BAB 2 METABOLISME

Standar kompetensi : 2. Memahami pentingnya proses metabolisme pada organisme Kompetensi dasar : 2.1. Mendeskripsikan fungsi enzim dalam proses metabolisme. Tujuan Dapat Dapat Dapat Dapat : pengertian metabolisme tentang enzim proses fotosintesa proses respirasi seluler

menjelaskan menjelaskan menjelaskan menjelaskan

Indikator : Menjelaskan pengertian katabolisme Menjelaskan pengertian anabolisme Menyebutkan ciri-ciri enzim Menyebutkan cara kerja enzim Menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim Menyebutkan tahapan respirasi seluler Menyebutkan hasil glikolisis Menyebutkan hasil siklus krebs Menyebutkan hasil sistem transport electron Menjelaskan proses fermentasi alcohol Menjelaskan proses fermentasi asam laktat Menyebutkan tahapan fotosintesa Menjelaskan reaksi transport electron non siklik dan siklik Menjelaskan siklus calvin (daur C3) Menjelaskan model fiksasi karbon untuk tumbuhan C3, C4, dan CAM

Kegiatan 1. Enzim Katalase

Pendahuluan Enzim adalah senyawa yang dibentuk oleh sel tubuh organisme. dalam sel enzim ini diproduksi oleh organel badam mikro peroksisok. Kegunaan enzim katalase adalah menguraikan Hidogen Peroksida (H2O2), merupakan senyawa racun dalam tubuh yang terbentuk pada proses pencernaan makanan. Hidrogen peroksida dengan rumus kimia bila H2O2 ditemukan oleh Louis Jacquea Thenard pada tahuna 1818. Senyawa ini merupakan bahan kimia organik yang memiliki sifat oksidator kuat dan bersifat racun dalam tubuh. Senyawa peroksida harus segera di uraikan menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya. Enzim katalase mempercepat reaksi penguraian peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2). Penguraian peroksida (H2O) ditandai dengan timbulnya gelembung Bentuk reaksi kimianya adalah:
2H2O2 2 H2O + O2

Tujuan percobaan: 1. Mengetahui pengaruh pH, suhu, dan konsentrasi substrat pada aktivitas enzim katalase 2. Mengetahui peranan enzim katalase Alat dan bahan Bahan 1. Larutan peroksida...................... .......... 2. ekstraks hati ayam............................ ....... 3. ekstraks jantung ayam............................ 4. ekstraks kecambah .................................... Alat Lap/serbet Batang lidi...................................... Korek api................................... Bunsen + spiritus Erlemayer 250 ml...................................... Pipet tetes Tabung reaksi 6 buah................................. Gelas ukur 1 buah......................................

Cara kerja: Kerja enzim katalase dalam keadaan Normal 1. Siapkan 6 buah tabung reaksi beri label A, B, dan C. 2. Isi masing-masing dengan 2 ml larutan peroksida 3. Tiga tabung reaksi lagi isi masing-masing dengan eksktrak hati, jantung dan kentang sebanyak 2 ml 4. Tuangkan tabung reaksi berisi ekstrak hati ke tabung A, ekstraks jantung ke tabung B dan .ekstraks kentang ke tabung C, kemudian tutup lubang tabung dengan ibu jari

5. Amati buih yang terbentuk 6. Uji masing-masing tabung dengan menggunakan bara api yang dibuat

dari sebatang lidi. perhatikan apakah bara berupa api menjadi nyala api atau sebaliknya menjadi padam. Jika menyala beri tanda + jika padam beri tanda – 7. catat hasil pengamatanmu pada tabel hasil pengamatan 8. Bandingkan tabung reaksi mana yang menghasilkan buih paling banyak dan tabung reaksi mana yang menghasilkan buih paling sedikit. Faktor pH
1. Siapkan 3 tabung reaksi dan beri label A, B dan C 2. Isi masing-masing tabung dengan 2 ml larutan peroksida 3. Tiga tabung lagi isi masing-masing dengan ekstraks hati, jantung

dan kentang sebanyak 2 ml.
4. Masukkan larutan HCL sebanyak 7 tetes kedalam masing-masing

tabung, dan kocok hingga ....larut.
5. Tuangkan masing-masing tabung berisi eksktrak ke dalam tabung A,

6.

7. 8.

9.

B dan C amati perubahan yang terjadi Uji masing-masing tabung dengan menggunakan bara api yang dibuat dari sebatang lidi. perhatikan apakah bara berupa api menjadi nyala api atau sebaliknya menjadi padam. Jika ....menyala beri tanda + jika padam beri tanda – Catat hasil pengamatanmu pada tabel hasil pengamatan Bandingkan tabung reaksi mana yang menghasilkan buih paling banyak dan tabung reaksi ....mana yang menghasilkan buih paling sedikit. Lakukan langkah 1-8 tetapi gunbakan larutan NaHCO3 10% Tabel hasil pengamatan No Perlakuan Ekstrak hati 1 keadaan normal 2 keadaan asam 3 keadaan basa 4 konsentrasi substrat Ekstrak jantung Ekstrak kecambah

Pertanyaan. 1. Berdasarkan data di atas, perlakuan manakah yang paling banyak menghasilkan gelembung gas? mengapa demikian? 2. Apakah peranan enzim katalase? 3. Bandingkan jumlah gelembung yang dihasilkan antara 3 ekstraks hati, jantung dan kentang pada kondisi normal, manakah yang

menghasilkan gelembung atau buih paling banyak? berikan argumentasimu 4. Mengapa ekstraks hati dalam suasana basa masih menghasilkan buh atau gelembung gas yang masih banyak? jelaskan pendapatmu 5. Bagaimanakah keadaan gelembung gas pada masing-masing ekstraks hati, jantung dan kentang setelah dipanaskan? 6. Apa saja yang mempengaruhi kerja enzim katalase berdasarkan hasil percobaan! 7. Di dalam sel yang hidup dihasilkan peroksida (H2O2), dari peristiwa apakah dihasilkannya zat tersebut? dan apakah yang akan terjadi biladi dalam sel tidak ada enzim katalase? 8. Jelaskan komponen yang menyusun enzim ! 9. Berdasarkan hasil eksperimen di atas sebutkan sifat-sifat enzim! 10. Sebutkan bagaiman cara kerja enzim dalam memecah substrat!

Kegiatan 2. Fotosintesa Pendahuluan Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik dari senyawa an organic dengan bantuan energy cahaya matahari. Secara sederhana 6 CO2 + 6 H2O C6H12 O6 reaksi kimianya sebagai berikut: + 6 O2 CO2 dan H2O merupakan bahan dasar fotosintesis yang diambil dari lingkungan. CO2 diambil dari udara sedangkan H2O diambil dari dalam tanah. Tujuan percobaan: untuk membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan gas oksigen dan fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa factor

Alat dan bahan 1. 2. 3. 4. 5. 6. Gelas kimia ukuran 100 ml Corong kaca kecil Tabung reaksi Thermometer Bascom plastic /ember kecil Es

perangkat terakhir diletakkan di tempat teduh (di ruang laboratorium) 3. Kawat 11. pada perangkat ke tiga tambahkan es batu. 2. Amati setelah 20 menit. KOH 10. Rangkailah alat dan bahan seperti gambar dibawah ini sebanyak 5 perangkat. Tumbuhan hydrilla verticilata (tumbuhan air untuk aquarium) Cara kerja: 1. catat hasil pengamatan pada table hasil pengamatan N o 1 2 Perlakuan Tabel Hasil pengamatan Waktu Suhu Gelembung *) Tempat teduh Cahaya matahari langsung 3 Cahaya langsung + air hangat 4 Cahaya langsung + es 5 Cahaya langsung + 5 gr NaHCO3 Keterangan: .bila tidak ada +++ Bila banyak + bila sedikit ++++ Bila banyak sekali . dengan catatan tabung reaksi harus dalam keadaan penuh berisi air (jangan ada rongga udara). pada perangkat ke empat tambahkan air panas hingga suhu air 40oC. NaHCO3 9.7. Air panas 40 0C 8. perangkat kedua kedalam gelas kimia tambahkan NaHCO3. Perangkat pertama langsung letakkan di tempat yang terkena cahaya matahari penuh.

Dalam percobaan ini akan kita pelajari produk fermentasi alkohol yang dilakukan oleh Saccharomyces cerevisiae (ragi) dengan reaksi kimia: C6H12O6 2C2H5OH + 2CO2 + energi . Berdasarkan kegiatan di atas. urutkanlah dari yang menghasilkan gelembung gas besar ke yang menghasilkan gelembung gas paling sedikit! Berdasarkan kegiatan di atas tentukan factor apakah yang mempengaruhi proses fotosintesis? Berdasarkan eksperimenmu factor manakah yang paling efektif untuk berlangsungnya proses fotosintesis? Kegiatan 3. 3. Fermentasi Alkohol Pendahuluan Respirasi anaerob (fermentasi) adalah respirasi yang terjadi dalam keadaan ketersediaan oksigen bebas. Variable. 7. Asam piruvat yang merupakan produk glikolisis jika dalam keadaan ketiadaan oksigen bebas akan diubah menjadi alkohol atau asam laktat.++ bila sedang Pertanyaan 1. 8. tentukan: 2. Variable kontrol Perlakuan mana yang yang menghasilkan gelembung udara lebih banyak? Mengapa? Perlakukan mana yang menghasilkan gelembung udara paling sedikit? Mengapa? Apakah tujuan penggunaan senyawa NaHCO3 pada perlakuan bomer 5? Jelaskan berdasarkan hasil percobaan setelah dibandingkan dengan perlakuan no. Variable respons c. 4. manipulasi b. 2? Gelembung gas apakah yang dihasilkan dari percobaan tersebut? Bagaimana cara membuktikannya? Berdasarkan banyak sekitnya gelembung gas yang dihasilkan dari tiap-tiap perangkat eksperimen. 5. 6. a.

Alat dan Bahan: a. Elemeyer / botol aqua 4 buah b. 2. lapisi tutup botol yang telah dimasukki sedotan / pipa dengan plastisin. 6. Timbangan e. Ragi / fermipan g. PP (Phenoptalein) i. Pipa plastik / sedotan c. Glukosa f. Dua botol pertama beri label IA dan IB. Biarkan selama ± 20 menit. Ambil 4 buah labu erlenmeyer yang masing-masing ditutup dengan tutup gabus yang diberi lubang. kemudian ambil dua sedotan yang disambungkan / satu pipa kemudian masukkan ujung yang satu ke botol A dan yang lain ke botol B. dua botol yang lain dengan label IIA dan IIB. Agar lebih rapat. 5.Tujuan: Mengetahui / mengidentifikasi hasil dari proses fermentasi alkohol. Isi botol: • IA : 30 % larutan glukosa + fermipan (buat agak kental) Air yang digunakan hangat kuku • • • IB : Air kapur + PP IIA : 30% air gula IIB : Air kapur + PP 4. Air kapur h. beri satu sedotan / pipa di setiap botol A. 3. 7. . Tutup keempat botol aqua. Malam / plastisin Cara Kerja 1. Termometer d. Amati dan catat perubahan yang terjadi.

Tabel Pengamatan Tabung Tabun gA Tabun gB Tabun gA Tabun gB Indikasi Warna Bau Suhu Gelemb ung Warna Warna Bau Suhu Gelemb ung Warna Sebelum Percobaan Sesudah Percobaan I II Kesimpulan .

Sumber energy utama adalah cahaya matahari. Tumbuhan hijau (produsen) dan organism autotrop llain memanfaatkan cahaya untuk memproduksi makanan melalui proses fotosintesa. Energy cahaya oleh tumbuhan diubah menjadi energy . Transformasi energy di dalam ekosistem dapat anda pelajari pada gambar 1 disamping.Topik Utama: Energy Enzim Anabolisme Fotosintesa Kemosintesa Katabolisme Respirasi aerob Fermentasi Energi Gambar 1: transformasi energy di ekosistem.

Di dalam tubuh makanan dioksidasi untuk menghasilkan energy berupa ATP (adenosine triphosphat). + dengan NADH yang 2H NAD + + dikurangi menjadi + H + dan ion hidrogen menjadi NADH NAD teroksidasi menjadi hidrogen. pembelahan sel. Makhluk heterotrop bergantung pada produsan sebagai sumber energy berupa makanan. melalui reaksi kimia dengan hidrogen (2H). 6CO2 + 6H2O + energi (glukosa) + 6O2 C6H12 O6 Reaksi Eksergonik adalah reaksi melepaskan energi. konduksi impuls. ect). Oksidasi-reduksi adalah transfer energi antar molekul dalam bentuk elektron. Sebagian energy dilepas ke lingkungan sebagai panas. Reaksi ini juga dapat terjadi pada arah sebaliknya. CONTOH: Produksi glukosa dari karbon dioksida (CO2) dan air (H2O) adalah reaksi endergonik karena membutuhkan input energi.kimia dalam bentuk glukosa. proses sintesis. meninggalkan reaktan dengan energi bebas lebih dari produk. Reaksi endergonik menyimpan energi di dalam molekul karena reaktan memiliki sedikit energi bebas daripada produk. CONTOH: Pemecahan glukosa menjadi karbon dioksida (CO2) dan air (H2O) C6H12 O6 (glukosa) energi 6O2 6CO2 + 6H2O + . misalnya: kontraksi otot. Dalam proses tersebut. Dalam persamaan di bawah ini. Reaksi ini memerlukan masukan energi. ATP merupakan paket energy kimia yang berenergi tinggi dalam bentuk energy fosfat. energi ditransfer dari hidrogen menjadi NADH. NAD + dioksidasi menjadi NADH. Molekul yang kehilangan elektron teroksidasi. sedangkan hidrogen direduksi menjadi ion hidrogen (H +). sedangkan reduksi adalah molekul yang memperoleh tambahan electron. CONTOH: NADH adalah pembawa energi umum dalam sel. ATP digunakan untuk berbagai aktivitas kehidupan.

digunakan Enzim Reaksi eksergonik memerlukan masukan awal kecil dari energi. Karena reaksi ini melepaskan energi. sebuah gugus fosfat bebas (P). DI bawah ini adalah grafik yang mengganbarkan reaksi endergonik dan eksergonik Gambar 2: Perbandingan reaksi endergonik dan eksergonik ATP (Adenosine Triphosphate) ATP disebut sebagai "mata uang energi sel" karena dibutuhkan untuk kebanyakan reaksi yang terjadi dalam sel. tidak dapat terjadi pada arah sebaliknya. Kelompok fosfat kedua dan ketiga bisa dipecah untuk menghasilkan ADP (adenosine difosfat). ATP terdiri dari gula ribosa. yang disebut energi aktivasi.adalah reaksi eksergonik karena hasil dalam pelepasan energi. sebuah adenine (sejenis nukleotida). sebelum reaksi tersebut dapat dilanjutkan. Reaksi kimia Gambar 3: Grafik hubungan antara kebutuhan energi aktivasi pada reaksi kimia tanpa dan dengan bantuan enzin . dan rantai dari tiga gugus fosfat. Sisi aktif dari enzim berikatan dengan reaktan (juga disebut substrat). Enzim adalah protein yang menurunkan energi aktivasi reaksi. dan sejumlah besar energi yang untuk reaksi endergonik.

Setelah reaksi terjadi. produk dilepaskan. dan enzim bebas untuk mengkatalisis reaksi lainnya.tidak menggunakan atau mengubah enzim. Komponen Enzim . Gambar 4: Reaksi Enzim – Substrat 1.

tetapi zat itu sendiri tidak ikut dalam reaksi. Jenis-jenis enzim Enzim dalam metabolisme dibedakan menjadi 6 golongan yaitu: 1. Transferase bekerja untuk memindahkan gugus kimia. lipase.2. yang disebut biokatalisatoR. Enzim mempengaruhi kecepatan reaksi. Ligase bekerja pada reaksi penggabungan dua senyawa atau lebih 6. dekarboksilase Sifat Enzim 1) Sebagai Biokatalisator Enzim adalah senyawa organik. Hidrogenase . yaitu senyawa protein berperan sebagai katalisator. contoh: peptidil transferase 3. contoh: katalase 2. Katalisator adalah zat yang dapat mempercepat atau memperlambat reaksi kimia . 4. Hidrolase bekerja pada reaksi yang menggunakan air. 2) Enzim menurunkan energi aktivasi Enzim mengkatalis reaksi dengan meningkatkan kecepatan reaksi. dengan cara menurunkan . Desmolase bekerja pada reaksi pemutusan senyawa. peptidase 5. contoh: amylase. Oksido-reduktase yaitu enzim yang bekerja pada reaksi oksidasi dan reduksi. contoh: deaminase. enzim yang berperan dalam penambahan atom hydrogen. tetapi tidak terpengaruh atau dipengaruhi oleh reaksi tersebut Enzim mengatur kecepatan dan kekhususan ribuan reaksi kimia yang berlangsung di dalam sel dan di luar sel 3.

Enzim bekerja spesifik Enzim bekerja spesifik satu enzim hanya khusus untuk satu substrat. dan Fe. Dibawah atau diatas suhu tersebut kerja enzim lemah bahkan mengalami kerusakan. Contoh enzim maltase hanya dapat memecah maltosa menjadi glukosa 4.energi aktivasi (energi yang diperlukan untuk memulai suatu reaksi) 3) 4) Enzim merupakan protein Enzim merupakan protein. Pb dan Cd. menyebabkan enzim menjadi tidak aktif. Mn. Zn. Pada suhu tinggi enzim akan mengalami kerusakan koagulasi (penggumpalan). Enzim akan menggumpal (denaturasi) dan hilang kemampuan katalisisnya jika dipanaskan. Pada suhu rendah enzim tidak aktif (inaktif). Enzim bekteri pembusuk tidak aktif pada suhu rendah. Aplikasi dalam kehidupan adalah penyimpanan bahan makanan dalam lemari pendingin agar tetap segar tidak busuk oleh bakteri pembusuk. 2) Logam berat Logam berat seperti Ag. Aktifitas enzim Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim 1) Suhu Reaksi yang dikatalisis oleh enzim akan meningkat seiring dengan kenaikan suhu 0 – 35o C. Cu. 3) Logam Aktivitas enzim meningkat jika bereaksi dengan ion logam jenis Mg. Suhu ideal kerja enzim adalah 30 – 40 oC. sehingga sifat-sifat enzim sama dengan protein. Secara umum kenaikan 10 derajad celcius maka kecepatan reaksi menjadi dua kali lipatnya dalam batas suhu yang wajar. Ca. yang akhirnya akan terdenaturasi enzim. yaitu dipengaruhi oleh suhu dan pH. dengan suhu optimum 36 oC. .

. semakin cepat kerja enzim. 6) Faktor dalam (faktor internal) Vitamin dan hormon berpengaruh terhadap aktivitas kerja enzim.4) pH Enzim bekerja pada pH tertentu. Hormon tiroksin merupakan hormon yang mempengaruhi proses metabolisme tubuh. makan semakin cepat proses metabolisme dalam tubuh. tapi jika kerja enzim telah mencapai titik maksimal. sedangkan kecepatan reaksi dalam keadaan konstan Semakin tinggi konsentrasi substrat. enzim pepsin bekerja pada pH asam sedangkan enzim tripsin bekerja pada pH basa. Gambar 5: Kerja enzim dan pengaruhnya terhadap pH 5) Konsentrasi Semakin tinggi konsentrasi enzim maka kerja. maka kerja enzim berikutnya akan konstans. semakin tinggi konsentrasi hormon tiroksi yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. enzim hanya dapat bekerja pada pH yang ideal. Enzim Ptialin hanya dapat bekerja pada pH netral. waktu yang dibutuhkan untuk suatu reaksi semakin sedikit.

7) Keberadaan Aktivator dan inhibitor Aktivaor merupakan molekul yang mempermudah ikatan enzim dengan substrat. Pengaturan alostrerik enzim dapat dilihat pada gambar 6.demikian sebaliknya. Inhibitor non kompetitif Adalah inhibitor yang melekat pada tempat selain sisi aktif sehingga bentuk enzim berubah dan substrat tidak dapat melekat pada enzim c. Inhibitor kompetitif adalah inhibitor yang kerjanya bersaing dengan substrat untuk mendapatkan sisi aktif enzim. Vitamin dalam tubuh berfungsi sebagai alat pengaturan seluruh proses fisiologi dalam tubuh. Hasil akhir reaksi kima itu akan menghentikan enzim dengan menempati sisi alisterik enzim. Pengaturan alosterik enzim Gambar 6: Pengaturan alosterik enzim Reaksi enzim substrat . Inhibitor umpan balik (Feed back) Hasil suatu reaksi kimia dapat menjadi inhibitor umpan balik bila sudah cukup atau sesuai kebutuhan. sehingga enzim terkunci atau inaktif. 5. Inhibitor merupakan molekul yang menghambat ikatan antara enzim dengan substrat. Ada dua macam inhibitor yaitu: a. b.

Inhibitor enzim antara lain: 1) Inhibitor kompetitif terjadi ketika inhibitor berikatan dengan sisi aktif enzim. Gambar 7: Contoh inhibitor kompetitif . Cara Kerja inhibitor enzyme Kehadiran molekul lain dapat menghambat enzim. 2) Inhibitor non kompetitif terjadi ketika inhibitor berikatan dengan sisi alosterik (siisi selain dari sisi aktif) dan merubah bentuk enzim sehingga tidak ada ikatan lagi dengan substrat.6. enzim tidak dapat berikatan dengan substrat. Dengan sisi aktif sudah diduduki.

3) Inhibitor umpan balik: . Aspirin. Namun. enzim yang terlibat dengan respirasi selular. dalam banyak kasus untuk mencegah reaksi merugikan pada organisme. Sianida adalah racun mematikan karena oxidase kompetitif menghambat sitokrom. misalnya. inhibitor juga bisa beracun.CONTOH: Inhibitor sering digunakan sebagai obat. menghambat enzim yang menyebabkan rasa sakit dan peradangan.

Komponen yang dibutuhkan 1. Matahari(merah-nila) .METABOLISME Gambar 8 Proses metabolisme yang menunjukkan hubungan antara katabolisme dan anabolisme ANABOLISME (SINTESIS) Proses penyusunan senyawa organic kompleks dari molekul yang lebih sederhana. FOTOSINTESIS 1. Dua proses yang termasuk anabolisme yaitu fotosintesis dan kemosintesis.

menghasilakn ATP Fase non siklik(P680) . PC (Plasto Cyanin) b. Fotosistem 1) Kumpulan pigmen pelengkap cahaya 2) Jenis: P700/PI dan P680/PI 3) Pigmen: klorofil a.2. siklik dan non siklik Fase siklik(P700) . Reaksi Terang 1) Hanya bereaksi jika ada cahaya 2) Bereaksi di Grana(kumpulan tylakoid) 3) Dibagi 2 fase. klorofil b. Konsep-konsep Penting Reaksi Terang Fotosintesa • Tahap pertama dari system fotosintesis adalah reaksi terang . karotenoid 4) Protein career a. FD (Feredoxin)   2. ATP. PQ (Plasto Quinon) c. Reaksi gelap (calvin cycle)  Ada tidaknya cahaya tetap bereaksi  Membutuhkan Rubisco. RuBP Karboxilase  Terjadi di Stroma/matrix kloroplas 3. NADPH. ATP.menghasilkan O2. Cytokrom d. Tipe Reaksi a. NADPH b.

Di dalam daun. Sinar matahari yang berupa foton yang terbaik adalah sinar merah dan biru Pigmen klorofil menyerap lebih banyak cahaya terlihat pada warna biru (400-450 nanometer) dan merah (650-700 nanometer) dibandingkan hijau (500-600 nanometer). seperti dua baterai dalam senter yang bekerja saling memperkuat. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena. Fotosistem II terdiri dari molekul klorofil yang menyerap cahaya dengan panjang gelombang 680 nanometer. . Fotosintesis akan menghasilkan lebih banyak energi pada gelombang cahaya dengan panjang tertentu. Cahaya hijau akan dipantulkan dan ditangkap oleh mata kita sehingga menimbulkan sensasi bahwa daun berwarna hijau. Kedua fotosistemini akan bekerja secara simultan dalam fotosintesis. cahaya akan diserap oleh molekul klorofil untuk dikumpulkan pada pusat-pusat reaksi Reaksi ini melibatkan beberapa kompleks protein dari membran tilakoid berupa pigmen yang terdiri dari sistem cahaya yang disebut fotosistem Dua jenis pigmen yang berfungsi aktif sebagai pusat reaksi atau fotosistem yaitu fotosistem II dan fotosistem I. Fotosintesis dimulai ketika cahaya mengionisasi molekul klorofil pada fotosistem II(P.680) Fotosistem II melepaskan elektron yang akan ditransfer sepanjang rantai transpor elektron.• • • • • • • • • • • • • • • • Reaksi ini memerlukan molekul air Reaksi ini sangat bergantung kepada ketersediaan sinar matahari. fotosistem I dan II sebagai sistem pembawa elektron Fotosistem terdapat perangkat komplek protein pembentuk ATP berupa enzim ATP sintase. Hal ini karena panjang gelombang yang pendek menyimpan lebih banyak energi. sedangkan fotosistem I 700 nanometer.

Gambar 9: Reaksi siklik . Oksigen dari proses fotosintesis hanya dihasilkan dari air. melepaskan elektron yang ditransfer sepanjang rantai transpor elektron yang akhirnya mereduksi NADP menjadi NADPH Jadi P 700 ( Photosistem I ) menhasilkan NADPH2 . Membran tilakoid menangkap energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia. kekurangan elektron ini dipenuhi oleh elektron dari hasil ionisasi air yang terjadi bersamaan dengan ionisasi klorofil. pergerakan elektron dimulai dari fotosistem I dan berakhir di fotosistem I. bukan dari karbon dioksida Pada saat yang sama dengan ionisasi fotosistem II. sedang Phoyosistem II (P 680) menghasilkan Oksigen dan ATP Reaksi terang mengubah energi cahaya menjadi energi kimia. Jika ada bertumpuk-tumpuk tilakoid. yaitu struktur cakram yang terbentuk dari pelipatan membran dalam kloroplas.• • • • • • • • • • • Energi dari elektron ini digunakan untuk fotofosforilasi yang menghasilkan ATP . Reaksi ini menyebabkan fotosistem II mengalami defisit atau kekurangan elektron yang harus segera diganti. Hasil ionisasi air ini adalah elektron dan oksigen. maka disebut grana Fotofosforilasi Siklik Reaksi fotofosforilasi siklik adalah reaksi yang hanya melibatkan satu fotosistem. ATP dan NADPH2 inilah yang nanti akan digunakan sebagaienergi dalam reaksi gelap Reaksi terang terjadi di tilakoid. satuan pertukaran energi dalam sel. Dalam fotofosforilasi siklik. juga menghasilkan oksigen dan mengubah ADP dan NADP+ menjadi energi pembawa ATP dan NADPH2. cahaya juga mengionisasi fotosistem I. yaitu fotosistem I. Pada tumbuhan dan alga.

• • • • • • • Pertama. yaitu fotosistem I dan II. tetapi elektron tidak kembali lagi ke fotosistem II. dan juga terjadi pada semua organisme fotoautotrof. yang kemudian menghasilkan gradien konsentrasi yang dapat digunakan untuk menggerakkan sintase ATP selama kemiosmosis. selalu terjadi transformasi hidrogen bersama-sama elektron pada fotosistem P 700 itu Rantai transpor ini menghasilkan gaya penggerak proton. pergerakan elektron dimulai di fotosistem II. elektron kembali ke fotosistem I. energi cahaya. Dari rantai transpor. Selama perpindahan elektron dari akseptor satu ke akseptor lain. maka fotosistem I dapat kembali melaksanakan fungsinya lagi Fotofosforilasi siklik terjadi pada beberapa bakteri. P700 mengalami defisiensi elektron dan tidak dapat melaksanakan fungsinya. yang memompa ion H+ melewati membran. Dalam fotofosforilasi nonsiklik. yang kemudian menghasilkan ATP. Karena P700 mentransfer elektronnya ke akseptor elektron. membuat elektron-elektron di P700 menjadi aktif karena rangsangan dari luar elektron yang terbentuk itu kemudian keluar menuju akseptor elektron primer kemudian menuju rantai transpor elektron. Fotofosforilasi Nonsiklik Reaksi fotofosforilasi nonsiklik adalah reaksi dua tahap yang melibatkan dua fotosistem klorofil yang berbeda. Dengan kembalinya elektron ke fotosistem I. Gambar 10: Realsi Non Siklik . yang dihasilkan oleh matahari.

dimana dua elektron tersebut telah ditunggu oleh NADP+ dan H+. dan akhirnya sampai di fotosistem I. plastoquinon. disingkat FNR. P680 menjadi defisiensi elektron. molekul air diurai menjadi 2H+ + 1/2O2 + 2e-.• • • • • • • • • • • • • • Mula-mula. Karena tersinari oleh cahaya matahari. Dengan bantuan suatu enzim bernama Feredoksin-NADP reduktase.—> NADPH NADPH. dan elektron tersebut menjalani suatu reaksi: NADP+ + H+ + 2e. Sepanjang perjalanan di rantai transpor. Kemudian elektron itu bergerak ke molekul akseptor. atau reaksi gelap. dua elektron yang ada di P680 menjadi tereksitasi dan keluar menuju akseptor elektron primer. plastosianin. dan akhirnya sampai di ujung rantai transpor. tepatnya di P700. yang membawa mereka melewati pheophytin. yang kemudian menghasilkan ATP. feredoksin. Sesampainya di fotosistem I. H+. Setelah itu mereka bergerak lagi ke rantai transpor elektron. tetapi dapat cepat dipulihkan berkat elektron dari hasil penguraian air tadi. dua elektron tersebut mendapat pasokan tenaga yang cukup besar dari cahaya matahari. Dua elektron dari molekul air tersimpan di fotosistem II Sedang ion H+ akan digunakan pada reaksi yang lain dan O2 akan dilepaskan ke udara bebas. sebagai hasil reaksi diatas. akan digunakan dalam reaksi Calvin-Benson. yang berasal dari penguraian air. komplek sitokrom b6f. Perjalanan elektron diatas disebut juga dengan "skema Z". NADP+. dua elektron tersebut mengeluarkan energi untuk reaksi sintesis kemiosmotik ATP. . Setelah terjadi transfer elektron.

dan CO2. Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap. • Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP).Fotofosforilasi siklik dan fotofosforilasi nonsiklik memiliki perbedaan yang mendasar. • Secara umum. yang dihasilkan dari reaksi terang. yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi CalvinBenson. • Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. yaitu fiksasi. dihasilkan glukosa (C6H12O6). 6 molekul ribulosa difosfat mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil . Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma. • Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson. reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase). • Pada fase fiksasi. dan regenerasi. yang berasal dari udara bebas. • Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH. reduksi. • Dari reaksi gelap ini. yaitu sebagai berikut FOTOFOSFORILASI SIKLIK Hanya melibatkan fotosistem I Menghasilkan ATP Tidak terjadi fotolisis air FOTOFOSFORILASI NONSIKLIK Melibatkan fotosistem I dan II Menghasilkan ATP dan NADPH Terjadi fotolisis air untuk menutupi kekurangan elektron pada fotosistem II Reaksi Gelap • Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. • Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat.

Selanjutnya terjadi sintesa . 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C6H12O6). dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH.(RDP/RuBP) Pada fase ini. dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C. 1. yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat.• • • • • • • 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil itu kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3-asam fosfogliserat (APG/PGA). 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa fosfat. dan membentuk 1. 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi. Jika mendapat tambahan gugus fosfat.3-bifosfogliserat (PGA 1. maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat (RDP). Kemudian. RDP/RuBP kemudian kembali akan mengikat CO2 lagi . begitu setrusnya.3 biphosphat). Gambar 11: Siklus Calvin-Benzon (Daur C3) . yang kemudian berubah menjadi NADP+. 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 gugus fosfat. Selanjutnya.3-bifosfogliserat masuk ke dalam fase reduksi.

. Faktor Pembatas Fotosintesis Faktor penentu laju fotosintesis Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis: 1) Intensitas cahaya Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya.Reaksi gelap ini menghasilkan APG (asam fosfogliserat). menutup pada tengah hari. ALPG (fosfogliseraldehid). membuka kembali di sore hari. Biasanya. dan glukosa (C6H12O6). stomata terbuka di pagi hari. dan menutup lagi di malam hari. fotosintesis berfluktuasi sepanjang hari bergantung stomata membuka dan menutup. 3) Suhu i. Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. makin banyak jumlah bahan yang dapt digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis. Dalam fotosynthesis kebutuhan karbon dioksida (CO2) pada reaksi gelap . Semakin banyak karbon dioksida di udara. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim. RuDP (ribulosa difosfat). akan dipenuhi dari udara yang masuk melalui stomata tanaman. 2) Konsentrasi karbon dioksida i. 4. Pada kebanyakan tanaman.

Karbohidrat dikelompokkan menjadi berbagai bentuk yaitu berdasarkan gugus gulanya. Heksosa dalam tubuh antara lain glukosa. selulosa. laju fotosintesis akan berkurang. laju fotosintesis akan naik. contoh disakarida antara lain: sukrosa (gula pasir). Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh. fruktosa dan manosa. Oligosakarida yang penting dalam tubuh adalah disakarida yang menghasilkan 2 monosakarida jika dihidrolisis. Dengan terbentuknya Glukosa sebagai hasil akhir fotosintesis. menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis. dekstrin. akan diubah menjadi amylum dan kemudian dimanfaatkan menjadi berbagai bentuk karbohidrat . dan tentu secara pasti apapun bentuknya karbohidrat itu mutlak berasal dari hasil fotosintesis tumbuhan. 5. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh. heptosa. Menghasilkan lebih dari 6 monosakarida melalui hidrolisis. 5) Kadar fotosintat (hasil fotosintesis) i. glikogen. Hidrolisis laktosa menghasilkan galaktosa dan glukosa. galaktosa. 4) Polisakarida.6 monosakarida melalui hidrolisis. Fotorespirasi . Hidrolisis maltosa menghasilkan dua molekul glukosa. laktosa (gula susu). heksosa. Hidrolisis sukrosa menghasilkan glukosa dan fruktosa. 1) Berdasar panjang rantai karbon. 6) Tahap pertumbuhan Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. karbohidrat dibagi 3. yaitu: 2) Monosakarida. dan maltosa (gula gandum). Contoh: pati.4) Kadar air Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup. tetrosa. Menghasilkan 2 . Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang. Merupakan karbohidrat yang tidak bisa dihidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana dibagi menjadi triosa. 3) Oligosakarida. pentosa.

Pada siang hari. Melalui pembukaan dan penutupan stomata secara periodik. tanaman menciptakan energi melalui proses fotorespirasi. CO 2 masuk melalui stomata dan disintesis menjadi asam organik. tanaman CAM menjaga konsentrasi CO2 lebih tinggi daripada O2. tanaman CAM. Fotorespirasi tidak efisien dan merugikan tanaman karena mengkonsumsi lebih ATP untuk menghasilkan setiap molekul gula 3-karbon. dan jalur C4. Fotorespirasi terjadi paling sering pada daerah kering di mana tanaman harus menutup stomata mereka untuk mencegah hilangnya air ke udara. Tanaman C3 Fotorespirasi merupakan masalah utama bagi tanaman C3 karena mereka tidak memiliki adaptasi khusus untuk mengurangi proses. Tanaman dibagi menjadi tiga kategori yang berbeda tergantung pada metode mereka melaksanakan fotosintesis: C3 jalur. menjadi molekul organik. yang mengarah ke tarif yang lebih rendah metabolisme dari fotosintesis. yang kemudian disimpan dalam vakuola sel. di mana fotorespirasi akan meningkat karena suhu tinggi. Tanaman CAM CAM (crassulacean acid metabolism) adalah tanaman yang mampu mengurangi fotorespirasi dan menghemat air dengan membuka stomata mereka hanya pada malam hari. meminimalkan tingkat fotorespirasi. Keadaan tumbuhan ini diperburuk bila hidup di tempat yang panas. memecah asam untuk menghasilkan CO2 untuk digunakan dalam siklus Calvin. Tanaman C4 Tumbuhan C4 menggunakan enzim PEP karboksilase untuk mengambil CO2 dari kloroplas di sel mesofil. tanaman C3 jarang ditemukan dalam iklim ini. termasuk gandum. CO2 kemudian . seperti kaktus dan nanas. dan bit gula. barley. yang membuat Rubisco lebih mungkin untuk mengikat dengan oksigen. adalah tumbuhan C3. Kebanyakan tanaman. yang paling umum di lingkungan kering. Mode ini fotosintesis berbeda dalam bagaimana mereka beradaptasi dengan masalah fotorespirasi. Akibatnya. Hal ini menyebabkan penumpukan kadar oksigen dalam daun. iklim kering.Ketika enzim Rubisco menggabungkan oksigen. daripada CO2. jalur CAM.

dan masuk ke siklus Calvin. Energi kimia yang digunakan pada reaksi ini adalah energi yang dihasilkan dari suatu reaksi kimia. prokariota paling awal adalah organisme kemoautotrof yang mendapatkan energi dari bahan kimia anorganik dan menghasilkan energinya sendiri dan bukannya menyerap ATP. gas hidrogen. senyawa nitrogen dan sumber makanan menjadi senyawa organik dengan menggunakan oksidasi molekul anorganik (contohnya. Contoh tumbuhan C4 adalah jagung dan tebu. Kemosintesis adalah anabolisme yang menggunakan energi kimia. adalah biasa dalam lingkungan yang panas .dikirim ke struktur khusus yang dikenal sebagai sel-sel seludang berkas pengangkut. Hal ini disebabkan Hidrogen sulfide (H2S) dan senyawa besi (Fe2+) sangat . Gambar 12: Jalur Hath-Slack pada Tumbuhan C4 KEMOSINTESIS Kemosintesis merupakan reaksi anabolisme selain fotosintesis. Kemosintesis adalah konversi biologis satu molekul karbon atau lebih (biasanya karbon dioksida atau metana). yaitu reaksi oksidasi. hidrogen sulfida) atau metana sebagai sumber energi. (2002). Menurut Campbell et al. Organisme autotrof yang melakukan kemosintesis disebut kemoautotrof.

misalnya bakteri belerang nonfotosintetik (Thiobacillus) dan bakteri nitrogen (Nitrosomonas dan Nitrosococcus). Banyak mikroorganisme di daerah laut dalam menggunakan kemosintesis untuk memproduksi biomassa dari satu molekul karbon. Pada kasus kedua. dalam banyak lingkungan laut.berlimpah di bumi purbakala. Pertama. CH4) dapat menjadi cukup besar untuk menjalankan produksi biomassa. Dua kategori dapat dibedakan. seperti Nitrosomonas dan Nitrosococcus memperoleh energi hasil dengan cara mengoksidasi NH3 yang telah bereaksi dengan CO2 dan membentuk amonium karbonat ((NH4)2CO3). FeS + H2 S FeS2 + H2 + energi bebas Protein membrane pada prokariota awal kemungkinan menggunakan sebagian energi bebas yang dihasilkan untuk memecahkan produk H2 menjadi proton dan electron serta menghasilkan suatu gradient proton sepanjang membrane plasmanya. dan menghasilkan titik sulfur (belerang) warna kuning sebagai produk limbah dengan persamaan kimianya: CO2 + 2H2S CH2O + H2O + 2S Kemampuan melakukan kemosintesis hanya dimiliki oleh beberapa jenis mikroorganisme. Beberapa arkhaea modern saat ini dapat bertahan hidup pada sumber mata air panas yang mengandung sulfur dan melakukan reaksi kimia yang membebaskan energi. Campbell et al. Dalam bentuk primitive kemiosmosis. Bakteri nitrogen. 2007). mikroorganisme kemosintetik bergantung pada fotosintesis yang berlangsung di tempat lain dan memproduksi O2 yang mereka butuhkan (Isnan. di tempat yang jarang tersedia molekul hidrogen. Satu kelompok bakteri menggunakan hydrogen sulfide (H2S) dan bukannya air untuk fotosintesis. melaporkan percobaan yang dilakukan oleh Van Niel pada tahun 1930-an untuk mengamati proses fotosintesis pada bakteri yang membuat karbohidratnya dari CO2 tetapi tidak melepaskan O2. (2002). energi yang tersedia dari reaksi antara CO2 dan H2 (yang mengawali produksi metana. Kemungkinan lain. dan sel-sel primitive kemungkinan mendapatkan energi dari reaksi melibatkan senyawa tersebut. . menyimpulkan bahwa pada bakteri tersebut CO2 tidak terurai menjadi karbon dan oksigen. gradient tersebut kemungkinan dapat menyebabkan terjadinya sintesis ATP. energi untuk kemosintesis didapat dari reaksi antara O2 dan substansi seperti hidrogen sulfida atau amonia.

Dua proses yang termasuk katabolisme yaitu respirasi aerob sel dan fermentasi. RESPIRASI SELULER Hukum termodinamika menyatakan bahwa energy tidak ndapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan tetapi energy mengalami perubahan bentuk. Ca(NO2)2 + O2 Ca(NO3)2 + Energi KATABOLISME (ANALISIS) Proses pemecahan/pembongkaran senyawa organic kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana. Hasilnya adalah senyawa nitrat dan membebaskan energi yang akan dipergunakan untuk menyintesis senyawa organik. respirasi sel mengubah energi kimia dari makanan. organisme harus memperoleh energi dari lingkungan dalam bentuk makanan atau radiasi matahari. Proses konversi energi menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh sel disebut metabolisme sel. terutama glukosa. Sebuah molekul glukosa dibongkar menghasilkan C6H12 O (glukosa) + 6O + 36-38ADP + 36-38P 6CO2 sekitar 36-38 6 ATP. Respirasi2 sel adalah suatu proses panjang yang + 6H2O + 36-38 ATP .(NH4)2CO3 + O2 2 HNO2 + CO2 + Energi Jenis bakteri lain yang mampu melaksanakan kemosintesis antara lain Nitrobacter. dengan bentuk yang lebih bisa digunakan yaitu ATP. Dua proses metabolisme sel yang dilakukan oleh kebanyakan organisme adalah respirasi selular dan fotosintesis. Bakteri ini mampu mengoksidasi senyawa nitrit dalam mediumnya.

berlangsung secara anaerob di sitosol. namun demikian. Glikolisis 2. 2 Piruvat 2. Glikolisis menghasilkan keuntungan bersih sebesar 2 ATP dan 2 NADH. Beberapa energi selalu hilang ke lingkungan dalam bentuk panas. Glikolisis Tahap pertama dari respirasi selular. respirasi seluler adalah sangat efisien untuk proses biologis. senyawa penyimpan energi yang akan diekstraksi dalam siklus Krebs. hanya 40 persen dari energi dalam glukosa diubah menjadi ATP. Glikolisis mengkonversi glukosa menjadi dua molekul piruvat. Seluruh proses. dapat diringkas dalam satu rumus kimia: Tidak ada transfer atau penggunaan energi adalah 100 persen efisien. Kesimpulan Hasil glikolisis: 1. Rantai transpor elektron 1. Gambar di bawah menunjukkan konversi glukosa menjadi dua molekul piruvat. 2 ATP . Siklus Krebs 4. 2 NADH 3. adalah glikolisis.melibatkan banyak reaksi yang terjadi di berbagai bagian sel. Respirasi sel terdiri dari empat tahap: 1. Oksidasi piruvat 3.

Oksidasi Piruvat (dekarboksilasi oksidatif) Pada tahap kedua respirasi seluler adalah oksidasi piruvat. Karbon dioksida juga dirilis dalam reaksi ini. 2 KoA 2 FADH2. 2 ATP dan 4 CO2 per glukosa. 1 ATP. Kesimpulan Siklus Krebs Siklus Krebs adalah tahap ketiga dari respirasi selular dan itu terjadi di dalam matriks mitokondria. Siklus KrebsHasil Siklus setiap proses asetil KoA untuk menghasilkan 3 NADH. Kesimpulan Hasil dekarboksilasi oksidatif: 2 asetil koA 2 NADH 2 CO2 3. 1 FADH2. dengan total 2 NADH per glukosa. dua molekul piruvat dioksidasi dan diubah menjadi molekul asetil KoA. 6 NADH 2 FADH2 4 CO2 2 ATP Gambar 13: Siklus Krebs .2. Reaksi ini terjadi di matriks mitokondria dan menghasilkan 1 NADH per piruvat. danKrebs: untuk total 6 NADH.

Aliran H+ menuruni gradiennya melalui ATP sintase. protein membran yang mengkatalisis produksi ATP dari ADP. 10 NADH dan 2 molekul FADH2 yang dihasilkan dari tiga tahap reaksi sebelumnya akan memberikan atom H ke oksigen untuk membentuk molekul air. Setiap protein menggunakan energi dalam elektron untuk memompa H+ ke ruang antarmembran dari mitokondria sebelum elektron diteruskan ke akseptor berikutnya. ATP yang dihasilkan antara 32-34 molekul. Inilah respirasi aerob yang mana oksigen dibutuhkan sebagai akseptor electron terakhir. Reseptor elektron terakhir adalah O2.4. Gambar 14: Sistem Transpor Elektron . Produksi 32-34 ATP dari NADH dan FADH2 dalam rantai transpor elektron membutuhkan langkah-langkah berikut: • Pembawa elektron NADH dan FADH2 antar-jemput ke membran dalam mitokondria.H+. rantai transpor elektron menyebabkan gradien konsentrasi yang tinggi di ruang antar membran. • NADH dan FADH2 menyumbangkan elektron untuk yang pertama dalam serangkaian protein membran. untuk membentuk air. Pada tahap akhir respirasi seluler. Rantai Transportasi Elektron Rantai transpor elektron adalah serangkaian molekul yang melekat pada membran dalam mitokondria (Cristae). • Dengan memompa H+ ke ruang antarmembran. yang menggabungkan dengan dua proton.

Kemiosmosis terjadi karena perbedaan gradient konsentrasi H+ antara ruang antar membrane dengan matriks mitokondria untuk di mitokondria dan antara lumen di dalam grana dengan stroma di kloroplas. dan molekul yang bertugas dalam hal ini adalah kompleks ATP-Synthase. sedang di kloroplas H+ bergerak dari lumen (bagian dalam) ke stroma (luar). Di mitokondria H+ bergerak dari ruang antar membrane (bagian luar) menuju matriks mitokondria (dalam). Perbedaan terletak pada arah aliran H+. Dikedua membrane ini terjadi sintesis ATP. sedangkan di kloroplas disebut fotofosforilasi yang terjadi melalui reaksi siklik dan non siklik.Chemiosmosis Persamaan proses yang terjadi di membrane dalam mitokondria dan kloroplas adalah reaksi kimia yang disebut kemiosmosis. Ketika H+ menuruni gradiennya melalui ATP-synthase maka panas yang dibebaskan digunakan oleh ADP untuk mengikat P energy rendah menghasilkan ATP berenergy tinggi. Pembentukan ATP di mitokondria disebut fosforilasi oksidasi. .

CHEMIOSMOSIS M I T O C H O N D R I A C H L O R O P L A S T Gambar 15: Perbandingan reaksi transport elektron di membran dalam mitokondria dan kloroplas .

2ATP . Pelajari gambar di bawah ini! Sumber: metabolism. karbohidrat.bp. 2 NADH. dan asam lemak No 1 Tabel ikhtisar proses respirasi seluler Tahapan Tempat Aksept Hasil or Elektro n Glikolisis Sitoplasma NAD 2 piruvat.blogspot.gif http://2.Bagaiman dengan lemak dan protein? Apakah mengalami proses seperti glukosa? Jawabannya Ya.com/ Gambar 16: Metabolisme protein.

Fermentasi dimulai dengan glikolisis. 2. 2 ATP. 2 KoA 12 H2O. . ada dua cara umum di mana fermentasi dapat dilanjutkan: 1. 32-34 ATP FERMENTASI Sel eukariotik juga dapat menghasilkan ATP melalui fermentasi. banyak cara yang sama bahwa respirasi selular dimulai.2 3 4 Dekarboksila si Oksidasi Siklus Krebs Sistem Transpor Elektron Matriks Mitokondria Matriks Mitokondria membrane dalam mitokondria NAD NAD FAD O2 2 asetil KoA. namun memungkinkan sel untuk terus memproduksi ATP ketika oksigen tidak tersedia. 2 CO2 6 NADH. 2 NADH. 2 FADH2. Fermentasi jauh kurang efisien dibandingkan empat tahapan respirasi selular yang dijelaskan di atas. Minuman fermentasi: asam piruvat diubah menjadi digunakan gist (yeast) biasanya Saccharomyces cereviceae. Fermentasi asam laktat: etanol. Fermentasi alkohol. 4 CO2. Setelah glikolisis.

Asam laktat akan berkurang atau hilang membutuhkan oksigen yang cukup untuk mengoksidasi asam laktat tersebut menjadi molekul air (H2O) dan karbondioksida (CO2).Asam piruvat diubah menjadi laktat. Fermentasi Alkohol Hasil: 2 CO2 2 ATP 2 NAD+ 2 Etanol (C2H5OH) Fermentasi Asam Laktat Hasil: 2 ATP 2 NAD+ 2 Asam Laktat (C3H6O3) . Sehabis berolah raga napas seseorang tersengal-sengal disebabkan karena timbunan asam laktat. Fermentasi asam laktat oleh sel otot dan bakteri. Bila timbunan asam laktat di otot banyak dapat menyebabkan kejang otot (kram otot). CONTOH: Asam laktat yang berkumulasi di jaringan otot menimbulkan kelelahan pada otot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful