Kalimat efektif adalah sebuah kalimat yang dapat mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan oleh pembuat

kalimat dan di pahami oleh pendengar. Selain itu kalimat efektif juga dapat mewakili gagasan penulis baik lisan maupun tulisan dan dapat menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran atau pembaca atau pendengar. Definisi kalimat efektif juga diungkapkan oleh Badudu (1995) Kalimat efektif ialah kalimat yang baik karena apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh pembaca (penulis dalam bahasa tulis) dapat diterima dan dipahami oleh pendengar (pembaca dalam bahasa tulis) sama benar dengan apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh penutur atau penulis. Selain itu, Badudu (1989:36) juga berpendapat, “sebuah kalimat dapat efektif apabila mencapai sasaran dengan baik sebagai alat komunikasi.” Parera (1984:42) mendefinisikan kalimat efektif adalah bentuk atau kalimat-kalimat sadar dan disengaja disusun untuk mencapai intonasi yang tepat dan baik seperti yang ada dalam pikiran pembaca atau penulis. Selain pengertian-pengertian di atas ada beberapa ahli bahasa berpendapat bahwa kalimat efektif memiliki syarat dan pola-pola untuk membentuknya, seperti yang dikemukakan oleh Putrayasa (2007: 66) bahwa Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan informasi secara sempurna karena memenuhi syarat-syarat pembentuk kalimat efektif tersebut. Adapun syarat – syarat yang harus dipenuhi dalam pembuatan kalimat efektif yaitu sebagai berikut : 1. Secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya. 2. Mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya. 1. KESATUAN Sebuah kesatuan gagasan diwakili oleh subyek, predikat, obyek. Kesatuan yang diwakili oleh subyek, predikat dan obyek itu dapat berbentuk kesatuan tunggal, kesatuan gabungan, kesatuan pilihan dan kesatuan yang tidak terpadu. a. Yang jelas kesatuan gagasannya : kita bisa merasakan dalam kehidupan sehari – hari, betapa emosi itu sering kali merupakan tenaga pendorong yang amat kuat dalam tindak kehidupan kita. (Kesatuan tunggal) : Dia telah meninggalkan rumahnya jam enam pagi, dan telah pergi dengan pesawat satu jam yang lalu. (Kesatuan gabungan) : Ayah bekerja di perusahaan kayu, tetapi ia tidak senang dengan pekerjaannya itu. (Kesatuan yang mengandung pertentangan) : Kamu boleh menyusul saya ke jakarta, atau tetap tinggal disini (Kesatuan pilihan). b. Yang tidak jelas kesatuan gagasannya Kesatuan gagasan biasanya menjadi kabur karena kedudukan subyek atau predikat tidak jelas, terutama karena salah menggunakan kata depan. Kesalahan lain terjadi karena kalimatnya terlalu panjang sehingga penulis atau pembicara sendiri tidak tahu apa sebenarnya yang mau di ucapkan.

kata penghubung dll. c. penempatan keterangan Aspek yang tidak sesuai. Contoh : Saya sudah membaca buku itu hingga tamat (baik). a. kata penghubung yang tidak sesuai atau tidak pada tempatnya. baik karena merangkaikan dua kata yang maknanya tidak tumpang tindih atau hakekatnya mengandung kontradiksi. akan belum. KOHERENSI Koherensi atau kepaduan yang baik dan kompak adalah hubungan timbal balik yang baik dan jelas antara unsur – unsur (kata atau kelompok kata). Kesalahan yang sering kali terjadi juga merusakkan koherensi adalah penempatan kata depan. penempatan keterangn aspek yang tidak sesuai atau tidak pada tempatnya. penempatan keterangan aspek yang tidak sesuai dan sebagainya.Contoh : di daerah – daerah sudah mempunyai lembaga bahasa di dalam pendidikan memerlukan bahasa sebagai alat komunikasi antara anak didik dan pendidik dalam pendidikan juga sangat berhubungan erat kepada bahasa. kata penghubung yang tidak sesuai atau tidak pada tempatnya. Kesalahan yang juga sering kali merusakkan koherensi adalah menempatkan kata depan.baik : adik saya yang paling kecil memukul anjing dikebun kemarin pagi. dsb. Demikian pula pemisahan saya paling kecil dari kata adik juga akan merusak koherensi kelompok kata dalam kalimat. Banyak para peninjau yang menyatakan bahwa perang yang sedang berlangsung itu merupakan Perang Dunia di Timur Tengah. Kesalahan lain yang dapat merusak koherensi adalah pemakaian kata. dengan sekuat tenaga. Koherensi rusak karena tempat kata dalam kalimat tidak sesuai dengan pola kalimat. atau interelasi antara kata – kata yang menduduki sebuah tugas dalam kalimat. namun koherensinya tidak baik. 2. atau kepada pihak lain karena merasa dirinya lebih kuat (tanpa kepada). d. Dalam kesatuan pikiran lebih ditekankan lagi struktur. b. (atau banyak peninjau atau para peninjau : makna banyak dan para tidak tumpang tindih). Yang membentuk kalimat itu. Interaksi antara perkembangan kepribadian dan perkembangan penguasaan bahasa menentukan bagi pola kepribadian yang sedang berkembang (tanpa bagi) Sejak lahir manusia memiliki jiwa untuk melawan kepada kekejaman alam. Oleh karena itu sebuah kalimat dapat mengandung sebuah kesatuan pikiran. Kepaduan sebuah kalimat akan rusak pula karena salah mempergunakan kata – kata depan. Tidak baik : Adik saya yang paling kecil memukul dengan sekuat tenaganya kemarin pagi di kebun anjing. Contoh : . Suatu corak kesalahan lain yang sering dilakukan adalah salah menempatkan keterangan aspek (sudah. Pada kata kerja tanggap. dsb). telah. Saya sudah baca .

Namun demikian ada beberapa cara yang dapat dipergunakan untuk memberikan penekanan itu. pun. Variasi panjang pendeknya kalimat Variasi dalam panjang pendeknya struktur kalimat akan mencerminkan dengan . lebih banyak menekankan kesamaan bentuk. Contoh : Seribu puspa di taman bunga seribu wangi menyegar cita (BKI). Merubah – rubah posisi dalam kalimat Sebagai perinsip dapat dikatakan bahwa semua yang ditempatkan pada awal kalimat adalah kata yang dipentingkan. Contoh : Anak itu tidak malas dan curang. Sebagai bentuk tanggap tidak boleh diselingi keterangan apapun. Contoh : Saudara yang harus bertanggung jawab dalam soal itu. Mempergunakan repetisi Repetisi adalah pengulangan sebuah kata yang dianggap penting dalam sebuah kalimat. Variasi dalam kalimat dapat diperoleh dengan beberapa macam cara. Jadi :Saya baca. 4. Contoh : Harapan kami adalah agar soal ini dapat di bicarakan lagi pada kesempatan yang lain. c. Variasi tidak lain menganekaragamkan bentuk – bentuk bahasa agar tetap terpelihara minat dan perhatian orang. 3. Pertentangan Pertentangan dapat dipergunakan untuk menekankan suatu gagasan. baik dalam lisan maupun tulisan yaitu : a. Variasi sinonim kata Penjelasan – penjelasan yang berbentuk kelompok kata pada hakikatnya tidak mengubah isi dari amanat yang akan disampaikan. Oleh kebanyakan tatabahasa disebut imbuhan. Kata yang dipentingkan harus mendapat takanan atau harus lebih ditonjolkan dari unsur – unsur yang lain. Repetisi atau pengulangan sebuah kata untuk memperoleh efek penekanan. yaitu: a. b. kau pukul. Contoh : Harapan kita demikianlah dan demikian pula harapan setiap pejuang. tetapi rajin dan jujur.buku itu hingga tamat (Kurang baik). kah. karena hubungan antara keduanya sangat mesra. dsb. b. yang. Partikel penekanan Partikel – partikel yang dimaksud adalah : lah. Bapaklah yang harus terlebih dahulu memberi contoh. kau lihat. PENEKANAN Inti pikiran yang terkandung dalam setiap kalimat (gagasan utama) haruslah dibedakan dari sebuah kata yang dipentingkan. VARIASI Variasi merupakan suatu upaya yang bertolak belakang dengan repetisi. Buku itu saya sudah baca hingga tamat (salah). d.

Unsur lain yang harus diperhitungkan dalam pemakaian suatu bahasa. Contoh : memang cukup mengendorkan sema-ngat kalau kita melihat keadaan di Nusa Tenggara (tidak ter-masuk Bali dan Lombok) yang tetap ‘tidur nyenyak’ meskipun fasilitas – fasilitas pengangkutan laut dan udara sudah banyak dibangun. yang dilaksana-kan atas dasar peraturan peninggalan zaman penjajahan dahu-lu sifatnya sangat terbatas. . Contoh : reorganisai administrasi departemen – departemen. Definisi (Batasan) Definisi atau batasan yang tepat merupakan kunci dari ciri berfrikir yang logis.dan diPemakaian bentuk gramatikal yang sama dalam beberapa kalimat berturut – turut dapat menimbulkan kelesuan. dan ciri – ciri menulis yang logic. Contoh : Pelaksanaan bantuan hukum di negara kita. peng-hentian. serta mobilisasi potensi – potensi nasional. Unsur lain ini adalah segi penalaran atau logika. dan penyelewengan – penyelewengan. 6. peraturan pening-galan zaman penjajahan. PARALELISME Paralelisme menempatkan gagasan-gagasan yang sama penting dan lama fungsinya ke dalam suatu struktur/konstruksi gramatikal yang sama. d. Variasi penggunaan bentuk me. pemborosan. Variasi dengan merubah posisi dalam kalimat Variasi dengan merubah posisi dalam kalimat sebenarnya mempunyai hubungan dengan penekanan dalam kalimat. 5. Jalan pikiran pembicara turut menentukan baik tidaknya kalimat seseorang mudah tidaknya pikiran dapat dipahami. Definisi berupa sinonim Definisi berupa sinonim kata adalah pembatasan pengertian sebuah kata dengan memberikan sinonim atau kata – kata yang bersamaan artinya dengan kata yang akan di jelaskan. (Semua kata ben-da). dan pengertian kemerdekaan dengan kebebasan. Yang dimaksud dengan jalan pikiran adalah suatu proses berfikir yang berusaha untuk menghubung – hubungkan evidensi – evidensi menuju kepada suatu kesimpulan yang masuk akal. a. Beberapa definisi yang dikenal adalah : 1. serta pilihan yang tepat dari struktur panjangnya sebuah kalimat dapat memberi tekanan pada bagian – bagian yang diinginkan.jelas pikiran pengarang. sifat yang sangat terbatas). merupakan masalah – masalah pokok yang meminta perhatian kita. (di negara kita. PENALARAN ATAU LOGIKA Ada unsur lain yang harus di perhitungkan dalam pemakaian suatu bahasa. Misalnya kita membatasi pengertian pendidikan dengan pengajaran. c.

maka pertama – tama sebuah kata harus ditempatkan dalam kelasnya atau genusnya. Referendum berarti sesuatu yang harus dibawa kembali. Definisi luas adalah perluasan dari suatu definisi formal sebagai dasar. suatu artikel. maka generalisasi akan berat sebelah dan akan ditolak oleh akal sehat. Karena definisi formal merupakan usaha memberi pengertian dengan membedakan genus dan menyebut diferensiasi suatu kata. adalah benar atau berlaku pula untuk kebanyakan dari peristiwa atau hal yang sama. hal yang harus diajukan kembali (untuk dipertimbangkan. Generalisasi Generalisasi adalah suatu pernyataan yang mengatakan bahwa apa yang benar mengenai beberapa hal yang semacam. Contoh : Peristiwa A : Saudari saya menabrak seorang anak kecil di depan rumah kemarin pagi. 2. bahkan kadang – kadang terdiri dari suatu buku besar yang beratus – ratus halaman panjangnya. Sebab itu dalam membuat peristiwa yang dipakai cukup banyak dan meyakinkan. . Dengan demikian bila kita menyebut kata definisi. maka yang pertama – tama dimaksudkan adalah pengertian definisi ini. Definisi luas Kata – kata tersebut menghendaki lebih banyak keterangan dari pada apa yang diperlukan oleh definisi formal. Peristiwa C : Tiang lampu di pinggir jalan itu tumbang di tabrak oleh seorang gadis yang mengendarai sedan merah. Definisi inilah yang bertolak dari prinsip – prinsip nalar. Contoh : (Referendum : Referendum berasal dari kata latin re + ferre yang berarti “Membawa Kembali”. disetujui dan sebagainya). (Generalisasi adalah sebuah proses berpikir yang esensil). Tujuan definisi ini adalah usaha untuk menunjukkan bahwa istilah itu tidak hanya mengandung pengertian yang sekarang saja.Definisi berdasarkan etimologi Definisi berupa etimologi (asal-usul kata) adalah suatu variasi lain dari definisi diatas yang berusaha membatasi pengertian sebuah kata dengan mengikuti jejak etimologi dan arti yang asli hingga arti yang sekarang. b. 3. Peristiwa B : Ketika pulang dari belanja. atau disebut juga definisi logis Definisi formal (rill atau definisi logis) adalah suatu cara untuk membatasi pengertian suatu istilah dengan membedakan genusnya dan mengadakan diferensiasinya. Tanpa generalisasi. Nyonya ali menabrak pintu garasinya. Suatu definisi luas dapat terdiri dari suatu alinea panjang. Contoh : pokok kelas / genus gergaji adalah semacam alat pemotong. 4. Definisi formal atau rill. Bila suatu hal dipakai sebagai dasar generalisasi tidak relevan. tidak akan ada evaluasi terhadap pengalaman – pengalaman.

Generalisasi : Wanita tidak bisa menyetir mobil.blogspot.html . Sumber : http://namakuaku.wordpress.wordpress.com/2010/10/03/kalimat-efektif/ http://lisady-bhs.com/2007/06/kalimat-efektif.com/2008/11/15/kalimat-yang-baik-dan-benar/ http://ramlannarie.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful