DASAR-DASAR PENGELASAN

Bab ini menjelaskan mengenai proses-proses pengelasan yang banyak dipakai oleh berbagai perusahaan, beserta keunggulan, kelemahan, dan masing-masing aplikasinya. Kemudian dijelaskan juga mengenai disain sambungan dan jenis-jenis sambungan. Komposisi logam las juga diterangkan, termasuk cara penyimpanan dan penanganan kawat las. Bab ini juga menjelaskan mengenai preheat, alasan melakukan preheat dan metode yang dipergunakan. Ada penjelasan khusus mengenai tujuan melakukan postweld heat treatment, pemotongan dengan oxyfuel gas serta pemotongan dengan mempergunakan busur logam.

1.1.0. PROSES-PROSES PENGELASAN
Las busur adalah suatu proses pengelasan dimana panas dihasilkan oleh busur listrik diantara elektroda dengan benda kerja. Pada pengelasan dengan arus DC, benda kerja dihubungkan dengan kutub negatif dan elektroda dengan kutub positif, sedangkan pada pengelasan dengan polaritas lurus, benda kerja dihubungkan dengan kutub positif dan elektroda dengan kutub negatif. Proses-proses pengelasan yang dibicarakan disini adalah: 1. Shielded metal arc welding (SMAW). 2. Gas tungsten arc welding (GTAW). 3. Gas metal arc welding (GMAW). 4. Flux cored arc welding (FCAW). 5. Submerged arc welding (SAW). 6. Electroslag welding (ESW) dan electrogas welding (EGW). 7. Stud welding (SW). 8. Oxyfuel gas welding (OFW), braze welding dan brazing. 9. Cadwelding.

1.1.1. Shielded Metal Arc Welding
SMAW adalah proses las busur manual dimana panas pengelasan dihasilkan oleh busur listrik antara elektroda terumpan berpelindung flux dengan benda kerja. Gambar 100-1 memperlihatkan bentuk rangkaian pengelasan SMAW. Gambar 100-1. Bentuk Rangkaian Pengelasan SMAW Bagian ujung elektroda, busur, cairan logam las dan daerah-daerah yang berdekatan dengan benda kerja, dilindungi dari pengaruh atmosfir oleh gas pelindung yang terbentuk dari hasil pembakaran lapisan

pembungkus elektroda. Perlindungan tambahan untuk cairan logam las diberikan oleh cairan flux atau slag yang terbentuk. Filler metal atau logam tambahan disuplai oleh inti kawat elektroda terumpan, atau pada elektroda-elektroda tertentu juga berasal dari serbuk besi yang dicampur dengan lapisan pembungkus elektroda. Gambar 100-2 memperlihatkan prinsip dasar proses SMAW. Gambar 100-2. Proses Pengelasan SMAW Keuntungan SMAW adalah proses las busur paling sederhana dan paling serba guna. Karena sederhana dan mudah dalam mengangkut peralatan dan perlengkapannya, membuat proses SMAW ini mempunyai aplikasi luas mulai dari refinery piping hingga pipelines, dan bahkan untuk pengelasan di bawah laut guna memperbaiki struktur anjungan lepas pantai. SMAW bisa dilakukan pada berbagai posisi atau lokasi yang bisa dijangkau dengan sebatang elektroda. Sambungan-sambungan pada daerah dimana pandangan mata terbatas masih bisa di las dengan cara membengkokkan elektroda. Proses SMAW digunakan untuk mengelas berbagai macam logam ferrous dan non ferrous, termasuk baja carbon dan baja paduan rendah, stainless steel, paduan-paduan nikel, cast iron, dan beberapa paduan tembaga. Kelemahan Meskipun SMAW adalah proses pengelasan dengan daya guna tinggi, proses ini mempunyai beberapa karakteristik dimana laju pengisiannya lebih rendah dibandingkan proses pengelasan semi-otomatis atau otomatis. Panjang elektroda tetap dan pengelasan mesti dihentikan setelah sebatang elektroda terbakar habis. Puntung elektroda yang tersisa terbuang, dan waktu juga terbuang untuk mengganti–ganti elektroda. Slag atau terak yang terbentuk harus dihilangkan dari lapisan las sebelum lapisan berikutnya didepositkan. Langkah-langkah ini mengurangi efisiensi pengelasan hingga sekitar 50 %. Asap dan gas yang terbentuk merupakan masalah, sehingga diperlukan ventilasi memadai pada pengelasan di dalam ruang tertutup. Pandangan mata pada kawah las agak terhalang oleh slag pelindung dan asap yang menutupi endapan logam. Dibutuhkan juru las yang sangat terampil untuk dapat menghasilkan pengelasan berkualitas radiography apabila mengelas pipa atau plat hanya dari arah satu sisi. 1.1.2. Gas Tungsten Arc Welding Pada pengelasan dengan proses GTAW, panas dihasilkan dari busur yang terbentuk dalam

perlindungan inert gas (gas mulia) antara elektroda tidak terumpan dengan benda kerja. GTAW mencairkan daerah benda kerja di bawah busur tanpa elektroda tungsten itu sendiri ikut meleleh. Gambar 100-3 memperlihatkan peralatan untuk proses GTAW. Proses ini bisa dikerjakan secara manual atau otomatis. GTAW disebut juga dengan Heliarc yaitu istilah yang berasal dari merek dagang Linde Company

atau Tig (tungsten inert gas). Filler metal ditambahkan ke dalam daerah las dengan cara mengumpankan sebatang kawat polos. Teknik pengelasan sama dengan yang dipakai pada oxyfuel gas welding atau OAW, tetapi busur dan kawah las GTAW dilindungi dari pengaruh atmosfir oleh selimut inert gas, biasanya argon, helium atau campuran keduanya. Inert gas disemburkan dari torch dan daerah-daerah disekitar elektroda tungsten. Hasil pengelasan dengan proses GTAW mempunyai permukaan halus, tanpa slag dan kandungan hydrogen rendah. Gambar 100-3. Peralatan Pada Pengelasan GTAW Jenis lain proses GTAW adalah pulsed GTAW, dengan menggunakan sumber listrik yang membuat arus pengelasan pulsasi. Hal ini membuat arus rata-rata menjadi lebih tinggi untuk mendapatkan penetrasi dan kontrol kawah las yang lebih baik, terutama untuk pengelasan root pass. Pulsed GTAW terutama bermanfaat untuk pengelasan pipa posisi-posisi sulit pada stainless steel dan non ferrous material seperti paduan nikel. GTAW sudah diaplikasikan juga untuk pengelasan otomatis. Otomatisasi proses ini membutuhkan sumber listrik dan pengontrolan terprogram, sistim pengumpanan kawat dan mesin pemandu gerak. Proses ini sudah digunakan untuk membuat las sekat padatube-to-tubesheet bermutu tinggi dan las tumpul pada pipa-pipa heat exchanger. Butt weld pada pipa tebal diameter besar pada pembangkit tenaga listrik, merupakan keberhasilan lain dari aplikasi GTAW otomatis. GTAW menggunakan pengumpanan kawat otomatis disebut juga dengan cold wire TIG. Jenis lain dari pengelasan GTAW otomatis disebut hot wire TIG, yang dikembangkan untuk menyaingi yang lain dengan laju deposit lebih tinggi. Pada hot wire TIG, kawat las mendapat tahanan panas yang berasal dari arus AC tegangan rendah untuk memperbesar laju pengisian. Keuntungan. Proses GTAW menghasilkan pengelasan bermutu tinggi pada bahan-bahan ferrous dan non ferrous. Dengan teknik pengelasan yang tepat, semua pengotor yang berasal dari atmosfir dapat dihilangkan. Keuntungan utama dari proses ini yaitu, bisa digunakan untuk membuat root pass bermutu tinggi dari arah satu sisi pada berbagai jenis bahan. Oleh karena itu GTAW digunakan secara luas pada pengelasan pipa, dengan batasan arus mulai dari 5 hingga 300 amp, menghasilkan kemampuan lebih besar untuk mengatasi masalah pada posisi sambungan yang berubah-ubah seperti celah akar. Sebagai contoh, pada pipa tipis (dibawah 0,20 inci) dan logam-logam lembaran, arus bisa diatur cukup rendah sehingga pengendalian penetrasi dan pencegahan terjadinya terbakar tembus (burnt through) lebih mudah dari pada pengerjaan dengan proses menggunakan elektroda terbungkus. Kecepatan gerak yang lebih rendah dibandingkan dengan SMAW akan memudahkan pengamatan sehingga lebih mudah dalam mengendalikan logam las selama pengisian dan penyatuan. Kelemahan.

grease. Baik argon atau helium bisa digunakan sebagai purge gas. yang nantinya bersatu dengan root (sebagai filler metal tambahan). Backup gas purge digunakan pada bahan-bahan yang sensitif terhadap kontaminasi udara pada sambungan-sambungan las tunggal yang tidak di backgouging. stainless steel. GTAW juga butuh kebersihan sambungan yang lebih baik untuk menghilangkan minyak.Kelemahan utama proses las GTAW yaitu laju pengisian lebih rendah dibandingkan dengan proses las lain umpamanya SMAW. Apabila keberadaannya tidak tertentu berkaitan dengan kecukupan purge gas tersebut. karat. Nitrogen tidak cocok pada bahan-bahan lain karena beraksi sebagai pengotor. GTAW sering kali dipakai pada root pass untuk pengelasan yang membutuhkan kualitas tinggi. bisa juga disisipkan consumable insert (ring penahan) ke dalam sambungan. paduan tembaga dan aluminum. paduan-paduan nikel tinggi. Karena ada perlindungan inert gas terhadap pengelasan dan mudah dalam mengontrol proses las. GTAW harus dilindungi secara berhati-hati dari kecepatan udara di atas 5 mph untuk mempertahankan perlindungan inert gas di atas kawah las. Pada pipa-pipa tebal. untuk menghasilkan pengelasan bermutu tinggi pada pengelasan dari arah satu sisi. GTAW mempunyai keunggulan pada pengelasan pipa–pipa tipis dan tubing stainless steel diameter kecil. Pada pengelasan pipa dinding tebal. Pilihan lain bisa juga menggunakan nitrogen sebagai gas purge. Disamping itu. GTAW juga digunakan pada root pass apabila membutuhkan permukaan dalam yang licin. Purging dengan empat hingga sepuluh kali volume yang diperlukan. paduan nikel. kemudian ditambahkan filler metal selama pengelasan root pass. Pada pipa-pipa tipis. Root pass dikerjakan tanpa menambahkan filler metal (disebut dengan autogenous weld). GTAW butuh kontrol kelurusan sambungan yang lebih ketat. bagian ujung sambungan mesti dibevel. seperti pada pipa-pipa tekanan tinggi dan temperatur tinggi dan pipa-pipa belokan pada dapur pemanas. bisa digunakan sambungan berbentuk persegi dan rapat. bisa digunakan mine safety oxygen analyzer untuk memeriksa kandungan oxygen pada purge gas yang dikeluarkan dari daerah pengelasan. Gas purge tidak diperlukan pada pengelasan carbon steel atau low alloy steels apabila kandungan chromium kurang dari 3 %. Backup Gas Purge. seperti pada pipa-pipa dalamacid service.125 inci atau kurang. Hasil terbaik pada stainless steel atau high nickel steel akan diperoleh apabila baja ini di purging sehingga kandungan oxygen kurang dari 1 %. diluruskan dan diberi celah (disebut dengan bukaan akar). dan kotoran-kotoran lain agar terhindar dari porosity dan cacat-cacat las lain. tembaga dan paduan-paduan tembaga. untuk pengelasan austenitic stainless steel. Backup gas perlu pada baja-baja chromemoly tertentu (≥ 3 % chromium). paduan tembaga dan titanium. Pengelasan dengan consumable insert membutuhkan kontrol kelurusan sambungan yang teliti. 0. Aplikasi pada pekerjaan. membuat GTAW sering kali digunakan pada logam-logam reaktif seperti titanium dan magnesium. . dilakukan untuk mendapatkan secara relatif gas inert di udara. Sebagai pengganti filler metal.

Pengelasan GMAW disebut juga dengan MIG (metal inert gas). 2. Setelah selesai melakukan pengelasan pada root pass dan fill layer. Singkatan MIG ini tidak lagi menjelaskan proses las GMAW. Pada GMAW jenis ini. Harus ada perhatian khusus untuk memastikan bahwa tekanan backup gas tidak berlebihan ketika mengelas root pass. terjadi hubungan singkat. cairan logam dari ujung kawat elektroda menyentuh genangan kawah las.3. dan Gambar 100-5 menjelaskan proses kerjanya. memutuskan jembatan cair antara kawat elektroda dengan benda kerja. 1. Spray atau globular transfer GMAW. Jumlah fill layer yang dibutuhkan sebelum menghentikan gas purge tergantung dari tebal lapisan dan penetrasi. elektroda umumnya berbentuk solid dan semua gas pelindung berasal dari sumber luar. Ketika cairan logam ini menyentuh benda kerja.1. Proses Kerja Pengelasan GMAW Short Circuiting (GMAW-S) Short-circuiting atau hubungan singkat adalah suatu jenis transfer busur (disebut juga dengan short arc atau dip transfer). Elektroda ini diumpankan secara kontinyu dari sebuah gun atau torch sambil mempertahankan busur yang terbentuk antara ujung elektroda dengan base metal. sehingga terbentuk hubungan singkat.Gas purging pertama kali dilakukan dengan kecepatan aliran tinggi. Gambar 100-4 memperlihatkan peralatan las GMAW. Di dalam pengelasan GMAW. karena tidak semua gas pelindung yang dipakai oleh proses ini adalah gas inert. misalnya 30 hingga 90 CFH untuk membilas sistim. Ada tiga jenis proses GMAW yang banyak dipakai yaitu: 1.Daerah pembuangan pada exhausting backup gas paling tidak harus sama dengan daerah terbuka yang dipakai untuk memuat backup gas ke system. ujung elektroda cair berbentuk bola kecil. bila tidak logam las akan meleleh atau terbentuk cekungan pada akar las. yang bergerak menuju benda kerja. Gas Metal Arc Welding Proses las GMAW dikerjakan dengan mempergunakan elektroda solid atau tubular sesuai dengan komposisi diinginkan. Gambar 100-4. Short-circuiting (GMAW-S). kemudian diturunkan hingga 5 sampai 8 CFH pada proses pengelasan. 3. Pulsed arc (GMAW-P). Pembuangan yang memadai penting sekali untuk menghindarkan terbentuknya tekanan berlebihan selama proses pengelasan. Busur kemudian menyala kembali dan siklus berulang . Bola cair ini kemudian terlepas dari kawat. yang diumpankan melalui suatu spool atau gulungan. Pada awal siklus hubungan singkat. Peralatan Las GMAW Gambar 100-5. backup gas purge bisa dihentikan.

pemindahan logam melintasi busur. karena terdapat resiko tidak adanya penyatuan dan cold lap pada fill pass. Spray transfer hanya terjadi pada gas pelindung argon tinggi (80 % argon atau lebih). Dengan demikian fill pass pada pengelasan pipa dibatasi hanya pada posisi datar saja. serta memperbesar hilangnya unsur Mn dan Si. Campuran 75 % argon dan 25 % CO2 sering dipakai karena karakteristik pengelasan lebih baik. Globular transfer GMAW selalu dilakukan dengan memakai gas pelindung CO 2.045 inci adalah 220 amper. busur dan kawah las dilindungi oleh suatu gas atau gas campuran.035 atau 0. GMAW globular transfer dengan tetesan besar. tetapi akan menimbulkan penetrasi lebih dalam dan percikan las lebih banyak. Logam ditransferkan hanya selama hubungan singkat. Pengelasan bisa dilakukan secara otomatis atau semi otomatis. 0. . gas pelindung umumnya adalah CO2 atau campuran argon dan CO2. Transfer yang terjadi di atas arus minimum. Campuran gas lain yang banyak dipakai yaitu yang mengandung helium.030. GMAW-S dapat digunakan untuk berbagai macam bahan yaitu carbon steel. GMAW-S mempergunakan kawatkawat elektroda solid diameter kecil (0. Komposisi gas pelindung ditentukan untuk mendapatkan karakteristik pengelasan yang diinginkan. Semakin besar jumlah CO2 berarti semakin ekonomis.lagi. dan pengelasan gage strip lining tipis. stainless steel dan paduan-paduan nikel. GMAW-Spray Arc GMAW Spray transfer menghasilkan percikan las paling sedikit dari berbagai jenis transfer logam. Spray Transfer atau Globular Transfer Pada spray transfer GMAW. lihat Gambar 100-7. Misalnya arus transisisi untuk filler metal baja diameter 0. tergantung pada komposisi dan diameter filler metal. ukuran tetesan menjadi lebih besar dari diameter kawat elektroda. dan menjadi globular transfer. Short-Circuiting Transfer (GMAW-S) Selama pengelasan dengan GMAW-S. Kemampuan pengelasan untuk semua posisi dan mudah dalam pengendalian membuat proses GMAW-S cocok untuk pengelasan root pass pada pipa. penetrasi dan percikan las. membuat pengelasan pada posisi-posisi sulit menjadi lebih sukar dan percikan las menjadi lebih banyak. Lihat Gambar 100-6 mengenai ilustrasi proses GMAWS-S. Gambar100-7. chrome-moly steel. Gambar 100-6. Panas masukan yang tinggi menghasilkan penetrasi yang bagus dan laju pengisian tinggi. tetapi aplikasi proses spray transfer ini hanya terbatas pada pengelasan posisi datar dan horizontal saja.045 inci). Gambar 100-8 mengilustrasikan globular transfer GMAW. disebut arus transisi. Beberapa perusahaan ada yang membatasi pemakaian GMAW-S pada pengelasan pipa. Apabila arus di bawah arus transisi. seperti bentuk bead. yang terjadi dalam frekwensi 20 hingga 200 kali per detik. Gambar 100-8 GMAW-Globular Transfer. Pada carbon steel. seperti aliran tetesan-tetesan kecil dengan diameter sama atau lebih kecil dari diameter kawat elektroda.

Pulsed arc welding adalah sebuah proses las transfer sembur yang menggunakan sumber listrik khusus (pulsed atau synergic MIG). Dengan sumber listrik CV ini. Shielding Gas yang Direkomendasikan Shielding gas yang direkomendasikan untuk proses pengelasan GMAW dan FCAW-G diberikan pada Appendix A Alloy Fabrication Data. Keuntungan Proses pengelasan GMAW dapat dikerjakan secara semi-otomatis atau otomatis. Keseragaman . Karena tidak ada flux dan relatif sedikit jumlah deoxidizer yang diberikan pada kawat. Larutan logam las umumnya lebih rendah karena penetrasi GMAW lebih dangkal. Asap dan percikan las pada GMAW hubungan singkat lebih sedikit dibandingkan dengan SMAW. terjadi transfer logam las melalui busur. untuk baja paduan yang akan dilas. arus listrik diatur secara otomatis untuk mencairkan elektroda dengan kelajuan tertentu. Pada fabrikasi pipa-pipa di bengkel. Selama pulsasi ini. root pass bermutu tinggi dapat dikerjakan lebih cepat pada berbagai posisi dan pada umumnya dengan biaya lebih rendah. logam-logam tipis lebih mudah disambung dan sambungan yang memiliki celah root lebih lebar akan lebih mudah dilas. Dengan panas masukan rendah dan penetrasi yang dangkal. Kecepatan pengelasan dan laju pengisian sama atau bisa lebih besar dari pada SMAW. sama halnya dengan las busur teknik hubungan singkat (short circuiting arc) tetapi tanpa slag.Pulsed Arc Proses las pulsed arc atau GMAW-P dilakukan dengan sumber listrik tegangan tetap (constant voltage). Gambar 100-9. Transfer logam terjadi selama pulsa arus tinggi. GMAW spray transfer dan globular transfer mempunyai kawah las yang lebih mudah dilihat. Gambar 100-9 memperlihatkan spray transfer yang terjadi dengan arus rata-rata di bawah arus transisi logam pengisi. juga tidak ada slag yang harus dibersihkan setelah pengelasan selesai. berulang-ulang kali setiap detik. ketika tetesan logam ( 1 diameter kawat) melewati busur dengan arus ratarata lebih rendah dari yang dibutuhkan pada spray transfer atau konvesional. lebih sedikit pekerjaan membersihkan yang diperlukan setelah pengelasan selesai. yang dapat merubah arus las antara arus pulsa tinggi dan tingkat arus back ground rendah. Apabila tinggi busur lebih pendek atau lebih panjang. sumber listrik akan merubah arus output untuk memperbesar atau memperkecil pembakaran elektroda sambil menjaga jarak busur dan tegangan tetap konstan. bergerak menuju benda kerja. ketika masing-masing pulsa arus mempunyai cukup tenaga untuk melepaskan satu tetesan dari ujung kawat. Diagram Pulsed-Arc Welding Arus back ground berfungsi untuk menjaga busur.

panjang busur dipertahankan dengan cara membuat sumber listrik memiliki tegangan konstan. Proses las GMAW mempunyai laju pengisian lebih besar pada pengelasan paduan-paduan ferrous dan non-ferrous. Proses ini cocok dipergunakan pada las kampuh dan pengelasan untuk membuat lapisan anti karat pada stainless steel, nickel based alloys dan paduan-paduan tembaga seperti aluminum bronze. Kelemahan. Peralatan las GMAW lebih mahal, dan lebih rumit dalam pemasangan dan perawatan, dibandingkan dengan SMAW. Biaya kawat las dan shielding gas bisa menjadi lebih mahal dibandingkan dengan elektroda terbungkus, tetapi hal ini bisa diimbangi karena produktivitas yang tinggi dan sedikitnya pemborosan. Shielding gas pada pengelasan GMAW dapat terganggu karena pengaruh tiupan angin, sehingga harus diambil tindakan pencegahan apabila kecepatan angin lebih dari 5 mph. Pelindung angin atau tirai khusus dapat dipakai untuk menahan atau mengurangi tiupan angina, sehingga kecepatannya cukup rendah untuk menjaga shielding gas secara memadai. Memperbesar aliran gas untuk mengimbangi pengaruh tiupan angin yang berlebihan, akan menimbulkan masalah lain yang lebih buruk, karena akan timbul turbulensi disekitar busur yang akan menarik udara disekitarnya. GMAW memerlukan ruang gerak yang lebih besar terhadap benda kerja karena pengaruh ukuran welding gun dan nozzle. Pada umumnya alat pengumpan kawat harus ditempatkan sedekat mungkin dengan benda kerja. Short-circuiting welding dapat dipakai untuk mengelas root pass dengan cara butt weld atau sambungan bercabang tetapi harus dikontrol ketat saat melakukan fill pass, karena ada resiko non-fusion atau cold lap. Ketika melakukan fill pass pada pengelasan pipa dengan cara butt weld, pengelasan hanya dilakukan dengan cara las naik yaitu antara posisi jam 10 dan jam 2, dimana pipa bisa ditahan tetap oleh kuda-kuda penyangga (posisi 5G) atau diputar (1G). Proses pengelasan ini tidak cocok dikerjakan pada fillet weld apabila tebal logam lebih dari 1/4 inch, dan pada umumnya tidak digunakan untuk fabrikasi pressure vessel, tangki atau palangpalang struktur. Lack of fusion yang terletak diantara lapisan-lapisan las sukar dideteksi dengan radiography dan karena pengaruh kontrol yang buruk dari proses hubungan singkat ini, masalah LOF menjadi cukup berat, sehingga membuat beberapa fabrikator meninggalkan proses pengelasan ini. Dibandingkan dengan proses las SMAW, pengelasan short-circuiting butuh kebersihan, dan kelurusan sambungan serta penggerindaan tack weld yang lebih baik guna mendapatkan hasil pengelasan root pass bermutu tinggi.

LOF tidak akan menjadi masalah jika panas masukan dibuat lebih tinggi pada GMAW spray transfer atau globular transfer. Pada GMAW spray transfer, terdapat radiasi busur yang banyak. Hal ini tidak menyenangkan bagi juru las dan membuat proses ini lebih cocok untuk las otomatis pada beberapa aplikasi. Pengelasan GMAW spray transfer terbatas pada pengelasan posisi datar dan horizontal saja karena kawah las lebih besar. Aplikasi pada Pekerjaan Proses GMAW short-circuiting dapat menghemat waktu saat pengelasan root pass pada pipa dan pemasangan alloy strip lining pada pressure vessel. Baik GMAW spray transfer ataupun globular transfer dapat digunakan pada fabrikasi pipa dan pressure vessel untuk selain dari root pass. Kedua proses ini dapat juga digunakan untuk membuat lapisan tahan karat. Spray transfer digunakan dengan cara butt weld pada pengelasan stainless steel, paduan nikel dan paduan tembaga. Pulsed arc welding dapat dipakai untuk aplikasi yang sama, tetapi mempunyai keuntungan dapat mengelas dengan semua posisi. Spray transfer tidak dianjurkan untuk mengelas carbon steel apabila masih dapat dikerjakan dengan proses las SAW, tetapi bisa digunakan untuk mengelas tembaga dan paduan-paduan nickel.

1.1.4. Flux Cored Arc Welding
Flux cored arc welding atau las busur berinti flux mirip dengan proses las GMAW, yaitu menggunakan elektroda solid dan tubular yang diumpankan secara kontinyu dari sebuah gulungan. Elektroda diumpankan melalui gunatau torch sambil menjaga busur yang terbentuk diantara ujung elektroda dengan base metal. FCAW menggunakan elektroda dimana terdapat serbuk flux di dalam batangnya. Butiran-butiran dalam inti kawat ini menghasilkan sebagian atau semua shielding gas yang diperlukan. Jadi berlawanan dengan GMAW, dimana seluruh gas pelindung berasal dari sumber luar. FCAW bisa juga menggunakan gas pelindung tambahan, tergantung dari jenis elektroda, logam yang dilas, dan sifat dari pengelasan yang dikerjakan. Ada dua jenis variasi FCAW yang memiliki kegunaan berbeda-beda tergantung dari metode gas pelindung. - Gas Shielded (FCAW-G). - Self-shielded (FCAW-SS). Proses (FCAW-G) atau berpelindung gas memerlukan shielding gas yang berasal dari sumber luar (biasanya CO2 atau campuran argon-CO2 seperti tampak pada Gambar 100-10. Gambar 100-10. FCAW Pelindung Gas Gambar 100-11 FCAW Berpelindung Diri

Proses (FCAW-SS) memiliki pelindung sendiri misalnya Lincoln Innershield, seperti tampak dalam gambar 100-11. FCAW dapat dikerjakan secara otomatis atau semi-otomatis, tetapi yang paling banyak dipakai adalah proses semi-otomatis. Gas Shielded Flux Cored Arc Welding Elektroda FCAW-G dapat digunakan untuk mengelas carbon steel, low alloy steel dan stainless steel. Berpedoman pada AWS, elektroda-elektroda yang digunakan pada pengelasan FCAW dibicarakan pada pasal 1.3.3. Pada pengelasan carbon steel dan low alloy steel, elektroda berinti flux yang banyak dipakai adalah dari jenis T-1 (acid slag), T-2 (single pass welding) dan T-5 (basic slag). Elektroda T-1 memiliki sifat-sifat pengelasan bagus, tetapi acid slag tidak membantu menjaga logam las menjadi rendah hydrogen kecuali bila dibuat secara khusus. Hanya sejumlah tertentu elektroda berinti flux yang memenuhi syarat low hydrogen (kurang dari 10 ml/100 g logam las), dan ini adalah yang paling banyak tersedia dari jenis T-1. Elektroda tipe T-1 bisa digunakan baik dengan gas pelindung CO2 ataupun campuran argon-CO2. Elektroda T-1 akan memiliki busur lebih halus dan percikan las lebih sedikit bila menggunakan gas pelindung argon-CO2, meskipun logam las mempunyai unsur Mn dan Si sedikit lebih tinggi. Elektroda EX0T-1 didisain hanya untuk mengelas pada posisi datar dan horizontal saja. Elektroda EX1T-1 dibuat untuk pengelasan semua posisi dengan diameter hingga 1/16 inch. Pengelasan posisi vertikal umumnya dikerjakan dengan arah las naik. Elektroda tipe T-2 dirancang untuk pengelasan single pass pada logam-logam berkarat, dan mempunyai deoxidizer Mn dan Si lebih tinggi. Elektroda T-2 ini jangan sekali-kali digunakan untuk pengelasan multipass karena peningkatan unsur Mn dan Si menyebabkan tensile strength logam las yang tidak terlarut akan bertambah besar (lebih dari 100 ksi), sehingga menimbulkan masalah retak ketika sedang dilas atau pada kondisi pemakaian sour service. Elektroda tipe T-5 mempunyai basic slag dengan kandungan hydrogen logam las lebih rendah dan memperbesar impact properties dan daya tahan terhadap retak yang memuaskan. Meskipun demikian, elektroda ini juga mempunyai sifat-sifat pengelasan lebih buruk dibandingkan dengan elektroda T-1. Saat ini elektroda T-1 terbaru sudah dikembangkan yang menggabungkan dua jenis elektroda yang paling baik, sehingga elektroda T-5 menjadi jarang dipakai lagi. Self Shielded Flux Cored Arc Welding Elektroda EX1T-8 adalah elektroda FCAW-SS (Lincoln Innershield) untuk pengelasan carbon steel dan low alloy steel yang mendapat perhatian besar dari beberapa perusahaan. Elektroda ini bisa dipakai untuk pengelasan semua posisi, notch toughness bagus dan pada umumnya mempunyai kandungan hydrogen rendah (kurang dari 10 ml/100 logam las). Elektroda-elektroda ini digunakan dengan berbagai diameter mulai dari 0,068 hingga 3/32 inch. Pengelasan semua

lebar ayunan. proses ini tidak mentolerir tiupan angin lebih dari 5 mph tanpa porosity berlebihan. tebal lapisan dan pemanasan awal. Keuntungan Proses FCAW-G mempunyai keunggulan yaitu penetrasinya lebih dalam dan laju pengisian lebih tinggi dibandingkan dengan proses SMAW. Proses ini dianggap sama dengan proses elektroda terbungkus terhadap toleransi angin. sementara elektroda dengan ukuran lebih besar hanya digunakan untuk pengelasan posisi datar dan horizontal saja. Filler metal FCAW-SS menghilangkan kebutuhan terhadap gas pelindung dari luar dan mentoleransi kondisi angin yang lebih kuat tanpa menimbulkan porosity. termasuk beberapa logam paduan rendah dan stainless steel. membutuhkan juru las yang dilatih secara khusus dan mematuhi prosedur las yang sudah dibuat dengan ketat. Pengelasan dengan proses FCAW-SS pada pekerjaan-pekerjaan yang kritikal seperti sambungan T-Y-K dan kombinasinya pada anjungan lepas pantai. Unsur-unsur paduan bisa ditambahkan pada inti flux untuk membuat jenis komposisi menjadi lebih banyak. FCAW-G cocok untuk pengelasan semua posisi tanpa menimbulkan masalah lack of fusion seperti yang terdapat pada GMAW hubungan singkat. Kelemahan FCAW-G dan FCAW-SS kedua-duanya membentuk lapisan slag yang harus dikikis diantara lapisan-lapisan las. Dengan demikian proses las ini menjadi lebih ekonomis pada pekerjaan di bengkel-bengkel las. Las turun umumnya tidak dilakukan kecuali bila menggunakan elektroda khusus yang dirancang untuk pengelasan pipe line. pada sambungan T-Y-K seperti struktur anjungan lepas pantai untuk menggantikan elektroda terbungkus. Pada umumnya aluminum dipakai sebagai denitrifyng las. Elektroda self-shielded mempunyai denitrifiers guna menghindarkan porosity karena tangkapan nitrogen selama proses pengelasan. FCAW-SS bisa digunakan untuk pengelasan dari arah satu sisi. karena deposit las dengan kandungan aluminum hingga 1% dianggap tidak berbahaya. FCAW-SS juga bisa digunakan untuk fill pass pengelasan semua posisi pada butt weld atau fillet weld. Pengelasan yang dilakukan dengan proses ini dapat menimbulkan notch .posisi dilakukan dengan elektroda diameter 5/64 inch atau lebih kecil. Juru las perlu dilatih dengan prosedur khusus tetapi proses tersebut mudah dipakai. Meskipun demikian. Flux memberikan perlindungan bagus pada kawah las dengan membentuk selubung gas pelindung dan lapisan slag. Dengan juru las yang dilatih dengan baik dan pengawasan yang berhati-hati. pipelines dan pelapisan. filler metal harus dibeli dari pabrik elektroda yang dilengkapi dengan syarat-syarat low hydrogen. Baik FCAW-G ataupun FCAW-SS bukan merupakan proses low hydrogen. Aplikasi proses FCAW-SS meliputi pengelasan benda-benda tebal. seperti elektroda.

Lapisan slag melindungi kawah las sampai membeku. dimana busur dan kawah las ditutupi oleh lelehan flux dan lapisan butiran-butiran flux seperti tampak pada Gambar 100-12. . 1. pipa atau pressure vessel secara butt weld atau fillet weld. Proses FCAW-G menghasilkan lebih banyak asap dari pada kawat solid GMAW. Menaikkan aliran gas untuk mengatasi hembusan angin yang tinggi bukan menyelesaikan masalah. dan juga menghasilkan sangat sedikit asap. Tingkat asap pada FCAW-SS stainless steel atau pada kawat-kawat FCAW-G hampir sama dengan elektroda stick. elektroda dan flux sehingga menghasilkan kawah las yang ditutupi oleh lapisan slag cair. Gambar 100-12. welder dan inspektor yang terlatih. Proses pengelasan FCAW-G tidak boleh dilakukan apabila kecepatan angin lebih dari 5 mph karena ada resiko porosity berlebihan. sehingga pada pekerjaan di bengkelbengkel las dibutuhkan ventilasi yang memadai dan kadang-kadang memerlukan alat khusus pembuang asap di daerah welding gun. Elektroda-elektroda ini umumnya memiliki kandungan hydrogen lebih rendah dan mempunyai persyaratan kimia khusus untuk menghasilkan sifat yang lebih konsisten. T-5 dan T-8. karena dapat menimbulkan kondisi yang lebih buruk karena menghasilkan turbulensi yang akan menarik udara disekitarnya.1. Aplikasi pada Pekerjaan Proses FCAW-G dapat dilakukan dengan semua posisi untuk pengelasan struktural. Panas busur melelehkan base metal. apabila pihak Kontraktor dapat mendemontrasikan bahwa mereka mempunyai pengalaman dengan proses tersebut.5. Pengelasan yang dilakukan dengan kawat FCAW-SS perlu kontrol yang ketat terhadap tebal dan lebar bead dan elektrode stickout guna mendapatkan sifat-sifat ketangguhan yang tinggi. Elektrodaelektroda berpelindung diri (self-shielded wires) bisa digunakan untuk pengelasan root pass dan fill pass dari arah satu sisi pada sambungan T-Y-K pada anjungan lepas pantai. serta memiliki prosedur las yang sudah diakui. Elektroda diumpankan secara kontinyu dari sebuah gulungan dengan cara yang sama seperti pada proses GMAW. seperti bangunan dan anjungan lepas pantai dimana lokasi lapangan atau rumitnya struktur membuat pemakaian peralatan las SAW menjadi tidak praktis dan penggunaan proses SMAW kurang kompetitif. Kawat FCAW-SS bahkan menimbulkan lebih banyak asap.toughness yang buruk. Proses FCAW-SS terutama mempunyai keunggulan karena dapat digunakan untuk pengelasan struktur. pengelasan dapat dilakukan tanpa menimbulkan radiasi besar dimana hal ini sudah merupakan sifat dari proses busur terbuka. Submerged Arc Welding SAW atau las busur terbenam termasuk salah satu las busur listrik. Karena busur tidak terlihat. dan lebih kecil dari pada kawat carbon steel berpelindung diri (self-shielded wires). Filler metal yang digunakan harus memenuhi persyaratan uji impak seperti elektroda T-1. Submerged Arc Welding (SAW) Pada proses ini busur las tidak terlihat.

Flux SAW harus disimpan ditempat yang hangat. SAW bisa digunakan dengan arus searah (DC) atau arus bolak-balik (AC). yang juga dapat digunakan untuk meluruskan sambungan. proses ini tidak cocok untuk mengelas root pass tanpa terlebih dahulu diberi penyangga las. dan juga untuk mengelas plat bola yang dirakit dilapangan dan diatur untuk pengelasan posisi datar. sehingga dapat mengurangi jumlah lapisan yang diperlukan dan juga menghemat waktu pengelasan. Karakteristik penetrasi yang dalam dari proses SAW ini menyebabkan kampuh las bisa dibuat lebih sempit. low alloy steel. Sambungan las untuk SAW pada umumnya dirancang dengan land lebih tebal dan tanpa celah agar dapat menopang logam las selama pengelasan dari sisi pertama. sehingga diperoleh laju pengisian dua hingga sepuluh kali lebih cepat dari pada SMAW. Pengelasan dari arah satu sisi bisa dilakukan dengan memberi bahan penyangga sementara seperti batangan tembaga. Karena penetrasi lebih dalam. flux back up. sehingga menghasilkan deposit las bermutu tinggi. Bisa juga dilakukan secara semi-otomatis dengan gun genggam tetapi laju pengisian kurang memuaskan. Penyangga (back up) dapat bersifat sementara atau permanen. karena benda kerja dapat diletakkan dengan posisi datar untuk memperoleh laju pengisian yang lebih tinggi.Pengelasan dengan proses SAW pada umumnya dilakukan di bengkel-bengkel. kering dan harus direkondisi apabila lembab (sesuai dengan petunjuk pabrik). stainless steel dan beberapa paduan nikel tinggi. Proses pengelasan SAW juga sudah digunakan dilapangan untuk mengelas dinding tangki penyimpanan minyak secara horizontal dengan menggunakan alat khusus pengelasan posisi jam 3. tetapi arus DC lebih banyak dipakai karena penyalaan busur lebih mudah dan penetrasinya lebih dalam. dan bisa dikerjakan dengan arus DC-AC atau AC-AC. Jenis lain SAW adalah tandem arc welding. Proses las ini dapat dikerjakan dengan arus lebih tinggi serta elektroda berganda.5 mm dan lebar 60 mm). Proses ini digunakan secara luas untuk membuat lapisan anti karat dengan menggunakan elektroda berbentuk lembaran (tebal 0. Bahan-bahan penyangga sementara yang lain adalah batangan baja. atau pita back up khusus dari bahan flux atau keramik. Proses las SAW biasanya dikerjakan secara otomatis. Kawat untuk pengelasan SAW juga mesti disimpan ditempat yang kering. Karena penetrasi SAW dalam. sisi sebaliknya dapat dilas tanpa perlu diback gouging. yang dilakukan oleh pabrik-pabrik pembuat pipa. . Contohnya adalah double SAW (disingkat dengan DSW). yang menggunakan dua batang elektroda sekaligus. Lapisan slag yang menyelimuti logam las memberikan perlindungan yang handal terhadap logam las cair. Keuntungan Proses las SAW ini dapat digunakan untuk mengelas carbon steel. Penyangga ini dilepaskan sebelum mengelas dari arah sebaliknya.

Kelarutan logam induk ini mempunyai pengaruh signifikan pada sifat kimia logam las dan harus dipertimbangkan ketika memilih kombinasi kawat/flux. Pada pengelasan dengan lapisan banyak. Kelarutan logam induk pada SAW lebih besar dibandingkan dengan proses pengelasan yang lain. 3. bisa terbentuk butiran-butiran kasar di daerah HAZ. PWHT akan mengurangi . karena unsur-unsur ini akan menaikan kekerasan. Hal ini terjadi pada pengelasan dimana kedalamannya lebih besar dibandingkan lebar. Hal ini terjadi karena slag terkurung disepanjang sisi logam las dan tidak terbuang selama pembersihan. proses las SAW membutuhkan penanganan dan waktu pemasangan lebih banyak untuk meletakkan benda kerja sedemian rupa sehingga pengelasan dapat dilakukan dengan posisi datar. menurunkan ketangguhan. tetapi kandungan hydrogennya tergantung dari tingkat kekeringan dan jenis flux yang dipakai. Cacat-cacat las yang umum terjadi pada SAW: 1. terutama pada logam-logam tipis. Pada umumnya tampilan bead yang halus dari pengelasan SAW membuat inspeksi visual menjadi lebih mudah terhadap cacat-cacat las karena kesalahan operator atau kesalahan fungsi peralatan. Hal ini terjadi karena pembersihan karat dan kerak pada sambungan tidak sempurna. harus dipilih kombinasi kawat/flux yang sesuai sehingga dapat mencegah pembentukan unsur Mn dan Si pada logam las. karena penetrasinya lebih dalam. yang pada beberapa aplikasi tidak diperbolehkan. 2. Retak ditengah las-lasan karena bentuk bead tidak tepat.Sebagai sebuah proses las busur terbuka. Terbatasnya pandangan mata terhadap busur dan kawah las selama pengelasan membuat proses ini menjadi lebih sulit dalam mempertahankan posisi las di atas sambungan. Slag inclusion karena muka las terlalu cembung atau undercut. Keadaan ini menyebabkan hilangnya sifat impact. Kekerasan di daerah HAZ cenderung lebih rendah karena panas masukan yang lebih tinggi menyebabkan laju pendinginan menjadi lebih lambat. Waktu pemasangan untuk pengelasan lebih lama dibandingkan dengan GMAW dan SMAW. Porosity karena kontaminasi pada pengelasan. Pertimbangan Dalam Memilih Kombinasi Kawat/Flux Unsur-unsur paduan bisa ditambahkan baik pada kawat elektroda ataupun flux. Kelemahan Di dalam prakteknya. meskipun pada umumnya hal ini tidak menjadi masalah. SAW tidak menimbulkan radiasi tinggi dimana hal ini memberikan kenyamanan kepada juru las. dan menimbulkan masalah retak padasour service. tetapi kontrol kimia yang lebih baik akan diperoleh apabila suatu paduan tertentu ditambahkan pada kawat dan menggunakan flux netral. SAW adalah proses las rendah hydrogen. Apabila menggunakan panas masukan lebih besar. sehingga proses ini tidak ekonomis pada pekerjaan-pekerjaan kecil.

. Aplikasi pada Pekerjaan Pada umumnya beberapa perusahaan tidak memakai proses las SAW otomatis ini apabila tidak banyak permintaan yang bisa dijadikan alasan untuk menggunakan proses las ini. Segera setelah slag menjadi konduktif. Busur listrik dinyalakan pada permulaan proses. plat berbentuk persegi mula-mula diletakkan secara vertikal dengan jarak kira-kira satu inch. kemudian dilas naik secara vertikal. 1.Metode panduan tidak terumpan (konvensional). Proses las SAW digunakan secara luas oleh suplier untuk mengelas struktur-struktur besar seperti tangki. Pada kedua jenis proses pengelasan ESW ini. anjungan lepas pantai termasuk alat pengeboran dibawah laut. proses las SAW kurang memuaskan dari pada GMAW karena GMAW lebih serba guna. dan berlangsung terus sehingga terbentuk slag konduktif.Metode panduan terumpan. Pemakaiannya yaitu pada pengelasan pressure vessel. sepatu tembaga berpendingin air yang bisa dipindah-pindah diletakkan pada sisi bagian depan dan belakang sambungan. flux ditambahkan secara teratur untuk menjaga ketepatan slag . kapal. Ada dua jenis proses las ESW: . Selama proses pengelasan berlangsung. Permulaan tab dimulai dari bagian bawah sambungan dan runoff tabpada bagian atas. dan struktur.1. Kedua metode ini menggunakan alat-alat dan bentuk filler metal yang berbeda. pressure vessel.6. Pengaruh PWHT terhadap tensile strength harus dipertimbangkan dalam memilih kombinasi kawat/flux. Sehingga perhatian yang seksama harus dilakukan di dalam memilih kombinasi kawat/flux yang akan menghasilkan komposisi logam las dengan sifat kimia dan kekuatan yang sempurna. Butiran flux diletakkan pada cekungan. kapal. Pada ESW konvensional. Proses las ini digunakan juga untuk membuat lapisan selubung baik dengan elektroda lembaran ataupun berupa kawat. busur padam dan slag tetap cair karena resistansi panas yang berasal dari arus yang lewat diantara elektroda dengan benda kerja. Proses ini dimulai dengan menyalakan busur diantara kawat elektroda dengan bottom starting tabpada cekungan yang terbentuk antara pinggiran alat yang mempunyai celah dengan sepatu tembaga. Electroslag Welding dan Electrogas Welding ESW adalah suatu proses las otomatis dengan laju deposit tinggi yang digunakan untuk mengelas logam dengan tebal 2 inci atau lebih secara vertikal.kekerasan logam las tetapi juga menurunkan tensile strength. Walaupun peralatan tersedia untuk pengelasan semi otomatis. untuk menahan logam cair tetap berada pada tempatnya sampai membeku. PWHT penting sekali dilakukan apabila temperatur pengelasan lebih tinggi dan holding time lebih lama.

Selama pembekuan. Bagian belakang logam las dibentuk oleh batangan penyangga dari tembaga permanen atau oleh root pass yang dikerjakan dengan proses manual atau semi-otomatis. tetapi dapat diimbangi oleh laju pengisian yang lebih cepat. Sambungan las pada EGW bisa berbentuk persegi dengan suatu celah atau pengelasan dengan bevel standar V dikerjakan dengan proses las yang lain. Kawah las ditutupi oleh cairan slag tipis dan diselimuti oleh gas CO2 atau argon-CO2. Waktu pemasangan pada proses ini sangat lama. yang ditahan oleh sepatu tembaga. tetapi berbeda dalam mempertahankan busur diantara elektroda berinti flux dan kawah las. dan sepatu tembaga berpendingin air permanen. Kelemahan Baik proses las ESW ataupun EGW hanya terbatas pada penyambungan carbon steel dan low alloy steel dengan posisi vertikal. EGW terbatas pemakaiannya pada benda-benda tipis. Persiapan sambungan pada kedua proses ini sederhana dan lebih sedikit terjadinya distorsi pengelasan dibandingkan dengan metode lain. Resistansi panas slag melelehkan filler wire dan pinggiran plat membentuk genangan logam cair. Gambar 100-13. Electroslag Welding Konvensional dengan Tiga Batang Elektroda ESW panduan terumpan menggunakan suatu tube panduan terumpan untuk menempatkan kawat elektroda berada pada sambungan. Lebih dari satu tube panduan terumpan dapat dipakai untuk pengelasan logam-logam tebal. Satu atau lebih kawat dapat digunakan. sementara EGW bisa dikerjakan baik di bengkel atau di lapangan. Keuntungan Keuntungan utama dari proses las ESW dan EGW adalah kemampuannya untuk melakukan pengelasan vertikal dari berbagai ketebalan dengan waktu lebih cepat dibandingkan dengan proses-proses las yang lain. Tube pemandu tidak bergerak tetapi terbakar habis selama pengelasan. sepatu secara otomatis bergerak naik kepermukaan plat. Pentingnya waktu pemasangan berkurang . biasanya kurang dari 2 inch. Gambar 100-13 menjelaskan sebuah sistim elektro slag plat tebal yang menggunakan tiga batang kawat las dan cocok untuk mengelas pressure vessel. Proses ini bisa dikerjakan dengan satu sepatu dapat dilepas. Tube panduan terumpan menambahkan filler metal pada logam las dan juga menyediakan flux pada slag konduktif dari bagian luar coating (seperti elektroda terbungkus dengan lobang besar). yang membentuk permukaan logam las pada bagian sisi sebelah depan.yang menutupi genangan logam cair. tergantung pada tebal plat. Electrogas Welding EGW dilakukan dengan posisi vertikal dengan cara yang sama dengan ESW. Hal ini membuat kawah las muncul di dalam kampuh. ESW terutama sekali dipakai untuk mengelas logam-logam tebal dibengkel-bengkel.

Pengelasan ESW membutuhkan perlakuan panas untuk menghaluskan kembali butiran setelah pengelasan selesai (misalnyanormalizing) untuk memulihkan notch toughness. pengatur waktu otomatis. Persiapan permukaan sebelum pengelasan penting sekali untuk memperoleh mutu stud welding yang konsisten. Drawn arc stud welding mempergunakan mesin las DC konvensional dengan polaritas lurus. stud dipaksa melawan base metal karena tekanan. Suatu contoh faktor bentuk rendah yaitu peka terhadap retak (adalah satu). ESW sensitif terhadap kontrol bentuk bead. Stud Welding SW adalah proses pengelasan yang relatif mudah dikerjakan. Capasitor discharge stud welding menggunakan energi listrik lucutan cepat yang tersimpan di dalam kapasitor sebagai sumber panas. Dengan demikian dihasilkan penyatuan las berkekuatan penuh dengan hasil pengelasan dan daerah HAZ yang sempit. Hal ini membatasi aplikasi EGW terhadap bahan-bahan yang mempunyai notch toughness lebih buruk. Kerak dan karat harus dibuang sebelum pengelasan. ESW dan EGW mempunyai panas masukan sangat tinggi. tetapi ada sedikit penurunan sifat logam di daerah HAZ. EGW digunakan untuk sambungan vertikal pada tanki penyimpan minyak. Keterbatasan ini membuat beberapa kontraktor membatasi pemakaian EGW pada tangki penyimpanan dilapangan yang memiliki suhu pemakaian minimum 30oF atau lebih. menghasilkan pengelasan dengan butiran kasar berjumlah banyak dan daerah HAZ dengan notch toughness rendah. ESW memiliki panas masukan paling tinggi. dan gun genggam. 1. karena kawah las mempunyai ukuran sama dengan lebar. Segera setelah ujung stud dan permukaan base metal di bawah stud meleleh.7. Stud bisa dipasangkan dengan SMAW apabila mesin las stud otomatis tidak ada.1. dan terjadi pembekuan. Hal ini diikuti dengan penggerindaan atau abrasive blasting. Stud welding bisa dilakukan dengan menggunakan mesin las drawn-arc atau capasitor discharge. Aplikasi pada Pekerjaan Aplikasi pengelasan ESW paling umum yaitu pada sambungan-sambungan longitudinal pada shell ring untuk pressure vessel carbon steel dan low alloy steel berdinding tebal. Panas masukan EGW tidak sebesar ESW. Panas pengelasan terbentuk karena tarikan busur antara welding stud dengan base metal. Proses las jenis ini digunakan untuk memasanginsulation pins dan refractory anchors. Perlunya normalizing setelah pengelasan biasanya untuk menghindarkan pemakaian ESW untuk pengelasan dilapangan. Proses las SW menggunakan welding gun khusus dan pengatur waktu otomatis.dengan bertambah tebalnya logam las. Aplikasi pada Pekerjaan . Retak garis tengah bisa terjadi apabila faktor bentuk (kedalaman kawah las dibagi dengan lebar kawah las) rendah.

biasanya diikuti dengan menambahkan filler metal dalam bentuk kawat dengan komposisi yang sesuai. Gambar 100-14 memperlihatkan detail peralatan OFW. dan alternatif lain dari bahan bakar gas acetelyne tidak dipakai pada pengelasan gas karena laju pemanasannya terlalu rendah. dengan temperatur nyala api sekitar 5600oF. Stud yang tidak memperlihatkan cahaya 360 derajat atau terputus selama pembengkokan dapat diperbaiki dengan menggunakan proses SMAW. Akan tetapi gas-gas ini digunakan untuk memotong. 1. Obor oxyacetelyne adalah metode yang paling biasa dipakai.Pengelasan stud dengan cara drawn-arc atau capasitor discharge digunakan secara luas untuk mengikat insulasi dan refractory anchor pada pipa. Inspeksi visual terhadap stud weld (untuk memeriksa 360 derajat cahaya disekitar base) dan kelengkungan stud dengan sudut kira-kira 15 derajat dari sumbu merupakan suatu cara yang dapat diterima untuk memastikan apakah stud sudah terpasang dengan baik. Propane. Meskipun demikian. Gas welding dengan nyala carburizing menghasilkan kekerasan paling tinggi pada deposit pelapisan. panas masukan dan sudut dari obor (yang mempengaruhi ukuran kawah las). mudah diangkut dan tidak ada persyaratan terhadap sumber tenaga listrik. Peralatan sederhana dan biayanya murah serta bisa digunakan untuk pekerjaan yang berkaitan dengan pemotongan. Kelemahan . pressure vessel dan tangki. gas alam. pembengkokan. Oxyfuel Gas Welding. Karakteristik Nyala Api Oxyacetylene Keuntungan. Kualitas stud welding harus diperiksa pada setiap awal perubahan. Efektifitasnya tergantung pada keterampilan juru las dalam mengendalikan komposisi nyala api. Gas welding juga digunakan pada pengecoran logam untuk memperbaiki casting iron. Gas welding pada umumnya sudah digantikan oleh SMAW dan proses-proses pengelasan yang terbaru. apabila kebutuhan terhadap karakteristik nyala api tidak terlalu penting.8. preheating dan brazing. dan untuk pemasangan konduktor panas pada furnace tube. preheating dan brazing.1. Gambar 100-15 memperlihatkan nyala api oxyacetylene yang digunakan dalam OFW. untuk menentukan apakah prosedur (gun pengatur waktu) dan persiapan permukaan sudah memuaskan. Braze Welding dan Brazing Oxyfuel Gas Welding Proses las OFW mempergubakan panas yang berasal dari nyala gas untuk melelehkan base metal dan menghasilkan penyatuan. Gambar 100-14. Peralatan Oxyfuel Gas Welding Gambar 100-15. OFW digunakan terutama sekali karena fleksibel. OFW masih dipakai untuk fillet weld dan butt weld pada pipa-pipa tipis diameter 2 inch ke bawah dimana GTAW adalah alternatif lain.

Meskipun demikian. struktur yang getas biasa dijumpai pada pengelasan carbon steel karena faktor panas masukan yang tinggi serta kecepatan las yang rendah. Prinsip kerjanya terdiri dari pelelehan serbuk paduan tembaga secara exothermal di dalam sebuah cetakan grafit yang dapat dipakai lagi. dimana terdapat flux yang sesuai. tetapi hanya untuk melelehkan filler metal saja. tetapi tidak melebihi titik lebur logam dasar. Sambungan yang lebih lemah akan terbentuk apabila toleransi kelurusan tidak dikontrol untuk menghindarkan celah yang berlebihan. Satu aplikasi penting pada pipeline adalah pemasangan kawat-kawat sacrificial anode dan test lead untuk cathodic protection. Cadwelding Cad welding adalah merek dagang dari proses las thermit yang digunakan untuk memasang sambungan-sambungan listrik tembaga dan ground lead pada pipe lines dan struktur. Sambungan tumpul. Baik carburizing ataupun decarburizing dapat terjadi pada logam las dan daerah-daerah yang berdekatan dengan base metal apabila nyala api diatur secara tidak benar. Filler metal kemudian dialirkan kepermukaan yang panas. Brazing tidak dipakai pada wadah yang digunakan untuk menyimpan cairan yang mudah terbakar karena bisa meleleh dalam api. Brazing dan braze welding mempergunakan filler metal yang akan meleleh pada suhu di atas 840oF (450oC). Braze Welding dan Brazing Proses penyambungan dengan metode ini mempergunakan obor gas seperti halnya pada OFW. celah yang terlalu sempit atau sama sekali tidak ada jarak akan menghalangi brazing alloy mengalir menuju sambungan dan juga dapat menghasilkan sambungan yang lemah atau bocor. Silver brazing.9. logam dasarnya tidak. Butiran kasar. panas diberikan pada sambungan las untuk menaikan suhunya sehingga di atas titik lebur filler rod. Soldering menggunakan filler metal yang meleleh pada suhu di bawah 840oF (450oC). tumpang atau soket dengan celah antara bagian sekitar dua hingga enam mils.1.OFW bersifat lambat dan menghasilkan panas setempat yang menimbulkan masalah perubahan bentuk. 1. . dahulu disebut silver soldering. Kondisi ini bisa sangat merusak daya tahan terhadap karat pada baja-baja chromium dan paduan-paduan yang lebih tinggi. Proses ini digunakan untuk memperbaiki casting iron dengan brass filler metal. Penyambungan Cadweld diperlihatkan pada Gambar 100-16. Powder charge(mesiu) ditahan oleh sebuah piringan penahan dari logam tipis. sehingga membentuk suatu ikatan. menggunakan paduan perak-tembaga untuk tujuan aplikasi umum. Brazing menggunakan prinsip kerja kapilaritas untuk menimbulkan pelelehan paduan brazing yang mengalir diantara sambungan-sambungan yang berdekatan. Pada braze welding. menghasilkan kekuatan paling tinggi.

ia akan mengalir melalui tap hole kerongga pengelasan dan membeku pada permukan material yang akan disambung.Laser welding. suhu. Penelitian telah memperlihatkan bahwa pengaruh metalurgi Cadwelding terhadap pipeline tidak merusak pipa-pipa API 5L grade (X-65 dan di bawahnya) dengan ketebalan 0.8 piping systems. Meskipun demikian. tekanan dan flow rate pipeline tersebut. Aplikasi Cadweld pada ketebalan kurang dari 0. Flash welding. Projection welding. . . . Cetakan digunakan untuk mengikat timah kawat diameter kecil (typically #4 atau kurang) pada pipelines seperti yang diilustrasikan pada gambar. Gambar 100-16 Cadweld untuk Penyambungan Timah Kabel dengan Pipa Serbuk Cadweld (F-33) yang dipergunakan untuk memasang cathodic protection lead dan test wire pada pipeline adalah campuran tembaga oxida dan aluminum dengan sedikit vanadium. Evaluasi harus meliputi fluida. kemudian mengikatnya satu sama lain.2 inci harus dievaluasi tersendiri.Ketika paduan tembaga meleleh melalui piringan logam. Mesiu mulai dinyalakan dengan menggunakan pemantik flint spark kemudian mesiu bereaksi sehingga menghasilkan paduan tembaga cair yang mengandung aluminum dan vanadium. Paduan ini meleleh melalui piringan logam dan membeku pada timah listrik dan base metal. Prosesproses ini adalah: .Plasma arc welding. Serbuk ini dilengkapi dengan 15 gram (CA15) dan cartdridges yang lebih besar. Slag tipis aluminum-oksida terbentuk yang menyisakan gumpalan dan kerak pada cetakan. Sejumlah starting powder dipadatkan pada setiap cartridge sehingga starting powder terbentang di atas campuran tersebut ketika isinya dialirkan ke dalam cetakan.2 inci dan lebih. bertambah dalamnya daerah HAZ. Perhatian utama adalah berkurangnya kekuatan dinding selama pengelasan. Slag mudah dihilangkan dengan chipping hammer dan harus dibuang dari cetakan sebelum digunakan lagi. . Jenisjenis cetakan berbeda-beda pada setiap aplikasi.Resistance welding.Electron beam welding. dan meningkatnya penetrasi tembaga.4 dan B31. Proses Pengelasan Lain Beberapa proses penyambungan lain tidak dibicarakan disini karena jarang dipakai. . powder charge dibatasi hanya 15 gram menurut ANSI/ASME B31. .

1. 1. . Pertimbangan dalam Membuat Disain Sambungan Disain sambungan yang tepat sangat penting sekali. brazing dan inspeksi NDT dijelaskan pada ANSI/AWS A2. fillet weld hanya dilakukan dengan sambungan tumpang (lap joint) pada plat bagian bawah dan atas sebuah tangki. karat dan patah getas. karena akan menghasilkan kinerja pemakaian yang paling baik dan tahan terhadap kelelahan.0.2.2. Setiap pekerjaan harus dievaluasi berkaitan dengan proses pengelasan. Tabel simbol las AWS diberikan pada gambar 100-37 dan Appendix E. karena lebih ekonomis dari pada butt weld. efisiensi sambungan. Diperlukan butt weld penetrasi penuh dengan komposisi kimia dan sifat-sifat mekanis yang persis sama dengan base metal. Misalnya. Pada aplikasi ini. Pengelasan dengan penetrasi sebagian dan fillet weld hanya digunakan apabila beban pemakaian dan stress tidak terlalu berat. . tangki dan pipa) atau pengelasan sambungan-sambungan kritis pada struktur anjungan lepas pantai.Explosion welding. Sambungan ..2. Sebaliknya sambungan-sambungan pada dinding tangki yang memiliki tegangan lebih tinggi. Pada umumnya benda-benda yang dilas adalah wadah tempat penyimpanan cairan berbahaya (misalnya pressure vessel.1. posisi. Detail Sambungan Sambungan Tumpul Persegi Pada proses las SMAW. penting diketahui bahwa logam las memiliki kekuatan dan ketangguhan yang handal. DISAIN SAMBUNGAN LAS 1.2. kontrol terhadap distorsi dan syarat-syarat disain untuk menentukan detail sambungan yang tepat. Hasil paling baik hanya akan diperoleh apabila sambungan telah dipersiapkan secara sempurna dan kelurusannya sudah tepat. Resistance seam welding.4-86. . kemudahan menjangkau dan inspeksi. sambungan tumpul persegi seperti tampak pada Gambar 100-17 digunakan untuk menyambung pipa secara single weld dengan ketebalan hingga 1/8 inci. dilas dengan carabutt weld penetrasi penuh.Friction and inertia welding. karena akan mempengaruhi cara mempersiapkan sambungan. dan menyambung plat dengan caradouble weld dengan ketebalan hingga 5/16 inch. Simbol-simbol standar untuk pengelasan. dan juga bebas dari discontinuity dan crevices dimana zat-zat korosif bisa berkumpul. urutan pengelasan. Resistance spot welding. dan produktivitas.

volume logam las yang dibutuhkan menjadi lebih kecil dan pemakaiannya bisa menghemat waktu pengelasan. Pada sambungan double Vdengan ketebalan tidak sama.tumpul persegi adalah sambungan yang paling mudah dibikin karena tidak memerlukan pembevelan. Kontrol terhadap perubahan bentuk bisa menjadi lebih baik. Modifikasi Sambungan pada Pengelasan Pipa. Sambungan jenis ini bisa dibikin dengan menggunakan lampu potong atau mesin gerinda. kedua belah sisi bisa dilas pertama kali. Sambungan Single V Sambungan Double V Sambungan double V (Gambar 100-19) lebih ekonomis untuk pengelasan plat tebal 3/4 hingga 2-1/2 inci dengan proses las SMAW. Karena persiapan untuk membuat sambungan yang dimodifikasi ini harus dilakukan dengan mesin. karena volume logam las yang akan diisikan lebih sedikit dibandingkan dengan memakai sambungan single V. Sambungan ini bisa dibuat dengan menggunakan alat oxyfuel gas cutting. Gambar 100-18. Sambungan Double V Pada sambungan jenis ini perlu dilakukan back gouging pada root pass setelah pengelasan dari sisi pertama selesai untuk mendapatkan penetrasi sempurna. Pada sambungan yang memiliki ketebalan sama.67T) karena backgouging cenderung akan mengimbangi dalamnya pengelasan. Bentuk sambungan seperti ini bisa dibuat dengan menggunakan lampu potong atau mesin gerinda. Gambar 100-20. pengelasan yang pertama kali dilakukan adalah sisi yang paling dalam (misalnya 0. Sambungan Tumpul Persegi Sambungan single V Pada proses las SMAW. disain sambungan berbentuk single V (Gambar 100-18) digunakan untuk penyambungan pipa secara single weld dan penyambungan plat secara double weld untuk ketebalan hingga 3/4 inch. Apabila melakukan pengelasan pada pipa dengan tebal lebih dari ¾ inci dengan cara SMAW. mesin gerinda. atau gunting. sambungan jenis ini bisa menjadi lebih mahal dari pada sambungan single V biasa. bisa digunakan sambungan V yang dimodifikasi atau single U (lihat Gambar 100-20) sebagai menggantikan sambungan pipa single V standar. karena pengelasan dari sisi kedua akan mengimbangi pengelasan dari sisi pertama. Gambar 100-19. Gambar 100-17. Bentuk Sambungan pada Pipa Tebal . Meskipun demikian.

Gambar 100-22. dan menghalangi alat-alat pembersih internal. Penguat (reinforcement) pada bagianbagian yang hilang sering kali diperlukan dan boleh jadi perlu pad plate atau penguat yang berasal dari fitting itu sendiri.Fillet Weld Fillet weld (lihat Gambar 100-21) membutuhkan persiapan sambungan paling sedikit. Set-on pada umumnya dipakai pada fitting yang memiliki diameter kecil (2 inci atau kurang) yang dilas dari arah satu sisi. Consumable insert memiliki bermacam-macam bentuk disain. Gambar 100-23.3. Celah yang lebih lebar membutuhkan ukuran fillet atau bentuk las-lasan yang lebih besar dari arah satu sisi untuk mengimbangi celah lebar tersebut. Hal ini sering disebut sesuai dengan nama disainnya mula-mula atau sesuai dengan bentuknya. karena consumable insert ini ikut terbakar atau bersatu ke dalam root pass sambungan selama pengelasan. weldolet.2. Set-in digunakan pada fitting yang memiliki diameter lebih besar. Ring ini juga dapat menimbulkan retak akar apabila kondisi pemakaian bergetar (cyclic) dan terdapat kondisi tegangan balik pada akar. Ring jenis ini dipakai untuk membuat root pass pipa memiliki kualitas radiografi. Detail Pengelasan pada Fitting 1. Pelurusan terhadap lap joint atau T-joint harus teliti (umumnya dalam 1/16 inci) jika tidak maka efektifitas throat fillet weld tidak terbentuk. dan pada umumnya untuk pengelasan penetrasi penuh yang membutuhkan pengelasan dari arah dua sisi. Pada pekerjaan dimana faktor-faktor ini tidak merupakan problem. Fitting ini bisa berupa coupling. foster crevice corrosion. Backing Ring dan Consumable Insert Backing Ring Permanen Backing ring permanen digunakan untuk menahan cairan logam las (lihat Gambar 100-23). Fillet weld Sambungan Las pada Fitting Pengelasan pada fitting dapat dilakukan baik secara set-on (paste on) atau set-in (lihat Gambar 10022). tidak sama halnya dengan backing ring. Ring ini pada umumnya tidak boleh dipergunakan pada pipa-pipa proses karena merupakan tempat berkumpulnya endapan-endapan korosif. Backing Ring Consummable Insert Consummable insert. backing ring bisa memperbaiki kualitas root pass dengan juru las yang tidak begitu terampil. Gambar 100-21. seperti: . atau small forging yang dilobangi setelah pengelasan selesai. yaitu butuh bentuk bead yang lebih baik serta lebih sedikit pekerjaan perbaikan dan penolakan.

010 inci. yang mana yang lebih kecil. Salah satu toleransi untuk fit-up dan persiapan sambungannya adalah ± 0. Juru las perlu pengalaman atau pelatihan pada pengelasan dengan consumable insert supaya diperoleh pelelehan dan penyatuan insert yang sempurna. Detail ukuran dan syarat-syarat terhadap consumable insert dapat dilihat pada AWS A5. Code pada umumnya tidak memperbolehkan perubahan ketebalan secara tiba-tiba pada sambungan butt weld. harus dilakukan taper apabila beda ketebalan lebih dari seperempat dari bagian yang lebih tipis. Disamping itu sambungan-sambungan single V pada pipa atau plat secara esensial harus sama rata dengan bagian belakang untuk menghindarkan cacat-cacat las pada akar seperti incomplete penetration. seperti elbow schedule 80 dengan pipa schedule 40. Kellogg inserts (flattened round wire). Gambar 100-24 mengilustrasikan dua cara untuk menyambung pipa yang lebih tebal dengan pipa yang lebih tipis. Persiapan Sambungan Plat dengan Tebal Berbeda . Pada pressure vessel yang mempunyai tebal dinding tidak sama. Taper bervariasi terhadap code yang berbeda. Sambungan las yang menggunakan consumable insert butuh kontrol toleransi yang lebih ketat selama mesinasi dan pelurusan. Contoh umumnya adalah penyambungan pipa yang mempunyai schedule berbeda. 4.30. atau pembevelan dengan lampu potong. Consumbale insert pada umumnya dapat diterima karena ia terbakar habis selama pengelasan dan biasanya mempunyai komposisi kimia sama dengan filler metal. pengerindaan. Gambar 100-25. Perubahan Ketebalan Adakalanya tebal dari bagian yang akan disambung berbeda-beda. Gambar 100-24. seperti weld buildup. Persiapan Sambungan Pipa dengan Tebal Berbeda Seamless pipe dapat memiliki perbedaan ketebalan yang signifikan apabila diameter dalam dan diameter luar tidak kosentrik. Pelurusan yang buruk akan ditemui apabila bagian yang lebih tebal dari dinding salah satu pipa disambung dengan bagian yang lebih tipis dari pipa lain.1. 3. Grinnel inserts (berbentuk persegi datar). Dapat dilakukan counterboring untuk menyesuaikan bore sepanjang tebal minimum atau tingkat tegangan tidak dilanggar. 2.2.4. Transisi bisa dibuat dengan berbagai proses yang akan menghasilkan taper seragam. agar insert terhindar dari incomplete fusion. EB (electric boat) inserts (berbentuk ring). Panjang taper yang dibutuhkan meliputi lebar las-lasan. atau apabila beda ketebalan lebih dari 1/8 inci. dimana elbow yang lebih tebal harus dipotong miring (taper) supaya sesuai dengan pipa yang lebih tipis agar diperoleh mutu root yang dapat diterima. 1. “Y” ring inserts. karena akan memperbesar kosentrasi tegangan. lihat Gambar 100-25.

1. Nozzle atau reinforcement pada pressure vessel harus dipasang dengan pengelasan yang cukup untuk menghasilkan kekuatan penuh dari bagian-bagian penguat. Kepingan transisi bisa digunakan diantara pipa yang memiliki ketebalan berbeda.8 Code dan API Std. Leher nozzle yang dimasukkan kedalam sebuah lobang pada dinding vessel bisa dipasang dengan las kampuh penetrasi penuh atau penetrasi sebagian. 4. 3. ASME Code for Boilers and Pressure vessels. 1104 for pipelines. Pressure Vessel.1 for structures. 1. Apabila ketidak lurusan internal pipa lebih dari 1/16 inci. Chemical plant dan petroleum refinery piping dibicarakan dalam ANSI/ASME B31.2. Disain sambungan harus memberikan akses. Ukuran perbandingan bevel yang direkomendasikan adalah 4:1. 5. Pengelasan pressure vessel dijelaskan dalam ASME Code Section VIII. Leher nozzle harus dipasang pada dinding vessel dengan las kampuh penetrasi penuh.6. Lihat Gambar 100-25 mengenai persiapan sambungan terhadap logam yang memiliki tebal tidak sama.5. bagian dinding yang lebih tebal harus di counterbored atau taper boredsehingga permukaan internal hampir rata. terutama apabila yield strengthnya juga berbeda. AWS D1. dan meningkatkan inspeksi sambungan bila menggunakan radiografi. yang kemudian diatur secara bergantian oleh sebuah jarak sebesar paling tidak 5 kali ketebalan plat. Division 1.4 Code. API Std. B31. ANSI/ASME B31. Tegangan pada Butt Weld dan Fillet Weld . Persyaratan Code Code seperti di bawah berikut dijadikan acuan oleh perusahaan-perusahaan konstruksi. meskipun demikian pengelasan penetrasi penuh lebih diutamakan. Counterboring atau tapering tidak boleh melanggar ketebalan minimum. 12D. Piping. mempermudah pengelasan root pass. 620. Vessel yang terbuat dari dua buah plat atau lebih harus dilas secara longitudinal pada bagian yang berdekatan. 2. dimensi dan bentuk yang memenuhi fusi dan penetrasi yang dibutuhkan. ANSI/ASME B31. tetapi sudut bevel tidak boleh lebih dari 30 derajat.3.2. Hal ini akan mengurangi kosentrasi tegangan. 650 for storage tanks. 1.3 Code for Piping.

Single Fillet Weld Fillet Weld Pada Beban Paralel Gambar 100-31. Fillet Weld dengan Beban Tegangan Langsung pada Beban Langsung Fillet Weld. Gambar 100-29. in. Diperlihatkan juga simbol-simbol las standar yang digunakan untuk menjelaskan syarat-syarat sambungan las.7. . h = ukuran tumit las-lasan tidak termasuk tonjolan las. in. L = length of weld. Ss = shear stress. Double Fillet Weld dengan Beban Paralel. psi. h = fillet size.2. P = external load.Gambar 100-26 mengilustrasikan istilah-istilah yang digunakan pada fillet weld. fillet weld dan pengelasan pipa. diikuti dengan posisi-posisi pengelasan untuk las kampuh. Pada fillet weld. Gambar 100-26. in-lb. h = size of weld. Bending Momen pada Gambar 100-30. Butt Weld dengan Gambar 100-28. psi. 1. Istilah-istilah pada Fillet Weld Istilah-istilah standar Istilah-istilah standar yang digunakan dalam menghitung tegangan sambungan las dalam contoh berikut adalah: S = normal stress. lb. M = bending moment. Pada butt weld. Gambar 100-27 sampai 100-31 memberikan persamaan-persamaan hitungan sederhana yang digunakan untuk menentukan tegangan pada butt weld dan fillet weld. Istilah-Istilah Sambungan dan Simbol-Simbol Las Gambar 100-32 sampai 100-37 di bawah memperlihatkan penjelasan berdasarkan AWS dan istilah-istilah pada sambungan las kampuh tunggal dan las kampuh ganda. Gambar 100-27.

0.3.Sukar mengelas bahan-bahan las tertentu. proses pengelasan. dan pemilihan jenis-jenis filler metal. Spesifikasi ini meliputi elektroda tungsten dan karbon. Sambungan-Sambungan Las Kampuh Tunggal Sambungan Las Kampuh Ganda Gambar 100-34. Data bermacam-macam paduan disajikan dalam Alloy Fabrication Data pada Appendix A. 1. Posisi-Posisi Pengelasan pada Pengelasan Pipa Gambar 100-37 a. batasan komposisi kimia dan sifat-sifat mekanis. Simbol-Simbol Las Standar AWS 1. Spesifikasi ini secara teratur diperbaharui.Pengelasan logam berbeda (dissimilar metal).3. Gambar 100-38 di bawah memperlihatkan proses pengelasan atau proses-proses yang dibicarakan diikuti dengan nomor spesifikasi AWS nya. .Apabila diinginkan sifat-sifat mekanis khusus. misalnya pengelasan material 13 Cr dengan mempergunakan elektroda austenitic atau elektroda Ni-Cr-Fe. Posisi-Posisi Gambar 100-35. Lampiran ini terdiri dari spesifikasi ASTM dan ASME yang dipakai. Filler Metal Bahan tambah atau filler metal yang dipilih hendaknya memiliki komposisi dan sifat-sifat mekanis sama dengan logam dasar. AWS memiliki 31 spesifikasi filler metal. heat treatment. Namun demikian komposisi logam las bisa juga berbeda apabila: .1. serta penjelasan mengenai syarat-syarat pengelasan seperti preheat. Penjelasan mengenai pemilihan filler metal dibicarakan pada Bab 3. .Gambar 100-33. KOMPOSISI LOGAM LAS Pada umumnya. misalnya pemakaian carbon steel pada suhu rendah dengan mempergunakan elektroda yang mengandung Ni. . Posisi Pengelasan pada Las Posisi Pengelasan pada Kampuh Fillet Weld Gambar 100-36. Praktek Pengelasan. misalnya penyambungan carbon steel dengan stainless steel dengan mempergunakan elektroda Ni-Cr-Fe. dimana dua digit terakhir menunjukkan tahun keluaran yang dicantumkan pada nomor spesifikasi. Sambungan.Gambar 100-32. semua baja dan baja paduan yang diperbolehkan oleh code dan standard dapat dilas apabila menggunakan prosedur pengelasan yang tepat. juga flux untuk brazing pada proses pengelasan SAW dan ESW. Simbol-Simbol Las Standar AWS Gambar 100-37 b.

Membentuk lapisan terak (slag) di atas kawah las dan endapan logam. GMAW. . Spesifikasi Filler Metal berdasarkan AWS. RB : Artinya filler metal yang digunakan sebagai welding rod atau brazing Filler metal. Spesifikasi ini mirip dengan AWS. Elektroda SMAW Elektroda terbungkus pada proses las SMAW menyediakan bahan tambah dan gas pelindung.1.3. . RG : Welding rod yang dipakai pada proses las OAW. Part C Boiler and Pressure Vessel. Gambar 100-38. Inti kawat las berfungsi sebagai bahan tambah pada saat pengelasan berlangsung. tergantung dari jenis elektrodanya. baik mengenai bentuk hasil maupun proses penyambungan. polos dan berinti komposit atau flux yang dipakai untuk proses las SMAW.ASME juga menerbitkan spesifikasi filler metal. B : Artinya brazing filler metal. Spesifikasi filler metal ASME ditandai dengan penambahan huruf SF pada nomor AWS. Elektroda ini bisa dibalut oleh flux. misalnya SFA5. 1. FCAW. EW : Artinya elektroda tungsten (tidak terumpan). . nitrogen dan hydrogen yang terdapat di udara.Memberikan gas pelindung untuk mencegah kontaminasi pada busur dan logam las dari pengaruh oxygen. F : Singkatan dari flux pada proses las SAW IN : Singkatan dari consumable insert. Sedangkan coating berfungsi seperti di bawah berikut. yaitu: . R : Artinya welding rod yang mendapat pemanasan untuk kegunaan selain dari menghantarkan arus.2. Sistem klasifikasi AWS pada filler metal ini menggunakan awalan seperti dijelaskan di bawah yang memberikan informasi. Elektroda terbungkus ini memiliki berbagai macam komposisi pada inti kawat dan selaput pembungkusnya ( coating). Perhatikanlah sebuah elektroda las busur yang menghantar arus las. yaitu ASME Section II. ER : Artinya filler metal yang berfungsi sebagai elektroda las busur (menghantarkan arus) atau sebagai welding rod. GTAW dan SAW.Mengionisasi unsur untuk menghaluskan busur las.

busur berbentuk halus dengan penetrasi sedang. Elektroda ini bisa digunakan dengan semua posisi. Digit ketiga memberikan informasi mengenai posisi pengelasan dan digit ke empat memberikan informasi mengenai jenis coating. Tensile strength minimum bisa seperti hasil yang dilaskan atau hasil pengelasan yang telah diberi PWHT. .5.000 psi dengan coating dari jenis sellulosa. dan jenis pembangkit listrik yang dibutuhkan.1 yaitu elektroda carbon steel untuk proses las SMAW. Gambar 100-39.000 psi dengan coating jenis low hydrogen dan mengandung serbuk besi. karakteristik pengelasan.Memberikan serbuk besi untuk mempercepat laju pengisian. misalnya E-10018-D2. mempergunakan system 5 digit.1. Jenis coating akan menentukan posisi pengelasan. dimana sistem klasifikasinya sama dengan elektroda carbon steel. tergantung dari klasifikasinya. yang hanya perlu melakukan jumlah minimum dari satu unsur yang dicantumkan (komposisi sebenarnya ditinggalkan pada pabrik pembuat elektroda). dan mesti digunakan dengan arus DC polaritas terbalik. cocok untuk pengelasan semua posisi. Lihat Gambar 100-39. Coating elektroda dari jenis kapur (-15) atau titania (-16). mengandung serbuk besi dengan komposisi nominal 1-1/4 Cr-1/2 Mo. tetapi ada penambahan huruf atau angka untuk memberikan informasi mengenai komposisi kimianya. dan E-8010-G adalah elektroda selulosa dengan klasifikasi umum. memiliki tensile strength minimum 100. Kedua coatingnya adalah jenis low hydrogen.Menghasilkan unsur-unsur paduan seperti molybdenum.Menghasilkan zat deoxidizer dan pembersih untuk menghaluskan struktur butiran logam las.000 psi atau lebih. Tiga digit pertama adalah singkatan dari tensile strength. memberikan informasi mengenai komposisi kimia yang harus dipenuhi.. misalnya E-60XX atau E-70XX. Misalnya elektroda E-8018-B2 adalah elektroda dengan coating jenis low hydrogen. Elektroda carbon steel. dan menggunakan arus DC dengan polaritas terbalik. jenis arus dan polaritas arus.5 – Elektroda SMAW untuk Pengelasan Low Alloy Steel Elektroda stainless steel dijelaskan oleh spesifikasi AWS A5. . penetrasi busur dalam dan kuat. Elektroda E-7018 memiliki tensile strength minimum 72. Dua digit pertama memberikan informasi tensile strength minimum logam las dalam ksi.4 (komposisi 5 Cr atau lebih) dan diklasifikasikan menurut AISI untuk komposisi deposit logam las dan jenis coating (dua digit terakhir). Elektroda-elektroda dasar atau berbungkus kapur (-15) mempunyai cairan slag sedikit. berdasarkan AWS A5. Elektroda dengan kekuatan lebih tinggi.Elektroda SMAW untuk Pengelasan Carbon Steel Elektroda low alloy steel mengikuti spesifikasi AWS A5. nikel dan chromium pada baja-baja paduan rendah. umumnya tahan terhadap retak. menggunakan sistem empat digit. Gambar 100-40. Misalnya elektroda E-6010 mempunyai tensile strength minimum 62. AWS A5. . Akhiran berbentuk huruf dan angka atau hanya huruf saja. tetapi karakteristik lasnya berbeda. AWS A5. Elektroda ini bisa digunakan dengan semua posisi. Kondisi ini akan mempengaruhi posisi dan arus pengelasan yang digunakan.

4 – Elektroda SMAW untuk Pengelasan Stainless Steel. Elektroda ini merupakan elektroda turunan yang memperlihatkan muka bead elektroda coating titanium. Penyerapan uap lembap ke dalam elektroda low hydrogen dapat menimbulkan underbead cracking.3. tetapi dapat digunakan dengan arus AC atau DC polaritas terbalik. dengan arus DC polaritas terbalik. Prosedur Penyimpanan dan Rekondisi Elektroda yang Direkomendasikan 1. Elektroda ini memiliki lapisan kapur.3. sehingga elektroda ini harus dibeli dalam wadah tertutup rapat.Elektroda coating titanium (-16) menghasilkan deposit las lebih halus dengan muka las cenderung berbentuk cekung. Elektroda ini mendepositkan logam las stainless steel jenis 316. Elektroda dengan coating tahan basah (moisture resistant) disingkat MR. Elektroda E-410-16 mendepositkan logam las stainless steel 12% Cr. Gambar 100-42. Elektroda ini hanya cocok untuk posisi datar dan horizontal. dan karakteristik pengelasan semua posisi dari elektroda-elektroda coating kapur. AWS A5. yang cocok untuk pengelasan semua posisi. Elektroda ini memiliki coating titanium yang pada umumnya tidak cocok untuk pengelasan semua posisi. yaitu suhu 70oF dan kelembapan relatif 70 %) untuk elektroda low hydrogen dengan berbagai level kekuatan. harus direkondisi di dalam oven untuk membuang kelembapan yang terserap oleh coating. Resiko retak ini semakin besar seiring dengan bertambahnya tensile strength elektroda tersebut. Contoh elektroda stainless steel terbungkus adalah E-316-15. Gambar 100-41. Elektroda GMAW dan FCAW . Gambar 100-42 memberikan rekomendasi waktu maksimum terbuka di udara (setelah wadah penyimpan dibuka atau dikeluarkan dari oven pemanas) pada kondisi sedang. atau elektroda tersebut dibuang sama sekali.4. Bagaimanapun juga elektroda tidak boleh lembab atau basah. Elektroda baru ini sangat tahan terhadap kelembapan sehingga bisa digunakan setiap saat. Coating pada Elektroda SMAW Elektroda low hydrogen memiliki coating (selaput pembungkus) yang akan menyerap kelembapan apabila berada di udara terbuka. Elektroda turunan ini kadang-kadang disebut dengan elektroda DC titanium. Gambar 100-43 memberikan rekomendasi suhu penyimpanan dan suhu rekondisi elektroda yang biasa digunakan. Elektroda yang sudah terbuka di udara dalam waktu melebihi seperti disebutkan dalam Gambar 100-42. Lama Pemaparan Elektroda Low Hydrogen di Udara Terbuka yang Direkomendasikan Gambar 100-43. Lihat Gambar 100-41 mengenai elektroda stainless steel SMAW menurut AWS A5. sekarang banyak dibuat oleh beberapa manufacturer. dan disimpan dalam oven pemanas setelah dibuka untuk menghindarkan penyerapan uap air.

Si dan lain-lain). Digit kedua menjelaskan posisi-posisi pengelasan (angka “1” untuk semua posisi.28.18 dan A5. yaitu bentuk kawat las.1. . misalnya B2 untuk 1-1/4 Cr dan ½ Mo. dan stainless steel diberikan pada Gambar 100-44.1/2 Mo. dan digit terakhir (1. proses pengelasan mengenai jenis-jenis elektroda). AWS A5.Gambaran umum mengenai kawat las untuk proses pengelasan GMAW dan FCAW berdasarkan kriteria AWS untuk carbon steel. AWS A5. Gambar 100-44.0. dan angka 2 memberikan informasi kimia deoxidizer (Mn. Kode AWS untuk Filler Metal Carbon Steel. angka 70 menjelaskan tensile strength logam las dalam ksi. low alloy steel. Slag mempengaruhi manfaat dan karakteristik kinerja (lihat FCAW pada pasal 1. Gambar 100-47. “S” merupakan singkatan dari solid (pejal).29 – Filler Metal FCAW untuk Pengelasan Low Alloy Steel Elektroda carbon steel untuk proses las FCAW misalnya E-71-T5 dijelaskan dengan: digit pertama memberikan informasi mengenai tensile strength minimum setelah dilaskan (dalam 10 ksi). lihat Gambar 100-45 dan Gambar 100-46. Penjelasan ini sama dengan sistim yang digunakan pada elektroda SMAW tetapi ada beberapa bagian yang berbeda. Elektroda low alloy steel misalnya ER-80S-B2 penjelasan artinya sama seperti yang di atas. Alloy Steel dan Stainless Steel pada Proses Las GMAW dan FCAW Filler metal carbon steel dan low alloy steel untuk proses las GMAW mengacu pada spesifikasi AWS A5. “-T” adalah singkatan dari tubular electrode. Filler metal carbon steel dan low alloy steel untuk proses las FCAW mengacu pada spesifikasi AWS A5. penjelasannya sama kecuali adanya penambahan kode huruf dan angka untuk menjelaskan sifat kimia seperti elektroda SMAW (misalnya B2 untuk 1-1/4 Cr. Elektroda ini mempunyai huruf “E” sebagai identifikasinya. misalnya E-81-T1-B2. Gambar 100-45. 2 atau 5) adalah jenis slag yang dihasilkan oleh flux. Filler metal ini bisa juga digunakan untuk proses las GTAW dengan kode huruf awal “E” dan “R”.20 – Filler Metal FCAW untuk Pengelasan Carbon Steel Gambar 100-48.20 dan A5. Low Alloy Steel dan Stainless Steel untuk Proses Las GMAW dan FCAW Gambar 100-46.29 seperti pada Gambar 100-47 dan 100-48. tambahan akhiran huruf dan angka memberikan informasi kandungan unsur kimia. AWS A5. “0” untuk posisi flat dan horizontal). Kode AWS untuk Filler Metal Carbon Steel. Elektroda low alloy steel untuk proses las FCAW.28 – Filler Metal GMAW untuk Low Alloy Steel Elektroda carbon steel misalnya ER-70S-2.

Hasil pengelasan kadang-kadang langsung retak begitu pengelasan selesai dikerjakan. Jenis stainless steel ditunjukkan oleh nomor AISI misalnya 308. Retak hydrogen bisa dihindarkan dengan mengontrol tiga faktor di atas.1. Filler metal stainless steel untuk proses GMAW misalnya ER-308Si bisa juga digunakan untuk GTAW dan sama-sama mempunyai awalan “E dan R” (untuk rod). Misalnya angka “1” untuk CO2 dan “3″ untuk berpelindung sendiri. PREHEAT 1. Hal ini tidak terjadi pada pengelasan baja karbon rendah atau baja karbon biasa.9 dan A5. dan mengendalikan sifat-sifat metalurgi di daerah HAZ. Retak hydrogen disebut juga dengan retak tertunda. dan mempunyai akhiran angka yang memberikan informasi gas pelindung yang diperlukan.4. Alasan Melakukan Preheat. Preheat atau pemanasan awal dilakukan untuk mencegah terjadinya retak las. . Retak hydrogen ini bisa juga terjadi pada logam las yang memiliki kekuatan tinggi. . yang ditambahkan guna meningkatkan sifat mampu las. “T” singkatan dari tubular. meningkatkan ketangguhan. Retak-retak ini disebut dengan retak tertunda (delayed crack) karena terjadi beberapa saat setelah pengelasan selesai. 1.2. Elektroda stainless steel untuk proses las FCAW misalnya E-316T-1 menggunakan awalan “E” stainless AISI 316. dan masalah-masalah lain. Akhiran Si digunakan apabila filler metal mempunyai kandungan unsur silikon tinggi. Selama retak hydrogen terjadi. Hydrogen.Kekerasan logam induk sangat tinggi. tiga faktor berikut ini pasti ada : . yang menjadi penyebab hampir separuh dari masalah retak las pada pengelasan struktur.0. memperlihatkan beberapa penyebab retak.Filler metal stainless steel untuk proses las GMAW dan FCAW mengacu pada spesifikasi AWS A5. Penyebab Retak pada Pengelasan Struktur Retak hydrogen pada umumnya terjadi di daerah HAZ seperti retak tumit ( toe crack) atau underbead crack. Inspeksi sebaiknya ditunggu 24 hingga 48 jam apabila retak tertunda mungkin terjadi. . hardenability plat yang tinggi.4. Preheat kadang-kadang juga diperlukan untuk menghilangkan tegangan sisa (residual stress). preheat yang tidak tepat. Gambar 100-49.Tegangan tinggi.Hydrogen. terutama pada root pass. Gambar 100-49. retak dingin atau underbead craking yaitu retak yang sering terjadi karena preheat tidak tepat atau karena hardenabilitylogam kerja sangat tinggi.

Namun demikian. Kepekaan daerah HAZ suatu baja terhadap retak hydrogen tergantung apakah daerah HAZ tersebut memiliki mikrostruktur yang rentan. pengelasan nozzle pada pressure vessel. Namun demikian. karena ia dipengaruhi oleh ukuran logam las. interpass temperatur dan suhu lingkungan. geometri sambungan. Tegangan (stress) pada logam las ditentukan oleh kekangan (restrain) pada sambungan ketika logam las tersebut sudah dingin kemudian mengkerut. Laju pendinginan setelah pengelasan dipengaruhi oleh besarnya suhu preheat. apabila kandungan hydrogennya kecil dari 10 ml dari 100 g logam setelah pengelasan. baja dengan sifat mampu keras lebih tinggi akan mempunyai kekerasan HAZ . sering digunakan untuk membatasi jumlah hydrogen masuk ke dalam logam las. dan juga oleh yield strength logam induk dan logam las. Pada laju pendinginan yang diterapkan. Suhu preheat sering dinaikkan apabila ketebalan bertambah dengan tidak menghiraukan kerumitan dari sambungan yang dilas. Kerentanan mikrosruktur diukur secara sederhana dari kekerasannya.Kandungan hydrogen hasil pengelasan berkaitan langsung dengan jumlah hydrogen yang terdapat selama proses pengelasan. Dalam usaha untuk mencoba menentukan berapa suhu preheat yang harus diterapkan. derajat kekangan sambungan perlu diperkirakan. kelurusan dan desakan luar ( external constrain). Laju pendinginan juga dipengaruhi oleh geometri sambungan. Kekerasan HAZ dikontrol dengan membatasi komposisi kimia baja tersebut dan dengan mengontrol laju pendinginan setelah pengelasan dengan preheat. Perkiraan besarnya kekangan sering disederhanakan hanya dengan meninjau tebal sambungan yang akan dilas. Stress Level. yang diukur sebagai hydrogen potensial kawat las. ada perbedaan signifikan antara butt weld sederhana. Semakin tinggi kekangan yang terbentuk pada tegangan tinggi. Pengaruh komposisi kimia terhadap kekerasan diukur dari sifat mampu keras (hardenability). dan sambungan kompleks T-Y-K dengan ring stiffeners pada anjungan lepas pantai. Semakin besar kekangan sambungan. tebal logam dasar. yaitu jika semakin tinggi kekerasan maka semakin rentan terhadap retak. Suatu proses pengelasan dikatakan low hydrogen. Panas karena preheating akan membuat hydrogen merembes keluar dari daerah logam las dengan kecepatan lebih tinggi. Kekerasan Baja. semakin besar kemungkinan terjadinya retak. kekangan tersebut sulit dihitung. dengan demikian mengurangi kandungan hydrogen berarti mengurangi kemungkinan terjadinya retak hydrogen. semakin besar suhu preheat yang diperlukan. dimana suhu preheat yang lebih tinggi menyebabkan pendinginan menjadi lebih lama dan kekerasan mikrostruktur menjadi lebih rendah. besarnya panas masukan dari proses pengelasan. Elektroda-elektroda low hydrogen seperti E-7018.

CE adalah bilangan yang menggabungkan hardenability berbagai unsur paduan dalam bentuk ekivalensi-nya. Pada Gambar 100-50 terlihat bagaimana kenaikan hardenability (diukur dengan rumus ekivalen carbon sederhana C + Mn/4) secara drastis akan memperbesar sensitifitas terhadap retak hydrogen. karena ia memiliki kandungan unsur paduan. karena ia tidak memiliki paduan tambahan lain diluar bare minimum. Namun demikian baja ini memiliki masalah. Pada awal tahun 1980-an. karena biaya preheat yang tinggi membuat perusahaan-perusahaan baja membuat baja generasi lain. Rumus hardenability diberikan pada bagian akhir bab ini. Hilangnya kekuatan dari paduan yang lebih rendah. Ini adalah jenis baja yang sangat biasa. Gambar 100-50. meskipun rendah namun membuatnya menjadi lebih keras sehingga lebih sukar dilas tanpa retak hydrogen. Mikrostruktur ini membuat baja tersebut memiliki kekuatan tambahan yang diperlukan untuk memenuhi spesifikasi kekuatan. Pada tahun 1960-an dikembangkan sebuah baja baru yang disebut high strength low alloy steels atau baja HSLA. Apabila pemilik sudah familiar dan memiliki pengalaman . disebut dengan thermo-mechanically controlled process steels atau baja TMCP. Baja ini memiliki kekuatan lebih besar tanpa perlu heat treatment. Ini merupakan nama yang cukup panjang untuk sebuah gagasan sederhana. timbul karena proses rolling yang canggih di dalam pabrik baja. Baja ini sekarang sudah lazim digunakan untuk tujuan yang sama seperti halnya baja karbon biasa. Baja TMCP diperkenalkan begitu cepat sehingga teknologi fabrikasi belum dapat mengikuti zaman. Baja ini memerlukan suhu preheat lebih tinggi dibandingkan dengan baja karbon biasa. seperti hilangnya kekuatan di daerah HAZ apabila panas masukan las cukup tinggi untuk mengendurkan mikrostruktur butiran. tetapi perubahan ini mendapat perhatian penuh dan dihadapi dengan memodifikasi proses pembuatan baja dan fabrikasi. Ada sedikit perubahan.lebih tinggi. Baja-baja TMCP memiliki sifat mampu las tinggi karena hardenability-nya rendah. piping. Hardenability dapat diukur berdasarkancarbon equivalent (CE). terutama digunakan untuk pressure vessel sederhana. Baja-baja TMCP mempunyai unsur karbon dan unsur paduan lain. pipe line dan baja struktur. yang secara signifikan lebih rendah agar hardenabilitynya lebih rendah. terutama manggan. Baja tradisional disebut juga dengan baja carbon biasa ( plain carbon steel). dengan unsur carbon dalam besi. Baja TMCP diusulkan secara intensif untuk proses fabrikasi dimana baja carbon biasa atau baja HSLA sudah lazim digunakan dahulunya. Masalah umum yang dialami oleh fabrikator dalam penggunaan TMCP (diusulkan untuk menghemat biaya preheat) yaitu spesifikasi pemilik masih menggunakan aturan preheat berdasarkan baja carbon biasa dan baja HSLA. dan menguncinya dalam bentuk mikrostruktur butiran yang tinggi. dimana air dialirkan secara cepat untuk mendinginkan baja panas tersebut selama rolling. Pengaruh Preheat dan Carbon Equivalent terhadap Retak Panas pada Bead-on Plate Test Bagaimana Kebutuhan terhadap Preheat Berubah Baja adalah sebuah logam paduan dengan bahan dasar besi yang mengandung carbon dan unsur-unsur paduan lain.

18 %. Rumus ini disebut dengan rumus carbon equivalent Pcm. Menentukan Preheat Pada Baja Carbon Biasa. Menentukan Preheat Pada Baja HSLA dan TMCP Rumus Pcm. Meskipun demikian. 1. Menentukan preheat berdasarkan Pcm berkaitan dengan masalah pengukuran atau perkiraan sifat kimia baja. Rumus IIW tidak boleh digunakan untuk menentukan preheat pada baja TMCP karena akan menghilangkan keuntungan ekonomis baja tersebut. kecenderungan pembuatan baja baru-baru ini membenarkan pemakaian rumus hardenabilty yang kurang bersifat membatasi. Gambar 100-51. Rumus Pcm dapat diterapkan dalam batasan komposisi kimia berikut ini: Unsur Persen berat. Preheat terhadap Carbon Equivalent berdasarkan rumus IIW 1. Besarnya batasan carbon ekivalen dan hubungannya dengan suhu preheat diberikan pada Gambar 100-51. Batasan Rumus Pcm.dengan baja-baja TMCP. meramalkan secara lebih baik kecenderungan retak hydrogen baja-baja carbon rendah seperti baja HSLA dan TMCP.4.20 % atau lebih. Hardenability dihitung berdasarkan carbon equivalent (CE) dengan berbagai bentuk sejak awal tahun 1940.2. Rumus hardenability yang baru dikembangkan pada pertengahan tahun 1960 dan awal tahun 1970.4. Untuk memastikan sifat mampu las yang tepat dari baja.3. wt % . potensi hydrogen selama proses pengelasan dan besarnya kekangan sambungan. Preheat terhadap baja HSLA secara tradisional ditentukan dengan menggunakan rumus IIW. Standar yang diakui untuk baja carbon biasa adalah rumus dari International Institute of Welding. Rumus ini berlaku untuk kandungan carbon 0. Pcm = C + Si/30 + (Mn + Cu + Cr)/20 + Ni/60 + Mo/15 + V/10 + 5B Rumus carbon ekivalen Pcm dikembangkan untuk baja-baja dengan kandungan carbon rendah dan tensile strength 60-130 ksi. penghematan signifikan akan dapat diharapkan karena pengurangan atau pemotongan drastis dari persyaratan preheat. Rumus Pcm ini lebih tepat dibandingkan dengan rumus carbon eqivalen IIW untuk baja yang memiliki kandungan carbon kurang dari 0. CE = C + Mn/6 + (Cr + Mo + V)/5 + (Ni + Cu)/15 Rumus carbon ekivalen IIW sudah dikembangkan pada baja dengan kandungan carbon tinggi dan tensile strength dari 60-100 ksi. carbon ekivalen dibatasi dengan suatu nilai maximun. yang sekarang dikenal sebagai rumus IIW.

0 . Asumsi ini meliputi: .22 Mn 0. Apabila seorang fabrikator atau pembuat baja menyarankan penggunaan rumus berbeda harus melibatkan para ahli bahan.70 Ti 0.0 ml/100g) Gambar 100-52 memperlihatkan persyaratan preheat pada baja TMCP.Panas masukan mulai dari 17 – 30 kJ/cm .07 .20 Mo 0.0 .0. Sering juga tidak semua informasi diketahui atau tidak dapat ditentukan.40 Ni 0.20 V 0.05 B 0. harus dibuat asumsi-asumsi yang beralasan.0.50 Cr 0. Ketika modifikasi terhadap komposisi kimia baja HSLA diperkenalkan.1.Kekangan las dari tingkat sedang sampai tinggi (khusus pada pengelasan struktur) . Meskipun perkembangan ini berlangsung terus.0. .0 . peningkatan pemakaian baja TMCP menimbulkan penerimaan luas terhadap rumus Pcm semula.0 .0 .0 – 5.0. Persyaratan Preheat Berdasarkan Rumus Rumus Pcm Rumus Pcm sudah diterapkan pada pekerjaan-pekerjaan fabrikasi umum. Sifat kimia dari baja yang dibuat berubah secara cepat. korelasi Pcm yang lain sedang berkembang. Gambar 100-52.Tebal benda kerja mulai dari 3/4 – 2 inci.40 .005 Si 0. .Elektroda adalah dari jenis low hydrogen (1.0 .1.0 .12 Nb 0.0.04 Menentukan suhu preheat yang diperlukan dengan menggunakan metode Pcm bisa sangat rumit.0 .0.C 0.0 .0. vanadium dan niobium adalah unsur-unsur paduan kuat yang kadang-kadang lebih berpengaruh di dalam rumus Pcm.60 Cu 0. dan hendaknya digunakan untuk memilih preheat pada baja TMCP teknologi terbaru.1. boron. Untuk membuat rumus Pcm bermanfaat dan untuk menyadari adanya potensi penghematan karena penghapusan preheat.0. Misalnya. Banyak pendekatan dari metode IIW bisa dihilangkan karena kekangan dan potensi hydrogen harus diperkirakan.

suhu preheat bisa dipertahankan sampai pengelasan dilanjutkan kembali.4. Ada kalanya muncul situasi dimana baja chrome-moly atau baja chromium bisa dilas tanpa perlu diberi PWHT. maka suhu preheat harus dipertahankan selama satu jam.1. Preheat Pada High Alloy Steels Chrome-Moly Steels Paduan-paduan seperti 5 Cr. diperlukan preheat untuk mencegah retak hydrogen dan PWHT untuk menemperdaerah HAZ. 7 Cr dan 2-1/4 Cr-1 Mo memiliki unsur-unsur paduan yang ditambahkan karena alasan selain hardenability dan kekuatan seketika (immediate strength). Apabila penghentian ini hanya sebentar. sehingga hydrogen yang terdapat di dalam baja bisa merembes keluar. Suhu preheat untuk baja-baja paduan tinggi ini ditentukan dari rumus carbon ekivalen IIW. Preheat ditentukan dengan menggunakan rumus IIW. Sebuah prosedur sudah dikembangkan sehingga baja-baja yang akan dilas tidak perlu diberi PWHT dan tidak terjadi retak hydrogen. atau Cr dan Mo ditambahkan untuk daya tahan terhadap penjalaran suhu tinggi. Casting Iron . Oleh karena itu logam ini tidak mudah terkena retak hydrogen tertunda sehingga tidak perlu diberi preheat. Apabila PWHT sudah direncanakan tetapi pengelasan baja paduan rendah mampu keras ( hardenable) tibatiba dihentikan sebelum pengelasan selesai. untuk memperbesar yieldnya. sebuahfurnace tube bisa dioperasikan dengan suhu cukup tinggi untuk menghindarkan PWHT. Hal ini dilakukan dengan cara menaikkan suhu pengelasan sampai dalam batas suhu stress relief dalam waktu singkat.4. Stainless Steel Austenitic stainless steel seperti Inconel dan seri 300. dapat dilakukan heat treatment lanjutan (disebut juga dengan intermediate stress relief atau membuang tegangan lanjutan) pada benda kerja. yaitu baja terlalu keras supaya Pcm bermanfaat. Karena penambahan paduan tinggi ini memperbesar hardenability. Beberapa ferritic stainless steel (pada umumnya logam yang memiliki kandungan lebih dari 12 % Cr) dapat menjadi keras dan perlu diberi preheat. sebelum baja tersebut menjadi dingin sama dengan suhu lingkungan. Prosedur ini menahan suhu preheat dalam waktu cukup lama (sekitar satu jam) setelah pengelasan selesai. diikuti pendinginan lambat dengan insulasi yang memadai untuk membuang tegangan lanjutan. Sebagai contoh. Rumus Pcm tidak tepat karena kandungan unsur paduan melebihi batasan korelasi Pcm. agar terhindar dari retak hydrogen tertunda. Misalnya. Apabila penghentian ini memakan waktu lama. Biasanya selama 30 menit pada suhu 1000 hingga 1200oF. chromium ditambahkan supaya tahan terhadap karat. memiliki sifat tidak mampu keras (non hardenable).

2 merekomendasikan level preheat minimum berdasarkan kelompok-kelompok kekuatan untuk proses las low hydrogen dan non-low hydrogen.1 Appendix XI. seperti dijelaskan pada awal pasal ini. sering perlu preheat yang lebih luas dari yang dipersyaratkan oleh AWS. Sebagai contoh.4. Preheat minimum dalam AWS D1. agak mirip dengan carbon steel. Sections UCS-56 dan UHA-32. Kandungan unsur carbon pada casting iron abu-abu sekitar 2 hingga 4 %. Tabel 4.1 direvisi pada tahun 1986 untuk mengetahui cara lain menentukan preheat minimum yang diperlukan guna . maka preheat berdasarkan IIW menjadi sangat konservatif dan mungkin menimbulkan harga penawaran fabrikasi yang sangat tinggi. Pada bengkel las yang kurang terkenal atau apabila ada mateial baru atau material kritis difabrikasi.3. sering dikerjakan tanpa ada persyaratan di luar yang disebutkan oleh AWS Tabel 4. Preheat mutlak diperlukan. AWS D1.2 secara berbeda-beda. American Welding Society’s Structural Welding Code-Steel (AWS D1. dan keuntungan ekonomisnya karena menghindarkan preheat pada baja-baja HSLA dan TMCP yang tidak diketahui. Kandungan unsur carbon yang tinggi ini membuat harga carbon equivalent (CE) menjadi lebih tinggi dari pada carbon steel.5. AWS D1. Persyaratan Code dan Perusahaan Rekomendasi Preheat Perusahaan Gambar 100-53 mencantumkan ringkasan persyaratan preheat minimum dari perusahaan Chevron untuk berbagai macam bahan. Tabel 4.2 paling cocok untuk baja yang dinormalisasi secara konvensional. ASME Code menyatakan bahwa kewajiban preheat tidak diperlukan. karena banyak variable-variabel yang mempengaruhi preheat.2.Casting iron atau besi tuang adalah paduan besi-karbon-silikon. Rekomendasi nonmandatorydinyatakan pada Appendix R. Tabel 4. mengizinkan beberapa pengenduran persyaratan PWHT apabila logam-logam tersebut telah diberi preheat. VIII Boiler and Pressure Vessel Code tidak mencantumkan persyaratan wajib preheat.1. tetapi kandungan unsur carbon pada casting iron sangat tinggi sekali. pengelasan di bengkel las terkenal dengan menggunakan material yang biasa dipakai. Tabel 4.1 Tabel 4. ASME Section VIII.2 %. sehingga carbon akan membentuk grafit ketika pendinginan dari kondisi cair. Apabila pemakaian baja-baja ini sudah diketahui terlebih dahulu. Level preheat ini berdasarkan pengalaman dan hanya cocok pada sambungan yang tidak memiliki kekangan “berlebihan” (seperti dijumpai dari pengalaman). 1. Beberapa perusahaan menggunakan aturan preheat dalam AWS D1.1. bandingkan dengan carbon steel yang hanya 0.2. ASME Section VIII ASME Sect. AWS D1. Lihat pasal 1.1).2 lebih dari yang diperlukan pada baja-baja TMCP.4.1.45. AWS D1. Perhatikan bahwa preheat yang direkomendasikan adalah harga minimum yang berdasarkan pada rumus carbon equivalent IIW. yang memiliki carbon equivalent IIW maksimum 0.

4. pressure vessel dan tangki. Pada umumnya. “Guideline On Alternative Methods for Determining Preheat. alat ini tidak . perlu dilakukan preheat untuk mencegah retak hidrogen tertunda dan porosity.” AWS D1. diperlukan prosedur khusus untuk mempertahankan suhu preheat sebelum dan selama proses pengelasan.4. Propana atau gas alam banyak digunakan untuk melakukan preheat karena sederhana dan menghasilkan nyala api yang dapat memanaskan daerah cukup lebar. Appendix ini juga mengharuskan bahwa preheat yang lebih kecil dari yang disebutkan oleh Tabel 4.1 mengingatkan pengguna terhadap perlunya pertimbangan yang berhati-hati dari asumsi-asumsi dan pengalaman masa lalu. Preheat Puaca Dingin Apabila suhu lingkungan lebih rendah dari titik embun. jarak 3 inci dari salah satu sisi sambungan las sudah cukup memadai untuk preheating lokal pada pengelasan pipa. Cara Lain Menentukan Preheat Uji Sifat Mampu Las Ada kalanya korelasi rumus empiris seperti IIW dan Pcm tidak cukup untuk menentukan suhu preheat. Preheat yang Direkomendasi pada Proses Las SMAW 1.mencegah retak hydrogen pada baja TMCP. Meskipun demikian. API RP 2Z memberikan panduan terhadap penggunaan test kekangan Y-groove dan CTS untuk menentukan syarat preheat minimum. Panas harus diberikan pada bidang yang cukup lebar. Pada umumnya pengelasan tidak dilakukan. sehingga suhu daerah pengelasan tidak akan turun di bawah syarat preheat minimum selama pengelasan berlangsung. benda kerja harus diberi preheat sampai terasa hangat bila disentuh dengan tangan atau sekitar 100oF. dimasukkan ke dalam kualifikasi prosedur.2.7. yang timbul karena tangkapan air dari permukaan logam selama pengelasan. Gas Burner. Apabila suhu lingkungan di bawah 50 oF. Gambar 100-53. Revisi tersebut dicantumkan dalam nonmandatory Appendix XI.6. Metode Preheat. Apabila temperatur lingkungan di bawah 0oF. Cara Melakukan Preheat Luas Bagian yang Akan Diberi Preheat Keseluruhan benda kerja atau hanya daerah disekitar sambungan saja bisa diberi preheat. Sebagai contoh. 1. test ini bisa digunakan secara akurat terhadap simulasi kekangan. Beberapa test pengelasan telah dikembangkan dan dapat digunakan untuk menentukan akurasi syarat preheat minimum. dalam menggunakan guideline ini. apabila suhu benda kerja kecil dari 50 oF tanpa melakukan preheat terlebih dahulu.

Radiant heater pembakaran gas dengan permukaan keramik. Radiant Heater. karena perubahan medan magnet yang cepat akan berpengaruh terhadap pengelasan.4. kelembapan atau hasil-hasil pembakaran lain yang dapat masuk ke dalam daerah pengelasan. Inspeksi mengenai preheat akan dibicarakan kemudian. Pemanas tahanan listrik sama seperti yang digunakan untuk PWHT lokal pada pengelasan pipa atau pressure vessel. gulungan dibuka kemudian ditutup dengan insulasi PWHT. Pemanasan dilakukan dengan cara membuat gulungan dua halves (setengah lingkaran) yang bisa dibuka pada logam las. dapat masuk ke dalam celah-celah dan menimbulkan problem. . dan benda kerja perlu di demagnetisasi sebelum pengelasan dimulai. tetapi dapat juga dipakai untuk preheat dengan cara sama seperti gulungan pemanas tahanan ( resistance heating coil). Panas Induksi. Radiant heater yang digunakan untuk preheating bisa secara listrik dengan lampu quartz atau element pemanas tahanan listrik Ni-Cr. atau dye penetrant test. apabila dibandingkan dengan torch. Inspeksi harus ditunggu 24 sampai 48 jam apabila retak hydrogen tertunda menjadi perhatian utama. Electric Heaters. Diperlu-kan alat bantu tambahan untuk mengukur dan mengontrol suhu preheat. Setelah pengelasan. wire screen. dan dioperasikan dengan cara mengecilkan arus untuk tujuan preheat di daerah logam las. Pada fabrikasi pressure vessel dan pipa di bengkel-bengkel las. Waktu tunggu ini tidak perlu apabila benda kerja yang dilas adalah baja carbon rendah atau baja carbon biasa.8. ia bisa saja hilang apabila inspeksi dilakukan terlalu cepat setelah pengelasan selesai. digunakan gas burner berbentuk ring atau batangan yang dipakai untuk memanaskan seluruh sambungan tanpa perlu diperhatikan secara terusmenerus oleh operator. Radiography tidak efektif untuk mencari retak halus karena masalah geometri (lihat Bab 5 untuk pembahasan lengkap mengenai prosedur inspeksi). dapat digunakan untuk keperluan preheat. Gulungan induksi juga akan mempengaruhi sifat magnet permanen pada logam-logam besi. Biaya pemanasan dengan radiant heater dijadikan alasan untuk melakukan preheating pada pengelasan tube-to- tubesheet. Retak di bawah permukaan (underbead crack) hanya dapat dideteksi dengan ultrasonic test. Karena retak ini sering tidak terlihat beberapa saat setelah pengelasan selesai. Inspeksi Preheat Retak hydrogen sangat halus dan sulit dideteksi.begitu akurat untuk menyediakan panas. radiant heater lebih mahal dan tidak praktis. Induction heating coil atau panas induksi biasanya digunakan untuk PWHT. Meskipun demikian. Pemanas induksi harus dimatikan selama pengelasan berlangsung. atau batu berpori juga banyak tersedia. oleh karena itu inspeksi untuk preheat secara seksama harus dilakukan oleh juru las sebelum mulai mengelas. dimana kondensat dari alat pemanas nyala terbuka. Radiant heater jarang digunakan untuk preheating selain untuk pengelasan tube-end dan pekerjaan di bengkel-bengkel. Radiant heater merupakan sumber preheat yang handal karena tidak menimbulkan asap. Retak permukaan halus sangat mudah dideteksi dengan magnetic partikel test. 1.

dan juga menurunkan kekerasan. sehingga pengelasan perlu dihentikan untuk mendinginkan benda kerja tersebut. 1. Pada umumnya. Meludahkan merupakan petunjuk yang baik untuk suhu sekitar 200oF. panas masukan dari proses pengelasan tidak cukup besar untuk mempertahankan suhu preheat secara tepat.4. Hal ini dapat terjadi pada pengelasan pipa dengan lapisan banyak. Permukaan yang hangat bila disentuh dengan tangan mempunyai suhu sekitar 100 oF. Line Heating . jadi beralasan untuk mulai melakukan inspeksi retak hydrogen dengan frekwensi tinggi. interval waktu yang singkat atau memberi jarak juru las dengan berhati-hati. dapat memberi panas masukan yang cukup untuk menjaga suhu preheat dalam batasan yang dapat diterima. Suhu interpass yang terlalu tinggi dapat menimbulkan perubahan mikrostruktur yang tidak diinginkan. Beberapa sambungan las lebih mudah terkena retak dibandingkan dengan bagian lain. Cara lain yaitu dengan menggunakan cat dan pellet yang bisa berubah warna atau mencair pada suhu tertentu. Inspeksi terhadap pengelasan kait penahantemporary scaffolding sering terabaikan. seperti pada pengelasan pipa dengan SMAW. yang dikerjakan dengan proses las SMAW otomatis. dan juga untuk mendapatkan keuntungan preheat lainnya. Harus ada perhatian khusus untuk melakukan pengelasan dengan panas masukan rendah. yaitu menjaga suhu benda kerja dalam batasan suhu preheat yang tepat selama melakukan pengelasan yang berlapis-lapis. kemudian baru melakukan inspeksi untuk tujuan pemeliharaan setelah pihak fabrikator memiliki bukti bahwa prosedurnya menghasilkan pengelasan yang bebas retak. Besarnya suhu dapat ditentukan dengan menggunakan crayon untuk mengukur suhu preheat. Kontrol Interpass Temperatur Dan Line Heating Kontrol Interpass Temperatur Ketelitian berkenaan dengan preheating dilakukan dengan cara mengontrol interpass temperature.9. Interpass temperature jarang mendapat perhatian seperti halnya preheat.Pada pekerjaan-pekerjaan dimana pengelasan dilakukan dalam skala besar seperti fabrikasi anjungan lepas pantai. terutama saat membuat tack weld. Meskipun demikian. Thermometer kontak dan thermocouple bisa dipergunakan. Penting sekali menjaga suhu interpass cukup tinggi untuk mencegah retak hydrogen tertunda. Las perbaikan dan gouging harus mendapat perhatian seksama karena mereka dapat diluar usaha produktif preheating Pengukuran Temperatur Pengukuran suhu benda kerja dengan tepat adalah bagian penting dari preheat. Panas masukan yang tinggi akan menaikkan suhu benda kerja sampai pada level tinggi yang tidak diinginkan. sehingga perlu pemanas tambahan lain.

Fabrikator kadang-kadang menggunakan obor pemanas (heating torch) untuk pemanasan logam secara lokal.3.1.5. dimana istilah ini lebih disukai pada pengelasan pressure vessel dan kontruksi pipa. Mengurangi kekerasan di daerah pengelasan dan daerah HAZ 3. 6.0. guna memperbaiki distorsi atau bila ingin melengkungkan logam tersebut sesuai dengan keperluan.5.5. Menghindarkan kerja dingin dari logam las. ASME Boiler Pressure Vessel Code menyebut perlakuan panas paska las dengan postweld heat treatment (PWHT). Proses ini disebut flame straightening atau line heating. PWHT bisa diterapkan pada seluruh pengelasan atau hanya setempat. apabila retak karena faktor lingkungan bisa terjadi pada daerah yang keras. Meningkatkan stabilitas dimensional selama machining. Hal seperti ini sering dilakukan pada fabrikasi kapal dan anjungan lepas pantai. Perlakuan panas suhu tinggi lain. Mengurangi tegangan sisa (residual stress). Hal ini berdasarkan pada material. karena ada kemungkinan pemanasan permukaan logam tersebut melebihi temperatur kritisnya. termasuk annealing.2. Meningkatkan keuletan (ductility). HEAT TREATMENT 1. Meningkatkan ketangguhan (toughness). Alternatif lain PWHT dibahas pada pasal 1. dan quenchingdibicarakan pada pasal 1. 7. Kondisi ini menimbulkan pemanasan lokal pada saat pendinginan. ANSI/ASME B31 Code for Pressure Piping atau oleh spesifikasi-spesifikasi perusahaan. 8. Prosedurnya harus dikualifikasi terlebih dahulu. Permukaan bisa juga menjadi keras karena karburisasi apabila karakteristik nyala api salah. 1. PWHT dilakukan karena alasan seperti berikut ini: 1. 2. Perlakuan panas paska las sering dilaksanakan untuk tujuan menghilangkan tegangan sisa. 5. Postweld Heat Treatment Beberapa perlakuan panas (heat treatment) dapat diterapkan setelah pekerjaan pengelasan selesai. tebal. Petunjuk perusahaan terhadap PWHT mengikuti aturan-aturan . 4.5. yang tidak diperbolehkan dalam banyak pemakaian. PWHT diharuskan oleh ASME Boiler and Pressure Vessel Code. Meningkatkan daya tahan terhadap retak karena faktor lingkungan (environmental cracking) dan serangan karat. Mengeluarkan hydrogen dari logam las. syarat-syarat ketangguhan dan tujuan akhir pemakaian.PWHT kadang-kadang disebut juga dengan membuang tegangan (stress relief) dan bisa juga disebut dengan tempering. dengan pengaruh upsetting lokal nyala api. normalizing.

Pipa-pipa stainless steel stabil umumnya diberi heat treatment untuk mencegah retak chloride external. Pipa dan vessel terbuat dari stainless steel tidak stabil. Salah satu cara efektif untuk mencegah retak ini yaitu dengan memberi perlakuan panas pada logam. Solid stainless steel vessel boleh diberi perlakuan panas dan boleh juga tidak. Gambar 100-54. hampir tidak pernah diberi heat treatment karena ada resiko sensitization. Spesifikasi Waktu. Khlorida bisa datang dari lingkungan pantai. Hasil perlakuan panas terhadap tegangan diusulkan lagi ketika bahan-bahan clad menjadi dingin dari suhu heat treatment. Gambar 100-54 memberikan ringkasan persyaratan ASME Pressure Vessel Code. annealing. yang pada akhirnya menghasilkan serangan antar butir. pipa-pipa stainless steel . Bahan-bahan carbon steel clad dengan austenitic stainless steel sering tidak diberi perlakuan panas karena clad memiliki koefisien muai panas sangat besar. Vessel untuk pemakaian kimia sering tidak diberi heat treatment karena dapat menimbulkan sensitization. Dengan demikian. Persyaratan Preheat dan PWHT Berdasarkan ASME Pressure Vessel Codes. praktek umumnya adalah untuk mendapatkan perlindungan apa yang bisa dicapai dengan mudah. ANSI Piping Code dan Spesifikasi Perusahaan Chevron Gambar 100-55. sehingga retak ini bisa juga dicegah dengan mengontrol kekerasan logam las dan menghindarkan logam dasar yang memiliki carbon equivalent tinggi. dimana pengalaman pemakaian menunjukkan kebutuhan yang lebih konservatif. normalizing dan hardening) dari berbagai bahan. air pemadam kebakaran. dan Suhu Heat Treatment Perusahaan Chevron Mengontrol Retak Karena Faktor Lingkungan Retak karena faktor lingkungan seperti retak tegangan karat (stress corrosion cracking) dan retak tegangan sulfida (sulfida stress cracking) selalu menjadi perhatian pada kilang-kilang minyak. Gambar 100-55 memberikan ringkasan spesifikasi perusahaan Chevron untuk semua heat treatment (PWHT. plant washdown. Pada Gambar 100-56 dicantumkan ringkasan persyaratan PWHT dari perusahaan Chevron terhadap berbagai kondisi lingkungan. Kerusakan karena penggetasan hydrogen seperti retak tegangan sulfida dan retak tegangan karat berhubungan dengan masalah kekuatan dan kekerasan bahan. Pada umumnya. ANSI Piping Code dan spesifikasi perusahaan Chevron untuk preheat dan PWHT.yang ditetapkan oleh code sebagai syarat minimum dan syarat tambahan. Beberapa retak hanya terjadi sekali-kali. pabrik kimia dan lokasi-lokasi produksi. atau dari insulasi.

akan meningkatkan stabilitas dimensional. Heat treatment dengan suhu lebih tinggi. Beberapa struktur bisa memiliki ukuran terlalu besar untuk diberi heat treatment. sering membutuhkan heat treatment. impact testing. dan secara umum bisa meningkatkan daya tahan terhadap karat. yang menjadi keras karena pengaruh pendinginan cepat. pengurangan ketebalan sebesar 10%. Section UCS-79 menjelaskan syarat-syarat pembentukan shell dan head. Gambar 100-56. bila perpanjangan serat ekstrim plat carbon dan plat baja paduan rendah lebih dari 5 %. kemudian baru diberi PWHT untuk mengurangi residual stress dan memperkecil resiko patah getas. Menghilangkan tegangan pada logam yang mengalami kerja dingin (cold work). Perlakuan panas menghindarkan masalah pelengkungan dan oksidasi pada valve-valve kecil. diberi perlakuan panas sedangkan yang lebih kecil tidak.NPS 2 atau lebih. Keuntungan perlakuan panas dari pembuangan tegangan dan tempering adalah meningkatnya daya tahan terhadap retak tegangan sulfida dan penggetasan hydrogen. atau belokanbelokan pipa dan tubing pada alat penukar panas. seperti annealing atau normalizing. Contoh lain adalah . Tempering mengurangi kekerasan dan kekuatan. dan persyaratan tertentu lainnya (misalnya lethal service. dan berasal dari sub-assemblies yang difabrikasi di bengkel las dan diberi PWHT. dan membentuk suhu yang menyebabkan strain aging). tetapi metode membuang tegangan ini biasanya bukan merupakan alasan utama. secara kasar akan mengurangi 80 % bahaya. Sering lebih praktis memfabrikasi komponen yang memiliki tegangan tinggi dalam bentuk sub-asemblies. Contoh struktur yang dirakit dilapangan. daya tahan terhadap patah getas. Tegangan sisa timbul karena pengkerutan logam las dan kerja dingin. Pada baja chrome-moly dan baja diperkeras lainnya. tempering ini merupakan fungsi paling penting di dalam PWHT. ASME Section VIII. Alasan PWHT PWHT terutama bertujuan untuk memperkecil tegangan sisa yang terdapat pada pengelasan. Division 1 pada umumnya mensyaratkan perlunya heat treatment setelah pembentukan dingin. juga mengurangi tegangan sisa. juga meningkatkan ductility dan toughness. dan rumus untuk menghitung perpanjangan serat ekstrim. tebal lebih dari 5/8 inci. Perlakuan panas terhadap pipa NPS 2 atau lebih. PWHT juga menemper dan melunakkan daerah pengelasan dan daerah HAZ. dan daya tahan terhadap retak tegangan karat dan serangan karat. yang berasal dari suhu tinggi. adalah bukaan (misalnya manways dan cleanout doors) pada shell plate lantai tangki. dari 20 % biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan heat treatment terhadap semua pipa. Persyaratan PWHT Perusahaan Chevron Benda–benda yang mengalami kerja dingin seperti shell dan head plates pada vessel. PWHT bisa memperkecil terjadinya perubahan dimensi dan distorsi selama proses mesinasi. Apabila ada benda kerja yang dimesinasi (machining) dengan toleransi ketat setelah pengelasan. PWHT juga dilakukan untuk mengurangi kerentanan terhadap retak tegangan karat (stress corrosion cracking).

1. . Meskipun kompensasi waktu dan suhu diperbolehkan. Group No. suhu PWHT rendah ini dapat diterima meskipun keuntungan pembuangan tegangan berkurang. dari ketebalan 50 5 100 4 150 10* 200 20* * Hanya untuk material P-No. Pengurangan tegangan sisa pada waktu berbeda dengan waktu untuk satu baja carbon-mangan diberikan pada Gambar 100-57. Ini berguna supaya temper pengelasan chrome-moly terhadap level kekerasan diperbolehkan pada pressure vessel dan pipa. atau retak tegangan sulfida. prosedur membutuhkan heat treatment pada batasan suhu 1300-1400oF. guna menghindarkan retak getas hydrogen. Pengaruh Suhu dan Waktu pada Pembuangan Tegangan Sisa Baja Carbon-Mangan Pada baja chrome-moly.pemasangan column-to-shell pada tangki bola berukuran besar. Gambar 100-57. sehingga menahan pengenduran dan kestabilan chromium. Section UCS-56 ASME Section VIII menspesifikasikan holding time minimum untuk mengurangi suhu penahanan normal pada carbon steel dan baja-baja paduan rendah. Pada bahan-bahan tertentu. Heat treatment ini dirancang untuk mengurangi kekerasan dan tensile strength daerah pengelasan dan daerah HAZ di bawah 215 Brinnel dan 100 ksi. Karena carbon steel bersifat ulet. Hal ini terjadi karena kekuatan penjalaran (creep strength) baja tersebut tinggi. dan juga karbid molybdenum akan menahan tempering.1 dan 2 (misalnya A285 Gr C dan A516 Gr 70). oF dengan suhu diturunkan hr/in. dapat diterapkan suhu lebih rendah apabila holding time dinaikkan. tingkat tegangan sisa pada pengelasan setelah 20 jam pada 900oF masih lebih besar dari pada setelah satu jam dengan suhu 1100 oF. minimal selama 2 jam. Perhatian terhadap Suhu PWHT yang Rendah. Pendekatan ini juga telah digunakan pada komponen-komponen kritis dari bangunan besar dan jembatan-jembatan. ada sedikit pengenduran (relaxation) tegangan pada suhu perlakuan panas yang lebih rendah. Penurunan suhu di bawah Holding time minimum holding temperature normal. Suhu dan waktu harus dipertimbangkan dalam pemilihan prosedur PWHT. Suhu lebih rendah tidak diperbolehkan jika melakukan PWHT untukmenemper bagian yang keras di daerah pengelasan atau daerah HAZ.

dengan tingkat kepekaan terhadap retak getas dan kegagalan penggetasan hydrogen seperti retak tegangan sulfida (SSC).Tabel pada Gambar 100-58 memperlihatkan besaran waktu dalam berbagai suhu. Gambar 100-58. Perlakuan panas terhadap material ini pada suhu kurang dari 1250oF (suhu minimum yang dipersyaratkan oleh code). untuk menghasilkan derajat tempering yang sama pada baja 2-1/4 Cr-1 Mo. daerah pengelasan akan mengalami pelunakan yang tidak memadai. tetapi tidak lebih dari 450oF per jam. suhu heat treatment yang tepat biasanya adalah suhu lebih tinggi yang diperlukan diantara kedua material. seperti stainless steel 1-1/4 Cr-1/2 Mo atau baja C-1/2 Mo. karena perubahan bentuk tidak menjadi masalah pada sambungan pipa. Namun demikian beberapa kombinasi. atau diberi PWHT dengan suhu terlalu rendah untuk mendapatkan tempering yang cukup. Hal ini diperbolehkan pada pipa yang diberi PWHT setempat disekeliling sambungan. harus ada pertimbangan untuk mengontrol gradient suhu guna menghindarkan terjadinya distorsi. Pada pengelasan antara dua material berbeda. Pendinginan di atas 800oF dibatasi pada 500oF per inci ketebalan per jam tetapi tidak lebih dari 500oF per jam. tetapi apabila spool yang rumit hendak diberi heat treatment dalam dapur pemanas (furnace). karena apabila baja ini ditinggalkan sewaktu dilas. Sebagai catatan diperlukan pemaparan sekitar 1 tahun (10. beda suhu tertinggi dan terendah dibatasi 150oF. Pita Pembalut PWHT Lokal pada Pengelasan Pipa . Laju Pemanasan dan Pendinginan pada PWHT Laju pemanasan dan pendinginan baja selama PWHT mempunyai sedikit arti metalurgi. 2. Meskipun demikian baja harus mendapat pemanasan atau pendinginan cukup perlahan untuk menghindarkan gradien suhu yang tinggi. ASME membatasi laju pemanasan dan pendinginan sebagai berikut: 1.000 jam) pada suhu 1050 oF untuk memperoleh suhu yang setara dengan 1325oF. ANSI/ASME B31. Selama pemanasan di atas 800oF perubahan suhu maximum adalah 250oF dalam interval 15-ft 3. Pemanasan pada suhu di atas 800oF dibatasi sampai 400oF per inci ketebalan per jam. harus dipertimbangkan secara terpisah karena ada resiko overheating atau kehilangan daya tahan terhadap korosi pada salah satu material. karena simetri dan fleksibelitasnya. sangat tidak memuaskan. Selama waktu penahanan.3 tidak membatasi laju pemanasan maupun pendinginan. Ekivalensi Suhu dan Waktu Tempering pada 2-1/4 Cr-1 Mo Steel Suhu tempering terhadap baja-baja mampu keras sangat penting. karena bisa menyebabkan distorsi dan mempengaruhi tegangan tinggi. 4.

disarankan ada dua daerah pemanasan. Bila mengelas pipa dengan flange. karena tegangan pembengkokan ekspansi thermal tidak terpengaruh selama heat treatment. 5. Untuk mengontrol suhu PWHT pada pengelasan pipa ukuran 12 inci atau lebih. dua thermocouple. PWHT terhadap seluruh rakitan pipa dalam dapur pemanas akan menghasilkan tegangan sisa paling rendah. Suhu minimum pita berbagai pipa dengan tebal 1/2 inci atau kurang diberikan pada Gambar 100-59. Pada pemanasan tunggal. Dari penelitian diperoleh rekomendasi seperti di bawah berikut. pada Posisi Horizontal. yaitu dengan cara meletakkan thermocouple pada posisi jam 12 dan jam 6. pita pemanas dan insulasi pipa las. Pasang pemanas tahanan sehingga terpusatkan ditengah las-lasan sehingga memiliki kontak bagus dengan permukaan. panjang dan . Lebar Pita Pemanas Minimum dan Jumlah Thermocouple yang Dibutuhkan. Untuk pipa 12 inci atau kurang. Untuk pipa lebih dari 12 inci. Lihat Gambar 100-60 dan Gambar 100-61. thermocouple diletakkan pada posisi jam 12. Gambar 100-59. dimana diperlukan tegangan sisa rendah dan pemakaian dapur pemanas tidak praktis. paling sedikit gunakan satu thermocouple. pita pembalut untuk PWHT lokal bisa lebih tepat untuk mengontrol guna memperoleh hasil yang lebih baik. Pada pipa-pipa terbuka dimana bagian dalamnya bisa dijangkau. Thermocouple harus diletakkan ditengah las-lasan dan tidak boleh diinsulasi dari tahanan pemanas.Meskipun PWHT lokal disekeliling pengelasan pipa sering dilakukan dilapangan. Insulasi dengan bahan serat keramik dua inci harus menutupi resistance-heater dan pipa berdekatan. 3. 4. Gunakan nichrome resistance-heating pad dengan pita keramik. minimum 9 inci dari masing-masing pinggiran heater. Bacaan thermocouple harus digunakan untuk memonitor suhu.06 x (R x t) 1/2 ] + 1} Dimana : BW = Band width t = Tebal pipa R = Jari-jari tengah dinding. flange harus dililit dengan resistance-heater untuk kompensasi material yang tebal. selama PWHT lokal carbon steel pengelasan pipa datar. untuk PWHT Lokal pada Pipa dengan Tebal ½ inch atau Kurang. tetapi insulasi dua lapis satu inci pada umumnya mempunyai heat losses lebih rendah. 2. Baik insulasi satu lapis dua inci ataupun dua lapis satu inci dapat dipakai. Thermocouple harus diletakkan 90 derajat dari kontrol thermocouple di tengah las-lasan dan juga tidak boleh diinsulasi dari resistance-heater. 1. untuk memperoleh pengurangan tegangan sisa maksimum. Pita minimum untuk semua ukuran dan ketebalan pipa dapat dihitung sebagai berikut: BW = 2 x { [2. untuk lokasi peletakan thermocouple. Untuk tujuan perlindungan lingkungan.

Persyaratan ini diterapkan pada pengukuran logam las. Mengukur kekerasan biasanya dikerjakan sangat di lapangan luas dengan portable karena Brinell hardness dalam tester seperti Telebrineller. Pita Pemanas dan Insulasi pada Pengelasan Pipa Gambar 100-61.3. yang digunakan untuk pemakaian seperti sour service. akurasi lumayan dan sangat mudah dibawa. Lakukan PWHT semua FCC main fractionator over head piping dengan suhu 1150oF sampai dengan 1250oF selama satu jam/inci tetapi tidak kurang dari 1 jam. Hal ini untuk menjamin kekerasan lebih rendah dari batas ambang retak tegangan sulfida pada pemakaian asam basah (wet sour service). Carbon-moly steel 215 BHN Max. Gambar 100-60. 12-Chrome steel 235 BHN Max. Pengukuran dan Persyaratan Kekerasan Pengukuran kekerasan (hardness) umumnya digunakan untuk menentukan efektifitas PWHT terhadap bagian-bagian baja dan equipment.tebal insulasi (termasuk lebar heater dan 9 inci dari masing-masing sisi) harus digunakan dalam pipa. Suhu yang sedikit lebih tinggi akan membantu mengurangi tegangan sisa selanjutnya dan efektif dengan insulasi pemanas yang lebih lebar dan lebih baik. ANSI/ASME B31 mensyaratkan pengukuran kekerasan berdasarkan pada porsi yang mewakili pengelasan struktur sebenarnya. Vicker test memiliki hasil pengukuran kekerasan lebih akurat. Vicker test menggunakan skala berbeda dengan Brinell test. Pada pengelasan pipa dengan flange. menggantikan kekerasan rata-rata yang dihasilkan oleh Brinell tester.3 lihat Gambar 100-54. Pengujian ini disebut dengan microhardness. bukan daerah HAZ atau yang lainnya. flange harus ditutup sempurna dengan insulasi pada bagian luar dan bagian dalam berlawanan arah dengan pemanas flange dan pipa dan lebih dari 9 inch. pengukuran kekerasan kadang-kadang perlu dilakukan pada tets plate selama prosedur kualifikasi test. Telebrineller pemakaiannya sederhana pengoperasian. Chrome-moly steel 215 BHN Max. Pengujian ini dilakukan . Karena alasan ini. Disamping test kekerasan lapangan dilakukan pada struktur sebenarnya untuk menentukan kekerasan deposit rata-rata logam las. Kekerasan ini lebih rendah sedikit dari pada Tabel 331.1 ANSI/ASME B31. Lokasi Thermocouple Pengendali dan Pemantau pada pengelasan Pipa 6. Batas kekerasan logam las dari perusahaan Chevron adalah seperti berikut: Carbon steel 200 BHN Max.

dan pengendapan karbit atau pemekaan (sensitization) bisa terjadi. Persyaratan PWHT untuk pressure vessel yang terbuat dari stainless steel clad plate. untuk menghindarkan retak tegangan karat (stress corrosion cracking). tetapi carbon rendah atau stainless steel stabil.pada tampang lintang pengelasan. Persyaratansour service yang telah digunakan pada aplikasi pipeline. stainless steel cladding mencoba untuk memuai lebih jauh dari steel backing. pengaruh pengelasan dan heat treatment harus dipertimbangkan di dalam memilih stainless steel clad equipment. Hasilnya. akan menahan sensitization selama heat treatment dalam periode singkat. Namun demikian batasan suhu ini tidak akan menghilangkan tegangan sisa secara memadai. yaitu dengan memperkecil tegangan sisa dari pengelasan atau kerja dingin (cold forming). dan kekerasan pada logam las dan daerah HAZ diperiksa pada lokasilokasi yang ditentukan (misalnya jarak tertentu di bawah permukaan las). Cladding memiliki tegangan sisa lebih tinggi. jadi yieldnya mengalami tekanan. PWHT Stainless Steel dan Clad Plate Baja tahan karat austenitic chrome-nickel (seri 300) diberi heat treatment untuk meningkatkan daya tahan terhadap retak tegangan karat. Karena alasan ini. Solusi terbaiknya yaitu dengan menggunakan stainless steel carbon rendah ataustabilized grade yang distabilkan pada cladding. Suhu membuang tegangan yang direkomendasikan untuk stainless steel. dan untuk alasan ini suhu menghilangkan tegangan adalah 1200-1250oF. tetapi lagi-lagi tertahan. cladding mencoba untuk mengerut lebih banyak dari pada steel backing. ditentukan oleh jenis dan tebal backing plate. Pengujian dilakukan pada logam las dan daerah HAZ pada jarak 2 mm di bawah permukaan dalam dan luar bahan. Apabila terdapat kondisi retak karat tegangan. Tujuan PWHT clad vessel yaitu untuk memanaskan backing material dan bukan cladding. maka kehilangan sedikit ductility dari penggetasansigma phase merupakan masalah kecil dan pembuangan tegangan normal pada suhu 1550-1650oF harus diterapkan untuk tipe 316L. Sensitization bisa mengurangi daya tahan terhadap karat antar butiran. akan menurunkan daya tahan terhadap karat antar butir pada beberapa grade stainless steel. cladding berakhir dengan tegangan tarik sisa hampir sebesar seperti kondisi yang dilaskan. Apabila clad plate dipanaskan. temperatur harus cukup tinggi untuk mengurangi tegangan hingga kurang dari seperempat yield strength. PWHT untuk Paduan Nonferrous . Heat treatment pada suhu 1100-1200oF terlalu rendah untuk mengurangi tegangan sisa yang memadai. tetapi tidak berhasil. Supaya efektif. Logam las tipe 316L bisa rentan terhadap penggetasan sigma phase ketika dingin dari 1550oF. karena ada perbedaan besar pada koefisien ekspansi thermal antara carbon steel austenitic dan carbon steel. menspesifikasikan harga maximum Vicker hardness adalah 250 (VHN) dengan menggunakan beban 5 kilogram. Batasan suhu heat treatment dari 1100 sampai dengan 1400oF pada baja vessel. adalah 1550-1650oF untuk semua grade. Apabila clad plate mendingin ke suhu lingkungan.

Batasan Apabila metode membuang tegangan alternatif ini memiliki berbagai nilai. Suhu interpass maximum dibatasi 450 oF.5. Paduan alumunium dipanaskan sekitar 650oF. tidak banyak terjadi pelunakan sehingga tidak banyak penurunan tegangan sisa. Metode yang paling sering digunakan yaitu preheat suhu tinggi. 1. untuk mengurangi tegangan sisa yang berasal dari pengelasan atau cold forming. Alternatif PWHT Cara lain kadang-kadang digunakan untuk mengurangi tegangan atau untuk tujuan meningkatkan sifatsifat pengelasan menggantikan heat treatment konvensional. metode ini tidak memberikan satupun keuntungan lain dari pembuangan tegangan panas. Supaya benar-benar efektif. tetapi tidak akan menurunkan tegangan sisa di bawah batas ambang untuk retak tegangan karat. Paduan nikel diberi panas dengan suhu 1000-1500oF. masing-masing cara tersebut harus dipahami supaya dapat menghindarkan bahaya integritas pengelasan. Heat treatment suhu rendah sering disebut penyamaan tegangan (stress equalization).2. tetapi dibatasi oleh National Board Inspection Code dan API 510 untuk baja carbon dan baja carbon-moly saja. Meskipun menemper bead adalah usaha untuk memisahkan daerah toughness rendah dengan bahan yang memiliki toughness lebih tinggi. Daerah pengelasan dan logam dasar dengan jarak empat kali tebal plat (minimum 4 inci) pada masing-masing sisi sambungan. Preheat dengan suhu lebih tinggi akan mengurangi tegangan sisa. Paduan tembaga dipanaskan pada suhu 400-700oF. supaya dapat memperbesar daya tahan terhadap karat atau stress corrosion cracking. dan ia tidak akan mengurangi kekerasan di daerah HAZ untuk mencegah stress corrosion cracking. Peening akan mengurangi distorsi.Paduan nonferrous bisa diberi heat treatment. Preheat Suhu Lebih Tinggi Preheat dengan suhu lebih tinggi akan membantu mengurangi tegangan sisa dari pengelasan. menemper bead las-lasan. Teknik ini diakui oleh National Board Inspection Code dan API 510 sebagai PWHT cara lain untuk memperbaiki carbon steel dan carbon-moly steel. adalah merupakan alasan untuk membuang tegangan. dan tidak akan menemper daerah HAZ yang berasal dari bahan mampu keras. Pada suhu rendah ini. pemukulan (peening) dan vibrational stress relief. Vibrational stress relief tidak diperbolehkan oleh code menggantikan pembuangan tegangan panas pada pressure vessel dan pipa bertekanan. Caracara ini tidak boleh dilakukan apabila akan mengurangi kerentanan terhadap retak karena faktor lingkungan seperti retak tegangan karat dan retak tegangan sulfida. Karakteristik . seperti mengurangi tegangan sisa dan tempering daerah HAZ sampai pada tingkat yang diperbolehkan. heat treatment harus menggunakan suhu yang mendekati seperti pada anealing. Peening bisa juga mengurangi impact toughness las-lasan bila diterapkan secara tidak tepat. perlu diberi preheat minimum 300oF dan suhu tersebut dipertahankan selama pengelasan.

Temper Alur Las. Setelah lapisan las didepositkan kemudian dipukul-pukul. yang akan menimbulkan distorsi atau retak pada bagian yang lebih tebal. Dengan teknik ini. sehingga setiap lapisan mendapat heat treatment dan menghaluskan lebih banyak mikrostruktur di bawahnya. Lapisan terakhir juga tidak boleh dipukul-pukul.welded condition) harus ditentukan dengan tepat selama pengerjaan dan suhu test pressure. pada pengelasan yang tidak praktis jika diberi preheat.ketangguhan pada kondisi seperti yang dilaskan (as. untuk menghilangkan tegangan optimal atau menormalkan suhu dari lapisan las berdekatan. apabila terdapat banyak lapisan tipis pada pengelasan. meskipun telah diterapkan juga pada baja stainless dan baja paduan nickel tinggi. Lapisan terakhir harus dibuat dengan lapisan las terakhir terletak ditengah. yang dapat diterima untuk memperbaiki baja-baja carbon. Lapisan las pertama tidak boleh dipukul karena ada resiko retak terhadap logam las yang tipis. dan juga hasil pengelasan nozzle atau penguat (patches) vessel dinding tebal. Akan terjadi lekukan-lekukan dan serpihan-serpihan pada permukaan las. ada sejumlah besar daerah dengan sifat mekanis yang baik. Pneumatic chipping gun ukuran menengah dan besar dengan alat round-nose digunakan untuk melakukan deformasi plastis logam las. carbon-moly dan mangan-moly. Peening bermanfaat untuk mengurangi tegangan susut transversal. Peening digunakan untuk memperbaiki hasil pengelasan besi tuang dan besi tempa tebal. . Pemukulan baru boleh dilakukan setelah logam las menjadi dingin sampai ke suhu preheat atau interpass temperatur. Metode ini berdasarkan pengujian yang telah memperlihatkan. Peening Peening atau pemukulan dengan martil tidak bisa digantikan dengan heat treatment atau bila pembuangan tegangan panas diperlukan untuk melunakkan pengelasan yang keras dan daerah HAZ guna mencegah retak getas hydrogen atau retak tegangan sulfida. karena sifat yang buruk dari lapisan kerja dingin. karena permukaan itu akan meleleh kembali oleh lapisan berikutnya. Lapisan logam las yang berikutnya akan menghilangkan pekerjaan dingin dari lapisan sebelumnya. Pemukulan dilakukan dengan cara deformasi plastis ( cold working) permukaan logam las. peening harus dilakukan sampai jarak punch mark kembali ke ukuran semula kemudian diukur dengan pointed divider. Menemper bead las adalah teknik yang dimanfaatkan untuk meningkatkan daya tahan terhadap retak getas suhu rendah. akan tetapi hal ini tidak menjadi masalah. Suatu cara untuk menentukan apakah hasil pengelasan sudah dipukul-pukul dengan tepat. Setelah setiap lapisan las. yaitu dengan cara memberi dua buah tanda (punch-mark) melintasi sambungan las dan diberi jarak sepanjang jalur las. atau pada vessel. bahwa terdapat pita sempit pada setiap pengelasan daerah HAZ yang dipanaskan. Penyusutan logam las terjadi selama tahap pembekuan dan pendinginan suhu pengelasan. Peening pada umumnya dilakukan pada pengelasan baja carbon dan baja paduan rendah. Hal ini juga diakui oleh National Board Inspection Code dan API 510 sebagai pengganti PWHT. Teknik ini menggerinda tipis lapisan las pertama dan menjaganya tetap kecil pada filler pass.

dan paduan nickel dari 1300-1900oF. Sehingga membuat paduan-paduan ini mempunyai daya tahan paling baik terhadap karat antar butir dan daya tahan terhadap stress corrossion cracking (memberikan laju pendinginan cukup cepat untuk menghindarkan pengendapan lagi). dilakukan annealing larutan suhu tinggi untuk menempatkan fase kedua seperti karbit ke dalam larutan. stainless steel austenitic antara 1850-2050oF. Metode ini digunakan untuk semua logam. tetapi bervariasi untuk kandungan carbon dan unsur paduan lain. 1. Keuntungan lain adalah tidak didokumentasi dan lebih kontroversial. termasuk besi paduan seperti baja dan besi tuang. material tersebut dipanaskan sampai sekitar 50oF di atas suhu kritis. Hal ini akan memberikan hasil pemukulan yang tepat sehingga mencegah pemukulan secara berlebihan. Pembuang Tegangan Getar Pembuang tegangan getar atau vibrational stress relief adalah suatu cara untuk mengimbangi frekwensi resonansi benda kerja dengan menggunakan sebuah motor vibrator frekwensi rendah. Heat Treatment Cara Lain Annealing Annealing adalah suatu heat treatment yang digunakan untuk memperoleh pelunakan maksimum dan pengurangan tegangan sisa sampai ke level paling rendah. Pada baja. pengaruh penyusutan dan pemukulan sudah berkurang efeknya terhadap jarak punch-mark. Apabila pemukulan sebelumnya dapat menjaga jarak punch-mark. Benda kerja harus diisolasi dan bebas bergerak pada rubber mount. Suhu ini sekitar 1600 oF pada baja carbon 0.2 %. . Paduan tembaga dengan suhu 800-1500oF. dan hal ini menyebabkan turunnya keuletan dan ketangguhan. guna mendapatkan pengenduran tegangan atau pendistribusian kembali tegangan puncak. Suhu annealing untuk paduan aluminum sekitar 800oF. dimana terjadi penghalusan butiran dari bahan-bahan pengerjan dingin.jaraknya harus berkurang sampai kecil dari 1/32 inci. Keberhasilan aplikasi proses ini telah mengurangi distorsi pada pengelasan-pengelasan yang komplek selama dimesinasi. Waktu pada suhu ini biasanya 15 sampai 30 menit.3. Pada austenitic stainless steel dan non ferrous alloys yang tidak mengalami transformasi. Apabila suhu annealing terlalu tinggi. paduan nickel dan beberapa paduan non ferrous lainnya. Pada austenitic stainless steel. lihat Gambar 100-55. Waktu pada suhu ini biasanya 1 jam per inci ketebalan.5. maka derajat peening yang sama harus digunakan untuk keseimbangan pengelasan. bisa terjadi pertumbuhan butiran. annealing secara tidak langsung memanaskan hingga di atas suhu rekristalisasi. Namun demikian beberapa stainless steel dan paduan nickel dipanaskan dengan suhu sampai batas butiran kasar untuk meningkatkan kekuatan penjalaran (creep strength) suhu tinggi. Apabila tebal pengelasan lebih dari satu inci. Cara lain untuk mengontrolpeening yaitu dengan memukulmukul sampai riak-riak pengelasan menjadi halus kemudian berhenti. diikuti dengan pendinginan sangat lambat.

Peningkatan ini terjadi karena penghalusan butiran selama rekristalisasi dan ketangguhan lebih besar yang sudah merupakan sifat dari struktur halus yang dihasilkan. Hal ini terjadi karena kekuatan logamnya akan turun pada suhu tinggi. Misalnya pada tangki-tangki berkekuatan menengah yang berasal dari baja paduan rendah dan baja struktur (yield strength sekitar 50. tetapi kedua treatment ini akan mengurangi tegangan sisa pengelasan atau cold work dan menghilangkan kekerasan di daerah HAZ. las electroslag sering di temper untuk meningkatkan ketangguhan lanjutan. Tempering Disamping normalizing. Normalizing akan menghaluskan struktur butiran logam las dan daerah HAZ. Apabila dikerjakan setelah pengelasan. dan pendinginan mesti dilakukan dengan teliti. Proses ini akan menghilangkan semua bekas struktur tuang pengelasan dan cenderung menyamakan sifat logam las dengan logam dasar. untuk mencegah distorsi karena perbedaan laju pendinginan antara bagian tebal yang berdekatan dengan yang tipis. tempering diterapkan terhadap logam las dan logam dasar. Annealing dan normalizing biasanya dikerjakan pada bahan-bahan tempa seperti plat datar. tetapi tidak selalu. Logam sering ditemper setelah normalizing untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan berikutnya. Alasan utama melakukan normalizing pada baja adalah untuk meningkatkan ketangguhan pada suhu rendah. Baja yang dinormalizing menjadi lebih tangguh dan lebih kuat dari pada baja annealing. Tujuan tempering adalah untuk meningkatkan ketangguhan (toughness) dan keuletan (ductility) bahan. dan struktur sphereodized pada baja chromemoly. Normalizing sama dengan annealing. pada benda kerja. Tempering meskipun sama dengan PWHT. tetapi pada normalizing baja dipanaskan sampai suhu 100 oF di atas suhu kritis. kemudian dibiarkan dingin di udara terbuka. sehingga dukungan terhadap struktur menjadi sulit.000 psi) disuplai dalam keadaan sudah di normalizing dan tidak di temper sebelum pengelasan ataupun diberi PWHT setelah pengelasan. Kedua prosedur ini butuh penanganan berhati-hati pada struktur panas. pipa lurus atau forging dan jarang diterapkan pada pengelasan vessel atau struktur. Pendinginan yang lebih cepat pada normalizing akan menghasilkan pearlite halus atau struktur bainite. Electroslag pengelasan pada ferritic steel sering di normalizing untuk menaikkan ketangguhan karena sangat kasarnya struktur tuangan (as-cast structure) logam las dan adanya butiran kasar di daerah HAZ pada ketangguhan yang sangat rendah. memiliki tujuan berbeda. ketika baja ditahan dalam waktu lama pada suhu tinggi.Normalizing Normalizing adalah heat treatment yang dilakukan hanya untuk ferritic steel seperti baja carbon dan baja paduan rendah. . Masalah lain pada annealing dan normalizing adalah adanya dekarburisasi dan kerak yang terjadi. Sementara pendinginan lambat pada annealing akan menghasilkan struktur pearlite kasar pada carbon steel.

1.002 % boron. Hal ini jarang dilakukan pada pengelasan alumunium. atau dengan cara menyemburkan air atau udara berkecepatan tinggi. Pendinginan atau quenching dilakukan dengan cara mencelupkan benda kerja tersebut ke dalam air atau minyak. rentan terhadap retak selama pengelasan berlangsung bila dalam kondisi diperkeras.0. Untuk mencegah retak. Paduan alumunium seperti K-monel dan baja tahan karat endapan keras seperti 17-4 PH dan A-286. sehingga tensile strength berkurang. Penuaan (aging) paduan-paduan ini pada suhu PWHT setelah larutan annealing. kemudian setelah pengelasan dikeraskan dengan larutan annealing dan aging. Tempering juga memperkecil terkuncinya (locked up) tegangan sisa. umumnya direkomendasikan bahwa pengelasan bajabaja ini tidak diberi PWHT. Ketika mengalami pendinginan cepat. Suhu PWHT biasanya di bawah 1150oF supaya tidak melunakkan baja sehingga lebih kecil dari kekuatan yang dispesifikasikan. baja dengan kandungan carbon cukup beserta unsur-unsur paduan tidak akan memiliki waktu untuk berubah bentuk menjadi struktur lunak. Oleh karena itu. kemudian didinginkan dengan cepat sehingga sama dengan suhu lingkungan. Baja-baja ini bisa ditinggalkan setelah di las atau bisa diberi PWHT. Beberapa paduan ferrous dan non ferrous bisa dikeraskan dengan heat treatment yang disebut dengan age hardening atauprecipitation hardening. Penggetasan ini menyebabkan retak yang disebut dengan reheat cracking. Baja-baja HSLA perlu pemilihan suhu heat treatment secara berhati-hati tergantung dari komposisi spesifiknya. menimbulkan pengerasan. yang bisa menimbulkan penggetasan pada daerah butiran kasar di daerah HAZ ketika dipanaskan sampai dengan suhu 1000-1200oF selama PWHT. benda kerja dipanaskan sampai di atas suhu transformasi. martensite keras (getas). Pada quenching baja mampu keras. Suhu yang digunakan untuk PWHT harus lebih rendah dari pada suhu tempering atau akan terjadi pelunakan lanjutan logam dasar.05 % dan/atau 0. Baja-baja struktur High Strength Low Alloy (HSLA) dengan yield strength sekitar 100. paduan-paduan ini terlebih dulu diberi overaging anneal untuk melunakkan.Quenching Quenching adalah pengerasan dengan cara heat treatment yang diterapkan untuk ferritic steel. Istilah quench anneal kadang-kadang digunakan pada paduan non-hardening seperti austenitic chromium nickel stainless steel. Paduan alumunium mampu keras dikeraskan dengan cara aging dari suhu kamar sampai dengan sekitar 300oF. Akibatnya terbentuk baja dengan sifat kuat.6. yang dihasilkan selama pendinginan lebih lambat oleh proses annealing atau normalizing.000 psi dijual dengan kondisi sudah diquench dan ditemper. dan bainite. PROSEDUR HEAT REATMENT . Beberapa baja HSLA mengandung vanadium lebih dari 0. Baja-baja quenching hampir selalu ditemper setelah diberi quenching untuk mengurangi kekuatan dan meningkatkan ketangguhan serta keuletan. dan paduan-paduan nikel untuk mengindikasikan perlunya pendinginan cepat dari suhu annealing larutan. baja tahan karat ferritic chromium tinggi.

apakah dapur pemanas didisain dengan baik selama pemanasan. sehingga dinding belakang dan lantai cenderung lebih dingin. pergeseran burner dan lain-lain.1. yang dipanaskan dengan bahan bakar gas. dan ruang gerak untuk pemuaian dan penyusutan. Perlu juga diyakinkan mengenai ketepatan. harus dibetulkan segera. Berbagai jenis thermocouple memiliki perbedaan suhu maximum. Keseragaman suhu dalam dapur pemanas tergantung dari laju pemanasan dapur pemanas. juga peletakkan dan penahanan benda kerja sudah sesuai. Rakitan pipa yang kompleks dan besar bisa diberi heat treatment dalam dapur pemanas dengan biaya hampir sama seperti halnya heat treatment lokal dari pengelasan tunggal di lapangan. 1. keseragaman penyangga benda kerja. Sisi sebelah atas lebih panas. minyak atau listrik. Kebanyakan dapur pemanas memiliki pintu. Thermocouple pada benda kerja berfungsi untuk memonitor suhu. Heat Treatment dalam Dapur Pemanas PWHT paling baik dikerjakan dalam dapur pemanas di bengkel (shop furnace). baik di bengkel ataupun dilapangan.PWHT bisa dilakukan dengan cara memasukkan benda kerja ke dalam dapur pemanas ( furnace). seperti di bawah. Thermocouple Suhu maximum Iron-Constant 1200oF Chromel-Constant 1500oF . Ketelitian harus dilatih untuk memastikan pengukuran dan pengendalian suhu sudah berlangsung dengan baik. Apabila letak benda kerja berubah dari port burner atau ada pergeseran nyala api. sehingga tidak ada penyumbatan pada burner nozzles. jadwal lebih singkat dan kontrol suhu lebih baik dari pada heat treatment lokal. sehingga benda kerja harus diletakkan pada jarak enam inci dari dinding. Monitoring Suhu Suhu benda kerja yang sedang di beri heat treatment harus dimonitor dan dikontrol.6. atau dipanaskan setempat pada pengelasan tunggal atau sebagian kecil dari benda kerja. shop furnace tidak otomatis menghasilkan heat treatment yang baik. Posisi Benda Kerja Benda kerja mesti dimasukkan ke dalam dapur pemanas untuk menghindarkan daerah-daerah dingin dan panas. Namun demikian. Pada umumnya ongkos heat treatment dalam dapur pemanas lebih murah. apakah sudah dijaga tetap baik. Pastikan suhu maximum thermocouple cukup tinggi.

peening. yang apabila sangat hebat akan menjadi retak. Kesalahan serius sering terjadi. Thermocouple hendaknya diletakkan pada lokasi-lokasi kritis untuk memonitor panas dan untuk mencegah tegangan panas tinggi. Terlalu cepat panas atau terlalu cepat dingin menyebabkan bagian-bagian logam yang tipis menjadi lebih cepat panas atau lebih cepat dingin. furnace harus dapat dimatikan dan benda kerja dibiarkan dingin sampai suhu turun. jadi bukan langsung pada benda kerja. dibandingkan dengan bagian yang tebal. tergantung dari pengalaman dan pertimbangan. dan harus dievaluasi pada masing-masing jenis pekerjaan. distorsi. karena jarang memasang thermocouple pada dapur pemanas (furnace) secara lengkap untuk memonitor suhu. pakai baut atau dengan thermocouple pad. Benda kerja yang sedang diberi heat treatment bisa mencapai ratusan derajat lebih panas atau lebih dingin dari pada titik kontrol furnace. seperti bundel heat exchanger dengan tube tebal. Laju Pemanasan dan Pendinginan Laju pemanasan dan pendinginan benda kerja sangat penting.Chromel-Alumel 2000oF Platinum-Rhodium 2500oF Thermocouple harus ditempelkan pada benda kerja untuk mendeteksi dan mencegah overheating lokal atau cold spot. apabila suhu hanya diukur dengan thermocouple furnace yang diarahkan pada gas furnace panas. . maka laju pemanasan harus dibatasi sekitar 400oF per jam. tetapi ia tidak bisa mengganti peranan thermocouple benda kerja yang sedang dipanaskan. overheating atau tempering yang tidak sempurna pada pengelasan. Thermocouple ini bermanfaat untuk mengontrol furnace. Apabila kenaikan suhu selama pemanasan mendekati angka ini. tetapi paling tidak satu dan ditambah satu lagi untuk cadangan. sering tidak lebih baik dari pada thermocouple furnace untuk memonitor suhu. Aturan yang baik untuk menjaga perbedaan suhu pada struktur yang sedang dipanaskan adalah 250oF atau kurang. Tidak ada pedoman mengenai berapa jumlah thermocouple yang diperlukan. Menerapkan aturan yang membatasi kenaikan suhu pada 250 oF secara otomatis akan menghasilkan laju pemanasan yang memuaskan. Untuk memperoleh hasil yang akurat. Menentukan berapa jumlah thermocouple tambahan yang dibutuhkan. Thermocouple dengan probe panjang yang dipasangkan pada benda kerja atau berdekatan dengan benda kerja di dalam furnace. Thermocouple furnace hanya mengukur suhu udara furnace ditempatnya berada. Namun demikian. apabila benda yang diberi heat treatment mempunyai bentuk yang kompleks. Bahkan jika perlu pengendalian kenaikan suhu harus lebih ketat. terutama pada dapur pemanas yang menggunakan heat treaters komersial. Pemanasan dan pendinginan yang tidak seragam ini menyebabkan terjadinya perubahan bentuk dan tegangan sisa. thermocouple harus ditempelkan ke benda kerja dengan spot langsung dengan cara dilaskan.

Keseragaman suhu selama pendinginan sama pentingnya seperti pada pemanasan. konsultasikan dengan ahli ilmu bahan. dari pada radiasi furnace yang berasal dari panas pembakaran brickwork. Heat Treatment di Lapangan .2. untuk pemeriksaan visual apakah ada bagian-bagian yang gelap atau bintik-bintik hitam. bisa terjadi pengerasan yang tidak diinginkan pada seluruh fabrikasi selama tahap pendinginan berlangsung. Batasan Suhu Batasan suhu harus selalu dijaga dalam daerah sempit apabila heat treatment ingin berhasil. ASME Sect VIII (Boiler and Pressure Code) mempersyaratkan adanya overlap sebesar 5 feet terhadap bagian-bagian vessel yang dipanaskan secara terpisah. Disarankan untuk sekali-sekali melihat furnace setelah logam merah membara (red heat) dengan suhu sekitar 1150oF. Biasanya pintu dapur pemanas diganti dengan panel yang memiliki pembalut sementara atau brick stacked disekitar vessel atau struktur. dan quenching hampir selalu dilakukan di dalam furnace. dan benda kerja bisa gagal terhadap stress corrosion cracking. Apabila suhu minimum tidak tercapai dan holding time dilakukan minimum 2 jam. dimana hal ini merupakan indikasi adanya suhu yang tidak merata. 1. sedangkan pada baja paduan lain lebih sempit. normalizing. hasil pengelasan bisa menjadi terlalu keras dan getas. dan pada tube yang berdekatan dengan burner atau dinding radiant (untuk menghindarkan overheating). rakitan-rakitan pipa atau struktur terlalu panjang untuk dimasukkan ke dalam dapur pemanas yang ada. Bentuk-Bentuk yang Kompleks Bentuk-bentuk yang kompleks seperti bundel tube heat exchanger. Rakitan Ukuran Besar Apabila ukuran pressure vessel. Pada pekerjaan seperti ini. dimana perambatan suhu harus dibatasi sekitar 250oF selama pendinginan dari suhu heat treatment 800oF. karena perlu pemanasan keseluruh benda kerja hasil pengelasan secara seragam. Apabila hasil pengelasan tersebut dipanaskan melebihi batasan tertinggi yaitu 1400oF. pada temperatur tinggi. Tidak disarankan untuk mengeluarkan benda kerja dari furnace sehingga suhu turun menjadi 800oF. Pada baja 5 Cr-1/2 Mo stress relieved berkisar pada suhu 1325 hingga 1400oF. Apabila ingin mempercepat siklus pendinginan. Sebagai contoh pada stainless steel type 304 stress relieved (pembuangan tegangan) biasanya pada suhu 1550 hingga 1650oF. butuh pendinginan lambat untuk memperoleh keseragaman suhu dan menghindarkan distorsi. Apabila suhu minimum tidak tercapai akan timbul stress relieved yang tidak memadai. lebih baik menggunakan furnace konveksi yang tergantung dari sirkulasi udara panas untuk pemanasan. Thermocouple harus diletakkan dibagian tengah bundel tube (untuk menginformasikan bahwa daerah ini sudah mencapai suhu yang diinginkan). Batasan suhu pada carbon steel lebih lebar. maka rakitan tersebut bisa dipanaskan bagian per bagian.6. Heat treatment seperti annealing.

dibandingkan dengan pekerjaan proses pembakaran heater biasa. untuk heat treatment lapangan. karena furnace sementara bisa dirakit didekat benda kerja di lapangan. Heat treatment terhadap struktur-struktur besar di lapangan merupakan masalah yang kompleks. Field furnace yang lain lebih rumit.3. Heat Treatment Lokal . vessel secara keseluruhan dimasukkan ke dalam furnace. Fired Heater Tubes Fired heater tubes yang telah berfungsi bisa diberi heat treatment ditempatnya oleh pembakaran heater dengan tube-tube kosong atau dengan sirkulasi uap atau gas mulia terkendali.6. Namun demikian. Hal ini dilakukan dengan cara memasang insulasi dibagian luar permukaan vessel dan pemanasan dilakukan dari bagian dalam dengan nyala luminous besar. karena akses lengkap disekitar pengelasan terhalang ketika tube bank berada di tempatnya. harus mendapat perhatian yang lebih seksama dalam mengontrol suhu dan memasang thermocouple dari pada furnace yang di shop. juga menjadi lebih besar. Harus ada kordinasi ketat antara pengoperasian burner dengan pencatatan data-data suhu. penghematan waktu dan tenaga kerja dalam melepaskan tube dari heat treatment di shop. Meskipun menarik. Pada heat treatment jenis ini. merancang dan mengoperasikan burner. sehingga perlu bantuan teknis spesialis berpengalaman untuk meletakkan thermocouple. terdiri dari tabung logam. resiko terdapatnya bagian yang kurang panas dan/atau terlalu panas menjadi lebih besar. 1. cara ini tidak praktis untuk konstruksi baru. panel panas resistansi. atau frame lines yang dipasangi insulasi dan dirakit pada struktur. sehingga perambatan suhu bisa diantisipasi dan dihindarkan. Tabung insulasi menjadi furnace konveksi dengan penambahan propane burner arah tangensial. dan NDT beserta perbaikan las-lasan juga lebih sulit karena ruang gerak terbatas. serta mengontrol suhu untuk menghindarkan collapse atau buckling. Furnace yang dirakit dilapangan. atau dengan sirkulasi gas panas melalui vessel. Vessel sebagai Furnace Pada beberapa pekerjaan. Beberapa furnace sederhana untuk lapangan terdiri dari tabung silindris. karena operator tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan terhadap gradient suhu di dalam furnace. Furnace ini dipanaskan dengan fuel-fired burner atau panel resistansi listrik. dibutuhkan titik-titik yang mengindikasikan suhu lebih banyak. terbuat dari pipa diameter besar dengan insulasi terletak disekitar pengelasan pipa. Struktur-Struktur Besar. Biasanya pemanas resistansi tambahan dipasang disekitar nozzle dan daerah-daerah tempat kehilangan panas lainnya.Field Erected Furnaces Heat treatment dengan mempergunakan dapur pemanas (furnace) tidak terbatas hanya pada pekerjaan di shop.

Local heat treatment terdiri dari pemanasan las tunggal atau sejumlah kecil dari benda kerja. apabila melakukan heat treatment suatu hasil pengelasan dalam furnace tube yang berhubungan dengan pipa induk (headers) atau belokan U. Local heat treatment terhadap pengelasan struktur. Daerah pengelasan yang mendapat heat treatment setempat. Penopang Benda Kerja Sebelum heat treatment dimulai. atau pengelasan rakitan lapangan (field assembly) yang memiliki ukuran terlalu besar untuk diberi heat treatment di dalam furnace. Thermocouple harus memiliki kesesuaian dengan instrument pencatat. Insulasi harus dibiarkan di tempat sampai benda kerja dingin hingga 800oF. biasanya terinsulasi cukup baik. shaft tersebut digantungkan secara vertikal dalam furnace untuk menghasilkan pemuaian dan penyusutan secara bebas. seperti sensitivitas terhadap pengaruh arus konveksi di dalam furnace dan pengaruh pendinginan karena tiupan angin atau hujan di luar furnace. Hal ini akan menghasilkan kontrol gradient suhu maximum secara tepat. sisi yang berseberangan dengan sumber panas harus diinsulasi. dan dapat menimbulkan pelengkungan ( sagging) atau pembengkokan (buckling) secara signifikan. apabila struktur tidak ditopang secara memadai. Thermocouple harus diletakkan sedemikian rupa. dan harus bebas untuk memuai dan menyusut selama pemanasan dan pendinginan. Persyaratan Code . Pada PWHT lokal pressure vessel. Kontrol Suhu Ketelitian harus dibiasakan pada saat memasang thermocouple dan insulasi yang berhubungan dengan sumber panas. maka tube yang berdekatan harus dipanaskan juga sehingga tube dapat memuai bersama-sama. sehingga dapat mengukur suhu pada lokasi yang paling panas dan paling dingin. atau diangkut dalam satu bagian utuh. bagian sebelah dalam harus di plugged off sedekat mungkin dengan daerah panas tanpa menimbulkan gradien panas yang curam. Untuk menghindarkan kesalahan bacaan. Bermacam-macam jenis sumber pemanas telah digunakan secara berhasil pada local field heat treatment. benda kerja harus ditopang secara merata dan memadai. dengan cara menutupinya dengan gumpalan kapur tahan suhu tinggi atau dengan logam berpelindung las terhadap benda kerja. sehingga indikasi suhu dari crayon atau contact phyrometers tidak bisa digunakan untuk mengukur dan memonitor suhu. kemudian melewatkan kawat melalui heater dan insulasi. Sebagai contoh. Tindakan pencegahan selama heat treatment di dalam furnace. dan bagian-bagian vessel diperlukan untuk tujuan perbaikan. Pada pekerjaan heat treatment untuk shaft. pemeliharaan. pipa. sama pentingnya dengan heat treatment lokal. Pada pipa dan struktur berlubang lain yang terbuka ujung-ujungnya seperti bundel tube pada heatexchanger. Metode biasa untuk memonitor suhu yaitu dengan mengelaskan thermocouple pada tempat pengukuran suhu yang diperlukan. bagian ujung thermocouple harus dilindungi dari radiasi langsung. Sifat-sifat material menurun cukup signifikan selama suhu heat treatment.

Laju pemanasan dan pendinginan yang ditentukan oleh ASME Pressure Vessel Code harus diikuti oleh vessel. dalam jangka waktu yang ditentukan. kemudian ditutup dengan insulasi. logam las dan permukaan yang berdekatan harus diinsulasi untuk menghindari gradient suhu yang curam. Beberapa pemanas resistansi dirancang untuk digunakan dengan mesin las sebagai sumber daya listrik. kemudian dihubungkan ke pengendali terprogram dan sumber listrik.4. dan pada pipa beserta vessel harus dikerjakan dalam batasan suhu yang tepat. informasi suhu dari thermocouple harus dikirimkan kembali kepada controller untuk sumber daya. Sebagai contoh. Pada metode ini panas dibangkitkan dengan cara mengalirkan arus listrik dalam kawat bertahanan tinggi. Resistansi pemanas memiliki bentuk sederhana. Laju pemanasan dan pendinginan maximum tidak dispesifikasikan oleh ANSI/ASME B31. Ketersediaan tenaga listrik hanya membatasi ukuran vessel yang bisa diberi heat treatment dengan elemen resistansi panas. tetapi hal ini tidak selalu merupakan cara paling murah. Kawat NiChrome digunakan karena tahanan oksidasinya bagus pada suhu tinggi. dilakukan untuk menghindari retak di daerah pengelasan ketika melakukan perbaikan pengelasan. 1. Satu keberhasilan operasi annealing dengan torch genggam. Untuk pengelasan melingkar. Pemanasan dengan Nyala Api Torch genggam hampir tidak pernah digunakan untuk pekerjaan akhir PWHT. Pada heat treatment untuk nozzle atau sambungan bercabang. dan pengendalian otomatisnya sulit. sebuah reaktor nuklir dengan bobot 800 ton akan melepaskan tegangan dengan cara pemanasan tunggal. Jenis-Jenis Heat Treatment Lokal Pemanas Tahanan Listrik Pemanasan dengan cara resistansi adalah metode yang paling banyak dipakai untuk heat treatment lokal pada vessel dan pipa. karena kontrol suhunya buruk dan ada resiko overheating yang berhubungan dengan pengerasan. pita melingkar dengan lebih dari enam kali wall thickness pada masing-masing jalur dari pengelasan harus diberi heat treatment.Selain persyaratan teknik dan metalurgi. header dan penopang tube.6. seperti halnya perangkat kawat pada insulator tubular atau flat yang berbentuk untaian atau lembaran yang dililitkan kesekeliling benda kerja. lebar pita pada daerah yang mendapat pemanasan paling tidak harus dua kali wall thickness pada jalur dari las-lasan. Pada umumnya.3. code membuat aturan-aturan untuk local heat treatment pada pressure vessel dan pipa. Pipe rings menahan multiple gas burner dan sebuah pembatas telah digunakan dengan berhasil. Pada umumnya. Pada pekerjaan ini. Alat ini bisa berupa kotak gantungan yang terdiri dari elemen-elemen pemanas dan insulasi. dua . telah menjadi solusi annealling sebagai pengganti tubes furnace stainless steel dari besi carbon. tetapi alat ini jarang digunakan karena perlu pemasangan berbeda pada masing-masing ukuran pipa.

.atau empat torch oxyacetylene digunakan untuk memanaskan benda kerja hingga batasan suhu 2000 sampai 2100oF selama sekitar satu seperempat jam. Karena alasan ini. Flex-Anneal. Pemanasan Induksi Pemanasan induksi sama dengan pemanasan resistansi. Setelah heat treatment selesai. lepaskan segera burned kit dan longgarkan penutup. Perangkat ini diikatkan kesekeliling sambungan pipa atau palang struktur dengan kawat lunak. Suhu bisa diukur dengan pyrometer optik. dengan stok kit untuk pipa-pipa dan fitting ukuran standar yang terbuat dari baja carbon steel dan chrome-moly. yang berubah bolak-balik secara cepat. beams dan vessel menghasilkan arus bolak-balik dengan frekwensi 400 Hz atau lebih tinggi. Gulungan yang dipakai terbuat dari kabel listrik yang dililitkan dengan asbes atau tubing tembaga dengan pendingin air pada tubing pendingin air jenis tiupan ringan. Pemanasan Exothermal Heat treatment dengan menggunakan pembakaran bahan exothermal padat terkendali mulai dikembangkan pada awal tahun 1950-an. Conneat Ohio 44030. selanjutnya mengurangi waktu penyerahan karena bisa disesuaikan dengan berbagai ukuran dan bentuk di lapangan. Sementara peralatan heat treatment exhothermal lumayan mahal. Perbedaan hasil disepanjang merek yang sama. Banyak perusahaan-perusahaan konstruksi menggunakan Exo-Anneal kits untuk pekerjaan heat treatment pipa di lapangan. konfigurasi pengelasan. . crayon atau thermocouple. Pada tahun baru-baru ini Exomet telah mengurangi keterlambatan penyerahan barang dengan membangun gudang pada banyak daerah-daerah industri. Kekurangan Exo-anneal yaitu ukuran setiap pipa. jadwal. Pengujian telah memperlihatkan bahwa heat treatment dengan hasil memuaskan pada suhu 1100 oF hingga 1650oF bisa diaplikasikan pada pipa-pipa ukuran dan tebal standar tanpa alat pengukur suhu. Berbagai sumber tenaga pemanas induksi komersial untuk heat treatment pipa. Mesin las AC bisa juga digunakan sebagai sumber tenaga tetapi tidak efisien. Inc. dan dilapisi dengan anyaman konduktor dan insulasi. Namun demikian kemajuan alat pemanas resistansi membuat beberapa perusahaan mengurangi pemakaian kit ini. Exo-Anneal kits melakukan pembakaran material dan insulasinya dibuat oleh Exomet. Meskipun pemanasan induksi berlangsung cepat dan seragam serta bisa diprogram dengan mudah. Gulungan kawat ini membawa arus bolak-balik dan menimbulkan panas pada baja dengan menggunakan eddy currentdan hysteresis losses sebagai medan magnet di dalam logam. pemanasan induksi hanya digunakan secara luas pada heat treatment untuk pipa steam chrome-moly dengan dinding tebal. yaitu dengan cara melilitkan gulungan kawat listrik pada bagian yang akan dipanaskan. dan batasan suhu heat treatment memerlukan kityang berbeda-beda. tetapi tidak memerlukan tenaga kerja yang ahli. dinyalakan dan dibiarkan untuk melakukan perlakuan panas stress relief. pembangkit tenaga listriknya memiliki ukuran besar dan mahal.

7. butane. Metode ini mencakup pengendalian dan penyediaan sumber tenaga untuk heat treatment pipa dari ukuran kecil hingga ukuran besar. dimana secara garis besarnya dapat dibagi sebagai berikut: pemotongan gas oxyfuel (oxyfuel gas cutting) dan potong busur (arc cutting). acetylene adalah bahan bakar gas yang paling lazim digunakan untuk memotong. butadiene . Gas ini disimpan dalam bentuk cairan dan kebutuhan terhadap penanganan silinder lebih sedikit.7. Banyak jenis-jenis sumber panas radiant yang dipakai untuk PWHT. Volume 2. Aliran oksigen murni disemburkan untuk pemotongan sebenarnya dengan reaksi eksothermal temperatur tinggi oksigen dengan besi. Gambar 100-62 Oxyfuel Gas Cutting Propane atau natural gas bisa menggantikan acetylene sebagai bahan bakar gas. 1. 1. jumlah pemotongan yang akan dikerjakan dan kemudahan menjangkau benda kerja. Pemanasan Radiant Radiat heaters biasanya digunakan di shop atau pada pemasangan pipa-pipa produksi. digunakan sebagi pemanas awal logam dasar sebelum dipotong. propane. gulungan harus cukup besar untuk melilit keseluruhan daerah yang akan diberi heat treatment. sehingga membatasi ukuran benda kerja yang secara ekonomis bisa diberi heat treatment dengan cara ini. tetapi paket untuk pekerjaan di lapangan juga sudah ada. alat yang tersedia. Kekurangan lainnya yaitu. termasuk propadiene. Baja carbon dan baja paduan rendah dengan kandungan chromium kurang dari 9 %. Pengganti acetylene lain adalah methylacetylene-propadiene stabilized (MPS) sebagai pemilik acetylene. Propane lebih aman dipakai dari pada acetylene. dapat ditemukan pada AWS Welding Handbook. Hal ini membutuhkan dukungan sumber tenaga yang lebih besar.0. Oksida logam dan logam cair kemudian dihembuskan dari daerah pemotongan oleh energi kinetik aliran oxygen.1. MPS adalah suatu campuran beberapa hydrocarbon. Oxyfuel Gas Cutting Proses pemotongan oxyfuel gas cutting mempergunakan campuran bahan bakar gas dengan oksigen. PEMOTONGAN LOGAM Proses pemotongan thermal banyak jenisnya. Proses pemotongan oxyfuel gas diperlihatkan pada Gambar 100-62 yang menggunakan istilah kerf (potong lebar) dan tarik hasil potong. Informasi lebih lengkap mengenai proses pemotongan logam. Beberapa pabrik yang menjual alat ini menggunakan lampu quarzt intensitas tinggi sebagai sumber panas (GE Heat-Tech dan Sylvania Thermomatics). Yang lain menggunakan metal screen pemanas gas (Van-Dorn) atau keramik (Selas dan Cooperheat).untuk pembangkitan tenaga listrik. Acetylene yang dicampur dengan oksigen. Pemilihan proses pemotongan tergantung dari logam yang akan dipotong.

Pedoman untuk masalah-masalah yang timbul selama flame cutting diperlihatkan pada Gambar 100-63. Menggunakan bahan bakar gas lain seperti propane dan MPS.2. pemotongan bisa dipermudah dengan cara memasukkan flux atau serbuk besi ke dalam aliran oxygen. umumnya tergantung dari tersedianya bahan tersebut. bersih dengan daerah HAZ dan lapisan oksida lebih sempit dari pada proses yang lain. seperti stainless steel dan baja-baja dengan kandungan chromium lebih dari 9 % lebih sulit dipotong. Air Carbon Arc Cutting Air carbon arc cutting atau disebut juga dengan air arc gouging dapat menghasilkan pemotongan dengan kualitas memuaskan pada bahan-bahan ferrous dan non ferrous. Logam yang meleleh kemudian didorong oleh hembusan udara berkecepatan tinggi. untuk menghasilkan suatu senyawa dengan titik leleh lebih mendekati oksida besi tersebut. diantara elektroda tungsten tidak terumpan (terdapat dalam torch) dengan logam dasar. karena akan menghasilkan kecepatan pemotongan yang lebih besar dibandingkan oxyfuel gas . pemotongan logam dengan cara melelehkan dengan mempergunakan panas busur yang terbentuk diantara elektroda dengan logam induk. persyaratan keselamatan dan nilai ekonomis. Seperti halnya propane. Pelelehan terjadi karena busur yang terbentuk diantara elektroda carbon-graphite terumpan dengan logam dasar. Terhadap baja ini. MPS adalah suatu cairan dan juga perlu penanganan silinder lebih sedikit. Meskipun plasma arc cutting adalah proses paling ekonomis untuk baja-baja paduan tinggi. Proses ini menghasilkan busur mampat dengan suhu dan kecepatan sangat tinggi. Flux cutting menggunakan suatu flux yang akan bereaksi secara kimia dengan chromium oksida yang terbentuk selama pemotongan. Plasma Arc Cutting Plasma arc cutting adalah proses pemotongan yang memiliki kualitas paling tinggi untuk baja paduan dan paduan non ferrous. MPS membakar lebih panas dari pada propane atau natural gas. Apabila mencoba memotong baja tahan oksidasi dengan oxyfuel gas.Taper bisa diletakkan pada satu sisi pemotongan untuk mendapatkan satu sisi lurus yang dibutuhkan. Pemotongan busur plasma memberikan hasil cepat. 1. Udara diarahkan sedemikian rupa sehingga segera mendorong lelehan logam yang berada dibelakang busur. Arc Cutting Arc cutting atau potong busur artinya.dan methylacetylene. akan terbentuk oksida keras dengan titik-titik yang menghambat proses pemotongan. dan lebih mudah digunakan dibandingkan dengan acetylene untuk cutting preheat. proses ini juga memiliki keuntungan untuk pemotongan carbon steel tipis.7. Baja-baja tahan oksidasi. karena gas ini memiliki distribusi panas lebih banyak dibandingkan dengan nyala api. Panas tinggi tersebut secara terus menerus akan melelehkan logam. yang kemudian digeser oleh aliran gas ion kecepatan tinggi.Powder cutting menggunakan serbuk logam kaya-besi yang mempercepat reaksi oksidasi dan menaikkan suhu pelelehan danspalling action logam dasar. Plasma arc cutting menghasilkan potongan sedikit miring karena kerf ada disebelah atas.

tetapi ongkos peralatannya lebih tinggi bila dibandingkan dengan oxyfuel gas cutting. plasma arc cutting umumnya telah diganti dengan powder cutting. Gambar 100-64. dapat digunakan untuk menghaluskan permukaan plat yang kasar pada pengelasan pelapisan. . Aplikasi Proses Pemotongan Oxyfuel gas cutting. Plasma Arc Cutting Konvensional 1. baik logam ferrous maupun non ferrous. dan pembuatan bevel las untuk tepi logam berbentuk persegi. plasma arc cutting dan powder cutting adalah proses pemotongan yang paling sering dipergunakan untuk memotong plat dan pipa. karena memiliki hasil halus dan bersih pada semua logam. Peralatan air carbon arc cutting otomatis. Panduan Troubleshooting pada Oxyfuel Gas Cutting.cutting dengan ketebalan sampai dengan satu inci. Pada baja paduan lebih tinggi. Gambar 100-63 a. ada bahan yang dikotori oleh serbuk besi setelah pemotongan.7. Panduan Trobleshooting pada Oxyel Gas Cutting Gambar 100-63 b.3. Gambar 100-64 adalah skema arc cutting torch plasma konvensional. karena mutu pemotongan lebih baik dan banyak mengurangi pekerjaan pembersihan setelah pemotongan. Plasma arc cutting memiliki hasil sangat baik sekali untuk proses pemotongan. Powder cutting umumnya perlu pembersihan dengan menggunakan mesin gerinda hingga 1/8 inci. Oxyfuel gas cutting digunakan secara luas untuk memotong carbon steel dan low alloy steel karena ekonomis dan sederhana. pembuatan kampuh berbentuk U untuk sambungan tumpul persegi.

4.5 15.5  .&  &3.:.753.

2 753.:.7 .9:.5 .2.5 7902.5 45.4 7551.5 3..7.:.9:..: &4.965 1..5 ..25 /:.5. 2.5 2./5.9.479.25 26564:  .3.2 753.51534 6476::. 0.93.3.. 76:: 1. "/9.& /:91.5:9 51.9 43.5  #.: 735151.3.2.5 /.3 .4479/:.: 3/ 1..479.57902..5  :79.479.1.2..:.: 73515445.5 3/ /.3.:.9.2.2 451.5 44/.5&  4...2  .5 ..5" .5.53.5.".:1. 1.47.2.9/65:.5 41.0.9. 796::  .9.: 1351563:.2/..1 75. :4. .5 75.:0.9..5 454/32.55.1.: 3//.2 :9. 2.965 1.. .55.2.5.5 5.5    ":95 17.: 3.4 1..217.95.479.5  .2 :4.2.51552.3.52.5 753.

5 966.:. 7.5 753.:: 7.& 06062 5.  1. 77.1.5.97 355.2 753. :.:.7:   .

9/65 :.2.5 5. 0. 4.0.. 15.3  0964.4 /.5 ..& 1.2 /9/..7..

5 7.1.5.53:: :.3 1.3  :.463 :..

: 74. 79:.7.5 523  /9.7.1.. ..2.5  .5 ....1.5 44/.

2..5.: /:9  :79...1.1.9:.9'9.1/.:.91..76::1.77.39.:.5142.753..5:9 #.5..577.2..:.7.95.1. ....:.5337.:: 5.1. .36/3.. 753.  &79.75.1.& 7.5 77.9:26.7.:79.5 ..506313.'9.4 435.5:9..:: 7.1.51.1.337.5.5 36..9.5:9    7451.

91.:....9..4.5 203 15.3/2031.961.32..4..92.51.4....9:.4/. 3.

 32.  1.1.9 1.9.1. &79..22..9.:.5.9 339 4..35.3/ '9.3/..9..9.9.3.5:9.5:::5.136/3.23394./3.5 45.5 45.4/.965.1.9..9 .9.5 1. .5.5::  29.1 3/ /:.5::  ..5.9 1.9:1/.4.5:9  36/3.3 13.9: .9..11...965.961.9: .9 ..5   ..9 2. ..5 7.: 73515 "  .5:9   :3.9 .5 44.1.3  :.4.9: 4544  1:/.5 15.:.:73515.. ..9:.4. 26476:: 1.5 .9.9 50..5:9 ..479 7.17.2.

 453:.5:9   .9.:2.9.9.4/.9.536/3.

  .

5 7.:.5.5.9 /9/.5 7902.753. ..:2.9.:32..:32.5  .545.:7. 5: .1.576::1. 75:..9.: 7..9.:.3:..5 /:.5 .35 :12..5:9 45..9 44/.5:9 15.53.5:9 36.9/.9..7.9.5 75.: 796:: :79.732.  36/3.4  #.5/.9.5 ...91.5:95.&79..:. 753.:1.1.90   &79.:.5.: 4..5 . 76::. 1..5 3.56965.

5 7902.9.91.4/.5.13/:2.76:: :3.13//. 45.53.2  .: 45.

 .

36/3.9'9.5:9  .

 . ..3 8008.  ..7..3.80-:..38:2-0789790.7:82025:3./ 80.9./03.38.7.0/3 7:8-. /.8 5.9/07.!:80/7..5030.7.3 9079039:  -0707.38:2-07897 :8:8 5:80/ .7:8 4:95:9 :39: 202507-08..3  8:2-07 897 . 203:: -03/.9.3 $  :.2 4.3.38008.: 4942./.2-:3.0  03.9.2.3/-:9:.9 .9  200.5 /09  $0.9 8479.9.7.9-:8:7 /03.3/.835:8.7 5.3 5.3 !74808 5030.3 8090.8 2. !74808.3/.8  0:39:3.857. 93 /.3.9:7 80.: 5038.3 703/.383. .7 .9  %7.8 ...2-203.: -:8:7  .-..-7..2-../ /03. 07.0843.  :-:3.85:80/.-07-.88-072:9: 93/...8 3  907.3 4-:.8./:.98  8.9. 55./.3/704203/.7:9.35..::5 903. 0/3. :39:-. 5:8.7 97./03.855.34.59./.39 . . /.8:.7 ::3 .3./.:43. . .3 /.4389.9./. 5030.7.8./.8.  5.8.  $0/3.3 /-07.9  8.-7.8.2.3 00974/.2 .3 83.8  0- /.3 8:2-07 897 ' 3  .3-. 0- -08.3..897./-.: 2025070.300974/./ 97.3.74:3/-071:38:39:203.5.0- 703/. 1: /. 9/. 0- 703/.3 .8.30-2:/....54389.3202 .   .7.0.9..7:8 897 /. 4.3909.3884.3 .8-:8:7903:-:3.38107 4.9.9. .  03.2.3 :.98 :39: 203.703.7.0-703/.7.98 .38107 /.3.390.2-:3/. 909./.:2:23.7:8/-078.3704203/. /04/07 .3 4.502-.7:893 09.: !/.3 93.:93.2.703. .8 .3/03.3 207:-.3 /.8 20.3 /03.3203:3.574808..9.8 :2:23.3 . .7:8 -.9: 90908.38107 2025:3.91 80/9 :2.3 503097.3 5.3/.:..-:8:7/.8.: 8307. 809.3.5 /.7  .7.. 5:8.3 0- 2:/. 802 4942.38090. 0.2!:80/ 7...5 .2-.3 857.8.83 2./.7.3 0.:.20907 ./8.49./.7:897.3 507.3.   857.05.7.8.8.7.7. 7.05.3 8.3  /.97.8.3 5. .3 /-07.1.35.25038  .8./.: -8..7:87.39.7 /.3  !:80/.29580-2:/.: 0- 5..3 202-078.7:8 .7   202507..5488/.2 A/..8.9 207:-.90908.9.9 0- 80/9 /-. 97.7:87.3/./.  -07:.3.3 /507:./. 9/.2 907. 7.3.3 70. . 97.35030.5.2.2..3 .  0807.5.9  0- 80/9 5007.8 . :39: 2005.8 !.2 . 503097..9 /07.38107 . $  .3. /03. 74490-0-.5.5503/4.30-.3 ..-:8:7 09.3 $0/3..9.3/3.3 907..3 80.3 8.3:39:5748085030. 93 -:8:7 0- 503/0 .943.95.3909.9..9.38107802-:7 .7:85:8.3.38107. 74:3/ 703/.38107 4. 4942../-030 74495./.3 .35.

-./:.3  .5  09.3.3.8.3 503..9./:.73.3 0/3 :3 /./.725 !03/:3.: 5038.3.9.85.:.  $479 . 20..8.7:8 /43974 09.80/3 .7. /2-.33..3 .3  !74808 ..: 97..703..35.88 /03.9 20.39.30888900 3..3 /03.3 909.7.393/.8.8.: /5:9.9 8.7.9 . ./.9 503:25.2 /.392-:9:7-:038 /809.  /.3 0- -08.7.3  $0/3.703.330-/.5...3 00974/.9 /5.7907. :39: 203.:93 0/3/. 805079.3:39: 202-:. -:99 0/ .7. .3 55.8./:.:.3 2032-:..:.3503.7:8/.8 -8.5-03/.5.9.3 .2 502.35.3 5. /03.39.7:/.05.: 8.7. .05.9.3./.  803.58.3/3.3 -070-. :39: 203. /-.7.9..3 /03.20-/. :8:8 /. 202-:..0./.3 909.3343 10774:8 !748083.9./ 0- 2. 202.3 340  !.3.4/ .25:/.3.9 .33.4.3 2.880.3.35030. :2:23.1090/.95.90-.3 .0..3./:.5 40 :/.3/3.3:.703.30--08.3/03.307..5..  20207:. /9.339/.-.5.83.3. 5488   ./. -:990/ 5030.88  . 574/:9.2-:3./.2   /2.. :39: 2030.7.3 .::5703/..3 5.4/507:3.3 ..3.3 .3 .9.3 -:8:7 /5079. -8.3 . 55.9.7.3-03/.7   !748085030.07.:23:2-7430  002.3 80/3 ./.3 203. 5030.8  0- 2.35.37:.8  2025:3.503.9. .7: 9:5.5 .33 .89.-..9907.3 .7:8 /9025.4/07..8. 5030.3.8 ./.. 02507-08.88 5.3 9:5..3 5.9:... 3 -8. 7084343 1:843.8 7449 5..3902-..5488.4.3 .5030.3 /03..3 1 5. :/.703..7.:. /809.5.3.9 2:33/03.8..3 507.07.9 8:2-07 897 202 90.8.3 10774:8/. 907-:3:8  909.8 /.: 203:7.3  /-. 503.5 .3  !07.3 .8.. 0./.3 /....8 :39: 2032-....33 ./.3 $  .0-.3/.502-4748.7:::7.3 ..3 80/0.3.3 1 5.3.7 5.33 803.4. 203. .30--:7: .9.7.48/. .9 /5.9.3 4389. .80/.7-:8:7 .703.9.380/93.7:9:5.7.3 0- 7:29 /.2-93/.3 -07.5.503./...

7 574808 :-:3.3 0:7:8.8.3 83. 0/ .3 8479 ./.3.58.9.9 3  2.3 .88-072:9:93  .37.8.5./ .3 /03.3 9...8.3 -:7: /.3897:9:7  . :3.9 -0-07.7: 43974 . 9/.3  /.0880  9.: 5.374495.-7.. :2:23.3 8079.88:.9  803.703.39.  /.8 $  5030. /:3.-7.3 0- -.7.3 .8.5/.3 574808 ...3 . 3.2-:3. 1.::5 -07.3 574808 5030.58.3 3  -.3 5.3 8..3 5./47.7. 202-:./..   203.3 :39: 1.8 5030.7//0908/03.390709.503073/.. 503.:93 -:9: 0-078.3/3.9.411:843.947 2033..5.8 57088:70 . 203/.3 .

/.3 00974/.8-:8:7.5488 $57.95030. . :39: ..:93/.97./.3 ..3:7.3 /-:.9 /07.9.80 209.3/.3202-:.3 00974/.85.48975335. 0/3 /.  9/.2 39 ..7.3 20.8.97.9.8   .3 -07.7 07503/:37 .92030.98 5.3.:.3 502.7 8:2-07 :.3/07./. -:8:7 .32020:3.5.33.3 5./:.5. 4.7 /.3 .38107/:3.3 57088:70 .3 .33.8 503/:3 9.8 .3.8 /.9.857..9 :.7.7   .8:./. 203:3.   203:3.38107 9/.5..39.39.2.8.8..3  907.. /2..:7:.80--08. ::3..3 30 /./...7  5.3 203.3.72094/0.3  0974/.8 -:8:7 -0739 1: 275 /03. :.7./:.:4-:.. /.55.5-8.3 89.3.9 3 203.3.25:7.:947./.2-.0     :470/7./././:3.8.855. .8./.2- 203.3 :39: 2030.3.038.7   -8.8.7.5.: -07503/:3 .9/:3.2-.703800974/.7-43 8900 .38107907-.97.2 -.9. /.97.2.8.885.3 80-.5.3.5.0:39:3.5.9.8$0/0/    $01 80/0/  $$  !74808    . 907/..5.9.-7.7.8 !030..347439.35./.39/.52025:3. -0/.57088:70..3.4:39:.5.. 97.7 8:2-07 :.3-07-0/./.3 907-039: /.  :97.8$ 909.0880 :39: 80.3 5./.8 . 909.: .9.9...9 807-: 1: / /.!007. /:3.25.9/.38107 907/.3 /..0/3 : .8 20207:.2-. 574808 3 /.8 ./.743  8050799..3 /:25.797.35488/.9:8..3-.5..38107 !. /03.9 $57.3 /2.7 .4.5. 0/3 ./:.797. 2..-0-07. 84/ /.  857.3 !748088479 .8/.8.3/03.84942.8 .7  !03/:3.3 /.907.8 503/:3 -07.3 902-.3 -.5.8 503/:3  ..3 80.38.3..8 2.703.3  /.  ..75030. 5.5..39:3/..3802:.3:39:2030.3/507:..9 0- 93 5.97.8.8/03.9: 203:3.9 /5.8.3.3/.  !:80/ ../.::3.9.88  0/:. /:25.-.8 /.38107/.7..3/03.3088 8900  5.8902-.7.8.920302.374495./:.8..3 :39: 202-:.0880  . 97.8.85.9.3 574808.80:7:.3 9:-:.381.3.5030..3./:..1.470/ ./-07.35.857.3. .3.3 80/3 .3 /03.38107.3.20303.80/3.8.2-.3 -:97.7 -. 4393: /.5030.9.3857... /. ::3 00974/.:5:34-:.9.7 7449 5./ 2.39:3/.:802:.7 80-:.-:990/5.7.957480830-..38107.8.58.3-.3 574808 .

43 330780/  805079 9.3.34.880/3 /.8.!74808  $$  202 503/:3 803/7 28./ 8.7-438900/./.8..80:2..3 -.9/07.:802 4942.:8:8 .48900/.9. ./ 8.380./-:.48900 00974/..   !./.39: 203.3 5.980.3%  -. 4./.5../.7  /.7 2.-0739 1: .7-438900 4.9 81. %  8305. /...4942.98.7.2.3./.. ./74030.5 ..8.5030. 9/.3  /-.3088 8900  0750/42.7...8. 202-.9 5030.2-.3-.5.5.8$0/0/:470/7.-.8.3/.3:39:2030./5.  0974/.3 5.94/7403 :7.-07391:.8.:. %  202 81.7. 00974/... /..3-..35.574808802 4942.7038%  .25.. $  00974/.. /.389. 3.8.3.3.320203:8.9/:3.98 909./.8203. /5.3.:8  909..5.0/3 0974/.98  .3 /:3.3 5./703/.7. 5030.2.9079039: 00974/..

3/.7 /.8 2025:3.90780/.9 :39: 5030.7038%  0974/.3802:.  0974/.. /03.950% -8.2...3 .3 202 -:8:7  0-.80-80/9-./:3.3-.3 ..3-.8.3.3$80/90- 93 0974/.  %  //8.3507...5488/03.8  /. :38:7 3 /.9..8503/:3. %  /-:.203:3.3 . 8.3.2./..8 5.743    0974/.3. %  .8 503/:3  .209073. 5488 /.743  2085:3 4./..:5:3 .35.9.33. 4.3.3 47439. :39: 2030./.25:7.:8/.

  $$ 3. %   $..3:38:73/.3 00974/.34.3 :39:5030.8..8.3 203. /04/07 3 /.3/3.88..3$2030-.7 8 803. 950 %  2025:3.3:.3 085:3 /02.09.7-43 8900/..7.3/7403703/.83..0/3 0974/.9 81.3 80...7/.3/:3. 803..384:7807.3202507-08.-.3 2.8.3 00974/.3.39/.3/.8.703. /...3 /:. 2025:3.390380897039 4.2 .7.8. :2:23.3 0974/.43/8502.9.3 /7403 4. /:3.079..7.3 :39: 5030.35488.3.3 . /02-.:2:23.7 0-/.3 802:.507:8.-.-08.3/.  0974/. 950 %  /7.2-.2 -07.8.3/:3. /5.2.3202:.2025:3.7 2.2 4.3-08.8.88 5. %  3./03./...3 2025:3. 94:3088-. 00974/.9. !030.3 .3 .35.  $01$0/0/:470/7.3907.80/../. 8.3.8. .9 3 00974/.95030.3 5. 5488 349../.9.3.5. :7.8 0- 703/.5033.-:3.9507.3/03.9.8.7:9.00974/.3-079. 4.9574507908/.9  /.3/...32:95.8.:5.7-0-07./. /07. :39: 5030..30--:7:/-.% 203. 03800974/. %  ./.43 330780/  :39: 5030.3/03...907.7: 8:/.3 830 5.2032-:.3 -8.5709.5.3 $ 0- 93  0974/..:8 /.3/5.709..3-.3203/.3.725.48900.0  0974/. %  907-./.8.81..

 3/:3. /.3 /03...20907 2:.2./.8 0974/.7 3..3-07-. 00974/. 4.

8. .3802:.  !030.3.

20907 .3 00974/.:. /.5488 /.3 /03.

39.3 -03/./:3.58.3   /.:3.: 0- 0.35.:8:8.5 8.3 -./03.3 !74808   2025:3.3:7:.3 /03.3 8.3 907/.58.3 397403 80.8..7 /.9 2032-:..:85.30888900 :202-07.3 .:1090/ :7:.3  $$ 0/:.9  07 209.7.2-:3.342-3.8 /03. .8  ../.5.3703/..7./. 80-.7:8 /8 /.30..8.7 :.58.  802039.3/03.9/03.8507:/.3 -07.3207:5.411:843805079 .  !030.95.38 43/8 .9/.3/02.7..9 /03..59407. /-:.3:7:.9.350.3 /.3 :39:5030. 4.8: -0-07./03971078:3.5.8. 5007.8/03.33 .58.8. /:3..8. 202-039: .8.203:3. 547489 -070-./:.3 ..3502.3/:3.2-.8 .3 202.8 5.3/.9: 88  5.9 8.8  &38:7 :38:7 5.:23:2 3.3.3 8:/.3.3:39:15.3 . 8.3 0-93/-. /.8.9: 57480/:7 .  0-.  ...:23:2 /5././.3 5007.3 90-.9.58.8. 39 1: :39: 202-:.3:3.3802:.7:8 /-0 /.8.54885./.. ..2.9. /03.3 .4 :39: 5030.907-:3:8907./.2033/. /:3.3 5.. 550308/.3 574808 3 /.3/3.3    .3  574808 3 9/. :8:8 /.  /. 20394077 9:5./:...7.7. 0:3:.8.3  !. 2032-:.  0:39:3..3 . .7.:5:3 $$-:.9: 503097.3 0-:9:.: 5038.3 202-039: 80:-:3 . -03/. /05489 .58. 90-.8 503/:3 /.907-:3:8  $$:.2.9   $$ -8.3.4. . /:.3 547489 ..885030. 8.3349.703. 3.38./.357480/:7:8:8909./.39.8 503/:3 /.5 574808 90780-:9 2:/.8.3.8.  5.3.33 03.5 . /9.33 0- /.3574808.3 %   805079 897:9:7 .85.3 05.300974/.3/7. ./.30--08. 9. /039713 .5.3  002.3 2039407.3 547489  !74808 3 /.3574808 $$5.  085:3 /02.. :39: 203..35748084/7403 107 209.3 / -030 -030 . :-:3.9 /03.2 5.-7 00974/.5 /03.3/.  $$ 203.83.383.8.3 :39: 5030.59/./.5.:.9 9.3 2./.801 80/0/2025:3.3 /.7 .39.3. 00974/.3 .355030 0974/.3 0- :.7  25 9.7.5.3 .3 8.7 .5007.3:3.357480800974/.3.7.8 . :2:23.3 :39:5030.2-:3.3 8.379.703.3...3 ::7.  9072./ 0- -.3-.3 ..:.2 /..7/.35488/./.8050798..3 .-.-:990/.3 09. 202-:9:.9..8 574808  $$ 205:9 5030. . 0- /. .35.7 5.305.35.8..89:7:3:2:23.3 /03.3.3574808$ 03. 574808 5030.3 ..83.3.3 802:.300974/. .3/03./0- 043428 5.3 503.35073/:3.980. /5.9  805079 00974/.9 4 /7403  !030.9 .39./.389.3.83203.-07-. 2032-:.-8.3 47439.3.8.3 %  /.3 907.3 -8.9 038 425488 203.3/.:.54889..

 ::3..31:8050799.7  .7.3 /03./.3203008.3.4:9:3.3/:3.3 9./.3 503:3.3 /..  /.703... .3088 8900 ./. 4397.8 02-:8.9: 88 5.3 0- 4388903  !74808 5030.38:/..3-:97. 5488 :39: 5030.3 05. 503.3 .7:/.2.7. 3 :2:23. 2070./.3 :39: 5030.88/..9   .85.2.8 -:8:7 2000.7./.5 /.3 -:97.9.9.8./.8.3 8. .3.3897:9:7 805079-../. . 00974/.3   9/.9 84/   .7 5.8 8./.-07503/:3/7 801 80/0/708 -8.:.3 ..5 90-.25.3 . 2032-:.3:39:5030.8.7084547489-070-.8 $ 203.3.393  5. 805079 00974/. .3.9 /..58.8-:8:7897 /2.8.7   .3 1 5.2-.0880 80. 907.3 202.80 209.3 09.300974/0 89.3:3.8.7.3:3.2. 574808 3 -:8:7 .203.3 00974/./.  $$ 89.  !74808   203. 805079 5.31:803.203.3 -.9.3 4250991  0974/.7.!007.8.3 .3 .3. ../.7 /2.  .8 /-:9:.374495. 2025:3.8:39:203..7-43 8900 -07503/:3 /7 801 80/0/ 708  !030.8 .3 %   0974/.8.3 897:9:7.3 0- 0.9. -40 /.3 ./..8 5..9 203/024397. . .7. 207:5. .9.8-:8:7907-03.8. 907. /. 4393: /..8 -08.: 7:293.5.8:8.3907. 4./.3 0- -.3 !74808   /.7.. 8.8..5.30--:7:.393-:.5078. .3 /.9. 00974/.5 / /.8 9/.343/8 .3 574808 $ :7../.3 574808 90780-:9 0/07/.07.:.3 . 5. ..3.73.703.9.-. 574808   !..3.9 .947 /. 202-0:  .3 /03./. .3.5.3./.703.5.9 81.3/. 00974/./.3. 89.7 574808-:8:7907-:..3:.3 /74030-703/./.9  $$ -.3203.32.39. 3 8:/.9 502.33 0-/.: 5.7 80-:. 202 .20257480/:7. /2.9. /.:8:8:39:203..3 .381.3 507.3 7.725.92032-:.05. ..3 81.8.2.:. %   %  /. 0:3:.3 802:.9.8..3.3.8 5./. /:25.3 %   5.3 .3 /03.3:.3 0-. -:99 0/ ..9 /.9  $$ 507: 43974 ..8.9 ./..203.32.: 57088:70 .8 ./. /03.9 /..-:8:7/.0/3 $.32025:3..381.8.3/9:9:540./.8. 897:9:7 202-:.8.3 .257 8. 5. /.5.3 : 25.38.98 /.9.8./809.0/3 :3  %3.5.3 05.88 /.3 20207:.:     $:-2070/7.3.8..39.: 109 0/  !74808  $$ 907:9..:.3 2032-:.7.8.5  .3 / -030 -030 .9 907.9  0974/.7  $:-2070/7.2-:3.703.3.9.7 .3 /:3.35.7-0.3.0/3 $  !.3.5 5.94:3088..:.9 :8:8 502-:.8.8../ 9/.3 /03.3 03.039.39:7-:038.3 .3 -:7:  07 209.58.5  803.3.9 .2-.3 . 5007.33850947.3.5. 0.703.9.9/:3. 203/... -:8:7 9/.3 -..  55.3 0- -.33.980/9. 8.29072.9:. 2025:3.5.3 8.9 8079. /..7 5.38.3 .9  5030.31:/.3.909.25./.-. 57..5.58.3 80./:3.8.8 /9:9:54000.//.. 203/:3 .3:3.7:8 20203: 5078.5.

 20302. 805:: . 503097.9. :2:23./03.80.8-8. /.30888900 /.3.8.  $.3 90-.3 0-..3$ ..5.3/03.7...  $-8. 507:/-./.:.3.8. /.3405.8.8  !03.3 :.8:39:$5.3.3  !03.9. /7.3.35488 /.47439.0/3 .9 /.3 80-0:2 2030.3/.7.9/:3.-.3 202:./../.2  88 80-.9.9  073 /.5.3 :39: 20:7:8.-7 5.7  ..:.35488/.3203:3.5.: 5038.:5:8:8/.8 $ -.9.3.703.8 $ /.:59.3 /9025.7 /. .5.. :5  /.3 20302:9 4.39 .8 9.02-.7:8-4..3.3 .8. /..3.5 .3/9025. .9:8:85030. .35.. /50740 .9/.:.8 0- /.98  8.8 ...703.3:.: 5072. 0- .3509:3:5.3..88 9..9 . 3 /05. 00974/.3 :39: 2030.3 :2..30-93  !74808 5030. /07.703.7:880.9..48900 89.3.3  : $ .:39:2030..7:8 0- 93 8079.4 :39: 2030.3 .8 202-07...3 !74808..7574808$3 2030-.9 .8.3 574808 $ 5..3/02.3902-.5.3-0-07.3203:3.  803.3/05489.-7 .2  574808 3 9/.:    !74808 .5.7. 07./:.35.3 .3/:..-.0..90789 503097. /-:./03.9 203:7..5.8.3.380.802039.5.3 . 1:-.7 .7-438900 4.9:7:39:5030. /:3.9.  22 /.3-. 4942.3/. /. 5030./.5..9 /09.3.39.3. /.-.2. 8:/.203.9 802039.3.8$3/.7 88 5079.3:39:2030.25:.8 /.7.7. 907.8.3 $ :.83.9.3 /03..3 202-07 -.8.8-072:9:93  .7. 503097.. -03/.3.3 /03. 802039.:: /-07 503.4.8 3 /.300974/.3:.8.3/.3. 8.35.3 4.8 /3/3 9.8.3 /03. .:.3 503.7-..9 -0781.3 8.3 80../.5.3 503097. .3:303. 3.3 -:8:7 0- 2:/.98 /03.9-4.7.35488.- 808:..3.3 50325.3 203:3. .3/7..8 80.31:.8.3 /. 503.9 /.3 :7.7.303  !030.58..8. 802 4942.9:39:5030.90-80259  803.3..:8 /. /07.7.2-:3.2-:3.9 20345.3 /507:. .7   22  !74808 .85.-.7.7 ./. -07.  .3.9.:5 ./.5.7.2 909.3 .3  . .2  038 . 805079-.  . :.3 .2  /.9: 88 -8.. /.7 :39: 20250740. 4:3  43943.3.:.3 .3 -.. .: 5038.3 / -030 -030  .5..9: 5030.9.3 /:.8:39:202-:./.3 /.3 80.:.:07. $  .3.9 /03.3/03.703.3 /.7.05.3 8.9 /07.2/.7.2.3/.58. 80-.323.80.3 /03.3.7:8 /7043/8.2  .955.9. /5. 0- /.3 .9.7:80- -.7:8   ..7 803. .3 $.. :2:23.!030./.54.  909. -07-039: 02-.3 00974/.3.9/:3. 9070- /.33093 !748083/:3.8 7449 5.9/03./:3.-.3 .8.2 .9.58. -.7:8 /825.3/.2.3/.9.3-8.5....:5038.7 5..3073  0:39:3.5.-7502-:. /. -.3 /.3$:.3 /03. 2089/825.2 .8.3/0-90-.3 5073/:3..3503. .3.7./4:-0 $ /83.

2-.3.8:.8.:08..:.9 !.5.. 803.8 703/. .07. 203:3.8..58.9. :7: ./. 07.947.8./0-.3./.03/07:3 0- 703/.2032-:.3 7:5.30- -..8.3/3./507-40.5 .7  %07-.3.9.3 /.89/.. .5.8 80.9.83.7  -8./.3/.9./..31:38507../ 0- 8:9 /. 574808 3 9/./ 0- 2:/. 907. 907-039: -:97.3.8$202-:9:.3./.3 -03/.7 93.3 202-07. 5030.33.903.3/.3.9:502.8 / .-0-07.3 /03./.3.3203.8 8.3 0.25...3 $ 202-:. 043428 5.3 .9..3 202-:.:2:23.:503/33.7 / /.3.2.8. 574808 . /7403  909.3 /.5030.39/.8.3 /74033..8./.9.2 2025079.   0... 5.  5.3  002.3 .9.:2:23..3 .8 .8. .3 5. 907..  .. :39: 2009.5 -:8:7 /.893/2.9 .9.3 / /.3.34507.3..3 5488 /.3-0.-.3.80-:.8 2.3. $9/. 203..3/03. 80/02..9 38508 . 907.5 . .:8 /.7 5030..703.3 5007.8.3 03.3 2085:35..3.9 .35..3 05.9 574808 3 203./.9 0073.3 /03.3 2.$0-.3 -.3 .3 038 1: .39:3 /.9:502.574808.3 5488 .703.3 -:97.3 /5./.3 0- 93 2030-.5.3 0- -08.../.3503.8:.3  /.3:39: 5030.08.-..8 2./.8.. 5007. 5.257. /-.3/:3..2.3 $  803.3 !.3 3 2030-.07.8.37.9 /.9 .7:8/542-3.8-:8:7907-:../.2-:3.925.2.3 0- . 574808..8  $ .203./2.3.8:.-. 81.3.3.3 /. 5030..  007.

3  ./. 3 907..2.703.803.703./ .9 ..:843.8.3.7.::3/07.: .32.8 907.1:./5.8.0.3808:.8././. -039:-0.8 5.709.02-:3 .3 07. 3 907.3$5.3 203:7:3..33.8/.8 .907-:./5./9/.3 09...9..3 ..8.4. /903.84:7807.703.3 /.703.3   #09.3/3.3.8.3.3203.8.2.39/. 3907.5.:38:7 :38:73. 3..9203.20242-3.9  .502-078.3..3:.8025:73. 5030.8.7  !0792-.7/-.380. .3884. 907:7:3/805. 5030. 905.5..2.5./.3 :38:73/./.502-039:.9 /.9.2-:3.:9  .3 .502-078./ .8..3:2:2907.3007.0--08.0  .703.9.23.   $. 8./. 2:.0/.8 .2.32032-:. ../. 439.703.3 /2.$  !47489.30-.39/.

 /9.3 -.2-.34.2-.3 /03. .3 09./:.$0--08.3 574808 5030./.7:9.2 3/: 3 2025:3.5 43974 2.: &38:7 :38:7 5... ../:.9../.8..3 .-. 503097.35.3 5..9/./.3 4.2  0. 81.8 .3/50740. 0.3 203:3.3 1: 3097..2 .9. 202 42-3.9 00974/. 5. 0- /.5.7:9.39079039:/9..7:8 /50792-.3/3.3.703. 503.8 /.7 /-.3 -8.3  ..7: 831.83.8:..9 2.30--.3 .9:5.3 ./. 4.:5:3 1:  909.23/: 5..

2 4. 4..2 958  !% .2./.1:  907:9.3 203:7.3 . 5.

5.-.590380897039.8.3 90380 897039  !% 5039380.7: !% 907.3 .3 0- 93 /. !03./. 203:7:3.5 :.007.:.3/.3 4..3..9.7:8/50792-.2. /.8.34/3 9200- .2 .9:7 5030.8. 902507.220242-3.8 909.

2.1: $03.2 202 42-3. .9.3 / /..3 808.3 .8 . 507.7:8 /..9.:.

3 802 4942. 574808 5030.202-0: !748083/2:.  !74808 .34254884.3.. ./03.3 8./03.079..3-039:107209.39/.8.80/3 $ .9748. 02:/. 507239.9:902-.3 -0.:2:23.3-4994289.3 .$ 43.  805.../. !.3 :.537.0:3.3 !..7.3 203.2094/03203:3..3 574808  /./. .3.0/:.8 3 /:3././.7.974.0:3.9: 574808 .7 909.9: 5.3 57088:70.9.9 .85..9 .3907-039:.3. /03.-5. 907-039: 8./.3  0/:.7939..7.30.2-:3../. :.07.3 -8..7-.3/.: /05489 93 ..983.8.8..7..39.3.7../.8.33.3/:../09..574808.202.3 /:3.92.381.. 43/:91  $007.7:8.!007.:3..2 /.3 :39: 2030..3 :8:7 897 /3.39/.8$4942../.380.8.3 80.3$3 5.703..80.93..038 5748085030./.9/......3 574808 . 70889.9/.3203.-.3. 907.8.3 8.2.7.8.900974/.038574808. /..  094/05.3 .9/.357088:70..8 897:9:7 897:9:7 -08.7 .3 ..3907:25.0./.  5.9. 02-.9 . 53/.-5. :39: 202-:.8:.9072.3 . 2:.3 :39: 203:3. .9-07-039:507802:..3.5 -07.38:3  1: /9.1: .5.35.39. .39.30.5.3  :39: 203..7 8050799.8 4942..8 $ /:3.8$ 094/05.2.9: 902-. 5030.-.5 .58.3-07-0/.3805.3 00974/.3/:.8.2-:3.:5:3 507./.3 /...3 8.39.3 90-.5./.9:7 :39: 203.98  574808 ../ 43/:91  -:8:7 5..-/2:. 8090./.9.507:8.. /53/.  3.00974/. /09.8 40 8:507 :39: 2030.5.8  !.03843. :97.3 80.3897:9:7 /.8/03. 5072:. -07503/33 . 909.3/-. :39: 5030.9.7..37:34119.8 3  .8.:9  !74808 .9025.3 -07.0880 ..  !02. 8:.3 -07.8. /. /03.83.03843..3-:8:7/. .3 -.39.8. $0.95030-47.8 4.3 5.385..7.9.7.3:3./.98 /03.3 90780/.3 .3 202:.:5:3-07:5.7.-0-07.9:3./.907:25. 7.3 /./03.0-807-. .85.30:. .. 88 -.8 $ :7..9     0.38:3 907:8 803. -././.7 .0/3/. !072:.3 4.079.3-03/.../:.3 1: /09.3 /05..305.2-.3 5././. 0905.3 -8.3-07.2 . ../03.3 43... 203..0880 .3 2025:3.: 0- 80..8.3 .3 80:-:3 -.3/.7. .3.079.38025:73.7.703.5..7 5.9...25. 8.2 /03..

25:  %:-0 5.9 202-039: 03. /05.3.9748.7.3  805.2.3.2 .7 .8. .9: /.05.9  !03933.88. /07.3203:3.34.9.3/:. .9:9:-05.8/.32094/0.9 $.3 907:25. /.3 /. /03.3 .9 90-.2 .9.3 .9 /05./3.3  907.3/03.3 203.4:39:2030.9.9. /-030 -030 802039..:5:3  .3 /9.8 $ .8502.3 5.98 $. 574808 .9: 0- .3 :.900974/.2 4....9:902-.3.3537.3 $  909.3 1: 5.00974/..:0-.7.9/.9  .93 805079 00974/. -03/..2-:3.7902-.3 80-:.3 .7 -.:.9: 502..2 .35.8 ..8.22025079. 80./.502-0:.3. /..3/:.2.75072.7 -07-. /5.7./.2. :39: 20.3.303 %:-0 502.-8.9 .9: 9:-0 5.  !74808 3 -8.2.8.3/3. .2.7 #0889.:/.9.33.3 5.3 4.3 .3%.7-43 8900 /.3../..3 5030.3203:3. 5.3 -08.3 /03.2-.7  3.9.9/:3.8.3 574808 574808 .3:.0880  .9: 805. 90-./..8  ../..9:80.9.3 .  0.:..3/03. 02.8 ./.3574808.9:.-07..7 8.743   907-.3/.3-0. /.3 107 209.25:..290-.34./.2-:3.8/9:9:5 40.3 /./03.. 958  -.3 /03.: / /.9: .3 /.3..30974/.310770/.3/:.-07503/33.:40 74495.9.3..8 5. 43/:91 /.85.7   2030. /03.3 907:25.2 4.9 /2-.2.33.:5030.2000.2 .2-:3.35488.34.8 $ /.8 5.8 2:3.3 .8/.8..3/: 9/..2.3 .2.3 -07:7.9 /-. $0.5072.7 574808 .2 90-.88.7  . $ 5..3  .3 40 .3 40805. :39: 5030.5/.303.8 .9./.3 /03.3.7' /07.3.9:502. /89478 5030.3 /03.3-:8:7/. -.8.0/343. 909.5.3 :9. 0/:.3  0:39:3.3.:.3 4-.3.9:902-..4..8.35748082.35.958/.3/3.3 8.079.9...974.3 0- .3 88 80-0..3805.5.80/3  /.5./..3. 8.39. 8892 00974 8.3.3 8:..3 /03.-07-039:50780 /03.9.-8 80.3/07.9. 503. 907-:3:8 /03..39:3 5..5 907-. 3 202-:.5 -07-0/./07. . 2030/./.7.7 ..8..3 907:25.3 ....3 8.34.385.3 0:39:3.3203:9:503.8 4.3. 5.3.2-. 907-.089.9.5.48900/03.3 :.-.3 /03. .:802 4942.05.: 5038. 5../.3  .3 907:25.8.. -8.2-...5.3 .3/:..38.9. -03/. -0707..7  0. .3 202-039: 5072:.3  ..079.-07391:/.3 /-. 090-.3/802:940..3 4 . 5.2-:3.3-.8.8.0. 574808 3 80/07.8/-039:40-..3-0.03843.5.3.39.38:. :39: 2030.3  002.3 5488 ./. /... 5030.3 0- 80/9 907.3 8.9 /5. 4.7.4.98-0707.3 !078.7  0- /.3 :39: 203025.3.3503.3.57480838.079. :7.3  $ 907:9./.05072:. 909.9./-030.5.4942.857088:70.

30-.3 2083 .3.78 903...3:39:8.3..907.3 .2 ...:.39.35072:.3 503.907..3  .943 538/.     $9:/0/3 $ .07.3.3 -.3 5030.380259  $9:/ 0/3 -8..3.3 3 202-:.543974-039:-0./.3 -:8:7 .8 $9:/-8.35.9.3502.70  7.!007.8947 80-.3 5.3 349.349.8.5.4 8900 -07/3/3 90-.9 93  $ 202 5.8.8 038 3 /:3.-...  !078.9.3349.90.5./03.03843.7.3/./.3.80 73:39: 57088:70 ./.3907.7.:39:20250740 2:9:89:/ 0/3 .3 8.8  703/.2.8 5030.3 439:/3.2. 9.8.079. .8:./.38.3-.3$:39:5030..2083..3 /.3 :2:2 .8. $007./. .8 2. /...8 2.3 ..3 503073/.:. /.3.9 .3 907825..3  !.  !030.37017..3202-.9: .7.3.989/.4.3472.3.-8.9: 4942..32025:3.3-079..80209.8947 /8.8 5030.85.:9.8:39:203..3  9/.8. 574808 5030.8 :7:8  503..38090.8 -070:..5.82025:3. 8.947 . $:.79.9:50.3..3 2083 ./. 80/9 503:7:3. 80-08.3./. 3 /:9 /03.7.8 2.3 :39: 202./03.947-039:703/.3 /.9: 5.3.2.0/389://03.3.3 5.3.8 $803891907.947 202-./5.9.9.89:/2000 89://5.2-.../ -.9:.3.5709.3 -:97.3/03.07.7.703.3.2-:3.1..3 /..8090.3. -..2 / /.3.3 /.3 81.7 $  909.8.7.::389://.8/-. 5030. 28.302-.0880 .350325.8.94:3088 0- -:7:  0907-.!007.3/.:0-  5.8 $ 203:3.9:7 .3 80-0:2 5030.8 502.5.3 /02.9.85.3  5.3 8090.   /:3.5.3 4 .8./.3-.5.:39:2033/.3 54.5.3 $ 202-:9:.9:7 .9.3  03.8  43. 94:3088  !07:3.7./.8.05.8. 5.8.43941./03.20.80209.9.3 4388903  07.8.8/7.3.323.91 2:/.8:.2-:3.3.8.2-:3.8 5030.8907.3232:2 4 .5.9:.3-.80209..-.8.8.:.338:.3.947-039: 0/.32025:3.3 /03..8.. 9.30-.5030./.2 . ::7.3 .3 / /.3 .380-0:25030.8:.5-.9 .-:97. .  /03./.07.7-43 8900 /.  .3.8.3 .98  !.8.8.3 503.3 /03..3 203:3.3 0307 897 :.7 -07:2.0-.3-.703.9: 4942.5 .3 907-039: .7 $/..:.5. /03. 4397.7:8 /-:.478  !74808 ..3 93  203. 89:/ 0/3 202507:3./.9 4. /07.350325..3 70.8. 8:2-075.35072:.32028::502.3 8.8./ #09.3 .3.. 3472./.703.3 503: /03.3 /./.3  :39: 202:..3  !74808 .30/3 :3:8:8 /./502-0:..5.5.90-.35039380.893  5.9 -0-07.-7.:8...70 89:/ 0/3203:3.98  /.3 $ 5.9. /.3:303..8.3507...3 .8947 /8.5.3$. 94:3088703/..889:/4942.3 .3.38008.

3 :7: ...2 -039: .3 89:/ /03..:..8 :39: 2000.9/507-.8 5. .7 -.3 -.8 /5. 55../. 8079. 5078.7./.90789 3.7 202507. 2:7. /07. 0-:9:.3  5700.9. :39: 109 0/ /. 2094/0 .3  2. /:3.7   202507.5 .9.3 :39:203039:.8../..2.58.8:. 502-034.8..7 3. % .3 80.2-. 907.3 /.5.3 907:9.3 /.0880 /./.3 5..3 -. /2.3 808:.3.2 20303/./.9 /03.5809. 108-0  2:/.  ...3  /.703.35078./.8 0/3 5.8.3 43/:947 5.589:/0/ :39:202078.. /:3.7.47. /809.33.9:73.3 909..3 9/.7 -.9:.3. /.  -47 4.3  ./...8..3  .3 .00/3/.8.9.80 209.8. -8. /03.3.37017.. 0 -.. 0907.09030 0:39:3. ..25.3 203.3  -. 202507.3/.3.20907 3.7 4 !745.2 :39: 202507-.3 -:990/5.8..54.475.55.80  /. /.3 -07..3 8:.5.5 9/.7.3 -.8..37.3 9../..5./0548950.9 .3 107 209. /..3 89:/ /03.5 8:2-07 903.3 203..39:3 5.38:/. 809.3 5024943.3 /03.9.3 .3   /:3. 907. 9075.93 /.2-...3 .2.8 0/3/03..8 89:/ 0/3 .3  002..3.3 9/.8 .90789.3 :39: 502./.3 8:/:9 /.8.3 425488 3...7 . /5.3 5072:.. 5.907.93 /.3..3 .3/.. /:9 /03. .3 1:0.09030 9/.3 -7. 897  !07..3 1:0.7: ::7.3../.80/3 !74808 . .3 /03.3 :39: 2024943  5700.2 /..8 ...9 /9072.  57088:70 .: 703/.8 /..33. 507.3 -.3.3 38508.3 .7-:73203..3 425488 .5 .91. :39: 202..3 .3907-. 7.  $9:/ .-./.3 5.3 503.3..9: /. :2:23.2-.5  5.. 80./5.8  202507:-.9:7.... .. .9.: 50393  .9073.  /07.: 502.8 :39: 203. . ..5.8.9.5.3007.5.3:9 /.9 38:.57480/:7 :3503. :.3.8 .3 -.2-.8:/.3. /.7.!030. /.9 .947 .30 .8.8:.83.80/3 7..3 5.8.2   .9073./.3.1:73.3 80/07.3902507. 89:/ 8:/. 5030.33.7 8:2-: 207:5.8...5 .35.8947 /8.9: .8  .3 003:3.3 /..3574808$      1:0..3 .3 907././.8 3 /:3.3  502-034..9. .7 4-47 ..3 .9. .3. 5030.958 /.3  .09030 .3/:3.703.7  !07././.5.340$/.   /07.3203:3.8 2.7:8 /5078.2-.3 4../03.8 0/3 :.8.7.80/3 .09030.3 -07.9.8 .7..3574808 5748085030.0 9:-0  :.. 55..91 .893 743  ..9 /.5.9...3 10919. 907.3 :39: 5007./7..70/:3..202:. 5.3 -7.3 8:/:9 7..7.3 202503..3935.7: 085:3 /02.39.: 9075:9:8 80.89..3 907.9.507:-..8 /.7  .3 /09.

3807-:5.3 907-039: .3 -07/0. 8:: / .34-47.3907..2-:3.. 80.3 57385 07. 0.3 /.9 /5.3 .2-:3.309. -..228  203./:.3 !74808503.3-070-..3 9/. ./:.9 5.3 ./.   909.3 2:/..9 907.32032-:.9203.507:-.05.: 8409 /03.3 /.. 9407..39089 0..8 50393 5././..8 99 0-:7 107 74/  909. 202-039: 8:../:39:.7.3.39.3/.  4  4  $. 02:/.88 107 209..  7.9.7.8-.8/-07.9: .9. 573.07.3-.-8.07 -7./0/3 .3 2000 5.4 203./5../.-0781.0.3  /.3 .5 9/./. -..38 0:7:8.3 8.9.:5:3/0.. /.9: . 550 308 /.9.8.2-:3./.-03.049072.0 0/3 202507:3..3 -7.8.  7.9.3 9:25: 9:25. /.3 .3 5000.3 5.8 2.3 5.38.39.3 /.3 0- 93  7.35.3 5./.2-:3. 502.2-:3.703... .32.3. .//.3.8.3 05072:.5 . 3.3  .3 ..7.7.9/.703.8.5030.9.3. 907-.  .3 8.80209.3 703/.3/03.3.5.9 207:8.09.8 .5.: 8.7  07 209.2-:3...5.79.8 /.5. 2070 /.3 897:9:7  $. .3203..3203:3.8 :39: 2032-:.94/.3 8.3 107 209.9.3 . .47     . . /.2.7.. ./.5...3 /.5. 5..07 84/073  203:3.5.7 574808 ..  4.:-4.3 /:3.34/0/..5/.742:2 /. .3 5.32094/03202507:3./ 5.9.3 085:3/02.. .3 93 8079.7. :39: 2000. .3 ..8.3902-.3.9.3:. 9/..5  7.3.3.:: /80-:9 8.8.3 107 209. :39: 9::.9.3.3-7. /5.3 .3..7 203:: 8.3 -039: :97.  803..2 ..7 4.7 43/83-8.-7.3 . 9/..7-:73/..8809025.7 5000.... .5 . .9/..35.3 2000 5.73./.302.. 8:: / -..8805079.././:.3 5.7.2-:3.374:3/ 0.98./ 0/3 .3 9/.3 .3 :39: 202507-.3 -7.3 897 902-..3 /.9.8:39:203.8.9.3 . /43974 :39: 2033/.57490.38::3.7-438900 .00/3 5./.3 :39: 202.2-:3. .. /:25.3 .7 /:. .3 5.0. 200- 99 0-:7 4. 907/7 /.8.. 1.37.9 .3 $..3 93  $. 4.3.3/03./ .8 90729 ..9 1: .71..3 .2 /.07.2000/.19.: 80259 .7 897:9:7 . ./0/ /507.5.3 107 209.3 . .8  /2.3 -07/0.3 0:./.3 809. .5.3 . 9./:. .3 ./.8  4  4  $4/073 203:3.3/.5.5. 907/.80./:.3 40 80-:.0.3.7.9.-.803. 03.3 5.7    !7385 07./.7 /.9... -.7..2.3 :39: 20325./.8:.3 . !4/07 .2 958  .3 503.3 .947 5.-. 902-.2 /.3 0- 02.7-:73.70 208:  /9.8./.943  !03.8:2:2  !.00/3/../.9:780..3 507.8.37.2-.3  !74808 3 /:3. 55030 .3 /:3.. 8.2-.3 203.2-:3..8.3 907.8.8.280-:.3.7.2-:3./.2-:3.8.893 743 /03.3 -7.3 808:.3 ..3 203.

 2000 20. 55030 ./:2  $07-: 3 /03.35.3-07-0/./.3 902-.3 4...2203:7:9$.7 .3 80/9 .79/7/08.2-:3...907. 5./0/    ../.94/.5 400743.3 54/07..5072:.9 /.3  7./.3.5 /03...:9.25:7.7  085:3 /02. -0/.2-.8.3!5.-0/03.7.. ..32.. $07-: .7 20.: 573.3/:897.2  ./..3202-0:5.3.8 09.2-. 57490.3 /507:3.8.8.5..3/:3. .5./.992.. 4/.2   /.5030.3%2.3 .3 203.3/8. .2-:3 038 038.3:39:203..3 :39: 202.3 902-.3.8.209070. /..9./0/:39:!03. 95.5./:..3 5.::7.70/-.3.:23:2 /03..09.943 0.09.39089 705.809..//.9./..7  .3/.3 0- -08.550308805079.3.

/.3 202-0: 5.: 573.25:7.3 :9.3 902-.3 /.7:8/0.3/.797/0 803..3-./.5..:7... 55.7.8..702:/.. -07:7.:.380-0:2/:3.30-  5.3 -.7:8 205:9 1:/.8. !.7:209.8. /.3 203:3..3 . 897 /.3 090-..3 0-07.553 ../0/5.5 .8.793 54/07 /5.!7.3 /03.55. 0:.39139 85.2.3 5.. 574808 503. /.3  08: 2:.9.09.07.:23:2 /.7 3..3 / . /03.0/3  0./.  !74808 5748083.202507.3.3 5.2 /.3 /.3 /./.33. /-.793 54/07 907-039./. /.3 2033./.3 /03.907-039: ../0  /.8 803. .3 9/.3 4..8.3./:.. /.8 .9.503097.3.80/3  !740.3 14 7..8907803/7 .3.3:7. 203..82.$ /.  8::  90.3. 83.3 90780-:9 09. 92.3 3 2000 20.09./..2.   /.3 208: -070. 89.3 3..9.7.3 203. 2:/.7. .3../.2-.3 /5.3 553 889028  $0:2..958. 5.09.3 07. .23. 207:8.7.3/:3 .:23:2 48/./0/3907.. /3.2..  02:/.. 5030.20/3  .703.9430/3  . 809.2 ..32038./:2  !.7 .390..2-:3..3/-.3:25.3  $.9.3 $.090-. .3 .80 209.3 0 /.3 /83 .3 203.93.:.  !0309.3 502./:..90 55030 90780-:9  !07.3.8902-.9:8./.93.00/3  .9743-0.3 /3/3 80.3  -079.2207/..7. 89.8070/3  #0889.3 ...503.8..  !74808!030.3.7:8 /-:.9.5550309/.

-.3203.2-:3.: -.2-:3.30-93 /.5.-:990/503097././.35.8.3 -.3.9.2-:3.703.3 503097.37985.3  ../.5 /89478 /.3:.8 5.3109 0/. /..2-:3..9 8..3 .8-07.703.8 $09. 897:9:7 .2-:3.  /.8503:  $2-4 82-4 89.57088:70. 8.-:99 0/  $0-. 9.8:/.8/03.-07:25:  507:.8025:73.3. 9025.5 5007. 4.3 8.5.3.9 50325.3.3/.8.9 8.3 507888.3 /. 28.3 /.70.3 905. 2025078.3-...3 81. -0-..7.-./.3 -07-.3. .9 .8 202 0:.3 8.3 .. .8.38. /.:.7.3 /.3/03..380.: /.3 9.30:7:8.. .3.3.3 ..3 20290.943.3307.8  !030.905.. 8.8.2-:3.5.3 8.9.3 .38.5.3  -7.3 5.3 /03.3.8/.3 .703. :2:23.3.9 /.08/2.35030.. -0-.0/3  548430/3    $$&$    !0792-../.3:3.8 80-.7..3 /..3 502. .4393:9/.5. /:3. 907.3 /50740 .2 ././.38 .3 .7: .3./.5 00.  !.7 :39: 5030.3  0180388.39:25.3 .8. 0- 043428 /.3 38508 % /0.3.8.3/.3 202503.2-:3.3 .9  .080./.9.2.2-:3.3-.8 5.3/.3 /./03.947481-8.3 8.9.9.8 3  50393 /09.3 .3/3079./.3 -.3  :7:9.3 425488 2.9 50393 80.3 . -03/../.3 5.8 .7.35748085030.38970889/.5.0880 9. .3 38508  43974 907.3  .2-:3..7.9  !. .20/3  #0889.8 503: /03.202-:.80209.2-:3..3 8. .085490/3  7.3 907.: -07.9.:..3 /.3 /03.3574/:9.7.39.8.3 05.3 .3 5488 02:/.3 /09.7:8/0...3. -03/.9  8. $.3 -:99 0/ 503097.9 /8./.7.3/.8 80-:.. /3/39..355.2-:3.3 :39: 203039:.3. .502.3.3.3 :..38.  .7 5. #0889.98.3 905.:5030. 09.5439 5.33.3 09./. .7/8.9 20.9-. 8.9 81.3.3203.3$..3 90. /5078.. /.35. 1090/.

25. 574808 .$   %.7. 5./.7 /..7   /:3.2-:3 55.3 3.3 9:25: 50780 805079 9.3%:25:!0780 !.2-.2-:3.2-./... 80./..8 $  8.$. .-082-4.35503/     09. .3 $.3 090-.2-:3.8$/-07.3 :39: 203.2-:3.35.830 0//03.

3 090-.3 3.7..2-:3 5.3 203..9 /03.3 .  /. 3. ./4:-0 0//03.

 3.  $.3 .2-:3.

.2-:3./..3 502-0.. /-3 .2-:3.0.355. /-:.2-:3.3 8.3 3.2-:3.2-:3.80.3 203:3. 9/.3503.:993  2083 073/./4:-00/:39: 090-.9.3 :39:503... 20207:.3830' !.3 .9 41:0 . 8.3  $.8 $  /8.35.::393  .7.2-.7  $.3 5.3 3 -8.3 .2-:3.9 /03.2-:3. .2-..8300//..3 -07-039:830 ' .703.3 2:/.3%:25:!0780  $./.9:25: 50780 .8 .7.7    /:3. . 574808 .980.

 .3 203:3.2-.9.990-.8.9 /03..35.25:54943.2-.3$30' $.7  $..2-:3. 3.:2083073/.2-:3.3 .3 805079 3 -8.34:-0' $.3/4:-0 ' .  039: 8.2-:3.2-:3.7  0- 043428:39:5030. /-:.

  . 3.

3/4:-0'/03. !.  .. 88 ./. 203..3 5.74495.30-80/9 /-.2-:3.2.3 /.3 2032-. 5030.2-:3.3203:3.8008.3 .8.3574808.22.3-.3503097.703.03/07:3 ..:39:203/.4/5.888090.3830'  ./.4:35.3 202 090-..3.3/03.7880/:.3/8. 5030..5  .3 3/ 1. 15.8.5030.2.:. 43974907.3 .3..-.8.9 .3.25:54943..30383507: /.3 /.9.5 :./.8./-3/03.3.2.9.35030.7 885079.3 .2.1.5030. &   /:..3/3.5#7.  7.4/.2./0--.8. 77.23.3090-.3 /.8. 15.5.2 28.:&.2.30383-8. 8.5 753.8.2-:3.5507:-./.8./03..3  !. .2-:3..3 2032-.2-:3.4/5.703.4:3.: ...3 8.3202.2.88025:73.85079.3/.9 S 50 15.3 /././... $...7 885079.9.34:-0' !.8.2..8. .88-8.57. /.:.:53  3./.5 .5 7.  0/:.5 14612.39/.5 0.  612. %  .4:204. 43.35079.2-.:2083073/..2-:3.1.703./..:.7  $.-0.3-039: -8./3.8$ .:.#53.

97.  :/.5 63436.753..2.1..54:5 :.2 44/.4/5.5  ..: 5 .95.13/2031.51/.55.7.2.5 5.4/5.13/4. 79:.22.5 14612. :53  :. 454..5:53 /.2.:..:.55:5/:.43..51.2.31.45.574.9:13. 45.:.5 .9.4/5.5 77.  :275142.9  . :.:.545..5.515.4/5./:.5 :.4/.

3 .'/. 5.57.1.#7.4/5.2&.

31 33..4/..33.9.31 3.

7 3.5.35:12.4/5.2.7 65. 44/.5 7.. '.579:..5:.1.9.7. . #39:.

 .533.2 4. .33..9/5.:..2.2 3.944/.. 1.53/3/../5..3. 445.4  50  2.1.65.1..96.3. 31 .9: .23.2.529.:.2.. 2.

9.9.53//:.3.5.4/.9 1.::5.:.9:/.9.503.:.2454/.3/..  .9.

..5 1.1. 13.7.31 &.4/5.5 #53..5.5 /.:.1.22.2 :0. 33.9.5 7.:. .:7..

:..65 7.. 65  .:.

5 3.4/.9 . ..

 &.

9.:..:4.55/:.. .657.5  .5136/.3. .4.9. 29..:: .1. 445.1. 7..5 13. 753.5:.:1.06735 3163.2..33695.5 ..5:3:.  &.9 203  50 .. 17.5 4432 1./97.:.

9.51.9  1.2.544/.:: #5.9.4.9.1.2.:75.5 75. ..5.5 7. 9569045. 7.:.515.1.5 .2 753.5 7.:. 445.1...9 3/ /:. 5./.5753.5 4432 1.1.

3 17932.. /. .:.1 7937.5 :95 2..5 /63 .5 /9..9.5.4/.1 73.5 .3 1.9 . 75.....5 3.:519  .5 1.

..57.5 0.: 3./35:9.025%51.3#53.9. .55 .5    .565:4.2.1.4/.:..245.536.02595794.025%5#94.9.55 15.43. ...55..

 .5 7. %55 7.2 /63 1795. 445.1.1.2.1. 77.

 /924735.77.5 .5. 51. 497. 796:: 2.95.47.2..7.

909006996:65 1.5 2696: 6:.3.3.545.7.51.5.

2..327.1.. 1.9 0030  1.2.5 /9..729..9 #.5..5/.5 9.2 .3 %55 . 2651: .74/9:5.69..5..3.. 2651: 74..1.91.2.2..514./3.7.5 .7.7. 454/32.95.9 ..

2.7.2/.4479/.::15.:.02595 /:.22.1...5.3.593..5796/34 /.9.1.9.695.2497.4/.:966.2.473  .

21. .7.4.5 %55:517.::77.169.../3 5:9.729.5  65:4../9:.4966.95.3/:12. 15.2.025%5 65:44./.9 . 65:44.. .0.:::./5.:.3.1.3. 7. 065:4.753.9/.025 95  2.2/..5 79/. 4432 /94.  .2.2 :.5.5:3. 52.4/5.2.244/.4.:9./35:9.2.5 7563.5 /.2:9..53//. .35./3 5:9.4. .44322./3 5:9.5 1.1..966..

0.5  .::.55.3 5 :95 1:/.2 1:.55.4.4 /5.4.15.43.1:.

:79..15.::.25..5/5.43.. .

4/5..295   3365:9..: 3.9   955:9.:.: /9/5.90/6.5 3/ 2.963 . 5:9. 95535:9.:65 &.5196519  &.5065:4.95:9. :3.:1..9506473.3.951..639.5 3.279:1.2.4.91.5 455./3 5:9..: /9/5..: .5:5.5: .2.5 ./..5739:. 265. 4:5...639.:    30...

/: :3. :.4/5.71.  .4.5 5:9.5 065:4.:.2.9 .. .5 1.5 7.3.9.4.7.1..4.5. 753.5 1.1.:. 26476:: 24.55.95.5 339 4.. 4475.. 15./3 5:9.5 :4795.5:.1.5 .5 79:.3 29. 17963 733. 73.5 15..94.9/..445.3  9 3....L 50 65:4/.35:9.5 /. :7.5 1..1.:.7.1..2.7.: 793 75..5 75.5 :.3. 753. .

1.7./.3 1..9 /.7.13.7 065:4.9.5 ..2.5 1.1..5 ..2./. .1. ./3 5:9.:.3.9.3..&      #9/.5.4/5 /9/1.5.5 1:.

 3/6 .5. .  65.5 77.:013   14.5/9/1. .3.. '.79  :7.3 .7.9179634.94.1.9./1.51.1.:013/9/1.79/9.5 3/ .966. ::.7061. .9: 176.54475.65 495 ..9 .6 445../.9.:.1. 15.3/6:01315...5 3/ .577..4/5. 75.7:.577.4/. :79.

53/..51.577.0.9.245..9.9.:2./.4/577.453:.7:  .4/.53/.315.5.

..5.5..2.5 :52. .5 .9/6955./3...2 45:.24479/632.5.5.51.92 #39:.7.9  61 7.22.5 2.1.9.7: 1.5 /.445.5:0.5 1...5.34544. 77..213.53/./.3./.4/5 15.7.9.4.9 1..5 .5'/...5#7.. 1.3. 1:. :.226:5.5  . #9:.5&.4/5.7././.39/1./.3./.9 3.3.4 1.7..4. 4432 79/1. 3.5/69:7.5 2.5./3.9 77.1.5/92.5 3/ .1.31.43:: 771.7..5 .4. 13.91515:.2.5 79/.15.5065.52. &.5.1.

.:...95.1.2.5.9.5.5 :./.4/5.5/.54479/:..4/5.:. 31 2.:.475.926:5.7.

:.9::.24551.55..3.5/.5/3.9.73.15.0.....4.4/5.:5:.5:537..50. 77.92.2.1.:0..9.

9. /1..9.5.54.3.5.65  #..5 3/ ..9:79.. 2./.  .1. 3./. . 1.9 :7947. /1. ..3 1515 .9 /..:7.1.4.4/.75.22.5 3/ 1.7./3./. .0.5 4475./3. 79::9 ::3 .9  50 .9: 13.2.506473..7.53/203 3..0.2 :.79.5 3/ 1. 2.7:  .1..5 ..3.

65 #.5 45.5 .93.5 . '9.79 :9.3/.5  ..5::/:..5 3.47 76.:.5...5.2..51/. 31 /317  75951. 74/3..5437.. 15.:32.2.79.5/9/..4  :79.796::.5 15. 1/.

9.5  .:.4/.3.

.5'/.4/5.5#3.7.15.5&. #9:.39/1. .

5.1...56379:.5.   #9:..12.1/../92.561 61:79.0.9..

90.5.:.4/5.:2. .9.52:   & 69:.5#&.9: 44/92.2:: 145:1..4& 61&0.5  .575.5445:1.9:  #9::9::3  #53.1   69:.579::9::313...4/.51/.51#9::9::3:   !&&  6169#75   !&&  61  611.2.92:   & 6169639:..5:.5265:.3.5..1 697735:   #&.69.51.5/5.9 .2.:.65 :65 :.79:.

3 .5 15..  !63 .1.2 45.2 :/:. /.5 753. 79::9 ::3 . 1...5 241.5 :.573. 365.1.1. /.9 1.. 455.3.:.:32.9 /.9: 13.5 4432 .5 027 5.9.9: 17./.5 .5 .5 1.3 2.5. 7.. 73.5 22.15. .5 .  ::3 ..7. 9569045.9 :0.5 . 79:.4 .../.3 7..7 36.2 :.: :0.1.9/.4/5. /9.:.. 3/ .9. .9 7.35 ...5  ..4.5 /912.5 63 :/..9.2  2.9.1..5.5 75 1.

5 3/ .9 2...9.5 4:275 142. 77..1.:..521.5 79/.. 7942.9.79 /691:5. 17.4.5 1926451.53.515.5 /9/1..5 4552.9/691.5 4432 2.5753..5 5. 2.479 9.5 4544  75.7. /3 .311.795.2.::  1..95. 1515 ::3 /:.57.36/.2 /63 3/ 1.9.96349597751/0..5 5.: ..5 26:5.: 75 . 15.3.1.3 77..47 75.4775.9: 17. 7.2.5 .7 :1.:2.  29.5 966.3 .95. 455./.4/5.9/695.: :/.5  447941.3...9: 1065.5 1..51.5 5:72: :.1.3 ./.5 7.5.  .5.2..5 459.. 65.5 15.4.5 3.  9 563 .575..5 /3 .2.1. 1515 ::315.9  50  /.9.2 39:..5 9..95.:.:75 9563.:.31 .2.1.9  19.3.5.:22.5 /3.5 75./.     '.4!&&    7.4:/.2.169.: 2. ..  .1.../9/1. 31 :..9.1.5. 75.5 7.1.5 1515 ./3..9..9. 3/ 1.5 .57..3.9..:2.3 5 .533.5. 753.514.9. .:753/1..5.:.373./.5:: /:.5  #75  40.2 /63 43.   .3./3..

4/.9 ..

9.3.5 :.:2.. 453:.

5 7.5 15.1. 31  . .9 .4/. 33.3.2.:.

 .47. :.

.5 79:.4. 44/92.5.

5 15.../.4/..5.31  .5 :19.5 5.5.79:.5.2 455.533.57.1. .9.311.4.2.5 .5 .2.

3.. :.

31 :.3.1.33.3..7.:.

.:.51..3.9 :.3.:.

: 1. 5.4 065.9:: 7:  /5154645.3.4 45..9:: 7:  &::.5 .9 .5 1.5 :. . &5694.1.6 /92.3:.5 15.5 3.5.3.4/5.:. :.2.3.51.3.9:..

.3/  #.1.1 3/  35.31 29.4.:.:  #.631 5  :631 5  #.336.1./.3.33.95.5.31 33.

5.6563.3.9.2.53.94.:  .:2.:.4/.1.

.3115.5.4/. .9.

/.5.5 /.4/.5'.9.31  .5.5.1.3115. 33.5:5 33.5:57.

.1.9.4/. 515 6457.

31 33. &5333./.9.31#.1.4/.33 .5#.9.

33     :.9.. 6/333.5#.3115.5 /.3.

5&4/63.&.51.3.4/5.:.

&4/63.4/.: .9 .

 :.47. .

92.5 /91..:...2.5 & 1. 44793.5 753. 1 /.5 :.:.3.

12.1.15.5.3.51.:.:2. 7.576::.47.31.:2.53.47.:.4/5.53.

577.:2.:.55.47 33. 793..:4/63.2.2 3.5753.5.311.:.76::753.

5:.51.515.5 5.::.9.9..:4/633.:2.2453.2.

4/5..53.:.:.9.:  .

9.4/..

4/5. &.5.

.4/.9.

5.4/5. &.

&.3&.:.51. .47.:.4/5.4/.5 .9.4/5.47'5.5.

 #6::.

4/.#6::.9.

:.1..:#6::#53.57.4/.4733. .9.1.31 .57.:. #6:: #53.

 #6::.

#6::#53.5#7.9.1.#53.57.:. .:.4/.

&4/63..

51.9& .:&..9.4/.&4/63.

/ &4/63.

5 .1.  . 7. /94.7.:&.: . /.7.0./3.9&    " #"&&" & #.5 179/632.7..:. 1. 445.51.5 796:19 753.  :4..5 630611.5 /.51.. 455...911.5:..5 . 13.2.&4/63.4.1..5 ..

479.2.65.3.5 1.:&' 1..5 26476:: 24.5& .0.:.1.5 :.1.4.9191.7./90.5 1:.  /.55.4 336.2...517.4 7.7751 ..9:7:2.. 1.

 :.5 455.9.5:  :9.:. 42. 753...:.

9.5 5:..  796:: 753.9.5  1. 79..5 743..:.45.:.5 :79. .. 753.:.  .

.5 .5 173 51. 4432 26476:: 1.743.3.57.1.5: 339 4. .:.9.3  #53..5 :.339 4..2.31/0.25.:..5     339 .53394.../ #9..3 .5 455.2..2#53.4/..

:. 15.45142.:/:.:.43..536. ./9/1.41.9 !..7..4./3.526476::36. 42.5: :.

9 453.5..: /.&2.

/.9.5 44795.35..0.!..961...: .32.961.3  9 15.2. 753.5 4.:.5 3.5.5 32.5.:..  4:.9.

9.

  .

/3.7. 1552.5 :.

545..2. 74.1.2.5: 2::  4:..:. 42.544795.532..50.9/65 :.37.961. 15. : 951.35.515!  .

961.3  4:.3 15.9/65:.532.2. 1::43.4 /9/1.35..544795. 75.50.:.3 15.536.53:::.5:.94.!.#53..4/5.

9.

5 1.. 796::753.5 2...: 5 437.1.:5:0.56469:7:2.. 1.:..2945522.9. 3 5.42.510. 32.9.5.5 7.1.4/.5& 1.1.523.5& &7:2.961.2/9.9.9.9179/. .5.3  &7:2.: .9/65  .9.: 339 4.57.5.5:..  & 4432  :7:2.9 14.5.

 44793.5 . 796::... 1 /.:.2...5 796:: 753.

9.5 12.796:: .5 56469 :7:2.:&5.  .2.5 1/0. 15.

: 339 4.&   &:.  639 .. 339 4.315961.9 .55694.315961  9.3394.5 45.:/.:"  &52.59&7.5. & &0.4/.1.32.517.65   #..9: ./9.3.961.2.5 #9..53394.575.5 .5:3.961.:/:9 45.1.3  %315961. 13.5../35:9.5/95::/..1. 3.2796::3.5.5.315961.5 . 32.5.3.5..3.  .3& 1.5 1..5 /95..2. 63 3  7636: 1..:2.5 44/92.74. .961..5.945.5.: /:9 .9.9:  %9..55.5&  %9.75796::75..:549715.5:..5.2455.5.53.:/..92.517.5 :79.5  9.2.937.225.51 #9::9 ::3  &7:2..:34.5 3394.5451.35.. 5 /:...15..:. 459/./9.947.3 5 455.32..51.796::3.:3394.2.1.5 1 /.: & 7.961. 56469& 4:...5.3  %9..5& &7:2. 26476:...3.9..5.5 :7:2.4/5.2.9: 3..:&     '1.796::3.51.7.2.4 23.3394.515.9065:4. 1/.5:/..51..1.:  32.7./5.&  .:2.2.3  .3.2...3.92..:& !&52.4/.: /..

5 06..5 .426476::7.: 73515  32. 2.961.51.92...:339 . 06. 7.4/.961..5. :. &7:2.: /95: :/.7.:.9/52:54432/9/.... 753.5. 3.5 . .:. .74/52:5..&  32. ..961..4/.5 .5  5.5 /.9/52: 7...52. .961.5.5 /93.1./92.1/.9.: &  451.4.2.5&     32.3/91.95:32.1.5 /95::79.1. /.2.5:3.. 796:: 3. 1.....5:5  &1. .1.0.

:735155...5 . 265.9.: 1.2450.43.51965.5.:7.975.7.11.  ./:91.9651. 4/92.965  5.45.536.1.91.

 4/5.7.3...23.:2.536.7:.5.9.2 :3. 1.:1.4  .551..

:5:95.3:2.:  .245.5/:93. 565:.

.

.536.5:.574/9:5.9.9/.16191.:  .245.92.43.:32.3:2.5. 5.

 5.:32.5 5:9.

 /.5 :79.509644 7. 463/154  523 1.1.1..5:9 7.

5 951..  . 7.1./.

2.9/65:.5  32.5:9/2/:5.447. 4/92.961.2447907.1.75:. .0...4/.3 455.9..3..5::.

: &   .:1.43.3 5.5:3 :.:.5 5694.3.961. 79..92.454436.95.2 796:: 3. /91.5&  . 44/92. 32. 0. 1.35.42: 4:...4.9/65 :.: .

....

5 1/.9. 3:.5 2.5 76::753..:455.5 455.9. 32.5 1...55694..:.55: 74/.5 1.52.2 47.961.76::753. .:.2.:.35. .5763.92 .9:.9: 1.2.2753.44/92.44/92.5 1.2.9: 5:06.2.55694.5 5:.5  :.2..: 455.5.:.5:06.

5 455.2.5:4.9.: /:9 1..9:  15.15.5/:.506.3.9..515.4 1.95.: .95::3336:. 4475.5 2.  1. 32.32  32.76:: 75.51.961.2. . .5 763.. 4544  7:15.961.5 .5:3 :.9/.

 5 /:.5 06.9.5 45.515 :9/2 /:  32. 4544   7: 15.9.:.5 4:.9:763.5 15.5 75. 15.2.515.32  .4/.9/.9.5 5: 36 1965 1.5.15.3: 15. 76::  /:9 /9/5..95.961.5:3 :. 4432 .2 .2.: :1.5 :4.5  1..

 & .

961. 15.4/.5.:455.0.5 32.  32..3452....961. :7:2.: &    14.35.5::. 26476:: 24.9/65:..5 3/ ..3 32. 75. 4:. 4544   7:. 36 .5  4432 .& 5.5.961.:5.59.2.5.2#53... 15.961.52..1.3 .9/65&.4 23.3/ 44795..2 44/92.7 . ::.41. :.336 :.55694.:.32. 5.4. .5 22.5:3 :.:2.95.

.

.5 /9/5.5 .4544/:.:5.55694.:2... '5:3:...:3..35.32.5 1..5 1.:.3.79..1. 44/92. '.961.9 23.:3753.5.5:3:.9.5 . .513.:52.4. .52. 9 :.95...2 9 1.  29.:79.3.5.5.9:175  :. 1/9 #'  .95.1..26476::24.5.5..:455..:2.9.

.

526476::5645.55:361965 45.961..506. .3 .32.3.1.15.515:9/2 /:15.

 9.

5 . 6  1.

.

961.42.5 23. :336:.5.5 26476:: :/5.5 10.:2.5 43.9 :.5 7.9. 4544 1. 32.: 44  .95. 5:9 .. 15.22.  ./9274/.961.4/.3. 1.1.5. .32. 7.5 . 793 43..32.1.5.

5 63 :7:2.& 5. & 32.5 123. & 5. 36.313.56336&. 1..9 5: 2.4 3.: 1. .53:: :.:2.3 32.29  6.9.5 5: 06.5 1.: &   26476::  9 .5 459.961... 1.79 ..961.:. 3/  1.:2. :..:2.961.2#53.2 26476:: 176:.5 32.

 ....  ..5. .

7 2.9: 753.9:.55.:5.3.9 76:: 1.5  32. 06.  1. 651: 5 ..961.:.2.2..5 15..5 .9.5 4475. /9/1. 5: 36 1965  .2 3.2.5 .1. .

 /9/52: 2.9 . 1.:.79 ..32..961.

:.9.  4475.  445..5.2753.. :12.2 060625.5 :3..79.9. 0.76::  ..1.5:4.

. 06.5 .32.54 ...961.

54  1. 3.2.  45.961.5 42...2 753.5 .5 32.5 6965..2 76:: 1.9 32.961. 06.5 44793.961.3  32.: 3/ .5 2.1 32.9 1.961.95.:32.5 .5.. 06062 5.5 42. 3.5 :4.2.: 05195 /9/5.961. 76:: 1.. /...:.2 025  32.5 176:.2. .9:.3: 15.9. 5 . 5 497.

5 2.961.79  32.95..5 5 2.5. 06.32. .1.961.

1.. .1..54  65.9/52: .15.3 .5 1:/..53:: :.532.. :.6 32.961.3.2.961.

.

53:::.961.2753.: .9.79 . .: :.961. 5 45176:.7:.52.:.5060625.4 3.9:  763.5 36.544323.32  32..5:4.961.35: 32..2.76::  15.5 .  32.9/.

.

 445.32  .54 . 45176:.9 .5 ..  763...1.53:: :..961.5 :4.9/.9:  .4 3.. .3   9  32.: :.9.2. 5 4432 06.: .2 06062 5. .:.2.4/.1.5 15..7.. 15....2 753.5 7..5 36. 76::  .5 .7 1.

 455. 32.53:::.4/.9..:.&   .3& 459.961.

. ..15.5/9.5 /..3..9 9::..1. 15.961. 5.  1...4/.  1:52../ .25:4. . /..5.4/..9.2 /63 34/.961.961.1.5 /. 5 .9.9 5 :.5:.454/32..5 .5. 46:.&  32.5 :3.9..53::&.5. /9.5..9.5.4.32.5. .2#53.0.& 5.5459.  :5. 32.961.3.25/:. 32.9:9515.5 759.2 1/.9  .5.7 9.7 .7. .5 06.2.  #59.9..5:3:.961.7.5 1.734/.32.5 1:47.1. 32.9/2... & 32.:.7.5 .95..7.025 %:26 9.36 1965443206.3.9:/.5.2.5&.5:5.7 234/.2 4551.:.5.432./3. /.57.7.721.1.7234/.1.5...9: 1/3 1.3619651.: :.99  32.7.3. . 1 1.. %  :2. 4.92.:.7.4 65 74.961.7...961.75 .5 ..4 .. 1/2.74/52:  .7:./:.3  6.961..961.7. 63 //9.5519/.109.

5/9/.92.5..36196515..2651::1.5234/.4 ..3.3.3322. .5  32.2:44 .5 926451.96574. 4. 7547. :.9/2.51.5 1/2.9 . 1 1. ..3. 1:/.4/. 32. . 44/92.9. 123.961. 43/ :79.2.2..5 1.1. .9/2.7.1.2.961.5 :1.5 . 1 1.: 7.: .. 1.4 .593.9..: 61.

5.5 :.4655. .76306.9 ..32.3.5.3  .  .5234/. 1/.4/.244/..5 .9:192651:11.961.9:9.4..9:/.7. :2.

4/.9. 44/92.5.961.: : 7547.5/..2.15.5  .:.5 : 92651:32.5 1.5 926451.

9..7.4/.:2.#4.4.9.532.9.5926451.'9/2.5 .961.6196511. .

961.5 . #96:19#547.:2.961.5 5.5926451. 1.51.5%2651:32.5.2    32..

92.57.9.53:::.9/65:.1.336:.20.5:.3 36.5 44 455. 2.2 796:: 753.5  /91.:....5   1.4/..31/92.9.5 29.3 1. &5. 3.9.: 5..:.4/.

5/9/1.  ..4.1.57.1..//9.5::..4.961.:.4/./.7.55 :.515.7.32.2.5.9.& .15. #53.

.2 796:: 3.3 5.2339 . :7:2.5  3.5 339 4.4/.#96::.3 336&..3 0.1.:  1.0 7.5&.53::&.9/65&.5 36 .1.3.:  45.: & 1..336 :. 61&5.31..3 1.9.37..9/65 :.

1.5.4/.9.

52619.15.4/.2.2 796::3.:'15.31.55...9 .. 3394.5%  .35/:.

2 339 .3  6 336 &.2 #96::.5 &.  61 & 5..4/.53:: &.3 .: 1.9/65 &.5 ..3 5.3 1.9.

 & 339 ..9/65 :. %. 0.34:.26336&.3 32.35.3 5.961.

&.

.5.5:3 :...9:631 7.55694.22./5.3.  .  453.4 2: &497.52.5 .3 .4 3.2.44/92.52.. 36.51.53.5.: 1.1619 5 &1.: 24.5:52.: 1..95.3.:2.

3. %.5  32.336:.34:.36.961.35.

&.

.5.9.35.29.51.:...:79.:2.4.59 1.5 .515.5.2 .:  .5 5:9 24.55694.4/. 44/92.5.. 4:.:.52.5. . 753.

9 .336 :.: 45.0 7..5   :79.5 36 . 7.3 0. :7:2.: &   1.2 796:: 3.4/.5 R 6  339 4. .1.9 1.3 1.1.9/65 :.3 5.

 1.5 .

 .4/.9.2..961.15. 9  :/.  32. 5 4475.:5.

4/.35.9.5.3 .2#53..9/65&.:. & 339 .

. & 339 . .9/65 :.35.:.56336&.961.2#53.: 4:.3 32.2 796:: 3. 0.3 5.35.

.

:2.95.576::.3.:2.5 15. 4544 :.5 5694.4.' 13.5 1.4  2:  . 453. 44/92.: 455. 79. 21. 13. ..:2.5 1.3.5:3 :.

.1.276::3.76:: 5.2:4.3  ..56965.52.5.76::753.5 .:.

 4475. 3.3.9. 5: :3. 7.' .5 1..5:../3.5 1.9 30..9 4. .   .2. 1.5 1.1. :52.9.961  1.:32..  7.9:..:..5455.3     796::753.5 63 3  &3.1.5 2.2 259.5..9. .3.1.29    .:.

 32.2796::3.35.: 4:..5:32.36.961.336:.961.35.

.

'.

35. 753.5. 24.2 453.5 261 9 1.:. 32.5.:.2.20.4. :79.1.55..4/.52.5 .961. &  4:.3 .5 :. 5.:2. 75..

9.

 6  .

5    339 4..545.35.3394.3 :.2 796::   4:.:7:2.: 1.3:.3 5.35.53:: :..:&  1.1. %.07.2796::3...53:::.

& /:.2. . 15.4.2 ' 1.5 5.5 :.

3.5 1.   29.515.35.2796::3.5 5.53:::.5 .522. .:.5  1.3 4475.3 1.:  4:.2.7.5 & 15.35. 4475.961.53:: :.4/.473.2...5 ..5 5:9 :3265 .:..35. 339 4.. 4552.: 32. 2.2 961  5: :.5 63 56469 & 4:. ..5:.2..5 % 5.4.4./3.

'.

2 450.5  :...5 .9  1. 2.22.:73515.55694.5 1. 455.3.3 13. 74...53:: &   ' :52.. 9..2.5#9./3.5 4475.5 5.22.:  #9...2 3.5 3..2/973515:519     #%'    3.:.9.517932.5 .2"1.5.15...52.5..5  :.:.544/92.35.5.52.29.9 . ..5 5. 5.  #9.1...:.

9::  4552.1. 9:1.5 ...2 453. 17932.5 4551.32.3 :.5 ::.5.5 5..5.5 .5 2.5  1.52.2.2.5:.

:3 753.  .:.3911.1.5.4.9..:.5 2..

:.. 129.. :.5:95 ... 9. 2.1 2.5.5 :3:.....2.15..2 19651:/.1.2155.59. 79.25.95..2. 753.9.7.2.4/.9 .915..1.51./3.5:5 9.5 %.5 3.9. ..2..519/. .36.95.2 /.109. ..5  .2 .9..4 29.

. 73.3.2  79. 75/. .7.../3.7.:..2 ./ 9.1.5 4.  44793. .5 .5  1..  .5 .5 //9..2.915.

1.:.4/.5  .479 :7.92..9. 3.9  . 753.9 1.9 4.5 :./ . 9.4.:.2 3.3.:.3.5 45.1 75/.: 7.

1 7. .:.1.9.9 %. .1 09.9..5&..#53.27..::  %.5 .. 445.5.1 1 1.92.. ...4.9.6 09. 9..2 1965 7.519/.  :79..:.36.2./%.219655/:.1.43. #5/.2 .9. 7. 7.4. 966.1.1...02  .02 %.5 443222.

5/..4.69/92.95.1.55. 5:72::/.9.2.17.9.2 5 1:/.5 9.51.753.753.1 ... 15.:..25. .5:3:.51.4525 .9.2 ..:..1..57.35.9.:.9/65/.3.9.2.2.02  2.9.2..4./.1 //9.21965.9..1.1 ./3.. . :.:.1 09.9. :.9.  &3..7.9/65951.. 13.2..7...1.

1965  .

5  .5.'.5.

...691..5.5  %.92.2.21965/:.4512:.515.:  1965  .:..963..151.54565.536..29.

5/92.5:515..:3753.1965 76..:.961.543. 3.:3.5  ..5:.51965.1965..5..91.7.. 796:: 753.515.4.:  32..5 129 :/.:.32.53.

961..32. 36 1965:79.

72.5 .5.5 459..9  43 1.1.9.:221..1.5/9.5 207. 31 :19..9.1.9 36.5/9. 203 1.5.9 .15.4 3.5  !.2.: 15.4:.5 13.5. 2.5 264732: '.4/5..5.52.5 22.: 2...:.5:951:19.5 36 1965  .2.2.5 36. 796:: 753.5 .244/.43.2.15.:79.5/:.95.5.19654.95.9 63 29.4/5.753..:.9.5.1.5 3/ .45 142.9..9.15.5  19.5 19655.5 .5 ..5 ./3.5. 9..5. 175.5 1965 /9.7.5.5 .3.  1./3.5 12.5. 1965 494/: 23.2.5.5 22.5.5. /.2.5 .45 142. 36..:  &.4 3.2459./. .3 36.9  239:.5 79317929.36.95.436.25 . 63 31 :. :1.3.5.1.5 294.2 4506/.5 9:.:  !.:.5.5 44/.15.3 065:.1.4 1. 79.5.5 24525.5455./.5  :4.9/5.:3.515.:.: .2.5 4529.22.3.22.5 :.2.4/5.5.55./.:  64.9::3  '. :9515.9 :.5.4/5.5 1..4 512 1.9:1..2 7.5 .5 ..5 2.9...5..5 1:. 155 241..5 142.9.5 7.9:: 7.5 .:.4:.2.5 :52.5 563 7.: &79.7. ..9:/..4 3.22.:43.4/5.2.5 36. 36.9 24525.25 /:.5 :..:9515.9 :..  753. 36.563 22.9 1.2.5 1.1.95.455.7.9.95.4 3.515. 79::9 ::3  1.4/.5 3.513..5  15.5 2.:1.5.4/5..21965  &.5 #929.3.5 :.9:/.:  &4.2.9 1.3:.5  .4 3..2  .5  #.5  .9. 459. 79/1.

.

4.5 129 1. ...5 229.2.9.9 :.5 44/.1../2.59:7. 3.5  29.9:/.  .9.9.5175.7 229.5:.: .96315.92. 7..1.54475.595 :.:3/.5  #5.2. 175.5  /:.:4.  #.5.5.9.9:/.5 1. 44324296:.5.915.55.479.5 3/ ..  .: 26476:: 24.5 45/.5.:.5 15..54.5229.2 1965 . .:. 753. 75155..95.5. 75155.55. 1..2 29.229..537.91.5 .5.753.9.: 4.9.963 3.595.963/:.25.25 /:.5 .:7.9.5.9 63 64.:.4/5..9229.7.5 5.9.5 .517932.5 4296:. .:.:.:2.5 :4.95.5 75155.79.4/5.1 3/ 951.5 :. 75155.:.3.4729.92. 4.2.97.2.5:.1 3/ 3. /.5 4565.9 45.:79.7 9..9 26476:: 24.5 15. /.3.5. 1. 15./3..54296:92.5.1.1.51265.1. 14.9 796::753. &4.  72.  .9.15.. .5:.51..5 /. 1.47 29.9 :.:79.:4.9129:0..25/:.922..579.:.4.75155.5 1..5 45..  .72.5..2595.:...  :.::..5:3525.5.5 95.1.9:79.:.:...:19.

9/65 8./3.1..915.:. /3.5 1.5 .3/ . 1.3.35:.915.92.5  ./9/.5:97.5.    .3.4/5./3.5 .5 45.35..7.1.22./52.50. 129 /91.

 .1.1.5 7.3.. 15. /.9/65 1./ 5  #.4/.55:90.915.9 .5.5 ./3.29 /. 1/92.4 /:  %4: .

9/65 :19..:.5 94: 2. 25.4.2.915./3.9.4/.54479/:.5.35 0.79.2. .5.5 . 19..9.93..:. /.9.   5  :0. 129 15.21965  ..9:5:.1.:..

9#9..1.1..7%.9/658.2#.5. #5.1.35.5.:7.1.9...

5.515 0.9 /: ..9/65 1.:. .':.5 15.5.1. :/.5 1. ..9/.5 /. .4.7#9.3.1.9.5 5:9.1.4 7...65#3.. 36./..5 45.

:...5:9 7.5 13.9/65 /. .5 :.5 0.9/65 :...9.9.4.9 4544  5 .2 4432 7..5 /. 0.1.279::9::3:19. .3  2.1:65.5 3. 4.9  #.5.5 .4/.1. .:..15.1..9.3. .5  . 775 77351.4..2. .1. .5.5  . 15.55.:./.95..5/.5.92.3 1:/.1. 5: /. . 73..5 .5 3.9/.

 #..57.5 /.45 142.95.515.9.1.35.5 124/.5 . 793.57. 4432 2.2 1965  .336 :. 5.  2.1 3/ 29.3:. /. .5 1:/.4 15.9/65/..5/. /... :.9 13.52..9 ...:.5 : 79.4.... /.515.2.51/. 36 .: . :79.9 .9.:.5 :1. 5 44932.5 3/ /:.1..: :5.5 .  !. 3/.5 :.5 5..5. .95..2 . 3.2.. /.... ..45..5 5:9 7..&  . 5 4432 22.. 5 4432 4. 9..:. 2.45 44/.9/65 /.5 :/. 45.. 5 :2. .5  4:275 951.  .3 . 3/ :2.5152.3.

5....5 ... /.5  2. 79:.5 44/. ..95. 79.

946.79:.. /.5 /.: 3.. 15. 59.5  1:/.. 44/...5.

3:. .2 :/.5 :19.4.:. ' #  5 497.50...5. ..5 027 7.5 5.33 065..5 5.2. /..40.  .5.96331 7960:: :.

5 :0./. .9.9/65 1.5 5:9 7..915.5  .9.5 3.1.. ' # 4475./3.5 3/ 951. :52. 5:9 2..

3.5 0.5 1..95.4/.5.. 796::96335. 7.5  296:.4 /5.5 11.4 7. 3/ 951.92.:.5 3/ 951. 96335  1.5 . 5.9 5 44/..5 .92...9:/.9 /.55...1.5 .  3.  ..5 17932..3.392..5.91.5 ..9..4.5/.5 5.4/3 2.5 .5 45505. 1.2 445 :7:2. 22.2451552.07../92 /. :3. 14.5:0.5.9 7.: 22.. 4432 22.5  . /.2 4296:. .9:/.9. .

/.915.47 3. 4.. ' # 4432 :. .95.5 2...: ./3.

 7432 :1.:12.9/65 /.43. ' # 1:32..5751. 44 ...:2.5/.5.. 0.: 796::74/.5..9.5: 5.3.9 1. 22.5 /.5 /..55.:455./92..:.69 1. 1.. 79/..: /34 1.5 4432 75. :5..1. .9/65 /.79.9. ' # 17925.7. ..3.:.5. 7.1.5 1.:  .4.35.4 15.7. :7:2.55..3.7.  ..5 1 1. 3.5.5 1./..5..: 027 ...../3. /91. /. 1.4 63 . 79.51.2.. 452. 3.579./92.5 ' # 1:32.2 455192.5 3. .55451.5 . /..5 4296:..92.32..5 . & :1.5  :79. 951.:.. 5..  .5  ./3. 0.544612.4 755./92...715.3.5 :0. &  7.. .4.9.: 4.9/.5 /..2 796:: .9. 07..779/.25636 .: 74324./92.5 5.92.2454.: 14. .2.:.

15.5 /..

:1.9 5.579. ' #  754.124/..50.9/65...7.5.9../5.2.519.915..5 :52.3 5:. 759..5 1.2:.5 2.3.3:/..51.:.52.9/658.:.1.9.1...5  &. ./.5 . 1..72.#.1..9. 0.3./3.1.51.95. 6 315  .:..9.57.5 :2.15.50..94:    5  9  6    !   %4:0. 746..2.515..35:1. 94: 1.      55.979:.5/91.2.92.5#9.5:3 :..9/65 /.95.1.  .65.9/652.65.2 5.5 ..5 1./.9 ..2 /..5125.35.9/65.5.5/9/....95.:..  15.52.

15.4/.55.:.9/652.53.:.2: %4:5/93.351.9/.1.:.25...95.5 :.4.1/92.5:79..351/.45  :..244.7.57..473..9/652.1..50..9.3/ 5.5..22.4.5/5.2.515.50.9/65  ... 0.:15./..5:.

9.  .4/.

..5' # %4:#04  #9. #9.7.5 15.:.7 /.5.9.9.92.&1.9.5 94:   :275 142.594:     55.9..9/658.5 455../91.3 1...5 74/..2. .5#9.#.2..5 /. .1.1..35. & :0.1:65.2. /.5  205195..1.9.

5 ./3.21965/. ./.5 74..915. ..526564:/..529.2.59.915. ' #2.92.52.5.5:0.2/6315. 79..2.5 7.5 /.2205195.1.1.4.44/.3 ./3.: %4:.55.3//.32.  %4: .2455.2./..52.525...95.5   49..5 ....9:/.5 94: .579...5453.1.5  1.5/9:.7..2..5.9 124/.9 5 44/5.9.

15./.35.#04  #04 &  5  9  !  6   %4:0.& 1.55.52.0..:79.9/652..2/.35#04124/.594:0.9/65951.9/658../.5' # %4:51:/.

5:3 :.5.15. .52./.9/65951.95.515..1.50.

..5 5:9#9:5/9.9/65 8.2..2 /..:. .4/5.. 2:  %4: #04 5 3/ .51.:..5 15.5..35  5.51.796::753.4.3.92.5 ..  .5:.50.5%4:#04  %4:#041.5 15.526476::24.. 24../92.:.5 94: 0. 1/.:.5:1965:3..4/.5 #04 /92.. /91.5 4.:..9/6529.5/:.9   55.1.3.9.51....5152.72.5  .5 79.5 :.95.7. 7529.544322.22.7.515. /.. 7929. 76.

 .

  5 .

  ! .

  6 .

  ' .

   .

  & .

   .

  9 .

   .

  !/ .

2.76.2 :4. 94: #04 /94.576...1..52. .517932.5.52.7:.: 12.2 1.75.9:17929.5...5455. 1. .5.2.2 44/..5  &95 .5  5.245.54.:4:..  55.5.7. 5694..52.13.579.:.61 #04/:.2.515..9:1/.55..1. ..2 7512.5.51.1.94..94.2..61/:. .5..5:79. ..22.1.51..5:754. .9.95.1.5:1965.95.

3.:. ..5 :4:5437.5/9.:4:.

29.1.'/.43.950  .3/51.

5.9204 .:4.1.#.:2.543.

5:.2.5:.:.753.1.5 2::7.9..:1..92.9  .5.47.52.:1.53.

.32.4/.3.1.961.9.1.95:361965   43  .

9.2..579:./..' #  ...1.4/.579.7.9..44793.

:.5#9.1..9.729. #9:..57.1..9.5%4:%4:#04 %4:#04:1..5.92.72.91.

&17925...5 :1.1.5  :.3..1.:44 &...  /6965  .7 26476::24.9.5 3.35.32.51/.4612.5 /924/.:#04 ..729. /9/.9/. .5 2693.:.07./92.24. 5:9.5.14 1.5 56/4 . /.2.5.9.1.:0..

5. ..5 2.5:9 7.5 2.1.1.

.' #454/32. 7.:..5 .25.52...5 3/ /975.57594.53.3.9: 7552./92..9  7. /....1.9..2.5 51../.794:#04:43. ' # .5  .4 94: #04  :275 7924/.5.5:5 ..2./3.45.5 5.5 5 /93.3/.5755. 1.1.2..57. :69.9.69. 15.574.5/..9 1 1.9:43/..9/.9.594:/9/1..74/..2 443 79.25636 .1..2.

336&..   #9.1.3:  964.#.

3: #. 63&.1.5.

5 :79.  9   9 1.5 .7.1.

 9.

 6 4432 5:9.

2.5 : . 9.. 5. :.2 4479/:...4/.9.5 7..5 1.5 5 4479/:. 441..  & 79.4/..5 6 1.9.2 1965 1...2.2.1.5 .1.2..7 2.5 79. .5 22.95.9 .../3.2 450.5 :7.3.  &/.3..5  ..5 .9.7 75.5 .4/.. 065.1.:..5 .9 315.2 /.1.  17932.915. ..5 :3. .5 ..6  09644 1.95.5 2. 5.5 :2. 9 1. 1..  5.  .95..2454791..5 5.5:9 7..2 1.915.9.4/./3. 75.9.5 #' 5.

9 94: 0.....93.55:97. /...5.:. #04/94.1.5 1.::7.52693.9/65 2.329.35   %4: #04 .515.543//.1. 0964.5 . 7.7.2..  1...: 14./.2..2.95.1..5.3.5.5..5 5 1./. 4503 :.:#04 .2.2.

//:.95.  :/.5 #' &/. 793 1/9 #'  :. 09644 /:./. /.2 4551.: .5 15.:2..5:5.5 5. 13.5 : 027 .92. 1679.0 .463 ..52...35.57.124/.796:19:1..

2 .5951..1..:.91. 1 1./3 ..4  :.4.3.. /:../3.2. 753..#':1.1. 494/: 23.513.4 .  :5.:.5/.5... :2..7. .5 .9 :.1.4..4 /.9. 1965 .9  7.915.2.4729.: ..5 : 79.7753.27931/9#' 1.2 1965  #96:19 5 45../.:.3.1 9.5./. 1.5.1950.2.5 . 027 3.7.5 :3:.3.

 .5.45.1.5 3..24.9.5..515..4729.75155. .4.91. . .515.:52.2 1965 .1155:.244/.4..5 :3:.9.5 . 755.. 13.5 0.5  &.7.7.21965 ..5 13.5 5 44.:.1. :.3 :.5 .9.5 24/.53:::. 753..1. .5. 3.5455.7..1.15.52. 15.5 3. :/5..4.53/1.5.  7. 15..53.5 5 . .47....544322...4 /. 44/.9  : 79.22.4.3:79.5 15..5 : 753. 755.941.53:::.47..4  :/34 /.1.5 :. . : 79.5.: ::.3  7.3 5 13.2. 1. #9.4/.2.2 41.:.: 565.  1..:5...5 .9. 29.:.99.51../3.5 .:.22.5. 36.:.5 :/34 753.2.3..9:: 93.57931/979.9: 179.:.3 7.5:9 4432:. /:.51.594:  .925...2.9 9 1..5. /51.2..1.9:/.45.2. .0:. 9..4. 15.1./.129.1.5965 . 45.99.55:3.2.53::&.951.5 :3.445.506531.3.:1.4 5 .4.22.. :5.5.5 :.5..5..9:: 931./3.55.915..  4..2 793 1/9 79.. 45..5 1:/./3  "3 2.5..5  7.. .0:.9.52.5:3525.:3. :.36..45. 3..6 12.95..5.7. 179.544.2.  /9. .

 /: ..1. 7...1.5 /:.:..5 965.3.5 .

2.9/65.

5 :2.:3265  .:.9/65 :..515.1.5.5965.7 2.92651:0.5 5:9 0..51.9/65 7.2.5 44/5. 0.2.9/65 .75155. 0.3  :5.3  .2 9.5 0.2 497 15.1..515.5 965 :.9 . 2.0.55:90. .:.../.9/657.

4/...  .1. .515.3. /.  45..5#9:.5.97.95..9/65.#9:.9.5611.5 %26451...51..5152.515.3 #9.4.5.9.0.50../:2.3.0..5..35.55:90.9/658.9/65:.217932.:#9.5 .5     #9:.5544/..9 .13/.9/65:.

9.:2.4 /.5  #9.0.5 1926451.. 79.1.92..5 ..5 7.9/65 8..5.. 7.:.5 79:.5 79. 4551.5 25. 2. 450.42.5 /.. 4544 .1.5 26564:5.9 79:. /.:... 4.5 952. . 94: 0.5 /91.9.35.5 79...5.95..3.2. . 4544 1.   1.1.2 /9/.5 965 5..92.

. 74..  7.1. & 1.5 .2 12...5 ' # ././3.5 /.2.

6915./../.5 .5. 2.9.  %26451..:.217932. 265:9....2.5  45..5 79./ 79.2 450.5 4525 454/32.92.9.9.1.1 :./3..1.5.2.2.95.9.5 7.5:. 7751 %  &  61 45.3    & &0.51 #9::9 ::3 61 .5 79:.51.:.5 2.. 79./92... 1. /91..93/ 1..5.75..7.5 .3  4..65 &  &0.1../. .5..5 /.:.42. 12.:5654. 5 :1. ...2.   639 .5.5..

9.:2.:./3.1.54475..13...65 &0.35 & &0.979..5 7.37.65:&. :79.

5.1.

7.4.75519.5 79:..36.5//9.9./3.7. 4552..5#'.

.:&.9./3   490.90.1/979.9:/.5315&60..331561.36.  & '.4.3.

&.:.:2.92.533 79. 4544/91.5 2364762.3 &  './3 4926451..

236476222.:3619651...5565.2796::3.55.

2655:65.2 4432 22.7.2.544320.. 5 /91. 79:..3.4. /9/1. :.3 .35.:..5 79..35 06062 5.5.515694.9.3.5 /93/.5 .5 .4 &    './3   7.5 .::0.4/5.9.1.92.5  &    '. 147.5 :79.5 1.9. 06062 7.5 . 1..9 75.4./3   :0.4.2/.3.36 1965  3 79.5.5 75.5 455.1.9/658. 1..2:44   /9..3:.

5 455.2.9.9.2.3 29.1. /523 3..3.5 1 /523 3.57.5 . 79:../3    #.2.9 ..53/3..:. 4..57.3 ./.9.563&  & 7751  #9./92.517932.2.1. .  &/.1.5 63 & '. .9.9.2../3.  :95 129.45441./1. 4./3 3/1.925.3 /. 17.6  753.5 4.1.: .5 29. .9 . 065...5 1:/. ..:..5 1 3.5 /.925.3 15...:1..9.: 1.7..: ...5 .:  :95 793 79.3 .5179:.4&  '.

.517932./.245.55..4544.1..9.579..2.0. .' # &  19:7..55.5455.3.

69 7751   135 "5 3.61: 69 .5..5 1..5 755.... /..77935. 10.450. .9.42.1.. 79.2 1965 7.51.9:/.5.4/. .9455 #9. ' #  %: .5 /9.1. 9.  &   455.95.4 5654..5.2.3.

9.1...:4:.

4 455.3 1.9.5 75.563'.:22.:796:19  ..4. 79.5 /.42.2. .3. 3.5 3/ 203 1.2. 45.3.9 .9:2..5 135 5  7751 5 ..3.54./3  14.4/.32.521.:4:1.5 1:/.:.

.5 : 79. 2693.  1.1.4544 &/.5 1...5926451.:.2. .5#9.:.:22.: :.5/:.5.:&     .2.1.065.7 755.2 455.#96::. 15.:..:7.7.. 124/.3. #9.7.3.5 .6 .... 22.29.9.15.5 1.9.9.: 94: 479: :79.: 1.2.47.2. 753..5 5.5 7.52.5 .5 # %#  44/92.5 .5..5 .5 55.2.5 .7:43.:.  /9.1. 79. .2.5:0.9.51.1.... &.2 455.9.5 #04 .29..5.2 027 5.

.5     .1:5. .37.1..5 /51.. 1:2.9 :.9:.5 1.  #. : /51.9.95 1 /.5  .5  .3. 3.5.: .3..  79::9::31.2 4/5  793 13.5  #.3.95.5:5 #..7 .1.9 .22.15.9.5 '& 5.5:3. 027 3/. 753.57./3.9.95..3  7. :39.5 45.9.  .9 1. 29.52. 1.1.:..55./3.577.9.5..5 3/ 951.5. 2.5 : 79.5362. 753.61#9.9.9  :275 142.  .2. .5 .:.9  :5. .1.5 .. 5 .51. /1. 9.5 .5 1 /.. 445...4.445.7... 203 1.47.:.479. : 3525.22..2 .4/5.22.215. .5 7. .5/93.5..4 :3.2 4479.1. 027 44.2 1965 . .9: 1/92.:19.9..4544  #9. 1.52.93/ 1. .:..5 :.1.:..5 79.:2.2501..:..5. 753.#.52./3.:..9 6 .:959 #967.5 1 /.4.1. .96  7.5 .5./3.5 796:19 2:: 5.9..:/341. 1/9 79.22.5.2.5..5..9. 44.2 13.5 ..2 455. . /:. 6  /51.243..53..7.5 1..7.55 7.:: :.9 7942.5 :.:32.. :.0.:.:.::1.5..5 ..753.796::753.5 ..5 36.966 1.22..9: 1/9 79.1.4 /..2.4/3 2.4544:3....5.79. 29.4/5. 1.2 .5 7696:.79.1../3. 6  17932.5/9#9.4.5 79. : 3525. 43. 753.9 3525. 29.2 450. : 1. ....5 5.5#9.:.: ..5 79..:2.3..5.52  .279. 5.5 027 3/.

79. 5:72: 5.1/523.:  63 2. :0.2.4.9.29..577... 5.2.95.2 79./.5.56393.::/3443.5 7.453. . .2 451.1.9.5241.:79::9::31.. :2:. .51/0.2..22./92.5  #.9: 13.: 5:72:455.

2.:/959/9/5...2.5 .5 . ..9.295..5 :39 :.4/5.5 :0.. 5.57.2.5.2 44.. /.: 15.:2.9:./5233.5.5 17. 793 179.5.

:.5 3:. 241.5.9.5 0.:2.:...5 1.90 .36.2.5 15.753.92 :.3: :.. . 459:63679.5.2.5 77.5  35.2 #' 362.22.1.43. 352. 7.. 35. 36.4.3 7.: &.3. 15.7 15.5 5:3.2.5  .: .5 1679. 1/2.5 5. .5 1..11.7.:  1.:. :79.50.9:5.45032...69  30. 79::9 ::3  1.5 13...5 5...: #'  793.5..9.5 79.5.5 1/2.2 2793.9.515..9: #4. 753.1.5 /:.4 3.579.5.  #4.5 15.9. 44/.

:..5.1.2..5..3 2.95. . /..1..3.7  234/.9 497.2.5 :4/9 79.51.963:79..4/. . .9 %.2 45291.5 . .5 ..1.2 454/32..5 . .5 5..5 .5.:3.7.54565.  %. .

243.7.:.5 ..5.3.4 1.1/.2.5152.57.1.31.5.1.9..279.93/4.91./.690 9.:.5.1..12.:2 2 1..5.:3 74/.:.: .1. 74.5 1.515.5.59.22.55..7.5.. 4..515.3.2.9.579... 753.5 3.5  :275142.:.5.5 .753./3.

.6.

 1../:.: 5. 1.3.5. .4 03.  14.3. 4. 74.9 . 26515:.:2 2 1.9/2.5.3. ....7.

2 79.9.5 5. 1.1.5 /:.5 796/34  %.5.9 ...5 3..92 !.5.: .9..5.2.5 15. 74.478.5 454/32.. :0. 3:... 345. .03.92 15.5 3:.

../../. %.5 7942.9:1.5..2.529.5.9.974/.5.5 .5:3.9 %.55..5./..515.1.:.9.1.9.2753.42 9:095 .. ..5 5.2.279.: 15.2./9769.

511..51/523.5729.

54.557.17.5 07.7 1.35.279./523  #..4.5.5:3.. 4.15.5.50.2#' .4.5.753.:512:.95.5..541..2.:. ..5 /975.5.:79...7 753.5/93.1.5.4.9 :...9 .7.:. 794.5.55.7..15.5:5 2.79/.65.2...5  35.9:14.5063  #4.:512: /.50.:.574.2.:512: 510.5 4475.9.:.5.36. .2.1.5063.5 9::.9..5.2.. ...:.5 512: .

/:.2: 15.9 3.2 ..3./3.1.793114.5.5.5:3:.  5:72: ....5 .2 5 :95 .2:15.7. .5143.:.47.:.2.5. 45.9/65/.1.51.29.796:195:72:  .93.5352.2..9: 1.4 .0 7.:..307.5.3: :. //9..:./. %.:.9..:650.55.95.     5:72:#9. /.95.5/51. ../5..29...1 79.:. .5... 753.5 :3.::/34753. .:../51..2 2.7 ..3: 1.. 0.99.93.:.5:72:13.2450.169...7. 11.. .513.2 1965 .1.02 .0.:. 64.22.5.4..5 519/.36.7 455.7942. 11. 41. 9.5.1.753.7.23 ..2793.4. 1 75.3.5. 9.  %.53.. :..5 .7.9/65951.  .2 7942.274/..3:2.109. %.7.:..9.5 4.9..2 1965 :..3...:.5.  .4/: 1.5  :..9.3./3.2 1/.:. :.:.2:  .5 :3:./3.  %.3.11.1.

#..1.5.729.

..5 5:72: 5.::'479..1:5.:..2196515....5. /.9.5 7..2.5 3. :3.5 /:.5. 79.5.5 753.79.2 1.5 753. 796:195.9460673/:..2 : :2.1.9.5 :2:.. . 79612.9..96     65.::2.9 :.9 6 #942..22.5 0.2. 4565. 450.. /.5./:. 79.7 753. :. .5.5925:. 9. 1.2 43.4769. .5 1.5 1.97.5152.5 09..2.: 79/. : 1.2 4529 : 79.7.3.97.5753.5  31. 13.4 /.3..5.243.95.5 15. 1.:.5. 45.925.  '9464..1.729.. .5 /.5 0.5 15.7:..55.2.:.2.2.5733..5 /.22.4:2.3.9.69 4432 /2..:: .2 1/.9: .1.55.  :...5.5 497.4.9635.479..9635.7. 1..9 .1/9.5. :. 3..:.5 455...54475..5 :.51.9 265.:...9  ./92. : .655.22.5 #529.22.. 44/..5 : /51.2 .5 13.7.5  ..9 :0.5 455.3.9 79.5.5.: 4.5 7.753. /9/. 492.3.2 5.5 951.3.55:72:9.:./..565.7.5 65.5'479..:2.5 15.22.5 /925.52 .:.9: 451.5 241. ..97.1.5.5 : 79.5 .2  /9..43.5 .45...9:79.  .. 15.5 2:: 5.:32..3.../92..: 3/ 41..9.5 743.15..9.514.22.9635.... 7..4/5.9 43.4.5.5 3.2 .9 7.5 /. .5 79.513.::'479.5 15..5//.5 .5 2.537..7./3..2. 75.: 7.95. 43.5 15.5  .7.5 . 2.9 #529.4. 1795..:. : /51.95. 29.02 31  5:72: .. 15.6315:95 .:9.9..5 75.  .9.55.2. 1.5 /93. 29..

97.2 4479.51.525.2 1965 .3 45..: 15.55.445.5  5.:: 027 ..7.5 .1.  :5..2 027 /:.:4. .9..9. 793 74.5 5.5 /9... #. 7..9.7..51. :0. .52.5 :52.2 450.. 9.5 3.1.:2.3.9 796:: 753.5.5.5 :2..4/..2451.5.: .2.. : 5..7:  #5.:. .5  :275 142...5.5.3 .3.9.5 : 79. 44/9 .2.579.2 9 3. 1.9 5.

5 77.2  .3.5 /51.  5.1.5 796:: 3. 15.7.:79.9.2. 753.5 .479.1.:: ..454/32.5 .9.5.5 .:  #.7.5. 753. .5 77.245. .93...7. 44/9 7.51.:. 7.5 45.64.: 4.9:/.9.2 451552.5.4/. 79.97..47.5 .5 .94... 29.7.1. 29. 15.5  :5.: &  6...22.5 .  5..5 5.2 1552.5  .5. 45952.5 /.54296:. 753.3 5 1..  &5.21552.7:.1..5 &   1.:.5.2.1.579/.9 .:.5. :.5 0275.92.:.5 451.1..  :79.1 7.51. 33 ..5 : /51.5 1.7.5 .35.5 129..5 229.5 793 15.:2.3. .5 15..2.::.5 3.5 :79.1.:2.:..97.5 . 79. 7.: 4...

./92.69 2.1..5.

 .4 :..2. 24525.5.:  #942.4 .. 729.536.92:77. .7.3...537.1.:2. 3.5265..95.5.:2.5:9513.  &  639 #9::9 ::3 61 45/..5 7.2.::.1.9.31.5.5 75.7  #96:: 5 1:/.5 74.9:.2.5 74.1.5..5.9:/.2.9:12.5  .3..3 5..2 2. 75155.5 453.4 /.5  .25.7.7:.55.5..5 7...5.479.2:..: :95 13.5 29. .9 29.45.753.5 :.4.129..9.69:.9/9:.5 36.:2.7.5 362.9.: .5  15.97:./3..:.5 1.576:.2.93/ 1.45..: 7. 9.2.5 .2 .7.9.3  2.5. .: .45.5 455.9.5 :3:..4 :0.21:. 362.45.1. .5.3..5 ..5 7942.9.     ''%' !'    #6:. 793.3. 793.690  5..53/1:2.9:/.1 7..:7.  651: 5 454/32.9..52.:.4479/.2.: 7.3.5.55435252./92..579::9::31. #'  14.35 .1.  #93.:5.2.5.2.5 6/69 74.2..3.7.:2.95.31 .1.:.32.22.1.5.57.72. #96:195.5 /:.. .5 5. 3.3 :79.2 74.2 179/632.5362.5./3.: .95.5 ::.:.2 74.2.5 36..52793.: 15.9.3.31.5 ..:.55. #'2. /9.  1.3 7. 1.:.15..5.'9. 43/ .5 753.7.3 5./3. 1. .:.5 7.5  .5/:.69 3525...1. :.

.:    552.5 3.9.22...4...5.1.:2.51./3.511..3:.025  1.35 1..69 3525.:.5229.5::.7 9..2.523.3.5.2.2.5 1.529.5.:.57...5 1:/.:.753.    552.65::    53. 3..3..5:.1:/.:.5 /:. 7.5 ..:39753.: 7.4. .5.5 :9..9:2.1.52.:.1.15.4795  #' /:.936.: : . .2.5 10.55.1.51.936.52.92.9::93  1.2.:. 63 :7:2.5 63 &  639 ./92.5:79.055  3.3 09.5.5 7.9::    59.72.35 5694.5 :.3    #' 1.5.94.5 596545. 9:1..    552.5   59.5 #' 1/..5.9.92.95.1551.:    551.5 .9.2.43.....9..   552.5  .5..52.3:3.1.  #'13...2..2 2.43.7.:.9.5.3     #93.. 15.2.47.585051/0.51 #9::9 ::3 61  !&&   61 69 #9::9 #75 .9.:145:65.:.519651.5.95.544/.57.1.95..

92.3  .9. 4..5 7.3  :..1.:7:2.9.:.3 5 /91./.5  .: 79:..

9.5.1.51.5.5...7#' 452.:.5279:..5 ....5 #..2974. 2.2.9.9.5..

9..5 ..

72.3.52/.4/..4/.5..5:.53/265:9..2.51.75..9 .9....563061:/..5 14..:.45441.574..  .5 45522..5..4.9.

.: 79:...2 79.5 965 5.5 &  #9::9 ::3 61  !& #75 61 1.4/. 1.5 #'  .5 79:.9 ..5 952.9.5 :7:2..:. 44/92.

5 ..55. #'  .45. 44/92.9/9/.. .9.:..: 79:.5 952..5 965 5...2 :4.9155 1.9. .35  5694.5  ./.35 1.5 :7:2.4/.

1.5#9.5& #9::9::361: !&#75 611.:.5&7:2.5965  ... #9:.:#9:..5#'91.4/..9.9..92.

45.5 :79. 1.'9.69 3525.5 9.2.179.2 ...2 .2..23..#9:..345...963%.025 :3..5.69525..95.2. 9.1.2 2. .9:: 06996:65 09.5. &7:2.5.:.5965 565..2.95.025  1.5&..5 %.5:31. :.5 2.. :31.57.9::09..9.:..

545.23.5 362.2 7. 1.:./9224.

5 7. 9..: 79612:  &.5 44/9 793.1. :. 2.: 7. 15.1.5..9 . 36.9.2 450. .3.362.2. 5. 0.4/.4  #..2 5 .

.5  9:.2 .5 #' 1.3..43..9.41.5965. 75.5 2.9. .92.95.2651:3525.5 952.:.:.5 /..5  :5..9.5 1.5 229..5.2 5 /:.:.54565.35.2 .7/9/.9/658. /9/5.9.5..5.2..5 :31. 15.1. 10.. 22.5 9...5 4.963229.:.536. 1.42.. 10.5 2.5 15.5 1965 :79.5 79:.544320.:.5.:1...54551..5  ..9 79:.536.:. 9. . 9.

53:: :. /:.5 1:32.0 :.9  ./..2.50.5.53.5.03..5 7.1.95.5 7.9.2 1/9 793.2.5.5.5.303.: :.3:95 .2.9/65 :.:./.5.:3 793.5.: 2.2.14432 26:5 4...: .7 .1.5. 7..115.

5.9.  &631 :..5 7..9/...2.9:.9  #7.1/9.7.1.. 454/32..65  #7. . .5:5:.1. .1.5.479./3 . .295.5:9./.5 7.2 74.9..95.2 795.45.503...53:: :. 2.1.. 45.11551.9.45.5.9/...3.1.45... 1..2.9:.2.1.2  ::3 5...2 1/9 .5.5 24.1.5 /63 .9:26:5:.3 ::3 /63 1/9 793.:32..95. 1.145.65  ..2:.5::3..53:::. :95 .: 1.

77. ....5.9 5:3.5.974...1./3 445. 1/9 .:165 . :. 9..:  /9.5.3 :.45.1. ..3.53:: :.9.3 3691.9.42/.57. 9.51..2 450.95.1 :2.1... 5.2 . 73./:..2.5 ..7.9.93525.203691 .

.7.445.5  79.541.2.7. #.1.2.5.3  5. .5793515.7.5 142. 5.5/:.15. 77.2 445..10.1.2.3.2 451.

.3 .77.53:::.:.

9. 73525. !#&.51.. . 77..5459.9.:.  #93.5   /.57..1.3.45.1.3/ 1/9793.92.2.7 :4.:7..5.2.5.1.2.5.5 4...55.9 /..5123.2.3.2.52.!#&. .::1.2 #93.57.:. 1.53/203..5.92.777.562:1.9.1..9..:. .2.9.2 451.5 7.5 .: 4551.3/ :0.

45.5. . :.5.5::.74. .7.5.2 .4.5.9. 155  ..5 :0..  7.4552.51:.4 3.. 44/:..2..79/.5.5497.91.4.35../3.9. .5 2.5 : 3/ ....5 36.:.:.51.:..5  #' /:.639...5 5.5 29.5: 2.459.35 .5.5 ::.796::4:5..69::3..5. 29.5#' #' ..: 1.1..: 4.2 459.9..9:: 06996:65 09.5  :79. :.2.55 /.9.5 295.4.3203  3. .9..9..1.5  '.5.025  1. 7529. 753.5. /9.3..1. 15..5.6144/.5. 7.:..5 14:5.4479203.9.9.5 .5145:1.5 ...4/.72.9. .5694..22..15.3.  .13.2 4479203 .5 ::. ..7 9.95. 753.55.1.4/3 2. /51..5 5./2.5 .: #'..055  15.:.5.

.5965 51.3..5#'#9:. . ::3  ./51. #9:.9.1.5. 155 :79. /362...5 45.:7.1 73..4 29..5.:331..

..65 &. /362.74/5.5.9. .5.950 759.545.:145:65.  & &0.  53..57.65 :657.5 2.5.3...3.5 1.5 2.. 0...:  1.. 1.3.2.155 0631692 .9 7.445. /.9   1.5 .9.5  &0..7 9.2.1..5 951.52..9   1.9..1.5./57.1...57935.9.:  :95 44/.0.45..7 7.. 3/ 1.5 77.2....2 : .2. 1..5.3:90 47.9.3  1.33/1.9.45:.5 155  /3.9.:. 7.5.9.9.3.1.5:.5 . ..5 79:.5:./2.5 ./.5 :9.4. 752.5.5..3.. .36.:..1. 4:... 797.94 73.5 45/..9/65 1.3.2..55. .5 :9.5 .5 :/:.5.54552.5..429.. .45.9.5 73...5 .5 2.35. 2:.2 ./.5 .5 44/5./3.1.

9.:2. 453.5:.

5 07.594:5.5. 0964.5.3 1.5 45. /.5 435.1.5.9 : .1 29.5 1.9 75155.5:331.95..22. 2:.   .5  #.: 2.9.1 1.9.5 1.9.454791.:.94  #' . 75.5 /9.2.:.  . 753.5797..74/5.5 1.245.:.5:9...

974/.522.3...3. 4552. 1.57.5.:1.2..93.:.. 17929. .1. 1.:.92.5. 4432 29.5.1..9 /:...5 1.: 3.3 /:.3.3..5 .4#' '4795459.510.51965  /9.5.5 .54432..3575.511.5229.55:7.:2647655. .5 75.2 ..2 1/9 .45.5.7.4552.9.4/5.5793..55. .5 :31.9 5.65:: 5...47955497.463 1.1.51.5.5 .5 .5.  &95 3/ 79.5 .2:/.2..5.5 1.4795 ..7 9.2.2.5 /.: 44.9.5./92. :.

92.3:.5/.5 /9. 13..3 1..9.9:/.:.7.544792039:267.2459..:4/3: 241..9::1.5.: 65.91/9 #'5..5  1.519.59:1.2.6:.

 :33 73. .:1.3.1.52  65./92..::4/3:. /2. .5 1/9 #'  .5 4:.1.503.35.1. 3.5.4.5 1..: 1...3.56.5 .: 1 /523 3.6 3.5.. 1669:  7.

74.:.5.506345.

6..

1...9 #512.5/:.1.15..2.57.:337.. 2647655.55.3.52/63../929.

:1..55.9/..264765529.5.54/.91.5/:.

4/..5.52.5 796:19 #'  #.5 1.  & 1.5 .9. /.7&#'.9: 179....3.4/.5  #9.4 743.1.5.5%51..1. .2.

5 : 3/ 951./3.5  &0.9.7.22..6315 .72.  1.7.. 1.9.415.65 &.5 . .5./.

5..2 459.9/65 :. &  &0. 0.65  45:7:2.:2.3 7.3 1.4 45445.5 : 75.5 5694..5/.1.56315 .

3 615.5951../.5:1.952.5...9.24.5:1/.3#.479.6315..5       .5.92.44544 6315.7.1./.3.5 95 1.95694.  #595.

2:.9/65.1. 0.5:6 #59.5.  .415.15.5.1. . 5.97.5.5.2.35.64...:./.5  .1.:. 1.2.47. 753.5.2.5 : 179/632.5 :..3..7.:.1.91.52.: .5 4:.!6  967!6 1.91.3...5 ::.5 ::. 7./9/1.59  :275 26475:...:3//:.

9.5 1/92.4.57.1. .5.4/.

 1.. 0.   5.245479/..9.5  & 3/ 951. 4:275 25.5...2 .7.5.  ..:1965 .5 . 43.2.9.5:31..5 2.3 /9:.:.5.92.9/65 :.. 1. 4551.5 29.94.5 .. . 5 1.9. 3..  : #' 951.5 .5.9.1.5 #' 5.2 179/632.22.4/.. 753.  .: 1 1.5 9.5 74/.5 /929.95...

5. #5.2.5.9&1.5&:.#4/.9/65.7..1..5'..5.

..0964./.5.1.5 #.

 45. 22.2.5.  /..57.5.463 ..9:/.575519.3 5 .479 753..95.5  :5.4795  5 /95.5 097 :.51.1.5 3/ 951.509644 1. .5.2.  .9/1463/154.5.1 2.:793.57.:. ..95...52:.65 .5 0964.1.5 93.3.545...9. ../3. :7.:.2.:12.5 75.9.75519..

 79::9 ::3 1.463 .9..9.7 33 229. 7. . /.5 .1.5 7..:.1.45...  796:19 44/.5 179/632.5 : .2.:.1.5 77.

1/.5 1.3 :3.51.9. 5 19. 1.:.50.5:3 :.4  .753. .  .45.5 5...2 459.5 229.95531.95.6  454.5 .52:  .51.9.4..:.9.

'.1./3 7.4/. .9 .

2..5 /:. 44793. 1.:32.5:.5 19. :  5.2.4795...5 .7..9./... .1.3.4 /9/.2 45.4.

9.

9.5  &/..5 :2.74.357.9.:2...5 1.5:.7. ..5   . 0..1..9.1.2.9 6 : 4544 .5 179:.4  7. : 6 5.9.5 17932... 6 #93.5.9  ..2 447963 : .57.:.1..: 29.56  .2.2 44.5 63 061  :.15.5 74..4/.9.1.5.9.

5.2.'47957.35:&1.. 2.1.

9.

1.9. 6&.3 &..7 /.4795.

2.7.5..3 . /. :..: :. 21.13.5... 753.7 9..5:.5 ...3.3.45 142.3..47 29.5.9.3951.1.9.5.7.93.5.2 44.9.45.53:: :.1/9#' 15.2. :.:.2.2451./3.. &&  #.5 .1....5. 4..5 .1.. 264/5.575..9.4795..:.753.5:31.3/9/1.:1..4 735.5 1..5 45.95...9.52.1.7.52.5 ... .2.2.7.9.5 //9.5 027  1. 4.9.5.3  !.5 :.9.2.51965:79../.32.4.5..:.5  2.:  :79.:. 75.: . 272.  15.5 .5.5 17932. 5 1.5 .5.1..:3/ .1./.

 9.

 .. 6 .. /..

9.9....92.4.5 .5.9.575155. ..:.7 ..5 79 .5 /.51.74.1.9: 179.9.5 7.. : 1 .3.. 2.1.47. 9:2669.5:4.51.2 4551..:3.9...5.. 6 79 50 2.3..#4...7.3..1. 74.5./.51.575155.5#5155.4   &3..74.4/...: 6 1/.72696:7../92.4.1.#'4475.95.:12.5./:.5 5.5.  #4. .. 74.54475.:.45.:.5 :0..51:.3.57.#' .4  .5 & 44/.23.5 2.3  . .5/..:.97:.1.:3..4.9.39  :275142.15 : .5.95..51..69:1.:679/.5 027 793.5 9..5.9679.3.: :.52. 75155.2 3/ 1.5.45/.5.51.:.5:/.9: 451..:.5..61.5.:..44.1./2.1.5.. 6  .4.:.

 ..:6   #5155..79/.951.9 1.7 ./.4/5.74.  &3.1.47.. 7. 6 79 50 2.95.69:  #.5 2.79.3. 51.. 77.0 .#4/.5.1.37.:5.1.:.1..5 7.2..9.3 5 179/632.5  ..5 77.7....92...7 .4/5.:.41.95.15.5.5 94.:.2 1/9 .  2.5.5#7.3.5/5.:3.75.: 95.: 5.5 79.5 1/9 #' :.:..1:.45.7575155. .5 32:/3.9639..1.1. :4.24565.: 7..5.5 1 .1.4  !&&  .#53.55..1/.1 4.4551.1.3.#'62.9:.4./3.51.9 6 79.5 /1.2 45. 1:2335 :.9.  ...9. :.1.5.:7663.2 44/..3.2.4/.4 ..5.7974..: 6 1/.54..2 3/ 1.15.

3 1:2335 753.2.35 951.53//.5 74/5262.4.5.  5.5.5 ::.7.4.5 1/92.3/:.5.5.5 2:7.5 .5.: .5...5 .577.9753.:3.3753.3 .:  7...  2.: .94. 7.2:44 :3..350.2  .79 74. 17932.3/.30.9.5 ::.5..5.29. 5. . .5./.5.9   &45447.2#'362.5 45.2 . 74/.5 13.45..5 77..1.::79..:275 #' 362..5 74.5: .5 77.4.95.22.1.3.#'362..1/. .5.2.9 :3.5 7. 1.1../9/. .9/65:../92.5 3525. 951..5  #' .3.2..2 79.7 :39 9.:. 1.2447963759.7.447963.79 74.9635. 77.:32..1.5 ::.9.15.5  14. :95 13.5..4 1.4/.5.5 1.2 .975.5 793515.2.9.:.1.517963926451...24565.

511.377. #..1.5.29. %.'/.1.52.2:4./92..577. <(  %.3...  * > 4.5:/. 45445.51. ./.7.9.

4/..9.1515  .9.5.

.1.5. 43. 76:: .5 7..5 1.24565.9#. /.1.3   5.5 .:.52.1.:.5..22..753.5.1.9.5/.1.5 5.5. 74.2.3  .5. '9460673 .4   #.:.4  1.: 5441.#7.94606737.963:#'7.1.4   '9460673 .5.9460673 13..#6::6965...#4.5'/.9.. 3.29.577.5 43.9.550. 76:: .1.22.5 .9.3R50.:.1.3/ 1:.22.15. 15..9: 13.1.2 #' 62.5 0..37.5. 74.5  .5 7.

5 74..2 /63 15:3..:  .5.:.9 .9 .1.4/..3.5 .5 1.5.: 1. .

5 .4/. 1.9.

22.2 4465.5 . 3...5.5.9 265. 3/ 1.5  7.9460673  '9460673 ..:77.9460673 5....2362.35 :12..5 :. 5.9  50  1.55:3..9:13..9460673 7. 29. .:73.963 .5.69 :  5.9460673 1 .277. 5.9460673 .:   .9: 15.2 77.:.74.  50 . . 1.3.2.:1.2.2.0.5 5.5  19.

5.50.: 1.99::.2 /63 15:3.1.3.:.5 1.. .

50..550964 9::.2...9   5.

:.5 74..42  #.5 7.5 1..5...:.5..97:. . 3.5.5 7..115.5 :5.2.: . 29.

5 7942. 15.3.5 :5..50.5 9::.5 ..2 /.9: 133.:. 4432 265. 453.: 15..5  3.: 77.5 3. 15.5  3.

..9.2 26475:. 50 .: 15..42 1.5 :9.7 9::.3   5:3..9: 45. 29.5 .50.5 /..9 5.: 4./.3 ..

:5.. /912...9 4.5 77.5  4544  50 1.9 1..

. 3.: :.  #.7: :.: 1..9  . 445.... 3... 17.2.1.2 5:3. 50 .1. 77.5 .. 4475.75 1.4.:5 759..  . 50 1.7: :.7 5:3. 36:::3/ 951.. 50 7. 3..7: 1.7.

.5 1.5 1. .9/2.77.52.5. /. 1.5 .45.5.3. /:. 14.  7.

:5.9.35:3.: .:23/..94./..5501.94.91.

51..1.4.577.7 :4795..477.:5:: .15.3.51.5  3.1.5.4/.:3.5.5 .9.91.574.53/1..5 5:3.  #.5 3.5..5 3.51. 753. 15.950  .1.:.9:15.5 77.5/. 15.3.4/93.9: 1. /.9.: 7.2.

5.:1.5#7. .9.55:3. #.4/.:.#53.:7.#4..1.

 459.1.5:12.450.5:6:.: 74.:.5 5..2.0..5.753.: #' .3/..:.: .2.7.4.  ..5.5#9:.51.22.59.65.5 .51.:'9460673#551.2  #529.2 455.5 229.5 3/ 3/.56 :3.2 29.31.15.5.9 1.4 &..6969. 62.529.5.9.5 ..177515.7 /.5.1.. 15. 15.915::  445. :3..5 2.5 3//.:.544/..5.2.:.1.9 .47.9.5#7.4.5 ::..5 2.5#':4.55:3.5#4.7.5. 1..5 #529..5.

:.5 /91.51.3! .5 8745..9.:.5 7.2. 3. 129.9.5..23 753. 1/.9/65. 1.5 :..4 3.9/65:..9 :/5.5...5769.5.5 5 1..5 7529.  .9...5 5  !&&   45:.43..9.5 36. .'3/95339  '3/95339 :.:..5.4 75679.:. 769: .3.3.92.95.7.915:: .  #9:.92.5.5 15. 1..2.:.2.1.1.29.:.5 4.: 1.9:79.55. 41..57.5 965.5 1./92.5 /.95.  .5  .7529.9 79:.: 229.  529 229.5 229.:.:.1..95.5 :./3 9533 .:.  . 2.536... .5 /.: 74.3.5 1 3...72.. :19.53./.: /2.:79.: 34.55.

3! .463:.  964.

463:.3! .  .

97.'.1.:.9.  29.553/951..964:.4/../3  !&&  3.:12.1.3! .

:69:90  :.:.5 229.2 455..5. 5.9/.5:31.35 5.9 :/5.5.:.59.. 229.22...:.95.74.45229.1.53/951.7.2.4 /. :. .1..1.92.:.5 13.2.5 176:.:.:.5 3. .475 .5 7.245.5.:.7.2.9.4/.

52.5229.5.36.:..9.: 7529..43.1.

579313.:3.:.57..5 4096..5 5 1:/.5.2.:.1.2. 796:19 2.1.:73.32.4.915::  45.: . 15..5 229.22.  #5.5 9.

 4432 .5 5.3.:.  #5..5 15.:.:. . 455.:.5 9533 .5639533.51.5 :79..9  029 .2..2.  .2 74.5 3/ .:3 7529.5 5 13.9.. 15.5 :2.:69:90  029 .5 .22.:32.29.2.:.5 229. /9/1.

5 1.9.5753.36.43.. 7.1792:.51.47.:.57.1..362.7.1.5229.:.535.:1.1..:.

52.2. 7942.. 362.2 ..  ! 15.5  #'&..53.5 4:.1. 4. 1 /.:  #9:.3.1.: .....41.2441/.1#3.513. ..9.4 #5.915:: .00964.36.3.3..31.5 3.57.7.5.9.53::&.9..:2.5.7942.5 1.9.9/.2.43.5.5455.1.732.5 .:1... .51. 15..1.9.52369.5 7.5 .44 029 ..5//.9. .22. .: 7735  45:7:2.9.35..53.5:69 :90.:.51.2.

55.... .2459.79.2...:.5.31:.....55.9.5 1.5023 :9 1/9.:..1.7.5::.45.15.29.479.9:7947.9.9:027.51. .5 .5.1.155 06316945 &7....1..5.. ...9753..45.9..95.54479203.5.2..24552.5.9..9.2.5.52..29.

../3  .65  /:.93.9.2.4.3.. .2459.459..5 :5:.72...5 2.. ..3  .65 :3..9.53:: :.5 .3951.  1.5 45.5 .5..45.6.3 :..5.. ..4 7961 :52. .5 .1 &5:.51.5 7551.1.1....5.65/:.9.  & 44/.. :...5 1926451..9/.9/.70..9..9. .9/65951.. 1.5 ::.. 742.2 :.7..5..5..53:: :.3.. .5 5.:2.5 44...1.5 .5 :5:.

7.1.5 5 : 453..1551.775.3.5 5.5.43.1.52.5.:.3. 9.96 1.5 .6 5.2 :4. .:2..9..2 .2.:.95.:.5 .5:4.1 6.7/:.

 44...2.5 74/..5 9.1.5.9.5 4../3.5 .2 .5 453.5..5 5694.45 142.1.9::06996:6509.9.2 4551.3 7.2.5:4.22.5.5 /.. :.5 4..5.5 ::.5.:497. 1.3.5 2. :0..91. 203 1.9 75. 7...5.:..2651:9..23.92.5 : 5 ..10.2 .6  !.5 .1.9.:.:.52.2.025 7.7.  5.5:12.3. : ..

.5. 1.2.0 1..9 /.53:: :.52.55.2.115  '.5.5635: 1.0254.9/65 :.173..5  2. . 15. //9.3.5/.94.9.2 44..7.3/..:..7 3.5.5  :.3 . .5 45952.1154432 .4/. 5.9.5 0.9 753.9. ...3.9 7.1.1..5 1.3 /.025  .5.53:: :..5 ..115 4506/.3/.95.45.03.5:.51:.3 .31.9:1.:.:./319.9.2 1.567.5 /:.57.9:.9/65 :.7 2.3  . 79/1.2 459..9/.45.1 73../.  &63: .3 03. 17.5 1 1.. 26:5 2:7..5.1. 3/ /.9:.53:: :../..1. 3/ .1. 45155 2 : 3525.9/65 951. .7.3/.1./3.9/.244..9:.9 7.:. . :...25. .5: ./3.115 3.9.5 455.1.303. .::3  .3.:3 .:2.025 73.5.2..1.15.5 7..9.9: 179.5 :.. .6.53:::.3  7..5#'03.5./32.5 .1.5 1.72..503. 5.3 0.53:: :.1 73.1::3.2...5..7  #9:.5#'5. 0.4.47..1 :..1315.1.1.5 ::...025 .. ..9.5. 9.9 7.95..5/2.5.1.3 03.:2..4 443 :.5.2.279::9::3. 03.5 5  75.:.5.45.115 4506/..03.1 8745.2/9..9.5  03...

:2.5 .9 :79.513.... .1.  03.115 /9.5.5  .5  #'5..2651:.3.:35.5!65996: .5 . .479 :/:.9.92 ::.2#.29 15.

2/.9::06996:65 09.2 459. .9. 1/9 . :951.5.5 .27595..2...#..06316945 :7..5. .65  #. /5...5 ..1735...1.3.5.9...9.5 /9.5..1.:..3 1.5:5.5 565996: /:.5 :.9. 75.1.. :95 1:/.5.5::..45.1. : 951..5.9.9 753.9:: 8..2.91.45.:..5.5..5 ::.1.2/. &7.4...7.9.1.  5.4479/:..5 .72.025  .:. .

5.9.  . . :79.2..17..1. .5:2..1.5.9: 455.96 #.:2.35  #.:2.1.5 7. .5.45. 7.4/.5.5 4512.:.345417..5.1../5.9 2.5 : .

:15.5 5231/97.6 #.1.5:.5.

5. 3.6     3..95.9.#' .5 2.1.

.2.5 5.5 :..2 .1.5 4552.2..2.2 459.5 ..5 15. 5.5 .5..

 79.5 .3  . ..35 :95 15.9.45. :.5 7.5 45479/.5..:.1 3.5 .5 45... : ..61 .2. 753. 2655:65.:.2.

3 :.5  7423..3.65.9.:.9:: 93  .5/9.5 755  1.

.5 5... 5 4432 /9/.. 9.5.2 2.5.5 .61 44/...:.2 44/.2. ./3.22.2..69 3525. 53.9.3.5 :79..2.5.2 ./3.:5.5 295.5.5 9.5.7.1. 1.3..7 9. .5. 0.5 .2 .3. 5 ...5 459.5 .  ..95.1..9.5 .5 .  4.1. 497.9.5 7.5 2.5 :31.:. 4.2 /63 13.95.5  .

7.52.2.9 /.: 753.92..2.545952.2..9./.5 45479 1..47 29.7. .55.9.65::3.9.:. .69: . .5.5 . .2 .4/...2.9..1/.5 459.:5 0..9:/.5. 4551.5 #55.. 5.:.5 /9.. 1.4 :7..29.5 4.3 1...5.2.5::.:.  1.4.:  #55 /:..1.9: 17.0.547..  .:.5 /.. 459.5 1:.1..

..3.5 ::.2/.9.5 #  5.5 459..91 5:70. 1.5 :0.: 63 !.0..9/65.2 .5 .72..3 6.9.9/651.5 ..:.. 15.  .1..5/.2.7 1/.0.65.5 : 3/ ..  #9.5 /3.5.65 61 1.7. ..

:.: 7.5 .5 ::.2 44/92.1.5.:.52.5.5.5  1.9/65 :.463:.  :.4795 1.5 1.5.2.91 5:70.:.5.. 1.9.5 1 1.&/'5 #9.5 63 061 45.65.025  #9.5.65:: 951..2 4479/.9.244:..5 :.5.5 1.5 #  :/.1.9/65.5 7.1.5 0..61 5 ..5 .5. .5.5.5 /. 459..5 : 3/ .1. 15.5.2.:  :79.65:: 3/ .65.5 .  :27545479/.5 459.5 74/. 3.1. 1.1.  5. 7.9:: 93.1.5 5.5 ..5 . .5 ::. .5 ..3 :.5.5  '252 5 1.2 63 !.75 25.3.5 229.5 3..5 7.2.5 179/632. /9. .9.9.47.65 61 1.2.5 44/.5 4432 ..5.3 1.9 753.5 .2 450.9 74/..5  4. 79::9 ::3 1.2 0.3 6.. 459. #' 0. 15.5 77..2 .9:: 06996:65 09.5 .2 179/632..5 /9.:.2.

/.1.:.3 .463 :. 2.9 15.3  .4.4 1.. 753.5 1.5 36.9.2 47.:. 454450 7.5 .9..:5.3 73.

9:/.9:.5 :3.52.5  & 5.9..97..44 1/.454461.:5:::.2 .4/5.4.5 7931/979.:.4. 753.2. 179.5: ....:: 4.: 6  .

5.2..1. .5 7. 2651: :79.:.:2.5 .5 13.

7 9..1.2 4552.9.5 .35.5:.7. .79::9  '47939.279.2..5 1.. :3. . 75.51.: .5 5.5.91 5:70.9: 1. 1.7.2.5.1.94.3 6..5 ......2. .65  .5..5.5 15.5 14.2.5.1.5 #  :/.. 7..65 61 1.2 .5 1.:2.65.2 /.:  5479/..263!..4.759.:.1 3.252 .. 311 0651. #'  .::951.:.1.1/979.3.1.2 4479/. 5.753.

9/65  0./. 0..9/65.

5 4.463 1.5.5.

3 .1. ::3  #5:.. ..7423.5.5 #423.3  .5.  .5 5. 9.5 753.1.:..9..2 .53:: 1.7 203 7.7.2.5/.3:2.4..5 ..  #55 /94.: 1.9.: . . 753.13.:2.7.1.:/912. 1.5 5.5:31.5 :.29..:.9.5:1.1.5 3/ /.:.5:753.22.9..5.72.74/.2.9.7.5.9./3. :..3..1. 450.4 3..93...515.5 451.2 4296:.:.54..7:.9.91.2.339 7...53.5.3.9...43. :43.536.75.1.7:.5: .0: ::31515. 1.9651.  #55 #55.5 .5 /: .1.5  .:.7: 7...7:.5 75155..5 ..2 435.7:.53..5 /: .5.7:.517.7.5 .5. 44793.29. .57.1..2.7.  4:275 ..5 5.45694.5 1.567.5..:.2.: 17932.9.5/..:. /.22.5 .45.2/:.5.:73.5 13..00775529.:.5 75. 9.1 :3.2 7..5453.5.2..5.3.7:.463  '252 5 45951.4.. /..51:.5/92.1.1.61 5 /91. /:.: 0631 6925 7942.3  1.9.../.1.9/651.5  #55 15.:1965.21.7.515.5454/32.0.7 3.5.9 1.  5..7 74/2..5 45.753..5 951.:.5 /.91.5 .515.5 ..93..51.2 4479/..1. 7./...2459.50..5..45.22..5 5.915.536. 15.1.32. #557.92.. .2 3.5455..9 1 /.1.5 7.9:1/....53.:3 753.5/.52.5..5/:..9..5. 7.5.9. .3.2.4.5 1..47.69:.:3 753.2 .5 1. .43..5./.5 5023 . 1694.5 /..5155 1.5.5 36.5. 42. 7.7:.5.5..3....3  #54.5 .:.5563..5:9:.9.7.5 ::.445.. 7.:47. . 1.52.7: 3. /.5.5 3/ .5 3... .7:.: .:.2 453.5 29../3.93.. :..5:/345.15.2525  .::  :5..7753.5729.5 45.: 79.5.:.92.

5 1694.:36.2.43.5.22.243.55.1322.56:15.:.:73.: 2.5.9.

5.322.51.5:97.

3.:.95.14.: .7 36.4.7:  ...2.5 .2/631723.5 .9.7:.29.1.543324/.53.5.5 .7942. 2.1.245. .3633.: .9.. .95.5/92.: 79.:97..7:..2 /63 1723 2.1.1..5.7.2 ...1.4 3.35.5 3.2. 9:26 9.7:.57.  .1.7942.

2:79..5:.723 2.2.5.529.47...95.9  &.97..43.5/921.9.22.:.5/.. .:.3.2 455.::. 0. 1723.5 :1.7:.1155:.2. 5.:3 753.7.479..36.9 /6313..:45.93.5 .155 #423..

9..51....5 0. 750. 15.  ./.723 15.7.44/91.5 .

3.9224/.3. 3.9: 13.5.22.:  &. :.9.4.2:7.5 3.5 129 15.393.7:.4/5..9.5 :43.: 1176:.53.5 1723.5 :..47. 241.5 241. .5.1 119  &.5 3.51/9.7 3.2750 4.5765.: 755.::.92 435.3 2 29.:1.2.7:.

723  .

. .:.5 25.7 .9 :.5 :. /929. .5 7423.. .5 1.25.3 753. 203 1.1.2 750.9: /929.9./3.9..9./. 50  75.9  50  7.9 75:.5 3/ 1.5 :1.47.

4..2 750.92  7.. 7423.9. 1. 45./3. .7.5 :/345.

4.9. 19. 3..4.2 4565.5 :.9: 15.5 753.:.5 4423..755.5.5 5. ..5 5.2 2:4/. 15.963755.5  .92  4.2.2.

47.2. 9. 423 :.

:5..:3.5 ..7..2 753.1..5  #4/.451.:3 7423.5'.5 750.450.:. 0../93/../9.5 44/92.9.  .69: 7.9//9 465..15.5:/.2.: /99.2.5455.3.9 #4/.7.46.1. 751:.65.5.5.5 ..3 5 .7423.9:: 93.5 .  /9.: 1.69/9.5.5 24/.5 45.9/:.: 796:: 5 . 459.5 .2.9.. 5.2 7.2 454/...1.5 //.9: 1:63. 29. 5.5. :. .5 1:.9 .:.732.3 :...3.2  51.5:0.29. 753.3: 241.5 75519.5 .69925:951.9.5.5.5 925: 9:65.5 .5..5.1 .3 .5:/51.5 /95.

.2.61 5 15.'9..9.9.5 55.:2. : 5 /.5:544. 36.2 :4.  & 5 :2.9:/.1.5 /.45.5 759..3.53..5:694./.5..9.515.5.31.5 75155.5.175.2:44 1.17..9 /.:1.:..479502./.1.5  #.:..  .4/.: : 29.5 .5 :.35..3.5  . . .4.5..:  12..9/65 1.. 3.53:::.1./. .1.47.9.5:79.5.35 :0.:2..94. :..14:5. 0.:.5.: 5.5 0.3.2.3:.2 447963 735...1.753.2 45.1.3:..23.2 2. /.336:.9 6 7.5 5.::929:.5 #.0:.2116245.5565996:.9. 4.9 6 1 ..1..7 /9.1.5:.1.5.5264732:3.5/:.5 3/265.1.969:.1.55.5.45.: 14.9.:2/:7.4  .35 55.5 5:9 7..5 3.5 1..5 4.9/65    .3     .1..4. :.: .5 15.2.: 5.1..55..5 ::. 7..5..3.5.5 5..5.9..9. 2 33 7. 15.5.:2.5..3...47.35 951.2..

35.55. : 5 /.522.5 2. 44/.55./..1...5.5.9.5 .5 7.5 565 996: 3.575.:.4 3. :.47.22. 2.:/..1.4/.9.0 :.5 5023 1. :.. :79.5 //9.45 142.9. 7.7.53:: :.95..5.7.  7.3  7.5  &5..53:: :./3.1.35 3. 7.5 .9.93.51.2.7.2 4547..:.9.179.5.47.5/.5 : .9/.5  #. .55..3.5 097:.5 //9.9.3545/.  :.95.5 15..52.2..5 5.:.5..5 759.5  !.2./2.5 1.. : .5.5.5 : :.1.5 /:..  45. 2 1.:2..3.5 155  .1./.: 21.3 1.3.955.  13.1.5 5023 17.24552.23.

9..025 44/92.3454 :2.5.1.1.51. 15.554475.1..9 6  #.4/.55...35/.1..9:: 06996::65 09..5 3.9/.2.35 5.5 : .72.9..9.53...5 .92. 5.5 027 07.2 4551..5 .5 7551.7..91..7.1.. 75155.7:..  & .2 7.5 .1.57.

.6  :.5.:.3..9..5.0.53:::.

9.57.6 1.550231.1.

.6 3..4/.9.

  .

35.5753..0.41..35 5.5453./2.!694.4 3..92. :.5 :.0:./.5.2. 753.35 .5 45.5 2.9.5 951.52.::.51.:.: 1..3.5:.45.22.9.1.9.5 7.5.5 2.5 /.5.9 /.4.9.43.3:79.5 1.9 ..3 :95 1 5694.92..1.3:2.9  30.5.2.:.50519545.:.:. 2.5 13.: 15.96:3. .95. :.536..5 ..:. 7..2.5.2 45.95.22.5:4.35 !694.   #96:: 5 .92.299.36. 99.  !694.5.9/651.1..0 :..5 36.

97.1. .93.90.5.3 1.1..5:.:2.35:.951.92.9.1.15.35 ..: 6 1.5.5:.2..9/65:..:.9.:  241..5 3.35/.9  36.55.:32.9.1.5 2.5 .5 155 1 1.5:.9 1 1.2.: 1.5. /.  7.1.5.92.0.97.2.5694.4 3.. 75155.  !694.:.5:.9/2.:..5 .: : 29.4.9:796117.92.0.35 .  &45.5 1/.4/. .1.9..545..5. 17.47..55.7 7. :./.0964. 7.

9 7.5 7.753.511.1. 1.9/.5 .5 7.1..1.3: . ...5459.. :.721..5.45.5 15694.9.5..5 3/ 07. 129..5 229. /. 5694.35 45.5453.5.5 3/ 2.35  .93.52.06316921.2.5..:32.. 463  #5155.  ..5 45. 7.55..9.35 /.:.35 1.2.. .5 1.5. /.1 3/ .:.5.92.:. .35 .2.5 5694.5::..  55...5.

9.1..92. 125....9 45.1..5  :5..  1..45.5 ::3 .72.22.5 1..5 7.75.9./.5 .5 .2.5.47.95.:.95 7.1.5. 753.9.:. 39: .9  77.6951.12.7 :. : . 796:195/.5 . :79.1 :3.9 .. 1. .5....92. 73.35.5 36.9.5/9.

69: 2.5 5694. 497.5 3..3..3.2.4. 753.5 /9/1.7.5/92. .:1.5 /.1.515.51.22.5.5 #'  4432 .. 29.4./3...5 3/ /:.5 /912.5  '4795 :.3 . 3.4.3:.5 2. 929:..  '.5  6.5.92.9 . 75155.9/9:.35 . 1...51.7:  7. 12.52.:.5 7..: 1.35  3./.13.5 2.1. 5.5 .1...3: .54:..5 2.5.5..9.52.2:3..:..5  '4795 4:275 :. 75.55.3:.3  :.72.5 7.5 :3.5 5 .1.5 .  5.22.2.2.1.1.1.5 :1.5 :. /. 15.: 1.5.24552..5 23.575155... 5.5 3.9 .43.5 .3.9.96:3..523.5.536.3.9 :.1.  #552.4.:.9  3.1 2.2 4552.:32. /51.7.:1.3.1 2..5 10. :95 1.:.97.4795..4795 .  .5 .. /. ../.2.3.1.2.3.5.3.5 ..95.2.:.7.1.529.2.: 30.2 450..5.5 1.  /.5 :. : 951.5 .1. .5.1.47951.5 .. 79/1.9.475 5694. .355.9.5 15.3.9.736...4.35 7.479 :.2 4552.35 1.4 :95 1.2. 1:..2.7. 43.5.95.35.:..5 .5.65::  1.. . 5694.92. 129.5 5694...1.3.5 .9.2 4552.5 2.1.41.5.5 7.

5  . :.479 :/34 753..95. 7.2 1 .5 .3. 1.52 /922..:.9 /.5..92..3.4 2.:. 1..1.751/9#':.35 1.1.5 /9.3 1.5 951...9   7:  1:73.9 31 :..5 :1..753. . :2..5 /.1.5 455. 1 5694.:.

5. 759.:.5 15.. .5 1.9.1. 850 .5 0.1. .5 5.9.3.$505 $505.9.0 :.2 99. ..3.3 2.55.45.72.3  :.

 7.1.5 7.1.5 15.2.2.5 565.1.

9.0 09644 5023 :....5..5 1.1..3 /.:..57.5.52.53:::.9155 :79..009644.99..

9:.9 .2.3.4 ..15.4. 1. /9207..5.5 11552.515.5:..1. 2 1.9..5  .5  #. 29.8505 /.: 241.9 .9.. 5:9..5 /51.353.  /.55235.5 7935. .5:694.: /51.9.5 0..9/65 027 /:9.:5. 45.7.5 .9..17.4729.507..5 0.5 2.3.850513.:2..5. 15...5 15.:2.1.1.:.. 454/92. 45. 15.5 0.5 07.5 #5155.245512.4.29.9:/..9.515..507..75155.55.2  .5:3525..22...: :.5 .47.1. 450372.4 75155.

 5694..2/.35 2/..2.1 :. 4.: .5 :3. 5.1.1.2 45.5 4432 . 75155.29.5:9 7...9.5..5 3/ 3.5:.2 .5 .5.2.2 /9/.: 1..5 1...5:.4.5/.9 35.  .2.92.:32.2  .55.. 63 796:: .9/5. /5.4/.15.35 ..

23.95.1 735.5:3:.5:9..4795 .5 22.5 5..2.  & ..5. 360217 ..479 :.3 1.5  ./929. 1/9 8505 5.2.5 .5.53.5 ::.5 4552. 1.5.4479203. : .9: 3/ 951..2.2 #' .9 7.... . 8505 .52..92505.536.5 15.2..1..41.9 :5.2 459..5 '4795.9./.5 1.:.3..479 :3.

479 .95.95.:2.315..:.9 7:1.51..9&.5 2651::1.18501.6336 & 15.92./..531:.

.51:7:2.:. 1 /.2 435...3. :5. 6 :7.22..5 .5 /. .1/9#'  & #' /.5 ./. 3/ 203 1.../:..1.9 22.5/:.1.5.5:.32.:2...5.:.13.

:0../.5:./9...45.9.&793743..9...

..9. /.2. 15.5 7.5.9.5. 454/32.515.9  1.:./.   /6965  .47.9 1 1.9.5 :.:2...5 2.  2..:. /9.7.5 : .9.&45..5 1.5 75.1..143/1.5.5. 1. 17.5 /:.926476:::7:25.

4.95.2 . 753. 09.025  "3 2./2.59.5 9.6 :3.:..:.  445. 15... 1926451.5 1:/.. . #'  #5.:2.5 /.5 /..5 5 45/.

... .5 . 129..5 565 996: /:.7907.21/9#'  /9.1....9155 #5.9.9155. /.5 . 7..5.5 996: 1.45. 15.7.5. .:2.1..5.5 1:/.5  7.65.5 15.1.

7.5 0.4729.47.5 #. 15..3454 #.34544.1.:129.9 :.1.:2.1.5.3.9 : 2.1.3 5 .:#' :.5 .:.5.55 7.:. 753.22.51..55.5..5 13.35 454/32.515.3454:79.5 7.9.9.9 6  .5 :2.4..3.5759.1.9.

529....46531..9.::79..52.51.7..5 /.

#1.5 .

4 2651: 17929.:..1..2 :3.  95.3.4.5 /93.1.2  7. 753. 9. 1..5 .9.7 9.5.5:5 /3.:  5.2 450.

5 5 .753.5.5  241.5129.2 435.351.5 :.55..3.55.22.93/ 13 1/969.:.5     #%"&%'%' !' .515.53.5 .1.7.9.5.:2.35.

3:..7974.5 264732: 1.51. .79#4. . 44.:  #' 7.:/.5:.5.3.575.963:3//.79 74.6526:.45 142.0 ..5/:.'9.14.2 129. /93.:  45.5 ..9 /51.3.362.31.5 /.9.9.2  . .:2.     .5 /51.9.1..45..5..51.479:.5.5.5..2 1 /523..5 7551.362.5 .:1.3 %.4 1.22..5/..17.35.5 /..5 /..9753.1.97.2 6.21.41.::..1.29..45.521.9: 13.24551. 2 1.92.. 5...: 95.33/:52.5/51.5 1.5.29.22.5. 29.9...3.577. 73.5:5 15. 1/9 .5.3.52031.7974.9.35 /.4 1.5  !.:3/ 49.79 74.4:.7974.5 1..:79.  #6::51..9..45..1.2.2.5 : :1.: 45.5.5 15.:22.:2.5.5..7513.5.313.: 15..29.7.3.:.0  /.4 1.3. .:.5.:5..9 /:.9.1.445.3.2.5 .2 44.41.: 1 /523 :67 95.3..5 15..5265.45. 51.:32..753.:22.4..2.5 17.92 #. 13.5...3.5..64.7.4.2..7..1.9.1..:.9..5  :67 95.5 0.47.45..5 7529.#' /:.2  ..1.5 /.45.1.0  ..

5.5 75. .. 29.69 1.2. 79:9....5 /.1.2 5..5 2:9. 1.9 1515  7.5.59.695& & /51.9769.1551.1515/3.4 1.22.:.: 11:.575:.5455.5 1265.7. :5.9: 13. ..1.5.2.5 3.:  :5.7974.59.4..5.4.5 : 1.9.51..4. 754/.51./959 563:  79:9. 1. .3. /9/.2 :3.5 7. 74. 1.51.7.79 74.1. .9 3.: /..9.5.5.5  . 1.2...5 1 /9 .2 . /51.5 5.5 /959 1.:  .. .5. .5 :1.5 1.5.1. /959.252..5.2.963  :9.1.5 7.79 74.2.. .5.1.9: 1/.5 15.29.. 3.5 7.. :1.5..:443275. 29. .3.4 50 1.  #93.25.9.9: 1465.. ./51.: . 29. 74.7 /.051953/ 155  &: :/3.: 3/ 7.2 /51.79 74.2  :5.5.:.1.9. .5:9.32.5.5 1.53.45./3.7  .7.2 74.5  65...

44 965.2 4465.44  :79. 29. 1 /.3..69:  9/..5  '9460673 7.9460673 4432 79/1. 5: .5  '9460673&4.5 : 4.  #.5 : 4.9460673027.:.. /51.44. /95: 5.2.1.

65:.6 9643..5.

6 .65:.5..

9643.

3436 #3.54..

 '9460673 51.25.1.9: 1. /51.22..3 .5 362.5 450.1. 13. 29.%6146 '9460673 .2 451.0631 :76...:.2: 1. 69.5 7. 5..4732. 362.5 7.

5  .5.43.4.:.95..9.5 455. .9.2 :4795..0  .79 74.9460673.5  :.9:1.94606737.5.5/9..1..1.: . 450.5.3.95.96395.9460673 /51.5 17932.975.7 7.2265.7974.5 .519..1.. 79..51.5.:5...24465. ..0  '1.2 4465.5  55../9.1.:7.5 .2.3/1551.2:.5.2 4565.5 455.20.4. .4/.5 .1.  '9460673 5 /94.963 95..: 5.9460673 .7 ..5 :9: :95 .9..5.3 2.5 7.0 :0. 7.: .01.9:2649:.5:1.5..51.1.5.69:  69.1..5. /9.5.:.2. ..5..5 :1.352. 29.69 7.5  1:.5 .45.: 1. 45.5 1..5.5 5.4..3.:2.544.47.5 1/9.9.7164..5.9. 1.1.5..43..5.2 450. 5.5.5.5.1.9..5.69: '9460673 95..362. 4529:1.7 5...0..5 51.9.1.9.7.4/. .:.51/.5.7. /:.2.3/7.1..4/.579.:.2.: 95.3.35.: 29.5 1. 7.. 753.9.1  .5 17.1.:.97.... 29.4795 .1.7.3..2 /:.

.3 07.5#5155.9460673 .5 .. 13.24465.  .29.5:5 15. :... 15.515.57.23//../912.2 447963 .1  '9460673 15.:3 . .5 2 /51.4...5796/7./51.0 :95.11.5 /51..5 75155.:. /.5.5 1. 7.5.5.:55:729.#4..:.69:  . 74.4 95.5. .5/51. 15..5 0.05.93. 3.4732. 155 45/..5 755  7..: .5  '93.3 07. 29. 75.9460673 7.:2.9.3.29.51.5.1...517.5.5  5.97.5 /.29.946067395.:..5 ..9: 1.5.5.5 :76.. 29./2.1.21.1.52.2.

5 2.1.:95.45.0.5 . /51.... 79/1..5 /.5. :.5 : 7. 79/.7.5  !.5 ./3..3  #4..2.72..:2.53. /. 74.5 .:25...5 1.5 95.5.5 .: .5 1/9 .5 .2  . . . 3/ 07.5 ..5 44..5..: . 6.7.5 17.2.544/.3.4.5.5.5 ::.1.9: 1/.4  .5 ..9..:./3. : .5 45.  . 155  1/.:2.5 3.9:1.0.12915.9  6 79 .:.1..5 75155.7.64.5.9.92.9.4 5 45/.2 45./3.2. .5 .5.5155:.5:7. 3.:.5::3.. 29.2.: ./../.5. 6.: :2.2 1../..14. 793 7551.5 36./513.51.2. 7.5 : .1..5  .5 .5 .74.5915..4 ./2.. :.7: 45.1/2..5 :1.3.95  59.:32.2..5 25. 29..1/. 4475.45 142.07.54512.3  .9: 3/ 2.47.5 45..1..5 .5:5 7.5 /.  .7.5.1 3/ 07.:.2.52..5.5.2..9./. 74.9. /51.5. /5.  4.15.51.946067395..92.9. 6 :0.5 /5.9 .:.5264732: :79./3..5.2. .25..5/51.2.2 5.5152.5.1.0.5  7.2 :9.5 15.5 .29.57.1 9.

.334/..5  14. : .4. 7.:23:75155.5 265:3.4/..9.5 : .. 55 447907.9 95.9  6 :3. 6  '1. :79.5. 75.5 :. 75155.: :2.5 : :3. .2 1:.92. 1.9 : .4..95 45.5.52.:2. 75155.5 5.2 453.4.:9.5  :.0 :5..1.3.9.55.1  6  7.52.9: 1/.515.5 5....5.2 :2. 29. 74..5 1.:.4.9../3. 79.45.5 /51.

9 6  5. .:2.  15.5.3.1..5 :. 36.9.2 7492:.3 43. /.4 49.0 :.3 .5 : :2..2. 95.. 91 . 44/..7..

.5 3...5 ./. /5.7 .2.

/5.4  14.5512.  5.2 .5.2.35497...1..:.:.2..5.1.249.5.

5.2.564732: 5.2.

.. 450.9 :923.1.5.:..4/.5.: 5.5 :79./.5.53:::.:. 75155.6  7.1.5/912.5..2 447963 2:9.7:.2.5/902692  '9460673 .92.31.0 2652: .2 .5: 7.5..9.1. 5 :1.2 74.15159.:. : 4544 ./ 5.. .9.9. 29... 5.515...22.9 7.:47.5 95.52. :.1. 5  3/ /.:5.2 455.92..1.5 4551.7.5 1/. /. 0. 0.5..025  #..5 : 1.5 1:.9  :1.6 7.2 455694./.9. 7.9:: 06996:65 09.90.9: 13.41. /513 .9 7.1.1..7.5 1552.:...5.9.  9. .5 3.5 .1.5 264732: :79.2 .69:  #.9..3 ..5 /9.57.5 7..5  1.1.5/959.: 95.4..  1.:.7.: 1. 9.5 .5 3/ :47.5 /.5 1.5  1.2.2.59  /.5 /51.1.: 74/.5:.1.9/65 :. /:.  &/. 729.55/9.. 1...7:.5 /..3.1.4/3 :.9:: 931 .24551..2 44..5 3.45..5.9.9::3.5 .1.9::931 74/.3 1. /. : . 065..5& .5.5 .7.:2./5.:.:3 ../3.1. /513. 7.1..569.5.0 ./3.3 3/ 3/.1.3. 5..5  .

. 29.5:5  %. 6  7.:./3.4  .5 7. 17.1.:.1 759. 6:. 6  /:.93.:3 753.2.9..529..3 29.9 7.1 . .5 43/ /.5 79::9 ::3  9.9:: 931/92:./92.2.2 .5:.5 .5 .5 .56315 ../3.5.22.7.. 1.2 1552.:  7.1.5 .1.5 ./3.9:/... :  5..:3 753.:.:. :39 .: 1. 45.90.1.5/93..::3.9.5 .413. .4.5 4544  .:2.9 7.775155.5. : 4544 .5 /:.

..693.5.7:/:.9 & &0..92..: 1.5 77.9.5.17.5 .5.5.. :.2 14.5.41..53 .3.5.2./:.9 .5.5..5/.9.1..:.1. .92.3.7974. :45. 15.9.9:/..5.93.:.2.9 ::3.579/..0211:2.5 7.1.:2. 639.2..75.7/.9./902 :.9.5 2 1.3 7. ..:.:22.9 .5 5. 4....51#9::961 4479:.2.5 4432 74/. 1..5.79 74.5.

5 1 1.5.9.5::3.58505.1.35 1..9.'9.45.55.:2...:.1.3 13.0  2.52:39/51.  .29.22.79374.45.9..5./..517.. :79.5:0.:9.35  5694.3.7.5:0.5     .4 7.479..5..5 .9.4 95.95...97:.:.479 :3.:3753.. .

2.0 .9/.435:.: 45.0...9.53/94.51 :67 2.5.9 753./5 :3519:  ./536. 7.4 .5 .: 1.112.. :.729.7./:.0:45.5 75.9.45..9 15.5 /959.919 1.2 3.0 5 17.4.5.5 5:3.5 19.:..1.1. 1.5 5:3.53.5 77.3 3195.55:.: 95.95.5 17.2.7.4/.5 15...:.9/.13./5 5:3..195.5.: .9.5.544795.9191.9 /:.5 /9./51..29.5.0:19.5.2.3190.0 2652: 15.95...  '..1 95.7. 1.92.93. ... 5.19.0: .53.9 .9  95.57967.51..7.9 77.9.2.2 1:2.95.9...15.1.7974..:.:2.

5 3/ :2:.5 0.5 17.9.1.7. 7..51.1.5 1.521.3.963 : 1.51.95.:...5  .5  .513.729.5.5. 95..9 563 1.0 .5 ::3 1.5 74.9 7942.: 7.3.5 ::3:0.95.0 5.. 74.9: 451...45.51.9.:11.92  95.15.22...5 44.9 7.2.15.22.0 .9.4....5 .5.5: .537.5 .91 /959. 13..5 19.: 1/..9460673 1.5 :923.5.5 3.:..:.5 15.: 9::.9 7.3 5 13.9.4.:22.415.2:39.0  ::3:/.79.9..5: .5 5:3...53 9::.:9::.3456:/:..575. 44..0 #..514. 1...7.3.5.9/.: 43.5 1:2.3 ::3  .3.5: 3:.7.1.3. 79.5 1 :67  2.:.2.7.5.4 4565...5.69 .55.5. 679.//9.2 443275.:.495.1.495.3.4/. 3.: .

5 ..9'/: 91 .57. 1/9 .9 15.5./.9..../:.. /95: /:.23.:3... .9.5 . 63 74/.47.9.5 .47.2.5.3.45.1.5.  91..9 .55. 1.

 . ..45 142.5...5. ...7 .5 :923.29.4437.5 29./1.93.1. .9...3 7..2..5 .5.3.. /.: 1.9.9251.5 .:2.91.9.. 5: 5  1/.7.2.45.9  754.1 3/ /:...9 #.5  9:26 ...5.13//:.: 43.5 7... 15.1:67 . 1.45..: ./ 26:65 .: 45..5 .5.2.3  !.45.5.5.1.

5 .2.5 729.5.:.....5152. .....5 /959 15.1.5750.: 2. 75679.. 26915.2  1/.9 /.:2.9.9: ..5 15.5 796:: 74/.  .2 .5 : 3/ /.51.5.5 45512.9..:.

5 2.52/9..9753.:5..92 0.1.5151.:7.5  :275 45.1..1.:.95.2.:1...92..2265:.2::352..5.4/.9.3.79.//.1.9.1.79/.9 2..2.5..5!'/:9.2.47.279.:.53.5.  1.71:2.: :5.92:/.5.5:/:.

92.3/:3.:..:  &.5.2.3.9/..95.9.2.5 9.9.

92.1.9..92.9:.&.9.9.7:.45...9  ..

5 1.2 43.4..:.3.2.'9.:.5264732: :5.50.:2.92.5 45679.3.963:5...7:.24551.7. 793 /.25: :7:.3 .92.62.9460673  49.5 ..5.5 5./0235     .45.913..9/:..5/959 :9.5.50633.22..5 .54.4565.5497..3: /975.

 203 1.. 29.1.7 753.45..5.: .5 /.60.  1. .:.. .:..  60.9 74.92.5 3.45.9  77.3 .5.9.5..9...3 .. :43.3 .9 /51.919 1.9.5 :. .

2 1/9 .. 362.5 79/.53.9.5. 1 1.3./. 15.59..9 5.5.5 443229.3..4 :.4. .5 ....4 95.93...45.. ..753.9.2.4. 1.7...5 31.2 . 75..2.2.4.9.5 .4 95.5 5.3  94. 1. .5 :3.45.3 /:.0  :.5 750.0..::4/3  . /.5 743.5 .52.9. .  '51..0  .5 ::3 17932.:.45. 1 1...3.55.

 1. 1.5 1.9: //.45.:.9...5  &. &/34 . .: 5.9./9.1.4.67.5 :0.  #567.15..:37.  /51.  1.5.9: 1.5 45:.5 75155.5 . 74..3...331.4.2 44.45::4/974.1.9.:.5:0. 143. 49.5 44.551.45.360. .9.9..2.5. :3. 29.0.

. :..9:17.5 /0235  :0.7. 44.495...1.22.7.9. 454/32./ 1.. ./3../. 4.4.5.7.2 1.0.67.5  .9. :52.9.512 .:5.5..92.3..5 1.5 73525..:3753.19: . . 065..5 1.43../362.6 .9 .5.:. 74/5262.9.  &/.5 15.:./..45.45.5 :0..2. 44.577. /9:. : .4..5 4./3..5 :3..5/912.1.  1.3 4595 027 :52.5  .5 :.7.5....:2.:.5 /9/5.9.

.574.5 7.9.92..245.5453.5 5:3..5.47.5.:..7/51.1.0.7.0.3 .5 .945.//.3.:.  #.065.5 75.5 36.2 4465..909.  :79.9...: 1.7. . :.5 47. 1.1.. 5.2.: 3. ..5 :. 15.:  '9460673 ..:2.4.9 75155.:.575:.9 1.5 2.750.  :..: .1.15..5 45.495.55.1.69 :.15. .0 1.5.517932.:.9460673.45.35 155 .5 15.95:3.5:5  15.5 .24551.3.5. .5:0.5.:. 15.5 265.: .. ..9: 13.1.9..44 :0.9 /93/..9460673 1.2 /:.3.5 .52. 7964.5 0.7.5 2. . 5.  :5.5 :.2 4529 1.5 97.31.: : 1.9 .35 7.:32.5 241.2.2  :5. 45.55 .5 ..5/..9: 2652: 1 1..5 .:  65.65.5:.1.9..9: 4432 2::.2..4/9735153.5 43.9.5 1 3.9..51..5:0.963 9.5 :4/9 7.92. 15.963& .61 /.52:. 1.9.5 15..0  .5 5:3.5 .:.. : 4.22. 44.2:.7..:32. 1.. :5:..9. 753.5 7.9 9.9:/.95. 5.75.  /.47..2. . 362.. 5.5 .5 :142. 512... 77.2..9: 1/. 4529 : 7.: ..4 95. 43.5 5:.5 7.79 .3. :.1.1.9:. .5 /9/5.94606737.: 027 /.9/2.5 /.3 5 .5 5.29. 729.9 95..5 451..:  '9460673 .5 3..5 .3..  #.9:13515 1.1..9.9..45.7 75...5 2.69 :  .:.7529.05.5 4465.

 .1.55./ 7. :79. /513 .

5 /9:/9.561 .. 4525 15.9: 1/.9: 1731 6:12.6  #9:. 7.5.3 79::9 ::3  :: . #' 362. :.: . /51.5.1.5 :/3.. 454/32.92.57.3.5 9.4 .5 15.: .47.5. 0.4  #..: ..9: 15:3.5 1 .5.59  /.5 1. 1.5 :4/9 7.. 29.. 155 5.47.9.:  5:3.15 7.: .5 09.9.

9..9...252 1.5 .5.&3.39  061 44/...5 4.5 79:. .

53/1. . ..4 .9.9: 12...5 5.5  .7.9.3 .1.5 7.5.5 .915.5 7.5.5 75155..2563. 74./.025:: 7. 63 ::3  1.2.5 1...5.2.5 .44 .33 ...5 75155..2 360.5 : .45. 77.2 1:7:2.45..95.:.:. 4.4 /.  1.563!&&    #. 74.1.1.5 1.5 1. /:9.4/5..  .5 63 &  #9::9 ::3 61 .1. .:2.5.2.5 4.9: 129.1...52.:. ::3 .2. 7.5/90.3.. 79::9 ::3 1.5 77.9..3.5 1.:5.5.:.42.4352.3 .5 1.

 7. 1.1. 2.5 . .:.5 4352.9 7.39 1. 74.35 .5.9 3.45.2 .9: 1..1.:.5 451.7.9: 1/9 ...1. .3 ..:5 .:.025:: 7.4.9 753.9.9  3/.2 753.:. .33 .9.39 1.  5.5 7.

 445.5  #.99.  36.: 1.:.4 3.4     5:...15.5 .: 5.5 .5 /912.5 7942.24551.:.1..509.3.9: 15:3.

.. !964 15.5 0.92 #4../.69 .9::. 45. 5:3... 2.1.  .9.92 1.2.35.52....: 4432 /5.5.5.1.25.9.5.45..  :79. 5 /:..2 :19.5..'9..:  3.5: 74.5  .562:1.5 .5 15.2.:..3.2.3..5  %::.3 7.: 1/. 26..5133.29. ::3 1.1.35 49.5.1.2.45..3 497.9 .1..5:.5.515.9 345..61 .5..5. 241..9.  #.217...5:.52:2335/51./3.4 2. 7.9.52.3 #4.. 7.2.5 ..62.57. 4.4.5 .5:..5.919 1.1.5..35/.5.9: 3:.392.52.5 ..:'...7 .61 5 7.. .34/.5 0.5 5:3.3 5 .5.:.:7.5 0.5.5/9/5.95.51.5 77.2 .2 :3...:5.362. 79.7 15. /97.3.. /9..2.9.5.

1.5 #795:45..5 24/.515.3:.5 345 9::.45..2 :4/91.92..1.92  #.1.:4/91.5. 265.5.5.: 9::..: : 1.54:53.345 74.:2..5 /9.1. 065.5 :/. 5 .:5.55.5 2..73.5.9460673 ...5 15.2.::/.5. 79374.2.4 .69 5239 15.479 .4.5::3.3:. 1/9..515.1.:. 15.74.5.2. 9.7.963 :5..515.5.3..9..5 2 7551..:..:  &/.:  241.: .5 5:3..5/9/1.95.9:1.9 .5.5759.92  /9.9: 12942. 15.6  :/.2.:29.  5694.5!.5 1/52.2.65 .3 27.44/.5 ...3.50.2. .2 795.:.5: 7.97969. 74/. 15.29 #'  2.5:19.5/9/5. 74.3 .50.5 5...3  #4.5. /921.: /9591.3.5.543..5 437.2 729.5.:3  .5 15.5 :4/9 3:.  .5.215.7 .9:2669.5 /6/6.7.515.. 065.: 1. 445.9.5.5..95.9.4 1.7 '690 5.96339 5.5/:.:.5.

5.5 5.22.5 .9/65  .52.55 1.3.5 .5 7567. . 75..:3.9 /: 0.4  .: .2.55.  &..43.:.:.335 :/. 2/9.690 5.0 :./: 95.1 :63: .579/.35 15.753.:3.9. 45.5 #.:529.3.5 679.4.1..53:: :. .99.:5. 1.5753..56.211../  13.2.22.55.57551.2 4551.3 1.729..577.19 1.64.

5 455. 15. 47... ..0.690 6..3..1.... 124/..5 :  :...45.:.56.5.35 15..9.5 6.2. 29.967.47.5 /51.:2.5 /.57964.57.:7947. . .94.94.9:...5 74/. /..52.9251..3 43.9460673  #4..5 5..3 7.6:3.:2.5.5.2.4 &/:.12915.9.:.2. 5. .4..1.3 .2 44.2 09.65.

.5 6.

5 .732... .3. 77.9. .5 77.2 43.1.5 793.5. 15.574/..  50  655.:5.2..5.:43.4/5.7 #5..5:9.3.3.3.. 5 12. 1/.52.9:: 93 &.5 :.5 /.5 2:2335 :.575.:2.2.22.: :. .55:3.5 1.5 1/..45./9512. 6 /:..2..9.1.31. 35.54. 63 64.. 44793. 1.2.9.2  15.45..92..1.5 7..2.32.5365.5 7..:3 44...:2.55.92. 7."6  #9.92. 37.. : 6 5.9 15.22.5 2.:3:.:2.9.5 5.5 7.

. 29..56.5 .5.9 .. 79.3  29.54....6...57..9.5.29.45.3 .77.3 :.5 .7.5.244932...3.334.51./. .5. 7529 :  &45..3..94..5 1.9..1.

.3.3 2659.. 44932.7 77..: 753.5:.5 /.9. .5  1..52.29..5:.:..1.55. ..5 /9/1.:..45.

. ./1.  #.1.9.5 /.

55 1.5 44/.1.93.5 7.3.9 5 64. /.5 2./.9.4/. ..5 /..5.5 759..2 1. 459..5 15.9.

5 :.1.9.62 2.9  15. 51:.2 77. 5.

9/65 :.51. 1.5 ..77. 1.5 .3 1. 0...9/.9 /.9 ..5 0964.5 :.5 29.

463 #9/1. 3.4.5..5492.5:.:31:7.5.

2.5.5  .2.3 :3.29.5.5.459..1::.5.279:.52..515..213.95.51..7.5/9/. 759.55./:.5.5.5/5.

56.79:.2.92:455..5 265:..

.535.:5.5  #4.:2..5: 44/.:.59::.4.5..5. //9.7.32.5  35. /.15.5.5 .2729...9: /63.2.5 2.9.5.:.5  !.5...55.7.5 .. 74. 77....2.. 79:.2.50.52.1.. 5 44/.45.5. .5 .: 9::. 1 3.9..574.5 24.3.:..5 459.3:.45 142.5: .15.574..433..5.5512::.5 17.2.52...92 7.5512: #4.

5 454/32. /63.:7.5455.4 36.2.2.5:.4  .11..5 7.5110995.9::36::::/./.54.5 /9/..5.41.3.1.32 1.5.15.1./.

92 ..5 133.5.55:3...9.  35.:/: .515.9: /63..9/.95:.7.:32.9. .3 5.: 512: 2649:. 1. .4.513.691. 77.5 75155.32 :0.4: 1.97. 74.5 ::3 45.5 .5.5.1.  /.2 .... :4/9 .:  9/.7:15.2./5.5 ../3 3:./.5. 07.2.5 .9 2..5 17.526512../575155.45..5 95.4/. 15.5 1.2.

5...:.5 5  74.52.5 925:   .5 /:...2:5  :275 74.4 15.5 :9.5 512: ..5:5 07. . 1.5 512: /93.  74/.9..95..5  15.: 7.5:/.5.:4/9.2.5.:... 3..5.5./..3  . . :. 3:.4 :9. 3/ . 4432 29.3. 17969.5 4. 15.9 1.7..45.9.5 41.925.1.1.32 15.. /:..5 :0.2. .:. 5.2 77.4 0964. ..

:  /:.5 1515 ./. .463 15.3  :5 3. .

5.9..5 .5 .55..9..5.5  #4.5. .52. 29. 3:.45.51/9.5.: 29.9..5.1.5:4/9.2 74/.2. ..:.1..15.92  29..5.2.45.5125.5..51.1.5%. 44/.....2 433.5 :0..5 /51.. 15.50..74.9.. .5.577. 2:39.5.51:67..9  :5.5 3.9: 027 /:.9 5.9:/.3544/.:.2.9.  35.. 1/9 .:.7. 26564: /:.5 3/ /:. %. .

.2.1.5/:.9 .25:....5.5.3.5..5. 5.:1.9.513.7.5.2..45.79612: .929.615450.77.5:4/9..51.77.77.5751.1.2 729.  ...52035.277551.29.

2 #'  /9.3. ./92 .5 17.7.5 45.5::4/97.5.5.3 .5:.2.:9.5 3.. 5..47 8.1.. 7.5 :/. :4/9 7.9. 5.: .5.:  .2. 5 455.

'0 1.5.5 &3.. '9464.2.5 455.:..5.5.0:  .54.3 :09574.: .5 3.

4 1.5241.42 &3.47915.544795.2.65 /:9 .     # "'"!!"  #96::746.51.336..5 .515.: 0.5 796:: 746.29.:0.4 1.1.94.2.65. 14. 0.5 09644 29.51/662 634     "3.5.: 63 63 .36.2:2:6. /.29.  5694.2.. 746.5:/.65  .74..695 .1.746.51.5.3.65.9:/:.9.95.514/:2.9. 796:: 746.65.9 .3.:. 1.65.9  .& 315 .3/.562:515.65 0.57.353.:.42.7.479...2446. 746..9.415.7 455.5 /.2. 15./51.2.1/..40.5 .5:/5.5 .545..5 .5 .5 1.90 0.94.: 0.5 .9:1.25:5.0.5 62:5  .:. ..56679.2.565 #96:: 746.91.:/.562:5  15.5/: "2:1.65.5.65 39.5 76.562:54951:4/92..5 176.65.5 1.  43.5.5  #43.5129.9.55.2.2.4/.510.563.:.: 15.65.5 7./92.5 #96:: 746.4  1.5 2..35.1.59.95.5 36.2.52.5 951.65.65...5635925.479.4 .55.3.9:/34176.5  1..2 746.39.563 .5 /. 1.: 3/ 352.57.9...:1793.35. 7.7.5/.9..:1.15.9 36.5 0..2.9241.9/65 1....5 /.1.536.5.

5.9  1.2.29 76.4/.:376..9.653/..3.92.5:.65  .5455.

 1.35  .0.7 75.35:/.9 7.5 2/.5.2.5 1.9.2.9.5 .: 5 1:47.45..: #967.0..53/.5.5. .4.:./.5 :35193/:12.1...3.0.2 0.35.1.5/.3.5..9.5.5 .:/:.3.4.5 1..  #5."3..5.35 3.5.2.9.0.5 #967. .1.5 17.3.4 /5.

15 :. :.15  7967.479.:2 7967./31 #&  :/. 0.5  /.7.5 //9. 1960.94..3.5  /..1..7967. 7432 .15 .0..35  #& .9/65  ..

 5.3.1.52:3.5.3.5 :3519 3/ :12.2 1/.1.26564:  . 7967.  55.5 .51/. 793 75.9.. 7967.2.5  #& .9 7.35.:544321:.5 1.20.0.2.5.5 /. 15..1.35  #& 44/..5.553.55.355.5152.9 ..9../..5 1....95.5.5152.: 3/ /.0..0..51.9.2.5 15.5 4..5 15.9.: 3.5 :79.4.51.5 #&  445.579...5 3/ 41.2.9 3/ 7.7 &79.5.:  1.9.5 /..9:/. 79:.5 .3.: 1.7967.5.:.9/:7.9:1. 2.5.5.3 ...5.

562:1..31.53:::..:..5/./...: :79..

.562:1..9  3/:3../3..29..446.15.2 62:1.9/5.515.2.2.:15./.52.5096443/1.65 7.563.65/.: ..4506/.176.5.:15.5.

5 :.65.9:/.39.2 33 3/ 4512..65.2.5455.5  5..5 .2.5 65 3 0.5 .:32.7/.. 3 . :5..545.1. /: .5 /9.4/..5 09644 62:1..5 .5 3 .2.5/:.5 :. :9/2 /: 2 1.65. 746..5 0..:22. #619 0.2: :0.9. 24. 15.. .5455. 17941...796::746.5 746.2.9.4. 15.4 .5 :9/2 36... 15. 44..4 2. 62:1.9/5.5 '9.2 45.3.2 :3.

6536..:1.3.5:7.55.51. 9.5:733.9  #164./: .335.41.2: 62:1.22..0.5 447907.545.24.:.:.

51793.40.5...2.3.4/3:3..3.4.4.1.9..:.57.4/.

5 90 0.9...515.15.5 36.961.9.5 44795..5. 15.5.3.5.1.4 15.5.5 0.4512  9.900. 4332.65.5 15..1:/.90651..5.21. /.7.:2.9/65.45.5 7.2..5.     90.5 746...5.: 44.536.57.9 .9...:32.5 90. 76..5.65..5 2.  746.9/5..:/:9.65 /:9 .32.9/6590.

9./.5 996: 1..5.95. 32.5 565 996:  #33.9/65. 0.2 1.5 .9/5.1 2.9.961.5 .. /:9 .

5.5 36.: '.39.5..5.:32.4 1. 32.690  15.79/:.5:12.2/..5 #3.9  #.7.1. 1:/3.9: 459: .9. .1/3. .65.3526564: 5.1..7:.:.7.:3 07.9.5:142.:4.:4.2. :: 746.2..4.4 .5 .97.544322.: 65 207.5..1.:32.9  6.900.47.1.5 : 1.9.:4.5 7.. .1.5/:9  #3.. 13.::39:.51.5 1.7.29.3.95.5 241.5 15. :./9207.5 5.5/9.576. .2 .1.1.9:/....:.90..5:.3.3.2.4  .:7.5 3..4 .51.22.5 36.65.7.5:... :0.:4.55...5  1.5..5 1.91.. :9.:4.536..65.5 36.: .5 565 996:  #96:: 5 45.1. 15.947.900.9..3/:47..1.5. 44/92.5  :27573..5 7.5 4332.  /9: 15.5 #3.2/.545.796::7.5..4 1.961.5 :.947.1.5  #46..5 .9.1.9.9.5 .900.35.2 451..562:1.51/.2.3.5116965634/:.5 .65.796::..53.5 433 241.5 . 495 2.597. 1..5 .2.5 /:9 73.796::746.:5.5 207.  1.5 /:9 4. .5 1:9 63 .451696533.

5 .65.: .65.2..2746.5.5 207.50.1.5 796::5.5 45.5.55.5 3/ /:.:32..5 746.3./.5152. .563 ..9 1/.7.443225.95.7:  2.9/65:.

/.9..5:.5:.515.52.50 .15.4/..0.47.3.

1.69073.3  ..:4.:24.9.900.5.. 2655:65..3.4/.

9.51.1.5'96/3:66.:.57.4/. #.."3..5 .

4/.5  .51.57.5'96/3:66.1./ #."3.:.9..

: 5. .5  2. /..57.5.5 74/..1.65.3.2. 746.:4.753.3/ .5 :.3:2.7:.65.:#96::#46. #3.: 0.3 1.55..: 0.4996:4.2...2 1.9 0.5 15.5 4:5 951.5 445.65.336 :.2:2.  "3 .95.573.2 446.5 445.55.5 63 .:3.2 45. 746. 4.:4....5 7619 0.796::746.35.65.5 455.4432.900.3.2796::746.7..5/9:7.1.35:95 1795.5  #9.1.2.54432..4/5.736.65.577. /.1.279:   .5  #. 746.3: 1.5 "3.5 /.  #3.64...5.95.97...5 15.5.3.4 /.5 3/ .47/9/5. 15.5..95.52.9.:5.47379: 1.5 73.56.5..5152.:4.5. 5... 26564:1.5 73.2 459. . 7.5 7942.65 0...51.5/33. .69 63 :9/2 /: :.. 3.2446.5 /3.9/65 ..5.5 36 .5 74/9:...2.90 0.5655:65.5 . 1/. 15.:.75565996: .236..2:.:3:.9/65 :.5 2.65.76526:79..5 74/.515.:0..:.1.5 2.:4. 1./.1.90.90 0.5 :0...5  73.3.5.:  1.5 126.. 793 74/9:.5:19.576190.3 2..3    732.3.5  #619 0.1.  50  .5 3/ /.5 5.36.3.25..900.4/9/5.5 729.6573.2.:4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful