KELIMPAHAN UNSUR DI ALAM DAN SIFAT-SIFAT KEPERIODIKAN UNSUR

A. Kelimpahan Unsur di Alam

Pemanfaatan unsur dan senyawa dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kelangsungan hidup manusia dan alam sekitarnya.

1. Struktur dan Komposisi Bumi

Bumi di bagi menjadi lima bagian, yaitu :  Atmosfir (bagian paling luar) yang tersusun dari campuran berbagai gas. Atmosfir merupakan lapisan yang berwujud gas dengan ketebalan 1.100 km dan lebih dari separoh gas penyusun atmosfir terkomsentrasi pada ketebalan 5,6 km. komposisi gas dari atmosfir semakin tipis bila semakin jauh dari permukaan bumi. Komposisi atmosfir pada lapisan yang dekat dengan permukaan bumi menunjukan bahwa gas nitrogen merupakan komponen yang terbanyak, di susul oleh gas oksigen dan gas-gas yang lain. Gas oksigen dan nitrogen merupakan dua gas yang banyak di manfaatkan dalam industri, terutama industri pupuk.  Hidosfir dengan komponen utamanya adalah air. Hidrosfir merupakan lapisan zat cair (air) termasuk larutan yang menutupi 70,8% permukaan bumi. Hidrosfir selain mengandung air juga terlarut berbagai senyawa dan ion yang merupakan sumber bahan kimia untuk industri, misalnya ion natrium dan klorin sebagai larutan NaCl, bromida, iodida, ion magnesium, dan kalsium.  Litosfir merupakan lapisan yang di sebut juga sebagai kerak bumi dengan ketebalan sekitar 100 km. Kerak bumi tersusun dari berbagai senyawa yang di kenal sebagai mineral dan bijih. Mineral merupakan senyawaan dari suatu unsur, sedangkan bijih merupakan mineral yang keya dengan senyawa tertentu sehingga secara ekonomis dapat di ambil zatnya (sebagai senyawa atau unsur). Kerak bumi mengandung senyawa oksida. Selain senyawa oksida, kerak bumi juga tersusun dari senyawa karbonat dan senyawa sulfide serta sulfat, tetapi dengan kadar yang sangat kecil. Bila di hitung secara kelimpahan total masing-masing unsur, maka oksigen (49,5%) merupakan unsur

mangan. Bagian inti bumi di duga berisi besi cair dan sedikit nikel dan unsur lain. natrium (2. kalsium (3. Nitrogen dan oksigen di ambil dengan mencairkan udara kering.4%). Hampis semua unsur yang ada dalam kerak bumi berada dalam bentuk senyawa. maka untuk memahami sifat-sifatnya di perlukan cara yang sistematis. Baja merupakan salah satu jenis logam paduan dengan unsur utama logam besi. Kerak bumi merupakan sumber utama dari berbagai zat yang di butuhkan manusia.7%). Paduan logam besi. Pola keteraturan sifat unsure pada system periodic unsur memberikan andil yang besar dalam memprediksi keberadaan dan bagaimana cara memisahkan unsur tersebut serta pemanfaatannya. besi (4. magnesium (1. Unsur-unsur di alam banyak di manfaatkan untuk memproduksi bahan yang berguna bagi kehidupan manusia. 2. emas. Baja mangan merupakan paduan logam besi dengan mangan di manfaatkan untuk rel kereta api. Dari penelitian seismograf diperkirakan bahwa jari-jari inti bumi mencapai 1275 km. .4%). sedangkan suhunya mencapai 6650C. aluminium (7. Jawa. misalnya dalam proses pengelasan dan pengoksidasi. oleh karena itu di susunlah system periodik unsur. Gas oksigen di gunakan untuk berbagai keperluan. kalium (2.9%). Mineral dan Bijih Tambang di Indonesia Indonesia mempunyai deposit bijih unsur-unsur tertentu tang tersebar di berbagai daerah. Oleh karena banyaknya unsur yang ada di alam.4%). Nitrogen di manfaatkan untuk membuat ammonia yang selanjutnya di gunakan sebagai bahan baku dalam pembutana pupuk dan bahan peledak. Kalimantan.7%). kromium. kerapatan inti bumi sangat tinggi (± 13 g cm-3). hydrogen dan fosforus mempunyai persentasi kurang dari 1%. serta beberapa bijih logam transisi (tembaga. dan perak) tersebar dari Sumatra. dan nikel di kenal sebagai baja stainless steel. Sulawesi sampai Irian (Papua). dan titanium.terbesar penyusun kerak bumi.6%). silicon (25. Bijih logam terutama aluminium dan timah.

tarikan inti terhadap kulit electron. Ukuran atom selain dapat di ketahui dari volum atom juga dapat di ketahui dari jari-jari atom. Semakin banyak electron yang menempati suatu subkulit semakin besar gaya tolak menolak antarelektron dalam orbital tersebut dan akan berakibat semakin besarnya volum atom. blok p. Kesulitan . blok f. 1. Dengan adanya system periodik unsur. blok d. Sifat fisis a) Volum dan jari-jari atom Lothar Meyer pertama kali menemukan sifat keperiodikan volum atom yang di peroleh dari angka banding antara massa atom relative (massa molar) dengan kerapatan atom. Semakin banyak kulit terluar berada berarti semakin bersar volum atomnya. yaitu jumlah kulit. Jari-jari atom adalah jarak dari inti sampai ke electron yang terdapat paling luar. yaitu unsur-unsur blok s. Volum atom = massa molar (g mol-1) Kerapatan (g cm-3) Volum atom bergantung pada tiga factor. Semakin banyak inti atom yang menarik berarti semakin kuat gaya tarik inti terhadap kulit electron dan mengakibatkan volum atom semakin kecil. Unsur-unsur di dalam system periodik dapat di kelompokkan dalam blok-blok berdasarkan konfigurasi elektronnya. Volum atom berubah secara teratur dan berulang secara periodic. sifat-sifat unsur serta pola keteraturannya dapat di prediksi berdasarkan lataknya dalam system periodik unsur.. Sifat-sifat keperiodikan Unsur Sistem periodik unsur di susun dengan memperhatikan sifat fisis dan sifat kimia.B. dan gaya tolak antarelektron pada kulit terluar.

Keperiodikan titik leleh dan titik didih mempunyai pola yang teratur. tetapi berkaitan satu sama lain. sedangkan molekul-molekul nonlogam yang terikat melalui ikatan kovalen dengan membentuk molekul sederhana. titik leleh bergantung pada kekuatan relative ikatan antaratom. sehingga pada unsur-unsur logam semakin ke kanan dalam satu periode semakin tinggi titik lelehnya. Unsur-unsur nonlogam yang terikat melalui ikatan kovalen yang kuat dengan membentuk struktur molekul raksasa. c) Energi ionisasi Energi ionisasi (EI) atau potensial ionisasi adalah besarnya energi yang di perlukan oleh suatu atom dalam wujud gas untuk melepaskan electron yang terikat paling lemah. Kekuatan ikatan pada unsurunsur logam dipengaruhi oleh electron valensi logam bersangkutan. kemudian turun secara teratur sampai golongan gas mulia (golongan VIIIA). Oleh karena itu. Dalam satu periode dari golongan IA sampai golongan IVA cenderung naik dan turun secara tajam pada golongan VA. Semakin besar ukuran molekulnya semakin kuat gaya Van der Waals yang bekerja dan mengakibatkan titik lelehnya semakin tinggi. Keperiodikan titik didih mempunyai pola yang sama dengan pola perubahan titik lebur. titik lelehnya di pengaruhi oleh gaya ikatan antarmolekul. kekuatan ikatan logam bertambah. mempunyai titik leleh yang sangat tinggi. b) Titik didih dan titik lebur Meleleh merupakan peristiwa merenggangnya jarak antaratom dari suatu unsure. Semakin banyak electron valensi logam.menentukan jari-jari atom disebabkan pada umumnya atom-atom tidak ada yang berdiri sendiri. dan akan lebih besar daripada jari-jari ion positfnya. misalnya karbon dan silicon. Energi ionisasi pertama (EI1) merupakan besarnya energi yang diperlukan untuk melepaskan electron yang . yaitu gaya Van der Waals. Jari-jari atom akan mempunyai harga yang lebih kecil daripada ukuran ion negatifnya.

dan energi ionisasi kedua (EI2) merupakan energi yang diperlukan untuk melepaskan electron yang kedua atau dari suatu kation yang bermuatan +1. Beberapa jenis electron akan terikat lebih kuat karena adanya efek pelindung oleh subkulit electron yang lain. d) Affinitas electron Affinitas electron adalah energi yang dilepaskan jika suatu atom dalam wujud gas menerima (menarik) electron membentuk ion negative. dan efek pelindung kulit electron dan kedudukan electron dalam orbital electron. beberapa atom tidak diketahui harga affinitas elektronnya. Besarnay affinitas electron suatu atom di pengaruhi oleh ukuran dan muatan inti. . dan skala Sanderson. e) Keelektronegatifan Keelektronegatifan suatu atom menunjukan kecenderungan suatu atom untuk menarik pasangan electron yang digunakan bersama dalam pembentukan ikatan dengan atom lain. Semakin besar jari-jari atom semakin lemah gaya tarik inti terhadap electron. muatan inti. Mg(g)  Mg+(g) + eMg(g)  Mg2+(g) EI1 = 738 kJ mol-1 EI2 = 1451 kJ mol-1 Besarnya energi ionisasi dipengaruhi oleh ukuran atom (jari-jari atom). Terdapat beberapa criteria skala yang digunakan untuk menyatakan harga keelektronegatifan suatu unsur. sebab ada beberapa atom yang mempunyai kecenderungan membentuk ion positif sehingga tidak mungkin di paksa untuk menjadi ion negatif tanpa melalui pembentukan ikatan dengna atom yang lebih elektropositf. misalnya skala Pauling atau skala Huggins. Electron yang sudah berpasangan di dalam suatu orbital lebih kuat terikat oleh inti karena adanya pengaruh perlindungan electron dari pasangannya. Hal itu berarti untuk melepaskan electron hanya di perlukan sedikit energi (energi ionisasinya kecil). Harga affinitas electron suatu atom ditentukan secara tidak langsung. Atom yang mempunyai kemempuan menarik pasangan electron lebih kuat daripada atom yang berkaitan dengannya diberi harga skala keelektronegatifan lebih besar. akibatnya electron semakin mudah dilepas. skala Mullikan. misalnya gas mulia.pertama. Oleh karena itu.

Unsur-unsur blok s semakin besar nomor atomnya semakin reaktif. Atom-atom yang semua elektronnya telah berpasangan cenderung ditolak oleh medan magnet dan disebut sebagai atom diamagnetic. µ = momen magnet dalam bohr-magneton n = jumlah electron tidak berpasangan 2. Adanya electron yang tidak berpasangan menimbulkan momen magnet yang diukur dalam satuan bohr-magneton (BM). Akibat dari kedua keadaan tersebut berakibat pula pada interaksinya terhadap medan magnet. larangan Pauli. tetapi beberapa atom yang lain tidak berpasangan. Beberapa unsur transisi (blok d) . Electron di dalam orbital suatu atom ada yang berpasangan dan ada yang tidak berpasangan. sesuai dengan aturan aufbau. Besarnya momen magnet dapat di perkirakan dengan rumus : µ = n(n+2) dengan. Beberapa atom misalnya atom-atom gas mulia semua elektronnya berpasangan. sedangkan unsur-unsur blok p (kecuali gas mulia) mempunyai kecenderungan semakin kebawah dalam satu golongan menjadi kurang reaktif. Sifat kimia a) Pola kereaktifan unsure dalam system periodic Golongan IA dan IIA sangan reaktif disebabkan unsur-unsur tersebut mempunyai energi ionisasi rendah. Unsurunsur golongan VIIA juga sangat reaktif karena affinitas elektronnya tinggi sehingga mempunyai kecenderungan untuk menarik electron dan menjadi electron negatif (anion).f) Sifat magnetic Sifat magnet suatu atom unsure berkaitan dengan struktur elktronnya. dan aturan Hund. sehingga mempunyai kecenderungan mudah membentuk ion positif (kation). sedangkan atom-atom yang mempunyai electron tidak berpasangan akan tertarik oleh medan magnet dan disebut atom yang bersifat paramagnetic. sebab energi ionisasinya semakin kecil.

Struktur kristal adalah khas (unik) untuk suatu zat. Untuk asam oksi (HOX). dan Au) dan beberapa unsur lainnya. kekuatan asam ditentukan oleh keelektronegatifan X. Berdasarkan hal tersebut maka sepanjang periode semakin ke kanan letak unsur asam oksinya akan semakin kuat. Zat dengan ukuran partikel besar umumnya lebih sukar larut daripada zat-zat dengan ukuran pertikel yang lebih kecil. Berdasarkan hal tersebut. sehingga apabila suatu zat yang segolongan mempunyai struktur kristal yang berbeda akan dapat menimbulkan penyimpangan pada pola kecenderungan kelarutannya. Ag.yang mengakibatkan bersifat basa. . antara lain ukuran partikelnya (molekul atau ion). Energi kisi merupakan energi yang dilepas apabila ion-ion gas bergabung membentuk kristal ionic. sehingga ikatan H-O menjadi lemah dan mudah melepas proton (H+).sangat stabil terutama unsure golongan IB (Cu. Semakin kuat ikatan terhadap proton semakin lemah sifat suatu asam. Struktur kristal suatu zat juga dapat berpengaruh terhadap kelarutan suatu zat. sebab semakin elektronegatf ikatan O-X semakin kuat. c) Keperiodikan sifat asam dan basa Kekuatan asam dan basa dapat diprediksi dari kekuatan ikatan antara proton (H+) dengan gugus atom pusat yang mengikatnya. b) Kelarutan senyawa dan pola kecenderungannya Kelarutan suatu zat di dalam air dipengaruhi oleh beberapa factor. karena tampak pada kecenderungan kelarutan garam sulfatdari golongan alkali tanah yang semakin kecil dari Mg ke Ba. misalnya Pt dan Hg. untuk asam biner (HX) akan semakin kuat sifat asamnya bila jari-jari atom X semakin besar. Apabila X merupakan atom yang elektropositf maka yang akan terlepas adalah gugus OH. energi kisi kristalnya dan energi hidrasinya. sedangkan energi hidrasi adalah energi yang dilepas apabila ion-ion gas terlarut dalam air. Berdasarkan hal tersebut dalam satu golongan asam binernya semakin kuat dengan naiknya nomor atom (makin ke bawah). sebab semakin besar jari-jari atomnya semakin lemah gaya tarik atom X terhadap atom H dan atom H akan mudah terlepas sebagai proton (H+).

Daya polarisasi ini kuat bila muatan ionnya besar. Sebaliknya. tetapi jari-jari kationnya kecil.d) Daya mempolarisasi dan terpolarisasi Daya mempolarisasi kation ditentukan oleh perbandingan muatan kation terhadap jari-jari kation. ukuran dan muatan anion semakin besar akan semakin mudah anion tersebut mengalami polarisasi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful