You are on page 1of 10

EFEK ZEEMAN

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Fenomena-fenomena kemagnetan ternyata tidak hanya diam pada keadaan –keadaan makro yang dapat dilihat , namun dapat diamati ketika medan itu diberikan kepada atom. Hal ini akan tampak sebagai spectrum yang terbagi pada peristiwa emisi. Oleh karena itu, diperlukan suatu pengamatan akan fenomena ini agar kita tahu gejala-gejala kemagnetan pada skala atomic. 1.2 Identifikasi masalah Masalah yang akan diamati kali ini adalah hubungan antara medan magnet dengan spectrum atomic emisi. Dikhususkan ketika diberikan medan magnet luar. 1.3Maksud Percobaan Dengan percobaan ini akan dipelajari efek Zeeman serta memanfaatkannya dalam perhitungan e/m elektron. 1.4 Sistematika Penulisan Laporan ini akan diawali dengan teori dasar terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan persiapan prosedur percobaa, dilanjutkan dengan analisa dan kesimpulan. 1.5 Waktu dan tempat Praktikum ini akan dilaksanakan di laboratorium fisika UNPAD, pada Tanggal : 4 Maret 2011 Waktu : 09.30-selesai

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Efek Zeeman Efek Zeeman merupakan pemisahan sebuah panjang gelombang menjadi beberapa panjang gelombang bila dikenakan medan magnet. Pada Efek Zeeman, sebuah garis spektrum terpisah menjadi tiga komponen, ini hanya terjadi dalam atom-atom spin. Dalam alam kita, di mana elektron memiliki

garis-garis spektrum dapat terpisah menjadi lebih daripada tiga komponen.B = − u z .J 2m (4. 8 nm akan teruai dalam medan magnet B dan hasil pengamatan spektrum garis ini akan terurai menjadi tiga bagian seperti ditunjukkan pada gambar 1. L – 1.B u m Orientasi komponen z dari momentum orbital J J z = M Dengan M = bilangan kuantum magnetik M = +L. spektrum merah ini berhubungan dengan transisi salah satu elektron dari dua elektron pada kulit terluar yaitu dari tingkat momentum angular L = 2 ke tingkat L = 1.± akan didapatkan tiga spektrum garis.1) Dengan m = massa elektron dan e = muatan elektron. Tingkat energi yang dimiliki pada kondisi L menjadi 2L + 1 adalah ∆E = e B 2m M 1 Dengan memilih ∆ = 0. . kita seharusnya tak hanya meninjau efek momen magnet orbital. Penguatan energi dari dipol magnet dalam medan magnet luar B (arah sumbu z) adalah W pot = − . . Spektrum merah dengan Cadmium dengan λ = 643. dimana satunya tidak bergeser dengan ∆M = 0 dan dua spektrum yang lain bergeser ∆M = ±1 dengan perubahan frekuensi . Pola pemisahan tingkat energi yang dihasilkan memang lebih rumit.spin. Jumlah spinnya sama dengan nol dan jumlah momentum angular J merupakan momentum orbital yang dinyatakan J = L ( L +1) Hubungan momen magnetik dengan momentum orbital adalah µ =− e . Kasus ini dikenal sebagai Efek Zeeman tidak normal (anomalous Zeeman efect).. tetapi juga momen magnet spin. -L..

4) s Dengan ∆ dan ds diukur dalam eksperimen. adalah e 4π = dv m B (4.2) Perubahan panjang gelombang berhubungan dengan interferensi pada lempeng Lummer-Gehrke yaitu ∆λ = λ2 2d n2 −1 λ2 n 2 − 1 =  dn  2d n 2 − 1 n 2 − 1 − nλ    dλ  (4.∆v = ∆E eB =±  4πm 4.5) Untuk nilai frekuensi adalah dv = c dλ λ2 (4. Jika perubahan terhadap λ kecil maka perubahan dapat dinyatakan dλ = ds ds λ2 n 2 − 1 ∆λ = ∆s ∆s 2d n 2 − 1 (4.3) Dengan n adalah indeks bias dari lempeng Lummer-Gehrke dan d adalah tebal lempengan Lummer-Gehrke.6) Substitusi persamaan 5 dengan persamaan 4 dan persamaan 6 diperoleh . Teruarainya spektrum garis meningkat M 2 1 D J = 2 0 -1 -2 f =4 6 6 T -z l n m λ 4 =6 4 1 P J = 1 0 -1 − σ ∆ M=-1 π ∆ M=0 + σ ∆ + M= 1 dengan meningkatnya kerapatan fluks magnetik dan mengacu pada persamaan 2.

± M 0 1 …………………………………………… (1) dengan beda energi : . yang teramati dalam bentuk spektrum garis dikenal sebagai efek Zeeman normal. Gambar 1. Pecahnya tingkat energi sebagai akibat medan magnet. Pemecahan dua tingkat energi teratas atom Cd. Jumlah tersebut sama dengan jumlah harga-harga bilangan kuantum magnetik M bersangkutan. tingkat energi itu menjadi pacah menjadi 2J + 1 buah pecahan.7) Setiap energi atom dikarakterisasi oleh bilangan kuantum total momentum sudut J. tingkat ID2 pecah lima dan IP1 pecah tiga seperti diperlihatkan galam gambar 1. Tingkat-tingkat energi teratas atom Cd (n=5) dalam spektroskopi ditandai dengan ID2 dan IP1 masing-masing dengan momentum J = 2 dan J = 1. Dalam medan magnet B. dalam medan magnet. Transisi elektron antara kedua kelompok pecahan itu harus memenuhi aturan seleksi : ∆ =.e 4π c ds λ2 n 2 −1 4πc ds n 2 −1 = = m B λ2 ∆s ( n 2 −1) B ∆s 2d ( n 2 −1) (4.

δ E.∆E = ∆E ( 0 ) + µB B ∆M …………………………… (2) Dalam persamaan (2) ini. beda energi itu identik dengan panjang gelombang 643. jika diamati dalam arah medan magnet akan terlihat dua buah garis spektrum dan jika diamati dala arah tegak lurus medan magnet akan terlihat tiga buah garis spektrum. Dengan demikian maka persamaan (2) dapat dinyatakan bahwa beda energi relatif terhadap ∆ E(0). Garis pertama terpolarisasi searah medan magnet. Metode Pengamatan e/m Berdasarkan persamaan (1) dan (2) di atas. dan yang lainnya terpolasrisasi tegak lurus medan magnet.8 nm. dan h adalah tetapan Plank. Dalam suku kedua. suku pertama menyatakan beda energi dalam keadaan B=0. µ B adalah megneton Bohr elektron : µ = B (3) eh 4πm …………………………………… dengan e dan m masing-masing muatan dan massa elektron. Oleh sebab itu. Dari persamaan (4) dapat diungkapkan bahwa ketiga garis itu mempunyai pergeseran frkwensi (terhadap v0) sebagai berikut Z: eB ∆ M 4π m δv = (5) …………………………………… . adalah : δE = (4) eh 4π m B∆ M …………………………… 2. radiasi terpancar dari lampu Cd mengandung tiga buah garis spektrum (triplet).2. satu yang berkaitan dengan ∆ M=0 dan yang dua lainnya berkaitan dengan ∆ M = ± 1.

Pergeseran garis-garis itu seperti diperlihatkan dalam gambar 2. Pergeseran antara dua garis interferensi berdekatan ∆ s. merupakan akibat dari pergeseran panjang gelombang . ∆s 2 ds Β = 0 Β Gambar 2. Untuk mengamati pergeseran panjang gelombang.1  ∆s  …………………………… (7) . Pola interferensi efek Zeeman normal teramati dengan pelat LG. merupakan akibat dari pergeseran panjang gelombang ∆ λ .8 nm.4567 adalah indeks bias pelat. Sehubungan dengan mekanisme interferensi dalam pelat LG. berlaku hubungan L ∆ ≈ λ λ2 2d n2 .Dalam teori gelombang dikemukakan bahwa untuk perubahan yang kecil berlaku hubungan : δ v = (c/λ 2) δ λ . maka diperoleh hubungan : δλ ≈ λ2 2d n 2  ds    . dan λ dalam hal ini adalah 643.1 …………………………………… (6) dengan d = 4. Keluar dari pelat itu. hasil interferensi teramati berupa garis-garis spektrum. dengan c = kecepatan cahaya.04 mm adalah tebal pelat dan n = 1. Karena δ λ = (ds/∆ s)∆ λ . cahaya yang dipancarkan lampu Cd dilewatkan melalui pelat Lummer-Gehrke (LG).

Mikro meter ini dapat diatur-atur dengan sebuah sekrup. kuat arus dibaca dengan amperemeter dan medan dapat diukur dengan menggunakan Hall probe dan militesla meter. Militesla meter g. filter polarisasi. dengan mengamati ds/∆ s sebagai fungsi B kita dapat menggambarkan hubungan antara δ v dan B. Magnet dinyalakan dengan sumber daya yang dapat diatur.1. Sistem optik terdiri dari : teleskop. dan 0-12 v / 20 A e. Hall probe untuk medan magnet Lampu Cd ditempatkan di antara kutub-kutub elektromagnet. filter polarisasi dan teleskop. sistem ini diperlengkapi dengan mikro meter yang dipasang antara pelat LG dan filter polarisasi. Metodologi Percobaan 3.dengan persamaan (7) ini selanjutnya perubahan frekuensi dirumuskan menjadi : δv ≈ c 2d n2  ds    . Sumber daya 12 v / 20A. Sistem ini tersusun dengan urutan : jendela dari mana cahaya masuk. Lampu Cd b. Amperemeter 20 A dc f. Sistem optik c. . pelat LG. filter merah. filter merah yang berlensa convex. Alat-alat Perlengkapan untuk percobaan efek Zeeman ini terdiri dari : a.1  ∆s  …………………………… (8) Jadi. dari mana selanjutnya diperoleh harga e/m. III. Ujung teleskop (eyepiece) dapat digeser maju-mundur. dan mikro meter. Elektromagnet d. Untuk mengamati jarah antara dua garis.

Aturlah garis silang pada teropong sehingga berimpit dengan garis terang yang jaraknya paling renggang (sebagai garis terang pertama)! 2. dicatat medan magnet yang ditunjukkan oleh tesla meter untuk setiap variasi arus! Membuat Tabel B vs I! A. dan Menghubungkan elektromagnet dengan menempatkan Hall probe di posisi lampu.2. Sumber arus dinyalakan. lalu divariasikan arus dari 0 s/d 15 A. Ulangi percobaan di atas untuk ∆ s2 hingga ∆ s10. 3.3. Tempatkan lampu Cd kembali ke posisinya. Percobaan A. Aturlah mikrometer sehingga tepat di sekala nol. tunggu kira-kira 5 menit hingga garis merah terpancar dan cukup terang. Kembalikan posisi garis silang pada garis terang pertama! . Dengan memutar sekrup di bawah mikro meter buatlah tanda silang di eyepiece berimpit dengan garis berikutnya dan bacalah jarak ∆ s1 pada mikro meter. dan nyalakan. Mengukur ∆ s dan ds 1. Kalibrasi medan magnet Kalibrasi kerapatan fluks magnet (B) sebagai fungsi dari arus dilakukan sebagai berikut : Lampu Cd dimatikan dan dikeluarkan dari pegangannya lalu disimpan di tempat sumber yang daya aman. Ukur pola garis interferensi (∆ s1) tanpa medan magnet.

6. Buktikanlah persamaan (1) dan (2). Bandingkan hasil b dan d dengan hasil perhitungan teori : 1. Hitunglah e/m berdasarkan grfik c! bandingkan dengan literatur! e. dan yang berkaitan dengan ∆ M = ± 1 terpolarisasi tegak lurus medan magnet. 5. IV. ukurlah jarak 2ds! Variasikan hingga 15 A minimal 5 variasi! (lihat Gb. b.2 Tugas Pendahuluan a. Ulangi percobaan 4 s/d 6 untuk garis terang ke-2 hingga garis terang ke-10. . b.76 1011 As/kg. Buktikanlah bahwa garis yang berkaitan dengan ∆ M = 0 terpolarisasi searah medan magnet. Buatlah grafik (ds/∆ s) terhadap B untuk setiap ∆ s! d. IV. 2!). Hitunglah e/m untuk setiap harga I. Dengan memberi arus + 10 A atau lebih sehingga garis terang tersebut pecah menjadi tiga buah garis.4. Tugas IV. Turunkan arus dari 15 A hingga 10 A lakukan percobaan 4 untuk arus tersebut. c.3 Tugas Laporan a. Buatlah grafik B terhadap I.

Tim Fisika Eksperimen. Kenneth. . Jatinangor. Unpad. Modern Physics.Washington. 1978.phy-astr.html Krane.Daftar Pustaka Hyperphysics.gsu. Petunjuk Praktikum Fisika EksperimeII.2011.edu/hbase/quantum/zeeman. USA.