Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil

BUDIDAYA RUMPUT LAUT
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG Budidaya rumput laut yang pada umumnya dapat dilakukan oleh para petani/nelayan dalam pengembangannya memerlukan keterpaduan unsur-unsur sub sistem, mulai dari penyediaan input produksi, budidaya sampai ke pemasaran hasil. Keterpaduan tersebut menuntut adanya kerjasama antara pihak-pihak yang terkait dalam bentuk kemitraan usaha yang ideal antara petani/usaha kecil yang pada umumnya berada dipihak produksi dengan Pengusaha Besar yang umumnya berada di pihak yang menguasai pengolahan dan pemasaran. Usaha perikanan di Indonesia telah tumbuh dan berkembang dalam bentuk usaha perikanan rakyat, dan perikanan besar milik pemerintah serta milik swasta nasional atau asing. Perikanan rakyat merupakan usaha skala kecil yang bercirikan antara lain pengelolaanya secara tradisional, produktivitas rendah dan para umumnya tidak mempunyai kekuatan menghadapi kompetisi pasar. Di lain pihak, perikanan besar yang memiliki teknologi skala usaha yang besar, mengelola usahanya secara modern dan teknologi tinggi, sehingga produktivitasnya tinggi dan mempunyai kekuatan untuk menghadapi persaingan pasar. Kelemahan dari pengusaha perikanan kecil dan kekuatan dari pengusaha perikanan besar, merupakan potensi yang bisa menciptakan kesenjangan diantaranya. Karena dalam perkembangannya ada saling berkepentingan di antara kedua pihak, kesenjangan yang bisa timbul akan dapat diperkecil dengan mengadakan kemitraan antara pengusaha kecil perikanan rakyat dengan pengusaha besar di bidang perikanan atau produk kelautan. Salah satu komoditas yang masuk sebagai komoditas perikanan karena diusahakan di laut, dan yang dapat dikembangkan dengan menjalin kerja sama kemitraan adalah budidaya rumput laut. Perairan laut Indonesia dengan garis pantai sekitar 81.000 km diyakini memiliki potensi rumput laut yang sangat tinggi. Tercatat sedikitnya ada 555 jenis rumput laut di perairan Indonesia, diantaranya ada 55 jenis yang diketahui mempunyai nilai ekonomis tinggi, diantaranya Eucheuma sp, Gracilaria dan Gelidium Jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan adalah eucheuma, sp dan gracilaria. Di samping sebagai bahan untuk industri makanan
- 1/30 -

Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil

seperti agar-agar, jelly food dan campuran makanan seperti burger dan lain-lain, rumput laut adalah juga sebagai bahan baku industri kosmetika, farmasi, tekstil, kertas, keramik, fotografi, dan insektisida. Mengingat manfaatnya yang luas, maka komoditas rumput laut ini mempunyai peluang pasar yang bagus dengan potensi yang cukup besar. Permintaan rumput laut kering kurang 9.300 MT per tahun dan untuk kebutuhan industri di luar negeri 15.000 s.d. 20.000 MT per tahun. Pabrik pengolahan keragian rumput laut di Indonesia telah ada sejak tahun 1989. Sekarang ini ada 6 pabrik pengolahan rumput laut di Indonesia, karena itu pabrikan dan eksportir bersaing untuk memperoleh bahan baku rumput laut kering. Rumput laut sebagai salah satu komoditas ekspor merupakan sumber devisa bagi negara dan budidayanya merupakan sumber pendapatan petani nelayan, dapat menyerap tenaga kerja, serta mampu memanfaatkan lahan perairan pantai di kepulauan Indonesia yang sangat potensial. Sebagai negara kepulauan, maka pengembangan rumput laut di Indonesia dapat dilakukan secara luas oleh para petani/nelayan. Namun adanya permasalahan dalam pembudidayaan rumput laut seperti pengadaan benih, teknis budidaya, pengolahan pasca panen dan pemasarannya, maka untuk pengembangan usaha budidaya rumput laut ini para petani/nelayan perlu melakukannya dengan pola PKT (Proyek Kemitraan Terpadu) dimana para petani/nelayan bekerjasama menjalin kemitraan dengan pengusaha besar rumput laut. Untuk pengembangan budidaya rumput laut ini dipandang perlu adanya acuan yang dapat dimanfaatkan oleh pengusaha kecil, pengusaha besar, dan perbankan dalam mempersiapkan proyek ini. Dalam rangka menunjang pengembangan usaha budidaya rumput laut ini, disiapkan laporan model kelayakan PKT Rumput Laut ini yang disusun untuk dapat dipergunakan bagi pihak-pihak terkait dan Bank sebagai acuan di dalam mempersiapkan dan mempertimbangkan kelayakan pembiayaan dan pinjaman Bank.

TUJUAN Tujuan penyusunan laporan Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu Budidaya Rumput Laut ini adalah : 1. Memberikan informasi kepada perbankan tentang model kemitraan terpadu yang sesuai dan layak dibiayai dengan kredit perbankan, khususnya untuk pengembangan budidaya komoditas rumput laut. 2. Memberikan informasi yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai acuan oleh pengusaha kecil dan pengusaha besar

- 2/30 -

Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil

yang berminat mengambangkan budidaya rumput laut dengan pola kemitraan terpadu. 3. Mendorong pengembangan usaha komoditas rumput laut sebagai komoditas penghasil devisa negara, sekaligus meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan para petani/nelayan.

KEMITRAAN TERPADU

ORGANISASI Proyek Kemitraan Terpadu (PKT) adalah suatu program kemitraan terpadu yang melibatkan usaha besar (inti), usaha kecil (plasma) dengan melibatkan bank sebagai pemberi kredit dalam suatu ikatan kerja sama yang dituangkan dalam nota kesepakatan. Tujuan PKT antara lain adalah untuk meningkatkan kelayakan plasma, meningkatkan keterkaitan dan kerjasama yang saling menguntungkan antara inti dan plasma, serta membantu bank dalam meningkatkan kredit usaha kecil secara lebih aman dan efisien. Dalam melakukan kemitraan hubunga kemitraan, perusahaan inti (Industri Pengolahan atau Eksportir) dan petani plasma/usaha kecil mempunyai kedudukan hukum yang setara. Kemitraan dilaksanakan dengan disertai pembinaan oleh perusahaan inti, dimulai dari penyediaan sarana produksi, bimbingan teknis dan pemasaran hasil produksi. Proyek Kemitraan Terpadu ini merupakan kerjasama kemitraan dalam bidang usaha melibatkan tiga unsur, yaitu (1) Petani/Kelompok Tani atau usaha kecil, (2) Pengusaha Besar atau eksportir, dan (3) Bank pemberi KKPA. Masing-masing pihak memiliki peranan di dalam PKT yang sesuai dengan bidang usahanya. Hubungan kerjasama antara kelompok petani/usaha kecil dengan Pengusaha Pengolahan atau eksportir dalam PKT, dibuat seperti halnya hubungan antara Plasma dengan Inti di dalam Pola Perusahaan Inti Rakyat (PIR). Petani/usaha kecil merupakan plasma dan Perusahaan Pengelolaan/Eksportir sebagai Inti. Kerjasama kemitraan ini kemudian menjadi terpadu dengan keikut sertaan pihak bank yang memberi bantuan pinjaman bagi pembiayaan usaha petani plasma. Proyek ini kemudian dikenal
- 3/30 -

1. Koperasi Parapetani/usaha kecil plasma sebagai peserta suatu PKT. kegiatan dimulai dari telah adanya kebun atau usaha yang berjalan.Petani Plasma Sesuai keperluan. sesuai hasil kesepakatan anggota. Untuk kelompok (a). Ketua kelompok wajib menyelenggarakan pertemuan kelompok secara rutin yang waktunya ditentukan berdasarkan kesepakatan kelompok. kegiatan proyek dimulai dari penyiapan lahan dan penanaman atau penyiapan usaha. dalam batas masih bisa ditingkatkan produktivitasnya dengan perbaikan pada aspek usaha. kehadiran koperasi primer tidak merupakan keharusan 3. didalam mengadakan hubungan dengan pihak Koperasi dan instansi lainnya yang perlu.4/30 - .Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil sebagai PKT yang disiapkan dengan mendasarkan pada adanya saling berkepentingan diantara semua pihak yang bermitra. Fasilitas KKPA hanya bisa diperoleh melalui keanggotaan koperasi. Luas lahan atau skala usaha bisa bervariasi sesuai luasan atau skala yang dimiliki oleh masing-masing petani/usaha kecil. sedangkan untuk kelompok (b). Tugas Ketua dan Sekretaris Kelompok adalah mengadakan koordinasi untuk pelaksanaan kegiatan yang harus dilakukan oleh para petani anggotanya. (b) Petani /usaha kecil yang telah memiliki usaha tetapi dalam keadaan yang perlu ditingkatkan dalam untuk itu memerlukan bantuan modal. Jika menggunakan skim Kredit Usaha Kecil (KUK). Perusahaan Besar dan Pengelola/Eksportir Suatu Perusahaan dan Pengelola/Eksportir yang bersedia menjalin kerjasama sebagai inti dalam Proyek Kemitraan terpadu ini. petani yang dapat ikut dalam proyek ini bisa terdiri atas (a) Petani yang akan menggunakan lahan usaha pertaniannya untuk penanaman dan perkebunan atau usaha kecil lain. sebaiknya menjadi anggota suata koperasi primer di tempatnya. Pada setiap kelompok tani/kelompok usaha. serta bersedia membeli seluruh produksi dari . harus memiliki kemampuan dan fasilitas pengolahan untuk bisa menlakukan ekspor. 2. Koperasi yang mengusahakan KKPA harus sudah berbadan hukum dan memiliki kemampuan serta fasilitas yang cukup baik untuk keperluan pengelolaan administrasi pinjaman KKPA para anggotanya. ditunjuk seorang Ketua dan Sekretaris merangkap Bendahara. Koperasi bisa melakukan kegiatan-kegiatan untuk membantu plasma di dalam pembangunan kebun/usaha sesuai keperluannya.

. perlu mendapatkan persetujuan Dinas Perkebunan setempat dan koperasi memberikan bantuan biaya yang diperlukan. akan semakin besar pula honor yang diterimanya. juga harus memastikan bagaimana pengelolaan kredit dan persyaratan lainnya yang diperlukan sehingga dapat menunjang keberhasilan proyek. Dalam hal perusahaan inti tidak bisa melakukan pembinaan teknis.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil plasma untuk selanjutnya diolah di pabrik dan atau diekspor.5/30 - . PKT tetap akan bisa dikembangkan dengan sekurang-kurangnya pihak Inti memiliki fasilitas pengolahan untuk diekspor. Sehingga makin tinggi produksi kebun petani/usaha kecil. dari hasil penjualan secara proposional menurut besarnya produksi. Tenaga-tenaga ini bisa diberi honorarium oleh Koperasi yang bisa kemudian dibebankan kepada petani. perusahaan inti perlu memberikan bimbingan teknis usaha dan membantu dalam pengadaan sarana produksi untuk keperluan petani plasma/usaha kecil. Skim kredit yang akan digunakan untuk pembiayaan ini. yang kemudian harus dijual kepada Perusahaan Inti. Bank Bank berdasarkan adanya kelayakan usaha dalam kemitraan antara pihak Petani Plasma dengan Perusahaan Perkebunan dan Pengolahan/Eksportir sebagai inti. hal ini penting untuk memastikan adanya pemasaran bagi produksi petani atau plasma. kegiatan pembibingan harus dapat diadakan oleh Koperasi dengan memanfaatkan bantuan tenaga pihak Dinas Perkebunan atau lainnya yang dikoordinasikan oleh Koperasi. Meskipun demikian petani plasma/usaha kecil dimungkinkan untuk mengolah hasil panennya. Disamping mengadakan pengamatan terhadap kelayakan aspekaspek budidaya/produksi yang diperlukan. sehingga mengarah pada perolehannya pendapatan bersih petani yang paling besar. Koperasi juga bisa memperkerjakan langsung tenaga-tenaga teknis yang memiliki keterampilan dibidang perkebunan/usaha untuk membimbing petani/usaha kecil dengan dibiayai sendiri oleh Koperasi. Pihak bank di dalam mengadakan evaluasi. Apabila koperasi menggunakan tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). dapat kemudian melibatkan diri untuk biaya investasi dan modal kerja pembangunan atau perbaikan kebun. 4. Disamping ini. bisa dipilih berdasarkan besarnya tingkat bunga yang sesuai dengan bentuk usaha tani ini. termasuk kelayakan keuangan. Apabila Perusahaan Mitra tidak memiliki kemampuan cukup untuk mengadakan pembinaan teknis usaha.

6/30 - . Bank harus dapat mengatur cara petani plasma akan mencairkan kredit dan mempergunakannya untuk keperluan operasional lapangan. Besarnya potongan disesuaikan dengan rencana angsuran yang telah dibuat pada waktu perjanjian kredit dibuat oleh pihak petani/Kelompok tani/koperasi. Perusahaan inti akan memotong uang hasil penjualan petani plasma/usaha kecil sejumlah yang disepakati bersama untuk dibayarkan langsung kepada bank. berdasarkan kesepakatan pihak petani/kelompok tani/koperasi. . Petani yang tergabung dalam kelompok-kelompok tani mengadakan perjanjian kerjasama langsung kepada Perusahaan Perkebunan/Pengolahan Eksportir. bank agar membuat perjanjian kerjasama dengan pihak perusahaan inti. Untuk ini. dapat dibuat menurut dua pola yaitu : a. Besarnya potongan disesuaikan dengan rencana angsuran yang telah dibuat pada waktu perjanjian kredit dibuat oleh pihak petani plasma dengan bank. Perusahaan inti akan memotong uang hasil penjualan petani plasma/usaha kecil sejumlah yang disepakati bersama untuk dibayarkan langsung kepada Bank. dan bagaimana petani akan membayar angsuran pengembalian pokok pinjaman beserta bunganya.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil Dalam pelaksanaanya. POLA KERJASAMA Kemitraan antara petani/kelompok tani/koperasi dengan perusahaan mitra.

melalui koperasinya mengadakan perjanjian yang dibuat antara Koperasi (mewakili anggotanya) dengan perusahaan perkebunan/pengolahan/eksportir. Petani yang tergabung dalam kelompok-kelompok tani. akan menjadi tanggung jawab koperasi. apabila tidak dapat dilaksanakan oleh pihak Perusahaan Mitra. b.7/30 - . dan pengelolaannya langsung ditangani oleh Kelompok tani. Masalah pembinaan teknis budidaya tanaman/pengelolaan usaha. Sedangkan masalah pembinaan harus bisa diberikan oleh Perusahaan Mitra. pemberian kredit yang berupa KKPA kepada petani plasma dilakukan dengan kedudukan Koperasi sebagai Channeling Agent. minimal dapat dilihat dari bagaimana PKT ini . pemberian KKPA kepada petani plasma dilakukan dengan kedudukan koperasi sebagai Executing Agent.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil Dengan bentuk kerja sama seperti ini. PENYIAPAN PROYEK Untuk melihat bahwa PKT ini dikembangkan dengan sebaiknya dan dalam proses kegiatannya nanti memperoleh kelancaran dan keberhasilan. Dalam bentuk kerjasama seperti ini.

Diperolehnya rekomendasi tentang pengembangan PKT ini oleh pihak instansi pemerintah setempat yang berkaitan (Dinas Perkebunan. Prakarsa bisa dimulai dari salah satu pihak untuk mengadakan pendekatan. untuk memperoleh kesepakatan di antara keduanya untuk bermitra. c. Apabila keterampilan koperasi kurang. Dipertemukannya kelompok tani/usaha kecil dan pengusaha perkebunan/pengolahan dan eksportir tersebut. Lahan yang akan digunakan untuk perkebunan/usaha dalam PKT ini. yang bersedia menjadi mitra petani/usaha kecil. perintisannya dimulai dari : a. Koperasi harus mendapatkan persetujuan dari para anggotanya. Berdasarkan persetujuan bersama.8/30 - . untuk peningkatannya dapat diharapkan nantinya mendapat pembinaan dari perusahaan mitra. Untuk itu perlu adanya kejelasan dari . apakah akan beritndak sebagai badan pelaksana (executing agent) atau badan penyalur (channeling agent). b.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil disiapkan. Dinas Koperasi. mereka bersedia atau berkeinginan untuk bekerja sama dengan perusahaan perkebunan/pengolahan/eksportir dan bersedia mengajukan permohonan kredit (KKPA) untuk keperluan peningkatan usaha. Koperasi harus memiliki kemampuan di dalam mengorganisasikan dan mengelola administrasi yang berkaitan dengan PKT ini. Kantor Badan Pertanahan. dan dapat membantu memberikan pembinaan teknik budidaya/produksi serta proses pemasarannya. Diperoleh dukungan untuk kemitraan yang melibatkan para anggotanya oleh pihak koperasi. dan Pemda). Petani/usaha kecil tersebut harus menghimpun diri dalam kelompok dengan anggota sekitar 25 petani/kelompok usaha. f. Adanya perusahaan perkebunan/pengolahan dan eksportir. yang didapatkan melalui pertemuan anggota kelompok. harus jelas statusnya kepemilikannya bahwa sudah/atau akan bisa diberikan sertifikat dan buka merupakan lahan yang masih belum jelas statusnya yang benar ditanami/tempat usaha. atau ada pihak yang akan membantu sebagai mediator. Kalau PKT ini akan mempergunakan KKPA untuk modal usaha plasma. e. Koperasi kemudian mengadakan langkah-langkah yang berkaitan dengan formalitas PKT sesuai fungsinya. Adanya petani/pengusaha kecil yang telah menjadi anggota koperasi dan lahan pemilikannya akan dijadikan kebun/tempat usaha atau lahan kebun/usahanya sudah ada tetapi akan ditingkatkan produktivitasnya. d. Dalam kaitannya dengan penggunaan KKPA. peran konsultan bisa dimanfaatkan untuk mengadakan identifikasi dan menghubungkan pihak kelompok tani/usaha kecil yang potensial dengan perusahaan yang dipilih memiliki kemampuan tinggi memberikan fasilitas yang diperlukan oleh pihak petani/usaha kecil.

perlu dibuat suatu nota kesepakatan (Memorandum of Understanding = MoU) yang mengikat hak dan kewajiban masingmasing pihak yang bermitra (inti. kredit perbankan dapat dialihkan dari rekening koperasi/plasma ke rekening inti untuk selanjutnya disalurkan ke plasma dalam bentuk sarana produksi. Plasma/Koperasi dan Bank).9/30 - . Jika proyek layak untuk dikembangkan. Dengan demikian plasma tidak akan menerima uang tunai dari perbankan. Hasil tanaman plasma dijual ke inti dengan harga yang telah disepakati dalam MoU. MEKANISME PROYEK Mekanisme Proyek Kemitraan Terpadu dapat dilihat pada skema berikut ini : Bank pelaksana akan menilai kelayakan usaha sesuai dengan prinsip-prinsip bank teknis. dana pekerjaan fisik. dan lain-lain. Sesuai dengan nota kesepakatan. Perusahaan inti akan memotong sebagian hasil penjualan plasma untuk diserahkan . atas kuasa koperasi atau plasma. tetapi yang diterima adalah sarana produksi pertanian yang penyalurannya dapat melalui inti atau koperasi. Petani plasma melaksanakan proses produksi.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil pihak Kantor Badan Pertanahan dan pihak Departemen Kehutanan dan Perkebunan.

Membantu petani plasma dan bank di dalam masalah pelunasan kredit bank (KKPA) dan bunganya. pengadaan sarana produksi (bibit.10/30 - . Melakukan pembelian produksi petani plasma. perlu dikukuhkan dalam suatu surat perjanjian kerjasama yang dibuat dan ditandatangani oleh pihak-pihak yang bekerjasama berdasarkan kesepakatan mereka. dan e. pupuk dan obat-obatan). Menghimpun diri secara berkelompok dengan petani tetangganya yang lahan usahanya berdekatan dan samasama ditanami. Melakukan pengawasan terhadap cara panen dan pengelolaan pasca panen untuk mencapai mutu yang tinggi. serta bertindak sebagai avalis dalam rangka pemberian kredit bank untuk petani plasma. b. 2. Dalam perjanjian kerjasama itu dicantumkan kesepakatan apa yang akan menjadi kewajiban dan hak dari masing-masing pihak yang menjalin kerja sama kemitraan itu. Memberikan bantuan pembinaan budidaya/produksi dan penaganan hasil. Kewajiban Perusahaan Perkebunan/Pengolahan/Eksportir sebagai mitra (inti) a. c. Perjanjian tersebut memuat ketentuan yang menyangkut kewajiban pihak Mitra Perusahaan (Inti) dan petani/usaha kecil (plasma) antara lain sebagai berikut : 1. Kewajiban petani peserta sebagai plasma a. . penanaman serta pemeliharaan kebun/usaha. c. Menyediakan lahan pemilikannya untuk budidaya. d. b. Melakukan pengawasan terhadap cara panen dan pengelolaan pasca-panen untuk mencapai mutu hasil yang diharapkan.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil kepada bank sebagai angsuran pinjaman dan sisanya dikembalikan ke petani sebagai pendapatan bersih. Membantu petani di dalam menyiapkan kebun. PERJANJIAN KERJASAMA Untuk meresmikan kerja sama kemitraan ini..

Menyediakan sarana produksi lainnya. Kebutuhan pasar lokal mencapai 22. Menggunakan sarana produksi dengan sepenuhnya seperti yang disediakan dalam rencana pada waktu mengajukan permintaan kredit. Sebagai karagenan. Agar karagenan juga banyak dipergunakan sebagai bahan penambah (additive) pada berbagai makanan Eropa. rumput laut kering diolah menjadi bentuk tepung untuk diekspor dan sebagian untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Karagenan merupakan bahan yang unik untuk berbagai industri makanan seperti kemampuan dengan konsentrasi rendah mengikat cokelat ke dalam susu cokelat. sedangkan untuk kandungan karagenan banyak dibudidayakan spesies Eucheuma. dan g. Rumput laut dengan kandungan bahan untuk agar terutama didapatkan dari spesies Gracilaria dan Gelidium. f. ialah Eucheuma Cottoni dan Eucheuma Spinosum. e. Fungsi karagenan sebagai perekat pasta gigi menyaingi penggunaan sodium carboxymethylcellulose (SCMC). Neraca 2 Juni 1999). Disamping karena kandungan agarnya juga ada kandungan karagenan (Carrageenan) yang penggunaannya makin meluas. sesuai rekomendasi budidaya oleh pihak Dinas Perkebunan/instansi terkait setempat yang tidak termasuk di dalam rencana waktu mengajukan permintaan kredit.11/30 - . sehingga mudah dipasarkan di daerah tropis atau di tempat yang tidak tersedia lemari pendingin (Refrigerator). Karagenan juga sangat penting di dalam industri makanan . Pada saat pernjualan hasil petani akan menerima pembayaran harga produk sesuai kesepakatan dalam perjanjian dengan terlebih dahulu dipotong sejumlah kewajiban petani melunasi angsuran kredit bank dan pembayaran bunganya. ASPEK PEMASARAN PERMINTAAN HASIL RUMPUT LAUT Rumput laut pada waktu ini menjadi salah satu komoditas pertanian penting yang makin banyak dibudidayakan karena permintaan terhadapnya makin meningkat. Karagenan memiliki derajat panas pencairan yang tinggi. karena keunggulan kualitasnya dan penampilan karagenan dalam pasta gigi. Sari karegenan juga dipergunakan untuk pembuatan "dessertgel" semacam agar untuk hidangan penutup makan.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil d. Melaksanakan pemungutan hasil (panen) dan mengadakan perawatan sesuai petunjuk Perusahaan Mitra untuk kemudian seluruh hasil panen dijual kepada Perusahaan Mitra .000 ton per tahun (Ekon.

Sumatera dan Sulawesi. Untuk mendapatkan rumput laut yang berkualitas bagi produksi karagenan. serta adanya industri baru yang sengaja dikembangkan untuk produksi karegenan di beberapa kota seperti Surabaya. Perkembangan industri pengolahan rumput laut di Indonesia juga terlihat makin pesat.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil binatang piaraan (Pet Food).000 60 180 450 120 120 728 980 1. Jakarta dan Bali. Jakarta 1994. KONSUMSI RUMPUT LAUT . Pada tahun 1994 sudah ada sebanyak 11 pabrik agar yang tersebar di Jawa.170 Lokasi Jawa Sumatra Sulawesi Total Jumlah Pabrik 9 1 1 11 Jumlah Pekerja 630 70 70 770 Source : ADP Working Paper No 4 Agribusiness Development Project. sekarang ini mulai berkembang langkah-langkah pendekatan yang dilakukan oleh para pengusaha pengolahan rumput laut. Setiap pabrik memperkerjakan sekitar 70 orang dengan kapasitas produksi antara 100 s/d 180 ton per tahun (Tabel 1) Tabel 1. Jumlah dan Keadaan Pabrik Pengolahan Rumput Laut di Indonesia (1994) Produk Kapasitas Keperluan Agar Produksi Bahan (ton/tahu (ton/tahu Mentah n) n) (ton/tahun) 800 900 6. Diantara industri agar yang ada kemudian sekarang juga memproduksi karagenan. Ujung Pandang. penyegar udara (Air Freshener) dan dalam daging hamburger sebagai subsitusi lemak. sehingga permintaan terhadap produksi rumput laut ini akan terus meningkat di masa mendatang. Industriindustri ini menyerap produksi rumput laut yang dibudidayakan oleh para nelayan di berbagai perairan pantai/kepulauan melalui para perantara yang berfungsi sebagai pengumput. Penggunaan karagenan rumput laut akan bertambah makin luas dan makin banyak di masa yang akan datang. untuk memberikan pembinaan fasilitas budidaya dan melakukan pembelian produksi rumput laut dari petani/nelayan yang bersangkutan.12/30 - .200 7.

405 4.132.261 4.124 11. Ekspor. Perkembangan Total dan Nilai Ekspor Rumput Laut Tahun 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 Total Ekspor Nilai(FOB US$) (Kg) 10. Tabel 2.432 6.333 16.425.818. dan sekarang sebagian menggunakan hasil olahan rumput laut dari dalam negeri sendiri.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil Kebutuhan rumput laut di dalam negeri terutama untuk pabrik agaragar jelly food dan biskuit.16 juta yang terus meningkat hingga pernah mencapai 28.494.772.162. Begitu besar dan terus meningkatnya kebutuhan ini di dalam negeri. Kebutuhan produk rumput laut olahan untuk keperluan industri makanan ini semua banyak dipenuhi dari impor.382 16. bisa ditunjukkan dari adanya trend impor yang terus meningkat dalam 3 tahun terakhir ini (Harian Ekonomi Neraca. Sedangkan dalam tujuh bulan pertama tahun 1998 impor ini telah mencapai 434 ton dengan nilai US $ 491.610 10.526.30 juta.331.086 8.779 ton dengan total nilai (FOB) US $ 7.092.13/30 - .798 2.486 5.779. 2 Juni 1999).654 21. PERKEMBANGAN EKSPOR RUMPUT LAUT Data mengenai ekspor rumput laut dari Indonesia yang tercatat pada Biro Pusat Statistik menunjukkan keadaan semenjak tahun 1990 seperti pada tabel 2. maka pada pada 1997 telah naik menjadi 131 ton.927.907.9 ton. terhadap rumput laut Indonesia pada tahun 1990 sebesar 10.000.820 8.177. Biro Pusat Statistik Dikumpulkan dari Buku Tahun 1990-1998 .307. Terlihat bahwa permintaan luar negeri.278 11.911.104. meluasnya kegunaan dan permintaan dana.204 7. Jumlah ekspor ini tercatat turun kembali pada tahun 1996 dan berikutnya yang mungkin diakibatkan adanya perubahan pola perdagangan rumput laut di Indonesia dimana rumput laut kemudian diolah dan diekspor dalam bentuk tepung karagenan.593 17.288.431.952 28. Jika pada 1996 impor komoditis rumput laut olahan in baru mencapai 30.321 13.104 ton pada tahun 1995 dengan total nilai (FOB) US $ 21. Ekspor karagenan pada waktu ini menurut sejumlah produsen di Indonesia akan dapat terus meningkat mengingat makin.996 Source: Statiktik Perdagangan Luar Negeri Indonesia.

000 4. Amerika Utara sampai wilayah Amerika Latin.482 1.113. Ekspor Rumput Laut 1997 Menurut Negara Tujuan Negara Tujuan Japan Hong Kong Korea Taiwan China Philippines Pakistan USA Argentina Brazil United Kingdom Netherlands France Switzerland Denmark Sweden Spain Total Ekspor(Kg) Nilai (FOB US$) 384.445 135.310 1. Melalui penjualan kepada Koperasi. akan tetapi .325 210.466 1.740 1.400 190. sebenarnya akan bisa diatur lebih menguntung bagi para petani nelayan. tergantung pada jenis rumput laut ataupun jarak lokasi budidaya ke perusahaan pengelola.000 3.387 Source: Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia Ekspor. Amerika Serikat dan Filipina.548.Rp.113.400 41.926 50.000 96.658 103.510 214.194 2.500 .416 1.150 174. Hongkong.557 40.760.170 141. Pemasaran seperti ini bagi petani nelayan memang tidak bisa menentu dari segi harga tergantung pada sikap para pengumpul.400 11.500 38. Ekspor terbesar ditujukan ke Denmark.696 2. Tabel 3. 3.000 85. BPS 1997 PEMASARAN HASIL BUDIDAYA RUMPUT LAUT Hasil panen budidaya oleh para petani/nelayan.323 470. 5. Eropa. Para pengumpul membeli rumput laut kering dari nelayan dengan harga sekitar Rp.800 314.14/30 - .073.240 27.020.048 43. setelah dijemur selama 3 sampai 4 hari.000 125.207.890 29.651 20. Rumput Laut Kering dimasukkan ke dalam karung-karung plastik untuk dijual kepada para pedagang pengumpul atau kepada Koperasi yang kemudian menjualnya kepada pengusaha/pabrik pengolahan rumput laut di beberapa kota.000 per kilogram.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil Luas permintaan luar negeri terhadap rumput laut Indonesia ini bisa dilihat pada Tabel 3 yang menjangkau berbagai negara dari Kawasan Asia.880 305.407.155 723.010 75. dijual dalam bentuk rumput laut kering.

akan menggunakan harga tersebut.15/30 - . Dalam model kelayakan ini harga jual rumput laut kering diperhitungkan Rp. 4. ganggang coklat (pheaceophyceae) dan ganggang merah (rhodophyceae). dalam prakteknya para petani nelayan ini banyak kemudian yang terikat kepada pedagang pengumpul yang bersedia memberikan modal dan keperluan keluarga sehari-hari sebelum panen. ASPEK PRODUKSI KESESUAIAN LINGKUNGAN/LOKASI Rumput laut termasuk jenis ganggang pada umumnya ganggang dapat diklasifikasikan menjadi kelas yaitu : ganggang hijau (chloropheceae). ganggang hijau biru (cyanophyceae). yang bisa merugikannya. Hal ini bisa berakibat menjadi lemahnya posisi tawar bagi para petani nelayan. Ganggang hijau dan ganggang hijau biru banyak hidup dan berkembang biak di air tawar. sedangkan ganggang coklat dan . Harga beli rumput laut ini oleh Perusahaan Mitra bisa ditetapkan sesuai dengan harga yang terbesar memberi keuntungan bagi para petani/nelayan menurut kesepakatan dengan ketentuan apabila harga jual rumput laut yang terjadi di pasar setempat lebih tinggi.000 per kg. Melalui Pola Kemitraan Terpadu. pemasaran produksi rumput laut nelayan dilakukan dengan langsung menjualnya kepada perusahaan mitra melalui Koperasi para petani/nelayan .Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil masih juga tergantung bagaimana peran yang dilakukan oleh Manager Koperasi. Karena pada umumnya para petani nelayan memulai usaha budidaya rumput laut ini kekurangan modal.

Ada beberapa jenis yang sudah dikenal atau diperdagangkan di luar maupun dalam negeri.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil ganggang merah memiliki habitat laut yang biasanya lebih dikenal dengan rumput laut. 14. tata ruang dan aktifitas ekonomi lainnya. sedangkan ganggang merah merupakan sumber bahan baku bagi industri agaragar. diantaranya adalah jenis eucheuma.PKT ini adalah phaecophcease dan rhodophycease.16/30 - . karena itu meskipun hidupnya di bawah permukaan laut tetapi tidak dapat terlalu dalam. Rumput laut atau seaweed merupakan bagian terbesar dari rumput laut yang tumbuh melekat erat pada substrat pada yang terdapat di lautan seperti batu-batuan.60 cm Kejernihan air tidak kurang dari 5 cm Suhu air (20 . Agar tidak rancu mengenai rumput laut. glacilaria dan geldrium dengan beberapa speciesnya. rumput laut yang dimaksud dalam MK. baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang telah dibudidayakan. karang dan bangkai kulit karang.9 Mengandung cukup makan berupa makro dan mikro nutrien . karena di samping arealnya cocok untuk budidaya. Mempunyai gerakan air (arus) yang cukup (20-30 cm/detik) Dasar peraiaran agak keras yang terdiri dari pasir dan karang serta bebas dari lumpur Masih digenangi air pada waktu surut dengan kedalaman antara 30 . Untuk membudidayakan rumput jenis Eucheuma sp perlu diperhatikan faktor-faktor teknis dan non teknis antara lain : Dalam rangka pengembangan wilayah dan budidaya rumput laut. Pada umumnya rumput laut terdapat di sekitar pantai dalam jumlah dan jenis beragam. selain harus dipertimbangkan kelayakan lokasi.34 PH air antara 7 . juga perlu diperhatikan daya dukung lahan. Dalam pertumbuhannya rumput laut memerlukan cahaya matahari untuk proses photosynthesa. Kisaran kadar garam 28 .85. Dari ketiga jenis tersebut eucheuma sp yang sering diperdagangkan. namun hanya beberapa jenis saja yang dapat dimakan karena alasan rasa. Jenis eucheuma sp ini dengan kode CCCN . Walaupun sebenarnya ada puluhan jenis rumput yang tumbuh di perairan Indonesia. juga pasarnya sudah ada. Ganggang cokelat lebih dikenal sebagai rumput karang atau rockweed. Kelayakan lokasi meliputi : • • • • • • • • • Bebas dari pengaruh angin topan dan ombak yang kuat. sering dimanfaatkan untuk industri alginat.28oC) dengan fluktuasi harian maksimum 4oC. carragenan dan fulcellaran serta produk-produk lainnya.200 mengandung biota karagenan yang banyak dibutuhkan untuk bahan baku industri.

limbah pabrik. benih dan lain-lain) Temperatur dan Sanitasi Rata-rata temperatur air laut sebaiknya berkisar antara 27 .30oC jika terjadi kenaikan temperatur yang tinggi akan terjadi adanya uliment dan meliputi epiphyt. sehingga memperkaya larutan oksigen ke dalam massa air. Untuk itu dalam budidaya rumput laut harus mengambil areal/lokasi yang terbuka terhadap ombak dan mempunyai terumbu karang yang menonjol sebagai tanggul ombak di bagian luar.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil • • • • • Bebas dari bahan pencemaran Bebas dari ikan dan hewan air yang bersifat herbivora Mudah dijangkau untuk kelancaran proses produksi sampai kepada pemasaran hasil. sosial ekonomi .17/30 - . sehingga lokasi tanaman hanya terkena pecahan ombak/lidah ombak saja. Sumber tenaga kerja cukup. Faktor Non Teknis Di dalam melakukan budidaya rumput laut faktor non teknis juga sangat menunjang keberhasilan seperti halnya. Arus atau ombak merupakan alat yang baik bagi massa air sehingga menjadi homogen. Gerakan Air Kesuburan lokasi tanaman sangat ditentukan oleh adanya gerakan air yang berupa arus ombak. Dari semua faktor yang disebutkan diatas. Untuk menghindari sanitasi yang tajam sebaiknya lokasi tanaman jauh dari muara sungai untuk menghindari endapan lumpur. sehingga tanaman akan rontok. perlu diperhitungkan pula ada tidaknya pencemaran air laut seperti : genangan minyak. serta ada tidaknya sumber air tawar. Karena gerakan air merupakan alat pengangkut zat makanan yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. salinitas dan lain-lain. bahan peledak atau bahan kimia untuk penangkapan ikan. temperatur. Di samping itu ombak sebagai alat penangkap udara. Disamping itu gerakan air juga merupakan alat pembersih terhadap sediment dan epiphyt yang menumpuk pada tanaman. Ombak yang terlalu besar lebih merusak tanaman akan tetapi diperlukan juga sebagai alat pengaduk yang baik bagi massa air. dengan kecepatan arus antara 20 s/d 40 cm per detik. Massa air yang homogen akan menghindari perbedaan yang tajam pada kelarutan oksigen. Sedangkan sanitasi air sangat tergantung pada faktor penguapan. Bahan pendukung murah dan mudah diperoleh (bambu.

karena akan menyangkut segi pemasaran dan kelangsungan usaha budidaya itu sendiri. luas tiap petak rakit budidaya 100 m2 memerlukan bibit 240 kg.18/30 - . Di dalam usaha budidaya bibit yang baik merupakan suatu persyaratan yang harus dipenuhi. Bibit tanaman harus muda 2. Untuk mendapatkan bibit yang baik maka perlu dilakukan • • Bibit hendaknya dipilih dan diambil dari stek ujung tanaman rumput laut yang unggul yang masih muda. kondisi ini sangat mendukung pembudidayaan rumput laut karena dapat memberikan lapangan kerja dengan tidak mengurangi persyaratan teknis budidaya rumput laut. Pengadaan bibit dapat dilakukan dengan memanfaatkan sifat-sifat reproduksi vegetatif dan generatif. sarana dan prasarana transportasi dan komunikasi.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil masyarakat setempat. segar dan berasal dari tanaman rumput laut yang sudah dibudidayakan. PENGADAAN DAN PEMILIHAN BIBIT Penyediaan benih Eucheuma sp relatif mudah. Lokasi di mana terdapat petani nelayan yang hidup di bawah garis kemiskinan. . Keadaan biologi yang baik sehingga mempunyai kadar kandungan yang karagenan yang tinggi yang nantinya akan merupakan jaminan pemasaran yang baik. sehingga tidak akan merugikan petani/nelayan karena kandungan biota Carragenan yang rendah diperlukan persyaratan bibit sebagai berikut : • • Mempunyai angka pertumbuhan harian baik. Bersih dan 3. Segar. Ciri-ciri jenis unggul bercabang banyak warna sesuai jenisnya dan pertumbuhannya cepat. Ciri bibit yang baik : 1. karena tersebar di sepanjang perairan pantai dan dapat diperbanyak secara generatif dan vegatif. Untuk metode lepas dasar. yang menyangkut masa panen produksi yang menguntungkan.

Potongan kayu penyiku berdiameter 5 cm. sederhana dan tidak memerlukan sarana budidaya yang besar. dan produksinya rendah. bongkah batu atau adukan semen pasir. Dalam PKT ini digunakan ukuran 7 x 7 meter persegi. Adapun tahaptahap penanamannya adalah sebagai berikut : . tali rafia. Metoda Dasar Pada metoda ini bibit diikatkan pada batu-batu karang yang kemudian disebarkan pada dasar perairan. potongan bambu berdiameter 10 cm. Metoda rakit cocok untuk lokasi dengan kedalaman 60 cm. Untuk penahanan supaya rakit tidak hanyut terbawa arus.5 x 2. Bahan-bahan yang diperlukan adalah bibit tanaman. Metoda Rakit Apung Penanaman dengan metoda rakit ini menggunakan rakit apung yang terbuat dari bambu berukuran antara (2.5 ) meter persegi sampai (7 x 7) meter persegi tergantung pada kesediaan bahan bambu yang dipergunakan. metode ini mempunyai kelemahan antara lain : banyak bibit yang hilang terbawa ombak. tidak bisa dilaksanakan di perairan yang berpasir. Metoda ini jarang sekali digunakan karena belum diyakini keberhasilannya.Cara ini sesuai untuk dasar perairan yang rata dan tidak ditumbuhi karang dan tidak berpasir. banyak mendapat gangguan/serangan dari bulubabi. Hal ini mengingat persyaratan yang diperlukan adalah areal yang terbuka terhadap ombak dan arus dimana terdapat potongan-potongan batu karang yang kedudukannya sebagai substrant yang kokoh dan tidak terbawa oleh arus. serta jangkar dari besi. tali ris berdiameter 4 mm dan 12 cm. digunakan jangkar sebagai penahanan atau diikat pata patok kayu yang ditancapkan di dasar laut . Cara ini mudah.19/30 - . Disamping kesulitan mencari areal penanaman. Pemasangan tali dan patok harus memperhitungkan faktor ombak. 2.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil PENANAMAN Metode Penanaman Untuk penanaman rumput laut dikenal adanya beberapa metoda 1. arus dan pasang surut air.

3. Untuk 1 unit budidaya rumput laut sistem lepas dasar ukuran 10 x 10 m 2 diperlukan bibit sebanyak 240 kg (Seri Pengembangan Hasil Penelitian Pertanian No 141P/KAN/PT 13/1990. Tahap Penanaman adalah sebagai berikut : Tali ris dibentangkan berjajar pada pada dua rentang tali ris utama yang diikat masing-masing pada 2 patok yang berupa bambu yang tancap pada dasar laut. atau untuk perhitungan 1 . Kerangka tanam seperti ini. diperhitungkan untuk setiap ha akan ada 99.20/30 - .25 Ha) akan mempunyai titik tanam sebanyak 125. sehingga membentuk kerangka beberapa segi empat hamparan lahan penanaman rumput laut. Jarak antara tali ris sekitar 20 cm dan jarak antara titik tanam dalam tali ris sekitar 30 cm.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil • • • • Potongan kayu dan bambu dirangkai dan diberi jangkar pemberat dengan bantuan tali 12 mm.25 cm Jarak antara ris 50 cm sedangkan panjang ris sangat bergantung dari panjangnya rakit apung yang digunakan dalam budidaya. 60 m tali ris utama dan 600 m tali ris dan 1 kg tali rafia. Jarak tiap patok untuk merentangkan tali ris utama 2. Tali ris utama yang terbuat dari bahan polyetilen berdiameter 8 mm direntangkan pada patok. Metoda lepas dasar atau tali gantung Pada penanaman dengan metoda lepas dasar. Untuk menancapkan patok di dasar perairan diperlukan linggis atau palu besi. metoda ini cocok untuk perairan dengan kedalaman kurang 1. tali ris yang telah berisi ikatan tanaman direntangkan pada tali ris utama. Thallus dengan berat masing-masing 100 gram diikatkan pada tali ris dengan menggunakan tali rafia yang berjarak antara 20 . Petunjuk Teknis Budidaya Rumput Laut) Sama dengan metoda rakit apung. Dengan demikian pada retakan budidaya dengan metoda lepas dasar seluas satu are (100 m2) dibutuhkan 55 batang patok.5 meter dan dasarnya terdiri dari pasir atau pasir berlumpur.000 titik tanam.000 titik tanam. Jarak tiap tali ris pada tali ris utama 20 cm. Patok terbuat dari kayu berdiameter 5 cm sepanjang 2 m dan runcing pada salah satu ujungnya. 5 m. Pengikatan tali ris pada tali ris utama sedemikian rupa sehingga muda dibuk kembali. Tali ris yang sudah berisi tanaman diikatkan pada rakit Dalam PKT ini setiap rakit apung berukuran 7 x 7 meter akan ditanami 500 titik tanam rumput laut atau setiap kelompok tani 5 orang dengan 250 rakit (dengan luas total sekitar 1.

seperti ulva. Beberapa jenis hewan herbivora pemangsa tanaman rumput laut adalah bulu babi. 3 ha. dan enteromorpha dikumpulkan dan dibuang ke darat. Tali ris dan 4. hypnea. Tali ris utama. memerlukan luasan lahan perairan sekitra 1. PEMELIHARAAN Memelihara rumput laut berarti mengawasi terus menerus konstruksi sarana budidaya dan tanamannya.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil kelompok tani/nelayan dengan 125. jangkar. Tali ris dipenuhi dengan beberapa potong thallus masing-masing seberat 100 gram yang merupakan bibit rumput laut. 3. Kotoran yang melekat dapat menganggu proses metabolisme sehingga pertumbuhan tanaman menurun. menggantung pada patok yang berdiri tertancap pada dasar laut. Apabila ada kerusakan patok. ikan dan penyu. Potongan thallus diikat dengan tali rafia berjarak 30 cm. Bagan tali gantung 1 Tiang pancang (patok) 2. chaetomorpha. harus segera diperbaiki.000 titik tanam. Titik tanam thallus Kerangka penanaman rumput laut ini diletakkan berada sekitar 30 -40 cm dibawah permukaan laut. tali ris dan tali ris utama yang disebabkan ombak yang besar. Pemeliharaan dilakukan baik pada ombak besar maupun pada aliran laut tenang.21/30 - . Serangan bulu babi dapat diatasi . Beberapa tumbuhan penempel yang merusak. Kotoran atau debu air yang melekat pada tanaman harus selalu dibersihkan.

Peralatan dan tenaga yang harus dipersiapkan untuk panen adalah : • • • • • • • • Tenaga kerja Keranjang rotan berukuran sedang tempat hasil rumput laut. Perahu (untuk mengangkut hasil panen) Pisau untuk menolong tali pengikat (tali rafia) Timbangan Lokasi tempat penjemuran Karung tempat rumput laut kering dan tali pengikatnya Ruang tempat penyimpanan rumput laut kering. Persiapan alat-alat tersebut untuk menjaga kelancaran pemanenan dan menjaga kualitas mutu hasil produksi. Pemupukan tidak ada.22/30 - . Pupuk yang digunakan adalah campuran urea. perbandingan antara berat basah dan kering berkisar 8 : 1. untuk eucheuma sp yang ditanam di perairan pantai. TSP dan ZA dengan perbandingan 1 : 1 : 1 sebanyak 20 kg/ha atau dengan perbandingan 2 : 1 : 1 sebanyak 100 kg/ha. Dalam analisa finansial yang dibuat untuk Model Kelayakan PKT ini. . Panen yang dilakukan pada saat usia tanaman 1 bulan. yaitu sesaat setelah penggantian air. Kecuali untuk budidaya rumput laut jenis gracilaria yang ditanam di tambak perlu diberikan pemupukan.150 kg setiap panen. Penggantian air tambak sebanyak 60% dilakukan setiap 15 hari sekali wakbu bulan baru dan bulan purnama. Sedangkan pada saat air surut dapat dilakukan langsung di areal tanaman. Lumut juga perlu disingkirkan karena menghalangi sinar matahari yang masuk sehingga pertumbuhan akan terhambat. Untuk gracilaria yang ditanam di tambak pemupukan di berikan secara teratur 15 hari sekali. Dari satu unit usaha (100 m2 ) dengan metode lepas dasar dan metoda rakit diperoleh hasil panen kering masing-masing 100 kg dan 120 .Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil dengan cara diusir dari lokasi budidaya. Cara memanen rumput laut pada air pasang adalah dengan mengangkat seluruh tanaman ke darat kemudian tali rafia pengikat dipotong. Dan dibawa ke darat dengan rakit. sedangkan bila tanaman berumur 2 bulan perbandingan berat basah dengan berat kering adalah 6 : 1. PANEN Tanaman dapat dipanen setelah mencapai umur 6 .8 minggu setelah tanam dengan berat tanaman per ikatan 800 gram. Lumut juga perlu biasanya dipasang jaring di sekeliling lokasi budidaya. Dengan menggunakan rakit satu persatu ikatan tanaman dipanen.

Rumput laut dipanen pada umur 45 hari setelah tanam dengan memberikan waktu untuk mempersiapkan tanam setiap tahunnya dapat diadakan 6 kali panen.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil produksi rumput laut didasarkan pada penggunaan metoda rakit apung yang dilakukan kelompok tani terdiri dari 5 orang dengan sebanyak 250 rakit. Pengolahan ini kebanyakan dilakukan oleh pabrik walaupun sebenarnya dapat juga oleh petani Langkah-langkah Pengolahan menjadi Bahan Baku atau rumput laut kering adalah sebagai berikut : 1. batubatuan. maka rumput laut dapat disimpan pada rak-rak tetapi diusahakan diatur sedemikian rupa sehingga tidak saling tindih. maka setiap kelompok akan menghasilkan 6 x 100. Rumput laut kering ini merupakan bahan baku bagi industri rumput laut olahan selanjutnya. masing-masing dengan 500 titik tanam. Setiap titik tanam akan menghasilkan 0. Kadar air yang diharapkan setelah pengeringan sekitar 28%. 3.000 kg = 600. Sebagai bahan baku agar rumput laut kering dicuci dengan air tawar. karena air tawar dapat melarutkan karaginan.8 kg = 100. sedangkan untuk bahan baku karagenan dicuci dengan air laut. Untuk rumput laut yang diambil karagenannya tidak boleh terkena air tawar.000 titik tanam x 0. Setelah bersih rumput laut dikeringkan lagi kira-kira 1 hari. Rumput laut kering setelah pengeringan kedua. rumput laut dijemur di atas parapara di lokasi yang tidak berdebu dan tidak boleh bertumpuk. Setelah bersih rumput laut dijemur sampai kering.23/30 - . Rumput laut dibersihkan dari kotoran.000 kg rumput laut basah per tahun. kemudian dipisahkan dari jenis yang satu dengan yang lain. Rumput laut yang telah kering ditandai dengan telah keluarnya garam. Bila cuaca cukup baik penjemuran hanya membutuhkan 3 hari. Pencucian dilakukan setelah rumput laut kering.Bila dalam proses pengeringan hujan turun. seperti pasir. Pengolahan rumput laut akan menghasilkan agar. PASCA PANEN DAN MUTU RUMPUT LAUT Penanganan pasca panen rumput laut oleh petani hanya sampai pada tingkat pengeringan. . 2. Agar hasilnya berkualitas tinggi. karagenan atau algin tergantung kandungan yang terdapat di dalam rumput laut. Bila dalam satu tahun dilakukan 6 kali panen.8 kg rumput laut basah. kemudian diayak untuk menghilangkan kotoran yang masih tertinggal. Dengan demikian setiap kelompok petani/nelayan akan mengahasilkan 125.000 kg rumput basah. 4.

berat bersih dan hasil Indonesia dengan jelas. kayu dan jenis lain. maka setiap kelompok petani/nelayan akan memproduksi 60.000 kg rumput laut kering per tahun Pengepakan dan Penyimpanan Rumput laut yang telah kering dan bersih dimasukkan dalam karung goni atau karung plastik. Mutu Rumput Laut Kering Petani rumput laut menjual hasil produksinya dalam bentuk rumput laut kreing. Pemberian nama tersebut untuk memudahkan dalam pengiriman. karang. Bisa dipadatkan ataupun tidak dipadatkan. Gracilaria. dan hypnear seperti pada Tabel 4.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil Dalam model kelayakan PKT ini bila diperkirakan rendemen sampai kering asalan 10 % dengan kandungan air 30%. Agar harga jual rumput laut tersebut tinggi maka rumput laut harus memenuhi standar mutu rumput laut kering untuk jenis eucheuma gelidium. nomor karung.24/30 - . Tabel 4. Bila dipadatkan hanya berisi 60 kg. nama kode perusahaan. ASPEK KEUANGAN ASUMSI Asumsi-asumsi yang digunakan dalam perhitungan analisis kelayakan investasi untuk aspek keuangan ini adalah sebagai berikut : . pasir. Rumput laut yang akan di ekspor di bagian luar karungnya dituliskan nama jenis barang. Mutu Standar Untuk Rumput Laut Kering Untuk beberapa Jenis Rumput Laut Jenis Rumput Laut Syarat Kandungan Eucheuma Gelidium Gracilaria Hypnea Kadar Air 32 15 25 30 Maksimal (%) Benda Asing Maksimal *) 5 5 5 5 % Spesifik Spesifik Spesifik Spesifik Bau rumput laut rumput laut rumput laut rumput laut *) Benda asing berupa garam.

setiap titik menghasilkan 0.000 per tahun ditambah biaya perahu Rp.000 atau 10.000. Produksi dalam satu tahun (6 x 100. Dengan masa produksi selama pemeliharaan 45 hari. 4.000 per petani/nelayan. 50. Proyek budidaya rumput laut 250 rakit apung dengan ukuran 7 x 7 meter diusahakan secara kelompok oleh 5 orang petani nelayan plasma. 6. 11.000 9. Setiap rakit apung terdapat 500 titik tanaman rumput laut atau 125.000 kg rumput laut basah.8 kg rumput laut basah atau total produksi selama 1 periode adalah 100. KEBUTUHAN BIAYA PROYEK . 3.500. Jumlah pinjaman yang diperlukan per kelompok Rp. Harga jual rumput laut kering Rp.800. 10. Total biaya investasi Rp.875.000 titik tanaman untuk 250 rakit apung.000 dan biaya tenaga kerja Rp. 67.25/30 - .Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil 1. 8. Rendemen sampai dengan kering asalan 10 persen atau diperoleh 60. 7. Skim kredit yang digunakan adalah kredit bank. Frekuensi produksi dalam satu tahun sebanyak 6 kali 5. 72. 7.000 kg) atau 600.000 per kg ditingkat petani/nelayan. Masa pengembalian pinjaman 9 bulan dan tidak ada grace period.000 kg. 4. dalam analisis ini dipergunakan hitungan dengan tingkat bunga sebesar 21% per tahun.000 kg rumput laut kering (kadar air 30%) dalam satu tahun.000. 2.

000.Tempat dan alat penjemuran .000 Rp 0 Rp. tali rafia.500.000 Rp. 3. Biaya investasi adalah biaya yang diperlukan untuk pengadaan sarana produksi terdiri atas : Pengadaan bambu. 11. Cotton) . pengikatan bibit. Rincian biaya proyek diuraikan sebagai berikut a. pemeliharaan tanaman. Biaya Investasi Periode 1. tali jangkar.000 Rp. Biaya tenaga kerja dapat dirinci atas : biaya pembuatan rakit.125. pembuatan jemuran. bibit.875.875.Rakit Apung .000 Rp.000 Pada periode ketiga dan keenam dilakukan penggantian bambu dan tali rafia untuk rakit apung.000 Rp 4.Sampah Perahu ketinting . tempat dan alat penjemuran dan pondok tunggu.000 Rp.26/30 - .000 . biaya panenan dan pasca panen. jangkar.500. maka biaya tenaga kerja pada periode ketiga dan keenam pun mengalami peningkatan. 11.625. 12. sedangkan tali ris dan jangkar masih dapat digunakan sampai satu tahun operasi (6 periode). Dengan dilakukan penggantian bambu dan tali rafia pada rakit apung.500. 875. merajut tali gantungan. . 4. biaya operasi perahu.000 Rp 49.Bibit (E. 25.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil Kebutuhan biaya proyek terdiri atas biaya investasi dan biaya tenaga kerja.Rumah tunggu Jumlah investasi periode1 Periode 2 Periode 3 Rakit Apung Periode 4 Periode 5 Periode 6 Rakit Apung Total investasi Rp. 0 Rp. tali nilol. 0 Rp. 3. memasang setting di laut. yang masing-masing periode sebesar Rp. 72.875.000 Rp.

Periode 6 Total Biaya Tenaga kerja Rp. 67. 1.125.000 Rp 1.Periode 5 . 8.Periode 2 . 7.125.000 Rp.500 Rp 13.812. Biaya Tenaga Kerja .125.Periode 4 . 49.500 Rp.27/30 - . 1.812.Periode 3 .0 00 .000 Rp. c.Periode 5 . 13.000 Rp.000.000 Rp 1.500 Rp.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil b. 148.Periode 4 .Periode 3 .500.125. 1.Biaya Investasi Rp.Periode 6 Total Biaya Operasi Perahu Total biaya Proyek per tahun Kebutuhan biaya proyek selama periode pertama adalah .Periode 1 .Periode 2 .125.175.Periode 1 .987.800. 8.500 Rp 8. Biaya Operasi Perahu : . 1. 13.812.000 Rp.125.500 Rp.000 Rp.500 Rp.125.687.687.000 Rp.

362. a. Break even point tahun pertama dapat dicapai pada produksi 33.987. 64.186 kg dan tahun-tahun berikutnya 31. NPV.d. KELAYAKAN FINANSIAL Analisis kelayakan finansial adalah pendekatan untuk mengetahui apakah suatu proyek layak atau tidak dilaksanakan. Proyek Rugi/laba. Internal Rate of Return (IRR) dan Pay Back Period.28/30 - .Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil .051. 64.500 Rp.250 dan Rp 78. Pendekatan yang digunakan dalam analisan ini terdiri dari Proyek Cash Flow. 250.52% per tahun. Dan PAY PERIOD .500 SUMBER DANA Sumber dana untuk membiayai proyek budidaya rumput laut ini diperhitungkan berasal dari kredit perbankan dan modal sendiri yang dikumpulkan dari kelompok petani nelayan.566 kg.Biaya tenaga kerja Total Rp. Rp 78.051.919. Kredit dapat dilunasi dalam satu tahun pertama produksi. Rp 78.250. IRR. 13. Profit margin pada tahun 1 sebesar 33. Proyek ini mampu menghasilkan laba setiap tahunnya. b.000. tahun 4 diperoleh net cash flow positif/surplus berturut-turut sebesar Rp.362. bunga dan pajak). Proyeksi Arus Kas Proyeksi arus kas (cash flow) merupakan perhitungan jumlah dana yang masuk dan keluar selama umur proyek. c. Pada tahun 1 s.500 dari sumber modal sendiri. 362. Total cash inflow tahun 0 sama dengan total cash out flow sehingga diperoleh net cash flow nol. 50. penyusutan.000 dan sisanya Rp 14. Net Present Value. 64.13% dan tahun-tahun berikutnya 32. Proyeksi Rugi/ Laba Proyeksi rugi/laba dihitung dari selisih penerimaan penjualan dan total biaya (biaya produksi.276. Kebutuhan modal awal sebesar Rp.500 dapat diperkirakan terdiri dari kredit Rp.051. Arus kas masuk proyek adalah kredit dan hasil penjualan rumput laut kering.

Propinsi Nusa Tenggara Barat sampai ke daerah Lampung. yang diperhitungkan sebagai tingkat bunga yang mempersamakan nilai sekarang penerimaan dengan nilai sekarang total biaya yang dikeluarkan selama umur proyek (nilai sekarang netto sama dengan nol). ASPEK SOSIAL EKONOMI Pelaksanaan PKT Budidaya Rumput Laut akan memberikan peluang usaha bagi para petani/nelayan kecil yang berminat memanfaatkan lahan perairan laut untuk berusaha tani rumput laut. menunjukkan tingkat yang relatif cukup besar (IRR=183. tersebar mulai dari perairan di Kepulauan Maluku Utara.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil Net Present Value (NPV) dihitung berdasarkan selisih antara nilai sekarang penerimaan yang akan diterima dari hasil penjualan produksi rumput laut dikurangi dengan nilai sekarang atas biaya yang akan dikeluarkan selama umur proyek termasuk pembayaran pajak.894. Propinsi Sulawesi Utara. maka MK-PKT ini dapat dilaksanakan dengan sasaran dan cakupan pelaksanaan budidaya rumput laut pada daerah perairan laut yang secara alami sudah terdapat tanaman rumput laut. Nilai NPV proyek ini dengan menggunakan tingkat bunga i = 21% selama umur proyek (4 tahun adalah Rp. Daerah budidaya yang sudah banyak dilakukan pada waktu ini.685) Internal Rate of Return (IRR) yang merupakan besarnya tingkat penerimaan kembali dari usaha rumput laut atas biaya masukan.29/30 - .9%). Cakupan Sasaran Pelaksanaannya Sehubungan dengan itu. Pola budidaya rumput laut yang dirumuskan dalam Model Kelayakan (MK-PKT) ini didesain agar petani/nelayan tersebut mampu menggantungkan sebagian besar dari sumber pendapatan keluarga semata-mata dari hasil panen dan penjualan hasil rumput lautnya. Penciptaan dan Pemeliharaan Lapangan Kerja .000 km memberikan potensi yang besar untuk pengembangan budidaya rumput laut. dengan perairan laut yang dangkal dan jernih dengan dasar berpasir dan/atau bercampur dengan pecahanpecahan karang. Perairan laut Indonesia dengan garis pantai sekitar 81. Pay back period dengan memperhitungkan tingkat bunga 21% akan dicapai dalam waktu 9 bulan. 186.

Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil Pelaksanaan PKT ini akan menciptakan lapangan kerja bagi para nelayan dan penduduk pedesaan yang berada di sepanjang pantai. termasuk rumput laut. Menumbuhkan Industri Hilir Pada tahapan di mana rumput laut dapat disediakan secara berkesinambungan dan pada lokasi pertanaman yang relatif menyebar.30/30 - . Peningkatan Ekspor Non Migas Pengembangan dan perluasan budidaya rumput laut dengan keberhasilan peningkatan produksi rumput laut dalam negeri sebagai salah satu sasaran MK-PKT ini akan mendorong peningkatan ekspor dan membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan perolehan devisa dari sub sektor perikanan. tenaga kerja ahli dan tenaga kerja tetap (tenaga kerja kasar). akan mendorong pula kemungkinan tumbuhnya industri olah lanjut yang menggunakan bahan baku rumput laut. Penataan Dalam Pemanfaatan Sumber Daya Keberhasilan pengembangan rumput laut di lokasi-lokasi yang cocok untuk tanaman ini akan membantu pemerintah dalam rangka pengalokasian dan penetapan manfaat sumber daya lahan bagi kepentingan ekonomi setempat. Pelestarian pengembangan mata dagangan tertentu. operasional proyek serta pada subsektor ekonomi yang berada disisi hilir subsektor budidaya rumput laut. dan memberi kesempatan bagi para tenaga kerja terampil. peralatan dan lain-lain). Ini pada gilirannya akan mampu meningkatkan juga lapangan kerja/ Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Dengan kemampuan untuk direplikasi yang relatif besar akan memberikan peluang bagi daerah lokasi pengembangan guna menyumbangkan pendapatan asli daerah melalui pajak yang berasal/ditarik disetiap subsektor ekonomi yang terkait di hulu dan hilir dari kegiatan usaha budidaya rumput laut. yang mampu memberi kesempatan luas bagi para pengusaha untuk bergerak dalam subsektor budidaya maupun dalam rangka pemberdayaan ekonomi rakyat. bibit. . baik yang terkait dengan semua aspek di sisi hulu sub sektor produksi rumput laut yang dirumuskan dalam PKT ini (disektor penyediaan saprodi.

31/30 - . Analisa yang dilampirkan hanya secara deskriptif.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil Rangsangan untuk Memperkuat Teknologi Keberhasilan pelaksanaan MK-PKT ini akan dapat meningkatkan pendapatan para petani rumput laut. karena data kuantitatif tidak tersedia. Lokasi pembudidayaan rumput laut berfungsi pula sebagai penahan dari abrasi pantai akibat terpaan ombak . Dampak Terhadap Komponen Lingkungan Fisik Dampak pembudidayaan rumput laut baik skala kecil maupun dalam skala besar mempunyai pengaruh positif terhadap lingkungan perairan pantai. ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN Pembahasan dampak kegiatan proyek terhadap komponen lingkungan dalam laporan ini lebih dipentingkan pada pengamatan apabila ada dampak negatif atau sebaliknya yang secara umum diperkirakan akan terjadi. menciptakan dan memelihara lapangan kerja yang selanjutnya akan menjadi ransangan bagi para peneliti untuk secara berkesinambungan terus mengadakan penelitian dan menciptakan teknologi budidaya dan pemanfaatan rumput laut yang unggul serta mengadakan pewilayahan produksi yang cocok di Indonesia untuk pembudidayaan rumput laut dengan produktivitas tinggi.

Keunggulan MK PKT ini sebagai salah satu kemungkinan produk unggulan perbankan yaitu karena memiliki unsur-unsur keunggulan sebagai berikut . bulu babi. herbivora. Walaupun di beberapa daerah. dan penyu. Dampak Terhadap Komponen Fauna Dampak kegiatan budidaya rumput laut tidak akan mempengaruhi kehidupan hewan laut. .32/30 - . udang. Usaha budidaya rumput laut dengan pola kemitraan ini. maka pengembangan budidaya rumput laut tidak perlu mensyaratkan Analisa Dampak Lingkungan Amdal (AMDAL) PENUTUP PKT UNGGULAN MK PKT Pengembangan Budidaya Rumput Laut ini diharapkan dapat merupakan salah satu contoh pembiayaan usaha yang dapat menunjang pengembangan usaha kecil. ternyata sangat menguntungkan bagi masyarakat dan dapat membantu perbankan dalam meningkatkan kredit yang cocok untuk usaha kecil. kepeting dan lainnya. Bahkan tanaman rumput laut menjadi makanan bagi predator seperti ikan-ikan. Berdasarkan skala usaha 250 rakit perkelompok usaha perikanan. seperti ikan.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil Lokasi pengembangan budidaya rumput laut dapat berfungsi sebagai objek wisata pantai. seperti Bali pengembangan budidaya rumput laut tergeser karena adanya pengembangan kawasan wisata pantai.

Proses pemanfaatan dan penggunaan kredit yang aman. Adanya kemampuan untuk memanfaatkan kredit berbunga pasar " Internal Rate of Return (IRR)" sebesar 183. Dari sebagian dana simpanan tersebut secara potensial dapat digunakan sebagai dana untuk membantu proses pengembalian angsuran pokok dan bunga (bilamana diperlukan) atau untuk jenis kegiatan produktif lainnya. disesuaikan dan mengacu kepada perkembanga dan kekuatan cash flow. ditujukan untuk kepentingan dan keuntungan Petani. maka proyek ini memungkinkan para petani akan mampu menghimpun dana sendiri dan lepas dari ketergantungan terhadap kredit. g. serta dalam tahapan pengelolaan dana hasil penjualan.92 % yang relatif lebih besar dan cukup kompetitif di bandingkan berbagai bunga kredit Bank yang disediakan untuk Usaha Kecil. menunjukkan bahwa PKT ini layak dilaksanakan dan dikembangkan. Jaminan pemasaran rumput laut tersebut dilaksanakan oleh perusahaan mitra b. Adanya jaminan kesinambungan pasar Kelancaran pemasaran hasil produk MK PKT Pengembangan Budidaya Rumput Laut ini dijamin sepenuhnya dalam bentuk "sharing" seperti yang telah diuraikan dalam Bab II. Bantuan pendampingan yang dimaksudkan agar pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai dengan perencanaan. PKT ini merumuskan mekanisme pencairan dan penggunaan atas dana kredit yang disesuaikan dengan jadwal dan kebutuhan proyek. Perusahaan Mitra maupun untuk pengembangan kredit Bank.33/30 - . Koperasi Primer yang bersangkutan. c. Menghadirkan kegiatan pendampingan Untuk menunjang keberhasilan PKT ini. d. Perusahaan Mitra menyediakan bantuan teknis yang profesional (bermutu) secara berkesinambungan. e. akan terbentuk dan tercipta pula aspek kebersamaan dalam . Adanya potensi kegiatan kelompok yang berkaitan dengan kredit Pembentukan dan mengaktifkan kegiatan kelompok tersebut ditujukan antara lain untuk pelaksanaan kegiatan teknis budidaya dan kegiatan simpan-pinjam. Dengan sistem mengangsur. Transparansi pada setiap tahapan pelaksanaan proyek Dengan mengikut sertakan Petani/nelayan sejak dini dalam pengembangan proyek dan dalam perencanaan serta pelaksanaan proyek.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil a. Cash flow sebagai alat pengontrol pengambalian kredit Pengembalian kredit didasarkan. f. Bantuan pendampingan ini dimulai semenjak pelaksanaan budidaya tanaman dan penjualan.

. Sehubungan dengan masih adanya kemungkinan muncul permasalahan terutama pada saat proyek dan kredit masuk dalah tahapan pelaksanaan dan tahapan mengangsur.34/30 - . teknis dan finansial maka kemitraan akan berjalan secara berkesinambungan. akan bisa dicapai pelaksanaan kegiatan yang jelas apa yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab masingmasing pihak. Ketentuan-ketentuan telah disepakati yang dituangkan di dalam Nota Kesepakatan ini akan bisa dipergunakan sebagai dasar di dalam penyelesaian apabila di kemudian hari terjadi pertentangan antara kedua pihak yang bermitra. PROGRAM PENDAMPINGAN Melalui pola PKT akan didapatkan pelaksanaan kerjasama secara berdampingan antara kedua belah pihak yang bermitra. maka perlu diusahakan agar petani/nelayan yang telah direkrut dan merupakan calon nominatif semaksimal mungkin dapat diikut sertakan dalam perencanaan (ide dan pengembangannya) sedini mungkin yaitu agar mulai dari proses perencanaan para petani benar-benar dapat memahami perlunya kesungguhan dalam melaksanakan kemitraan.Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil > Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Model Usaha Kecil mendukung dan melaksanakan proyek serta terciptanya transparansi yang sangat diperlukan bagi kelacaran penyelenggaraan proyek dan proses perkreditannya. Kelompok Petani/Nelayan dan Perusahan Mitra. mulai dari tahap persiapan sampai pelaksanaan dan dalam kaitannya dengan penggunaan dana kredit sampai kredit tersebut lunas. Dengan memahami tentang perlunya kesungguhan dalam melaksanakan proyek sesuai dengan yang diminta oleh persyaratan pasar. h. Nota Kesepakatan Melalui dibuatnya Nota Kesepakatan yang mendasari bentuk kerja sama yang diinginkan oleh kedua pihak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful