Pengaturan Badan Hukum Asing dalam hal Kepemilikan Tanah yang berlaku di Indonesia menurut Teori Place of Incorporate

dan Teori Central Office
Untuk Memenuhi Tugas Akhir Semester Mata Kuliah Hukum Agraria.

Disusun oleh: GRADHIN RENITA LISTAKARIN NO. ABSEN : 46 KELAS B

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS HUKUM MALANG 2011

Hal.1977. Latar Belakang Tanah sangat erat sekali hubungannya dengan kehidupan manusia.Wantjik Saleh.2 Dalam kaitannya dengan pembahasan kali ini. tidak hanya orang perseorangan (individu) saja yang mempunyai hak-hak. banyak investor asing ataupun orang-orang asing yang menanamkan modalnya. dan ditambah dengan daerah-daerah yang memiliki potensi dalam bidang pariwisata dan ekonomi seperti di wilayah Bali. Lombok. penulis menekankan bahwa tidak hanya individu yang mempunyai keinginan memiliki tanah di Indonesia. melainkan juga badan hukum asing yang dapat berupa perusahaan swasta. 121 . sosial budaya dan teknologi menghendaki pula tersedianya tanah yang banyak misalnya untuk perkebunan. Selain bertambah banyaknya jumlah manusia yang memerlukan tanah untuk tempat perumahan. Bandung. korporasi. perkantoran. Jumlah luasnya tanah yang dikuasai oleh manusia terbatas sekali.dll.1 Maka dari itu. tidak heran. memiliki usaha dan bahkan juga ingin memiliki kepemilikan tanah di Indonesia. Hak Anda Atas Tanah. bahkan bukan hanya dalam kehidupannya. Perlu penulis ingatkan bahwa dalam melakukan perbuatan atau hubungan hukum di masyarakat. Setiap orang tentu memerlukan tanah. Batam. untuk matipun manusia masih memerlukan tanah. Asas-Asas Hukum Perdata Internasional. Jakarta: Ghalia Indonesia. dengan perkembangan polteksosbud yang semakin pesat di beberapa wilayah Indonesia. Manado. Oleh karena badan-badan hukum ini melakukan berbagai perbuatan-perbuatan hukum seperti manusia. peternakan. sedangkan jumlah yang berhajat terhadap tanah senantiasa bertambah. berinvestasi. juga kemajuan dan perkembangan ekonomi. Sumur Bandung. maka dapatlah tercipta hubungan hukum antara badan hukum dari suatu negara dan badan hukum negara lain. tempat hiburan dan jalan-jalan.Pengaturan Badan Hukum Asing dalam Kepemilikan Tanah yang berlaku di Indonesia menurut Teori Place of Incorporate dan Teori Central Office A. atau yayasan yang bertujuan mencari keuntungan dalam bidang materi maupun dalam bidang non materi 1 K. 1979. melainkan juga suatu badan yang tidak bersifat dan berkepentingan perseorangan. pabrik-pabrik. Cetakan Ketiga. kekuasaan-kekuasaan dan kewajiban-kewajiban hukum. Badan hukum dalam hukum perdata di Indonesia dapat berupa suatu kumpulan orang-orang (Korporasi) atau suatu harta benda atau pe rusahaan yang tertentu (yayasan). Hal 7 2 Wirjono Prodjodikoro.

(sosial). Pasal 1 angka 3 dan angka 6 UU No. perusahaan tersebut harus memiliki status personal badan hukum yang berkaitan dengan tempat kedudukan dimana perusahan/badan hukum asing tersebut berada. sehingga diharapkan dapat memudahkan dalam memahami lebih jelas pengaturan Badan hukum asing dalam bidang kepemilikan tanah di Indonesia. http://www.scribd. apabila Badan Hukum Asing ingin membuat perusahaan di Negara lain. Analisis dan Pembahasan  Peraturan Perundang-undangan tentang Badan Hukum yang ada di Indonesia Untuk menjawab pertanyaan di atas. maka sesuai dengan Prinsip. Rumusan Masalah Bagaimana Pengaturan Badan Hukum Asing dalam Kepemilikan Tanah menurut Teori Place of Incorporate dan Teori Central Office? Di Indonesia menganut teori yang mana? C. penulis ingin membahas mengenai Pengaturan kepemilikan tanah yang dimiliki oleh Badan Hukum Asing disesuaikan dengan Teori Place of Incorporate (Teori Inkorporasi) dan Teori Central Office (Teori kantor pusat). Oleh karena itu. Sebagai contoh: banyak perusahaan asing yang ingin memiliki villa di wilayah wisata seperti Lombok dan Bali. Asas. dan Teori Hukum Perdata Internasional (HPI) yang berlaku di Indonesia. sebelumnya kita harus menganalisa beberapa Undang-Undang yang memuat tentang badan hukum yang ada di Indonesia.com/doc/40346987/Status-Personal-Badan-Hukum. dalam kesempatan kali ini. Lalu pertanyaannya. Beberapa teori yang berkaitan dengan permasalahan ini adalah mengenai Teori Place of Incorporate (Teori Inkorporasi) dan Teori Central Office (Teori kantor pusat).3 a) Undang-Undang Penanaman Modal (Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007)4 • Pasal 1 angka 3 “Penanaman modal asing adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah Negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam 3. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal . bagaimana pengaturannya Di Indonesia mengenai kepemilikan tanah oleh badan hukum asing? Seperti yang kita ketahui sebelumnya. B. diakses tanggal 2 Agustus 2011 4.

Jika hak guna usaha yang bersangkutan tidak dilepaskan atau dialihkan dalam jangka waktu tersebut maka hak itu hapus karena hukum. Ketentuan ini berlaku juga terhadap pihak yang memperoleh hak guna usaha. baik asli maupun tidak asli. badan usaha asing. menurut ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.” b) Undang-Undang Pokok Agraria / UUPA (Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960) • Pasal 30 mengenai Hak Guna Usaha (HGU)5 “(1) Yang dapat mempunyai hak guna usaha ialah: a. 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) . b.” • Pasal 1 angka 6 “Penanaman modal asing adalah perseorangan warga negara negara asing. Badan hukum yang dapat mempunyai hak itu. Warganegara Indonesia Badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia. dan/atau pemerintah asing yang melakukan penanaman modal di wilayah negara Republik Indonesia. baik yang menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri. Bagi badan-badan hukum yang bermodal asing hak guna-usaha hanya dibuka kemungkinannya untuk diberikan jika hal itu diperlukan oleh Undang- 5 Pasal 30 UU No. (2) Orang atau badan hukum yang mempunyai hak guna usaha dan tidak lagi memenuhi syarat-syarat sebagai tersebut dalam ayat 1 pasal ini dalam jangka waktu satu tahun wajib melepaskan atau mengalihkan hak itu kepada pihak lain yang memenuhi syarat.modal asing. jika ia tidak memenuhi syarat tersebut.” Hak guna-usaha tidak dapat dipunyai oleh orang asing. hanyalah badan-badan hukum yang bermodal nasional yang progressif. dengan ketentuan bahwa hak-hak pihak lain akan dipindahkan.

undang yang mengatur pembangunan nasional semesta berencana (pasal 55). Badan hukum asing yang mempunyai perwakilan di Indonesia. d. menurut ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.8 “Yang dapat mempunyai hak pakai ialah: a. (2) Orang atau badan hukum yang mempunyai hak guna bangunan dan tidak lagi memenuhi syarat-syarat sebagai tersebut dalam ayat 1 pasal ini dalam jangka waktu satu tahun wajib melepaskan atau mengalihkan hak itu kepada pihak lain yang memenuhi syarat. b.” • Pasal 42 mengenai Hak Pakai. Badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia. dengan ketentuan bahwa hak-hak pihak lain akan dipindahkan. 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) . Ketentuan ini berlaku juga terhadap pihak yang memperoleh hak guna bangunan. Jika hak guna bangunan yang bersangkutan tidak dilepaskan atau dialihkan dalam jangka waktu tersebut maka hak itu hapus karena hukum. Warganegara Indonesia Badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia.”6 • Pasal 36 mengenai Hak Guna Bangunan (HGB)7 “(1) Yang dapat mempunyai hak guna bangunan ialah: a. Warga Negara Indonesia b. Orang asing yang berkedudukan di Indonesia c. jika ia tidak memenuhi syarat tersebut. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) 7 Pasal 36 UU No. 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) 8 Pasal 42 UU No. c) Undang-Undang Perseroan Terbatas (Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007) 6 Penjelasan UU No.

ditetapkan bahwa pihak asing yang menanamkan modalnya di Indonesia haruslah mendirikan badan hukum berdasarkan hukum Indonesia dan badan hukum yang didirikan tersebut harus berkedudukan di Indonesia. Asas ini dianut Indonesia dan umumnya negara berkembang sebagai reaksi terhadap penggunaan asas centre of administration. .• Pasal 5 ayat 1 “Perseroan mempunyai nama dan tempat kedudukan dalam wilayah negara Republik Indonesia yang ditentukan dalam anggaran dasar”. Teori ini akan menemukan kesulitan jika orang dihadapkan pada perusahaan multinasional yang memiliki berbagai bidang usaha yang tersebar di seluruh tempat di dunia yang tunduk pada hk dari berbagai negara yang beraneka ragam. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas 10 Handout materi perkuliahan Hukum Perdata Internasional “Status Personal Badan Hukum” 11 Ibid.1/1967 tentang Penanaman Modal Asing.11  Pengaturan Badan Hukum Asing dalam hal Kepemilikan Tanah di Indonesia menurut Teori Place of Incorporate dan Teori Central Office 9 Pasal 5 ayat 1 UU No.10 b) Teori Central Office (Teori Kantor Pusat) Teori yang beranggapan bahwa beranggapan bahwa status dan kedudukan badan hukun harus diatur berdasarkan hukum dari tempat perusahaan itu memusatkan kegiatan operasional (kantor pusat) atau pusat kegiatan produksi barang/jasanya.9  Pengertian Teori Place of Incorporate (Teori Inkorporasi) dan Teori Center Office (Teori kantor pusat) Untuk lebih memudahkan dalam memahami kedua teori tersebut. berikut ini definisi dan pengertiannya: a) Teori Place of Incorporate (Teori Inkorporasi) Teori yang menyatakan bahwa status dan kewenangan badan hukum ditetapkan berdasarkan hukum dari tempat badan hukum itu secara resmi didirikan atau dibentuk. Dalam Pasal 3 UU No.

maka akan berlakulah hukum Indonesia.scribd. batas-batas kemampuan bertindak dalam hukum. pengaturan kepemilikan tanah yang dimiliki oleh Badan Hukum Asing yang dianut oleh Indonesia yaitu adalah Teori Place of Incorporate (Teori Inkorporasi) yang digabung dengan Teori Central Office yang diberlakukan secara kumulatif. serta wajib tidaknya badan hukum tersebut membayar pajak. Dilihat dari Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Hak-hak tanah bisa dinikmati oleh badan hukum asing. dapat dijelaskan bahwa Teori inkorporasi dan Teori Central Office dapat diberlakukan 12 Ibid.12 Dalam pengaturan status personal badan hukum. yaitu:13 Dilihat dari teks RUU HPI pasal 7: Badan Hukum tunduk kepada Hukum dari Negara dimana badan-badan hukum ini didirikan. Hal ini dikarenakan Badan Hukum Asing tersebut harus memiliki Status Personal Badan Hukum yang berkaitan dengan tempat kedudukan dimana perusahaan/badan hukum asing tersebut berada. UUPA. menurut pendapat penulis. Akan tetapi apabila badan hukum bersangkutan melaksanakan kegiatan utamanya di dalam wilayah Indonesia. Kedua prinsip tersebut telah dianut dan sah diberlakukan di Indonesia dengan adanya ketentuan yang berkaitan dengan status personal kepemilikan tanah oleh badan hukum yang termuat dalam beberapa peraturan perundang-undangan di Indonesia. 14 http://www.14 Penggabungan teori yang diberlakukan secara kumulatif disini. Syaratnya ialah badan hukum tersebut harus didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia. dan UU PT yang sudah dijelaskan dalam pembahasan sebelumnya. ada tidaknya badan hukum. sesuai dengan Hukum Perdata Internasional yang berlaku di Indonesia. hidup matinya badan hukum. Status personal badan hukum yang dimiliki oleh badan hukum asing berfungsi untuk memberi kewenangan/kemampuan untuk bertindak dalam hukum.com/doc/40346987/Status-Personal-Badan-Hukum. Dari menganalisa beberapa Undang-Undang diatas serta definisi dari Teori Place of Incorporate dan Teori Central Office. 13 Ibid. diakses tanggal 2 Agustus 2011 .Kepemilikan Tanah yang dimiliki oleh Badan Hukum Asing berbeda dengan kepemilikan tanah yang dimiliki oleh orang asing secara perseorangan/individu. diantaranya UU Penanaman Modal. Hukum Perdata Internasional di Indonesia menganut 2 Prinsip.

tetapi kepemilikan tanah tersebut juga dapat menggunakan status dan kedudukan badan hukum yang diatur berdasarkan hukum dari tempat perusahaan itu memusatkan kegiatan operasionalnya (kantor pusat) atau pusat kegiatan produksi barang/jasanya sesuai dengan Teori Central Office.Wantjik. DAFTAR PUSTAKA Prodjodikoro. ”Hak Anda Atas Tanah”.scribd. 1979. Cetakan Ketiga. K. Bandung: Sumur Bandung Saleh.com/doc/40346987/Status-Personal-Badan-Hukum . “Asas-Asas Hukum Perdata Internasional”. 1977. Wirjono. 1979. Jakarta: Ghalia Indonesia Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas http://www.sekaligus dalam satu stelstel hukum. Sehingga dalam mengatur kepemilikan tanah oleh badan hukum asing. selain dapat memakai status dan kewenangan badan hukum yang ditetapkan berdasarkan hukum dari tempat badan hukum itu secara resmi didirikan atau dibentuk sesuai dengan Teori Place of Incorporate.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful