulla Dasar bulla Jaringan yang terangkat Reaksi jaringan & respon darah Bulla Pembusukan Kuning Rendah atau tidak ada Merah pembusukan Antara epidermis & dermis Tidak ada

Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia, Andire e i, Wongso
† …

42

Variasi-variasi pembusukan: a. Mummifikasi o Terjadi bila temperatur turun, kelembaban turun dehidrasi viceral sehingga kuman-kuman tidak berkembang tidak terjadi pembusukan mayat mengecil, bersatu berwarna coklat kehitaman, struktur anatomi masih lengkap sampai bertahun-tahun. o Proses penguapan cairan atau dehidrasi jaringan yang cukup cepat sehingga terjadi pengeringan jaringan o Syarat terjadinya mummifikasi :  Suhu relatif tinggi  Kelembaban udara rendah  Aliran udara baik  Waktu yang lama (12-14 minggu) o Yang terlihat pada mummifikasi adalah penyusutan bentuk tubuh, kulit padat hitam seperti kertas perkamen b. Adipocare o Terjadi karena hidrogenisasi asam lemak tidak jenuh (asam palmitat, asam stearat, asam oleat) dihidrogenisasi menjadi asam lemak jenuh yang relatif padat . o Suhu tinggi kelembaban tinggi lemak asam lemak pH turun kuman tidak bisa berkembang asam lemak dehigrogenase penyabunan mayat menjadi kebalikannya mumifikasi. o Syarat terjadinya adiposera :  Suhu rendah, kelembaban tinggi  Lemak cukup  Aliran udara rendah  Waktu yang lama Perkiraan Saat Kematian y Perubahan pada mata : Kekeruhan menyeluruh pada kornea terjadi kira-kira 10-12 jam pasca mati y Perubahan dalam lambung : Pengosongan lambung yang terjadi dalam 3-5 jam setelah makan terakhir, misalnya sandwich akan dicerna dalam waktu 1 jam sedangkan makan besar membtuhkan waktu 3 sampai 5 jam untuk dicerna.Kecepatan pengosongan lambung ini dipengaruhi oleh penyakit-penyakit saluran cerna, konsistensi makanan dan kandungan lemaknya. y Perubahan rambut : Panjang rambut kumis dan jenggot dapat dipergunakan untuk memperkirakan saat kematian, kecepatan tumbuh rambut rata-rata 0,4 mm/hari y Pertumbuhan kuku : Pertumbuhan kuku yang diperkirakan sekitar 0,1 mm/hari y Perubahan dalam cairan serebrospinal : Kadar nitrogen asam amino kurang dari 14 mg% menunjukkan kematian belum lewat 10 jam, Kadar nitrogen non protein kurang 80 mg% menunjukkan kematian belum 24 jam y Metode Entomologik : Larva Musca domestica mencapai panjang 8 mm pada hari ke-7, berubah menjadi kepompong pada hari ke-8, menjadi lalat pada hari ke-14. Larva Sarcophaga cranaria mencapai panjang 20 mm pada hari ke-9, menjadi kepompong pada hari ke-10 dan menjadi lalat pada hari ke-18. Necrophagus species akan memakan jaringan tubuh jenazah. Sedangkan predator dan parasit akan memakan serangga Necrophagus. Omnivorus species akan memakan keduanya baik jaringan tubuh maupun serangga. Telur lalat biasanya akan mulai ditemukan pada jenazah sesudah 1-2 hari postmortem. Larva ditemukan pada 6-10 hari postmortem.

Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia, Andire e i, Wongso
ˆ ‡

43

y Sedangkan larva dewasa yang akan berubah menjadi pupa ditemukan pada 12 -18 hari. Andire e i. trauma masih dapat menimbulkan perdarahan bawah kulit sampai 1 jam pasca mati Grafik Perubahan Pada Tubuh Post Mortem Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia. Wongso  ‰ 44 . Rangsang listrik dapat menimbulkan kontraksi otot mayat hingga 90-120 menit pasca mati. mengakibatkan sekresi kelenjar sampai 60-90 menit pasca mati. Reaksi supravital : Reaksi jaringan tubuh sesaat pasca mati klinis yang masih sama seperti reaksi jaringan tubuh pada seseorang yang hidup.

reaksi anafilaksis. dan ³sphinx´ yang artinya ³nadi´. external pressure of the chest / asfiksia traumatik 8. contoh uremia. gagging / mulut disumbat dg kain lalu diikat ke belakang 6. chocking / tersedak c. HH metabolit : gangguan metabolisme karena end product tidak dapat dieliminir. Hipoksik-hipoksia (Keadaan dimana oksigen gagal untuk masuk ke dalam sirkulasi darah) : kadar oksigen yang memang rendah atau gangguan masuk. Stagnan-hipoksia (Terjadinya kegagalan sirkulasi) : biasanya gangguan pembuluh darah. dekomp kordis 4. strangulation by suspension / hanging / penggantungan 2. Anemik-hipoksia (Darah tidak dapat membawa O2 yang cukup untuk metabolisme ) : biasanya Hb yang kurang atau volume darah yang kurang 3. yaitu terdiri dari ³a´ yang berarti ³tidak´. Wongso ’ ‘ 45 . asma bronkiale. tenggelam/drowning 7. Histotoksik-hipoksia (HH) (Keadaan yang mengakibatkan O2 tdk bisa digunakan jaringan) a.BAB VII ASFIKSIA Terminologi Asfiksia berasal dari bahasaYunani. contoh keracunan CO b. tumor laring. jantung. Akibatnya sering menimbulkan kebingungan untuk membedakan dengan status anoksia lainnya Definisi : Merupakan suatu keadaan dimana suplai O2 ke jaringan berkurang Penyebab : Penyebab asfiksia terbagi 2 yaitu. vagal refleks. emboli. Pengertian ini sering salah dalam penggunaannya. HH substrat : bahan/substrat yang tidak cukup d. listrik. keracunan CO2 Hipoksik hipoksia bisa terjadi karena: 1. dan adanya halangan udara masuk ke saluran pernapasan secara paksa. dan lain-lain. Penyebab asfiksia tidak wajar karena emboli. racun (barbiturat). pneumonia. COPD. HH periseluler : gangguan permeabilitas membran sel. 20 by Syaulia. simulated suicidal hanging / pembunuhan yg dibuat seperti gantung diri 5. asfiksia diartikan sebagai ³tidak ada nadi´ atau ³tidak berdenyut´. Andire e i.respirasi : hipoksia mekanik : intraluminer (co : tersedak) & ekstraluminer (co : pencekikan. strangulation by ligature / jeratan 4. penyebab asfiksia wajar dan tidak wajar. contoh keracunan eter/kloroform c. biasanya karena gangguan sist. Suffocation : a. pneumotoraks. smothering / pembekapan b. penjeratan) 2. inhalation of suffocation gases Roman s 4n6 Ed. manual strangulation / throttling (cekikan) 3. HH ekstraseluler : gangguan enzim. Pembagian menurut London : 1. Jadi secara harfiah. Penyebab asfiksia wajar karena penyakit seperti difteri.

Hal ini akibat 46 Roman s 4n6 Ed. takut. Pupil menjadi lebar dan denyut jantung menjadi pelan. Wongso ” “ . Gambaran Postmortem pada Asfiksia Karena asfiksia merupakan mekanisme kematian. Tardieu¶s spot merupakan bintik-bintik perdarahan (petekie) akibat pelebaran kapiler darah setempat. vertigo y Sianosis  stadium ekspirasi dispneu y sesak saat ekspirasi Kadar CO2 tinggi kejang y pada saat relaksasi relaksasi spingter ani keluar kotoran y relaksasi spingter OUI ada sperma  stadium apneu y kesadaran yang menurun koma y pupil melebar y reflek cahaya negatif y TD hampir tidak terukur y Nadi tidak teraba  stadium akhir Stadium asfiksia versi II : 1. setelah itu kejang tonik. Stadium konvulsi. dan lebih gelap karena terhambatnya pembekuan darah dan meningkatnya fragilitas/permeabilitas kapiler. Dapat juga terjadi keluarnya urine dan faeces secara tidak disadari walaupun jarang. Jantung mungkin masih berdenyut setelah beberapa waktu setelah respirasi berhenti. Timbullah keadaan tidak sadar dan keluarnya cairan sperma secara tidak disadari (involunter). 2. © Tardieu¶s spot pada konjungtiva bulbi dan palpebra. peningkatan denyut nadi dan sianosis terutama dapat diamati pada wajah dan tangan.Stadium asfiksia versi I :  stadium inspirasi dispneu y sesak napas saat inspirasi y TD dan nadi meningkat y Cemas. kemudian pernafasan berhenti. Hal ini terjadi karena terjadi relaksasi sfingter. Setelah beberapa kontraksi otomatis dari otot-otot aksesoris pernafasan dileher. berat kepala. Stadium final Pada stadium ini terjadi kelumpuhan pernafasan secara lengkap. terakhir terjadi spasme opistotonik. 20 by Syaulia. Stadium dispneu : Defisiensi oksigen pada sel-sel darah merah dan akumulasi karbondioksida dalam plasma akan merangsang pusat pernafasan di medulla. luas. tinitus. maka secara menyeluruh untuk semua kasus akan ditemukan tanda-tanda umum yang hampir sama. Hal ini terjadi dimungkinkan karena meningkatnya kerusakan dari nukleus-nukleus pada otak karena defisensi oksigen. Pertama adalah kejang klonik. gelisah. Andire e i. 3. Stadium apneu Depresi pusat pernafasan semakin dalam sehingga pernafasan menjadi semakin lemah dan dapat berhenti. Hal ini akan mengakibatkan gerak pernafasan yang cepat dan kuat. 4. yaitu: Pada pemeriksaan luar : © Muka dan ujung-ujung ekstremitas sianotik (warna biru keunguan) yang disebabkan tubuh mayat lebih membutuhkan HbCO2 daripada HbO2. © Lebam mayat cepat timbul.

Kecelakaan 3. pleura.alat penggantung dengan permukaan yang kecil (co: tali jemuran) menyebab tekanan besar ke dalam. pada palpasi keras seperti kertas perkamen. m. hyoglosus. © Edema paru. Gangguan sirkulasi darah otak karena tertekannya vena jugularis dan atau arteri carotis sehingga terjadi serebral anoxia 3. supra/infrahyoid. perikard. arahnya miring ke arah simpul. menekan epiglotis sehingga menutup lubang larynk. mata tidak menonjol  Adanya air liur yang keluar dari mulut  Lidah menonjol jika gantungan di bawah gld tiroid  Ada air mani atau feses karena ada relaksasi spingter  Ada jejas pada leher tepi meninggi. Pada pemeriksaan dalam : © Organ dalam tubuh lebih gelap & lebih berat dan ejakulasi pada mayat laki-laki akibat kongesti / bendungan alat tubuh & sianotik. sehingga yang terjepit hanya vena (vena jugularis) sehingga muka bengkak&kebiruan.  Sebab Kematian 1.meningkatnya kadar CO2 sehingga darah dalam keadaan lebih cair. selain vena. arteri juga terjepit wajah pucat . 20 by Syaulia. kongesti vena. Lebam mayat lebih gelap karena meningkatnya kadar HbCO2. Andire e i. laring. fraktur tulang lidah dan resapan darah pada luka. PENGGANTUNGAN (Hanging/Strangulation By Suspension)  Definisi Penggantungan (hanging) merupakan suatu strangulasi berupa tekanan pada leher akibat adanya jeratan yang menjadi erat oleh berat badan korban. © Darah termasuk dalam jantung berwarna gelap dan lebih cair.  Fraktur os hyoid  Edema pada plika vokalis Roman s 4n6 Ed. Bunuh diri (paling sering) 2. Vagal reflex (Shock) 4. warna merah kecoklatan.alat penggantung dengan permukaan yang luas (co: sarung) menyebabkan tekanan hanya pada permukaan saja.  Mekanisme Saluran udara tertutup karena pangkal lidah terdorong ke atas belakang. Busa halus ini disebabkan adanya fenomena kocokan pada pernapasan kuat. © Kelainan lain yang berhubungan dengan kekerasan seperti fraktur laring. m. mata menonjol karena bendungan . Wongso – • 47 . kearah dinding posterior pharynk. Pembunuhan  Alat penggantung : . galea apponeurotika. © Busa halus di saluran pernapasan. Asfiksia 2. © Tardieu¶s spot pada pielum ginjal.  Ada resapan darah di bawah kulit di bawah otot pada m. kelenjar timus dan kelenjar tiroid. © Busa halus keluar dari hidung dan mulut. Pallatum molle dan uvula terdorong ke atas. Kerusakan batang otak atau sumsum tulang belakang  Cara Kematian 1. sternokleidomastoideus.

maka kasusnya pasti merupakan bunuh diri. Tempat Jika kejadian berlangsung di dalam Bila sebaiknya pada ruangan ditemukan kejadian. terkunci dari luar. dan terkunci dari dalam. Biasanya hanya satu simpul yang Biasanya lebih dari satu pada bagian letaknya pada bagian samping leher. riwayat untuk bunuh dir. kasus bunuh diri. diri. jendela. berupa lingkaran Berupa lingkaran tidak terputus. mayat biasanya ditemukan tergantung pada ditemukan tergantung pada tempat yang tempat yang mudah dicapai oleh sulit dicapai oleh korban dan alat yang korban atau di sekitarnya ditemukan digunakan untuk mencapai tempat alat yang digunakan untuk mencapai tersebut tidak ditemukan. Riwayat Biasanya korban mempunyai riwayat Sebelumnya korban tidak mempunyai korban.Simpul dilihat  Simpul hidup bunuh diri  Simpul mati dibunuh  Bunuh diri ikatan membentuk sudut. Pada kasus bunuh diri. simpul tali bisa dikeluarkan dari kepala . Tidak dalam keadaan terikat. dan letaknya di bagian tengah pada bagian atas leher. Tangan. Tanda jejas Bentuknya miring. mayat Pada kasus pembunuhan. Simpul tali. kamar. tidak sadar atau masih anak-anak. dan TKP tenang tidak morat marit . Andire e i. dimana pintu. ada kecuali jika korban sedang tidur. jeratan. Mati gantung bisa bunuh diri/tidak maka lakukan: . maka penggantungan ditemukan dalam keadaan tertutup adalah kasus pembunuhan. karena Tangan yang dalam keadaan terikat sulit untuk gantung diri dalam mengarahkan dugaan pada kasus keadaan tangan terikat. karena dan dewasa. Cedera. 20 by Syaulia. tempat tersebut. Wongso ˜ — 48 .Jika tanda tanda diatas tidak ada kecelakaan Tabel. PEMBEDA PENGGANTUNGAN PADA PENGGANTUNGAN PADA BUNUH DIRI PEMBUNUHAN Kemudahan.Periksa TKP  Ada persiapan gantung diri atau tidak  Jika 1 meter tidak mungkin gantung diri  Bunuh diri tidak terlalu jauh jaraknya. karena usaha pembunuh (pelaku) untuk membuat simpul tali. untuk bunuh diri dengan cara lain. pembunuhan. Tanda-tanda Tidak ditemukan pada kasus gantung Tanda-tanda perlawanan hampir selalu perlawanan. tidak ada luka lecet atau memar. Perbedaan penggantungan pada bunuh diri d an pembunuhan PENGGANTUNGAN PADA PENGGANTUNGAN PADA BUNUH DIRI PEMBUNUHAN Usia Lebih sering terjadi pada usia remaja Tidak mengenal batas usia. Luka-luka pada tubuh korban yang Cedera berupa luka-luka pada tubuh bisa menyebabkan kematian korban biasanya mengarah pada mendadak tidak ditemukan pada pembunuhan. terputus (noncontinous) dan terletak mendatar. tidak ada tanda perlawanan. depan leher dan simpul tali tersebut terikat kuat. PEMBEDA Roman s 4n6 Ed. leher. tindakan pembunuhan dilakukan oleh musuh atau lawan dari korban dan tidak bergantung pada usia.

4. tekanan jalan napas asfiksia O2 yang masuk paru kurang 2. Memperhatikan jenis simpul tali gantungan. Bunuh diri (paling sering) . Keluar mani. Ada 8 hal yang perlu kita lakukan pada pemeriksaan tempat kejadian. 2. 3. Memperhatikan letak korban di tempat kejadian. tali parasut pada terjun payung. Ada 4 hal yang bukan petunjuk bagi kita tentang cara kematian pada kasus penggantungan (hanging). tanda sianosis tidak ada kemungkinan mati karena reflek vagal penekanan sinus karotikus di belakang gld tiroid gangguan blok jantung kardiak arrest 4. Pembunuhan. urin. Cara menurunkan korban. Wongso d ™ 49 . Mengukur jarak antara ujung kaki korban dengan lantai. Kecelakaan. Kerusakan medulla oblongata atau medulla spinalis Rusaknya medulla oblongata atau medulla spinalis pada penggantungan (hanging) disebabkan patahnya tulang leher. suplai O2 ke otak berkurang penakanan arteri karotis comunis vena jugularis tertekan bendungan vena gagal jantung 3. Jenis simpul (simpul hidup atau simpul mati). 5. Vagal reflex (shock) 4. Mengamankan bekas serabut tali. 2. karena edema laring karena obstruksi napas tanda asfiksia nampak 5. darah. yaitu : 1. 6. vagal reflek pusat saraf vagus di bagian depan leher. 8. Kita dapat temukan biasanya pada hukuman mati. dan penggunaan tali untuk mendapat kepuasan seks. Ada 3 cara kematian pada penggantungan (hanging). 3. Andire e i. Ada 3 bukti yang bisa menunjukkan kepada kita tentang cara kematian korban. yaitu : Roman s 4n6 Ed. spasme laring Ada 4 penyebab kematian pada penggantungan . termasuk hukuman mati . Asfiksia 2. 4. 7. Memastikan korban apakah masih hidup atau telah mati. yaitu : 1. yaitu : 1.Gambar. 3. Lidah terjulur. Mencari bukti yang menunjukkan cara kematian. yaitu : 1. Mata melotot. misalnya bermain dengan tali lasso. 20 by Syaulia. Iskemia otak akibat gangguan sirkulasi 3. Memperhatikan bahan penggantung. 2. atau feses. Kasus penggantungan Sebab kematian pada gantung diri 1.

Hal ini disebabkan oleh terhambatnya vena-vena kepala tetapi arteri kepala tidak terhambat. Hal ini penting kita lakukan untuk pemeriksaan kasus ini lebih lanjut. Sebelum memotong. dan lain-lain. Konjungtiva. baik simpul hidup maupun simpul mati. 4. 3. kita membuat 2 ikatan lalu kita potong secara miring diantara keduanya. sprei yang disambung. Lidah terjulur apabila letak jeratan gantungan tepat berada pada kartilago tiroidea. 5. Lidah tidak terjulur apabila letaknya berada diatas kartilago tiroidea. Andire e i. 2. yaitu: 1. bilamana melewati lingkar kepala korban dapat menunjukkan korban melakukan bunuh diri. 4. ikat pinggang. apakah sesuai dengan posisi mayat ataukah tidak. Leher. Bahan dan ukuran diameter penggantung penting juga kita perhatikan. Serabut tali penggantung yang arahnya menuju korban dapat memberikan petunjuk bagi kita bahwa korban melakukan bunuh diri. Alat kelamin. Distribusi lebam mayat harus kita perhatikan secara seksama. Ada beberapa hal yang dapat kita jumpai pada pemeriksaan luar dan dalam autopsi. yaitu : 1. Selain terjepitnya vena. Setelah itu. Kepala. Tindakan ini untuk mencegah terurainya serabut tali gantungan. Anggota gerak (lengan dan tungkai). kita mengamankan bekas serabut tali gantungan tadi baik serabut tali yang mengikat leher korban maupun serabut tali yang diikatkan pada tempat gantungan. Mata. Cara kita menurunkan korban dengan memotong tali gantungan diluar simpul tali. Muka korban penggantungan (hanging) akan mengalami sianosis dan terlihat pucat karena vena terjepit. Sebaliknya. 20 by Syaulia. Wongso f e 50 . Distribusi lebam mayat. Ada 5 bagian tubuh korban yang kita perhatikan saat melakukan pemeriksaan luar autopsi. Lidah. bisa juga tidak terjulur. misalnya bangku dan sebagainya. Ada tidaknya alat penumpu korban. 2. Bahan yang keras dan berdiameter kecil meninggalkan tanda alur jerat yang semakin jelas. Dubur. selendang. Lidah korban penggantungan (hanging) bisa terjulur. Ada 4 bagian kepala korban yang kita perhatikan saat melakukan pemeriksaan luar autopsi. arah serabut tali yang menjauhi korban menjadi bukti bahwa korban dibunuh lebih dahulu sebelum digantung. Apabila simpul tali tidak dapat melewati lingkar kepala korban dapat menandakan korban dibunuh lebih dahulu sebelum digantung. Roman s 4n6 Ed. kawat. 3. Simpul tali. 3. Simpul hidup harus kita longgarkan secara maksimal untuk membuktikannya. pucat pada muka korban juga disebabkan terjepitnya arteri. Jenis simpul tali gantungan penting kita perhatikan karena dapat kita jadikan sebagai patokan apakah korban melakukan bunuh diri ataukah korban pembunuhan.1. Arah serabut tali penggantung. Muka. Bahan penggantung yang dapat digunakan pada kasus penggantungan (hanging) antara lain tali. Bintik-bintik perdarahan pada konjungtiva korban penggantungan (hanging) terjadi akibat pecahnya vena dan meningkatnya permeabilitas pembuluh darah karena asfiksia. Mata korban penggantungan (hanging) melotot akibat terjadinya bendungan pada kepala korban. 2.

tardieu spot Alur jeratan pada leher korban penggantungan (hanging) berbentuk lingkaran (V shape). Luka yang berada di samping leher kita ukur dari garis batas rambut korban. Alat kelamin korban dapat mengeluarkan mani. luka tekan dan luka memar.Gambar. Kepala. Ada 4 bagian tubuh korban penggantungan (hanging) yang kita perhatikan saat melakukan pemeriksaan dalam autopsi. Alur jeratan pucat. urin. Leher. Jenis luka. Dubur korban penggantungan (hanging) dapat mengeluarkan feses. Pengeluaran urin pada korban penggantungan disebabkan kontraksi otot polos pada stadium konvulsi atau puncak asfiksia. Jenis luka korban penggantungan (hanging) terdiri atas luka lecet. Kedua kerusakan tersebut biasanya terjadi pada hukuman gantung (judicial hanging). 4. Dada dan perut. 2. Darah. Anggota gerak korban penggantungan (hanging) dapat kita temukan adanya lebam mayat pada ujung bawah lengan dan tungkai. Luka yang berada di depan leher kita ukur dari dagu atau manubrium sterni korban. Wongso h g 51 . 4. Alur jeratan yang simetris / tipikal pada leher korban penggantungan (hanging) menunjukkan letak simpul jeratan berada dibelakang leher korban. Kepala korban penggantungan (hanging) dapat kita temukan tanda-tanda bendungan pembuluh darah otak. Andire e i. Penting juga kita mendeskripsikan mengenai warna. Lokasi simpul jeratan (belakang dan samping leher). Penting juga kita ketahui ada tidaknya luka lecet pada anggota gerak tersebut. a samping dan belakang leher. Deskripsi leher korban penggantungan (hanging) yang penting kita berikan antara lain : 1. Roman s 4n6 Ed. yaitu : 1. Alur jeratan yang asimetris / atipikal menunjukkan letak simpul disamping leher. 3. 2. Lokasi luka. dan darah (sisa haid). Lokasi luka pada leher korban penggantungan (hanging) dapat berad di depan. Alur jerat berupa luka lecet atau luka memar dengan ciri-ciri sebagai berikut : 1. Lebam mayat dapat kita temukan pada genitalia eksterna korban. Tepi alur jerat coklat kemerahan. Kulit sekitar alur jerat terdapat bendungan. perabaan dan keadaan sekitar luka. kerusakan medulla spinalis dan medulla oblongata. Jenis simpul jeratan (simpul hidup dan simpul mati). 20 by Syaulia. lebar. Luka yang berada di belakang leher kita ukur dari daun telinga atau bahu korban. 2. 3. 3.

Gangguan sirkulasi otak 3. Alat yang biasanya dipakai: sapu tangan. PENJERATAN (Strangulation By Ligature) Definisi Jerat (strangulation by ligature) adalah suatu strangulasi berupa tekanan pada leher korban akibat suatu jeratan dan menjadi erat karena kekuatan lain bukan karena berat badan korban.temporalis. peritoneum. selendang. Wongso j i 52 . Roman s 4n6 Ed. Karena tekanan tidak sekeras hanging sehingga muka tidak sianotik. kaos kaki. dan hukuman mati (zaman dahulu). Pembunuhan (paling sering) 2. tali. Sebab Kematian 1. Mekanisme Tertutupnya jalan nafas akibat larynk yang tertekan kebelakang kearah dinding pharynk sehingga lumen tertutup oleh karena mendapat tekanan dari samping dan dari depan. konjungtiva. kemungkinan dapat terjadi pula vagal refleks. psikopat yang saling menjerat. handuk. dan trakea). dan fascia m. Dada dan perut korban penggantungan (hanging) dapat kita temukan adanya perdarahan (pleura. perikard.Leher korban penggantungan (hanging) dapat kita temukan adanya perdarahan dalam otot atau jaringan. Tekanan dari depan akan menutup jalan nafas. Bunuh diri 3. Vagal refleks Cara kematian 1. kartilago krikoidea. kabel listrik dan lain-lain. stagen. scalp. biasanya hanya vena yang tertutup. Darah dalam jantung korban penggantungan (hanging) warnanya lebih gelap dan konsistensinya lebih cair. pada gantung kekuatan karena berat badan y jejas penjeratan bersifat horisontal bersilangan di atas dan dibawah y tanda asfiksia y kausa mati menyerupai gantung diri y pemeriksaan lokal menyerupai gantung diri hanya bedanya pada penjeratan. Kecelakaan Ciri-ciri y kekuatan jerat pada ujung tali jerat. kartilago tiroidea. Tekanan pada vena jugularis dan tekanan tidak komplit pada arteri carotis menyebabkan perdarah kecil-kecil pada wajah. dan robekan kecil pada intima pembuluh darah leher (vena jugularis). 20 by Syaulia. Asfiksia 2. dasi. dan lain-lain) dan bendungan / kongesti organ. sedangkan dari samping akan menutup pembuluh darah disamping leher. fraktur (os hyoid. jejeas bersifat horisontal Pembunuhan pada kasus jeratan (strangulation by ligature) dapat kita jumpai pada kejadian infanticide dengan menggunakan tali pusat. Andire e i. ikat pinggang.

dasi. 3. y pakai tangan 1 atau 2 y bersifat pembunuhan y status lokalis o luka memer bulat panjang o luka lecet bentuk bulan sabit jika pakai tangan kiri jempoknya di kiri y diagnosis menyerupai gantung diri y sebab kematian menyerupai gantung diri Mekanisme Tertutupnya jalan nafas dengan satu atau dua tangan menekan leher sehingga menekan sisi-sisi larynx dan menutup glotis. orang yang bersenda gurau dan pemabuk. Bila juga pangkal lidah terdorong kebelakang atas (seperti pada hanging) dan glotis tertutup. Arah jerat mendatar / horisontal. Pemeriksaan tempat kejadian pada kasus jeratan (strangulation by ligature) kita lakukan secara rutin sebagaimana pada kasus yang lain. Iskemia Roman s 4n6 Ed. Bila tangan ditekan pada bagian depan larynx akan menutup lumen dengan menyempitkan diameter anteropostrior. Alur jeratan mendatar / horisontal. Pada kasus pembunuhan biasanya kita tidak menemukan alat yang digunakan untuk menjerat. 2. Asfiksia 2. Bunuh diri pada kasus jeratan (strangulation by ligature) mereka lakukan dengan cara melilitkan tali secara berulang dimana satu ujung difiksasi dan ujung lainnya ditarik. 2. Pada pemeriksaan rekonstruksi sukar dilakukan karena tekanan pada leher sebentar dan juga karena elastisitas jaringan leher. PENCEKIKAN (Manual Strangulasi/Throttling) Definisi Pencekikan (manual strangulasi) adalah suatu strangulasi berupa tekanan pada leher korban yang dilakukan dengan menggunakan tangan atau lengan bawah.Kecelakaan pada kasus jeratan (strangulation by ligature) dapat kita temukan pada bayi yang terjerat oleh tali pakaian. yaitu : 1. Pemeriksaan autopsi pada kasus jeratan (strangulation by ligature) mirip kasus penggantungan (hanging) kecuali pada : 1. Vagal reflex menjadi penyebab kematian pada orang yang bersenda gurau. serbet. 3. Bahan penjerat misalnya tali. Lokasi jeratan lebih rendah. Jenis simpul penjerat. 5. Wongso l k 53 . antara lain : 1. 4. Andire e i. dan lain-lain. Antara jeratan dan leher mereka masukkan tongkat lalu mereka memutar tongkat tersebut. Lokasi jeratan lebih rendah daripada kasus penggantungan (hanging). serbet. 20 by Syaulia. Ada 5 hal yang penting kita perhatikan pada kasus jeratan (strangulation by ligature). Sebab Kematian Ada 3 penyebab kematian pada pencekikan . Distribusi lebam mayat yang berbeda. kaus kaki. Kita hendaknya memperhatikan jeratan pada leher korban dan cara melepaskan jeratan dari leher korban.

Vagal reflex Cara Kematian Ada 2 cara kematian pada kasus pencekikan yaitu : 1. yaitu : 1. Menggunakan 1 lengan dan pelaku berdiri di depan atau di belakang korban. biasanya mati karena vagal reflex. yaitu : 1. Tanda kekerasan pada leher (penting). Pembunuhan (hampir selalu). Menggunakan 2 tangan dan pelaku berdiri di depan atau di belakang korban. Wongso n m 54 . 2. Gambar. Apabila pelaku berdiri di belakang korban dan menarik korban ke arah pelaku maka ini disebut mugging. Ada 3 cara melakukan pencekikan (manual strangulasi). yaitu luka lecet yang berbentuk semilunar/bulan sabit. 2. Bekas kuku. Perhatikan pula tangan yang digunakan pelaku. 2. Kecelakaan. Pencekikan dengan bekas kuku dan goresan pada sisi leher Bekas kuku dapat kita kenali dari adanya crescent mark. Andire e i. Ada 2 tanda kekerasan pada leher yang penting kita cari. leher atau otak. Lebam mayat akan terlihat gelap. Kadang-kadang kita dapat menemukan sidik jari pelaku. Tanda-tanda asfiksia pada pemeriksaan luar autopsi yang dapat kita temukan antara lain adanya sianotik. Tanda kekerasan pada tempat lain.3. 3. atau kongesti daerah kepala. petekie. Arah pencekikan dan jumlah be kas kuku Roman s 4n6 Ed. apakah tangan kanan (right handed) ataukah tangan kiri (left handed). Bantalan jari. Tanda asfiksia. 20 by Syaulia. Ada 3 hal yang penting kita perhatikan pada pemeriksaan luar dari autopsi kasus pencekikan (manual strangulasi). 3. antara lain : 1. 2. Menggunakan 1 tangan dan pelaku berdiri di depan korban.

Perdarahan atau resapan darah. kelenjar ludah. 4. 20 by Syaulia. 2. 2. Tanda ini dapat menjadi petunjuk bagi kita bahwa korban melakukan perlawanan. Ada 3 cara kematian pada kasus pembekapan (smothering). Hiperaerasi Edema paru dan hiperaerasi terjadi pada kematian yang lambat dari pembekapan (smothering). Bunuh diri Ada 3 cara kecelakaan pada kematian kasus pembekapan (smothering). Ada 3 cara pembunuhan pada kasus pembekapan (smothering). 2. Bayi tertutup selimut atau mammae ibu. dan trakea. Ada 4 hal yang penting kita cari pada pemeriksaan dalam autopsi bagian leher korban pada kasus pencekikan (manual strangulasi). dan mukosa & submukosa pharing atau laring. Edema paru 3. Wongso p o 55 . Hidung dan mulut diplester. Fraktur lain pada kartilago tiroidea. yaitu : 1. Fraktur yang paling sering kita temukan pada os hyoid. Andire e i. Serbet atau dasi dimasukkan ke dalam mulut. yaitu : 1. Bantal ditekan ke wajah. Roman s 4n6 Ed. Tertimbun tanah longsor atau salju. Kecelakaan (paling sering) 2. Chocking.(susunan bekas kuku) juga tak luput dari perhatian kita. Pembunuhan 3. y penutupan pada mulut dan hidung y tanda asfiksia jelas y rekonstruksi tangan yang dipakai pakai tangan kiri jempol di kiri pipi korban Ada 3 penyebab kematian pada pembekapan (smothering). yaitu: 1. dan lain-lain. 3. kartilago krikoidea. Memar atau robekan membran hipotiroidea. Asfiksia 2. Tanda kekerasan pada tempat lain dapat kita temukan di bibir. gagging. kelenjar tiroid. Fraktur. Perdarahan atau resapan darah dapat kita cari pada otot. 3. SUFFOCATION Definisi Obstruksi jalan nafas sehingga menghalangi masuknya udara kedalam paru-paru yang mengakibatkan terjadinya asfiksia Terbagi atas pembekapan (smothering). 1. yaitu : 1. PEMBEKAPAN (SMOTHERING) Pembekapan (smothering) adalah suatu suffocation dimana lubang luar jalan napas yaitu hidung dan mulut tertutup secara mekanis oleh benda padat atau partikel-partikel kecil. Alkoholisme. yaitu : 1. 3. hidung. lidah. Luksasi artikulasio krikotiroidea dan robekan ligamentum pada mugging.

Pembunuhan (kasus infanticide) Ada 3 macam kecelakaan yang dapat menimbulkan kematian pada kasus tersedak (chocking). 4. TERSEDAK (CHOCKING) Tersedak (chocking) adalah suatu suffocation dimana ada benda padat yang masuk dan menyumbat lumen jalan udara. GAGGING Roman s 4n6 Ed. Menemukan tanda-tanda asfiksia. 3. Gangguan refleks batuk pada alkoholisme. Cari ada tidaknya trauma tumpul di sekitar hidung dan mulut. Ada 4 hal yang penting kita lakukan pada pemeriksaan autopsi kasus tersedak (chocking). Andire e i. Ada 3 hal penting yang kita cari untuk menemukan penyebab kematian pada kasus pembekapan (smothering). y oleh karena benda asing y tanda asfiksia jelas y awalnya batuk keras asfiksia mati Ada 2 cara kematian pada kasus tersedak (chocking). Satu tangan pelaku menutup hidung atau mulut korban (smothering) sedangkan tangan yang lain menekan rahang ke atas. Mencari penyebab kematian. 3. cari apakah ada tanda-tanda kekerasan. Tonsilektomi. 2. 3. Ada 3 hal yang penting kita lakukan pada pemeriksaan autopsi kasus pembekapan (smothering). Wongso r q 56 . 20 by Syaulia. hiperaerasi dan atelektasis pada kematian lambat. 2. Burking merupakan kombinasi antara pembekapan (smothering) dengan external pressure on the chest / traumatic asphyxia. 3.Ada 3 cara bunuh diri pada kasus pembekapan (smothering). 2. Menemukan tanda asfiksia. hiperaerasi dan sianosis pada kematian yang lambat. Mencari tanda-tanda edema paru. dan kain kasa yang tertinggal pada anestesi eter. 3. yaitu : 1. Tersedak dapat terjadi sebagai komplikasi dari bronkopneumonia dan abses. atau pasir dalam rongga mulut. Jika kita menemukan bantal. dasi. Menggunakan dasi atau serbet. yaitu : 1. serbet. Mencari ada tidaknya kain. Bantal yang diikatkan ke kepala. Menemukan edema paru. 2. 2. di mulut korban. Juga kadang-kadang ada tanda kekerasan 1. Mencari bahan penyebab dalam saluran pernapasan. handuk. Menggunakan plester atau kantong plastik. Kecelakaan (paling sering) 2. 3. yaitu : 1. aspirasi. Pada bayi atau anak kecil yang gemar memasukkan benda asing ke dalam mulutnya. yaitu: 1. yaitu : 1. yaitu : 1. Pelaku melakukan burking dengan cara terlebih dahulu melumpuhkan korban lalu menelentangkan korban dan pelaku duduk diatas dada korban (traumatic asphyxia). 2.

Terjepit antara lantai dengan elevator. Immerse drowning adalah mati tenggelam dengan posisi seluruh tubuh mayat masuk ke dalam air. yaitu : Roman s 4n6 Ed. Ada 3 penyebab kematian pada kasus wet drowning. Berdesakan di pintu sempit akibat panik. Wongso t s 57 . Submerse drowning 2. Ada 2 penyebab kematian pada kasus dry drowning.Pada perampokan ada kalanya korban setelah diikat agar tidak mudah berteriak mulut disumbat dengan kain yang diikat dari mulut ke belakang kepala (gagging). yaitu : 1. 2. yaitu : 1. Menemukan tanda asfiksia. Dalam hal ini palatum molle tertekan pada pharynk. yaitu : 1. Immerse drowning Submerse drowning adalah mati tenggelam dengan posisi sebagian tubuh mayat masuk ke dalam air. Tertimbun runtuhan benda atau bangunan. yaitu : 1. seperti bagian kepala mayat. ASFIKSIA TRAUMATIK Asfiksia traumatik (external pressure of the chest) adalah terhalangnya udara untuk masuk dan keluar dari paru-paru akibat terhentinya gerak napas yang disebabkan adanya suatu tekanan dari luar pada dada korban. Vagal reflex / cardiac arrest / kolaps sirkulasi. atau batubara. 2. Ada 2 jenis mati tenggelam berdasarkan penyebabnya. Andire e i. Spasme laring (menimbulkan asfiksia). 20 by Syaulia. 3. Kecelakaan (paling sering) 2. Wet drowning Dry drowning adalah mati tenggelam dengan inhalasi sedikit air sedangkan wet drowning adalah mati tenggelam dengan inhalasi banyak air. y penekanan rongga dada. pasir. 2. antara 2 kendaraan. Pembunuhan (misalnya burking) Ada 3 macam kecelakaan yang dapat menimbulkan kematian pada korban kasus asfiksia traumatik (external pressure of the chest). yaitu : 1. yaitu : 1. rongga perut. TENGGELAM Tenggelam (drowning) adalah suatu suffocation dimana jalan napas terhalang oleh air / cairan sehingga terhisap masuk ke jalan napas sampai alveoli paru-paru. Ada 2 hal yang penting kita lakukan pada pemeriksaan autopsi korban kasus asfiksia traumatik (external pressure of the chest). Mencari tanda kekerasan di dada. Ada 2 jenis mati tenggelam (drowning) berdasarkan posisi mayat. Dry drowning 2. atau antara dinding dengan kendaraan yang mundur. diafragma y penekanan dari luar y co: desak desakan O2 kurang asfiksia Ada 2 cara kematian pada kasus tersedak (chocking).

Penyebab mati tenggelam (drowning) yang termasuk undeterminated yaitu sulit kita ketahui cara kematian korban karena mayatnya sudah membusuk dalam air. Bila mayat kita miringkan. Ada 4 cara kematian pada kasus tenggelam (drowning). Biasanya korban meninggalkan perlengkapannya. Ada 2 kejadian kecelakaan pada kasus mati tenggelam (drowning) yang dapat kita jumpai. paha dan bahu mayat. yaitu : 1. Kulit telapak tangan / telapak kaki mayat pucat (bleached) dan keriput (washer woman's hands/feet). 3. Kecelakaan (paling sering). Saluran napas mayat berisi buih. tidak ada patognomonis untuk mati tenggelam. yaitu : 1. Paru-paru mayat membesar dan mengalami kongesti. Pembunuhan. Kedua tangan / kaki korban diikat yang mungkin dilakukan sendiri oleh korban. Kadang-kadang terdapat cutis anserine / goose skin pada lengan.1. Ada 4 tanda penting yang perlu kita ketahui dari kejadian bunuh diri pada k asus mati tenggelam (drowning). Ada 7 tanda penting yang memperkuat diagnosis mati tenggelam (drowning). yaitu : 1. Bila terdapat cadaveric spasme maka kotoran air / bahan setempat berada dalam genggaman tangan mayat. Kadang-kadang dapat kita temukan tanda-tanda kekerasan sebelum korban ditenggelamkan. pasir. 4. Ada 5 tanda penting yang yang memperkuat diagnosis mati tenggelam (drowning) pada pemeriksaan dalam autopsi. 4. 2. Roman s 4n6 Ed. dingin. Kadang-kadang tubuh korban diikatkan bahan pemberat. Biasanya tangan korban diikat yang tidak mungkin dilakukan oleh korban. Ada 2 tanda penting yang perlu kita ketahui dari kejadian pembunuhan pada kasus mati tenggelam (drowning). Asfiksia. yaitu : 1. yaitu : 1. 2. Lebam mayat biasanya sianotik kecuali mati tenggelam di air dingin berwarna merah muda. 3. 5. Bunuh diri. 2. 6. cairan akan keluar dari mulut / hidung. Kadang-kadang berisi lumpur. 7. 2. 2. pucat dan pakaian basah. Fibrilasi ventrikel pada kasus tenggelam dalam air tawar. Lambung mayat berisi banyak cairan. Serangan asma datang saat korban sedang berenang. Andire e i. Benda asing dalam saluran napas masuk sampai ke alveoli. Pada pemeriksaan luar autopsi. 3. 4. 4. 2. Edema paru pada kasus tenggelam dalam air asin (laut). 20 by Syaulia. Wongso v u 58 . Undeterminated. Kita dapat temukan suicide note. 3. Terdapat buih putih halus pada hidung atau mulut mayat (scheumfilz froth) yang bersifat melekat. yaitu : 1. Kapal tenggelam. atau rumput air. 2. Kulit tubuh mayat terasa basah. 3.

6.0595 -1. Pembusukan tersebut ditandai oleh terkelupasnya kulit ari. Organ dalam mayat mengalami kongesti. Floaten biasanya terjadi pada hari ke-3 sampai hari ke-6. Andire e i. 5. hemodilusi/hemolisis paru 4. yaitu : 1. Tanda asfiksia tidak jelas. atau ujung kaki mayat. Perdarahan pada liang telinga tengah mayat. 40 ml. yaitu : 1. Perbedaan Tempat Air laut Air Tawar Paru paru besar dan berat Paru-paru besar dan ringan Basah Relatif ringan Bentuk besar kadang overlapping Bentuk biasa Ungu biru dan permukaan licin Merah pucat dan emfisematous Krepitasi tidak ada Krepitasi ada Busa sedikit dan banyak cairan Busa banyak Dikeluarkan dari torak akan mendatad Dikeluarkan dari toraks tapi kempes dan ditekan akan menjadi cekung Mati dalam 5-10 menit. Cadaveric spasme. Hipertonik 2. Ada diatome pada paru-paru atau sumsum tulang mayat. Penentuan berat jenis (BD) plasma. Keadaan ini disebut floaten. hiperklorida Resusitasi lebih mudah Resusitasi aktif Tranfusi dengan plasma Tranfusi dengan PRC Ada 7 tanda intravitalitas mati tenggelam (drowning). 20 ml/kgBB Mati dalam 5 menit.055 2. mungkin ada Tardieu's spot di pleura mayat. Roman s 4n6 Ed. Di daerah tropis. Pemeriksaan diatome (destruction test). Ada bercak Paltauf di permukaan paru-paru mayat. 4. Adanya cadaveric spasme dan tes getah paru (lonset proef) positif menunjukkan bahwa korban masih hidup saat berada dalam air. 2. Pemeriksaan kimia darah (gettler test). BJ 1.5.0600 1. 2. 20 by Syaulia. siku. hipokalemia 5. tubuh mayat pada kasus mati tenggelam (drowning) mulai membusuk pada hari ke-2 sedangkan di daerah dingin. 3. Berat jenis darah pada jantung kanan berbeda dengan jantung kiri. hipoklorida 6. dan sebagainya) dapat kita temukan dalam saluran pencernaan dan saluran pernapasan mayat. hipernatremia 6. hipotonik 3. lutut. Percobaan getah paru (lonset proef). Wongso x w 59 . Benda air (rumput. dapat kita temukan tanda-tanda adanya kekerasan berupa luka lecet pada belakang kepala. tubuh mayat akan mengapung di permukaan air. BJ 1. 4. membusuk setelah 1 minggu. hemokonsentrasi dan edema 3.kgBB Darah: Darah: 1. hiperkalemia 4. lumpur. Jika pembusukannya merata. 7. hiponatremia 5. Ada 4 macam pemeriksaan khusus pada kasus mati tenggelam (drowning). 3. Pada kasus mati tenggelam (drowning). jari-jari tangan.

Jika hasilnya positif dan ada sebab kematian lain maka ada 2 kemungkinan penyebab kematian korban. Pemeriksaan Kimia Darah (Gettler Test) Pemeriksaan kimia darah (gettler test) bertujuan untuk memeriksa kadar NaCl dan kalium. tumbuhan. Interpretasi pemeriksaan diatome yaitu bentuk atau besarnya bervariasi dengan dinding sel bersel 2 dan ada struktur bergaris di tengah sel. Hasilnya positif dan ada sebab kematian lain. Roman s 4n6 Ed. 3.055. Korban mati dahulu sebelum tenggelam. Korban tenggelam dalam air jernih. persegi dan lebih besar dari eritrosit. Interpretasinya adalah korban yang mati tenggelam dalam air tawar. Positif palsu pada pencari pasir dan pada orang dengan batuk kronis. yaitu : 1. 20 by Syaulia. tanaman air dan telur cacing. Jika hasilnya negatif maka ada 3 kemungkinan penyebab kematian korban. 2. Syarat melakukannya adalah paru-paru mayat harus segar / belum membusuk. Biarkan selama 12 jam kemudian panaskan sampai hancur membubur & berwarna hitam.05951. Jika hasilnya positif dan tidak ada sebab kematian lain maka dapat kita interpretasikan bahwa korban mati karena tenggelam. Normal 1. Endapan kemudian diambil menggunakan pipet lalu teteskan diatas objek gelas. Pemeriksaan Diatome (Destruction Test) Kegunaan melakukan pemeriksaan diatome adalah mencari ada tidaknya diatome dalam paru-paru mayat. 3. Syaratnya paru-paru harus masih dalam keadaan segar. tidak akurat karena dapat positif palsu akibat hematogen dari penyerapan abnnormal gastrointestinal. Interpretasinya ditemukan darah pada larutan CuSO4 yang telah diketahui berat jenisnya. Diatome merupakan ganggang bersel satu dengan dinding dari silikat. 2. Untuk hepar atau lien. Cara melakukan pemeriksaan diatome yaitu ambil jaringan paru-paru bagian perifer (100 gr) lalu masukkan ke dalam gelas ukur dan tambahkan H2SO4. Jika hasilnya negatif dan ada sebab kematian lain maka kemungkinan korban telah mati sebelum korban dimasukkan ke dalam air.065. Evaluasi sediaan yaitu pasir berbentuk kristal. yaitu : 1. Ada 3 kemungkinan dari hasil percobaan getah paru (lonsef proef).0600). Penentuan Berat Jenis (BD) Plasma Penentuan berat jenis (BD) plasma bertujuan untuk mengetahui adanya hemodilusi pada air tawar atau adanya hemokonsentrasi pada air laut dengan menggunakan CuSO4. Hasilnya negatif. dan jenis diatome harus sama dengan diatome di perairan tersebut.Percobaan Getah Paru (Lonsef Proef) Kegunaan melakukan percobaan paru (lonsef proef) yaitu mencari benda asing (pasir. Andire e i. yang diperiksa bagian kanan perifer paru-paru. air laut 1. Syarat sediaan harus sedikit mengandung eritrosit. Lumpur amorph lebih besar daripada pasir. Hasilnya positif dan tidak ada sebab kematian lain. Korban mati karena vagal reflex / spasme larynx. Wongso z y 60 . Jika hasilnya negatif dan tidak ada sebab kematian lain maka dapat kita simpulkan bahwa tidak ada hal hal yang menyangkal bahwa korban mati karena tenggelam. air tawar 1. yaitu korban mati karena tenggelam atau korban mati karena sebab lain. lumpur. Cara melakukan percobaan getah paru (lonsef proef) yaitu permukaan paru-paru dikerok (2-3 kali) dengan menggunakan pisau bersih lalu dicuci dan iris permukaan paru-paru.059 (1. Teteskan HNO3 sampai warna putih lalu sentrifus hingga terdapat endapan hitam. Kemudian teteskan diatas objek gelas. telur cacing) dalam getah paru-paru mayat.

Mursad Abdi.mengandung Cl lebih rendah pada jantung kiri daripada jantung kanan. Pemeriksaan Histopatologi Pada pemeriksaan histopatologi dapat kita temukan adanya bintik perdarahan di sekitar bronkioli yang disebut Partoff spot. bronkus dan sisa-sisa lumpur o orang mati di air tawar NaCl lebih tinggi di ventrikel kiri daripada di ventrikel kakan o autopsi pada gaster lumpur dari TKP o pada paru air masuk  ada krepitasi (ada air dan udara di alveoli). Korban yang mati tenggelam dalam air laut. Catatan dr. buih halus di laring. trakea. Darah telinga tengah pecah o buih halus keluar dari mulut o lidah menonjol. hiperkalemia aritmia kematian o pembusukan di leher air masuk ke saluran napas (bengkak) o ada air mani y autopsi ke arah leher o ada benda di saluran napas.F y di air tawar atau air laut y ada lumpur masuk air ke dalam alveoli y tanda-tanda tenggelam o asfiksia pada umumnya o muka bengkak. Wongso | { 61 .5 jam post mortem o cadaferik spasme o pakaian basah. dan ada bekas gigitan pada lidah o bulu roma berdiri o kaku mayat muncul 0. mengandung Cl lebih tinggi pada jantung kiri daripada jantung kanan. Paru ditekan tidak kembali (emfisema aquatum)  tepi tumpul  berat paru >> normal  tes air sedot dari alveoli bandingkan dengan air dari tempat tenggelam  tes diatom o sebab kematian  asfiksia air dan enda asing masuk ke lumen saluran napas  refleks vagal  edema laring  air Hemodilusi/hemokonsentrasi eritrosit pecah K+ keluar hiperkalemia fibrilasi ventrikel INHALATION OF SUFFOCATING GASSES Roman s 4n6 Ed. Sp. 20 by Syaulia. mata menonjol o perdarahan pada telinga tekanan intra telinga meningkat pemb. Kadar Na meningkat dan kadar K sedikit meningkat dalam plasma. hitam. kuku keriput o lebam mayat lebih gelap hemokonsentrasi karena air asin o jika tenggelam di air tawar hemodilusi eritrosit pecah. Andire e i. Kadar Na menurun dan kadar K meningkat dalam plasma. buih.

y Pada gantung diri kekuatan dari berat badan dan kekuatan pada ujung-ujung tali.F : y Tanda sianosis berupa tubuh tampak sianosis disektar mulut. yaitu menghisap gas: 1. y Pada kasus pencekikan jejas jerat bertbentuk bintang. y Pada jeratan jejas berupa jejas horizontal dan lebih rendah. y kekurangan O2 di suatu tempat/daerah sekitarnya (daerah tambang) y tanda asfiksia y tanda intoksikasi CO2 y tanda trauma seperti kejatuhan batu Ada 3 cara kematian pada korban kasus inhalation of suffocating gasses. 20 by Syaulia. Mursad. CO2 3. y Tanda intrapital pada strangulasi adalah air liur yang bersebrangan dengan simpul. ekstremitas atas dan bawah. Andire e i. Sp. Pada anak-anak lebih tampak pada mulut dan hidung sedangkan orang dewasa terlihat pada ekstremitas atas dan bawah. BAB VIII TRAUMATOLOGI Roman s 4n6 Ed. Gas CO2 banyak pada sumur tua dan gudang bawah tanah. Wongso ~ } 62 .Inhalation of suffocating gasses adalah suatu keadaan dimana korban menghisap gas tertentu dalam jumlah berlebihan sehingga kebutuhan O2 tidak terpenuhi. H2S Gas CO banyak pada kebakaran hebat. Catatan dr. hidung. CO 2. Gas H2S pada tempat penyamakan kulit.

Tingkat kebersihan dari kontaminasi bakteri terbagi atas luka bersih. kecelakaan dan pembunuhan 3. 20 by Syaulia. Luka di klasifikasikan dapat dibagi berdasarkan : 1. sengatan listrik . luka bacok. Ukuran. cedera serta hubungannya dengan berbagai kekerasan (rudapaksa).) 2. Adanya luka 2. Lokalisasi (Letak luka terhadap garis ordinat atau aksis pada tubuh. luka insisi. luka memar. be rupa potongan atau kerusakan jaringan. yang kelainannya terjadi pada tubuh karena adanya diskontinuitas jaringan akibat kekerasan yang menimbulkan jejas. Jenis kekerasan yang menjadi penyebab luka Õ Luka akibat kekerasan mekanis: y Luka akibat kekerasan oleh benda tumpul y Luka akibat kekerasan oleh benda tajam y Luka akibat kekerasan oleh tembakan senjata api Õ Luka akibat kekerasan fisis: y Luka akibat kekerasan oleh suhu tinggi atau rendah y Luka akibat kekerasan auditorik y Luka akibat kekerasan oleh arus listrik dan petir y Luka akibat kekerasan radiasi Õ Luka akibat kekerasan kimiawi: y Luka akibat kekerasan oleh asam kuat y Luka akibat kekerasan oleh basa kuat y Intoksikasi Klasifikasi trauma (berdasarkan sifat dan penyebab) : Roman s 4n6 Ed. Ada tiga hal yang ciri khas/ hasil dari trauma yaitu : 1. Waktu terjadinya terbagi atas luka akut (sebelum 8 jam) dan luka kronis Deskripsi luka : 1. luka bersih yang terkontaminasi. Hambatan dalam fungsi organ Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. zat kimia. perubahan suhu.Definisi : Traumatologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang trauma atau perlukaan. 2. Perdarahan dan atau skar 3. ledakan. Wongso €  63 . Jenis penetrasi yang terbagi atas luka tusuk. Garis yang melalui tulang dada dan tulang belakang dipakai sebagai ordinat. dapat disebabkan oleh cedera atau operasi. Keadaan ini dapat disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul. luka terkontaminasi dan luka kotor. luka tembak dan luka gigitan. atau gigitan hewan atau juga gangguan pada ketahanan jaringan tubuh yang disebabkan oleh kekuatan mekanik eksternal. ditentukan : Õ Ditentukan panjang luka Õ Jumlah luka Õ Sifat luka Õ Ada atau tidaknya benda asing pada luka Õ Luka terjadi saat masih hidup atau korban sudah mati Õ Menyebabkan kematian atau tidak Õ Cara terjadinya luka : bunuh diri. Andire e i. luka robek. 3.

capillary shunting. radiasi. Capillary shunting dan pengisian trans kapiler dapat menyebabkan dingin. Luka Lecet . laserasi. Saat inspirasi. Mekanisme kompensasi tersebut adalah : 1. Wongso ‚  64 . kontusi. kekerasan oleh benda tumpul. Andire e i. 4. 5. hematom) 2. 2. bronkhodilatasi. Trauma Kimia (Asam basa atau kuat) NB : Ada yang memisahkan trauma senjata api tersendiri (balistik) terpisah dari trauma mekanik Patofisiologi Trauma Transmisi energi pada trauma dapat menyebabkan kerusakan tulang. 7. Aktivasi sistem saraf simpatik menyebabkan peningkatan tekanan arteri dan vena. pembuluh darah dan organ termasuk fraktur. sehingga tubuh melakukan kompensasi akibat ada trauma bila kompensasi tubuh tersebut berlanjut tanpa dilakukan penanganan akan mengakibatkan kematian seseorang. listrik dan petir. dan diaforesis. Jika stroke volume menurun. Penurunan angka filtrasi glomerulus menyebabkan respon ini.Luka Lecet Tekan . Aksi pompa thorak ini membawa darah ke dada dan pre -loads ventrikel kanan untuk menjaga cardiac output. Trauma Fisik (Suhu. 6. 20 by Syaulia. Perubahan status mental dan kesadaran disebabkan oleh perfusi ke otak yang menurun atau mungkin secara langsung disebabkan oleh trauma kepala. heart rate meningkat. Hormon anti-diuretik dan aldosteron dieksresikan untuk menjaga cairan vaskular.Benda tumpul yang bergerak pada korban yang diam . Cardiac output sebanding dengan stroke volume dikalikan heart rate. Luka Robek 4.Korban yang bergerak pada benda tumpul yang diam Sifat luka akibat persentuhan dengan permukaan tumpul : 1. Menurunnya urin output. Memar (kontusio. tekanan intrathoracik negatif. tembakan senjata) 2. Tekanan nadi normal adalah 35-40 mmHg. Berkurangnya tekanan nadi menunjukkan turunnya cardiac output (sistolik) dan peningkatan vasokonstriksi (diastolik). Peningkatan frekuensi napas. dan gangguan pada semua sistem organ. 3. takikardia. Patah tulang Gambar Trauma Tumpul : Roman s 4n6 Ed. takipneu. tekanan udara) 3. akustik.1. kulit pucat dan mulut kering. Peningkatan heart rate. Trauma Mekanik (Kekerasan oleh benda tajam. Capillary refill mungkin melambat.Luka Lecet Geser 3. Trauma Mekanik Trauma tumpul : Benda tumpul : benda yang permukaannya tidak mampu utk mengiris Dua variasi utama dalam trauma tumpul adalah: .

Luka memar diskontinuitas pembuluh darah & jaringan dibawah kulit tanpa rusaknya jaringan kulit Teraba menonjol pengumpulan darah di jaringan sekitar pembuluh darah rusak Bentuk luka Menyerupai benda yang mengenai b. Kepala diam dibentur oleh benda yang bergerak 2. Luka Lecet tjd pd epidermis ± gesekan dgn benda yang permukaannya kasar Luka Lecet Tekan arah kekerasan tegak lurus pd permukaan tubuh. Kepala yang tidak dapat bergerak karena bersandar pada benda yang lain dibentur Oleh benda yang bergerak (kepala tergencet) Dalam mekanisme cedera kepala dapat terjadi peristiwa coup yang disebabkan oleh hantaman pada otak bagian dalam pada sisi yang terkena dan contre coup terjadi pada sisi yang berlawanan dengan arah benturan.Besarnya energi yang membentur kepala (Energi kinetik objek) .Arah Benturan . kerusakan jaringan sekitar. Kepala yang bergerak membentur benda yang diam 3. Luas dan tipe fraktur ditentukan oleh beberapa hal. emboli lemak dan sumsum tulang Fraktur tulang kepala : Terjadi akibat trauma langsung terhadap skull. disfungsi. Adanya fraktur tidak selalu disertai dgn adanya cedera otak namun manunjukkan adanya benturan yg cukup kuat dan sebaikknya dievaluasi untuk tau ada tidaknya cedera tamba han. epidermis yang tertekan melesak kedalam Luka Lecet Geser arah kekerasan miring/membentuk sudut epidermis terdorong & terkumpul pd tmpt akhir gerak benda tersebut Luka Lecet Regang diskontinuitas epidermis akibat peregangan yang letaknya sesuai dengan garis kulit c. 20 by Syaulia. Patah tulang o Bentuk : bergantung pada sifat benda penyebab o Perubahan berdasarkan waktu o Dampak patofisiologi : perdarahan. yaitu : .Lokasi Anatomis tulang tengkorak tempat benturan terjadi Roman s 4n6 Ed.a. Wongso 65 .Bentuk tiga dimensi objek yang membentur . Benturan pada kepala dapat terjadi pada 3 jenis keadaan : 1. Luka robek terjadi pada epidermis/jaringan dibawahnya akibat kekerasan yang mengenainya melebihi elastisitas kulit/jaringan Syarat : kekuatan peregangan > elastisitas kulit d. Andirezeki.

Pemeriksaan Beta-2-transferrin yg merupakan marker spesifik untuk CSS. Andire e i.gaya ke dagu melalui rami mandibulae Adanya Rhinorea jika bercampur dgn darah kadang2 sulit dibedakan dengan epistaksis. focus laserasi atau kontusio Delayed : subdural Spontan : leukemia. Wongso „ ƒ 66 . Fraktur Linear : Pecahnya tulang kepala yg menyerupai garis tipis tanpa distorsi tulang 3.Tipe Fraktur pada cedera kepala.depressed jika permukaan yang mengenai kepala tidak luas . Fraktur compound : Pecahnya tulang disertai dengan rusak atau hilangnya kulit Tergantung kecepatan dan gaya . Fraktur depresi : Pecahnya tulang kepala dengan penekanan sebagian tulang kedalam otak. Optikus sehingga tjd gangguan visus. yaitu : 1. 3.Jika terdapat kecurigaan adanya fraktur. . Terjadi karena robeknya vena bridging.Jika fraktur melibatkan kanalis optikus. y y Epidural hematom : clot terletak diluar duramater.hole/stellata jika benda yang mengenai kepala permukaannya kecil dan berkecepatan/berenergi tinggi. Ring fraktur : gaya dari atas ke bawah Perdarahan intrakranial : Dapat berbentuk lesi fokal (Perdarahan epidural. Subdural/subarachnoid bleeding : >> ditemukan pada penderita dengan cedera kepala berat. Fraktur simple : Pecahnya tulang kepala yg tidak disertai kerusakan kulit 2. Beberapa cara untuk membuktikan adanya rhinorea yaitu : 1. .gaya langsung ke basis cranii . perdarahan subdural. sinus draining. contoh : luka tembak Jika kepala bergerak ke permukaan rata & diam : patah linear Fraktur basis cranii : Fraktur yg terjadi pada tulang yg membentuk dasar tengkorak. .radial . kontusio dan perdarahan intraserebral) maupun lesi difus. Darah tersebut tidak akan membeku karena bercampur CSS 2. 20 by Syaulia. oksipital (15%) Prognosis baik bila dilakukan penanganan segera karena cedera otak disekitarnya biasanya terbatas. namun di dalam tengkorak Arteri meningea media Temporal (50%). dapat mencederai N. infeksi Roman s 4n6 Ed. jangan memasang NGT krn dapat melewati lempeng kribriformis yang sudah fraktur dan masuk ke intracranial. tumor. Tanda ³Double Ring atau Hallo Sign´ yaitu jika setetes cairan diletakkan diatas kertas tissue/koran maka darah akan terkumpul ditengah dan sekitarnya masih terbentuk rembesan cairan (CSS) yg membentuk cincin kedua yg mengelilingi lingkaran pertama. 4.

Luka iris dalam luka < panjang irisan luka arah trauma sejajar permukaan kulit .Kerusakan otak biasanya sangat lebih berat dan prognosisnya le bih buruk dari hematoma epidural Mortalitas umumnya 60% namun mungkin diperkecil oleh tindakan operasi yg sangat segera dan pengelolaan medis agresif.sedikit tekanan pada jaringan otak peningkatan TIK sampai 33 mmHg (450 mmH2 O) akan menurunkan aliran darah otak secara signifikan Trauma tajam : Benda tajam: benda yg permukaannya mampu mengiris shg kontinuitas jaringan hilang . LCS (75 mL). Luka Tusuk (dalam > panjang > lebar) ada beberapa faktor yang mempengaruhi bentuk luka tusuk seperti reaksi korban atau saat pisau keluar sehingga lukanya menjadi tidak khas adapun pola yang sering ditemukan yaitu : a. karena TIK umumnya tetap dalam batas normal sampai penderita mencapai titik dekompensasi dan memasuki fase ekspansional. Kontusi dan hematom intraserebral : hampir selalu berkaitan dengan hematoma subdural >> di lobus frontal dan temporal Cedera Difus membentuk kerusakan otak berat progresif yang berkelanjutan. Luka iris atau sayat (panjang > dalam) 2. darah (75 mL) Perubahan kompensatoris dapat melalui : . Doktrin MONROE-KELLIE : Vblood + Vbrain + V LCS = konstan Konsep utama : volume intrakranial selalu konstan (rongga kranium tidak mungkin mekar). dan kemudian ditusukkan kembali melalui saluran yang berbeda b. Tusukan masuk kemudian dikeluarkan dengan mengarahkan ke salah satu sudut.peningkatan aliran vena dari otak . yang kemudian dikeluarkan sebagian. TIK normal : 50-200 mmH2 O (4-15 mmHg) Kapasitas ruang cranial : otak (1400 g).Luka bacok dalam = panjang luka arah trauma 45° dari permukaan kulit dan tergantung beratnya benda yang di pakai. sehingga luka yang terbentuk lebih lebar dan memberikan luka pada permukaan kulit seperti ekor. c. sehingga saluran luka menjadi lebih luas Roman s 4n6 Ed.pengalihan LCS ke rongga spinal . Tekanan Intrakranial (TIK) yang normal tidak berarti tidak ada lesi massa intakranial. Tusukan masuk. disebabkan oleh meningkatnya jumlah cedera akselerasi deselerasi otak. 20 by Syaulia. Andire e i.Luka tusuk dalam luka > panjang luka arah trauma tegak lurus permukaan kulit . Wongso † … 67 . Ciri-ciri luka karena benda tajam :  Tepinya rata  Sudut luka tajam  Tidak ada jembatan jaringan  Sekitar luka bersih tidak ada memar  Bila lokasinya pada kepala maka rambutnya terpotong Luka akibat kekerasan benda tajam dapat berupa : 1. Tusukan masuk kemudian saat masih di dalam ditusukkan ke arah lain.

keluar. 20 by Syaulia. Wongso ˆ ‡ . Jika dilihat dari elastisitasnya. Bila sebutir peluru menembus tubuh. 3. maupun keduanya. Keadaan tersebut dikenal sebagai kelim memar (contusio ring). Andire e i. 68 Roman s 4n6 Ed. sedangkan diameter luka pada dermis lebih kecil. Jenis senjata biasanya senjata yang digunakan sedikit tajam tajam dan relatif / berat seperti kapak atau parang. Tabel. Perbedaan luka pada trauma tajam dan trauma tumpul Pembeda Tajam Tumpul bentuk luka Tepi jembatan jar folikel rambut terpotong dasar luka sekitar luka Teratur Rata tidak ada ya/tidak garis/titik Bersih tidak tidak rata ada/tidak tidak tidak teratur Bisa lecet/memar Tabel. Tusukan diputar saat masuk. bunuh diri atau kecelakaan Pembeda Pembunuhan Bunuh Diri Kecelakaan Sembarang Terpilih Lokasi luka Terpapar Banyak Banyak >1  luka Terkena Tidak Pakaian Terkena (+) (-) Luka tangkisan (-) (-) (+) Luka percobaan (-) Cedera Sekunder Mungkin ada (-) Mungkin ada LUKA TEMBAK A. Sudut luka berbentuk ireguler dan besar. b. epidermis kurang elastis bila dibandingkan dengan dermis. sehingga saluran luka sempit pada titik terdalam dan t rlebar e pada bagian superfisial e. dermis dan subkutis.d. Diameter luka pada epidermis kurang lebih sama dengan diameter anak peluru. Perbedaan hematom (luka memar) dan lebam mayat HEMATOM LEBAM MAYAT Kejadian intravital Kejadian post mortem Terdapat pembengkakan Pembengkakan (-) Darah tidak mengalir Darah akan mengalir keluar dari pembuluh darah yang tersayat Penampang sayatan nampak merah Jika dialiri air penampang sayatan kehitaman nampak bersih Tabel. Ciri-ciri luka akibat kekerasan benda tajam pada kasus pembunuhan. Luka Bacok (panjang = dalam) luka ini tergantung dua faktor yaitu : a. Tenaga yang digunakan biasanya lebih besar dari luka tusuk atau luka iris. ARTI KLINIS LUKA TEMBAK Dalam praktik banyak terdapat hal tentang luka tembak masuk pada tubuh manusia. maka cacat pada epidermis lebih luas dari pada dermis. Tusukan masuk yang kemudian dikeluarkan dengan mengggunakan titik terdalam sebagai landasan. Seperti kita ketahui kulit terdiri dari lapisan epidermis.

Senjata api laras pendek Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia. 1. MACAM-MACAM JENIS SENJATA KECIL A. Andire e i. Jumlah alur bisa beragam mulai dari 2 sampai 20 dengan arah bidik sesuai arah jam (kanan) atau sebaliknya (kiri).22 rimfire umumnya ke kanan dengan jumlah alur antara 4. terdapat rifling interior pada larasnya. Mempunyai metal drum (tempat penyimpanan 6 peluru) yang berputar (revolver) setiap kali trigger ditarik dan menempatkan peluru baru pada posisi siap untuk di tembakkan. Ada lima jenis senjata kecil: 1. Rifling mengimpartasikan putaran rotasi peluru ketika meluncur dalam laras. dapat melontarkan proyektil (anak peluru) yang berkecepatan tinggi melalui larasnya. 3. peluru disimpan dalam sebuah silinder yang diputar dengan menarik picunya. Senapan tabur 4. II. Senapan Mesin Pada seluruh jenis senjata tersebut.1 Senjata api dapat dikelompokan menjadi: A.B. 2. Alur pilin senjata . Rifling adalah serangkaian alur pilin paralel yang memotong panjang kaliber larasnya. Proyektil yang dilepaskan dari suatu tembakan dapat tunggal. B. c. JENIS SENJATA DAN AMUNISI I. a. Laras pendek. Wongso Š ‰ 69 . Senapan sub-mesin 5. Berdasarkan Panjang Laras: 1. Senapan 3. Pada senapan centerfire hampir semua senjata memiliki alur pilin ke arah kanan dengan jumlah pilin antara 4 sampai 6. Hampir semua pistol memiliki 5 atau 6 alur pilin ke kanan Pada Colt alur pilinnnya adalah ke kiri. dapat pula tunggal berurutan secara otomatis maupun dalam jumlah tertentu bersama ± sama.5 atau 6. y Pistol. y Revolver. SENJATA API Klasifikasi Senjata Api Senjata api adalah suatu senjata yang menggunakan tenaga hasil peledakan mesiu. terkecuali senapan tabur. Metal yang ada diantara alur-alurnya disebut lands. Kegunaan putaran ini adalah untuk menstabilkan peluncuran peluru ketika ditembakkan ke udara. b. Pistol 2. dan menjaga kejatuhannya. ‹ Gambar 1.

Senjata api laras panjang B. Wongso  Œ 70 . saat melalui laras. sehingga anak peluru yang didorong oleh ledakan mesiu. Dibagi menjadi dua yaitu: y Senapan tabur : Senapan tabur dirancang untuk dapat memuntahkan butir-butir tabur ganda lewat larasnya. moncong senapan halus dan tidak terdapat rifling. mampu melakukan tembakan otomatis sepenuhnya. pistol semi otomatis Gambar 3. mempergunakan peluru yang lebih panjang. dan ini akan memperoleh gaya sentripetal sehingga anak peluru tetap dalam posisi ujung depannya di depan dalam lintasannya setelah lepas laras menuju sasaran. Laras panjang Senjata ini berkekuatan tinggi dengan daya tembak sampai 3000 m. mempunyai kapasitas magasin yang besar dan dilengkapi ruang ledak untuk peluru senapan dengan kekuatan sedang (peluru dengan kekuatan sedang antara peluru senapan standard dan peluru pistol). Andire e i.Gambar 2. dipaksa bergerak maju sambil berputar sesuai porosnya. 20 by Syaulia. sedangkan senapan dirancang untuk memuntahkan peluru tunggal lewat larasnya. Revolver 2. Berdasarkan Alur Laras 1. permukaan dalam laras dibuat beralur spiral dengan diameter yang sedikit lebih kecil dari diameter anak peluru. y Senapan untuk menyerang: Senapan ini mengisi pelurunya sendiri. Roman s 4n6 Ed. Alur laras ini dibagi menjadi dua yaitu. arah putaran ke kiri (COLT) dan arah putaran ke kanan (Smith and Wesson). Laras beralur (Rifled bore) Agar anak peluru dapat berjalan stabil dalam lintasannya. Gambar 4.

Pada senapan tabur. oleh karena perkataan pistol itu mengandung pengertian bahwa senjatanya termasuk otomatis atau semi otomatis. Dalam memberikan pendapat atau kesimpulan dalam visum et repertum tidak dibenarkan menggunakan istilah pistol atau revolver. Diameter moncongnya adalah: 1. Contohnya adalah shot gun. kaliber senjata mengenali diameter peluru dan panjang kelongsongnya dalam milimeter.Gambar 5.36. Dan oleh karena dokter tidak melihat peristiwa penembakannya. Perbedaannya. maka yang hanya disampaikan adalah. Senjata api dengan alur ke kiri . 20 by Syaulia.38. Jadi sebuah kelongsong ukuran 7. Andire e i.615 inci untuk ukuran 20.dapat diketahui dari anak peluru yang terdapat pada tubuh korban yaitu adanya goresan dan alur yang memutar ke arah kanan bila dilihat dari bagian basis anak peluru.410 D. istilah Magnum berarti meningkatnya berat mesiu pellet atau butir-butir peluru tabur dengan kecepatan yang umumnya tidak meningkat. sedangkan revolver berarti anak peluru berada dalam silinder yang akan memutar bila tembakan dilepaskan. B.0. kelongsong ukuran 71 Roman s 4n6 Ed. misalnya: senjata api kaliber 0. Ukuran yan paling umum adalah 12. 20 dan . 16. KALIBER A.410. 16 atau 20.46 .dikenal sebagai senjata tipe COLT . Ketentuan ini tidak selalu diikuti bahkan kaliber yang ditetapkan untuk sebuah senjata sangat perlu diperdebatkan. Dalam sistem metrik yang digunakan di Eropa. Senjata api beralur A. 2.0. Kaliber sebuah senapan tabur dikenali liwat ukurannya. dan 0. C.dapat diketahui dari anak peluru yang terdapat pada tubuh korban yaitu adanya goresan dan alur yang memutar ke arah kiri bila dilihat dari basis anak peluru.62 mm dalam diameter yang dilepaskan dari sebuah kelongsong peluru dengan panjang 39mm. 2.0.kaiber senjata yang banyak dipakai: kaliber 0. 0. merujuk pada kekuatan ekstra sebuah peluru yang didorong dengan kecepatan yang lebih besar.45 . dan 0. B. Kaliber sebuah senjata ditentukan oleh diameter moncong yang diukur dari land ke land. Wongso  Ž . 0.38. Laras tak beralur atau laras licin (Smooth bore) Senjata api jenis ini dapat melontarkan anak peluru dalam jumlah banyak pada satu kali tembakan.410 inci untuk ukuran .dikenal sebagai senjata api tipe SMITH & WESSON ( tipe SW ) . III. 1. Apakah senapan tabur itu berukuran 12. butir-butir peluru tabur didorong kira-kira pada kecepatan yang sama.38 dengan alur ke kiri. 0.22. Senjata api dengan alur ke kanan .45.36.62 x 39 mm menembakkan peluru berukuran 7. 0729 inci untuk ukuran 12.kaliber senjata yang banyak dipakai: kaliber 0. Istilah Magnum dalam pengertian sebuah pistol atau senapan. dan 3.

dimana nitroglycerin bisa ditambahkan ataupun tidak ditambahkan. Mesiu yang digunakan dalam kelongsong peluru adalah mesiu tidak mengandung asap. disk (flake atau serpihan) atau bola dalam pistol dan senapan tabor 2. komposisi primernya terletak pada bibir kelongsong peluru dengan mesiu yang berhubungan dengan yang primer. 4. kaliber dan nama pabrik pembuatnya dicap pada dasar peluru. nama pabrik dan tahun pembuatan amunisinya (baik berbentuk tulisan maupun kode) dicap pada dasar peluru.22 Short. a. Kelongsong peluru biasanya terbuat dari kuningan. Pelor merupakan bagian dari peluru yang lepas dari moncongnya ketika senjata ditembakkan 1. Andire e i.12 menampung lebih banyak butir-butir peluru tabur daripada yang berukuran 16 yang punya daya tampung butir-butir peluru tabur lebih dari yang berukuran 20. 20 by Syaulia. Amunisi rimfire bisa digunakan baik pada pistol maupun senapan. Pada amunisi semi-jacket. b. a. 1. ada mata timah dengan bungkus tembaga menutupi sisi-sisinya dan biasanya dasar pelurunya dengan mata yang menonjol pada ujungnya. 2. Amunisi yang sepenuhnya terbungkus metal . C. Sebagai kebiasaan. Pada peluru rimfire. peluru timah digunakan pada revolver. IV. c. Semua amunisi militer. Pada amunisi komersial. kelongsong peluru mengandung gas dari hasil pemantikan mesiu. Saat ini amunisi pistol umunya menggunakan peluru semi-jacket. 22Long Rifle dan 22 Magnum. 3. Pada umumnya pembungkusnya terbuat dari tembaga atau copper alloy tetapi bisa juga dari baja b. AMUNISI A. Umumnya amunisi adalah pusat ledakannya (centerfire). Kebanyakan peluru pistol bentuknya lurus sedang peluru senapan berbentuk leher botol (bottle neck) 3. haruslah berbungkus metal secara penuh. baik disengaja untuk dipasang pada revolver maupun pistol otomatis. pusat penembak pelor senjata harus terbungkus metal baik secara penuh ataupun sebagian.tergantung lokasi primernya. 4. 2. Ketika ditembakkan. Matanya terbuat dari timah tetapi untuk peluru-peluru militer bisa dari leburan baja atau gabungan keduanya. iasanya dengan rancangan pucuk yang kosong. 1. menyulut bubuknya. silindrikal atau mesiu bola pada senapan laras panjang D. Ujud mesiu di Amerika Serikat umumnya adalah: 1.pembungkusannya menyelubungi pucuk dan sisi-sisi pelurunya. Saat ini amunisi rimfire hanya terbagi dalam tiga kaliber . Roman s 4n6 Ed. Wongso ‘  72 . B. Pada amunisi militer. campuran dari nitrocellulose. meskipun ada yang terbuat dari aluminium dan baja. 5. Pada pusat peledakan kelongsong. kesulitan pokok terletak pada bagian tengah dasar kelongsong. termasuk amunisi pistol. pemantiknya menghantam tengah-tengah dasar primer yang memantik komposisi primer yang selanjutnya memantik mesiunya. peluru berbungkus metal penuh digunakan pada pistol otomatis. pemantiknya menghancurkan bibir kelongsong peluru. meledakkan komposisi primernya. 2. Amunisi senjata dengan putaran rotasi peluru dibagi dalam dua kategori yaitu centerfire atau rimfire . Oleh karena velositasnya yang tinggi. Pada saat penembakan. 6. Ketika diledakkan.

Federal dan Remington menggunakan gumpalan plastik sedang Winchester punya ciri-ciri khas yaitu menggunakan gumpalan dari kertas maupun cardboard. hollow point atau iv. c. Amunisi senapan centerfire: i. Ciri-cirinya. potongan semi-wad iii. wad cutter (berbentuk silindris) b. Wongso “ ’ 73 . moncong bulat ii. ellet yang digunakan untuk berburu burung atau binatang-binatang kecil 4. Andire e i. Peluru gotri senapan tabur sungguh-sungguh adalah misil timah yang besar : a. lalu gumpalan dan bubuk.33 inci. atau: c. full metal jacket atau ii. buckshot yang paling umum digunakan adalah #4 dan 00. semi-jacket iii. Konfigurasi pelurunyapun bervariasi a.22 Short dan Senapan Laras Panjang (long rifle) dipasang dengan pelor timah. Diameter pellet atau butir-butir peluru tabur birdshot bervariasi 5. Pabrik yang berlainan menggunakan bahan gumpalan serta desain gumpalan yang berbeda pula. F. buckshot dipasang dengan bungkusan serbuk putih bahan plastik yang ketika ditembakkan akan dikeluarkan bersamaan dengan buckshot dan gumpalan. dengan ujung spitzer atau pucuk bulat E.7. b. Serangkaian tulang siku dan alur pilin terdapat di sepanjang permukaan peluru gotri American Foster maupun Brenneke. Amunisi pistol biasanya: i. umumnya muatan untuk senapan tabur mengandung birdshot atau buckshot. jam pasir (hourglass) berbentuk bulat sabot 2. Sementara. Seluruh himpunan. Peluru gotri sabot punya konfigurasi jam pasir dan terbungkus dalam dua buah plastik a. 2. Hampir semua badan senapan tabur dibuat dengan sekam plastik dan kepala kuningan dengan pucuk yang mengatup 1. 4. Tetapi ada beberapa produk Winchester yang menggunakan gumpalan plastik. Pellet yang digunakan polisi untuk bela diri dan pengejaran disebut buckshot. Dibalik ujung yang sobek terdapatlah pellet atau butir-butir peluru tabur (tembakannya). yang 00 berdiameter . disebut birdshot. d. Sementara keluar. amunisi Magnum . berbentuk peluru seperti peluru gotri American Foster b. 3 Berat peluru gotri ini berkisar antara kira-kira 350 sampai 490 grain (kesatuan berat di Inggris) tergantung ukuran. Peluru gotri Brenneke dari Eropa mirip dengan peluru gotri Foster hanya saja diberi gumpalan cardboard yang menempel pada alasnya. a. buckshot #4 berdiameter . Amunisi . 20 by Syaulia. tetapi ada juga yang bermuatan gotri senapan 1. 8.22 beramunisi jacket metal penuh atau semijacket.24 inci. kedua buah plastiknya terlepas dan misil jam pasirnya terus meluncur menuju sasarannya ” Roman s 4n6 Ed. Ukuran dan pabrik pembuat amunisi dapat dikenali liwat gumpalan yang diambil 3. b. dua buah plastik yang menyelimuti peluru gotri berikut peluru gotrinya meluncur keluar melalui larasnya.

contohnya. Kelongsong peluru juga punya tanda-tanda yang berasal dari pemantik. Sidik jari pada senjata. pelontar dan juga dari magasin. Jadi. Kadang-kadang. Wongso – • 74 . C. Pada pemeriksaan harus dipikirkan adanya kerusakan sekunder seperti infark atau infeksi. 2. Ketika sebuah peluru ditembakkan melalui larasnya. rekomendasi sidik jari pada sebuah senjata. sidik jari dapat ditemui pada kelongsong peluru yang telah ditembakkan. Tanda-tanda inilah yang dipakai para penyelidik senjata untuk mengenali peluru yang ditembakkan oleh senjata tertentu.4 Dengan adanya lesatan peluru dengan kecepatan tinggi akan membentuk rongga disebabkan gerakan sentrifugal pada peluru sampai keluar dari jaringan dan diameter rongga ini lebih besar dari diameter peluru. kepadatan pilin. khususnya pistol umumnya jarang dipakai. karakteristik kelas dan b. atau tendangan. 3. umumnya tidak menguntungkan. Efek luka juga berhubungan dengan gaya gravitasi. 20 by Syaulia. PERBANDINGAN BALISTIK PELURU A. MEKANISME LUKA TEMBAK Pada luka tembak terjadi efek perlambatan yang disebabkan pada trauma mekanik seperti pukulan. Tanda-tanda ini dapat dipakai untuk mengenali asal kelongsong peluru senjata yang spesifik. yang juga akan menghamburkan panas. Kerusakan yang terjadi pada jaringan tergantung pada absorpsi energi kinetiknya. Peluru 1. Gambar 6. kerusakan sekunder terjadi bila terdapat ruptur pembuluh darah atau struktur lainnya dan terjadi luka yang sedikit lebih besar dari diameter peluru. Organ dengan konsistensi yang padat tingkat kerusakan lebih tinggi daripada organ berongga. lintasan dari peluru yang menembus jaringan akan terjadi gelombang tekanan yang mengkompresi jika terjadi pada jaringan seperti otak. C. Andire e i. suara serta gangguan mekanik yang lainya.3. jumlah lands dan alur pilin. B. dan rongga ini akan mengecil sesaat setelah peluru berhenti. Jika kecepatan melebihi kecepatan udara. Kelongsong Peluru 1. karakteristik individual 2.4 Energi kinetik ini akan mengakibatkan daya dorong peluru ke suatu jaringan sehingga terjadi laserasi. Karakteristik Kelas adalah pembuatan dan model senapan. penembakan meninggalkan dua jenis tanda pada peluru: a. 3. kedalaman alur pilin serta arahnya. Mekanisme luka tembak Roman s 4n6 Ed. dengan ukuran luka tetap sama. tusukan. hal ini terjadi akibat adanya transfer energi dari luar menuju jaringan.V. Karakteristik Individual adalah tanda-tanda yang dibuat pada peluru oleh ketidaksempurnaan dalam laras yang hanya ada pada laras individual itu sendiri. hati ataupun otot akan mengakibatkan kerusakan dengan adanya zona-zona disekitar luka.

Pinggiran luka melekuk kearah dalam Pinggiran luka melekuk keluar karena karena peluru menmebus kulit dari peluru menuju keluar. Tidak terdapat kelim lemak Pakaian masuk kedalam luka. Wongso ˜ — 75 . luar Pinggiran luka mengalami abrasi Pinggiran luka tidak mengalami abrasi. Roman s 4n6 Ed. Pada luka bisa tampak hitam. 20 by Syaulia. Perdarahan lebih banyak Pemeriksaan radiologi atau analisis Tidak ada aktivitas netron mengungkapkan adanya lingkaran timah / zat besi di sekitar luka. dibawa Tidak ada oleh peluru yang masuk. Jika senjata ditembakkan pada jarak yang sangat dekat atau menempel dengan kulit : Õ Jaringan subkutan 5 sampai 7. Andire e i. kelim tato atau jelaga. Disekitar luka tampak kelim ekimosis. Bisa tampak kelim lemak. Faktor-faktor yang mempengaruhi cedera akibat senjata api : y Jenis peluru y Kecepatan peluru y Jarak antara senjata api dengan tubuh korban saat penembakan y Densitas jaringan tubuh dimana peluru masuk Jarak antara senjata api dengan tubuh korban saat penembakan 1.D. karena peluru teratur dibandingkan luka tembak menembus kulit seperti bor dengan masuk. KLASIFIKASI LUKA TEMBAK 1. Perbedaan luka tembak masuk dan keluar Luka tembak masuk Luka tembak keluar Ukurannya kecil (berupa satu Ukurannya lebih besar dan lebih tidak titik/stelata/bintang).5 cm disekitar luka tembak masuk mengalami laserasi Õ Kulit disekitar luka terbakar atau hitam karena asap. Luka Tembak Keluar (luka tembus) Tabel. Pada tulang tengkorak. Kelim tato terjadi karena bubuk mesiu senjata yang tidak terbakar. pinggiran luka Tampak seperti gambaran mirip bagus bentuknya. Tidak ada terbakar. Luka Tembak Masuk: y luka tembak tempel y luka tembak jarak dekat y luka tembak jarak jauh 2. kerucut Bisa tampak berwarna merah terang Tidak ada akibat adanya zat karbon monoksida. karena kecepatan peluru kecepatan tinggi berkurang hingga menyebabkan robekan jaringan. Tidak ada Luka tembak masuk Luka tembak keluar Perdarahan hanya sedikit.

Tembakan jarak jauh Õ Jaraknya adalah di atas 45 cm. Andire e i. 3. Õ Ukuran luka lebih kecil dibandingkan peluru Õ Warna hitam dan kelim tato lebih luar disekitar luka Õ Tidak ada luka bakar atau kulit yang hangus. Luka keluar Õ lokasi Õ karakteristik 8. Wongso š ™ 76 . Tembakan jarak dekat Õ Jaraknya adalah 30-45 cm dari kulit.Õ Rambut di sekitar luka hangus. Deskripsi Luka Tembak 1. Residu tembakan yang terlihat Õ grains powder Õ deposit bubuk hitam. utuh atau tidak Õ tekanan ujung senjata 3. Hal ini terjadi jika bubuk mesiu tidak berasap dan tidak terdapat bagian kehitaman pada kulit. maka di sebut kelim lecet. Track Õ penetrasi organ Õ arah Õ kerusakan sekunder Õ kerusakan organ individu 6. termasuk korona Õ tattoo Õ metal stippling 4. Deskripsi luka luar Õ ukuran dan bentuk Õ lingkaran abrasi. 20 by Syaulia. Perubahan Õ oleh tenaga medis Õ oleh bagian pemakaman 5. 2. Jika peluru menyebabkan gesekan pada lubang tempat masuk dan menyebabkan lecet. tebal dan pusatnya Õ luka bakar Õ lipatan kulit. Õ Walaupun jarang bisa ditemukan bercak berwarna abu-abu atau putih di sekitar luka. Pengambilan jaringan untuk menguji residu Roman s 4n6 Ed. Õ Ukuran luka jauh lebih kecil dibandingkan peluru. Penyembuhan fragmen luka tembak 9. Õ Pakaian yang menutupi luka terbakar karena percikan api dari senjata. Lokasi Õ jarak dari puncak kepala atau telapak kaki serta ke kanan dan kiri garis pertengahan tubuh Õ lokasi secara umum terhadap bagian tubuh 2. Õ Kehitaman atau kelim tato tidak ada Õ Bisa tampak kelim lecet. Penyembuhan luka tembakan Õ titik penyembuhan Õ tipe misil Õ tanda identifikasi Õ susunan 7.

bila terkena tembakan dan kedua organ tersebut sedang terisi penuh (jantung dalam fase diastole). akan menimbulkan luka yang relatif lebih kecil bila dibandingkan dengan peluru yang kecepatannya lebih rendah (low velocity). Bila penembakan dilakukan dengan posisi moncong senjata menempel dengan erat pada tubuh korban. maka sewaktu anak peluru berada dan melintas dalam tubuh akan terbentuk lubang yang lebih besar dari diameter peluru e. Pada organ tubuh yang berongga seperti jantung dan kandung kencing. terjadi gesekan antara badan peluru dengan tepi robekan sehing terjadi ga kelim lecet (abrasion ring) d. lubang atau robekan yang terjadi akan mengecil kembali. Luka terbuka yang terjadi dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu: y Kecepatan y Posisi peluru pada saat masuk ke dalam tubuh y Bentuk dan ukuran peluru y Densitas jaringan tubuh di mana peluru masuk Peluru yang mempunyai kecepatan tinggi (high velocity). Peluru yang masuk secara membentuk sudut atau serong akan dapat diketahui dari bentuk kelim lecet Roman s 4n6 Ed. Oleh karena terjadi gerakan rotasi dari peluru (pada senjata yang beralur atau rifle bore). Kerusakan jaringan tubuh akan lebih berat bila peluru mengenai bagian tubuh yang densitasnya lebih besar. maka minyak yang melekat pada anak peluru dapat terbawa dan melekat pada luka. Oleh karena tenaga penetrasi peluru dan gerakan rotasi akan diteruskan ke segala arah. Wongso œ › 77 .Efek Luka Tembak Pada saat seseorang melepaskan tembakan dan kebetulan mengenai sasaran yaitu tubuh korban. Selain itu bila senjata yang dipakai termasuk senjata yang tidak beralur (smooth bore). maka pada tubuh korban tersebut akan didapatkan perubahan yang diakibatkan oleh berbagai unsur atau komponen yang keluar dari laras senjata api tersebut. Bila peluru masuk ke dalam tubuh secara tegak lurus maka kelim lecet yang terbentuk akan sama lebarnya pada setiap arah g. Pada saat peluru mengenai kulit. 20 by Syaulia. tutup dari peluru itu sendiri juga dapat menimbulkan kelainan dalam bentuk luka. hal tersebut disebabkan karena adanya penyebaran tekanan hidrostatik ke seluruh bagian. maka komponen yang keluar adalah anak peluru dalam satu kesatuan atau tersebar dalam bentuk pellet. Adapun komponen atau unsur-unsur yang keluar pada setiap penembakan adalah: y anak peluru y butir-butir mesiu yang tidak terbakar atau sebagian terbakar y asap atau jelaga y api y partikel logam Bila senjata yang dipergunakan sering diberi minyak pelumas. hal ini dimungkinkan oleh adanya elastisitas dari jaringan f. Komponen atau unsur-unsur yang keluar pada setiap peristiwa penembakan akan menimbulkan kelainan pada tubuh korban sebagai berikut: 1) Akibat anak peluru (bullet effect): luka terbuka. Bila kekuatan anak peluru lebih besar dari kulit maka akan terjadi robekan c. Andire e i. Bila peluru telah meninggalkan tubuh atau keluar. kulit akan teregang b. maka kerusakan yang terjadi akan lebih hebat bila dibandingkan dengan jantung dalam fase sistole dan kandung kencing yang kosong. maka akan terdapat jejas laras. Mekanisme terbentuknya luka dan kelim lecet akibat anak peluru: a.

maka bintik-bintik hitam tersebut tidak dapat dihapus dengan kain dari luar d. Kelim lecet paling lebar merupakan petunjuk bahwa peluru masuk dari arah tersebut i. Bila peluru menyebabkan luka terbuka dimana luka tembak masuk bersatu dengan luka tembak keluar. hal ini disebut kelim kesat atau kelim lemak (grease ring/ grease mark) j. maka pada klim lecet akan d ijumpai pewarnaan kehitaman akibat minyak pelumas. bila jaringan di bawahnya mempunyai densitas besar seperti tulang. kalium sulfida. Jangkauan butir-butir mesiu untuk senjata genggam berkisar sekitar 60 cm e. Perkiraan diameter anak peluru merupakan penjumlahan antara diameter lubang luka ditambah dengan lebar kelim lecet yang tegak lurus dengan arah masuknya peluru l. Daerah di mana butir-butir mesiu tersebut masuk akan tampak berbintik-bintik hitam dan bercampur dengan perdarahan c. maka bentuk luka yang terjadi adalah bentuk bundar. Pada senjata yang dirawat baik. tiosianat. Bullet graze m. stipling a. luka yang terbentuk disebut gutter wound 2) Akibat butir-butir mesiu (gunpowder effect): tattoo. Oleh karena penetrasi butir mesiu tadi cukup dalam. 20 by Syaulia. Andire e i. Black powder adalah butir mesiu yang komposisinya terdiri dari nitrit. Wongso ž  78 . Peluru yang hanya menyerempet tubuh korban akan menimbulkan robekan dangkal. Butir ± butir mesiu yang tidak terbakar atau sebagian terbakar akan masuk ke dalam kulit b. kalium sulfat. kalium karbonat. sehingga robekan yang tejadi menjadi tidak beraturan atau berbentuk bintang k. maka sebagian tenaga dari peluru disertai pula dengan gas yang terbentuk akan memantul dan mengangkat kulit di atasnya.h. disebut bullet slap atau bullet graze Gambar 13. Bila peluru masuk pada daerah di mana densitasnya rendah. sedangkan smoke less powder terdiri dari nitrit dan selulosa nitrat yang dicampur dengan karbon dan gravid Roman s 4n6 Ed. tiosulfat.

Terbakarnya butir-butir mesiu akan menghasilkan api serta gas panas yang akan mengakibatkan kulit akan tampak hangus terbakar (scorching. Jejas laras dapat pula terjadi jika si penembak memukulkan moncong senjatanya dengan cukup keras pada tubuh korban. Oleh karena setiap proses pembakaran itu tidak sempurna. Smoke less powder akan menghasilkan asap yang jauh lebih sedikit d. 6) Akibat moncong senjata (muzzle effect): jejas laras a. baik luka tembak tempel yang erat (hard contact) maupun yang hanya sebagian menempel (soft contact) b. CO 10%. Partikel tersebut dapat masuk ke dalam kulit atau tertahan pada pakaian korban. maka rambut akan terbakar c. maka sewaktu peluru bergulir pada laras yang beralur akan terjadi pelepasan partikel logam sebagai akibat pergesekan tersebut b. maka pada soft contact jelaga dan butir 79 Roman s 4n6 Ed. Andire e i. jejas laras sebetulnya luka lecet tekan tersebut akan tampak sebagian sebagai garis lengkung f. akan tetapi hal ini jarang terjadi e. charring) b. 4) Akibat api (flame effect): luka bakar a. Powder tattoing 3) Akibat asap (smoke effect): jelaga a. Bila pada hard contact tidak akan dijumpai kelim jelaga atau kelim tato. jejas laras tampak jelas mengelilingi lubang luka.Gambar 14. Jika tembakan terjadi pada daerah yang berambut. Oleh karena jelaga itu ringan. sehingga bila dihapus akan menghilang. Oleh karena diameter peluru lebih besar dari diameter laras. jaraknya sekitar 7.5 cm 5) Akibat partikel logam (metal effect): fouling a. Jejas laras dapat terjadi bila moncong senjata ditempelkan pada bagian tubuh. Jangkauan jelaga untuk senjata genggam berkisar sekitar 30 cm e. jelaga hanya menempel pada permukaan kulit. hydrogen 2 % serta sedikit oksigen dan methane c. Pada hard contact. sedangkan pada soft contact. Wongso   Ÿ . dimana di bawahnya ada bagian yang keras (tulang) c. Jarak tempuh api serta gas panas untuk senjata genggam sekitar 15 cm. sedangkan untuk senjata yang kalibernya lebih kecil. Jelaga yang berasal dari black powder komposisinya CO2 (50%) nitrogen 35%. hydrogen sulfide 3%. 20 by Syaulia. oleh karena tertutup rapat oleh laras senjata. Jejas laras dapat terjadi pada luka tembak tempel. maka terbentuk asap atau jelaga b. Partikel atau fragmen logam tersebut akan menimbulkan luka lecet atau luka terbuka dangkal yang kecil-kecil pada tubuh korban c. Jejas laras terjadi oleh karena adanya tenaga yang terpantul oleh tulang dan mengangkat kulit sehingga terjadi benturan yang cukup kuat antara kulit dan moncong senjata d.

Roman s 4n6 Ed. dan jauh. bahkan sudah disiapkan untuk penguburan. sebagai tambahan. seringkali dokter merasa tidak mempunyai kewajiban untuk mendeskripskan luka secara detail. petunjuk ini berguna untuk pembanding dengan shotgun. 7) Pengaruh pakaian pada luka tembak masuk Jika tembakan mengenai tubuh korban yang ditutup pakaian. kecuali jika jarak dekat.4 b. untuk mengetahui gambaran luka. perkiraan tersebut memiliki kepentingan sebagai berikut : untuk membuktikan atau menyangkal tuntutan. pengguntingan rambut. Jarak tembakan efek gas.3. meskipun demikian. maka dapat terjadi: y Asap.mesiu ada yang keluar melalui celah antara moncong senjata dan kulit. dan pakaiannya cukup tebal. untuk menyatakan atau menyingkirkan kemungkinan bunuh diri. termasuk debridement.4 penatalaksanaan luka. luka sudah ditutup dengan lilin atau material lain. tubuh mungkin sudah dibersihkan. luka tembak dapat diklasifikasikan sebagai luka tembak jarak dekat. a. bubuk mesiu. tidak ada tuntutan dalam mengatasi gawat darurat. penjahitan. di lain pihak. 1. jika korban masih hidup. penggambaran luka secara detail akan dilakukan nanti. penting untuk mengetahui siapa dan apa yang telah dikerjakannya terhadap tubuh korban. jaringan juga berperan serta dalam perubahan gambaran luka karena adanya kontraksi otot. lipatan kulit yang utuh dan robek. senapan akan memproduksi lebih sedikit kotoran. Andire e i. butir-butir mesiu dan api dapat tertahan pakaian y Fragmen atau partikel logam dapat tertahan oleh pakaian y Serat-serat pakaian dapat terbawa oleh peluru dan masuk ke dalam lubang luka tembak F. dan bagian yang ditembus/dilewati. ukuran dan bentuk defek. Wongso ¢ ¡ 80 . dan anak peluru terhadap target dapat digunakan dalam keilmuan forensik untuk memperkirakan jarak target dari tembakan dilepaskan. meski kisaran jarak tembak tidak dapat dinilai dengan ketajaman absolut. panjang luka dihubungkan dengan pengurangan sudut tembak. lingkaran abrasi. deskripsi singkat dan tidak terlalu detail. membantu menilai ciri alami luka akibat kecelakaan. membersih kan luka. deskripsi luka yang minimal untuk pasien hidup terdiri dari : lokasi luka. sedang. dokter mempunyai tanggung jawab yang utama untuk memberikan penatalaksanaan gawat darurat. membuka dan mengeksplorasi. dan operasi perluasan luka. sehingga terdapat adanya kelim jelaga dan kelim tato.3. tubuhnya dapat saja sudah mengalami perubahan akibat penanganan gawat darurat dari pihak lain. debridement dan menutupnya. kemudian membalut adalah bagian penting dari merawat pasien bagi dokter. pembalutan. tato (jika ada). oleh ka rena singkatnya waktu yang dimiliki untuk mempelajari medikolegal. bubuk hitam sisa tembakan (jika ada). setelah semua kondisi gawat darurat dapat disingkirkan. luka tembak yang disebabkan shotgun dengan sudut olique akan membentuk luka seperti anak tangga. tubuh bisa berubah akibat perlakuan orangorang yang mempersiapkan tubuhnya untuk dikirimkan kepada pihak yang bertanggung jawab untuk menerimanya. jika sudut penembakan olique akan mengakibatkan luka tembak berbentuk ellips. drainase. Arah tembakan luka tembak yang tepat akan membentuk lubang yang sirkuler serta perubahan warna pada kulit. 20 by Syaulia. Pada korban mati. DESKRIPSI LUKA TEMBAK Kepentingan medikolegal deskripsi yang adekuat dari luka senjata api bergantung pada besarnya potensi seorang korban meninggal.1.

20 by Syaulia. sisi miring pada segitiga ABC tidak lain adalah merupakan lintasan anak peluru. adalah CD/AB. CARA PENGUKURAN JARAK TEMBAK DALAM VISUM ET REPERTUM Bila pada korban terdapat luka tembak masuk dan tampak jelas adanya jejas laras. maksimal 30 cm. kelim api. (B) Anak peluru masuk dengan pembentukan sudut. kelim jelaga atau kelim tato.1 Bila terdapat kelim jelaga. (A) (B) C C A D D D (C) A B A D B B C Keterangan Gambar 1. besarnya sudut tersebut (sinus). Sedangkan kelim api menunjukan bahwa korban ditembak dari jarak yang sangat dekat sekali. Wongso 81 .G. dengan demikian jarak BC dan panjangnya AC dapat di hitung. maksimal 60 cm dan seterusnya. Kesulitan timbul bila tidak ada kelim-kelim tersebut selain kelim lecet. maka perkiraan penentuan jarak tembak tidak sulit. berarti korban ditembak dari jarak dekat. Arah anak peluru diketahui dari kelim lecet yang tersebar. B kaliber A b a Sin = b/a Roman s 4n6 Ed. kelim tato berarti korban ditembak dari jarak dekat. (A) anak peluru yang masuk sesara tegak lurus dapat diketahui dari perkiraan diameter anak peluru adalah AB-CD. (C) Bila AB adalah jarak antara tumit/lantai dengan luka tembak masuk diketahui demikian pula besarnya sudut m asuknya. Andirezeki. yaitu maksimal 15 cm.

untuk membersihkan busa yang terjadi dan membersihkan darah. dan pemeriksaan radiologik. elongasi. akan lebih banyak mengambil warna biru (basophilic staining) y Tampak perdarahan yang masih baru dalam epidermis (kelainan ini paling dominan. Wongso ¤ £ 82 . berwarna hitam atau hitam kecoklatan y Pada luka tembak tempel ³hard contact´. nitrat. dan menjadi pipihnya sel-sel epidermal serta elongasi dari inti sel y Distorsi dari sel epidermis di tepi luka yang dapat bercampur dengan butir-butir mesiu y Epitel mengalami nekrosis koagulatif. pemeriksaan terhadap luka tembak masuk. ditemukan timah. sering dipersulit oleh adanya pengotoran oleh darah. khususnys di sepanjang tepi saluran luka y Pada luka tembak tempel ³soft contact´. dan merkuri Roman s 4n6 Ed. nitrit. a) Pemeriksaan Mikroskopik Perubahan yang tampak diakibatkan oleh dua faktor. epitel sembab. permukaan kulit sekitar luka tidak terdapat butir-butir mesiu atau hanya sedikit sekali. karbon. hanya sedikit yang ada pada lapisan-lapisan kulit b) Pemeriksaan Kimiawi y Pada ³black gun powder´ dapat ditemukan kalium. antimony. sehingga pemeriksaan tidak dapat dilakukan dengan baik. tiosianat dan tiosulfat y Pada ³smokeless gun powder´ dapat ditemukan nitrit. PEMERIKSAAN KHUSUS PADA LUKA TEMBAK MASUK Pada beberapa keadaan. pemeriksaan kimiawi. H. vakuolisasi dan piknotik y Butir-butir mesiu tampak sebagai benda tidak beraturan. pada luka tembak tempel dan luka tembak jarak dekat perubahan mikroskopis yang terjadi adalah: y Kompresi epitel. yaitu: trauma mekanik dan termis. barium. butir-butir mesiu terdapat pada kulit dan jaringan di bawah kulit y Pada luka tembak jarak dekat. disekitar luka tampak epitel yang normal dan yang mengalami kompresi. karbonat.Keterangan gambar : (A) Besarnya sudut masuk anak peluru dan kaliber diameter dari anak peluru seperti yang dimaksud dalam gambar di atas besarnya sudut masuk (sinus) b/a sedangkan kaliber dari anak peluru adalah b. diukur dengan mengambil patokan tumit dan garis tengah tubuh melalui tulang punggung untuk memperrkirakan arah tembakan dari luar depan atau belakang atau samping dan sudutnya. dan adanya butir-butir mesiu) y Sel-sel pada dermis intinya mengerut. butir-butir mesiu terutama terdapat pada permukaan kulit. Untuk menghadapi penyulit pada pemeriksaan tersebut dapat dilakukan prosedur sebagai berikut: y Luka tembak dibersihkan dengan hydrogen-peroxide 3% y Setelah 2-3 menit luka tersebut dicuci dengan air. luka tembak akan bersih dan tampak jelas. dapat juga dengan pemeriksaan khusus: pemeriksaan mikroskopik. sulfat. butir-butir mesiu akan tampak banyak pada lapisan bawahnya. 20 by Syaulia. jaringan kolagen menyatu dengan pewarnaan HE. (B) Cara melakukan pengukuran di dalam memeriksa kasus penembakan. y Dengan pemberian hydrogen-peroxide tadi. sulfas. Andire e i. vakuolisasi sel-sel basal y Akibat panas. y Selain secara makroskopik. dan selulosa-nitrat y Pada senjata api yang modern. sehingga deskripsi luka dapat dilakukan dengan akurat.

maka dengan pemeriksaan radiologik ini akan dengan mudah menentukan kasusnya. yang tidak beralur. y Pada ³tandem bullet injury´ dapat ditemukan dua peluru walaupun luka tembak masuknya hanya satu. kemerahan.y Unsur-unsur kimia yang berasal dari laras senjata dan dari peluru sendiri dapat ditemukan timah. y Di pinggir atau di sekitar robekan mungkin didapatkan pengotoran oleh darah. y Bila ditembakan dari jarak dekat atau jarak sangat dekat. TRAUMA FISIK 1. Reaksi umum Ada 4 reaksi lokal dari tubuh korban : y Eritem dengan ciri-ciri : epidermis intak. Pada tempat yang sesuai dengan luka tembak keluar 1. Reaksi lokal 2. maka korban ditembak oleh senjata api jenis ³rifled´. Seperti otak ata u serpihan tulang. y Bila pada tubuh korban tampak satu peluru. di dalam atau di sekitar luka y Pada pelaku penembakan. yaitu dengan ditemukannya anak peluru pada foto rontgen d) Pemeriksaan baju pada korban luka tembak Pemeriksaan korban luka tembak tidak lengkap tanpa pemeriksaan defek baju yang dibuat oleh peluru. sembuh tanpa meninggalkan sikatriks. dimana dalam satu peluru terdiri dari berpuluh pellet.9 y Serat-serat pakaian akan terdorong keluar. Andire e i. y Bila senjata dirawat dengan baik maka di tepi dan di bagian pakaian yang robek terdapat pengotoran oleh minyak pelumas yang berwarna kehitaman. Dry Heat (Burn Heat / Luka Bakar) Dry heat (burn heat / luka bakar) adalah luka bakar yang diakibatkan oleh persentuhan tubuh dengan api atau benda panas (bukan cairan). antimon. perak. 20 by Syaulia. dapat terlihat pengotoran bewarna hitam yang disebabkan oleh butir-butir mesiu yang tidak terbakar dan akibat jelaga yang menempel pada pakaian. tembaga. y Vesikel. sehingga pemeriksaan sulit. Pada tempat yang sesuai dengan luka tembak masuk y Serat-serat pakaian akan terdorong ke dalam. unsur-unsur tersebut dapat dideteksi pada tangan yang menggenggam senjata c) Pemeriksaan dengan Sinar-X Pemeriksaan radiologik ini umumnya untuk memudahkan dalam mengetahui letak peluru dalam tubuh korban. dan thalium y Pemeriksaan atas unsur-unsur tersebut dapat dilakukan terhadap pakaian. y Pada keadaan dimana tubuh korban telah membusuk lanjut atau telah rusak. hal ini menunjukkan bahwa peluru keluar melalui lubang tersebut. maka dapat dipastikan bahwa korban ditembak dengan senjata jenis ³shotgun´. Wongso ¦ ¥ 83 . Ada 2 reaksi dari tubuh korban : 1. atau jaringan tubuh korban yang hancur dan terbawa keluar. nikel. bulla & bleps dengan albumin atau NaCl tinggi. y Bila pada tubuh korban tampak banyak pellet tersebar. Roman s 4n6 Ed. bismuth. y Tepi lubang pada pakaian tampak terangkat.

Otot lemah 6. Wongso ¨ § 84 . Heat exhaustion 2. Organ mengalami kongesti. 2. Nadi cepat & penuh 5. 5. Ada 6 gejala heat stroke / sun stroke / pingsan panas : 1. Nadi irreguler 8. nekrotik) y Ada 3 reaksi umum dari tubuh korban : 1. Roman s 4n6 Ed. Badan panas 2. Heat cramp dapat terjadi pada individu yang bekerja dalam ruangan yang bersuhu tinggi. Degenerasi sel-sel ganglion. Kolaps sirkuler Ada 3 hal yg dapat ditemukan pd autopsi sebagai tanda adanya reaksi heat exhaustion : 1. Perdarahan kecil pada ventrikel III & IV. Kita dapat melakukan terapi terhadap reaksi heat cramp dengan menggunakan campuran air & garam atau larutan PZ IV bila korban mengalami konvulsi. 2. Heat cramp Ada 8 gejala heat exhaustion : 1. Derajat luka bakar : Luka akibat suhu tinggi (luka bakar)  Luka bakar derajat 1 (superficial burn)  Luka bakar derajat 2 (partial thickness burn)  Luka bakar derajat 3 (full thickness burn)  Luka bakar derajat 4 (hitam bagai arang. Perdarahan otak. Kongesti (edem berat). Badan panas 2. Organ dalam mengalami kongesti. y Karbonisasi (sudah menjadi arang). Heat stroke / sun stroke / pingsan panas diakibatkan oleh terjadinya paralisis centrum di medulla. Berkeringat 5. Arteriosklerosis arteri coronaria. endocardium atau bundle of his. 6. Shock sampai beresiko mati dengan tubuh kemerahan Ada 6 hal pada autopsi tanda adanya reaksi heat stroke : 1. Darah berwarna merah gelap.Necrosis coagulativa dengan ciri-ciri : warna coklat gelap hitam dan sembuh dengan meninggalkan sikatriks (litteken). Heat stroke / sun stroke / pingsan panas 3. Keadaan ini dapat terjadi pada udara yang panas (1000 Fahrenheit) dan lembab serta telah berlangsung beberapa hari. Sakit kepala 4. epicardium. Suhu tubuh turun 7. Pucat 4. Kolaps sirkuler 6. Andire e i. 4. 20 by Syaulia. Pusing 3. 3. Pusing 3. Darah berwarna gelap di jantung. 3.

kulit menjadi arang & mengelupas. perut. Kecelakaan 2. Ekstremitas fleksi akibat koagulasi protein. acute renal failure. Õ Biasanya dry heat (burn heat / luka bakar) hanya sedikit. Kematian karena gas karbon monoksida (CO) : Õ Biasanya terjadi pada kebakaran gedung besar. Ada 2 cara kematian kasus trauma dingin (cold trauma / frost bite / immertion foot). Trauma Dingin (Cold Trauma) Insiden trauma dingin (cold trauma / frost bite / immertion foot) jarang terjadi dan biasanya terdapat di negara yang bermusim dingin. Bentuk otak mengkerut seluruhnya. Penyebab kematian pada kasus dry heat ada 3 kategori. ulcus curling. yaitu : y Nyeri yang sangat hebat shock dan kematian. kering. Andire e i. y Otot merah gelap. kaki. y Pugillistic attitude / coitus attitude berupa ekstremitas fleksi. ekstremitas atas kanan. Tingkat II yaitu luas dry heat 30% membahayakan jiwa. hidung. Pembunuhan (infanticide) Roman s 4n6 Ed. y Fraktur tengkorak pseudoepidural hematom (bedakan dengan epidural hematom). mukosa edema & kemerahan. Garis patah melewati sulcus arteria meningea. Õ Saluran napas terdapat jelaga atau lendir. Luas dry heat (burn heat / luka bakar) dapat kita tentukan dengan menggunakan RULE OF NINE. yaitu : 1. yaitu : Õ 9% : permukaan kepala & leher. y Bukan tanda intravital. Õ Diagnosis pasti dapat kita tentukan dengan melakukan pemeriksaan saturasi. telinga. Pseudoepidural Hematom: Warna bekuan darah coklat. berkontraksi dan jari-jari mencengkeram. Õ 18% : permukaan ekstremitas bawah kanan. yaitu lebih 10%. pinggang. dan pipi.Ada 5 gejala umum dry heat (burn heat / luka bakar). Konsistensi rapuh. 2. Epidural Hematom: Warna bekuan darah hitam. Bentuk otak cekung sesuai dengan bekuan darah. infeksi & sepsis. Õ Ada jelaga pada lubang hidung. ekstremitas bawah kiri. dada. Konsistensi kenyal. Gas karbon monoksida (CO) 210 kali lebih kuat dari gas oksidan (O2) dalam mengikat hemoglobin. autointoksikasi. Wongso ª © 85 . 20 by Syaulia. Õ Lebam mayat yang berwarna merah cherry akibat terbentuknya senyawa HbCO (hemoglobin tereduksi). yaitu : y Cepat : shock primer (neurogenis) & asfiksia y Sedang : shock dehidrasi y Lambat : shock dehidrasi. Garis patah tidak menentu. Õ 1% : permukaan alat kelamin. Lokasinya bisa pada tangan. ekstremitas atas kiri. punggung. dan pneumonia hipostatik. Ekstremitas fleksi tidak sampai menimbulkan rigor mortis.

Ada 2 reaksi dari tubuh korban trauma dingin : 1. misalnya pada pemurnian dan pelapisan/penyepuhan logam. Trauma listrik (Electrical Injury) Ada 2 jenis tenaga yaitu : Õ Tenaga listrik alam seperti petir dan kilat. yang paling tinggi 1 jt hertz dengan voltage 20. Õ Lebam mayat berwarna merah cerah yang bercampur bercak berwarna merah gelap. b. dll Arus listrik bergerak dari tempat yang berpotensial tinggi ke potensial rendah. contohnya kurang dari 40 hertz atau lebih dari 1. Ada 8 reaksi umum : Õ Kulit korban pucat dan menggigil. Roman s 4n6 Ed. Bagian-bagian listrik. 20 by Syaulia. Arus listrik searah atau direct current (DC) mengalir secara terus menerus ke satu arah. Õ Organ dalam mengalami kongesti hebat. Õ Cairan tubuh korban berubah menjadi es jika tubuh korban lama baru kita temukan.000-40. dan kereta listrik (600-1500 volt). Frekuensi listrik Satuan : cycle per second atau hertz. Õ Tengkorak korban dapat retak pada bagian sutura.000 volt tidak begitu berbahaya dapat digunakan sebagai diatermi. Õ Lethargy. Õ Tenaga listrik buatan meliputi arus listrik searah (DC) seperti telepon (30-50 volt) dan tram listrik (600-1000 volt) dan arus listrik bolak-balik (AC) seperti listrik rumah. membengkak (skin blister). pabrik. Arus listrik bolak-balik atau alternating current (AC) mengalir bolak-balik. 3. dan akhirnya mati bila tubuh korban lama terpapar dingin. Õ Pada pemeriksaan autopsi. Kemudian timbul gangren superfisial yang irreversibel. Tubuh sangat tidak peka terhadap frekuensi yang sangat tinggi atau sangat rendah. biasanya 110 volt atau 220 volt. Andire e i. Juga digunakan pada telefon (30-50 volt). tubuh manusia 4-6 kali lebih sensitif terhadap arus AC. gatal dan nyeri. yang paling sering digunakan 50 dan 60 hertz. Reaksi umum Ada 2 reaksi lokal : Õ Kulit korban pucat akibat vasokonstriksi kemerahan akibat vasodilatasi karena paralisis vasomotor center. Õ Kulit korban lalu berubah menjadi merah kehitaman. koma. Hal ini karena darah "dipaksa" masuk kembali ke dalam pembuluh darah perifer akibat organ dalam mengalami kongesti.000 hertz. jauh lebih berbahaya daripada arus DC. 2. Reaksi lokal 2. jantung korban berisi darah berwarna merah cerah. Arus listrik (I) a. dipakai dalam industri elektrolisis. antara lain : 1. digunakan di rumah-rumah dan pabrik-pabrik. Arahnya sama dengan arah gerak muatan-muatan positif (berlawanan arah dengan elektron-elektron). Kita dapat menemukan cutis anserina. Wongso ¬ « 86 . Sumber misalnya baterai dan accu. Õ Kepucatan yang bercampur warna sianosis.

Banyak kematian akibat sengatan arus listrik AC dengan tegangan 220 volt. Andirezeki. Tahanan tubuh terhadap aliran listrik juga akan menurun pada keadaan demam atau adanya pengaruh obat -obatan yang mengakibatkan produksi keringat meningkat. Makin tinggi voltage akan menghasilkan efek yang lebih berat pada manusia baik efek lokal maupun general. Tahanan / resistance Tahanan tubuh bervariasi pada masing-masing jaringan. Õ Voltase sangat tinggi (20. Suatu arus AC dengan intensitas 70 mA -80 kematian. Menurut hukum Ohm. bahwa berkeringat dapat menurunkan tahanan sebesar 3000-2500 ohm. 2. Tahanan yang terbesar terdapat pada kulit tubuh. 20 by Syaulia. Tahanan kulit rata-rata 500-10. 3. urat saraf. LET GO CURRENT = kuat arus dari aliran listrik dimana korban masih bisa melepaskan diri darinya. 4.000. sedangkan pada implikasi biologis kurang berarti. Kulit yang berkeringat lebih jelek daripada kulit yang kering. Õ Voltase tinggi (= 1. Kematian akibat aliran listrik tegangan endah r terutama oleh karena terjadinya vibrilasi ventrikel. Diatermi : frekuensi 1 juta Hz dan tegangan 20 ribu . Tahanan/hambatan listrik (resistance/R) Satuan : ohm. otot. lemak. kelenjar keringat dan lemak. lamanya kontak R 3. pabrik. hal ini bergantung pada ketebalan kulit dan jumlah relatif dari folikel rambut. Pertimbangkan tentang ´transitional resistance´. sementara itu pada tegangan tinggi disebabkan oleh karena trauma elektrotermis. Tegangan (voltage/V) Satuan : volt. Jenis / macam aliran listrik Arus searah (DC) dan arus bolak-balik (AC). Õ Voltase rendah (110-460 V) misalnya penerangan. tram listrik.000 V) misalnya deep X-rays therapy dan diatermi. sedangkan arus DC dengan intensitas 250 mA masih dapat ditolerir tanpa menimbulkan kerusakan. Tegangan / voltage Hanya penting untuk sifat-sifat fisik saja. Menurut hitungan Cardieu. banyaknya arus I = --2.000 V) misalnya transpor arus listrik.3. akan menurun besarnya pada tulang. Di dalam lapisan kulit itu sendiri bervariasi derajat resistensinya. maka tahanannya turun lebih rendah lagi antara 1200-1500 ohm. darah dan cairan tubuh. Panas yang terjadi tergantung dari : V 1. ditentukan perbedaan kandungan air pada jaringan tersebut. yaitu suatu tahanan yang menyertai akibat adanya bahan -bahan yang berada di antara konduktor dengan Roman s 4n6 Ed. Wongso 87 . 60% kematian akibat listrik arus + listrik dengan tegangan 115 volt. 1 volt = tenaga listrik yang dibutuhkan untuk menghasilkan intensitas listrik sebesar 1 ampere melalui sebuah konduktor (penghantar) yang memiliki tahanan sebesar 1 ohm.40 ribu volt. Kuat arus yang sering kita gunakan dibawah 6 ampere.000 ohm.000-1. besarnya intensitas listrik (I) sama dengan besarnya tegangan/voltage (V) dibagi dengan tahanan (R) dari medium.Voltage yang paling rendah yang sudah dapa menimbulkan kematian t manusia 50 volt. Pada kulit yang lembab karena air atau saline. besarnya hambatan Hal ini sesuai dengan rumus : Keterangan : W = panas yang dihasilkan (kalori) I = kuat arus (ampere) W = I2 R t R = hambatan (ohm) t = waktu (detik) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Efek Listrik pada Tubuh 1.

Kelompok II : kuat arus 25-80 mA AC (DC 80-300 mA) dg transitional R < dari kel. Satuannya : ampere. Dengan tegangan yang rendah spasme otot-otot korban malah menggenggam konduktor arus listrik akan mengalir lebih lama korban jatuh dalam keadaan syok yang mematikan Sedangkan pada tegangan tinggi segera terlempar atau melepaskan konduktor atau sumber listrik yang tersentuh. Adanya hubungan dengan bumi / earthing Sehubungan dengan faktor tahanan.I hilangnya kesadaran. Jk t = 0. aritmia dan spasme pernafasan.0 Kontraksi otot-otot fleksor mencegah terlepas dari aliran listrik 20. Kuat arus / intensitas /amperage Adalah kekuatan arus (intensitas arus) yang dapat mendeposit berat tertentu perak dari larutan perak nitrat perdetik. maka orang yang berdiri pada tanah yang basah tanpa alas kaki. d. Kelompok I : kuat arus < 25 mA AC (DC antara 25-80 mA) dengan transitional R yang tinggi efek yang berbahaya (-). II. ambang arus 1. Lamanya waktu kontak dengan konduktor Makin lama korban kontak dengan konduktor makin banyak jumlah arus yang melalui tubuh kerusakan tubuh akan bertambah besar & luas. 6. persepsi arus 2. Aliran arus listrik (path of current) Adalah tempat-tempat pada tubuh yang dilalui oleh arus listrik sejak masuk sampai meninggalkan tubuh.0 Parestesia lengan bawah 5. Kelompok III : Kuat arus 80-100 mA AC (DC 300 mA .0 Kontraksi otot yang sangat sakit Dikatakan bahwa kuat arus sebesar 30 mA adalah batas ketahanan seseorang.3s . pada 40 mA dapat menimbulkan hilangnya kesadaran dan kematian akan terjadi pada kuat arus 100 mA atau lebih. O. 1959) mA Efek 1.5 Tangan terasa ringan dan kaku 4. efek biologisnya sama dg kel.0 Sensasi. Andire e i.0 Tangan mati rasa 3. misalnya baju. karena akibat arus listrik dengan tegangan tinggi tersebut dapat menyebabkan timbulnya kontraksi otot.3s vibrilasi ventrikel irreversibel. 7. Wongso ® ­ 88 . termasuk otot yang tersentuh aliran listrik tersebut. c. karena pada keadaan pertama tahanannya rendah. 4. Arus yang di atas 60 mA dan berlangsung lebih dari 1 detik dapat menimbulkan vibrilasi ventrikel. akan lebih berbahaya daripada orang yang berdiri dengan mengggunakan alas sepatu yang kering. Jk > 0. sepatu karet. transitional R < dari kel.0 Tangan tremor dan lengan bawah spasme 7. dan lain-lain. 20 by Syaulia.1-0.0 Spasme ringan yang luas sampai lengan atas 10. Kelompok IV : kuat arus > 3A cardiac arrest 5. b. Tabel. KOEPPEN menggolongkan akibat kecelakaan listrik dalam 4 kelompok yaitu : a. sarung tangan karet. II. Letak titik masuk arus listrik (point of entry) & letak titik keluar bervariasi efek dari arus listrik tersebut bervariasi dari ringan sampai Roman s 4n6 Ed.tubuh atau antara tubuh dengan bumi.0 Dapat sengaja melepaskan diri dari arus listrik 15.5 Rasa yang jelas. mengenai efek aliran listrik terhadap tubuh (Lobl.3A).

d. sepatu dapat berfungsi sebagai isolator. t. Kelengahan atau kekuranghati-hatian. Andire e i. Arus yang melalui otak. b. e. f. Sebab Kematian Kebanyakan oleh energi listrik itu sendiri. Luas kontak dengan arus listrik. Paralisis respiratorik Akibat spasme dari otot-otot pernafasan. jarang terjadi karena pembunuhan atau bunuh diri. adanya penyakit-penyakit tertentu yang sudah ada pada korban sebelumnya. Patofisiologi Elektron mengalir secara abnormal melalui tubuh menghasilkan cedera dengan atau kematian melalui depolarisasi otot dan saraf. baik voltase rendah maupun tinggi mengakibatkan penurunan kesadaran segera karena depolarisasi saraf otak.DALZIEL (1961) memperkirakan pada manusia arus yang mengalir sedikitnya 70 mA dalam waktu 5 detik dari lengan ke tungkai akan menyebabkan fibrilasi. Menurut KOEPPEN. yang dapat memperberat efek listrik pada tubuh manusia sampai timbulnya kematian. Kalau arus listrik masuk ke tubuh melalui tangan yang satu dan keluar melalui tangan yang lain maka 60% yang meninggal dunia. Yang paling berbahaya adalah jika arus listrik masuk ke tubuh melalui tangan kiri dan keluar melalui kaki yang berlawanan/kanan. dalam hal ini sukar untuk mencari sebab kematian yang segera. seperti penyakit jantung. kondisi mental yang menurun. Sering trauma listrik disertai trauma mekanis. Sebab kematian karena arus listrik yaitu : 1. 20 by Syaulia.sedangkan ventrikel fibrilasi terjadi pd arus 80-100 mA. Bahaya terbesar bisa timbul jika jantung atau otak berada dalam posisi aliran listrik tersebut. Roman s 4n6 Ed. c. inisiasi abnormal irama elektrik pada jantung dan otak. Wongso ° ¯ 89 . spasme otot-otot pernafasan terjadi pada arus 25-80 mA. Ada kasus karena listrik yang menyebabkan korban jatuh dari ketinggian. Aliran listrik yang lama membuat kerusakan iskemik otak terutama yang diikuti gangguan nafas. Kesadaran adanya arus listrik. Antisipasi terhadap syok. Arus listrik masuk dari sebelah kiri bagiah tubuh lebih berbahaya daripada jika masuk dari sebelah kanan. Cara Kematian Paling sering : kecelakaan. Terjadi bila arua listrik yang memasuki tubuh korban di atas nilai ambang yang membahayakan. Konstitusi tubuh yaitu tubuh kurus dan gemuk. Faktor-faktor lain a. sehubungan dengan spasme otot-otot karena jantung masih tetap berdenyut sampai timbul kematian.dsb. Seluruh aliran dapat mengakibatkan mionekrosis. 2. Oleh karena itu pemeriksaan Tempat Kejadian Perkara (TKP) sangat penting. Arus AC dapat menghasilkan fibrilasi ventrikel jika jalurnya melalui dada. g. Kebiasaan dan pekerjaan.berat. dan mioglobinuria dan berbagai komplikasi. Selain itu dapat juga mengakibatkan luka bakar. Orang yang tanpa alas kaki lebih berbahaya kalau terkena aliran listrik. mioglobinemia. sehingga korban meninggal karena asfiksia. atau menghasilkan luka bakar elektrik internal maupun eksternal melalui panas dan pembentukan pori di membran sel.u sepatu karet 8.Bumi dianggap sebagai kutub negatif. Fibrilasi ventrikel Bergantung pada ukuran badan dan jantung. tetapi masih di batas bawah yang dapat menimbulkan ventrikel fibrilasi.

Wongso ² ± 90 . Andire e i.3. kuning atau coklat keputihan atau coklat kehitaman atau abu-abu kekuningan dikelilingi daerah kemerahan dan edema sehingga menonjol dari jaringan sekitarnya (daerah halo). y Tanda yang lebih berat yaitu kulit menjadi hangus arang. Bilamana belum ada lebam mayat. rambut ikut terbakar. Pemeriksaan Jenazah a.u pada telapak tangan atau telapak kaki dan sebelumnya harus dicuci dulu dengan sabun dan bila perlu disikat. Usaha pertolongan ini dilakukan sampai korban menunjukkan tanda-tanda hidup atau tanda-tanda kematian pasti. Bila aliran listrik diputus. Dalam pemeriksaan luar yang harus dicari adalah tanda-tanda listrik atau current mark/electric mark/stroomerk van jellinek/joule burn. paralisis pusat pernafasan tetap ada. Luka keluar dari luka listrik (electrical burn) tidak khas dapat berupa luka lecet. Paralisis pusat nafas Jika arus listrik masuk melalui pusat di batang otak. Current mark adalah tanda luka akibat listrik dan merupakan tempat masuknya aliran listrik.Yang perlu dilakukan pertama kali adalah mematikan arus listrik atau menjauhkan kawat listrik dengan kayu kering. Sepatu korban dan pakaian dapat terkoyak. 2. Tanda-tanda listrik tersebut antara lain : y Terkecil sebesar kepala jarum dengan warna kemerahan y Tanda lain berupa bula y Current mark berbentuk oval. jantung pun masih berdenyut. atau luka bakar. luka robek. oleh karena itu dengan bantuan pernafasan buatan korban masih dapat ditolong. Hal tersebut bisa terjadi jika kepala merupakan jalur arus listrik. Pernafasan buatan ini jika dilakukan dengan baik dan benar masih merupakan pengobatan utama untuk korban akibat listrik. disebabkan juga oleh trauma pada pusat-pusat vital di otak yang terjadi koagulasi dan akibat efek hipertermia. Pemeriksaan Korban 1. Warna yang terjadi tergantung bahan logam. Pemeriksaan Luar Sangat penting karena justru kelainan yang menyolok adalah kelainan pada kulit. 20 by Syaulia. tulang dapat meleleh dengan pembentukan butir kapur/kalk parels terdiri dari kalsium fosfat y Endogenous burn/Joule burn terjadi jika kontak dengan tubuh lama sehingga bagian tengah yang dangkal dan pucat pada electric mark dapat menjadi hitam dan hangus terbakar y Eksogenous burn dapat terjadi bila tubuh terkena arus listrik tegangan tinggi yang sudah mengandung panas. Pemeriksaan korban di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Korban mungkin ditemukan sedang memegang benda yang membuatnya kena listrik. Lalu kemudian korban diperiksa apakah hidup atau sudah meninggal dunia. sehingga tubuh akan hangus terbakar dengan Roman s 4n6 Ed. misalnya dari besi akan tampak warna hitam kecoklatan. kadang-kadang ada busa pada mulut. Cara mencari t. tembaga warna coklat kemerahan. maka mungkin korban dalam keadaan mati suri dan perlu diberi pertolongan segera yaitu pernafasan buatan dan pijat jantung dan kalau perlu segera dibawa ke Rumah sakit. dan aluminium warna perak. Metalisasi akibat panas yang ditimbulkan sedemikian besar sehingga ion-ion asam jaringan bereaksi dengan ion-ion logam dari kawat atau kabel membentuk garam dan menyebar di jaringan.

Pada hati ditemukan lesi yang tidak khas. Berada di tanah lapang. sehingga terjadi dilatasi jantung kanan. Pada korban yang terkena listrik tegangan tinggi. Organ viscera menunjukkan kongesti yang merata. Organ jantung akan terjadi fibrilasi bila dilalui aliran listrik dan berhenti pada fase diastole. dan konjungtiva korban terdapat bintik-bintik pendarahan. Ada 3 keadaan yang berpotensi besar terkena petir : 1. Andire e i. Hasil pemeriksaan akan terlihat sebagai berikut : y Ada bagian sel yang memipih. pleura. Walaupun pemeriksaan itu tidak spesifik untuk tanda kekerasan oleh listrik tetapi sangat menolong untuk menegakkan bahwa korban telah mengalami trauma listrik. juga ditemukan pneumothorak. Pada paru didapatkan edema dan kongesti. Wongso ´ ³ 91 . pada pengecatan dengan metoxyl lineosin akan bewarna lebih gelap dari normal y Sel-sel pada stratum korneum menggelembung dan vakum y Sel dan intinya dari stratum basalis menjadi lonjong dan tersusun secara palisade y Ada sel yang mengalami karbonisasi dan ada pula bagian sel-sel yang rusak dari stratum korneum y Folikel rambut dan kelenjar keringat memanjang dan memutar ke arah bagian yang terkena listrik. Petir (Lightning) Lightning / eliksem adalah kecelakaan akibat sambaran petir. Ada 3 kelainan akibat sambaran petir : 1.kerusakan yang sangat berat dan tidak jarang disertai dengan patahnya tulang-tulang y Panas yang timbul pada suatu waktu demikian besarnya sehingga kawat listrik menguap dan mengkondensir di jaringan tubuh/electric metalisasi b. Pemeriksaan Dalam Pada autopsi biasanya tidak ditemukan kelainan yang khas. Efek listrik. Kehujanan dan memakai perhiasan yang terbuat dari logam. 2. Perikard. Petekie atau perdarahan mukosa gastro intestinal ditemukan pada 1 dari 100 kasus fatal akibat listrik. Pada ekstremitas. maka jika ada aliran listrik akan terjadi panas sehingga tulang meleleh dan terbentuklah butiran-butiran kalsium fosfat yang menyerupai mutiara atau pearl like bodies. pembuluh darah korban mengalami nekrosis dan ruptur lalu terjadi pendarahan kemudian terbentuklah gangren.. Efek ledakan. hal ini mungkin sekali disebabkan oleh aliran listrik yang melalui paru kanan. 2. Berada dibawah pohon yang tinggi.1 Otot korban putus akibat perubahan hialin. sedangkan pada tulang. Roman s 4n6 Ed. Efek panas. 3. c. karena tulang mempunyai tahanan listrik yang besar. 20 by Syaulia. 3. Petir termasuk arus searah (DC) dengan tegangan 20 juta volt dan kuat arus 20 ribu ampere. Pemeriksaan Tambahan Yang dilakukan adalah pemeriksaan patologi anatomi pada current mark. Pada otak didapatkan perdarahan kecil-kecil dan terutama paling banyak adalah pada daerah ventrikel III dan IV. Custer menemukan pada puncak lobus salah satu paru terbakar.

Andire e i. asam nitrat dan asam sulfat. Setelah kilat menyambar. Cara kematian korban akibat sambaran petir : kecelakaan. Tanda ini akan hilang sendiri setelah beberapa jam. Efek ledakan akibat sambaran petir (lightning / eliksem) terjadi akibat perpindahan volume udara yang cepat & ekstrim. kertas spt kertas perkamen. asam oksalat. y Magnetisasi. Efek ini termasuk salah satu tanda luka listrik (electrical burn). udara setempat menjadi vakum lalu terisi oleh udara lagi shg menimbulkan suara menggelegar/guntur / ledakan. 20 by Syaulia. Logam yang dikenakan korban akan meleleh seperti perhiasan dan komponen arloji. TRAUMA KIMIAWI    Asam kuat & basa kuat Asam kuat mengkoagulasikan protein luka korosif yang kering. Basa kuat memembentuk reaksi penyabunan luka basah. Efek ini termasuk salah satu tanda utama luka listrik (electrical burn).  Asamanorganik yg bersifat korosif asam fluoride. Logam yang terkena sambaran petir (lightning / eliksem) akan berubah menjadi magnet. asam sitrat dan asam karbol. Tanda ini berupa gambaran seperti pohon gundul tanpa daun akibat terjadinya vasodilatasi vena pada kulit korban sebagai reaksi dari persentuhan antara kulit dengan petir (lightning / eliksem). pakaian. Ada 2 efek panas akibat sambaran petir : y Luka bakar sampai hangus. zinc klorida dan stibium klorida.  Zinc klorida kulit berwarna keputih-putihan. Ciri luka akibat kimiawi :  Asam karbol luka bakar dimana kulit yang terkena akan berwarna kelabu keputihan. kalsium hidroksida. sedangkan  Merkuri klorida kulit yg terkena berwarna biru keputihan + perdarahan. Roman s 4n6 Ed. y Metalisasi.  Kaustik alkali kalium hidroksida. asam asetat. y Aborescent markings.  Asam oksalat kulit berwarna kelabu kehitaman. Rambut.  Asam sulfat dan asam klorida kulit mula-mula akan berwarna kelabu kmdn jadi hitam. sepatu bahkan seluruh tubuh korban dapat terbakar atau hangus.  Garam logam berat merkuri klorida.  Asam nitrat kulit berwarna merah kecoklatan yang disertai dengan perdarahan.Ada 3 efek listrik akibat sambaran petir : y Current mark / electrik mark / electrik burn. Arloji korban akan berhenti dimana tanda ini dapat kita gunakan untuk menentukan saat kematian korban. Wongso ¶ µ 92 . asam klorida. Efek ini juga termasuk salah satu tanda luka listrik (electrical burn). natrium hidroksida dan amoniak. licin kerusakan sampai terus kedalam Bahan kimia yg bersifat korosif dpt dibagi dalam 4 golongan :  Asam organik yg bersifat korosif.

HUBUNGAN ANTARA ³HASIL/CEDERA´ DENGAN ³PIDANA´ LUKA RINGAN: Luka ringan adalah : ‡ Luka yang tidak mengakibatkan sakit atau halangan dalam melakukan pekerjaan ‡ Misalnya memar atau lecet: ± Yang berdasarkan lokasi dan luasnya dianggap tidak mengakibatkan gangguan fungsi Ps 352 kuhp: maks 3 bulan Luka sedang : Luka sedang adalah : Luka/cedera diantara luka berat dan luka ringan Misalnya : ± Vulnus laceratum ± Vulnus scissum ± Fracture yang tidak mengancam nyawa namun membutuhkan perawatan lebih lanjut dan menghalangi pekerjaan untuk sementara waktu Pasal 351 (2) KUHP: Maks 2 Tahun 8 Bulan Pasal 353 (1) KUHP: Maks 4 Tahun LUKA BERAT: Menurut Pasal 90 KUHP Luka berat adalah : ‡ Tak dapat diharapkan sembuh ‡ Mengancam nyawa ‡ Halangan bekerja permanen ‡ Kehilangan salah satu indera ‡ Cacat berat ‡ Kelumpuhan ‡ Tak dapat berpikir 4 minggu atau lebih ‡ Gugurnya kandungan PS 351 (3) KUHP: Maks 5 Tahun PS 353 (2) KUHP: Maks 7 Tahun PS 354 (1) KUHP: Maks 8 Tahun PS 355 (1) KUHP: Maks 12 Tahun Roman s 4n6 Ed. Wongso ¸ · 93 . cokelat kemerahan dan pd perabaan teraba padat dan keras  Ciri trauma akibat basa bengkak. 20 by Syaulia. Ciri trauma akibat asam kering. edem. warna cokelat kemerahan dan pada rabaan teraba lunak dan licin. Andire e i.

lipat paha) € Luka percobaan Roman s 4n6 Ed. Tidak langsung : infeksi atau sepsis CIRI LUKA IRIS PADA BUNUH DIRI € Lokasi luka pada daerah tubuh mematikan atau dapat dijangkau (leher. tidak mengenai tulang 7.sudut luka.Menganga : B arah serat elastis/otot .  jembatan jaringan 4. rambut terpotong 5.RINGKASAN LUKA AKIBAT BENDA TAJAM DEFINISI € Kelainan pada tubuh akibat persentuhan dengan benda tajam sehingga kontinuitas jaringan hilang KLASIFIKASI € Luka iris (incised wound) € Luka tusuk (stab wound) € Luka bacok (chop wound) CIRI LUKA € Tepi luka rata € Sudut luka lancip € Rambut terpotong € Tidak ditemukan jembatan jaringan € Tidak ditemukan memar atau lecet disekitarnya DESKRIPSI LUKA € Jumlah luka € Lokasi luka € Ukuran luka € Ciri-ciri luka ( tepi luka. lekuk siku.pisau. potongan seng € Bentuk luka: . luka memar/lecet (-) 6. aspirasi darah 2. emboli udara. pisau. adakah jembatan jaringan. Andire e i. tepi dan permukaan luka rata 2. pecahan kaca.silet. 20 by Syaulia. sudut luka lancip 3. pedang.Asimetris : miring thdap serat elastis/otot € Ciri-ciri: 1. memar atau luka lecet. Wongso º ¹ 94 .Celah : // arah serat elastis/otot . lekuk lutut. adakah sesuatu yang keluar dari lubang) € Benda asing € Intravitalitas luka € Luka tersebut mematikan atau tidak LUKA IRIS (INCISED WOUND) € Luka akibat benda bermata tajam dengan tekanan ringan dan goresan pada permukaan tubuh Ex. pergelangan tangan. adakah rambut ikut terpotong. Langsung : perdarahan. panjang luka > dalam luka € Sebab kematian pada luka iris: 1.

Wongso ¼ » 95 . pada parenkim dan tulang : sesuai penampang alat penyebabnya 2.alat penampang segitiga atau segiempat bintang berkaki tiga atau empat CIRI-CIRI LUKA TUSUK € Tepi luka rata € Sudut luka tajam. B serat elastis otot : menganga.alat ganco/lembing celah bila luka di daerah pertemuan serat elastis/otot bulat : sesuai penampang alat .€ Tidak ditemukan luka tangkisan di bagian tubuh lain € Pakaian disingkirkan pada daerah luka LUKA IRIS PADA PEMBUNUHAN € Luka di sembarang tempat € Luka tangkisan (+) € Luka percobaan (-) € Pakaian ikut terkoyak akibat benda tajam LUKA TUSUK Bentuk luka : 1. sudut luka < tajam € Pada sisi tajam alat. pada sisi tumpul alat. kerusakan alat tubuh yang penting. emboli udara € Tidak langsung : sepsis / infeksi Cara kematian pada luka tusuk: € Pembunuhan € Bunuh diri € Kecelakaan LUKA TUSUK PEMBUNUHAN € Lokasi di sembarang tempat € Jumlah luka > 1 € Adanya tanda perlawanan € Luka tusuk percobaan (-) LUKA TUSUK BUNUH DIRI € Lokasi pada alat tubuh yang penting/ dapat dijangkau (dada.alat pisau // serat elastis otot : spt celah. Andire e i. miring thd serat elastis otot : asimetris . 20 by Syaulia. bergerombol € Luka tangkisan (-) € Pakaian disingkirkan terlebih dahulu Roman s 4n6 Ed. rambut ikut terpotong € Memar disekitar luka € Dalam luka > panjang luka Sebab Kematian pada Luka Tusuk: € Langsung : perdarahan. pada kulit/otot : . perut) € Jumlah luka yang mematikan > 1 € Luka tusuk percobaan (+) disekitar luka utama.

€ € € € € € € Tangan yang memegang senjata kadang mengalami cadaveric spasm Lokasi pada alat tubuh yang penting/ dapat dijangkau (dada. perdarahan banyak LUKA TUSUK EKSTREMITAS Sering luka tangkisan. kerusakan organ vital. bagian tubuh terputus € Memar/lecet di sekitar luka Cara kematian € Pembunuhan. Ciri-ciri: € Besar € Tepi tergantung mata senjata € Sudut tergantung mata senjata € Kerusakan tulang. besar LUKA TUSUK ABDOMEN Kerusakan organ dalam. pulmonalis € Terpotong trachea: aspirasi darah ke paru-paru LUKA TUSUK DADA Kerusakan jantung. rusaknya organ vital € Bentuk luka membantu identifikasi senjata LUKA TUSUK DI LEHER € Korban meninggal karena terpotongnya arteri carotis.v. pharyng.cerebralis € Terpotong v. kematian akibat perdarahan LUKA BACOK (Chop Wound) € Luka akibat benda atau alat berat € Mata tajam atau agak tumpul € Suatu ayunan € Tenaga agak besar € Pedang. a. vena jugularis. bergerombol Luka tangkisan (-) Pakaian disingkirkan terlebih dahulu Tangan yang memegang senjata kadang mengalami cadaveric spasm LUKA TUSUK DI KEPALA € Hampir selalu karena pembunuhan € Kematian karena rusaknya perdarahan. 20 by Syaulia. trakea € Terpotong a. perut) Jumlah luka yang mematikan > 1 Luka tusuk percobaan (+) disekitar luka utama. y Cara kejadian terutama berupa kecelakaan lalu lintas Roman s 4n6 Ed. baling-baling kapal. jugularis : emboli udara menyumbat a. Wongso ¾ ½ 96 . celurit. emboli udara € Tidak langsung : sepsis/ infeksi LUKA AKIBAT BENDA TUMPUL y Luka hilang/rusaknya sebagian jaringan tubuh y Kekerasan benda tumpul kasus paling banyak terjadi. kapak. Andire e i. trombus a. paru. carotis : perdarahan banyak. kecelakaan Sebab kematian € Langsung : perdarahan.

Konsistensi keras atau kenyal .Permukaan dapat halus atau kasar.Sebagian atau seluruh epitel hilang .Luka memar (contusion) . Andire e i. syok. Benda tumpul : . robek.kerusakan organ vital. Wongso À ¿ 97 .Mengenai sebagian kecil dari tubuh.Luka lecet (abrasion) . infeksi.y y y Sebab kematian korban kekerasan benda tumpul ---. dipukul kayu dsb) Serangan binatang (disepak kuda) Tubrukan atau jatuh c.Permukaan dapat tertutupi oleh eksudasi yang mengering (krusta) Roman s 4n6 Ed. sebagian atau seluruh lapisannya hilang y Ciri luka lecet : . sehingga epidermis menjadi tipis.Luka retak. koyak (laceration) - y Kepala . perdarahan.Mengenai organ dalam Perut .Cara kejadian : Terlempar (kecelakaan lalu lintas.Mengenai tulang dan sendi .Mengenai tengkorak .Benda tidak bermata tajam . akibat kekerasan benda dengan luas tertentu yang relatif kecil Dijumpai pada : Serangan manusia (ditinju. 20 by Syaulia. Localized .Mengenai sebagian besar atau seluruh tubuh . Generalized .Jaringan intrakranial Leher dan tulang belakang Dada . kadang dijumpai benda dengan bagian tajam dan tumpul (misalnya clurit) Pembagian kekerasan benda tumpul b.Mengenai organ berongga Anggota gerak . terjadi dari tempat tinggi Tergilas/tertindih (tertimpa bangunan runtuh) Terkoyak kecelakaan lalu lintas Menurut jaringan atau organ yang terkena dan mengalami kerusakan Kulit .Mengenai jaringan lunak LUKA LECET (ABRASION) y Kerusakan yang mengenai lapisan atas dari epidermis akibat kekerasan dengan benda yang mempunyai permukaan yang kasar.Mengenai tulang-tulang .Mengenai organ parenkim .

Epidermis terkoyak.Biasanya tidak meninggalkan jaringan parut Ante mortem Warna coklat kemerahan karena eksudasi Mikroskopis : Terdapat sisa epitelium dan tanda-tanda intravena Post mortem . y Bagian yang mudah mengalami memar mempunyai jaringan lemak dibawahnya dan berkulit tipis LUKA ROBEK (LACERATION) y Seluruh tebal kulit mengalami kerusakan dan jaringan bawah kulit. Tabel. Perbedaan Luka retak dan luka iris Pembeda Luka Retak Luka Iris Tidak Tajam Tajam Tepi Luka Tidak Tajam Tajam Sudut Luka Permukaan Luka Jembatan Jaringan Rambut Memar/ lecet sekitar luka Tidak Rata + Tercabut + Rata Terpotong - Kekerasan Benda Tumpul Pada Kepala Roman s 4n6 Ed.Sering terjadi pada daerah penonjolan tulang LUKA MEMAR (CONTUSION) y Kerusakan adalah jaringan subkutan sehingga pembuluh darah kapiler rusak dan pecah darah meresap kejaringan sekitar. kelenjar keringat.Tampak mengkilap. warna kekuningan . tepi pintu dll) Tabel. y Bila sembuh dapat menimbulkan jaringan parut y Luka robek mudah terjadi pada kulit dengan adanya tulang di bawahnya.Timbul reaksi radang .Mikroskopis : Epidermis terpisah sempurna dari dermis dan tidak ada tanda intravena . dan sebacea mengalami kerusakan. Perbedaan luka robek dan luka iris Luka Robek Luka Iris Memar dan lecet + Utuh Terpotong Rambut + Jembatan jaringan Tumpul Tajam Sudut/tepi luka LUKA RETAK y Luka pada kulit daerah tubuh yang ada tulang tepat di bawah kulit tersebut (Misal : kepala dan tulang kering) y Akibat dari kekerasan benda tumpul yang mempunyai pinggiran (tepi meja. folikel rambut. Wongso  Á 98 . Andire e i.y y . 20 by Syaulia.

Tidak ada kelainan neurologis CEDERA KEPALA PENDAHULUAN Cedera kepala atau yang disebut dengan trauma kapitis adalah ruda paksa tumpul/tajam pada kepala atau wajah yang berakibat disfungsi cerebral sementara. telinga o bila patahan mengenai atap bola mata Brill hematom .Subarachnoid haemorrhage (perdarahan di bawah selaput laba-laba otak) o Pecahnya vena serebri posterior COMOSIO SEREBRI (Gegar otak) y y y y Gangguan fungsi otak akibat trauma kepala Tanpa dapat ditemukan kelainan anatomi di otak Gejala klinis : . Merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan utama pada kelompok usia produktif.Epidural haemorrhage (perdarahan di atas selaput tebal otak) o Robekan pembulut darah diluar duramater (tersering a. CSS mengalir dari ventrikel lateral melalui foramen monro menuju ventrikel III.y y Kelainan pada tengkorak berupa patah tulang .Fraktur basis kranii (patah tulang dasar tengkorak) o umumnya keluar darah dari hidung.Subdural haemorrhage (perdarahan di bawah selaput tebal otak) .Fraktur vault kranii (patah tulang atap tengkorak) Kelainan pada otak. Adanya darah dalam CSS dapat menyumbat granulasio arakhnoid sehingga mengganggu penyerapan CSS dan menyebabkan kenaikan takanan intrakranial. meningea media) o Darah merembes diantara otak dan tulang membeku . Andire e i. dan sebagian besar karena kecelakaan lalulintas.Pusing Amnesia . 20 by Syaulia. Ada 2 macam : Coup Counter coup Edema serebri Kelainan pada selaput otak . CSS akan direabsorbsi ke dalam sirkulasi vena melalui granulasio arakhnoidea yang terdapat pada sinus sagitalis superior. akuaduktus dari sylvius menuju ventrikel IV.Muntah . mulut. Roman s 4n6 Ed. menimbulkan Contusio serebri (memar otak) o Perdarahan kecil di permukaan otak tanpa disertai kerusakan arrachnoid di atasnya Lacerasio cerebri (robek otak) o Kerusakan pada white matter dan gray matter. disertai robeknya arrachnoid. FISIOLOGI KEPALA Cairan serebrospinal dihasilkan oleh plexus khoroideus sebanyak 20 ml/jam.Pingsan sebentar (hingga sampai 15 menit) . 99 . Wongso Ä Ã I.

20 by Syaulia. konsep ini dikenal dengan Doktrin Monro-Kellie. Kelainan dapat berupa cedera otak fokal atau difus dengan atau tanpa fraktur tulang tengkorak. Sebuah konsep sederhana dapat menerangkan tentang dinamika TIK.Angka rata-rata pada kelompok populasi dewasa volume CSS sekitar 150 ml dan dihasilkan sekitar 500 ml CSS per hari. hematom epidural. MEKANISME DAN PATOLOGI Cedera kepala dapat terjadi akibat benturan langsung atau tanpa benturan langsung pada kepala. Dalam keadaan normal TIK orang dewasa dalam posisi terlentang sama dengan tekanan CSS yang diperoleh dari lu mbal pungsi yaitu 4±10 mmHg. gelombang kejut disebar ke seluruh arah. akan terjadi kerusakan jaringan otak di tempat benturan yang disebut ³coup atau ditempat yang ´ berseberangan dengan benturan (contra coup). tetapi pada penderita yang tetap koma ADO tetap di bawah normal sampai beberapa hari atau minggu setelah cedera. Prognosis yang buruk terjadi pada penderita dengan TIK lebih dari 20 mmHg. ADO dapat menurun 50% dalam 6 jam pertama sejak -12 cedera pada keadaan cedera otak berat dan koma. terutama bila menetap. Gelombang ini mengubah tekanan jaringan dan bila tekanan cukup besar. Cedera difus dapat mengakibatkan gangguan fungsi saja. subdural dan intraserebral. Tekanan intrakranial (TIK) dipengaruhi oleh volume darah intrakranial. Pada saat cedera. Andirezeki. ADO akan meningkat dalam 23 hari berikutnya. Roman s 4n6 Ed.Cedera fokal dapat menyebabkan memar otak. Aliran darah otak (ADO) normal ke dalam otak pada orang dewasa antara 50 ml per 100 gram -55 jaringan otak per menit. cairan serebrospinal dan parenkim otak. Saat pengaliran CSS dan darah intravaskuler mencapai titik dekompensasi maka TIK secara cepat akan meningkat. Kenaikan TIK dapat menurunkan perfusi otak dan menyebabkan atau memperberat iskemia. Wongso 100 . Otak memperoleh suplai darah yang besar yaitu sekitar 800ml/min atau 16% dari cardiac output. Dari tempat benturan. Konsep utamanya adalah bahwa volume intrakranial harus selalu konstan. segera terjadi massa seperti gumpalan darah dapat terus bertambah sementara TIK masih dalam keadaan normal. untuk menyuplai oksigen dan glukosa yang cu kup. II. yaitu gegar otak atau cedera struktural yang difus.

20 by Syaulia.Gambar. Bayi dan anak-anak mudah menoleransi peningkatan tekanan intrakranial (TIK) lebih baik karena memiliki sutura yang terbuka. Andire e i. Oleh karena adanya perbedaan densitas antara tulang kepala dengan densitas yang tinggi dan jaringan otak dengan densitas yang lebih rendah. Perbedaan anatomis otak anak membuatnya lebih rentan daripada otak orang dewasa untuk jenis cedera tertentu yang menyertai cedera kepala. diffuse axonal injury. Proporsi kepala anak lebih besar dibanding dengan luas permukaan tubuh.2. Selain itu gaya akselerasi dan deselerasi akan menyebabkan gaya tarikan ataupun robekan yang menyebabkan lesi diffuse berupa: Komosio serebri. Contra coup kontusio. maka jika terjadi gaya tidak langsung maka tulang kepala akan bergerak lebih dahulu sedangkan jaringan otak dan isinya tetap berhenti. hematom intraventrikel.deselerasi Gaya tidak langsung bekerja pada kepala tetapi mengenai bagian tubuh yang lain tetapi kepala tetap ikut terkena gaya. 88% dibanding 77% pada orang dewasa. Wongso Æ Å 101 . dan stabilitasnya tergantung pada ligamen daripada struktur tulang. sehingga pada saat tulang kepala berhenti bergerak maka jaringan otak mulai bergerak dan oleh karena pada dasar tengkorak terdapat tonjolan -tonjolan maka akan terjadi gesekan antara jaringan otak dan tonjolan tulang kepala tersebut akibatnya terjadi lesi intrakranial berupa:1 Hematom subdural. hematom intraserebral. Otak anak-anak memiliki kadar air yang lebih tinggi. Perdarahan intrakranial mungkin terjadi sebagai hasil dari terpotongnya atau robekan struktur vaskular. yang membuat otak lebih lembut dan lebih rentan terhadap trauma akselerasi-deselerasi.11 Roman s 4n6 Ed. Mekanisme cedera kepala Lesi akselerasi .

yakni metode EMV (Eyes.Pergeseran otak akibat akselerasi dan deselerasi III. Roman s 4n6 Ed. nekrosis. Wongso È Ç 102 . 1. atau perdarahan dan kemudian korban dapat meninggal. Verbal. Kemampuan motorik (M) y Kemampuan menurut perintah 6 y Reaksi setempat 5 y Menghindar 4 y Fleksi abnormal 3 y Ekstensi 2 y Tidak bereaksi 1 IV. Kemampuan komunikasi (V) y Orientasi baik 5 y Jawaban kacau 4 y Kata-kata tidak berarti 3 y Mengerang 2 y Tidak bersuara 1 3.Gambar . misalnya akibat syok. sehingga jaringan otak tersebut dapat mengalami iskhemi. Kemampuan membuka kelopak mata (E) y Secara spontan 4 y Atas perintah 3 y Rangsangan nyeri 2 y Tidak bereaksi 1 2. 20 by Syaulia.Fungsi otak sangat bergantung pada tersedianya oksigen dan glukosa. Andire e i. PATOFISIOLOGI Gangguan metabolisme jaringan otak akan mengakibatkan oedem yang dapat menyebabkan heniasi jaringan otak melalui foramen magnum. Cedera kepala dapat menyebabkan gangguan suplai oksigen dan glukosa. yang terjadi karena berkurangnya oksigenisasi darah akibat kegagalan fungsi paru atau karena aliran darah ke otak yang menurun. GAMBARAN KLINIS Gambaran klinis ditentukan berdasarkan derajat cedera dan lokasinya. Derajat cedera dapat dinilai menurut tingkat kesadarannya melalui sistem GCS. Movement).

Roman s 4n6 Ed. EEG.Akselerasi yang kuat berarti pula hiperekstensi kepala. dan ³intermediate coup´ menimbulkan gejala defisit neurologik yang bisa berupa refleks babinsky yang positif dan kelumpuhan UMN. meskipun neuron-neuron mengalami kerusakan atau terputus.2.Pada commotio cerebri mungkin pula terdapat amnesia retrograde. yang tidak disertai kerusakan jaringan otak. penderita biasanya menunjukkan ³organic brain syndrome´. yaitu hilangnya ingatan sepanjang masa yang terbatas sebelum terjadinya kecelakaan. ³contrecoup´. 3.5 Akibat gaya yang dikembangkan oleh mekanisme-mekanisme yang beroperasi pada trauma kapitis tersebut di atas. Akibat blokade itu. PEMBAGIAN CEDERA KEPALA Adapun pembagian trauma kapitis adalah: y Simple head injury y Commotio cerebri y Contusion cerebri y Laceratio cerebri y Basis cranii fracture Simple head injury dan Commotio cerebri sekarang digolongkan sebagai cedera kepala ringan. Tekanan darah menjadi rendah dan nadi menjadi lambat. Timbulnya lesi contusio di daerah ³coup´. Hal penting untuk terjadinya lesi contusi ialah adanya akselerasi kepala yang seketik itu juga a menimbulkan pergeseran otak serta pengembangan gaya kompresi yang destruktif. atau menjadi cepat dan lemah.V. 20 by Syaulia. Commotio Cerebri Commotio cerebri (geger otak) adalah keadaan pingsan yang berlangsung tidak lebih dari 10 menit akibat trauma kepala. Andire e i. otak tidak mendapat input aferen dan karena itu. Vertigo dan muntah mungkin disebabkan lesi pada labirin atau terangsangnya pusat-pusat dalam batang otak.Tingkat keparahan cedera kepala harus segera ditentukan pada saat pasien tiba di Rumah Sakit. autoregulasi pembuluh darah cerebral terganggu. Setelah kesadaran pulih. Simple Head Injury Diagnosa simple head injury dapat ditegakkan berdasarkan: y Ada riwayat trauma kapitis y Tidak pingsan y Gejala sakit kepala dan pusing 2. sehingga terjadi vasoparalitis. 1. 2 Pemeriksaan penunjang seperti CT-Scan berguna untuk melihat letak lesi dan adanya kemungkinan komplikasi jangka pendek. muntah dan gangguan pernafasan bisa timbul. Wongso Ê É 103 . Contusio Cerebri Pada contusio cerebri (memar otak) terjadi perdarahan-perdarahan di dalam jaringan otak tanpa adanya robekan jaringanyang kasat mata. otak membentang batang otak terlalu kuat. mungkin muntah dan tampak pucat.Pasien mungkin mengeluh nyeri kepala. sehingga menimbulkan blockade reversible terhadap lintasan asendens retikularis difus.Amnesia ini timbul akibat terhapusnya rekaman kejadian di lobus temporalis. kesadaran hilang selama blockade reversible berlangsung. vertigo. Juga karena pusat vegetatif terlibat. maka rasa mual. pemeriksaan memori. Pemeriksaan tambahan yang selalu dibuat adalah foto tengkorak.Sedangkan Contusio cerebri dan Laceratio cerebri digolongkan sebagai cedera kepala berat.Oleh karena itu.

y Cedera Kepala Berat (CKB) o Skor GCS <8 o Gejalnya serupa dengan CKS. Adapun pembagian cedera kepala lainnya: y Cedera Kepala Ringan (CKR) termasuk didalamnya Laseratio dan Commotio Cerebri o Skor GCS 13-15 o Tidak ada kehilangan kesadaran. Gejala yang timbul tergantung pada letak atau fossa mana yang terkena. Roman s 4n6 Ed. Wongso Ì Ë 104 . Kebocoran LCS dapat diperiksa dengan ³double ring´ atau ³halo sign´. hanya dalam tingkat yang lebih berat o Terjadinya penurunan kesadaran secara progesif o Adanya fraktur tulang tengkorak dan jaringan otak yang terlepas.4. Fracture Basis Cranii Fractur basis cranii bisa mengenai fossa anterior. atau jika ada tidak lebih dari 10 menit o Pasien mengeluh pusing. Andire e i.Laceratio biasanya berkaitan dengan adanya perdarahan subaraknoid traumatika. maka darah akan terkumpul ditengah dan sekitarnya terbentuk perembesan yang membentuk cincin kedua. Laceratio Cerebri Dikatakan laceratio cerebri jika kerusakan tersebut disertai dengan robekan piamater. Sedangkan laceratio tidak langsung disebabkan oleh deformitas jaringan yang hebat akibat kekuatan mekanis. sakit kepala o Ada muntah. 5. 20 by Syaulia. Laceratio langsung disebabkan oleh luka tembus kepala yang disebabkan oleh benda asing atau penetrasi fragmen fraktur terutama pada fraktur depressed terbuka. Fraktur pada fossa anterior menimbulkan gejala: y Hematom kacamata (brill) tanpa disertai subconjungtival bleeding y Epistaksis y Rhinorrhoe Fraktur pada fossa media menimbulkan gejala: y Hematom retroaurikuler. ada amnesia retrogad dan tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan neurologist. kejang dan amnesia retrogad o Pemeriksaan neurologis terdapat lelumpuhan saraf dan anggota gerak. y Adanya cairan LCS yang bercampur darah. Laceratio dapat dibedakan atas laceratio langsung dan tidak langsung.VII perifer y Meningitis purulenta akibat robeknya duramater. yaitu jika setetes cairan darah yang dicurigai mengandung LCS diletakkan diatas tissue/koran. Komplikasi : y Gangguan pendengaran y Parese N. muntah. Ottorhoe y Perdarahan dari telinga Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala klinik dan foto roentgen basis kranii. subdural akut dan intercerebral. fossa media dan fossa posterior. y Cedera Kepala Sedang (CKS) o Skor GCS 9-12 o Ada pingsan lebih dari 10 menit o Ada sakit kepala.

Hiperdens yang berbentuk cresent di antara tabula interna dan parenkim otak (bagian dalam mengikuti kontur otak dan bagian luar sesuai lengkung tulang tengkorak) Roman s 4n6 Ed. 1. o CT-Scan : ada bagian hiperdens yang bikonveks o LCS : jernih 2. o Pemeriksaan neurologis menunjukkan pada sisi hematom pupil melebar. DIAGNOSA Berdasarkan :Ada tidaknya riwayat trauma kapitis Gejala-gejala klinis : Interval lucid. Lumbal Pungsi Untuk menentukan ada tidaknya darah pada LCS harus dilakukan sebelum 6 jam dari saat terjadinya trauma EEG Dapat digunakan untuk mencari lesi Roentgen foto kepala Untuk melihat ada tidaknya fraktur pada tulang tengkorak VII. gabungan robekan bridging veins dan laserasi piamater serta arachnoid dari kortex cerebri o Gejala subakut : mirip epidural hematom. Andire e i. tekanan darah meninggi. 2. dapat dijumpai tanda-tanda kerusakan traktus piramidalis. timbul dalam 3 hari pertama Kronis : 3 minggu atau berbulan-bulan setelah trauma o CT-Scan : setelah hari ke 3 diulang 2 minggu kemudian Ada bagian hipodens yang berbentuk cresent. Pada sisi kontralateral dari hematom. refleks tendon meninggi dan refleks patologik positif.VI. dan akhirnya tidak bereaksi terhadap refleks cahaya. KOMPLIKASI Komplikasi jangka pendek : 1. peningkatan TIK. 20 by Syaulia. pupil pada sisi perdarahan mula-mula sempit. Ini adalah tanda-tanda sudah terjadi herniasi tentorial. VIII. 4. o Akut (minimal 24jam sampai dengan 3x24 jam)  Interval lucid  Peningkatan TIK  Gejala lateralisasi hemiparese o Pada pemeriksaan kepala mungkin pada salah satu sisi kepala didapati hematoma subgaleal. nadi melambat. penderita pingsan atau hanya nyeri kepala sebentar kemudian membaik dengan sendirinya tetapi beberapa jam kemudian timbul gejala-gejala yang memperberat progresif seperti nyeri kepala. PEMERIKSAAN PENUNJANG Hal yang dapat dilakukan pada pasien dengan trauma kapitis adalah: CT-Scan Untuk melihat letak lesi dan adanya kemungkinan komplikasi jangka pendek. Hematom Epidural o Letak : antara tulang tengkorak dan duramater o Etiologi : pecahnya A. Hematom subdural o Letak : di bawah duramater o Etiologi : pecahnya bridging vein. Meningea media atau cabang-cabangnya o Gejala : setelah terjadi kecelakaan. kesadaran menurun. Wongso Î Í 105 . 3. lalu menjadi lebar. misal: hemiparesis. pusing. gejala laterlisasi Pemeriksaan penunjang.

parese N. hanya lebih berat. libido menurun. strabismus. gangguan tingkah laku. Gambar. menarik diri.Penderita lebih lama pingsannya. mudah tersinggung. dan depresi. kesulitan belajar. Perdarahan intraserebral akibat trauma kapitis yang berupa hematom hanya berupa perdarahan kecil-kecil saja. VIII. Gejala-gejalanya berupa commotio cerebri. y TIK meningkat y Cephalgia memberat y Kesadaran menurun Komplikassi jangka Panjang : 1. perdarahannya akan direorganisasi dengan pembentukan gliosis dan kavitasi.Isodens terlihat dari midline yang bergeser 3. disartria. Cairan otak pun normal.belakang : Kekerasan langsung :# / luksasi Roman s 4n6 Ed. disfagia. sakit kepala. Petunjuk Cedera Kepala Kekerasan Benda Tumpul Pada Leher Dan Tulang Belakang y y Pada leher : perdarahan otot/ # tlg leher  ‚ :spasme laring. Sindrom pasca trauma Dapat berupa : palpitasi. Gangguan neurologis Dapat berupa : gangguan visus. mudah lupa. nadi mungkin melambat. refleks vagal emfisema => asfiksia Pd tlg.VII dan gangguan N. Oedema serebri Pada keadaan ini otak membengkak. terbanyak pada lobus temporalis. Wongso Ð Ï 106 . 4. Keadaan ini bisa menimbulkan manifestasi neurologik sesuai dengan fungsi bagian otak yang terkena. mungkin hingga berjam-jam. misalnya: menjadi kekanak-kanakan. 20 by Syaulia. Gejala-gejala kerusakan jaringan otak juga tidak ada. Andire e i. penurunan intelegensia. hidrosis. Perdarahan Intraserebral Perdarahan dalam cortex cerebri yang berasal dari arteri kortikal. konsentrasi berkurang. kadang ada hemiparese 2. Tekanan darah dapat naik. Jika penderita dengan perdarahan intraserebral luput dari kematian. hanya tekananny a dapat meninggi.

tdk langsung: bukan pd tempat kontak (ct.tergilas roda=> luksasi sakroiliaka.internal bleeding.caput femur keluar dr acetabulum saat trgilas mngenai tgh femur) c. 20 by Syaulia. o b.y y Tdk langsung : # / dislokasi Pd Dada: 1.Organ berongga o a. # Rr. laserasi o c.skapula (jarang) o d.Mengenai Bagian Lunak a. ‚ krn syok & perdarahan o e. laserasi o komplikasi ruptur : syok segera.simpisiolisis. lepas dr fiksasi 1.pucat.vagina & anus Kekerasan Benda Tumpul Pada Anggota Gerak y 1.os pubis/sacrum bisa disertai robekan perineum.usus/duodenum: sering luka stinggi L2.Tulang & Sendi a.jantung & paru: lepas dr fiksasi. scrotum. krn kanan trlindung hepar Pd Perut Umumnya trjadi: contusi.pericardium:robekan krn #costae/ sternum o b.robek.klavikula :tdk menyebabkan kematian 2.muscular action (jarang) 2.ruptur.robek. kekerasan yg hebat =>ekstremitas teramputasi dan hancur Komplikasi fatal: syok.tulang iga (transverse/obliq #) ‚: syok hematothoraks.lien: ruptur bntuk Y.robek dlm brbagai derajat b.kekerasan lsg: dislokasi. pneumothoraks o b. laserasi . Andire e i.memar.pankreas: tjd ruptur vertikal. contusi.timbul luka lecet. infeksi o b.Diafragma: kiri sring robek.jatuh dr ketinggian . perdarahan.ginjal: retroperitoneal bleeding.Mengenai tulang : o a.infeksi(osteomyelitis).sternum: (costae 2-4)=> robekan pericardium/jantung o c.Organ parenkim o a.nadi cpt. Wongso Ò Ñ 107 .haus.uretra.dyspne o komplikasi: internal bleeding o c. #.lambung: trauma lokal hipokondria kiri=>kontusi.pecah. umumnya luka brsama organ lain 2.gilasan roda mobil: avulsi. trombose & embolisme TRAUMA THERMIK  Trauma thermik Roman s 4n6 Ed. crushed/contused.hepar :kontusi.kandung seni: jika penuh mudah ruptur Pelvis Trauma=> Becken # Misal: .ruptur dinding lambung.adrenal: kanan mdh trluka. luka rongga dlm:hematuri o d.Mengenai organ dalam dada : dpt trjadi lepas dr fiksasi. laserasi krn #costae o a.H / L o keluhan: nyeri perut kiri atas. bs ruptur jika penuh cairan o c.pecah. rusak hebat jaringan skitar b.

Biasanya karena kecelakaan . Luka bakar kimia 3. Sembuh dengan bekas (jaringan parut) : bila luka bakar disertai kerusakan seluruh tebal kulit disertai kerusakan jaringan bawah kulit 3. Hypothermis  Kematian karena luka bakar : .Dapat terjadi pada kasus pembunuhan dan bunuh diri  Klasifikasi luka bakar : 1. timbunan Hb.5-1% blood volume .Luka bakar oleh panas basah (scalds/moist heat) 2.Insensible water loss . dan pecahnya eritrosit  Cortison release meningkat  Dapat terjadi curling ulcers pada lambung. Lamanya kontak dengan kulit No. Berakhir dengan kematian Perubahan yang terjadi pada korban luka bakar :  Panas permeabilitas kapiler darah cairan intraseluler keluar ke interstitial. Wongso Ô Ó 108 . Luas daerah yang terbakar 2. Luka bakar listrik Hyperthermis  Korban dengan luka bakar akan mengalami beberapa kemungkinan : 1.Pengeluaran cairan tubuh terbanyak pada 6-8 jam pertama . Tinggi rendahnya temperatur /panas yang membakar tersebut 3.Bila blood volume hilang 20% terjadi cardiac failure shock . panas api.komposisi cairan bulla hampir sama cairan plasma  Eritrosit rapuh dan pecah karena panas  Akut renal failure karena : shock.Luka bakar oleh panas kering (burns/dry heat). 20 by Syaulia. Sembuh tanpa bekas : bila luka bakarnya hanya berupa erythema /vesikel yang tanpa disertai kerusakan jaringan bawah kulit 2. . Luka bakar thermis : Adalah kelainan akibat kontak permukaan luar dan dalam dari tubuh dengan panas fisik Penyebabnya : . benda padat yang panas .1% luka bakar cairan tubuh yang keluar ke interstitial 0. akut dilatasi/paralise usus  Neurogenic shock karena nyeri hebat   Asfiksia akibat edem laring akibat terhirup udara sangat panas Keracunan akut gas CO atau gas toksik lain anoksia mati lemas Gradasi luka bakar Ditentukan oleh : 1. Andire e i. 2 dan 3 menentukan dalamnya luka bakar Rule of Nine untuk menentukan luasnya luka bakar : Permukaan kepala dan leher 9% Permukaan dada 9% Permukaan punggung 9% Permukaan perut 9% Roman s 4n6 Ed. Hyperthermis 2. misal : sinar matahari.Sering pada orang tua dan anak-anak .1.

luka bakar Tk II > 15% .luka bakar Tk III (2-10%) b. 20 by Syaulia.luka bakar Tk III <2% Pemeriksaan Kematian Pada Korban Luka Bakar  Pemeriksaan TKP Tujuan : a.luka bakar Tk II (15-30%) .luka bakar Tk III <2% b. Andire e i. Anak-anak : . Menentukan sebab/akibat dari luka bakar d. wajah. Menentukan perkiraan saat kematian c. Anak-anak : . atau yang memberi komplikasi pada tractus respiratorius atau ada fraktur tulang  Sedang a. otot dan tulang Tabel. keputihan III Kering. Luka bakar Tk III pada tangan.luka bakar Tk II (10-15%) . penurunan suhu tubuh Roman s 4n6 Ed. Dewasa : . Bulla . Bulla (+) IIB Basah.luka bakar Tk II < 15% . putih. Wongso Ö Õ 109 . Derajat dalamnya luka bakar Tingkat luka Klinis bakar I Hiperemia IIA Basah. subcutan. hitam Tusukan jarum Hiperestesi Hiperestesi Hiperestesi Anestesi Gradasi luka bakar menurut American College of Surgeon :  Kritis a. mengenai epidermis dan lapisan dalam corium Tingkat III : mengenai seluruh tebal kulit. Membantu mengumpulkan barang bukti e. Dewasa : . mengenai epidermis dan lapisan atas corium Tingkat IIB : dalam. Anak-anak : .luka bakar Tk II > 30% .luka bakar Tk III > 10% b.luka bakar Tk III (2-10%)  Ringan a.luka bakar Tk III > 10% c. Menentukan korban masih hidup/sudah meninggal b.luka bakar Tk II < 10% . Menentukan cara kematian  Menentukan apakah korban masih hidup/sudah meninggal alat yang digunakan stetoskop dan senter  Menentukan perkiraan saat kematian. Dewasa : . kaki.Permukaan pinggang 9% Permukaan ekstremitas atas kanan 9% Permukaan ekstremitas atas kiri 9% Permukaan ekstremitas bawah kanan 9% Permukaan ekstremitas bawah kiri 9% Permukaan alat kelamin 1% Tingkatan dalamnya luka bakar menurut Boyler (1814) : Tingkat I : hanya mengenai epidermis Tingkat IIA : superfisial. data yang diperlukan : 1.

Infeksi 3. tangki bensin yang mudah terbakar. tatto . kejadian kebakaran besar  Membantu mengumpulkan barang bukti : o Barang bukti di sekitar lokasi korban diperlukan untuk mengungkapkan lokasi. warna kulit. Wongso Ø × 110 . penyebab luka bakar. Dapat juga dinilai dari posisi korban pada waktu ditemukan dan bagian yang terkena luka bakar. warna mata dan rambut . Edema laring 5. termos. sumber uap panas. lebam mayat 3.Buat pemeriksaan gigi dan bila mungkin buat sidik jarinya Roman s 4n6 Ed. misal : luka-luka akibat benda tajam/tumpul yang mungkin terjadi sebelum terbakar. Keracunan akut gas CO atau gas-gas toksik yang lain IDENTIFIKASI KORBAN . pakaian korban yang terbakar.Dilaksanakan pada pemeriksaan TKP maupun pada waktu pemeriksaan jenazah .Catat dan simpan barang pribadi milik korban .Simpan potongan kain yang tidak terbakar .Derajat I : berupa kemerahan (hiperemia) . 20 by Syaulia. SEBAB KEMATIAN PADA LUKA BAKAR 1. Syok (hipovolemik maupun neurogenik 2. hipertensi 2. Adanya tanda-tanda kekerasan lain selain luka bakar.Tanda pengenal khusus pada tubuh : jaringan parut. terjilat nyala api. Luka bakar oleh cairan (scalds) .Kumpulkan sampel rambut yang tidak terbakar . umur.Derajat II : berupa gelembung berair (vesikula) disebabkan : siraman air panas. kaku mayat 4.Data korban : tinggi badan. terdapat kesukaran memperoleh data pada : Sikap puguilistik pada luka bakar total Lebam mayat sulit ditentukan pada korban yang hangus terbakar Perlu diketahui jam ditemukan korban meninggal dan jam terakhir korban terlihat hidup  Menentukan sebab/akibat dari luka bakar : 1. Akut Renal Failure 4. berat badan. cipratan minyak panas 2. tanda-tanda pembusukan 5. kompor yang meledak. jenis kelamin. Andire e i.2. sumber. misal : epilepsi. Keadaan barang-barang di sekitar korban.  Cara kematian pada luka bakar Perlu diperhatikan beberapa hal : 1. Luka bakar panas (dry heat) Dapat disebabkan : tersentuh botol panas. Penyakit-penyakit yang mungkin menyebabkan kecelakaan. umur larva pada jenazah yang sudah membusuk Pada luka bakar yang dalam dan total. misal : pada kasus bunuih diri barangbarang di sekitar korban tidak berantakan 3. o Barang bukti dapat berupa : puntung rokok.

20 by Syaulia.Kelainan yang sering : edema laringopharing. luas luka. nekrosis. hepatomegali tidak khas  Limpa dan kelenjar getah bening : edema dan nekrosis dari limfoid germinal centre dan infiltrasi makrofag  Ginjal : tidak terpengaruh langsung. perubahan yang terjadi akibat dari komplikasinya Luka bakar fatal pembesaran ginjal  Saluran Pencernaan : Curling¶s ulcer yang kadang mengalami perforasi  Kelenjar endokrin  Thyroid : Berat & aktifitas kelenjar thyroid meningkat  Thymus : involusi akibat hiperaktifitas kelenjar adrenal  Adrenal : kenaikan kadar steroid dalam darah dan urin.- Buat pemeriksaan radiologik Tentukan golongan darah OTOPSI PADA KORBAN YANG MENINGGAL KARENA LUKA BAKAR THERMIK  Pemeriksaan Luar a. paha Pugillistic attitute c. ptechiae pada pleura. Lebam Mayat : sukar dilihat OTOPSI PADA KORBAN YANG MENINGGAL KARENA LUKA BAKAR THERMIK Pemeriksaan Dalam Tidak ditemukan kelainan yang spesifik  Sistem Pernafasan : . herniasi dari tonsilla serebellum melewati foramen magnum serta adanya perdarahan intrakranial  Sistem muskuloskeletal o Otot.Makroskopis : paru menjadi lebih berat dan mengalami konsolidasi . tulang jarang terpengaruh  Fraktur patologis HYPOTHERMIS  Sistemik Hypotermi  Lokal Hypothermi Pada hypothermy terjadi:  Penurunan denyut nadi  Respiratory rate & tidal volume menurun  Paralisis usus  Erosi dan hemoragik pada lambung  Pankreatitis Roman s 4n6 Ed. tracheobronchiolitis. Wongso Ú Ù 111 . Andire e i. kongesti paru. kenaikan tekanan intrakranial. edema paru interstitial. tendo. dalam luka Tanda-tanda reaksi vital: daerah yang berwarna merah pada perbatasan antara daerah yang terbakar b. bendungan. lutut. Heat Stiffening Ditemukan kekakuan pada otot-ototnya koagulasi protein-protein otot yang terkena panas Tidak terjadi rigor mortis Fleksi pada sensi siku. bendungan sinusoid pada korteks dan medulla  Susunan Saraf Pusat Edema. adanya pigmen karbon yang melekat pada mukosa saluran nafas  Jantung : edema interstitial dan fragmentasi miokardium tidak khas  Hati : perlemakan hati. Kulit : keadaan luka. penimbunan lemak. kongesti. pneumonia.

berdasarkan luka yang dihasilkan. suhu/fisik. trauma tumpul dapat merobek jantung dan pembuluh aorta. Kerusakan luka tembak akan bertambah sebagaimana kecepatan peluru bertambah. adalah kecepatan dari proyektil peluru. Luka tembak Senjata api akan menghasilkan jenis luka tumpul yang khusus. terdapat perbedaan kuantitatif antara proyektil berkecepatan Roman s 4n6 Ed. Trauma bukan penetrasi primer kecelakaan motor atau terjatuh. kimiawi. Trauma mekanik dibagi kategori tajam dan tumpul. Lebih penting lagi. kecelakaan. atau menghasilkan komplikasi lainnya. Luka bisa dibedakan atas dasar lingkar tengah dari proyektil atau peluru. Diuresis  Hemokonsentrasi RESUME Patologis forensik juga disebut penentu cara kematian. Kematian dari trauma tumpul dan tajam melalui berbagai mekanisme. Senjata antik atau shotgun digolongkan pada jenis senjata laras pendek. Factor penting yang benar adalah objek tumpul menghasilkan laserasi dan objek tajam menghasilkan luka insisi. Sebagai catatan lagi luka tajam pinggir/tepi luka yang membedakan dengan cedera yang dihasilkan objek tumpul. Luka tembak bisa digolongkan berdasarkan bahan yang digunakan untuk melontarkan peluru. listrik. Karena itu. Trauma penyebab kematian dikelompokkan jadi trauma mekanik.. karena itu bahan tanpa asap yang sering digunakan. Trauma mekanik Cedera kekerasan tajam Trauma mekanik terjadi saat kekerasan fisik melebihi kekuatan regangan jaringan/kulit saat kekerasan terjadi. Trauma penetrasi mencakup luka tembak dan luka tusuk. Cara kematian diartikan sebagai gaya dalam terjadinya sebab kematian. Artinya pembuluh darah utama arteri pada jantung harus mengalami kerusakan yang hebat sehingga dapat menyebabkan kematian akibat trauma tajam. Namun. Kebanyakan kasus kematian didapatkan pada senjata laras panjang ± rifle atau handgun--. pedang. Sebab kematian adalah penyakit atau cedera atau luka yang dimulai serangkaian kejadian yang bertanggung jawab dalam menyebabkan kematian Mekanisme kematian adalah gangguan atau kelainan fisiologik dan atau biokimia yang bertanggung jawab terhadap timbulnya kematian. Andire e i. yang menyebabkan perdarahan hebat. Umumnya kombinasi dari ukuran metrik dan Inggris digunakan untuk membedakan jenis senjata yang digunakan. tapi trauma tajam umumnya menyebabkan kematian dengan perdarahan luar. Trauma bedah dibagi trauma penetrasi atau bukan penetrasi. Luka akibat senjata api adalah luka umum yang terdapat pada kasus pembunuhan dan bunuh diri pada negara Amerika Serikat. bunuh diri/suicide dan homicide. Perbedaan lainnya yang dapat dilihat adalah senjata laras panjang dan laras pendek. kapak. 4 cara kematian yaitu alamiah. Trauma tumpul dibagi senjata api dan bukan senjata api. Trauma senjata api dapat dibagi kecepatan rendah dan kecepatan tinggi. Namun. penggunaan bubuk mesiu sangat jarang terlihat. Bahan yang umum digunakan adalah bubuk mesiu dan bubuk tanpa asap (nitroselulosa). 20 by Syaulia. Trauma tumpul Trauma tumpul dapat menyebabkan kematian umumnya apabila pada jaringan otak terdapat kerusakan yang jelas. Wongso Ü Û 112 . Kekerasan tajam menunjukkan cedera dari benda tajam seperti pisau.

Kulit yang elastis kerusakannya akan lebih kecil. dibandingkan dengan warna merah gelap dari hemoglobin dan myoglobin yang normal. Luka oleh caliber 0. jelaga dan klem. kecepatan bubuk akan melambat sehingga tidak mampu untuk menembus kulit. Peluru memiliki berbagai jenis ukuran dari 0. Terakhir. Perbedaan 0. Menghantam (atau memanaskan) media ini akan menyalakan api. Ketika suatu senjata ditembakkan. dan kemudian akan membakar bubuk tanpa asap. Senyawa ini akan berwarna merah terang. karbon dioksida dan gas lainnya. jarak tembak susah ditentukan karena pakaian dan benda lain dan menghalangi efek dari gas dan bubuk. Dalam hal ini disinggung hanya bubuk tanpa asap. termasuk logam berat. Sesuai dengan hal ini adalah peluru harus ditemukan dari setiap luka tak tembus. Pada semua selongsong peluru kecuali pada senjata dengan kaliber 22 (juga disebut senjata api rim karena media pencetusnya terdapat pada sekeliling selongsong). Produk gas. Faktor utama yang menentukan ukuran luka tembak masuk jarak jauh adalah elastisitas dari kulit. Jenis penggolongan yang lain dari luka senjata api ialah dari kemampuan peluru untuk memberi luka tembus atau luka tidak tembus. adalah penting untuk mempunyai media pencetus awal yang menyalakan api. Kecepatan 100 meter per detik merupakan kecepatan umum yang dibutuhkan untuk menghasilkan penetrasi. Yang terlihat dari penghitaman kulit. Andire e i. akan terlempar hanya beberapa inchi. Suatu luka tembus akan memiliki luka masuk peluru dan luka keluar. Seberapa jauh masing-masing komponen akan terlontar adalah dasar untuk menentukan jarak dari laras senjata dengan korban saat senjata api ditembakkan. Luka tembak jauh akan sedikit terdapat asap. Suatu luka yang tidak tembus akan mempunyai satu luka masuk dan tidak memiliki luka keluar. Pada jarak satu meter. Bubuk yang tidak terbakar yang menembus kulit akan menghasilkan semacam tatto atau klem pada sekitar luka peluru. Sejalan dengan hal ini maka tidak akan ditemukan peluru di dalam tubuh.38 inchi pada orang berusia 20 tahun mungkin akan terlihat sama pada luka oleh caliber Roman s 4n6 Ed. karbon monooksida akan bereaksi dengan hemoglobin dan myoglobin pada luka yang menghasilkan karboksihemoglobin dan karboksimyoglobin. Kulit orang yang lebih muda lebih elastis dari pada kulit orang yang lebih tua. Pola luka akan membesar saat jarak bertambah jauh.22 inchi sampai 0. Proses pembakaran yang cepat akan menghasilkan sejumlah besar karbon monooksida. Luka dengan jarak tembak yang jauh sedikit mendapat efek dari gas dan bubuk.2 inchi tidak mudah untuk dilihat oleh pengamat. Sebagai tambahan. 20 by Syaulia.tinggi dengan proyektil berkecepatan rendah. Karena luka tembak dengan jarak yang jauh sangat sedikit menimbulkan efek selain dari efek akibat peluru.45 inchi. Untuk menyalakan bubuk tanpa asap. Lingkar tengah dari defek kulit akan menunjukkan lingkar tengah dari peluru yang digunakan. nitrogen dioksida. Kebanyakan pistol akan menghasilkan klem ini ketika jarak kulit pada laras sekitar setengah sentimeter sampai satu meter. Suatu luka tembak jarak jauh yang umum akan memiliki defek kulit yang melingkar dan tanda mengelupas di sekitar sisinya. dan sejumlah asap dari gas karbon yang tidak terbakar. Efek dari gas akan menghasilkan apa yang disebut dengan luka kontak langsung dan tidak kontak. karena bubuk mesiu jarang digunakan. tenaga yang melontarkan peluru adalah gas yang dihasilkan dari pembakaran cepat dari bubuk mesiu atau bubuk tanpa asap. Wongso Þ Ý 113 . kulit akan menunjukkan variasi luka robekan karena gas yang mengenai kulit akan merusak jaringan kulit. Titik potong antara kecepatan tinggi dan rendah berkisar 300 meter per detik. Luka jenis ini disebut luka tembak dengan jarak intermediat. pemantik awal adalah sebuah mangkuk kecil yang terdapat pada bagian dalam belakang selongsong. efek dari gas akan berkurang dan hanya bubuk yang tidak terbakar dan peluru yang mampu menembus kulit. tapi hal ini tidak selalu nyata karena terdapat perbedaan kecil antara diameter peluru yang umum digunakan oleh masyarakat sipil. Sebagaimana jarak antara laras dengan kulit bertambah jauh.

Peluru tidak goyang ketika ditembakkan dari senjata yang dibuat dari barel. dan gelombang shock pada pembentukan kolaps. peluru akan melewati tubuh seluruhnya sebelum terjadi proses kerusakan. Ini hanya pecah pada kecepatan yang lebih lambat daripada perjalanan peluru. Ketika sebuah peluru mengenai seseorang. Sering. untuk memastikan kaliber senjata dari luka kontak tidak mungkin. Peningkatan kecepatan proyektil dapat menghasilkan jelaga pada luka masuk dan efek karbon monooksida pada luka keluarnya. ia akan bergerak lebih cepat daripada kecepatan saat berada di jaringan. Andire e i.22 atau 0. Peluru akan goyang jika melewati medium yang lebih pekat daripada udara. Pada kasus kecepatan tinggi pada senjata api yang panjang dimana keceptannya 1000 meter per detik. sebagaimana dapat terlihat. perubahan ini terdapat pada bagian dalam dari luka keluar. namun ini tidak selalu terjadi. peluru yang memantul atau melewati orang lain sebelum mengenai orang kedua akan goyang. Dihalaunyaluka tembak keluarakan terlihat seperti luka tembak masuk. Ketika jaringan akhirnya Roman s 4n6 Ed. Meskipun demikian. Perkiraan kecepatan sebuah peluru keluar bisa dilihat dari tampilan pada luka tembak keluar. Sebaliknya. luka tembak keluar dengan banyak laserasi pada daerah sekitar memiliki kecepatan yang tinggi . seperti yang ditunjukkan pada peluru dapat goyang. itulah sebabnya tepi abrasi muncul di sekitar luka tembak masuk.Hal tersebut Ini khas pada kasus luka tembak keluar. Lihat Gambar 4. Kulit ditekan untuk beberapa waktu sebelum peluru menembus bahan menopang. kemudian hidung peluru menggarut kulit. karena jenis luka sedikit hubungannya dengan jenis kaliber dalam merobek kulit. Luka tembak keluar akan terlindungi atau terhalau jika korban tembak mengenakan pakaian ketat konstriktif seperti jaket kulit tebal atau pakaian yang terbuat dari kain tenunan ketat. 20 by Syaulia. Luka tembak masuk akandihalau oleh jaringan lunak dan tulang.25 inchi pada orang berusia 50 tahun. hal ini dapat membantu dalam membedakan dua jenis lukatembak. Wongso à ß 114 . namun tidak pecah. karena peluru memutar dengan cepat pada aksis 90 derajat dari tujuannya. atau terdapat bahan seperti dinding kering yang dapat ditembus peluru keluar yang akan melindungi kulit. Jika kulit tidak terlindungi. Luka tembak masuk secara umum berbentuk lingkaran ketika peluru ditembakkan dari senapan. Secara jelas. sehingga hal itu akan mendorongnya keluar. Perputaran menyebabkan luka tembak masuk pada peluru menjadi bentuk lingkaran atau mungkin lonjong jika peluru mengenai kulit pada sudut selain 90 derajat. luka kontak lebih besar dari pada luka keluar. itu akan menghasilkan bentuk peluru tembak masuk. Luka tembak keluar yang tampak kecil dan berbentuk celah dan memiliki sedikit laserasi kecil pada daerah sekitar memiliki kecepatan yang lambat dan peluru biasanya akan ditemukan di dekat badan mayat (atau bahkan di pakaian). Jika pada saat masuknya peluru seperti penembakan langsung. kolapsnya lubang. maka peluru akan merobek kulit dan abrasi tidak terjadi. Meskipun dalam ilmu konvensional menyatakan bahwa luka tembak keluar lebih besar dari luka tembak masuk. bergerak melalui udara menuju titik pusat arah dari gerakannya.10 yang cukup mewakili fenomena ini. Jika peluru memasuki bagian tubuh. tepi abrasi lebih luas dari pada yang biasanya terlihat pada luka tembak masuk. untuk menentukan arah. Luka tembak keluar tipe lukanya berupa luka laserasi. Peluru tembak keluar memiliki pengertian bahwa hal itu disebabkan oleh peluru yang melewati seseorang. Luka pada peluru disebabkan karena pembentukan lubang yang sementara saat peluru melewati tubuh seseorang. Perlindungan luka tembak keluar dan masuk dengan target pertengahan biasanya tidak yang hanya dapat dilihat. Untungnya. Penting bentukan segi empat panjang dari luka tembak masuk. senjata dengan kecepatan tinggi biasanya ditemukan pada militer dan pemburu dengan senjata panjang. Penting untuk catatan bahwa luka tembak masuk memilki gambaran unik jika luka tembak masuk dihalangi atau dihalau. Jaringan yang cedera akan memecahkan poin.0.

terkoyak, jaringan ini akan tertarik menuju kembali menuju tempat luka di mana peluru masuk dan dibelakangnya dikarenakan adanya elastisitas jaringan dalam menerima peluru berkecapatan tinggi. Retraksi ini akan menciptakan cavitas sementara yang besarnya akan setingkat dengan energi kinetik dari peluru. Cavitas kemudian akan secara bertahap kolaps setelah meregang beberapa kali. Adanya saluran dari gelombang dan kolaps cavitas sementara akan merusak jaringan di tempat di mana peluru masuk dan di jaringan sekelilingnya. Besarnya kerusakan yang ada tergantung dari organ yang ada, tapi bahkan untuk peluru pistol yang relatif lambat, diperkirakan, umumnya, tiga kali dari diameter peluru. Untuk peluru dari senjata berkecepatan tinggi, besarnya kerusakan mungkin dapat sepuluh kali lebih besar dari diameter peluru. Kerusakan jantung akan menyebabkan penurunan drastis tekanan darah yang terjadi seketika, dan menurunkan perfusi ke otak. Namun, otak masih akan berf ungsi selama 10 sampai 15 detik setelah kehilangan perfusi. Karena itu, seseorang masih masih dapat menusukan ujung pisau bayonetnya kepada lawannya di dalam 10 sampai 15 detik setelah ditembak di dadanya. Sebuah luka tembak pada organ yang kurang vital akan lebih memberikan banyak waktu. Karena itu, konsep dari ³stopping power´ tidak selalu tepat. Setiap janis senjata api mempunyai ³stoppong power´ jika digunakan untuk menembak seseorang di kepala. Sebaliknya semua jenis senjata api tidak akan memiliki ³stopping power´ jika ditembakkan pada bagian selain kepala. Trauma tumpul lainnya Contoh trauma tumpul lainnya yang paling sering terdapat pada masyarakat adalah tabrakan dengan media transportasi, umumnya dengan kendaraan bermotor. Kematian yang terjadi dari kejadian tersebut umumnya digolongkan dalam kecelakaan. Jarang kasus tabrakan masuk dalam jenis pembunuhan ataupun bunuh diri. Umumnya, dengan mengecualikan luka tembak, trauma tumpul pada pembunuhan pada orang dewasa memerlukan luka yang bersifat mematikan pada kepala. Luka pada daerah lain jarang menghasilkan kematian. Pada anak -anak, jejas mematikan umumnya karena trauma kepala, tapi trauma dada dan abdomen dengan adanya robekan dari organ dalam, seperti limfa, hati dan jantung juga sering ditemui. Dua istilah lainnya perlu dipelajari. Pertama adalah kontusio. Suatu kontusio adalah pengumpulan darah pada jaringan di luar jaringan vaskular darah. Umumnya dikarenakan trauma tumpul yang merusak jaringan cukup hebat untuk menyebabkan kebocoran darah dari pembuluh darah yang kecil. Suatu konsep penting bahwa pola dari benda yang digunakan untuk menghantam bisa didapat pada orang yang dihantam. Pola luka semacam itu penting untuk menentukan tipe benda yang digunakan sebagai senjata. Istilah penting kedua lainnya ialah hematom. Hematom adalah tumor darah. Hema berasal dari kata heme, bahasa Latin untuk darah, dan toma adalah bahasa Latin untuk tumor. Hemtom adalah kontusio dengan lebih banyak darah. Secara khusus, trauma tumpul pada kepala sering menimbulkan hematom, dikenal dengan istilah ³telur angsa´. Trauma kimia Kematian dari trauma ini meliputi kematian yang dihasilkan dari penggunaan obat dan racun. Obat yang umum ditemukan dalam praktisi forensik jarang membunuh secara langsung, namun berperan dalam sebagai 5% faktor kontribusi dalam trauma kematian. Obat itu adalah etil alkohol, yang juga disebut ethanol. Ethanol merupakan bahan aktif dalam bir, anggur, dan minuman yang diawetkan. Ethanol mungkin obat dengan sejarah penyalahgunaan obat terlama, dan merupakan jenis obat yang sering disalahgunakan pada zaman sekarang. Alkohol merupakan bahan yang diharamkan oleh agama Islam dan beberapa kepercayaan Kristiani, tapi pelarangan tidak cukup kuat untuk menghilangkan alkohol sebagai agen penyebab pada kebanyakan luka trauma.

Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia, Andire e i, Wongso
â á

115

Alkohol juga dapat membunuh secara langsung. Obat ini merupakan salah satu pendepresi sistem saraf pusat; bekerja dengan memperlambat reaksi dan komunikasi dari otak menuju neuron batang otak. Pada kadar rendah intoksikasi, kurang dari 0,03 gram persen dari kadar alkohol darah, seimbang dengan 330 mililiter bir dengan kandungan ethanol 5 %, kebanyakan orang akan menyadari akan adanya peningkatan dari waktu reaksi, mungkin dikarenakan perlambatan dari neuron inhibisi. Pada kadar konsentrasi alkohol darah lebih dari 0,03 gram persen, menunjukkan adanya penurunan fungsi otak dan perlambatan waktu reaksi. Pada kadar 0,25 gram persen, seseorang yang belum pernah terekspos dengan ethanol sebelumnya akan menuju status koma jika tidak dirangsang. Rangsangan akan memicu kembalinya sejumlah kesadaran. Pada kadar alkohol darah sekitar 0,30 gram persen, orang tersebut akan masuk dalam koma yang dalam. Dia tidak akan bisa diintervensi dan akan bernafas cukup pendek untuk kemudian akan meninggal. Kematian akibat kurangnya oksigen bisa dihasilkan oleh overdosis alkohol. Kematian semacam ini jarang terjadi, dikarenakan sesorang yang tidak pernah terekspos alkohol akan mulai muntah saat kadar alkhohol darahnya sekitar 0,10 gram persen dan absorpsi lebih lanjut akan terhenti. Kematian karena overdosis alkohol umumnya didapat pada suatu kontes di mana peserta harus meminum minuman keras sebanyak banyak nya. Dengan jumlah besar alkohol, reflek muntah dapat ditekan sebelum terinisiasi, memicu pada kematian. Jumlah yang disebutkan di atas untuk penyalahgunaan dari alkohol. Orang yang mengkonsumsi alkohol dan kebanyakan obat terlarang lainnya membentuk semacam toleransi yang menyebabkan efek alkohol dalam obat menghilang dalam kadar tertentu. Sebagai contoh, seseorang dengan konsentrasi alkohol darah lebih dari 0,30 gram persen sering terlihat pada pengemudi kendaraan. Penyalahgunaan obat lain selain alkohol menghasilkan kematian umumnya melewati mekanisme yang sama. Obat semacam ini contohnya barbiturat, diazepam, dan opiat. Obat ini menghasilkan peningkatan derajat koma diikuti dengan penghentian nafas dan kematian yang bertahap. Mariyuana adalah sebuah pengecualian untuk penyalahgunaan obat. Mariyuana tidak menghasilkan kematian lewat suatu proses overdosis. Kokain merupakan pengecualian lainnya. Kokain merupakan stimulan sistem saraf pusat. Kematian karena kokain lebih jarang dibandingkan dengan kematian oleh obat depresan. Pada dosis tinggi, kokain menghasilkan kejang, peningkatan suhu tubuh yang tajam, dan detak jantung yang tidak terkontrol adalah kumpulan mekanisme keracunan kokain yang telah dilaporkan dapat memicu kematian. Walau bukan jenis penyalahgunaan obat, karbon monooksida merupakan senyawa kimia umum yang menghasilkan kematian. Merupakan suatu senyawa tidak berbau, berwarna, gas hasil proses pembakaran yang tidak sempurna dari bahan bakar yang mengandung karbon. Kematian karena CO mungkin karena kecelakaan, bunuh diri dan pembunuhan. Sianida merupakan senyawa yang serupa dengan CO melalui intervensinya dengan oksigenasi otak, bekerja langsung pada enzim mitokondria pada otak. Sianida terdiri dari karbon dan nitrogen. Seperti CO, sianida juga dapat dihasilkan oleh proses pembakaran, tapi efeknya dalam menghasilkan kematian tidak begitu berperan. Sianida umumnya terdapat pada bentuk garam natrium dan potasium yang digunakan secara luas pada industri pengelatan dan pemurnian logam. Sianida mempunyai bau yang khas. Baunya seperti kacang almond dan adapat dideteksi dalam jumlah yang sedikit seperti satu bagian per sejuta atau 0,00001 persen oleh orang yang telah ahli dalam melacak sianida. Sayangnya, tidak sebanyak 50 persen dari populasi yang mampu mencium sianida. Patologis forensik mampu mencium sianida atau memperkerjakan seseorang yang mampu menciumnya. Seorang patologis yang membuka rongga perut dari korban yang melakukan bunuh diri dengan menelan potasium sianida dapat terbunuh oleh adanya gas yang dilepaskan.
Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia, Andire e i, Wongso
ä ã

116

Trauma suhu Kontak dengan panas yang berlebihan ataupun dingin dapat menghasilkan kematian. Hipotermia merupakan suhu\dingin yang berlebihan;hipertermia adalah panas yang berlebihan. Kedua kondisi tersebut dapat menyebabkan kematian melalui kerusakan pada mekanisme normal yang menjaga suhu tubuh sekitar 37 derajat celcius. Dalam kedua jenis kematian, beberapa tanda-tanda nyata dapat ditemukan pada autopsi untuk memberikan diagnosis pasti yang menyebabkan kematian. Ketidaadaan permintaan diagnosis pada penyebab lain kematian pasangan dengan riwayat terpapar pada lingkungan baik hipertemia maupun pada hipotermia diharapkan. Kematian akibat hipotermia umumnya terjadi pada individu yang mabuk alkohol dan terkena suhu dingin. Suhu udara hanya 5 derajat celcius (41 derajat Fahrenheit) telah dilaporkan menyebabkan kematian akibat hipotermia. Keracunan alkohol mengurangi respon terhadap dingin dengan meningkatkan hilangnya panas tubuh karena dilatasi pembuluh darah di permukaan tubuh. Kematian akibat hipertermia umumnya terjadi pada orang tua di kota-kota utara dan pada bayi tertinggal di parkir mobil akibat gelombang panas. Kemampuan untuk mempertahankan homeostasis menurun pada usia lanjut. Pemanasan dilakukan pada hipotermia dan kematian sering tidak terlihat di populasi orang usia lanjut, meskipun kelompok ini adalah rentan. Namun, di negara-negara utara, unit dweling tua sering kekurangan AC, dan gelombang panas sering dikaitkan dengan sejumlah besar kematian orang tua. Anak kecil yang yang berada di mobil yang tertutup sangat rentan terhadap hipertermia. Suhu di dalam sebuah mobil di bawah sinar matahari dapat melebihi 60 derajat celcius (140 derajat Fahrenheit) dan dapat berakibat fatal pada 10 menit. Luka bakar termal disebabkan oleh hipertermia lokal. Secara umum, suhu di atas 65 derajat celcius (150 derajat Fahrenheit) akan menghasilkan luka bakar termal pada kontak langsung dengan obyek selama beberapa menit. Kematian akibat panas terjadi dalam berbagai situasi, dari paparan cairan panas untuk luka bakar maupun dari hidrokarbon. Kematian akibat luka bakar biasanya tidak langsung terjadi dan timbul dari komplikasi setelah perawatan medis. Mekanisme kematian umumnya kegagalan organ multipel. TRAUMA ELEKTRIK Aliran listrik melalui seseorang dapat menghasilkan kematian oleh sejumlah mekanisme yang berbeda. Jika rangkaian arus bolak balik (AC) pada tegangan rendah (di bawah 1000 volt) melintasi jantung, maka akan mengalami fibrilasi ventrikel, bergetar secara nonpropulsive kemudian tidak dapat diresusitasi dalam beberapa menit. Fibrilasi jantung karena AC bertindak sebagai alat pacu jantung. AC di Amerika alternatif dari positif ke negatif 3.600 kali per menit (2500 kali per menit di Eropa). Fibrilasi ventrikel menghasilkan sekitar 300 quivers per menit,. tegangan rendah mungkin atau tidak menghasilkan listrikTerbakar, tergantung lamanya paparan dengan sirkuit. Paparan dalam waktu yang lama diperlukan untuk menghasilkan suatu luka bakar. ASFIKSIA Klasifikasi trauma mekanik terbatas pada kematian karena asfiksia tumpang tindih dengan sebab lain, kematian karena asfiksia disebabkan gangguan oksigenasi di otak. Asfiksia ini dapat terjadi dari sebab mekanik (strangulasi), sebab kimiawi (racun sianida), sebab listrik (listrik tegangan rendah) Tenggelam adalah kematian akibat sesak napas dari perendaman di dalam air atau cairan lain. Beberapa kematian akibat terendam terjadi bukan akibat asfiksia namun karena hipotermi. Paparan pada seseorang dengan suhu air di bawah 20 derajat celcius (68 derajat Fahrenheit) akan mengakibatkan kematian akibat hipotermia setelah paparan
Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia, Andire e i, Wongso
æ å

117

berjam-jam. Paparan terhadap suhu air mendekati 0 derajat Celcius (32 derajat Fahrenheit) akan menghasilkan kematian dalam hitungan beberapa menit. Korban tenggelam meninggal sebagai akibat dari asfiksia, suatu gangguan oksigenasi pada otak. Seseorang biasanya berusaha untuk menjaga kepalanya di atas air sehingga ia dapat terus menghirup udara. Ketika hal ini menjadi sulit, ia akan berjuang untuk mempertahankan jalan napas, dan hal ini meningkatkan kebutuhan oksigen. Menghirup air akan meningkatkan kepanikan. Air yang masuk ke bagian belakang tenggorokan secara refleks akan tertelan. Hai ini akan mentransmisikan suatu tekanan negatif yang berkaitan dengan terhirupnya air ke telinga bagian tengah melalui tabung Eustachius yang terbuka saat menelan. Air yang tertelan akan masuk kedalam perut. Upaya lebih lanjut untuk bernapas menyebabkan air masuk ke saluran napas atas, memicu batuk dan inhalasi refleks tambahan. Ketika air memasuki saluran udara kecil, dinding -dinding otot napas akan kejang, sehingga melindungi alveoli atau kantung-kantung udara kecil dari apapun yang masuk kecuali udara. kejang yang terjadi setara dengan serangan akut asma yang parah dengan terperangkapnya udara di paru-paru. Kehilangan kesadaran umumnya terjadi dalam 1 sampai 2 menit awal perjuangan untuk bernapas, meskipun mungkin kesadaran dapat terjadi lebih lama jika udara segar dapat diperoleh. Kehilangan kesadaran dapat diikuti oleh upaya paksa inhalasi dan muntah. Henti jantung terjadi beberapa menit kemudian. Ketika jantung kembali berdetak, tekanan yang dihasilkan jantung pada sirkulasi paru akan meningkat pesat dan bagian kanan dari jantung akan terdilatasi dari peningkatan tekanan jantung dan myungkin akibat dari peningkatan volume darah akibat terabsorpsinya air dari paru. Yang dapat ditemukan pada otopsi korban tenggelam sangat tergantung dari apakah tenggelam tersebut mengikuti kejadian-kejadian yang telah disebutkan diatas. Jika saat masuk ke air seseorang telah mengalami penurunan kesadaran, banyak tanda dari kepanikan yang menjadi tidak terlihat karena seseorang yang telah mengalami penurunan kesadaran tidak bisa menjadi panik. Kepanikan terjadi akibat pengiriman tekanan negatif dari saluran napas bagian atas ke telinga tengah. Tekanan negatif bersama-sama dengan perubahan asfiksia lain dalam hasil faktor pembekuan darah di perdarahan ke dalam sinus mastoideus. Selain itu, air dan bahan dalam air akan ditemukan di sinus frontal, ethmoidal dan di perut. Paru-paru akan menjadi hiperinflasi sebagai akibat dari spasme otot yang melindungi alveoli. Paru-paru pada umumnya akan lebih berat dari biasanya, karena penambahan air yang teraspirasi dan cairan yang terakumulasi di paru pada seluruh asfiksia. Organisme uniseluler kecil yang disebut diatom ditemukan di hampir seluruh air segar dan air garam di dunia. Organisme ini memiliki silika pada dinding selnya sehingga dengan demikian dapat melawan degradasi oleh asam. Pada tahap akhir dari tenggelam, air yang teraspirasi dan mengandung diatom adalah disirkulasikan oleh jantung yang masih berdetak ke semua organ. Diatome tidak selalu ditemukan di sumsum tulang. Jadi, mengeluarkan sumsum tulang, mencampurnya dengan asam kuat, dan memeriksanya di bawah mikroskop untuk mencari diatom dapat memastikan kasus tenggelam. Sejak di air terdapat berbagai jenis diatom pada daerah yang berbeda dan waktu yang berbeda, maka dapat dimungkinkan untuk menentukan waktu dan tepat pada kasus tenggelam dengan mengidentifikasi diatom. Teknik ini terutama berguna jika tubuh telah terdekomposisi dan kaku. Asfiksia dapat diakibatkan berbagai sebab termasuk strangulasi manual (dengan tangan) dan strangulasi akibat ikatan. Strangulasi manual menyempitkan saluran nafas dengan menekan leher. Banyak tulisan mengenai penemuan adanya fraktur dari tulang hyoid pada strangulasi manual. Sebenarnya, hal ini relatif jarang dan terlihat terutama pada wanita tua yang menderita osteoporosis yang mengakibatkan fraktur pada tulang hyoid menjadi lebih mudah. Gambar 4.17 menunjukkan fraktur tulang hyoid. Perhatikan
Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia, Andire e i, Wongso
è ç

118

Hal lain yang lazim ditemukan pada strangulasi manual adalah fraktur dari kornu pada kartilago tiroid. sehingga ia mengambil senjata apinya. fraktur kornu kartilago tiroid ataupun perdarahan otot ± otot pada leher.19 dan 4. tidak melibatkan fraktur hyoid. Saya meninjau foto-foto tempat kejadian. Ini dapat dilihat beberapa menit setelah kematian. Secara umum. Dia mengatakan bahwa dia merasa diri dan anaknya terancam. ditemukan lobang peluru. jadi jika tubuh meninggal 4 jam suhu tubuh akan jadi 31oC. Kebiruan lambat laun hilang dengan pemisahan setelah 36 jam. Gambar 4. Jika kerongkongan ditekan untuk mencegah mengalirnya air.20 menunjukkan lubang peluru Roman s 4n6 Ed. Hal lain yang lazim ditemui ialah perdarahan pada otot di leher. Algor mortis adalah dingin setelah kematian. Rigor mortis adalah kekakuan otot yang terjadi setelah kematian seseorang. dimana sel darah merah meningkat mengendap karena infeksi atau penyakit lain. Kebiruan jadi lengkap . berarti faktur terjadi setelah kematian.perdarahan sekitar tempat fraktur. Wongso ê é 119 . Andire e i. kebiruan mungkin juga tidak terlihat. Dengan menekan dengan ibu jari dekat tubuh yang telanjang suhu sekitar 18 oC. dan laporan autopsy. Hal ini sangat penting untuk diketahui. Otot ± otot tersebut bersama ± sama disebut otot yang terikat (strap) dan dapat mengalami memar akibat strangulasi manual. Dia menceritakan pada polisi bahwa tetangganya menyerang dia dengan sebilah pisau saat ia sedang menggendong anak bayinya. maksudnya dengan penekanan tidak hilang yaitu 12 jam setelah kematian. karena patahnya tulang hyoid sangat mudah terjadi ketika mengeluarkan saat pemeriksaan berlangsung. Suhu tubuh normal 37 oC. Saat seseorang meninggal ada sejumlah perubahan yang terjadi yang dapat digunakan untuk memperkirakan saat kematian : rigor mortis. Livor mortis adalah perubahan warna tubuh yang terjadi akibat pengendapan sel darah merah setelah sirkulasi darah berhenti. Kakak laki-laki si penembak yang datang ke tempat kejadian sesaat setelah percekcokan terjadi juga menyatakan hal yang sama. Hal ini terjadi reaksi kimiawi saat glikogen normal ditemukan dalam otot digunakan berlebihan sesaat kematian dan tidak dibentuk kembali. Jika fraktur terjadi dan tidak ada perdarahan. Keluarga korban meminta saya untuk menilik kembali kasus tersebut untuk menentukan apa yang terjadi. Umumnya warna kulit seseorang livor mortis adalah livid/kebiruan. Kornu tersebut terletak di laring atau pita suara dan di depan dari tulang belakang bagian leher. STUDI KASUS Kasus 1 Seorang polisi dipanggil oleh seorang pria yang mengatakan bahwa ia menembak tetangganya. Strangulasi akibat ikatan baik yang disebabkan oleh penggantungan ataupun penjeratan. Jika seseorang meninggal dan kehilangan darah dalam volume banyak. namun tidak terdapat darah. Dapat dilihat satu jam atau sesaat setelah kematian. dan algor mortis. hal yang sering ditemukan ialah asfiksia dan adanya bekas jeratan di leher. Disana. Keluarga korban tidak senang dengan jaksa yang tidak menuntut si penembak. dan setelah itu pergi ke tempat kejadian. Pada beberapa individu kulit hitam. 1. livor mortis. mungkin tidak terlihat kebiruan. Rigor mortis umumnya dipertahankan sampai periode 24 jam hingga 36 jam setelah kematian. ke 20oC. dan menembak tetangganya hingga meninggal. 20 by Syaulia. foto autopsy. kornu akan dipaksa tertekan kearah belakang mengenai tulang belakang. Pegawai toko di seberang jalan tempat kejadian yang mendengar percekcokan keduanya juga menyatakan hal yang sama dengan cerita si penembak.5 oC suhu tubuh akan turun tiap jam untuk 8 jam pertama.

Tembakan jarak dekat mengenai b elakang kepala. Luka tembak sendiri berdasarkan jarak terdiri dari : jarak jauh. yangmana dalam hal ini bukan merupakan jarak yang tergolong cukup dekat untuk dapat menyebabkan ancaman dengan menggunakan pisau bagi si penembak. Hal lain yang penting diketahui dari luka tembak ialah lama waktu antara luka dan pingsannya korban. Tembakan kedua merupakan efek yang terjadi akibat korban berusaha untuk melarikan diri melalui tangga sehingga terkena di belakang kepala. bukti fisik menyangkal pengakuan dari si penembak.F : y y y y Jenis trauma bisa menimbulkan gangguan fisik tetapi tidak ada discontinuetas dari jaringan tubuh dan gangguan psikis. Andire e i. Hal tersebut tidak mengenai arteri utama dan keluar dari tubuh pada sisi yang lain. Kekerasan kimia berupa : asam kuat dan basa kuat. o Senjata api : Luka tembak masuk dan luka tembak keluar. Roman s 4n6 Ed. Hal lain yang dapat ditentukan ialah arah peluru yang mengenai tubuh dan organ dalam. Si penembak dalam posisi berdiri ketika menembakkan senjatanya yang mengakibatkan lubang di dinding. hari atau bahkan lebih. Luka tembak abdomen yang tidak mengenai pembuluh utama dapat memberikan efek dalam hitungan jam. bahwa penentuan jarak antara senjata dan orang yang ditembak dapat dipastikan. o Persentuhan tumpul : Luka tusuk. Penembakan dikatakan terjadi di tempat rendah.Mursad. Gambar 4. Dengan demikian. Pada kasus ini. sangat dekat. fisik dan kimia. 20 by Syaulia. Sp. Kekerasan mekanik berupa : o Persentuhan tajam : Luka memar. Peluru mengenai dinding dan merupakan tembakan jarak jauh. Catatan dr. Satu tembakan mengenai sisi samping abdomen. Seperti yang akan didiskusikan di bab berikutnya. iris dan bacok. Wongso ì ë 120 . dekat dan tempel. Pada korban terdapat dua tembakan senjata api ± yang satu jarak jauh dan yang lain jarak dekat. Tembakan di abdomen merupakan tembakan pertama.di lorong beberapa bulan setelah penembakan. Pelurunya menyebabkan pergeseran otak dari depan ke belakang dan sedikit ke atas.21 menunjukkan tubuh korban yang terbaring ketika polisi datang. Luka tembak di belakang kepala yang menyebabkan pergeseran otak akan mengakibatkan koma dalam waktu singkat. Tembakan pertama ditembakkan dari jarak lebih dari 3 kaki. jarak penggunaan senjata ialah lebih dari 3 kaki untuk tembakan yang pertama dan kemudian ditembakkan lagi beberapa inci lebih jauh dari tembakan pertama. namun lubang peluru terdapat di tangga atas. lecet dan laserasi. Kekerasan meliputi kekerasan mekanik.

Abortus berdasarkan definisi medis adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan. keguguran. 20 by Syaulia. merupakan 80 % dari semua kasus abortus. Abortus dengan penyebab yang wajar (abortus spontanea). dilakukan oleh tenaga yang terdidik khusus untuk melakukannya dengan baik dan bukan dilakukan untuk mempertahankan nama baik atau kehormatan keluarga. Akan tetapi abortus buatan sebagai tindakan pengobatan. abortus provokatus kriminalis yaitu abortus yang dilakukan tanpa indikasi medis. Dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan dilakukan oleh tenaga yang umumnya tidak terdidik khusus. WHO/FIGO 1998 = 22 minggu). Abortus yang sengaja dibuat (abortus provokatus/induksi abortus). yaitu abortus disengaja atau digugurkan.(terakhir. artinya ³kelahiran sebelum waktunya´. hipertensi. disebut juga keguguran.BAB IX ABORSI DEFINISI Peristilahan aborsi sesungguhnya tidak kita temukan pengutipannya dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Wongso î í 121 . apabila itu satu-satunya jalan untuk menolong jiwa dan kesehatan Roman s 4n6 Ed. Biasanya dengan alat-alat dengan alasan bahwa kehamilan membahayakan dan dapat membawa maut bagi ibu contohnya ibu dengan penyakit jantung. yaitu: 1. Abortus yang disengaja ini dapat bersifat murni medisinalis. keguguran. Andire e i. Dari segi medikolegal maka istilah abortus. Berdasarkan variasi berbagai batasan yang ada tentang usia / berat lahir janin viable (yang mampu hidup di luar kandungan). Istilah ³aborsi´ yang berasal dari kata abortus bahasa latin. Ini disebut juga illegal abortion. kanker leher rahim. Dalam KUHP hanya dikenal istilah pengguguran kandungan. termasuk oleh wanita hamil itu sendiri. dan lain-lain. akhirnya ditentukan suatu batasan abortus sebagai pengakhiran kehamilan sebelum janin mencapai berat 500 gram atau usia kehamilan 20 minggu. setara dengan umur kehamilan 22 minggu. Dari aspek kedokteran forensik yang diartikan dengan keguguran kandungan adalah pengeluaran hasil konsepsi pada setiap stadia perkembangannya sebelum masa kehamilan yang lengkap tercapai (38-40 minggu). Sinonim dengan kata itu mengenal istilah ³kelahiran yang premature´ atau miskraam (Belanda). tetapi dapat pula bersifat medisinalis kriminalis tergantung dari pelaku abortusnya yang dapat dibedakan antara : 1. abortus provokatus medisinalis (terapeutik) atau legal abortion yaitu abortus yang dilakukan atas indikasi medis. melakukan abortus buatan dianggap suatu kejahatan. yaitu abortus yang terjadi dengan sendirinya. Di Indonesia berdasarkan undang-undang. Anak baru mungkin hidup di luar kandungan kalau beratnya telah mencapai 1000 gram atau umur kehamilan 28 minggu. 2. Ada yang mengambil batas abortus bila berat anak kurang dari 500 gram. ABORTUS PROVOKATUS ATAS INDIKASI MEDIS Umumnya setiap negara ada undang-undang yang melarang abortus buatan. 2. KLASIFIKASI Secara garis besar abortus dapat di bagi dalam 2 kelompok. dan kelahiran prematur mempunyai arti yang sama dan menunjukkan pengeluaran janin sebelum usia kehamilan yang cukup. tetapi larangan ini tidaklah mutlak sifatnya.

namun sampai saat ini di Indonesia yang dimaksud dengan indikasi medik adalah demi menyelamatkan nyawa ibu. Jadi tidak dibenarkan melakukan abortus atas indikasi : o Ekonomi : takut miskin atau kekurangan o Etnis : baik akibat perkosaan atau akibat hubungan diluar nikah. o Sosial : kuatir adanya penyakit turunan. Penyakit sistemik ibu : o Preeklampsia/Eklampsia o Penyakit jantung organik disertai dengan kegagalan jantung o Penyakit ginjal o Diabetes melitus berat o Gangguan jiwa. (6) Dokumen medik harus lengkap. membenarkan indikasi yang bersifat sosial medis. Indikasi melakukan abortus terapeutik: 1. janin cacat. Indikasi medis akan berubah-ubah menurut perkembangan ilmu kedokteran. Andire e i. dan egenetis. (3) Harus ada persetujuan tertulis dari penderita atau suaminya atau keluarga terdekat. Dalam melakukan tindakan abortus atas indikasi medik. hukum. jika tidak ada indikasi terapeutik untuk operasi. dan beberapa negara lainnya. Bahkan saudara atau teman yang menemaninya ke aborsionis dinyatakan bersalah sebagai rekan kejahatan. jasmani. Penyakit diluar kehamilannya : o Karsinoma cervix uteri o Karsinoma mammae yang aktif 3. o Mola hydatidosa o Kelainan plasenta 2. psikologi). ABORTUS PROVOCATUS CRIMINALIS Aborsi kriminal adalah kerusakan atau pengguguran janin dari rahim ibu oleh orang lain secara paksa.ibu serta sunguh-sungguh dapat dipertanggung jawabkan dapat dibenarkan dan biasanya tidak dituntut. agama. seorang dokter perlu mengambil tindakan-tindakan pengamanan dengan mengadakan konsultasi pada seorang ahli kandungan yang berpengalaman dengan syarat: (1) Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukannya (yaitu seorang dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan) sesuai dengan tanggung jawab profesi. Walaupun beberapa ahli telah banyak berdebat tentang kemungkinan perluasan indikasi medik. Kejahatan ini dinyatakan sebagai tindak pidana jika aborsi yang dilakukan berakibat fatal. Jika wanita tersebut meninggal akibat prosedur yang dilakukan oleh aborsionis dan orang lain yang berkaitan dengan kejahatan tersebut. (4) Dilakukan di sarana kesehatan yang memiliki tenaga / peralatan yang memadai. tetapi juga dengan pertimbangan keselamatan anak. seperti ahli anestetik atau perawat. Di negara Swedia. yaitu. dan rohani. (2) Harus meminta pertimbangan tim ahli (ahli medis lain. bukan semata-mata untuk menolong ibu. 20 by Syaulia. akan dituntut dengan pasal pembunuhan. Swiss. yang ditunjuk pemerintah. jika dapat dibuktikan bahwa Roman s 4n6 Ed. humaniter. atau jika janin telah meninggal (missed abortion). disertai kecenderungan untuk bunuh diri. Faktor kehamilannya sendiri o Ectopic pregnancy yang terganggu o Abortus yang mengancam disertai dengan perdarahan yang terus-menerus. Wongso ð ï 122 . Pada kasus seperti ini sebelum melakukan tindakan abortus harus berkonsultasi dengan psikiater. (5) Prosedur tidak dirahasiakan.

Hukum menekankan pada maksudmaksud ilegal di balik tindakan dan tentang semua hal yang berhubungan dengan kejahatan sebagai prinsip-prinsip kesalahan. Akhir-akhir ini dikenal juga sitostatika Teknik-Teknik Aborsi pada klinik aborsi : 1. kekerasan langsung pada perut atau uterus. laksans dan lain lain. Aborsi yang dilakukan pada awal masa kehamilan sama bersalahnya dengan yang dilakukan pada akhir masa kehamilan. jatuh. atau manipulasi serviks dengan jari tangan. misalnya dengan penyemprotan air sabun atau air panas pada portio. jika terjadi kematian akibat tindakannya. fetus pada awal kehamilan sebelum digugurkan dinyatakan memiliki kehidupan yang sama dengan fetus pada akhir masa kehamilan. pemijatan/pengurutan perut bagian bawah. Obat/zat tertentu. aplikasi asam arsonik. bubuk beras dicampur lada hitam. Penyuntikan atau penyemprotan cairan biasanya dilakukan dengan menggunakan Higginson type syringe. Ada juga yang agak beracun seperti garam logam berat. jamu perangsang kontraksi uterus dan hormon wanita yang merangsang kontraksi uterus melalui hiperemi mukosa uterus. atau bahan yang beracun. nenas muda. Bahan-bahan tadi ada yang biasa terdapat dalam jamu peluntur. pemasangan laminaria stift atau kateter ke dalam serviks. Yang termasuk dalam kategori ini adalah individu yang memberi anjuran dan meresepkan obat-obatan. dengan melakukan pemecahan selaput amnion atau dengan penyuntikan ke dalam uterus. seperti strichnin. sensitivitas individu dan keadaan kandungannya (usia gestasi). atau berusaha menggugurkan kandungan dengan cara lain. Dalam sebagian besar yuridiksi. racun umum digunakan dengan harapan agar janin mati tetapi si ibu cukup kuat untuk bisa selamat. Manipulasi vagina dan serviks uteri. Kekerasan dari luar dapat dilakukan sendiri oleh si ibu atau oleh orang lain. pengaliran listrik pada serviks dan sebagainya.orang tersebut mengetahui tujuan kunjungannya. Hasil yang dicapai sangat bergantung pada jumlah (takaran). Pernah dilaporkan penggunaan bahan tumbuhan yang mengandung minyak eter tertentu yang merangsang saiuran cerna hingga terjadi kolik abdomen. kina dan lain lain. sedangkan cairannya adalah air sabun. Tidak ada perbedaan hukum untuk pengguran fetus pada awal kehamilan atau pada akhir masa kehamilan. prostigmin. Andire e i. mereka dinyatakan bersalah oleh hukum. pilokarpin. atau iodium tinctuur. 20 by Syaulia. Penyemprotan ini dapat mengakibatkan emboli udara. Dilatasi Dan kuret (D & C) Roman s 4n6 Ed. Pemecahan selaput amnion dapat dilakukan dengan memasukkan alat apa saja yang cukup panjang dan kecil melalui serviks. Manipulasi uterus. Seorang dokter perlu mengenali kelainan yang dapat timbul akibat pelbagai macam cara yang digunakan untuk melakukan pengguguran kriminal ini agar benar-benar dapat membantu secara maksimal pihak penyidik. karena keduanya disebut aborsi. dikumarol. desinfektan atau air biasa/air panas. Mengenali Tindakan Abortus Provocatus Abortus provocatus yang dilakukan menggunakan berbagai cara selalu mengandung resiko kesehatan baik bagi si ibu atau janin. seperti melakukan gerakan fisik berlebihan. dan lain lain. Kekerasan dapat pula 'dari dalam' dengan melakukan manipulasi vagina atau uterus. kalium permanganat pekat. Wongso ò ñ 123 . Kombinasi kina atau menolisin dengan ekstrak hipofisis (oksitosin) ternyata sangat efektif. Kekerasan mekanik lokal dapat ditakukan dari luar maupun dari dalam.

Mengunakan obat-obatan yang diminum 2. Obat-obat yang menimbulkan kontraksi GIT. Andire e i. 2. Penguguran dengan mengunakan kimia protaglandin 5. Buah Daucus carota). Obat yang bekerja langsung pada uterus o Echolics (golongan obat yang meningkatkan kontraksi uterus). meloncat. naik turun tangga. madar juice. o Racun logam (yang paling sering digunakan adalah cairan timah yang mengandung oksida timah dan minyak zaitun). berenang. Abdominal : Sectio Caesarea Cara-cara melakukan abortus criminalis : 1. misalnya pukulan. Wongso ô ó 124 . o Emmenagagonum (merangsang terjadinya menstruasi. Untuk menyebabkan abortus harus diberikan dalam dosis yang besar dan berulang). o Mengangkat barang-barang berat. Klasifikasi obat-obat yang digunakan adalah : 1. Vaginal . MR (Kuret dengan penyedotan) 3.Ketuban dipecah . 20 by Syaulia.Injeksi 10 unit oxytocin intra-uterin 2. D&X (Intact dilatation & extraction = partial birth abortion) CARA-CARA ABORTUS Cara-cara yang dipakai untuk melakukan abortus atas indikasi medik adalah: 1. o Yang paling sering digunakan adalah emetik tartar. Obat-obatan Biasanya obat-obatan yang diberikan per-oral tidak menyebabkan abortus kecuali diberikan dalam jumlah besar sehingga bersifat toksik kepada wanita hamil tersebut.2. biasanya hal ini hanya dilakukan oleh dokter atau bidan. Obat yang bersifat racun sistemik o Racun tumbuhan (buah pepaya yang masih mentah. magnesium sulfate / sodium sulfate 3. o Castrol oil. Kekerasan Mekanik Tindakan kekerasan yang bersifat umum : o Penekanan pada abdomen. Operasi bedah kaisar/histerotomi 6. Peracunan dengan menyuntikan larutan garam pekat 4. Karena itulah seorang ³abortir profesional´ tidak mau membuangbuang waktu/mengambil resiko melakukan abortus dengan menggunakan obat-obatan. buah nenas yang masih mentah.Dilatasi cervix uterus . menunggang kuda. o Pemijatan uterus melalui dinding abdomen.Patut diingat tidak ada satupun obat/kombinasi obat peroral yang mampu menyebabkan rahim yang sehat mengeluarkan isinya tanpa membahayakan jiwa wanita yang meminumnya. mendaki gunung. o Latihan olahraga yang keras misalnya bersepeda. Menggunakan kekerasan mekanik (umum dan lokal) 3. Dilatasi dan kuretasi. Tindakan kekerasan yang bersifat lokal : Roman s 4n6 Ed. tendangan o Menggunakan ikatan yang kencang pada bagian abdomen.

pigmentasi. Pemeriksaan luar dilakukan seperti biasa sedangkan pada pembedahan jenazah. golongan darah janin Korban mati Temuan autopsi pada korban yang meninggal tergantung pada cara melakukan abortus serta interval waktu antara tindakan abortus dan kematian. bisa terdapat dan bisa juga tidak terdapat robekan. Dengan demikian akan menyebabkan robeknya selaput amnion dan terjadi abortus. yaitu berupa potongan kayu yang dibungkus dengan kain.vagina yang longgar . 1.striae gravidarum . luka atau perforasi. jarum. Ibu 1.laserasi dan luka yang terdapat pada vagina . 20 by Syaulia. atau kecurigaan lain. yaitu dengan memasukkan benda tajam seperti kateter.5 cm. Abortus yang dilakukan oleh ahli yang terampil mungkin tidak meninggalkan bekas dan bila telah berlangsung satu hari atau lebih. lakukan pemeriksaan toksikologik.hiperpigmentasi aerola mammae 2.0. Pemeriksaan Kasus Abortus Korban hidup Pada korban hidup perlu diperhatikan tanda kehamilan misalnya perubahan pada payudara. Lagi pula selalu terdapat kemungkinan bahwa abortus dilakukan sendiri oleh wanita yang bersangkutan. kemudian dicelupkan kedalam madar juice. Tanda-tanda partus . Perlu pula dibukti adanya usaha penghentian kehamilan.serviks membuka. Tanda-tanda kehamilan .uterus yang membesar . daerah perut bagian bawah. Andire e i. Hal ini akan menyebabkan kontraksi uterus dan abortus. Ganggang ini direndam dalam air dan dimasukkan kedalam ostium uteri.o Merobek selaput amnion. Wongso ö õ 125 . bila didapatkan cairan dalam rongga perut. Pada pemeriksaan jenazah. krepitasi. mikroskopik dan sebagainya. o Menyalurkan listrik tegangan rendah. dll kedalam rongga uterus. umur janin 2.bercak darah pada vagina . 3. misalnya tanda kekerasan pada genitalia interna/eksterna. Uterus diperiksa apakah ada pembesaran. golongan darah 2. o Pernggunaan ganggang laminaria yang diamternya berukuran 0.4 . Janin 1. arsen atau phelavai juice dan dimasukkan kedalam ostium uteri. TEARE (1964) menganjurkan pembukaan abdomen sebagai langkah pertama dalam autopsi bila ada kecurigaan akan abortus kriminalis sebagai penyebab kematian korban. o Stik abortus.ditemukan cairan . Lakukan pula Tes emboli udara pada vena kava inferior dan jantung. maka komplikasi yang timbul atau penyakit yang menyertai mungkin mengaburkan tanda-tanda abortus kriminal. hormonal. Periksa alat-alat genitalia interna Roman s 4n6 Ed. menyebabkan kontraksi uterus dan mengeluarkan hasil konsepsi.

Pemeriksaan post mortem abortus criminalis bertujuan : o Mencari bukti dan tanda kehamilan o Mencari bukti abortus dan kemungkinan adanya tindakan kriminal dengan obatobatan atau instrumen.vena-vena pelvis o Vagina dan uterus di-insisi pada dinding anterior untuk menghindari jejas. cari tanda-tanda kontak dengan suatu cairan. o Periksa dengan palpasi uterus untuk kepastian adanya kehamilan. mengalami kongeti atau adanya memar. Pemotretan sebelum memulai pemeriksaan Identifikasi umum o Tinggi badan. o Ambil sampel semua organ untuk menilai histopatologis. Cara pemeriksaan: uterus direndam dalam larutan formalin 10% selama 24 jam. kekerasan yang biasanya terjadi pada dinding posterior misalnya perforasi uterus.rambut pubis Pemeriksaan janin . Andire e i. kemudian direndam dalam alkohol 95% selama 24 jam.arteri dan vena di permukaan otak . Ambil urin untuk tes kehamilan / toksikologik dan pemeriksan organ-organ lain dilakukan seperti biasa. Perlu pula dilakukan pemeriksaan terhadap hasil usaha Roman s 4n6 Ed. warna dan distribusi lebam jenasah.arteri pulmonalis .isi lambung . Pemeriksaan niikroskopik meliputi adanya sel trofoblas yang merupakan tanda kehamilan. berat badan.Golongan darah Pemeriksaan toksikologik dilakukan untuk mengetahui adanya obat/zat yang dapat mengakibatkan abortus. laserasi). o Menentukan kaitan antara sebab kematian dengan abortus. Uterus diiris mendatar dengan jarak antar irisan 1 cm untuk mendeteksi perdarahan yang berasal dari bawah.darah dari vena cava inferior dan kedua ventrikel . umur. Ambil darah dari jantung (segera setelah tes emboli) untuk pemeriksaan toksikologilk. Pemeriksaan Ibu : 1. terutama pada pakaian dalam. o Cari tanda-tanda emboli udara. Wongso ø ÷ 126 . 20 by Syaulia.isi vagina .ventrikel kanan . iris tipis untuk melihat saluran perforasi.urin . gelembung sabun. o Ambil sampel untuk pemeriksaan toksikologis : .arteri coronaria . o Menilai setiap penyakit wajar yang ditemukan.isi uterus .Umur janin . Ditemukannya sel radang PMN menunjukkan tanda intravitalitas. kerusakan jaringan yang merupakan jejas/tanda usaha penghentian kehamilan.apakah pucat. o Buat swab dinding uterus untuk pemeriksaan mikrobiologi. Periksa juga tanda-tanda kekerasan pada cervix uteri (abrasi. cairan pada : . Pakaian. o Catat suhu badan.

pankreas. appendiks. Perforasi dapat terjadi dalam berbagai ukuran dan bentuk. tubuh janin telah diangkat. Struktur-struktur lainnya. kandung kemih atau perut. panjang rongga uterin. jika ditemukan dalam tubuh. Dalam banyak kasus. yang ditusukkan ke dalam perut dan usus beberapa kali sehingga terjadi peritonitis septik. terjadi perforasi uterus dan janin dipaksakan masuk ke rongga peritoneal. dapat dilakukan pemeriksaan X-ray untuk mengetahui pusat-pusat osifikasi. bervariasi mulai dari stellata kasar dan kecil yang terbuka dan berdiameter kurang lebih 1 cm. Luka pada serviks uteri terjadi sebanyak kurang dari separuh perlukaan instrumental pada uterus. harus diperiksa. Bendabenda asing. seperti tuba. lingkar sirkumferen internal dan eksternal. dan terlihat seperti-kawah yang kadang menonjol pada fundus uterin. Wongso ú ù 127 . seperti appendiks. sedangkan yang lainnya mengalami perforasi ke dalam rongga abdominal melalui dinding uterus. ini akan ditemukan saat autopsi. Panjang. panjang serviks. Pertimbangan-pertimbangan saat autopsi Saat melakukan autopsi untuk kasus aborsi. Pengguanan terapeutik sulfonamid dan obat-obatan antibiotik lainnya dapat menghambat perkembangan bakteri dalam kultur post-mortem. misalnya yang berupa IUFD (Intra-Uterine Fetal Death) dan pemeriksaan mikroskopik terhadap sisa-sisa jaringan. jika perlu. Vena-vena uterin dan ovarian harus diurutkan dengan cermat sampai ke bagian tubuh yang lebih besar untuk mengetahui terjadinya phlebitis purulen. Luka-luka instrumental dan tanda-tanda tenaculum harus diidentifikasi. Kondisikondisi septik tubuh harus diperiksa dengan cermat. Biasanya. Jika terdapat sisa-sisa janin. juga harus diawetkan sebagai bukti. namun paling sering terjadi pada aborsi yang dilakukan sendiri. lebar dan ketebalan uterus. ahli patologi harus membuat catatan khusus tentang kondisi rahim dan genitalia. atau terjadi perlukaaan fundus dan serviks akibat penggunaan kuret Uterus paling mudah mengalami perforasi adalah jenis bicornuate. jantung. sisa-sisa janin tidak mudah diidentifikasi. Semua kondisi tubuh yang dapat menyebabkan aborsi spontan. salah satu kasus yang dihadapi oleh penulis adalah seorang ibu hamil yang melukai rongga vaginanya menggunakan jarum panjang. Kadang. Pemeriksaan kimiawi harus dilakukan pada otak dan viscera parenkimatom. karena operator yang ragu ragu. menduga bahwa rongga uterus lebih panjang dan melukai dindingnya pada bagian cornua yang terpisah. dan daerah plasenta ditandai oleh penonjolan sirkuler pada batas-batas uterus di sekitar fundus. instrumen. seperti penyakit jantung dan hydatidiform mole. limpa. Bagian-bagain janin harus dicari dalam saluran genital dan rongga peritoneal. Kadang-kadang. ketebalan dinding uterin. ditemukan dua atau beberapa perforasi pada fundus. 20 by Syaulia. Perforasi tersebut berbentuk stellata dan mengarah ke atas mungkin akibat penggunaan instrumen seperti kayu . Andire e i. Pemeriksaan dilakukan pada tuba ovarium dan payudara. hati. dan organ-organ lainnya yang terlihat abnormal harus diperiksa/dipotong. harus diperiksa. akan ditemukan dalam saluran genital. paru-paru. janin atau bagian dari janin. banyak potongan stellata yang berbentuk oval atau ireguler.penghentian kehamilan. Roman s 4n6 Ed. jika seorang wanita meninggal saat aborsi. serta deskripsi umum tentang mayat. ovarium. kondisi ini akan bertahan selama beberapa hari. harus dicatat. ginjal. Harus dilakukan pemeriksaan mikroskopis pada mukosa uterin untuk mengetahui apakah terjadi villi chorionic. diameter corpus luteum. dan ukuran sisa-sisa janin. sebagian diantaranya berupa ekskavasasi crateriform dalam dinding servikal. Hal ini sangat penting untuk menentukan usia kehamilan. Perforasi pada rongga vaginal jarang terjadi pada aborsi yang dilakukan oleh seorang operator. semua organ dalam rongga abdominal dapat menyebabkan peritonitis supuratif.

Setelah minggu kelima. panjang rahim akan mencapai 4 sampai 5 inci. ini dapat digunakan untuk menentukan usia bagian-bagian tersebut. disebut sebagai janin. dokter bedah harus menyerahkan semua organ. Dalam kondisi tidak-hamil. panjangnya mencapai 8 inci. uterus berbentuk seperti buah pir dan memiliki panjang 3 inci. panjang uterus mencapai 5 sampai 6 inci. Dalam suatu kasus aborsi yang telah terjadi selama beberapa hari dan tidak ada sisa-sisa janin dalam rahim. Pemeriksaan sinar roentgen pada bagian-bagian janin yang besar akan menunjukkan pusat-pusat osifikasi dalam berbagai tulang. organisme ini disebut sebagai embrio. uterus akan membesar. Ukuran daerah plasenta bervariasi sesuai dengan usia kehamilan dan jumlah hari setelah aborsi. Bagian-bagian janin yang tersisa. Setelah melakukan kuretase pada bagian plasenta yang tersisa pada dinding uterin. 20 by Syaulia. Wongso ü û 128 . kondisi payudara dan corpus luteum ovarium. Jika pasien meninggal. Penemuan janin atau sisa-sisanya biasanya berguna untuk memastikan usia kehamilan saat aborsi dilakukan. akan terjadi perkembangan berbagai organ dan menghasilkan bentuk yang jelas. Andire e i. ukuran uterus jelas akan berkurang. Setelah dua bulan ukuran uterus akan kembali normal jika involusi telah sempurna. Dalam berbagai kasus. Dimensi uterus yang diukur saat autopsi merupakan satu-satunya data yang dapat diandalkan oleh ahli patologis untuk memperkirakan usia kehamilan. dan pada akhir bulan ke sembilan. ini dapat dilihat melalui pemeriksaan mikroskopis pada daerah plasenta. merupakan indikasi yang jelas. dan terjadinya infeksi intra-uterine akan menganggu atau menghambat proses involusi uterus. Biasanya akan terbentuk produk perkembangan pembuahan ovum selama dua minggu pertama masa kehamilan. atau reseksi intestinal. Setelah dua hari post-partum. berupa penyimpangan villi chorionic dan syncytial giant cell. Pada akhir bulan ketiga. kita harus mengetahui perkembangan janin selama masa kehamilan. Dimensi uterus setelah aborsi sulit ditentukan. Karena plasenta merupakan bagian dari janin. membran dan jaringan plasenta akan mempersulit pemeriksaan mikroskopis. setelah dua minggu panjangnya mencapai 4 inci. operator dapat memperbaiki luka dengan melakukan penjahitan.Kasus-kasus aborsi yang mengakibatkan perforasi saluran genital dan organ abdominal harus dirujuk ke rumah sakit untuk merawat gejala dan agar dokter bedah dapat melakukan laparotomi.5 sampai 12 inci. Setelah proses kelahiran. Pemeriksa hanya dapat menentukan dimensi uterus seakurat mungkin dan menarik kesimpulan sendiri sesuai dengan pengalamannya menghadapi kasus semacam itu. yang bertolak belakang dengan sel-sel decidual yang merupakan jaringan dari ibu dan bukan. corpus akan membentuk globular dan serviks memendek. operator dapat mengangkat rahim. panjangnya akan mencapai 7 inci dan lebar 4 inci. namun tidak ada standar ukuran involusinya setelah aborsi dalam berbagai usia kehamilan. Selama dua bulan pertama masa kehamilan. panjangnya mencapai 10. villi chorionic dan syncytial giant cell akan menetap selama beberapa hari kemudian menghilang. membran atau jaringan plasenta.5 inci. pada akhir bulan keenam. jika pasien hidup sebentar setelah ekspulsi janin. Nekrosis sisa-sisa janin. satu-satunya kriteria yang tersisa adalah ukuran dan bentuk rahim. Jadi. sulit untuk membuktikan fakta bahwa telah terjadi kehamilan atau usia kehamilan sebelum aborsi dilakukan. terjadi pembesaran. pada akhir bulan ke delapan. selama periode tersebut. Pada akhir bulan keempat. Mulai dari minggu pertama sampai ke lima. ini merupakan bukti nyata terjadinya kehamilan. Ukuran pembuluh darah dan limfatik uterus akan bertambah selama masa kehamilan Roman s 4n6 Ed. sedangkan dalam kasus lainnya. pada akhir minggu pertama akan berkontraksi sampai panjangnya 5 inci. jaringan atau benda asing yang diperoleh saat operasi untuk diperiksa dan menyimpan catatan klinis kasus yang akurat. pada akhir bulan keenam panjangnya akan mencapai 6 inci. panjangnya mencapai 9. panjang serviks mencapai 1 cm dan panjang corpus uteri mencapai 3 sampai 4 inci. pada akhir bulan ke tujuh. lebar 2 inci dan ketebalannya 1 inci. rahim akan berkontraksi dan dindingnya menebal.

(2) Melakukan tindakan pertama saat ditempat kejadian (3) Menyuruh berhenti seorang tersangka dan memeriksa tanda pengenal diri tersangka (4) Melakukan penagkapan. Pada akhir masa menyusui. namun seiring dengan perkembangan kehamilan. Sebagian urin yang diperoleh post-mortem dari kandung kemih harus disimpan dan dapat digunakan dalam Uji ASCHHEIM-ZONDEK untuk menguji kehamilan. Peningkatan vaskularitas ini akan meningkatkan kerentanan gravid ute terhadap perdarahan dan rus infeksi. sedang atau akan terjadinya tindak pidana. sekresinya sangat banyak. payudara akan membesar dan memiliki konsistensi noduler saat dipalpasi. cabang-cabang duktus dan jaringan kelenjar akan berproliferasi dan jumlahnya bertambah. Atau dengan kata lain pihak kepolisian boleh melakukan penyidikan dan juga tindakan lain yang diwenangkan oleh hukum. akan keluar banyak cairan susu dari permukaan yang dipotong. Pada wanita yang tidak hamil. maka perlu disikapi oleh kita semua apabila dalam pelayanan dokter tersebut berdimensi pidana. yang keluar dari payudara saat diberi tekanan ringan. Selama masa kehamilan. jika diperoleh dalam waktu satu minggu setelah aborsi. dan aerola di sekitarnya semakin meluas dan pigmentasinya bertambah. puting susu akan terlihat lebih menonjol. Dalam beberapa kasus aborsi. khususnya yang berkaitan dengan penyidikan. penahanan.dan akan tetap meregang selama puerperium sampai masa involusi lewat. jaringan kelenjar berupa beberapa duktus dan sejumlah alveoli dalam suatu stroma fibrosa yang padat. jika payudara dipotong. Dalam pasal 7 KUHAP telah memberikan kewenangan kepada penyidik untuk: (1) Menerima laporan atau pengaduan dari seorang tentang adanya tindak pidana. petugas aparat hukum dimungkinkan untuk menentukan langkahlangkahnya. (5) Melakukan pemeriksaan dan penyitaan surat (6) Mengambil sidik jari dan memotret tersangka (7) Mengambil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi (8) Mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara (9) Mengadakan penghentian penyidikan (10) Mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab. Dari dan berdasarkan ketentuan KUHAP. KETERKAITAN ABORSI DENGAN PIHAK LAIN Sebelum kita mengetahui apakah hubungan antara seorang dokter dengan seorang yang hendak menggugurkan kandungan harus dianggap kontrak terapeutik. Andire e i. maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada larangan bagi pihak penyidik untuk melakukan penyidikannya pada tempat-tempat yang telah. 20 by Syaulia. kelenjar sebaseous dalam aerola akan bertambah selama masa menyusui dan membentuk nodul subkutan pendek. yang selanjutnya menyebabkan pihak lain tertutup kemingkinan untuk mengetahinya termasuk aparat hukum. Ukuran kelenjar Montgomery. Beberapa bulan setelah sekresi air susu yang disebut sebagai kolostrum. termasuk tempat yang patut diduga didalamnya akan dilakukan tindak Roman s 4n6 Ed. Payudara akan membesar selama masa kehamilan. Pada akhir bulan kedua. akibat terjadinya hiperplasia kelenjar-kelenjar payudara. kematian yang terjadi disebabkan oleh infeksi piogenik parah dan urin mengandung bakteri yang akan membunuh binatang-binatang yang digunakan dalam pengujian dan mengurangi kegunaan reaksi. Wongso þ ý 129 . penggeledahan dan penyitaan.

³Ia (baca. janin cacat) 6. 2. apabila merupakan satu-satunya jalan untuk menolong jiwa ibu dari bahaya maut (abortus provocatus thetapeuticus) (dikutip dari buku Kode Etik Kedokteran Indonesia terbitan 1986. Hukum yang tanpa pengecualian melarang abortus. dan India. ijin praktek kedoktarannya di negara bagian tersebut akan dicabut secara otomatis. seperti di Prancis dan Pakistan. (2) Bahwa pada bagian lain penjelasan pasal 10 Kodeki tersebut ditegaskan antara lain bahwa abortus provocatus dapat dibenarkan sebagai tindakan pengobatan . Berarti bahwa menurut agama dan undang-undang negara maupun menurut Etika kedokteran seorang dokter tidak dibolehkan : (a) Menggugurkan kandungan (abortus provocatus) (b) Mengakhiri hidup seorang penderita. dalam prakteknya dokter yang melakukannya tidak dihukum. bila ia dapat mengemukakan alasan yang kuat dan alasan tersebut diterima hakim. Andire e i. seperti di Bulgaria dan Hungaria. Hukum yang memperbolehkan abortus atas permintaan. Demikian juga tempat praktek dokter yang disinyalir di dalamnya ada praktik aborsi yang illegal. Hukum yang memperbolehkan abortus demi keselamatan kehidupan penderita (ibu). Dokter Indonesia) harus berusaha mempertahankan hidup mahluk insani. Abortus atas indikasi medik ini kini diatur dalam UndangUndang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. apapun alasannya. Achadiat dalam artikelnya yang berjudul ³Aborsi dalam Perspektif Etika. Polandia. Meskipun dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tidak terdapat satupun pasal yang memperbolehkan seorang dokter melakukan abortus atas indikasi medik. tentang kesehatan).pidana. seakan-akan timbul suatu revolusi dalam sikap masyarakat dan pemerintahannya terhadap tindakan pengguguran kandungan. Dalam tahun-tahun terakhir ini beberapa negara dimana legalisasi abortus provocatus masih bersifat terbatas. Chrisdiono M. seperti di Kanada. seperti di Belanda dan Indonesia (sebelum ada UU No. ABORTUS DITINJAU DARI SEGI MEDIKOLEGAL Sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. 4. 5. seperti di Islandia. setiap usaha untuk mengeluarkan hasil konsepsi sebelum masa kehamilan yang lengkap tercapai adalah suatu tindak pidana. Wongso   ÿ 130 . sehingga terjadi perubahan-perubahan hukum-hukum abortus yang berlaku. 23 Tahun 1992. halaman 33). Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi medik. Skandinavia. Hukum abortus diberbagai negara dapat digolongkan dalam beberapa kategori sebagai berikut: 1. 3. Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi sosial-medik. dan muncul hukum-hukum abortus dengan pembatasan tertentu sampai hadir tanpa pembatasan. Thailand. dan Serbia. sekalipun untuk menyelamatkan jiwa si ibu. (Menghindari penyakit keturunan. Di negara bagian New York. dan Swiss. Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi sosial. Roman s 4n6 Ed. seperti Jepang. memberikan catatan sebagai berikut : (1) Bahwa dalam penjelasan Pasal 10 KODEKI disebutkan antara lain. yang menurut ilmu pengetahuan tidak mungkin akan sembuh (euthanasia). Inggris. Moral dan Hukum´. 20 by Syaulia. jika seorang dokter dituntut melakukan aborsi ilegal.

Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya. dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan. diancam. Jika yang bersalah. bidan atau juru obat. Pasal 347 1. 2. ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348. 2.Terdapat beberapa pasal yang mengatur abortus provokatus : Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 229 1. karena membunuh anak sendiri. maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu Roman s 4n6 Ed. atau jika dia seorang tabib. untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan ketahuan bahwa akan melahirkan anak. melakukan kejahatan tersebut. bagi orang lain yang turut serta melakukan. pidananya dapat ditambah sepertiga. Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya. karena melakukan pembunuhan anak sendiri dengan rencana. Pasal 346 Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak tiga ribu rupiah. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut. dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. dalam menjalani pencarian maka dapat dicabut haknya untuk melakukan pencarian itu. 3. bahwa karena pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan. dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun. dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. Wongso ¢ ¡ 131 . sebagai pembunuhan atau pembunuhan dengan rencana. pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian. Pasal 343 Kejahatan yang diterangkan dalam pasal 341 dan 342 dipandang. dengan sengaja merampas nyawa anaknya. diancam. berbuat demikian untuk mencari keuntungan. Pasal 348 1. dikenakan pidana penjara paling lama lima belas tahun. 2. Andire e i. Pasal 341 Seorang ibu yang. Pasal 349 Jika seorang dokter. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. 20 by Syaulia. karena takut akan ketahuan melahirkan anak. Jika yang bersalah. bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang tersebut pasal 346. atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan. Pasal 342 Seorang ibu yang. pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian merampas nyawa anaknya. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut. diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan. Barangsiapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruhnya supaya diobati.

dan 4 termasuk di dalamnya dokter. yang dikenal dengan istilah ³Abortus Provocatus Criminalis´ Yang menerima hukuman adalah: 1. bidan. Ayat (3) : Dalam Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanaan dari pasal ini dijabarkan antara lain mengenal keadaan darurat dalam menyelamatkan jiwa ibu hamil atau janinnya. Butir c : Hak utama untuk memberikan persetujuan ada pada ibu hamil yang bersangkutan. norma kesusilaan dan norma kesopanan´. ibu hamil dan janinnya terancam bahaya maut. norma agama. juru obat. yaitu seorang dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan. Hukum dan Aborsi Menurut hukum-hukum yang berlaku di Indonesia. maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pihakpihak yang dapat mewujudkan adanya pengguguran kandungan adalah: (1) Seseorang yang melakukan pengobatan atau menyuruh supaya berobat terhadap wanita tersebut. kecuali dalam keadaan tidak sadar atau tidak dapat memberikan persetujuannya. sebab tanpa tindakan medis tertentu itu. 2. Andire e i. Penjelasan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan : Pasal 15 Ayat (1) : ³Tindakan medis dalam bentuk pengguguran kandungan dengan alasan apapun. (2) Wanita itu sendiri yang melakukan upaya atau menyuruh orang lain. dipidana dengan penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 500. Ibu yang melakukan aborsi 2. 3. Namun dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu atau janin yang dikandungnya dapat diambil tindakan medis tertentu. (3) Seseorang yang tanpa izin menyebabkan gugurnya kandungan seseorang.000.000. Wongso ¤ £ 132 . Berdasarkan pasal-pasal tersebut di atas. dapat diminta dari suami atau keluarganya. serta pihak lain yang berhubungan dengan medis. Pasal 80 Barang siapa dengan sengaja melakukan tindakan medis tertentu terhadap ibu hamil yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dalam pasal 15 ayat (1) dan ayat (2). Dokter atau bidan atau dukun yang membantu melakukan aborsi Roman s 4n6 Ed. sehingga dapat gugur kandungannya. sehingga dapat gugur kandungannya. Butir b : Tenaga kesehatan yang dapat melakukan tindakan medis tertentu adalah tenaga yang memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukannya. Butir d : Sarana kesehatan tertentu adalah sarana kesehatan yang memiliki tenaga dan peralatan yang memadai untuk tindakan tersebut dan telah ditunjuk oleh pemerintah. tenaga kesehatan mempunyai keahlian dan kewenagan bentuk persetujuan. 20 by Syaulia. (5) Seseorang yang dimaksud dalam angka 1. dilarang karena bertentangan dengan norma hukum. Ayat (2) Butir a : Indikasi medis adalah suatu kondisi yang benar-benar mengharuskan diambil tindakan medis tertentu.dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menj lankan pencarian a dalam mana kejahatan dilakukan. sarana kesehatan yang ditunjuk. aborsi atau pengguguran janin termasuk kejahatan. (4) Seseorang yang dengan izin meyebabkan gugurnya kandungan seseorang wanita.00 (lima ratus juta rupiah).

Sarana yang dipakai dalam praktek aborsi (tindakan pengguguran kandungan) hanya dapat dilakukan di sarana kesehatan tertentu. 3. yang menurut ilmu pengetahuan tidak mungkin akan sembuh (euthanasia). b.000. norma agama. 20 by Syaulia. 5. Menggugurkan kandungan (abortus provocatus). Bahwa dalam penjelasan pasal 10 Kodeki antara lain Dokter Indonesia harus berusaha mempertahankaan hidup makhluk insani. Kodeki merupakan pedoman tingkah laku bagi para dokter Indonesia ketika melaksanakan profesinya atau tegasnya pedoman dalam melaksanakan kewajiban sebagai dokter Indonesia. sarana kesehatan yang ditunjuk." Jadi satu-satunya indikasi yang diperkenankan menurut UU Kesehatan ialah menyelamatkan jiwa si ibu hamil. dapat diminta dari suami atau keluarganya. 4. pihak-pihak yang diperbolehkan melakukan aborsi adalah dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan. Wongso ¦ ¥ 133 . Dalam Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanaan dari pasal ini dijabarkan antara lain mengenal keadaan darurat dalam menyelamatkan jiwa ibu hamil atau janinnya. Orang-orang yang mendukung terlaksananya aborsi Wewenang dokter dalam menjalankan praktek aborsi adalah : 1. tidak semua dokter boleh melakukan tindakan aborsi.3. yakni sarana kesehatan yang memiliki tenaga dan peralatan yang memadai untuk tindakan tersebut dan telah ditunjuk oleh pemerintah 6. c. Dengan demikian menurut UU Kesehatan. Pasal 15 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling banyak Rp. Mengakhiri hidup seorang penderita. kecuali dalam keadaan tidak sadar atau tidak dapat memberikan persetujuannya. sesudah meminta pertimbangan dari tim ahli yang terdiri dari pelbagai bidang keilmuan. Dalam Kodeki tersebut tercakup hal-hal yang berkaitan dengan kewajiban seorang dokter ketika menjalankan profesi kedokteran: yakni kewajiban umum. Dikatakan bahwa Kodeki membenarkan aborsi dengan beberapa syarat dan menyelamatkan jiwa ibu adalah indikasi yang diperkenankan menurut KODEKI. apabila merupakan satu-satunya jalan untuk menolong jiwa ibu dari bahaya maut (abortus provocatus therapeuticus).000 (lima ratus juta rupiah). Hak utama untuk memberikan persetujuan ada pada ibu hamil yang bersangkutan. 500. Dalam menjalankan profesinya seorang dokter terkait dengan kode etik profesi. kewajiban terhadap teman sejawat. dan kewajiban terhadap diri sendiri. Bahwa. Andire e i. Bahwa pada bagian lain penjelasan pasal 10 Kodeki ditegaskan antara lain bahwa abortus provocatus dapat dibenarkan sebagai tindakan pengobatan. Berarti bahwa baik menurut agama dan undang-undang negara maupun menurut Etik kedokteran seorang dokter tidak dibolehkan: a. Jadi. Bahwa. Namun dalam keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin yang dikandungnya. dalam hal ini Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki). 2. 7. dapat diambil tindakan medis tertentu. norma kesusilaan dan norma kesopanan. tenaga kesehatan mempunyai keahlian dan kewenagan bentuk persetujuan. d. Roman s 4n6 Ed. dalam penjelasan pasal 15 ayat (1) UU Kesehatan disebutkan bahwa "Tindakan medis dalam bentuk pengguguran kandungan dengan alasan apapun dilarang karena bertentangan dengan norma hukum. kewajiban terhadap pasien.

itu adalah suatu bentuk kehidupan baru dan punya hak yang suci untuk tetap hidup. Jika hal ini secara konsekwendilakukan pengurangan kejadian abortus buatan ilegal akan secara signifikan dapatdikurangi. Suatu keputusan untuk menghentikan kehamilan. Pandangan Pro-Choice Pro-choice merupakan pandangan politik dan etik dimana seorang wanita memiliki kuasa penuh atas kesuburan dan kehamilannya. Andire e i. Prosedur itu hendaklah dilakukan seorang dokter yang kompeten di instalasiyang diakui oleh suatu otoritas yang sah. Beberapa orang menilai aborsi merupakan pilihan terakhir dan fokus terhadap sejumlah situasi dimana aborsi merupakan pilihan yang perlu untuk dilakukan. Pengguguran hanya dilakukan sebagai suatu tindakan terapeutik. Dipandang dari sudut agama. apabila merupakan hasil pembuahan sel telur dan sperma. Melalui pemahaman agama yang benar. Setiapmanusia termasuk yang belum lahir memiliki hak untuk hidup. atau wanita yang merasa tidak dapat membesarkan anak. disebutkan bahwa moral dasar yang dijiwai seorang dokter adalah butir LafalSumpah Dokter yang berbunyi : ´Saya akan menghormati hidup insani sejaksaat pembuahan : oleh karena itu Abortus buatan dengan indikasi medik. 4. Hal ini menyangkut hak reproduksi yang didalamnya terdapat pendidikan seksual. 2. Seorang dokter harus tetap berpegang teguh pada etik kedokteran Primum non nocere ² pertama-tama. Roman s 4n6 Ed. Penganutpro-choice percaya bahwa wanita harus memiliki akses terhadap aborsi yang aman dan legal.Sel telur dan sperma masing-masing memang memiliki kehidupan. akses terhadap aborsi. kontrasepsi.Upaya Mengurangi Abortus Buatan Ilegal Di Kalangan Tenaga Kesehatan Para dokter dan tenaga medis lainnya. kontrasepsi yang gagal. sama halnya terhadap paksaan aborsi. Dalam deklarasi Oslo (1970) tentang pengguguran kandungan atas indikasimedik. Jika dokter itu merasa bahwa hati nuraninya tidak memberanikan iamelakukan pengguguran tersebut. tapi itu sama sekali bukan kehidupan manusiawi. sedapat mungkin disetujui secara tertulis oleh dua orang dokter yang dipilih berkat kompetensiprofesional mereka. Kehidupan manusiawi baru terjadi pada saat pembuahan. dan perawatan kesuburan. serta perlindungan legal terhadap paksaan akan aborsi. wanita yang kesehatan dan kehidupan dirinya dan janinnya beresiko.hanya dapat dilakukan dengan syarat-syarat berikut´: 1. Diantara situasi ini adalah wanita yang diperkosa. Aborsi menyangkut kebijakan politik suatu negara. 5. maka ia hendak mengundurkan diri danmenyerahkan pelaksanaan tindakan medik itu kepada sejawatnya yang lainyang kompeten. 3. Individu dan organisasi yang mendukung posisi ini melakukan gerakan Prochoice. Pandangan Pro-Life Abortus Kelompok Pro-life menganggap aborsi adalah suatu tragedi fatal yang tersembunyi. para tenagakesehatan perlu pula meningkatkan pemahaman agama yang dianutnya. diharapkan para tenaga kesehatandalam menjalankan profesinya selalu mendasarkan tindakannya kepadatuntunan agama. Wongso ¨ § 134 . hendaklah selalu menjaga sumpah profesi dan kode etiknya dalam melakukan pekerjaan. jangan merugikan. Selain memahami dan menghayati sumpah profesi dan kode etik. yaitu pada embryo. 20 by Syaulia. jelas aborsi sama sekali tidak diperbolehkan.Tidak peduli janin yang dikandung itu normal atau cacat.Apapun bentuknya. dan hak seseorang untuk hidup merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia.

dan tidak bertanggungjawab sebagaimana opini yang dituliskan Kartono Mohamad. Andire e i. Penganut Pro-choice memperbolehkan wanita untuk memilih cara atau metode yang digunakan untuk aborsi anak yang tidak diinginkannya. Roman s 4n6 Ed. Penganut aborsi percaya bahwa wanita memiliki hak untuk memutuskan untuk mengakhiri kehamilannya.Menurut penganut Pro-Choice. Sehingga praktik aborsi perlu dilegalkan karena alasan banyak perempuan yang menjadi korban praktik aborsi ilegal. Seorang wanita berhak untuk mengambil keputusan atas apa yang akan dilakukan terhadap diri sendiri termasuk dengan kehamilan atau reproduksinya. dokter dan mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia(IDI). kehamilan seorang wanita merupakan hak asasi manusia yaitu hak reproduksi. Wongso  © 135 . Biasanya metode aborsi dilakukan berdasarkan usia dari janin. seorang bayi yang berada dalam kandungan seorang ibu. 20 by Syaulia. Dalam pandangan penganut ³Pro-choice´. tidak memiliki hak asasi manusia. Masalah aborsi adalah masalah kesehatan perempuan yang juga merupakan kesehatan masyarakat. tidak aman.

5-9 th) L KUHP 308 : ibu membuang anaknya yang baru lahir (seperdua dari KUHP 305 dan 306) L KUHP 181 : menyembunyikan kelahiran/kematian (9 bulan) Motif Infanticide : y Anak yang tidak sah y Warisan y Orang tua yang terlalu miskin y Pada beberapa keluarga. oleh ibu kandung. bayi perempuan dianggap kurang berarti y Wanita tuna susila yang tidak menghendaki kelahiran anak Tujuan Pemeriksaan untuk membuktikan :  Pengertian ³pembunuhan bayi´ mengharuskan untuk membuktikan :  Lahir hidup  Kekerasan  Sebab kematian  Pengertian ³baru lahir´ mengharuskan penilaian :  Cukup bulan atau belum dan usia kehamilan  Usia pasca lahirnya  Viabel atau tidak  Pengertian ³takut diketahui´ dibuktikan dengan tidak adanya tanda-tanda perawatan  Pengertian ³si ibu membunuh anaknya sendiri´ harus dibuktikan bahwa mayat anak yang diperiksa adalah anak dari tersangka Pemeriksaan Kedokteran Forensik untuk memperoleh kejelasan dalam hal: y Apakah bayi tersebut dilahirkan mati atau hidup? y Berapakah umur bayi tersebut (intra dan ekstrauterin)? y Apakah bayi tersebut sudah dirawat? y Apakah sebab kematiannya? y Apakah pada anak tersebut di dapatkan kelainan bawaan yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup bagi si anak? Roman s 4n6 Ed. segera atau beberapa saat setelah dilahirkan. 7 th) L KUHP 342 : pembunuhan anak sendiri dengan rencana (maks. karena takut diketahui bahwa ia telah melahirkan anak Inggris : Batasan infanticide sampai 12 bulan Unsur yang terkandung : pembunuhan. motivasi psikis dan waktu (baru lahir) UU tentang pembunuhan anak L KUHP 341 : pembunuhan anak sendiri tanpa rencana (maks. Wongso   136 . Andire e i. 20 by Syaulia. 9 th) L KUHP 343 : orang lain yang melakukannya /turut melakukan (pembunuhan biasa) L KUHP 305 : membuang (menelantarkan) anak dibawah usia 7 th (maksimum 5 tahun 6 bulan) L KUHP 306 : bila berakibat luka berat atau mati (maks 7.BAB X INFANTICIDE Definisi (Menurut pasal 341 KUHP): pembunuhan bayi yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri.

Perubahan pada telinga tengah : (kurang dapat diandalkan) Pemeriksaan WREDIN diperiksa jaringan konektif gelatin pada telinga tengah yang akan berubah menjadi berisi udara jika bayi telah melakukan pernafasan Roman s 4n6 Ed. & cairan amnion menunjukkan bahwa bayi telah melakukan usaha pernafasan & pada saat inspirasi menelan cairan tersebut Adanya cairan susu menunjukkan bayi telah hidup untuk beberapa waktu lamanya 4. mekonium. Dada :  mengembang  diafragma sudah turun sampai sela iga 4-5  tepi paru menumpul  beratnya kira-kira 1/35 berat badan akibat semakin padatnya vaskularisasi paru 2. Paru Pemeriksaan makroskopik paru : • Paru sudah mengisi rongga dada & menutupi sebagian kandung jantung • Berwarna merah muda tidak merata • Pleura yang tegang & menunjukkan gambaran mozaik karena alveoli sudah terisi udara • Konsistensi sperti spons. sudah atau belumnya tali pusat dipotong dan uri dilahirkan Lahir mati (still birth) Jika bayi dilahirkan setelah melewati usia kehamilan 28 minggu dan setelah dilahirkan tidak pernah menunjukkan adanya tanda kehidupan Dead born : bila kematian telah terjadi di dalam rahim (IUFD) Tanda-tanda lahir hidup: Anamnesis : adanya tangis bayi Pemeriksaan : 1. 20 by Syaulia. Andire e i. tanpa mempersoalkan usia gestasi. yang setelah pemisahan. Saluran Cerna Adanya udara dalam saluran cerna Lambung dan usus : terdapat darah.Lahir Hidup (live birth) keluar atau dikeluarkannya hasil konsepsi yang lengkap. Pembentukan urin (+/-) 5. Wongso   137 . bernapas atau menunjukkan tanda kehidupan lain. Perubahan ginjal dan kandung kemih : (tidak begitu spesifik & tidak bisa diandalkan) Kristal asam urat mungkin terdapat pada pelvis ginjal. teraba derik udara • Pada pengisian paru dalam air keluarnya gelembung udara dan darah • Berat paru bertambah hingga dua kali (1/35 kali berat badan) karena berfungsinya sirkulasi darah jantung paru • Uji apung paru positif Pemeriksaan mikroskopik paru : alveoli paru yang mengembang sempurna dengan atau tanpa emfisema obstruktif 3.

Hubungan pusat penulangan dan umur bayi Pusat Penulangan Pada Klavikula Tulang panjang (diafisis) Iskium Pubis Kalkaneus Manubrium sterni Talus Sternum bawah Distal femur Proksimal tibia Kuboid Umur (bulan) 1.janin yang tidak bernafas .gerakan otot rangka (-) • Maserasi 8-10 hari kematian in utero • Vesikel atau bula 3-4 hari kematian in utero • Dada : belum mengembang. tampak seperti gada • Mekonium : berbentuk bulat berwarna jernih sampai hijau tua terlihat dalam brokhioli & alveoli • Kolon : dapat menggelembung berisi mekonium tanda usaha untuk bernafas Umur bayi intra dan ekstra uterin Rumus HAASE  Usia kehamilan 1-5 bulan : Panjang kepala-tumit (cm) = kuadrat umur gestasi (bulan)  Usia kehamilan > 5 bulan : Panjang kepala-tumit (cm) = umur gestasi (bulan) x 5 Tabel. Wongso   138 .denyut jantung (-) . iga datar & diafragma setinggi iga ke 3-4 • Pemeriksaan makroskopik paru : Õ paru-paru masih tersembunyi di belakang Õ kandung jantung atau telah mengisi rongga dada Õ berwarna kelabu ungu merata seperti hati Õ konsistensi padat Õ derik udara (-) Õ pleura yang longgar Õ berat paru kira-kira 1/70 kali berat badan Õ Uji apung paru : negatif • Mikroskopik paru : adanya tonjolan yang berbentuk seperti bantal bertambah tinggi dengan dasar menipis.denyut nadi tali pusat (-) .Lahir mati (still born) • Ditandai : . Andire e i.5 2 3 4 5-6 6 Akhir 7 Akhir 8 Akhir 9/setelah lahir Akhir 9/setelah lahir Akhir 9/setelah lahir (bayi wanita lebih cepat) Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia.

20 by Syaulia.Viable Bayi/janin yang dapat hidup di luar kandungan y umur kehamilan > 28 minggu y PB (kepala-tumit) > 35 cm y PB (kepala-tunggging) > 23 cm y BB > 1000 garam y lingkar kepala > 32 cm y tidak ada cacat bawaan yang fatal Bayi cukup bulan (matur) y umur kehamilan > 36 minggu y PB (kepala-tumit) > 48 cm y PB (kepala-tungging) 30-33 cm y BB 2500-3000 gram y lingkar kepala 33 cm. kadang 20 hari  Sembuh : 15 hari  a/v umbilikalis menutup : 2 hari Ductus arteriosus menutup : 3-4 mgg Ductus venosus menutup : > 4 mgg Eritrosit berinti hilang : > 24 jam Tanda-tanda perawatan (Bukan termasuk infanticide) Õ Tali pusat yang terpotong rata dan diikat diujungnya. diberi antiseptik dan perban (bisa hilang sebelum diperiksa) Õ Jalan napas bebas Õ Vernix caseosa tidak ada lagi Õ Berpakaian Õ Air susu di dalam saluran cerna Roman s 4n6 Ed. punggung & bahu y pembentukan tulang rawan telinga sudah sempurna y diameter tonjolan susu 7 mm atau lebih y kuku-kuku jari telah melewati ujung jari y garis telapak kaki > 2/3 bagian depan kaki y testis sudah turun ke dalam skrotum y labium minus sudah tertutup labium majus yang telah berkembang sempurna y kulit berwarna merah muda yang setelah 1-2 minggu berubah menjadi lebih pucat atau coklat kehitaman y lemak bawah kulit cukup merata sehingga kulit tidak berkeriput (kulit pada bayi prematur berkeriput) Usia Pasca Lahir Udara dalam saluran cerna  Di lambung : baru saja lahir. belum tentu lahir hidup  Di duodenum : > 2 jam  Di usus halus : 6-12 jam  Di usus besar : 12-24 jam Mekonium keluar seluruhnya: > 24 jam Perubahan tali pusat :  Kemerahan di pangkalnya : 36 jam  Kering : 2-3 hari  Puput/lepas : 6-8 hari. y lanugo sedikit : pada dahi. Wongso   139 . Andire e i.

talus & cuboid Roman s 4n6 Ed. jantung. berkeriput atau tidak y Mulut : adakah benda asing yang menyumbat y Tali pusat : sudah terputus atau masih melekat pada uri y Kepala : apakah terdapat kaput suksadenum. molase tulang tengkorak y Tanda kekerasan y Mulut : apakah terdapat benda asing & perhatikan palatum mole apakah terdapat robekan y Rongga dada y Tanda asfiksia : berupa TARDIEU¶s spots pada permukaan paru. prematur atau nonviable y Kulit : sudah dibersihkan atau belum. keadaan verniks kaseosa. thymus. tibia. Wongso  140 . warna. calcaneus. Andire e i. epiglottis y Tulang belakang : apakah terdapat kelainan kongenital & tanda2 kekerasan y Periksa pusat penulangan : pada femur.Hubungan ibu dan anak Õ Mencocokkan waktu partus ibu dengan waktu lahir anak Õ Mencari data antropologi yang khas pada ibu dan anak Õ Memeriksa golongan darah ibu dan anak Õ Sidik jari & DNA Pemeriksaan Mayat Bayi y Bayi cukup bulan. 20 by Syaulia.

terhina Õ Pemaksaan hubungan seksual Õ Hubungan seksual dgn cara tidak disukai.BAB XI KEJAHATAN SEKSUAL Pengertian Kejahatan seksual (sexual offences) adalah salah satu bentuk dari kejahatan tubuh yang merugikan kesehatan dan nyawa manusia. Wongso " ! . yaitu ringan dan berat. Pembagian Terdapat dua macam bentuk kekerasan seksual. baik fisik maupun psikologis. Perundang-undangan Persetubuhan tertera pada Bab XIV KUHP Tentang Kejahatan Terhadap Kesusilaan Persetubuhan dalam perkawinan Pasal 288 KUHP Persetubuhan di luar Perkawinan y y Dengan persetujuan si wanita . dan bentuk -bentuk lain kekerasan seksual seperti penyiksaan seksual. perbudakan seksual. sentuh organ seksual. dan pelecehan seksual. 20 by Syaulia. menentukan adanya tanda-tanda persetubuhan 2.Tanpa ikatan § wanita < 15 tahun : (287 KUHP) 141 Roman s 4n6 Ed. Õ Melakukan repitisi kekerasan seksual ringan dapat dimasukkan ke dalam jenis kekerasan seksual berat. menentukan adanya tanda-tanda kekerasan 3. Õ Tindakan seksual + kekerasan fisik. Macam-macam kekerasan seksual berat: Õ Pelecehan. rangkul. Ilmu Kedokteran Forensik berguna dalam fungsi penyelidikan. Macam-macam kekerasan seksual ringan : Õ pelecehan seksual Õ gurauan porno. Õ siulan. Definisi kekerasan seksual ini mencakup pemerkosaan. melecehkan dan atau menghina korban. dengan atau tanpa bantuan alat yang menimbulkan sakit. perbuatan yang rasa jijik. merendahkan dan atau menyakitkan Õ Pemaksaan hubungan seksual dengan orang lain. ejekan dan julukan Õ tulisan/gambar Õ ekspresi wajah. penghinaan seksual di depan umum. terteror. memperkirakan umur 4. luka. atau cedera. kontak fisik: raba. Õ gerakan tubuh Õ perbuatan menyita perhatian seksual tak dikehendaki korban. Andire e i. yang dilakukan dengan cara-cara seksual atau dengan mentargetkan seksualitas. yaitu untuk: 1. pelacuran tertentu. Õ Hubungan seksual memanfaatkan posisi ketergantungan / lemahnya korban. cium paksa. menentukan pantas tidaknya korban buat kawin Kekerasan seksual merupakan segala kekerasan.

jumlah spermanya sedikit sekali (aspermia). pada pemeriksaan diharapkan adanya robekan pd selaput dara. Dengan berlalunya waktu. Adanya robekan pada selaput dara hanya menunjukkan adanya be nda padat/kenyal yg masuk (bukan merupakan tanda pasti persetubuhan). 2. Andire e i. Menentukan adanya tanda-tanda kekerasan Kekerasan tidak selamanya meninggalkan bekas/luka. tentu tidak akan ada robekan. yaitu pada Bab II pada pasal 7 ayat 1 berbunyi : perkawinan hanya diizinkan jika pria y Roman s 4n6 Ed. daerah yang terkena kekerasan. meskipun pemeriksaannya memerlukan berbagai sarana seperti alat rontgen untuk memeriksa pertumbuhan tulang dan gigi. faktor waktu penting dalam menemukan sperma. luka dapat sembuh atau tidak ditemukan. maka perlu dicari juga adanya racun dan gejala akibat obat bius/racun pada korban.Bawahan (294 KUHP) . Menentukan adanya tanda-tanda persetubuhan Persetubuhan adalah suatu peristiwa dimana alat kelamin laki-laki masuk ke dalam alat kelamin perempuan. seberapa jauh zakar masuk. Pemeriksaan dipengaruhi oleh : besarnya zakar dengan ketegangannya. sebagian atau seluruhnya dan dengan atau tanpa terjadinya pancaran air mani. 4. serta kekuatan dari kekerasan itu sendiri. Faktor waktu sangat berperan. Adanya luka berarti adanya kekerasan. Pada orang mandul. Perkiraan umur digunakan untuk menentukan apakah seseorang tersebut sudah dewasa (> 21 tahun) khususnya pada homoseksual/lesbian serta pada kasus pelaku kejahatan. 20 by Syaulia. Wongso $ # 142 . sehingga pemeriksaan ditujukan adanya zat-zat tertentu dalam air mani seperti asam fosfatase. Bila dilihat Undang-Undang Perkawinan. Tindakan membius juga termasuk kekerasan. Namun nilai persetubuhan lebih rendah karena tidak mempunyai nilai deskriptif yang mutlak atau tidak khas. namun tidak ada luka bukan berarti tidak ada kekerasan. spermin dan kholin.Dalam pengawasan (294 KUHP) Tanpa Persetujuan si wanita . racun/obat bius telah dikeluarkan dari tubuh. Menentukan pantas tidaknya korban buat dikawin Secara biologis jika persetubuhan bertujuan untuk mendapatkan keturunan.Dengan Kekerasan (285 KUHP) . Adanya pancaran air mani (ejakulasi) di dalam vagina merupakan tanda pasti adanya persetubuhan. Jika zakar masuk seluruhnya &keadaan selaput dara masih cukup baik. pengertian pantas/tidaknya buat kawin tergantung dari: apakah korban telah siap dibuahi yang artinya telah menstruasi. Memperkirakan umur Tidak ada satu metode tepat untuk menentukan umur. 3.Pemberian/janji uang/barang (293 KUHP) . Jika elastis. namun untuk bukti hal ini korban perlu diisolir untuk waktu cukup lama.Asuhan/Pendidikan (294 KUHP) § wanita > 21 tahun . Sedangkan pada kasus korban perkosaan perkiraan umur tidak diperlukan. tergantung dari penampang benda. keadaan selaput dara serta posisi persetubuhan.Si wanita pingsan/tidak berdaya (286 KUHP) Perbuatan Cabul (289 KUHP) Fungsi Penyelidikan: 1.- § wanita > 15 tahun : (284 KUHP) Dengan Ikatan § wanita < 21 tahun .

Namun terbentur lagi pada masalah penentuan umur yang sulit diketahui kepastiannya. persetubuhan yang terakhir. 20 by Syaulia. kesan nyeri ? Pemeriksaan fisik khusus memuat: . ciri-ciri kelamin sekunder .Pemeriksaan sinar X : standar waktu penyatuan tulang Penentuan sudah atau belum waktunya dikawin Pertimbangan kesiapan biologis : menstruasi. ekspresi emosional. tanda perkembangan alat kelamin sekunder. peny.hymen elastis . peny. kandungan.Kesan penampilan (wajah. Anamnesis Anamnesis umum memuat: .Luka2 lecet bekas kuku. leher.Bukti Penetrasi : y Robekan hymen. luka2 memar . bentuk tubuh.Berat badan. tanda vital.penetrasi tidak lengkap y Bukti Ejakulat/air mani (mencakup perkiraan waktu) y Perlekatan rambut kemaluan y Ejakulat di liang vagina 3. pupil. penyakit kelamin.cairan dan sel mani dalam lendir vagina . gigi. umur. TTL. gonorrhoea sekret ureter . bagian dalam paha dan sekitar alat kelamin Perkiraan Umur Umur berkaitan dengan KUHP . Pemeriksaan Laboratorium . tinggi badan. tanda-tanda bekas kehilangan kesadaran / obat bius / needle marks. pupil pinpoint. Pemeriksaan Pakaian rapi / tidak. .korban 3 hari yang lalu / lebih . robekan? lama/baru. tinggi badan.Spesifik : Siklus haid. gigitan (bite marks). . rambut). refleks cahaya.sudah mencapai 19 tahun dan wanita sudah mencapai 16 tahun.Identitas : Nama. lain.pemeriksaan kehamilan . kondom ? Anamnesis khusus memuat waktu kejadian 2.toksikologik darah dan urin Pembuktian Adanya Kekerasan . Wongso & % 143 .Lokasi : Muka. melintang? pada jahitan? kancing putus? bercak darah air mani lumpur / kotoran lain di TKP ? 4. buah dada. status perkawinan. Pemeriksaan Medis 1.Dasar berat badan. pernah bersetubuh.pemeriksaan terhadap kuman N. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik umum memuat : . laserasi (mencakup perkiraan waktu) y Variasi : . Andire e i.Pembuktian persetubuhan : ada / tidak penetrasi penis ke vagina / anus / oral ejakulat / air mani pada vagina / anus . Wanita sudah ovulasi / belum : vaginal smear Berdasar umur ? : > 16 th Roman s 4n6 Ed.

terdapat ancaman hukuman bagi seseorang yang cukup umur yang melakukan perbuatan cabul dengan orang lain yang sama kelaminnya yang belum cukup umur Penatalaksanaan Korban Kekerasan Seksual .Didirikannya Pusat Krisis terpadu bagi perempuan dan anak-anak . .Sekret . robekan. Pada laki-laki yang sehat. kekerasan fisik maupun seksual. 6. VeR yang baik harus mencakup keempat hal tersebut di atas (fungsi penyelidikan). kepala zakar harus diperiksa. sedangkan pada orang mati sperma masih dapat ditemukan dalam vagina paling lama 7-8 hari setelah persetubuhan.Bentuk tubuh : memungkinkan tindakan kekerasan. Wongso ( ' 144 .Homoseksual merupakan salah satu bentuk kejahatan seksual . 3. 5. Untuk mencari bercak air mani yang mungkin tercecer di TKP.Tanda cedera : perlawanan korban ? . . yaitu untuk mencari sel epitel vagina yang melekat pada zakar. kemudian dikirim ke laboratorium. sperma masih dapat ditemukan (tidak bergerak) sampai sekitar 24-36 jam setelah persetubuhan. . Letak robekan selaputn dara pada persetubuhan umumnya di bagian belakang (comisura posterior). Jika pelaku kejahatan segera tertangkap setelah kejadian. Sperma masih dapat ditemukan dalam keadaan bergerak dalam vagina 4 jam -5 setelah persetubuhan.Rambut terlepas. Ini dikerjakan dengan menempelkan gelas objek pada gland penis (tepatnya sekeliling korona glandis) dan segera dikirim untuk mikroskopis. Penting diketahui: 1. 7.Di cocokkan dengan golongan darah (pelaku / korban) Homoseksual .Upaya pengenalan persetubuhan. tanah dan pakaian.Smegma Pemeriksaan Penentuan gol. Robekan baru pada selaput dara dapat diketahui jika pada daerah robekan tersebut masih terlihat darah atau hiperemi/kemerahan. Pada orang yang masih hidup. Darah .Serologis air mani (antigen ABO) pada orang yg ¶sekretor¶ . 2.Didalam Pasal 292 KUHP. hal ini dapat diketahui Roman s 4n6 Ed.Pemeriksaan terhadap Pelaku . dengan disertai perkiraan waktu terjadinya persetubuhan.Tanda infeksi gonokokus.Pemeriksaan menyeluruh alat kelamin : mampu seksual ? cedera ? . misalnya pada sprei atau kain maka barang-barang tersebut disinari dengan cahaya ultraviolet dan akan terlihat berfluoresensi putih.Menerima dan menatalaksana kekerasan terhadap perempuan. air mani yang keluar setiap ejakulasi sebanyak 2-5 ml. .Bercak sperma. yang mengandung sekitar 60 juta sperma setiap mililiter dan 90% bergerak (motile) 4. Andire e i.Profesi kedokteran : Sesuai standar pemeriksaan korban kekerasan danpembuatan visum et repertumnya . secara terpadu sehingga diharapkan dapat memperkecil trauma psikologis akibat viktimisasi lanjutan pada korban. darah.Kendala belum berkembangnya Ilmu Kedokteran Forensik Klinik di Indonesia . 20 by Syaulia. letak robekan dinyatakan sesuai menurut angka pada jam. . Robekan lama d iketahui jika robekan tersebut sampai ke dasar (insertio) dari selaput dara.

dari keadaan sperma serta dari keadaan normal luka (penyembuhan luka) pada selaput dara. 20 by Syaulia. Roman s 4n6 Ed. yang pada keadaan normal akan sembuh dalam 7-10 hari. Andire e i. Wongso 0 ) 145 .

Yang termasuk kematian mendadak : 1. Kematian mendadak merupakan peristiwa yang tidak terduga terjadi sekonyong konyongnya tanpa ada tanda-tanda sebelumnya. hipertensi (cardio vascular). Pada umumnya kasus kematian mendadak bervariasi antara 50 ±80 tahun. Kematian terjadi seketika Contoh teman bertamu. atau tidur. Wongso 146 . 20 by Syaulia. atau saat bekerja. hotel. Maka pada usia tersebut di atas pada berbagai instansi dilakukan check up terutama pada menjelang purna tugas. penginapan dan rekreasi. dimana orang tersebut sebelumnya tampak sehat CARA KEMATIAN Kasus kematian mendadak merupakan kematian tidak wajar. dan yang terbanyak adalah pihak laki-laki mengingat motivasi kerja dan bepergian. Kematian mendadak dapat terjadi saat dalam tugas. Andirezeki. bisa di kendaaraan. atau melakukan sesuatu yang emosional. duduk. Sedang tempatnya sangat bervariasi. Berba gai penyakit dapat menimbulkan kematian mendadak antara lain penyakit jantung. perjalanan.BAB XII KEMATIAN MENDADAK DEFINISI Kematian yang terjadi secara tiba-tiba disebabkan penyakit alamiah dimana tidak ada unsur trauma dan atau keracunan. kantor. triglycerid) dan metabolisme protein antara lain asam urat dan urium. Kematian tidak terduga Contoh seorang pasien nyeri perut dengan diagnosis gastritis akut kemudian diperiksa dan ternyata meninggal 3. dan penyakit-penyakit metabolisme antara lain diabetes melitus dan hyperlipidemi (kolesterol. kemudian meninggal 2. Kematian tidak diketahui penyebabnya Contoh orang ditinggal di rumah masih sehat kemudian keesokan harinya meninggal Roman s 4n6 Ed. rumah.

Mati tidak wajar didapatkan tanda-tanda kekerasan di tubuh Gambar. teman dekat.KEMATIAN MENDADAK Minta keterangan dari pihak keluarga. Andirezeki. Sistem kardiovaskuler  Penyakit jantung koroner  Trombus pada ramus circumfle a a. Coronoria sinistra (arteri yg mensuplai darah bagi pace marker Penyumbatan/thrombus dan penyempitan/penebalan pembuluh darah tidak bisa melebar saat dibutuhkan berkurang suplai darah ke pace marker saat melakukan aktivitas fisik hipoksia Fibrilasi atrium kematian Penting untuk diingat!!! Kematian mendadak akibat serangan jantung/karena penyakit jantung. bertengkar). misalnya melakukan persetubuhan yg bukan dgn isteri atau setelah olah raga Roman s 4n6 Ed. atau polisi dan melakukan pemeriksaan TANYAKAN Hal-hal yg perlu diketahui dari orang tentang korban Keadaan sekitar korban Usia. biasanya sudah dapat diduga yaitu kematian setelah orang tsb melakukan kerja fisik yg berlebihan. Riwayat pengobatan (berobat ke mana) Tingkah laku yang aneh Apakah sedang bertengkar Apakah sehabis makan Apakah kedatangan tamu Morat-marit atau tidak Pintu terkunci Harta benda yang hilang Korban diasuransikan atau tidak Apakah didapatkan tanda2 kelainan pd korban MENYIMPULKAN KEMUNGKINAN KEMATIAN MENDADAK Mati wajar karena penyakit didapatkan penyakit pembuluh darah koroner (sehabis aktivitas fisik. Riwayat penyakit Keterangan mengenai kesehatan terakhir. Wongso 147 . coronaria sinistra  Trombus pada ramus ascendens a. coronaria de tra et sinistra  Infark miokard akut  Penyakit katup jantung  Temponade jantung  Trombo-emboli  Infeksi otot jantung  Kelainan kongenital  Pecahnya aneurisma aorta  Penyempitan atau penebalan ramus descenden a. 20 by Syaulia. Skema cara menangani kasus kematian mendadak Penyebab kematian ditinjau secara per-organ : 1.

meningitis. dan subdural serta intracerebral bleeding  Pelebaran Circulus WILLISI  Perdarahan cerebellopontinus  Tumor. tumor  Sindrom nefrotik  Glomerulonephritis  Ruptur saluran kemih  Kista ovarium terpelintir  Kehamilan ektopik terganggu  Eklampsia Roman s 4n6 Ed. mual dan kemudian jatuh. Lenticulostriata Pecahnya aneurisma cerebri biasanya merupakan penyebab kematian mendadak pada dewasa muda Pecahnya a. Sistem pernapasan  Edem paru  Pneumonia  Bronchopneumonia  Tuberkulosis  Emfisema pulmonum  Status asmatikus  Benda asing  Edema glottis  Kanker paru  Laringitis difteri  Emboli udara  Kolaps jaringan paru  TBC paru dengan caverne pecah Perdarahan akibat tuberkulosa menyumbat saluran pernapasan kematian mendadak 4. Andire e i. infeksi.  Trombus a. biasanya didahului rasa sakit kepala. limpa  Abses hati yang pecah 5. cerebri media. Sistem urogenitalia dan organ reproduksi  Perdarahan. radang. ensefalitis  Atherosklerotik 3. ensefalopati. posterior (cabang Circulus WILLISI)  Perdarahan subarachnoid.2. Sistem gastrointestinal  Pecahnya varises esofagus  Ulkus gastrikum kronis  Perdarahan saluran cerna  Apendisitis  Trauma abdomen  Obstruksi usus dehidrasi meninggal  Invaginasi  Megacolon congenital / HIRSCHPRUNG¶s Disease  Hernia inkarserata  Perdarahan  Radang pankreas. Lentikulostriata pasin hipertensi . 20 by Syaulia. pecahnya a. pusing. Wongso 2 1 148 . kandung empedu  Ruptur hernia. epidural. perdarahan uterus yang hebat  Gagal ginjal akut  Gangguan fungsi ginjal oleh batu. Sistem saraf pusat  Perdarahan otak pecahnya aneurisma cerebri.

dimana keracunan dinyatakan sebagai overdosis yang mempunyai efek sentral sedangkan intoksikasi merupakan overdosis yang bersifat umum baik sentral maupun perifer. Beberapa kepustakaan menyatakan pengertian keracunan dan intoksikasi berbeda. detergen. menyatakan semua substansi di alam adalah racun hanya dosis yang membedakan substansi tersebut racun atau bukan (sola dosis facit venenum). logam berat  Racun bebas : opium. Toksikologi forensik Pemeriksaan racun dan keracunan yang berhubungan dengan perkara pidana atau perdata. Periode fatal merupakan selang waktu antara masuknya racun dalam dosis fatal rata-rata sampai menyebabkan kematian pada rata-rata orang sehat. sianida. Wongso 4 3 149 . analgetika.BAB XIII TOKSIKOLOGI FORENSIK DEFINISI Toksikologi merupakan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan sumber. orang yang pertama mendefinisikan racun. periode fatal. obat o penenang. 20 by Syaulia. tidak disebutkan dalam undang-undang yang berlaku di Indonesia KUHAP ps 133 ayat 1: hanya ada kata ³keracunan´ KUHP ps 356 : ada kata ³meracuni´ penyaniayaan Racun zat/bahan yang dalam jumlah tertentu bila terjadi kontak atau masuk kedalam tubuh akan menyebabkan penyakit dan/atau kematian. Ahli toksikologi SEINEN (1989) menyatakan racun adalah substansi yang diberikan secara berlebihan sehingga toksikologi dianggap sebagai pengetahuan tentang sesuatu yang berlebihan (toxicology is the knowledge of too much). racun pada jamur Cara Masuk : y Mulut/peroral y Saluran pernafasan/inhalasi y Suntikan/parenteral y Perrektal y pervaginal y Melalui kulit Roman s 4n6 Ed. antibiotika  Racun industri : asam dan basa kuat. Semua definisi memiliki kelemahan dan kelebihan tersendiri dalam interpretasi dan banyak definisi yang tumpang tindih satu dengan lainnya. Namun kepustakaan lain menyatakan keracunan dan intoksikasi memiliki pengertian yang sama. karakteristik dan kandungan racun. Paracelcus (1493-1541) yang lebih dikenal sebagai Theopraxis Bombastus von Honhenheim. dosis fatal. sedatif. Berbagai definisi racun telah dipublikasikan berdasarkan sudut pandang yang berbeda dari berbagai ahli. Andire e i. Kata Racun. SANGSTER secara lebih rinci menyatakan tentang sumber substansi yang dianggap racun. antidepresan. Keracunan dianggap sebagai cidera yang diakibatkan konsentrasi berlebihan dari substansi eksogenous (dari luar tubuh manusia). gejala dan tanda yang disebabkan racun. herbisida  Racun kedokteran : hipnotika. terdapat berbagai pengertian tentang keracunan (poisoning) dan intoksikasi. Sumber Racun :  Racun rumah tangga : desinfektan. ganja. Dalam berbagai kepustakaan.dan penatalaksanaan kasus keracunan. insektisida  Racun pertanian : pestisida.

Inaktivasi asetilkolin esterase E : insektisida organofosfat.Gangguan sistem enzim Arsen dan Hg : enzim sulfhidril .sistemik . HgCl2. ‡ anestetik : kokain.asam karbol .Gangguan transport O2 Ekstraseluler E : CO . Titik tangkap kerja .asam oksalat . Spektrum kerja . Cara masuknya racun ke tubuh MEKANISME KERJA RACUN 1. asam kuat.garam Pb Roman s 4n6 Ed. barbiturat dan alkohol ‡ ‡ ‡ digitalis dan asam oksalat karbonmonoksida dan sianida cantharides dan HgCl2 terutama berpengaruh terhadap susunan saraf pusat terutama berpengaruh terhadap jantung terutama berpengaruh terhadap sistem enzim pernafasan dalam sel terutama berpengaruh terhadap ginjal Racun yang bekerja lokal & Sistemik : . basa kuat ‡ iritan : arsen.lokal Racun yang bekerja lokal : ‡ zat-zat korosif : lisol.Skema. Andirezeki. karbamat 2.arsen . asam karbol Racun yang bekerja sistemik ‡ narkotika. 20 by Syaulia. Wongso 150 .

Bentuk. justru anak-anak lebih tahan. Kebiasaan. antagonisme Cara pemberian. walaupun dosis barbiturate yang diberikan jauh dibawah dosis letal Antagonisme. Umur. penyerapan racun biasanya jelek. misalnya nalorfin dan naloxone dipakai untuk mengatasi depresi pernafasan dan oedema paru paru yang terjadi pada keracunan akut obat-obat golongan narkotika. 20 by Syaulia. keadaan umum. kebiasaan. tentu akan lebih cepat keracunan bila dibandingkan dengan orang yang menelan racun dalam keadaan lambungnya berisi makanan.v. Pada intoleransi. Andire eki. konsentrasi lebih penting bila dibandingkan dengan dosis total. yaitu karena terjadinya toleransi. Hipersensitif (alergi-idiosinkrasi). gejala keracunan akan tampak walaupun racun yang masuk ke dalam tubuh belum mencapai level toksik. seperti barbiturat dan belladonna. besar kecilnya dosis racun akan menentukan berat ringannya akibat yang ditimbulkan.m. hipersensitifitas y Racunnya sendiri : Dosis. konsentrasi. kadang-kadang dijumpai kasus dimana seseorang memakan lebih dari satu macam racun. Pada mereka yang menderita penyakit yang disertai dengan peningkatan suhu atau penyakit pada saluran pencernaan. Dalam hal klinik sifat antagonistik ini dimanfaatkan untuk pengobatan. Roman s 4n6 Ed. dimana dalam hal ini dosislah yang berperan dalam menentukan berat ringannya akibat yang ditimbulkan oleh racun tersebut. pada orang-orang yang menderita penyakit hati atau penyakit ginjal biasanya akan lebih mudah keracunan bila dibandingkan dengan orang yang sehat. racun yang berbentuk cair tentunya akan lebih cepat menimbulkan efek bila dibandingkan dengan racun yang berbentuk padat. Kesehatan. Wongso 5 151 . i. dapat menyebabkan kematian. addisi dan sinergisme. kita tidak boleh terburu-buru mengambil kesimpulan bahwa kematian penderita diakibatkan oleh racun. Seseorang yang menelan racun dalam keadaan lambung kosong.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KERJA RACUN y Cara Pemberian y Keadaan Tubuh : umur. faktor ini berpengaruh dalam hal dosis racun yang dapat menimbulkan gejala-gejala keracunan atau kematian. dalam hal ini tidak boleh dilupakan adanya toleransi/intoleransi individu. dan s. jika diberikan bersama-sama dengan alkohol. tetapi pada beberapa jenis racun. morfin atau CO. Barbiturate misalnya. absorbsi melalui mukosa dan yang paling lambat jika racun tersebut masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang sehat. oleh karena racun-racun tersebut saling menetralisir. pada umunya anak-anak dan orang tua lebih sensitif terhadap racun bila dibandingkan dengan orang dewasa. untuk racun-racun yang kerjanya dalam tubuh bersifat lokal. pada umumnya racun akan paling cepat bekerja pada tubuh jika masuk secara inhalasi. kemudian secara injeksi (i. Konsentrasi. karena si korban sangat rentan terhadap oreparat-preparat tersebut. bentuk dan kombinasi fisik. streptomisin dan preparat-preparat yang mengandung yodium menyebabkan kematian. Addisi dan sinergisme. misalnya zat-zat korosif. penisilin. banyak preparat-preparat seperti vitamin B1. Keadaan tersebut berbeda dengan racun yang bekerja secara sistemik. sehingga jika pada penderita tersebut terjadi kematian. Dosis.k). ingesti. tetapi tidak mengakibatkan apa-apa.

Yang kedua. dimana penyakit tersebut dapat meningkatkan toksisitas suatu zat. misalnya kematian karena keracunan morfin. Informasi yang melatarbelakangi keracunan menjadi salah satu bukti yang perlu digali dan dikumpulkan. kecelakaan lalu lintas. Toksisitas intrinsik Ikatan kimia (struktur kimia) suatu zat secara intrinsik membentuk sifat racun zat tersebut. keracunan karbonmonoksida serta keracunan insektisida dan lain sebagainya. dan idiosinkrasi. KERACUNAN DALAM BIDANG MEDIS Pelayanan forensik klinis kasus keracunan pada prinsifnya adalah mengumpulkan bukti-bukti penggunaan racun dan menginterpretasikannya dalam bentuk sertifikasi yang dapat dijadikan bukti da dapat diterima di pengadilan. Yang pertama bertujuan untuk mencari penyebab kematian. yaitu atas dasar dari tujuan pemeriksaan itu sendiri. antara lain : 1. Kondisi pemakai Kondisi korban harus diperiksa dengan teliti terhadap adanya penyakit penyakit yang melibatkan sistem metabolisme dan detoksifikasi. 3.TOKSISITAS RACUN Dalam pemeriksaan keracunan harus diperhatikan kondisi-kondisi yang mempengaruhi fatalitas racun pada korban. Wongso 6 152 . 7. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan. 5. Demikian juga halnya faktor umur. Pemekaian zat per oral relatif lebih lambat dibandingkan secara injeksi dan inhalasi. Andire eki. 6. misalnya peristiwa pembunuhan. 20 by Syaulia. dan ini sebenarnya yang terbanyak kasusnya akan tetap belum banyak i disadari. Dosis dan bioavailabilitas Farmakokinetik untuk substansi yang bersifat sistemik sangat tergantung dosis zat yang masuk ke dalam tubuh dan kecepatan metabolisme zat terutama di organ detoksifikasi (hati). 2. jenis kelamin. baik pada anamnesis. Alkohol merupakan ko-medikasi yang paling sering digunakan. Frekuensi dan waktu paruh Seringnya kontak. Ko-medikasi Adanya zat lain (ko-medikasi) dapat meningkatkan toksisitas zat dengan toksisitas rendah atau mengubah zat yang tidak toksik menjadi toksik. 4. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan korban hidup. yang dapat meningkatkan efek depresan dari obat-obat yang menekan sistem saraf pusat. asam kuat dan basa kuat. status gizi.misalnya unsur sodium. sianida. Pemeriksaan forensik dalam kasus keracunan dapat dibagi dalam dua kelompok. Konsentrasi Fatalitas beberapa zat tergantung konsentrasi seperti halnya gas karbonmonoksida (CO). reaksi alergi. Metabolisme zat di dalam hati sebelum beredar ke dalam sirkulasi sistemik (first pass effect) sangat menentukan toksisitas zat yang masuk ke dalam tubuh secara oral. menyebabkan substansi tersebut menjadi toksik. adalah untuk mengetahui mengapa suatu peristiwa. Banyak substansi yang hanya bersifat toksik dalam jumlah yang besar tetapi ada yang bersifat toksik meskipun jumlahnya kecil. kecelakaan pesawat udara dan perkosaan dapat Roman s 4n6 Ed. Demikian juga adanya substansi tertentu secara tersendiri tidak bersifat toksik atau toksisitasnya rendah tetapi dengan adanya substansi lain. lama kontak (durasi) dan waktu paruh zat yang kontak juga mempengaruhi toksisitas racun. Cara masuk zat ke dalam tubuh Cara masuk zat ke dalam tubuh sangat menentukan kecepatan kecepatan absorbsi dan beredarnya zat secara sistemik.

sadistik. Berdasarkan kejadiannya keracunan tipe R dibagi: a. dan teror. b. Tipe S (spesific target) Menunjukkan bahwa korban keracunan hanya orang tertentu dan biasanya antara pelaku dan korban sudah saling kenal. Wongso 7 153 . Sub grup Q tipe S/Q (spesific/quick) dimana keracunan terjadi secara mendadak dan tanpa perencanaan sebelumnya. terorisme merupakan salah satu benuk keracunan tipe ini bila racun yang dipakai sebagai alat untuk menjalankan teror.terjadi. b. 20 by Syaulia. Motivasi yang biasanya melatarbelakangi. tetapi akibat kegagalan dokter mengenali tanda-tanda keracunan pada korban. antara lain: uang. Sub grup S tipe S/S (spesific/slow) dimana keracunan terjadi secara perlahan dan direncanakan oleh pelaku.pemeriksaan dalam . dapat terjadi. BENTUK KERACUNAN BERDASARKAN MOTIF Salah satu tujuan pelayanan forensik klinik adalah memberikan informasi atau fakta-fakta yang membuat terang kasus keracunan yang mencurigakan termasuk motif yang melatarbelakangi kasus tersebut. Kasus pembunuhan yang sempurna terjadi bukan karena keahlian si pembunuh. Pembunuhan yang sempurna adalah kematian korban yang sesungguhnya akibat tindaan pidana tetapi dokter menyatakan sebagai kematian wajar karena faktor penyakit. apakah timbul akibat kecerobohan (recklessness). Secara umum. Motif keracunan harus ditentukan sebagai unsur men rhea. Dengan demikian tujuan yang kedua bermaksud untuk membuat suatu rekaan rekonstruksi atas peristiwa yang terjadi. sampai sejauh mana obat-obatan atau racun tersebut berperan sehingga kecelakaan pesawat udara misalnya. membunuh.pemeriksaan luar y Pemeriksaan Toksikologi . Tipe R (random target) Terjadi pada korban yang acak. kealpaan (negligence) atau kesengajaan (intentional). 2. Keracunan tipe S berdasarkan terjadinya dibagi ke dalam dua sub grup yaitu: a.pengambilan dan pengumpulan bahan Roman s 4n6 Ed. Motivasi bentuk keracunan ini biasanya ego. Dalam kasus tindak pidana harus dibuktikan adanya perbuatan yang salah (actua rheus) dan situasi batin yang melatarbelakangi tindakan tersebut (men rhea). Andire eki. Sub grup S tipe R/S (random/slow). Pemeriksaan terhadap korban keracunan tipe S/S perlu mendapat perhatian lebih sebab kegagalan pembuktian tanda-tanda keracunan oleh dokter sangat sering membuat kasus tersebut menjadi kasus tersebut menjadi kasus pembunuhan yang sempurna (the perfect murder). Sub tipe Q tipe R/Q (random/quick). PEMERIKSAAN PERISTIWA KERACUNAN Meliputi : y Pemeriksaan TKP y Pemeriksaan korban . pembunuhan lawan politik dan balas dendam. yaitu: 1. motif keracunan dapat dibedakan menjadi dua bentuk (tipe) berdasarkan korban keracunan.

Pengambilan dan analisis sampel dilakukan dengan mengambil sisa muntahan. adanya tanda suntikan. Bila racun per oral. sekret mulut dan hidung. terhisap bersama udara pernafasan.Jenis racun . Gejala-gejala dan perlukaan tertentu harus dicatat seperti kejang. Prosedur penerbitan Visum et Repertum Peracunan sesuai dengan prosedur medikolegal penerbitan visum dimana harus dibuat berdasarkan Surat Permintaan Visum resmi penyidik (Pasal 133 KUHAP). riwayat alergi atau idiosinkrasi atau penggunaan zat-zat lain (ko-medikasi) Dalam pemeriksaan fisik. dimana penentuannya berdasarkan penilaian efek racun terhadap metabolisme dan gangguan fungsi organ yang diakibatkan oleh racun. dan tanda fenomena drainage.PEMERIKSAAN TKP Pemeriksaan TKP Penting untuk proses penyidikan selanjutnya Tujuan : y Menentukan korban hidup/ meninggal y Mengumpulkan barang bukti y Memperkirakan cara kematian y Menentukan saat kematian PEMERIKSAAN FORENSIK KLINIK TERHADAP KORBAN KERACUNAN Pemeriksaan korban keracunan pada prinsipnya sama secara medis maupun secara forensik klinis meliputi anamnesis. Wongso 8 154 . bau pestisida atau bau minyak tanah yang dipakai sebagai pelarut. pin point pupil atau tanda gagal napas. Dalam Visum et Repertum peracunan ditentukan kualifikasi luka akibat peracunan. Perbedaan yang ada adalah pada hasil akhir pemeriksaan. Beberapa hal yang perlu ditekankan dalam anamnesis : . Demikian juga terhadap luka-luka lecet sekitar mulut. Andire eki.Keadaan kesehatan fisik korban .Data tentang kebiasaan dan kepribadian korban . bau dan secara kimia. anamnesis dapat bersifat autoanamnesis bila korban kooperatif atau alloanamnesis baik terhadap keluarga koban atau penyidik. berupa sertifikasi yang memberi batuan pembuktian hukum terhadap korban. Sertifkasi yang dimaksud adalah diterbitkannya visum et repertum peracunan. Hasil akhir pemeriksaan forensik klinik adalah diterbitkannya Visum et Repertum Peracunan yang merupakan salah satu alat bukti sah di pengadilan. darah serta urin. harus dicatat semua bukti-bukti medis meliputi tanda-tanda mencurigakan pada tubuh korban seperti bau tertentu yang keluar dari mulut atau saluran napas. Dalam pemeriksaan forensik klinis. penyerapan melalui kulit yang sehat atau kulit yang sakit. analisis isi lambung harus dilakukan secara visual. 20 by Syaulia. melalui penyuntikan.Faktor yang menigkatkan efek letal zat yang digunakan seperti penyakit. Roman s 4n6 Ed.Cara masuk racun (route of administration) : melalui ditelan. warna muntahan dan cairan atau sekret yang keluar dari mulut atau saluran napas. Skrening racun diambil dari sampel urin dan darah. Bau-bau tertentu harus dikenali dalam pemeriksaan seperti bau amandel pada keracunan sianida. luka suntikan atau kekerasan lainnya. pemeriksaan fisik dan pemeriksa an tambahan. .Keadaan sikiatri korban . melalui anus atau vagina.

. Andire eki. Asam nitrat menyebabkan warna kuning pada usus. .PEMERIKSAAN FORENSIK KASUS KERACUNAN TERHADAP KOBAN YANG SUDAH MENINGGAL Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan pada pemeriksaan keracunan pada korban yang sudah meninggal antara lain: 1. Wongso 9 155 . Pemeriksaan luar Pada pemeriksaan luar untuk kasus keracunan.Pemeriksaan lubang pada tubuh jenazah untuk melihat adanya tanda-tanda bekas zat korosif atau benda asing. Perubahan yang terjadi adalah: . tenggorokan dan esofagus. asam karbonat. Jika disebabkan karena penyakit. Roman s 4n6 Ed. feses dan kadang-kadang jenis racun itu sendiri. .Perlunakan Keadaan ini terjadi pada keracunan korosif. 20 by Syaulia. Hiperemia harus dibedakan dengan kongesti vena secara menyeluruh yang terjadi pda kematian akibat asfiksia. b. gambaran ini hanya tampak pada lambung. Perubahan warna juga bisa muncul karena berbagai unsur lainnya seperti sari buah. Pada bagian yang mengalami perlunakan tidak ada tanda-tanda inflamasi. Gambaran yang membedakan dengan hiperemia yang disebabkan oleh penyakit adalah pada hiperemia karena penyakit sifatnya merata dan terdapat pada seluruh permukaan serta tidak berupa bercak. Pemeriksaan post mortem a.Pada permukaan tubuh jenazah mungkin ditemukan bercak-bercak yang berasal dari muntahan.Ulserasi Paling sering ditemukan ditemukan pada curvatura major lambung dan harus dibedakan dengan tukak peptik yang paling sering terdapat di curvatura minor lambung dan ditandai dengan adanya hiperemia di sekitar tukak tersebut. kemungkinan didapatkan: . dll. lebih sering terlihat pada kardiak lambung. merah terang. alkohol. misalnya asam hidrosianida. .Racun jenis tertentu mengeluarkan bau aroma yang khas. . misalnya menjadi kuning pada keracunan fosfor dan keracunan akut akibat unsur tembaga sulfat.Livor mortis yang khas.Perubahan warna kulit. mulut. selain itu gambaran membran mukosa lebih banyak terkena pada kasus keracunan. Untuk menjaga keutuhan jenazah tidak boleh menggunakan cairan desinfektan yang mempunyai bau (aroma).Hiperemia Warna kemerahan pada membran mukosa paling jelas terlihat pada bagian cardiac lambung dan pada bagian curvatura major. Warnanya adalah merah gelap dan hiperemia ini bentuknya bisa merata atau bercak. Pemeriksaan dalam Pada umumnya tanda-tanda keracunan tampak pada traktus gastrointestinal. kurvatura mayor. . Juga harus dibedakan dengan perlunakan post mortem yang terdapat pada bagian yang lebih rendah dan mengenai seluruh lapisan dinding lambung. . misalnya pada keracunan arsen hiperemia adalah merah merata.Keadaan pupil mata dan jari tangan yang lemas atau mengepal. kloroform. cherry red atau merah coklat (bila racunnya menyebabkan perubahan warna darah sehingga warna lebam jenazah mengalami perubahan. terutama jika keracunan akibat zat korosif atau iritan.

pinggirnya melekuk ke arah luar dan lambung menunjukkan tanda-tanda perlekatan dengan jaringan sekitar. Racun bisa ditemukan dalam lambung. Pemeriksaan kimia/toksikologi pada organ tubuh bagian dalam Ditemukannya jenis racun pada darah. Bukti kesengajaan (intentional) 6. jika ada kecurigaan abortus kriminalis .Tulang. kecuali pada kasus keracunan asam sulfat. Terlebih lagi pada kasus tindak pidana yang memerlukan standar pembuktian dengan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi yaitu sampai tidak ada keraguan yang beralasan. Kondisi yang memungkinkan dapat diperolehnya racun seperti adanya resep. 2. terutama pada keracunan striknin . Bukti hukum (legally proving): bukti hukum yang dapat diterima di pengadilan (adminissible) sangat tergantung dari keaslian bukti tersebut sehingga penatalaksanaan terhadap bukti-bukti pada korban sangat diperlukan. Wongso @ - 156 .Hati .Bagian dari usus halus (duodenum dan jejunum) .Setengah bagian dari masing-masing ginjal . tetapi bentuk perforasi pada kasus ini biasannya lonjong atau bulat.Uterus dan organ-organ yang berkaitan dengan uterus. urin atau dalam organ tubuh merupakan bukti yang memastikan bahwa telah terjadi keracunan.Otak dan medulla spinalis. dan penyakit serta kesempatan dilibatkannya racun. 5. 3. kondisi kesehatan. Bila korban meninggal harus ditentukan sebab kematian korban adalah racun dengan menyingkirkan sebab kematian yang lainnya. Pengumpulan bukti-bukti dari sekitar tempat kejadian KUNCI PEMBUKTIAN KASUS KERACUNAN Dalam pembuktian kasus keracunan sebagai tindak pidana. limpa dan ginjal.Perforasi Sangat jarang terjadi.Lambung dan isinya . dan kadang-kadang pada hati. usus halus. feses.Organ tubuh lainnya yang dicurigai mengandung racun. Perforasi juga bisa terjadi akibat tukak kronis. gigi dan kuku . 4. gangguan kepribadian. Dari 7 bukti pembuktian kasus keracunan tersebut. banyak hal yang harus dibuktikan dan dalam pembuktiannya banyak melibatkan dokter forensik klinis. 20 by Syaulia. kondisi fisik dan keadaan psikiatri korban y Penentuan sebab kematian bila korban dengan mengeklusi penyebab kematian lainnya Roman s 4n6 Ed. pencatatan dan interpretasi bukti keracunan medis dalam upaya memberikan pembuktian hukum y Menemukan bukti-bukti pada korban seperti kebiasaan.Darah . Organ tubuh dan bahan yang diperiksa antara lain : .Paru-paru terutama pada keracunan kloroform . 2. Bukti-bukti pada korban seperti kebiasaan korban. tampak bantuan dokter sangat diperlukan dalam beberapa langkah terutama : y Pengumpulan. Pembuktian motif keracunan 3. toko obat atau toko yang menyediakan substansi yang digunakan.Urin dan feses . rambut. Andire eki. Hal yang dibuktikan antara lain : 1. Bukti peracunan adalah homicide. 7.

Takaran toksik per oral untuk HCN adalah 60-90 mg. asam karbol 2. yang bersifat anestetik : kokain. serta fotografi dan amigdalin yang didapat dari singkong. Keracunan sianida akut merupakan kasus yang paling sering dilaporkan sendiri. analisis toksikologi mungkin sulit untuk interpretasi akibat destruksi maupun produk sianida dalam tubuh yang sudah mati dan bahkan pada sampel darah yang disimpan untuk menunggu diperiksa. Sianida (CN) merupakan racun yang sangat toksik. Penemuan Autopsi pada Keracunan Sianida Tanda dan gejala keracunan akut CN yang ditelan dapat dengan cepat menyebabkan kegagalan pernafasan dan kematian dapat timbul dalam beberapa menit. Roman s 4n6 Ed. terutama sitokrom oksidase juga merangsang pernapasan bekerja pad ujung a sensorik sinus (kemoreseptor) sehingga pernapasan cepat. yaitu garam CN yang dipakai pada peyepuhan emas. atau mungkin gas-gas yang dibebaskan dari beberapa proses komersil.insektisida golongan ³chlorinated hydrocarbon´ dan golongan fosfor organik . 20 by Syaulia.inhalasi.karbonmonoksida dan sianida. ubi dan biji apel Setelah diabsorbsi. sisa pembakaran seluloid.cantharides dan HgCl2. cara masuk ke dalam tubuh dapat secara : . terutama berpengaruh terhadap susunan saraf pusat . misalnya gas HCN (gas penerangan.asam oksalat . Gas CN 200-400 ppm akan menyebabkan kematian dalam 30 menit sedangkan gas CN 20000 ppm akan menyebabkan meninggal seketika.arsen . yang bersifat iritan : arsen. basa kuat. kecelakaan atau pembunuhan. barbiturat dan alkohol.oral. Hal ini merupakan keadaan paradoksal karena korban meninggal akibat hipoksia tetapi darahnya kaya akan O2. CN akan mengaktifkan enzim oksidatif beberapa jaringan secara radikal. 3.asam karbol . sedangkan KCN atau NaCN adalah 200 mg. Hal ini bisa tiba-tiba maupun dalam kecelakaan kerja (industri) yang dalam beberapa kasus garam-garam tersebut ikut dilibatkan. asam kuat. zat-zat korosif : lisol.MEKANISME KERJA RACUN DALAM TUBUH MANUSIA 1. CN masuk ke dalam sirkulasi sebagai CN bebas dan tidak dapat berikatan dengan Hb kecuali dalam bentuk methemoglobin akan terbentuk sianmethemoglobin. terutama berpengaruh terhadap sistem enzim pernafasan dalam sel . Racun yang bekerja secara sistemik . HgCl2. terutama berpengaruh terhadap ginjal. Racun yang bekerja lokal atau setempat. Racun yang bekerja secara lokal dan sistemik .garam Pb KERACUNAN SIANIDA Sianida adalah racun yang digunakan baik untuk bunuh diri. Andire eki. Wongso A 157 . terutama berpengaruh terhadap jantung . Dengan demikian proses oksidasi-reduksi dalam sel tidak berlangsung dan oksihemoglobin tidak dapat berdisosiasi melepaskan O2 ke sel jaringan sehingga timbul anoksia jaringan. Meskipun diagnosis autopsi tentang keracunan sianida sangat jarang diragukan. dalam beberapa kasus biasanya garam natrium maupun kalium ikut masuk ke saluran cerna. fumigasi kapal) .digitalis dan asam oksalat.narkotika. pengelasan besi dan baja.

kemampuan menciumnya berhubungan dengan genetik (bukan berdasarkan pengalaman). refleks melambat. tinitus. lakrimasi. sesuai dengan kelebihan oksi hemoglobin (karena jaringan dicegah dari penggunaan oksigen) dan ditemukannya cyanmethemoglobin. Selain itu didapatkan sianosis pada wajah dan bibir. kolaps. kesukaran bernapas. salivasi. perut dan otak. Menjelang kematian sianosis nyata dan timbul kedutan otot-otot berlanjut dengan kejang dengan inkontinensia urin dan alvi. hipersalivasi. mual muntah sakit kepala. Esofagus dapat mengalami kerusakan. Racun yang diinhalasi menimbulkan palpitasi. Pemeriksaan luar jenazah dapat tercium bau amandel yang merupakan tanda patognomonik untuk keracunan CN. Mungkin bau sianida ada pada tubuh dan dapat dikenal. kejang. isi perut. iritasi mulut dan kerongkongan. pusing. terutama bergantung pada daerahnya. transportasinya atau tidak dikemasnya sampel tersebut. Jika sianida berada dalam larutan encer. tapi perlu diketahui bahwa banyak orang tidak bisa mendeteksi bau ini. Banyak deskripsi lebam mayat yang mengarah pada kulit yang berwarna merah muda gelap atau bahkan merah terang. Pada autopsi dapat tercium bau amandel waktu membuka rongga dada. udara pernapasan berbau amandel. busa keluar dari mulut. terutama pada bagian mukosa esofagus yang ketiga yang lebih bawah. Roman s 4n6 Ed. kelelahan dan sesak napas. lebam mayat dikatakan menjadi berwarna merah bata. sedikit bagian dari sianida dapat sudah melewati masuk ke dalam sel cerna. Andire eki. Analisis Toksikologi Darah. dengan bau seperti almond. sakit kepala. mungkin ada sedikit kerusakan pada perut. Diasumsikan mungkin akibat menghirup hidrogen sianida dari isi perut mayat ketika melakukan pemeriksaan organ dalam. urin dan muntahan harus diserahkan ke laboratorium. photophobia. Wongso B 158 . vertigo. Mungkin juga sianida tersebut menjadi kristal / bubuk putih yang tidak dapat larut. ada banyak variasi dalam penampilanya. yang mana dapat dibingungkan dengan karboksi hemoglobin. Perut dapat berisi darah maupun rembesan darah akibat erosi maupun pendarahan di dinding perut. otot dan penempang organ berwarna merah terang. Dari luar. dan lebam jenazah berwarna merah terang. nadi cepat dan lemah. Dapat pula ditemukan sianosis pada muka. Pemeriksaan selanjutnya biasanya tidak memberikan gambaran yang khas. koma. korban mengeluh merasa terbakar pada kerongkongan dan lidah. bau dan warna kemerahan pada jaringan dalam tubuh maupun kulit. Juga ditemukan tanda-tanda asfiksia. Organ lain tidak menunjukkan perubahan yang spesifik dan diagnosis dibuat berdasarkan ceritanya. yang bisa mengalami perubahan post mortem dari regurgitasi isi perut melalui relaksasi sphincter jantung setelah mati. Pemerikasaan laboratorium harus dilakukan dan diperhatikan jika ada kemungkinan terjadinya keracunan sianida. napas cepat dan kadang-kadang tidak teratur. Seperti kematian yang biasanya berlangsung cepat. membutuhkan perhatian khusus bahwa sampel terhindar dari resiko dalam pengemasannya. Yang klasik. 20 by Syaulia. Para petugas terkait menjadi sakit dan untuk sementara mengalami gangguan fungsi setelah mengautopsi mayat bunuh diri yang telah menelan sejumlah besar kalium sianida. bahwa keracunan sianida dapat membawa resiko. Pemastian diagnosis keracunan CN dilakukan dengan pemeriksaan toksikologis terhadap isi lambung dan darah. terpisah dari warna merah muda pada mukosa dan mungkin beberapa pendarahan berupa petechiae. kelemahan ekstremitas.Dalam interval yang pendek antara menelan racun sampai kematian. pusing. Darah. Ini penting diketahui oleh ahli patologi dan pegawai kamar mayat. dan meninggal. mual. muntah. keluar busa dari mulut.

dibungkus dalam kantong yang terbuat dari nilon (bukan polivinil klorida). tidak berbau dan tidak merangsang selaput lendir. koma dengan kejang intermitten. pernapasan dan nadi bertambah cepat. Penting untuk membawa sampel ke laboratorium sesegera mungkin (dalam beberapa hari) untuk menghindari struktur sianida yang tidak seperti aslinya lagi dalam sampel darah yang telah disimpan.Gejala yang ditimbulkan akibat keracunan CO Saturasi COHb 10 % 10% . Pernapasan dan nadi cepat. gagal napas dan meninggal. Pada konsentrasi ini jarang 159 Roman s 4n6 Ed. Salah satu contoh keracunan CO mati didalam mobil dengan AC yang dibiarkan tetap menyala. adanya kulkas pendingin menjadi penting. kadar COHb berkurang 50% dalam waktu 4.80% Gejala Tidak ada Rasa berat pada kening. Warna klasik ³ Chery-pink´ pada CO-Hb sebagai bukti jika saturasi darah kira-kira >30%. akan tetapi pada orang yang anemik atau mempunyai kelainan darah warna cherry red ini menjadi sulit dikenali. pusing. berdenyut pada pelipis Sakit kepala keras. pernapasan lambat.Jika kematian mungkin disebabkan oleh inhalasi gas hidrogen sianida. lemah. tidak tampak adanya warna.5 jam dan setelah 6-8 jam darah tidak mengandung COHb lagi. CO diserap melalui paru. dengan gambaran patologi dari luar atau eksterna langsung tertuju pada CO. KERACUNAN KARBONMONOKSIDA Karbonmonoksida (CO) adalah gas yang tidak berwarna. sakit kepala ringan Sakit kepala.70% 70% . Jika dibandingkan.penglihatan buram. Sumber CO berasal dari hasil pembakaran tidak sempurna motor yang menggunakan bahan bakar bensin. sehingga jika ada penundaan. Dikatakan bahwa tidak ada struktur sianida yang tidak seperti aslinya lagi. Pada autopsi penampilan yang paling jelas adalah warna pada kulit terutama pada postmortem hipostasis. mual dan muntah. Hal ini biasanya dapat terjadi akibat suhu ruangannya. Dibawah ini secara jelas <20%.60% 60% . sianida yang ditemukan dalam jumlah cukup adalah bukti bahwa sianida masuk dalam tubuh yang mana hal itu sendiri tidak normal dan dikonfermasi sebagai barang bukti dari terjadinya keracunan. beberapa sampel positif sesungguhnya dapat menurun kualitasnya pada penyimpanan. sebagian besar diikat oleh Hb. Bila korban dipindahkan ke udara bersih. 20 by Syaulia.50% 50% . kolaps Sama dengan gejala di atas tetapi dengan kemungkinan besar kolaps atau sinkop. mungkin meninggal Nadi lemah. Andire eki. Pada autopsi biasanya relatif mudah untuk menentukan korban yang meninggal pada keracunan CO dengan melihat warna lebam mayat yang berupa cherry red pada kulit.30% 30% . darah dan organ-organ interna. akibat reaksi dengan komponen jaringan dan konversi menjadi thiosianad.20% 20% . ataksia. Autopsi pada keracunan CO dapat memberikan petunjuk penyebab kematian. Sinkop. Lebih dari 70% isi sianida dapat hilang setelah beberapa minggu. depresi jantung dan pernapasan. Wongso C . Gejala keracunan CO berkaitan dengan kadar COHb dalam darah Tabel. afinitas COHb 208-245 kali afinitas O2. paru parunya harus dikirim utuh.40% 40% . pernapasan Cheyne-Stokes Koma dengan kejang. otot.

Pada kondisi demikian. Darah normal akan segera menjadi hijau kecoklatan tapi jika terdapat monoksida. diazinon 2. test yang cepat dengan menambah beberapa tetes darah pada 10% cairan NaOH di kaca gelas yang memberi latar putih. Di dalam lambung ditemukan cairan yang terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan cairan lambung dan lapisan larutan insektisida. Kematian terjadi karena gagal napas dan henti jantung. sukar bernapas. Pemeriksaan dalam untuk keracunan yang tidak lama terjadi ditemukan jaringan otot. koma. Andire eki. hiperhidrosis. golongan organofosfat dan karbamat dikategorikan ke dalam antikolinesterase. Pestisida dalam arti yang luas mencakup insektisida. viscera dan darah yang berwarna merah terang. Pada otak besar dapat ditemukan petekie di substansia alba bila korban bertahan hidup lebih dari 30 menit. Gejala klinis berupa gangguan penglihatan. Limpa. lindane Berdasarkan cara kerjanya. warnanya akan menjadi merah muda. Mekanisme kematian pada kasus ini adalah anoksia jaringan otak. fungisida. golongan hidrokarbon yang diklorkan : DDT. sianosis. 20 by Syaulia. kelemahan otot. Mukosa lambung dan usus bagian atas tampak hiperemis dan mengalami perdarahan submukosa. otak dan paru tampak edem dan kongesti. papil edem. Terkadang sianosis yang semakin gelap cenderung menutupi warna kulit. Selain itu keracunan juga disebabkan oleh faktor ketidaksengajaan pada proses penyemprotan. miosis. salivasi. sedangkan golongan karbamat bersifat reversibel. Kasus kematian akibat insektisida seringkali merupakan kematian akibat bunuh diri menggunakan bahan pembunuhan serangga golongan karbamat yang digunakan luas dimasyarakat. Pada pemeriksaan dalam ditemukan tanda pembendungan pada alat dalam. KERACUNAN INSEKTISIDA Insektisida merupakan bahan yang digunakan untuk membunuh serangga. yang pada pemeriksaan jenazah petekie pada substantia alba otak atau gambaran infark atau ensephalomalacia yang simetris. saluran pencernaan hiperaktif. Bagaimanapun juga test kasar tidak disarankan sebagai alternative yang digunakan. lakrimasi. Kadang -kadang ditemukan tanda-tanda asfiksia dan hiperemia viscera. Pada golongan organofosfat inhibisinya bersifat irreversibel. Saran lain mengenai indikasi CO adalah ketika jaringan dimasukkan dalam larutan garam untuk kepentingan histologis. diagnosis kematian akibat keracunan CO ditegakkan dengan bantuan pemeriksaan di TKP atau gambaran klinis saat korban baru dirawat. mereka tidak terjadi pewarnaan secara cepat sama seperti jaringan normal dan tetap merah muda sepanjang periode. Kerusakan jaringan hati biasanya merupakan penyebab kematian pada keracunan kronis. golongan karbamat : carbaryl. rodentisida. Roman s 4n6 Ed. baygon 3. maka kadar COHb dalam darah sudah kembali rendah dan lebam mayat tidak akan berwarna merah terang. dll. seperti tidak ada met-Hb yang terbentuk. tapi batas pasa hipostasis dan warna bagian dalam dapat terbukti. Pada korban keracunan CO yang sempat mendapat pertolongan dan baru meninggal beberapa saat (hari) kemudian. Juga dapat tercium bau pelarut insektisida. Inhibisi mengakibatan terjadinya akumulasi asetilkoloin. paraxon.mengakibatkan kematian. golongan fosfat organik : malation. Pembunuhan dengan racun jenis ini jarang terjadi. dan hilangnya kontrol terhadap sfingter. Tanda dan gejala lain yang sering terjadi antara lain sakit kepala. Jika keracunan CO dicurigai pada autopsi. yang digunakan untuk mengendalikan hama. paration. antara lain : 1. konvulsi. Wongso D 160 . rangsangan pada saraf kolinergik diperpanjang. sekresi saluran napas. Insektisida yang sering digunakan.

Hindari makanan mengandung minyak dan lemak 2.tidak nafsu makan . edema paru. Gejala-gejala Bergantung dari cara masuknya racun kedalam tubuh. Tahap awal: sakit kepala. Gejala-gejala: . Wongso E 161 . Fenobarbital dapat digunakan untuk mengendalikan tremor KERACUNAN ORGANOFOSFAT Racun ini dapat diserap melalui berbagai jalur. tremor. koma dan akhirnya meninggal. muntah. suntikan atropine 3. ataksia. tidak boleh diberikan makanan yang mengandung minyak atau lemak Keracunan kronis Biasanya akibat inhalasi atau penyerapan kulit dalam jangka waktu yang lama. misalnya pusing. takikardi. misalnya fasikulasi dan fibrilasi otot.tremor . yaitu karena berkumpulnya porfirin pada kelenjar lakrimalis. mual. paralisis. tremor. misalnya mual. muntah. simtomatik 5.kejang dan koma Penatalaksanaan: 1. dan meninggal d. efek nikotinik. Cara Kerja Racun mempengaruhi neuromuscular junction dan sinaps pada ganglion. koma. air mata merah. pandangan kabur dan mulut berbusa Tahap lanjut: muntah.gelisah . 20 by Syaulia.insomnia . efek muskarinik. inkoordinasi. miosis. keringat. Efeknya adalah: a. muntah. kejang. Andire eki. fenobarbital bisa digunakan 4. dan spasme bronkus b. salvias.KERACUNAN DDT Cara kerja : Merangsang sistem saraf pusat Keracunan akut: Bisa terjadi secara tidak sengaja atau karena upaya bunuh diri. takipne c. efek pada sistem saraf pusat. Gejala : Mual. 53-150 mg intramuscular atau 100-400 mg melalui oral. Periode fatal : 1 sampai 3 jam Roman s 4n6 Ed. kejang otot abdomen. Dosis fatal : 30 gram Periode fatal : 24 jam Penatalaksanaan: 1. bilas lambung 2. dada terasa tertekan.

2. rasa sangat haus disertai mual. Mudah larut dalam asam lambung. suntikan fenobarbital diberikan untuk mengatasi kejang-kejang 5. tidak larut dalam air. diberikan reaktivator kolinesterase yang spesifik seperti diacelyemonoxial (DAM) atau Pyridine 2-aldoxima methiodide (P2AM) 4. As2 O3 ini berupa serbuk putih atau kadang kristal halus dengan sedikit rasa (lemah) bahkan dapat dikatakan tidak berasa sama sekali dan tidak berbau.gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit mengakibatkan dehidrasi dan kejang otot. pengobatan simtomatik seperti pemberian oksigen.tenesmus yang disertai tinja berwarna hitam karena banyak mengandung darah dan banyak mengandung cairan seperti diare pada kolera .berkurangnya produksi urin. tadak berbau (As2 O3) dan tidak berasa. mordant) maupun dalam bidang pengobatan (sedian-sedian yang mengandung arsenikum baik sebagai senyawa anorganik maupun organik). jika dengan atropine tidak ada perbaikan. 20 by Syaulia. selain itu arsen dianggap merupakan racun kapiler dan menyebabkan dilatasi kapiler. bilas lambung dilakukan dengan larutan kalium permanganate 3. Arsen mengiritasi jaringan. Atropine akan menghambat efek muskarinik dan efek racun pada susunan saraf pusat.Penatalaksanaan 1.nyeri akut pada abdomen. aspirasi atau trakheostomi dilakukan jika perlu. industri (sebagai pengotoran dari zat warna. mukosa lambung mengalami inflamasi disertai dengan perdarahan petekia 3. yang beracun adalah dalam bentuk garam. Dehidrasi dan syok harus segera diatasi Autopsi 1.tanda syok akan menonjol pada tahap menjelang kematian . menekan sisem saraf dan menghalangi respirasi. Suntikan ini bisa diulangi jika perlu sampai mencapai dosis maksimum yaitu 50 mg. keracunan paling sering terjadi karena upaya bunuh diri 2.koma. retrosternum dan epigastrium. Bentuk lain dari arsenikum ini adalah Arsine dan Ethylarsine dimana berada dalam bentuk gas. muntah dan diare . terdapatnya sel darah merah pada urin dan selanjutnya dapat mengalami gagal ginjal . Arsen dalam bentuk metal tidak beracun. kejang dan meinggal Roman s 4n6 Ed. Jumlah yang sangat sedikit sudah dapat membunuh seseorang (30-300 mg). Bentuknya seperti bubuk giling. mungkin karena perforasi lambung . keracunan karena ketidaksengajaan adalah pada penyemprotan 3. Timbulnya gejala biasanya dalam waktu 2 jam setelah masuknya racun. ditemukan tanda-tanda asfiksia 2.rasa terbakar pada tenggorokan. Wongso F 162 . pembunuhan dengan racun jenis ini jarang terjadi KERACUNAN ARSEN As2 O3 atau arsen trioksida atau disebut juga acidum arsenicosum merupakan senyawa yang sering dan penting artinya dalam hubungannya dengan keracunan. Senyawa arsenik ini banyak ditemukan dalam bidang pertanian (rodenticide). Pasien menjadi gelisah . Arsen menyebabkan : . Diberikan suntikan atropine sulfat 2 mg secara intramuskuler. dalam bentuk gas biasanya berbau bawang putih. Arsen tidak berwarna. Andire eki. paru-paru tampak mengalami edema. inflamasi dan perdarahan Kepentingan dari segi medikolegal 1. Cara kerja keracunan akut berupa gangguan metabolisme seluler dengan menghambat sistem enzim sulfhidril.

Ginjal mengalami nephrosis dengan albuminuria dan hematuria . delirium. masih ada kemungkinan untuk bertahan hidup.Degenerasi toksik pada hepar yang kemudian berkembang menjadi acute/subacuteyellow atrophy disertai toxic jaundice hebat.Stupor atau semicomatous .Perdarahan multiple pada lapisan sub serosa jaringan . Bila kasus keracunan lebih hebat maka timbul gejala seperti muka kebiruan dan cemas. timbul muntah dan diikuti diarrhea setelah 1-2 jam kemudian. 3. kadang-kadang bercampur darah . Gastrointestinal Type Merupakan gejala yang paling utama dijumpai dan khas.Circulatory collapse dengan tekanan darah turun/rendah . Andire eki. Gejala klinis diatas sangat inddividual. 2. .Cramp dan dehidrasi .Kadang-kadang kejang dan adakalanya tampak/ tidak tampak gejala iritasi gastrointestinal Kematian terjadi dalam waktu kurang dari 24 jam. antara lain: . Acute Paralytic Timbul mendadak setelah korban keracunan dengan dosis besar serta absorbsinya berjalan sangat cepat. usus maupun organ-organ parenchym segera setelah keracunan.Pernafasan sukar dan dalam . Gejalanya: . dimana satu penderita condong menunjukkan gejala profuse diarrhea sebagai gejala utama. albuminuria. kulit pucat dan dingin. bengkak seluruh tubuh. akibat lesi-lesi pada lambung.Muntah berkepanjangan.Rasa sakit dan cramp pada perut .Traktus Gastrointestinal mengalami inflamasi dan kronis serta diarhea berkepanjangan . Subacute Type Timbul apabila senyawa arsenikum diberikan dalam dosis kecil berulang kali dalam interval waktu tertentu. Roman s 4n6 Ed. atau akibat pemberian dalam dosis besar tetapi tidak segera menimbulkan kematian dan menimbulkan efek keracunan selama dieksresikan (slow excretion). serta dehidrasi akibat hilangnya cairan tubuh.Rasa haus yang hebat.Mulut terasa kering . sakit tenggorokan . Kematian terjadi dalam beberapa jam sampai beberapa hari dan apabila penderita dapat melewati serangan pertama.Denyut nadi cepat dan lemah .Ada 4 tipe gejala keracunan: 1. yang lain lebih condong menunjukkan gejala muntah atau kombinasi dari gejala-gejala tersebut pada penderita lainnya. retensi urin. cramp pada kaki bagian atas.Skin eruption. Wongso G 163 . beberapa kasus tampak penderita mengalami keratosis kulit. 20 by Syaulia. .Profuse diarrhea dengan faeces bercampur darah. Gejala yang menonjol adalah akibat depresi susunan saraf pusat yang hebat khususnya pusat-pusat vital dimedulla. berat badan menurun serta keadaan umum korban makin buruk. Kematian dapat terjadi beberapa hari kemudian.

KERACUNAN ALKOHOL Alkohol ada 2 jenis: y Etil alkohol / Etanol (C 2H5 OH) y Metil alkohol / Metanol (CH3 OH) Alkohol bersifat racun bagi otak. nausea. Untuk mendiagnosis keracunan akibat arsen dilakukan pemeriksaan toksikologi pada isi lambung. berwarna merah disertai perdarahan submukosa. gejala-gejala pada sistem pencernaan sangat minimal.9% y Rectified spirit (alkohol yang dimurnikan) : 90% y Methylated spirit (alkohol denaturasi) : 95% y Rum dan minuman keras lainnya : 50-60% y Whisky. dan diare . Mukosa sistem pencernaan mengalami inflamasi. pemeriksaan terhadap rambut. Tetapi pada beberapa kasus. Chronic Type Type ini dapat berkembang/ terjadi setelah gejala akut mereda. Kematian mendadak akibat syok mungkin terjadi karena arsen dalam dosis tinggi. mudah menguap dan mempunyai aroma yang khas. . kuku. Alkohol murni berupa cairan yang bening. pemeriksaan luar didapatkan tanda-tanda dehidrasi. Selanjutnya mungkin mengalami edema paru akut. pasien akan batuk darah dengan dahak yang berbusa. nyeri prekordium. seperti mata cekung dan penonjolan tulang-tulang wajah. Paralisis seluruh anggota badan mungkin terjadi sebelum kematian. kelopak mata bengkak . Isi lambung berwarna gelap.4.Mata mengalami hiperkeratosis. kehilangan kesadaran dan meninggal. Pasien merasa pusing. bahkan tidak sama sekali.Hiperkeratosis terutama tampak jelas pada telapak tangan dan telapak kaki Pada kasus racun arsen dalam bentuk serbuk arsen. misalnya: y Alkohol absolut : 99.Garis melintang pada kuku berwarna putih. dan tulang akan memberikan hasil positif. Pada kasus keracunan kronis. delirium. Tampak gejala-gejala: . Gin dan Brandy : 40-45% y Port. Pada kasus kematian akibat keracunan arsen. . Alkohol terdapat pada berbagai jenis minuman. Pada pemeriksaan dalam. Sherry : 20% y Anggur (wines) : 10-15% y Bir : 4-8% y Berbagai jenis minuman keras daerah : 5-10% Roman s 4n6 Ed. arsen dalam jumlah besar akan menyebabkan muntah sehingga mengeluarkan sebagian besar racun tersebut dan pasiennya selamat. Membran mukosa mempunyai rugae dan di antara rugae bisa ditemukan lendir yang kental dan mengikat partikel racun.Anaesthesia . 20 by Syaulia. gangguan pernapasan dan sianosis.Kadang tampak gastroentritis kronis disertai anoreksia.Paralyse dan atrofi otot-otot tangan dan kaki sebagai akibat neuritis kronis disertai dengan degenerasi saraf yang dimulai dari bagian perifer dan berjalan ke arah sentral. Andire eki.Rambut dan kuku rontok . Wongso H 164 . mukosa mulut biasanya normal tetapi bisa tampak tanda-tanda inflamasi.Kulit mengalami hiperkeratosis dan hiperpigmentasi . Pada beberapa kasus.

Wongso I 165 . Kadar puncak dalam darah adalah 30 menit setelah meminum alkohol. Proses absorpsi semakin cepat jika terdapat air dalam saluran usus atau lambung dalam keadaan kosong. Tahap merasa dalam keadaan senang Pasien sadar dan merasa senang karena penekanan pada pusat pusat hambatan di otak. Wine (anggur) merupakan jenis minuman yang paling cepat penyerapannya. Jenis keracunan alkohol Keracunan alkohol bisa bersifat: y Akut y Kronis y KERACUNAN ALKOHOL AKUT Terdiri atas 3 tahap: 1. keadaan ini disebut fenomena pelepasan (release phenomenon). Tahap ini bisa berlangsung lama dan dapat terlihat pada semua kasus. paru-paru. Roman s 4n6 Ed. misalnya meminum air. Tahap kebingungan Keadaan ini adalah akibat penekanan pada pusat-pusat lainnya pada otak sehingga berkaitan dengan: Inkoordinasi-ataksia atau gerakan yang lambat Pasien tidak dapat berjalan lurus Percakapan tidak jelas. Sisa yang 10% diekslresikan melalui kulit. Metabolisme alkohol terutama terjadi di hati (90%) dan mengalami oksidasi. Andire eki. Konsentrasi alkohol dalam darah sudah bias ditemukan dalam waktu 5-10 menit setelah meminum alkohol. dimana setiap 1 gram dapat menghasilkan 7 kalori. Tanda-tandanya: y Muka merah y Pasien sangat banyak bicara y Pasien kehilangan pengendalian diri y Gangguan pada pengendalian gerakan-gerakan halus. 20 by Syaulia. kelenjar liur dan ginjal. memasukkan benang ke dalam jarum. inkoheren dan sengau Penglihatan kabur Kemudian pasien akan memasuki fase setengah sadar dan akhirnya menjadi tidak sadarkan diri. Alkohol bisa menjadi sumber energy yang baik. Ada kalanya pasien menjadi: y Berperilaku kasar y Bersifat sentimental y Inkoordinasi y Pupil sedikit mengalami dilatasi dan bereaksi terhadap cahaya y Pernafasan berbau alkohol Perlahan-lahan pasien akan memasuki tahap kebingungan 2. Dibutuhkan waktu yang lama agar kadar puncak alkohol dalam darah ini bisa menyebabkan habituasi (ketergantungan) dan keadaan lainnya seperti gastritis dan anemia. Pada tahap ini pasien masih bisa dibangunkan dengan suara yang kuat atau cubitan.Metabolisme Absorpsi terutama dari usus halus (80%) dan lambung (20%).

Andire eki. kemudian bilas lambung dilanjutkan sampai hasil bilasan lambung tidak mengandung bau alkohol. y Pernafasan lambat dan mendengkur y Denyut nadi cepat dan halus y Pasien tidak dapat dibangunkan walaupun dengan guncangan keras y Suhu tubuh di bawah normal (hipotermia) y Pupil sedikit mengalami konstriksi y Kematian terjadi karena. . alkohol absolut sebanyak 2 oz juga sudah dapat berakibat fatal. Tahap koma Sebelum memasuki tahap ini pasien masih bisa sembuh dan kembali pada tahap pertama. Alkohol sebanyak 75-80 gr akan menimbulkan keracunan akut dan 250-500 gram alkohol takaran fatal. Pada buku lain juga mengatakan takaran alkohol untuk menimbulkan keracunan bervariasi tergantung dari kebiasaan minum dan sensitivitas genetik perorangan.0007) Bagi orang dewasa. Tetapi perlahan-lahan pasien akan memasuki tahap koma.Penekanan pada pusat otak yang lebih tinggi .Anoksia otak akut . Misalnya alkohol absolut sebanyak 5 oz dapat berakibat fatal. tetapi juga bergantung pada kebiasaan seseorang dan jenis minumannya. Wongso P 166 .3. Kadar alkohol darah dari konsumsi 35 gram alkohol dengan menggunakan rumus: A= C x P x R A : jumlah alkohol yang diminum C : kadar alkool darah(mg%) P : berat badan(kg) R : konstanta (0. pada beberapa kasus bisa agak panjang yaitu antara 5-6 hari Penatalaksanaan Jika pengobatan diberikan pada saat yang tepat sebelum pasien masuk dalam tahap koma. Zat kimia perangsang muntah hanya digunakan jika keadaan umum pasien cukup baik. Umumnya 35 gram alkohol menyebabkan penurunan kemampuan untuk menduga jarak dan kecepatan serta menimbulkan euforia. Periode fatal bisanya antara 12-24 jam. y Untuk mengeluarkan racun bisa diupayakan agar pasien muntah secara mekanis yaitu dengan menekan orofaring. y Berikan minuman hangat seperti teh atau kopi Roman s 4n6 Ed. Bahan yang dperoleh dari bilasan lambung yang pertama diambil untuk bilasan kimia. dosis sebanyak 150-200 mL alkohol absolut sudah dianggap bisa berakibat fatal.Pneumonia atau edema paru y Sebelum kematian mungkin mengalami kejang-kejang Dosis fatal Dosis bukan hanya tergantung dari jumlah yang diminum. Periode fatal Jika alkohol diminum dalam jumlah yang banyak oleh seseorang yang tidak mempunyai kebiasaan minum alkohol bisa menyebabkan kematian dalam beberapa menit. yaitu ketika refleks tubuh sudah tidak ada dan mata mengalami konstriksi dan tidak bereaksi terhadap cahaya. y Bilas lambung harus dilakukan walaupun pasien dalam keadaan tidak dapat dikendalikan. 20 by Syaulia. Untuk anak-anak berusia dibawah 12 tahun. maka kemungkinan besar dapat sembuh.

kedalam larutan tersebut ditambahkan insulin 15 unit. berwarna merah dan isi lambung berwarna coklat y Organ tubuh lainnya mengalami kongesti y Edema otak sangat jelas terlihat dari jarak antara gyrus otak yang semakin sempit Bagian tubuh yang diperlukan untuk pemeriksaan kimia: y Darah y Paru-paru y Otak Pada bahan yang diambil tidak boleh ditambahkan zat pengawet dan pemeriksaan dilakukan sesegera mungkin. Pemeriksaan dalam y Bau alkohol bisa tercium dari isi lambung dan organ tubuh lainnya y Dinding lambung hiperemis. niasinamida 200 mg dan vitamin C 1000 mg y Antibiotik diberikan sebagai tindakan profilaksis terhadap infeksi paru-paru Pasien diawasi dan diperhatikan tanda-tanda penyembuhan. yaitu. mual. vitamin B1 200 mg.y Penafasan buatan serta oksigen diberikan jika ditemukan adanya tanda -tanda penekanan pernafasan y Obat stimulansia sepert coramine. Korban biasanya adalah penderita psikosis atau neurosis. Wongso Q 167 . Andire eki. Mayat penderita bisa bertahan lebih lama. diberikan soda bikarbonat melalui oral y Jika pasien gelisah diberikan mephenisine dengan dosis 1-3 gram y Jika perlu diberikan 1000 cc glukosa 10% serta garam fisiologis secara intravena. Gejala yang dialami: y Nafsu makan menurun. Pemeriksaan luar y Kaku mayat dan pembusukan lebih lambat terjadi. y Pasien kembali memasuki tahap kebingungan y Ukuran pupil kembali normal y Mulai timbul gejala mual dan muntah Gambaran Post-Mortem 1. sehingga alkohol digunakan sebagai pelarian dari kenyataan hidup. nikethamide diberikan dalam bentuk suntikan y Upayakan agar suhu tubuh pasien selalu hangat y Untuk mengatasi asidosis. muntah dan diare y Tremor pada tangan dan lidah y Gangguan daya ingat dan kemampuan menilai y Jika telah berlangsung lama bisa menyebabkan hipoproteinemia yang mengakibatkan edema anasarka y Selain mengalami stres psikologis. y Kongesti pada konjungtiva sangat jelas 2. pasien juga mengalami neuritis perifer dan demensia yang akan semakin nyata pada tahap akhir y Pasien kemudian secara tiba-tiba mengalami koma dan pingsan Roman s 4n6 Ed. KERACUNAN ALKOHOL KRONIS Keadaan ini terjadi karena meminum alkohol dalam jangka waktu yang lama. 20 by Syaulia.

Kadar alkohol dalam urin lebih stabil tetapi hasil pemeriksaan melalui urin ini menjadi kurang bermakna karena senyawa lainnya seperti aseton. Hal ini sangat berguna untuk menerangkan mengenai kasus kematian mendadak. Pemberian vitamin ini harus tetap diberikan untuk jangka waktu yang cukup lama Gambaran Post-Mortem y Mukosa lambung tampak menunjukkan hiperemi dan hipertrofi y Hati dan ginjal mengalami kongesti. dengan demikian dia tidak mampu untuk bertindak dengan baik dan aman pada dirinya sendiri dan orang lain di sekitarnya.6% Asfiksia darah Roman s 4n6 Ed.1% Orang akan merasa gembira y 0. Dampak yang terjadi dari segi medikolegal adalah: y Kecelakaan lalu-lintas y Kecelakan industri y Gangguan hubungan antar pribadi (masalah perkawinan) y Cedera y Pembunuhan 2. Pada beberapa kecelakaan industri. Andire eki. Secara farmakologi dampak yang terjadi adalah akibat toleransi dan ketergantungan tubuh.Penatalaksanaan y Keadaan ini bisasanya adalah masalah psikiatri karena berbagai masalah yang melatarbelakangi kebiasaan minum alkohol tersebut y Kebiasaan minum alkohol harus dikurangi dengan memberikan tablet antabuse (Tetra erthylthiuram disulphide) dengan dosis 0.5% Koma y 0. eter.75 gram per hari.25 sampai 0. Kadar alkohol dalam darah dan dampaknya adalah sebagai berikut: y 0. Alkoholisme adalah keadaan dimana setelah meminum alkohol secara berlebihan seseorang tidak dapat menjaga kesehatannya. Tablet antabuse hanya diberikan dengan persetujuan pasien karena keadaan pasien akan sangat memburuk jika setelah mendapat tablet Antabuse pasien kembali meminum alkohol. Alkohol bisa diperiksa melalui darah dan urin. y Makanan dengan gizi yang seimbang y Pemberian multivitamin untuk mengatasi adanya defisiensi. Untuk tujuan yang sama bisa juga diberikan tablet Temposil (Citrated calcium carbimide) dengan dosis 50 mg per hari. Kepentingan dari segi medikolegal 1.15% Batas keamanan untuk mengemudikan kendaraan bermotor di jalan raya y 0. Wongso R 168 .4% Kesadaran menurun mengakibatkan delirium stupor y 0.2-0. Kadar alkohol dalam darah sangat bervariasi tergantung kepada oksidasi jaringan. tidak mampu melakukan kegiatan bermasyarakat atau keduanya. paraldehida juga bisa menunjukkan hasil pemeriksaan seperti alkohol.2% Tingkat intoksikasi menengah y 0. 20 by Syaulia. sering seseorang tersangka menyatakan bahwa dirinya dalam keadaan mabuk sebagai upaya pembelaan. Pada hati terdapat infiltrasi lemak dan perubahan sirosis y Jantung membesar dan menunjukkan adanya infiltrasi lemak Mabuk Alkohol Keadaan mabuk adalah jika seseorang meminum alkohol dalam jumlah yang sangat banyak sehingga orang tersebut tidak dapat menguasai dirinya baik secara fisik dan mental. kecelakaan lalu lintas dll.

Pada jantung. trigliserida dan asam urat meningkat. Pemeriksaan Kedokteran Forensik 1. Pada hati akan terjadi penimbunan lemak dalam sel hati. hialinisasi. fibrosis endokardial dengan tanda trombi mural pada otot jantung. Pada saluran pencernaan : alkohol dalam takaran tinggi dalam waktu lama akan menimbulkan kelainan pada selaput lendir mulut. Seluruh organ menunjukkan tanda perbendungan. SGOT dan SGPT. Kelainan pada orang yang sudah meninggal tidak khas. Laboratorium Untuk korban meninggal dapat diperiksa kadar alkohol dalam otak. 6. pada 500-600 mg% dalam darah. Pada jantung dapat terjadi kardiomiopati alkoholik dengan payah jantung kiri dan kanan dengan distensi pembuluh balik leher. pada bagian parenkim organ inflamasi mukosa saluran cerna. Pada autopsi bisa ditemukan memar pada cortex cerebri. Sebab dan mekanisme kematian Mekanisme kematian terutama akibat gagal hati dan ruptur varises esofagus akibat hipertensi portal.Reaksi alkohol pada setiap orang berbeda-beda dan reaksi alkohol pada orang yang sama juga berbeda-beda pada setiap waktu bergantung pada faktor lingkungan dan sifat dasar orang tersebut Alkohol merupakan penyebab ketergantungan dan keracunan paling sering. Pada orang yang masih hidup dapat diientifikasi dari bau alkohol yang keluar dari udara pernafasan. Andire eki. 2. Wongso S 169 . Pada otot akan ditemukan miopati alkoholik dan histologis di jumpai atrofi serat dan perlemakan jaringan otot. 20 by Syaulia. degenerasi bengkak keruh. Kelainan pada keracunan kronis alkohol: 1. Depresi pernafasan terjadi pada kadar alkohol otak lebih besar dari 450 mg%. 7. 3. Pada jantung akan terlihat hipertrofi kedua ventrikel. Otak dan darah berbau alkohol. Pemeriksaan kadar alkohol darah: baik pemeriksaan udara pernafasan atau urin atau dari darah vena 3. alkohol dapat berdifusi dari lambung ke jaringan sekitarnya termasuk ke dalam jantung sehingga bisa diambil darah dari pemeriksaan darah vena perifer seperti di daerah cubiti dan femoralis. penderita biasanya meninggal dalam 1-4 jam setelah koma selama 10-16 jam. Pada pemeriksan histologis dapat dijumpai edema dan pelebaran pembuluh darah dan selaput otak. Seorang dokter akan sering menghadapi masalah seperti ini. Pada mayat. Mungkin ditemukan gejala yang sesuai dengan asfiksia. gambaran serat lintang otot jantung menghilang. hati atau cairan tubuh seperti cairan serebrospinal. berwarna merah gelap. 2. 5. hematom sub-dural akut dan kronis. kemerahan dan tanda inflamasi tapi kadangkadang juga tak tampak kelainan. nadi lemah dan edema perifer. kerongkongan dan lambung berupa gastritis kronis. 4. Penentuan kadar alkohol dalam daram lambung saja tanpa menentukan kadar alkohol dalam darah hanya menunjukkan orang tersebut telah minum alkohol. Mukosa lambung tanda perbendungan. 4. edema dan vakuolisasi serabut otot jantung. Dengan demikian harus ada suatu bentuk pendekatan yang sistematis untuk memeriksa pasien. darah lebih encer. Roman s 4n6 Ed.

dimana proses ini dapat merus atau ak melarutkan racun dan membuat deteksi menjadi tidak memungkinkan. KERACUNAN NARKOTIKA Kematian akibat narkotika lebih sering karena kecelakaan. Kematian akibat narkotika paling sering melalui terjadinya depresi napas. pemeriksaan toksikologi juga dilakukan pada cairan empedu serta te mpat masuknya narkotika tersebut (jaringan sekitar suntikan pada pemakai narkotika suntikan. Tetapi apabila warna kuning kehijauan menunjukkan kadar etanol sekitar 80 mg%. dan interval waktu antara onset gejala dan kematian. Tutup sel mikrodifusi dan goyangkan dengan hati-hati. Encerkan dengan 500 mL aquadest. Pembendungan ditemukan pula pada organ-organ tubuh lainnya. isi lambung pada mereka yang menelan narkotika). atau terinhalasi. diinjeksi. riwayat kesehatan. Andire eki. misalnya pada lipat siku.7 mg kalium dikromat ke dalam 150 mL air + 280 mL asam sulfat dan terus diaduk. terdapat banyak bahan yang beredar di masyarakat yang dapat menyebabkan kematian jika dicerna. Sebarkan 1 mL darah/urin dalam ruang sebelah luar dan masukkan 1 mL kalium karbonat dalam ruang yang berlawanan. perlu diperhatikan akan adanya bekas suntikan yang baru dan lama. pemberian terapi sebelum meninggal. temuan pada autopsi. Kadangkala ditemukan tatto pada tempat yang tidak lazim. 20 by Syaulia.Metode sederhana untuk menentukan kadar alkohol dalam darah disebut teknik modifikasi mikrodifusi (CONWAY) yaitu 1. Spesimen dari sejumlah cairan tubuh dan organ penting untuk mengambarkan afinitas obat dan racun terhadap jaringan tubuh. PEMERIKSAAN TOKSIKOLOGI PADA KEMATIAN AKIBAT KERACUNAN 1. Masukkan 2 mL reagen Anti ke dalam ruang tengah. Spesimen harus dikumpulkan sebelum jenazah diawetkan. Sebelum memulai analisis. yaitu: Mengumpulkan keterangan riwayat keracunan dan spesimen yang sesuai Saat ini. Pengumpulan spesimen untuk analisis toksikologi biasanya dilakukan saat dilakukan autopsi. Contohnya CN dirusak oleh proses pembalseman. Pada para pemakai narkotika dengan suntikan dapat ditemukan pembesaran kelenjar limfe regional. sedangkan warna kekuningan sekitar 300 mg%. dan pekerjaan korban. Pada pemeriksaan jenazah akan ditemukan kelainan pada paru berupa pembendungan hebat dan edema paru hebat. 2. nasal swab pada mereka yang melakukan sniffing. Ahli toksikologi harus membatasi sejumlah material yang dianalisis. penting sekali dilakukan pengumpulan informasi yang mungkin berkaitan dengan fakta keracunan. narcotic lung atau gambaran pneumonia lobaris. 3. obat yang terdapat pada korban. Angkat tutup dan amati perubahan warna pada reagen 4. Apabila reagen berwarna kuning kenari menunjukkan hasil negatif. Investigasi kematian akibat keracunan dapat dibagi menjadi tiga tahap. Reagen anti dibuat dengan melarutkan 7. Wongso T 170 . Biarkan terjadi difusi selama 1 jam pada suhu ruang. Selain itu. Pada pemeriksaan kasus kematian akibat narkotika. Roman s 4n6 Ed. Pemeriksaan toksikologi dilakukan terhadap darah dan urin. Ahli toksikologi harus memperhatikan usia. yang dimaksudkan menutupi bekas suntikan. berat badan. jenis kelamin.

analisis pertama dari organ dalam dilakukan pada hepar. penyuntikan. Cerebrovasculer accident (CVA) c. dan biotransformasi dan membandingkan hasil analisis dengan kasus serupa yang pernah dilaporkan pada literatur yang berkualitas atau kasus serupa dari pengalamannya sendiri. Pemeriksaan toksikologi diperlukan pada kondisi seperti kasus kematian mendadak yang terjadi pada seseorang maupun sekelompok orang. Selanjutnya urin dapat dianalisis. Andire eki. Wongso U 171 . GEJALA YANG MENYERUPAI KERACUNAN (APPARENT INTOXICATION) a. Analisis toksikologi Sebelum memulai analisis. kasus penganiayaan dan pembunuhan (selektif). kasus perkosaan atau kejahatan seksual lainnya. Flash black setelah penyalahgunaan obat g. ketika sejumlah residu racun yang tak terabsorbsi masih ditemukan. karena ginjal merupakan organ ekskresi utama untuk kebanyakan racun dan racun dalam konsentrasi tinggi sering ditemukan pada urin. ahli toksikologi memilih menganalisis pertama-tama jaringan dan cairan dimana racun terkonsentrasi. Pada kasus keracunan dengan racun yang masuk per oral. kematian yang dikaitkan dengan tindakan abortus. kematian setelah tindakan medis. Koma hipoglikemik b. ahli toksikologi harus mempertimbangkan beberapa faktor yaitu: jumlah spesimen yang tersedia. Meningitis f. Trauma otak dan kematian otak e. mengumpulkan laporan hasil analisis berdasarkan toksisitas. kecelakaan transportasi. sifat dasar temuan racun dan biotransformasi racun. Setelah absorbsi pada saluran cerna.2. operasi dan lain sebagainya. Exhaustion setelah kejang atau setelah pemakaian MDMA d. kasus yang memang diketahui atau pasti diduga menelan racun. isi saluran cerna harus dianalisi pertama kali. Roman s 4n6 Ed. khususnya pada pengemudi dan pilot. Syok neurogenik Gejala tak terduga dari penyakit tertentu seperti penyakit Lyme atau tumor otak. Gejala withdrawal h. 3. Jika racun tertentu diduga atau diketahui terlibat pada kasus kematian. obat atau racun pertama-tama dibawa ke hepar sebelum memasuki sirkulasi sistemik. oleh karena itu. 20 by Syaulia. Idiosinkrasi dan reaksi hipersensitivitas i. Interpretasi terhadap hasil analisis Setelah mengumpulkan keterangan-keterangan tentang riwayat kasus keracunan. distribusi.

Dengan jari telunjuk dan jari tengah tangan kiri yang dimasukkan ke dalam lubang insisi ini.  Melepaskan daerah clavicula dengan memotong iga kesatu kearah lateral dan medial pada sendi sternoclavicula. Posisi pisau miring dengan ditekan oleh tangan kiri. PEMBEDAHAN MAYAT  Mayat yang dibedah diletakkan terlentang dengan bagian bahu ditinggikan (diganjal) dengan sepotong balok kecil. Perhatikan apah rongga kandung Roman s 4n6 Ed.  Insisi kulit dilakukan mengikuti garis pertengahan badan mulai di bawah dagu.  Memeriksa ketinggian diafragma untuk mendeteksi adanya pneumothorax atau hematothoraxyang ditandai dengan penurunan diafragma. Kemudian jaringan kulit dan otot tersebut ditarik kearah lateral hingga jaringan yang menegang tersebut dapat dipotong dengan pisau pada tangan kanan. diteruskan kearah umbilicus dan melingkari umbilicus di sisi kiri dan seterusnya kembali mengikuti garis pertengahan badan sampai di daerah simfisis pubis. Menggunakan sepatu tinggi yang terbuat dari karet. Pemeriksa berdiri dibagian kepala jenazah. 20 by Syaulia. Dinding perut yang normal adalah licin. maka dinding perut dapat ditarik atau diangkat ke atas untuk menghindari terpotongnya alat-alat dalam.  Rongga dada dibuka dengan jalan mengiris rawan-rawan iga pada tempat 1 cm medial dari batas tulang rawan dengan masing-masing iga. bisa juga menggunakan jas lab.  Kantung jantung dibuka dengan melakukan pengguntingan pada dinding depan mengikuti bentuk huruf Y terbalik dari tengah.  Lakukan pemeriksaan lebar mediastinum dan periksa juga apa yang ada di rongga dada kiri dengan menarik paru kiri dan jantung untuk mengetahui apakah ada cairan atau darah. cairan atau pus. Insisi pada dinding perut biasanya dimulai pada daerah epigastrium dengan membuat irisan pendek yang menembus sampai peritoneum.  Pemeriksa berada disebelah kanan jenazah untuk yang menggunakan tangan kanan tetapi jika menggunakan tangan kiri. Wongso V 172 .  Memeriksa rongga perut apakah terdapat darah. tidak ada resapan darah pada otot dan kulit agak tebal. Dimulai dari iga kedua terus kea rah caudal. pisau diarahkan ke bagian lateral dan posisi pisau kurang lebih tegak lurus pada costae dan sewaktu mengiris otot-otot yang masih melekat pada costae dibersihkan. yaitu sebaiknya dijepit diantara ibu jari disebelah medial dan jari-jari lain disebelah lateral. sedangkan otot ototnya dibiarkan saja.  Buka daerah dalam. lepaskan otot.  Pada bagian leher. Gunakan apron yang terbuat dari plastik warna putih. Potong agak tegas sehingga tidak merusak kulit. tidak ada fibrin. yang dilepaskan adalah bagian kulitnya saja. Andire eki. pemeriksa berada disebelah kiri jenazah. Perhatikan juga dinding perut. 3. Lepaskan dengan tajam agar tidak memotong alat-alat didalamnya. pada daerah dada potong sampai ke tulang. Kedua tangan ditutup dengan sarung tangan rangkap supaya tidak tercemar bahan-bahan dari mayat.BAB XIV PEMERIKSAAN DALAM FORENSIK (AUTOPSI) PERSIAPAN SEBELUM DILAKUKAN PEMERIKSAAN DALAM 1. 2.  Kulit thorax dan jaringan otot dibawahnya dipegang dengan erat dengan tangan kiri. putih.

iliaca comunis. alat panggul setingga prostat dan wanita 1/3 proksimal vagina. sehingga lidah bias dipegang dengan tangan. Buli-buli dilepaskan dengan memasukkan tangan subperitoneum. Wongso W 173 .             jantung terisi cairan atau darah. faring medial dari arteri karotis. Cairan jantung normal: kuning. dan pada wanita (vagina) terangkat. rectum. pengirisan dilakukan dengan memotong diafragma yang dekat/melekat pada dinding dada dari kanan dan kiri. Pemotongan dilakukan dengan hati-hati. lapis demi lapis agar tidak teriris ginjal kanan serta duodenum pars retroperitonealis. alat-alat seperti uretra. Periksa pula akan adanya luka baik pada kandung jantung maupun pada permukaan jantung sendiri. Pada pria. ukuran bervariasi 10-20 mL Selanjutnya pengeluaran alat leher dimulai dengan melakukan pengirisan dasar mulut menyusuri tepi rahang bawah hingga masuk rongga mulut. Pemotongan otot temporalis agar jika telah selesai dimaksudkan dapat dijadikan tempat jahitan menyatukan kembali atap tengkorak dengan bagian lain tengkorak. Kulit kepala kemudian dikupas kearah depan sampai kurang lebih 1-2 cm di atas batas orbita dan kearah belakang sampai protuberantia occipitalis externa. Untuk melepaskan alat rongga panggul dan perut. masing-masing ginjal sampai memotong a.Pengirisan dilakukan dengan pisau diletakkan tegak lurus pada usus dan digerakkan maju mundur seperti gerakan mengegrgaji. Mesocolon kembali diiris disebelah lateral dari colon descendens dengan memisahkannya juga dari limpa dan ginjal kiri. Otak dikeluarkan dengan memasukkan dua jari tangan kiri digaris pertengahan daerah frontal. untuk kemudian diputus diantara 2 ikatan tersebut. Andire eki. Otot dasar mulut terpotong seluruhnya. gunakan hak agar lebih mudah.olfactorii. Membuka rongga 2 tengkorak dengan penggergajian tulang tengkorak melingkari daerah frontal cm di atas margo supraorbitalis. Colon sigmoid dapat dilepaskan dari dinding rongga perut dengan memotong mesocolon di bagian belakangnya.optici yang Roman s 4n6 Ed. Pengirisan dilakukan sepanjang usus halussampai ileum terminalis. Pemeriksaan kepala dimulai dengan membuat irisan pada kulit kepala dimulai dari prosessus mastoideus. nn. mulai dari bagian distal dan mengurutnya kearah proksimal agar isi rectum dipindahkan ke colon sigmoid dan rectum dapat diikat dengan 2 ikatan. Temukan esofagus dan ikat serta dipotong proksimal dari ikatan tadi sehingga alat leher dan dada bisa dilepaskan. Pada daerah caecum pengirisan dilakukan terhadap mesocolon dengan memotong mesocolon pada bagian lateral dan colon ascendens. Mengeluarkan organ-organ dada dari tulang leher kemudian ditarik dengan tangan kiri sehingga semuanya terangkat. Rectum dipegang dengan tangan kanan. Perhatikan permukaan luar tulang tengkorak apakah ada tanda kekerasan baik resapan darah maupun garis/patah tulang. Dengan sedikit menekan bagian frontal ak tampak falk cerebri an yang dapat dipotong sampai dasar tengkorak. 20 by Syaulia. Dengan tangan kiri memegang pada ujung distal dan mengangkatnya maka mesenterium yang melepaskan usus halus dengan dinding rongga perut dapat diiris dekat pada usus. Potong tulang leher sehingga laring. Pada daerah colon transversum lepaskan perlekatan antara colon dan lambung. Setelah tengkorak dilepaskan duramater digunting mengikuti garis pemotongan tengkorak. kandung kencing serta alat-alat lainnya. jernih. Alat rongga panggul dilepaskan dengan melepaskan peritoneum didaerah simfisis. melingkari kepala kearah puncak dan berakhir pada prosessus mastoideus sisi lain. Kedua jari tangan kiri dapat sedikit mengangkat bagian frontal dan memperlihatkan nn. Cari pangkal usus halus yang paling pangkal (retroperitoneal) yaitu duodenum dan dibuat 2 ikatan dan dipotong diantaranya agar isis duodenum tidak keluar. di temporal 2 cm di atas daun telinga.

luka. 20 by Syaulia. Kemudian dibelah dan lihat penampangnya tampak kelenjar hati yang jelas. darah serta keadaan selaput lendirnya. duramater yang melekat pada dasar tengkorak harus dilepaskan untuk mengetahui apakah dasar tengkorak utuh. warna merah coklat (normal). Periksa tulang thyroid bila baik. rapikan daerah urogenital. lakukan pengikisan untuk menilai adanya jaringan ikat. Pada otak besar lihat dan catat apakah ada perdarahan. contusio dan laserasi. Kekerasan pada daerah leher yang sifatnya lunak sehingga . Potong untuk melihat penampangnya. Normalnya berwarna merah kelabu agak ungu dan pada perabaan seperti busa dan ada derik udara. korteks kuning dan medulla coklat. subarachnoid. Pemeriksaan rongga perut. cari kelenjar suprarenal kanan dan kiri kemudian lepaskan. Periksa jantung dengan melihat adanya perdarahan atau sikatriks. Limpa dilepaskan dari jaringan sekitarnya. Lakukan hal yang sama pada sisi jantung kiri. tepi tajam. normalnya 225-300 gram. Jaringan lunak lapisan otot sampai terlihat apakah ada perdarahan. Perhatikan adanya benda asing. Iris batang otak. normalnya 1/3 dari tebal ginjal dan periksa calyx-nya. Pemeriksaan alat dalam dimulai dari lidah. tebal otot ventrikel dan kiri diukur. pembuluh darah tidak menebal atau kolaps. Paru dibelah untuk melihat penampangnya. Pada bagian otak harus diperiksa apakah terdapat perdarahan subdural. Tractus urinarius dipisahkan dari yang lainnya. Andire eki. Buka daerah atrium. Pembukaan trachea dilakukan dengan melakukan pengguntingan dinding belakang (bagian jaringan ikat pada cincin trachea) sampai mencapai cabang bronchus kanan dan kiri.                kemudian dipotong sedekat mungkin pada dasar tengkorak. edem. Bentuknya tidak teratur atau trapezium. Lepaskan jantung dari jaringan sekitarnya seperti paru. Letakkan bagian depan esofagus dibagian bawah untuk melihat isi selaput lendir Esofagus dilihat dari trachea apakah ada varises atau striktur. esofagus sampai meliputi alat tubuh lainnya. Hati : permukaanya licin. curiga ada contusio. Roman s 4n6 Ed. Cara membuka daerah atrium kanan. Lihat adanya kelainan. atau sisa-sisa infeksi sebelumnya. Jika busa banyak maka curiga adanya edem paru. apakah ada cairan/darah/busa. Inspeksi paru apakah ada perdarahan (aspirasi darah). Aorta dibuka sampai arteri renalis dari atas ke bawah dilihat permukaannya. busa. Lambung dibuka dan dilihat penampangnya. Arteri coronaria jantung dipotong sedikit-sedikit apakah ada perkapuran atau penebalan. perdarahan hanya sampai jaringan otot tidak sampai subkutis. Pankreas dipisahkan dari jaringan sekitarnya lalu nilai penampangnya. periksa katup dan ukur panjang katup serambi dan bilik kanan. warna dan kelainannya. tusuk pisau sampai ventrikel kanan lalu potong kearah lateral sehinga atrium dan ventrikel kanan terbuka. Posterior diletakkan di atas. Timbang paru. infark atau edem cerebri. lakukan pengirisan. Periksa pembuluh nadi koroner dibagian depan a. potong secara horizontal. periksa permukaan. Setelah otak dikeluarkan. Angkat diafragma dan lepaskan. Ginjal dibelah. potong vena cava superior dan inferior sehingga terbuka. Periksa penampang sehat ventrikel apakah ada sikatriks. Jika agak gelap pada daerah tersebut. Perdarahan subdural dengan penyiraman darah akan hilang berbeda dengan subarachnoid. Wongso X 174 . coronaria dinilai dengan cara dipotong sehingga terlihat penampangnya . rata.

. kemudian kedua jari (telunjuk dan tengah) masuk kedalam dan mengangkat otot dari dinding perut. jaringan ikat dari tulang sternum. PROSEDUR MELAKUKAN OTOPSI : .Memakai sarung tangan rangkap agar tidak tertular bahan-bahan dari jenazah. 20 by Syaulia. . potong tulang rawan iga 1 cm medial dari persambungan tulang rawan iga dan iga dengan cara pisau miring dengan tekanan tangan kiri kemudian lepaskan dengan tajam agar sternum mudah dilepaskan. tadi sudah dipotong sampai iga kedua.Pembedah memakai baju tugas dokter di ruang otopsi berwarna putih .Irisan dimulai dari dagu lurus ke bawah sampai suprapubik. . dada.Kemudian kita akan melepaskan daerah clavicula yaitu dengan cara memotong.setelah bagian leher.Dimulai dari tulang iga 2 ke bawah.Pada bagian perut : bagian epigastrium ditembus. Ketinggian diafragma? Jika menurun mungkin terjadi hematothoraks/pneumothoraks dan periksa cairan di dalamnya.Jenazah pada posisi terlentang.Memakai sepatu karet tinggi . Pastikan bahwa otot tidak banyak tertinggal di iga. Lakukan satu kali dan cukup dalam agar tidak merusak kulit. Irisan pada dinding dada dan perut harus lebih dalam daripada leher.Memakai apron .Usahakan pisau tadi menghadapnya keatas sehingga tidak memotong organ-organ dibawahnya tetapi betul-betul hanya melepaskan jaringan dan otot-otot.Sekarang kita lepaskan rawan iga dan tulang dada dari bawahnya dengan cara melepaskan secara tajam.RANGKUMAN FILM OTOPSI I. Wongso Y 175 . . dan perut terbuka PERIKSA : a. ganjal pada bagian leher dan bahu sehingga leher bagian depan terbuka atau terpapar seluruhnya. . putih dan tidak ada fibrin-fibrin)? y Apakah ada resapan darah pada otot? y Berapa ketebalan lemak dan kulit? III. . . Pada daerah pusat (umbilikus) potongan sedikit melingkar ke kiri. II. .Pembedah berdiri pada sebelah kanan jenazah . tidak berulang-ulang dan dalam. . Andire eki.Pada bagian dada : otot-otot dilepaskan dari tulang iga dengan ibu jari tangan kiri terletak didalam dan 4 jari lainnya berada di luar.Pada bagian leher : hanya melepaskan kulitnya saja. PERSIAPAN MELAKUKAN OTOPSI : .Potongan harus tegas. kemudian iga satu akan dipotong dengan sedikit kearah lateral.Kemudian pemeriksa akan berdiri diarah kepala. Otot-otot dibiarkan melekat pada alat-alat leher dibawahnya. darah dan pus? y Bagaimana keadaan dinding perut? y Apakah selaput peritoneum bagus (licin. . Jika ada penurunan maka akan dilakukan test khusus. b. Roman s 4n6 Ed. Pada rongga perut: y Adakah cairan. PEMBUKAAN RONGGA DADA : . Umumnya potongan akan lebih dalam pada bagian dada dan perut.

Artinya dasar mulut atau otot dasar mulut harus terputus seluruhnya.Selanjutnya diperiksa juga apa yang terdapat didalam rongga dada. . . ini gambar.Kemudian kantung jantung kita buka dengan memotongnya berbentuk huruf Y terbalik. . benang ini adalah gambar potongan yang akan kita lakukan. Roman s 4n6 Ed. MENGELUARKAN ALAT-ALAT RONGGA LEHER . .Setelah terlepas.Cairan yang normal adalah berwarna kuning jernih. semua alat-alat subclavicula dipotong. .Setelah terbuka periksalah dari rongga kantung jantung tadi apakah ada cairan atau darah dan lain-lain. kemudian mengambil atau menarik paru-paru dan dada kiri.Kemudian akan masuk kemedial. Setelahdiikat. Potongan pada leher kira-kira sebelah medial arteri carotis.Cara melepaskan alat leher dan dada adalah dengan memasukkan tangan kiri. dipotong di proximal ikatan. kemudian dipotong berikutnya berbentuk huruf Y. kemudian jari telunjuk dan jari tengah menjepit alat leher. sternum didorong kearah kiri. diantara kedua paru-paru berapa lebarnya. sehingga alat leher dan dada dapat dikeluarkan.Untuk memudahkan. .Daerah langit-langit pada palatum mole dipotong dengan menggunakan dasar adalah tulang leher. sternum didorong kearah yang berlawanan. dipisahkan pas pada sendinya sehingga akan nanti terlepas sternum dan rawan iga ini dari claviculanya. . Kalau ada maka dikeluarkan dan diperiksa diukur seberapa banyak. IV. .Kemudian anda melakukan pemeriksaan berapa lebar mediastinum terutama dikaitkan dengan paru-paru. pada saat memotong clavicula kanan. setelah itu dicatat. . larynx dan esofagus terangkat seluruhnya. Akan diperlihatkan bagaimana cara melakukannya. .Kalau sudah terpotong otot-otot dasar mulutnya maka terlihat bahwa lidah bisa dipegang oleh tangan.Setelah itu lepaskan semua alat-alat leher dan dada dengan memotong jaringan yang berada disekitarnya dengan menggunakan dinding dada sebagai alas. ukurannya sangat bervariasi 10-20 ml. Wongso ` 176 .. 20 by Syaulia. masuk kedalam sendi sternoclavicula.Ini akan dipertunjukkan. dipotong ke bawah sampai tulang leher.Lakukan tusukan pada dagu tepat dibelakang tulang rahang bawah sampai masuk kedalam rongga mulut.Kemudian cari esofagus disebelah kiri aorta. Kemudian tarik dengan tangan kiri sehingga seluruh alat leher dan dada terangkat. pisahkan secara tumpul dengan jari kemudian ikat dengan benang agar isi lambung tidak keluar melalui esofagus. misalnya rongga dada kiri.Kemudian kita akan mengeluarkan alat-alat rongga leher dengan melakukan tusukan didaerah anda perhatikan dulu didaerah dagu.Kemudian akan dilakukan potongan seperti pada yang ditunjukkan oleh benang tadi yaitu melingkari bagian dalam dari tulang rahang bawah. lepas seluruhnya hingga pharynx. kemudian dilepaskan dari pembuluh-pembuluh dan organ-organ subclavicula dengan cara: tangan kiri memegang bagian tengah kemudian dilakukan pemotongan dengan menggunakan dasar tulang leher. . Sekarang kita melihat kedalam rongga dada apakah ada cairan dan darah. diberi hak untuk menarik atau membuat sedemikian rupa sehingga daerah leher tadi terbuka. . . . Andire eki. . benang putih itu memperlihatkan bagaimana kita memotong dari atas atau mungkin dari tengah terlebih dahulu. Anda lihat sendiri sekarang.

kemudian melepaskan jaringan sekitarnya sehingga seluruh jaringan terlepas. Setelah yakin bersih. Kulit kepala dikelupas. pengumpulan darah. agar alat alat seperti uretra. Cara memotong seperti ini dapat sekaligus untuk memeriksa usus halus. Roman s 4n6 Ed. . Duramater kemudian digunting mengikuti garis penggergajian dan daerah subduraldiperiksa apakah ada perdarahan.Usus besar dan usus halus akan dikeluarkan .Sampai di caecum kemudian periksa appendix secara makroskopis. VI. baik pada permukaan dalam kulit kepala maupun pada luar tengkorak. Demikian juga dengan diafragma pada bagian yang sebelah kiri car nya sama a dengan yang sebelah kanan dengan cara memotong diafragma menyusuri dinding dada. . Kulit kepala kemudian dikupas kea rah depan sampai kurang lebih 1-2 cm di atas batas margo supraorbitalis dan ke arah belakang sampau sejauh protuberantia occipitalis externa. yaitu mulai belakang telinga kanan sampai telinga kiri.Cari pangkal usus halus yang masuk kedalam daerah retroperitoneal yaitu duodenum. sampai kearah depan hingga ke supra orbita dan bagian belakang sampai kearah oksipital yang paling tengah. 20 by Syaulia.rectum dan pada wanita yaitu vagina terlepas dari jaringan sekitarnya dan kemudian dipotong. Wongso a 177 . mula-mula dengan pisau tumpul. . . ikat pada pangkalnya kemudian ikat lagi agak keatas dan dipotong diantara kedua ikatan. . Perhatikan dan catat kelainan yang didapatkan. Andire eki. setelah bersih kemudian ikat. dibantu secara tajam dari permukaan.Pada rectum.Kemudian lakukan ikatan 2 buah. Pada laki laki setinggi prostat dan pada wanita setinggi sepertiga proksimal dari vagina. . sebagai tanda posisi kulit kepala yang akan dipotong. kemudian setelah terlepas alat ±alat rongga perut akan keluar semua dengan penarikan. Untuk membuka rongga tengkorak dilakukan penggergajian tulang tengkorak melingkar di daerah frontal kurang lebih 2 cm di atas margo supraorbitalis kea rah temporal 2 cm di atas daun telinga. usus diurut keatas dengan tujuan untuk membersihkan kotorannya.Cara melepaskan usus halus adalah dengan menarik usus halus ke atas kemudian potong pada omentumnya. Penggergajian harus hati-hati dan dihentikan setelah tebal tulang tengkorak telah terlampaui.Setelah atap tengkorak dilepaskan diperhartikan adanya kelainan pada permukaan dalam atap tengkorak maupun pada duramater yang tampak. .Kepala dibuka dengan cara membuat irisan pada kulit kepala dimulai dari processus mastoideus melingkari kepala kea rah puncak kepala (vertex) dan berakhir pada processus mastoideus sisi lainnya.V. . Buli-buli atau kandung kencing dilepaskan dari sekitarnya dengan cara memasukkan tangan kira-kira subperitoneum. MENGELUARKAN ALAT-ALAT RONGGA PERUT . Atap tengkorak selanjutnya dilepas dengan pahat T dengan mencongkel garis penggergajian.Sampai ke rectum usus di urut supaya kotoran naik keatas .Pada daerah kepala diikatkan melingkar benang putih. Lalu lepaskan caecum sampai seluruh usus besar terlepas. MEMBUKA KEPALA .Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan diafragma yang dimulai dari dinding ± dinding dada sebelah kanan yang kemudian diangkat kesebelah kiri dengan bantuan tangan kiri untuk melindungi organ ± organ yang ada dibawahnya. .Kemudian dilakukan pemisahan alat-alat rongga panggul dengan jaringan sekitarnya. Kemudian dilakukan juga pemotongan pembuluh pembuluh iliaca sehingga seluruhnya terlepas. lalu potong diantaranya.

Perhatikan permukaan luar dari otak dan catat kelainan yang ditemukan. Pada daerah ini kita memeriksa lapis demi lapis jadi jaringan lunak mulai dari Roman s 4n6 Ed. . 20 by Syaulia. Perhatikan dan catat setiap kelainan yang dapat ditemukan. Perhatikan dan catat setiap kelainan.Otak dikeluarkan dengan memasukkan 2 jari tangan kiri di garis pertengahan daerah frontal antara baga otak dan tulang tengkorak. Olfaktorius. Dari kerongkongan sampai esofagus dibelah dan dibuka untuk melihat apakah ada isinya dan bagaimana keadaan selaput lendirnya. . Perhatikan bentuk cerrbellum.Kalau kita mencurigai daerah yang berwarna agak gelap. medulla oblongata samapai ke bagian proksimal medulla spinalis.kalau tidak ada berarti bukan. Wongso b 178 .Otak kecil diperiksa penampangnya dengan membuat irisan melintang catat kelainan yang ditemukan.Kepala kemudian dikembalikan pada posisi semula dan batang otak dapat dipotong melintang dengan memasukkan pisau sejauh-jauhnya dalam foramen magnum.. . Pada daerah ventral perhatikan keadaan sirkulus willisi.Setelah otak dikeluarkan.Dengan tangan kiri menyanggah daerah baga occipital. tulang rawan gondok. Dengan sedikit menekan baga frontal akan tampak falk serebri yang dapat dipotong atau digunting sampai dasar tengkorak. Andire eki. Kemudian timbang untuk mengetahui beratnya. tentorium cerebelli akan jelas tampak dan mudah dipotong dimulai dari foramen magnum ke arah lateral menyusuri tepi belakang karang tengkorak (os petrosum).Selanjutnya kita memeriksa tulang hyaoid (tulang lidah). Pisahkan otak kecil dari otak besar dengan melakukan pemotongan pada pedenculus cerebri kanan dan kiri. nn optikus yang kemudian dipotong sedekat mungkin pada dasar tengkorak. Singkirkan agak ke samping kemudian kita membuka trakea dengan gunting sampai percabangannya sampai ke paru-paru. . . Hal yang sama kita menilai apakah ada isinya dan bagaimana keadaan selaput lendirnya. . Otak kecil ini kemudian dipisahkan llagi dari batang otak dengan melakukan pemotongan pada pedunculus cerebella. Dengan memiringkan kepala mayat ke salah satu sisi serta jari-jari tangan kiri sedikit menarik/mengangkat baga pelipis sisi yang lain.Kemudian dibalik dan kita melakukan pemeriksaan pada leher bagian depan. Lakukan pemotongan otak besar secara melintang.Batang otak diiris melintang mulai daerah pons. Selanjutnya kita lakukan pemeriksaan dengan pemotongan otak kita lihat penampangnya.Timbang otak. . VII. . perhatikan penampang irisan. Kemudian esofagus dipisahkan dari trakea.Letakkan bagian depannya ke bawah sehingga bagian belakangnya terlihat dari esofagus pada bagian teratas. PEMERIKSAAN ALAT RONGGA LEHER DAN DADA . dan tulang cincin apakah ada kelainan dan patah tulang. Carotis interna yang memasuki otak serta saraf -saraf otak yang keluar pada dasar otak. . dua jari tangan k anan dapat ditempatkan di sisi kanan dan kiri batang otak yang telah terpotong kemudian menarik bagian bawah otak ini dengan gerakan meluksir hingga keluar dari rongga tengkorak. maka daerah tersebut kita sayat sedikit dan kita lihat apakah ada perdarahan pada massa kelabunya(substansia grisea).Kemudian kita akan melakukan pemeriksaan alat-alat rongga leher dan dada. Pemotongan lebih lanjut dilakukan pada aa. Kedua jari tangan kiri tersebut kemudian mengangkat baga frontal dan memperlihatkan nn. Otak besar diletakkan dengan bagian ventral menghadap pemeriksa. . duramater yang melekat pada dasar tengkorak harus dilepaskan dari dasarnya agar dapat diperhatikan adanya kelainan pada dasar tengkorak.

Jantung kita pegang dan kita tarik ke atas sehingga ada diatas dan kita lepaskan dari jaringan sekitarnya pada sejauh mungkin dari jantung. ³Paru-paru di periksa dengan cara: pertama inspeksi. atau resapan darah. Kemudian kita melakukan perabaan. Yang terlihat ini adalah pembuluh nadi yang masih tidak menebal dindingnya dan masih kolaps artinya dia tidak mengalami asklerotik. mungkin sedikit oedema. konsistensinya. dan adakah kelainan di dalamnya. 20 by Syaulia. atau cidera. Pada paruparu ini terlihat lebih dari 400. Lakukan pemeriksaan penampang sekat ventrikel dengan cara meletakkan di atas meja dan memotong dengan arah mendatar. Kemudian anda periksa katup serambi-bilik kanan. Sesudah kita periksa seluruhnya baru kita melakukan pemotongan. atau luka-luka. Paru ±paru yang normal memiliki berat kurang lebih antaa 225 ± 300 gram. lalu diukur. apakah ada kelainan atau resapan darah. mulai dari bagian anterior. dan cairan atau busa. bercakbercak sikatriks. Ini yang dipotong adalah pada daerah arteri -. atau titik-titik perdarahan. Inilah kelenjar tiroid yang sudah terlepas. Kemudian kita periksa pembuluh nadi koroner bagian depan. kemudian paru akan dibelah untuk melihat penampangnya. Pada penampang kita lihat apakah mengalir cukup darah dari potongan. daerah-daerah aspirasi darah. atau atrium kanan. ³Dan dibuka lebih dahulu. jantung sebelah kiri ototnya lebih tebal. Paru-paru ditimbang. konsistensinya. Hubungkan terlebih dahulu antara lubang atau muara dari vena cava superior dengan vena cava inferior. atau teraba derik udaranya. Kemudian tusukkan pisau hingga ke ventrikel sampai mendekati apeks dan dipotong ke arah lateral. Kemudian kita nilai permukaannya adakah bercak-bercak perdarahan. ³Inilah kelenjar gondok. Ukuran ini adalah ukuran lingkaran katub serambi bilik kanan Kemudian potong dengan gunting dari ujung bawah atau apeks ke atas mendekati lebih kurang 1 cm dari sisi septum dan keluar di arteri pulmonalis. tentu saja berarti daerah yang tipis dindingnya. Dinilai bagaimana warnanya. Paru yang normal akan teraba seperti busa atau spons.- - - - - - - - jaringan ikat kita lepaskan sampai dengan otot kita lepaskan sambil memeriksa apakah ada perdarahan di antara otot. atau perlekatan dan sebagainya. maka terlihat Roman s 4n6 Ed. Kelenjar gondok ini kemudian kita pisahkan. kemudian diperiksa ada kelainan atau tidak. Ditemukan katup pulmonalis. Adanya darah dan busa yang berlebihan menunjukkan adanya oedema paru dan perbendungan. sehingga akan telihat satu lubang yang besar pada daerah jantung. Kita pisahkan dulu dari jaringan sekitarnya. Umumnya pau -paru yang normal berwarna merah kelabu agak ungu. Inilah kelenjar thyroid yang sudah lepas. Dengan terkelupasnya otot-otot maka kita dapat melihat kelenjar gondok. Pemeriksaan otot-otot leher ini berguna untuk mengetahui adakah kekerasan pada leher yang sifatnya agak lunak sehingga perdarahan akan terlihat di otot-otot tapi tidak terlihat di subkutis. ukur aorta. yaitu daerah kanan. ³Jantung kita pegang ditarik ke atas sehingga kita lihat dia di atas. Lanjutkan pemeriksaan pada jantung sisi kiri. lepaskan beberapa jaringan yang masih mengikat. Wongso c 179 . Jadi anterior terletak di atas. dengan cara pertama-tama kita buka dahulu pada daerah atrium. infeksi sebelumnya. Kita periksa kemudian adakah kelainan.´ ³jantung diperiksa dengan. dan dinilai bagaimana warna. Arteri koroner kita nilai dengan cara memotong daerah tersebut sehingga melihat penampangnya. sehingga terbuka baik atrium maupun ventrikel kanan. dan kita lepaskan dari jaringan sekitarnya. Andire eki. Jadi diperiksa adakah kelainan dan kemudian diukur. dilihat apakah ada daerah daerah perdarahan.ramus desendens arteri carotis sinistra.

Ginjal yang baik korteksnya kira kira menempati 1/3 dari total ginjal.diperiksa apakah ada sumbatan pada bagian muara atau apakah ada pengapuran atau ketebalan. kiri maupun kanan. penampangnya dan kemudian membelah mengikuti ureter sampai ke buli-buli. Kalau kita potong penampangnya akan terlihat daerah kuning (kortexnya kuning). maka penampangnya memperlihatkan gambaran kelenjar hati yang jelas. Saat menimbang bagian belakang atau posterior terletak diatas. Pada perinsipnya pada waktu kita memotong ginjal. kemudian diteliti adakah kelainan. pada limpa yang normal tidak banyak terjadi fibrosis. yang diperiksa adalah apakah ada bercak bercak perdarahan atau bercak-bercak sikratik. Kemudian diperiksa permukaannya. diafragma diangkat. ototnya tanpa lemak. 20 by Syaulia. kemudian dilepaskan dari jaringan sekitarnya. Kita bisa lihat daerah korteks dan medulla dibedakan. dilepaskan dan dipisahkan. kemudian dipotong untuk melihat penampangnya. Wongso d 180 . ureter dan buli-buli. Limpa dilepaskan dari jaringan sekitarnya. Dengan cara yang sama dicari juga. permukaan licin. Diperiksa. sehingga disana terlihat jaringan yang terletak di sub diafragma. ureter dan buli-buli . Andire eki. Kemudian limfa di timbang. Baru kemudian kita periksa permukaan luar ginjal. Penampang ginjal diperhatikan. kemudian kita periksa kaliksesnya. periksa ginjalnya. permukaan hati yang baik biasanya berwarna merah coklat. maka pada pengikisan jaringan akan banyak yang ikut terbawa. dan setelah itu kita membelah ginjal. Ini adalah kelenjar anak ginjal sebelah kanan. Tebal otot jantung ventrikel kanan kiri dan sekat ventrikel diukur dengan cara membuat potongan tegak lurus. daerah tengahnya atau medullanya berwarna coklat. adakah kelainan. Rongga tengkorak kosong kemudian otak masuk dalam rongga tengkorak Setelah itu tulang tengkorak ditutup kembali Dijahit dimulai dari ujung sebelah kanan Roman s 4n6 Ed. Hati diperiksa permukaannya. kandung kencing. Dilakukan pengikisan. dilepaskan kelenjar supra renal yang sebelah kiri. dilaporkan . kemudian diukur ototnya pada potongan penampang tadi. segitika dan seterusnya. kelenjar supra renal ini bentuknya biasanya tidak beraturan. tepi tajam dan permukaan rata dan kemudian pada waktu pemotongan melihat penampang. ginjal. warnanya. Ini adalah jaringan traktus urinarius. dipisahkan dari sekitarnya dan kemudian kita nilai deskripsinya. lepaskan jaringan diafragma dari hati. kemudian pada percabangannya ke arteri renalis dibuka untuk menuju kearah ginjal dan melihat apakah ada kelainan atau tidak. jadi kemudian nanti diperiksa dengan membelah ginjal. sedikit saja untuk memotong simpai ginjal. Ini arteri koronaria jantung.- - - - - - - penampang otot-otot sekat ventrikel. Demikian halnya dengan dinding sebelah kiri lebih tebal. lalu ³radiks´. Selaput lendirnya berwarna putih kemerahan. Kemudian membuka ginjal dengan memotong jaringan ikat ginjal. Kemudian rapikan daerah urogenitalnya. dinilai. Lambung dibuka berisi sisa makanan diantaranya terlihat nasi dan selaput lendir. Aorta dibuka dari atas kebawah. kemudian traktus urinarius dipisahkan dari yang lain. disana akan ditemukan kelenjar supra renal. dibuka dengan menggunakan pingset. Pankreas dicari. Kelenjar supra renal dilepaskan. berikut rectum yang melekat pada daerah sekitar buli-buli. Dan simpai ginjal ini dikupas dilepaskan dari jaringan ginjalnya secara tumpul. trapezium. Kemudian kita lakukan pemeriksaan ke alat-alat rongga perut. yaitu ginjal. Setelah kita deskripsi dilakukan pemotongan untuk melihat penampangnya dan kemudian ditimbang. kemudian kita akan mencari kelenjar supra renal.

- Ini bekas-bekas jahitan padat dan tidak longgar Persiapan jahitan tubuh Tulang dada di jahit kembali. masukkan kembali organ ke dalam perut Dijahit mulai dari tepi atas tulang kemaluan sesuai dengan bekas potongan terus ke atas.Jenazah dicuci dari kumpulan-kumpulan darah . Wongso 181 . didekatkan iga-iganya Bekas irisan kurang lebih tiga jari. OTOPSI Persiapan Melakukan otopsi Prosedur melakukan otopsi Pembukaan rongga dada Mengeluarkan alat2 rongga leher Mengeluarkan alat2 rongga perut Membuka kepala Pemeriksaan alat rongga leher dan dada Skema.Kemudian jenazah diangkat untuk disimpan diletakkan di dalam kulkas. 20 by Syaulia. Langkah Melakukan Otopsi Roman s 4n6 Ed. Andirezeki. mulai lagi didekatkan dan dijahit rapi dengan benang nilon .

Etika kedokteran dirumuskan sendiri oleh kalangan profesi medik. Berdasarkan ilmu kedokteran inilah disusun standar profesi medik. Bila kebanyakan orang sudah memiliki penilaian yang sama maka terjadilah suatu ³nilai´. dapat pula berupa ³larangan´ dan ³anjuran´. 2. Kompetensi dokter diperoleh melalui penguasaan ilmu dan teknologi kedokteran. Adapun norma yang berlaku di masyarakat adalah: 1. Norma Hukum (Legal Norm) Norma hukum yang mengikat profesi kedokteran dikenal dengan istilah hukum kedokteran (Medical Law). Wongso e 182 . mengajarkannya kepada anaknya. Karena tenaga medik merupakan salah satu tenaga kesehatan. Dokter terhadap masyarakat d. Norma Kesopanan: mengatur hidup antar manusia 4. Norma Agama: norma yang mengatur hubungan manusia dengan penciptanya dan sesama manusia. selain terikat oleh ketentuan hukum kedokteran. Norma Etika (Ethical Norm) Norma-norma etika yang mengikat pelaksanaan profesi kedokteran dikenal dengan sebutan etika kedokteran (medical ethics). Wujud dari etika kedokteran adalah Kode Etika (Code of Medical Ethics). Norma Kesusilaan: mengatur hidup orang pribadi 3. dan seterusnya sehingga menjadi kebiasaan. Norma etika (ethical norm) 3. Roman s 4n6 Ed. Ada 3 macam norma yang mengikat dokter dalam pelaksanaan profesi kedokteran yaitu: 1. Dokter terhadap pemerintah Etika asuhan kedokteran mengatur etika dokter terhadap penderita yang menjadi tanggung jawabnya. Norma disiplin (disciplinary norm) 2. Andire eki. Dokter terhadap paramedis c. Norma hukum (legal norm) Norma Disiplin(Disciplinary Norm) Norma disiplin yang dimaksudkan di sini adalah disiplin Ilmu Kedokteran itu sendiri. 20 by Syaulia. terdapat interaksi antara satu warga dengan warga lain. Orang akan menilai suatu perbuatan tertentu apakah perbuatan yang baik atau tidak. Dokter terhadap sejawat b. dokter juga terikat oleh ketentuan hukum kesehatan (Health Law). Norma tersebut dapat berupa ³perintah´. Kebiasaan yang sudah diterima secara umum (kadang memiliki sanksi bila dilanggar) akan dianggap sebagai suatu ³norma´.BAB XV ASPEK MEDIKOLEGAL PELAYANAN MEDIS DAN MALPRAKTIK MEDIS Dalam bermasyarakat. Etika kedokteran mengatur etika jabatan kedokteran dan etika asuhan kedokteran. Norma Hukum: mengatur ketertiban hidup masyarakat Begitu juga dalam profesi kedokteran ada norma-norma yang berlaku yang disebut sebagai norma profesi. Masyarakat kemudian menggunakan ³nilai´ tersebut dalam kehidupan sehari hari. Etika jabatan kedokteran mengatur sikap: a.

Beauchamp & Childress (1994) & Veatch (1989). Etika Kedokteran 3. Ada ³daerah singgung´ antara pelayanan medik dan hukum !! Roman s 4n6 Ed. Non-malfeasance prinsip tidak merugikan c. Keduanya terwujud dalam berbagai bentuk peraturan perundang-undangan. memulihkan kesehatan atau menghilangkan/mengurangi penderitaan. Andirezeki. meningkatkan. Beneficence prinsip µberbuat baik¶ b. 32/1996 tentang Tenaga Kesehatan  Permenkes No. Wongso 183 . 20 by Syaulia. Hukum adalah keseluruhan asas dan aturan tentang perbu atan manusia yang ditetapkan atau diakui oleh otoritas tertinggi. Lokomotif Ilmu & Teknologi Rel Moralitas dan etika profesi Rambu-rambu & petugas Hukum Tindakan Medik adalah tindakan profesional dokter terhadap pasien dengan tujuan memelihara. Autonomy prinsip menghormati otonomi untuk melakukan atau memutuskan apa yang dikehendaki terhadap dirinya sendiri d. 23/1992 tentang Kesehatan  UU No.Hukum Kedokteran dan Hukum Kesehatan dibuat oleh lembaga negara yang berwenang (lembaga legislatif). Prima Facie terdiri atas: a. Upaya kesehatan ibarat kereta api dengan banyak gerbong. Rahasia Kedokteran Upaya Kesehatanadalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat. Justice prinsip keadilan Dalam profesi kedokteran mengutamakan: 1. seperti:  UU No. 585/1989 tentang Informed Consent Dalam menjalankan profesi kedokteran harus berdasarkan pada PrinciplesBased Ethics Prima Facie yang dikemukakan oleh T. Kebebasan Profesi 2. 29/2004 tentang Praktik Kedokteran  PP No.

n Masalah Pidana Masalah Perdata Masalah Administratif f : melukai orang lain : melakukan perjanjian : harus memiliki ijin praktek yang sah Roman s 4n6 Ed. melainkan juga bagi hukum perdata da administratif. namun mengaharapkan kerjasama pasien yang diwujudkan dengan menuruti anjuran dan nasihat dokter Dalam keadaan penyakit pasien yang tidak terlalu berat. Penyakit baru. Secara yuridis sering dipermasalahkan apakah tidndakan medis yang tidak mengenakkan/menyakitkan itu dapat dimasukkan dalam pengertian penganiayaan yang merupakan konsep hukum pidana . Sebenarnya kualifikasi yuridis mengenai tindakan medik tidak hanya mempunyai arti bagi hukum pidana saja. Mutual Participation Filosofi pola ini berdasarkan pemikiran bahwa setiap manusia memiliki martabat dan hak yang sama. Walaupun dokter mengetahui banyak. Dalam keadaan pasien cukup intelek. Peranan tersebut berupa hak dan kewajiban . disini dokter ³seolah -olah´ dapat melaksanakan ilmunya tanpa campur tangan pasiennya. Wongso 184 . ia tidak semata mata menjalankan kekuasaan. Pasien berperan secara aktif dalam pengobatan dirinya. pelaksanaan hubungan antara keduanya selalu diatur dengan peraturan -peraturan tertentu agar terjadi harmonisasi dalam pelaksanaannya Hubungan Dokter ± Pasien dalam ilmu kedokteran umumnya berlangsung sebagai hubungan biomedis aktif-pasif yang disebut juga hubungan medik. Keduanya membentuk hubungan medik dan hubungan hukum. dengan motivasi altruistis Dalam keadan pasien tidak sadar atau gawat darurat atau gangguan mental berat Guidance-Cooperation Membimbing dan kerjasama. Dokter Aktif Pasien Pasif Kepercayaan Pola Hubungan Dokter Pasien berdasarkanKeadaan Sosial Budaya dan Penyakit Pasien Activity-Passivity Pola hubungan klasik. Dalam melaksanakan hubungan antara dokter dan pasien. penyakit kronis atau ingin memelihara kesehatannya Hubungan Karena Kontrak (Transaksi Terapeutik) Hubungan kontraktual terjadi karena para pihak yaitu dokter dan pasien diyakini mempunyai kebebasan dan kedudukan yang setara. Andirezeki. 20 by Syaulia.y y Dokter dan pasien adalah dua subyek hukum yang terkait dalam hukum kedokteran. Kedua b elah pihak lalu mengadakan suatu perikatan/perjanjian dimana masing-masing pihak harus melaksanakan peran atau fungsi terhadap yang lain.

Wongso g 185 . maka hubungan dokter dan pasien tunduk pada hukum perikatan. Sesuai dengan standar yang berlaku dalam ilmu kedokteran 3.Secara materil. Sumber Perikatan Perikatan bisa terjadi karena 2 macam sebab: 1.  Hubungan dokter-pasien pada masa itu dipengaruhi oleh doktrin medical paternalism (doctor knows his patient¶s best interest).  Perikatan adalah hubungan antara 2 subjek hukum yang melahirkan hak dan kewajiban pada masing-masing pihak Hukum Perikatan  Sebagai sebuah perikatan. Hubungan Hukum Antara Dokter & Pasien  Hubungan hukum adalah hubungan menurut kaca mata hukum  Menurut kacamata hukum (Indonesia). Syarat Sahnya Perjanjian Pasal 1320 BW / KUHPer menentukan bahwa suatu perikatan sah apabila keempat syarat dibawah ini terpenuhi: 1. 2. Paradigma hubungan dokter-pasien berubah dari medical paternalism menuju patient¶s autonomy. Karena Undang-undang Hubungan hukum antara Bapak dengan Anak merupakan contoh perikatan yang lahir karena UU. Perubahan Paradigma Hubungan Dokter-Pasien Seiring dengan makin menguatnya kesadaran pasien akan hak-haknya (especially the right to self-determination). Adanya kesepakatan Roman s 4n6 Ed. Andire eki.  Doktrin medical paternalism adalah perwujudan dari asas beneficence. 20 by Syaulia. Terlebih dahulu mendapat persetuan dari pasien Hubungan Dokter-Pasien  Pada awalnya hubungan dokter-pasien bersifat vertikal (hubungan atas-bawah).  Hubungan semacam ini dikatakan juga sebagai hubungan yang bersifat paternalistik. Adanya kecakapan bertindak 2. sebagaimana hubungan antara bapak dengan anak.  Buku ke 3 BW antara lain menerangkan tentang sumber-sumber perikatan dan syarat sahnya perjanjian.  Hukum perikatan adalah seperangkat aturan hukum yang mengatur tentang perikatan  Aturan-aturan hukum yang mengatur tentang perikatan terdapat dalam Buku ke 3 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (BW). Mempunyai indikasi medis guna mencapai suatu tujuan yang konkrit 2. hubungan dokter-pasien merupakan sebuah perikatan. pola hubungan dokter-pasien berubah kearah hubungan bersifat horisontal (hubungan setara). Anak berhak mendapatkan warisan karena memang UU menentukan demikian. suatu tindakan medik tidak bertentangan dengan hukum bila: 1. Karena Perjanjian Hubungan hukum antara penjual dg pembeli merupakan contoh perikatan yang lahir karena suatu perjanjian.

Tindakan dokter memberikan pertolongan kepada si pasien dilakukan atas perintah undang-undang bukan karena permintaan si pasien. Ketika dokter memberikan pertolongan kepada pasien gawat darurat yang berada dalam keadaan tidak sadar. 20 by Syaulia. dokter dianggap telah memenuhi perikatan apabila ia telah berupaya dengan sungguh-sungguh untuk mengobati si pasien. Wongso h 186 .  Obyek perikatan adalah berupa µusaha sungguh-sungguh untuk kesembuhan pasien¶ dan bukan kesembuhan itu sendiri. dokter dianggap telah memenuhi perikatan apabila hasil kerja (outcome) yang dijanjikan kepada si pasien telah dipenuhi  Misalnya dalam tindakan pencabutan gigi. Roman s 4n6 Ed.  Penerimaan oleh pihak dokter/RS menunjukkan adanya kesediaan untuk mengadakan perikatan  Tindakan medis yang kemudian dilakukan menunjukkan bahwa perikatan benar benar telah terjadi. melakukan sesuatu. atau tidak melakukan sesuatu. Seseorang yang telah memenuhi kewajibannya dengan sempurna di dalam suatu perikatan dikatakan telah memberikan prestasi atau telah berprestasi  Prestasi dapat berupa memberikan sesuatu.3.  Hubungan perikatan semacam ini sering dinamakan pula dengan istilah transaksi terapetik. Perikatan ini bersumber pada undang-undang. Jenis Perikatan  Perikatan antara dokter dan pasien bisa berbentuk resultaats verbintenis ataupun berbentuk inspanning verbintenis  Resultaat verbintenis adalah perikatan yang didasarkan pada hasil kerja (outcome) tertentu. Prestasi  Memenuhi perikatan sama dengan memenuhi kewajiban dalam perikatan  Obyek perikatan dalam ilmu hukum disebut dengan istilah prestasi. terjadilah sebuah perikatan antara si do kter dan si pasien. Resultaats Verbintenis  Dalam perikatan semacam ini.  Inspanning verbintenis adalah perikatan yang didasarkan pada usaha yang sungguhsungguh. Adanya obyek tertentu 4. Inspanning Verbintenis  Dalam perikatan semacam ini. Andire eki. dokter dianggap telah memenuhi perikatan secara sempurna bila gigi yang dimaksudkan telah dicabut secara sempurna. Adanya sebab yang halal Perikatan Dokter-Pasien Perikatan dokter-pasien bisa terjadi baik karena undang-undang maupun karena perjanjian.  Dalam situasi normal perikatan antara dokter dengan pasien bersumber pada perjanjian  Kedatangan pasien ke tempat praktik dokter atau ke RS menunjukkan adanya kehendak si pasien untuk mengadakan perikatan.

Melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan 6. Hak atas informasi 5. Selain dokter dan dokter gigi yang membuat/mengisi rekam medis. wan-prestasi sama maknanya dengan ingkar janji. tindakan dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan. 20 by Syaulia. Mematuhi ketentuan yang berlaku 4.  Seseorang dikatakan telah melakukan wan-prestasi apabila ia:  Tidak berprestasi sama sekali  Berprestasi tetapi tidak sesuai  Berprestasi tetapi terlambat Hak-hak pasien 1.Wan-Prestasi  Kegagalan dalam memenuhi perikatan atau dalam memenuhi kewajiban disebut dengan istilah wan-prestasi. yang dimaksud dengan rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien. Menambah & mengikuti perkembangan ilmu kedokteran Hak dokter 1. Memberikan pelayanan medis menurut standar profesi & standar prosedur operasional 3. pengobatan. Andire eki. Hak untuk menolak cara perawatan tertentu 3. Mematuhi nasehat & petunjuk dokter 3. Memberikan informasi secara lengkap dan jujur tentang kesehatannya 2. Meminta pendapat dokter lain 9. Hak atas rasa aman 7. Menjaga rahasia pasien 5. Merujuk pasien bila tidak mampu 3. Memperoleh perlindungan hukum 2. pemeriksaan. tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Memperoleh informasi yang lengkap & jujur dari pasien atau keluarganya 4. Memberikan pelayanan medis sesuai standar profesi dan SOP 2. Menerima imbalan jasa Rekam Medis Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 749a/Menkes/Per/XII/1989 tentang Rekam Medis dijelaskan bahwa rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien. Hak untuk menolak perawatan tanpa izin 6. Hak pasien atas perawatan 2. Hak untuk memilih dokter yang merawat 4. pengobatan. tenaga kesehatan lain yang memberikan pelayanan langsung kepada pasien dapat membuat/mengisi Roman s 4n6 Ed. Mendapatkan isi rekam medis Kewajiban pasien 1. Hak untuk mengakhiri perawatan 8.  Dalam suatu perikatan yang lahir karena perjanjian. Wongso i 187 . pemeriksaan. Dalam penjelasan Pasal 46 ayat (1) UU Praktik Kedokteran. Memberikan imbalan jasa Kewajiban dokter 1.

tolok ukur norma hukumlah yang diberlakukan. diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah. diancam dengan pidana paling lama tujuh tahun ASPEK MEDIKOLEGAL Dalam pelayanan kesehatan baik di rumah sakit maupun diluar rumah sakit tidak tertutup kemungkinan timbul konflik. Julius Caesar. A. Pada kenyataannya kita sering terjebak dalam menilai suatu perilaku dengan membaurkan tolok ukur etika dan hukum.PUSLABFOR di 5 Kota besar Indonesia Roman s 4n6 Ed. Oleh karena itu dalam praktik harus diterapkan dalam dimensi yang berbeda. atau dengan sengaja memberitahukan atau memberikan kepada negara asing. Untuk mencegah dan mengatasi konflik biasanya digunakan etika dan norma hukum yang mempunyai tolok ukur masing-masing. Andire eki. Konflik tersebut dapat terjadi antara tenaga kesehatan dengan pasien dan antara sesama tenaga kesehatan (baik satu profesi maupun antar profesi).rekam medis atas perintah/pendelegasian secara tertulis dari dokter dan dokter gigi yang menjalankan praktik kedokteran. 20 by Syaulia. berita-berita atau keterangan-keterangan yang diketahui harus dirahasiakan untuk kepentingan negara. kepada seorang raja atau suku bangsa. . maka perbuatan itu hanya dapat dituntut atas pengaduan orang itu. Sejarah Medikolegal o 2980-2900 SM o 1700 SM o 1400 SM o 44 M o 600 M o 1241-1253 M o o o o 1302 M 1823 M 1958 M Di Indonesia : Imhotep : Hammurabi : Hittites : Anthitius. Rahasia Medis Menurut Hipokrates Definisi : Rahasia Medis adalah segala sesuatu yang diketahui oleh karena atau pada saat melakukan pekerjaan di bidang kedokteran Sanksi bagi yang membocorkan rahasia medis: Pasal 322 KUHP 1) Barangsiapa dengan sengaja membuka rahasia yang wajib disimpannya karena jabatan atau pencahariannya baik yang sekarang maupun yang dahulu. 2) Jika kejahatan dilakukan terhadap seseorang tertentu.70 Spesialis Forensik di 15 Kota . Wongso p 188 . Artinya pada saat kita berbicara masalah hukum. terutama Jakarta-Surabaya. Forum : Ming Yuang Shih Lu : ³ Kematian yang Mencurigakan ³: Record of Washing Away of Wrongs (Cina) : Autopsi Medikolegal di Bologna : Sidik Jari : Patologi Forensik sebagai Spesialis : Sejak zaman Kolonial. Pasal 112 KUHP Barang siapa dengan sengaja mengumumkan surat-surat.

Etik.Menjelaskan V et R o Menjelaskan kaitan temuan VeR dengan barang bukti lain o Menjelaskan segala sesuatu dri sisi Ilmiah y Konfidensialitas Dokter o Hindari : Talk too Soon. 20 by Syaulia.B. Prinsip Kerja Medikolegal C.Prosedural o Berhak Menerima Imbalan . Prosedur Medikolegal Tata cara atau prosedur penatalaksanaan dan berbagai aspek yang berkaitan dengan pelayanan untuk kepentingan hokum.Berdasarkan Upayanya . Prinsip Kerja Medikolegal o Prinsip Kedokteran .Obyektif Ilmiah. Wongso 189 . Andirezeki. Talk to wrong person Roman s 4n6 Ed.Tidak berdasar hasil akhir Gambar. D. Talk too much. Impartial. Menyeluruh . Tugas Pokok Medikolegal Tugas pokok Medikolegal adalah membantu proeses hukum melalui pembuktian ilmiah kedokteran : y Dokumentasi Informasi/Prosedur y Dokumentasi Fakta y Dokumentasi Temuan y Analisis dan kesimpulan y Presentasi (Sertifikasi) y Masa Penyelidikan / Penyidikan o Pemeriksaan TKP o Analisis y Masa Penyidikan o Visum et Repertum o BAP Saksi Ahli o Keterangan Ahli y Di Persidangan o Sebagai saksi ahli Pemeriksa : .Sumpah. Standar Operasional Prosedur o Kebebasan Profesi .

Pemberian keterangan ahli pada masa sebelum persidangan dan di dalam persidangan 4.585/1989 tentang Persetujuan Tindakan Medis. Peraturan Perundang-Undangan Yang Berkaitan Dengan Pelayanan Gawat Darurat Pengaturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pelayanan gawat darurat adalah UU No 23/1992 tentang Kesehatan. kewajiban yang timbul pada dokter berdasarkan pada hubungan yang telah terjadi sebelumnya (pre-existing relationship). Wongso q . Hubungan Dokter Dan Pasien Dalam Keadaan Gawat Darurat Dokter-pasien dalam keadaan gawat darurat sering merupakan hubungan yang spesifik. Pengadaan Visum et Repertum 2. Mobilitas petugas yang tinggi Hal-hal di atas menyebabkan tindakan dalam keadaan gawat darurat memil ki i risiko tinggi bagi pasien berupa kecacatan bahkan kematian. Dalam keadaan darurat hal di atas dapat tidak ada dan azas voluntarisme dan kedua belah pihak juga tidak terpenuhi. Tentang Surat Keterangan Medik dan Surat Keterangan Kematian 6. 20 by Syaulia. Pemeriksaan Kedokteran terhadap tersangka 3. maka ia harus melakukannya hingga tuntas dalam arti ada pihak lain yang melanjutkan pertolongan itu atau korban tidak memerlukan pertolongan lagi. dan Peraturan Menteri Kesehatan No. Peraturan Menteri Kesehatan No.E. Beberapa isu khusus dalam pelayanan gawat darurat membutuhkan pengaturan hukum yang khusus dan akan menimbulkan hubungan hukum yang berbeda dengan keadaan bukan gawat darurat. 190 Roman s 4n6 Ed. Perubahan klinis yang mendadak 3. pelayanan gawat darurat berbeda dengan pelayanan non-gawat darurat karena memiliki karakteristik khusus. Situasi emosional dari pihak pasien karena tertimpa risiko dan pekerjaan tenaga kesehatan yang di bawah tekanan mudah menyulut konflik antara pihak pasien dengan pihak pemberi pelayanan kesehatan. Periode waktu pengamatan/pelayanan relatif singkat 2. Untuk itu perlu diperhatikan azas yang khusus berlaku dalam pelayanan gawat darurat yang tidak didasari atas azas voluntarisme. Kompetensi pasien mengahadapi proses pemeriksaan penyidik F. Lingkup Prosedur Medikolegal 1. Dalam keadaan biasa (bukan keadan gawat darurat) maka hubungan dokterpasien didasarkan atas kesepakatan kedua belah pihak. Dokter yang bertugas di gawat darurat menempati urutan kedua setelah dokter ahli onkologi dalam menghadapi kematian. Andire eki. Hubungan V et R dengan Rahasia Kedokteran 5. yaitu pasien dengan bebas dapat menentukan dokter yang akan dimintai bantuannya (didapati azas voluntarisme). Dalam hal pertolongan tidak dilakukan dengan tuntas maka pihak penolong dapat digugat karena dianggap mencampuri/ menghalangi kesempatan korban untuk memperoleh pertolongan lain (loss of chance). Demikian pula dalam kunjungan berikutnya. Aspek Medikolegal pada kegawatdaruratan Karakteristik Pelayanan Kegawatdaruratan Dipandang dan segi hukum dan medikolegal. Beberapa Isu Seputar Pelayanan Gawat Darurat Pada keadaan gawat darurat medik didapati beberapa masalah utama yaitu: 1. Apabila seseorang bersedia menolong orang lain dalam keadaan darurat.159b/1988 tentang Rumah Sakit.

khususnya tindakan medis yang mengandung risiko.23/1992 tentang Kesehatan. Pengaturan di atas menyangkut pelayanan gawat darurat pada fase di Roman s 4n6 Ed. Tentunya upaya ini menyangkut pula pelayanan gawat darurat. orang terlantar dan kurang mampu. Untuk fase pra-rumah sakit belum ada pengaturan yang spesifik. Selanjutnya. Andire eki. di mana dalam pasal 23 telah disebutkan kewajiban rumah sakit untuk menyelenggarakan pelayanan gawat darurat selama 24 jam per hari. di mana seorang dokter wajib melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan. Ketentuan tersebut dimaksudkan untuk melindungi masyarakat dari tindakan seseorang yang tidak mempunyai keahlian dan kewenangan untuk melakukan pengobatan/perawatan. Rumah sakit di Indonesia memiliki kewajiban untuk menyelenggarakan pelayanan gawat darurat 24 jam sehari sebagai salah satu persyaratan ijin rumah sakit. Pengaturan kewenangan tenaga kesehatan dalam melakukan tindakan medik diatur dalam pasal 50 UU No. Pengertian tenaga kesehatan diatur dalam pasal 1 butir 3 UU No. Pengaturan tindakan medis secara umum dalam UU No. sehingga akibat yang dapat merugikan atau membahayakan terhadap kesehatan pasien dapat dihindari. 20 by Syaulia. Dalam pelayanan gawat darurat tidak diperkenankan untuk meminta uang muka sebagai persyaratan pemberian pelayanan.23/1992 tentang Kesehatan dapat dilihat dalam pasal 32 ayat (4) yang menyatakan bahwa ³pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan berdasarkan ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu³. Melihat ketentuan tersebut nampak bahwa profesi kesehatan memerlukan kompetensi tertentu dan kewenangan khusus karena tindakan yang dilakukan mengandung risiko yang tidak kecil. Pengaturan pelayanan gawat darurat untuk fase rumah sakit telah terdapat dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.23/1992 tentang Kesehatan yang merumuskan bahwa ³tenaga kesehatan bertugas menyelenggarakan atau melakukan kegiatan kesehatan sesuai dengan bidang keahlian dan atau kewenangan tenaga kesehatan yang bersangkutan´.159b/1988 tentang Rumah Sakit. Secara umum ketentuan yang dapat dipakai sebagai landasan hukum adalah pasal 7 UU No. Masalah Lingkup Kewenangan Personil Dalam Pelayanan Gawat Darurat Hal yang perlu dikemukakan adalah pengertian tenaga kesehatan yang berkaitan dengan lingkup kewenangan dalam penanganan keadaan gawat darurat.23/1992 tentang Kesehatan tidak disebutkan istilah pelayanan gawat darurat namun secara tersirat upaya penyelenggaraan pelayanan tersebut sebenamya merupakan hak setiap orang untuk memperoleh derajat kesehatan yang optimal (pasal 4) Selanjutnya pasal 7 mengatur bahwa ³Pemerintah bertugas menyelenggarakan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat´ termasuk fakir miskin. Wongso r 191 . yang harus dilanjutkan dengan pengaturan yang spesifik untuk pelayanan gawat darurat fase pra-rumah sakit Bentuk peraturan tersebut seyogyanya adalah peraturan pemerintah karena menyangkut berbagai instansi di luar sektor kesehatan. walaupun dalam UU No.23/1992 tentang Kesehatan sebagai berikut: tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. Dalam penanggulangan pasien gawat darurat dikenal pelayanan fase prarumah sakit dan fase rumah sakit.Pengaturan Penyelenggaraan Pelayanan Gawat Darurat Ketentuan tentang pemberian pertolongan dalam keadaan darurat telah tegas diatur dalam pasal 5l UU No. baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat (swasta).29/2004 tentang Praktik Kedokteran.

di mana pada fase pra-rumah sakit selain tenaga kesehatan akan terlibat pula orang awam. Roman s 4n6 Ed. Dalam hal pertolongan tersebut dilakukan oleh tenaga kesehatan maka yang bersangkutan harus menemelakukanrapkan standar profesi sesuai dengan situasi (gawat darurat) saat itu. Dalam hal itu ketentuan perihal kewenangan untuk melakukan tindakan medis dalam undang-undang kesehatan seperti di atas tidak akan diterapkan.rumah sakit. his family. An emergency is any condition that in the opinion of the patient. Keweme lakukannangan dan tanggung jawab tenaga kesehatan dan orang awam tersebut telah dibicarakan diatas. Sehubungan dengan hal itu perlu dibedakan antara false emergency dengan true emergency yang pengertiannya adaiah: A true emergency is any condition clinically determined to require immediate medical care. sedangkan pada fase rumah sakit umumnya yang terlibat adalah tenaga kesehatan. Jika tindakan fase pra-rumah sakit dilaksanakan oleh tenaga terampil yang telah mendapat pendidikan khusus di bidang kedokteran gawat darurat dan yang memang tugasnya di bidang ini. Such conditions range from those requiring extensive immediate care and admission to the hospital to those that are diagnostic probmelakukanlems and may or may not require admission after work-up and observation. Andire eki. This condition continues until a determination has been made by a health care professional that the patient¶s life or well-being is not threatened. Wongso s 192 . Selain itu perlu dibedakan antara penanganan kasus gawat darurat fase pra rumah sakit dengan fase di rumah sakit. Pihak yang terkait pada kedua fase tersebut dapat berbeda. maka tanggungjawab hukumnya tidak berbeda dengan tenaga kesehatan di rumah sakit. Tenaga yang menangani hal tersebut yang paling ideal adalah dokter. Masalah Medikolegal Pada Penanganan Pasien Gawat Darurat Hal-hal yang disoroti hukum dalam pelayanan gawat darurat dapat meliputi hubungan hukum dalam pelayanan gawat darurat dan pembiayaan Pelayanan gawat darurat. namun jika tenaga terbatas. 20 by Syaulia. Untuk menilai dan menentukan tingkat urgensi masalah kesehatan yang dihadapi pasien diselengganakanlah triage. di beberapa tempat dikerjakan oleh perawat melalui standing order yang disusun rumah sakit. khususnya tenaga medis dan perawat. Adakalanya pasien untuk menempatkan dirinya dalam keadaan gawat darurat walaupun sebenarnya tidak demikian. Kecepatan dan ketepatan tindakan pada fase pra-rumah sakit sangat menentukan survivabilitas pasien. Karena secara yuridis keadaan gawat darurat cenderung menimbulkan p rivilege tertentu bagi tenaga kesehatan maka perlu ditegaskan pengertian gawat darurat. Menurut The American Hospital Association (AHA) pengertian gawat darurat adalah. Pelayanan gawat darurat fase pra-rumah sakit umumnya tindakan pertolongan pertama dilakukan oleh masyarakat awam baik yang tidak terlatih maupun yang teriatih di bidang medis. karena masyarakat melakukan hal itu dengan sukarela dan dengan itikad yang baik. or whoever assumes the responsibility of bringing the patient to the hospital-enquires immediate medical attention. Selain itu mereka tidak dapat disebut sebagai tenaga kesehatan karena pekerjaan utamanya bukan di bidang kesehatan. Penentuan ada tidaknya kelalaian dilakukan dengan membandingkan keterampilan tindakannya dengan tenaga yang serupa. di mana pada dasarnya setiap dokter memiliki kewenangan untuk melakukan berbagai tindakan medik termasuk tindakan spesifik dalam keadaan gawat darurat.

Hubungan Hukum Dalam Pelayanan Gawat Darurat Di Amerika dikenal penerapan doktrin Good Samaritan dalam peraturan perundang-undangan pada hampir seluruh negara bagian. Doktrin tersebut terutama diberlakukan dalam fase pra-rumah sakit untuk melindungi pihak yang secara sukarela beritikad baik menolong seseorang dalam keadaan gawat darurat. Dengan demikian seorang pasien dilarang menggugat dokter atau tenaga kesehatan lain untuk kecederaan yang dialaminya. Dua syarat utama doktrin Good Samaritan yang harus dipenuhi adalah: 1. Kesukarelaan pihak penolong. Kesukarelaan dibuktikan dengan tidak ada harapan atau keinginan pihak penolong untuk memperoleh kompensasi dalam bentuk apapun. Bila pihak penolong menarik biaya pada akhir pertolongannya, maka doktrin tersebut tidak berlaku. 2. Itikad baik pihak penolong. Itikad baik tersebut dapat dinilai dan tindakan yang dilakukan penolong. Hal yang bertentangan dengan itikad baik misalnya melakukan trakeostomi yang tidak perlu untuk menambah ketemelakukanrampilan penolong. Dalam hal pertanggungjawaban hukum, bila pihak pasien menggugat tenaga kesehatan karena diduga terdapat kekeliruan dalam penegakan diagnosis atau pemberian terapi maka pihak pasien harus membuktikan bahwa hanya kekeliruan itulah yang menjadi penyebab kerugiannya/cacat (proximate cause). Bila tuduhan kelalaian tersebut dilamelakukankukan dalam situasi gawat darurat maka perlu dipertimbangkan faktor kondisi dan situasi saat peristiwa tersebut terjadi. Jadi, tepat atau tidaknya tindakan tenaga kesehatan perlu dibandingkan dengan tenaga kesehatan yang berkuamelakukanlifikasi sama, pada pada situasi dan kondisi yang sama pula. Setiap tindakan medis harus mendapatkan persetujuan dari pasien (informed consent). Hal itu telah diatur sebagai hak pasien dalam UU No.23/1992 tentang Kesehatan pasal 53 ayat 2 dan Peraturan Menteri Kesehatan No.585/1989 tentang Persetujuan Tindakan Medis. Dalam keadaan gawat darurat di mana harus segera dilakukan tindakan medis pada pasien yang tidak sadar dan tidak didampingi pasien, tidak perLu persetujuan dari siapapun (pasal 11 Peraturan Menteri Kesehatan No.585/1989). Dalam hal persetujuan tersbut dapat diperoleh dalam bentuk tertulis, maka lembar persetujuan tersebut harus disimpan dalam berkas rekam medis. Kematian Pada Instalasi Gawat Darurat Pada prinsipnya, setiap pasien yang meninggal pada saat dibawa ke IGD (Death on Arrival) harus dilaporkan kepada pihak berwajib. Di negara Anglo-Saxon digunakan sistem koroner, yaitu setiap kematian mendadak yang tidak terduga ( sudden unexpected death), apapun penyebabnya, harus dilaporkan dan ditangani oleh Coroner atau Medical Examiner. Pejabat tersebut menentukan tindakan iebih lanjut apakah jenazah harus diautopsi untuk pemeriksaan lebih lanjut atau tidak. Dalam keadaan tersebut surat keterangan kematian (death certificate) diterbitkan oleh Coroner atau Medical Examiner. Pihak rumah sakit harus menjaga keutuhan jenazah dan bendabenda yang berasal dari tubuh jenazah (pakaian dan benda lainnya) untuk pemeriksaan lebih lanjut. Indonesia tidak menganut sistem tersebut, sehingga fungsi semacam coroner diserahkan pada pejabat kepolisian di wilayah tersebut. Dengan demikian pihak POLRI yang akan menentukan apakah jenazah akan diautopsi atau tidak. Dokter yang bertugas di IGD tidak boleh menerbitkan surat keterangan kematian dan menyerahkan permasalahannya kepada POLRI. Untuk Daerah Khusus Ibukota Jakarta, sesuai dengan Keputusan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Nomor 3349/1989 tentang berlakunya Petunjuk Pelaksanaan Pencatatan dan Pelaporan kematian di Puskesmas, Rumah Sakit, RSB/RB di wilayah DKI Jakarta yang telah disempurnakan tanggal 9 Agustus 1989 telah ditetapkan bahwa
Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia, Andire eki, Wongso
t

193

semua peristiwa kematian rudapaksa dan yang dicurigai rudapaksa dianjurkan kepada keluarga untuk dilaporkan kepada pihak kepolisian dan selanjutnya jenazah harus dikirim ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo untuk dilakukan visum et repertum. Kasus yang tidak boleh diberikan surat keterangan kematian adalah: y meninggal pada saat dibawa ke IGD y meninggal akibat berbagai kekerasan y meninggal akibat keracunan y meninggal dengan kaitan berbagai peristiwa kecelakaan Kematian yang boleh dibuatkan surat keterangan kematiannya adalah yang cara kematiannya alamiah karena penyakit dan tidak ada tanda-tanda kekerasan. MALPRAKTIK MEDIS Istilah malpraktik berasal dari kata mala, artinya tidak baik, dan praktik yang artinya pelaksanaan pekerjaan. Dalam bidang kesehatan, malpraktik medis merupakan pelaksanaan pekerjaan dokter secara tidak baik. Jadi, malpraktek adalah praktek kedokteran yang salah atau tidak sesuai dengan standar profesi atau standar prosedur operasional. Untuk malpraktek dokter dapat dikenai hukum kriminal dan hukum sipil. Malpraktek kedokteran terdiri dari 4 hal yaitu tanggung jawab kriminal, malpraktik secara etik, tanggung jawab sipil, dan tanggung jawab public. Menurut Prof.Dr.dr.Daldiyono, seorang dokter dinilai baik apabila: 1. 2. 3. 4. 5. Dokter meletakkan kepentingan pasien lebih tinggi daripada kepentingan dokter dalam memperoleh pembayaran. Pasien dapat merasakan apakah dokter bekerja demi diri pasien atau demi uang. Dokter bekerja sesuai dengan kompetensinya kecuali dalam keadaan darurat pertolongan atau penyelamatan nyawa. Dokter bekerja dengan melaksanakan standar pelayanan medis yang telah ditentukan oleh Konsil Kedokteran Indonesia. Dokter bekerja dengan melaksanakan standar prosedur operasional yang telah ditentukan oleh profesinya bila bekerja mandiri atau yang telah ditentukan oleh institusinya, misalnya puskesmas, rumah sakit, dan sebagainya.

Pengertian malpraktik medis menurut World Medical Association (WMA) (1992) adalah : ³ medical malpractice involves the physician¶s failure to conform to the standart of care for treatment of the patient¶s condition, orlack of skill, or negligence in providing care to the patient, which is the direct cause of an injury to the patient´ 4. Dari definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa malpraktik dapat terjadi karena tindakan yang disengaja (intentional), seperti pada misconduct tertentu, tindakan kelalaian (negligence), ataupun suatu kekurang-mahiran/ ketidak-kompetenan yang tidak beralasan. Menurut W.L. Prosser dalam buku The Law of Torts yang dikutip oleh Dagi, T.F dalam tulisannya yang berjudul Cause and Culpability di Journal of Medicine and Philosophy Vol. 1, No. 4, 1976, unsur malapraktik adalah (1) Adanya perjanjian dokterpasien; (2) Adanya pengingkaran perjanjian; (3) Adanya hubungan sebab akibat antara tindakan pengingkaran itu dengan musibah yang terjadi; (4) Tindakan pengingkaran itu merupakan penyebab utama dari musibah dan; (5) Musibah itu dapat dibuktikan keberadaannya.

Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia, Andire eki, Wongso
u

194

Menurut Hubert W. Smith tindakan malpraktek meliputi 4D, yaitu : Duty to use due care (kewajiban) Tidak ada kelalaian jika tidak ada kewajiban untuk mengobati. Hal ini berarti harus ada hubungan hukum antara pasien dan dokter/ rumah sakit. Dengan adanya hubungan hukum, maka implikasinya adalah bahwa sikap tindak dokter (atau tenaga medis lainnya) di rumah sakit tersebut harus sesuai dengan standar pelayanan medisagar pasien jangan sampai menderita cedera karenanya. Dalam hubungan perjanjian dokter dengan pasien, dokter haruslah bertindak berdasarkan adanya indikasi medis, bertindak secara hati hati dan teliti, bekerja sesuai standar profesi serta sudah ada informed consent. Keempat tindakan di atas adalah sesuai dengan Undang-Undang Praktek Kedokteran No. 29 tahun 2004 Bab IV tentang Penyelenggaraan Praktik Kedokteran, yang menyebutkan pada bagian kesatu pasal 36, 37 dan 38 bahwa seorang dokter harus memiliki surat izin praktek, dan bagian kedua tentang pelaksanaan praktek yang diatur dalam pasal 39 -43. Sesuai dengan Undang-Undang Praktek Kedokteran Pasal 45 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan oleh dokter atau dokter gigi terhadap pasien harus mendapat persetujuan. Sebelum memberikan persetujuan pasien harus diberi penjelasan yang lengkap akan tindakan yang akan dilakukan oleh dokter. Selain itu, ketika dia menjalankan praktik kedokteran wajib untuk membuat rekam medis, yang sudah diatur dalam undang-undang parktek kedokteran pasal 46. Rekam medis harus segera dilengkapi setelah pasien selesai menerima pelayanan kesehatan dan harus dibubuhi nama, waktu, dan tanda tangan petugas yang memberikan pelayanan atau tindakan. 2. Dereliction (breachof duty/adanya penyimpangan dalam pelaksanaan tugas) Apabila sudah ada kewajiban, maka dokter (atau tenaga medis lainnya) di rumah sakit tersebut harus bertindak sesuai standar profesi yang berlaku. Jika terdapat penyimpangan dari standar tersebut, maka ia dapat dipersalahkan. 3. Damage (injury/kerugian) Unsur ketiga untuk penuntutan malpraktik medik adalah cedera atau kerugian yang diakibatkan kepada pasien. Walaupun seorang dokter atau rumah sakit dituduh telah berlaku lalai, tetapi jika tidak sampai menimbulkan luka/cedera/kerugian (damage, injury, harm) kepada pasien, maka ia tidak dapat dituntut ganti-kerugian. Istilah injury tidak saja dalam bentuk fisik, namun kadangkala juga termasuk dalam arti gangguan mental yang hebat. 4. Direct Causation (Proximate Cause/penyebab langsung ) Untuk berhasilnya suatu gugatan ganti-rugi berdasarkan malpraktik medik, maka harus ada hubungan kausal yang wajar antara sikap tindak tergugat (dokter) dengan kerugian (damage) yang diderita oleh pasien sebagai akibatnya. Tindakan dokter itu harus merupakan penyebab langsung. Hanya atas dasar penyimpangan saja, belumlah cukup untuk mengajukan tuntutan ganti-kerugian. Kecuali jika sifat penyimpangannya itu sedemikian tidak wajar sehingga sampai mencederai pasien. Namun apabila pasien tersebut sudah diperiksa oleh dokter secara adekuat, maka hanya atas dasar suatu kekeliruan dalam menegakkan diagnosis saja, tidaklah cukup kuat untuk meminta pertanggungjawaban hukumnya. Meskipun demikian, pada kenyataannya tidak semua sengketa medik yang memenuhi unsur 4-D berakhir dengan proses peradilan. Hal ini terjadi akibat adanya unsur kelima kelalaian; yaitu willing plaintiff (keinginan menggugat). 1.

Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia, Andire eki, Wongso
v

195

Kelalaian medik adalah salah satu bentuk dari malpraktik medis, sekaligus merupakan bentuk malpraktik medis yang paling sering terjadi. Kelalaian dapat terjadi dalam 3 (tiga) bentuk, yaitu : 1. Malfeasance; melakukan tindakan yang melanggar hukum atau tidak tepat/ layak (unlaw atau improper). Misalnya melakukan tindakan medis tanpa indikasi yang memadai. 2. Misfeasance; melakukan pilihan tindakan medis yang tepat tetapi dilaksanakan dengan tidak tepat (improper performance). Misalnya melakukan tindakan medis yang menyalahi prosedur. 3. Nonfeasance; tidak melakukan tindakan medis yang merupakan kewajiban baginya. Tingkat-tingkat kelalaian oleh hukum hanya dibedakan 2 (dua) ukuran tingkat : Yang bersifat ringan, biasa ± (culpa levis); yaitu apabila seseorang tidak melakukan apa yang seorang biasa, wajar, dan berhati-hati akan melakukan, atau justru melakukan apa yang orang lain yang wajar tidak akan melakukan di dalam situasi yang meliputi keadaan tersebut. Yang bersifat kasar, berat ± (culpa lata); yaitu apabila seseorang dengan sadar dan dengan sengaja tidak melakukan atau melakukan sesuatu yang sepatutnya tidak dilakukannya. Menurut Prof. Leenen suatu tindakan medik harus memenuhi syarat : Harus ada indikasi medik, Dilakukan berdasarkan standar, Dilakukan dengan teliti dan hati-hati, Harus ada informed consent.

1.

2.

1. 2. 3. 4.

Setiap tindakan medis mengandung resiko buruk, sehingga harus dilakukan tindakan pencegahan ataupun tindakan guna mereduksi resiko tersebut. Resiko yang dapat diterima adalah sebagai berikut: 1. Resiko yang derajat propabilitas dan keparahannya cukup kecil, dapat diantisipasi, diperhitungkan atau dapat dikendalikan, misalnya efek samping obat, perdarahan atau infeksi pada pembedahan, dan lain-lain. 2. Resiko yang derajat propabilitas dan keparahannya besar pada waktu tertentu, yaitu apabila tindakan medis yang beresiko tersebut harus dilakukan karena merupakan satu-satunya cara yang harus ditempuh terutama dalam keadaan gawat darurat. JENIS MALPRAKTIK Jika diukur menurut berat-ringannya maka malpraktik yang dilakukan oleh profesi kedokteran dapat dibedakan menjadi malpraktik etika, malpraktik disiplin dan malpraktik hukum. Untuk mengetahui lebih jelas perbedaan-perbedaan antara malpraktik etika, disiplin dan hukum dapat dilihat pada tabel berikut :

Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia, Andire eki, Wongso
w

196

disiplin dan hukum BIDANG Etika SIFAT Intern (self imposed regulation) Hukum publik (ada unsur pemerintah dan awam) TUJUAN Memelihara harkat martabat profesi dan menjaga mutu Melindungi masyarakat (termasuk anggota profesi) SANKSI Teguran. pencabutan izin Hukum perdata = ganti rugi Hukum Pidana = sanksi badan dan atau pencabutan izin Disiplin Hukum Berlaku umum (bersifat memaksa) Menjaga tata tertib masyarakat luas Gambar. Andire eki. Wongso x 197 . pemecatan sebagai anggota Teguran.Tabel. 20 by Syaulia. Proses Investigasi Kasus malpraktek Roman s 4n6 Ed. Perbedaan etika. skorsing. skorsing.

Wongso y 198 . 2. 23 1992 tentang kesehatan. melainkan hanya boleh dilakukan oleh kelompok profesional kedokteran tertentu yang berkompetensi dan mendapatkan izin dari institusi yang berwenang dan bekerja sesuai dengan standar dan profesionalisme yang ditetapkan oleh organisasi profesinya. 79.Dr. Dan UU Praktek kedokteran dalam BAB X Ketentuan Pidana Pasal 75 ayat (1) yang berbunyi ³setiap dokter atau dokter gigi yang dengan sengaja melakukan praktik kedokteran tanpa memiliki surat tanda registrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp100. UU Praktik Kedokteran dimaksudkan untuk mencapai akuntabilitas profesi dan layanan kedokteran.000. huruf a dan c dihapuskan. Sehubungan dengan hasil keputusan Mahkama Konstitusi pasal tersebut telah mengalami revisi. Prof. 3. dimana salah satu keputusan dari Mahkama Konstitusi adalah ketentuan ancaman pidana penjara kurungan badan yang tercantum dalam pasal 75. 20 by Syaulia. Dalam filsafat kedokteran. Namun mengenai sanksi pidana denda tetap diberlakukan. dokter bijak diharapkan memiliki criteria: 1.000.PENCEGAHAN MALPRAKTIK MEDIS Praktik kedokteran bukanlah pekerjaan yang dapat dilakukan oleh siapa saja. Pendidikan kedokteran berkelanjutan Praktik kedokteran bermutu dan beretika (manusiawi) (good clinical practice) Sistem dan cara pelayanan kesehatan bermutu serta beretika (good clinical governance). Andire eki. Roman s 4n6 Ed.dr Daldiyono mengatakan bahwa seharusnya yang diperlukan adalah dokter yang bijak.00 (seratus juta rupiah)´. 76. Untuk memastikan bahwa para dokter yang berpraktik adalah benar telah memiliki kompetensi dan kewenangan medis dan yang sesuai dengan standar medis dan etika profesi maka perlu adanya UU Praktik Kedokteran. Apabila seorang dokter telah terbukti dan dinyatakan telah melakukan tindakan malpraktek maka dia akan dikenai sanksi hukum sesuai dengan UU No.

Masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh MKEK dirujuk ke P3EK Propinsi dan jika P3EK Propinsi tidak mampu menanganinya maka kasus tersebut diteruskan ke P3EK Pusat. dan memberi pertimbangan serta usul-usul kepada pejabat berwenang. Andire eki. Roman s 4n6 Ed. Wongso € 199 . Walaupun demikian. baik di tingkat pusat maupun di tingkat cabang. Dengan l demikian diharapkan bahwa semua kasus pelanggaran etik dapat diselesaikan secara tuntas.Jadi instansi pertama yang akan menangani kasus-kasus malpraktek etik ialah MKEK cabang atau wilayah. Di Negara kita IDI telah mempunyai Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). maka pada tahun 1982 Departeman Kesehatan membentuk Panitia Pertimbangan dan Pembinaan Etik Kedokteran (P3EK) yang terdapat pula di pusat dan di tingkat propinsi. Masih banyak kasus yang keburu diajukan ke pengadilan sebelum ditangani oleh MKEK. 20 by Syaulia. Tugas P3EK ialah menangani kasus-kasus malpraktek etik yang tidak dapat ditanggulangi oleh MKEK. Oleh karena fungsi MKEK ini belum memuaskan. MKEK ini belum lagi dimanfaatkan dengan baik oleh para dokter maupun masyarakat. Demikian juga kasus-kasus malpraktek etik yang dilaporkan kepada propinsi. Tanggung jawab Dokter dalam Upaya Pelayanan Kesehatan Di negara-negara maju terdapat Dewan Medis (Medical Council) yang bertugas melakukan pembinaan etika profesi dan menanggulangi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan terhadap etik kedokteran. diharapkan dapat diteruskan lebih dahulu ke MKEK Cabang atau Wiayah.Gambar.

20 by Syaulia. ia tidak memberikan penjelasan terlebih dahulu akan komplikasi yang dapat terjadi bila seseorang mendapat penyinaran. yang seharusnya tidak perlu dilakukan. Wongso  200 . Dokter dalam kasus ini telah melakukan penyimpangan yaitu di dalam hal pemberian injeksi Penisilin oleh karena penyebab penyakit gondong adalah virus. Perlu diketahui bahwa untuk mengetahui apakah seorang dokter telah melakukan penyimpangan atau tidak tergantung dari berbagai faktor di antaranya : kondisi dan Roman s 4n6 Ed. akibat dari kekeliruan tersebut ahli kandungan melakukan operasi pengangkatan rahim (histerektomi). Bagaimana keadaan korban/pasien yang sebenarnya dalam kaitan dengan upaya pembuktian apakah diagnosa yang dibuat dokter tersebut tepat. kepada dokter. Seorang wanita meninggal dunia beberapa saat setelah dilakukan tindakan pengguguran kandungan. 2. Dokter yang melakukan tindakan tersebut ternyata kurang berhati-hati di dalam melakukan pengguguran tersebut sehingga terjadi robekan pada rahim. apakah luka-luka yang terdapat pada tubuh korban memang disebabkan oleh tindakan dokter. Seorang penderita kanker payudara diberi pengobatan dengan penyinaran. Kesalahan dokter di dalam kasus ini ialah : ia tidak melakukan anamnesa. ini untuk dapat menjelaskan tepat tidaknya tindakan/pengobatan yang dilakukan oleh tersebut dengan kata lain apakah indikasinya tepat. penyidik perlu mengadakan konsultasi/meminta keterangan dari organisasi profesi yang bersangkutan (IDI dan organisasi spesialisasi yang terdapat dalam tubuh IDI). menanyakan apakah pasien tersebut tahan terhadap Penisilin. di mana di dalam VER tersebut harus memuat kejelasan di dalam hal : a.Tentulah jika sesuatu pelanggaran merupakan malpraktek hukum pidana atau perdata. Andire eki. maka penyidik memerlukan visum et repertum (VER). yang menyebabkan hangusnya kulit penderita tersebut. 4. Seorang dokter memberikan injeksi Penisilin kepada pasien penderita penyakit kencing nanah. anak tersebut ternyata tidak tahan dan kemudian segera meninggal. Dalam kasus ini dokter bersalah oleh karena. b. Oleh dokter anak tersebut diberi injeksi Penisilin. Apakah terdapat hubungan sebab akibat antara tindakan dokter dengan kematian atau perlukaan pada tubuh korban. Dalam hal ini perlu dicegah bahwa oleh karena kurangnya pengetahuan pihak penegak hukum tentang ilmu dan teknologi kedokteran menyebabkan dokter yang ditindak menerima hukuman yang dianggap tidak adil. maka di dalam menghadapi kasus penyimpangan di dalam praktek kedokteran. apakah ia tidak punya penyakit alergi dan tidak dilakukan skin test terlebih dahulu. Dengan perkataan lain apakah penyebab kematian korban disebabkan tindakan yang dilakukan oleh dokter. sedangkan virus tidak dapat dimatikan oleh Penisilin. Seorang dokter ahli ilmu ural dalam sakit (patologanatom) melakukan kekeliruan di dalam diagnosa dari jaringan yang diperoleh dari ahli kandungan. 3. Di dalam menghadapi kasus-kasus seperti tersebut di atas yaitu terjadinya luka-luka atau kematian pada seseorang sehubungan dengan tindakan kedokteran. Seorang ibu membawa anaknya yang menderita penyakit gondong/bengok (parotitis). si pasien ternyata meninggal tidak lama setelah penyuntikan. yaitu dalam kaitannya untuk mendapatkan kejelasan apakah dalam kasus yang dihadapi itu memang terdapat penyimpangan. Di dalam pemeriksaan ternyata rahim wanita robek sehingga terjadi pendarahan yang berakibat fatal. maka kasusnya diteruskan kepada pengadilan. Selain mendapatkan kejelasan seperti yang dimaksud di atas. khususnya di dalam melakukan prosedur kedokteran yang sudah digariskan oleh Ikatan Indonesia atau organisasi spesialisasi lainnya. 5. Ilustrasi Kasus 1.

sesuai dengan kasusnya. Andire eki. Roman s 4n6 Ed. tidak lain agar mendapat kejelasan yang sebaik-baiknya. 20 by Syaulia.fasilitas setempat serta standarisasi pendidikan yang diperoleh dokter dari Perguruan Tinggi dimana dokter tersebut mendapatkan keahlian. Dengan demikian jelas diperlukan koordinasi antara Penyidik dengan organisasi profesi. Wongso ‚ 201 . Jadi tidak dapat diambil suatu patokan atau kriteria yang sama untuk seluruh Indonesia.

Catatan tambahan Bimbingan dr. Andirezeki. 20 by Syaulia. Melakukan sesuatu yang harusnya tidak dilakukan Oleh orang yang sekualifikasi pada situasi dan kondisi yang identik Cukup salah satu terpenuhi di anggap malpraktek Roman s 4n6 Ed. Wongso 202 .Iwan @flanie selasa. 1 pebruari 2011 Bab XVII Mal praktek Perjalanan penyakit alamiah Kematian akibat tindakan medis Sengaja Lalai Resiko Bisa dicegah Lalai 1. Tidak bisa dicegah Tidak melakukan sesuati yang harusnya dilakukan 2.

20 by Syaulia. dengan tujuan menemukan proses penyakit dan atau adanya cedera. serta pemeriksaan seluruh organ-organ dalam. pada satu atau dua rongga tertentu. Melindungi orang yang tidak bersalah dan membantu dalam penentuan identitas serta penuntutan terhadap orang yang bersalah. diperlukan surat permintaan pemeriksaan/pembuatan visum et repertum dari yang berwenang. mutlak diperlukan Roman s 4n6 Ed. Berdasarkan tujuannya ada 2 jenis autopsi. Wongso ƒ 203 . f. Autopsi adalah pemeriksaan terhadap tubuh mayat. b. meliputi pemeriksaan terhadap bagian luar maupun bagian dalam. di rawat di rumah sakit tetapi kemudian meninggal. Jika keluarga masih menolak. yang terbaik adalah malakukan autopsi klinik yang lengkap meliputi pembukaan rongga tengkorak. Tujuan dilakukannya autopsi klinik adalah: Menentukan sebab kematian yang pasti Menentukan apakah diagnosis klinik yang dibuat selama perawatan sesuai dengan diagnosis postmortem Mengetahui korelasi proses penyakit yang ditemukan dengan diagnosis klinik dan gejala-gejala klinik Menentukan efektifitas pengobatan Mempelajari pelajaran lazim suatu proses penyakit Pendidikan para mahasiswa kedokteran dan para dokter a.BAB XVI AUTOPSI Pengertian Autopsi Autopsi = sendiri dan opsis = melihat. Autopsi forensik atau autopsi mediko-legal dilakukan terhadap mayat seseorang berdasarkan peraturan undang-undang dengan tujuan : a. d. kiranya dapat diusahakan suatu needle necropsy terhadap organ tubuh tertentu. perut/panggul. memperkirakan cara dan saat kematian c. dada. autopsi klinik dan autopsi forensik/ autopsi mediko-legal. Mengumpulkan dan mengenali benda-benda bukti untuk penetuan identitas benda peyebab serta identitas pelaku kejahatan d. Untuk mendapatkan hasil maksimal. Izin keluarga tidak diperlukan. melakukan interpretas atas i penemuan-penemuan tersebut. menerangkan penyebabnya serta mencari hubungan sebab akibat antara kelainan-kelainan yang ditemukan dengan penyebab kematian. Menetukan sebab pasti kematian. Untuk melakukan autopsi forensik. kemudian dilakukan pemeriksaan histopatologik. e. yakni pihak penyidik. Membantu dalam hal penentuan identitas mayat b. Membuat laporan tertulis yang obyektif dan berdasarkan fakta dalam bentuk visum et repertum e. Autopsi klinik diakukan terhadap mayat seseorang yang menderita penyakit. Dalam melakukan autopsi forensik. Andire eki. c. Jika keluarga menolak dapat dilakukan autopsi klinik parsial. Untuk autopsi klinik mutlak diperlukan izin dari keluarga terdekat mayat yang bersangkutan.

organ leher. Apakah mayat yang akan di autopsi benar-benar adalah mayat yang dimaksudkan dalam surat yang bersangkutan. karena tidak menujukkan keunggulan yang nyata. Dalam autopsi klinik dan forensik. dada. Dengan demikian kelainan-kelainan yang terdapat pada masing-masing organ dapat segera dilihat. Autopsi forensik harus dilakukan oleh dokter. Tekhnik ini jarang dipakai. Cara kematian adalah macam kejadian yang menimbulkan penyebab kematian. namun hubungan anatomik antar beberapa organ yang tergolong dalam satu sistem menjadi hilang. kelainan sekecil apapun harus dicatat dan pemeriksaan harus dilakukan sedini mungkin. Tehnik Rokitansky : Setelah rongga tubuh dibuka. Cara kematian wajar (natural death) bila akibat suatu penyakit semata-mata. Persiapan Sebelum Autopsi Sebelum autopsi dimulai. organ dilihat dan diperiksa dengan melakukan beberapa irisan in situ. terutama pada kasus penembakan dengan senjata api dan penusukan dengan senjata tajam. Sebab. Kumpulkan keterangan yang berhubungan dengan terjadinya kematian selengkap mungkin. diafragma. dan perut dikeluarkan sekaligus (en masse). Setelah dilakukan pembukaan rongga tubuh. c. Cara dan Mekanisme Kematian Sebab mati adalah penyakit atau cedera/luka yang bertanggung jawab atas terjadinya kematian. bunuh diri dan pembunuhan. Mekanisme kematian adalah gangguan fisiologik dan atau biokomiawi yang ditimbulkan oleh penyebab kematian sedemikian rupa sehingga seseorang tidak dapat terus hidup. d. Periksalah apakah alat-alat yang diperlukan telah tersedia. arah serta dalamnya penetrasi yang terjadi. organ-organ dikeluarkan satu per satu dan langsung diperiksa. Andire eki.pemeriksaan yang lengkap. tekhnik ini kurang baik bila digunakan pada autopsi forensik. Pemeriksaan dan pencatatan seteliti mungkin. 20 by Syaulia. beberapa hal perlu mendapat perhatian : a. Cara kematian tidak wajar (unnatural death) bila akibat kecelakaan. Tehnik Autopsi : Tehnik Virchow : Tehnik ini mungkin merupakan tekhnik autopsi tertua. Dengan demikian. baru kemudian seluruh organ-organ tersebut dikeluarkan dalam kumpulan-kumpulan organ (en bloc). Autopsi harus dilakukan sedini mungkin. b. b. Tehnik Letulle: Setelah rongga tubuh dibuka. beberapa hal pokok perlu diketahui : a. Tekhnik ini pun tidak baik digunakan autopsi forensik. d. Wongso „ 204 . Kepala diletakkan diatas meja dengan permukaan Roman s 4n6 Ed. Apakah surat-surat yang berkaitan dengan autopsi yang akan dilakukan telah lengkap. Beberapa Hal Pokok Pada Autopsi Forensik Dalam melakukan autopsi forensik. c. yang perlu dilakukan penentuan saluran luka. Autopsi dilakukan sendiri oleh dokter. Autopsi harus dilakukan lengkap.

harus dicatat dengan sebaik-baiknya. hubungan antar organ tetap dipertahankan setelah seluruh organ dikeluarkan dari tubuh.. renalis. Lebam mayat Catatan letak/distribusi lebam mayat. Organ urogenital dipisahkan dari organ lain. Perhiasan mayat 6. Jangan lupa mencatat waktu/saat dilakukan pemeriksaan. lengan atas. Wongso … 205 . Pemeriksaan untuk pemeriksaan tambahan e. b. Peralatan Untuk Autopsi a. Peralatan autopsi d.posterior menghadap ke atas. Dengan pengangkatan organ-organ tubuh secara en masse ini. Benda Disamping mayat Disertakan pula pengiriman benda disamping mayat (misal bungkusan atau tas). adanya bagian tertentu di daerah lebam mayat yang justru tidak menunjukkan lebam (karena tertekan pakaian terbaring di atas benda keras dan lain-lain). organ leher dan dada. tetapi hubungannya dengan lambung dipertahankan. pangkal paha. Lakukan pencatatan teliti dan lengkap 7. siku. Renales kanan dan kiri dibuka serta diperiksa. Bungkus mayat 4. organ urogenital diangkat keluar sebagai tiga kumpulan organ (bloc). Aorta dibuka sampai arcus aorta dan Aa. karena spasme kadaverik memberi petunjuk apa yang dilakukan korban saat terjadi kematian). Warna dari lebam mayat serta intensitas (hilang dengan penekanan/sedikit hilang/tidak menghilang sama sekali). Bagian proksimal jejunum diikat pada dua tempat dan kemudian diputus antara dua ikatan tersebut dan usus dapat dilepaskan. a. Kerugian tekhnik ini adalah sukar dilakukan tanpa pembantu serta agak sukar dalam penanganan karena panjangnya kumpulan organ-organ yang dikeluarkan sekaligus. Plexus coeliacus dan kelenjar paraaorta diperiksa. Pakaian mayat 5. Tehnik Ghon: Setelah rongga tubuh dibuka. Kaku mayat Catat distribusi kaku mayat serta derajat kekakuan pada beberapa sendi (daerah dagu/tengkuk. Label mayat 2. sendi lutut) dngan menentukan apakah mudah/sukar dilawan Apabila ditemukan spasme kadaverik (cadaveric spasm). Tanda Kematian Pencatatan tanda kematian berguna untuk penentuan saat kematian. Tutup mayat 3. organ pencernaan bersama hati dan limpa. Kamar autopsi b. Aorta diputus di atas muara a. Peralatan tulis menulis dan fotografi Pemeriksaan Luar Sistematika pemeriksaan adalah : 1. Esofagus dilepaskan dari trakea. 20 by Syaulia. Andire eki. Meja autopsi c. Roman s 4n6 Ed. Vena cava inferior serta aorta diputus di atas diafragama dan dengan demikian organ leher dan dada dapat dilepas dari organ perut. Rektum dipisahkan dari sigmoid.

(misalnya mummifikasi/adipocare). d. warna. Periksa keadaan selaput lendir kelopak mata (warna. Rajah/tatto Tentukan letak. bercak perdarahan). Identifikasi umum Catat jenis kelamin. bentuk. Jaringan parut Catat seteliti mungkin jaringan parut yang ditemukan. keadaan tumbuh. baik yang timbul akibat penyembuhan luka maupun yang terjadi akibat tindakan bedah. eksema. b. Bila perlu buat dokumentasi foto. c. ataupun tubuh yang telah mengalami penggembungan akibat pembusukan lanjut. bercak hiper atau hipopigmentasi. warna kulit. bangsa atau ras. angioma. warna serta tulisan tatto yang ditemukan. Suhu tubuh mayat Kriteria penurunan suhu tidak dapat memberikan hasil yang memuaskan. Pemeriksaa Mata Periksa kelopak mata terbuka/tertutup. tinggi dan berat badan. 10. 9. adanya tanda-tanda kekerasan serta kelainan lain yang ditimbulkan oleh penyakit dan sebagainya. adanya striae albicantes pada dinding perut.c. d. Identifikasi Khusus Catat segala sesuatu yang dapat digunakan untuk penentuan identitas secara khusus. Pembusukan Tanda pembusukan yang pertama tampak berupa kulit perut sebelah kanan bawah yang berwarna kehijau-hijauan. pada pekerja kasar lainnya ditemukan kapalan pada telapak tangan atau kaki. namun kadang masih membantu dalam perkiraan kematian. ditemukan kapalan pada daerah bahu. Jangan lupa mencatat suhu ruangan pada saat yang sama. a. 11. Lain-lain Mencatat perubahan tanatologik lain yang mungkin ditemukan. lurus/ikal). keadaan zakar yang disirkumsisi. Wongso † 206 . serta sifat dari rambut tersebut (halus/kasar. Andire eki. e. Kelainan pada kulit Adanya kutil. terdapat gambaran pembuluh superfisial yang melebar berwarna biru hitam. Pada pekerja/buruh pikul. 20 by Syaulia. Roman s 4n6 Ed. Pemeriksaan Rambut Dimaksudkan untuk membantu identifikasi. Kapalan (Callus) Dengan mencatat distrubusi callus. pembuluh darah yang melebar. kulit ari telah terkelupas. Pemcatata dilakukan terhadap distribusi. Pada pembusukan lebih lanjut. dan kelainan lain seringkali dapat membantu penentuan identitas. Pengukuran suhu dengan menggunkana termometer rektal. 8. keadaan gizi. e. kekeruhan. Anomali dan cacat pada tubuh Kelainan anatomis pada tubuh perlu dicatat dengan seksama dan teliti. kadangkala dapat diperoleh keterangan berharga mengenai pekerjaan mayat yang diperiksa semasa hidupnya. bintik perdarahan.

Pemeriksaan bola mata (tanda kekerasan, kelainan seperti pysis bulbi, pemakaian mata palsu dan sebagainya) Pemeriksaan selaput lendir bola mata (adanya pelebaran pembuluh darah, bintik perdarahan atau kelainan lain). Pemeriksaan kornea/selaput bening mata (jernih/tidak, kelainan fisiologis (ptysis bulbi) atau patologis (leucoma)). Pemeriksaan iris/tirai mata (warnanya, kelainan yang ditemukan) Pemeriksaa pupil/teleng mata (ukurannya, besar ukuran pada kanan dan kiri, kelainan). 12. Pemeriksaan daun telinga dan hidung Pemeriksaan meliputi bentuk daun telinga dan hidung. Mencatat pula kelainan serta tanda kekerasan. Periksa dari lubang hidung/telinga adanya keluar cairan/darah. 13. Pemeriksaan terhadap mulut dan rongga mulut Meliputi bibir, lidah, rongga mulut, serta gigi geligi. Adanya kelainan/tanda kekerasan. Memeriksa dengan teliti keadaan rongga mulut akan adanya benda asing. Terhadap gigi geligi, dilakukan pencatat jumlah gigi yang terdapat, adanya yang hilang/patah/tambalan/bungkus logam, adanya gigi palsu, kelainan letak, pewarnaan (staining) dan sebagainya. Data gigi geligi merupakan alat yang berguna untuk identifikasi bila terdapat data pembanding. 14. Pemeriksaan alat kelamin dan lubang pelepasan Pada mayat laki-laki, catat apakah alat kelamin mengalami sirkumsisi. Catat kelainan bawaan yang mungkin ditemukan, adanya manik-manik yang ditanam di bawah kulit, keluarnya cairan dari lubang kemaluan, serta kelainan yang disebabkan oleh penyakit atau sebab lain. Pada dugaan telah terjadi suatu persetubuhan beberapa saat sebelumnya, dapat diambil preparat tekan menggunakan kaca objek yang ditekankan pada daerah glands atau coronaglandis yang kemudian dapat dilakukan pemeriksaan terhadap adanya sel epitel vagina menggunakan teknik laboratorium. Pada mayat wanita, periksa keadaan selaput dara dan komisura posterior akan kemungkinan adanya tanda kekerasan. Pada kasus dengan persangkaan telah melakukan persetubuhan beberapa saat sebelumnya, jangan lupa melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sekret/cairan linag senggama. Lubang pelepasan perlu mendapat perhatian. Pada mayat yang sering mendapat perlakuan sodomi, mungkin ditemukan anus berbentuk corong yang selaput lendirnya sebagian berubah menjadi lapisan bertanduk dan hilangya rugae. 15. Lain-lain Perlu diperhatian akan kemungkinan terdapatnya : a. Tanda perbendungan, ikterus, warna kebiru-biruan pada kuku/ ujung-ujung jari (pada sianosis) atau adanya edema/sembab. b. Bekas pengobatan berupa bekas kerokan, tracheotomi, suntikan, pungsi lumbal, dan lain-lain. c. Terdapatnya bercak lumpur atau pengotoran lain pada tubuh, kepingan, atau serpihan cat, pecahan kaca, lumuran aspal, dan lain-lain.

Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia, Andire eki, Wongso
‡

207

16. Pemerikaan terhadap tanda-tanda kekerasan/luka Pada pemeriksaan tersebut , perlu dilakukan pencatatan yang teliti dan objektif terhadap : a. Letak luka Sebutkan regio anatomis luka yang ditemukan, mencatat letaknya yang tepat menggunakan koordinat terhadap garis/titik anatomis yang terdekat. b. Jenis luka Tentukan apakah merupakan luka lecet, luka memar, atau luka terbuka. c. Bentuk luka Menyebutkan bentuk luka yang didapatkan. Pada luka yang terbuka sebutkan bentuk luka setelah luka dirapatkan. d. Arah luka Dicatat dari arah luka (melintang, membujur, atau miring) e. Tepi luka Perhatikan tepi luka rata, teratur, atau bentuk tidak beraturan. f. Sudut luka Pada luka terbuka, apakah sudut luka merupakan sudut runcing, membulat atau bentuk lain. g. Dasar luka Dasar luka berupa jaringan bawah kulit atau otot, atau bahkan merupakan rongga badan. h. Sekitar luka Lihat terdapat adanya pengotoran, terdapat luka/tanda kekerasan lain sekitar luka. i. Ukuran luka Diukur dengan teliti, pada luka terbuka diukur juga setelah luka dirapatkan. j. Saluran luka Dilakukan secara in situ. Termukan perjalanan luka, serta panjang luka. Penentuan ini baru dapat dilakukan pada saat pembedahan mayat. k. Lain-lain Pada luka lecet jenis serut, pemeriksaan teliti terhadap pemukaan luka terhadap pola penumpukan kulit ari yang terserut dapat mengungkapkan arah kekerasan yang menyebabkan luka tersebut. 17. Pemeriksaan terhadap patah tulang Tentukan letak patah luka yang ditemukan serta catat sifat/jenis masing-masing patah tulang yang terdapat. PEMBEDAHAN MAYAT Pengeluaran Alat Tubuh Mayat yang akan dibedah diletakkan terlentang dengan bagian bahu ditinggikan (diganjal) dengan sepotong balok kecil. Dengan demikian, kepala akan berada dalam keadaan fleksi maksimal dan daerah leher tampak jelas. Insisi kulit dilakukan mengikuti garis pertengahan badan mulai dibawah dagu, diteruskan kearah umbilicus dan melingkari umbilicus disisi kiri dan seterusnya kembali mengikuti garis pertengahan badan sampai di daerah simpisis pubis.

Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia, Andire eki, Wongso
ˆ

208

Pada daerah leher, insisi hanya mencapai kedalaman setebal kulit saja. Pada daerah dada, insisi kulit sampai kedalaman mencapai permukaan depan tulang dada (sternum) sedangkan mulai di daearh epigastrium, sampai menembus ke dalam rongga perut. Insisi berbentuk huruf I diatas merupakan insisi yang paling ideal untuk suatu pemeriksaan bedah mayat forensic. Pada keadaan tertentu, bila tidak mengganggu kepentingan pemeriksaan, atas indikasi kosmetik dapat dipertimbangkan insisi kulit berbentuk huruf Y, yang dimulai pada kedua puncak bahu. Insisi pada daerah dada sebelah kanan dan kiri dipertemukan pada garis pertengahan kira -kira setinggi insisura jugularis. Dengan insisi berbentuk huruf Y, maka pengeluaran alat-alat leher menjadi lebih sukar. Insisi pada dinding perut biasanya dimulai pada daerah epigastrium dengan membuat irisan pendek yang menembus sampai peritoneum. Dengan jari telunjuk dan jari tengah tangan kiri yang dimasukkan kedalam lubang insisi ini, maka dinding perut dapat ditarik/diangkat keatas. Pisau diselipkan diantara dua jari tersebut dan insisi dapat diteruskan sampai ke simpisis pubis. Disamping berfungsi sebagai pengangkat dinding perut, kedua jari tangan kiri tersebut berfungsi juga sebagai pemandu (guide) untuk pisau, serta melindungi alat-alat dalam rongga perut dari kemungkinan teriris oleh pisau. Dengan memegang dinding perut bagian atas dan memuntir dinding perut tersebut kearah luar (dilakukan dengan ibu jari disebelah dalam/sisi peritoneum dan 4 jari lainnya disebelah luar/sisi kulit), dinding dada dilepaskan dengan memulai irisan pada otot-otot sepanjang arcus costae. Pelepasan dinding dada dilakukan terus kearah dada bagian atas sampai daerah tulang selangka dan kesamping sampai garis ketiak depan. Pengirisan pada otot dilakukan dengan bagian perut pisau dan bidang pisau (blade) yang tegak lurus terhadap otot. Dengan demikian, dinding dada telah dibebaskan dari otot-otot pectorales, dan kelainan yang ditemukan dapat dicatat dengan teliti. Kelainan pada dinding dada dapat merupakan resapan darah, patah tulang maupun luka terbuka. Kulit daerah leher dilepaskan dari otot leher yang berada dibawahnya. Perhatikan akan adanya tanda kekerasan maupun kelainan-kelainan lainnya. Pada dinding perut, diperhatikan keadaan lemak bawah kulit serta otot-otot dinding perut, cacat tebal msing-masing serta lika-luka bila terdapat. Rongga perut diperiksa dengan mula-mula memperhatikan keadaan alat-alat perut secara umum. Bagaimana penyebaran tirai usus (omentum), apakah menutupi seluruh usus-usus kecil, ataukah mengumpul pada sutu tempat akibat adanya kelainan setempat. Periksalah keadaan usus-usus, adakah kelainan volvulus, intususepsi, infark, tanda-tanda kekerasan lainnya. Bila mayat telah mengalami operasi sebelumnya, perhatikan pula bagian/ alat-alat perut yang mengalami penjahitan, reseksi atau tindakan lainnya. Perhatikan adakah cairan dalam rongga perut, bila terdapat cairan, catat sifat dari cairan tersebut serous, purulen, darah atau cairan keruh. Dinding perut sebelah dalam diperhatikan keadaan selaput lendirnya. Pada selaput lendir yang normal, tampak licin dan halus berwarna kelabu mengkilat. Pada kelainan peritonitis, akan tampak selaput lendir yang tidak rata, keruh dengan fibrin yang melekat

Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia, Andire eki, Wongso
‰

209

Tentukan pula letak sekat rongga badan (diafragna), dengan membandingkan tinggi difragma terhadap iga digaris pertengahan selangka (midelavicular line). Rongga dada dibuka dengan jalan mengiris rawan-rawan iga pada tempat setengah sampai satu sentimeter medial dari batas rawan tulang masing -masing iga. Dengan bagian perut pisau dan bidang pisau (knife blade) yang diletakkan tegak lurus, rawan iga dipotong mulai dari iga ke 2 terus kearah kaudal. Pemotongan ini dapat dilakukan dengan mudah pada mayat yang masih muda karena bagian rawan belum mengalami penulangan. Dengan tangan kanan memegang gagang pisau dan telapak tangan kiri menekan punggung pisau. Pisau digerakan memotong rawan iga-iga tersebut mulai dari iga kedua sampai daerah arcus costae. Lakukan hal yang sama pada sisi tubuh yang lain Dengan memotong insersi otot-otot diafragma yang melekat pada dinding dada bagian depan sebelah bawah, perlekatan sternum dengan pericardium dapat dilepaskan. Iga pertama dipotong dengan meneruskan irisan pada iga kedua kearah kraniolateral, dengan demikian, irisan dihindarkan dari mengenai manubrium sterni yang keras. Setelah rawan iga pertama terpotong, pisau dapat diteruskan kearah medial menyusuri tepi bawah tulang selangka untuk mencapai sendi antara tulang selang dan tulang dada (articulation sternoclavicularis) dan memotongnya. Bila ini telah dilakukan pada kedua sisi maka bagian depan dinding dada telah dapat dilepaskan. Perhatikan pertama-tama letak paru terhadap kandung jantung. Biasanya dengan mencatat bagian kandung jantung yang tampak antara kedua tepi paru-paru. Kandung jantung yang tampak 1 jari diantara paru-paru menunjukkan keadaan pengembangan paru yang berlebihan (pada edema paru atau emfisema paru). Dengan tangan, paru dapat ditarik kearah medial dan rongga dada dapat diperiksa, apakah terdapat cairan, darah atau lainnya. Kandung jantung dibuka dengan melakukan pengguntingan pada dinding depan mengikuti bentuk huruf Y terbalik. Perhatikan apakah rongga kandung jantung terisi oleh cairan atau darah. Periksa pula akan adanya luka baik pada kandung jantung maupun pada permukaan depan jantung sendiri. Iga-iga dipotong mulai rawan iga ke-2 ke arah latero kaudal . Iga pertama dipotong ke arah latero cranial untuk menghindari manubrium sterni. Tentukan berapa jari kandung jantung tampak antara kedua paru. Kandung jantung dibuka dengan gunting mengikuti huruf Y terbalik. Pada dugaan thrombosis a. pulmonalis, permukaan depan bilik jantung kanan diiris memanjang sejajar dengan septum jantung kurang lebih 1 cm lateral dari septum, kemudian diperpanjang dengan gunting ke arah a.pulmonalis. Alat-alat leher dikeluarkan bersama-sama dengan alat rongga dada, sedangkan usus halus mulai dari yeyenum sampai rectum dilepaskan tersendiri, kemudian alat dalam rongga perut dikeluarkan bersama alat dalam rongga panggul. Pengeluaran alat leher dimulai dengan melakukan pengirisan insersi otot-otot dasar mulut pada tulang rahang bawah. Irisan dimulai tepat di bawah dagu, menembus rongga mulut dari bawah. Insisi diperlebar ke kanan maupun ke kiri. Lidah ditarik ke bawah sehingga dapat dikeluarkan dari tempat bekas irisan. Palatum molle diiris sepanjang perlekatannya dengan palatum durum sampai bagian lateral dari plica pharingea. Dengan meneruskan pemotongan sampai ke

Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia, Andire eki, Wongso


210

dimulai pada prosesus mastoideus. Kandung kencing serta alat lain dipegang dengan tangan kiri sampai ke belakang bersama-sama rectum. Kolon sigmoid dapat dilepaskan dari dinding rongga perut dengan memotong mesocolon di bagian belakangnya. Pemeriksaan pada kepala dimulai dengan membuat irisan pada kulit kepala.iliaca communis. Setelah dilakukan pelepasan usus halus dan usus besar dapat dilakukan pemeriksaan sepanjang usus tersebut. alat rongga dada ditarik ke arah kaudal sampai keluar dari rongga paru. Pengirisan diteruskan ke arah bawah. Alat leher dan alat dalam rongga dada dapat dikeluarkan seluruhnya. Alat rongga panggul dilepaskan dengan melepas peritoneum di daerah simfisis (alat rongga panggul terletak retroperitoneal). Alat rongga panggul kemudian dilepaskan seluruhnya dari perlekatan dengan sekitarnya dan diangkat bersama-sama dengan alat rongga perut yang telah dilepaskan terlebih dahulu. Perhatikan dan catat kelainan pada permukaan dalam kulit kepala Roman s 4n6 Ed. Tangan kiri menggenggam bagian bawah alat rongga dada tepat di atas diafragma dan lakukan pengirisan terhadap genggaman tersebut. maka mesenterium yang melekat usus halus dengan dinding rongga perut dapat diiris dekat usus. ke arah depan sampai kurang lebih 1-2 cm di atas batas orbita (margo supraorbitalis) dan ke arah belakang sampai sejauh protuberantia occipitalis externa. Esofagus digunting antara kedua ikatan tersebut. Mesokolon kembali diiris di sebelah lateral dari kolon descendens dengan memisahkannya juga dari limpa dan ginjal kiri. mulai dari distal diurut ke arah proksimal. Pemotongan melintang dilakukan setinggi kelenjar prostat pada mayat laki-laki dan setinggi sepertiga proksimal vagina pada mayat perempuan. Lepaskan esophagus bagian kaudal dari jaringan ikat sekitarnya dan buat dua ikatan di atas diafragma. dengan memotong mesokolon pada bagian lateral dan kolon asendens pada daerah ini. melingkari kepala ke arah vertex. Andire eki. Pengirisan dibuat sampai pisau mencapai periosteum. lateral dari masing -masing ginjal sampai memotong a. Dengan tangan kanan memegang lidah dan dua jari tangan kiri yang diletakkan pada sisi kanan dan kiri hilus paru. Rectum diikat dengan dua ikatan. Lakukan pemotongan pembuluh darah dan saraf di belakang tulang selangka dengan lebih dulu menggenggam pembuluh darah dan saraf tersebut. pengirisan dilakukan terhadap mesokolon. Wongso ‘ 211 . sebelah kanan dan kiri. kemudian diputus di antara dua ikatan tersebut. Pada daerah kolon transversum. Usus-usus dilepaskan dengan melakukan dua ikatan pada awal jejunum. dan berakhir pada prosesus mastoideus sisi lain. 20 by Syaulia. Pada daerah caecum. Untuk melepaskan alat rongga perut dan panggul dilakukan pengirisan dimulai dengan memotong diafragma dekat insersinya pada dinding rongga badan. Kulit kepala kemudian dikupas. lepaskan perlekatan antara kolon dan lambung.permukaan depan dari tulang belakang dan sedikit menarik alat-alat leher ke arah bawah maka seluruh alat leher dapat lepas dari perlekatannya. Lepaskan perlekatan antara paru-paru dengan dinding rongga dada. Rectum dipegang dengan tangan kanan. Pengirisan dilakukan seperti gerakan menggergaji dan dilakukan sepanjang usus halus sampai daearah ileum terminalis. Pengguntingan dilakukan di antara dua ikatan yang dibuat agar isi duodenum tidak tercecer. Tangan kiri mengangkat ujung distal dan mengangkatnya.

nn. perdaraahan epidural. Kelainan yang biasa ditemukan adalah tanda kekerasan. di daerah temporal kurang lebih 2 cm di atas daun telinga. duramater yang melekat pada dasar tengkorak harus dilepaskan dari dasarnya. Otak dikeluarkan dengan memasukkan dua jari tangan kiri di garis pertengahan daerah frontal. esophagus. Atap tengkorak selanjutnya dilepas dengan menggunakan pahat berbentuk T (T-chisel) dengan jalan mendongkel pada garis penggergajian. Dilakukan pengamatan kelainan pada permukaan dalam atap tengkorak maupun pada duramater. antara baga otak dan tulang tengkorak. baik baru maupun lama. Kelainan dapat berupa luka pada duramater. 1. Kepala dikembalikan ke posisi semula dan batang otak dipotong melintang dengan memasukkan pisau sejauh-jauhnya dalam rongga magnum. Pada daerah temporal ini penggergajian dilakukan melingkar ke belakang 2 cm sebelah atas protuberantia occipitalis externa . dst sampai seluruh alat tubuh. pengumpulan nanah. Pada daerah temporal penggergajian dilakukan setelah otot temporalis dipotong dengan pisau terlebih dahulu. melingkar di daerah frontal sejarak kurang lebih 2 cm di atas margo supraorbitalis. Bagian frontal sedikit ditekan. Duramater kemudian digunting mengikuti garis penggergajian.opticus. Lidah Diperhatikan permukaan lidah. dan daerah subdural diperiksa adanya perdarahan. Potong saraf-saraf otak yang keluar pada dasar tengkorak. agar dapat diperhatikan adanya kelainan pada dasar tengkorak. Pemotongan lebih lanjut dapat dilakukan pada aa. tentorium cerebelli tampak jelas dan mudah dipotong. Kedua jari tangan kiri kemudian sedikit mengangkat baga frontal dan memperlihatkan nn. 20 by Syaulia. Dengan tangan kiri menyangga daerah baga occipital. dua jari tangan kanan dapat ditempatkan di sisi kanan dan kiri batang otak yang terpotong. baik merupakan resapan darah maupun garis retak/patah tulang. Otak biasanya diperiksa terakhir. kemudian menarik bagian bawah otak dengan gerakan memutar/meluksir hingga keluar dari rongga tengkorak. Andire eki. Dengan memiringkan kepala mayat. Perlu diperhatikan bila tentorium cerebelli tidak dipotong maka otak kecil akan tertinggal dalam rongga tengkorak. trachea. yang kemudian dipotong sedekat mungkin pada dasar tengkorak. dsb. Setelah otak dikeluarkan.karotis interna yang memasuki otak serta saraf-saraf otak yang keluar pada dasar otak. sebab pada beberapa jenis keracunan dapat tercium bau yang khas.maupun permukaan luar tulang tengkorak. tampak falk cerebri yang dapat dipotong atau digunting sampai dasar tengkorak. serta jari-jari tangan kiri sedikit menarik/mengangkat baga peliris (temporalis) sisi lain.olfactorius. Bekas gigitan yang berulang dapat ditemukan pada penderita epilepsi. Pemeriksaan Organ/Alat Dalam Dimulai dari lidah. dll. dimulai dari foramen magnum ke lateral menyusuri tepi belakang tulang karang otak (os petrosum). Untuk membuka rongga tengkorak dilakukan penggergajian tulang tengkorak. Bekas Roman s 4n6 Ed. Setelah atap tengkorak dilepaskan pertama-tama dilakukan penciuman bau yang keluar. adakah bekas gigitan. dengan garis penggergajian membentuk sudut 120o dari garis penggergajian terdahulu. Wongso ’ 212 .

2. serta keadaan selaput lendirnya. resapan darah. 8. gantung). Arteri carotis interna Arteri carotis communis dan interna biasanya tertinggal melekat pada permukaan dekat ruas tulang leher. 4. Kelenjar gondok Otot-otot leher harus dilepaskan dari perlekatannya di sebelah belakang. Dengan pinset bergigi pada tangan kiri. 9. Tonsil Perhatikan permukaan maupun penampang tonsil. Tulang lidah (os hyoid). Kelenjar kacangan (thymus) Biasanya telah menjadi Thymic fat body pada orang dewasa. 6. Pada permukaanya perhatikan adanya perdarahan berbintik serta kemungkinannya adanya kelainan lain. Perhatikan adanya patah tulang. gambaran infeksi. serta bintik perdarahan. Tentukan permukaan paru. perdarahan. Bila kekerasan pada daerah leher mengenai arteri ini. benda asing. Rawan gondok dan rawan cincin seringkali juga menunjukkan resapan darah pada kasus dengan kekerasan pada daerah leher (pencekikan. Perhatikan adakah edema. dsb. Paru-paru Kedua paru masing-masing diperiksa tersendiri. Perhartikan tanda kekerasan sekitar arteri ini. Periksa apakah permukaannya rata. otot leher dibebaskan dari bagian posterior. Wongso “ 213 . kadang dapat ditemukan kerusakan pada intima di samping terdapatnya resapan darah. dll (misalnya striktur. adakah perdarahan berbintik atau resapan darah. varices). Perhatikan ukuran dan beratnya. Kerongkongan (esophagus) Dibuka dengan jalan menggunting sepanjang dinding belakang. penjeratan. adakah selaput. kelenjar gondok tampak jelas dan dapat dilepaskan dari perlekatannya pada rawan gondok dan trakea. Pengirisan lidah sebaiknya tidak sampai teriris putus agar setelah otopsi mayat masih tampak berlidah utuh. dimulai dari epiglotis. gigitan dapat pula terlihat pada penampang lidah. Perhatikan adanya benda-benda asing. Setelah otot leher di angkat. keadaan selaput lendir. Kelenjar thymus terletak melekat di sebelah atas kandung jantung. rawan gondok (cartilago thyroidea) dan rawan cincin (cartilago cricoidea) Tulang lidah kadang ditemukan patah unilateral pada kasus pencekikan. Pembukaan trakea dilakukan dengan melakukan pengguntingan dinding belakang sampai cabang bronkus kiri dan kanan. bercak perdarahan akibat aspirasi Roman s 4n6 Ed. ujung bawah otot-otot leher dijepit dan sedikit diangkat. 3. dll. 20 by Syaulia. Andire eki. Perhatikan adanya benda asing. dengan gunting pada tangan kanan. Ditemukan tonsilektomi kadang membantu dalam identifikasi. nanah. Batang tenggorok (Trakhea) Pemeriksaan dimulai pada mulut atas batang tenggorok. 7. namun kadang masih dapat ditemukan pada status thymicolymphaticus. Pada paru yang mengalami emphysema dapat ditemukan cekungan bekas penekanan iga. Perhatikan warnanya. darah. Buka arteri dengan menggunting dinding depannya dan perhatikan keadaan intima. busa. Tulang lidah terlebih dahulu dilepaskan dari jaringan sekitarnya dengan pinset dan gunting. Perhatikan pula pita suara dan kotak suara. 5. Lakukan pengirisan di bagian lateral pada kedua baga kelenjar gondok dan catat perangai penampang kelenjar ini. catat warnanya.

Perabaan paru yang normal teraba seperti spons. 1 cm di bawah katup. Perhatikan besarnya jantung. ikuti sistematika pemotongan dinding jantung yang dilakukan dengan mengikuti aliran darah di dalam jantung.coronaria kanan keluar dari dinding pangkal aorta ke belakang. menyusuri septum pada jarak ½ cm. lakukan irisan menembus tebal otot dinding sebelah kanan sehingga rongga bilik jantung kanan terlihat.pulmonalis dan memotong katup semilunaris pulmonal. Ukur lingkaran katup mitral serta penilaian terhadap keadaan katup. ke arah atas menggunting dinding depan a.darah ke dalam alveoli (tampak pada permukaan paru sebagai bercak berwarna merah-hitam dengan batas tegas). Arteri coronaria kiri berjalan di sisi depan septum.coronaria tidak boleh menggunakan sonde karena dapat mendorong trombus yang mungkin ada. Ukur lingkaran katup trikuspidal serta memeriksa keadaan katup. Vena cava superior dan inferior dibuka dengan menggunting dinding belakang vena-vena tersebut. mulai dari apeks. perabaan dapat menjadi padat atau keras. 20 by Syaulia. 10. apakah terdapat penebalan. Dengan pisau panjang. Perhatikan adanya resapan darah. Tebal otot jantung sebelah kiri diukur pada irisan tegak yang dibuat 1 cm di bawah katup pada dinding belakang. Pemeriksaan nadi jantung ini dilakukan dengan membuat irisan melintang sepanjang jalannya pembuluh darah. Pembukaan serambi dan bilik kiri dimulai dengan menggunting dinding belakang vv. Irisan dinding depan bilik kanan menggunakan gunting. Dengan gunting dinding depan bilik kiri dipotong menyusuri septum pada jarak ½ cm. bulla. Pada penampang paru ditentukan warnanya serta dicatat kelainan yang mungkin ditemukan. resapan darah. Pada otopsi jantung. Dengan gunting buka pula aurikel kanan. dengan tangan kiri memegang paru pada daerah hilus. dsb. benjolan atau kelainan lain. Katup diukur lingkarannya dan keadaan daun katupnya dinilai. Lingkaran katup diukur dan daun katup dinilai. masuki bilik jantung kanan sampai ujung pisau menembus apeks di sisi kanan septum dengan mata pisau mengarah ke lateral. Perhatikan adanya kelainan pada aurikel kanan maupun atrium kanan. Penampang paru diperiksa setelah melakukan pengirisan paru mulai apex sampai ke basal. Tebal dinding bilik kanan diukur dengan terlebih dahulu membuat irisan tegak lurus pada dinding belakang bilik kanan. membuka juga dinding depan aorta dan memotong katup semilunaris aorta. Dengan pisau panjang. Pada daerah katup semilunaris aorta dapat ditemukan dua muara aa. bandingkan dengan kepalan tinju kanan mayat. luka. terus ke arah atas. atau bintik-bintik perdarahan. Jantung Jantung dilepaskan dari pembuluh darah besar yang keluar/masuk ke jantung dengan jalan memegang apex jantung dan mengangkatnya serta menggunting pembuluh tadi sejauh mungkin dari jantung. dan a. disusul dengan pembukaan aurikel kiri. Wongso ” 214 .pulmonales. Pada Roman s 4n6 Ed. Pertama-tama jantung diletakkan dengan permukaan ventral menghadap ke atas yang dipertahankan terus sampai otopsi jantung selesai. Andire eki.coronaria kiri dan kanan. luka. lalu diiris ke lateral sehingga bilik kiri terbuka. apeks jantung sebelah kiri dari septum ditusuk. Pada paru dengan proses peradangan. Untuk memeriksa keadaan a.

Tebal otot bilik kanan 3 sampai 5 mm. sedangkan yang kiri sekitar 14 mm. berada antara permukaan belakang hati dan permukaan bawah diafragma. Pada kasus kematian bunuh a diri dengan jalan menjatuhkan diri dari tempat yang tinggi. b tertutup oleh jaringan lemak. Anak ginjal (glandula suprarenalis) Kedua anak ginjal harus dicari terlebih dahulu sebelum dilakukan pemeriksaan lanjut pada bloc alat rongga perut dan panggul. berbentuk trapezium dan tipis. Untuk menemukan anak ginjal sebelah kanan ini. keadaan lumen. terletak antara ekor kleenjar liur perut (pancreas) dan diafragma. Aorta thoracalis Pengguntingan pada dinding belakang aorta thoracalis dapat memperlihatkan permukaan dalam aorta. Nilai pengukuran pada jantung normal orang dewasa adalah sebagai berikut : ukuran jantung sebesar kepalan tangan kanan mayat. yang kiri sekitar 9. Perhatikan apakah terdapat kelainan pada dinding pembuluh darah yang mungkin merupakan dasar dideritanya hipertensi renal bagi yang berangkutan. Aorta abdominalis Bloc organ perut dan panggul diletakkan di atas meja potong dengan permukaan belakang menghadap ke atas aorta abdominalis digunting dinding belakangnya mulai dari tempat pemotongan aa. Perhatikan kemungkinan terdapatnya deposit kapur. anak ginjal kiri yang berbentuk bulan sabit tipis dapat dilepaskan untuk dilakukan pemeriksaan dengan seksama. Perhatikan pula muara dari pembuluh nadi yang keluar dari aorta abdominalis ini. juga tertutup dalam jaringan lemak.5 cm. aa. ateroma atau pembentukan aneurisma. 12. terutama muara aa. Andire eki. lingkaran katup pulmonal sekitar 7 cm dan aortal sekitar 6. Perhatikan dinding aorta terhadap adanya penimbunan perkapuran atau atheroma.5 cm. Anak ginjal kanan terletak di bagian mediokranial dari kutu atau ginjal kanan. Anak ginjal terletak di bagian medio-kranial kiri kutub atas ginjal kiri. karena bila telah dilakukan pemeriksaan atau telah dilakukan pemisahan alat rongga perut dan panggul. pertama-tama digunting otot diafragma sebelah kanan. renalis kanan dan kiri. Dengan cara yang sama seperti pada pengeluaran anak ginjal kanan. ukuran lingkar katup serambi bilik kanan sekitar 11 cm. berat sekitar 300 gram.iliaca communis kanan dan kiri. bila korban mendarat dengan kedua kaki terlebih dahulu. resapan darah dan sebagainya.penempang irisan diperhatikan tebal dinding arteri. 11. lepaskan dengan pinset dan gunting jaringan lemak yang terdapat dan akan tampak anak ginjal yang berwarna kuning kecoklat coklatan. Wongso • 215 . 20 by Syaulia. renalis kanan dan kiri dibuka sampai memasuki ginjal. 13. Pada tempat yang disebutkan di atas. seringkali ditemukan robekan melintang pada aorta thoracalis. Hal ini perlu mendapat perhatian. baik kelainan degeneratif maupun kelainan bawaan. Mulai pada muaranya. Kadang-kadang pada aorta dapat ditemukan tanda kekerasan merupakan resapan darah at u luka. Anak ginjal kemudian dibebaskan dari jaringan sekitarnya dan diperiksa terhadap kemungkinan terdapatnya kelainan ukuran. serta kemungkinan terdapat trombus. Roman s 4n6 Ed. Septum jantung dibelah untuk melihat kelainan otot. anak ginjal sukar ditemukan.

Buatlah irisan penampang limpa. Irisan pada ginjal dibuat dari arah lateral ke medial. 20 by Syaulia. Untuk mengetahui ada tidaknya sumbatan pada saluran empedu. 14. Kandung kencing dibuka dengan jalan menggunting dinding depannya mengikuti bentuk huruf T. perhatikan isi serta selaput lendirnya. Kandung empedu diperiksa ukurannya serta diraba akan kemungkinan terdapatnya batu empedu. Bila tampak cairan coklat-hijau keluar dari muara tersebut ini menandakan saluran empedu tidak tersumbat. ukuran penampang. ureter dan kandung kencing Kedua ginjal masing diliputi oleh jaringan lemak yang dikenal sebagai capsula adipose renis. isi saluran serta keadaan mukosa. Setelah simpai ginjal dilepaskan. hal ini dapat dilakukan dengan mudah. Wongso – 216 . 16. Hati dan kandung empedu Pemeriksaan dilakukan terhadap permukaan hati. ginjal digenggam pada tangan kiri dengan pelvis renis dan ureter terletak antara telunjuk dan jari tengah.Pada anak ginjal yang normal. buatlah 2 atau 3 irisan yang melintang pada punggung hati sehingga dapat terlihat sekaligus baik bagian kanan maupun kiri hati. hati normal memberikan perabaan yang kenyal. Ureter dibuka dengan meneruskan pembukaan pada pelvis renis. Adanya trauma yang mengenai daerah ginjal seringkali menyebabkan resapan darah pada capsula ini. Hati yang normal menunjukkan penampang yang jelas gambaran hatinya. Perhatikan kemungkinan terdapatnya batu. Kadangkala pada permukaan hati dapat ditemukan kelainan berupa jaringan ikat. tanda peradangan. permukaan yang berbenjol-benjol. yang pada keadaan biasa menunjukkan permukaan yang rata dan licin. Untuk memeriksa penampang. simpai ginjal mungkin akan melekat erat dan sulit dilepaskan. Ginjal. ginjal dapat dibebaskan. Andire eki. Adakah kelainan berupa resapan darah. Pada ginjal yang normal. nanah dan sebagainya. Pada hati yang telah lama mengalami perbendungan dapat ditemukan gambaran hati pala. pengguntingan anak ginjal akan memberikan penampang dengan bagian korteks dan medulla yang tampak jelas. bahkan abses. diusahakan tepat di bidang tengah sehingga penampang akan melewati pelvis renis. Pada perabaan. Pada ginjal yang mengalami peradangan. berwarna merah-coklat. terus mencapai vesika urinaria. Pada tepi dapat di³cubit´ dan kemudian dapat dikupas secara tumpul. berwarna Roman s 4n6 Ed. Limpa yang norml menunjukkan permukaan yang berkeriput. Pada penampang ginjal. kista kecil. Dengan melakukan pengirisan di bagian lateral kapsula. dapat dilakukan pemeriksaan dengan jalan menekan kandung empedu ini sambil memperhatikan muaranya pada duodenum (papilla Veteri). luka-luka ataupun kista-kista retensi. perhatikan gambaran korteks dan medula ginjal. Juga perhatikan pelvis renis akan kemungkinan terdapatnya batu ginjal. 15. limpa normal mempunyai gambaran limpa yang jelas. lakukan terlebih dahulu pemeriksaan terhadap permukaan ginjal. Untuk pemeriksaan lebih lanjut. Limpa dan kelenjar getah bening Limpa dilepaskan dari sekitarnya. berwarna ungu dengan perabaan lunak kenyal. Tepi hati biasanya tajam. Kandung empedu kemudian dibuka dengan gunting untuk memperlihatkan selaput lendirnya yang seperti beludru berwarna hijau-kuning.

kontusio jaringan otak atau kedangkalan bahkan sampai terjadi laserasi. girus otak akan tampak mendatar dan sulkus tampak menyempit. Otak kecil ini kemudian dipisahkan juga dari batang otak dengan melakukan pemotongan pada pedunculus cerebelli. Catat bila ada kelainan. Kelenjar liur perut (pancreas) Pertama-tama lepaskan lebih dahulu kelenjar liur perut ini dari sekitarnya. perdarahan subarachnoid. Lakukan pemotongan otak besar secara koronal/melintang. Perhatikan ukuran serta beratnya. perhatikan keadaan sirkulus Willis. keracunan berbiturat serta keadaan lain yang menimbulkan hipoksia jaringan otak Infark jaringan otak. perdarahan intra cerebral akibat pecahnya a. Catat pula bila ditemukan kelenjar getah bening regional yang membesar. perlunakan dan sebagainya yang mungkin ditemukan. 20 by Syaulia. adakah penebalan dinding akibat kelainan ateronia. dengan permukaan yang berbelah-belah dan perabaan yang kenyal. Kelainan yang dapat ditemukan pada penampang otak besar antara lain adalah: Perdarahan pada korteks akibat contusio cerebri. usahakan agar dapat ditemukan sumber perdarahan tersebut. baik yang bilateral maupun yang unilateral. Pada daerah ventral otak. Roman s 4n6 Ed. Kelenjar liur perut yang normal mempunyai warna kelabu agak kekuningan. Pada keadaan peningkatan tekanan intra cranial akibat edema serebri misalnya. polip dan lain-lain. Lambung.coklat-merah dan bila dikikis dengan punggung pisau. Selaput lendir lambung diperiksa terhadap kemungkinan adanya erosi. Usus diperiksa akan kemungkinan terdapat darah dalam lumen serta kemungkinan terdapatnya kelainan bersifat ulcerative. Perhatikan isi lambung dan simpan dalam botol atau kantong plastik bersih bila isi lambung ini diperlukan untuk pemriksaan toksikologik atau pemeriksaan laboratorik lainnya. 17. abses otak. 19. usus halus dan usus besar Lambung dibuka dengan gunting pada curvature mayor. Adakah perdarahan subdural. Wongso — 217 . akibat gangguan perdarahan oleh arteri. sehingga bagian bawah serebelum tampak menonjol. Perhatikan pula akan kemungkinan terdapatnya tanda penekanan yang menyebabkan sebagian permukaan otak menjadi datar. Jangan lupa mencatat ukuran dan berat limpa. adakah penipisan dinding akibat aneurysma. Otak besar. catatlah kelainan perdarahan. Tempat pemotongan haruslah sedemikian rupa agar struktur penting dalam otak besar dapat diperiksa dengan teliti. otak kecil dan batang otak Perhatikan permukaan luar dari otak dan catat kelainan yang ditemukan. perdarahan berbintik pada substansi putih akibat emboli. adakah perdarahan. Pada oedema cerebri. ulserasi. perdarahan/resapan darah. Perhatikan pula bentuk serebelum. 18. Bila terdapat perdarahan hebat. Pisahkan otak kecil dari otak besar dengan melakukan pemotongan pada pedunculus cerebri kanan dan kiri. akan ikut jaringan penampang limpa. Otak kecil diperiksa penampangnya dengan membuat suatu irisan melintang. Andire eki. perhatikan penampang irisan. Nilai keadaan pembuluh drah pada sirkulus. lenticulostriata dan sebagainya. Otak besar diletakkan dengan bagian ventral menghadap pemeriksa. dapat terjadi hemiasi serebelum kea rah foramen magnum.

testis dapat dikeluarkan dari scrotum melalui rongga perut. tebal dinding. 20 by Syaulia. Jumlah organ yang perlu diambil untuk pemeriksaan toksikologi disesuaikan dengan kasus yang dihadapi serta ketentuab laboratorium pemeriksa. agar digunakan alcohol 90%.Batang otak diisir melintang mulai daerah pons. Jahitlah kulit dengan rapi menggunakan benang yang kuat. Sedapat mungkin setiap jenis organ ditaruh dalam botol tersendiri. Pada pengiriman bahan untuk pemeriksaan toksologik. Usahakan mengambil bagian organ di daerah perbatasan antara bagian yang normal dan yang mengalami kelainan. medulla oblongata sampai kebagian proksimal medulla spinalis. Klenjar prostat diperhatikan ukuran serta konsistensinya. Perhatikan ukuran. Jumlah potongan yang diambil dari setiap organ agar disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kasus. melalui saluran serviks serta muara kedua saluran telur pada fundus uteri. Adanya perdarahan di daerah batang otak biasanya mematikan. 21. saluran telur dan uterus sendiri. Uterus dibuka dengan membuat irisan berbentuk huruf T pada dinding depan. potongan yang terlampau tebal akan mengakibatkan cairan fiksasi tidak dapat masuk ke dalam potongan tersebut sengan sempurna. Potongan ini kemudian dimasukkan ke dalam botol yang berisi cairan fiksasi yang dapat merupakan larutan formalin 10% (= larutan formaldehida 4%) atau alcohol 90-96% dengan jumlah cairan fiksasi sekitar 20-30 kali volume potongan jaringan yang diambil. Bila diperlukan pengawetan. resapan darah ataupun luka akibat tindakan abortus provakatus. PERAWATAN MAYAT SETELAH AUTOPSI     Setelah autopsi selesai. konsistensi serta kemungkinan terdapat resapan darah. Jahitkan kembali tulang dada dan iga yang dilepaskan pada saat membuka ronggadada. Perhatikan keadaan selaput lender uterus. perhatikan bentuk serta ukuran kedua indung telur. 20. mulai dari bawah dagu sampai ke daerah simfisis. Jadi tidak dibuat irisan baru pada scrotum. Roman s 4n6 Ed. Andire eki. Timbang dan catatlah berat masing-masing alat/organ Sebelum mengembalikan organ-organ (yang telah diperiksa secara makroskopik) kembali ke dalam tubuh mayat pertimbangkan terlebih dahulu kemungkinan diperlukannya potongan jaringan guna pemeriksaan histopatologik atau diperlukannya organ guna pemeriksaan toksologik. Lidah dikembalikan ke dalam rongga mulut sedangkan jaringan otak dikembalikan ke dalam rongga tengkorak. Alat kelamin dalam (genitalia interna) Pada mayat laki-laki. isi rongga rahim serta kemungkinan terdapatnya kelainan lain. Pada mayat wanita. Pada uterus diperhatikan kemungkinan terdapatnya perdarahan. Wongso ˜ 218 . Perhatikan pula bentuk dan ukuran dari epididinus. Potongan jaringan untuk pemeriksaan histopatologik diambil dengan tebal maksimal 5 mm. Perhatikan kemungkinan terdapatnya perdarahan. semua organ tubuh dimasukkan ke dalam rongga tubuh. contoh bahan pengawet agar juga turut dikirimkan disamping keterangan klinik dan hasil sementara autopsi atas kasus tersebut.

Pada pengangkatan alat leher kemudian. maka pembukaan kulit dimulai dari setinggi incisura jugularis ke bawah sepanjang garis median. ventrikel kiri juga dilubangi dan perhatikan juga apakah terdapat gelembung udara yang keluar. maka lubang tusukan diperlebar. perlu dilakukan teknik autopsi yang khusus. Perhatikan apakah terdapat gelembung udara yang keluar dari lubang tersebut. Dalam hal ini tekanlah jantung dengan jari tangan kiri dan jagalah agar jantung tetap terendam. pulmonalis sampai menembus ke dalam bilik kanan. Pemeriksaan emboli udara vena Dengan mengingat kemungkinan terjadinya hasil false positive seperti yang diuraikan di atas. Bila ini terjadi. Dengan melakukan pemutaran bidang pisau (knife blade) sebanyak 90 derajat. Kulit dan otot dinding dada serta rongga perut dibuka seperti biasa. Tindakan memotong tulang dada setinggi iga ke-3 ini dilakukan untuk mencegah terpotongnya pembuluh darah besar yang berjalan di belakng iga ke-2 dan tulang selangka.  Atap tengkorak diletakkan kembali pada tempatnya dan difiksasi dengan menjahit otot temporalis. 20 by Syaulia. Kemudian bagian depan dinding dada ini dilepaskan dengan terlebih dahulu menggergaji tulang dada (stermum) melintang setinggi iga ke-3. Hal tersebut di atas akan menghasilkan pemeriksaan yang salah (false positive) dan karenanya harus dihindari. menyimpang dari teknik autopsi rutin. Andire eki. Kandung jantung dibuka dengan melakukan pengguntingan memanjang pada tempat yang letaknya paling tinggi ( di pertengahan kandung jantung) sepanjang 5 sampai 7 sentimeter. AUTOPSI PADA DUGAAN KEMATIAN AKIBAT EMBOLI UDARA Terbukanya pembuluh darah akibat trauma. Insersi otot diafragma dipotong untuk melepaskan bagian bawah stemum dan iga. dengan jalan tidak membuka daerah leher sebelum dilakukan pemeriksaan emboli. emboli udara vena (= emboli udara paru) dan emboli udara arterial (= emboli udara sistemik). kadangkala dapat menyebabkan timbulnya emboli udara. baru kemudian kulit kepala dijahit dengan rapi. pembuktian dilakukan dengan memperlihatkan adanya udara dalam system vena atau arteri dengan membuka arteri atau vena tersebut di bawah permukaan air. Dengan pisau organ. terjadi manipulasi terhadap leher dan kepala sehingga udara yang masuk tadi berpindah dan masuk ke dalam jantung. Rawan iga dipotong mulai dari iga ke-3 ke arah kaudo-lateral. maka terdapat kemungkinan masuknya udara post mortal ke dalam pembuluh darah tersebut. Dengan cara yang sama. tusuklah ventrikel kanan dekat dengan permulaan a. Wongso ™ 219 . Ke dalam kandung jantung kemudian diisikan air sehingga seluruh jantung terdapat di bawah permukaan air (terendam). Dikenal 2 jenis emboli udara berdasarkan letak dari emboli tersebut. Kulit bagian leher dibiarkan utuh untuk sementara dan jangan ganjal bahu mayat dengan malok. Pada pembukaan kulit leher dalam melakukan autopsi rutin. Pada dasarnya. Bersihkan tubuh mayat dari darah sebelum mayat diserahkan kembali pada pihak keluarga. Untuk membuktikan terdapatnya emboli udara. Kadan g-kadang jantung cenderung untuk mengapung. Roman s 4n6 Ed. vena daerah ini mudah terpotong terutama vena jugularis.

Semperit diisi setengah penuh. maka hal ini dapat disebabkan oleh adanya emboli udara vena disertai defek septurn. Bila perlu dapat dilakukan pengurutan sepanjang septum dari arah apex jantung kea rah tempat pengirisan. Kulit daerah dada yang telah dilepaskan dan dinding dada dipegang p ada tepi bebasnya sedemikian rupa sehingga membentuk semacam kantong dengan dasar dinding dada. lalu dengan jarum trokat. sela iga ditusuk. lakukan persiapan pemeriksaan seperti pada pemeriksaan emboli udara vena. coronariae yang berisi darah yang berbuih dan berwarna merah terang. sedangkan dari bilik jantung kiri tidak terdapat gelembung udara yang keluar. Antara lain adalah: distensi jantung sebelah kanan akibat tekanan udara. Bila pada pemeriksaan tidak keluar gelembung baik dari bilik kanan maupun kiri. dinding dada diiris di bawah permukaan air sampai menembus ke rongga dada. Dengan jantung yang seluruhnya terdapat di bawah permukaan air. 20 by Syaulia. atau diakibatkn oleh terbentuknya gas pembusukan dalam bilik jantung kanan maupun yang kiri. Pengumpulan udara dalam rongga dada pada pnemotoraks akan menyebabkan ke luar gelembung udara dari lubang. Dalam menilai hasil pemeriksaan emboli udara arterial ini perlu diperhitungkan kemungkinan terbentuknya gas pembusukan dalam pembeluh itu sendiri. Ke dalam kantong ini kemudian diisi air. lakukan pemotongan permulaan a. Vena cava. AUTOPSI PADA KASUS DENGAN PNEMOTORAKS Pada kekerasan yang mengenai daerah dada. tetapi sangat sedikit atau sama sekali tidak terisi darah. Dengan sebuah skapel. udara kan terkumpul dalam bilik kanan jantung dan karenanya. pulmonalis dan v v. Pemeriksaan pnemotoraks dapat pula dilakukan dengan menggunakan semperit gelas yang besar (ukuran 25 sentimeter kubik) dan jarum trokar. Pemeriksaan emboli udara arteril Untuk membuktikan adanya emboli udara arterial. Dalam hal ini kemungkinan terdapatnya emboli udara vena tidak dapat dipastikan maupun disingkirkan Di samping dilakukan pemeriksaan seperti tersebut di atas.Pada kasus dengan emboli udara vena. dapat terjadi patah tulang iga yang mengakibatkan tertusuknya paru dan selanjutnya menimbulkan pnemotoraks. Dalam hal demikian. Wongso d 220 . Adanya pengumpulan udara dalam rongga dada akan menyebabkan keluar gelembung udara ke dalam air dalam semperit. beberapa hal dapat menyokong akan adanya emboli udara vena. maka kemungkinan terdapatnyaemboli udara vena dapat disingkirkan. pembuktian dapat dilakukan dengan mudah. Andire eki. yaitu dengan cara membuka rongga dada di bawah permukaan air untuk melihat keluarnya gelembung udara. pada pemeriksaan akan ditemukan keluarnya gelembung udara dari lubang yang dibuat pada bilik kanan. Bila pada penusukkan bilik kanan dan kiri keduanya memberikan gelembung udara. coronaria kiri dengan jalan mengirisnya pada bagian arterior septum dan perhatikan apakah terdapat gelembung udara yang keluar. Roman s 4n6 Ed. Vena cava inferior yang mengalami distensi. bilik kanan a.

Dengan demikian. AUTOPSI PADA KASUS DENGAN KELAINAN PADA LEHER Untuk dapat melihat kelainan pada leher dengan lebih baik. misalnya SUDAN III. Untuk melihat ini. Diagnosa emboli lemak dapat ditegakkan bila dalam pembuluh darah dapat ditemukan butir lemak ini ( fat globule). Wongso e 221 . penggergajian tengkorak serta pengeluaran otak. perlu pertama-tama ditentukan apakah bayi lahir hidup atau lahir mati. dan lapangan leher menjadi bersih. rongga dada yang telah mengembang pada pemeriksaan didapati diafragma yang letaknya rendah. maka pengeluaran/pengangkatan alat leher dapat dilakukan seperti pada autopsi rutin. setinggi iga ke 5 atau 6 b. Setelah pemeriksaan daerah leher selesai. Dengan mengeluarkan otak dan alat dada dengan jalan memotong trachea setinggi incisura jugularis (atau dapat pula hanya jantung saja yang dikeluarkan) maka darah yang terdapat dalam pembuluh darah leher dapat dialirkan ke arah kepala dan dada. Seorang bayi dinyatakan lahir hidup apabila ada pemeriksaan mayatnya dapat dibuktikan bahwa bayi telah bernafas. butir lemak ini dapat menyumbat pembuluh otak yang kecil dan mengakibatkan kematian. 20 by Syaulia. Butir lemak yang berasal dari jaringan lemak atau sumsum tulang dapat memasuki aliran darah dan menyebar ke eluruh tubuh. perlu diusahakan agar daerah leher bersih dari kemungkinan terdapatnya ´genangan´ darah. hendaknya dihindari proses rutin yang dalam perjalanannya akan melarutkan butir lemak yang terdapat d alam pembuluh darah tersebut. Bayi yang telah bernafas akan memberikan ciri di bawah ini: a.AUTOPSI PADA DUGAAN KEMATIAN AKIBAT EMBOLI LEMAK Kematian akibat emboli lemak dapat terjadi pada kasus trauma tumpul terhadap jaringan lemak atau patah tulang panjang pada orang dewasa. paru telah mengembang Roman s 4n6 Ed. kelainan berupa resapan darah yang kecil pun dapat terlihat jelas. Pada otak. Pindahkan ganjal yang semula terdapat pada daerah tengkuk sedemikian rupa sehingga daerah leher terletak paling tinggi. dilakukan pemeriksaan histopatologik dengan pewarnaan khusus untuk lemak. Pembukaan rongga dada dan perut dilakukan seperti pada autopsi rutin. Untuk itu dilakukan usaha agar darah yang terdapat dalam pembuluh darah leher dapat dialirkan ke tempat lain. Pengeluaran alat leher ditangguhkan untuk sementara. AUTOPSI PADA MAYAT BAYI BARU LAHIR Pada pemeriksaan mayat bayi yang baru dilahirkan. Pada pengerjaan/ processing jaringan untuk pembuatan preparat histopatologik. Andire eki. Lakukanlah pemotongan kulit kepala. Butir lemak akan diwarnai menjadi berwarna merah-jingga. Pemotongan kulit dimulai dari incisura jugularis ke arah simfisis pubis.

Perhatikan apakah kedua paru terapung. d. Pada pemeriksaan bayi baru lahir. guntinglah os parietale pada jarak 0. Dengan demikian. potongan paru yang telah ditekan antara dua karton sebagian besar masih tetap mengapung. sinus sagitalis superior. Di depan. Hindari sebanyak mungkin manipulasi terhadap jaringan paru. 20 by Syaulia. Tulang tengkorak bayi baru lahir masih lunak sehingga pembukaan tengkorak dapat dilakukan dengan gunting (tidak perlu menggunakan gergaji). lakukanlah pengikatan setinggi trachea. mengingat kepala bayi yang dapat mengalami moulage pada saat kelahiran. .Pemeriksaan kemudian dilanjutkan dengan mengapungkan paru kanan dan kiri secara tersendiri.5 sampai 1 cm lateral dari garis median. kedua paru masih menguncup dan terletak tinggi dalam rongga dada.Setelah alat leher diangkat. Alat rongga dada kemudian dikeluarkan seluruhnya untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam air. c. membelok ke arah lateral. falk serebri dan sinus sagitalis inferior dapat diperiksa akan adanya robekan. Untuk meneliti hal ini. Pada bayi yang telah bernafas. kepala bayi harus dibuka dengan tehnik khusus yang menghindari terpotongnya sinus tersebut sehingga dapat dinilai dengan sebaik-sebaiknya. Os parietalis kanan dan kiri kini dapat dibuka ke arah lateral seperti membuka jendela.Uji apung paru dinyatakan positif bila setelah dilakukan pemeriksaan pengapungan. yang dengan penekanan antara 2 karton tidak akan terdesak keluar.l 5 mm x 10 mm x 10 mm) dari masing-masing lobus dan apungkan kembali.uji apung paru dilakukan untuk membuktikan telah terdapatnya udara dalam alveoli paru.Pada paru yang telah mengalami pembusukan. perlu pula dilakukan pemeriksaan teliti terhadap kepala. .Potongan kecil paru yang telah bernafas. terapung karena adanya udara dalam alveoli. dimulai pada daerah fontanel besar ke arah belakang sampai bagian posterior tulang ubun-ubun untuk kemudian membelok ke arah lateral. Pada permukaan paru dapat ditemukan gambaran mozaik dan gambaran marmer. . . Untuk menghindari terpotongnya sinus sagitalis superior. Dengan menarik baga otak besar ke arah lateral. paru tampak mengembang dan telah mengisi sebagian besar rongga dada. apungkan kembali dalam air. . pengguntingan dilanjutkan ke arah tulang dahi yang pada jarak 1-2 cm dari batas lipatan kulit.Mengapungnya potongan kecil paru yang telah mengalami pembusukan ini disebabkan oleh pengumpulan gas pembusukan tersebut dapat didesak keluar. Selanjutnya buatlah 5 potongan kecil (k. potongan kecil dari paru dapat mengapung sekalipun paru tersebut belum bernafas. . resapan darah Roman s 4n6 Ed. Lakukanlah pemisahan lobus paru. Pemeriksaan mikroskopik memberikan gambaran paru yang telah bernafas Pada pemeriksaan mikroskopik akan tampak jaringan paru dengan alveoli yang telah terbuka dengan dinding alveoli yang tipis. Andire eki. uji apung paru memberikan hasil positif . Wongso f 222 . Kulit kepala dibuka dan dikupas seperti pada mayat dewasa. mungkin dapat menimbulkan cedera pada sinus di kepala. pada garis median sinus sagitalis tetap utuh.pada bayi yang belum bernafas.

viabilitas bayi diperlukan bila pada pemeriksaan didapati keraguan akan hal lahir hidup atau lahir mati. kemungkinan lahir hidup tentunya lebih kecil dibandingkan dengan bayi yang lahir mature dan viable. pada saat dilahirkan atau beberapa saat setelah itu. baga kanan dan kiri. lapis demi lapis ke arah metaphyse. Pemeriksaan berikutnya dititikberatkan pada penyebab kematian. Untuk dapat melakukan pengirisan dengan baik.maupun perdarahan. yang terjadi sebagai akibat tindakan kekerasan. pemeriksaan ditujukan terhadap sudah atau belum ditemukannya tanda perawatan pada bayi. Otak bayi kemudian dikeluarkan dengan cara seperti pada mayat dewasa. dan dalam keadaan demikian. Dengan menarik baga occipitalis ke arah kranio lateral. pencekikan atau pengikatan leher. Dengan gunting ligamentum patellae dipotong dan patella disingkirkan. sinus occipitalis dapat diperiksa. Untuk memenuhi syarat waktu dilakukannya pembunuhan. Pada kasus pembunuhan anak yang ditemukan di Jakarta. Dengan pisau. Pemeriksaan terhadap maturitas. Untuk ini pemeriksaan ditujukan terhadap telah bernafasnya paru korban. lakukan pengirisan distal femur atau proksimal tibia mulai dari ujung. faktor psikologik ibu yang baru melahirkan diperhitungkan sebagai faktor yang meringankan. telapak kaki bayi dipotong mulai tumit ke arah depan sampai sela jari ke 3 dan 4. Jadi pada kasus pembunuhan anak. Jaringan otak bayi baru lahir biasanya lebih lunak dari jaringan otak dewasa. Pada bayi-bayi yang lahir immature atau non viable. si bayi belum mendapat perawatan. penyumbatan. AUTOPSI PADA KASUS PEMBUNUHAN ANAK Pembunuhan anak merupakan tindak pidana yang khusus. Pusat penulangan akan tampak sebagai bercak berwarna merah homogen dengan diameter lebih dari 5 mm di daerah epiphyse tulang. pada si ibu belum sempat timbul rasa kasih sayang serta keinginan untuk merawat bayinya. yaitu pada saat dilahirkan atau tidak berapa lama setelah itu. tentorium cerebelli serta sinus lateralis. karena takut diketahui orang bahwa ia telah melahirkan. Pada pemeriksaan korban pembunuhan anak. tallus dan calcaneus dapat dipotong longitudinal untuk memeriksa adanya pusat penulangan. Wongso g 223 . Untuk menentukan usia dalam kandungan (gestational age) mayat bayi. pertama-tama harus dibuktikan bahwa korban lahir hidup. Roman s 4n6 Ed. yaitu pembunuhan yang dilakukan oleh seorang ibu terhadap anak kandungnya. Andire eki. Pusat penulangan pada distal femur dan proksimal tibia Buat irisan melintang pada kulit daerah lutut sampai tempurung lutut. keadaan tersebut menyebabkan si ibu melakukan pembunuhan tidak dalam keadaan kesadaran yang penuh. baik dengan merendam otak tersebut atau melakukan penyuntikan imbibisi. kadang perlu dilakukan fiksasi dengan formalin 10%. 20 by Syaulia. Dengan melebarkan potongan pada kulit. dapat dilakukan pemeriksaan terhadap pusat penulangan. Pada tindak pidana pembunuhan bayi. atau dikeluarkan terpisah. Pusat penulangan pada tallus dan calcaneus Untuk mencapai tallus dan calcaneus. pembunuhan biasanya dilakukan dengan cara pembekapan.

Andire eki. d. luka akibat kekerasan pertama oleh kendaraan (first impact) . Bagian tubuh yang biasanya terlindung jarang mendapat luka pada suatu kecelakaan. lipat siku. . b. dapat ditemukan luka tangkis yang biasanya terdapat pada daerah ekstensor lengan bawah atau telapak tangan. Hal ini sangat membantu dalam melakukan rekonstruksi terjadinya perkara.Luka akibat pembunuhan dapat ditemukan tersebar pada seluruh bagian tubuh. pemeriksaan histo-enzimatik. hubungan antara luka yang ditemukan dengan sebab mati . dan lain-lain. proses penyembuhan luka. Penyebab luka Gambaran luka seringkali dapat memberi petunjuk mengenai bentuk benda yang mengenai tubuh.luka biasanya berupa luka lecet tekan b. . c. luka akibat tertindas (rollover) luka akibat lindasan ban kendaraan memberikan gambaran yang khas berupa jejas ban. Roman s 4n6 Ed. sisi depan leher. arah kekerasan dapat ditentukan.harus dapat dibuktikan bahwa terjadinya kematian semata-mata disebabkan oleh kekerasan yang menyebabkan luka . Luka lecet tekan memberikan gambaran bentuk benda penyebab luka. Wongso h 224 .berupa luka lecet geser atau luka robek c. 20 by Syaulia. sebukan sel radang. Daerah terlindung ini misalnya daerah ketiak. luka biasanya menunjukkan sifat luka percobaan (tentative wounds) yang mengelompok dan berjalan kurang lebih sejajar.pada tubuh korban dapat ditemukan luka lain yang terjadi akibat terjatuhnya korban setelah persentuhan pertama dengan kendaraan .perhatikan bentuk/gambaran luka serta letaknya (harus diukur dari tumit) . Pada korban pembunuhan yang sempat mengadakan perlawanan. Arah kekerasan Pada luka lecet geser dan luka robek.AUTOPSI PADA KASUS KEMATIAN AKIBAT KEKERASAN Pemeriksaan terhadap luka : a.tanda intravitalitas : ditemukannya resapan darah.Pada korban bunuh diri. pemeriksaan kadar histamin bebas dan serotonin jaringan Kecelakaan lalu lintas a.ditimbulkan oleh persentuhan bagian kendaraan dengan tubuh .harus dapat dibuktikan bahwa luka yang ditemukan adalah benar-benar luka yang terjadi semasa korban masih hidup (luka intravital)²perhatikan tanda intravitalitas luka berupa reaksi jaringan terhadap luka . luka akibat terjatuh . misalnya luka yang disebabkan oleh benda tumpul berbentuk bulat panjang akan meninggalkan negative imprint oleh timbulnya marginal haemorrhage. Cara terjadinya luka .luka akibat kecelakaan biasanya terdapat pada bagian tubuh yang terbuka.

Sekitar luka terdapat daerah pucat berbentuk halo yang dikelilingi oleh kulit yang hiperemis. mengakibatkan jejas laras pada Roman s 4n6 Ed. Luka tampak sebagai bagian tengah berwarna coklat kehitaman. pada aderah diluar durameter terdapat massa yang padat berwarna coklat dan rapuh disertai jaringan otak yang menyusut. Gambaran luka keluar listrik seringkali tidak khas.Kecelakaan terbakar Pada tubuh yang terbakar intravital. kelim tatto yang merupakan bintik-bintik berwarna hitam di sekitar lubang luka Luka tembak masuk jarak sangat dekat . pada pemeriksaan menunjukkan gumpalan yang berwarna merah hitam. agak kenyal disertai tanda penekanan lokal pada baga otak. Luka tembak tempel Luka dihasilkan oleh tembakan senjata api dengan ujung laras yang ditekankan pada kulit. Pada kasus kecelakaan tersentuh benda bermuatan listrik. Pada epidural hematome.tampak lubang luka.gambaran luka ditimbulkan oleh kekerasan anak peluru. Andire eki. Luka tembak masuk jarak jauh . asap serta udara panas yang keluar pada suatu penmbakan . 20 by Syaulia. kelim jelaga dan kelim api.meningea yang berjalan pada tabula interna tulang tengkorak. bagian tubuh yang sering terkena adalah bagian yang terbuka terutama pada tangan. Pada kulit yang basah atau bila tempat persentuhan luas.gambaran luka ditimbulkan oleh kekerasan anak peluru dan butir-butir mesiu yang tidak habis terbakar . dapat dibedakan luka tembak masuk yang diakibatkan oleh tembakan senjata api yang dilepaskan dari berbagai jarak. Pada pemeriksaan penting ditentukan arah masuknya anak peluru yang dapat diketahui dari bentuk kelim lecet yang terjadi. vesikel atau bula. sisa mesiu yang tidak habis terbakar.pada luka tembak masuk. yang dikelilingi oleh kelim lecet. luka masuk listrik tidak dapat terbentuk. udara yang mengembang akan bersama-sama anak peluru.ditemukan lubang luka. Tanda intravitalitas lain adalah ditemukannya jelaga dalam saluran pernafasan dan pencernaan serta peningkatan kadar COHb dalam darah. Kecelakaan akibat benda bermuatan listrik Adanya luka masuk listrik hanya apabila persentuhan tersebut menghasilkan cukup panas. luka tembak masuk hanya terdiri dari satu luka saja. Setelah tulang tengkorak dibuka. butir mesiu yang tidak habis terbakar dan asap masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan peningkatan tekanan di daerah sub kutis. Bedakan dengan epidural hematome. Tubuh yang terbakar hangus pada daerah kepala sering memberikan pseudo epidural hematome. Pada saat terjadi ledakan. selalu ditemukan garis patah tulang yang melalui sulcus a. kelim tatto. Kecelakaan akibat tembakan senjata api Pada umumnya. kering dan mencekung dikelilingi oleh tepi yang meninggi.luka terjadi semata-mata oleh kekerasan yang ditimbulkan anak peluru . Dari morfologi luka tembak masuk. kelim lecet. akan ditemukan luka bakar yang menunjukkan reaksi vital jaringan terhadap panas berupa eritema. Wongso i 225 . Luka tembak masuk jarak dekat .hanya akan ditemukan lubang luka dan kelim lecet saja.

20 by Syaulia. penembakan dapat dilakukan dari berbagai jarak dan luka yang ditemukan dapat merupakan luka tembak masuk jarak dekat. tepi luka. sudut luka. Saluran luka tampak berdinding hitam oleh butir mesiu yang tidak habis terbakar dan asap. luka dapat terdiri dari luka memar. Mati akibat pembekapan Terdapat tanda kekerasan berupa luka memar atau lecet tekan sekitar hidung & mulut.dapat dilakukan dengan benda tumpul. Tulang lidah kadang patah unilateral. Bila daerah yang mengalami luka tembak tempel mengandung jaringan padat yang keras di bawah kulit. 3. Kematian akibat pembunuhan menggunakan kekerasan . AUTOPSI KASUS KEMATIAN AKIBAT ASFIKSI MEKANIK Pada pemeriksaan mayat. misalnya pada daerah dahi. Bunuh diri dengan kekerasan . mulut dan saluran nafas. busa halus pada lubang hidung. 4. bendungan bola mata. Paling sering merupakan pembunuhan. keadaan sekitar luka serta lokasi luka. . Jerat biasanya horizontal dan letaknya rendah. Mati akibat penyumbatan Ada benda asing pada rongga mulut. luka mengelompok pada tempat tertentu antara lain pergelangan tangan. Luka beberapa buah yang berjalan kurang lebih sejajar dan dangkal (luka percobaan) dengan sebuah luka yang mematikan. akan ditemukan tanda asfiksi berupa lebam mayat yang gelap dan luas. misalnya tembakan senjata api atau tusukan senjata tajam. perhatikan bentuk luka.kulit berupa luka lecet tekan. simpulnya tetap dipertahankan. Andire eki. Dia juga meninggalkan jejas lecet tekan Roman s 4n6 Ed. bendunagn pada alat dalam. perlu ditentukan arah serta jalannya saluran luka dalam tubuh mayat.Pembunuhan dengan kekerasan tajam. karena kuku pelaku. maka peregangan yang dialami kulit dapat sedemikian besarnya dan menimbulkan luka robek. distribusi tidak teratur .Pembunuhan dengan kekerasan tumpul.Pada seseorang yang bunuh diri dengan senjata api.Pembunuhan dengan senjata api.Luka biasanya terdapat beberapa buah. 2. Wongso j 226 . . luka berupa luka tembak tempel yang menempati lokasi pelipis. Cari kemungkinan terdapatnya luka tangkis di daerah ekstensor lengan bawah serta telapak tangan.Pada seseorang yang bunuh diri dengan benda tajam. sangat dekat atau jarak jauh dan jarang luka tembak tempel. rongga mulut atau dada sebelah kiri . Mati akibat penjeratan kadang masih ada jerat/tali pada leher korban. atau sisanya jika telah dikeluarkan. sehingga luka tembak tempel memberikan gambaran berbentuk bintang. . benda tajam. Peristiwa yang menjadi penyebab dan tanda-tandanya : 1. Perhatikan adanya luka tangkis yang terdapat pada daerah ekstensor lengan bawah . serta Tardieu spot. leher atau daerah prekordial.Pada seseorang yang bunuh diri dengan jalan menjatuhkan diri dari ketinggian/ menabrakkan diri pada kendaraan akan ditemukan luka akibat kekerasan tumpul . Mati akibat pencekikan ada luka memar atau lecet tekan pada leher. luka lecet maupun luka robek. maupun senjata api.Pada autopsi kasus dengan luka yang menembus ke dalam tubuh.

tapi membentuk sudut yang membuka ke arah bawah.erector pilli. Kematian akibat sianida Pada pemeriksaan mayat sering tercium bau sianida (bau amandel) dan lebam mayat merah terang. Kematian akibat gas CO Pada pemeriksaan luar ditemukan lebam mayat yang berwarna merah terang. 20 by Syaulia. Andire eki. Kematian Akibat Keracunan Insektisida Pada pemeriksaan luar dapat ditemukan luka bakar warna coklat agak cekung di kulit sekitar mulut. tergantung pada tekanan osmotik cairan tempat tenggelam. juga ada bendungan serta warna lebam mayat yang biru gelap dan ujung jari serta kuku yang kebiruan. Kematian Akibat Keracunan Barbiturat Sering terjadi akibat bunuh diri atau kecelakaan karena over dosis. Lebam mayat ada di ujung tangan & kaki. harus dibuktikan masuknya air ke dalam paru bagian distal. terdapat gambaran cutis anserina akibat kontraksi mm. 6. Diagnosis pasti dengan periksa toksikologi terhadap isi lambung dan darah. Untuk toksikologi dapat diambil isi lambung. Pemeriksaan selanjutnya tidak memberikan gambaran yang khas. letak jerat lebih tinggi. Pada mayat dapat ditemukan kedua paru mengembang berisi air. simpul mati = pembunuhan. Pemastian dengan ditemukan barbiturat dalam darah dan urine juga toksikologi isi lambung. Pada bedah mayat ditemukan tanda bendungan alat dalam. Caranya dengan memeriksa kadar elektrolit darah dari jantung kiri dibandingkan jantung kanan. Pemastian sebab kematian dengan penemuan kadar CO-Hb yang tinggi dalam darah. Mati tergantung arah jerat tidak mendatar. Umumnya. Selain itu.yang melingkari leher. darah dan jaringan hati. bintik darah pada substansi putih otak. Kematian akibat narkotika Roman s 4n6 Ed. perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium toksikologi untuk pemastian racun penyebab. Terjadi depresi nafas yang menjadikan hipoksia sehingga lebam mayat berwarna gelap. dua lapis cairan di lambung yaitu asam lambung dan larutan insektisida. Mati akibat dada tertekan disebut juga asfiksi traumatik. 5. pertama kali harus dicium bau yang keluar dari tubuh mayat karena hidung pemeriksa dapat beradaptasi jika berlama-lama bersama mayat. Dapat juga dilakukan pemeriksaan diatome melalui pemeriksaan getah paru. Selain itu. paru yang edem dengan busa halus dalam saluran nafas. Hal ini disebabkan terjadinya anoksi otak. simpul hidup = bunuh diri. Setelah itu. Terdapat juga vesikel atau bula simetrik pada kulit. Ada luka memar atau lecet pada dada. Bila ada cadaveric spasm bisa ditemukan benda atau tumbuhan air yang tergenggam. juga lambung dan benda asing yang tertelan. bisa ditemukan kulit telapak tangan dan kaki yang keriput (washer woman hand). Pada bedah mayat ditemukan bendungan alat dalam. Pada bedah mayat terdapat bintik perdarahan pada substansi putih otak atau gambaran infark yang simetrik. karena tenggelam akan menimbulkan terjadinya hemodilusi atau hemokonsentrasi. Wongso k 227 . Bila mayat terendam cukup lama. AUTOPSI PADA KASUS KEMATIAN AKIBAT RACUN Pada dugaan mati akibat racun. Terdapat resapan darah bawah kulit pada pembedahan mayat. AUTOPSI PADA KEMATIAN AKIBAT TENGGELAM Pada kasus mati tenggelam.

Diagnosis pasti seringkali memerlukan pemeriksaan Histo PA berbagai organ tubuh. 20 by Syaulia. Terjadi perdarahan karena ruptur uteri akibat kekerasan yang ditimbulkan oleh pengurutan dengan tangan atau alat yang membuat perforasi uterus. tempat biasa menyuntik). Kematian akibat keracunan arsenikum Ada 2 jenis. ada kelainan pigmentasi kulit. Pada kronis. erosi dan ulserasi sepanjang saluran cerna. penyakit jantung iskemik. kematian juga dapat akibat emboli udara saat pembuluh darah atau sinus marginalis terbuka. Toksikologi dilakukan pada darah. AUTOPSI PADA KEMATIAN AKIBAT TINDAK ABORTUS Biasa terjadi pada wanita yang mengalami abortus tersebut. Mati akibat narkoba sering karena depresi nafas. AUTOPSI PADA KASUS KEMATIAN MENDADAK Mati mendadak adalah kematian yang terjadi dalam waktu relatif singkat pada orang yang sebelumnya tampak sehat. Ada bubuk putih dan arsen trioksida pula pada daerah itu. pernafasan dan susunan saraf pusat (SSP).lentikulostriata. cairan empedu serta tempat masuk suntikan. Dpat juga ditemukan vesikel/ bula seperti pada keracunan CO atau barbiturat. Selain perdarahan. Sedangkan pada SSP umumnya perdarahan akibat pecahnya a.Lebih sering terjadi akibat kecelakaan. Roman s 4n6 Ed. garis putih pada kuku serta tubuh yang kahektis. di lipatan siku. akibat ruptur aneurisma pada Circulus willisi. urine. dan kematian yang tidak/belum jelas sebabnya. narcotic lung atau gambaran pneumonia lobaris. yaitu keracunan akut dan kronis. pecahnya aneurisma aorta atau miokarditis akibat virus. Penyebab mati mendadak biasanya menyangkut sistem kardiovaskular (SKV). Pada sistem nafas biasanya berupa kelainan paru akibat perdarahan kavernae atau peradangan. Untuk penyebabnya harus selalu diingat kemungkinan terjadinya keracunan yang memerlukan pemeriksaan toksikologi. Pada SKV meliputi infark miokard. Pada bedah mayat ditemukan kelainan paru berupa bendungan dan edema hebat pada paru. pemeriksaan luar mayat menunjukkan tanda dehidrasi hebat pada tubuh. sumbatan mendadak pembuluh koroner. Toksikologi pada isi lambung. Pada akut. kelainan degeneratif atau malaria serebri. pembesaran kelenjar limfe regional. Kadang ada tato di tempat yang tidak wajar (cth. Terdapat kelainan histologik degeneratif pada hati dan ginjal. Andire eki. Terdapat perdarahan sub mukosa. Wongso l 228 . darah dan urine. Perlu diperhatikan adanya bekas suntikan yang baru atau lama. Pemeriksaan yang dapat dilakukan dengan menemukan udara dalam bilik jantung kanan atau vena cava inferior.

Gambar 1. Andirezeki. Lebam Mayat ( Livor Mortis) Lebam mayat ini akan menetap setelah 8-10 jam Source: Color Atlas of Forensic Pathology Roman s 4n6 Ed. Kaku mayat (rigor mortis) dimulai 1-2 jam sesudah kematian dan menetap hingga 10-12 jam pada suhu 75oF Source: Color Atlas of Forensic Pathology Gambar 2. Wongso 229 . 20 by Syaulia.

20 by Syaulia. Andirezeki. pada insisi lebam mayat tidak ditemukan darah maupun bekuan darah Source: Color Atlas of Forensic Pathology Gambar 4. Pembusukan (Decomposition) Adanya peningkatan tekanan organ dalam mengakibatkan keluarnya dara dari lubang hidung dan mulut. Pembusukan (Decomposition) Pembusukan dapat diawali dengan kulit yang berubah menjadi hijau dan tampak perut mengembung karena ada nya penumpukan gas-gas yang dibentuk oleh bakteri Source: Color Atlas of Forensic Pathology Gambar 5. Lebam Mayat ( Livor Mortis) Lebam mayat terkadan mirip dengan luka. dapat dibedakan dengan melakukan insisi.Gambar 3. sehingga harus dibedakan dengan adanya trauma. Wongso 230 . Source: Color Atlas of Forensic Pathology Roman s 4n6 Ed.

Wongso 231 . 20 by Syaulia. Mummifikasi Proses penguapan cairan atau dehidrasi jaringan yang cukup cepat sehingga terjadi pengeringan jaringan . Andirezeki. waktu yang lama Gambar 7. mayat mengecil.Gambar 6. struktur anatomi masih lengkap sampai bertahun-tahun Roman s 4n6 Ed. Pada mummifikasi tidak terjadi pembusukan. Adipocere Terjadi karena hidrogenisasi asam lemak tidak jenuh (asam palmitat. Syarat terjadinya: suhu rendah. kelembaban tinggi. aliran udara rendah. kulit padat hitam seperti kertas perkamen. asam stearat. asam oleat) dihidrogenisasi menjadi asam lemak jenuh yang relatif padat. lemak cukup.

Rembesan Darah Adanya gambaran resapan darah yang berasal dari fraktur tengkorak kepala dibedakan dengan memar jika tidak bekas luka disekitar mata Source: Color Atlas of Forensic Pathology Gambar 9. 20 by Syaulia. Andirezeki.\ Gambar 8. Pendarahan Adanya gambaran resapan darah yangberasal dari pendarahan multipel dari bawah kulit kepala Source: Color Atlas of Forensic Gambar 10. Wongso 232 . Fraktur basis kranii Source: Color Atlas of Forensic Pathology Roman s 4n6 Ed.

Andirezeki.Gambar 11 . Perdarahan epidural Darah terakumulasi di luar durameter Source: Color Atlas of Forensic Pathology Roman s 4n6 Ed. Wongso 233 . 20 by Syaulia. Ruptur cerebral aneurisma Source: Color Atlas of Forensic Gambar 13.Perdarahan Subarachnoid Dapat segera dilihat setelah dibuka tulang kepala dan durameter Source: Color Atlas of Forensic Gambar 12.

Fraktur depresi yang membentuk pola bulat karena kekerasan benda tumpul (Palu) Source: Color Atlas of Forensic Pathology Roman s 4n6 Ed. Andirezeki. Perdarahan subdural Darah terakumulasi dibawah durameter Source: Color Atlas of Forensic Pathology Gambar 15.Gambar 14. Wongso 234 . 20 by Syaulia. Kontusi cerebral Source: Color Atlas of Forensic Pathology Gambar 16.

Gambar 17. Wongso 235 . Andirezeki. Luka tembak Source: Color Atlas of Forensic Pathology Gambar 18. 20 by Syaulia. kanan (luka keluar)tepi ireguler Source: Color Atlas of Forensic Pathology Gambar 19. Luka tembak Pada luka tembak warna merah diakibatkan adanya karbon monoksida pada luka masuk Source: Color Atlas of Forensic Pathology Roman s 4n6 Ed. Luka tembak Kiri (luka masuk)tepi lebih reguler.

20 by Syaulia. Andirezeki. Gantung diri Jejas jerat sesuai dengan pola penggantung (tali) Source: Color Atlas of Forensic Pathology Roman s 4n6 Ed. Wongso 236 . Tardieu spot pada Gantung diri Tardieu spot di akibat kan pecahnya kapiler-kapiler pad kaki Source: Color Atlas of Forensic Pathology Gambar 22.Gambar 20. Gantung diri Lebam pada gantung diri tekonsentrasi pada daerah ekstemitas Source: Color Atlas of Forensic Pathology Gambar 21.

Gambar 23. 20 by Syaulia. Andirezeki. Gantung diri Petechie pada mata sebagai tanda asfiksia Source: Color Atlas of Forensic Pathology Gambar 24. Pencekikan Terdapat pendarahan pada lidah akibat pencekikan Source: Color Atlas of Forensic Pathology Roman s 4n6 Ed. Gantung diri Terdapat pendarahan pada trakea akibat strangulasi Source: Color Atlas of Forensic Pathology Gambar 25. Wongso 237 .

Wongso 238 . Luka bakar Kematian pada luka bakar yang diakibatkan keracunan karbon monoksida kulit berubah menjadi merah dibedakan dengan kulit yang menjadi merah akibat luka bakar langsung Source: Color Atlas of Forensic Pathology Roman s 4n6 Ed. 20 by Syaulia.Gambar 26. Andirezeki.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful