You are on page 1of 32

Salam Redaksi

Aman, Maju, Mandiri, Sejahtera dan Tangguh
PELINDUNG 1. Bupati Kapuas Ir.MUHAMMAD MAWARDI, MM 2. Wakil Bupati Kapuas SURARIA NAHAN, Dipl.ATP.,ST PEMBINA Sekretaris daerah Kabupaten Kapuas Drs. NURUL EDY, M.Si PENASEHAT/PENGARAH 1. Asisten Pemerintahan dan KESRA 2. Asisten Ekonomi dan Pembangunan 3. Asisten Administrasi Umum 4. Kepala Dinas Pekerjaan Umum 5. Kepala Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Kapuas 6. Direktur PDAM Kapuas PENANGGUNG JAWAB/ PEMIMPIN REDAKSI Kepala Bagian HUMAS dan Protokol Drs. M. Hafizi WAKIL PIMPINAN REDAKSI Sapto Subagio KOORDINATOR LIPUTAN Pangeran S.Pandiangan,S.Hut KOORDINATOR DISTRIBUSI L u n d i, S.Sos REDAKTUR PELAKSANA Dedy Purnadibrata, SE REDAKSI 1. Arthir Menteng, SE 2. M. Akhmad 3. S u w a n d i 4. M. Solikhin SEKRETARIS REDAKSI : 1. Bidang Pemerintahan Budi Kurniawan,S.Sos.,M.Si 2. Bidang Hukum Nanang Taufik Adi Pramudya,SH.,M.Hum 3. Bidang Pembangunan Muh Indra Jaya, S.STP 4. Bidang Kemasyarakatan Yan Safriansyah,S.STP.,M.Si FOTOGRAFER/KAMERAMEN M. Kardin KEPALA LAYOUT Abdul Rohim, SE WAKIL KEPALA LAYOUT Iwan Pahruji, SE DESIGN GRAFIS/ILUSTRATOR R a k h m a n, SE BAGIAN KEUANGAN 1. M. Romansyah 2. Nerylia Paulina, S.STP ALAMAT REDAKSI Bagian HUMAS dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Jl. Pemuda Km.5,5 No.01 Telp.(0536)21686 Fax (0513)21732) Kuala Kapuas DASAR Keputusan Bupati Kapuas No. 333/HUMASPRO TAHUN 2009 Tanggal 2 Mei 2009

Sebagai Head line pada edisi ini kita sajikan tentang keberhasilan pembangunan dibidang Pekerjaan Umum serta pencanangan Kota Terpadu Mandiri di Lamunti. Bagaimanapun juga sajian pada edisi kedua ini sudah barang tentu ada kekurangan. Namun kami tetap berharap edisi kedua ini tetap dapat memberikan manfaat bagi para pembaca yang budiman. Wassalamu’alaikum Wr.Wb K. Kapuas, 15 Oktober 2009 Assalamu’alaikum Wr. Wb. Wahai Pembaca yang Budiman. Syukur Alhamdulillah,edisi Kedua Majalah Pemerintah Kabupaten Kapuas dengan nama “AMANAH KAPUAS” dapat diterbitkan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, termasuk saran dan kritik sehingga perbaikan pada edisi ini dapat diwujudkan. Pada edisi pertama telah kami bagikan kesemua Desa, Kelurahan dan Kecamatan serta kesemua Ketua RT di Kota Kuala Kapuas dan masyarakat disetiap Acara HASUPA HASUNDAU Bupati Kapuas. Pemimpin Redaksi Drs. M. HAFIZI

DAFTAR ISI
2. Salam Redaksi…………….. 3. Visi dan Misi………………..

4. Ternak Sapi Potong ………..…
6. Beras Talawang ……....

7. Pekerjaan Umum ……………. 13. Hasupa Hasundau ..……..…. 16. Dua Kali Penghargaan……… 18. Lima Belas Aktivitas Bupati.... 20. Bimtek ...........................……. 21. Berbagai Kegiatan TP PKK.... 22. Pelayanan Kependudukan..... 24. SIDAK .....................………... 25. SMA-1 Selat . ……………….. 26. KTM Lamunti ....…………….. 28. Pembukaan Parade ………... 30. Potong Pantan .……. 31. DANUM .....……………

Edisi PERDANA

2

Dan secara tidak langsung dapat menunjang perkembangan di sektor pariwisata. Dengan demikian diharapkan dapat memperlancar roda perekonomian daerah dan pada gilirannya nanti dapat mingkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk pemantapan program lebih lanjut, pengembangan sapi potong ini dikembangkan dengan pola pola pengembangan kandang berkelompok Kadis Peternakan Kab.Kapuas Ir. YANSI RANI Wilayah Kecamatan Mantangai, khususnya eks PLG Lamunti merupakan wilayah yang mempunyai potensi yang sangat besar untuk pengembangan agribisnis ternak sapi potong. Kondisi ini di dukung dari perkembangan Hijauan Makanan Ternak (HMT) jenis unggul yang selalu meningkat dari tehun ke tahun. Saat ini terdapat seluas ± 115 Ha HMT, kelompok peternak binaan Dinas Peternakan Kabupaten Kapuas sebanyak 50 kelompok dengan anggota sebanyak 1.029 orang, populasi ternak sapi saat ini sebanyak 1.101 ekor. Dilain pihak animo masyarakat/ peternak menunjukkan minatnya yang besar dalam mengembangkan agribisnis, secara khusus penggemukkan ternak sapi potong tersebut. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya permohonan kelompok peternak, baik permohonan dengan pola gaduhan melalui Dinas Peternakan maupun permohonan untuk mendapatkan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E). Bahkan yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa kondisi dari potensi ini ditunjang dengan infrastruktur jalan yang cukup baik sehingga arus transportasi pengangkutan, baik sarana prasarana pendukung kegiatan maupun pemasarannya menjadi lancar. Dampak positif dari pengembangan agribisnis dibidang penggemukan ternak sapi potong tersebut tidak hanya meningkatkan suplai dan konsumsi daging yang berkualitas, tetapi juga dapat memperluas kesempatan kerja dan berusaha yang berarti dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

dalam suatu wilayah/kawasan yang terkonsentrasi, pola ini sangat efektif untuk pembinaan dan pelayanan ( Pelaksanaan Inseminasi Buatan , Efektifitas Pemberian Pakan, Pelayanan Kesehatan Hewan, Vaksinasi, Pemasaran dst ), kesehatan lingkungan terpelihara serta hasil ikutan dapat diolah ( Kompos, Biogas, Kerajinan Kulit/Tanduk dst ). Kedepan konsep pola kandang berkelompok ini menjadi pusat agrowisata. Sumber : Dinas Peternakan

PERTEMUAN KADIS PETERNAKAN DAN TIM TEKNIS DENGAN KELOMPOK TERNAK DI DESA MANYAHI LAMUNTI A2 KECAMATAN MANTANGAI

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kapuas memberikan Penjelasan kepada kelompok tani ternak di Kecamatan Kapuas Kuala tentang kegiatan sinkronisasi birahi.

4

Kecamatan Basarang sebagai Kawasan Utama Pembangunan Peternakan yang didukung Kecamatan Kapuas Kuala, Kapuas Murung dan Mantangai sebagai wilayah pengembangan. Oleh karena itu kegiatan Inseminasi Buatan (kawin suntik) dilaksanakan secara intensif di 4 (empat) wilayah tersebut. Untuk kelancaran pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) ini Dinas Peternakan Kabupaten Kapuas mengadakan kerjasama dengan Balai Inseminasi Buatan Banjar Baru dan Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Kalimantan Tengah, sehingga program ini dapat berjalan lancar sepanjang tahun tanpa ada hambatan yang berarti.

Untuk memantapkan pelaksanaan Inseminasi Buatan ini mulai tahun 2008 melaksanakan ” Sinkronisasi Birahi ” penyerentakan birahi pada akseptor IB untuk mendukung Program Swasembada Daging 2010. Hasil kerja tim IB tahun 2008 menunjukan kemajuan yang sangat berarti dan menggembirakan dimana jumlah angka kelahiran mencapai 523 ekor pedet anak sapi (300 %) dibandingkan tahun 2007 angka kelahiran hasil IB sebesar 174 ekor pedet (anak sapi). Angka kelahiran pedet (anak sapi) tahun 2009 dengan program sinkronisasi IB ditargetkan 819 ekor.

Untuk mencapai target tersebut sarana/prasarana pendukung dan SDM dalam Tim tersebut betul-betul dalam kondisi ” Siap ”. Dengan keberhasilan program IB tersebut sangat signifikan dalam upaya peningkatan populasi ternak sapi disamping peningkatan populasi melalui kawin alam. Peningkatan populasi ternak sapi tahun 2008 mengalami kenaikan yang sangat signifikan sebesar 14,2 % yaitu 9.057 ekor, dibandingkan tahun 2007 sebesar 10 % sebesar 7.773 ekor. Sumber : Dinas Peternakan & Humaspro

Sapi Bali Hasil Inseminasi Buatan

Gubernur Kalteng (Agustin Teras Narang) Dalam Rangka Pencanangan Sinkronisasi Birahi Kegiatan IB

Petugas Inseminator Mempersiapkan Acara Pecnanangan Sinkroniasi Birahi

5

KADIS PERTANIAN TANAMAN PANGAN & HOLTIKULTURA Ir.Apiadin Husni

Penambahan Jam Kerja dan Area layanan dari pengelolaan persampahan dan kebersihan kota telah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyrakat yaitu lingkungan kota yang makin bersih baik di jalan-jalan maupun areal pasar dan permukiman. Berkat kerja keras dan dukungan semua pihak pada tahun 2009 ini Kabupaten Kapuas mendapat penghargaan Adipura peringkat ke-3 untuk klasifikasi kota kecil di Kalimantan Tengah. Dalam rangka terus menggalakan kesadaran masyarakat untuk memelihara kebersihan kota, Dinas PU bekerja sama dengan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Kapuas mengadakan Gerakan Kapuasku Bersih yang dicanangkan oleh Bapak Bupati Kapuas pada Hari Jum at 31 Juli 2009. Selanjutnya juga dilakukan sosialisasi pembuangan sampah terpilah (program 3R) melalui lomba pembuatan tempat sampah terpilah keluarga serta lomba menggambar untuk anak – anak Sekolah Dasar.

Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kapuas melalui Bidang Pertamanan & Kebersihan dalam Tahun 2009 ini telah melaksanakan beberapa Kegiatan yang mendukung Visi dan Misi Kabupaten Kapuas, diantaranya : Peningkatan Pengelolaan Persampahan dan Kebersihan Kota dan Penataan Taman Kota dan Ruang Terbuka Hijau.

Pada Kegiatan Penataan Taman Kota dan RTH telah dan sedang dilaksanakan beberapa kegiatan yang diharapkan dapat menambah keindahan kota serta menyediakan Ruang Terbuka Hijau sebagai areal rekreasi bagi masyarakat Kota Kuala Kapuas. Sebagai contoh antara lain : Pembangunan Taman PKK di Depan RSUD Kapuas berdampingan dengan Hutan Kota, lanjutan Pembangunan Tugu & Taman di Bundaran Besar dan Pembangunan Taman di Jl. Kartini.

Input Design : BARYEN Sumber : Dinas PU. Kab. Kapuas

7

Input Design : BARYEN Sumber : Dinas PU. Kab. Kapuas

8

Pada Tahun Anggaran 2009 ini beberapa kegiatan di bidang Cipta Karya yang yang dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Kapuas, diantaranya Pembangunan Tutup drainase sebagai pedestrian & jogging track keliling Stadion Panunjung Tarung, Pembangunan Sumur Air Tanah Dangkal, dan Pembangunan Sanimas, & MCK Komunal

Jogging Track dan pedestrian yang dibangunan keliling Stadion Panunjung Tarung Kuala Kapuas, memberikan fasilitas rekreasi dan olah raga bagi masyarakat kota Kuala Kapuas. Dengan konstruksi cor beton bertulang serta finishing beton sikat motif pada permukaan pedestrian tersebut juga diharapkan akan menambah keindahan kota Kuala Kapuas

Pekerjaan Pembangunan Sumur Air Tanah Dangkal dilaksanakan di Kelurahan Selat Hulu Kec. Selat sebanyak 8 unit, di Desa Anjir Serapat Tengah Kec. Kapuas Timur 8 unit, di Desa Batanjung dan Desa Cemara Labat Kec. Kapuas Kuala 5 unit, di Desa Pangkalan Rekan dan Desa Maluen Kec. Basarang 5 unit, di Desa Hampatung dan Desa Barimba Kec. Kapuas Hilir 5 unit dan di Desa Narahan dan Desa Bunga Mawar Kec. Pulau Petak 5 unit serta di Desa Saka Mangkahai Kec. Kapuas Barat 5 unit. Sumber biaya kegiatan tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Pendamping (APBD) Kabupaten Kapuas. Jumlah Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp. 2.040.000.000,- ditambah Pendamping (APBD) sebesar Rp. 215.000.000,-. Total biaya untuk kegiatan tersebut berjumlah Rp. 2.255.000.000,-. Manfaat pembangunan sumur air tanah dangkal adalah untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat yang bersumber dari sumur air tanah dangkal. Setiap 1 unit sumur air tanah dangkal dapat dimanfaatkan minimum oleh 20 jiwa. Operasional dan pemeliharaan sumur air tanah dangkal di serahkan kepada masing-masing kelurahan atau desa yang menerima pembangunan sumur air tanah dangkal tersebut..

Input Design : BARYEN Sumber : Dinas PU. Kab. Kapuas

9

Pekerjaan Pembangunan Sanitasi/MCK Komunal dilaksanakan di 2 Kecamatan. Di Kecamatan Selat ada di beberapa lokasi diantaranya di Kelurahan Selat Hulu 1 unit, di Kelurahan Selat Hilir 1 unit, di Desa Pulau Telo 1 unit dan Desa Terusan Raya 1 unit dan di Kecamatan Kapuas Kuala berlokasi di Desa Lupak Dalam sebanyak 2 unit. Sumber biaya kegiatan tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Pendamping (APBD) Kabupaten Kapuas. Jumlah Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp. 947.000.000,- ditambah Pendamping (APBD) sebesar Rp. 97.000.000,-. Total biaya untuk Kegiatan Pembangunan Sanitasi/MCK Komunal tersebut berjumlah Rp. 1.044.000.000,-. Manfaat pembangunan Sanitasi/MCK Komunal adalah untuk memenuhi kebutuhan sanitasi/MCK bagi masyarakat terutama bagi masyarakat miskin. Setiap 1 unit sanitasi/MCK komunal dapat dimanfaatkan minimum oleh 40 jiwa. Operasional dan pemeliharaan Sanitasi/MCK Komunal di serahkan kepada masing-masing kelurahan atau desa yang menerima pembangunan Sanitasi/MCK Komunal tersebut.

Pekerjaan : Pembangunan Sanitasi MCK Komunal

Indikator keberhasilan adalah berfungsinya secara optimal saluran irigasi. Pekerjaan Operasional dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi tahun 2009 dikerjakan secara Swakelola dan tersebar di kecamatan : 1. Kecamatan Kapuas Kuala; 2. Kecamatan Kapuas Timur; 3. Kecamatan Kapuas Hilir; 4. Kecamatan Selat; 5. Kecamatan Pulau Petak; 6. Kecamatan Kapuas Murung; 7. Kecamatan Basarang; 8. Kecamatan Kapuas Barat dan 9. Kecamatan Mantangai

Input Design : BARYEN Sumber : Dinas PU. Kab. Kapuas

10

Indikator keberhasilan adalah berfungsinya secara optimal jalan usaha tani untuk memudahkan para petani dalam mengangkut hasil pertanian. Pekerjaan Peningkatan Jalan Usaha Tani tahun 2009 meliputi : 1. Peningkatan Jalan Usaha Tani di Kecamatan Kapuas Murung (1,50 Km) 2. Peningkatan Jalan Usaha Tani di Kecamatan Pulau Petak (2,00 Km) 3. Peningkatan Jalan Usaha Tani di Kecamatan Basarang (1,00 Km) 4. Peningkatan Jalan Usaha Tani di Kecamatan Kapuas Timur (1,00 Km) 5. Peningkatan Jalan Usaha Tani di Kecamatan Kapuas Kuala (1,00 Km)

Input Design : BARYEN Sumber : Dinas PU. Kab. Kapuas

I ndikator keberhasilan adalah tersedianya air sampai ke tingkat lahan pertanian dengan terbangun dan berfungsinya pintu air. Pekerjaan Pembangunan Pintu Air tahun 2009 meliputi : 1. Pembangunan Pintu Air di Kecamatan Kapuas Timur, 3 Unit 2. Pembangunan Pintu Air di Kecamatan Kapuas M urung, 2 Unit 3. Pembangunan Pintu Air di Kecamatan Kapuas Kuala, 2 Unit

11

Penggunaan Jalan dalam kota pada Tahun 2009 dilatarbelakangi oleh kondisi jalan yang rata-rata belum ditangani selama 5 (lima) Tahun, bahkan ada yang sedah 10 (sepuluh) tahunbelum dilakukan Pemeliharaan/Peningkatan. Jalan A.Yani, Tambun Bungai, Suprapto adalah jalan – jalan yang ditingkatkan pada tahun 1999. Tujuan dari penanganan melalui program pemeliharaan dan peningkatan jalan tersebut adalah : 1. Untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu konstruksi yang ada. 2. Memperlebar daerah milik jalan. 3. Mempercantik kota Kuala Kapuas dalam rangka merndapatkan Adipura. Dampak dari penanganan jalan-jalan dalam kota tersebut adalah : 1. Jalan dalam kondisi mantap, aman dan nyaman. 2. Lalulintas yang tertib dan lancar. 3. Fungsional dan terhubungkan jalan dalam satu kesatuan : jalan Nasional ke jalan Kabupaten sebaliknya, Jalan Propinsi ke jalan Kabupaten sebaliknya. Permasalahan yang ada : 1. Masih ada lahan/bangunan yang belum dibebaskan. 2. Masih ada penggunan jalan yang belum memahami dan mentaati berlalu lintas yang baik dan aman. Sumber dana : 1. Dana Alokasi Khusus 2. Dana Alokasi Umum Sumber : (Dinas PU & Humaspro) Jalan PATIH RUMBIH Jalan A. YANI

Jalan A. YANI

Jalan PATIH RUMBIH

Jalan TAMBUN BUNGAI

Jalan TAMBUN BUNGAI

12

Penyerahan Bantuan Rumah Ibadah untuk sejumlah masjid,Gereja dan Balai Basarah di Kec.Kapuas Hulu. Total Bantuan 84 Juta rupiah

13

14

Tiga orang pimpinan DPRD Kabupaten Kapuas resmi diambil sumpah dan janji sebagai Ketua dan Wakil Ketua DPRD periode 2009-2013 oleh Ketua Pengadilan Negeri Kapuas Agustinus Setya Wahyu pada Rapat Paripurna Istimewa Masa Sidang III Tahun Sidang 2009 pada hari Rabu (21/10/2009) pagi. Mereka adalah Robert Linuh Gerung sebagai Ketua DPRD dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Indonesia sebagai ketua DPRD. Kemudian Wakil Ketua Mahmud Iip Saf'rrudin dari Partai Golongan Karya dan H Asrani dari Partai Persatuan Pembangunan. Seluruh proses acara pengambilan sumpah/janji berjalan dengan lancar tanpa ada kendala. Bahkan acara tersebut juga dihadiri langsung oleh Bupati Kapuas HM Mawardi dan Wakil Bupati Suraria Nahan serta sejumlah unsur muspida dan para undangan lainnya. Termasuk seluruh anggota DPRD turut serta menyaksikan acara ini. Dalam amanatnya Bupati Kapuas HM Mawardi mengungkapkan terbentuknya DPRD Kabupaten Kapuas serta diresmikannya pengangkatan pimpinan DPRD adalah salah satu hasil dari pencapaian terbesar dalam membangun demokrasi. Khususnya ditingkat lokal melalui pemilu yang telah berlangsung secara aman, damai dan demokrasi. (dedy P & Humaspro) Dalam seminar Master Plan Pendidikan Kabupaten Kapuas dijelaskan oleh Ir.Doddy.S,MM bahwa manfaat Master Plan Pendidikan adalah sbb : 1. Mengetahui Program dan Kegiatan Per Tahun 2. Mengetahui Tahapan Program 3. Mengetahui Pola Pendanaan sesuai Tahun Anggaran 4. Memberikan gambaran yang menyeluruh tentang rencana Pendidikan dan keterkaitan dengan sektor lainnya untuk 5 tahun kedepan 5. Mengetahui gambaran kondisi dan potensi 6. Berguna untuk menetapkan arah kebijakan 7. Memformulasikan tujuan, sasaran, program pembangunan yang menjadi prioritas daerah, baik di APBD maupun di APBN dan Luar Negeri serta Investasi Swasta 8. Menjadi Panduan bagi semua pemangku kepentingan di Daerah terutama pihak Eksekutif dalam melaksanakan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. (Humaspro)

Master plan pendidikan diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, bermutu serta memiliki daya saing tinggi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, baik ditingkat lokal maupun global. Penegasan ini disampaikan oleh Bupati Kapuas HM Mawardi dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Bupati Suraria Nahan saat membuka seminar rancangan penyusunan master plan pendidikan Kabuapaten Kapuas di Aula Lawang Kameloh Jalan RA Kartini pada hari Selasa (20/10/20010) pagi. “Pada kesempatan ini kami jugamengucapkan terima kasih kepada PT Barito Prima selaku konsultan kegiatan menyusun rancangan master plan pendidikan Kabupaten Kapuas. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi Kabupaten Kapuas menuju Kapuas yang Amanah,” tukasnya. (dedy P & Humaspro)

15

16

17

1. Awal Ramadhan. Buka puasa bersama masyarakat, Muspida, anggota DPRD, tokoh agama, pemuda dan pimpinan SKPD, TP PKK serta jajaran PNS lingkup Pemkab Kapuas, di Rumah Jabatan Bupati Kapuas. 2. Buka puasa bersama Ketua dan jajaran pengurus PWI KalTeng serta komunitas wartawan Kapuas dan masyarakat, Muspida, tokoh agama,pemuda, pimpinan SKPD,TP PKK, di Rumah Jabatan Bupati Kapuas. 3. Akhir Ramadhan. Buka puasa bersama masyarakat, Muspida, anggota DPRD, tokoh agama,pemuda dan TK PKK, pimpinan SKPD serta jajaran PNS lingkup Pemkab Kapuas, di Rumah Jabatan Bupati Kapuas. 4. Tarawih Keliling atau Safari Ramadhan Bupati Kapuas bersama Rombongan Muspida, anggota DPRD,Pimpinan SKPD,Pimpinan Ormas Islam dan Organisasi Kepemudaan serta TP PKK, bersama masyarakat jamaah Mesjid sbb:  Di Mesjid NOR HIDAYAH Desa Pangkalan Sari Kecamatan Basarang.  Di Mesjid MIFTAHUL JANNAH Desa Manusup Hilir Kecamatan Mantangai.  Di Mesjid AL MUBARAQ Kelurahan Pulau Kupang Kecamatan Selat.  Di Mesjid NURUT TAQWA Desa Anjir Serapat Baru, KM 5,5 Kecamatan Kapuas Timur.  Di Mesjid AL MUHAJIRIN Kelurahan Barimba Kecamatan Kapuas Hilir.  Di Mesjid NURUT TAQWA Desa Sei Jangkit Kecamatan Selat. 5. Memberikan Sambutan Peringtan NUJULUL QUR’AN pada malam 17 Ramadhan, acara di hadiri semua elemen masyarakat, penyelenggara PHBI Kab. Kapuas. 6. Melaksanakan Shalat ISTISQA (shalat minta hujan) bersama Ketua MUI Kapuas serta masyarakat di halaman kantor Pemkab Kapuas.

7. Menghadiri buka puasa bersama masyarakat, Muspida, tokoh agama,pemuda dan TK PKK, pimpinan SKPD serta jajaran PNS lingkup Pemkab Kapuas, di Rumah Jabatan Sekda. Penyelenggara Sekretaris Daerah dengan KNPI Kabupaten Kapuas. 8. Melaksanakan dan melepas peserta Pawai Takbiran pada malam Idul Fitri, Pawai diikuti dan disaksikan ribuan warga masyarakat Kuala Kapuas. Penyelenggara PHBI Kab. Kapuas 9. Melaksanakan shalat Idul Fitri 1430 H berjamaah di Mesjid AL MUKARRAM, bersama kaum muslimin wal muslimat Kuala Kapuas. 10. Melaksanakan Open House, menerima tamu lebaran dari semua unsur masyarakat Kapuas.

18

BANTUAN KEAGAMAAN DAN TEMPAT IBADAH PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS TAHUN 2009 1. Bantuan Pelayanan Ibadah Haji 2. BantuanKegiatan Keagamaan 3. Bantuan untuk Rumah Ibadah : - MASJID sebanyak 102 buah - Langgar/Mushalla 141 buah - Gereja Protestan 56 buah - Gereja Katolik 7 buah : : : : Rp. 865.000.000,Rp. 715.000.000,Rp. 435.000.000,Rp. 40.000.000,: : Rp. 300.000.000,Rp.2.425.000.000,-

- Balai Hindu Kaharingan 17 buah : - Pura Hindu Bali 10 buah Jumlah 3 JUMLAH SELURUHNYA : : :

Rp. 160.000.000,Rp. 60.000.000,-

Rp.2.275.000.000,Rp.5.000.000.000,-

Sumber Data : Kasubag Keagamaan H.Yahya,S.Ag.,S.Sos.,MAP

BANTUAN YANG DISALURKAN SAAT TARLING BUPATI KAPUAS TAHUN 2009 1. Bantuan Pemkab Kapuas Rp.42.000.000,untuk 6 Masjid @Rp.7.000.000,2. Bantuan Pribadi Bupati Kapuas Rp.35.000.000,- untuk 6 Masjid. 3. Bantuan dari Pimpinan SKPD dan Donatur lainnya untuk 6 Masjid : Berupa Uang Rp.17.000.000,Berupa Barang : - 16 buah Kipas Angin, - 27 Rol Sajadah, - 6 buah Jam dinding dan - 12 kotak Al-Qur’an Humaspro

.

19

BUPATI KAPUAS Ir.H.M.MAWARDI,MM Sebagaimana diketahui bahwa laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Kapuas selama ini masih mendapat opini “tidak wajar” dari BPK RI. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya yang perlu mendapat perhatian serius adalah pengelolaan aset daerah yang masih jauh dari harapan. “Berkenaan hal tersebut, saya mengharapkan kembali kerjasama dengan BPKP dalam melakukan inventarisasi aset, penilaian aset sampai tersusunnya sebuah neraca yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Kemudian melakukan evaluasi atas laporan keuangan dan aset masing-masing SKPD,” Kata Bupati Kapuas HM Mawardi saat membuka bimtek dan pendampingan penyusunan rancangan APBD Kabupaten Kapuas TA 2010 kerjasama Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Kalsel di Aula Kantor Bupati pada hari Senin (5/10/2009) siang.

Hal ini, ungkap Bupati untuk mengetahui sejauhmana tanggungjawab kepala SKPD selaku pengguna anggaran dan penguna barang dalam mengelola keuangan SKPD-nya. “Hasil evaluasi itu akan menjadi bahan pertimbangan saya untuk melakukan pembinaan kepada kepala SKPD,” tegas mantan anggota DPRD Provinsi Kalteng ini. Ditambahkan, apabila laporan keuangan pemerintah daerah dapat tersusun dengan baik dan benar serta prosedur administrasi keuangan dilakukan dengan baik dan penyelewengan yang mengakibatkan kerugian daerah dapat diminimalisir, maka dinyakini laporan keuangan akan mendapat opini yang lebih baik. Oleh karena itu, sebaik apapun sarana atau alat yang dimiliki,apabila tidak diimbangi dengan SDM yang berkualitas, maka hal tidak akan berarti apa-apa. “Sehubungan dengan hal tersebut, mari kita memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar dan bertanya apabila menemui kendala. Karena narasumber dalam bimtek ini adalah dari BPKP yang sangat mengusai dalam pengelolan keuangan daerah,” terangnya.

Pemateri (BPKP Kalsel)

Kabag Keuangan RIDUAN, BBA

Disamping itu Bupati Kapuas juga menekankan dalam penyusunan anggaran terpadu atau unified budget, dimana dalam penyusunan rencana keuangan tahunan dilakukan secara terintegritas untuk seluruh jenis belanja. Guna melaksanakan kegiatan pemerintahan yang didasarkan pada prinsif pencapaian efisiensi alokasi dana secara terpadu. Tentunya dengan penyusunan anggaran yang berorientasi pada anggaran berbasis kinerja. Dijelaskan Bupati, peraturan yang menjadi dasar dalam penyusunan rancangan APBD Kabupaten Kapuas TA 2010 adalah mengacu pada peraturan pemerintahan Nomor 58 Tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah. Peraturan Mendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah, sebagaimana diubah dengan Peraturan Mendagri Nomor 59 Tahun 2007, juga mengacu pada peraturan Mendagri Nomor 25 Tahun 2009 tentang pedoman penyusunan APBD TA 2010. “Dalam hal ini setiap dana yang dianggarkan untuk melaksanakan program dan kegiatan harus terukur secara jelas indikator kinerjanya yang direpresentasikan kedalam tolak ukur kinerja serta target dan sasaran yang diharapkan,” kata Bupati. Maka dari itu sejalan dengan peraturan tersebut, maka dikaitkan dengan tujuan pembangunan Kabupaten Kapuas yang telah, sedang, dan akan dicapai bersama-sama melalui program dan kegiatan didalam APBD. Lebih jauh dikatakan dalam rangka keterpaduan dan sinkronisasi kebijakan perogram/kegiatan dan sebagai upaya penyamaan persepsi terhadap tantangan, prioritas dan langkah kebijakan dalam melaksanakan visi yakni bersama membangun ekonomi kerakyatan berbasis agribisnis dan agroindustri menuju Kapuas yang amanah. Sementara itu Ketua Panitia Kegiatan, Riduan BBA dalam laporannya menjelaskan bimtek ini dilaksanakan selama 10 hari yang dimulai tanggal 5 hingga 15 Oktober 2009 mengambil tempat di Aula Kantor Bupati Kapuas Jalan Pemuda Km 5,5. Para peserta merupakan pejabat dan staf yang membidangi keuangan dari 30 SKPD serta PNS yang ada di 12 kecamatan. “Materi antara lain melakukan entry data penyusunan aplikasi keuangan,” ungkap Kabag Keuangan Setda Pemkab Kapuas ini. Disamping itu tujuan bimtek guna menghasilkan pengelolaan keuangan yang mengacu pada RKS TA 2010, sehingga dapat tersusun APBD 2010. (dedy purnadibrata & Humaspro)

20

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas

Hj. Aliyah Mawardi

21

PELAYANAN KEPENDUDUKAN & CATATAN SIPIL
C. AKTA KELAHIRAN DISPENSASI/TAMBAHAN
Syarat-syarat Permohonan: - Surat Keterangan Kelahiran dari Lurah/Kepala Desa setempat (Model A.3); - Foto copy Ijazah/STTB/SK terakhir bagi yang sudah memiliki ; - Foto copy KTP dan KK yang bersangkutan; - Foto copy buku Nikah / Akta Perka winan orang tua bersangkutan; - Dokumen Imigrasi bagi WNA; - Pasport bagi WNA; - Putusan Pengadilan bagi WNA; - Surat Kuasa (apabila yang melapor /yang mengurus) bukan orang tua dan foto copy KTP pelapor 1(satu) lembar; - Semua foto copy disyahkan oleh Pejabat yang berwenang. Jangka waktu Penyelesaian : Jangka waktu penyelesian Ijin 7 hari Kerja Biaya : - WNI : anak ke I & II Rp.10.500,- WNI : anak ke III dst. Rp.13.000,- WNA : anak ke I & II Rp.19.500,WNA : anak ke III dst Rp 39 000

Pencanangan Program KTP Gratis oleh Bupati Kapuas

Jenis pelayanan beserta syarat-syarat, waktu dan
enyelenggaraan pemerintahan yang baik merupakan masalah mendasar yang harus secara serius dan konsisten dilaksanakan oleh jajaran birokrasi saat ini. Sebagai salah satu upaya mewujudkan hal tersebut adalah melalui Pembentukan Unit Pelayanan Terpadu Kabupaten Kapuas. Maksud Dan Tujuan dibentuknya Unit Pelayanan Terpadu Kabupaten Kapuas adalah : 1. Memberikan kemudahan pelayanan perijinan kepada masyarakat/Dunia Usaha/Investor 2. Untuk menjamin kepastian waktu dan biaya dalam pengurusan berbagai perijinan di Kab. Kapuas. 3. Untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas pelayanan perijinan kepada masyarakat/ Dunia Usaha/ Investor Dasar Hukum pelaksanaaan tugas UPT Kabupaten Kapuas : 1. PERMENDAGRI No.24 Tahun 2006 tgl.6 Juli 2006 ttg Pedoman Penye lenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. 2. PERBUP KAPUAS No.2 tahun 2007 tgl.3 Pebruari 2007 ttg pembentukan

P

A. AKTA KELAHIRAN Syarat-syarat Permohonan: 1. Surat Keterangan Kelahiran dari Dokter / Bidan yang menolong persalinan; 2. Surat Keterangan Kelahiran dari Lurah/Kepala Desa setempat (Model A.3); 3.Foto copy buku Nikah / Akta Perka winan orang tua bersangkutan; 4. Dokumen Imigrasi bagi WNA; 5. Pasport bagi WNA; 6. Surat Kuasa (apabila yang melapor /yang mengurus) bukan orang tua dan foto copy KTP pelapor 1(satu) lembar; 7. Semua foto copy disyahkan oleh Pejabat yang berwenang. Jangka waktu Penyelesaian : Jangka waktu penyelesian Ijin 7 hari Kerja Biaya : - WNI : anak ke I & II Rp.10.500,- WNI : anak ke III dst. Rp.13.000,- WNA : anak ke I & II Rp.19.500,- WNA : anak ke III dst. Rp.39.000,-

B. AKTA KELAHIRAN ISTIMEWA Syarat-syarat Permohonan: 1. Surat pengantar dari Lurah/Kades diketahui oleh Camat setempat; 2. Surat Keterangan dari Lurah/ Kepala Desa setempat 3. Surat Keterangan Kelahiran dari Dokter / Bidan yang menolong persalinan; 4. Foto copy Ijazah bagi yang sudah memiliki Ijazah; 5. Foto copy KTP dan KK kedua orang tua & foto copy kedua saksi 6. Foto copy buku Nikah / Akta Perka winan orang tua bersangkutan; 7. Dokumen Imigrasi bagi WNA; 8. Pasport bagi WNA; 9. Putusan Pengadilan bagi WNA; 10. Surat Kuasa (apabila yang melapor /yang mengurus) bukan orang tua dan foto copy KTP pelapor 1(satu) lembar; 11. Semua foto copy disyahkan oleh Pejabat yang berwenang. Jangka waktu Penyelesaian : Jangka waktu penyelesian Ijin 9 hari Kerja Biaya : - WNI : anak ke I & II Rp.19.500,Leges Rp. 5.000,- WNI : anak ke III dst. Rp.26.000,Leges Rp. 5.000,- WNA : anak ke I & II Rp.52.000,Leges Rp. 5.000,-

PHOTO ACARA PENCANANGAN KTP GRATIS

22

D. AKTA PERKAWINAN Syarat-syarat Permohonan: 1. Surat permohonan ditujukan kepada Kepala Kantor Dinas Kependudukan &Catatan Sipil Kabupaten Kapuas. 2. Mengisi formulir untuk pencatatan Perkawinan ; 3. Daftar untuk pengumuman (dibuat oleh petugas pelaksana pencatatan sipil) ; 4. Surat pernyataan persetujuan bersama kedua mempelai ; 5. Surat persetujuan kawin dari kedua orang tua / wali ; 6. Surat keterangan asal - usul / Domisili dari Lurah setempat; 7. Foto copy KK masing-masing Calon Mempelai ; 8 Foto copy Surat Baptisan dari Sidi 9. Foto copy Kutipan Akta Kelahiran Calon Mempelai ; 10. Foto copy KTP Calon Mempelai, Saksi-saksi dan foto copy KTP kedua orang tua ; 11. Foto copy Kartu Nikah Mempelai dari Pemuka Agama ; 12. Pas Photo gandeng ukuran 4x6cm sebanyak 4 lembar ; 13. Materai Rp.3.000,- sebanyak 2 lbr Syarat-syarat lain. 1. Akta Kematian/Cerai bagi yang pernah kawin. 2. Ijin Komandan bagi ABRI; 3. Ijin atasan bagi PNS ; 4. Akta Lahir anak (untuk pengakuan dan pengesahan anak) 5. Ijin Kedutaan (bagi WNA) 6. Pasport bagi WNA; 7. Ijin orang tua bagi Calon Mempelai dibawah usia 19 tahun; 8. Ijin Pengadilan Negeri bagi Mempelai laki-laki dibawah usia 21 tahun dan mempelai perempuan dibawah usia 16 tahun;

10. Dispensasi camat apabila penca tatan kurang dari 10 hari terhitung saat pendaftaran; 11. Pengumuman perkawinan di luar kota untuk Calon Mempelai; 12. Perjanjian kawin harta terpisah dari Pengadilan Negeri (jika ada) Jangka waktu Penyelesaian : Jangka waktu penyelesian Ijin 7 hari Kerja Biaya : Perkawinan Umum - WNI : di Kantor Rp.32.500,diluar Kantor. Rp.65.000,- WNA : di Kantor Rp.52.500,diluar Kantor. Rp.90.000,Perkawinan Terlambat - WNI : di Kantor Rp.45.000,diluar Kantor. Rp.90.000,- WNA : di Kantor Rp.90.000,diluar Kantor. Rp.150.000,E. AKTA PERCERAIAN Syarat-syarat Permohonan: 1. Penetapan Pengadilan Negeri; 2. Surat Pengantar dari Pengadilan Negeri. Jangka waktu Penyelesaian : Jangka waktu penyelesian Ijin 5 hari Kerja Biaya : Akta Perceraian Umum

Akta Perceraian Terlambat - WNI : di Kantor Rp. 60.000,- WNA : di Kantor Rp.100.000,F. AKTA KEMATIAN Syarat-syarat Permohonan: 1. Surat Pengantar dari Lurah/Kades 2. Surat Keterangan Kematian dari Lurah/Kades setempat (Model A.5) 3. Surat Keterangan Kematian dari Rumah Sakit/Dokter; 4. Foto copy KTP kedua orang tua; 5. Foto copy KTP yang melapor; 6. Surat Bukti Kewarganegaraan RI 7. STMD dari Kepolisian; 8. Surat Keterangan Keimigrasian (SKK) dari Imigrasi bagi WNA; 9. Semua foto copy disyahkan oleh Pejabat yang berwenang. Jangka waktu Penyelesaian : Jangka waktu penyelesian Ijin 5 hari Kerja Biaya : - WNI : Rp. 13.000,- WNA : Rp. 26.000,-

G. PENGAKUAN & PENGESAHAN ANAK

Syarat-syarat Permohonan: 1. Penetapan Pengadilan Negeri; Jangka waktu Penyelesaian : Jangka waktu penyelesian Ijin 5 hari Kerja Biaya : - Pengakuan Anak Rp. 39.000,- Pengesahan Anak Rp. 32.000,- Umum Rp. 32.500,-

Walaupun liburan pada saat Hari Raya Idul Fitri cukup panjang, tapi nyatanya masih banyak pegawai yang menambah sendiri hari libur. Hal ini terbukti saat Wakil Bupati Kapuas Suraria Nahan saat melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kantor badan/dinas pada hari Kamis (24/9/2009) pagi. Dalam sidak yang didampingi oleh Kepala Inspektorat Rianova dan Kabag Humas dan Protokol Hafizi terungkap 64 PNS yang bolos kerja. Para pegawai ini tersebar di 12 dinas/badan Pemkab Kapuas. Kala itu sidak pertama dilakukan di Dinas Kesehatan yang disambut oleh Kadis Kesehatan Ani Handaningroem. Disini terdapat 2 PNS tak masuk kerja dari total 60 pegawai yang ada. Selanjutnya sidak dilanjutkan ke Dinas Transmigrasi yang juga disambut langsung oleh Kadisnya JMT Pandiangan. Disini tak ditemukan PNS yang bolos kerja, sebab semua PNS masuk kerja.

Kemudian rombongan menuju Dinas Pertambangan dan Energi. Kadisnya PNS di Krin Prihatin. Seluruh Distamben yang berjumlah 36 orang masuk kerja. Lalu sidak berlanjut ke Dinas Perikanan dan Kelautan, dari jumlah 50 PNS tercatat 7 PNS tanpa keterangan. Lalu di BPMD tercatat 10 tanpa keterangan dari total 36 PNS. Selanjutnya rombongan menuju Kantor Polisi Pamong Praja di Jalan A. Yani. Disini rombongan disambut oleh Plt Kepala Kantor Pol PP, Yunabut. Dari total 71 orang pegawai hanya 2 tanpa keterangan. Sidak kemudian berlanjut Pemuda, Olahraga, ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Disini cukup banyak PNS yang tanpa keterangan dengan jumlah 14 orang dari 48 PNS yang ada.

WAKIL BUPATI KAPUAS SURARIA NAHAN, Dipl.ATP.,ST

Kemudian Kantor Kelurahan Selat Hilir juga tak luput dari sasaran sidak. Dari 10 PNS terdata 1 orang tanpa keterangan. Lalu di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah dari 13 pegawai, tercatat 3 tanpa keterangan. Selanjutnya di Dinas Pendidikan dari 71 pegawai, terdata 12 tanpa keterangan. Lalu di Dinas Perindagkop 13 tanpa keterangan dari 68 pegawai. Sidak kemudian berakhir di Dinas PU, disini hampir seluruh PNS hadir. Nantinya seluruh rekap absen tersebut akan didata oleh Inspektorat sebagai bahan laporan kepada Bupati dan wakil Bupati. “Seluruh data absensi pegawai kita kumpulkan. Kemudian akan kita rekap berapa jumlah PNS yang hadir, lalu cuti atau yang tak masuk tanpa keterangan,” kata Kepala Inspekrorat Rianova SH. (*) (dedy.P & Humaspro)

24

Para juara Festival Seni Budaya Tingkat SLTA akan mewakili Kabupaten Kapuas pada ajang yang sama tingkat provinsi di Buntok Kabupaten Barito Selatan. Rencananya kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2009 yang juga akan diikuti perwakilan pelajar SLTA se Kalteng. Pada penutupan Festival Budaya Seni Budaya SLTA se Kabupaten Kapuas berhasil meraih juara pertama tari pedalaman dan pesisir yakni sanggar tari Riwut Arung dari SMAN-1 Selat. Kemudian untuk vokal solo putra sebagai juara pertama yakni Alfredo Ufo SMAN-1 Selat, juara satu putri yakni Anna Paramita Prastiwi dari SMAN-1 Selat. Lalu juara I lukis ornamen yakni Medioanto, lalu juara I yakni Yossy. Menurut Ketua Panitia Yuliana Asi, MPd bahwa kegiatan telah dilaksanakan sejak tanggal 28 hingga 30 September 2009 bertempat di Gedung Gandang Garantung Jalan A. Yani Kuala Kapuas. “Para peserta berasal dari 12 kecamatan dengan tiga cabang lomba yakni tari pedalaman dan tari pesisir. Kemudian vokal solo putra putri serta lukis ornamen dan legenda,” kata Yuliana. Sementara itu Bupati Kapuas HM Mawardi dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekda Nurul Edy saat menutup kegiatan Rabu (30/9/2009)

SEKDA KAPUAS Drs. H. Nurul Edy, M.Si malam mengaku gembira dengan kegiatan yang telah dilaksanakan ini. Festival ini sebagai ajang kompetisi bagi pelajar dan sanggar seni budaya yang ada di Kabupaten Kapuas. Selain itu guna menumbuhkembangan daya cipta, kreativitas dan keterampilan seni budaya daerah. Bagi para pemenang saya mengucapkan selamat atas ketekunan kerja kerasnya dalam latihan selama ini sehingga membuahkan hasil. Semoga dengan keberhasilan ini tidak membuat kita tinggi hati dan lupa diri tetapi justru keberhasilan yang diraih akan membawa kita semakin menyadari bahwa kita harus tetap rendah hati dalam arti bahwa kita harus terus dan terus berjuang dan berhasil untuk dapat berhasil dalam segala hal,” ungkapnya. Bagi semua peserta yang menang jangan cepat puas dengan apa yang telah dicapai tapi terus mengevaluasi diri untuk lebih baik lagi dimasa yang akan datang dan bagi peserta yang belum menjadi pemenang mari terus asah kemampuan dengan terus berlatih dan mencari inovasi yang baru. Kemudian mencari kreativitas yang baru agar bisa tampil lebih baik dimasa di masa yang akan datang.(dedy. P & Humaspro)

25

BUPATI KAPUAS Ir. H.M. Mawardi, MM Bupati Kapuas HM Mawardi mengatakan konsep pengembangan Kota Terpadu Mandiri (KTM) adalah kota yang dirancang sejak tahap awal dan mempunyai kegiatan utama pertanian termasuk pengelolaan sumber daya alam. Dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi, yang berfungsi sebagai pusat kegiatan pertanian berupa pengolahan barang pertanian jadi dan setengah jadi. Lalu kegiatan agribisnis; pusat pelayanan agroindustri khusus dan pemuliaan tanaman unggul; pendidikan, pelatihan di sektor pertanian, industri dan jasa; serta pusat perdagangan wilayah yang ditandai dengan adanya pasar - pasar grosir dan pergudangan komoditas sejenis. Maka sesuai dengan konsep pengembangannya tersebut posisi KTM Lamunti mempunyai keunggulan. Antara lain terletak di pusat kawasan PLG yang telah memiliki sarana dan prasarana dasar seperti jalan, jembatan

dan drainase, memiliki aksesibilitas yang tinggi dan relatif mudah terjangkau baik melalui darat dan sungai serta lahan yang berpotensi untuk pengembangan pertanian dalam arti luas. Didukung juga dari daerah-daerah hinterland dibelakangnya yang kaya sumber daya alam diantaranya tambang batu bara, pasir zircon dan emas. “Kawasan KTM Lamunti ini dapat menjadi contoh bagi dari lain yang juga memiliki KTM,” kata Bupati Kapuas HM Mawardi saat memberikan sambutan pada pencanangan KTM Lamunti pada hari Rabu (7/10/2009) siang. KTM Lamunti terdiri dari 22 (dua puluh dua) UPT (15 UPT Lamunti dan 7 UPT Dadahup) dan 8 (delapan) desa setempat yang secara administrasi terletak di 3 (tiga) wilayah kecamatan yaitu kecamatan Mantangai, Kapuas Murung dan Kapuas Barat, yang berjarak 64 km dari Ibukota Kabupaten Kapuas yaitu Kuala Kapuas dengan luas secara keseluruhan adalah 45.457 hektar. Jumlah penduduk 34.876 jiwa atau 8.193 kk. wilayah administrasi berbatasan

sebelah timur dengan desa dadahup, sebelah barat dengan sungai kapuas, sebelah utara dengan desa kalumpang dan sebelah selatan dengan desa penda katapi. dengan pusat kota direncanakan di upt lamunti A-1 dan satuan kawasan pengembangan 1 di UPT Lamunti C-3, satuan kawasan pengembangan 2 di UPT lamunti B-3, dan satuan kawasan pengembangan 3 di UPT Dadahup G-1. Pencapaian ke lokasi KTM Lamunti ditempuh melalui 2 (dua) alternatif akses jalan darat yaitu : jarak pusat ktm (Lamunti A.1) ke Kuala Kapuas sebagai pusat kegiatan ekonomi Kabupaten Kapuas ± 60 km berupa jalan aspal dan perkerasan, jarak dari Kuala Kapuas ke Banjarmasin ± 60 km berupa jalan aspal hotmix (akses dari selatan), dan jarak Kuala Kapuas ke Palangka Raya ± 250 km berupa jalan aspal (akses dari utara). dan akses melalui sungai terletak diantara 2 (dua) sungai besar yaitu sungai Kapuas dan sungai Barito dan berada diantara kota Kuala Kapuas dengan Ibukota Kecamatan Mantangai, Timpah, Pujon, Sei Hanyo di bagian utara. (dedy purnadibrata & Humaspro)

26

Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi memanfaatkan dan merevitalisasi kawasan eks pengembangan lahan gambut (PLG) 1 juta hektare dengan membangun Kota Terpadu Mandiri (KTM) Lamunti yang terletak di kawasan transmigrasi Kabupaten Kapuas. Pencanangan pembangunan KTM Lamunti yang berada di kawasan transmigrasi ini dilakukan langsung oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Drs Ir Erman Suparno MBA, M.Si pada hari Rabu (7/10/2009) siang. Kala itu pencanangan disaksikan langsung oleh Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang serta Bupati Kapuas HM Mawardi. Pencanangan ini merupakan salah satu upaya revitalisasi proyek PLG yang dilakukan melalui pensinergian peran pemerintah, swasta dan masyarakat agar pembangunan kawasan Lamunti dan Dadahup dapat berjalan lebih cepat lagi. ”Program ini merupakan salah satu solusi untuk membangun Indonesia sebagai negara kepulauan berpenduduk banyak dan heterogen dengan sebaran penduduk yang timpang. Program transmigrasi yang selama ini dijalankan pemerintah terbukti memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI,” kata Erman dalam sambutannya.

Pada kesempatan itu, Menakertrans menyerahkan bantuan berupa 1 paket gamelan dan wayang kulit, 1 mesin penyuling nilam, 2 mesin pembuat tahu, 20 unit handtractor, 2 paket buku perpustakaan, 20 mesin jahit, 5 peralatan pembuat kue, 2 soud sistem dan 200 unit bantuan ramuan rumah. Disamping itu yang tak kalah menariknya bantuan dana yang digelontorkan pusat untuk Kalteng senilai Rp61 miliar. Dana ini dipergunakan untuk stimulus gerakan penanggulangan pengangguran (GPP) MENAKERTRANS tahun 2009. Selain itu juga diserahkan Drs Ir Erman Suparno MBA, M.Si hadiah kepada transmigrasi teladan dan pembina UPT (unit pemukiman Diungkapkannya, saat ini pemerintah transmigrasi) teladan tingkat nasional, memiliki konsep paradigma baru dalam provinsi dan kabupaten. ((dedy pengembangan program transmigrasi. purnadibrata & Humaspro) Paradigma ini diuraikan dalam pokokpokok pikiran yaitu transmigrasi sebagai pilar ketahanan pangan nasional, transmigrasi sebagai basis ketahanan nasional. Kemudian transmigrasi sebagai fundamental penyediaan energi alternatif, transmigrasi sebagai instrumen pemerataan investasi dan trasmigrasi sebagai wahana penanggulangan kemiskinan dan penggangguran. ”Yang pasti program KTM di Lamunti ini harus tetap berjalan, walaupun nanti saya tidak terpilih lagi menjadi Menakertrans, tapi kan masih ada dirjen di Depnakertrans. Kemudian saya juga meminta adanya shering dana antara pemerintah daerah, khususnya dar Pemkab Kapuas,” pinta Menakertrans.

GUBERNUR KALTENG Agustin Teras Narang,SH

Dalam sambutannya Gubernur Kalteng mengharapkan KTM Lamunti dapat menjadi percontohan bagi Daerah lain di Indonesia

Menakertrans menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat

27

Tropy Bergilir

Majelis Penilai Bidang Penya’ir Ir.H.M. M AW ARDI, MM Bupati Kapuas

Pembukaan Acara oleh Bupati Kapuas. Even Organizer Organisasi Budaya dan Seni Islami (OBSESI) Sebagai Ketua Umum OBSESI H. ASRANI,SE Ketua Panitia Pelaksana Miftahul Aqli, S.Sos.I Pengarah Panitia dan Koordinator Majelis Penilai Drs M. Hafizi Jumlah Peserta 78 group. Waktu Pelaksanaan 6 hari dari tanggal 31 juli s/d 5 -08- 2009. Jadwal Pentas, 11 kali pementasan dengan 6 malam berturut-turut dan 5 kali sore hari secara kontinyu. Rincian Jumlah Pesarta per jiwa berjumlah 2300 orang. Sedangkan Peserta berdasarkan asal daerah, sbb: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kapuas 44 group Barito Kuala 18 group Banjarmasin 6 group Katingan 3 group Banjar/Martapura/Gambut 2 goup Hulu Sungai Selatan/Negara 2 group Palangka Raya 2 group Pulang Pisau 1 group.

Majelis Penilai Bidang Penyahut

Majelis Penilai Bidang Penabuh

28

Bupati Kapuas beserta Ibu Hj.Aliyah Mawardi dan para undangan pada saat menghadiri acara pembukaan PARADE ke-5 Th.2009

Ketua Umum OBSESI

H. ASRANI,SE

Kakandepag Kab.Kapuas

Drs.H. MAHLI
DEWASA PUTRA 1. Juara Umum RAUDHATUSSYARIF dari KM 6 Banjarmasi Meraih Terbaik 1 dan busana terbaik, penyair terbaik serta penyahut terbaik. 2. NURUL’AIN PUTRA dari JL Mahakam Kuala Kapuas. Meraih Terbaik 2 dan Penabuh Terbaik. 3. IHYA ULUMUDDIN dari jalan Pembangunan Banjarmasin, meraih Terbaik 3 4. RAUDATUL JANNAH dari Pulau Alalak Batola, sebagai Harapan 1. 5. AZ ZAHRA dari Negara, Hulu Sungai Selatan, sebagai Harapan 2. DEWASA PUTRI 1. RAUDATUS SHAFA dari jl Mangga komp. Arrahim Banajarmasin, meraih Terbaik 1 dan Penyair Terbaik serta Penyahut Terbaik. 2. NURUL HIDAYAH PUTRI, dari jl Jend. Sudirman Pasar Baru K uala Kapuas, meraih Terbaik 2 dan Busana Terbaik. 3. NURUL’AIN PUTRI dari jl Mahakam Kuala Kapuas, meraih Terbaik 3 dan Penabuh Terbaik. 4. RAHMATHUS SHALA dari Barangas Alalak Batola, Harapan 1. 5. AN NOOR dr Sungai Bakung Kab. Banjar/Martapura, Harapan 2

Penyerahan Plakat dan Piagam kepada semua peserta oleh

H. ALIANSYAH (Panitia Pengarah )

ANAK REMAJA 1. 2. 3. 4. 5. 6. NURUL MUHIBBIN dari Anjir Basarang Km 3 Kapuas, meraih Terbaik 1. ASSYARIFAH dari Barangas Alalak Batola meraih Terbaik 2 dan Penyahut Terbaik. WAL FAJRI JUNIOR dari jl Mawar K Kapuas maraih Terbaik 3 dan Penabuh Terbaik. RAUDATUL JANNAH JUNIOR PUTRA dari Pulau Alalak Batola, sebagai Harapan 1. BIFAHMIL AMBIYA dari jl Mahakam Kuala Kapuas, sebagai Harapan 2. Dan meraih Penyair Terbaik. NISAUL JANNAH dari jl Mahakam gang Abadi Kuala Kapuas mendapat penghargaan Busana Terbaik. (Humaspro)

29

30

Informasi Pemesanan “Danum “ Koperasi Karyawan Tirta Mulya Jl. Mahakam No.55 Kuala Kapuas Tlp.22033 Hp.0811504028, 081352964115, 08125179821 dan Flexi 6707629