Peranan Pemerolehan Bahasa Pertama Terhadap Pemerolehan Bahasa Kedua Hasnarianti Syafna A.

Konsep Pemerolehan Bahasa Sejak tahun 1979 dunia pendidikan di Indonesia berkenalan dengan pembedaan antara hasil instruksional berupa kompetensi pebelajar atas pengetahuan dan keterampilan dalam ranah intelektual, emosional, dan fisik (psikomotor), dan has il pengiring (nurturent effect), serta nilai (value). Pelajaran yang dapat dipetik dari konsep ini ialah ada sesuatu yang diperoleh siswa dari apa yang diajarkan guru atau dip elajari siswanya. Hal tersebut sejajar dengan munculnya pembedaan antara konsep pembelajaran (learning) dan pemerolehan (acquisition) bahasa. Istilah "pemerolehan" terpaut d engan kajian psikolinguistik ketika kita berbicara mengenai anak-anak dengan bahasa ib unya. Dengan beberapa pertimbangan, istilah pertama dipakai untuk belajar B2 dan istil ah kedua dipakai untuk bahasa ibu (B1). Faktanya, belajar selalu dikaitkan dengan g uru, kurikulum, alokasi waktu, dan sebagainya, sedangkan dalam pemerolehan B1 semua i tu tidak ada. Ada fakta lain bahwa dalam memperoleh B1, anak mulai dari nol; dalam belajar B2, pebelajar sudah memiliki bahasa. Dengan "mesin" pemerolehan bahasa yang dibawa sejak lahir anak mengolah data bahasa lalu memproduksi ujaran-ujaran. Dengan watak aktif, kreatif, dan inofatif , anakanak akhirnya mampu menguasai gramatika bahasa dan memproduksi tutur menuju bahasa yang diidealkan oleh penutur dewasa. Anak memiliki motivasi untuk segera masuk ke dalam lingkungan sosial, entah kelompok sebaya (peer group) atau guyup (community). Pemerolehan bahasa atau akuisisi bahasa adalah proses yang berlangsung di dalam otak kanak-kanak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibuny a. Pemerolehan bahasa biasanya dibedakan dengan pembelajaran bahasa. Pembelajaran bahasa berkaitan dengan proses-proses yang terjadi pada waktu seorang kanak-kana k mempelajari bahasa kedua setelah dia memperoleh bahasa pertamanya. Jadi, pemerolehan bahasa berkenaan dengan bahasa pertama, sedangkan pembelajaran bahas a berkenaan dengan bahasa kedua (Chaer, 2003:167). Hal ini perlu ditekankan, karen a pemerolehan memiliki karakteristik yang berbeda dengan pembelajaran (Cox, 1999; Musfiroh, 2002) Pembelajaran Bahasa 1. Berfokus pada bentuk-bentuk bahasa

Berfokus pada komunikasi penuh makna 2. Pembelajaran ditekankan pada tipe-tipe bentuk dan struktur Pemerolehan Bahasa 1. Materi ditekankan pada ide dan minat anak aktivitas berpusat pada anak . Keberhasilan didasarkan pada penguasaan bentuk-bentuk bahasa 3. 3.2. Keberhasilan didasarkan pada penggunaan bahasa untuk melaksanakan sesuatu.

4. dan kognitif pralinguistik ditamb ahkan. dan kognitif pralinguistik. ana k lebih mengarah pada fungsi komunikasi daripada bentuk bahasanya. Pemerolehan merupakan proses bawah sadar dan terjadi melalui pemajanan dan masukan yang dapat dipahami anak 6. Pemerolehan bahasa pertama (B1) (anak) terjadi bila anak yang sejak semula tanpa bahasa kini telah memperoleh satu bahasa. Kedua. pemerolehan bahasa mempunyai permulaan yang mendadak. sosial. bahwa pemerolehan bahasa pertama (B1) sangat erat hubungannya dengan perkembangan kognitif yakni pertama. Belajar merupakan proses sadar untuk menghafal kaidah. dan struktur 6. Pertama. sosial. Pada masa pemerolehan bahasa anak. tidaklah secara otomatis mengimplikasikan bahwa anak telah menguasai bahasa yang bersangkutan dengan baik . bentuk. memiliki suatu rangkaian kesatuan. . Kesalahan merupakan hal yang wajar 5. Pemerolehan bahasa anak-anak dapat dikatakan mempunyai ciri kesinambungan. aktivitas dibawah perintah guru 4.bahasa. Penekanan pada tumbuhnya kecakapan bahasa secara alamiah Perbandingan Pembelajaran Bahasa dengan Pemerolehan Bahasa Sofa (2008) juga mengemukakan bahwa proses anak mulai mengenal komunikasi dengan lingkungannya secara verbal disebut dengan pemerolehan bahasa anak. pemerolehan bahasa memiliki suatu permulaan yang gradual yang muncul dari prestasi-prestasi motorik. Ada dua pengertian mengenai pemerolehan bahasa. yang bergerak dari ucapan satu kata sederhana menuju gabungan kata yang lebih rumit. Penekanan pada kemampuan produksi mungkin dihasilkan dari ketertarikan pada tahap awal. Koreksi kesalahan sangat penting untuk mencapai tingkah penguasaan 5. Pemerolehan bahasa pertama erat kaitannya dengan permulaan yang gradual yang muncul dari prestasi-prestasi motorik. tiba-tiba. jika anak dapat menghasilkan ucapan-ucapan yang berdasar pada tata bahasa yang teratur rapi.

Persyaratan-persyaratan kognitif terhadap penguasaan bahasa lebih banyak dituntut pada pemerolehan bahasa kedua (PB2) daripada dalam pemerolehan bahasa pertama (PB1). modalitas. kemauannya dengan cara yang benar . sebab akibat. pembicara harus memperoleh kategori-kategori kognitif yang mendasari berbagai makna ekspresif bahasa-bahasa alamiah. Perkemban gan nosi-nosi (notion) atau pemahaman seperti waktu. Agar seorang anak dapat dianggap telah menguasai B1 ada beberapa unsur yang penting yang berkaitan dengan perkembangan jiwa dan kognitif anak itu. dan deiktis merupakan bagian yang penting dalam perkembangan kognitif penguasaan B1 seorang anak. dan sebagainya. seperti kata. Bahasa memudahkan anak mengekspresikan gagasan.Kedua. kausalitas. Mempelajari bahasa pertama merupakan salah satu perkembangan menyeluruh anak menjadi anggota penuh suatu masyarakat. ruang. modalitas. Selain aspek kognitif anak. pemerolehan bahasa pertama juga memiliki hubungan yang erat dengan perkembangan sosial anak dan karenanya juga erat hubungannya dengan pembentukan identitas sosial. ruang.

dan semantik) secara tidak disadari. agama. Oleh karena itu. Performansi terdiri dari dua proses. (2005:243 244) menyebutkan bahwa pada umumnya kebanyakan ahli kini berpandangan bahwa anak di mana pun juga memperoleh bahasa pertamanya dengan memakai strategi yang sama. Tirulah apa yang dikatakan orang lain. Berikut ini diuraikan keempat strategi tersebut: 1. Tiruan akan digunakan anak terus. . Strategi dan Tahap Pemerolehan Bahasa Pertama Selama pemerolehan bahasa pertama. B1 menjadi salah sa tu sarana untuk mengungkapkan perasaan.benar dapat diterima secara sosial. Kompetensi ini dibawa oleh setiap anak sejak lahir. Ada berbagai ragam peniruan atau imitasi. imitasi segera atau immediate imitation. dan pendirian. Pro ses yang dimaksud adalah proses kompetensi dan proses performansi. Chomsky menyebutkan bahwa ada dua proses yang terjadi ketika seorang kanak-kanak memperoleh bahasa pertamanya. sedangkan proses penerbitan melibatka n kemampuan menghasilkan kalimat-kalimat sendiri (Chaer 2003:167). dalam bentuk-bent uk bahasa yang dianggap ada. Kedua proses ini merupakan dua proses yang berlainan. yaitu imitasi spontan atau spontaneous imitation. tetapi juga oleh pandangan mentalistik yang menyatakan bahwa anak telah dibekali dengan bekal kodrati pada saat dilahirkan. Meskipun dibawa sejak lahir. dapatlah dikatakan bahwa melalui bahasa khusus bahasa pertama (B1). seorang anak belajar untuk menjadi anggota masyarakat. dan nilai-nilai lain dalam masyarakat. Hal yang patut dipertanyakan adalah bagaimana strategi si anak dalam memperoleh bahasa pertamanya dan apakah setiap anak memiliki strategi yang sama dalam memperoleh bahasa pertamanya? Berkaitan dengan hal ini. ia tidak selalu boleh mengungkapkan perasaannya secara gamblang. Ia belajar pula bahwa ada bentuk-bentuk yang tidak dap at diterima anggota masyarakatnya. Bahasa merupakan media yang dapat digunakan anak untuk memperoleh nilai-nilai budaya. dalam bahasa juga ter dapat konsep universal sehingga anak secara mental telah mengetahui kodrat-kodrat yang universal ini. yaitu proses pemahaman dan proses penerbita n kalimat-kalimat. Dardjowidjojo. Di samping itu. imitasi pemerolehan atau elicited imitation. morfologi. B. Kompetensi adalah proses penguasaan tata ba hasa (fonologi. keinginan. kompetensi memerlukan pembinaan sehingga anak-anak memiliki performansi dalam berbahasa. meskipun ia sudah dapat sempurna melafalkan bunyi. Proses pemahaman melibatkan kemampuan mengamati atau mempersepsi kalimat-kalimat yang didengar. Kesamaan ini tidak hanya dilandasi oleh biologi dan neurologi manusia yang sama. sintaksis. Sofa (2008) mengemukakan bahwa terdapat empat strategi pemerolehan bahasa pertama anak. Performansi adalah kemampuan anak menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. moral.

Dengan satu kata seorang anak dapat bercerita atau mengatakan sebanyak mungkin hal. Produktivitas berarti keefektifan dan keefisienan dalam pemerolehan bahasa yang berpegang pada pedoman buatlah sebanyak mungkin dengan bekal yang telah Anda miliki atau Anda peroleh. red 2. Produktivitas adalah ciri utama bahasa. Kata papa misalnya dapat mengandung .imitasi terlambat delayed imitation dan imitasi dengan perluasan atau imitation with expansion. Strategi produktivitas.

Strategi Pemerolehan Bahasa Kedua . Strategi dan Faktor Pemerolehan Bahasa Kedua 1. dapatlah dikatakan bahwa pemerolehan bahasa bukan hanya diperoleh secara otomatis. 3. pada anak-anak. Pembelajaran bahasa kedua adalah proses memahaminya seorang atau lebih individu terhadap suatu bahasa setelah bahasa yang terdahului dikuasai sampai ba tas tertentu. yaitu sampel bahasa untuk digarap atau dikerjakan. (2) tahap satu kata (holofrastis). terutama karena otak mereka masih sangat peka menerima rangsang bahasa. prinsip operasi ini juga menyarankan larangan yang dinyatakan dalam avoidance terms. Seperti yang dikemukakan oleh Safriandi (2008) berikut ini. Perlu untuk diketahui adalah seorang anak tidak dengan tiba-tiba memiliki tata bahasa B1 dal am otaknya dan lengkap dengan semua kaidahnya. Selain itu. hindari pengaturan kembali. Stategi produktif bersifat sosial dalam pengertian bahwa strategi tersebut dapat meningkatkan interaksi dengan orang lain dan sementara itu bersifat kognitif juga. .uced imitation. yaitu (1) tahap pengocehan (babbling).berbagai makna bergantung pada situasi dan intonasi. proses pemerolehan bahasa pertama juga bisa dik etahui dengan melihat tahapan-tahapan dalam pemerolehan bahasa pertama. tahap-tahap ini sedikit bany aknya ada ciri kesemestaan dalam berbagai bahasa di dunia. Berkaitan dengan hubungan umpan balik antara produksi ujaran dan responsi. bahwa B1 diperolehnya dalam beberapa tahap dan setiap tahap berikutnya lebih mendekati ta ta bahasa dari bahasa orang dewasa. tetapi juga melajui beberapa strategi pem erolehan bahasa pertama anak. belajar bahasa kedua berarti belajar menguasai bahasa yang kedua dipajankan kepada mereka. Selain perintah terhadap diri sendiri oleh anak. (4) tahap menyerupai telegram (telegraphic speech). Dengan demikian. Berdasarkan penjelasan di atas. (3) tahap dua kata. misalnya: hindari kekecualian. 4. Dalam strategi ini anak dikenalkan dengan pedoman: gunakan beberapa prinsip operasi umum untuk memikirkan serta menetapkan bahasa. proses belajar itu terjadi dengan sangat cepat dan lancar. Umumnya hasil belajar bahasa kedua tidak sebagus hasil belajar bahasa pertama. Prinsip operasi. Hal itu dapat memberikan umpan balik kepada pelajar mengenai ekspresinya sendiri terhadap makna dan juga memberinya sampel yang lebih banyak. Dengan strategi ini anak-anak dihadapkan pada pedoman: hasilkanlah ujaran dan lihatlah bagaimana orang lain memberi responsi. Meskipun demikian. Seperti telah dikemukakan sebelumnya bahwa pemerolehan bahasa berbeda dengan pembelajaran bahasa. Lebih lanjut dikatakan bahw a tahap-tahap pemerolehan bahasa pada aspek tahapan linguistik yang terdiri atas b eberapa tahap. Menurut Sofa (2008) bahwa orang dewasa mempunyai dua cara yang berbeda mengenai pengembangan kompetensi dalam bahasa kedua. menurut Paivio dan Begg (1981). C. Menurut para ahli.

Mengembangkan kemampuan dalam bahasa pertama mereka. Pemerolehan bahasa merupakan proses yang bersamaan dengan cara anak-anak. Untuk mengembangkan kompetensi dalam bahasa kedua dapat dilakukan dengan . Pemerolehan bahasa merupakan proses bawah sadar. b.a. Para pemeroleh bahasa tidak selalu sadar akan kenyataan bahwa mereka memakai bahasa untuk berkomunikasi.

yaitu pemerolehan bahasa kedua secara terpimpin dan pemerolehan bahasa kedua secara alamiah. Dua ciri penting dari pemerolehan bahasa kedua secara alamia h atau interaksi spontan ialah terjadi dalam komunikasi sehari-hari. .belajar bahasa. a. sedangkan pembelajaran mendapat pengetahuan secara eksplisit. Strategi-st rategi yang dipakai oleh seorang guru sesuai dengan apa yang dianggap paling cocok bagi siswanya. sedangkan belajar bahasa adalah pengetahuan secara formal. pemeroleh an bahasa kedua yang diajarkan kepada pelajar dengan menyajikan materi yang sudah dipahami. Interaksi menuntut komunikasi bahasa dan mendoro ng pemerolehan bahasa. b.guru. pada dasarnya Orang-orang dewasa juga dapat memanfaatkan sarana pemerolehan bahasa alamiah yang sama seperti yang dipakai anak-anak. Materi bergantung pada kriteria yang ditentukan oleh guru. adalah mengecek a pakah hipotesis mereka tentang bahasa tersbut benar. sedangkan pembelajaran mengetahui bahasa kedua. mendapat pengetahuan secara implisit. dipengaruhi oleh strategi yang digunakan pembelajar. sedangkan orang dewasa hanya dapat mempelajarinya. sedangkan pembelajaran menolong sekali. Tidak ada keseragaman cara. Kedua. yakni me nyusun hipotesis tentang bahasa kedua dengan dasar pengetahuan mereka pada bahasa perta ma. e. yakni (1) verifikasi. Sofa (2008) juga memberikan batasan pembedaan pada pemerolehan dan pembelajaran dalam lima hal sebagai berikut. pemerolehan bahasa kedua secara alamiah adalah pemerolehan baha sa kedua/asing yang terjadi dalam komunikasi sehari-hari. Terdapat dua cara pemerolehan bahasa kedua. Anak-anak memperoleh bahasa. bebas dari pengajaran ata u pimpinan. Namun. dan bebas dar i pimpinan sistematis yang sengaja. Keberhasilan belajar bahasa kedua. Selain pembedaan pemerolehan dan pembelajaran yang dikemukakan di atas. Pemerolehan merupakan suatu proses yang amat kuat pada orang dewasa. sedangkan pembelajaran sadar dan disengaja. c. bahasa kedua seperti memungut bahasa kedua. d. Pemerolehan: memiliki ciri-ciri yang sama dengan pemerolehan bahasa pertama. menurut Steinberg (2001:238). (2) pemrosesan induktif. seorang anak penutur asli. Pertama. pemerolehan tidak membantu kemampuan anak. Setiap individu memperoleh bahasa ked ua dengan caranya sendiri-sendiri. secara bawah sadar.

75. (6) monitoring. dan Loncatan Atas (LA) sebesar 5. Strategi pertama ini memiliki rerata Panjang Ucapan. (5) memorasi atau mengingat. rata-rata (PUR) sebesar 1. Penggunaan pemahaman nonlinguistik untuk memperhitungkan serta menetapkan hubungan-hubungan makna-ekspresi bahasa merupakan suatu strategi yang amat persuasif atau dapat . yakni strategi mnemonic dan pengulangan untuk tujuan menguatkan penyimpanan dan pengambilan (storage and retrieval). berlatih. yakni menggunakan logika umum dalam memecahkan masalah. Gunakanlah pemahaman nonlinguistik Anda sebagai dasar untuk penetapan atau pemikiran bahasa.(3) alasan deduktif. yakni beran i membuat kesalahan dan memberi perhatian pada bagaimana pesan diterima oleh petut ur. a. Sofa (2008) mengemukakan lima strategi pemerolehan bahasa seperti berikut ini. yakni kegiatan mengulang. dan menirukan. (4) praktik.

bunyi. b. Kedua kelompok anak itu menyimak bahasa sekitar mereka secara berbeda. dalam perspektif ini meliputi dorongan. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembelajaran Bahasa Kedua Keberhasilan pembelajaran bahasa kedua dipengaruhi oleh enam faktor. d. Motivasi b erasal dalam diri individu. adalah faktor lingkungan. meliputi lingkungan formal dan informal. kaos kaki. 2002). jam). anggaplah bahwa bahasa dipakai secara referensial atau ekspresif dan dengan demikian menggunakan data bahasa. alasan. rasa. sedangkan kelompok yang satu lagi. gunakan apa saja atau segala sesuatu yang penting. Motivasi. Sifat-sifa t atas ciri-ciri perseptual dapat bertindak sebagai butir-butir atau titik-titik v okal bagi anak-anak (misalnya bayangan. sedangkan motivasi instrumen mengacu pada keinginan untuk memperoleh prestasi atau pekerjaan tertentu. bentuk). Kedua. menyimak. arti fisial. Belajar bahasa yang dilandasi oleh motivasi yang kuat. faktor motivasi. bersosialisasi. yang menonjol dan menarik hati Anda. topi) dan objek-objek yang bergerak dan berubah (seperti mobil. Ada dua ciri yang kerap kali penting dan menonjol bagi anak-anak kecil dan berharga bagi sejumlah kata-kata pertama mereka yaitu objek-objek yang dapat membuat anak-anak aktif dan giat (misalnya kunci. Lingkungan informal adalah lingkungan alami dan natural yang memungkinkan anak berinteraksi dengan bahasa tersebut. Kelompok yang satu memperlakukan bahasa yang dipakai untuk mengacu. atau tujuan yang menggerakkan seseorang untuk belajar bahasa. bagian dari pengajaran. . anak berusia sekitar dua tahun akan sibuk membangun dan memperkaya kosakata mereka. Anak kelompok ekspresif memiliki 50 kata pertama secara proporsional mencakup lebih banyak kata yang dipakai dalam ekspresi-ekspresi sosial (seperti terima kasih. Lingkungan formal adalah lingkungan sekolah yang dirancang sedemikian rupa. c. 2. yang dapat digolongkan sebagai motivasi integratif dan moti vasi instrumen. hasrat. bertindak selektif.merembes pada diri anak-anak. kemauan. ukuran. Strategi ini baik diterapkan pada anak yang berbicara sedikit dan seakan-akan mengamati lebih banyak. Suatu pola yang menarik terjadi pada penggunaan pertanyaan mengapa pada usia sekitar 3 tahun. kepada bahasa yang dipakai untuk bergaul. e. Menurut Dulay (1982). Pertama. palu. akan mem peroleh hasil yang lebih baik. mengamati untuk melihat bagaimana makna dan ekspresi verbal saling berhubungan. amatilah bagaimana caranya orang lain mengekspresikan berbagai makna. dan diarahkan untuk melakukan aktivitas yang berorientas i kaidah (Krashen. Motivasi integratif berkaitan dengan keinginan untuk menjalin komunik asi dengan penutur. jangan begitu) dan lebih sedikit nama-nama objek yang melihat bahasa (terutama sekali) sebagai pelayanan fungsi-fungsi sosial efektif. Banyak di antara mereka mempergunakan siasat bertanya atau strategi pertanyaan. ajukanlah pertanyaan-pertanyaan untuk memancing atau memperoleh data yang Anda inginkan. Anak-anak kelompok referensial memiliki 50 kata pertama mencakup suatu proporsi nomina umum yang tinggi dan yang seakan-akan melihat fungsi utama bahasa sebagai penamaan objek-objek.

lingkungan informal. terutama teman sebaya. memiliki pengaruh yang cukup kuat da lam .

1981:15 4). Materi pembelajaran yang dipajankan secara natural memberikan makna bagi anak dalam kehidupan sehari-hari. pengaruh pada morfem terikat. Selain itu. lingkungan yang diperkaya pun sangat memb antu anak menguasai bahasa. Peranan Bahasa Pertama dalam Proses Pemerolehan Bahasa Kedua Telah dipaparkan sebelumnya mengenai beberapa konsep dasar serta strategi dalam pemerolehan bahasa pertama (B1) dan pembelajaran bahasa kedua (B2). meskipun mungkin mereka tidak dapat mengeskpresikan penguasaannya dalam komunikasi yang natural (Ellis. pembelajar mempunyai kemudahan mengembangkan kompetensinya. kemungkinan percampuran kode lebih mudah terjadi. menurut Lambert (1972) memiliki peluang untuk mahir belajar bahasa. buku-buku bergambar. Pengaruh bahasa pertama kian bertambah pada bahasa kedua jika pelajar . meskipun aturan berbahasa harus mereka bangun secara natural (Brewer. dan pengaruh bahasa pertama walaupun pengaruh isi sangat lemah (kecil). Jika bahasa pertama memiliki kedekatan kekerabatan dengan bahasa kedua. pajanan yang disajikan secara formal membuat anak menguasai kaidah secara relati f cepat. Dalam hal pelafalan. Tersedianya materi-materi cetak. Meskipun demikian. 1981).proses pemerolehan bahasa. yaitu pengaruh pada urutan kata dan karena proses penerjemahan. Ada ti ga macam pengaruh proses belajar bahasa kedua. Kelima. 2003). Ketiga. sebesar 8 23 % merupakan kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh orang dewasa. adalah usia. diduga tingkat kecerdasan anak mempengaruhi kecepatan pemerolehan bahasa keduanya. adalah bahasa pertama. adalah faktor intelligensi. Menurut Lambert. 1986). baik pada tes inteligensi verbal maupun nonverbal (Lambert. dan media-media yang setiap saat dapat dilihat anak merupakan bagian dari lingkungan yang diperkaya. D. adalah kualitas pajanan. sebagaimana banyak ditemukan percampuran kode dalam tuturan anak-anak Taman Kanak-kanak di DIY (Musfiroh. Mereka masih berada pada masa umur kritis berbahasa (Allan & Paivio. Bidang yang sangat kuat dipengaruhi oleh bahasa pertama adalah pengucapan. anak-anak memiliki peluang untuk berbicara s ecara fasih. Berdasarkan hasil penelitian yang dikemukakan dalam Sofa (2008) bahwa bahasa pertama mempunyai pengaruh positif yang sangat besar terhadap bahasa kedua sebesar 4 12 % dari kesalahan-kesalahan dalam tata bahasa yang dibuat oleh anak-anak berasal dari bahasa pertama. Mayoritas kesalahankesalahan tersebut lebih banyak dalam susunan kata daripada dalam morfologi. 199 5) Keempat. Di lain pihak. Anak-anak. tetapi secara berangsur-angsur mereka bersandar pada sistem bahasa kedua dan aksen atau tekanan (logat) mereka pun menghilang. Anak-anak memproses sistem bunyi baru melalui pola-pola fonologis bahasa pertama pada tahap-tahap awal pemerolehan bahasa kedua. anak-anak bilingual memiliki performansi yang secara signifikan lebih baik daripada anak-a nak monolingual. Keenam. Walaupun belum terbukti secara akurat dan bertentangan dengan teori multiple intelligences.

diharapkan menghasilkan bahasa kedua sebelum dia mempunyai penguasaan yang cukup memadai terhadap bahasa barunya. baik dalam upaya komunikasi maupun terjemahan. Pengaruh bahasa pertama juga merupakan fakta dalam interaksi yang terjadi . Pelajar akan bergantung pada strukturstru ktur bahasa pertama.

Kurangnya desakan penghasilan ujaran lisan akan menguntungkan bagi anak-anak dan orang dewasa menelaah bahasa kedua dalam latar-latar formal. Daftar Pustaka Ellis.com/2009/04/14/pemerolehan-bahasa-pertama/. tetapi dalam jangka panjang akan lebih bermanfaat kalau bahasa dipergunakan untuk maksud dan tujuan komunikasi. melainkan akibat dari penyajian yang justru diperbolehkan menyajikan sesuatu sebelum dia mempelajari perilaku baru itu. Krashen.antara bahasawan bahasa pertama dan bahasa kedua. Satu-satunya sumber utama kesalahan-kesalahan sintaksis dalam penghasilan bahasa kedua orang dewasa adalah bahasa pertama si pelaku. Psychology. Pengaruh bahasa pertama merupakan petunjuk bagi pemerolehan yang rendah. Pemerolehan bahasa mungkin pelan-pelan. California : Stanfo rd University Press. kata demi kata. Second Language Acquisition and Second Language Learning. Pengaruh bahasa pertama lebih lemah dalam morfem terikat. 2002. ed. Jika bahasa kedua berbeda dengan bahasa pertama. Pengaruh bahasa pertama dapat dianggap sebagai sesuatu yang tidak alamiah. Ada pandangan yang menyatakan bahwa kesalahan bukan bersumber pada struktur bahasa pertama. Pengaruh bahasa pertama paling kuat atau besar dalam lingkungan-lingkungan pemerolehan yang rendah. melainkan pada latar belakang linguistik yang berbeda-beda dari bahasa kedua (B2) pelajar. Wallace E. . 2008. London: Prentice H all International Ltd (UK). Anak-anak mungkin membangun atau membentuk kompetensi yang diperoleh melalui masukan. Pengobatan atau penyembuhan bagi interferensi hanyalah penyembuhan bagi ketidaktahuan belajar. Bahasa pertama dapat merupakan pengganti bahasa kedua yang telah diperoleh sebagai suatu inisiator atau pemrakarsa ucapan apabila pelajar bahasa kedua harus menghasilkannya dalam bahasa sasaran. Language. Pengaruh bahasa pertama bukanlah merupakan hambatan atau rintangan proaktif. Stephen D.wordpress. 1972. Second Language Acquisition in Context. California : Pergamon Press Lambert. and Culture. Rod. Pemerolehan Bahasa Pertama. tetapi tidak cukup kemampuan bahasa kedua yang telah diperolehnya. Safriandi. model monitor dapat dipakai dengan menambahkan beberapa morfologi dan melakukannya dengan sebaik-baiknya untuk memperbaiki susunan kata. Pengaruh bahasa pertama terlihat paling kuat dalam susunan kata kompleks dan dalam terjemahan frase-frase. Dtanggal 14 April 2009 pada http://nahulinguistik. Seseorang dapat saja menghasilkan kalimat-kalimat dalam bahasa kedua tanpa suatu pemerolehan. 1987.

1982.com/2008/01/28/pemerolehanbahasapertama-dan-bahasa-kedua/ . Language Two. 2001. 2008. Adaptasi Heidy Dulay. Pakde. Mind and World. & Aline. _______1985 Seluk Beluk Belajar Bahasa Kedua. Sofa.wordpress.Diktat. Danny D. Pemerolehan Bahasa Pertama dan Bahasa Kedua. Psycholinguistics : Language. Hiroshi. Nagata. FKIP UNUD.. 1984 Seluk Beluk Pemerolehan Bahasa Pertama. London : Longman Sumarsono.Steinberg. David P. Singaraja. Diakses tanggal 28 Januari 2008 pada http://massofa. Bacaan Psikolinguistik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful