kONSIL KEDOKTERAN INDONESIA ( KKI ) Dalam rangka memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum, untuk meningkatkan, mengarahkan

dan memberi landasan hukum serta menata kembali berbagai perangkat hukum yang mengatur penyelenggaraan praktik kedokteran agar dapat berjalan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka perlu diatur praktik kedokteran dalam suatu undang undang. Untuk itu dibentuk Undang Undang tentang Praktik Kedokteran. Dalam Undang Undang ini diatur: 1. Azas dan tujuan penyelenggaraan praktik kedokteran yang menjadi landasan yang didasarkan pada nilai ilmiah, manfaat, keadilan, kemanusiaan, keseimbangan serta perlindungan dan keselamatan pasien. 2. Pembentukan Konsil Kedokteran Indonesia yang terdiri dari Konsil Kedokteran dan Konsil Kedokteran Gigi disertai susunan organisasi, fungsi, tugas dan kewenangan. 3. Registrasi dokter dan dokter gigi. 4. Penyusunan, penetapan dan pengesahan standar pendidikan profesi dokter dan dokter gigi. 5. Penyelenggaraan praktik kedokteran. 6. Pembentukan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia ( MKDKI ) 7. Pembinaan dan pengawasan praktik kedokteran. 8. Pengaturan ketentuan pidana.

KKI merupakan suatu badan yang independen yang akan menjalankan fungsi regulator, yang terkait dengan peningkatan kemampuan dokter dan dokter gigi dalam pelaksanaan praktik kedokteran. Disamping itu, peran dari berbagai organisasi profesi, asosiasi institusi pendidikan yang ada saat ini juga perlu di berdayakan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter atau dokter gigi.

Dengan demikian, dokter dan dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran selain tunduk pada ketentuan hukum yang berlaku, juga harus menaati ketentuan kode etik yang disusun oleh organisasi profesi dan didasarkan pada disiplin ilmu kedokteran atau kedokteran gigi.

skill and professional attitude) minimal yang harus dikuasai oleh seorang Individu untuk dapat melakukan kegiatan profesionalnya pada masyarakat secara mandiri yang dibuat oleh organisasi profesi. menyetujui dan menolak permohonan registrasi dokter dan dokter gigi. 5. mengesahkan standar kompetensi dokter dan dokter gigi. 4. Melakukan pembinaan bersama lembaga terkait lainnya terhadap penyelenggaraan praktik kedokteran.Dalam menjalankan fungsinya KKI bertugas: 1. kolegium kedokteran. 6. Mengesahkan standar pendidikan profesi dokter dan dokter gigi. Standar Profesi adalah batasan kemampuan (knowledge. melakukan pengujian terhadap persyaratan registrasi dokter dan dokter gigi. melakukan pencatatan terhadap dokter dan dokter gigi yang dikenakan sanksi oleh organisasi profesi atau perangkatnya karena melanggar ketentuan etika profesi. Melakukan registrasi terhadap semua dokter dan dokter gigi yang akan menjalankan praktik kedokteran. dokter spesialis. 3. KKI mengesahkan standar pendidikan profesi dokter. 3. dan 7. melakukan pembinaan bersama terhadap dokter dan dokter gigi mengenai pelaksanaan etika profesi yang ditetapkan oleh organisasi profesi. 2. 2. kolegium kedokteran gigi dan asosiasi rumah sakit pendidikan Sumber: Buku Petunjuk Teknis Praktik Kedokteran Tahun 2005 . mengesahkan penerapan cabang ilmu kedokteran dan kedokteran gigi. menerbitkan dan mencabut surat tanda registrasi dokter dan dokter gigi. dokter gigi dan dokter gigi spesialis yang telah ditetapkan asosiasi institusi pendidikan kedokteran dan asosiasi institusi pendidikan kedokteran gigi. Dalam menjalankan tugas Konsil Kedokteran Indonesia mempunyai wewenang : 1.

Anggota Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia ditetapkan oleh Menteri atas usul organisasi profesi. Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia adalah lembaga yang berwenang untuk menentukan ada tidaknya kesalahan yang dilakukan dokter dan dokter gigi dalam penerapan disiplin ilmu kedokteran dan kedokteran gigi. dan seorang sekretaris. dan dalam menjalankan tugasnya bersifat independen. seorang dokter dan seorang dokter gigi mewakili asosiasi rumah sakit. Pimpinan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia terdiri atas seorang ketua. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemilihan pimpinan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia diatur dengan Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia. Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia merupakan lembaga otonom dari Konsil Kedokteran Indonesia. dan 3 (tiga) orang sarjana hukum. Masa bakti keanggotaan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 adalah 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan.MAJELIS KEHORMATAN DISIPLIN KEDOKTERAN INDONESIA ( MKDKI ) Untuk menegakkan disiplin dokter dan dokter gigi dalam penyelenggaraan praktik kedokteran. Keanggotaan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia terdiri atas 3 (tiga) orang dokter gigi dan organisasi profesi masing-masing. dan menetapkan sanksi. dibentuk Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia. Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran di tingkat provinsi dapat dibentuk oleh Konsil Kedokteran Indonesia atas usul Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia. seorang wakil ketua. Pimpinan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia dipilih dan ditetapkan oleh rapat pleno anggota. Berkedudukan di ibu kota negara Republik Indonesia. . serta bertanggung jawab kepada Konsil Kedokteran Indonesia.

tidak menghilangkan hak setiap orang untuk melaporkan adanya dugaan tindak pidana kepada pihak yang berwenang dan/atau menggugat kerugian perdata ke pengadilan. Pelanggaran disiplin adalah pelanggaran terhadap aturan aturan dan/atau ketentuan penerapan keilmuan dalam pelaksanaan pelayanan yang seharusnya diikuti oleh dokter dan dokter gigi. Pelanggaran disiplin pada hakikatnya dibagi menjadi: 1. alasan pengaduan. memeriksa. Menerima pengaduan. identitas pengadu. Berperilaku tercela yang merusak martabat dan kehormatan profesi kedokteran. 2. dan 2. Permenkes. 3. nama dan alamat tempat praktik dokter atau dokter gigi dan waktu tindakan dilakukan dan 3. Menyusun pedoman dan tata cara penanganan kasus pelanggaran disiplin dokter atau dokter gigi. Pedoman atau ketentuan lain. dan sebagian lagi tersebar didalam Peraturan Pemerintah. . Sebagian dari aturan dan ketentuan tersebut terdapat dalam UU Praktik Kedokteran. Pedoman Organisasi Profesi. Melaksanakan praktik kedokteran dengan tidak kompeten. Pengaduan sekurang-kurangnya harus memuat: 1. Pengaduan sebagaimana dimaksud diatas. KODEKI.Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia bertugas: 1. 2. Peraturan KKI. Setiap orang yang mengetahui atau kepentingannya dirugikan atas tindakan dokter atau gigi dalam menjalankan praktik kedokteran dapat mengadukan secara tertulis kepada Ketua Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia. Tugas dan tanggung jawab profesional pada pasien tidak dilaksanakan dengan baik. dan memutuskan kasus pelanggaran disiplin dokter dan dokter gigi yang diajukan.

tata cara pengaduan. Keputusan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia mengikat dokter. Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia meneruskan pengaduan pada organisasi profesi. Keputusan dapat berupa dinyatakan tidak bersalah atau pemberian sanksi disiplin. dan Konsil Kedokteran Indonesia. Sanksi disiplin dapat berupa: 1. tata cara penanganan kasus. rekomendasi pencabutan surat tanda registrasi atau surat izin praktik. kewajiban mengikuti pendidikan atau pelatihan di institusi pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi. dokter gigi. Sumber: Buku Himpunan Peraturan tentang MKDKI Tahun 2008 . Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan fungsi dan tugas Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia.Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia memeriksa dan memberikan keputusan terhadap pengaduan yang berkaitan dengan disiplin dokter dan dokter gigi. 2. Apabila dalam pemeriksaan ditemukan pelanggaran etika. dan/atau 3. dan tata cara pemeriksaan serta pemberian keputusan diatur dengan Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia. pemberian peringatan tertulis.

Dalam hal MKDKI dalam sidangnya menemukan adanya pelanggaran etika. Persidangan MKEK bertujuan untuk mempertahankan akuntabilitas. Saat ini MKEK menjadi satusatunya majelis profesi yang menyidangkan kasus dugaan pelanggaran etik dan/atau disiplin profesi di kalangan kedokteran.Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Dalam hal seorang dokter diduga melakukan pelanggaran etika kedokteran (tanpa melanggar norma hukum). MKDKI bertujuan menegakkan disiplin dokter / dokter gigi dalam penyelenggaraan praktik kedokteran. lembaga yang dimandatkan untuk didirikan oleh UU No 29 / 2004. maka ia akan dipanggil dan disidang oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI untuk dimintai pertanggung-jawaban (etik dan disiplin profesi)nya. Domain atau yurisdiksi MKDKI adalah “disiplin profesi”. yang menyimpangi apa yang diharapkan akan dilakukan oleh orang (profesional) dengan pengetahuan dan ketrampilan yang ratarata. maka MKDKI akan meneruskan kasus tersebut kepada MKEK. Persidangan etik dan disiplin profesi dilakukan oleh MKEK IDI. sedangkan gugatan perdata dan tuntutan pidana dilaksanakan di lembaga pengadilan di lingkungan peradilan umum. Proses persidangan etik dan disiplin profesi dilakukan terpisah dari proses persidangan gugatan perdata atau tuntutan pidana oleh karena domain dan jurisdiksinya berbeda. profesionalisme dan keluhuran profesi. Di kemudian hari Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI). akan menjadi majelis yang menyidangkan dugaan pelanggaran disiplin profesi kedokteran. yaitu permasalahan yang timbul sebagai akibat dari pelanggaran seorang profesional atas peraturan internal profesinya. Dokter tersangka pelaku pelanggaran .

saksi tidak perlu disumpah pada informal hearing. pihak lain yang terkait) dan peer-group / para ahli di bidangnya yang dibutuhkan 2. demikian pula sebaliknya. bukti keanggotaan profesi. Seseorang yang telah diputus melanggar etik oleh MKEK belum tentu dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Majelis etik ataupun disiplin umumnya tidak memiliki syarat-syarat bukti seketat pada hukum pidana ataupun perdata. Cara pemberian keterangan juga ada yang mengharuskan didahului dengan pengangkatan sumpah. Majelis berwenang memperoleh : 1. tetapi ada pula yang tidak mengharuskannya. bukti hubungan dokter dengan rumah sakit. langsung dari pihak-pihak terkait (pengadu. . namun demikian tetap berupaya melakukan pembuktian mendekati ketentuan-ketentuan pembuktian yang lazim. tanpa adanya badan atau perorangan sebagai penuntut. Persidangan MKEK bersifat inkuisitorial khas profesi. Perijinan rumah sakit tempat kejadian. tetapi harus disumpah pada formal hearing (jenis persidangan yang lebih tinggi daripada yang informal). Persidangan MKEK secara formiel tidak menggunakan sistem pembuktian sebagaimana lazimnya di dalam hukum acara pidana ataupun perdata. Dokumen yang terkait.[2] Sedangkan bukti berupa dokumen umumnya di”sah”kan dengan tandatangan dan/atau stempel institusi terkait. bukti kewenangan berupa Surat Ijin Praktek Tenaga Medis. Bar’s Disciplinary Tribunal Regulation. yaitu Majelis (ketua dan anggota) bersikap aktif melakukan pemeriksaan. membolehkan adanya bukti yang bersifat hearsay dan bukti tentang perilaku teradu di masa lampau. hospital bylaws. Dalam melakukan pemeriksaannya. baik lisan maupun tertulis (affidavit).standar profesi (kasus kelalaian medik) dapat diperiksa oleh MKEK. misalnya. rekam medis. Keterangan. Di Australia. SOP dan SPM setempat. teradu. dan surat-surat lain yang berkaitan dengan kasusnya. dan pada bukti keterangan diakhiri dengan pernyataan kebenaran keterangan dan tandatangan (affidavit). dapat pula diperiksa di pengadilan – tanpa adanya keharusan saling berhubungan di antara keduanya. seperti bukti kompetensi dalam bentuk berbagai ijasah/ brevet dan pengalaman.

professional misconduct dan infamous conduct in professional respect. kecuali atas perintah pengadilan dalam bentuk permintaan keterangan ahli. [3] Putusan MKEK tidak ditujukan untuk kepentingan peradilan. Salah seorang anggota MKEK dapat memberikan kesaksian ahli di pemeriksaan penyidik. namun juga tidak serendah pada hukum acara perdata. hakim pengadilan tidak terikat untuk sepaham dengan putusan MKEK. eksekusinya diserahkan kepada Dinas Kesehatan setempat. Khusus untuk SIP. Apabila eksekusi telah dijalankan maka dokter teradu menerima keterangan telah menjalankan putusan. putusan diambil berdasarkan buktibukti yang dianggap cukup kuat. Semakin serius dugaan pelanggaran yang dilakukan semakin tinggi tingkat kepastian yang dibutuhkan. Namun demikian tidak ada penjelasan yang mantap tentang istilah-istilah tersebut. yang disusun dalam beberapa tingkat berdasarkan derajat pelanggarannya. unprofessional conduct. sedangkan pada preponderance of evidence dianggap cukup bila telah 51% ke atas. meskipun umumnya memasukkan dua istilah terakhir sebagai pelanggaran yang serius hingga dapat dikenai sanksi skorsing ataupun pencabutan ijin praktik. Di MKEK IDI Wilayah DKI Jakarta diputus perkara-perkara pelanggaran etik dan pelanggaran disiplin profesi. Banyak ahli menyatakan bahwa tingkat kepastian pada perkara etik dan disiplin bergantung kepada sifat masalah yang diajukan. menjelaskan tentang jalannya persidangan dan putusan MKEK.5 Perkara yang dapat diputuskan di majelis ini sangat bervariasi jenisnya. kejaksaan ataupun di persidangan.Dalam persidangan majelis etik dan disiplin. . Memang bukti-bukti tersebut tidak harus memiliki standard of proof seperti pada hukum acara pidana. Pada beyond reasonable doubt tingkat kepastiannya dianggap melebihi 90%. yaitu setinggi beyond reasonable doubt. oleh karenanya tidak dapat dipergunakan sebagai bukti di pengadilan. Eksekusi Putusan MKEK Wilayah dilaksanakan oleh Pengurus IDI Wilayah dan/atau Pengurus Cabang Perhimpunan Profesi yang bersangkutan. Sekali lagi. unsatisfactory professional conduct. yaitu preponderance of evidence. Di Australia digunakan berbagai istilah seperti unacceptable conduct.

sesudah mendapatkan informasi dari dokter dan yang sudah dimengertinya. Dengan dinyatakan (Expreess) - Secara lisan (oral) - Secara tertulis (written) . BENTUK INFORMED CONSENT a. II.I. PENGERTIAN o Suatu izin (consent) atau persetujuan dari pasien yang diberikan dengan bebas dan rasional.

SASARAN INFORMED CONSENT o Prinsipnya dokter memberikan informasi pada pasien sendiri o Jika pasien tidak sadar. informasi keadaan pasien diberikan pada keluarga terdekat. Kaitan informasi dengan terapiutik antara dokter / pasien dari segi hukum : Memperoleh informasi — hak pasien dan kewajiban dokter untuk memberikan.b. III. Informed Consent di Indonesia adalah dalam hal persetujuan tindakan medis (operasi). Pasien berhak tanpa harus diminta untuk memperoleh informasi tentang penyakit dan tindakan medik. Dianggap diberikan - Dalam keadaan normal - Dalam keadaan gawat darurat (emergency) Istilah lain dari Informed Consent adalah : Real Consent (konsen yang sungguh benar). ayah – ibu dsb. . suami – istri.

HAK PASIEN DAN KEWAJIBAN DOKTER DALAM INFORMED CONSENT a. dan bila dikehendaki pasien dapat menunjuk orang lain untuk menerima informasi. SYARAT . Hak Waiver Hak atas informasi bagi pasien bersifat pribadi. Kewajiban dokter . Pengertian (Understanding) Suka – Rela (Voluntariness) VI. DASAR HUKUM .Dokter wajib menyimpan rahasia V. Hak pasien - Pasien berhak menolak diberikan informasi disebut . maka informasi diberikan pada ibu – ayah.SYARAT INFORMED CONSENT 1. walinya IV. b.o Jika pasien anak.

seperti yang terdapat pada KUH Perdata Pasal 1354 Pengertian REKAM MEDIS Rekam medis adalah keterangan baik yang tertulis maupun terekam tentang identitas . diagnosa segala pelayanan dan tindakan medik yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik yang dirawat inap . laboratorium. o Dalam keadaan emergency tidak harus menunggu adanya informed Consent. o Informed Consent tidak dapat didelegasikan pada perawat. 4 Peratuan Pemerintah N0. rawat jalan maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat 1. Tentang bedah mayat anatomis serta transplantasi alat atau jaringan tubuh manusia pada Pasal 15 tentang donor hidup. Karena jika ada tuntutan maka tanggung jawabnya tetap dokter serta tidak termasuk bidang/ wewenang perawatan. Dasar Hukum. . o Jika perawat diminta untuk menandatangani SIO pada pasien.KES /PER /IX /1989 tanggal September 1989 tentang persetujuan tindakan medik.penentuan fisik . anamnesa. Jika pasien belum mendapat informasi dari dokter maka perawat harus menunda permintaan tanda tangan.Peratuaran Menteri Kesehatan N0. 18 tahun 1981. misalnya : OS kecelakaan lalu lintas yang dibawa ke IGD dalam keadaan tidak sadar/ tidak ada anggota keluarga. 585 /MEN. Konstruksi Zaak Waarneming.

bagian kedua adalah tentang MANAJEMEN: suatu informasi tentang pertanggungjawaban apakah dari segi manajemen maupun keuangan dari kondisi kesehatan dan penyakit pasien yang bersangkutan 2 Rekam medis juga merupakan kompilasi fakta tentang kondisi kesehatan dan penyakit seorang pasien yang meliputi 2: . dilanjutkan dengan penanganan berkas rekam medis yang meliputi penyelenggaraan penyimpanan serta pengeluaran berkas dari tempat penyimpanan untuk melayani permintaan/peminjaman apabila dari pasien atau untuk keperluan lainnya 1 Rekam medis mempunyai 2 bagian yang perlu diperhatikan yaitu bagian pertama adalah tentang INDIVIDU : suatu informasi tentang kondisi kesehatan dan penyakit pasien yang bersangkutan dan sering disebut PATIENT RECORD. akan tetapi mempunyai pengertian sebagai suatu sistem penyelenggaraan rekam medis yaitu mulai pencatatan selama pasien mendapatkan pelayanan medik .pengobatan yang telah dan akan dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional secara tertulis. tidak hanya sekedar kegiatan pencatatan. informasi yang tercantum dalam rekam medis seorang pasien harus meliputi 2: .Rekam medis mempunyai pengertian yang sangat luas .Siapa (Who) pasien tersebut dan Siapa (Who) yang memberikan pelayanan kesehatan/medis . Secara umum.data terdokumentasi tentang keadaan sakit sekarang dan waktu lampau .

Apa (What). karena isinya menyangkut tindakan berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai tenaga mdis dan perawat dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan 2. chest. Kapan (When) . every time. address. Kenapa (Why) dan Bagaimana (How) pelayanan kesehatan/medis diberikan . neck. Aspek Hukum Menyangkut masalah adanya jaminan kepastian hukum atas dasar keadilan . another supporting examination. Anamnesis “fever” how long. sex.2 . dalam . Etc 3. Tanpa didukung suatu sistem pengelolaan rekam medis yang baik dan benar . maka tertib administrasi tidak akan berhasil Kegunaan Rekam Medis antara lain: 1. Aspek Medis Catatan tersebut dipergunakan sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan/perawatan yang harus diberikan kepada pasien Contoh : Identitas pasien name. age. Aspek Administrasi Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai administrasi . continuously. Laboratory examination. etc. etc.Hasil akhir atau dampak (Outcome) dari pelayanan kesehatan dan pengobatan Tujuan dan Kegunaan Rekam Medis 1 Tujuan Rekam Medis adalah untuk menunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya peningkatan pelayanan kesehatan . periodic??? Physical diagnosis head. marriage status.

Aspek Pendidikan 3 Berkas Rekam Medis mempunyai nilai pendidikan . maka rekam medis mempunyai kegunaan yang sangat luas yaitu : 1. Sebagai bukti tertulis atas segala tindakan pelayanan .rangka usaha menegakkan hukum serta penyediaan bahan tanda bukti untuk menegakkan keadilan 4. karena isinya menyangkut data/informasi yang dapat digunakan sebagai aspek penelitian . Sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan/perawatan yang harus diberikan kepada seorang pasien 3. 6. Aspek Keuangan Isi Rekam Medis dapat dijadikan sebagai bahan untuk menetapkan biaya pembayaran pelayanan . Sebagai alat komunikasi antara dokter dengan tenaga kesehatan lainnya yang ikut ambil bagian dalam memberikan pelayanan kesehatan 2. Aspek Penelitian Berkas Rekam medis mempunyai nilai penelitian . maka pembayaran tidak dapat dipertanggungjawabkan 5. karena isinya menyangkut data/informasi tentang kronologis dari pelayanan medik yang diberikan pada pasien 7. Aspek Dokumentasi Isi Rekam medis menjadi sumber ingatan yang harus didokumentasikan dan dipakai sebagai bahan pertanggungjawaban dan laporan sarana kesehatan Berdasarkan aspek-aspek tersebut . Tanpa adanya bukti catatan tindakan /pelayanan . perkembangan penyakit dan .

alamat dan lain-lain. Melindungi kepentingan hukum bagi pasien. biasanya berisi nama.pengobatan selama pasien berkunjung/dirawat di Rumah sakit 4.Berapa banyak pasien yang dating ke sarana kesehatan kita ? baru dan lama ? . Menyediakan data dan informasi yang diperlukan untuk keperluan pengembangan program .Cakupan program yang nantinya di bandingkan dengan target program 5. . Sebagai bahan yang berguna untuk analisa . umur. sarana kesehatan maupun tenaga kesehatan yang terlibat 6. dan format ini biasanya diletakkan pada halaman terdepan dari dokumen rekam medis dan merupakan bagian dari PATIENT RECORD. Sebagai dasar di dalam perhitungan biaya pembayaran pelayanan kesehatan 8. status pernikahan.Distribusi penyakit pasien yang dating ke sarana kesehatan kita . Format informasi tentang identitas pasien atau klien. Menjadi sumber ingatan yang harus didokumentasikan serta bahan pertanggungjawaban dan laporan 4 Dimana memulai pengisian rekam medis ? 2 Rekam medis mulai diisi saat seorang pasien atau klien datang ke fasilitas kesehatan meminta bantuan untuk memecahkan masalah kesehatannya. penelitian dan evaluasi terhadap program pelayanan serta kualitas pelayanan Contoh : Bagi seorang manajer : . pendidikan dan penelitian 7. jenis kelamin. Pengisian rekam medis dimulai dengan pengisian format informasi identitas pasien atau klien.

• Laboratory examination dan atau pemeriksaan lain seperti radiologi dan lain lain. Variabel-variabel yang direkapitulasi antara lain: . pelayanan medis.Bila terjadi kasus gawat darurat.Berapa banyak pasien yang datang ke sarana kesehatan tersebut setiap hari. konsultasi dan sebagainya harus mencantumkan nama jelas dan tanda tangannya.Selanjutnya dilakukan pengisian format PATIENT RECORD lainnya seperti : • Anamnesis misalnya pasien dating dengan keluhan panas.Berapakah dan Mengapa terjadi kasus kematian di sarana kesehatan tersebut ? . setiap bulan dan setiap tahun? . asuransi. maka pada anamnesis ditanyakan sejak kapan. apakah panasnya sepanjang hari atau periodic dan lain lain. berapakah response time nya ? .Jenis-jenis penyakit apa sajakah yang ditangani di sarana kesehatan tersebut ( Penyakit infeksi dan tidak infeksi ) . Dari PATIENT RECORD tersebut. • Physical diagnosis Pemeriksaan fisik mulai dari kepala sampai dengan kaki sesuai kebutuhan. pihak ketiga dsb . pemerintah.Siapakah yang membayar pelayanan kesehatan yang diberikan ? berapakah proporsinya ? misalnya oleh sendiri. Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan rekam medis di bidang MANAJEMEN. setiap sarana kesehatan harus melakukan rekapitulasi dari semua variable yang dibutuhkan. Seluruh format dalam rekam medis harus diisi sesuai kebutuhannya dan setiap tenaga kesehatan yang melakukan pemeriksaan.

.Berapa banyak dan jenis obat yang habis setiap hari.Dokter mempunyai ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk menyembuhkan penyakit atau setidak-tidaknya meringankan penderitaan. karena: (6) .Dll Pasien/keluarga menaruh kepercayaan kepada dokter.. setiap bulan dan setiap tahun? .Dokter akan bertindak dengan hati-hati dan teliti .

.Dokter kurang menguasai iptek kedokteran yang sudah berlaku umum dikalangan profesi kedokteran . Dalam hukum terdapat suatu kaedah yang berbunyi “Res Ipsa Loquitur”. maka ia hanya telah melakukan malpraktek etik. Untuk dapat menuntut penggantian kerugian kerena kelalaian.Penggugat telah menderita kerugian yang dapat dimintakan ganti ruginya .Dokter telah melanggar standar pelayanan medik yang lazim dipergunakan .Dokter akan bertindak berdasarkan standar profesinya.Memberikan pelayanan kedokteran dibawah standar profesi (tidak lege artis) .Melakukan kelalaian yang berat atau memberikan pelayanan dengan tidak hatihati .Dokter dikatakan melakukan malpraktek jika: .Melakukan tindakan medik yang bertentangan dengan hukum Jika dokter hanya melakukan tindakan yang bertentangan dengan etik kedokteran. ..Secara faktual kerugian itu disebabkan oleh tindakan dibawah standar Kadang-kadang penggugat tidak perlu membuktikan adanya kelalaian yang tergugat. maka penggugatan harus dapat membuktikan adanya 4 unsur berikut: . misalnya terdapatnya kain kasa yang tertinggal di rongga perut pasien.Adanya suatu kewajiban bagi dokter terhadap pasien . yang berarti faktanya telah berbicara. sehingga menimbulkan komplikasi pasca bedah. Dalam hal ini maka dokter lah yang harus membuktikan tidak adanya kelalaian pada dirinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful