Perintah Berlaku Jujur dan Larangan Berbuat Dusta

, ‫ئَِّْ اٌْحَِّذَ ٌٍَِِّٗ َٔحَِّذُُٖ ؤََسَِزعٍُُِِٕٗ ؤََسَِز ِغفِشُُٖ ؤََسِزَهِذٌِِِٗ ؤََعُىِرُ ثِبهللِ ِِٓ شُشُوِسِ أَِٔفُسَِٕب وَ سٍَِّئَبدِ أَعَِّبٌَِٕب‬
ٌَُٗ َ‫ وَأَشِهَذُ أَْْ الَ ئٌََِٗ ئِالَّ اهللُ وَحِذَُٖ الَ شَشٌِِه‬, ٌَُٗ َ‫َِِٓ ٌَهِذِِٖ اهللُ فَهُىَ اٌُّْهِزَذُّ َو َِ ِٓ ٌُضٍٍُِِْٗ فَالَ َ٘بدِي‬
ٌُُِٗ‫وَأَشِهَ ُذ أََّْ ُِحَِّّذّا عَجِذُُٖ وَسَسُى‬
ٍَِِٓ‫صحِجِِٗ أَجِ َّع‬
َ َ‫أٌٍََّهَُُّ صَـًِّ وَسَـٍُِِّ وَثَبسِنِ عٍٍََِِٗ وَعٍََى آٌِِٗ و‬
: ٍُِِِ‫هلل رَعَبٌَى َثعِذَ أَْْ أَعُىِ ُر ثِبهللِ َِٓ اٌشٍَِّطَبِْ اٌشَّج‬
ُ ‫لَبيَ ا‬
َْ‫ٌَب أٌَُّهَب اٌَّزٌَِٓ إَُِٓىا ارَّمُىا اٌٍََّٗ حَكَّ ُرمَبرِِٗ وَال رَُّىرَُّٓ ئِالَّ وَأَِٔزُُِ ُِسٍُِِّى‬
ً‫ٌَب أٌَُّهَب إٌَّبسُ ارَّمُىا سَثَّىُُُ اٌَّزِي خٍََمَىُُِ ِ ِٓ َٔفْسٍ وَاحِذَحٍ وَخٍََكَ ِِٕهَب صَوِجَهَب وَثَثَّ ِِٕهَُّب سِجَبالً وَثِريا‬
ً‫َارمُىا اٌٍََّٗ اٌَّزِي رَسَبءٌَُىَْ ثِِٗ وَاْلَسِحَب َ ئَِّْ اٌٍََّٗ وَبَْ عٍٍََِىُُِ سَلٍِجب‬
َّ ‫ؤَِسَبءً و‬
ِ‫ ٌُصٍِِحِ ٌَىُُِ أَعَِّبٌَىُُِ وٌََ ِغفِشِ ٌَىُُِ رُُٔىثَىُُِ َو َِِٓ ٌُطِع‬, ً‫ٌَب أٌَُّهَب اٌَّزٌَِٓ إَُِٓىا َّارمُىاْ اٌٍََّٗ وَلُىٌُِىاْ لَىِالً سَذٌِذا‬
ً‫اٌٍََّٗ وَسَسُىٌَُٗ َفمَذِ فَبصَ فَىِصاً َعظٍِّب‬
:‫أََِّب َثعِ ُذ‬
ٍ‫فَاَِّْ أَصِذَقَ اٌْحَذٌِِثِ وِزَبةُ اهللِ وَخٍَِشَ اٌْهَذِيِ َ٘ذِيُ ُِحََّّذٍ وَشَشَّ ا ُلُِىِسِ ُِحِذَثَبرُهَب فَاَِّْ وًَُّ ُِحِذَثَخ‬
ِ‫ًُ ثِذِعَخٍ ضَالٌََخٌ وَوًَُّ ضَالٌََخٍ فًِ إٌَّبس‬
َّ ‫ثِذِعَخٌ وَو‬
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan kita petunjuk kepada adab
yang paling sempurna dan membukakan sebagian pintu-pintu kebaikan dan semua pintu kemenangan. Aku bersaksi
bahwa tiada ilâh yang benar kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala semata; yang Mahamulia lagi Maha Pemberi. Dan
aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan-Nya. Beliau adalah manusia
yang paling baik akhlaknya. Semoga Salawat senantiasa tercurah kepada beliau, keluarga dan kaum Muslimin yang
mengikuti beliau dengan baik hingga hari kiamat.
Amma ba`du
Wahai kaum Muslimin, marilah kita bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Marilah kita menjadi
orang-orang yang jujur, berlaku baik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kepada seluruh makhluk, jika kita
memang benar-benar orang yang beriman. Hendaklah kita berlaku jujur, karena kejujuran mengantarkan kepada

1|Disalin dari www.khotbahjumat.com

kebaikan, dan kebaikan mengantarkan kita kepada surga. Seseorang itu selalu berlaku jujur dan membiasakannya,
hingga di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala dia di tulis sebagai orang yang jujur. Orang-orang yang jujur dalam
ucapan dan perbuatannya, akan dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dicintai oleh manusia. Setiap majelis
merasa senang apabila mereka disebut, dan hati pun menjadi menerima dengan lapang setiap kali mereka membawa
berita. Mereka memperoleh buah kejujuran mereka di dunia dan di alam kubur. Apabila mereka di kumpulkan, setiap
lisan selalu mengucapkan kata pujian bagi mereka. Hati mereka dipenuhi rasa cinta dan persaudaraan. Dan kejujuran
itu mencakup keyakinan, ucapan dan perbuatan.
Jujur dalam keyakinan maksudnya adalah keikhlasan seseorang dalam beramal. Ia tidak mengerjakan
amalan karena riyâ` ataupun sum`ah. Adapun jujur dalam ucapan, maksudnya dia jujur dengan berita yang
disampaikan kepadanya serta ucapannya sesuai dengan kenyataan. Dia tidak memberikan kabar berita yang
menyelisihi kenyataan/realita, baik ketika sungguh-sungguh maupun senda gurau; baik ketika senang maupun
sempit. Dia selalu menyampaikan berita dalam keadaan sempit maupun lapang; dalam keadaan marah maupun ridha,
dalam seluruh muamalahnya, baik berupa sewa menyewa maupun jual beli.
Adapun jujur dalam perbuatan, maksudnya adalah ia mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam
amal ibadahnya dan semua muamalahnya, dengan nasehat yang sungguh-sungguh. Jika dia bekerja untuk orang lain,
ia pun bersungguh-sungguh dan menyelesaikannya.
Kita jangan berkata dusta. Karena sesungguhnya dusta itu mengantarkan kepada perbuatan dosa dan
perbuatan dosa itu menyebabkan masuk neraka. Seseorang itu bila senantiasa berbuat dusta niscaya ditulis di sisi
Allah k sebagai pendusta. Dusta itu dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan manusia. Jika dia menyampaikan
berita, beritanya tidak tsiqah (terpercaya). Ketahuilah bahwa dusta ini juga mencakup keyakinan, perbuatan dan
perkataan.
Dusta dalam keyakinan maksudnya adalah perbuatan manusia yang dilakukan karena riya`(pamer) dan
hanya mengharapkan pujian manusia semata. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

َ‫} أُوٌَِئِه‬51{ َْ‫َِٓ وَبَْ ٌُشٌِذُ اٌْحٍََبحَ اٌذٍَُِّٔب وَصٌَِٕزَهَب ُٔىَفِّ ئٌٍَِِهُِِ أَعَِّبٌَهُُِ فٍِهَب وَُُِ٘ فٍِهَب الٌَُِجخَسُى‬
َْ‫اٌَّزٌَِٓ ٌٍَِسَ ٌَهُُِ فًِ اْلَخِشَحِ ئِالَّ إٌَّبسَ وَحَجِطَ َِبصََٕعُىا فٍِهَب وَثَب ِط ًٌ َِّبوَبُٔىا ٌَعٍَُِّى‬
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan
pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang
tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia
dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan (Qs Hûd/11:15-16)
Adapun dusta dalam ucapan, maksudnya adalah menyampaikan berita yang menyelisihi kenyataan. Ini
adalah perbuatan yang dilarang, baik perbuatan dusta itu memiliki dampak memakan harta orang lain dan
menzhaliminya ataupun tidak memiliki dampak sekalipun. Semua bentuk perbuatan dusta adalah haram dan tercela,
kecuali apabila memiliki maslahat yang besar, seperti dusta dalam pertempuran melawan musuh dan dusta untuk
memperbaiki hubungan antara manusia guna menghilangkan perselisihan dan kebencian. Dalam hadits, Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

َ‫أََٔب صَعٍُِْ ثِجٍَِذٍ فًِ سَثَضِ اٌْجََّٕخِ ٌِ َِّٓ رَشَنَ اٌِّْشَاءَ وَئِْْ وَبَْ ُِحِمًّب وَثِجٍَِذٍ فًِ وَسَطِ اٌْجََّٕخِ ٌِ َِّٓ رَشَن‬
‫اٌْىَزِةَ وَئِْْ وَبَْ َِبصِحّب‬
Aku adalah pemimpin di rumah yang ada tengah di surga bagi orang-orang yang meninggalkan dusta, walaupun
dalam keadaan senda gurau.(HR. Abu Dâwud 4800 dari hadits Umâmah radhiallahu ‘anhu)

2|Disalin dari www.khotbahjumat.com

Dusta itu memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Semakin besar madharatnya, semakin besar pula dosanya.
Adapun dusta dalam perbuatan, maksudnya adalah orang yang perbuatannya menyelisihi ucapannya. Seperti orang
yang berpura-pura memberikan nasehat, padahal dia hendak menipu; seperti orang yang menampakkan bagian
barang dagangannya yang baik-baik, padahal sebaliknya.
Khutbah kedua
Wahai kaum Muslimin, mari kita bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menegakkan kejujuran
dalam segala kondisi agar kita mendapatkan keberuntungan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

َ‫ٌَبأٌَُّهَب اٌَّزٌِ َٓ ءَإَُِىا ارَّمُىا اهللَ وَوُىُٔىا َِعَ اٌصَّبدِلِني‬
Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.
(Qs at-Taubah/9:119)

ًِ ٌِ‫ أَُل ِى ُي لَ ِى‬, ٍُِِِ‫ ؤََفَعَِٕ ًِ وَئٌِبَّ ُو ُِ ثَِّبفٍِِِٗ َِٓ ْالٌَبَدِ وَاٌزِّ ْوشِاٌْحَى‬, ٍُِِِ‫ثبَسَنَ اهللُ ٌِ ًِ وٌََ ُى ُِ فِ ًِ اٌمُشاِْْ اٌْعَظ‬
ُُ ٍِِ‫ فبَ ِسزَ ِغفِ ُش ِو ُٖ ئَِّٔ ُٗ ُ٘ىَاٌْغَ ُف ِى ُساٌشَّح‬, ٍ‫سٍٍَِِِّٓ ِ ِٓ ُوًِّ رَِرت‬
ِ ُّ ٌْ‫َ٘زَا وا ِسزَ ِغفِ ُشاهللَ ٌِ ًِ وٌََ ُى ُِ وٌَِىَبفَخِ ا‬
,ْ‫اٌٍَّهَُُّ صًَِّ عٍََى ُِحََّّذٍ وَعٍََى آيِ ُِحََّّذٍ وََّب صٍٍََِّذَ عٍََى ئِثِشَاٍَُِِ٘ وَعٍََى آيِ ئِثِشَاٍَُِِ٘ ئَِّٔهَ حٍَِِّذْ َِجٍِِذ‬
ْ‫اٌٍَّهَُُّ ثَبسِنِ عٍََى ُِحََّّذٍ وَعٍََى آيِ ُِحََّّذٍ وََّب ثَبسَوْذَ عٍََى ئِثِشَاٍَُِِ٘ وَعٍََى آيِ ئِثِشَاٍَُِِ٘ ئَِّٔهَ حٍَِِّذ‬
ْ‫َِجٍِِذ‬
ْ‫ال ٌٍَِّزٌَِٓ إَُِٓىا سَثََّٕب ئَِّٔهَ سَؤُوف‬
َّ ِ‫ج َعًْ فًِ لٍُُىثَِٕب غ‬
ِ ‫سَثََّٕب ا ْغفِشِ ٌََٕب وَِإلِخِىَإَِٔب اٌَّزٌَِٓ سََجمُىَٔب ثِبْإلِميَبِْ وَال َر‬
ٍُِْ‫سَح‬
‫سَثََّٕب ال رُإَاخِزَْٔب ئِْْ َٔسٍَِٕب أَوِ أَ ِخطَأَْٔب سَثََّٕب وَال َرحًِِّْ عٍٍَََِٕب ئِصِشاً وََّب حٍََّْزَُٗ عٍََى اٌَّزٌَِٓ ِِٓ لَجٍَِِٕب سَثََّٕب‬
ٌَِٓ‫وَال ُرحٍََِّّْٕب َِب ال طَبلَخَ ٌََٕب ثِِٗ وَاعِفُ عََّٕب وَا ْغفِشِ ٌََٕب وَاسِحََِّٕب أَِٔذَ َِىِالََٔب فَبِٔصُشَِٔب عٍََى اٌْمَىَِِ اٌْىَبفِش‬
َ‫ وَأَلُِِ اٌصَّالَح‬,َ‫وَاٌْحَِّذُ ٌٍَِِّٗ سَةِّ اٌْعَبٌَِّني‬
Dikutip dari Adl-Dhiyâul Lawâmi` Minal Khuthâbil Jawâmi``, karya Syaikh Muhammad Bin Shâlih AlUtsaimîn, halaman 365-367
Disalin dari kumpulan naskah khutbah Jumat Majalah As-Sunnah dengan beberapa penyesuaian oleh
redaksi www.KhotbahJumat.com
Artikel www.khotbahJumat.com

3|Disalin dari www.khotbahjumat.com

Aplikasi Yufid:

Aplikasi DOA Sehari-hari untuk anak-anak

iPhone and iPad Ready

Developed by:

Lihat aplikasi lainnya di www.yufid.org

Yufid Network:

DOWNLOAD

Mp3 Ceramah Islam GRATIS

Developed by:

Lihat website lainnya di www.yufid.com

Yufid Network:

iPhone and iPad Ready

Developed by:

Lihat website lainnya di www.yufid.com

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful