Pembelahan Zigot dan Gastrulasi D I S U S U N Oleh : Hanny Herzegovina Elida Silvia Hilmina Itawarnemi Siti Fatimah Maya ulfa

Nanda Mariani

2.Bab I Pendahuluan 1. Tumbuh adalah perubahan dari bentuk sederhana dan muda sampai bentuk yang komplek atau dewasa (Wildan yatim. . Sedangkan dalam Microsoft Encarta 2006 disebutkan bahwa janin merupakan suatu hewan bertulang belakang yang belum lahir pada suatu fase dimana semua ciri struktural orang dewasa sudah dapat dikenal. 1990). Tujuan Mengetahui proses pembelahan zigot dan bagaimana proses perkembangan janin. terutama keturunan manusia yang belum lahir setelah delapan minggu pertumbuhan. Kandungan itu berada dalam tubuh induk atau diluar tubuh induk (dalam telur). Latar belakang Janin atau embryo adalah makhluk yang sedang dalam tingkat tumbuh dalam kandungan.1. 1.

Proses Pembentukan Janin 2. Spermatogenesis berlangsung pada tubulus seminiferus dan diatur oleh hormone gonadtotropin dan testosterone (Wildan yatim. 2. Satu spermatosit akan menghasilkan dua sel anak.Spermatocytogenesis Merupakan spermatogonia yang mengalami mitosis berkali-kali yang akan menjadi spermatosit primer. Tahap pembentukan spermatozoa dibagi atas tiga tahap yaitu : 1. yaitu spermatosit sekunder.Bab II Pembahasan 2. sitoplasma makin banyak dan segera mengalami meiosis I yang kemudian diikuti dengan meiosis II. 1990). . Spermatosit Primer Spermatosit primer mengandung kromosom diploid (2n) pada inti selnya dan mengalami meiosis.1.1 Spermatogenesis Peralihan dari bakal sel kelamin yang aktif membelah ke sperma yang masak serta menyangkut berbagai macam perubahan struktur yang berlangsung secara berurutan. Spermatogonia Spermatogonia merupakan struktur primitif dan dapat melakukan reproduksi (membelah) dengan cara mitosis.1. Tahapan Meiois Spermatosit I (primer) menjauh dari lamina basalis. Spermatogonia ini mendapatkan nutrisi dari sel-sel sertoli dan berkembang menjadi spermatosit primer.

tapi masih berhubungan sesame lewat suatu jembatan (Interceluler bridge).1. Dibandingkan dengan spermatosit I. Masing-masing sel kelamin primordial (oogonium) dikelilingi oleh sel-sel pregranulosa yang melindungi dan memberi nutrien oogonium dan secara bersama-sama membentuk folikel primordial. Sel-Sel Kelamin Primordial Sel-sel kelamin primordial mula-mula terlihat di dalam ektoderm embrional dari saccus vitellinus. spermatosit II memiliki inti yang gelap. Hasil akhir berupa empat spermatozoa masak. 2. Oogenesis 2.1. fase akrosom dan fase pematangan. 3. tidak hanya mengandung inti (nukleus) dengan kromosom dan bahan genetiknya. dan mengadakan migrasi ke epitelium germinativum kira-kira pada minggu ke 6 kehidupan intrauteri.2. Apabila salah satu dari spermatozoa ini bersatu dengan ovum. Tahapan Spermiogenesis Merupakan transformasi spermatid menjadi spermatozoa yang meliputi 4 fase yaitu fase golgi. Sejumlah folikel primordial berupaya berkembang selama kehidupan intrauteri dan selama masa kanak-kanak.1. tetapi juga ditutup oleh akrosom yang mengandung enzim hialuronidase yang mempermudah fertilisasi ovum. Leher (servix). fase tutup. menghubungkan kepala dengan badan.2. Dua spermatozoa akan membawa kromosom penentu jenis kelamin wanita “X”. 2. berfungsi untuk mendorong spermatozoa masak ke dalam vas defern dan ductus ejakulotorius. tetapi tidak satupun mencapai pemasakan. Pada waktu pubertas satu folikel dapat menyelesaikan proses pemasakan dan disebut folikel de Graaf dimana didalamnya terdapat sel kelamin yang disebut oosit primer. Spermatozoa masak terdiri dari : 1.2.1. 3. 4.000. 2.Sitokenesis pada meiosis I dan II ternyata tidak membagi sel benih yang lengkap terpisah. Badan (corpus). Kepala (caput). . Folikel Primordial Folikel primordial mengadakan migrasi ke stroma cortex ovarium dan folikel ini dihasilkan sebanyak 200.2. bertanggungjawab untuk memproduksi tenaga yang dibutuhkan untuk motilitas. Ekor (cauda). maka pola sel somatik manusia yang 23 pasang kromosom itu akan dipertahankan.

Satu pasang kromosom merupakan kromosom yang menentukan jenis kelamin. Sedangkan menurut Wildan Yatim (1990) fertilisasi merupakan .2. Setiap kromosom masih membawa satu kromatid tanpa pertukaran.6. Oosit Sekunder Pembelahan meiosis kedua biasanya terjadi hanya apabila kepala spermatozoa menembus zona pellucida oosit (ovum). 2. 2. Inti oosit atau ovum membelah sehingga kromosom terpisah dan terbentuk dua set yang masing-masing mengandung 23 kromosom. sel ini disebut oosit sekunder. Satu set tetap lebih besar dibanding yang lain karena mengandung seluruh sitoplasma. juga terjadi pertukaran kromatid dan bahan genetiknya. Oosit Primer Inti (nukleus) oosit primer mengandung 23 pasang kromosom (2n). Sel yang lebih kecil disebut badan polar pertama.1. Satu kromosom terdiri dari dua kromatin. Kromatin membawa gen-gen yang disebut DNA.1.2.1.3.5. 2.2. Pembelahan Meiosis Pertama Meiosis terjadi di dalam ovarium ketika folikel de Graaf mengalami pemasakan dan selesai sebelum terjadi ovulasi. Oosit sekunder membelah membentuk ovum masak dan satu badan polar lagi. Fertilisasi Menurut Sri Sudarwati (1990) fertilisasi merupakan proses peleburan dua macam gamet sehingga terbentuk suatu individu baru dengan sifat genetic yang berasal dari kedua parentalnya.2.1. Ketiga badan polar tersebut secara normal mengalami degenerasi.2. sehingga terbentuk dua atau tiga badan polar dan satu ovum matur. Kadangkadang badan polar primer ini dapat membelah diri dan secara normal akan mengalami degenerasi. Pembelahan meiosis pertama ini menyebabkan adanya kromosom haploid pada oosit sekunder dan badan polar primer. dan disebut kromosom XX. tetapi satu kromatid yang lain mengalami pertukaran dengan salah satu kromatid pada kromosom yang lain (pasangannya). semua mengandung bahan genetik yang berbeda. Kromosom-kromosom yang lain disebut autosom. tetapi dengan bahan genetik yang polanya berbeda.4. Ovum yang masak yang telah mengalami fertilisasi mulai mengalami perkembangan embrional. Dengan demikian kedua sel tersebut mengandung jumlah kromosom yang sama.

Bidang yang ditempuh oleh arah pembelahan ketika zigot mengalami mitosis terus-menerus menjadi banyak sel. kemudian tingkat 4 sel. disebut bidang pembelahan.masuknya spermatozoa kedalam ovum. Pembelahan itu bias meliputi seluruh bagian. microsoft encharta) 2. diteruskan tingkat 5 sel. bias pula hanya sebagian kecil zigot. Fertilisasi dan pembelahan (sumber. kumparan kutub kedua dalam inti (nukleus) ovum mengalami pembelahan meiosis kedua dan mampu bersatu dengan inti sperma. kemudian terjadi tingkat 3 sel. 8 sel. Badan dan ekor sperma terpisah dari kepala segera setelah masuk ke dalam ovum.2. ekuator dan latitudinal . Awalnya zigot membelah menjadi 2 sel. 7 sel. Setelah spermatozoa masuk. Pembelahan ini terjadi secara mitosis. sehingga terbentuk kromosom diploid (2n). Segera setelah kedua sel bersatu.2. Perkembangan Janin di Rahim 2.1 Pembelahan Menurut yatim (1990:155) pada manusia pembelahan terjadi secara holobastik tidak teratur. dan terus menerus hingga terbentuk balstomer yang terdiri dari 60-70 sel. berupa gumpalan massif yang disebut morula. Zigot membelah berulang kali sampai terdiri dari berpuluh sel kecil yang disebut blastomer. 6 sel. Dimana bidang dan waktu tahap-tahap pembelahan tidak sama dan tidak serentak pada berbagai daerah zigot. Pembelahan atau segmentasi terjadi setelah pembelahan. Spermatozoa yang mengelilingi ovum akan menghasilkan enzim hialuronidase. Gambar 1. yaitu enzim yang memecah protoplasma pelindung ovum agar dapat menembus ovum dengan sedikit lebih mudah. ovum dapat tumbuh menjadi individu baru. Ada 4 macam bidang pembelahan yaitu meridian. vertical. Enzim tersebut merusak korona radiata dan memudahkan penembusan zona pellucida hanya untuk satu sperma saja.

Ketika tubulasi ectoderm saraf berlangsung. yang pada pertumbuhan berikutnya akan menumbuhkan alat (organ) bentuk definitif. mesoderm dan endoderm. Setelah memasuki uterus. perubahan bentuk sel dan pengorganisasian embryo dalam suatu sistem sumbu. mesoderm disebelah tengah dan ectoderm di sebelah luar.2. Daerah-daerah bakal pembentuk alat atau ketiga lapis benih ectoderm. terjadi pula berbagai macam gerakan sel di dalam usaha mengatur dan menyusun sesuai dengan bentuk dan susunan tubuh individu dari spesies yang bersangkutan. Yang tidak mengalami pembumbungan yaitu notochord. sekarang terletak cukup dekat untuk melakukan interkasi yang bersifat merangsang dalam pembentukan sistem organ-organ tbuh. Blastulasi dan Nidasi Setelah sel-sel morula mengalami pembelahan terus-menerus maka akan terbentuk rongga di tengah. berongga. 2. Kumpulan sel yang semula terletak berjauhan. tetapi masif. Peristiwa terpautnya antara embryo pada endometrium uterus disebut implantasi atau nidasi. Embrio yang memiliki rongga disebut blastula. menyusun diri sehingga berupa bumbung. Implantasi ini telah lengkap pada 12 hari setelah fertilisasi (Yatim. Selanjutnya blastula akan mengalir ke dalam uterus. Kemudian. Pembelahan hingga terbentuk blastula ini terjadi di oviduk dan berlangsung selama 5 hari.2. 1990: 136) 2. Pada gastrulasi terjadi perkembangan embryo yang dinamis karena terjadi perpindahan sel.3.2. rongganya disebut blastocoel. . Gastrulasi ini menghasilkan 3 lapisan lembaga yaitu laisan endoderm di sebelah dalam.2. Tubulasi Tubulasi adalah pertumbuhan yang mengiringi pembentukan gastrula atau disebut juga dengan pembumbungan. terjadi pula differensiasi awal pada daerah-daerah bumbung itu. proses pembentukan blastula disebut blastulasi. Gastrulasi Menurut Tenzer (2000:212) Setelah tahap blastula selesai dilanjutkan dengan tahap gastrulasi. Tahap gastrula ini merupakan tahap atau stadium paling kritis bagi embryo. Dalam proses gastrulasi disamping terus menerus terjadi pembelahan dan perbanyakan sel. Gastrula berlangsung pada hari ke 15. Mengiringi proses tubulasi terjadi proses differensiasi setempat pada tiap bumbung ketiga lapis benih. mula-mula blastosis terapung-apung di dalam lumen uteus.2.4. Rongga ini makin lama makin besar dan berisi cairan. 6-7 hari setelah fertilisasi embryo akan mengadakan pertautan dengan dinding uterus untuk dapat berkembang ke tahap selanjutnya.

2. dengan derivatnya yang bertekstur (susunan kimia) tanduk: sisik. Lensa mata. Bumbung epidermis Menumbuhkan: 1. kuku. Bumbung endoderm 1. Pada periode pertumbuhan akhir. kelenjar air mata. Pada bumbung endoderm terjadi differensiasi awal saluran atas bagian depan. . Lapisan epidermis kulit. 2. Lapisan epitel seluruh saluran pencernaan mulai faring sampai rectum.5. kelenjar ludah. indra bau dan indra peraba. Dengan berakhirnya organogenesis maka cirri-ciri eksternal dan system organ utama sudah terbentuk yang selanjutnya embryo disebut fetus (Amy Tenzer. 5. Pada bumbung mesoderm terjadi differensiasi awal untuk menumbuhkan otot rangka. Pada periode ini embryo akan memiliki bentuk yang khusus bagi suatu spesies. taji. 2.dkk. Lapisan enamel gigi. cula. penyelesaian secara halus bentuk definitive sehingga menjadi ciri suatu individu. kelenjar lender. Organogenesis Organogenesis atau morfogenesis adalah embryo bentuk primitive yang berubah menjadi bentuk yang lebih definitive dan memmiliki bentuk dan rupa yang spesifik dalam suatu spesies. dengan derivatnya seperti lapisan email gigi. Organogensisi dimulai akhir minggu ke 3 dan berakhir pada akhir minggu ke 8. alat telinga dalam.bagian depan tubuh menjadi encephalon (otak) dan bagian belakang menjadi medulla spinalis bagi bumbung neural (saraf). watak (karakter fisik dan psikis) serta wajah yang khusus bagi setiap individu. Pada periode ini embryo mengalami penyelesaian pertumbuhan jenis kelamin. Kelenjar-kelenjar kulit: kelenjar minyak bulu. 6. Proctodeum menumbuhkan dubur bersama kelenjarnya yang menghasilkan bau tajam. 2000) Pada periode pertumbuhan antara atau transisi terjadi transformasi dan differensiasi bagian-bagian tubuh embryo dari bentuk primitive sehingga menjadi bentuk definitif. bagian dermis kulit dan jaringan pengikat lain. bulu. 2. Stomodeum menumbuhkan mulut. 3. kelenjar ludah dan indra pengecap. rangka dan alat urogenitalia. tengah dan belakang. otot visera. Organogenesis pada bumbung-bumbung: 1. 4. tanduk. kelenjar peluh.

2. Chromatophore kulit dan alat-alat tubuh yang berpigment. jari tangan dan kaki mulai dibentuk. Kelenjar-kelenjar pencernaan misalnya hepar. tunica musclarismucosa dan serosa) berbagai saluran dalam tubh. 8. 5. badan mulai memanjang dan lurus. Lapisan otot dan jaringan pengikat (tunica muscularis. Gonad.Bumbung neural (saraf) 1. Saraf tepi otak dan punggung. vesika urinaria dan kelenjar-kelenjarnya. 4. Lapisan epitel vagina. Tahap Perkembangan Fetus/Janin . Pada minggu ke 6 embrio berukuran 13 mm. Lapisan rongga tubuh dan selaput-selaput berbagai alat: plera. cementum dan periodontum gigi. hidung dan kulit. 6. 3. Lapisan dentin. tunica adventitia. serta kelenjar lender yang mengandung enzim dlam esophagus. dan kelamin (ductus genitalis). seperti pencernaan. Lapisan epitel paru atau insang. Otak dan sumsum tulang belakang. Ginjal dan ureter. 4. 3. polos dan jantung. Bagian persyarafan indra. 4.3. 7. pericardium. 5. 4. Setelah tahap organogenesis selesai yaitu pada akhir minggu ke 8 maka embrio akan disebut janin atau fetus dengan ukuran 30 mm. pancreas. bersama pulpanya. 2. Otot:lurik. Pada minggu ke 7 embryo berukuran 18 mm.Bumbung mesoderm 1. saluran serta kelenjar-kelenjarnya. 2. trakea. Jaringan ikat dalam alat-alat seperti hati. kelamin. Kepala masih lebih besar daripada badan yang sudah mulai lurus. gaster dan intestium. peritoneum dan mesenterium. jari-jari mulai dibentuk. pancreas. genetalia eksterna belum dapat dibedakan. dan pembuluh darah. kelenjar buntu. Mesenkim yang dapat berdifferensiasi menjadi berbagai macam sel dan jaringan. Pada saat ini otak berkembang sangat cepat sehingga kepala terlihat sangat besar. makanan (rectum). uretra. Pada minggu ke 5 embryo berukuran 8 mm. Kloaka yang menjadi muara ketiga saluran: pembuangan (ureter). 3.2. 3. seperti mata. bronchi.

Proses Terbentuknya janin laki-laki dan perempuan . Pada minggu ke 16 semua organ vital sudah terbentuk. Pada bulan ke 10. genitalia eksternal nampak berbeda. Muka nampak seperti manusia dan rambut mulai nampak diseluruh tubuh (lanugo). Pada bulan ke 6 ukuran tubuh sudah lebih proporsional tapi nampak kurus. Janin sudah mempunyai sistem organ seperti yang dipunyai oleh orang dewasa. system saraf berkembang sehingga cukup untuk mengatur pergerakan fetus. organ internal sudah pada posisi normal. Kepala masih dominan dibandingkan bagian badan. 2. Karakteristik Janin 2. hal ini selesai pada bulan ke 9.1. panjangnya 40 mm. Pada bulan ke 5 ukuran janin 112 mm. Pada yang jantan testis mulai menempati tempat dimana ia akan turun ke dalam skrotum. Induk mensuplai antibodi plasenta mulai regresi dan pembuluh darah palsenta juga mulai regresi. Gerakan janin sudah dapat dirasakan oleh ibu. Pada bulan ke 8 testis ada dalam skrotum dan tubuh mulai ditumbuhi lemak sehingga terlihat halus dan berisi. Percabangn paru lengkap tapi tidak berfungsi sampai lahir. Paru-paru sudah selesai dibentuk tapi belum berfungsi. Pada saat janin memasuki bulan ke 3.4. Pembesaran uterus sudah dapat dirasakan oleh ibu. keriput dan berwarna merah. tubuh janin semakin besar maka ruang gerak menjadi berkurang dan lanugo mulai menghilang. Pada bulan ke 4 ukuran janin 56 mm.Tahap perkembangan janin dimulai pada bulan ke 3 sampai ke 10. Pada bulan ke 7 janin nampak kurus. janin lebih banyak tertutup lemak (vernix caseosa). Pada 6 bulan terakhir perkembangan manusia digunakan untuk meningkatkan ukuran dan mematangkan organ-organ yang dibentuk pada 3 bulan pertama. Kuku mulai nampak pada ujung jari tangan dan kaki.4. Skrotum berkembang dan testis mulai turun untuk masuk ke skrotum. jika dilahirkan 10% dapat bertahan hidup. Pada usia ini genitalnya belum dapat dibedakan antara jantan dan betina dan tampak seperti betina serta denyut jantung sudah dapat didengarkan. Pada bulan ke 9. Berat badan mulai naik jika dilahirkan 70% dapat bertahan hidup. sedangkan akhir bulan ke 5 ukuran fetus mencapai 160 mm.

Awalnya sel sperma yang berkromosom Y akan berdeferensiasi awal menjadi organ jantan dan yang X menjadi organ betina. 2. tanpa kontraksi berarti (kurang dari satu menit). Mula-mula testis berada di cekukan bakal skrotum saat skrotum mkin lmamakin besar testis terpisah dari rongga pelvis. Deferensiasi gonad jadi ovarium terjadi setelah beberapa hari defrensiasi testis. Di sini cortex tumbuh membina ovarium sedangkan medula menciut. berlangsung sekitar 2-3 jam. Tahap berikutnya adalah observasi terhadap ibu selama satu jam usai plasenta keluar. Saat gonad yang berdeferensiasi menjadi ovarium turun smpai rongga pelvis kemudian berpusing sekitar 450 letaknya menjadi melintang. juga disertai penipisan (effasi). Tahap ketiga. tahap kedua adalah kelahiran bayi yang keluar dengan selamat. . Kemudian testis turun ke pelvis terus menuju ke skrotum. Setelah itu leher rahim akan semakin lebar.5. Di celah tubulus sel mesenkim membentuk jaringan intertistial bersama sel leydig. Tapi pada sebagian orang mungkin saja terjadi hanya 2-6 jam (atau juga sepanjang 24 jam) dengan kontraksi lebih jelas. lalu berplorifrasi menjadi oosit primer. Deferensiasi lanjut kromosom Y membentuk testis sedangkan kromosom X membentuk ovarium. Leher rahim membuka sampai 7 cm. epitel germinal menebal membentuk sel folikel yang berkembang menjadi folikel telur.Proses terbentuknya janin laki-laki dan perempuan dimulai dari deferensiasai gonad. polanya lebih teratur dengan jarak 4-5 menit. Tahap pertama. pembukaan leher rahim akan terus meningkat dengan kontraksi yang makin kuat. Sedangkan kromosom X yang telah mengalami deferensiasi lanjut kemudian pit primer berdegenerasi membentuk medula yang terisi mesenkim dan pembuluh darah. Kontraksi kuat terjadi sekitar 1 menit. Sel leydig bersama dengan sel sertoli membentuk testosteron dan duktus muller tp duktus muller berdegenerasi akibat adanya faktor anti duktus muller. vesikula seminlis dan duktus mesonefros. proses persiapan persalinan. Penis dan klitoris awalnya pertumbuhannya sama yaitu berupa invagina ectoderm. Hal ini bisa terjadi dalam waktu beberapa hari. Pada perempuan duktus mesonefros degenerasi. Pembukaan leher rahim (dilatasi) sampai 3 cm. vas deferent. Klitoris sebenarnya merupakan sebuh penis yang tidak berkembang secara sempurna. bahkan beberapa minggu.5 menit dengan puncak kontraksi sangat kuat. testosteron berdeferensiasi menjadi epididimis. Tahapan yang pertama adalah kontraksi. Selanjutnya. sehingga ibu merasa seolah-olah kontraksi terjadi terus-menerus tanpa ada jeda. Secara umum dan normal. Terjadi 2-3 menit sekali selama 1. PGH dari placenta mendorong pertumbuhan sel induk menjadi oogonia. pengeluaran plasenta. Pengeluaran Bayi Kelahiran bayi dibagi dalam beberapa tahap. Pada laki-laki evagina ectoderm berkembang bersama terbawanya sinus urogenitalis dari cloaca. Karena ada enzim 5 alfareduktase testosteron berdeferensiasi menjadi dihidrotestosteron yang kemudian pada epitel uretra terbentuk prostat dan bulbouretra. Proses deferensiasi menjadi testis dimulai dari degenerasi cortex dari gonad dan medulla gonad membentuk tubulus semineferus. Dalam tahap ini terjadi pembukaan (dilatasi) mulut rahim sampai penuh. Selanjunya mengalami pembengkakan dan terbentuk skrotum. Ini biasanya fase paling lama.Umumnya fase ini lebih pendek dari fase sebelumnya.

5. akan segera dijahit robekan atau episiotomi sehingga kembali seperti semula. Begitu pula tekanan pada anus disertai dorongan untuk mengejan. Saat ini calon ibu akan merasakan tekanan sangat kuat di bagian bawah punggung. 2. Ibu hanya tinggal mendorongnya seperti halnya mengejan saat mengeluarkan bayi. Ibu pun akan merasa panas dan berkeringat dingin. .1 Pengeluaran plasenta Rasa lelah ibu adalah hal yang tersisa ketika bayi sudah keluar. Mengerutnya rahim akan memisahkan plasenta dari dinding rahim dan menggerakkannya turun ke bagian bawah rahim atau ke vagina. sekitar 15 menit sampai 1 jam. Posisi setengah duduk atau setengah jongkok mungkin posisi terbaik karena posisi ini memanfaatkan gaya berat dan menambah daya dorong ibu. Posisi calon ibu saat melahirkan turut membantu lancarnya persalinan. Plasenta yang selama ini menunjang bayi untuk hidup dalam rahim harus dikeluarkan. tapi tugas belum berakhir.Pembukaan leher rahim dari 3 cm sampai 10 cm terjadi sangat singkat. Hanya saja tenaga yang dikeluarkan tak sehebat proses pengeluaran bayi. Apabila plasenta telah keluar.

1982. Human Embryology. 2001. Sri.J dkk. Petunjuk Praktikum Perkembangan Hewan.B Saunders Company.dkk. Dasar-Dasar Struktur dan Perkembangan Hewan. Genetika Kelamin. W. Heffer % Sans Limited. Yatim. AD. 1988. Cambridge: W. The Developing Human. Reproduksi dan Embriologi. 1997. Surabaya: Airlangga University Press Hamilton. Bandung: Tarsito Penerbit buku . Keith L. A dkk. Bandung: Penerbit ITB Tenzer. W. Malang: JICA UM Malang. Sudarwati.Bab III Kesimpulan Rujukan: Corebima. 1990. Moore. Canada: W. 1957.

3/:3!0307-9% %0307 /   !09:3:!7.30./.0789!7088 .- 0825:.0453:2.-.8.3.3 470-2.2-7/0 01107$.38290/  4470 09  %00.7894!0307-9-::   ..3  $:/.32-744 ..3 .32-744 .2943  /  :2.7.9:2!0702-.3!0702-..8..0.92   #0574/:8/. $.3  .3.   0309.30.:3/078425.23 $:7.3&.3/:3%.7 .3 #::.3.3 .3.3 .9 $7 /  .7$97:9:7/.7.&3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful