Oleh

:

Sekretariat : Jl. Cempaka Putih Barat XI / T No. 48 RT 005 RW 011 Cempaka Putih, Jakarta Pusat 10520 Telp. : (021) 42872484, 081315420122, 0817716228 Fax : (021) 42872484 Email : forum_komunikasi@yahoo.com Website : www.fkpkbm.or.id

DAFTAR ISI Hal Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN 1. Lahirnya PKBM di Indonesia 2. Pentingnya Konsep PKBM 3. Pengembangan Konsep PKBM BAB II KONSEP PKBM 1. Filosofi PKBM 2. Tujuan PKBM 3. Bidang Kegiatan PKBM 4. Komponen PKBM 5. Parameter PKBM 6. Karakter PKBM BAB III RENCANA STRATEGIS PENGEMBANGAN PKBM 1. Pentingnya Rencana Strategis Pengembangan PKBM 2. Perumusan Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Suatu PKBM 3. Melakukan Analisis Lingkungan PKBM (Analisis SWOT) 4. Penetapan Rencana Aksi PKBM BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN PKBM DI INDONESIA 1. Pentingnya Rencana Strategis Pengembangan PKBM secara Nasional 2. Membangun Nasional 3. Beberapa Alternatif Program Strategis Pengembangan PKBM 25 di Indonesia 4. Berbagai Peran Dalam Pengembangan PKBM di Indonesia 5. Contoh Analisis SWOT, Visi, pengembangan 43 BAB VI PENUTUP missi dan target 5 tahun 37 36 Rencana Strategis Pengembangan 24 PKBM 24 18 18 20 21 6 11 12 14 15 17 2 3 4 1

Community Learning Centre (CLC)

2

BAB I PENDAHULUAN I.1 Lahirnya PKBM di Indonesia Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) hadir di Indonesia di tengah-tengah kondisi krisis sosial ekonomi nasional pada tahun 1998. Kehadiran PKBM sebenarnya memiliki latar belakang yang cukup panjang. Fakta menunjukkan bahwa pendidikan formal dan sistem persekolahan ternyata tidak cukup untuk menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, tingginya tingkat buta aksara bagi orang dewasa, tingginya tingkat pengangguran, tingginya tingkat kemiskinan dan sebagainya. Di pihak lain, kebijakan pemerintah dalam pembangunan pendidikan sangat menitikberatkan pada pendidikan formal dan sistem persekolahan. Adapun perhatian pada pendidikan non formal masih sangat terbatas. Hal ini dapat dilihat dari alokasi anggaran dan fasilitas maupun berbagai sumberdaya lainnya yang jauh lebih besar dicurahkan bagi pendidikan formal dan sistem persekolahan. Sesungguhnya pendidikan non formal telah dikenal dalam peradaban manusia jauh sebelum adanya pendidikan formal dan sistem persekolahan. Namun pembinaan pendidikan nasional selama ini masih didominasi oleh pendidikan formal. Pembinaan pendidikan non formal dilakukan oleh pemerintah hanya melalui berbagai pendekatan proyek yang bersifat sementara dan kadangkala tidak berkelanjutan. Cakupannyapun masih sangat terbatas pada beberapa jenis kebutuhan pendidikan yang bersifat nasional. Sementara pendidikan non formal yang diselenggarakan oleh masyarakat masih bertumpu pada jenis-jenis pendidikan yang memiliki nilai komersial sehingga dapat ditarik pembayaran dari masyarakat untuk membiayai kegiatan pendidikan tersebut.

Untuk meningkatkan efektivitas keberhasilan pendidikan non formal telah dilakukan berbagai evaluasi terhadap kiprah pendidikan non formal selama ini. Negara-negara yang tergabung dalam UNESCO menyimpulkan bahwa pembangunan pendidikan non formal haruslah semaksimal mungkin bersifat partisipatif, dilaksanakan oleh masyarakat itu sendiri dan peran pemerintah sebaiknya diposisikan lebih sebagai fasilitator. Hal ini terlihat dari berbagai naskah deklarasi antara lain deklarasi Jomtien, Dakar, dan sebagainya. Salah satu upaya konkrit untuk mengimplementasikan gagasan tersebut adalah dengan mendorong dan memotivasi terwujudnya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat

Community Learning Centre (CLC)

3

(PKBM) atau Community Learning Centre. PKBM bukanlah sepenuhnya merupakan suatu konsep yang baru sama sekali. Sebagai contoh di Jepang PKBM dikenal sejak tahun 1949 dengan nama Kominkan. Kominkan telah turut memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi pembangunan kemajuan masyarakat Jepang. Sampai dengan tahun 2004 diperkirakan ada sekitar 18.000 Kominkan terdapat di seluruh Jepang. Untuk menggerakkan masyarakat agar terwujud PKBM di Indonesia, Pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional merumuskan berbagai kebijakan dan program untuk mengidentifikasi dan memotivasi agar masyarakat dengan kesadarannya sendiri membentuk dan mengelola berbagai kegiatan pembelajaran bagi masyarakat sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing. Gagasan ini mendapatkan sambutan cukup baik oleh masyarakat sehingga pada awal tahun 1998 mulai dikukuhkan keberadaan berbagai PKBM di berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Sebagai contoh PKBM ALPA dan PKBM Buana Mekar di Bandung, PKBM RCC Garuda di Yogyakarta, PKBM Gajah Mada di Cirebon, PKBM Pionir di Solo, PKBM Giri Mukti di Balikpapan, PKBM Dahlia di Mataram, dan sebagainya. Sejak itu, PKBM semakin dikenal luas dan mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi dari sisi kuantitas. Pada tahun 2004 sudah terdapat lebih dari 3.000 PKBM di seluruh Indonesia. Pada tahun 2006 terdapat hampir dari 5.000 PKBM di seluruh Indonesia. I.2 Pentingnya Konsep PKBM Sebagai suatu institusi baru yang bergerak dalam berbagai kegiatan pendidikan non formal di tingkat akar rumput, PKBM berkembang secara dinamis dan belum didukung oleh berbagai pijakan kerangka teoritik dan akademik yang memadai. Pengembangan PKBM sepenuhnya didasarkan atas pengalaman di lapangan yang situasi kondisinya sangat beragam. Dengan sendirinya Konsep PKBM yang berkembangpun sangat bervariasi dari suatu PKBM ke PKBM lainnya. Konsep PKBM yang berkembang sangat umum dan kurang tajam mengungkap secara menyeluruh eksistensi dan karakteristik PKBM itu sendiri. Longgarnya konsep tentang PKBM ini di satu sisi memberikan fleksibilitas yang tinggi bagi inovasi pengembangan PKBM pada tahap awal pengembangannya namun konsep yang terlalu umum ini tidak memadai untuk menjadi pijakan bagi pengembangan PKBM lebih lanjut. Di samping itu, ketidakjelasan konsep tentang PKBM dapat menimbulkan adanya kesimpangsiuran pemahaman tentang PKBM yang dapat mengakibatkan kontra produktif bagi pengembangan PKBM selanjutnya. Adapun konsep tentang PKBM yang tertulis masih sangat terbatas, dan itupun masih sangat kental dipengaruhi perspektif birokratik belum menggambarkan konsep yang lebih utuh.

Community Learning Centre (CLC)

4

Dengan diakuinya secara eksplisit PKBM sebagai salah satu satuan pendidikan non formal dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, menjadi tanggungjawab semua pihak baik pemerintah pusat, pemerintah propinsi, pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat luas untuk mengembangkan PKBM dalam rangka mensukseskan tujuan pendidikan nasional. Dengan demikian keberadaan konsep PKBM yang lebih jelas dan lebih memadai bagi pengembangan PKBM lebih lanjut sangat dibutuhkan. Tanpa adanya konsep PKBM yang jelas dan memadai akan sulit dibangun rencana strategis yang baik dalam pengembangan PKBM selanjutnya baik di tingkat institusi, di tingkat lokal, regional, maupun nasional. Hal ini tentunya akan mengakibatkan tidak adanya sinergi, rendahnya efektivitas dan inefisiensi dalam pengembangan PKBM lebih lanjut. I.3 Pengembangan Konsep PKBM Mengingat PKBM merupakan suatu institusi baru, maka pengembangan konsep PKBM sementara ini lebih didasarkan atas hasil observasi yang bersifat umum terhadap berbagai pengalaman PKBM selama ini. Konsep PKBM inipun sedang terus berkembang seiring dengan berbagai inovasi yang muncul dalam pengalaman pengembangan PKBM di lapangan. Di kemudian hari tentunya juga diharapkan pengembangan konsep PKBM ini juga didasarkan atas berbagai hasil kajian dan penelitian akademik yang lebih mendalam, sehingga dihasilkan konsep PKBM yang lebih solid, lebih tajam dan lebih menyeluruh. Pengembangan konsep PKBM haruslah memperhatikan dua faktor secara

bersamaan yaitu faktor kemampun konsep dalam menjelaskan secara lengkap dan utuh seluruh eksistensi dan karakteristik PKBM itu sendiri dan faktor kemampuan konsep dalam mengakomodasikan berbagai perkembangan dan keragaman PKBM baik yang telah ada maupun yang akan datang. Atas dasar pertimbangan tersebut maka konsep PKBM yang diuraikan dalam kesempatan ini lebih merupakan konsep yang bersifat generik. Artinya konsep PKBM yang diungkapkan ini adalah konsep yang dapat dikembangkan lebih lanjut ke dalam berbagai model-model PKBM yang bervariasi. Pendekatan yang digunakan dalam mengembangkan konsep PKBM yang akan diuraikan lebih lanjut didasarkan atas pendekatan yang bersifat induktif. Formulasi konsep PKBM ini didasarkan atas pergumulan dan pengalaman praktis dalam membentuk, membangun dan mengembangkan PKBM sehari-hari. Di samping itu, juga melalui pengalaman dalam memperhatikan berbagai inovasi, keberhasilan dan permasalahan yang dihadapi berbagai PKBM yang terungkap dalam berbagai diskusi di pertemuan tingkat nasional tentang PKBM baik dalam kerangka Forum Komunikasi PKBM Indonesia maupun dalam kerangka perumusan dan perbaikan berbagai program dan kebijakan yang bekaitan dengan PKBM oleh Direktorat Jenderal

Community Learning Centre (CLC)

5

Community Learning Centre (CLC) 6 . Konsep PKBM yang diuraikan ini telah melalui pembahasan oleh Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi PKBM Indonesia sebagai suatu organisasi nasional yang mewadahi kebersamaan dan persatuan PKBM di seluruh Indonesia.Pendidikan Luar Sekolah Depdiknas.

3. siapa atau apakah PKBM itu. Tujuan PKBM. Yang dimaksud dengan Filosofi PKBM adalah suatu formulasi singkat yang menggambarkan idealisasi PKBM itu secara menyeluruh. 6. Filosofi PKBM. bagaimana PKBM itu berkiprah dan ke arah mana PKBM itu berjalan/berkembang. Community Learning Centre (CLC) 7 . Dengan demikian perencanan. Tanpa salah satu aspek tersebut maka PKBM akan kehilangan jati dirinya. Ini berarti bahwa PKBM adalah suatu institusi yang berbasis masyarakat (Community based Institution). II. 4.BAB II KONSEP PKBM Konsep PKBM menjelaskan secara utuh jati diri PKBM.1 Filosofi PKBM Filosofi PKBM secara ringkas adalah dari. Sedangkan Karakter PKBM menjelaskan nilai-nilai positif yang harus menjiwai suatu PKBM agar PKBM tersebut dapat mencapai tujuannya secara sehat dan berkelanjutan. Keenam aspek tersebut harus ada dalam konsep PKBM secara utuh. Komponen PKBM. Dari masayarakat berarti bahwa pendirian PKBM haruslah selalu merupakan inisiatif dari masyarakat itu sendiri yang datang dari suatu kesadaran akan pentingnya peningkatan mutu kehidupannya melalui suatu proses-proses transformasional dan pembelajaran. Konsep PKBM dapat dijelaskan dalam 6 (enam) aspek yang meliputi : 1. Parameter PKBM adalah ukuran yang digunakan untuk menilai tingkat kemajuan ataupun tingkat keberhasilan suatu PKBM. Bidang Kegiatan PKBM. 2. pembangunan. Inisiatif ini dapat saja dihasilkan oleh suatu proses sosialisasi akan pentingnya PKBM dan hal-hal lainnya tentang PKBM kepada beberapa anggota atau tokoh masyarakat setempat oleh pihak pemerintah ataupun oleh pihak lain di luar komunitas tersebut. Komponen PKBM adalah berbagai pihak yang terlibat dalam PKBM. Hal ini dapat diuraikan secara lebih rinci sebagai berikut : i. Sedangkan Tujuan PKBM merupakan formulasi yang menjelaskan arah yang harus dicapai atau visi dari PKBM itu sendiri. Bidang Kegiatan PKBM menggambarkan ruang lingkup kegiatan dan pemasalahan yang digarap oleh PKBM. pengembangan dan evaluasi PKBM haruslah mencakup seluruh aspek tersebut secara utuh. 5. Parameter PKBM dan Karakter PKBM. oleh dan untuk masyarakat.

Penyelenggaraan oleh masyarakat tentunya tidak berarti menutup kemungkinan partisipasi dan kontribusi berbagai pihak lain di luar masyarakat tersebut. Prioritas dan fokus pemberdayaan tentunya haruslah tetap tertuju kepada Community Learning Centre (CLC) 8 . Untuk Masyarakat berarti bahwa keberadaan PKBM haruslah sepenuhnya demi kemajuan kehidupan masyarakat dimana PKBM tersebut berada. Oleh masyarakat berarti bahwa penyelenggaraan dan pengembangan serta keberlanjutan PKBM sepenuhnya menjadi tanggungjawab masyarakat itu sendiri. Ini juga bermakna adanya semangat kemandirian dan kegotongroyongan dalam penyelenggaraan PKBM. iii.Dalam hal pendirian suatu PKBM peran pemerintah ataupun pihak lain di luar komunitas tersebut hanyalah berupa proses sosialisasi. ii. Hal ini sangat penting demi menjaga kelahiran PKBM itu secara sehat yang di kemudian hari akan sangat menentukan kemandirian dan keberlanjutan PKBM tersebut. lembaga-lembaga usaha. perorangan. PKBM dapat saja berlangsung dalam kesederhanaan apapun yang dimiliki oleh suatu masyarakat. Proses sosialisasi ini hendaknya tidak mengambil alih inisiatif pendirian yang harus murni datang dari kesadaran. keagamaan dan sebagainya bahkan perorangan yang berasal dari luar masyarakat itu pun dapat saja turut berpartisipasi dan berkontribusi. motivasi. Dengan kata lain. Itu berarti juga bahwa pemilihan program-program yang diselenggarakan di PKBM harus benarbenar sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. penyelenggaraan PKBM tidak harus menunggu kelengkapan ataupun kecanggihan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh suatu masyarakat dan tidak harus menunggu ada atau tidaknya ijin legal dari pemerintah setempat. Hal ini tentunya juga tidak berarti menutup kemungkinan anggota masyarakat di luar masyarakat tersebut untuk dapat turut serta mengikuti berbagai program dan kegiatan yang diselenggarakan oleh PKBM. Pemerintah. Namun semua bentuk dukungan itu hendaknya harus tetap disertai semangat kemandirian dan komitmen masyarakat itu sendiri untuk membangun dan mengembangkan PKBM tersebut. Penyelenggaraan PKBM harus didasarkan dan memperhatikan potensi yang dimiliki oleh suatu masyarakat. stimulasi dan pelatihan untuk memperkenalkan PKBM secara utuh dan membuka perspektif serta wawasan dan langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam membentuk PKBM serta dalam pengembangan selanjutnya. Kemungkinan tersebut dapat saja diwujudkan sepanjang tidak menghambat pemberian manfaat bagi masyarakat sekitarnya. kemauan dan komitmen anggota masyarakat itu sendiri. lembaga-lembaga sosial.

Namun seringkali berbagai kegiatan dan program tersebut tidak terkelola dan terlembagakan dengan baik dan tidak terpadu sehingga keberlanjutan dan mutu kegiatannya sulit dipertahankan dan ditingkatkan. Adanya pelembagaan berbagai kegiatan pembelajaran ini juga merupakan salah satu kelebihan dari keberadaan PKBM dalam suatu kelompok masyarakat tertentu. berkoordinasi dan bekerjasama dengan berbagai pihak baik yang berada di wilayah keberadaan PKBM tersebut maupun dengan berbagai pihak di luar wilayah tersebut misalnya pemerintah. Secara Akronim PKBM berarti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. c. Kegiatan-kegiatan ini tentunya juga sangat tergantung pada konteks kebutuhan dan situasi kondisi masyarakat setempat.masyarakat sasaran PKBM itu sendiri. Kegiatan-kegiatan inilah yang merupakan inti dari keberadaan PKBM. Ini juga berarti bahwa PKBM selalu dinamis. mutu penyelenggaraan program-program. Hal ini dapat dijelaskan secara lebih rinci sebagai berikut : a. Kegiatan. Masyarakat bertindak sekaligus sebagai subyek dan obyek dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh PKBM. lembaga-lembaga nasional maupun internasional. berarti bahwa di PKBM diselenggarakan berbagai kegiatankegiatan yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat setempat. efisiensi pemanfaatan sumber-sumber. Pemaknaan nama inipun dapat menjelaskan filosofi PKBM. Pada umumnya. sinergitas antar berbagai program dan keberlanjutan keberadaan PKBM itu sendiri. b. dalam setiap kelompok masyarakat hampir selalu ada berbagai upaya pembelajaran yang bersifat non formal. Pusat. berarti bahwa penyelenggaraan PKBM haruslah terkelola dan terlembagakan dengan baik. dan sebagainya. tetapi juga mulai Community Learning Centre (CLC) 9 . berarti bahwa berbagai kegiatan yang diselenggarakan di PKBM haruslah merupakan kegiatan yang mampu memberikan terciptanya suatu proses transformasi dan peningkatan kapasitas serta perilaku anggota komunitas tersebut ke arah yang lebih positif. Hal ini juga berkaitan dengan kemudahan untuk dikenali dan diakses oleh seluruh anggota masyarakat untuk berkomunikasi. Hal ini sangat penting untuk efektivitas pencapaian tujuan. Belajar dapat dilakukan oleh setiap orang sepanjang hayatnya di setiap kesempatan. Belajar. kreatif dan produktif melakukan berbagai kegiatan-kegiatan yang positif bagi masyarakat setempat. Belajar tidak hanya monopoli kaum muda.

Tetapi keberadaan penyelenggara maupun pengelola PKBM tentunya mencerminkan peran serta seluruh anggota masyarakat tersebut. individual dan elitis. adat istiadat dan budaya. berolahraga. pilihan dan disain program dan kegiatan yang diselenggarakan. dan lebih berkesan formal. Belajar lebih menekankan upaya-upaya warga belajar itu sendiri sedangkan peran sumber belajar atau pengajar lebih sebagai fasilitator sehingga lebih bersifat bottom up dan lebih berkesan non formal. Dengan pemahaman ini tentunya akan lebih baik apabila PKBM tidak merupakan institusi yang dimiliki oleh perorangan atau kelompok elitis tertentu dalam suatu masyarakat. ekonomi. inisiatif lebih banyak datang dari sumber belajar atau pengajar. PKBM bukanlah suatu institusi yang dikelola secara personal. Dalam situasi transisi ataupun situasi khusus tertentu peran perorangan atau tokoh-tokoh tertentu atau sekelompok anggota masyarakat tertentu dapat saja sangat dominan dalam penyelenggaraan dan pengelolaan PKBM demi efisiensi dan efektivitas Community Learning Centre (CLC) 10 . beragama. Dimensi belajar seluas dimensi kehidupan itu sendiri. d. Masyarakat. Belajar dapat dilakukan dalam kehidupan berkesenian. Hal ini juga berarti bahwa dalam suatu masyarakat yang heterogen PKBM akan lebih mencerminkan multikulturalisme sedangkan dalam masyarakat yang relatif lebih homogen maka PKBM juga akan lebih mencerminkan budaya khas masyarakat tersebut. Dengan demikian ciri-ciri suatu masyarakat akan sangat kental mewarnai suatu PKBM baik mewarnai tujuan-tujuannya. berarti bahwa PKBM adalah upaya bersama suatu serta pendidikan untuk semua atau masyarakat untuk memajukan dirinya sendiri secara bersama-sama sesuai dengan ukuran-ukuran idealisasi masyarakat itu sendiri akan makna kehidupan. Belajar lebih menekankan pada inisiatif dan kemauan yang kuat serta kedewasaan seseorang untuk dengan sadar menghendaki untuk mengubah dirinya ke arah yang lebih baik. Sedangkan pendidikan sebaliknya lebih bersifat top-down. politik dan sebagainya. sosial. Penggunaan kata ‘belajar’ dalam PKBM dan bukan kata ‘pendidikan’ juga memiliki makna tersendiri. serta budaya yang dikembangkan dan dijiwai dalam kepemimpinan dan pengelolaan kelembagaannya.dari bayi sampai pada orang-orang tua. Dengan demikian PKBM merupakan suatu institusi terdepan yang langsung berada di tengah-tengah masyarakat yang mengelola dan mengimplementasikan konsep belajar sepanjang hayat atau Life Long Learning dan Life Long Education Education For All. Belajar juga dapat dilakukan dalam berbagai dimensi kehidupan.

Artinya seyogyanya PKBM itu milik masyarakat bukan milik pemerintah. Dalam bahasa Inggris.penyelenggaraan. Batasan ini dapat dikategorikan dalam batasan geografis maupun batasan karakteristik. dapat saja lebih fleksibel. bersifat lokal. suatu Desa atau Kelurahan tertentu ataupun suatu Kecamatan tertentu. kualitas dan komitmen. Kota Bandung’. Hal ini bukanlah mengarah pada seberapa besar proporsi kuantitas. misalnya ‘masyarakat RT-06 RW 05 Kelurahan Cirangrang Kecamatan Babakan Ciparay. atau diterjemahkan menjadi ‘komunitas’. tanggungjawab pemerintah dalam pembangunan dan pembinaan PKBM haruslah tercermin dalam alokasi-alokasi anggaran pemerintah yang signifikan dalam memperkuat penyelenggaraan dan mutu pogram PKBM namun keseluruhannya itu haruslah dikembangkan selaras dengan dukungan bagi penguatan peran dan tanggungjawab masyarakat dalam menyelenggarakan dan mengelola PKBM. Kontribusi pemerintah adalah dalam mendukung dan memfasilitasi keberlangsungan dan pengembangan PKBM dapat saja jauh lebih besar porsinya dibandingkan kontribusi masyarakat dalam nilai kuantitas tetapi semuanya itu haruslah diposisikan dalam kerangka dukungan bukan mengambil-alih tanggungjawab masyarakat. Bahkan sebaliknya. Penggunaan kata ‘masyarakat’ juga perlu dipahami secara lebih khusus. Batasan Karakteristik dapat saja mengacu pada suatu kelompok Community Learning Centre (CLC) 11 . Ini juga tidak berarti bahwa mustahil adanya pegawai negeri sipil bekerja dalam suatu PKBM baik sebagai tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan. prakteknya tidaklah menjadi kaku. Kata ‘masyarakat’ juga untuk membedakan secara dikotomis dengan pemerintah. Tentu saja hal ini harus didasarkan pada konteks dan potensi masing masing masyarakat. padanan katanya adalah community. Pemahaman ini memberi implikasi bahwa PKBM haruslah merupakan institusi yang dibangun dan dikembangkan dalam suatu masyarakat yang bersifat terbatas dan bersifat setempat. ataupun ini tidak berarti mustahil adanya alokasi anggaran pemerintah untuk membangun dan meningkatkan sarana dan prasarana PKBM serta dana operasional PKBM. Kata ‘masyarakat’ dalam PKBM lebih dimaksudkan pada pengertian masyarakat dalam arti lebih sempit dan terbatas. tetapi lebih kepada semangat. Batasan geografis dapat berarti dalam suatu wilayah tertentu seperti suatu Kampung atau Dusun tertentu. Dalam pengertian bahasa Indonesia. kata ‘masyarakat’ dapat dipahami dalam arti yang lebih luas misalnya ‘masyarakat Indonesia’ tetapi dapat juga dipahami dalam arti yang lebih sempit dan terbatas.

Untuk memudahkan dalam analisis.2 Tujuan PKBM Pada dasarnya tujuan keberadaan PKBM di suatu komunitas adalah terwujudnya peningkatan kualitas hidup komunitas tersebut dalam arti luas. social. Berbicara tentang mutu kehidupan akan mencakup dimensi yang sangat luas seluas dimensi kehidupan itu sendiri. Mulai dari dimensi spiritual. Pemahaman tentang mutu hidup suatu komunitas sangat ditentukan oleh nilai-nilai yang hidup dan diyakini oleh komunitas tersebut. ekonomi.masyarakat yang mengalami suatu persamaan permasalahan tertentu misalnya suatu kelompok masyarakat yang karena permasalahan sosial tertentu sama-sama berada dalam suatu Lembaga Pemasyarakatan tertentu dan sebagainya. tetapi ada juga komunitas yang mencoba memandang penting semua dimensi. Dengan demikian rumusan tujuan setiap PKBM tentunya menjadi unik untuk setiap PKBM. Suatu PKBM dapat saja memanfaatkan indeks tersebut sebagai wahana dalam merumuskan tujuannya serta dalam mengukur sudah sejauh mana PKBM tersebut telah efektif dalam memajukan mutu kehidupan komunitas sekitarnya. perencanaan dan evaluasi. Untuk memperoleh suatu konsep mutu kehidupan yang secara umum dapat diterima oleh berbagai komunitas yang beragam. Indeks ini menggambarkan tingkatan mutu kehidupan suatu komunitas. II. Nilai-nilai yang diyakini oleh suatu komunitas akan berbeda dari suatu komunitas ke komunitas yang lain. II. dimana dimensi mutu kehidupan itu sangatlah luas. Ada komunitas yang hanya menonjolkan satu atau dua dimensi saja sementara dimensi lainnya kurang diperhatikan. mentalitas dan kepribadian. Dengan pemahaman ini tentu sulitlah dipahami adanya suatu PKBM yang mengklaim PKBM skala yang terlalu luas wilayah cakupannya misalnya skala propinsi atau skala nasional. Dengan menggunakan indeks ini juga kita dapat memonitor kemajuan upaya peningkatan mutu kehidupan suatu komunitas tertentu secara kuantitatif. kesehatan. dikembangkanlah beberapa konsep seperti Human Development Index (Indeks Pembangunan Manusia). Community Learning Centre (CLC) 12 . maka bidang kegiatan yang dicakup oleh suatu PKBM pun sangatlah luas mencakup semua dimensi kehidupan itu sendiri. Dengan menggunakan indeks ini kita dapat membandingkan tinggi rendahnya mutu kehidupan suatu komunitas relatif dengan komunitas yang lain. seni dan budaya dan sebagainya.3 Bidang Kegiatan PKBM Selaras dengan tujuan PKBM yaitu terwujudnya peningkatan mutu hidup komunitas. Ada komunitas yang menganggap suatu dimensi tertentu merupakan yang utama sementara komunitas lainnya bahkan kurang memperhatikan dimensi tersebut.

berdasarkan pengalaman PKBM. Khusus untuk negara-negara berkembang seperti Indonesia. SMP (Paket B). Program Pendidikan Kesetaraan SD (Paket A). Yang termasuk dalam bidang kegiatan ini antara lain : a. f. pria dan wanita. k. afeksi dan psikomotorik. Pembelajaran juga mencakup seluruh kalangan baik dari usia dini sampai lanjut usia. g. 2. dan semua orang tanpa terkecuali. watak dan kepribadian meliputi aspek kognisi. Unit usaha PKBM b. bidang kegiatan usaha ekonomi produktif (business activities) dan bidang kegiatan pengembangan masyarakat (community development activities). Di dalamnya mencakup semua program antara lain : a. Pengembangan usaha warga masyarakat d. Program Pendidikan Mental dan Spiritual Program Pendidikan Keterampilan Program Pendidikan Vokasional Program Pendidikan Kewarganegaraan Program Pendidikan Kerumahtanggaan Program Pendidikan Kewirausahaan Program Pendidikan Seni dan Budaya Program Pendidikan Hobi dan Minat Pendidikan Keaksaraan Fungsional Dan lain-lain. yaitu bidang kegiatan pembelajaran (learning activities). Kegiatan Pembelajaran Yang termasuk dalam bidang kegiatan pembelajaran adalah semua kegiatan yang merupakan proses pembelajaran bagi anggota komunitas dan berupaya melakukan transformasi kapasitas/kemampuan/kecerdasan intelektual. l. i. Kegiatan Usaha/Ekonomi Produktif (Bisnis) Bidang kegiatan usaha ekonomi produktif mencakup semua kegiatan yang berkaitan dengan upaya peningkatan kapasitas/pemberdayaan ekonomi anggota komunitas.keragaman bidang kegiatan yang diselenggarakan di PKBM ini dapat saja dikelompokkan dalam beberapa kelompok kegiatan yang lebih sedikit namun menggambarkan kemiripan ciri dari setiap kegiatan yang tergolong di dalamnya. Kerjasama dan jaringan usaha masyarakat Community Learning Centre (CLC) 13 . Kelompok Belajar Usaha c. seluruh kegiatan PKBM dapat dikelompokkan dalam tiga bidang kegiatan. e. SMA (Paket C) c. Program Pendidikan Anak Usia Dini b. h. emosi dan spiritual. j. d. 1.

pengembangan dan pembudayaan bahasa dan budaya asli komunitas tersebut. 3. dan lain-lain. penguatan dan reorientasi suatu budaya tertentu dan sebagainya. Komponen PKBM 1. Misalnya komunitas warga kelurahan Cirangrang. Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung. Penciptaan lapangan kerja baru g. Warga Belajar Community Learning Centre (CLC) 14 . 2. Komunitas Binaan/Sasaran Setiap PKBM memiliki komunitas yang menjadi tujuan atau sasaran pengembangannya. Upaya-upaya peningkatan produktivitas masyarakat f.e. Komunitas ini dapat dibatasi oleh wilayah geografis tertentu ataupun komunitas dengan permasalahan dan kondisi sosial ekonomi tertentu. dan sebagainya. dan lain-lain. Pembaharuan sistem kaderisasi kepemimpinan di komunitas tersebut Pembaharuan sistem administrasi pemerintahan di komunitas tersebut Pembaharuan dan penguatan pranata sosial yang ada di komunitas tersebut penyuluhan hukum. komunitas anak-anak jalanan di Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung . kesehatan. lingkungan. Di dalamnya juga meliputi seluruh aspek usaha mulai dari pembangunan usaha baru perluasan pemasaran pengembangan permodalan peningkatan mutu peningkatan kemampuan manajemen usaha peningkatan kemampuan inovasi dan perancangan produk dan sebagainya.4 penguatan sarana/prasarana/infrastruktur baik fisik maupun non fisik penguatan kohesivitas di antara masyarakat perbaikan dan pengembangan lingkungan Penggalian. Kegiatan Pengembangan Masyarakat Bidang pengembangan masyarakat mencakup berbagai kegiatan dalam rangka penguatan kapasitas komunitas tersebut sebagai suatu kelompok/ komunal. Di dalamnya tercakup berbagai jenis kegiatan seperti : II. penciptaan.

Warga belajar adalah sebagaian dari komunitas binaan atau dari komunitas tetangga yang dengan suatu kesadaran yang tinggi mengikuti satu atau lebih program pembelajaran yang ada. Pendidik/Tutor/Instruktur/Narasumber Teknis Pendidik/tutor/instruktur/narasumber teknis adalah sebagian dari warga komunitas tersebut ataupun dari luar yang bertanggungjawab langsung atas proses-proses pembelajaran yang ada. 3. Community Learning Centre (CLC) 15 .

peningkatan keterampilan. c. Demikian juga semakin tinggi mutu keterlibatan masyarakat setempat dalam suatu PKBM menggambarkan semakin tinggi kemajuan suatu PKBM. penciptaan lapangan kerja.5 Parameter PKBM a. Semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat dalam suatu PKBM. dan sebagainya. pengorganisasian. 5. Penyelenggara dan Pengelola Penyelenggara dan pengelola PKBM adalah satu atau beberapa warga masyarakat setempat PKBM yang serta bertanggungjawab bertanggungjawab termasuk atas untuk kelancaran memelihara dan dan pengembangan mengembangkannya. b. penciptaan keharmonisan dan lain-lain. dana. ide dan gagasan. Semakin tinggi jumlah anggota masyarakat yang semakin keberhasilan dan kemajuan PKBM tersebut. Mutu dan relevansi program Community Learning Centre (CLC) 16 . akan terlihat dalam setiap proses manajemen yang ada. II. pengelola operasional lembaga PKBM dan pengelola suatu program tertentu yang diselenggarakan oleh PKBM tersebut. maka penyelenggaraan tinggi pula maupun dianggap pengembangan PKBM. tenaga personalia. Sumbangan ini dapat berupa peningkatan pengetahuan anggota masyarakat. perbaikan perilaku. Partisipasi masyarakat (Community participation) Salah satu ukuran kemajuan suatu PKBM adalah kualitas dan kuantitas partisipasi masyarakat berpartisipasi dalam dalam perencanaan. pelaksanaan dan pengendalian maupun dalam berbagai kegiatan dan permasalahan yang ada di PKBM tersebut. peningkatan pendapatan.4. Mitra PKBM Adalah pihak-pihak dari luar komunitas maupun lembaga-lembaga yang memiliki agen atau perwakilan atau aktivitas atau kepentingan atau kegiatan dalam komunitas tersebut yang dengan suatu kesadaran dan kerelaan telah turut berpartisipasi dan berkontribusi bagi keberlangsungan dan pengembangan suatu PKBM. Yang dimaksud dengan manfaat (impact) adalah seberapa besar PKBM tersebut telah memberikan sumbangan yang berarti bagi peningkatan mutu kehidupan komunitas tersebut. Manfaat bagi masyarakat (Impact) Parameter berikutnya untuk mengukur tingkat kemajuan suatu PKBM adalah manfaat bagi masyarakat. suatu PKBM pendirian. Partisipasi masyarakat juga dapat ditunjukkan dalam dukungan dalam penyediaan sarana dan prasarana. Baik dalam perencanaan. Didalamnya penyelenggara kelembagaan PKBM.

Untuk mengukur mutu dan relevansi program-program pembelajaran yang diselenggarakan telah banyak dikembangkan model-model pengukuran dan evaluasi pendidikan maupun modelmodel pengukuran dan evaluasi mutu yang lebih general.Mutu dan relevansi program yang diselenggarakan oleh PKBM merupakan parameter berikutnya bagi kemajuan suatu PKBM. d. melakukan pelatihan dan pengembangan personalia yang baik dan melakukan sistem kaderisasi kepemimpinan yang baik. membangun system manajemen yang baik. Untuk meningkatkan kemandirian dan keberlanjutan lembaga perlu dikembangkan sistem pendanaan yang lebih mandiri dan berkelanjutan. perlu memperhatikan input. Kemandirian dan Keberlanjutan lembaga (Sustainability) Yang dimaksud kemandirian di sini adalah kemampuan PKBM untuk tetap berjalan dengan baik melaksanakan berbagai programnya tanpa harus bergantung kepada berbagai pihak lain di luar dirinya. seri International Standard Organization (ISO) dan lain-lain. meningkatkan kemampuan lembaga dalam melakukan inovasi program. Sedangkan yang dimaksud dengan keberlanjutan lembaga di sini adalah kemampuan PKBM untuk tetap bertahan terus menerus melaksanakan seluruh programnya sesuai dengan dinamika kebutuhan yang ada di komunitas tersebut. proses dan output dalam pelaksanaan program. misalnya Manajemen Mutu Total (Total Quality Management atau TQM). Community Learning Centre (CLC) 17 . Untuk menilai mutu dan relevansi program yang diselenggarakan.

Community Learning Centre (CLC) 18 . Tanpa memiliki karakter. Keperdulian terhadap yang lebih berkekurangan Kemandirian dalam penyelenggaraan Kebersamaan dalam kemajuan Kebermaknaan setiap program dan kegiatan Kemitraan dengan semua pihak yang ingin berpartisipasi dan berkontribusi Fleksibilitas program dan penyelenggaraan Pembaharuan diri yang terus menerus (continuous improvemen).II. Karakter PKBM menunjukkan nilai-nilai yang harus selalu menjiwai seluruh kegiatan PKBM. Setidaknya ada 7 karakter yang harus dimiliki dan dikembangkan dalam suatu PKBM yaitu : 1.6 Karakter PKBM Karakter merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari PKBM. 3. PKBM akan sulit bertahan dan berkembang dengan baik dalam mencapai tujuan-tujuannya. 5. 7. Untuk membangun PKBM yang baik maka harus juga dibentuk dan diperkuat terus karakter PKBM. 2. 6. 4.

KBO. Kualifikasi B 1.PKBM SUKAJADI.2883 . TBM. : 32/DP/SKG/VIII/2006.B.18.Diklusporabud/2006. Provinsi Jawa Barat.736. Jl. 2.BAB III PEMBAHASAN PROFILE PKBM SUKAJADI Nama Lembaga : PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT PKBM SUKAJADI RUMAH BELAJAR COMMUNITY LEARNING CENTRE ( CLC ) Alamat Sekretariat : Jl.9219.567. Tanggal : 09 Agustus 2006. Nomor: 412.1. 3. 0819.9/2542-PNFI/2008. Fax: ( 022 ) .022. NPWP No. Tanggal : 02 Agustus 2006. Kota Bandung . SENI.1.4383. : 02.C : Kampus SMA PGRI 1 Bandung.203. Izin Domisili No. a/n.0001 Surat Izin Operasional : Dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung : 1. Kelurahan Sukagalih Kecamatan Sukajadi. KBU. Nomor: 412. Tempat Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan Paket A.9/2549.2. Bank : BANK JABAR BANTEN . Cipedes Tengah No 42-B (133) RT 02/RW 05.40163. Tanggal : 26 Mei 2008. Kelurahan Sukagalih Kecamatan Sukajadi. Sukagalih No 80. Nomor Induk Lembaga PKBM NILEM : 32. Tanggal : 09 Maret 2007.0-428. Cipedes Tengah No 42-B (133) RT 02/RW 05. KURSUS KOMPUTER : Jl. Kota Bandung-40163.1098 Hp: 0817.000.1043. Tempat Pembelajaran PAUD. KF. 2.1068 / Community Learning Centre (CLC) 19 . Telepon: ( 022 ) . Kelurahan Sukagalih Kecamatan Sukajadi.USAHA . PUG.

6.2008.Provinsi Jawa Barat. 3. Tk.Juara I – Stand Pameran PLS Porseni . Thn 2008 – Peserta Pameran Hari Aksara Internasional di Bogor – Tk. Kecamatan Sukajadi. Thn. 5.2011 Dewan Pelindung 1. Thn. Thn. Diselenggarakan Oleh Yayasan : Lembaga Peduli Pendidikan dan Sosial Masyarakat ( LP2SM ).2007. 2.2007. Kota Bandung. Thn. Kelurahan Sukagalih. 4.Jawa Barat.2006 – Peserta Pameran PLS Tingkat Kota Bandung.Sp 1 . Tk.Peserta Seminar Pemberdayaan Perempuan / Lansia .Narasumber Talk Show di RRI Bandung. 3. Ketua Assosiasi LPM Kecamatan Sukajadi. SH. PESERTA SEMINAR DAN LOKA KARYA : 1. Thn.Jawa Barat.2008.Nasional di Surabaya. 3. Community Learning Centre (CLC) 20 .Juara ke II – Pengelola PKBM Bakorwil Priangan –Prov.2008 – Peserta Workshop Pengelola TBM. Nomor : 44 Tanggal : 23 Mei 2006 PRESTASI KETELADANAN PLS/PNFI : 1.Juara ke II – Pengelola PKBM Jambore PTK-PNF –Prov.Didirikan tanggal 02 Mei 2001 Binaan Dari : Lembaga Pemberdayaan Masyarakat ( LPM ).Jawa Barat. Thn.Juara I Tutor KF. 10. Akte Notaries: Etic Srimartini.Jambore PTK-PNF Prov.2010 .Jawa Barat.Disdik Kota Bandung.Peserta Seminar Peningkatan Pengelola TBM. Tk.2010 . Thn.2010 . STRUKTUR ORGANISASI SUSUNAN PENGURUS PKBM SUKAJADI PERIODE 2006 . 9.MIFTAHUS SA'ADAH.Nasional di Bandung. Thn.Prov. Thn. Tingkat Kota Bandung. Camat Sukajadi Kota Bandung.Peserta Pameran PLS – UPI Bandung. Lurah Sukagalih Kecamatan Sukajadi. Pemberantasan Buta Aksara Perempuan di Jawa Barat 2.Peserta Seminar Penguatan Minat Baca TBM. Thn. 8. 4.Jawa Barat.2007.Juara ke II – Pengelola PKBM Bakorwil Priangan –Prov. 2. Thn . Thn 2009. Yayasan . 5.2007. 7. Tk. Thn 2007.Peserta Pameran Lingkungan Hidup .Nasional di Surabaya. Thn 2009 – Peserta Pameran Hari Aksara Internasional di Cirebon – Tk. 2.Nasional di Bandung.

Achmad Fauzan .Dewan Pembina 1. 3.M. Ketua LPM Kelurahan Sukagalih.Sc. 2.Henny Rosanah R.Pd Divisi Kewirausahaan dan Kemitraan : 1. 2. Divisi Informasi dan Komunikasi : 1.E.Ma.S.Apt Divisi-divisi : Divisi Pendidikan dan Pelatihan : 1. Pengurus Harian 1. Wulan Nurmaya SK.Zaenal Abidin.A.S. Sulaeman. Hj. Henny Herdiany . Delly Yuswendi. Dra.A.Kom 2. H.Pd. Pengurus Yayasan LP2SM MIFTAHUS SA'ADAH.S. 2.Pd.Pd. Dewan Penasehat 1.S. Ketua : Siti Elis Fatmah.Pd. 2. 3. Yadi Mulyadi VISI DAN MISI SEKILAS SEJARAH PKBM SUKAJADI Community Learning Centre (CLC) 21 . Ir. 2. Oyoh Ropiah. 3. S.Ma.S.Pd.S. 3.Farm.Nenah Suhaenah. Pemilik PLS Kecamatan Sukajadi.Asep Ali Basyah.I. Sekretaris : Nandang Kamal M. 3.S. Bendahara : Asri Nurhasnilliyanti K.Pd.S.

Untuk pertama kalinya kegiatan dilaksanakan di Gudang / garasi motor ukuran 3 x 4 M.S.SMP. serta menggerakan sumber daya manusia dan partisipasi masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan program pengelolaan dan pembinaan untuk menggali potensi masyarakat. dengan Ijin Operrasional dari Penilik PLS Kecamatan Sukajadi tertanggal 5 Mei 2001. diataranya Siti Elis Fatmah. terampil. VISI PKBM SUKAJADI Membentuk masyarakat cerdas. Berbudi luhur dan Produktif. memfasilitasi dan memobilisasi kegiatan pembelajaran dengan pemberdayaan masyarakat secara dinamis dan inovatif. Program Kegiatannya Pendidikan Kesetaraan Paket A.02/RW. Misinya yaitu mengembangkan. tidak bisa melanjutkan sekolah ke yang lebih tinggi yang semuanya berpotensi terhadap kondisi kemiskinan taraf hidup dan pengetahuan.M.SMA) saat itu merekrut siswa putus sekolah yaitu Paket B 2 orang dan Paket C 2 orang. MISI PKBM SUKAJADI Community Learning Centre (CLC) 22 .6 tahun sebanyak 10 orang dari warga sekitar.05 Kelurahan Sukagalih Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. yang berlokasi di Jl. Sejak tahun 2001 s/d 2004.Sc.42-B (133). Mandiri. Ir. mandiri dan berakhlaq mulia serta produktif. dicetuskan dan dibentuk suatu lembaga yaitu PKBM SUKAJADI oleh beberapa orang warga masyarakat Kelurahan Sukagalih Kecamatan Sukajadi.Pd. dalam kegiatan dibawah binaan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat / LPM Kelurahan Sukagalih. dan merintis dibentuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kelompok Bermain dengan wanak didik usia 3 . Maka pada tanggal 02 Mei 2001. Terampil. Bimbingan Belajar Siswa 5 orang.C (Setara SD.B. yang gilirannya dapat menentukan kesejahteraan dan hidup harmonis dan selalu mengembangkan diri secara positif sebagai manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. RT. Pendirian Lembaga PKBM SUKAJADI merupakan Lembaga Pendidikan Luar Sekolah / Pendidikan Non Formal Informal yang mempunyai visi terwujudnya manusia pembelajar sepanjang hayat untuk membentuk masyarakat (suatu komunitas tertentu) yang lebih Cerdas.Di awali dari keprihatinan beberapa orang warga masyarakat Kecamatan Sukajadi terhadap kondisi masyarakat dilingkungan tempat tinggal yang cenderung mengalami degradasi mental dan norma yang berlaku terutama taraf hidup dan pendidikan yang lebih rendah seperti pengangguran. Pengajian Majelis Taklim 5 orang.Cipedes Tengah No.Asep Ali Basyah dan Nandang Kamal M.

2. mengembangkan dir secara positif sebagai insan yang berkualitas dalam kehidupan masyarakat. 3.1. dan professional. khususnya bagi penduduk miskin untuk dapat bekerja dan atau berusaha secara produktif. memfasilitasi memobilisasai kegiatan pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat secara dinamis inovatif. partisipasi. 6. Meningkatkan kesejahteraan hidup. oleh. serta dalam rangka mendukung keberhasilan penuntasan wajar dikdas 9 tahun dan perluasan akses pendidikan menengah non formal. membentuk kesiapan belajar lebih lanjut. Program pendidikan kesetaraan bermutu dan relevan yang mampu meningkatkan kecakapan hidup. mandiri. Masyarakat pembelajar sepanjang hayat melalui peningkatan budaya baca serta penyadaran bahan-bahan bacaan yang berguna baik bagi aksarawan baru maupun anggota masyarakat lainnya agar memperolah pengetahuan dan keterampilan yang relevan bagi peningkatan produktivitas mereka. 4. Terwujud pendidikan yang berkeadilan gender melalui peningkatan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam akses. control dan manfaat Community Learning Centre (CLC) 23 . 3. fungsional dan lanjutan) bagi penduduk buta aksara dewasa secara meluas. serta melaksanakan pelayanan dan jangkauan sasaran yang semakin meluas. Menggerakan Sumber Daya Manusia dan partisipasi masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan program pengelolaan dan pembinaan untuk menggali potensi masyarakat. Kelembagaan kursus dan kursus para profesi yang berorientasi pada peningkatan kecakapan hidup (PKH) yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta pelayanan yang semakin meluas. 5. Mengembangkan. Program pendidikan keaksaraan bermutu yang mampu meningkatkan kompetensi keaksaraan pada semua tingkatan (dasar. TUJUAN KHUSUS PKBM SUKAJADI Maksud dan tujuan pembentukan PKBM sebagai salah satu program PNF adalah mendorong terwujudnya : 1. termasuk kesiapan kerja. TUJUAN PKBM SUKAJADI TUJUAN UMUM PKBM SUKAJADI Pembentukan PKBM sebagai salah satu institusi PNF atau pendidikan masyarakat dan wadah pembelajaran dari. adil dan merata. adil dan merata untuk mendorong perbaikan kesejahteraan dan produktifitas pendidik dan ikut serta dalam mendukung perbaikan peningkatan IPM. Program PAUD bermutu yang mampu meningkatkan kecerdasan anak. merata dan berkeadilan. 2. produktivitas dan kemandirian peserta didik. dan untuk masyarakat yang bersifat fleksibel dan netral.

Kelompok Bermain umur 3 . Program Kerja Kegiatan sebagai garapan PKBM Sukajadi adalah : 1. efisien dan akuntabel. Cipedes dan Pasteur. relevan dan berkelanjutan untuk menunjang penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun dan memperluas akses pendidikan menengah dengan lebih menekankan pada keterampilan fungsional dan kepribadian professional. SASARAN PKBM SUKAJADI SASARAN KEGIATAN Sasaran PKBM SUKAJADI yaitu masyarakat diwilayah Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. Terwujud kelembagaan kursus dan pelaksanaan kursus para profesi yang bermutu dan berorientasi kecakapan hidup (PKH) khususnya bagi penduduk pengangguran usia produktif untuk dapat bekerja dan atau berusaha secara produktif. 4. 3. Masyarakat Buta Aksara dewasa (15 tahun keatas) dapat memperoleh atau mengikuti program pendidikan keaksaraan fungsional secara efektif. Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) . Masyarakat memperoleh layanan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang semakin luas dan bermutu sebagai wahana peningkatan budaya baca serta untuk mendorong aksarawan baru dan anggota masyarakat lainnya untuk memperoleh pengetahuan. mandiri dan professional. Terwujud peningkatan kapasitas kelembagaan. untuk menurunkan penduduk buta aksara usia 15 t44 tahun atau lebih Community Learning Centre (CLC) 24 . Masyarakat memperoleh layanan pendidikan kesetaraan yang bermutu. 5.6 tahun 2. adil dan merata serta dapat memenuhi kebutuhan belajar masyarakat yang terus berkembang. Sukabungah. diantara sasarannya meliputi daerah Kelurahan Sukawarna. sarana prasarana yang memadai. Tujuan yang ingin dicapai dalam penyelenggaraan lembaga PKBM adalah agar: 1. trafiking. akan tetapi yang menjadi prioritas program adalah prioritas kalangan yang masih tergolong pra sejahtera atau penduduk miskin .pendidikan serta mendukung upaya pencegahan diskriminasi. adil dan merata dalam menyiapkan anak didik dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Keaksaraan Fungsional ( KF ). Sukagalih. dengan harapan bisa memberikan kesempatan kepada mereka agar menjadi peserta yang mandiri serta mempersiapkan sasaran didik agar lebih siap memasuki jenjang pra sekolah. dan tindak kekerasan sebagai wujud perlindungan HAM. Masyarakat memperoleh layanan PAUD yang bermutu.. serta keteragaan yang professional dan satuan pendidikan Non formal yang terakreditasi agar mampu menjangkau sasaran yang semakin luas. 7. Yang lokasinya dekat dengan tempat belajar dan mudah terjangkau oleh masyarakat sekitar. 2. keterampilan dan kecakapan yang berguna bagi kehidupan masyarakat.

Play Group B. Pendidikan Kecakapan Hidup ( PKH-Life Skill ) G. Kursus dan Pelatihan Komputer ( IT ) MITRA KERJA DAFTAR MITRA KERJA No. melestarikan budaya olah raga Tradisional Pencak Silat 9. B. Keaksaraan Fungsional dan Majelis Ta’lim ( KF-MT ) D. 6. SMP. prioritas usia wajib belajar 9 tahun 4. C ( Setara SD. Pemberdayaan Perempuan / Pengarustamaan Gender ( PUG ) F. 7. Pendidikan Kecakapan Hidup / Life Skill (PKH ) yaitu penduduk dewasa yang menganggur. Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) Kelompok Bermain . Kelompok Belajar Olah Raga Tradisional( KBO-Pencak Silat ) J. untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembinaan usaha 8. Pendidikan Kesetaraan Paket A. Kursus dan Pelatihan Teknik Pengelasan dan Fibreglass L. Kursus Keterampilan Komputer / IT 10. meningkatkan budaya minat baca sebagai upaya meningkatkan pengetahuan. Kelompok Belajar dan Bina Usaha ( KBU.Rumah Baca / Pojok Buku ) E. Kelompok Bina dan Belajar Usaha ( KBU . untuk dilatih menjadi mahir dalam pembuatan APE Dalam dan APE Luar PROGRAM KERJA PKBM SUKAJADI PRORGAM KERJA DAN KEGIATAN PKBM SUKAJADI A. Pelatihan Keterampilan bidang Pengelasan dan Teknik Fibreglass. Pendidikan kesetaraan paket A.SMP. B. 5. Kelompok Belajar Seni Tradisional ( KB Seni) K. SMA C. NAMA MITRA KERJA Community Learning Centre (CLC) 25 . Kelompok Bina dan Belajar Usaha ( KBO) . ( KUPP ) I.3. miskin dan terampil untuk diberi keterampilan. sebagai upaya meningkatkan terwujudnya pendidikan berbasis gender. Kelompok Usaha Pemuda Produktif. Taman Bacaan Masyarakat (TBM .APE ) H.KUPP ). C (setara SD.SMA). Taman Bacaan Masyarakat ( TBM ). Pemberdayaan Perempuan/ Pengarus Utamaan Gender ( PUG ).

Bio Farma (Persero) 5.4 FM Bandung Community Learning Centre (CLC) 26 . PT. Himpaudi Kota Bandung 13. Camat Kecamatan Sukajadi 8. Assosiasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LPM ) Kecamatan Sukajadi 2.05 Kelurahan Sukagalih 12. PT. Kepala Bidang PNFI Dinas Pendidikan Camat Sukajadi Kota Bandung 3.Bank Agro Bandung 8. Kadin Bandung Bisnis Centre ( KBBC ) 3. BPPKU KADIN Kota Bandung ( Anggota Tercatat) 2. Penilik PLS Kecamatan Sukajadi 7. Kepala Seksi Dikmas Seni Budaya Disdik Kota Bandung 5.Cipedes 6. Lembaga Swadaya Masyarakat (LPM ) Kelurahan Sukagalih 3. PT. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung 2. Ketua RT. Radio Delta 94. Forum RW Kecamatan Sukajadi 4. Forum Keaksaraan Kota Bandung 12. PT. PT. Lurah Kelurahan Sukagalih 10. Forum PKBM Kota Bandung 10.05 Kelurahan Sukagalih ORGANISASI DAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT 1.INSTANSI PEMERINTAHAN / DINAS TERKAIT SEBAGAI PEMBINA 1.Apros Bina Reka Bandung 6. Angkatan Muda Siliwangi Rayon Kecamatan Sukajadi 5.02?RW. Padepokan Pencak Silat " Tapak Medal " Sukajadi 9.Bank Danamon Bandung 9. Jurusan PLS UPI Bandung 4. Kepala Seksi Paud & Kesetaraan Disdik Kota Bandung 4. Forum TBM Kota Bandung 11.06 Kel.05 Kelurahan Sukagalih 8.02/RW.Bank Jabar Banten Cabang Tamansari dan Sukajadi 7. Himpaudi Kecamatan Sukajadi PERUSAHAAN NEGARA / BUMN / SWASTA / LEMBAGA PROFESI 1. TP-PKK Kelurahan Sukagalih 11. Karang Taruna RT. Ketua RW. Kepala Seksi Kursus dan Kelembagaan Disdik Kota Bandung 6. TP-PKK Kecamatan Sukajadi 9. Karang Taruna Kelurahan Sukagalih 7. Dewan Keluarga Mesjid (DKM) Al-Muslim RW.

Visi menjawab Community Learning Centre (CLC) 27 . Cv. membangun PKBM sebagai salah satu wahana pembangunan nasyarakat secara menyeluruh dan membangun PKBM sebagai agen pembangunan berkelanjutan di tingkat akar rumput. Misi dan Nilai-Nilai Suatu PKBM Langkah awal dalam perumusan strategi PKBM adalah penetapan visi PKBM.Central Servise Cimahi 12.10. sumberdaya yang terbatas yang dimiliki oleh msyarakat dan tujuan-tujuan yang sedemikian banyak yang harus dicapai. Visi merupakan bayangan cermin mengenai keadaan internal dan kehandalan inti suatu PKBM di masa yang akan datang. Strategi dapat juga dikatakan sebagai suatu rencana yang disatukan. menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan keunggulan strategi PKBM dengan tantangan lingkungan dan dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama PKBM dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh PKBM. Pada tingkat kelembagaan.Aditya Jaya Sukagalih 11.1 Pentingnya Rencana Strategis Pengembangan PKBM Pada dasarnya yang dimaksud dengan strategi bagi suatu PKBM adalah rencana berskala besar yang berorientasi jangka panjang yang jauh ke masa depan serta menetapkan sedemikian rupa sehingga memungkinkan PKBM berinteraksi secara efektif dengan lingkungannya dalam kondisi persaingan yang kesemuanya diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan dan berbagai sasaran yang bersangkutan.2 Perumusan Visi. III. Bengkel APE Iman Mandiri RENCANA STRATEGIS PENGEMBANGAN PKBM III. Strategi harus bersifat menyeluruh dan terpadu. Seringkali pengertian visi tertukar dengan pengertian misi. keberadaan strategi pengembangan PKBM akan memberikan suatu kerangka bersama seluruh pihak yang terkait dalam rangka membangun PKBM sebagai salah satu satuan pendidikan. menuntut adanya suatu strategi PKBM yang baik. Pada tingkat nasional. Visi adalah gambaran tentang masa depan yang realistik dan ingin diwujudkan dalam kurun waktu tertentu yang cukup panjang. Tanpa strategi yang baik akan sulit diperoleh efektivitas dan efisiensi pengembangan suatu PKBM tertentu. CV. Bengkel Composite Holis Fibreglass 13. Strategi pengembangan PKBM sangat penting baik di tingkat kelembagaan PKBM maupun di tingkat nasional. Keberadaan strategi ini akan menolong masing-masing pihak yang terlibat untuk saling memberikan kontribusi terbaiknya dan secara simultan terjadi sinergi dari keseluruhan upaya yang dilakukan tersebut.

Untuk itu diperlukan pernyataan misi yang lebih tajam dan lebih rinci jika dibandingkan dengan visi. Misi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang harus dicapai PKBM bagi semua pihak yang berkepentingan di masa datang. Pernyataan misi mencerminkan tentang segala sesuatu penjelasan tentang pelayanan yang ditawarkan PKBM.pertanyaan ‘kita ingin menjadi seperti apa’. Pernyataan misi haruslah : menunjukkan secara jelas mengenai apa yang hendak dicapai oleh PKBM dan bidang kegiatan utama dari suatu PKBM secara eksplisit mengandung apa yang harus dilakukan untuk mencapainya mengundang partisipasi masyarakat yang luas terhadap perkembangan bidang utama PKBM Community Learning Centre (CLC) 28 . Visi adalah pernyataan tentang keadaan kita di masa datang yang kita inginkan. Selain keterlibatan berbagai pihak. Kriteria pembuatan visi meliputi antara lain : visi bukanlah fakta. Suatu visi PKBM agar menjadi realistik. dapat dipercaya dan meyakinkan. Visi harus dapat memberikan kepekaan yang kuat tentang fokus dari suatu PKBM. serta mengandung daya tarik. Visi yang telah diperoleh harus diterjemahkan ke dalam arah yang lebih pragmatis dan konkrit yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan target. Sehingga visi lebih merupakan keadaan masa datang sedangkan misi lebih merupakan cara untuk mencapainya. prioritas dan aktivitas. tetapi gambaran pandangan ideal masa depan yang ingin diwujudkan visi dapat memberikan arahan mendorong anggota PKBM untuk menunjukkan kinerja yang baik dapat menimbulkan inspirasi dan siap menghadapi tantangan menjembatani masa kini dan masa datang gambaran yang realistik dan kredibel dengan masa depan yang menarik sifatnya tidak statis dan tidak untuk selamanya. visi perlu secara intensif dikomunikasikan kepada semua pihak yang terkait dengan PKBM sehingga merasa sebagai pemilik dari visi itu. menjadi media komunikasi dan motivasi semua pihak. maka dalam proses pembuatannya perlu melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholder). Visi sebaiknya dibuat dalam kalimat yang singkat sehingga mudah diingat dan dijadikan sebagai komitmen. Pernyataan visi PKBM perlu diekspresikan dengan baik agar mampu menjadi tema yang mempersatukan semua pihak di PKBM bahkan juga di tengah-tengah komunitas dimana PKBM berada. serta sebagai sumber kreativitas dan inovasi PKBM.

Dalam mencapai visi dan misi. politik. ilmu pengetahuan secara langsung maupun tidak langsung. Untuk menghasilkan suatu strategi PKBM yang tepat dibutuhkan adanya suatu analisis lingkungan strategik PKBM. kelemahan internal. dan lingkungan makro. yaitu lingkungan tugas. Nilai-nilai adalah kriteria tentang kebaikan dan kebenaran yang diyakini dan diterapkan dalam kehidupan PKBM. Sedangkan lingkungan makro adalah sumber-sumber dan informasi yang meliputi sektor sosial. Melakukan Analisis Lingkungan PKBM (Analisis SWOT) PKBM hidup dalam suatu lingkungan yang selalu saling berhubungan dan mempengaruhi. Dalam melakukan analisis lingkungan PKBM perlu memperhatikan segala kondisi. Langkah awal dalam analisis lingkungan adalah melakukan identifikasi berbagai sumber informasi yang akan digunakan. dibutuhkan suatu nilai-nilai yang akan mengarahkan semua pihak terkait bagaimana harus melaksanakan tugas masing-masing setiap harinya. lingkungan lembaga. Sehingga untuk mempertahankan keberlanjutan PKBM. Tujuan analisis lingkungan ini adalah untuk mengenali kekuatan dan kelemahan internal PKBM dan memahami peluang serta tantangan eksternal sehingga PKBM dapat mengantisipasi perubahan-perubahan yang akan terjadi di masa datang. Sumber informasi ini dapat dibagi menjadi 3 level. Kriteria nilai-nilai adalah : III. Lingkungan lembaga meliputi sumber sumber informasi berkaitan dengan berbagai organisasi dan lembaga lain yang berkaitan dengan PKBM. peristiwa dan pengaruh-pengaruh di dalam dan di sekeliling PKBM yang berdampak pada kehidupan PKBM berupa kekuatan internal. perlu dikenali dan dikuasai berbagai informasi lingkungan strategik PKBM. dan lain-lain yang dapat memberikan pengaruh terhadap PKBM baik Community Learning Centre (CLC) 29 . ekonomi. situasi.3 Kriteria tentang kebaikan dan kebenaran yang diyakini dan diterapkan dalam kehidupan PKBM Faktor penggerak perilaku PKBM dan mendorong keunggulan setiap orang di PKBM Mampu mengklarifikasi ekspektasi kinerja mutu Menghargai semua stakeholder Sangat menentukan pencapaian visi dan misi Perilaku pimpinan sebagai teladan. keadaan. Yang dimaksud dengan lingkungan tugas adalah sumber-sumber informasi yang berhubungan dengan tugas pokok dan fungsi. Nilai adalah pedoman yang dibuat dan dianut oleh PKBM sehingga mengikat semua pihak terkait di PKBM untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang dianut itu. sehingga menjadi norma yang diyakini dalam kehidupan individu. teknologi. peluang eksternal dan tantangan/ancaman eksternal.

misi.Yang dimaksud dengan kekuatan internal (Strength) adalah situasi dan kemampuan internal yang bersifat positif yang memungkinkan PKBM meraih keuntungan strategis dalam mencapai visi dan misi. peluang dan ancaman yang dimiliki oleh PKBM.4 Penetapan Rencana Aksi PKBM Sebelum PKBM menetapkan target-target yang harus dicapai sebagai wujud dari rencana aksinya. III. Yang dimaksud dengan tantangan/ancaman eksternal (Threat) adalah situasi dan faktor-faktor luar PKBM yang bersifat negatif dan dapat menghambat ataupun mengakibatkan PKBM gagal dalam mencapai visi dan misinya. Salah satu cara efektif dan sederhana dalam mengolah hasil analisis SWOT adalah dengan mengkonfrontasikan setiap butir analisis tersebut satu dengan yang lainnya. umumnya sekitar 2 sampai 3 tujuan Tujuan cenderung secara esensial tidak berubah kecuali terjadi pergeseran lingkungan atau dalam hal isu strategis tertentu. Dalam analisis tersebut juga perlu dikritisi signifikansi dari setiap butir analisis dan dibandingkan satu dengan yang lain untuk memahami lebih jauh. Yang dimaksud dengan peluang eksternal (Opportunity) adalah situasi dan faktor-faktor luar PKBM yang bersifat positif dan dapat membantu PKBM dalam mencapai visi dan misinya. Setelah dilakukan analisis lingkungan maka akan diperoleh peta kekuatan. maka perlu dirumuskan lebih dahulu tujuan-tujuan dari PKBM. Tujuan PKBM dapat bersifat kualitatif dan kuantitatif. hasil yang diharapkan telah tercapai Tujuan harus dapat mengatasi kesenjangan antara tingkat pelayanan dan kondisi saat ini dan yang diinginkan Community Learning Centre (CLC) 30 . Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi dalam perumusan tujuan PKBM. Dari setiap perbandingan dan konfrontasi tersebut dapat dikembangkan suatu asumsi strategi tertentu untuk memberikan solusi terhadap kesenjangan (gap) yang ada. misi. kelemahan. yang selanjutnya kemungkinan-kemungkinan ini sering disebut sebagai rumusan startegi PKBM. Hasilnya dapat dikonfrontasikan dengan visi. dan nilai-nilai yang sudah ditetapkan sebelumnya Tujuan biasanya bersifat jangka lebih panjang dan dirumuskan dalam beberapa tujuan yang tidak terlalu banyak. yaitu : Tujuan harus serasi dan harus lebih mengklarifikasi visi. dan nilai-nilai untuk melihat berbagai kemungkinan-kemungkinan yang paling menguntungkan bagi pencapaian visi dan misi PKBM. Pencapaian tujuan dapat menjadi tolok ukur untuk menilai kinerja PKBM. Kelemahan internal (Weakness) adalah situasi dan faktor-faktor yang berasal dari dalam PKBM yang bersifat negatif dan dapat menghambat PKBM dalam mencapai visi dan missi.

berorientasi hasil. konkrit dan rinci tentang hasil yang ingin dicapai melalui dan tindakan-tindakan yang ingin diambil dalam mencapai tujuan PKBM yang telah ditetapkan sebelumnya. dapat dicapai. Target haruslah fokus pada aksi yang bersifat spesifik. Keseluruhan akumulasi pencapaian target haruslah meyakinkan akan dengan sendirinya mencapai tujuan yang telah ditetapkan. namun realistik untuk dicapai Target PKBM merupakan penggambaran yang lebih spesifik. Rencana kerja operasional adalah tingkatan dimana hasil aktual dari suatu target dilaksanakan. Ada beberapa pertanyaan yang dapat dipertimbangkan dalam menyusun target : Jika serangkaian tindakan ini diimplementasikan apakah masuk akal bahwa semua tujuan akan tercapai? Berapa biaya yang dibutuhkan dan keuntungan yang diperoleh untuk serangkaian tindakan yang dihasilkan? Apakah rangkaian tindakan yang akan diambil akan berdampak positif atau negatif kepada setiap tujuan yang ada? Apakah target tertentu tergantung pada keberhasilan implementasi target lainnya? Jika diperlukan perubahan.- Tujuan menggambarkan hasil yang diinginkan dan arah yang jelas tetapi belum menetapkan ukuran-ukuran spesifik Tujuan harus menantang. dapat diukur. dilanjutkan dengan penyusunan rencana kerja operasional. Target merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari suatu proses perencanaan strategis PKBM. berapa lama waktu yang diperlukan? Adakah kendala yang akan terjadi? Setelah diimplementasikan apakah dibutuhkan perubahan prosedur tertentu? Jika ya apa dampaknya bagi PKBM? Langkah-langkah apa saja lagi yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan rangkaian tindakan yang ada dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk tiap langkah? Setelah diperoleh target-target operasional yang spesifik. Target mengungkapkan secara spesifik tugas yang harus dilaksanakan dalam jangka pendek. dan berbatas waktu. Proses penyusunan rencana kerja operasional adalah sebagai berikut : Merinci rencana kerja operasional dalam langkah-langkah Menentukan penanggungjawab implementasi rencana Mengatur kerangka waktu penyelesaian rencana - - - Community Learning Centre (CLC) 31 . Target juga harus mengindikasikan dengan jelas berapa alokasi anggaran dan sumber-sumber yang akan mendukung pelaksanaan kegiatannya. Rencana kerja operasional menggambarkan siapa yang akan bertanggungjawab atas setiap langkah. dan kapan langkah tersebut harus selesai. agresif.

− Menentukan sumberdaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan rencana Community Learning Centre (CLC) 32 .

1 Pentingnya Rencana Strategis Pengembangan PKBM Secara Nasional Sejak dimulainya PKBM di Indonesia pada tahun 1998 dan pemerintah dalam hal ini melalui Departemen Pendidikan Nasional dan dinas-dinas pendidikan di propinsi dan kabupaten/kota mengembangkan berbagai kebijakan dan program untuk mengembangkan PKBM. Tim ini haruslah berisikan berbagai pihak setidaknya para ahli dibidang pendidikan luar sekolah yang betul-betul telah memiliki pengalaman penelitian yang cukup memadai tentang PKBM. Pendekatan yang digunakan Community Learning Centre (CLC) 33 . Tim ini seyogyanya adalah tim yang dibentuk oleh otoritas nasional dan bertanggungjawab kepada pimpinan nasional di bidang pendidikan. Apabila pemerintah sungguh-sungguh berkehendak untuk memberikan perhatian kepada pendidikan non formal. para praktisi yang telah memiliki pengalaman dalam membangun dan mengembangkan PKBM yang relatif cukup baik. Munculnya rumor tentang PKBM ‘siluman’ dan PKBM ‘fiktif’ serta PKBM ‘papan nama’ merupakan salah satu contoh. Dalam kasus ini. yang dimaksud adalah munculnya sejumlah PKBM yang hanya ada di atas kertas laporan namun fakta kegiatannya dan kelembagaannya di lapangan tidak ada atau mungkin hanya sementara saja. banyak ditemukan berbagai permasalahan yang diduga salah satu penyebabnya adalah tidak adanya rencana strategis pengembangan PKBM. Hal ini dapat terjadi karena adanya beberapa pihak yang menyalahgunakan program dan niat baik pemerintah dengan memberikan ‘block grant’ sejumlah dana tertentu kepada pihak yang mengaku sebagai PKBM walaupun faktanya bukan. Demikian pula dengan adanya wacana pengembangan PKBM ‘negeri’ dan ‘swasta’ dan sebagainya menunjukkan berbagai permasalahan yang timbul akibat dari tidak adanya konsep PKBM yang jelas dan tidak adanya perencanaan strategis pengembangan PKBM secara nasional. Dalam melaksanakan tugasnya tim ini perlu menyusun kerangka kerja yang sistematis dan melibatkan seluruh pihak yang terkait. kredibel dan memiliki komitmen yang tinggi bagi pengembangan PKBM di Indonesia. dana ‘block grant’ yang telah dikucurkan pemerintah untuk pengembangan PKBM sampai saat ini belum diketahui sejauh mana efektivitasnya dalam rangka pengembangan PKBM. sudah selayaknyalah apabila tim ini dibentuk oleh dan bertanggungjawab kepada Menteri Pendidikan Nasional.BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN PKBM DI INDONESIA IV. Di sisi lain. pejabat pemerintahan di pusat dan daerah yang telah memiliki pengalaman yang memadai dalam mengelola berbagai program dan proyek yang berkaitan dengan pengembangan PKBM.2 Membangun Rencana Strategis Pengembangan PKBM Nasional Rencana strategis pengembangan PKBM secara nasional tentunya harus dilakukan oleh suatu tim yang kapabel. IV.

propinsi dan pusat. mengarahkan. Dalam rencana strategis pengembangan PKBM Nasional ini hendaknya tercakup berbagai aspek yang ada di PKBM. Semua pihak yang terkait haruslah dilibatkan dalam proses penyusunan rencana strategis ini. para warga belajar dan alumninya. Bagaimana bentuk kelembagaan PKBM itu? Apakah PKBM harus berbadan hukum? Bagaimana bentuk badan hukumnya? Apakah perlu diseragamkan? Siapa saja yang berhak mendirikan PKBM. IV. mengakomodasi. bagaimana kita menilai kinerja suatu PKBM. para ahli pendidikan luar sekolah.3 Beberapa Alternatif Program Strategis Pengembangan PKBM di Indonesia 1. Penyusunan rencana strategis ini juga membutuhkan proses penelitian dan pemetaan keberadaan dan perkembangan PKBM yang telah ada sebelumnya serta membutuhkan survai yang dilakukan kepada berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) PKBM. mutu dan relevansi berbagai program yang diselenggarakan oleh PKBM serta kemandirian dan keberlanjutan PKBM. Untuk itu dibutuhkan suatu pegangan bersama seluruh pihak bagaimana memandang. Mengingat PKBM saat ini telah diakui sebagai salah satu satuan pendidikan non formal menurut Undang-undang sistem pendidikan nasional.dapat mengkombinasikan antara pendekatan top-down dan bottom-up. impact yang telah diberikan PKBM kepada komunitasnya. Dalam survai tersebut perlu digali lebih jauh berkenaan dengan partisipasi masyarakat dalam PKBM. memfasilitasi. pengembangan. peran dan tanggungjawab pemerintah dan masyarakat dalam rangka pengembangan PKBM ini lebih lanjut. Community Learning Centre (CLC) 34 . memahami dan menempatkan kelembagaan dan manajemen PKBM. Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) dan Balai Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda (BP-PLSP). para penilik. dan sebagainya. memotivasi. Survai ini juga perlu melibatkan seluruh komponen PKBM. Pengembangan kelembagaan dan manajemen PKBM. bagaimana persyaratan penyelenggaraan program di PKBM. para pejabat pendidikan luar sekolah di tingkat kabupaten/kota. apakah pendirian PKBM membutuhkan perijinan? siapa saja yang berwenang merekomendasikan dan mengijinkan pendirian PKBM. bagaimana prosedur perijinan PKBM. Hal ini sangat penting dalam rangka bagaimana menempatkan posisi. dimana saja boleh didirikan PKBM. pembinaan dan pengawasan PKBM di tengahtengah masyarakat. dan sebagainya. mengembangkan. apa saja persyaratan pendirian PKBM. Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). tokoh-tokoh masyarakat yang terlibat dengan kegiatan-kegiatan PKBM. Apakah PKBM dapat dimiliki oleh perorangan atau apakah kita akan mengembangkan PKBM sebagai suatu lembaga milik komunitas. penyelenggaraan. Mulai dari para pengelola PKBM. perlu segera dipikirkan bagaimana pemerintah memahami. para tutor. dan mendukung pembentukan.

Untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut perlu dilakukan dengan sangat hati-hati. maupun dengan berbagai lembaga non pemerintah baik lokal. perlu disadari bahwa apapun yang dihasilkan haruslah tidak dianggap sebagai rumusan yang kaku namun tetap membuka kemungkinan untuk adanya dinamika dan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan. mengembangkan. Agar pengembangan kelembagaan PKBM tidak salah arah. dengan dunia usaha. memfasilitasi. Apakah diperlukan pengaturan penyeragaman bentuk kelembagaan dan manajemen PKBM? Ataukah hal-hal seperti ini diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing komunitas? Apa saja dan sejauh mana peran pemerintah baik kabupaten/kota. membina dan mengawasi PKBM? Sebaliknya apa saja dan sejauhmana peran masyarakat? Dan masih banyak pertanyaan lain yang dapat dikembangkan.Community college. Semua pertanyaan tersebut merupakan hal yang harus segera dijawab dalam rangka pengembangan kelembagaan PKBM dan manajemen PKBM. budaya maupun keagamaan - Mencerminkan dan mewujudkan implementasi konsep PKBM yang utuh dan menyeluruh Community Learning Centre (CLC) 35 . kritis dan menyeluruh. Hal ini sangat penting agar maksud baik pengembangan kelembagaan dan manajemen PKBM ini benar-benar efektif dan tidak sebaliknya dapat menjadi kontra produktif. dengan lembaga-lembaga pendidikan. sosial. beberapa hal berikut perlu diperhatikan secara seksama : Harus dapat memberikan jaminan keberlangsungan dan perkembangan PKBM sebagai suatu gerakan masyarakat di tingkat akar rumput yang berkembang secara luas di tengah-tengah masyarakat - Menghindari terperosok ke arah penciptaan birokrasi baru yang menghambat kreativitas dan inovasi masyarakat dalam membangun dan mengembangkan dirinya melalui PKBM - Memberikan adanya kepastian dan perlindungan hukum bagi seluruh kegiatan PKBM Membangkitkan dan mendorong partisipasi yang luas dan berbobot anggota masyarakat dalam PKBM Meningkatkan kemungkinan untuk kemitraan yang luas dan fleksibel dengan berbagai pihak baik pemerintah dengan berbagai sektor dan instansinya. Disamping itu. Untuk menyusun format standard kelembagaan PKBM perlu dilakukan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan serta para ahli yang benar-benar mendalami secara langsung praktek-praktek penyelenggaraan PKBM secara luas. propinsi maupun pusat dalam rangka mendukung. nasional dan internasional. Kalau merupakan lembaga milik komunitas bagaimana bentuk pertanggungjawabannya selanjutnya.

Demikian pula manajemen pembelajaran. Pengembangan Community Learning Centre (CLC) 36 . namun dalam pelaksanaannya banyak ditemukan keunikan manajemen untuk berbagai kegiatan yang ada. Dengan menggunakan parameter tersebut dapat dipetakan kondisi umum PKBM secara nasional dan dapat dikembangkan perencanaan pengembangan kelembagaan dan manajemen PKBM ini selanjutnya secara nasional. Oleh karenanya manajemen pembelajaran yang dibutuhkanpun tentu perlu disesuaikan pula. manajemen usaha dan manajemen masyarakat. Demikian pula. Perlu dikembangkan parameterparameter untuk mengukur kinerja manajemen suatu PKBM. Bahkan tidak jarang dikembangkan berbagai sistem atau metoda serta prinsip-prinsip manajemen yang khusus untuk suatu kegiatan yang spesifik. Manajemen pembelajaran dijumpai di sekolah-sekolah. lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar.- Membangkitkan inspirasi dan stimulasi bagi seluruh pemangku kepentingan PKBM untuk mengembangkan PKBM ke arah yang lebih baik dikemudian hari. mengingat konsep PKBM yang mencakup tiga bidang area kegiatan. manajemen usaha maupun manajemen masyarakat yang dikembangkan di PKBM membutuhkan penyesuaian-penyesuaian tertentu. perguruan tinggi dan berbagai lembaga pendidikan lainnya. Pengembangan manajemen PKBM juga merupakan salah satu bagian inheren dari pengembangan kelembagaan PKBM. maka pengembangan manajemen PKBM juga tentulah meliputi pengembangan sistem dan kemampuan manajemen dalam tiga bidang area manajemen pembelajaran. Namun perlu dikritisi apakah manajemen pendidikan yang dikembangkan tersebut dapat secara utuh diterapkan dalam manajemen pembelajaran luar sekolah ataupun yang bersifat pendidikan non formal. lebih bermutu serta PKBM yang mandiri dan berkelanjutan. Dalam hal ini perlu dipikirkan apakah perlu suatu penyeragaman bentuk manajemen PKBM ataukah diserahkan kepada masing-masing komunitas untuk menyusunnya. yaitu PKBM yang lebih partisipatif. Untuk itu perlu dikembangkan pula kajian-kajian akademik dalam rangka mengembangkan manajemen pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh berbagai PKBM. Programprogram pembelajaran di PKBM pun sangat luas keragamannya dan tidak jarang hanya ada dan dikembangkan untuk suatu komunitas tertentu saja. Di beberapa perguruan tinggi yang memiliki fakultas pendidikan tidak jarang juga memiliki jurusan atau program studi manajemen pendidikan. monitoring dan evaluasi PKBM. Walaupun secara umum prinsip-prinsip manajemen memiliki kesamaan. Penguatan kemampuan manajemen PKBM dapat meliputi penguatan kemampuan perencanaan. pelaksanaan.

kepala desa. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar bersedia mengikuti proses pembelajaran yang bermanfaat bagi kehidupan mereka terutama bagi orang dewasa. manajemen keuangan. demikian juga pendidikan kesadaran hukum dan lingkungan. Namun itu tidak berarti bentuk kelembagaan usaha di PKBM harus secara otomatis berbentuk koperasi. manajemen sistem informasi. Demikian pula untuk menarik partisipasi masyarakat terlibat mendukung keberlangsungan dan pengembangan PKBM membutuhkan kemampuan manajemen masyarakat yang baik. manajemen produksi. Namun perlu dipikirkan sejauhmana berbagai sistem manajemen tersebut dapat diimplementasikan dalam manajemen usaha di PKBM. Pengembangan manajemen PKBM dibidang usaha juga dapat memanfaatkan berbagai keilmuan manajemen usaha tersebut. Namun. orang dewasa yang buta aksara tidak jarang yang menolak untuk mengikuti proses pemberantasan buta aksara. Untuk itu dapat dilakukan pengembangan kemampuan PKBM dalam Community Learning Centre (CLC) 37 . manajemen mutu manajemen logistik. Tanpa memiliki kemampuan manajemen masyarakat yang baik juga akan sulit dilakukan identifikasi dan pemetaan kebutuhan dan potensi suatu komunitas dengan akurat dan lengkap yang sangat diperlukan bagi pengembangan program-program dan kelembagaan PKBM. Kemampuan ini juga merupakan hal yang harus dikembangkan dan diperkuat dalam manajemen PKBM. Manajemen usaha juga telah berkembang ke dalam berbagai bidang keilmuan manajemen yang lebih khusus seperti manajemen pemasaran. jiwa kebersamaan dan kekeluargaan haruslah menentukan sistem dan operasionalisasi manajemen usaha yang dikembangkan dalam dan oleh PKBM. digunakan oleh para pekerja sosial dalam memotivasi masyarakat dan menggerakkan masyarakat untuk mengubah perilaku sosialnya dan organisasiorganisasi masyarakat dalam menggerakkan masa. Karakter PKBM yang bersifat kekeluargaan dan kebersamaan dalam kemajuan cenderung menyerupai sifat-sifat koperasi. manajemen produk dan sebagainya.sistem dan operasional manajemen PKBM haruslah mempertimbangkan hal-hal tersebut secara dinamis. apa pun bentuk kelembagaan usaha yang digunakan di PKBM. camat. Peningkatan kapasitas manajemen PKBM dapat dilakukan dengan memperkuat kemampuan PKBM dalam seluruh parameter kinerja PKBM sesuai konsep PKBM. manajemen sumberdaya manusia. Manajemen masyarakat dan mobilisasi masyarakat serta manajemen juga lazim pengembangan masyarakat sering digunakan oleh aparatur pemerintahan dalam memimpin masyarakatnya seperti lurah. Manajemen usaha biasa dilakukan oleh para penguasaha dan manajer suatu perusahaan atau unit usaha tertentu. dan sebagainya. Sebagai contoh.

Peningkatan mutu dan relevansi program dapat dilakukan dengan penguatan sarana dan prasarana penguatan ketenagaan serta peningkatan kompetensi para pengelola dan pelaksana program. yaitu tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. pelaksanaan dan koordinasi. Beberapa pendekatan umum pengembangan manajemen suatu organisasi ataupun lembaga dapat pula digunakan untuk mengembangkan manajemen PKBM. Pengembangan Ketenagaan PKBM Kemajuan suatu PKBM sangat ditentukan oleh mutu dan kuantitas tenaga yang terlibat di dalamnya. peningkatan kapasitas dan efektivitas kepemimpinan di PKBM. Dalam standar umum ini perlu secara tegas. Untuk itu perlu dikembangkan secara lebih operasional variabel-variabel yang lebih mengungkapkan masing-masing parameter tersebut secara lebih khusus baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. impact bagi masyarakat. serta pendidikan bagi masyarakat setempat agar memposisikan PKBM dan pembelajaran masyarakat sebagai suatu kebutuhan yang harus terus-menerus hidup dan berkembang di masyarakat tersebut Pengembangan manajemen PKBM dapat juga dilakukan dengan menggunakan suatu standar umum manajemen PKBM yang dapat dikembangkan secara nasional. Begitu pula perlu dikembangkan memungkinkan instrumen manajemen serta sistem dan dalam prosedur seluruh yang aspek bentuk-bentuk partisipasi tersebut manajemen PKBM mulai perencanaan.meningkatkan partisipasi masyarakat di PKBM tersebut. Diantaranya adalah konsep dan sistem Manajemen mutu terpadu atau Total Quality Management serta International Standart Organization (ISO 9000). Peningkatan kemandirian dan keberlanjuan dapat dilakukan dengan mengembangkan sumber-sumber pendanaan PKBM baik dari masyarakat setempat. peningkatan kapasitas sistem manajemen. Disamping itu dapat juga dikembangkan kemampuan melatih masyarakat agar dapat berpartisiasi secara lebih efektif. mngembangkan program yang inovatif dan efektif dan sebagainya. Untuk itu dapat dibentuk suatu proyek dan tim nasional pengembangan manajemen PKBM. ketenagaan di PKBM dapat dibagi dalam dua kelompok. lengkap dan terinci tercakup seluruh parameter kinerja PKBM sesuai konsep PKBM yaitu meliputi tingkat partisipasi masyarakat. Yang dimaksud dengan tenaga pendidik adalah seluruh pihak yang secara langsung terlibat dalam proses pembelajaran yang meliputi pengelolaan Community Learning Centre (CLC) 38 . 2. Dalam perspektif pendidikan nasional. usaha PKBM maupun kemitraan dengan lembaga-lembaga donor.. peningkatan kaderisasi kepemimpinan. mutu dan relevansi program serta kemandirian dan keberlanjutan lembaga. pengendalian serta pengawasan. memetakan potensi masyarakat. Peningkatan manfaat bagi masyarakat dapat dilakukan dengan mengembangkan kapasitas personalia PKBM dalam melakukan analisis keutuhan masyarakat.

kualifikasi. Dalam pengembangan ketenagaan ini perlu dipilah terlebih dahulu struktur ketenagaan yang ada di PKBM. Pengembangan ketenagaan di PKBM haruslah diletakkan dalam dua kerangka yang seimbang yaitu kerangka penguatan kelembagaan PKBM dan kerangka peningkatan mutu dan relevansi program. dan sebagainya. instuktur.dan pelaksanaan proses pembelajaran. komunitas rawan narkoba. juga pengembangan ketenagaan bagi komunitas khusus seperti anak-anak jalanan. komunitas napi dan eks napi dan sebagainya. program-program yang diselenggarakan. kompetensi. dan sebagainya. meliputi tutor. program pendidikan kesetaraan terutama dalam kerangka penuntasan wajib belajar dan program pendidikan anak usia dini. Setelah itu dapat dilakukan analisis jabatan. Dalam kerangka penguatan mutu dan relevansi program ada beberapa program yang dapat dikembangkan segera sesuai dengan prioritas yang ditetapkan oleh pemerintah. perpustakaan dan sebagainya termasuk juga para tenaga administrasi dan manajerial pengelolaan program dan lembaga. Sampai saat ini sebagian besar tenaga yang berpartisipasi di PKBM baik dalam rangka penyelenggaraan dan pengelolaan Community Learning Centre (CLC) 39 . guru. Oleh karenanya pengembangan ketenagaan di PKBM hendaknya tidak hanya condong pada salah satu kerangka saja. nelayan dan komunitas perikanan dan kelautan. nara sumber teknis. Pengembangan ketenagaan dalam kategori ini dapat diseragamkan secara nasional setidaknya dalam beberapa kelompok situasi kondisi tertentu. Dari sana dapat diketahui kebutuhan ketenagaan yang ada. Yang termasuk dalam kategori ini adalah program pendidikan keaksaraan bagi orang dewasa buta aksara. Struktur ketenagaan sangat ditentukan oleh struktur kelembagaan dan manajemen. Disamping kategori program prioritas pemerintah dapat juga dikembangkan bagi program-program khusus tertentu misalnya program keterampilan hidup bagi para petani dan komunitas pertanian. Dalam rangka pengembangan ketenagaan ini perlu juga dikembangkan ketersediaan tenaga di PKBM. serta ciri-ciri khusus yang ada dalam suatu PKBM ataupun suatu komunitas tertentu dimana PKBM tersebut berada. Tanpa adanya lembaga yang kuat sulit diharapkan diperoleh program PKBM yang bermutu dan relevan bagi masyarakatnya demikian pula tanpa program yang bermutu dan relevan keberadaan PKBM akan artifisial dan tidak bermakna bagi masyarakat sehingga akan dengan cepat ditinggalkan oleh masyarakat. teknologi informasi. Sedangkan yang dimaksud dengan tenaga kependidikan adalah seluruh pihak yang berperan mendukung proses pembelajaran secara tidak langsung yang meliputi tenaga teknis laboratorium.

Pengelolaan usaha PKBM secara profesional diharapkan dapat menghasilkan laba usaha yang cukup memadai untuk membiayai tenaga penuh waktu yang bekerja secara profesional di PKBM. Penempatan pegawai negeri sipil ini dapat belajar dari pola penempatan pegawai negeri sipil di berbagai perguruan tinggi swasta melalui kopertis. penilaian kinerja. Khusus pembiayaan ketenagaan yang berasal dari pembiayaan pemerintah dapat dikembangkan melalui dana bantuan atau subsidi bagi tenaga penuh waktu yang ada di PKBM maupun melalui penempatan pegawai negeri sipil yang ditugaskan dan diperbantukan sebagai tenaga fungsional di PKBM. Pendanaan dari mitra dapat dilakukan dengan berbagai cara-cara yang inovatif. Pendanaan dari partisipasi masyarakat dapat dikembangkan berdasarkan musyawarah mufakat warga yang dapat berupa iuran warga ataupun bentuk lainnya. sosial. Dapat juga dikembangkan program nasional penempatan tenaga penuh waktu profesional di PKBM melalui program penempatan Relawan Profesional Berjangka (RPB). 3. dari hasil laba usaha PKBM. baik oleh pemerintah maupun oleh non pemerintah untuk mengelola program ini. Perlu dikembangkan upaya-upaya penggalangan dana baik dari partisipasi masyarakat setempat. Keberadaan kelembagaan. Permasalahan utama yang dihadapi untuk mendapatkan tenaga profesional penuh waktu adalah dukungan pendanaan bagi kesejahteraan dan sebagai kompenasasi profesionalnya.maupun dalam rangka pelaksanaan program merupakan tenaga paruh waktu. dari dukungan mitra-mitra yang perduli maupun dari pembiayaan anggaran pemerintah. perekrutan dan pelatihan serta pembayaran kompensasi tenaga RPB yang diberi kompensasi yang memadai. Tentunya pengelolaan dana ini membutuhkan transparansi dan akuntabilitas yang tinggi serta dikelola oleh orangorang yang berdedikasi dan integritas tinggi. Perlu dikembangkan adanya tenaga-tenaga penuh waktu yang secara profesional berkarya di PKBM baik sebagai tenaga kependidikan maupun sebagai tenaga pendidik baik dalam rangka penguatan lembaga dan manajemen maupun dalam rangka penguatan mutu dan relevansi program. Badan ini berfungsi menyusun sistem dan melakukan penempatan. Pengembangan program PKBM Inti keberadaan PKBM dalam suatu komunitas adalah adanya kegiatan-kegiatan di tengah-tengah masyarakat yang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan mutu kehidupan komunitas tersebut dalam arti luas. misalnya mengembangkan pola-pola ‘Sahabat PKBM’. yaitu komitmen pribadi secara berkala memberikan donasi bagi pembiayaan tenaga profesional penuh waktu di suatu PKBM tertentu dan upaya ini dapat dikelola secara nasional. baik dari sudut ekonomi. manajemen dan ketenagaan yang baik haruslah dalam rangka terwujudnya program-program dan Community Learning Centre (CLC) 40 . dan sebagainya. Dapat dibentuk suatu Badan otonom.

peningkatan kapasitas dalam melakukan identifikasi kebutuhan masyarakat (need assesment) dan dalam pemetaan potensi masyarakat. bantuan pihak lain.kegiatan PKBM yang sesuai dan menjawab secara efektif kebutuhan komunitas tersebut. membutuhkan jembatan penyetara (dalam hal ini melalui pendidikan kesetaraan) agar dapat diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan nasional dan mendapat pengakuan nasional Beberapa pemikiran yang dapat dipertimbangkan dalam rangka pengembangan program pendidikan kesetaraan adalah : - Peningkatan pengawasan pelaksanaan dan penilaian ujian kesetaraan sehingga menutup kemungkinan terjadinya praktek-praktek kecurangan. Peningkatan kapasitas dalam perencanaan program dan manajemen mutu program. dalam ‘participatie program planning dan sebagainya. ketidakjujuran. - Peningkatan kemungkinan warga masyarakat yang telah memenuhi persyaratan kemampuan akademik untuk dapat mengikuti ujian nasional tanpa terhalangi oleh persyaratan administratif maupun prosedural birokratik Community Learning Centre (CLC) 41 . Salah satu program yang mendesak dikembangkan di PKBM adalah proram pendidikan kesetaraan. yaitu : Peningkatan kapasitas - Dengan digunakannya jalur pendidikan kesetaraan sebagai alternatif bagi para murid sekolah yang tidak mampu lulus dalam ujian nasional menyebabkan pendidikan kesetaraan menjadi perhatian nasional dan memberi pengaruh kepada jauh lebih banyak pihak - Penuntasan program nasional wajib belajar juga membutuhkan dukungan keberadaan pendidikan kesetaraan terutama Paket A dan Paket B Karakteristik pendidikan kesetaraan sebagai pendidikan non formal akan selalu menjadi alternatif bagi sebagian anggota masyarakat yang karena situasi dan kondisinya tidak memungkinkan mengikuti pendidikan formal melalui sekolah - Semakin meningkatnya ‘home schooling’ di tengah-tengah masyarakat karena alasan teknis. Program ini mendesak untuk dikembangkan lebih lanjut mengingat beberapa faktor berikut. manipulasi dan sebagainya baik yang dilakukan oleh peserta ujian. filosofis dan ideologis. Pengembangan program ini dapat meliputi peningkatan kapasitas dalam melakukan inovasi program. maupun justru yang dilakukan bekerjasama dengan oknum-oknum aparatur pemerintahan baik di daerah maupun pusat baik secara sendiri-sendiri maupun secara kolektif terorganisir. Oleh karenanya pengembangan program PKBM merupakan salah satu program pengembangan PKBM yang strategis.

Desa atau kelurahan dapat digunakan sebagai satuan wilayah terkecil yang memiliki secara utuh sistem deteksi dan pencegahan. Untuk itu dapat dikembangkan konsep desa bebas buta aksara dimana jumlah buta aksaranya telah minimal dan seluruh sistem tersebut beroperasi secara efektif.- Peningkatan akses semua warga masyarakat mengikuti ujian nasional secara lebih mudah. Hanya perbedaan satu-satunya dengan persekolahan yang bermutu hanya dalam pendekatan dan kurikulum yang digunakan yang sepenuhnya mengikuti pendekatan pendidikan non formal. administrasi serta tenagatenaga pendidik dan kependidikan yang profesinal dan mendapat kesejahteraan yang memadai. Program pendidikan keaksaraan juga merupakan program strategis yang perlu dikembangkan lebih sungguh-sungguh mengingat target pemberantasan buta aksara ini merupakan target nasional. Pemikiran dasar dari gagasan ini adalah bagaimana memposisikan penuntasan buta aksara ini lebih sebagai pemberantasan ‘epidemi’ yang berbahaya dan telah meluas. merupakan bagian dari komitmen global dan menyangkut hal sangat mendasar bagi kemanusiaan. Berdasarkan pemikiran tersebut disamping kombinasi pendekatan fungsional dan pendekatan wilayah. Jika berhasil diharapkan proyek ini akan dianjukan dengan program yang sejenis yang lebih luas. - Pembaharuan kebijakan kurikulum pendidikan kesetaraan agar lebih diarahkan pada pendidikan bermatapencaharian sedangkan aspek lainnya diberikan minimalis dengan menggunakan prinsip yang digunakan pada pendidikan formal khususnya pendidikan kejuruan. sistem pemberantasan. dan sistem pengendalian. Salah satu pemikiran yang dapat dikaji dan dikembangkan lebih lanjut dalam penuntasan buta aksara adalah dengan menggabungkan pendekatan fungsional yang selama ini dikembangkan dengan pendekatan wilayah. Beberapa program yang dapat dikembangkan antara lain: Program pendidikan anak usia dini Program penciptaan dan peningkatan penghasilan (income generating program) Program pendidikan lingkungan - Community Learning Centre (CLC) 42 . laboratorium. meubelair. murah dan kapan saja serta dengan mendapatkan hasil penilaian yang cepat dengan menggunakan dukungan teknologi informasi. perpustakaan. Ada banyak program lain yang dapat dikembangkan secara nasional melalui dan di dalam PKBM. juga tidak hanya membangun sistem pemberantasannya saja tetapi juga harus disertai oleh pembangunan sistem deteksi dan pencegahan serta sistem pengendalian yang efektif. - Perlu dikembangkan proyek percontohan suatu program pendidikan kesetaraan yang didukung oleh seluruh sarana dan prasarana lengkap seperti gedung.

ex-prostitusi Pembangunan pertanian dan perikanan serta kehutanan Pembanguan masyarakat padat penduudk dan buruh di perkotaan Pembangunan higienitas. Pengembangan Sarana dan Prasarana PKBM Ketersediaan sarana dan prasarana dalam jumlah dan mutu yan memadai sangat menentukan keberhasilan suatu PKBM dalam mencapai tujuannya. Penting adanya kelembagaan dan manajemen PKBM yang baik sebelum pengembangan sarana dan prasarana didasarkan atas beberapa pertimbangan berikut : - pengadaan sarana dan prasarana biasanya membutuhkan dukungan pendanaan yang cukup besar oleh karenanya perlu dipastikan bahwa sarana dan prasarana tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat sehingga dana yang dikeluarkan tidak sia-sia tetapi keefektivitasannya tinggi - Sarana dan prasarana yang diberikan kepada PKBM harus dijamin jatuh ke tangan pengelola yang tepat serta digunakan sepenuhnya untuk semaksimal mungkin manfaat bagi masyarakat setempat yang paling membutuhkan - Sarana dan prasarana yang diberikan bagi PKBM perlu dikelola dan dipelihara secara maksimal untuk itu dibutuhkan adanya lembaga penanggungjawab yang jelas serta manajemen yang berjalan baik - Pengadaan sarana dan prasarana tersebut penting untuk memaksimalkan partisipasi masyarakat setempat untuk pengadaannya. politik dan kewarganegaraan Pengembangan pemuda dan olah raga Pegembangan sosial dan budaya Pendidikan prevensi narkoba. HIV/AIDS dan penyakit sosial lainnya Pendidikan pasca rehabilitasi narkoba. Pengembangan sarana dan prasarana sangat penting dilaksanakan setelah kelembagaan dan manajemen suatu PKBM tertata dengan baik. kesehatan masyarakat dan gizi - - 4.- Pengembangan unit usaha PKBM Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (Education for sustainable development) Pendidikan hukum. ex-napi. anak jalanan. untuk itu perlu adanya kelembagaan dan manajemen yang dapat dipercaya masyarakat dan meyakinkan bahwa semua itu akan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat - Pengadaan aset milik perorangan sarana dan prasarana dari anggaran pemerintah perlu mempertimbangkan secara seksama bahwa sarana dan prasarana tersebut tidak menjadi Pengadaan sarana dan prasarana oleh pemerintah perlu mempertimbangkan adanya dukungan pendanaan pendamping atau sumbangan sarana dan prasarana Community Learning Centre (CLC) 43 . Oleh karenanya program pengembangan sarana dan prasarana PKBM merupakan salah satu program strategis pengembangan PKBM di Indonesia.

Misi dan Target 5 Tahun Pengembangan PKBM di Indonesia IV. Berbagai instansi pemerintah yang secara langsung berkaitan dengan PKBM antara lain : IV.5 Departemen Sosial Departemen Hukum dan HAM Departemen Tenaga Kerja Departemen Koperasi dan UKM Departemen Kesehatan Departemen Perindustrian dan Perdagangan Departemen Pertanian Departemen Kehutanan Departemen Perikanan dan Kelautan Departemen Lingkungan Hidup Kementerian Pemuda dan Olah Raga Kementerian Penanggulangan Kemiskinan dan Daerah Tertinggal.1 Contoh Hasil Analisis SWOT Pengembangan PKBM di Indonesia Community Learning Centre (CLC) 44 . Visi. Contoh Analisis SWOT. Di tingkat Kabupaten/Kota perlu melibatkan Dinas Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda. sangatlah penting dikembangkan alternatif terbaik pembagian peran yang efektif dan terpadu antara seluruh pihak mulai dari pemerintah maupun masyarakat. Dewan Perwakilan Rakyat Propinsi dan Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi PKBM Indonesia. Di tingkat Propinsi perlu melibatkan Dinas Pendidikan Propinsi.4 Berbagai Peran Dalam Pengembangan PKBM di Indonesia Dalam rangka membangun sinergitas antara berbagai kalangan yang terkait dengan PKBM dan dalam rangka memaksimumkan upaya dan peran serta seluruh pihak yang terkait dengan pembinaan dan pengembangan PKBM. mulai dari pemerintah pusat sampai ke daerah. Di tingkat pusat perlu dilibatkan pihak legislatif maupun eksekutif dan masyarakat.pendamping dari masyarakat tersebut atau sumbangan pihak ketiga untuk meyakinkan adanya rasa tanggungjawab masyarakat bagi pemanfaatan sarana dan prasarana tersebut. serta Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi PKBM Indonesia. Peran dan keterkaitan berbagai sekor pemerintahan dengan PKBM juga perlu diakomodasikan dan dikoordinasikan dengan baik. Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota dan Dewan Pengurus Daerah Kabupaten/Kota Forum Komunikasi PKBM Indonesia. IV. termasuk BP-PLSP serta Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda dan Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non Formal Ditjen Mutendik. dan sebagainya.5. BPKB. Penilik.

• Karakteristik PKBM sebagai wahana pendidikan non-formal yang memiliki sifat fleksibel. komunitas masyarakat ‘urban’. • Pengalaman 3 tahun FK-PKBM dengan segala kegagalan dan keberhasilannya menjadi pelajaran yang berharga bagi kemajuan mendatang.Berikut ini adalah salah satu contoh hasil analisis SWOT pengembangan PKBM di Indonesia berupa draf yang dihasilkan oleh rapat pengurus DPP FK PKBM Indonesia dalam rangka menganalisis situasi eksternal dan internal dalam merumuskan peran FK PKBM Indonesia dalam pengembangan PKBM selanjutnya. mutu & relevansi. kemandirian. khususnya Jepang telah memberi impact yang besar bagi kemajuan masyarakatnya. komunitas anak jalanan. • Adanya Forum PKBM di 28 propinsi dan di sejumlah besar Kabupaten/Kota di Indonesia dan sudah dimulainya jaringan PKBM Asia Pasifik. keunikan dan kepentingan. komunitas santri. • Kemampuan PKBM dalam mengakomodasikan berbagai program yang dibutuhkan masyarakat secara simultan. • Adanya anggaran pemerintah baik dari pusat maupun daerah untuk mendukung PKBM. dan pengembangan masyarakat memungkinkan beradaptasi dengan beragam kebutuhan. dan membangun kesetiakawanan. impact. STRENGTH (KEKUATAN) • Adanya lebih dari 3. serta adanya 3 dimensi pembelajaran. • Fakta bahwa PKBM telah beroperasi dalam berbagai latar belakang komunitas seperti komunitas pertanian. kemiskinan. • Adanya success story sejumlah PKBM ‘model’ yang cukup baik dalam hal partisipasi. usaha. • PKBM telah dikenal secara luas di Negara-negara Asia Pasifik. • Besarnya jumlah anggota masyarkat yang telah ‘menikmati’ kehadiran PKBM. komunitas prostitusi/ex membuktikan kekuatan PKBM sebagai generic model untuk mengatasi berbagai permasalahan masyarakat secara luas.000 PKBM di seluruh Indonesia. dan keberlanjutan dan untuk skala tertentu telah ‘terbukti’ mampu mengatasi kebodohan. komunitas nelayan. WEAKNESS (KELEMAHAN) • Sebagian besar masyarakat dan birokrasi pemerintah masih belum mengenal PKBM baik konsepnya. • Adanya success story sejumlah alumni PKBM yang telah ‘berhasil’. Community Learning Centre (CLC) 45 . kiprahnya dan potensinya. • Diakuinya PKBM dalam Undang-Undang Sisdiknas sebagai satuan pendidikan non formal. komunitas perambah hutan. komunitas napi/ex.

peningkatan penghasilan masyarakat miskin. • Adanya indikasi yang kuat cukup banyak PKBM yang berdiri dengan motivasi utama agar memperoleh dana dari pemerintah untuk kepentingan pribadi sehingga kurang perduli terhadap pelaksanaan dan mutu program yang menimbulkan citra yang negatif bagi PKBM. permasalahan lingkungan. tingginya tingkat buta aksara. pendidikan HAM. penanganan besar Sebagian • Berbagai isu nasional seperti penciptaan lapangan kerja. trafficking. korban bencana alam dan daerah konflik. tingginya tingkat putus sekolah. rendahnya tingkat partisipasi Community Learning Centre (CLC) 46 . pendidikan inklusif. OPPORTUNITY (PELUANG) • Banyaknya permasalahan dan rendahnya mutu pendidikan formal sehingga membuat pendidikan non-formal menjadi alternatif yang menarik bagi masa depan pendidikan • Adanya tiga dimensi PKBM yaitu pembelajaran. dsb. Education for Sustainability Development. sarana dan prasarana yang sangat terbatas baik dalam hal kuantitas maupun kualitas serta memiliki sistem manajemen dan kepemimpinan yang masih lemah. pembudayaan anti korupsi.• Sebagian besar PKBM masih memiliki personalia. usaha dan pengembangan masyarakat memungkinkan untuk menarik partisipasi masyarakat dan dukungan lembaga-lembaga donor yang lebih luas • Adanya komitmen global dalam MDGs (Millenium Development Goals) yang implementasinya di tingkat akar rumput sebagian besar merupakan ruang cakupan PKBM • Adanya komitmen global tentang Education For All dan Life long Learning yang sebagian besar merupakan ruang cakupan PKBM • Berbagai isu-isu global seperti masalah pengurangan kemiskinan. demokratisasi. • Usia PKBM dan FK-PKBM yang masih sangat muda sehingga masih sangat kurang kader-kader yang militan untuk memajukan PKBM • Kondisi geografis dan infrastruktur yang kurang baik secara nasional • Sebagian besar stakeholder pendidikan masih memandang sebelah mata terhadap pendidikan non formal dan masih men’dewa’kan pendidikan formal. HIV/AIDS. korban narkoba. • Adanya indikasi yang kuat masih kentalnya budaya KKN dalam birokrasi pemerintahan serta dalam pendistribusian anggaran pemerintah khususnya yang terkait dengan PKBM. implementasinya dapat dilakukan melalui pendekatan PKBM. pengarus utamaan gender. multikulturalisme.

budaya dan sumberdaya ekonomi Indonesia membuka munculnya peluang usaha yang dapat digarap oleh PKBM dan melalui kerjasama antar PKBM di seluruh Indonesia • Kerjasama antar negara baik di antara negara Asia Pasifik maupun dengan Negara lain memungkinkan peluang pengembangan usaha. • Banyaknya lembaga-lembaga lokal. Community Learning Centre (CLC) 47 . Sebagian besar dapat diimplementasikan melalui pendekatan PKBM • Menurunnya kepercayaan lembaga-lembaga donor internasional dalam menyalurkan dana bantuannya terhadap pembangunan masyarakat melalui birokrasi pemerintahan memungkinkan penyalurannya dilakukan melalui PKBM. kemiskinan dan pengembangan masyarakat. • Adanya sejumlah besar perguruan tinggi yang memiliki sejumlah besar mahasiswa yang membutuhkan bentuk-bentuk pengabdian masyarakat yang relevan dengan disiplin ilmu masing-masing dan mudah diakses serta memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat. • Adanya kebutuhan berbagai perusahaan besar untuk membangun keamanan. dsb. geografi. nasional. PKBM dapat menjadi wahana pengabdian tersebut. dan internasional yang memberikan keperdulian terhadap persoalan-persoalan pendidikan.PAUD. • Adanya kebijakan pemerintah agar BUMN mengalokasikan sebagian keuntungannya bagi dana pengembangan masyarakat • Adanya sejumlah perusahaan menengah maupun besar yang memiliki kebijakan CSR (Corporate Social Responsibility) dan mengalokasikan dana secara konsisten untuk itu. PKBM dapat menjadi solusi terhadap kebutuhan model tersebut. • Adanya sejumlah jurusan pendidikan luar sekolah dan himpunan mahasiswa jurusan pendidikan luar sekolah serta berbagai organisasi mahasiswa yang memberikan kepedulian besar bagi pembangunan masyarakat di tingkat akar rumput yang membutuhkan wahana aplikasi keilmuan dan idealismenya. pembelajaran dan pengembangan masyarakat bagi PKBM • Adanya amanat konstitusi Negara Republik Indonesia untuk memberikan prioritas kepada pembangunan pendidikan dengan mengalokasikan anggaran yang cukup besar dimana ruang pendidikan non formal selama ini masih belum tergarap dengan sewajarnya. PKBM dapat menjadi alternatif menarik bagi kebutuhan tersebut • Potensi demografi. kenyamanan dan keselarasan dengan lingkungan masyarakat di sekitar lokasi keberadaan perusahaan tersebut yang membutuhkan suatu ‘model pengelolaan’ yang efektif dan akuntabel serta memberi manfaat lebih berarti dan berkelanjutan.

konstruktif. lembaga usaha. dan kuat baik sesama PKBM maupun antar PKBM dengan berbagai Lintas sektoral.• Adanya komitmen Perserikatan Bangsa Bangsa untuk menetapkan dasawarsa Education for Sustainability Development. mandiri.2 Contoh Hasil Perumusan Visi. BPPLSP. lembaga pendidikan. BPKB. Mewujudkan jaringan kerjasama yang positif. Misi dan Target 5 Tahun Pengembangan PKBM di Indonesia Visi Terwujudnya PKBM sebagai gerakan masyarakat akar rumput yang efektif untuk mengatasi kebodohan. 3. lembaga kemasyarakatan. berkelanjutan dan mampu menyelenggarakan program-program yang bermutu serta yang dapat menjawab kebutuhan komunitasnya. IV. Propinsi dan Pusat yang apabila tidak disikapi secara dewasa dapat menimbulkan usaha-usaha kontra produktif bagi gerakan untuk memajukan PKBM • Dapat muncul adanya sinisme sebagian anggota masyarakat terhadap PKBM jika melihat perilaku beberapa oknum pembina. lembaga PKBM bagi pembangunan masyarakat dan bersedia berpartisipasi untuk mendukungnya baik secara langsung maupun tidak Community Learning Centre (CLC) 48 . Sub Dinas Pendidikan Propinsi. FKPKBM Kabupaten/Kota. SKB. dimana PKBM merupakan salah satu lembaga di tingkat akar rumput yang sangat memungkinkan untuk menjadi agen pelaksananya THREAT (ANCAMAN) • Adanya potensi konflik diantara berbagai lembaga yang bertanggungjawab membina dan mengembangkan PKBM. misalnya antara Sub-Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten. Misi 1. kemiskinan dan membangun kesetiakawanan sosial di setiap komunitas di seluruh Indonesia.5. 2 Mewujudkan kesadaran yang luas seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya langsung. pengelola dan pelaksana PKBM yang memanfaatkan PKBM untuk mengambil dana negara ataupun dari pihak donor lain untuk keuntungan pribadi semata. Mewujudkan sejumlah besar PKBM yang partisipatif. • Adanya beberapa oknum yang merasa ‘terancam’ akan adanya gerakan PKBM yang murni dan kuat sehingga membuat langkah-langkah ‘perlawanan’ yang dapat menghambat gerak maju PKBM agar oknum-oknum tersebut tidak kehilangan ‘keuntungan’ dari ‘manipulasi’ dan KKN proyek PKBM.

Community Learning Centre (CLC) 49 .keagamaan dan yang lainnya. maupun internasional dalam rangka pembangunan masyarakat. di tingkat lokal. nasional.

Minimal 2. FK PKBM Indonesia memiliki : a. kabupaten/kota berperan sebagai motor penggerak dalam membangun PKBM sebagai gerakan masyarakat untuk mengatasi kebodohan. Minimum 50 lembaga/Departemen baru yang memiliki komitmen resmi akan mendukung pengembangan PKBM.000 PKBM berkualifikasi baik. 2.Target 5 Tahun 1. Minimum 50% program Kesetaraan. Indonesia menjadi salah satu negara yang terkemuka di Asia Pasifik dalam hal gerakan PKBM (community learning center). Adanya minimum satu propinsi yang dapat memberikan contoh/model dimana 3. program PAUD dan program Keterampilan yang ada di PKBM memiliki mutu yang berkualifikasi baik. 5. Adanya minimun satu PKBM sebagai contoh atau model dalam mengatasi permasalahan komunitas khusus.000 PKBM di Indonesia Community Learning Centre (CLC) 50 . kemiskinan dan membangun kesetiakawanan sosial. Menghasilkan satu juta entrepreneur di seluruh Indonesia melalui PKBM. 11. 6. 10. penerapan PKBM yang intensif sebagai suatu gerakan masyarakat. 7. 8. 75% FK PKBM Propinsi. bermutu. 30% PKBM dapat berperan sebagai Community Business Centre dan/atau Community Information Centre dan/atau Community Art & Cultural Centre secara efektif. Adanya minimum dua PKBM yang memiliki kualifikasi sebagai percontohan (model) PKBM yang partisipatif. mandiri dan berkelanjutan di setiap propinsi. b. 9. 12. Pusat Pelatihan dan Pengembangan PKBM Pusat Pengembangan Bisnis PKBM Adanya minimum 6. 4.

tenaga. Kejelasan dan Kesatuan Visi 4. Sinergitas Program 5. serta apa yang kami tulis dalam naskah ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak lain terutama bagi pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di PKBM.BAB V PENUTUP Demikian naskah Konsep dan Strategi Pengembangan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ini kami susun. Partisipasi dan dukungan PKBM dan FK-PKBM Propinsi/Kabupaten/Kota terhadap berbagai program kerja FK PKBM Indonesia. uang. Oleh karena itu. tim penulis menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kekurangan tersebut dan kami sangat mengharapkan masukan berupa saran dan kritik dalam penulisan naskah ini. relasi dan informasi 7. Semoga naskah yang kami susun ini dapat bermanfaat dan tidak sia-sia. Komitmen : waktu. -------------------------------------------------- Community Learning Centre (CLC) 51 . Profesionalisme 6. Komunikasi dan Koordinasi 9. Kehendak dan Kuasa Tuhan YME (Doa) 2. KEY SUCCESS FACTOR (Kunci Keberhasilan) 1. Karunia. Keikhlasan dan Ketulusan 3. Kerja keras. Kerja cerdas dan Kerjasama 8. Kami menyadari dalam konsep ini masih banyak kekurangan. Transparansi dan Akuntabilitas 10.

google.co.id/search?client=firefox-a&rls=org.http://www.mozilla%3Aen-US %3Aofficial&channel=s&hl=id&source=hp&biw=1024&bih=410&q=PKBM&btnG=Penelusura n+Google Community Learning Centre (CLC) 52 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful