PMBD LOTIM ** Metode Penelitian

**
Sabtu, 01 Mei 2010
Kupas Tuntas Metode Penelitian Sosial
KUPAS TUNTAS METODE PENELITIAN KUALITATIF Bagian 1 PENGERTIAN METODE PENELITIAN KUALITATIF Pengertian Metode Penelitian Kualitatif Terdapat kesalahan pemahaman di dalam masyarakat bahwa yang dinamakan sebagai kegiatan penelitian adalah penelitian yang bercorak survei. Ditambah lagi ada pemahaman lain bahwa penelitian yang benar jika menggunakan sebuah daftar pertanyaan dan datanya dianalisa dengan menggunakan teknik statistik. Pemahaman ini berkembang karena kuatnya pengaruh aliran positivistik dengan metode penelitian kuantitatif. 1. Ada dua kelompok metode penelitian dalam ilmu sosial yakni metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kualitatif. Di antara kedua metode ini sering timbul perdebatan di seputar masalah metodologi penelitian. Masing-masing aliran berusaha mempertahankan kekuatan metodenya 2. Salah satu argumen yang dikedepankan oleh metode penelitian kualitatif adalah keunikan manusia atau gejala sosial yang tidak dapat dianalisa dengan metode yang dipinjam dari ilmu eksakta. 3. Metode penelitian kualitatif menekankan pada metode penelitian observasi di lapangan dan datanya dianalisa dengan cara non-statistik meskipun tidak selalu harus menabukan penggunaan angka 4. Penelitian kualitatif lebih menekankan pada penggunaan diri si peneliti sebagai alat. Peneliti harus mampu mengungkap gejala sosial di lapangan dengan mengerahkan segenap fungsi inderawinya. Dengan demikian, peneliti harus dapat diterima oleh responden dan lingkungannya agar mampu mengungkap data yang tersembunyi melalui bahasa tutur, bahasa tubuh, perilaku maupun ungkapan-ungkapan yang berkembang dalam dunia dan lingkungan responden. DASAR-DASAR PENELITIAN KUALITATIF Paradigma Metode Penelitian Ada dua metode berfikir dalam perkembangan pengetahuan, yaitu metode deduktif yang dikembangkan oleh Aristoteles dan metode induktif yang dikembangkan oleh Francis Bacon. Metode deduktif adalah metode berfikir yang berpangkal dari hal-hal yang umum atau teori menuju pada hal-hal yang khusus atau kenyataan. Sedangkan metode induktif adalah sebaliknya. Dalam pelaksanaan, kedua metode tersebut diperlukan dalam penelitian. Kegiatan penelitian memerlukan metode yang jelas. Dalam hal ini ada dua metode penelitian yakni metode kualitatif dan metode kuantitatif. Pada mulanya metode kuantitatif dianggap memenuhi syarat sebagai metode penilaian yang baik, karena menggunakan alat-alat atau intrumen untuk mengakur gejala-gejala tertentu dan diolah

secara statistik. Tetapi dalam perkembangannya, data yang berupa angka dan pengolahan matematis tidak dapat menerangkan kebenaran secara meyakinkan. Oleh sebab itu digunakan metode kualitatif yang dianggap mampu menerangkan gejala atau fenomena secara lengkap dan menyeluruh. Tiap penelitian berpegang pada paradigma tertentu. Paradigma menjadi tidak dominan lagi dengan timbulnya paradigma baru. Pada mulanya orang memandang bahwa apa yang terjadi bersifat alamiah. Peneliti bersifat pasif sehingga tinggal memberi makna dari apa yang terjadi dan tanpa ingin berusaha untuk merubah. Masa ini disebut masa prapositivisme. Setelah itu timbul pandangan baru, yakni bahwa peneliti dapat dengan sengaja mengadakan perubahan dalam dunia sekitar dengan melakukan berbagai eksperimen, maka timbullah metode ilmiah. Masa ini disebut masa positivisme. Pandangan positivisme dalam perkembangannya dibantah oleh pendirian baru yang disebut post-positivisme. Pendirian post-positivisme ini bertolak belakang dergan positivisme. Dapat dikatakan bahwa post-positivisme sebagai reaksi terhadap positivisme. Menurut pandangan post-positivisme, kebenaran tidak hanya satu tetapi lebih kompleks, sehingga tidak dapat diikat oleh satu teori tertentu saja. Dalam penelitian, dikenal tiga metode yang secara kronologis berurutan yakni metode pra-positivisme, positivisme, dan post-positivisme. Ciri-ciri Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian lain. Untuk mengetahui perbedaan tersebut ada 15 ciri penelitian kualitatif yaitu: 1. Dalam penelitian kualitatif data dikumpulkan dalam kondisi yang asli atau alamiah (natural setting). 2. Peneliti sebagai alat penelitian, artinya peneliti sebagai alat utama pengumpul data yaitu dengan metode pengumpulan data berdasarkan pengamatan dan wawancara 3. Dalam penelitian kualitatif diusahakan pengumpulan data secara deskriptif yang kemudian ditulis dalam laporan. Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka. 4. Penelitian kualitatif lebih mementingkan proses daripada hasil, artinya dalam pengumpulan data sering memperhatikan hasil dan akibat dari berbagai variabel yang saling mempengaruhi. 5. Latar belakang tingkah laku atau perbuatan dicari maknanya. Dengan demikian maka apa yang ada di balik tingkah laku manusia merupakan hal yang pokok bagi penelitian kualitatif. Mengutamakan data langsung atau “first hand”. Penelitian kualitatif menuntut sebanyak mungkin kepada penelitinya untuk melakukan sendiri kegiatan penelitian di lapangan. 6. Dalam penelitian kualitatif digunakan metode triangulasi yang dilakukan secara ekstensif baik tringulasi metode maupun triangulasi sumber data. 7. Mementingkan rincian kontekstual. Peneliti mengumpulkan dan mencatat data yang sangat rinci mengenai hal-hal yang dianggap bertalian dengan masalah yang diteliti. 8. Subjek yang diteliti berkedudukan sama dengan peneliti, jadi tidak sebagai objek atau yang lebih rendah kedudukannya. 9. Mengutamakan perspektif emik, artinya mementingkan pandangan responden, yakni bagaimana ia memandang dan menafsirkan dunia dan segi pendiriannya.

KEDUDUKAN DAN RAGAM PARADIGMA Kedudukan Paradigma Dalam Metode Penelitian Kualitatif Ilmu pengetahuan merupakan suatu cabang studi yang berkaitan dengan penemuan dan pengorganisasian fakta-fakta. Seorang peneliti kualitatif yang menerapkan sudut pandang ini berusaha menginterpretasikan kejadian dan peristiwa sosial sesuai dengan sudut pandang dari objek penelitiannya. 2.10. Pengertian yang dlberikan orang pada pengalaman dan proses penafsirannya bersifat esensial serta menentukan. yang meliputi pengorganisasian fakta-fakta atau kenyataan-kenyataan. dilanjutkan dengan pencarian data lagi dan dianalisis. yang oleh . Dari sini dapat dipahami bahwa untuk dinyatakan sebagai ilmu pengetahuan. Oleh Moleong prinsip-prinsip ini disebut sebagai aksioma-aksioma. Seorang peneliti dalam kegiatan penelitiannya. teori diartikan sebagai paradigma. sebaliknya pengertian itu diberikan kepada mereka. Verifikasi. Dasar Teoritis Penelitian Pada penelitian kualitatif. dan menguraikan keteraturan dunia tempat mereka hidup. menjelaskan dan menggambarkan tata hidup mereka sendiri. prinsip-prinsip. Pendekatan fenomenologis. Pengambilan sampel secara purposif. Pendekatan kebudayaan. prinsip-prinsip serta metodametoda. menerangkan. Metode yang dimaksud adalah dengan mencantumkan metode pengumpulan dan analisa data. Etnometodologi berusaha memahami bagaimana orang-orang mulai melihat. demikian seterusnya sampai dianggap mencapai hasil yang memadai. Dasar teoritis dalam pendekatan kualitatif adalah: 1. peneliti berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasisituasi tertentu. Pendekatan interaksi simbolik. 12. Teori bersifat dari dasar. menerapkan paradigma tertentu sehingga penelitian menjadi terarah. 14. Menggunakan “Audit trail”. baik dinyatakan secara eksplisit atau tidak. Penerapan metode ini antara lain melalui kasus yang bertentangan atau negatif. Data yang diperoleh langsung dianalisa. Etnometodologi berupaya untuk memahami bagaimana masyarakat memandang. 13. Dalam pendekatan interaksi simbolik diasumsikan bahwa objek orang. dan metoda-metoda. Untuk menggambarkan kebudayaan menurut perspektif ini seorang peneliti mungkin dapat memikirkan suatu peristiwa di mana manusia diharapkan berperilaku secara baik. 4. Mengadakan analisis sejak awal penelitian. Dasar-dasar untuk melakukan kebenaran itu biasa disebut sebagai paradigma. Dengan data yang diperoleh dari penelitian di lapangan dapat dirumuskan kesimpulan atau teori. Peneliti dengan pendekatan ini mengatakan bahwa bagaimana sebaiknya diharapkan berperilaku dalam suatu latar kebudayaan. 11. 3. situasi dan peristiwa tidak memiliki pengertian sendiri. yang menjadi dasar bagi para ilmuan dan peneliti di dalam mencari kebenaran melalui kegiatan penelitian. Pendekatan etnometodologi. Metode kualitatif menggunakan sampel yang sedikit dan dipilih menurut tujuan penelitian. Dalam pandangan fenomenologis. maka cabang studi itu haruslah memiliki unsur-unsur penemuan dan pengorganisasian.

konsep atau proposisi yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian. dan (3) perilaku sosial. Sedangkan Hermeneutika. menuntut para peneliti untuk mencermatinya di dalam rangka memilih paradigma yang tepat bagi permasalahan dan tujuan penelitiannya. Menurut Bogdan dan Biklen paradigma dinyatakan sebagai kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang dipegang bersama. namun di dalam melihat kebenaran tersebut. (2) interaksionisme simbolik. yang dalam bahasanya Moleong disebut sebagai paradigma. Menurut Meta Spencer paradigma di dalam ilmu sosial meliputi (1) perspektif evolusionisme. dan (4) struktural fungsional. dan harus melacaknya lebih jauh ke balik sesuatu yang nyata tersebut. tidak selalu dapat dan cukup didapat dengan melihat sesuatu yang nyata. (2) definisi sosial. Landasan atau fondasi tersebut akan dijadikan sebagai prinsip-prinsip atau asumsi-asumsi dasar maupun aksioma. konsep atau proposisi yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian. akan tetapi kadangkala perlu pula melihat sesuatu yang bersifat tersembunyi. Bagi kegiatan penelitian. (3) model konflik. Paradigma didalam ilmu pengetahuan sosial memiliki ragam yang demikian banyak. Pilihan terhadap tradisi mana yang akan ditempuh peneliti sangat ditentukan oleh tujuan dan jenis data yang akan ditelitinya. Ada berbagai macam paradigma yang mendasari kegiatan penelitian ilmu-ilmu sosial. Perbedaan dan keragaman paradigma dan atau teori yang berkembang di dalam ilmu pengetahuan sosial. merupakan tradisi intelektual yang mendasarkan diri pada sesuatu yang nyata atau faktual dan yang serba pasti. yang nyata atau yang terlihat. Menurut George Ritzer paradigma di dalam ilmu sosial terdiri atas (1) fakta sosial. Logico Empiricism. baik yang berlandaskan pada aliran pemikiran Logico Empiricism maupun Hermeneutic. para peneliti dapat memilih paradigma sebagai landasan penelitiannya secara tepat. Paradigma-paradigma yang beragam tersebut tidak terlepas dari adanya dua tradisi intelektual Logico Empiricism dan Hermeneutika. paradigma tersebut berkedudukan sebagai landasan berpijak atau fondasi dalam melakukan proses penelitian selengkapnya. Oleh karena itu pemahaman terhadap paradigma ilmu pengetahuan sangatlah perlu dilakukan oleh para peneliti. PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN Pengertian dan Fungsi Perumusan Masalah Perumusan masalah merupakan salah satu tahap di antara sejumlah tahap penelitian yang . Ragam Paradigma Dalam Metode Penelitian Dalam rangka melakukan pengumpulan fakta-fakta para ilmuwan atau peneliti terlebih dahulu akan menentukan landasan atau fondasi bagi langkah-langkah penelitiannya.Bogdan dan Biklen dinyatakan sebagai kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang dipegang bersama. Masing-masing paradigma tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Oleh karena itu para peneliti harus mempunyai pemahaman yang cukup terhadap dasar pemikiran paradigma-paradigma yang ada sehingga sebelum melakukan kegiatan penelitiannya. merupakan tradisi intelektual yang mendasarkan diri pada sesuatu yang berada di balik sesuatu yang faktual. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berusaha melihat kebenaran-kebenaran atau membenarkan kebenaran.

suatu kegiatan penelitian akan menjadi sia-sia dan bahkan tidak akan membuahkan hasil apa-apa. baik sebagai penyebab maupun sebagai akibat. baik dalam kedudukannya sebagai fenomena mandiri. dalam arti pemecahannya secara jelas. dan perumusan masalah eksplanatoris. Fungsi ketiga dari perumusan masalah. adalah sebagai pedoman. Kriteria ketiga. sampai-sampai memunculkan suatu anggapan yang menyatakan bahwa kegiatan melakukan perumusan masalah. apabila rumusannya menunjukkan adanya hubungan atau pengaruh antara dua atau lebih fenomena. Perumusan masalah ini tidak berharga mati. Tanpa perumusan masalah. baik sebagai pencipta teori-teori baru maupun sebagai pengembangan teori-teori yang sudah ada. Fungsi kedua. maka para peneliti menjadi dapat dipermudah di dalam menentukan siapa yang akan menjadi populasi dan sampel penelitian. baik pertanyaan yang memerlukan jawaban deskriptif. . serta jenis data apa yang tidak perlu dan harus disisihkan oleh peneliti. Kriteria Kedua dari suatu masalah penelitian adalah bermanfaat atau berhubungan dengan upaya pembentukan dan perkembangan teori. Sedangkan fungsi keempat dari suatu perumusan masalah adalah dengan adanya perumusan masalah penelitian. merupakan kegiatan separuh dari penelitian itu sendiri. Perumusan masalah penelitian dapat dibedakan dalam dua sifat. Mengingat demikian pentingnya kedudukan perumusan masalah di dalam kegiatan penelitian. didapati beberapa variasi. penentu arah atau fokus dari suatu penelitian. apabila tidak menghubungkan antar fenomena. karena melalui perumusan masalah peneliti menjadi tahu mengenai data yang bagaimana yang relevan dan data yang bagaimana yang tidak relevan bagi kegiatan penelitiannya. maupun pertanyaan yang memerlukan jawaban eksplanatoris. Keputusan memilih data mana yang perlu dan data mana yang tidak perlu dapat dilakukan peneliti.memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kegiatan penelitian. meliputi perumusan masalah deskriptif. Berkenaan dengan penempatan rumusan masalah penelitian. adalah bahwa suatu perumusan masalah yang baik. juga hendaknya dirumuskan di dalam konteks kebijakan pragmatis yang sedang aktual. Perumusan masalah memiliki fungsi sebagai berikut yaitu Fungsi pertama adalah sebagai pendorong suatu kegiatan penelitian menjadi diadakan atau dengan kata lain berfungsi sebagai penyebab kegiatan penelitian itu menjadi ada dan dapat dilakukan. diartikan sebagai suatu rumusan yang mempertanyakan suatu fenomena. yaitu yang menghubungkan dua atau lebih fenomena atau gejala di dalam kehidupan manusaia. dan dapat diterapkan secara nyata bagi proses pemecahan masalah bagi kehidupan manusia. sehingga pemecahannya menawarkan implikasi kebijakan yang relevan pula. adalah sebagai penentu jenis data macam apa yang perlu dan harus dikumpulkan oleh peneliti. maupun dalam kedudukannya sebagai fenomena yang saling terkait di antara fenomena yang satu dengan yang lainnya. Kriteria-kriteria Perumusan Masalah Ada setidak-tidaknya tiga kriteria yang diharapkan dapat dipenuhi dalam perumusan masalah penelitian yaitu kriteria pertama dari suatu perumusan masalah adalah berwujud kalimat tanya atau yang bersifat kalimat interogatif. akan tetapi dapat berkembang dan berubah setelah peneliti sampai di lapangan. diharapkan akan dapat memberikan sumbangan teoritik yang berarti. Perumusan masalah atau research questions atau disebut juga sebagai research problem.

(2) Ada yang menempatkan setelah latar belakang atau bersama-sama dengan latar belakang penelitian dan (3) Ada pula yang menempatkannya setelah tujuan penelitian. hendaknya kembali mengacu pada judul dan permasalahan penelitian yang telah dirumuskan. Kesimpulan yang didapat dari suatu kegiatan penelitian.antara lain (1) Ada yang menempatkannya di bagian paling awal dari suatu sistematika peneliti. Sumber Buku Metode Penelitian Kualitatif DIarsipkan di bawah: Penelitian Tegar dan senyumlah menghadapi dunia by: mas’ud KUPAS TUNTAS METODE PENELITIAN KUALITATIF Bagian 2 . sebenarnya tidak terlalu penting dan tidak akan mengganggu kegiatan penelitian yang bersangkutan. kegiatan penelitian yang dilakukan oleh siapapun. hendaknya memiliki sifat yang konsisten dengan judul dan perumusan masalah yang ada. Artinya. Di manapun rumusan masalah penelitian ditempatkan. karena yang penting adalah bagaimana kegiatan penelitian itu dilakukan dengan memperhatikan rumusan masalah sebagai pengarah dari kegiatan penelitiannya.

tidak subjektif. Kemudian ketiga elemen utama tersebut harus diuraikan lebih terperinci lagi. penentuan lapangan penelitian. Pemilihan lapangan penelitian didasarkan pada kondisi lapangan itu sendiri untuk dapat dilakukan penelitian sesuai dengan tema penelitian. penentuan jadwal penelitian. Foto bermanfaat sebagai sumber informasi karena foto mampu membekukan dan menggambarkan peristiwa yang terjadi. jangan terlalu sering meminta responden mengingat masa lalu. Dalam melakukan pengamatan sebaiknya peneliti sudah memahami terlebih dahulu pengertian-pengertian umum dari objek penelitiannya. sebab orang akan menjadi curiga. Akan tetapi dalam penenlitian kita tidak boleh menggunakan kamera sebagai alat pencari data secara sembarangan.Metode Pengumpulan Data Dalam Penelitian Kualitatif Metode Pengamatan Pengamatan (observation) merupakan cara yang sangat baik untuk meneliti tingkah laku manusia. pengamatan terhadap suatu situasi tertentu harus dijabarkan dalam ketiga elemen utamanya. Di samping itu terdapat beberapa hal yang harus dilakukan interviewer ketika melakukan wawancara yaitu jangan memberikan kesan negatif. pengamatan terbuka dan pengamatan tertutup. padahal sumber ini kebanyakan sudah tersedia dan siap pakai. Foto merupakan salah satu bahan dokumenter. rancangan perlengkapan yang diperlukan di lapangan. studi pustaka. Metode Dokumenter Metode atau teknik dokumenter adalah teknik pengumpulan data dan informasi melalui pencarian dan penemuan bukti-bukti. Gunakan kamera ketika sudah ada kedekatan dan kepercayaan dari objek penelitian dan mintalah ijin ketika akan menggunakannya. menyesuaikan diri dengan responden dan pembicaraannya harus terarah. Pertimbangan lain adalah kondisi . TAHAP-TAHAP PENELITIAN Tahap-Tahap Pra-Lapangan Kegiatan yang harus dilakukan dalam penelitian kualitatif pada tahap pra-lapangan adalah menyusun rancangan penelitian yang memuat latar belakang masalah dan alasan pelaksanan penelitian. Terdapat sejumlah syarat bagi seorang interviewer yaitu harus responsive. dan rancangan pengecekan kebenaran data. Dokumen berguna karena dapat memberikan latar belakang yang lebih luas mengenai pokok penelitian. Metode dokumenter ini merupakan metode pengumpulan data yang berasal dari sumber non-manusia. rancangan prosedur analisa data. Apabila tidak maka hasil pengamatannya menjadi tidak tajam. pemilihan alat penelitian. rancangan pengumpulan data. memberi pengertian kepada responden tentang pentingnya informasi mereka dan jangan mengajukan pertanyaan yang mengandung banyak hal. pengamatan pada latar alamiah/tak terstruktur dan pengamatan eksperimental dan pengamatan non-eksperimental. yaitu lokasi penelitian. Dalam penelitian naturalistik. Metode Wawancara Wawancara merupakan teknik komunikasi antara interviewer dengan intervewee. Terdapat beberapa pengamatan berdasarkan dimensinya yaitu pengamatan berperan serta dan pengamatan tidak perperan serta. Sumber-sumber informasi non-manusia ini seringkali diabaikan dalam penelitian kualitatif. pada pelaku atau aktor. mengusahakan pembicaraan bersifat kontinyu. dan kegiatan atau aktivitasnya.

biaya. maka dapat diharapkan informasi yang diperoleh tidak mengalami hambatan. Mengurus ijin penelitian hendaknya dilakukan dengan mengetahui terlebih dahulu siapasiapa yang berwenang memberikan ijin. Menjajaki lapangan penting artinya selain untuk mengetahui apakah daerah tersebut sesuai untuk penelitian yang ditentukan. foto. Analisa data dalam penelitian kualitatif sudah dapat dilakukan semenjak data diperoleh di lapangan. dan adat-istiadat setempat. tentu saja harus berpatokan pada tujuan penelitian dan rumusan masalahnya. dan mau memberikan informasi yang benar. nilai-nilai. peneliti harus mudah memahami situasi dan kondisi lapangan penelitiannya. Agar dapat berperilaku demikian sebaiknya harus memahami betul budaya setempat. Dalam memilih dan memanfaatkan informan. terbuka. yaitu suatu sifat yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. jadwal waktu penelitian. Persiapan perlengkapan penelitian berkaitan dengan perijinan. OBJEKTIVITAS. Pendekatan yang simpatik sangat perlu baik kepada pemberi ijin di jalur formal maupun informal. TAHAP PEKERJAAN LAPANGAN Dalarn kegiatan pada tahap pekeriaan lapangan. DAN RELIABILITAS Pengertian Konsep-konsep Terkait Penelitian dinyatakan sebagai sebuah kegiatan mencari kembali data yang setelah diolah dan dianalisa dapat memberikan jawaban terhadap permasalahan yang dirumuskan. dan tenaga. perlengkapan alat tulis. Untuk itu penelitian harus memperhatikan sifat objektif dari kegiatan penelitiannya.geografis. jujur. Apabila hubungan tersebut dapat tercipta. peneliti harus mengerti terlebih dahulu tentang konsep dasar analisa data. keterbatasan waktu. Penampilan fisik serta cara berperilaku hendaknya menyesuaikan dengan norma-norma. perlu ditentukan bahwa informan adalah orang-orang yang tahu tentang situasi dan kondisi daerah penelitian. Usahakan jangan sampai data tersebut sudah terkena bermacam-macam pengaruh. . Tahap Analisa Data Pada analisa data. Untuk menuju pada tema dan mendapatkan rumusan hipotesa. wawancara (interview). peneliti dapat menerapkan teknik pengamatan (observation). dan sebagainya. Analisa data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola. slide. alat perekam. kebiasaan. dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesa kerja seperti yang disarankan oleh data. antara lain pikiran peneliti sehingga menjadi terpolusi. Apabila terlalu lama baru dianalisa maka data menjadi kadaluwarsa. Dalam pelaksanaan pengumpulan data. juga untuk rnengetahui persiapan yang harus dilakukan peneliti. Dari analisa data dapat diperoleh tema dan rumusan hipotesa. Secara rinci dapat dikemukakan bahwa penjajakan lapangan ini adalah untuk memahami pandangan hidup dan penyesuaian diri dengan keadaan lingkungan tempat tinggal. kategori. dengan menggunakan alat bantu seperti tape recorder. Sudah tentu jawaban yang dimaksudkan tersebut hendaknya dapat memberikan gambaran yang sebenarnya dari keadaan sasaran penelitian. obat-obatan dan perlengkapan lain untuk keperluan akomodasi. Usahakan hubungan yang rapport dengan objek sampai penelitian berakhir. VALIDITAS.

Untuk mengetahui seberapa besar suatu hasil penelitian dapat menunjukkan keadaan yang sebenarnya. Untuk mendapatkan kebenaran tersebut diperlukan serangkaian langkah yang dapat menuntun peneliti untuk menghasilkan sesuatu yang tidak menyimpang dari keadaan yang sebenarnya dari sasaran penelitian. Adapun urutannya terletak pada tahap setelah tahap pengumpulan data. Oleh karena itu dalam penelitian diperlukan juga adanya proses pengecekan melalui penggunaan konsep reliabilitas. atau paling tidak mendekati keadaan yang sebenarnya. tidaklah mudah. maka masih diperlukan proses pengecekan mengenai seberapa besar hasil penelitian itu menunjukan keadaan yang sebenarnya dari sasaran penelitian. Rekapitulasi merupakan langkah penjumlahan dari setiap kelompok sasaran penelitian yang memiliki karakter yang sama. tetaplah sangat diperlukan keberadaannya. Peran Objektivitas. menjadi satu kesatuan daftar. para peneliti harus mampu menanggalkan subyektivisme. maka para peneliti harus mampu menampilkan indikator atau alat ukur yang valid. Artinya. dan sekaligus menggunakannnya.Untuk mencapai objektivitas itu. jika dibandingkan dengan kebenaran yang terjadi dalam sasaran penelitian. maka peneliti akan terpandu ke arah perolehan hasil penelitian yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Dalam kenyataannya. Agar objektivitas tersebut dapat diperoleh. validitas dan reliabilitas. Dari beberapa contoh di atas menjadi dapat diketahui bahwa peran objektivitas. Tabulasi data dinyatakan sebagai proses pemaduan atau penyatupaduan sejumlah data dan informasi yang diperoleh peneliti dari setiap sasaran penelitian. Untuk mendapatkan oyektivitas ini. Serangkaian langkah tersebut antara lain meliputi langkah-langkah untuk mendapatkan objektivitas. valid dan reliabel. Dalam arti sempit. validitas dan reliabilitas. maupun subyektivisme yang datang dari sasaran penelitian. baik subyektivisme yang datang dari pihak peneliti. berdasar kriteria yang telah dirumuskan terlebih dahulu oleh peneliti. Validitas dan Reliabilitas Bagi Penelitian Kualitatif Penelitian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mencari kebenaran. Andaikata hasil penelitian tertentu hanya untuk pengembangan ilmu pengetahuan pun. maka sifat yang objektif. peneliti perlu pula melakukan cara-cara mengukur tingkat kepercayaan atau apa yang biasa disebut dengan istilah reliabilitas. yang terdiri atas tabulasi dan rekapitulasi data. . maka proses pengambilan kesimpulan menjadi tidak sulit dilakukan. analisis data di artikan sebagai kegiatan pengolahan data. yang dalam bahasa penelitian disebut sebagai alat yang bersifat valid. untuk mendapatkan alat ukur yang memiliki tingkat validitas yang sempurna. Untuk penelitian yang memiliki alat ukur yang valid. sehingga data yang diperoleh menjadi mudah dibaca atau dianalisis. untuk melihat berapa besar kebenaran yang ditemukan dalam penelitian itu. yang tepat dan yang sesuai itu. dunia teoretik pun sangat pula memerlukan konsep konsep objektivitas. Dengan alat yang valid. penelitian harus menggunakan perangkat yang tepat guna. validitas dan reliabilitas sangatlah besar bagi tindak lanjut dari suatu hasil penelitian. Maksudnya adalah alat yang tepat dan tajam di dalam mengukur sesuatu yang ditelitinya. ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA Pengertian Komponen Analisis dan Interpretasi Data Analisis dan interpretasi data merupakan tahap yang harus dilewati oleh seorang penelitian. namun apabila tidak.

khususnya berkaitan dengan relevansi dan konsistensinya terhadap judul. Walaupun penelitian kualitatif lebih mendasarkan diri pada aktivitas di lapangan (sasaran penelitian) namun bukan berarti bahwa penyusunan rencana penelitian dapat ditinggalkan. tujuan dan perumusan masalah yang ada. Dalam uraian pokok di atas telah dikemukakan bahwa tahap dan proses analisis dan interpretasi data. maupun penambahan terhadap data yang dirasa masih kurang. PENYUSUNAN RENCANA PENELITIAN Pengertian dan Komponen Rencana Penelitian Penelitian apapun baik penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif tidak akan luput dari suatu tahap yang disebut dengan istilah tahap persiapan. Di antaranya adalah tahap reduksi data. (3) interpretasi data dan (4) penarikan kesimpulan-kesimpulan/verifikasi. (2) penyajian. usul . Tahap tahap di atas hendaknya dilakukan sedemikian rupa sehingga proses analisis dan Intepretastasi tersebut dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. baik pengurangan terhadap data yang kurang perlu dan tidak relevan. dan (3) kesimpulan/ verifikasi.Dalam proses pelaksanaannya. setidak-tidaknya terdiri atas tiga komponen penting yang meliputi (1) reduksi. Rencana penelitian sebagaimana dimaksudkan di sini seringkali tampil dalam berbagai ragam istilah. Penyusunan rencana penelitian dimaksudkan sebagai upaya menentukan arah. seperti rancangan penelitian. yang tidak lain merupakan tahap analisis dan interpretasi data mencakup langkah-langkah reduksi data. Interpretasi data merupakan proses pemahaman makna dari serangkaian data yang telah tersaji. tahap pengolahan data tidak cukup hanya terdiri atas tabulasi dan rekapitulasi saja. akan tetapi mencakup banyak tahap. proposal penelitian. dan tujuan penelitian. interpretasi data dan penarikan kesimpulan/verifikasi.. namun lebih pada memahami atau menafsirkan mengenai apa yang tersirat di dalam data yang telah disajikan. Sedangkan tahap dan proses selengkapnya meliputi (1) Pengolahan data. Tahap persiapan ini meliputi kegiatan penjajagan atau orientasi lapangan atau orientasi medan dan tahap penyusunan rencana penelitian serta instrumen penelitian. yang terdiri dari kategorisasi dan reduksi data. interpretasi data dan penarikan kesimpulan /verifikasi. fokus. Penyajian data merupakan proses pengumpulan informasi yang disusun berdasar kategori atau pengelompokan-pengelompokan yang diperlukan. penyajian data. Penarikan kesimpulan/verifikasi merupakan proses perumusan makna dari hasil penelitian yang diungkapkan dengan kalimat yang singkat-padat dan mudah difahami. Mengapa demikian karena bagaimanapun juga kegiatan penelitian itu harus bersifat terarah dan terfokus. Tahap dan Proses Analisis dan Interpretasi Data Tahap analisis dan interpretasi data merupakan tahap yang pasti akan dilalui oleh para peneliti termasuk peneliti kualitatif. namun dalam arti yang lebih luas adalah proses penyempurnaan data. (2) penyajian data. Lebih dari sekedar itu. dalam wujud yang tidak sekedar melihat apa yang tersurat. serta dilakukan dengan cara berulangkali melakukan peninjauan mengenai kebenaran dari penyimpulan itu. penyajian data. Reduksi data diartikan secara sempit sebagai proses pengurangan data. termasuk juga penelitian kualitatif. pengolahan data.

4. yang penting bagi penyusunan rencana penelitian pada umumnya. Konsekuensinya (c) terdapat sejumlah unsur yang harus dimuat ke dalam rencana penelitian yang disusun. 3. akan dapat mencapai tujuan bila didahului dengan perencanaan yang benar. Antar bidang ilmu yang berbeda masih didapati inti yang sama. 3. Pegangan pokok penelitian (term of reference) sering pula disamakan dengan usul proyek penelitian atau rancangan penelitian. Pengorbanan dalam pembuatan rencana penelitian ini akan ditukar dengan kepuasan. research design. Sistematika dan rincian langkah penelitian yang bervariasi masih dapat diterima sepanjang masih logis. Rencana peneltian terkadang disebut dengan rancangan penelitian. terdapat pula penulis yang mengkomponenisasikannya secara luas masing-masing dengan keunggulan dan kelemahannya. di bawah ini dibuatkan rangkuman sebagai berikut : 1. maupun bagi penyusunan rencana dan pelaksanaan penelitian dalam rangka kenaikan pangkat pada khususnya. 2. 5. project statement. Fungsi Rencana Terhadap Jenis Penelitian Terpilih Agar seluruh uraian kegiatan belajar 2. karena penelitian yang dilakukan berhasil dengan baik. 4. Istilah perencanaan berasal dari kata rencana. Kedua-duanya lebih lajim diterjemahkan dengan research desaign daripada research plan. project proposal. responsibel dan non-prinsipil. Rencana atau rancangan (khususnya rencana atau rancangan penelitian) memuat tujuan dan cara-cara mencapainya. Research design terkadang disamakan dengan research method (metode penelitian). komponen penyerta 2. komponen utama 2. dan lain-lain. Rencana Penelitian Non-Sosial sebagai Pembanding: 1. 4. khususnya penelitian lapangan survey. Oleh karena itu diperlukan penjernihan. 2. 2. Terdapat beberapa penulis yang mengkomposisikan rencana penelitian secara sempit. Menuju tujuan diperlukan pencegahan/penanggulangan hambatan dan pemeliharaan/ peningkatan dukungan agar setidak-tidaknya hasil pelaksanaan rencana mendekati tujuan rencananya. project statement. Research desaign terkadang dianggap menjadi bagian dari usul proyek penelitian (project proposal. Unsur-unsur di atas merupakan langkah-langkah penelitian yang direncanakan. Kesulitan saling mengisi biasanya terjadi jika cara pengukuran dalam penelitian . bahkan antar penelitian masing-masing bidang ilmu dapat terjadi proses saling mengisi. Beberapa nama serupa bagi rencana penelitian: 1. research proposal) 3.penelitian. serta berarti pembuatan rencana atau hasil merencanakan. 2. mudah dipahami. Pengertian dan Isian Rencana Penelitian: 1. Fungsi Rencana terhadap Penelitian Terpilih Penelitian. 3. serta berkedudukan sebagai komponen rencana penelitian yang mencakup 1. Komponen Utama Rencana Penelitian: 1.

2. Antar rencana penelitian dalam bidang ilmu pengetahuan yang sama tidak perlu dijamin akan diperolehnya komponenisasi yang sama. 4. kualitas ilmiahnya tercapai. jenisnya. Harapan mendapat persetujuan dari sponsor atau instansi bersangkutan terpenuhi. 3. Tidak terjadi kesalahan/penyalahgunaan anggaran. maupun urutannya. khususnya sebagaimana tercermin dalam tujuan penelitian yang direncanakan. ilmu pengetahuan ekonomi. ilmu pengetahuan sosial 2. Antar rencana penelitian didapati serangkaian persamaan maupun perbedaan komponen baik dalam hal jumlahnya. Tidak terjadi pemborosan energi. Dengan kata lain: 5.masing-masing bidang ilmu ternyata tidak sama. 6. ilmu pengetahuan hukum 3. khususnya dalam bidang: 1. Terdapat variasi langkah yang disusun sebagai komponen rencana penelitian dalam bidang ilmu pengetahuan masing-masing. 6. Isyarat-isyarat dalam Penyusunan Rencana Penelitian Penyusunan rencana penelitian mengenal norma-norma tertentu yang perlu ditaati agar: 1. 4. Sumber Buku Metode Penelitian Kualitatif KUPAS TUNTAS METODE PENELITIAN KUALITATIF (Disusun oleh MAS’UD) .

Penelitian kualitatif mengumpulkan data deskriptif (kata-kata. Penelitian kualitatif menggunakan analisis data secara induktif. Dalam hal ini metode lebih bersifat teknis pelaksanaan lapangan sedangkan metodologi lebih pada uraian filosofis dan teoritisnya. kelebihan dan kelemahannya–yang dalam karya ilmiah dilanjutkan dengan pemillihan metode yang digunakan.[1] Penelitian kualitatif memiliki ciri atau karakteristik yang membedakan dengan penelitian jenis lainnya. kelemahan dan kelebihannya diharapkan akan mampu memberikan kesesuaian metodologi dengan fokus masalah penelitian. 8. 2. yaitu: 1. Penelitian kualitatif lebih mementingkan proses dari pada hasil. Sebab filsafat ilmu yang melandasi berbagai metodologi penelitian yang ada.Metodologi Penelitian Sosiologi 2 Metodologi Penelitian Kualitatif Metodologi penelitian merupakan sesuatu yang berusaha membahas konsep teoritik berbagai metode. 5. Penelitian kualitatif intrumennya adalah manusia. 6. filsafat ilmu dan kajian teoritisnya. Lalu mereka mendefinisikan bahwa metodologi kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kaasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya . Dari hasil penelaahan pustaka yang dilakukan Moleong atas hasil dari mensintesakan pendapatnya Bogdan dan Biklen (1982:27-30) dengan Lincoln dan Guba (1985 :39-44) ada sebelas ciri penelitian kualitatif[2] . Maka dari itu dengan mengetahui metodologi penelitian yang digunakan. 7. 4. Penelitian kualitatif menghendaki adanya batas dalam penelitian nya atas dasar fokus . Penelitian kualitatif menggunakan latar alamiah atau pada konteks dari suatu keutuhan (enity). Penelitian kualitatif lebih menghendaki arah bimbingan penyusunan teori subtantif yang berasal dari data. Penelitian kualitatif menggunakan metode kualitatif. gambar) bukan angkaangka. 3. Istilah penelitian kualitatif menurut Kirk dan Miller (1986:9) pada mulanya bersumber pada pengamatan kualitatif yang dipertentangkan dengan pengamatan kuantitatif. baik peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain. Oleh karena itu penetapan sebuah metodologi penelitian mengandung implikasi inheren di dalam diri filsafat yang dianutnya.

yang melakukan pengamatan langsung ke lapangan untuk mempelajari adat dan budaya masyarakat setempat. Penelitian kualitatif melibatkan penggunaan dan pengumpulan berbagai bahan empiris. Suatu kumpulan istilah.1994. Pada waktu yang sama. Dari awal. asumsi yang kompleks dan saling terkait meliputi istilah penelitian kualitatif.[5] Konsep penelitian kualitatif sebenarnya menunjuk dan menekankan pada proses. Penelitian kualitatif menekankan sifat realita yang dibangun secara sosial. sudut pandang dan pengamatan yang teratur tampaknya menjadi strategi yang lebih baik untuk menambah kekuatan. yaitu yang dikendalikan oleh masalah yang diteliti. tetapi hanyalah suatu alternatif terhadap pembuktian. seperti studi kasus. tampak bahwa penelitian kualitatif merupakan bidang penyelidikan tersendiri. meskipun demikian definisi secara umum : penelitian kualitatif merupakan suatu metode berganda dalam fokus. keluasan dan kedalaman suatu penelitian. Penelitian kualitatif menekan . Penelitian kualitatif meredefinisikan validitas. riwayat hidup. Penelitian kualitatif menghendaki agar pengertian dan hasil interpretasi yang diperoleh dirundingkan dan disepakati oleh manusia yang dijadikan sumber data. Yang bernama realitas obyektif sebetulnya tidak pernah bisa ditangkap. pengamatan. tingkat perkembangan dan kematangan masing-masing metode ditentukan juga oleh bidang keilmuan yang memiliki sejarah perkembangannya. dan berarti tidak diteliti secara ketat atau terukur ( jika memang dapat diukur). Berbagai jenis metode dan pendekatan dalam penelitian kualitatif. Ini berarti penelitian kualitatif bekerja dalam setting yang alami. 9. mencerminkan suatu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai fenomena yang sedang diteliti. realibilitas. Kombinasi yang dilakukan dengan multi-metode. dilihat dari kualitas. Setiap uraian mengenai penelitian kualitatif harus bekerja didalam bidang historis yang kompleks. hubungan yang intim antara peneliti dengan yang diteliti dan kendala situasional yang membentuk penyelidikan. pengalaman pribadi.yang timbul sebagai masalah dalam peneltian. wawancara. instropeksi. Tringulation bukanlah alat atau strategi untuk pembuktian.2). Penggunaan multi-metode atau yang lebih dikenal tringulation. yang melibatkan suatu pendekatan interpretatif dan wajar terhadap setiap pokok permasalahannya.[3] Munculnya penelitian kualitatif adalah karena reaksi dari tradisi yang terkait dengan positivisme dan postpositivisme yang berupaya melakukan kajian budaya dan interpretatif sifatnya. member tafsiran pada fenomena yang dilihat dari arti yang diberikan orang-orang kepadanya. Kajian penelitian kualitatif berawal dari kelompok ahli sosiologi dari “mazhab Chicago” pada tahun 1920-1930. Bidang ini bersilang dengan disiplin dan pokok permasalahan lainnya. teks sejarah. konsep. serta maknanya dalam kehidupan individual dan kolektif (denzin dan Lincoln. Penelitian kualitatif menyusun desain yang secara terus menerus disesuaikan dengan kenyataan lapangan (bersifat sementara). dan objektivitas dalam versi lain dibandingkan dengan yang lazim digunakan dalam penelitian klasik. yang memantapkan pentingnya penelitian kualitatif untuk mengkaji kelompok kehidupan manusia. jumlah. yang berupaya untuk memahami. interaksional dan visual: yang benggambarkan momen rutin dan problematis. Penelitian kualitatif mempunyai pengertian yang berbeda-beda untuk setiap momen. intensitas atau frekuensi. 11. kelompok ahli antropologi menggambarkan outline dari metode karya lapangan. 10. bahan-bahan empiris.[4] Penelitian kualitatif secara inheren merupakan multi-metode di dalam satu fokus.

Asumsi yang diberikan adalah bahwa ilmuwan sosial memiliki kemampuan untuk mengamati dunia ini secara objektif. dan metode kualitatif merupakan alat utama dari penamatan itu. Individu ini memasuki proses penelitian dari dalam suatu masyarakat interpretatif yang memasukkan . Dikutip penulis dari Agus Salim (2001). Interview. penelitian aksi dan penelitian klinis.”Introduction: Entering the Field of Qualitative Research” in Handbook of Qualitative Research. studi kasus. strategi analisis. feminis (e).bahwa sifat peneliti itu penuh dengan nilai (value-laden). metode biografi. terdapat peneliti yang berada secara biografis. Model etnik. Dibalik lima fase generik itu. (1) peneliti dan apa yang diteliti sebagai subjek multi-kultural. keyakinan agama. Positivisme. Kriteria dari kesepakatan. hlm. metode fisual. (2) paradigma penting dan sudut pandang interpretatif.seni dan politik penafsiran. grounded theory. Diambil dari Denzin dan Lincoln (1994). Desain studi. batas. konstruktivisme.[9] Untuk lebih jelasnya lihat tabel berikut: Penelitian Kualitatif: Sebagai Proses No Fase/langkah Uraian 1 2 3 4 5 Peneliti sebagai subjek penelitian yang multi-kultural Paradigma teoritis dan Interpretatif Strategi Peneliti Metode pengumpulan data dan analisisan data empiris Pengembangan interpretatif dan pemaparan Penelitian bersifat historis dan penelitian tradisi. Mereka mencoba menjawab pertanyaan yang menekankan bagaimana pengalaman sosial diciptakan dan diberi arti. yaitu mengkaji hakikat ilmu pengetahuan dari sudut sumber. (3) strategi penelitian. ideologi okupasional dan profesionalisasi. tergantung pada etika dan politik peneliti. hal. metode historis. artefak. observasi. dokumen dan rekaman. struktur dan keabsahan pada umumnya. penafsiran tulisan.26. Model Studi Budaya. Penelitian kualitatif (seperti halnya semua penelitian) selalu dinilai berdasarkan atas “standar apakah karya tersebut mengkomunikasikan atau mengatakan sesuatu mengenai diri kita ?” berdasarkan atas bagaimana kita mengkonseptualisasikan realita dan gambaran kita mengenai dunia. Model Marxis. tradisi evaluasi dan penelitian terapan.[7] Sepanjang sejarah penelitian kualitatif selalu mendefinisikan karya mereka dilihat dari sudut harapan dan nilai-nilai. observasi partisipasi. pospositivisme.[8] Kegiatan generik dalam penelitian kualitatif selalu menampilkan lima fase tataran yang dimiliki oleh masing-masing pendekatan. Standar evaluasi itu dilakukan dengan cara berpikir epistimologi. etnografi. metode pengalaman pribadi. konsep dari diri dan semuanya.[6] Sejarah penelitian kualitatif mengungkapkan bagaimana disiplin ilmu sosial modern telah menampilkan misinya untuk ”menganalisis dan memahami perilaku yang terpola dan proses sosial dari masyarakatnya”. metode management data. analisis data komputer dan analisis tekstual. fenomenologi.12. (4) metode pengumpulan data dan penganalisisan bahan empiris dan (5) seni menginterpretasi dan memaparkan hasil penelitian.

2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. 13. politik dan etika peneliti juga harus dipertimbangkan. Dengan berbekal pada hal tersebut. Penelitian kualitatif lebih menekankan pada penggunaan diri si peneliti sebagai alat.). Sudut pandang ini mengakibatkan para peneliti mengadopsi pandangan “sebagai yang lain” yang dipelajari. 2001. studi kasus dan dokumen lain. Masing-masing aliran berusaha mempertahankan kekuatan metodenya 2. DASAR-DASAR PENELITIAN KUALITATIF . [3] Agus Salim (ed. http://islamkuno.tradisi penelitiannya sendiri ke dalam suatu sudut pandang yang berbeda. para peneliti bisa mencampurkan pengamatan mereka dan pengamatan yang diberikan subjek melalui wawancara dan cerita kehidupan. Pada saat yang sama. Di satu sisi. Salah satu argumen yang dikedepankan oleh metode penelitian kualitatif adalah keunikan manusia atau gejala sosial yang tidak dapat dianalisa dengan metode yang dipinjam dari ilmu eksakta. Penerbit Rake Sarasin. Metodologi Penelitian Kualitatif. para peneliti berpegang pada keyakinan terhadap subjek yang sebenarnya. perilaku maupun ungkapan-ungkapan yang berkembang dalam dunia dan lingkungan responden.[10] ________________________________________ [1] Noeng Muhajir. 1. Metode penelitian kualitatif menekankan pada metode penelitian observasi di lapangan dan datanya dianalisa dengan cara non-statistik meskipun tidak selalu harus menabukan penggunaan angka 4. karena permasalahan ini menembus fase penelitian. 3. Pemahaman ini berkembang karena kuatnya pengaruh aliran positivistik dengan metode penelitian kuantitatif. bahasa tubuh. Ada dua kelompok metode penelitian dalam ilmu sosial yakni metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kualitatif. penelitian kualitatif dihadapkan pada masalah yang cukup mengganggu. termasuk pengalaman orang lain. Di antara kedua metode ini sering timbul perdebatan di seputar masalah metodologi penelitian. PT. 2000. peneliti harus dapat diterima oleh responden dan lingkungannya agar mampu mengungkap data yang tersembunyi melalui bahasa tutur. Teori dan Paradigma Penelitian Sosial. [2] Lexy Moleong.com/2008/01/16/metodologi-penelitian-kualitatif/ Pengertian Metode Penelitian Kualitatif Terdapat kesalahan pemahaman di dalam masyarakat bahwa yang dinamakan sebagai kegiatan penelitian adalah penelitian yang bercorak survei. Tiara Wacana. Dari bentuknya yang interpretatif. Dengan demikian. jelas dan akurat mengenai pengamatan mereka sendiri mengenai dunia sosial. Remaja Rosdakarya. edisi IV. peneliti kualitatif telah mengasumsikan bahwa peneliti yang memiliki kualifikasi tertentu dan kompeten akan bisa melaporkan hasl temuannya secara objektif. pengalaman pribadi. bandung. Di sisi lain. Ditambah lagi ada pemahaman lain bahwa penelitian yang benar jika menggunakan sebuah daftar pertanyaan dan datanya dianalisa dengan menggunakan teknik statistik. Peneliti harus mampu mengungkap gejala sosial di lapangan dengan mengerahkan segenap fungsi inderawinya. cet. Yogyakarta. Jogjakarta.

karena menggunakan alat-alat atau intrumen untuk mengakur gejala-gejala tertentu dan diolah secara statistik. Pada mulanya metode kuantitatif dianggap memenuhi syarat sebagai metode penilaian yang baik. Dalam pelaksanaan. Masa ini disebut masa positivisme. Penelitian kualitatif lebih mementingkan proses daripada hasil. Dengan demikian maka apa yang ada di balik tingkah laku manusia merupakan hal yang pokok bagi penelitian .Paradigma Metode Penelitian Ada dua metode berfikir dalam perkembangan pengetahuan. Metode deduktif adalah metode berfikir yang berpangkal dari hal-hal yang umum atau teori menuju pada hal-hal yang khusus atau kenyataan. Dapat dikatakan bahwa post-positivisme sebagai reaksi terhadap positivisme. gambar. Latar belakang tingkah laku atau perbuatan dicari maknanya. Tiap penelitian berpegang pada paradigma tertentu. 5. Menurut pandangan post-positivisme. maka timbullah metode ilmiah. Untuk mengetahui perbedaan tersebut ada 15 ciri penelitian kualitatif yaitu: 1. kedua metode tersebut diperlukan dalam penelitian. Dalam penelitian kualitatif diusahakan pengumpulan data secara deskriptif yang kemudian ditulis dalam laporan. sehingga tidak dapat diikat oleh satu teori tertentu saja. Sedangkan metode induktif adalah sebaliknya. Pada mulanya orang memandang bahwa apa yang terjadi bersifat alamiah. data yang berupa angka dan pengolahan matematis tidak dapat menerangkan kebenaran secara meyakinkan. yakni bahwa peneliti dapat dengan sengaja mengadakan perubahan dalam dunia sekitar dengan melakukan berbagai eksperimen. Peneliti bersifat pasif sehingga tinggal memberi makna dari apa yang terjadi dan tanpa ingin berusaha untuk merubah. kebenaran tidak hanya satu tetapi lebih kompleks. Setelah itu timbul pandangan baru. 2. Peneliti sebagai alat penelitian. Dalam penelitian kualitatif data dikumpulkan dalam kondisi yang asli atau alamiah (natural setting). Pendirian post-positivisme ini bertolak belakang dergan positivisme. positivisme. Tetapi dalam perkembangannya. Oleh sebab itu digunakan metode kualitatif yang dianggap mampu menerangkan gejala atau fenomena secara lengkap dan menyeluruh. dan post-positivisme. Dalam hal ini ada dua metode penelitian yakni metode kualitatif dan metode kuantitatif. Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa kata-kata. Dalam penelitian. 4. dikenal tiga metode yang secara kronologis berurutan yakni metode pra-positivisme. Kegiatan penelitian memerlukan metode yang jelas. Ciri-ciri Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian lain. Pandangan positivisme dalam perkembangannya dibantah oleh pendirian baru yang disebut post-positivisme. yaitu metode deduktif yang dikembangkan oleh Aristoteles dan metode induktif yang dikembangkan oleh Francis Bacon. Masa ini disebut masa prapositivisme. artinya peneliti sebagai alat utama pengumpul data yaitu dengan metode pengumpulan data berdasarkan pengamatan dan wawancara 3. dan bukan angka. artinya dalam pengumpulan data sering memperhatikan hasil dan akibat dari berbagai variabel yang saling mempengaruhi. Paradigma menjadi tidak dominan lagi dengan timbulnya paradigma baru.

Teori bersifat dari dasar. Penelitian kualitatif menuntut sebanyak mungkin kepada penelitinya untuk melakukan sendiri kegiatan penelitian di lapangan. 12. Subjek yang diteliti berkedudukan sama dengan peneliti. Metode kualitatif menggunakan sampel yang sedikit dan dipilih menurut tujuan penelitian. 2. 8. Pengambilan sampel secara purposif. Data yang diperoleh langsung dianalisa. 11. jadi tidak sebagai objek atau yang lebih rendah kedudukannya. Pendekatan fenomenologis. Dasar Teoritis Penelitian Pada penelitian kualitatif. Seorang peneliti dalam kegiatan penelitiannya. Penerapan metode ini antara lain melalui kasus yang bertentangan atau negatif. 7. dilanjutkan dengan pencarian data lagi dan dianalisis. menerapkan paradigma tertentu sehingga penelitian menjadi terarah. peneliti berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasisituasi tertentu. artinya mementingkan pandangan responden. Etnometodologi berupaya untuk memahami bagaimana masyarakat memandang. dan menguraikan keteraturan dunia tempat mereka hidup. Pendekatan interaksi simbolik. Dengan data yang diperoleh dari penelitian di lapangan dapat dirumuskan kesimpulan atau teori. Dalam pendekatan interaksi simbolik diasumsikan bahwa objek orang. Pendekatan etnometodologi. Menggunakan “Audit trail”. teori diartikan sebagai paradigma. Pengertian yang dlberikan orang pada pengalaman dan proses penafsirannya bersifat esensial serta menentukan. sebaliknya pengertian itu diberikan kepada mereka. Peneliti mengumpulkan dan mencatat data yang sangat rinci mengenai hal-hal yang dianggap bertalian dengan masalah yang diteliti. Mengadakan analisis sejak awal penelitian. menerangkan. Mengutamakan perspektif emik. situasi dan peristiwa tidak memiliki pengertian sendiri. Metode yang dimaksud adalah dengan mencantumkan metode pengumpulan dan analisa data.kualitatif. demikian seterusnya sampai dianggap mencapai hasil yang memadai. Dasar teoritis dalam pendekatan kualitatif adalah: 1. 6. 14. Etnometodologi berusaha memahami bagaimana orang-orang mulai melihat. baik dinyatakan secara eksplisit atau tidak. Dalam pandangan fenomenologis. Dalam penelitian kualitatif digunakan metode triangulasi yang dilakukan secara ekstensif baik tringulasi metode maupun triangulasi sumber data. menjelaskan dan menggambarkan tata hidup mereka sendiri. Pendekatan kebudayaan. 10. 13. Seorang peneliti kualitatif yang menerapkan sudut pandang ini berusaha menginterpretasikan kejadian dan peristiwa sosial sesuai dengan sudut pandang dari objek penelitiannya. yakni bagaimana ia memandang dan menafsirkan dunia dan segi pendiriannya. Mementingkan rincian kontekstual. 4. . Peneliti dengan pendekatan ini mengatakan bahwa bagaimana sebaiknya diharapkan berperilaku dalam suatu latar kebudayaan. 3. Mengutamakan data langsung atau “first hand”. 9. Untuk menggambarkan kebudayaan menurut perspektif ini seorang peneliti mungkin dapat memikirkan suatu peristiwa di mana manusia diharapkan berperilaku secara baik. Verifikasi.

konsep atau proposisi yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian. baik yang berlandaskan pada aliran pemikiran Logico Empiricism maupun Hermeneutic. yang oleh Bogdan dan Biklen dinyatakan sebagai kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang dipegang bersama. Paradigma-paradigma yang beragam tersebut tidak terlepas dari adanya dua tradisi intelektual Logico Empiricism dan Hermeneutika. prinsip-prinsip serta metodametoda. yang dalam bahasanya Moleong disebut sebagai paradigma. Ada berbagai macam paradigma yang mendasari kegiatan penelitian ilmu-ilmu sosial. Bagi kegiatan penelitian. tidak selalu dapat dan cukup didapat dengan melihat sesuatu yang nyata. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berusaha melihat kebenaran-kebenaran atau membenarkan kebenaran. Masing-masing paradigma tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. prinsip-prinsip. Oleh karena itu para peneliti harus mempunyai pemahaman yang cukup terhadap dasar pemikiran paradigma-paradigma yang ada sehingga sebelum melakukan kegiatan penelitiannya. Landasan atau fondasi tersebut akan dijadikan sebagai prinsip-prinsip atau asumsi-asumsi dasar maupun aksioma. merupakan tradisi intelektual yang mendasarkan diri pada sesuatu yang nyata atau faktual dan yang serba pasti. yang menjadi dasar bagi para ilmuan dan peneliti di dalam mencari kebenaran melalui kegiatan penelitian. Logico Empiricism. konsep atau proposisi yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian. dan harus melacaknya lebih jauh ke balik sesuatu yang nyata tersebut. Menurut Bogdan dan Biklen paradigma dinyatakan sebagai kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang dipegang bersama. Paradigma didalam ilmu pengetahuan sosial memiliki ragam yang demikian banyak. Pilihan terhadap tradisi mana yang akan ditempuh peneliti sangat ditentukan oleh tujuan dan jenis data yang akan ditelitinya. maka cabang studi itu haruslah memiliki unsur-unsur penemuan dan pengorganisasian. merupakan tradisi intelektual yang mendasarkan diri pada sesuatu yang berada di balik sesuatu yang faktual. Ragam Paradigma Dalam Metode Penelitian Dalam rangka melakukan pengumpulan fakta-fakta para ilmuwan atau peneliti terlebih dahulu akan menentukan landasan atau fondasi bagi langkah-langkah penelitiannya. namun di dalam melihat kebenaran tersebut. Sedangkan Hermeneutika. dan metoda-metoda. Oleh Moleong prinsip-prinsip ini disebut sebagai aksioma-aksioma. . yang nyata atau yang terlihat. para peneliti dapat memilih paradigma sebagai landasan penelitiannya secara tepat. Dasar-dasar untuk melakukan kebenaran itu biasa disebut sebagai paradigma.KEDUDUKAN DAN RAGAM PARADIGMA Kedudukan Paradigma Dalam Metode Penelitian Kualitatif Ilmu pengetahuan merupakan suatu cabang studi yang berkaitan dengan penemuan dan pengorganisasian fakta-fakta. Dari sini dapat dipahami bahwa untuk dinyatakan sebagai ilmu pengetahuan. yang meliputi pengorganisasian fakta-fakta atau kenyataan-kenyataan. akan tetapi kadangkala perlu pula melihat sesuatu yang bersifat tersembunyi. paradigma tersebut berkedudukan sebagai landasan berpijak atau fondasi dalam melakukan proses penelitian selengkapnya. Oleh karena itu pemahaman terhadap paradigma ilmu pengetahuan sangatlah perlu dilakukan oleh para peneliti.

baik pertanyaan yang memerlukan jawaban deskriptif. Tanpa perumusan masalah. Fungsi ketiga dari perumusan masalah. Keputusan memilih data mana yang perlu dan data mana yang tidak perlu dapat dilakukan peneliti. yaitu .Menurut Meta Spencer paradigma di dalam ilmu sosial meliputi (1) perspektif evolusionisme. Mengingat demikian pentingnya kedudukan perumusan masalah di dalam kegiatan penelitian. adalah sebagai pedoman. dan (4) struktural fungsional. apabila tidak menghubungkan antar fenomena. baik dalam kedudukannya sebagai fenomena mandiri. diartikan sebagai suatu rumusan yang mempertanyakan suatu fenomena. baik sebagai penyebab maupun sebagai akibat. Perumusan masalah memiliki fungsi sebagai berikut yaitu Fungsi pertama adalah sebagai pendorong suatu kegiatan penelitian menjadi diadakan atau dengan kata lain berfungsi sebagai penyebab kegiatan penelitian itu menjadi ada dan dapat dilakukan. (3) model konflik. Perumusan masalah penelitian dapat dibedakan dalam dua sifat. Perbedaan dan keragaman paradigma dan atau teori yang berkembang di dalam ilmu pengetahuan sosial. penentu arah atau fokus dari suatu penelitian. sampai-sampai memunculkan suatu anggapan yang menyatakan bahwa kegiatan melakukan perumusan masalah. Sedangkan fungsi keempat dari suatu perumusan masalah adalah dengan adanya perumusan masalah penelitian. meliputi perumusan masalah deskriptif. Perumusan masalah ini tidak berharga mati. maka para peneliti menjadi dapat dipermudah di dalam menentukan siapa yang akan menjadi populasi dan sampel penelitian. suatu kegiatan penelitian akan menjadi sia-sia dan bahkan tidak akan membuahkan hasil apa-apa. PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN Pengertian dan Fungsi Perumusan Masalah Perumusan masalah merupakan salah satu tahap di antara sejumlah tahap penelitian yang memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kegiatan penelitian. apabila rumusannya menunjukkan adanya hubungan atau pengaruh antara dua atau lebih fenomena. maupun dalam kedudukannya sebagai fenomena yang saling terkait di antara fenomena yang satu dengan yang lainnya. adalah sebagai penentu jenis data macam apa yang perlu dan harus dikumpulkan oleh peneliti. Fungsi kedua. Perumusan masalah atau research questions atau disebut juga sebagai research problem. (2) interaksionisme simbolik. menuntut para peneliti untuk mencermatinya di dalam rangka memilih paradigma yang tepat bagi permasalahan dan tujuan penelitiannya. merupakan kegiatan separuh dari penelitian itu sendiri. Menurut George Ritzer paradigma di dalam ilmu sosial terdiri atas (1) fakta sosial. akan tetapi dapat berkembang dan berubah setelah peneliti sampai di lapangan. (2) definisi sosial. Kriteria-kriteria Perumusan Masalah Ada setidak-tidaknya tiga kriteria yang diharapkan dapat dipenuhi dalam perumusan masalah penelitian yaitu kriteria pertama dari suatu perumusan masalah adalah berwujud kalimat tanya atau yang bersifat kalimat interogatif. dan perumusan masalah eksplanatoris. maupun pertanyaan yang memerlukan jawaban eksplanatoris. karena melalui perumusan masalah peneliti menjadi tahu mengenai data yang bagaimana yang relevan dan data yang bagaimana yang tidak relevan bagi kegiatan penelitiannya. serta jenis data apa yang tidak perlu dan harus disisihkan oleh peneliti. dan (3) perilaku sosial.

adalah bahwa suatu perumusan masalah yang baik. juga hendaknya dirumuskan di dalam konteks kebijakan pragmatis yang sedang aktual. (2) Ada yang menempatkan setelah latar belakang atau bersama-sama dengan latar belakang penelitian dan (3) Ada pula yang menempatkannya setelah tujuan penelitian. dalam arti pemecahannya secara jelas. didapati beberapa variasi. Kriteria ketiga.yang menghubungkan dua atau lebih fenomena atau gejala di dalam kehidupan manusaia. diharapkan akan dapat memberikan sumbangan teoritik yang berarti. hendaknya memiliki sifat yang konsisten dengan judul dan perumusan masalah yang ada. Di manapun rumusan masalah penelitian ditempatkan. Berkenaan dengan penempatan rumusan masalah penelitian. kegiatan penelitian yang dilakukan oleh siapapun. antara lain (1) Ada yang menempatkannya di bagian paling awal dari suatu sistematika peneliti. sebenarnya tidak terlalu penting dan tidak akan mengganggu kegiatan penelitian yang bersangkutan. Artinya. . Kriteria Kedua dari suatu masalah penelitian adalah bermanfaat atau berhubungan dengan upaya pembentukan dan perkembangan teori. Kesimpulan yang didapat dari suatu kegiatan penelitian. hendaknya kembali mengacu pada judul dan permasalahan penelitian yang telah dirumuskan. baik sebagai pencipta teori-teori baru maupun sebagai pengembangan teori-teori yang sudah ada. karena yang penting adalah bagaimana kegiatan penelitian itu dilakukan dengan memperhatikan rumusan masalah sebagai pengarah dari kegiatan penelitiannya. dan dapat diterapkan secara nyata bagi proses pemecahan masalah bagi kehidupan manusia. sehingga pemecahannya menawarkan implikasi kebijakan yang relevan pula.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful