Penelitian

Meningkatkan Motivasi Siswa Bertanya melalui Metode Snowball-throwing dalam Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
P. Slamet Widodo')

Abstrak

alam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di SMP, guru sering menemukan kesulitan memberikan motivasi siswa agar mampu berbicara untuk mengemukakan pertanyaan atau pendapat. Penelitian ini mencoba memecahkan masalah tersebut rnelalui penelitian tindakan kelas di kelas 7A SMP BPK PENABUR Tasikmalaya dengan metode snowball-throwing. Setelah melakukan dua kali putaran kegiatan dengan penyempurnaan pada setiap putaran, penelitian ini membuktikan bahwa metode snowball-throwing dapat meningkatkan keberanian siswa dalam mengajukan pertanyaan. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan guru menerapkan metode snowball-throwing dalam mengatasi kesulitan siswa dalam bertanya. Kata kunci: Teori belajar, metode snowball-throwing, penelitian tindakan kelas.

Abstract The objectives and characteristics of the social sciences require interactive instructions but the teachers often find the students passive and it is difficult to encourage them to raise questions or express their ideas in civics. This classroom action research aimed at overcoming the students'obstacles in expressing themselves. The research, conducted at Grade 9 of BPK PENABUR Junior High School, Tasikmalaya, showed that the snowball-throwing technique is quite effective to encourage the students to be more active in raising questions in teaching-learning processes in civics. Detailed activities in the classroom action research are described in this article. Key words: Learning theory, snowball-throwing method, classroom action research.

Pendahuluan
Dalam pendekatan pembelajaran yang berbasis siswa (students oriented), siswa diharapkan berperan secara aktif tidak hanya secara fisik tetapi terutama dalam menggunakan kemampuan berpikirnya. Keaktifan siswa itu dapat terlihat dalam bentuk mengajukan pertanyaan, pendapat atau pandangan lain bahkan berupa bantahan. Dalam pengalaman penulis terutama ketika mengajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas 7A,

para siswa pasif dan jarang yang ada berani bertanya. Hal .ini membuat penulis bertanyatanya, mengapa para siswa jarang bertanya. Pertanyaan mengapa hampir tidak ada siswa yang bertanya ketika penulis mengajar di kelas ini membuat penulis mencoba mengajar dengan sebuah metode yang dapat membangkitkan rasa keberanian siswa dalam bertanya. Oleh karena itu penulis mencoba menggunakan metode snowball-throwing sebagai upaya membangkitkan keinginan siswa bertanya ten tang pokok materi yang diajarkan,

*) Kepala SMPK BPK PENABUR Tasikmalaya

Dengan demikian hasil PTK ini diharapkan bermanfaat pertama untuk para siswa. Menurut teori . Atas dasar pengamatan. dan (b) teori belajar Gestalt. Dengan adanya pengamat (observer) sekaligus sebagai penilai penulis mendapatkan temuan-temuan yang asli dad para pengamat. (c) merumuskan pertanyaan secara sistema tis dan terarah. Karena itu merujuk pada pengertian Ruben dan Steward(1998:16) komunikasi da pa t diartikan sebagai" . dan (3) melatih siswa untuk memiliki motivasi dalam mengemukakan pertanyaan sehingga menemukan relevansi materi pelajaran yang diajarkan dengan persoalan yang dihadapi di masyarakatnya. organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sarna lain. organizations and societies . rnemiliki siswa yang terampil dalam bertanya terutama dalam menghadapi arus globalisasi dan kompleksitas persoalan yang dihadapi oleh masyarakat sehingga dapat menghadapi setiap permasalahan yang muncul dengan arif dan bijaksana.. Ketiga sekolah. (b) rnemiliki keberanian untuk mengernukakan pertanyaan dalarn berbagai situasi terutarna di lingkungan kelas bersarna ternanternan maupun guru. Mereka diharapkan dapat (a) bertanya suatu masalah sesuai dengan materi yang diajarkan kepada guru dengan sistematis dan jelas. group. khususnya SMPK BPK PENABUR Tasikmalaya. Dalam tautan di bawah ini akan dikemukakan dua jenis teori belajar. dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna 'berbagi' atau 'menjadi milik bersama' yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersarnaan atau kesamaan makna. diteliti. dan (d) rnengernukakan pertanyaan sesuai dengan gagasan-gagasan yang terbaik dari hasil pernikiran bersama dengan ternan kelompoknya. Secara umum PTK bermanfaat untuk membantu guru memperbaiki mutu pembelajaran. dan evaluasi dari orang lain yang secara langsung menyaksikan proses kegiatan mengajar dan penerapan metode. kita akan menemukan banyak teori belajar yang bersumber dari aliran-aliran psikologi. dan memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya. dan didiskusikan untuk kemudian dievaluasi dan dicari pemecahannya. yaitu: (a) teori pemrosesan informasi dari Gagne.secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicaius. meningkatkan rasa percaya diri guru.Meningkatkan Mcttvasi Siswa Bertanya melaJui Metode Snowball· throwing Dengan mengadakan penelitian tindakan kelas (PTK) akar masalah keengganan siswa mengemukakan pertanyaan dapat dikaji. dan (b) penerapan pendekatan metode snowball-throwing dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan khususnya untuk meningkatkan motivasi bertanya. Selain itu penulis juga mendapatkan kritikan. permasalahan dirumuskan sebagai berikut: "Bagairnana meningkatkan motivasi bertanya melalui penerapan metode snowball-throwing dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas 7A SMP BPK PENABUR Tasikmalaya?" Bertolak dari rumusan masalah yang telah disebutkan PTK ini dilakukan dengan tujuan (1) mencari metode pembelajaran yang tepat untuk mengaktifkan suasana pembelajaran di kelas sehingga dapat meningkatkan aktivitas keterampilan dalam bertanya tentang materi yang diajarkan: (2) mengujicobakan metode snowball-throwing dalam pembelajaran di kelas untuk meningkatkan motivasi bertanya siswa. Tinjauan Teoretis danPerumusan Hipotesis Pengertian Komunikasi Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa lnggris " communication "). Komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan. meningkatkan profesionalisme guru. Kedua. [adi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. kelompok. Pengamatan penulis di lapangan menunjukkan bahwa masalah yang terjadi dalam proses belajar-mengajar terutama yang berhubungan dengan minat dan motivasi belajar di SMP BPK PENABUR Tasikmalaya siswa tidak memiliki motivasi yang kuat sehingga berdampak pada kurangnya minat bertanya. Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pemyataan oleh seseorang kepada orang lain.respond to and create messages to adapt to the environment and one another".. Teori Belajar Jika menelaah literatur psikologi.the process through which individuals-in relationships. para guru mernperoleh gambaran tentang (a) metode pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang dapat meningkatkan motivasi bertanya pada siswa.

Teori belajar sebagai cara pengaplikasian dalam kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa. Kondisi internal yaitu keadaan dalarn diri individu yang diperlukan untuk meneapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. (b) pemahaman. Kedua. (e)ingatankembali. snowball-throwing rnerupakan metode yang tepat untuk meningkatkan motivasi siswa dalam bertanya. potongan. tidak perlu terpaku dengan kurikulum yang ada asalkan tujuan dari teori belajar ini sarna dengan tujuan pendidikan. siswa dapat berlatih menyusun kalimat yang baik dan benar sesuai kaidah bahasa Indonesia. maka akan terjadi kekaburan penafsiran antara latar dan figure. hubungan bentuk dan latar (figure and gound relationship). untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat dibagi dua yaitu figure (bentuk) dan latar belakang. kesarnaan (similarity). Melalui pertanyaan yang sistematis. (g)perlakuan dan (h) umpan balik. masih membutuhkan rnetode pernbelajaran yang tepat mengingat lingkungan. perancangan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan di kelas maupun di luar kelas. Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai padanan arti sebagai "bentuk atau konfigurasi". (e)pemerolehan. kesederhanaan (simplicity). dan tingkat kecerdasan siswa saling berbeda. kedekatan (proxmity). penampilan reguler dan cenderung membentuk keseluruhan yang baik berdasarkan susunan simetris dan keteraturan. kondisi psikologi siswa. bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu. Kelima. Metode Snotoball-throuring Proses belajar yang dapat meningkatkan aktivitas dalam keterampilan bertanya dengan baik. dalam prosesnya teor i belajar ini rnembutuhkan berbagai sumber sarana yang dapat menunjang. leori belajar adalah suatu teori yang di dalamnya terdapat tata eara pengaplikasian kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa. bahwa sesuatu yang memiliki kesamaan eenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yang saling memiliki. Bila figure dan latar bersifat samar-samar. warna dan sebagainya membedakan figure dari latar belakang. Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan £aseyaitu. ada tujuh prinsip organisasi yang terpenting. sistematis. sesuai dengan masalah yang tertuang dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi di antaranya adalah bertanya. Dalam pemrosesan in£ormasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. arah bersama (common direction). perbedaan tingkat keeerdasan siswa. Menurut Ko££kadan Kohler. Dengan bertanya siswa mampu menggali materi yang belum dapat dijelaskan oleh guru. Bahkan mereka belum marnpu merumuskan pertanyaan dengan baik dan benar. Sementara menurut Akhmad Sudrajat. seperti: lingkungan siswa. Metode snowball-throwing yang penulis lakukan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ini ingin menunjukkan bahwa suatu model teori belajar harus didukung oleh meta de yang tepat. Ketiga. Semua unsur ini dapat dijadikan bahan acuan untuk meneiptakan suatu model teori belajar yang dianggap coeok. Menurut penulis. Penampilan suatu obyek seperti ukuran. Teori belajar yang kedua adalah teori belajar gestalt. bahwa orang cenderung menata bidang pengarnatannya bentuk yang sederhana. Metode snowball-throwing merupakan salah satu modi£ikasi dari teknik bertanya yang menitikberatkan pada kemampuan merumuskan . dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi. (f) generalisasi. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan.Meningkatkan Motivasi Siswa Bertanya melalui Metode Snowball-throwing pernrosesan inforrnasi dari Gagne. Periama. Namun teori belajar ini tidaklah sernudah yang dikira. Keenam. ketertutupan (closure) bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap. Tidak sedikit siswa yang rnengemukakan pertanyaan tidak sesuai dengan rnateri yang diajarkan. (d) penyimpanan. (a) motivasi. Keempat. bahwa unsur-unsur bidang pengamatan yang berada dalam arah yang sarna eenderung akan dipersepsi sebagi suatu figure atau bentuk tertentu. sarana.

Meningkatkan Motivasi Siswa Bertanya melalul Metode SnDwball·throwing pertanyaan yang dikemas dal. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan. Suasana belajar di kelas yang tenang. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memartggil masing-masing ketua keIompok untuk memberikan penjelasan tentang materi. Kemudian kertas tersebut dilipat-lipat sedemikian tupa lalu dilemparkan kepada kelompok lain. kelompok lain itu menjawab pertanyaan dan melemparkan kembali ke kelompok yang menuIis pertanyaan tadi. belum tentu menjamin bahwa materi yang diajarkan terserap oIeh siswa dengan baik. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama kurang lebih 5 menit. daya serap siswa juga dipengaruhi oIeh suasana belajar di kelas. 3. Kadangkala guru terlena oleh suasana belajar yang tampak seolah-olah tidak ada masalah karena siswa diam ketika guru mempersilakan siswa bertanya. Siswa merumuskan pertanyaan secara tertulis di kertas berdasarkan materi yang diterangkan oleh guru. kertas itu dilemparkan kepada keIompok lain yang untuk ditanggapi dengan menjawab pertanyaan yang dilemparkan tersebut. Setelah siswa mendapat satu bola/ satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian. Metode yang dikemas dalam sebuah permainan ini membutuhkan kemampuan yang sangat sederhana yang bisa dilakukan oleh hampir setiap siswa dalammengemukakan pertanyaan sesuai dengan materi yang dipelajarinya.am sebuah permainan yang menarik yaitu saling melemparkan bola salju (snowball-throwing) yang berisi pertanyaankepada sesama ternan. 2. 9. Metode snowball-throwing ini dapat memberikan kesempatan kepada ternan dalam kelompok untuk merumuskan pertanyaan secara sistematis. kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya. Masing-masing ketua kelompok kembaIi ke kelompoknya masing-rnasing. Secara sederhana metode snowball-throwing dapat digambarkan sebagai berikut. Metode ini biasa dilakukan oleh beberapa kelompok yang terdiri dari lima sampai delapan orang yangmemiliki kemampuan merumuskan pertanyaan yang ditulis dalam sebuah kertas msnyerupai bola. Sedangkan kelemahan dari metode ini yakni pengetahuan tidak luas hanya berkutat pada pengetahuan sekitar siswa serta tidak efektif. Dapat pula merangsang siswa mengemukakan pertanyaan sesuai dengan topik yang sedang dibicarakan dalam pelajaran tersebut. Guru mengevaluasi kegiatan tersebut dengan cara mernberikan kornentar sekaligus memberikan penilaian mengenai jenis dan bobot pertanyaan. 7. 5. Suasana seperti ini ditafsirkan oleh banyak guru bahwa kelas kondusif . Penutup. 8. Terakhir. Juga melatih siswa menjawab pertanyaan yang diajukan oIeh temannya dengan baik. Setelah membuka kertas tersebut. Selain faktor keterampilan guru dalam menerapkan metode pembelajaran. 4. dengan menggunakan metode ini memungkinkan siswa saling memberikan pengetahuan. Metode snowball throwing adalah metode yang digunakan untuk memperdalam satu topik. Kelebihan dari metode snowball-throwing di antaranya adalah melatih kesiapan siswa dalam merumuskan pertanyaan dengan bersumber pada materi yang diajarkan serta saling memberikan pengetahuan. Berikutnya dapat mengurangi rasa takut siswa dalam bertanya kepada ternan maupun guru serta melatih kesiapan siswa. Kemudian rnasing-rna sing siswa diberikan satu lernbar kerja untuk menuliskan pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok. Kerangka Berpikir Daya serap materi peIajaran yang disajikan oleh guru di depan kelas sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Langkah-Iangkah yang ditempuh dalam metode ini ialah: 1. rurnusan kalimat. kemudian memberikan contoh rumusan pertanyaan yang benar. Kemudian. Di samping itu dapat membangkitkan keberanian siswa dalarn mengemukakan pertanyaan dengan tuntunan pertanyaan kepada ternan lain maupun guru. 6. Guru rnemberikan kesimpulan.

Dengan demikian. Oleh karena itu. Keterampilan bertanya yang cukup memadai dapat mewujudkan belajar yang berkualitas. tenang. Dengan demikian siswa tidak merasa terbebani dengan teori yang harus dihafalkan dan siswa mampu menggali materi pelajaran dengan kehidupan nyata. tidak ribut dan tidak ada gangguan berarti. penulis berpendapat bahwa metode snowball-throwing merupakan salah satu metode yang dapat membangkitkan motivasi siswa dalam bertanya. tersirat bahwa situasi kelas yang diam" disebabkan oleh rendahnya motivasi dalam bertanya dan kurangnya keterampilan dalam mengemukakan pertanyaan para siswanya. bahan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat dikaitkan dengan kehidupan nyata di dalam masyarakat atau negara serta dipadukan dengan mata pelajaran lain seperti IPS atau Agama. siswa mengajukan pertanyaan dalam kelompok yang kernudian dirumuskan dalam secarik kertas. rnaka hipotesis tindakan dirumuskan sebagai berikut. aktivitas pernbelajaran diarahkan untuk meningkatkan kemampuan mengemukakan pendapat yang sesuai dengan konteks kehidupan masyarakat. Dari beberapa metode yang ada. Dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa diajak untuk mempelajari teori-teori kenegaraan yang bersumber pada norma-norma dan kaidah yang berlaku untuk selanjutnya dikaitkan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Metode snowball-throwing dapat mendorong. Namun dalam sebuah perbincangan dengan beberapa guru yang mengkritisi suasana terse but mengemukakan bahwa kelas yang "menyenangkan" ini makin lama makin membosankan. JI Perumusan Hipotesis Tindakan Atas kajian teoritis sebelumnya. Apalagi dibuktikan dengan hasil ulangan yang tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Dalam kerangka berpikir seperti itulah. penerapan metode snowball-throwing dalam proses pernbelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dalam bertanya bagi para siswa. Siswa tidak pernah mengemukakan pertanyaan ketika guru memberikan kesempatan bertanya. Demikianlah masalah yang terjadi di kelas 7A SMP BPK PENABUR Tasikmalaya di awal tengah semester tahun pelajaran 2008/2009. [ika guru mampu menerapkan metode yang sesuai dengan situasi kelas dalam proses pembelajaran. Kelas yang hidup dalam arti siswa aktif dalam mengikuti pelajaran. . Untuk itu perlu dikembangkan agar siswa menjadi berani bertanya sekaligus mengungkapkan pendapatnya sehingga suasana kelas menjadi hidup dan dinamis. Dengan memiliki kemampuan bertanya yang baik. "Bila dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan metode snowball-throwing dicobakan di kelas 7A maka motivasi bertanya siswa dapat ditingkatkan" . Guru merasa puas bila tidak ada seorang siswa pun yang mengajukan pertanyaan. karena siswanya tertib. Oleh karena itu. Siswa dapat berani bertanya dengan dibantu oleh rumusan pertanyaan yang akan dilemparkan kepada sesama ternan di kelompok lain. menurut. Metode ini juga dapat rnenciptakan suasana sangat rileks. menyenangkan dan tidak menakutkan untuk mengajukan pertanyaan. Pad a awalnya guru mengatakan bahwa mengajar di kelas 7 paling menyenangkan. maka kelas akan hidup dan dinamis. Meningkatnya keterampilan siswa dalam bertanya dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan juga dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran di kelas karena kemampuan bertanya yang baik. sangat tepat bila siswa mampu mengemukakan pendapatnya sesuai konteks dan sistematis. terjadi hubungan interaktif baik antara guru dengan siswa maupun antara siswa dengan siswa Kelas yang dinamis adalah kelas yang para siswanya secara antusias memerhatikan apa yang diajarkan oleh guru. siswa mampu pula mengkritisi kenyataan yang terjadi dalam masyarakat. Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang menekankan pada aspek penerapan nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat. Secara tidak sengaja siswa mampu mengemukakan pertanyaan secara kritis dan sistematis dan tidak keluar dari materi esensial yang diajarkan.Meningkatkan Motivasi Siswa Bertanya melalul Metode Snowball· til rowing sehingga siswa dapat menyerap semua yang telah diajarkan. Sebaliknya bila guru bertanya para siswa pun tidak mampu menjawab dengan baik apalagi sesuai dengan materi yang diajarkan. Terlebih Iagi.

IL Refleksi I I Pengamatan I EVALUASII L. Evaluasi dilakukan dengan mengamati hasil atau pengaruh yang terjadi dari tindakan kelas yang telah dilaksanakan terhadap siswa dengan instrumen sebagai. mempersiapkan siswa untuk segera melaksanakan tindakan. melihat dan mempertimbangkan hasil atau dampak tindakan pada sikius ke-1 serta menyusun rencana tindakan pada sikius ke-2.evaluasi . Hasil refleksi pada siklus pertama dijadikan rekomendasi untuk dijadikan acuan perbaikan pada sikius kedua. Pemantauan penelitian dilakukan oleh dua guru yang berperan sebagai pengamat yang selalu hadir dalam setiap sikIus. 63 Tasikmalaya. Dengan langkah ini terjadilah suatu sikius merencanakan . peningkatan atau perubahan yang akan dilakukan di antaranya mempersiapkan segala kebutuhan untuk melaksanakan tindakan. penulis didampingi tiga rekan guru sebagai pengamat. Setiap sikius berlangsung selama 80 rnenit.Penulis melaksanakan PTKselama dua sikius. melaksanakan kegiatan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pernbelajaran (RPP). Jawa Barat. menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). perilaku dan sikap meliputi observasi awal. jalan Selakaso No.melaksanakan (tindakan) .refieksi dan seterusnya sampai tujuan yang diharapkan tercapai.. model penelitian tindakan kelas dapat dilihatpada bagan berikut Rencana tindakan yang akan dilakukan untuk memperbaiki._I Pelaksanaan SIKLUS II Agar penelitian tindakan ini berlangsung objektif. menyusun instrumen observasi dan menentukan jadwal pelaksanaan Guru sebagai peneliti bersama pengamat melakukan upaya perbaikan terhadap proses pembelajaran di kelas. . dan catatan peneliti dan pengamat. langkah-langkah yang diIaksanakan penulis dalam melaksanakan tindakan kelas pada sikius pertama dapat penulis gambarkan seperti pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)sebagai berikut. Antara sikius pertama dengan sikius kedua berjarak satu minggu. Refleksi dilaksanakan secara bersama-sama antara penulis dengan pengamat setelah usai penelitian tindakan pada setiap sikius. Untuk Iebih jelasnya. lembar observasi. meningkatkan atau mengubah strategi. Refleksi dilakukan dengan cara peneliti bersama pengamat mengkaji.Meningkatkan Motlvasi Siswa Bertanya melalut Metode Snawb"lC-throwing Subjek Penelitian subjek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah 26 orangsiswa kelas 7A yang terdiri atas 14 orang siswi perempuan dan 12 siswa Iaki-Iaki di Sekolah Menengah Pertama BPK PENABUR. Refleksi II ! SIKL us I I / ~- Pengamatan .. dan melakukan evaluasi. Subjek penelitian tindakan adalah siswa kelas 7-A SMP BPK PENABUR Tasikmalaya.lnstrumen yang digunakan oleh pengamat yakni Observasi Perkembangan Kinerja Guru dan Observasi Aktivitas Siswa Pada Proses Belajar. I J enis Penelitian Tindakan Kelas Menurut Arikunto (2007). Sedangkan hasil refleksi sikIus kedua merupakan hasiI yang diperoleh dari seluruh proses tindakan kelas.

Indikator 1 5iswa menjelaskan pengertian norma. adat-istiadat. 2 Siswa menyadari makna dan pentingnya norma dalam kehidupan bersama. 3 Menerapkan norma-norma. 8 Kertas yang telah ditulisi pertanyaan dibentuk seperti bola atau pesawat terbang. II. dan bernegara.Menlngkatkan Motivasi Siswa Bertanya melalui Metode Snowball-throwing Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/Semester VII/Ganjil Pertemuan ke1 Alokasi waktu 2X40 menit Standar Kompetensi Menunjukkan sikap positif terhadap norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. peraturan. 6 Menjelaskan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Kegiatan Inti Guru menjelaskan tentang hakikat dan [enis-jenis norma. 10 Guru mempersilakan siswa membuka kertas yang diterima dati temannya. berbangsa. Kompetensi Dasar 1 Mendeskripsikan hakikat norma-norma. 6 Setiap siswa diberikan satu lembar . Materi Esensial : Norma dalam Kehidupan Bersama Metode Pembelajaran: Ceramah. dan bernegara. 5 Siswa mampu mengamalkan berbagai mac am norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. kemudian membacakan isi pertanyaan tersebut. 4 Siswa memahami hakikat dan arti penting norma hukum bagi warga negara. Langkah-langkahPembelajaran: A. 1 2 3 4 .kertas kerja dengan warna yang berbeda untuk menuliskan satu pertanyaan menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok. dan bernegara. Snowball Throwing Ill. 11 Secara acak guru membahas pertanyaan siswa sehingga materi yang sebagian besar mated terbahas. dan peraturan yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. dan kelompok 2 melemparkan ke kelompok 3. 5 Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya kemudian menjelaskan materi yang disampaikan guru kepada teman-temannya. yang berlaku dalam masyarakat. kebiasaan. adat-istiadat. berbangsa. Kegiatan Awal 1 Mengabsen siswa 2 Mempersiapkan setting ruangan dan kesiapan belajar siswa. I. berbangsa. 2 Menjelaskan hakikat dan arti penting hukum bagi warga negara. 4 Mengkontekstualkan materi norma masyarakat dengan pengalaman siswa. 7 Siswa membuat masing-masing pertanyaan yangberhubungan dengan materi yang telah diajarkan tanpa membuka buku. kebiasaan. 9 Guru mempersilakan siswa anggota kelompok 1 melemparkan kertas kepada kelompok 2. Guru menjelaskan metode snowball-throwing Guru membagi kelas menjadi 3 kelompok Guru memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan ten tang materi pertanyaan. 3 Memberikan soal pre-test. 3 Siswa memahami berbagai macam norma yang berlaku dalam masyarakat. 5 Menjajagi materi dengan bertanya tentang pengertian norma. Tanya jawab. B.

adat-istiadat. Tanya jawab. Siswa memahami hakikat dan arti penting norma hukum bagi warga negara. Sebe1um melangkah kepada sikius kedua. Langkah-langkeh yang dilaksanakan pada siklus kedua dapat penulis gambarkan melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebagai berikut. kebiasaan. Kompetensi Dasar 1 Mendeskripsikan hakikat norma-norma. 2 Menjelaskan hakikat dan arti penting hukum bagi warga negara. 3. kebiasaan. Dalam refleksi ini penulis mendengarkan kekurangan atau hal-hal yang sudah baik yang dikemukakan oleh pengamat. IV. Siswa memahami berbagai macam norma yang berlaku dalam masyarakat. peraturan. yang berlaku dalam masyarakat. Periilaian Bentuk Penilaian : Pas Tes 2 Jenis soa1 : Uraian 3 Soal Pas Test 1 Buatlah 1contoh pertanyaan yang berhubungan dengan pengertian normal 2 Buatlah 1 contoh pertanyaan yang berkaitan dengan pentingnya norma bagi kehidupan bersamal 3 Buatlah 1 contoh pertanyaan yang berhubungan dengan macam norma yang berlaku dalam masyarakat! 4 Buatlah 1contoh pertanyaan yang berhubungan dengan pengamalan salah satu norma dalam kehidupan masyarakat! 1 Berdasarkan temuan siklus pertama penulis berunding bersama dengan pengama t untuk membuat langkah-Iangkah pada sikIus kedua. dan bernegara. Pada kesempatan diskusi ini. 5. berbangsa. Siswa mampu mengamalkan berbagai macam norma yang berlaku dalam kehidu pan bermasyarakat. berbangsa. dan bemegara. Indikator 1. Langkah-langkflh Pembelajaran: . Materi Esensial: Norma dalam Kehidupan Bersama II Metode Pembelajaran: Ceramah. 2 Guru memberikan post tes. Siswa Bereanya melalui Metode Sllowball-throwing C. pengamat memberikan saran yang akan dilakukan oleh penulis pada siklus kedua. Penutup 1 Guru menanyakan kesulitan metode Snowball Throwing yang diterapkan. 4. Siswa menjelaskan pengertian norma. Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/Semester :VII/Ganjil Pertemuan ke:2 :2X40menit Alokasi waktu Standar Kompetensi Menunjukkan sikap positif terhadap norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. 1.Meningkatkan Motives. berbangsa. dan peraturan yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. 3 Guru memberikan tugas materi untuk pertemuan berikutnya. penulis bersama pengamat membuat sebuah refleksi. 2. Siswa menyadari makna dan pentingnya norma dalam kehidupan bersama. snowball-throwing III. dan bemegara. adat-istiadat. 3 Menerapkan norma-norma.

4 Jelaskan hakikat dan arti penting norma bagi warga negara. SnowbaU-throwing Kegiatan Pembelajaran A Kegiatan Awal 1. Guru memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi pertanyaan. 11 Secara acak guru membahas pertanyaan siswa sehingga materi yang sebagian besar materi terbahas.Meningkatkan Mctivasi Siswa Bertanya melalui Metod. 6. kemudian membacakan isi pertanyaan tersebut. 2 Guru memberikan post test sesuai dengan materi yang diajarkan. 8 Kertas yang telah ditulisi pertanyaan dibentuk seperti bola atau pesawat terbang. 5 Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya kemudian menjelaskan materi yang disampaikan guru kepada teman-temannya. C. Memberikan soal pre-test. Mengabsen siswa 2. Penilaian 1 BentukPenilaian :Post test 2 [enis soal. Kewarganegaraan untuk SMP Kelas VII. 5. Mengkontekstualkan materi norma masyarakat dengan pengalaman siswa. Guru menjelaskan metode snowball-throwing Guru membagi kelas menjadi 3 kelompok. Penutup 1 Guru mengevaluasi bersama siswa proses KBMmelalui metode snowball-throwing yang diterapkan. 6 Masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja dengan wama yang saling berbeda untuk menuliskan satu pertanyaan yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok. Menjelaskan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai B. 7 Siswa membuat masing-masing pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang telah diajarkan tanpa membuka buku. 4. 3. IV. 9 Guru mempersilakan siswa anggota kelompok 1 melemparkan kertas kepada kelompok 2. Mempersiapkan setting ruangan dan kesiapan belajar siswa.Uraian 3 Soal Post tes: 1 Jelaskan pengertian norma! 2 Jelaskan makna pentingnya norma bagi masyarakat! 3 Kemukakan berbagai macam norma yang berlaku dalam masyarakat. dan kelompok 2 melemparkan ke kelompok 3. . (2004). 3 Guru menutup proses KBM dengan mengucapkan terima kasih atas partisipasi para siswa. Menjajagi materi dengan bertanya tentang pengertian norma. Jakarta: Erlangga V. Kegiatan Inti 1 2 3 4 Waktu 10' 60' Guru menjelaskan tentang hakikat dan jenis-jenis norma. AlatfBahanfSumber Belajar 1 Alat:Kertas lipat berwama-warni 2 Bahan:Norma dalam Kehidupan Bersama 3 Sumber Belajar: Tim Abdi Guru. 10 Guru mempersilakan siswa membuka kertas yang diterima dari temannya.

catatan kejadian selama diadakan proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang menggunakan metode snowball-throwing dan beberapa catatan penting dad teman guru sejawat yang bertindak sebagai pengamat. Buku catatan pengamat Berisi catatan-catatan kejadian selama kegiatan penelitian berlangsung baik kekurangan maupun kelebihannya. berbangsa. sedang. Siswa memahami berbagai macam norma yang berlaku dalam masyarakat.Meningkatkan Motivasi Siswa Ber+anya melalui Metode S"owbnll-lhrow. 1. Lembar Observasi Dari hasil isian lembar observasi jumlah indikator yang baik. " Hasil Penelitian Hasil penelitian tindakan kelas ini disusun berdasarkan hasil pengamatan. a. Siswa menjelaskan pengertian norma Siswa menyadari makna dan pentingnya norma dalam kehidupan bersama. Adapun hasil pembelajaran dapat dilihat pada tabel1 berikut. b. Standar Kompetensi Menunjukkan sikap positif terhadap norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. Indikator Penilaian Tes tertulis Instrumen 1 [elaskan yang dimaksud dengan norma. 3 Sebutkan dan jelaskan 4 macam norma yang berlaku dalam masyarakat. Siswa mampu mengamalkan berbagai macam norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. Buku ini penting bagi peneliti untuk evaluasi bersama dengan observer. Teknik Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data menggunakan beberapa instrumen yaitu: a.ng No. dan kurang kemudian hasil akhir dipresentasikan dan dibuat kesimpulan. 2. Melalui lembar observasi ini dapat diketahui tingkat perkembangan keterampilan siswa dalam menyampaikan pertanyaan dari setiap tahap kegiatan penelitian tindakan yang dilakukan. 2 Ielaskan pentingnya norma bagi kehidupan bersama. . teman guru sejawat sebagai observer. dan bemegara. berbangsa. Buku catatan pengamatan Buku catatan ini berisi catatan kejadian selama siswamenerapkan metode snowball-throwing. Teknik Analisis Data Dari keseluruhan data yang terkumpul selanjutnya dilakukan analisa data. dan bemegara. 4 Berikan 1 contoh pengamalan salah satu norma dalam kehidupan masyarakat. sebagai berikut. . Lembar observasi Lembar observasi ini digunakan dan diisi oleh peneliti. Hal ini sangat berguna untuk melangkah dari siklus yang satu ke siklus berikutnya. b.

80 80.80 72.40 66.20 72.80 78.40 65.80 69.Pd. P. Guru SMP Negeri 5 Tasikmalaya .40 75.60 67. Guru SMP Negeri 7 Tasikmalaya Pengamat II.80 69.Meningkatkan Motivasi Siswa Bertanya melalui Metode Snowball-thowing Tabell: Observasi Aktifitas Siswa Pada Proses Belajar Kelas 7-A SMP BPK PENABUR Tasikmalaya Senin. 9 Agustus 2008 Guru Mata Pelajaran.80 68. Drs.80 70.20 73.40 68. S.69 65 70 72 73 68.40 71. Safitri Sihotang Michael Natanael Rafika Suhadi Ressitha Owi Sithaginy Sally Tanurahardja Setiadi Putra Cendana Shafira Johanna.Pd. S.80 81.20 72:80 70. Slamet Widodo Guru SMPK BPK PENABUR Tasikmalaya Pengamat I.20 69.41 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 73 72 - 70 73 72 73 88 68 90 65 65 73.80 70.60 73.20 77.40 72. Aan Burhan.42 Pre-Test 70 75 72 65 67 68 68 67 70 67 68 68 65 68 65 65 68 67 66 68 69 72 Pos-Test 85 87 85 75 76 78 80 81 82 75 85 78 75 85 68 72 Alvin Iunianto Lan Andre Sunjaya Anthony Widianto T Arie Setiawan Wardana Billy Iosep Sugiaman Caroline Theja Wijaya Chrisfella Cokro H Cindy Ratnasari Dewi Erika Oktavia Irma Efriati Situmorang Ivan Pratama [esslyn Gita Kelvin Lidya Effendy M.40 77. 9 Agustus 2008 .42 86 68 78 80 81 77.38 Tasikmalaya.20 66. Ai Tin Sumartini.12 81. Siklus Ke-l Nilai Siklus Ke-I Rata-rata 'Lipatan Perlanyaan 93 65 77 65 69 75 75 76 73 62 64 90 90 89 65 65 60 70 65 72 No 1 2 3 4 5 6 7 NamaSiswa Jawaban 76 70 70 72 65 70 70 72 72 75 67 71 74 70 65 70 65 70 70 76 70 75 65 76 65 70 70. Tjong Stefanie Kurniawan Tommy Suhendra Vania Winnita Vincent Yohan Kurniawan Rata-rata 85 55 75 70 75 70 75 70 65 65 65 95 85 80 65 65 65 70 70 75 70 85 65 75 70 70 72.40 70.

40 80. Observasi Aktifitas Siswa Pada Proses Belajar Siklus Ke-2 Kelas 7-A SMP BPK PENABUR Tasikmalaya Senin.00 70.20 81.80 70.00 74.20 78.20 70.80 73.85 68 73. Kegiatan pada siklus ke-I ini.80 76.80 68.40 77.00 79. Tjong Stefanie Kurniawan Tommy Suhendra Vania Winnita Vincent 72 78 72 75 74 88 70 80 82 85 79.80 74. penulis membolehkan para siswa untuk membuka buku pelajaran ketika merumuskan pertanyaan maupun dalam menjawab pertanyaan.00 .08 Yohan Kurniawan Rata-rata 68 75. 18 Agustus 2008 NilaiSiklus Ke-2 Rata-rata Lipatan Pertanyaan [awaban Pre-Test Pos-Test No. Nama Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Alvin Junianto Andre Sunjaya Anthony Lan 85 60 T 94 67 78 67 80 76 78 77 74 65 65 90 92 90 70 67 65 75 68 75 76 89 69 90 67 78 73 72 74 78 75 68 69 70 72 87 88 87 77 78 80 82 83 85 78 86 80 77 86 70 74 75 74 72 83.38 78 67 78 75 76 71.73 86 67 76 72 72 73. Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa ratarata siswa belum bisa merumuskan pertanyaan dengan baik dan memuaskan (72.60 70.80 73.74 Widianto 78 70 72 71 Arie Setiawan Wardana Billy Josep Sugiaman Caroline Theja Wijaya Chrisfella Cokro H Dewi 76 75 68 76 80 76 75 78 68 73 76 75 68 73 70 72 76 73 66 67 68 90 86 82 67 65 68 72 71 76 72 Cindy Ratnasari Erika Oktavia 70 72 10 11 Irma Efriati Situmorang Ivan Pratama [esslyn Gita Kelvin Lidya Effendy M. Safitri Sihotang Michael Natanael Rafika Suhadi Ressitha Dwi Sithaginy 69 70 72 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 70 72 67 67 70 69 68 70 71 74 68 72 Sally Tanurahardja Setiadi Putra Cendana Shafira Johanna.60 73.38.60 74.41).Meningketkan Motivasi Siswa Bertanya melalui Metode $nowbnlJ-thtawing Berdasarkan pengarnatan pengarnat.80 73.00 76.20 69. pada siklus ke-1 masih ada beberapa siswa yang belum mampu merumuskan pertanyaan dengan baik meskipun rata-ratanya 73-42_Demikian pula hasil pre test dengan rata-rata nilai 68.60 81.60 74.Narnun hasil post test menunjukkan nilai yang bagus mengingat bahwa para siswa boleh membuka Tabel2: buku.00 71.20 73.60 74.20 72.

Berdasarkan hasil pengamatan dan catatan kejadian selama tindakan kelas dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. 18 Agustus 2008 Guru Mara Pelajaran.74 2. Slamet Widodo Guru SMPK BPK PENABUR Tasikmalaya Observer I. Kegiatan pada sikius ke-2 ini.42 Pre-Test 68. penulis optimis bahwa siwa mampu mengemukakan pertanyaan sedikit derni sedikit.41 2 Siklus ke-2 KenaikanjPerubahan 73.08. meskipun belum memenuhi harapan yang maksimaL Demikian pula dalam menjawab pertanyaan. namun penulis merasa bahwa siswa sudah memiliki kemajuan dalam merumuskan pertanyaan. Penyebab kurangnya keaktifan dan keterampilan siswa dalam bertanya akibat tidak adanya keberanian siswa dalam bertanya. Ai Tin Sumartini. pada siklus ke-2 beberapa siswa terlihat sudah mampu merumuskan pertanyaan dengan baik meskipun rata-ratanya tidak naik secara signifikan (75. Hal ini disebabkan adanya perasaan takut jika pertanyaan yang diungkapkan melenceng dari materi yang dijelaskan. P. Drs. Guru SMP Negeri 7 Tasikmalaya Observer II. Bila dibandingkan antara siklus ke-1 dan ke-2 akan terlihat perbandingan sebagai berikut. Aan Burhan. Berbekal hasil metode snowball- 1.69 Rata-rata 1 SikIus ke-I 72. Demikian pula hasil pre test naik dengan rata-rata 71. throwing ini. Penerapan metode snowball-throwing dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan keaktifan dan keterampilan siswa untuk bertanya di dalam forum kelas sekaligus . Selain itu yang cukup menggembirakan bahwa para siswa sudah berani mengajukan pertanyaan yang telah mereka rumuskan dan menjawab pertanyaan temantemannya. Nilai Siklus Ke-2 No Nama Siswa Lipatan Pertanyaan 73.73 2. 3. 2.12 72.85). Meski boleh dikatakan sedikit sekali tingkat perubahan.08 - 79. Hasil pre test dan post test pun mengalami kemajuan. S.Merungkatkan Motlvasi Siswa Bertanya rnelalui Metode Snowball-fllrowing Tasikmalaya.85 2. Guru SMP Negeri 5 Tasikmalaya Berdasarkan pengamatan observer. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Upaya meningkatkan motivasi siswa bertanya melalui metode Snowball Throwing dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ternyata sungguh dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam bertanya bagi para siswanya. S.Pd.26 75. siswa sudah mencapai kemajuan siginifi-kan. Kurangnya keterampilan siswa dalam bertanya pada diri siswa menyebabkan suasana kelas kurang aktif selama pembelajaran berlangsung.38 1.38 Pos-Test 77.04 74. Namun hasilpost test menunjukkan nilai yang belum bagus mengingat bahwa para siswa tidak boleh membuka buku.58 71.33 260 Bila dibandingkan antara sikius pertama dengan kedua. penulis melarang para siswa untuk membuka buku pelajaran ketika merumuskan pertanyaan maupun dalam menjawab pertanyaan. terlihat bahwa siswa telah mampu merumuskan pertanyaan secara baik.43 73 2.42 Jawaban 70.Pd.

konsep. (2002). Hal ini untuk menghindari masalah yang berlarut-larut. Bandung: Remaja Rosdakarya Mulyasa. Siswa yang tidak rnemperhatikan akan menuliskan pertanyaan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. 4. Bila guru tidak mencoba suatu metode yang baru. Portojolio dalam.Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional Saran Berdasarkan pengalaman peneliti selama proses pelaksanaan tindakan kelas.wordpress. (2007). dan Penilai. Keterampilan siswa dalam bertanya dibutuhkan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. dan memperluas wawasan siswa terutama berhubungan dengan praktik kehid upan di dalam masyarakat. Penelitian iindakan kelas. (2003). 5.Menlngkafkan Motivasl Siswa Bertanya melalui Metode Snowball-throwing mengaktifkan suasana pembelajaran di kelas.Jakarta: Pusat Kurikulum . yang pada akhirnya akan berdampak pada kedalaman materi yang diterima sekaligus meningkatkan prestasi belajar siswa. Kepala Sekolah. Suharsimi. dan implementasi.Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional -----------Kurikulum tingkat satuan pendidikan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan sekolah menengah pertama. Pusat Kurikulum . memiliki motivasi dan kemampuan mengernukakan pertanyaan. Universitas Negeri Yogyakarta Fajar. Namun metode ini harus dilakukan terus menerus sampai siswa . namun sangat rnerisaukan. (2001). Pertarna perlu kemampuan guru untuk menerapkan metode pengajaran yang tepat dan menarik dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Kedua metode snowball-throwing termasuk salah satu metode yang penulis harapkan marnpu memecahkan rnasalah klasik yakni keengganan siswa bertanya. 2. dalam Daftar Pustaka Arikunto. (2004).wordpress. (2001).com -----------Kebijakan kurikulum berbasis kompetensi. Rustam. Direktorat Pembinaan Pendidikan Tim Abdi Guru. Jakarta: Erlangga http://gurupkn. karakierisiik.Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan N asional -----Kurikulum 2004 Sekolah Menengah Pertama Pedoman khusus pengembangan sistem penilaian berbasis kompetensi sekolah menengah periama mata pelajaran pengetahuan sosial . (2003).com/2007 /11/19/ snowball-throwing/ http:// akhmadsudrajat. ada beberapa hal yang baik diperhatikan oleh guru. (2002). Arnie. Jakarta: Pusat Kurikulum . Keterampilan siswa dalam bertanya dapat meningkatkan kemampuan berpikir secara sistema tis. (2004). Ketua kelompok yang kurang terampil dalam mengarahkan teman-temannya dapat menyebabkan siswa tidak mampu merumuskan pertanyaan dengan baik. Upaya meningkatkan Siswa Bertanya melalui metode snowball-throwing dalam Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam pelaksanaannya tidak seluruhnya dapat berjalan dengan lancar. Adapun kendala yang ditemui sebagai berikut. Kewarganegaraan untuk SMP Kelas VII. Kemampuan siswa bertanya merupakan masalah klasik yang seringkali dianggap tidak penting. maka masalah ini akan terbawa terus sampai ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 1. Bandung: Remaja Rosdakarya Mundilarto. Penelitian tindakan kelas (PTK) untuk Guru. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama ----------Kurikulum berbasis kompetensi mata pelajaran kewarganegaraan (citizenship) sekolah lanjutan pertama. Kurikulum berbasis kompetensi.Jakarta. Pengawas. E. pengajaran IPS.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful