KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan karunia-Nya maka tugas referat yang berjudul HIDROKEL dan HIPOSPADIA ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya. Penyusunan tugas referat ini merupakan salah satu tugas selama mengikuti kepaniteraan di SMF Bedah di RSU Haji Surabaya. Penulis mengucapkan terima kasih terhadap pihak-pihak yang telah membantu penyusunan tugas referat ini, terutama kepada dr. Samsul Islam, Sp.U yang telah bersedia memberi bimbingan agar tugas referat ini tersusun baik. Penulis menyadari bahwa penyusunan tugas referat ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran selalu kami harapkan. Besar harapan penulis semoga tugas referat ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya serta penyusun pada khususnya.

Pembimbing

Surabaya, 3 Mei 2010

dr. Samsul Islam, Sp.U

Penyusun

1ii

.. Etiologi………………………………………………………...Daftar Isi Halaman Judul…………………………………………………………...... Penatalaksanaan……………………………………………….. Kata Pengantar…………………………………………………………. Prognosis……………………………………………………….... Etiologi………………………………………………………….. Komplikasi…………………………………………………….. Klasifikasi………………………………………………….. Daftar Isi……………………………………………………………….. Daftar Pustaka…………………………………………………………… 13 13 14 15 15 17 10 11 12 9 9 10 6 6 6 8 9 1 2 4 4 i ii iii 1 1 iii iii 2 ... Diagnosis ………………………………………………………... Pemeriksaan penunjang………………………………………... Klasifikasi ……………………………………………………….... Definisi…………………………………………………………… Anatomi ………………………………………………………… Embriologi……………………………………………………... Diagnosis ……………………………………………………. Bab I Hidrokel………………………………………………………… Pendahuluan……………………………………………………… Definisi ………………………………………………………… Anatomi …………………………………………………………. Diagnosis banding……………………………………………… Penatalaksanaan ………………………………………………… Komplikasi………………………………………………………… Bab II Hipospadia………………………………………………………. Pendahuluan ………………………………………………….

(1) Hidrokel merupakan kelainan yang sering dijumpai berupa pembengkakan pada skrotum dan diperkirakan angka kejadiannya sebanyak 1 persen dari populasi laki-laki dewasa.BAB 1 HIDROKEL Pendahuluan Hidrokel merupakan penyakit yang sangat sering dijumpai pada anak lakilaki. sehingga memungkinkan cairan dari perut mengalir ke dalam skrotum. dimana terdapat penimbunan cairan pada kantong di bagian dalam skrotum. Operasi ini termasuk operasi minor dan jaringan sikatrik dapat menghilang sampai hampir tidak kelihatan. (3) Anatomi 1. Salah satu atau kedua skrotum dapat terkena. Hidrokel dapat berkembang ketika saluran ini gagal menutup. (2) Definisi Hidrokel adalah penumpukan cairan yang berlebihan diantara lapisan parietalis dan viseralis tunika vaginalis. namun beberapa juga ada yang membutuhkan tindakan operasi. cairan yang berada dalam rongga itu memang ada dan berada dalam keseimbangan antara produksi dan reabsorbsi oleh sistem limfatik disekitarnya. Skrotum 1 3 . yang membuat buah zakar tampak besar/bengkak. testis berkembang di dalam perut. Saat janin tumbuh dalam rahim. tetapi kebanyakan hidrokel menghilang tanpa tindakan dalam tahun pertama kehidupan. Sebagian besar hidrokel menghilang dalam beberapa bulan. Di saat akhir kehamilan. Kurang lebih satu dari sepuluh bayi laki-laki mempunyai hidrokel saat lahir. Kelainan tersebut tidak nyeri dan terasa seperti balon yang terisi air. Ini yang menyebabkan kantong skrotum bengkak. Dalam keadaan normal. testis berjalan melalui suatu saluran menuju skrotum.

Pudenda interna. Permukaan masing-masing testis tertutup oleh lamina visceralis tunicae vaginalis. Pembuluh limfe ditampung oleh limfonodi inguinalis superfisialis. terutama testosteron. 2. Fasia superfisialis tidak mengandung jaringan lemak. kulit dan fasia superfisialis. kecuali pada tempat perlekatan epididymis dan funiculus spermaticus. Cabang N.L2) yang bercabang menjadi cabang sensoris pada permukaan skrotum ventral dan lateral. yang berkontraksi sebagai reaksi terhadap dingin dan dengan demikian mempersempit luas permukaan kulit. Testis Kedua testis terletak dalam skrotum dan menghasilkan spermatozoon dan hormon. dikenal sebagai tunika dartos. Kremasterika dari A. Femoralis. dan ke arah kaudal dilanjutkan menjadi fasia superfisialis perineum. Ramus perinealis dari N. tetapi pada fasia superfisialis terdapat selembar otot polos yang tipis. Epigastrika inferior. A. genitofemoralis (L1. Lamina parietalis tunica vaginalis berbatasan langsung pada fascia spermatica interna dan lamina visceralis tunica vaginalis melekat pada testis 2 dan epididymis. Vena scrotalis mengiringi arteri-arteri tersebut. Tunica vaginalis ialah sebuah kantong peritoneal yang membungkus testis dan berasal dari processus vaginalis embrional. Ramus perinealis dari N. Pudenda externa dari A. ilioinguinalis (L1). A.Skrotum adalah sebuah kantong kulit yang terdiri dari dua lapis. juga untuk permukaan skrotum ventral. Sedikit cairan dalam rongga tunica vaginalis memisahkan 4 . pudendalis (S2-S4) untuk permukaan skrotum dorsal. Arteri untuk skrotum ialah: Ramus perinealis dari A. Cutaneus Femoris Posterior (S2.S3) untuk permukaan skrotum kaudal. Saraf skrotum antara lain sebagai berikut : Ramus genitalis dari N. Ke arah ventral fasia superfisialis dilanjutkan menjadi lapis dalamnya yang berupa selaput pada dinding abdomen ventrolateral.

• • • • Bagian kranial yang melebar. Ductuli efferentes membawa spermatozoon dari testis ke epididymis untuk ditimbun. Vena-vena meninggalkan testis dan berhubungan dengan plexus pampiniformis yang melepaskan vena testicularis dalam kanalis inguinalis. Saraf autonom testis berasal dari plexus testicularis sekeliling arteria testicularis. Saraf ini mengandung serabut parasimpatis dari nervus vagus dan serabut simpatis dari segmen medula spinalis T7.(4) Etiologi 3. Cauda epididymis bersinambung dengan ductus deferens yang mengangkut spermatozoon dari epididymis ke ductus ejaculatorius untuk dicurahkan ke dalam pars prostatica urethrae. tepat kaudal arteri renalis. terdiri dari lobullobul yang dibentuk oleh gulungan sejumlah ductuli efferentes. 5 . Arteri testicularis berasal dari pars abdominalis aorta. Epididymis adalah gulungan pipa yang berbelit-belit dan terletak pada permukaan kranial dan permukaan dorsolateral testis.lamina visceralis terhadap lamina parietalis dan memungkinkan testis bergerak secara bebas dalam scrotum. yakni caput epididymis. Corpus epididymis terdiri dari ductus epididymis yang berbelit-belit. Limfe dari testis disalurkan ke limfonodi lumbalis dan limfonodi pre-aortici.

testis dapat diraba dan berada di luar kantong hidrokel. Kelainan pada testis itu mungkin suatu tumor. Pada anamnesis. infeksi. atau trauma pada testis/epididimis. Pada orang dewasa. hidrokel dapat terjadi secara idiopatik (primer) dan sekunder. (2) Belum sempurnanya sistem limfatik di daerah skrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan hidrokel. (3) Klasifikasi Menurut letak kantong hidrokel terhadap testis. kantong hidrokel seolah-olah mengelilingi testis sehingga testis tak dapat diraba. Cairan ini kemudian akan diserap melalui saluran limfatik. kantong hidrokel besarnya dapat berubah-ubah 6 . Hidrokel komunikan Pada hidrokel komunikan terdapat hubungan antara prosesus vaginalis dengan rongga peritoneum sehingga prosesus vaginalis dapat terisi cairan 4 peritoneum. yaitu: 1. sehingga pada palpasi. Hidrokel terjadi akibat adanya obstruksi (penyumbatan) limfatik yang menyebabkan berkurangnya penyerapan. besarnya kantong hidrokel tidak berubah sepanjang hari. Pada anamnesis kantong hidrokel besarnya tetap sepanjang hari. Pada anamnesis. Penyebab sekunder terjadi karena didapatkan kelainan pada testis atau epididimis yang menyebabkan terganggunya sistem sekresi atau reabsorbsi cairan di kantong hidrokel.(5) Hidrokel yang terjadi pada bayi baru lahir dapat disebabkan karena: (1) Belum sempurnanya penutupan prosesus vaginalis sehingga terjadi aliran cairan peritoneum ke prosesus vaginalis. Hidrokel testis Pada hidrokel testis.Lapisan viseral dan parietal tunika vaginalis adalah membran yang memproduksi sekret (cairan) secara kontinu berupa plasma transudat. kantong hidrokel berada di funikulus yaitu terletak di sebelah kranial dari testis. secara klinis dibedakan beberapa macam hidrokel. 3. Hidrokel funikulus Pada hidrokel funikulus. 2.

Pembagian ini penting karena berhubungan dengan metode operasi yang akan dilakukan pada saat melakukan koreksi hidrokel. Jika menutup tetapi cairan tidak diabsorbsi disebut noncommunicating hydrocele. Jika komunikasi ini besar. kantong hidrokel terpisah dari testis dan dapat dimasukkan ke dalam rongga abdomen. Diagnosis Pada anamnesa biasanya pasien 5 atau keluarganya mengeluhkan adanya benjolan di kantong skrotum yang tidak nyeri.yaitu bertambah besar pada saat anak menangis. dan radioterapi. hernia dapat terjadi tetapi jika komunikasi ini kecil. infeksi. 2. Primer.(3) Pada pemeriksaan palpasi pada 7 . jika akumulasi cairan oleh karena kelainan kongenital. Testis biasanya turun ke dalam skrotum dari abdomen. Awalnya pada bayi kemungkinan terdapat beberapa komunikasi dengan abdomen yang segera menutup. Hidrokel pada orang dewasa biasanya onsetnya lambat dan secara tidak langsung oleh karena trauma. Sekunder Disebabkan oleh karena iritasi Tunika Vaginalis. Pada palpasi. cairan dari cavum abdomen dapat masuk dan berakumulasi sebagai hidrokel pada bayi. Hidrokel dapat terjadi pada salah satu atau kedua skrotum. Jika komunikasi dengan cavum abdomen tersebut persisten dan tetap membuka dinamakan communicating hydrocele. Kelahiran prematur mungkin dihubungkan dengan hidrokel. Kebanyakan komunikasi yang kecil ini dapat menghilang atau menutup sampai umur satu tahun. (3) Menurut etiologinya hidrokel dibagi menjadi 2 tipe yaitu: (2) 1.

dan massa dapat berkurang dengan mendorong ke dalam rongga perut pasien pada posisi tidur dengan kepala lebih rendah daripada kaki. dan relatif kenyal atau lunak tergantung pada tegangan di dalam hidrokel. Sedangkan bila cairan yang terkumpul banyak. testis relatif mudah diraba. tetapi jika hidrokel masih tetap ada atau bertambah besar perlu dipikirkan untuk dilakukan koreksi. Pada hernia skrotal yang besar dapat dikonfirmasi dengan terdengarnya bising usus dalam skrotum. testis akan sulit diraba. (5) Diagnosis banding  Hernia scrotalis  Tumor. terdapat sedikit udara usus pada foto Rontgen (sinar-X). Bila jumlah cairan minimum. hidrokel dapat diserap secara spontan bila timbul akibat overproduksi cairan seperti yang ditemukan sekunder karena 6 epididimitis akut pada penderita dewasa di mana hidrokel terjadi karena 8 .(3) Pada kelompok usia yang lebih tua.(5) atau kulit skrotum yang sangat tebal. Palpasi hidrokel seperti balon yang berisi air. Permukaan biasanya halus.(3) Juga penting dilakukan palpasi korda spermatikus di atas insersi tunika vaginalis. massa di skrotum tersebut bukan hidrokel. yang membedakannya dengan hernia skrotalis yang kadang-kadang transiluminasinya juga positif. radang testis/epididimis  Elephantiasis scroti Penataksanaan Hidrokel pada bayi biasanya ditunggu hingga anak mencapai usia 1 tahun dengan harapan setelah prosesus vaginalis menutup.skrotum yang hidrokel terasa ada fluktuasi. hidrokel akan sembuh sendiri. Kegagalan transiluminasi dapat terjadi akibat penebalan tunika vaginalis karena infeksi kronik. Normalnya korda spermatikus tidak terdapat penonjolan. Hidrokel berisi cairan jernih dan mentransiluminasi (meneruskan) berkas cahaya. sehingga harus dibantu dengan pemeriksaan ultrasonografi. Langkah diagnostik yang paling penting adalah transiluminasi massa hidrokel dengan cahaya di dalam ruang gelap.

dan hidrokel permagna yang dirasakan terlalu berat dan mengganggu pasien dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari. indikasi kosmetik. sekaligus melakukan herniorafi. Pada hidrokel kongenital dilakukan pendekatan inguinal karena seringkali hidrokel ini disertai dengan hernia inguinalis sehingga pada saat operasi hidrokel. Pada hidrokel funikulus dilakukan ekstirpasi hidrokel secara in toto.ketidakseimbangan antara produksi cairan dan resorbsinya hidrokel tidak dapat hilang spontan. Pada hidrokel testis dewasa dilakukan pendekatan skrotal dengan melakukan eksisi dan marsupialisasi kantong hidrokel sesuai cara Winkelman atau plikasi kantong hidrokel sesuai cara Lord. Aspirasi cairan hidrokel tidak dianjurkan karena selain angka kekambuhannya tinggi.(3) 7 9 . Beberapa indikasi untuk melakukan operasi pada hidrokel adalah hidrokel yang besar sehingga dapat menekan pembuluh darah.(5) Tindakan untuk mengatasi cairan hidrokel adalah dengan aspirasi dan operasi. kadang kala dapat menimbulkan penyulit berupa infeksi.

Beberapa variasi lokasi meatus aretra dapat terjadi. hidrokel yang cukup besar mudah mengalami trauma dan hidrokel permagna bisa menekan pembuluh darah yang menuju ke testis sehingga menimbulkan atrofi testis.Komplikasi Jika dibiarkan. dari glans penis sampai ke perineum. 10 .(3) BAB II HIPOSPADIA 8 Pendahuluan Istilah hipospadia berasal dari bahasa Yunani. Lokasi meatus uretra tersebut menunjukan waktu terjadinya gangguan pembentukan. Hipospadia adalah cacat bawaan berupa muara ureta (lubang kencing) yang tidak terletak di ujung penis akibat kegagalan dalam proses pembentukannya. yaitu Hypo (below) dan spaden (opening).

(6) Definisi Hipospadia adalah kelainan kongenital berupa muara uretra yang terletak di sebelah ventral penis dan sebelah proximal ujung penis. Uretra dilengkapi dengan sfingter uretra interna yang terletak pada perbatasan buli-buli dan uretra. (3) Anatomi 9 Uretra merupakan tabung yang menyalurkan urine ke luar dari buli-buli melalui proses miksi. dan meatus uretra eksterna.Kejadian hipospadia saat ini cenderung muncul pada 1 diantara 300 kelahiran bayi laki-laki. Tatalaksana pasien dengan hipospadia adalah dengan operasi. Masalah yang di timbulkan akibat hipospadia dapat berupa masalah fungsi reproduksi. psikologis maupun sosial. Sedangkan sejak tahun 1998-2004 jumlah pasien yang telah di tangani Profesor Chaula sebanyak 350 orang. fossa naviculare. Di Amerika Serikat angka kejadian sekitar 3-8 diantara 1000 kelahiran bayi laki-laki dan angkanya meningkat 2 kali lipat dari tahun 1970 hingga tahun 1993. dan sfingter uretra eksterna yang terletak pada perbatasan uretra anterior dan posterior. terdiri dari pars bulbosa. Umumnya di Indonesia banyak terjadi kasus hipospadia karena kurangnya pengetahuan para bidan saat menangani kelahiran karena seharusnya anak yang lahir itu laki-laki namun karena melihat lubang kencingnya di bawah maka di bilang anak itu perempuan. pars pendularis. yaitu uretra yang dibungkus oleh korpus spongiosum penis. Letak meatus uretra bisa terletak pada glandular hingga perineal. Secara anatomis uretra dibagi menjadi dua bagian yaitu:  Uretra pars anterior. Pada pria organ ini berfungsi juga dalam menyalurkan sperma. yang bertujuan untuk memperbaiki baik fungsi maupun kosmetik. 11 .

Sementara itu genital fold akan membentuk sisi-sisi dari sinus urogenitalia. sehingga penis juga tak terbentuk. yaitu bagian uretra yang dilengkapi oleh kelenjar prostat. Bila terjadi agenesis dari mesoderm. maka genital tubercle tak terbentuk. terbentuk tonjolan antara umbilical cord dan tail yang disebut genital tubercle. genital tubercle akan memanjang dan membentuk glans.(7) Etiologi 12 . Ini adalah bentuk primordial dari penis bila embrio adalah lakilaki. sedangkan di bagian kaudalnya tetap bersatu membentuk membran kloaka. Selama minggu ke-7. dan uretra pars membranacea. Uretra pars posterior. terdiri dari uretra pars prostatika. maka akan terjadi hipospadia. memisahkan ektoderm dan endoderm. Bagian anterior dari membrana kloaka. Baru kemudian terbentuk lekukan di tengah-tengah yaitu mesoderm yang kemudian bermigrasi ke perifer. yaitu membrana urogenitalia akan ruptur dan membentuk sinus. Bila genital fold gagal bersatu di atas sinus urogenitalia.(7) Embriologi Pada embrio yang berumur 2 minggu baru terdapat 2 lapisan yaitu ektoderm dan endoderm. Pada permulaan minggu ke-6. Di bawahnya pada garis tengah terbenuk lekukan dimana di bagian lateralnya ada 2 lipatan memanjang yang disebut 10 genital fold. bila wanita akan menjadi klitoris.

3. dan perineal.Penyebabnya sebenarnya sangat multifaktor dan sampai sekarang belum diketahui penyebab pasti dari hipospadia. dan hipospadi posterior terdiri dari penoscrotal. hipospadia medius terdiri atas midshaft dan penis proximal. Lingkungan Biasanya faktor lingkungan yang menjadi penyebab adalah polutan dan zat yang bersifat teratogenik yang dapat mengakibatkan mutasi (8) Klasifikasi 11 Berdasarkan letak muara uretra setelah dilakukan koreksi korde. Gangguan dan ketidakseimbangan hormone Hormone yang dimaksud di sini adalah hormone androgen yang mengatur organogenesis kelamin (pria). dan penis distal. Browne (1936) membagi hipospadia dalam tiga bagian besar. Namun. subkoronal (muara penis terletak pada daerah sulkus coronalia). 2. Sehingga walaupun hormone androgen sendiri telah terbentuk cukup akan tetapi apabila reseptornya tidak ada tetap saja tidak akan memberikan suatu efek yang semestinya. Genetika Terjadi karena gagalnya sintesis androgen. Atau enzim yang berperan dalam sintesis hormone androgen tidak mencukupi pun akan berdampak sama. yaitu hipospadia anterior terdiri dari tipe glanular (muara penis terletak pada daerah proksimal glands penis). Atau bisa juga karena reseptor hormone androgennya sendiri di dalam tubuh yang kurang atau tidak ada. Hal ini biasanya terjadi karena mutasi pada gen yang mengode sintesis androgen tersebut sehingga ekspresi dari gen tersebut tidak terjadi.(3) 13 . ada beberapa factor yang oleh para ahli dianggap paling berpengaruh antara lain : 1. scrotal.

Jika tidak teridentifikasi sebelum kelahiran. Hipospadia tipe perineal dan penoscrotal menyebabkan penderita harus miksi dalam posisi duduk. dan hipospadia jenis ini dapat 14 .Hipospadia glanular Hipospadia subcoronal Hipospadia mediopeneana Hipospadia penoscrotal Hipospadia perineal Diagnosis 12 Diagnosis hipospadia biasanya jelas pada pemeriksaan inspeksi. Kadangkadang hipospadia dapat didiagnosis pada pemeriksaan ultrasound prenatal. maka biasanya dapat teridentifikasi pada pemeriksaan setelah bayi lahir. Pada orang dewasa yang menderita hipospadia dapat mengeluhkan kesulitan untuk mengarahkan pancaran urine. Chordee dapat menyebabkan batang penis melengkung ke ventral yang dapat mengganggu hubungan seksual.

perbaikan hipospadia dianjurkan dilakukan sebelum anak berumur 18 bulan.menyebabkan infertilitas. Rangkaian pembedahan biasanya telah selesai dilakukan sebelum anak mulai sekolah. (8) Pemeriksaan penunjang Jarang dilakukan pemeriksaan penunjang untuk mendukung diagnosis hipospadi. Bayi yang menderita hipospadia sebaiknya tidak disunat. Tahapan-tahapan rekonstruksi adalah koreksi korde (orthoplasti). Diagnosis bisa juga ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik. Pilihan metode tergantung pengalaman operator. Berbagai metode rekonstruksi telah diperkenalkan mulai metode satu tahap hingga dua tahap. membuat neouretra dari kulit penis (uretroplasti). Tujuan fungsional operasi hipospadia adalah kosmetik penis sehingga fungsi miksi dan fungsi seksual normal (ereksi lurus dan pancaran ejakulasi kuat) dan penis dapat tumbuh dengan normal. (3) 15 .(9) Penatalaksanaan 13 Penatalaksanaan hipospadia adalah dengan jalan pembedahan. dan membuat glans. Dapat dilakukan pemeriksaan ginjal seperti USG dan BNO-IVP mengingat hipospadi sering disertai kelainan pada ginjal dan ureter. Pada saat ini. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan yaitu urethtroscopy dan cystoscopy untuk memastikan organ-organ seks internal terbentuk secara normal. mungkin akan terjadi kesulitan dalam pelatihan buang air pada anak dan pada saat dewasa nanti. mungkin perlu dilakukan pemeriksaan radiologis untuk memeriksa kelainan bawaan lainnya. Jika hipospadia terdapat di pangkal penis. Jika tidak diobati. Kulit depan penis dibiarkan untuk digunakan pada pembedahan. mungkin akan terjadi gangguan dalam melakukan hubungan seksual.

luka ditutup dengan flap dari kulit preputium dibagian sisi yang ditarik ke bawah dan dipertemukan pada garis tengah. Setelah uretra terbentuk. Dikerjakan 6 bulan setelah tahap pertama dengan harapan bekas luka operasi pertama telah matang. 6 bulan pasca operasi. Cecil Culp. Dennis Brown.(3) 16 .Ada banyak variasi teknik. Penutupan luka operasi menggunakan preputium bagian dorsal dan kulit penis 2. Perlu diingat bahwa seringkali rekonstruksi hipospadia membutuhkan lebih dari sekali operasi. dilakukan 1 tahap. Tahap pertama. tapi meatus masih pada tempat yang abnormal. Thiersch-Duplay. • Teknik tunneling Sidiq-Chaula dilakukan operasi 2 tahap. Mengingat pentingnya preputium untuk bahan dasar perbaikan hipospadia. Uretra dibuat dari flap mukosa dan kulit bagian punggung dan ujung penis dengan pedikel (kaki) kemudian dipindah ke bawah. Penis diharapkan lurus. dilakukan pada anak lebih besar dengan penis yang sudah cukup besar dan dengan kelainan hipospadi jenis distal (yang letaknya lebig ke ujung penis). Pada hipospadia posterior dengan disertai testis maldesensus dianjurkan untuk melakukan uretroskopi praoperatif guna melihat kemungkinan adanya pembesaran utrikulus prostatikus yang mungkin terdapat keraguan jenis kelamin (sexual ambiquity). koreksi ulangan jika terjadi komplikasi. Dilakukan pada usia 1 ½ -2 tahun. Tahap kedua dilakukan uretroplasti. 1. (9) Reparasi hipospadia dianjurkan pada usia pra sekolah agar tidak 14 mengganggu kegiatan belajar saat operasi. saat parut sudah lunak. yang populer adalah tunneling Sidiq-Chaula. • Teknik Horton dan Devine. eksisi dari chordee dan bisa sekaligus dibuatkan terowongan yang berepitel pada glans penis. Dibuat insisi paralel pada tiap sisi uretra (saluran kemih) sampai ke glans. maka sebaiknya tindakan penyunatan ditunda dan dilakukan berbarengan dengan operasi hipospadi. lalu dibuat pipa dari kulit dibagian tengah.

dan lamanya perawatan di rumah sakit lebih singkat. dan prognosisnya baik. nekrosis flap. Prognosis Secara umum hasil fungsional dari one-stage procedure lebih baik dibandingkan dengan multi-stage procedures karena insidens terjadinya fistula atau stenosis lebih sedikit.Komplikasi Komplikasi yang dapat terjadi setelah operasi hipospadia dibagi menjadi dua yaitu komplikasi awal dan komplikasi lanjut. Komplikasi awal antara lain perdarahan. Fistula uretrocutaneus Striktur uretra Adanya rambut dalam uretra (8) tempat anastomosis. dan edema. Komplikasi lanjut antara lain: • • • • • Stenosis meatus uretra sementara karena edema atau hipertropi scar pada Kebocoran traktus urinaria karena penyembuhan yang lama.(7) 15 17 . jahitan yang terlepas. infeksi.

Hal : 140 – 142. Jakarta : Hipokrates. 2002. Malang : CV. 4. Edisi Kedua. http://www.21 wib. Hydrocele. Keith. Hydrocele. 3. http://www. 2009. Anonymous. Anonymous.00 18 . Infomedika. Dasar-Dasar Urologi. 2.medindia_netpatientchildren. Diakses tanggal 29 April 2010 jam 19. Hal : 93-94 2008. Anatomi Klinis Dasar. dkk.mht. 152-153 Moore. Purnomo.mht. Diakses tanggal 29 April 2010 jam 19. 2003. Basuki B.ich_ucl_ac_ukgosh_families-information. wib.DAFTAR PUSTAKA 16 1.

klikdokter. 2000.com.15 wib. 17 19 . Hipospadia.oktovianus@multyply. 7. Diakses tanggal 29 April 2010 jam 19. Arianto. S. Anonymous.net.com. Diakses tanggal 29 April 2010 jam 20. Oktovianus.sentrajakarta.5. 6. 8.00 wib.45 wib.centrin. Hipospadia. http://www. 2008. Diakses tanggal 29 April 2010 jam 19. http://www. http://www.com. 2008.id. Diakses tanggal 29 April 2010 jam 20.25 wib. Diakses tanggal 29 April 2010 jam 19. http://www.blogspot.com. Hipospadia. 9. Penyakit - penyakit Intraskrotal. Anonymous.udinsa@sby. 2008. 2008. HIPOSPADIA Masalah yang ditimbulkan dan penanganannya. Anonymous. http://www.35 wib.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful