You are on page 1of 39

AYUNAN DAN PERCEPATAN GRAVITASI (M3)

NAMA NIM KELOMPOK TANGGAL DOSEN PENGAJAR

: NI LUH EKA LUSIANA DEWI : 0908105021 : 5 (Lima) : 10 Nopember 2009 : drs. I Made Satriya Wibawa, m.si

PENGAWAS/PEMBIMBING : 1) Cristine Prita 2) Gese Guntur Aditya Mertha

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA 2009

AYUNAN DAN PERCEPATAN GRAVITASI

I. TUJUAN 1. Mempelajari sifat ayunan 2. Menentukan percepatan gravitasi

II. DASAR TEORI Dalam kehidupan sehari-hari, gerak bolak balik benda yang bergetar terjadi tidak tepat sama karena pengaruh gaya gesekan. Ketika kita memainkan gitar, senar gitar tersebut akan berhenti bergetar apabila kita menghentikan petikan. Demikian juga bandul yang berhenti berayun jika tidak digerakan secara berulang. Hal ini disebabkan karena adanya gaya gesekan. Gaya gesekan menyebabkan benda-benda tersebut berhenti berosilasi. Jenis getaran seperti ini disebut getaran harmonik terendam. Walaupun kita tidak dapat menghindari gesekan, kita dapat meniadakan efek redaman dengan menambahkan energi ke dalam sistem yang berosilasi untuk mengisi kembali energi yang hilang akibat gesekan, salah satu contohnya adalah pegas dalam arloji yang sering kita pakai. Pada kesempatan ini kita hanya membahas gerak harmonik sederhana secara mendetail, karena dalam kehidupan sehari-hari terdapat banyak jenis gerak yang menyerupai sistem ini. Contoh yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah getaran benda pada ayunan sederhana. Ketika beban digantungkan pada ayunan dan tidak diberikan gaya maka benda akan diam di titik kesetimbangan B. Jika beban ditarik ke titik A dan dilepaskan, maka beban akan bergerak ke B, C, lalu kembali lagi ke A. Gerakan beban akan terjadi berulang secara periodik, dengan kata lain beban pada ayunan di atas melakukan gerak harmonik sederhana.

AYUNAN SEDERHANA Getaran Harmonik Getaran Harmonik adalah getaran yang dipengaruhi oleh gaya yang arahnya selalu menuju ke satu titik dan besarnya sebanding dengan simpangannya.Gaya pada Ayunan Sederhana. F = m.g cos m = massa benda g = percepetan gravitasi (m/s2) Periode (T) Benda yang bergerak harmonis sederhana pada ayunan sederhana memiliki periode alias waktu yang dibutuhkan benda untuk melakukan satu getaran secara lengkap. Benda melakukan getaran secara lengkap apabila benda mulai bergerak dari titik di mana benda tersebut dilepaskan dan kembali lagi ke titik tersebut. Pada contoh di atas, benda mulai bergerak dari titik A lalu ke titik B, titik C dan kembali lagi ke B dan A. Urutannya adalah A-B-C-B-A. Seandainya benda dilepaskan dari titik C maka urutan gerakannya adalah C-B-A-B-C. Jadi periode ayunan (T) adalah waktu yang diperlukan benda untuk melakukan satu getaran (disebut satu getaran jika benda bergerak dari titik di mana benda tersebut mulai bergerak dan kembali lagi ke titik tersebut ). Satuan periode adalah sekon atau detik. Frekuensi (f)

Selain periode, terdapat juga frekuensi alias banyaknya getaran yang dilakukan oleh benda selama satu detik. Yang dimaksudkan dengan getaran di sini adalah getaran lengkap. Satuan frekuensi adalah 1/sekon atau s-1. 1/sekon atau s-1 disebut juga hertz, menghargai seorang fisikawan. Hertz adalah nama seorang fisikawan tempo doeloe. Silahkan baca biografinya untuk mengenal almahrum eyang Hertz lebih dekat. Hubungan antara Periode dan Frekuensi Frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi selama satu detik/sekon. Dengan demikian selang waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu getaran adalah :

Selang waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu getaran adalah periode. Dengan demikian, secara matematis hubungan antara periode dan frekuensi adalah sebagai berikut :

Periode dari ayunan sederhana dapat ditentukan dengan rumus :

Dimana :

T = periode ayunan (detik) L = panjang tali (m) g = percepatan gravitasi bumi (m/s2)

Periode bandul atau ayunan adalah waktu yang dibutuhkan untuk 1 kali getaran. Satu kali getaran yang dimaksudkan adalah pergerakan dari titik A-B-C-B-A, jadi, getaran yang dilakukan dimulai dari titik A hingga ke titik A lagi (kembali ke titik awal). Amplitudo (f) Pada ayunan sederhana, selain periode dan frekuensi, terdapat juga amplitudo. Amplitudo adalah perpindahan maksimum dari titik kesetimbangan. Pada contoh ayunan sederhana sesuai dengan gambar di atas, amplitudo getaran adalah jarak AB atau BC. AYUNAN FISIS Bandul fisis merupakan sembarang benda tegar yang digantung yang dapat berayun/bergetar/berisolasi dalam bidang vertical terhadap sumbu tertentu. Bandul fisis sebenarnya memiliki bentuk yang lebih kompleks, yaitu sebagai benda tegar.

Periode dari bandul fisis dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut :

Dimana : T = perioda ayunan (detik) k = radius girasi terhadap pusat massa (cm) a = jarak titik gantung terhadap pusat massa (m) g = percepatan gravitasi bumi (m/s2) Berikut adalah contoh sistem gaya yang bekerja pada suatu ayunan fisis:

Keterangan gambar: m= massa benda (kg)

g= percepatan gravitasi (m/s2 ) = sudut simpangan

PERCEPATAN GRAVITASI Hukum Gravitasi Newton ialah hukum untuk dua partikel. Faktanya bahwa gaya gravitasi yang dilakukan pada atau oleh suatu bola homogennya sama seperi seandainya seluruh massa bola itu terkonsentrasi pada titik pusatnya. Maka percepatan bumi sama dengan,

HUKUM Newton tentang gravitasi bumi dapat diungkapkan sebagai berikut: Setiap partikel materi di jagat raya melakukan tarikan terhadap setiap partikel lainnya dengan suatu gaya yang berbanding langsung dengan hasil kali massa partikel-partikel itu dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak yang memisahkan.

GERAK GAYA HARMONIS(GHS) Gerak harmonik sederhana (GHS) adalah gerak periodik dengan lintasan yang ditempuh selalu sama (tetap). GHS mempunyai persamaan gerak dalam bentuk sinusiodal dan digunakan untuk menganalisis suatu gerak periodik tertentu. Gerak harmonik sederhana dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu

Gerak Harmoni Sederhana Linier

Misalnya : penghisap dalam silinder gas, gerak osilasi air raksa/air dalam pipa U, gerak horisontal/vertikal dari pegas, dsb.

Gerak Harmoni Sederhana Angular

Misalnya : gerak ayunan/ayunan fisis,osilasi ayunan torsi,dsb. Gaya yang menyebabkan ayunan ke posisi kesetimbangan dinamakan gaya pemulih yaitu mg sin dan panjang busur adalah s = l Ayunan Fisis memperhitungkan momen inersia yaitu kecenderungan benda tegar melakukan gerak rotasi. Ayunan Fisis memberikan pemulih sebesar =I Kesetimbangan gayanya adalah

III.ALAT DAN BAHAN

1. Ayunan sederhana

2. Ayunan fisis 3. Stopwatch

IV. PROSEDUR KERJA

A. Ayunan Sederhana

1. Ambil panjang tali tertentu 2. Ukur waktu ayunan dengan mengukur waktu yang diperlukan untuk 10 kali ayunan 3. Ulangi percobaan ini sekurang-kurangnya 5 kali dengan mengambil panjang tali berlainan.

B. Ayunan Fisis

1. Letakkan pemberat ditengah-tengah batang 2. Ukur ayunan dengan cara seperti A untuk 5 sumbu ayun berturut-turut pada sisi A. 3. Ulang percobaan B1 untuk 5 sumbu ayun berturut-turut pada sisi B yang setangkup dengan titik sumbu 2

4. Geserkan letak beban (pemberat) satu atau dua lobang ke sebelah dan ulangi percobaan B2 dan B3. Ambil masing-masing 5 sumbu, tidak perlu setangkup

V. DATA PENGAMATAN

A. Percobaan A (Ayunan Sederhana) Panjang Tali (L) Pengukuran L (cm) I 51 II 40 III 19


1.

Panjang Tali = 51cm Pengukuran t (sekon) I 14,2 II 14,5 III 14.5 IV 14.5 V 14,2

2.

Panjang Tali = 40 cm Pengukuran t (sekon) I 13,2 II 13,2 III 12,9 IV 12,8 V 12,8

3.

Panjang Tali = 19 cm Pengukuran t (sekon) I 8,9 II 8,8 III 9,4 IV 9,1 V 8,7

B. Percobaan B (Ayunan Fisis)


Panjang Batang (L)

Pengukuran L (cm) I 167 II 167 III 167


1.

Panjang Tali = 86 cm Pengukuran t (sekon) I 21,3 II 20,5 III 19,8 IV 21,1 V 20,7

2.

Panjang Tali = 66 cm Pengukuran t (sekon) I 19,9 II 20,8 III 20,2 IV 20,1

20,0

3.

Panjang Tali = 47 cm Pengukuran t (sekon) I 18,9 II 19,6 III 20,0 IV 20,1 V 19,8

Keterangan :

t didapat setelah 10 kali getaran,

VI. PERHITUNGAN A. Percobaan A (Ayunan Sederhana) 1. Untuk L = 51 cm Diketahui : L = 51 cm = 0,51 m

9,87

t untuk 10 kali getaran = 14,2 s t untuk 1 kali getaran = s = 1,42 s Jadi T1 = 1,42 s Ditanya : g = ?
1 ,2 4 1 0

Jawab

: T =

2 L

2 T2 = 4 L g

4 2 L T2
4 2 0,51 (1,42 ) 2

= 9,96 m

s2

dengan cara yang sama diperoleh data : L (m) 0,51 0,51 0,51 0,51 0,51 T (s) 1,42 1,45 1,45 1,45 1,42
T
2

T2 (s2) 2,02 2,10 2,10 2,10 2,02


= 2,068

(m s )
2

9,96 9,58 9,58 9,58 9,96

2. Untuk L = 40 cm

Diketahui

: L = 40 cm = 0,40 m

9,87

t untuk 10 kali getaran = 13,2 s t untuk 1 kali getaran =


1 ,2 3 1 0

= 1,32 s

Jadi T1 = 1,32 s Ditanya Jawab : g = ?

: T =

2 L

2 T2 = 4 L g

4 2 L T2
4 2 0,40 (1,32 ) 2

= 9, 07 m

s2

dengan cara yang sama diperoleh data : L (m) 0,40 0,40 0,40 0,40 0,40 T (s) 1,32 1,32 1,29 1,28 1,28
T
2

T2 (s2) 1,74 1,74 1,66 1,64 1,64


=1,684

(m s )
2

8,7 8,7 9,51 9,63 9,63

3. Untuk L = 19 cm

Diketahui

: L = 19 cm = 0,19 m

9,87

t untuk 10 kali getaran = 8,9 s

t untuk 1 kali getaran =

8,9 = 0,89 s 10

Jadi T1 = 0,89 s Ditanya Jawab : g = ?

: T =

2 L

2 T2 = 4 L g

4 2 L T2
4 2 0,19 ( 0,89 ) 2

= 9,49 m

s2

dengan cara yang sama diperoleh data : L (m) 0,19 0,19 0,19 0,19 0,19 T (s) 0,89 0,88 0,94 0,91 0,87
T
2

T2 (s2) 0,79 0,77 0,88 0,83 0,76


= 0,806

(m s )
2

9,49 9,74 8,52 9,04 9,87

Grafik data untuk ayunan sederhana

0,40 0,19
3 (kuadrat periode) 2 1 0

1,684 0,806

L (m) 0,51

T (s) 2,068
2

0,51 0 ,4 Pan jan g ta li (m )

0,19

3 2 1 0 0 ,5 1 0 ,4 0 ,1 9 P a n ja n g t a li ( m )

(kuadrat periode)

B. Percobaan B (Ayunan Fisis) 1. Diketahui : a = 86 cm = 0,86 m

9,87

t untuk 10 kali getaran = 21,3 s t untuk 1 kali getaran =


2 ,3 1 s 1 0

= 2,13 s Jadi T1 = 2,13 s Ditanya Jawab : g = ?


2 a2 + K 2 ag

: T =

K2 =

L2 12

Penentuan percepatan gravitasi (g) dengan melenyapkan K, maka K kita abaikan dalam penggunaan rumus. T =
2 a2 ag
2

2 T2 = 4 a ag

4 2 a T2
4 2 0,86 ( 2,13) 2

= 7,49 m

s2

dengan cara yang sama diperoleh data :

a (m) 0,86 0,86 0,86 0,86 0,86

T (s) 2,13 2,05 1,98 2,11 2,07


T

T2 (s2) 4,53 4,20 3,92 4,45 4,28


2

(m s )
2

7,49 8,08 8,66 7,63 7,93

= 4,276

2. Diketahui : a

= 66 cm = 0,66 m

9,87

t untuk 10 kali getaran = 19,9 s t untuk 1 kali getaran =


1 ,9 9 1 0

= 1,99 s Jadi T1 = 1,99 s Ditanya Jawab : g = ?


2 a2 + K 2 ag

: T =

K2 =

L2 12

Penentuan percepatan gravitasi (g) dengan melenyapkan K, maka K kita abaikan dalam penggunaan rumus. T =
2 a2 ag
2

2 T2 = 4 a ag

4 2 a T2
4 2 0,66 (1,99 ) 2

= 6,58 m

s2

dengan cara yang sama diperoleh data : a (m) 0,66 0,66 0,66 0,66 0,66 T (s) 1,99 2,08 2,02 2,01 2,00
T
2

T2 (s2) 3,96 4,33 4,08 4,04 4,00


= 4,082

(m s )
2

6,58 6,02 6,39 6,45 6,52

3. Diketahui : a

= 47 cm = 0,47 m

9,87

t untuk 10 kali getaran = 18,9 s t untuk 1 kali getaran =


1 ,9 8 s 1 0

= 1,89 s Jadi T1 = 1,89 s Ditanya Jawab : g = ?


2 a2 + K 2 ag

: T =

K2 =

L2 12

Penentuan percepatan gravitasi (g) dengan melenyapkan K, maka K kita abaikan dalam penggunaan rumus. T =
2 a2 ag
2

2 T2 = 4 a ag

4 2 a T2
4 2 0,47 (1,89 ) 2

= 5,20 m

s2

dengan cara yang sama diperoleh data : a (m) 0,47 0,47 0,47 0,47 0,47 T (s) 1,89 1,96 2,00 2,01 1,98
T
2

T2 (s2) 3,57 3,84 4,00 4,04 3,92


= 3,874

(m s )
2

5,20 4,83 4,64 4,59 4,73

Grafik data untuk ayunan Fisis : L (m) 0,86 0,66 0,47 T 2 (s) 4,276 4,082 3,874

5 (kuadrat periode)

3 0,86 0,66 Pan jan g tali (m ) 0,47

VII.RALAT KERAGUAN

RALAT KERAGUAN T A. Percobaan Ayunan Sederhana 1. Untuk Panjang Tali (L) = 51 cm No 1 2 3 4 5 T 1.42 1.45 1.45 1.45 1.42 2.0678 2.0678 2.0678 2.0678 2.0678 -0.6478 -0.6178 -0.6178 -0.6178 -0.6478 (sekon) 41.96 x 10-2 38.16 x 10-2 38.16 x 10-2 38.16 x 10-2 41.96 x 10-2 198.4 x 10-2

=98.49%

2. Untuk Panjang Tali (L) = 40 cm No 1 2 3 4 5 T 1.32 1.32 1.29 1.28 1.28 1.684 1.684 1.684 1.684 1.684 -0.364 -0.364 -0.394 -0.404 -0.404 13.2 x 10-2 13.2 x 10-2 15.5 x 10-2 16.3 x 10-2 16.3 x 10-2 74.5 x 10-2

=98.86%

3. Untuk Panjang Tali (L) =19cm No 1 2 3 4 5 T 0.89 0.88 0.94 0.91 0.87 0.806 0.806 0.806 0.806 0.806 0.084 0.074 0.134 0.104 0.064 70.56 x 10-4 54.76 x 10-4 79.56 x 10-4 8.16 x10-4 40.96 x 10-4 254 x 10-4

=95.59%

B. Percobaan Ayunan Fisis 1. Untuk beban batang (a) = 86cm No 1 2 3 4 5 T 2.13 2.05 1.98 2.11 2.07 4.276 4.276 4.276 4.276 4.276 -2.146 -2.226 -2.296 -2.166 -2.69 460.5 x 10-2 495.5 x 10-2 527.1 x 10-2 469.1 x 10-2 723.6 x 10-2 2675.3 x 10-2

=73.2%

2. Untuk beban batang (a) =66cm No 1 2 3 4 5 T 1.99 2.08 2.02 2.01 2.00 4.082 4.082 4.082 4.082 4.082 -2.092 -2.002 -2.062 -2.072 -2.082 437.6 x 10-2 400.8 x 10-2 425.1 x 10-2 429.3 x 10-2 433.4 x 10-2 2126.2 x 10-2

=75%

3. Untuk beban batang (a) =47cm No 1 2 3 4 5 T 1.89 1.96 2.00 2.01 1.98 3.874 3.874 3.874 3.874 3.874 -1.984 -1.914 -1.874 -1.864 -1.894 393.6 x 10-2 366.3 x 10-2 351.1 x 10-2 347.4 x 10-2 358.7 x 10-2 1817.1 x 10-2

=76.5%

RALAT KERAGUAN PERCEPATAN GRAVITASI (g) A.Percobaan Ayunan Sederhana 1.g untuk panjang tali (L) = 51cm

No 1 2 3 4 5 9.96 9.58 9.58 9.58 9.96 9.732 9.732 9.732 9.732 9.732 0,228 -0.152 -0.152 -0.152 0,228 5.19 x 10-2 2.31 x 10-2 2.31 x 10-2 2.31 x 10-2 5.19 x 10-2 17.31 X 10-2

=99.05%

2.g untuk panjang tali (L) = 40cm No 1 2 3 4 5 8.7 8.7 9.51 9.63 9.63 46.17 46.17 46.17 46.17 46.17 -37.47 -37.47 -36.66 -36.54 -36.54 14.04 x 10-2 14.04 x 10-2 13.43 x 10-2 13.35 x 10-2 13.35 x 10-2 68.21 x 10-2

=98.2%

3 .g untuk panjang tali (L) = 19cm No 1 2 3 4 5 9,49 9,74 8,52 9,04 9,87 46.66 46.66 46.66 46.66 46.66 -37.17 -36.92 -38.14 -37.62 -36.79 13.81X 10-2 13.63 x 10-2 14.54 x 10-2 14.15 x 10-2 13.53 x 10-2 69.66 x 10-2

=99.62%

B.Percobaan Ayunan Fisis 1. g untuk beban (a) = 86cm No 1 2 3 4 5 7,49 8,08 8,66 7,63 7,93 39.79 39.79 39.79 39.79 39.79 -32.3 -31.71 -31.13 -32.16 -31.86 10.43 x 10-2 10.05 x 10-2 9.69 x 10-2 10.34 x 10-2 10.15 x 10-2 50.66 x 10-2

=99.6%

2.g untuk beban batang (a) = 66cm No 1 2 3 4 5 6,58 6,02 6,39 6,45 6,52 31.96 31.96 31.96 31.96 31.96 -25.38 -24,94 -25.57 -25.51 -25.44 6.44 x 10-2 6.73 x 10-2 6.53 x 10-2 6.50 x 10-2 6,47 x 10-2 32.67 x 10-2

=99.63%

3.g untuk beban (a) = 47cm No 1 2 3 4 5 5,20 4,83 4,64 4,59 4,73 23.99 23.99 23.99 23.99 23.99 -18.79 -19.16 -19.35 -19.4 -19.26 3.53 x 10-2 3.67 x 10-2 3.74 x 10-2 3.76 x 10-2 3.7 x 10-2 18.4 x 10-2

=99.61%

VIII. PEMBAHASAN

Percobaan yang kali ini kami lakukan merupakan percobaan tentang ayunan dan percepatan gravitasi. Dari percobaan ini didapatkan data yang bervariasi sebab dilakukan beberapa kali. Dari data itu kami melakukan perhitungan serta mencari ralat keraguan untuk mengetahui apakah percobaan yang kami lakukan adalah benar. Dari data tersebut kami hitung dengan persamaan sebagai berikut: 1.Untuk Ayunan Sederhana

2 T 2= 4 L g

4 2 L g = T2

Dimana : T = periode ayunan (detik) L = panjang tali (m) g = percepatan gravitasi bumi (m/s2) 2. Untuk Ayunan Fisis

K2 =

L2 12

Dari data-data pengukuran waktu ayun dapat ditentukan percepatan gravitasi g (dengan melenyapkan k)

T = 2

a2 ag
2

2 T2 = 4 a ag

g=

4 2 a T2

Dimana : T = perioda ayunan (detik) k = radius girasi terhadap pusat massa (cm) a = jarak titik gantung terhadap pusat massa (m) g = percepatan gravitasi bumi (m/s2) Untuk perhitungan yang kami lakukan diatas belum sepenuhnya benar karena ada beberapa sebab, salah satunya seperti ketidaktelitian kami sebagai praktikum dalam menimbang benda,mengukur panjang,lebar dan tinggi benda atau ketidaktelitian kami dalam membaca alat yang dipergunakan dalam percobaan ini. Dalam proses pengambilan data masih banyak terdapat kesalahan sehingga ralat keraguan yang diperoleh kecil.

IX. KESIMPULAN Ayunan dapat dibagi menjadi dua yaitu ayunan sederhana dan ayunan fisis. Ayunan salah satu macam gerak harmonic sederhana angular. Periode adalah waktu yang diperlukan benda untuk melakukan satu getaran (disebut satu getaran jika benda bergerak dari titik di mana benda tersebut mulai bergerak dan kembali lagi ke titik tersebut ). Satuan periode adalah sekon atau detik.

Ayunan dikatakan mendapatkan satu periode apabila ayunan di ayunkan dan kembali ketempat yang di ayunkan yaitu dapat dimisalkan dari A kembali lagi ke A (A-B-C-B-A). Frekuensi adalah banyaknya getaran yang dilakukan oleh benda selama satu detik. Satuan frekuensi adalah 1/sekon atau s-1. 1/sekon atau s-1 disebut juga hertz.

Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta. HUKUM Newton tentang gravitasi bumi dapat diungkapkan sebagai berikut: Setiap partikel materi di jagat raya melakukan tarikan terhadap setiap partikel lainnya dengan suatu gaya yang berbanding langsung dengan hasil kali massa partikelpartikel itu dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak yang memisahkan.

Besar gravitasi dalam fisika adalah 9,8 m/s2. Gerak harmonik sederhana (GHS) adalah gerak periodik dengan lintasan yang ditempuh selalu sama (tetap). Gerak harmonik sederhana dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu :Gerak Harmoni Sederhana Linier dan Gerak Harmoni Sederhana Angular. Dalam perhitungan ayunan sederhana dalam menentukan gravitasi dapat digunakan rumus yaitu: T= 2 L g
2 T2= 4 L g

g=

4 2 L T2

Dalam ayunan Fisis dalam menentukan gravitasi dapat digunakan rumus yaitu:
a2 + K 2 ag

= 2

K2 =

L2 12

X. DAFTAR PUSTAKA 1. Wibawa, Satria. 2009. Penuntun Praktikum Fisika Dasar II. Bukit Jimbaran: Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Udayana. 2. Soedojo, Peter. 2004. Fisika Dasar. Yogyakarta: And Offset. 3. Sutrisno. 1984. Fisika Dasar. Bandung: ITB. 4. Tim Penyusun PR Fisika SMU Kelas 1 Cawu 1. Penerbit PT Intan Pariwara.