TEKNIK PEWARNAAN BAKTERI I. TUJUAN Mempelajari teknik pewarnaan untuk pewarnaan mikroorganisme. II. PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Melihat dan mengamati bakteri dalam keadaan hidup sangat sulit, kerena selain bakteri itu tidak berwarna juga transparan dan sangat kecil. Selain itu bakteri yang hidup akan kontras dengan air, dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan. Sedangkan, untuk mengatasi hal tersebut maka dikembangkan suatu teknik pewarnaan sel bakteri, sehingga sel dapat terlihat jelas dan mudah diamati. Oleh karena itu teknik pewarnaan sel bakteri ini merupakan salah satu cara yang paling utama dalam penelitianpenelitian mikrobiologi. Prinsip dasar dari pewarnaan ini adalah adanya ikatan ion antara komponen selular dari bakteri dengan senyawa aktif dari pewarna yang disebut kromogen. Terjadi ikatan ion karena adanya muatan listrik baik pada komponen seluler maupun pada pewarna. Berdasarkan adanya muatan ini maka dapat dibedakan pewarna asam dan pewarna basa. Teknik pewarnaan gram tersebut dapat menghasilkan warna merah dan ungu, bakteri gram negatif ditandai dengan pewarnaan merah sedangkan yang positif berwarna ungu (Levine, 2000). Berdasarkan pewarnaan bakteri tadi yaitu gram positif dan gram negative, kedua kelompok bakteri tersebut memiliki sifat khas yang tersendiri baik dalam hal bentuk, komponen dinding sel, hingga kenampakan dalam suatu pewarnaan. Pemarnaan bakteri sendiri digunakan agar mempermudah dalam mempelajari suatu mikroba. Pewarnaan sendiri ada berbagai macam cara dan berbagai macam tujuan dengan dilakukannya suatu pewarnaan. Pewarnaan yang paling mudah dilakukan adalah pewarnaan gram, dan jika berhasil maka akan terlihat perbedaannya secara nyata. Namun ada beberapa tahapan yang merupakan tahap krusial pewarnaan, jika terjadi suatu kesalahan maka hasilnya sangat fatal. Pada percobaan ini dilakukan agar setiap mahasiswa terampil dalam melakukan pewarnaan pada bakteri, dapat melihat perbedaan hasil secara nyata, serta mampu menganalisis fenomena yang terjadi dari setiap tahapan pewarnaan.

B. Dasar Teori Metode pengecatan pertama kali ditemukan oleh Christian Gram pada tahun 1884. Dengan metode ini, bakteri dikelompokkan menjadi 2, yaitu: Bakteri gram positif dan bakteri gram negative yang didasarkan dari reaksi atau sifat bakteri terhadap cat tersebut. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya sehingga pengecatan gram tidak bisa dilakukan pada

2. 1991). kromosom. sytesdan furunculosis beberapa infeksi (radang paru-paru. Mycoplasma sp. diplobasil. catalase-oxidase-positif dan negative. (Sutedjo. meningitis. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu) Meliputi kapsul. . fimbria. dan tripobasil. diplococus. Struktur dasar (dimiliki oleh hamper semua jenis bakteri) Meliputi dinding sel. Endospore adalah organisme yang dibentuk dalam kondisi stress karena kurang nutrisi. indicator pada level pencemaran air serta mendeteksi pathogen pada feses manusia yang disebabkan oleh Salmonella thypi. vakuola gas dan endospora (Assani. saluran kencing osteomyelitis dan endocarditis serta menyebabkan keracunan makanan yaitu dengan melepaskan enterotoxins menjadi makanan sehingga menjadi toksik dengan melepaskan superantigens kedalam aliran darah (Cappaccino. Bakteri ini ada yang berkoloni dan berbentuk seperti buah anggur. Selain itu. pilus. membrane plasma. biasanya S. Bakteri gram negative ditandai dengan pewarnaan ungu. radang urat darah. coli hidup dalam jumlah besar dalam usus manusia. 1990). yaitu: 1. Khusus pada spiral hanya dibagi 2 yaitu: setengah melengkung dan tidak melengkung (Dwijoseputro. dan spirilum. aureus merupakan pathogen seperti bisul. E.1994). yang memiliki kemungkinan untuk tetap berlanjut dilingkungan sampai kondisi menjadi baik (Gupte. dan granula penyimpanan.mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti. Teknik pewarnaan gram tersebut dapat menghasilkan warna merah dan ungu. Akan tetapi pada strain baru dari E. radang kelenjar dada. sampai staphylococcus (bentuknya mirip buah anggur). yaitu membantu sistem pencernaan manusia dan melindunginya dari bakteri pathogen. Beberapa karakteristik yang dimiliki Staphylococcus aureus diantaranya: hemolytic pada darah agar. Rosenbach menjelaskan ada 2 jenis warna staphylococci yaitu: Staphylococus aureus yang berwarna kuning dan Staphylococcus albus yang berwarna putih. Escherichia coli termasuk dalam famili Enterobacteraceae yang termasuk gram negatif dan berbentuk batang yang fermentatif.1983). Peranan yang menguntungkan adalah dapat dijadikan percobaan limbah diair. flagellum. Staphylococcus adalah bakteri gram-positif yang berbentuk bola. Struktur bakteri terbagi menjadi 2. sitoplasma. Pada tahun 1884. Bakteri memiliki beberapa bentuk yaitu basil (tongkat). coli merupakan pathogen berbahaya yang menyebabkan penyakit diare dan sindrom diare lanjutan serta hemolitik uremic (hus). Bakteri yang berbentuk basil pembagiannya yaitu: basil tunggal. Bakteri juga dapat dibedakan melalui teknik pewarnaan gram. 1994). DNA. Sedangkan pada kokus dibagi monokokus (satu buah bakteri berbentuk bulat). dapat tumbuh pada suhu berkisar 15 sampai 45 derajat dan lingkungan NaCl pada konsentrasi tinggi hingga 15% dan menghasilkan enzim koagulase. ribosom. kokus.

Pewarnaan Sederhana Menggunakan satu jenis zat warna. Adapun beberapa teknik pewarnaan antara lain: 1. 1993). Cara fiksasi medium cair yaitu meletakkan suspensi mikroorganisme pada kaca objek yang telah dilingkari. tetapi pada praktikum kali ini hanya dilakukan pewarnaan gram dan pewarnaan spora. 2. Teknik pewarnaan gram haruslah sesuai prosedur karena dapat mengakibatkan kesalahan identifikasi data apakah gram positif atau gram negatif sehingga diperlukan adanya pratikum ini dilakukan agar mengetahui jalannya mekanisme pewarnaan gram. perlu dilakukan fiksasi mikroorganisme dan penyiapan olesan. Pewarnaan Spora Dengan metode Dorner. Endospora adalah organisme yang dibentuk dalam kondisi stress karena kurang nutrisi. selain itu. yaitu:  Pengecatan negative  Pengecatan sederhana  Pengecatan gram  Pengecatan ziehl Nielsen  Pengecatan kapsul  Pengecatan spora  Pengecatan flagella (Ratna. lalu menyebarkan hingga rata. digunakan nigrosin dan menghasilkan spora berwarna merah dan sporangium tak berwarna. .1995). Untuk medium padat. Teknik pewarnaan ada bermacam-macam cara. sebelum diberi suspensi diberi air steril dulu. Adanya gram positif dan gram negative disebabkan oleh perbedaan bandingan dinding sel bakteri. sitoplasma bersifat basofil. 3. Pewarnaan Tahan Asam Mengunakan pewarnaan karbolfuksin dengan pemanasan. Sebelum melakukan pewarnaan. membiarkan olesan kering lalu diletakkan di atas api bunsen. Fiksasi panas dilakukan saat olesan sudah benar-benar kering. pewarna tandingan metilene blue Loffler. ada endospora yang bisa diwarnai. Pewarnaan gram menghasilkan 2 kelompok besar bakteri. yaitu: gram positif berwarna ungu dan gram negative berwarna merah. (Hadioetomo. apabila belum kering sel-sel organisme akan bersangkutan seperti direbus. Beberapa cara pengecatan. Hal ini bertujuan untuk memberikan warna pada bakteri pada akhirnya dapat diidentifikasi dengan mudah. zat warna bersifat alkali (komponen kromatoforiknya positif). lalu kelanjutannya sama dengan fiksasi pada medium cair. 1986). Fiksasi yang dilakukan pada medium padat berbeda denga fiksasi pada medium cair.sedangkan yang positif berwarna merah. yang memiliki kemungkinan untuk tetap berlanjut dilingkungan sampai kondisi menjadi baik (Jaweta. Kandungan senyawa peptidoglikan pada dinding sel gram positif lebih tebal dibandingkan pada dinding gram negatif. kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarnaan sederhana.

konsentrasi. (Team Mikrobiologi. Kerapatan sel c. Pewarnaan sederhana merupakan teknik pewarnaan yang paling banyak digunakan. Sifat. Alat dan Bahan . karena mampu membedakan dua jenis bakteri besar. Faktor yang menimbulkan keragaman dalam reaksi gram antara lain: a. sehingga berwarna ungu. 5. Pewarnaan ini paling banyak digunakan utuk mencirikan bakteri. Pelaksanaan fiksasi b. Dengan pewarnaan sederhana dapat mengetahui bentuk dan rangkaian sel bakteri (Hadioetomo. menyusut oleh perlakuan alkohol karena dehidrasi sehingga dinding sel menutup sedag gram negatif mengandung lemak tinggi yang dapat larut dalam aseton atau alkohol. Hal ini dikarenakan dinding sel gram positif lebih tebal. yaitu gram positif dan gram negatif. Sejarah biakan e. Digunakan lebih dari satu pewarna. berwarna merah muda. Gram negatif adalah organisme yang kehilangan kompleks pewarna ungu kristal iodium pada waktu pembilasan dengan alcohol dan terwarnai pewarna tandingan safranin. pewarnaan yang menampilkan perbedaan antar sel-sel mikroba dan bagian-bagiannya. Pewarnaan Gram Merupakan pewarnaan diferensial.4. Pewarnaan gram termasuk dalam differensial. Zatzat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkolin. METODE A.1994). disebut sederhana karena hanya menggunakan satu jenis zat warna untuk mewarnai organisme tersebut. Jika ada. sel-sel lain adalah sel darah putih (Suriawiria. III. Gram positif adalah organisme yang dapat menahan kompleks pewarna primer ungu kristal iodium sampai akhir prosedur. jumlah pemucat (Pelczar. Bakteri gram – positif antraks batang ungu) pada contoh cairan serebrospina. Konsentrasi dan umur reagen d.kristal violet dan arbon fuehsin. 2005). 6. 2001). Pewarnaan basa yang biasa digunakan untuk pewarnaan sederhana ialah methylene blue. menggunakan nigrosin. Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarnaan – pewarnaan sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka dengan basa). Pewarnaan Kapsula Pewarnaan tidak bisa dilakukan dengan prosedur biasa karena kapsula bersifat ionic. 1993). Pewarnaan Negatif Pewarnaan ini tidak mengalami pemanasan atau perlakuan keras. bakteri spesies gran negative akan berwarna merah muda.

Bunsen 2. Langkah tersebut juga diulangi pada sample suspensi X III. Gelas benda tersebut kemudian ditetesi dengan kristal violet. Gelas benda diambil. e. sebanyak 1 tetes 3. Sampel A B Warna akhir Merah muda Ungu muda Jenis bakteri Gram negative Gram positif Nama bakteri Escherichia coli Bacillus cereus Pewarnaan Gram adalah pewarnaan diferensial yang sangat berguna dan paling banyak digunakan dalam laboratorium mikrobiologi. 1 tetes. Alat a. kemudian dibilas dengan menggunakan penyemprot yang berisi aquadest 5. karena merupakan tahapan penting dalam langkah awal . kemudian dibilas dengan menggunakan penyemprot yang berisi aquadest 8. Bahan Bakteri sampel A Bakteri sampel B Kristal violet Iodin Alkohol 96% Safranin Aquades 1 tetes 1 tetes 1 tetes 1 tetes 1 tetes 1 tetes secukupnya B. g. Didiamkan selama 60 detik. Selanjutnya ditetesi dengan 1 tetes iodine menggunakan pipet tetes. kemudian dilewatkan pada api Bunsen 2. hingga tetesan yogurt menjadi kering 4. 2. Sampel dipanaskan di atas bunsen atau dihisap kelebihan cairan menggunakan tissu 9. a. Didiamkan 45 detik. kemudian difiksasi. Didiamkan 45 detik. Cara Kerja 1. b. Didiamkan 60 detik. Mikroskop b. yakni di lewatka pada nyala api. Yogurt diambil dengan memakai pipet tetes. c. Diamati dibawah mikroskop 10. d. Ditetesi dengan alkohol 96% sebanyak 1 tetes menggunakan pipet tetes. f. Terakhir ditetesi dengan safranin 1 tetes menggunakan pipet tetes. kemudian dibilas dengan menggunakan penyemprot yang berisi aquadest 7. kemudian dibilas dengan menggunakan penyemprot yang berisi aquadest 6. 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel hasil percobaan No. Diletakkan pada gelas benda.1.

formalin. walaupun sebenarnya yang diwarnai adalah bakteri gram negative. didiamkan 1 menit dahulu agar cat terikat kuat. yaitu penetesan kristal violet pada sampel. Pembuatan olesan bakteri. Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tebal dan membran sel selapis. c. dapat dilakukan secara pemanasan atau dengan aplikasi bahan kimia seperti sabun.identifikasi. Sedangkan baktri gram negatif mempunyai dinding sel tipis yang berada di antara dua lapis membran sel. Aplikasi zat warna tunggal. iodin. Pemberian cat warna utama (cairan kristal violet) berwarna ungu. d. Pencucian (dekolarisasi) dengan larutan alkohol asam. dan safranin) tersebut memiliki fungsi diantaranya penetesan kristal violet berfungsi sebagai cat utama yang akan diikat oleh peptidoglikan bakteri dan dilakukan selama 30 detik supaya cat dapat melekat sempurna pada dinding bakteri. 1993). Prosedur pewarnaan gram awalnya adalah tahap pemberian sample kemudian setelah sample diteteskan difiksasi. Alkohol 96% untuk melunturkan cat utama. Setelah proses tersebut gelas benda . Namun. agar tidak terjadi penumpukan. c. tidak terkena api hanya dilewatkan saja hingga kering. Langkah-langkah utama dalam teknik pewarnaan antara lain: a. Pengintesifan cat utama dengan penambahan larutan mordan JKJ. olesan bakteri tidak boleh terlalu tebal atau tipis. Jenis bakteri berdasarkan pewarnaan gram dibagi menjadi dua yaitu gram positif dan gram negatif. Pemberian cat lawan yaitu cat warna safranin. dimana pembarian kristal violet ini bertujuan sebagai cat utama yang nantinya akan diikat oleh peptidoglikan bakteri dan pada saat penetesan ini tidak langsung dibilas dengan aquades setelah penetesan. fenol. Namun. b. alkohol 95%. Pewarnaan gram pada praktikum ini dilakukan dalam 4 tahap yaitu: a. Tahapan kedua yakni sudah masuk tahap awal pewarnaan. Fiksasi. Pewarnaan ini didasarkan pada tebal atau tipisnya lapisan peptidoglikan di dinding sel dan banyak sedikitnya lapisan lemak pada membran sel bakteri. b. setelah itu baru kemudian di bilas dengan aquades. atau lebih dari 1 zat warna. Kemudian ditetesi dengan memakai Iodin yang mana pemberian iodine ini bertujuan untuk mengintensikan cat utama atau mempertegas dan dalam proses ini di tunggu 1 menit sebelum dibilas. Larutan terakhir yaitu safranin yang berwarna merah sebagai cat penutup untuk mewarnai kembali sel-sel yang sudah kehilangan warna utamanya dan dilakukan selama 45 detik agar bakteri yang telah luntur dapat terwarnai (Hadioetomo. Iodin sebagai cat mordan untuk mengintensifkan cat utama dan dilakukan selama 30 detik agar pengikatan warna oleh bakteri menjadi lebih kuat. Penetesan masing-masing larutan pewarnaan gram (kristal violet. tidak boleh terlalu lama atau terlalu sebentar. dilakukan selama 30 detik supaya cat dapat luntur secara sempurna dan tidak ada yang tersisa. Karena jika terlalu lama bakteri akan cenderung menjadi gram positif.

Dari hasil percobaan diketahui bahwa koloni bakteri A merupakan bakteri Escherichia Coli dengan hasil percobaan menunjukan warna merah muda yang menandakan bahwa bakteri merupakan gram negatif. sedangkan penyingkiran zat lipida dari dinding sel organisme gram negatif dengan pencucian alcohol memungkinkan hilang dari sel. meskipun yang diuji gram positif. Tahap pewarnaan berikutnya adalah penetesan dengan memakai alcohol 95% dimana fungsinya adalah untuk melunturkan cat utama. Kompleks zat iodin terperangkap antara dinding sel dan membran sitoplasma organisme gram positif. Pada tahap ini dilakukan selama 1 menit.dibersihkan dengan aquades. dibilas memakai aquades dan kemudian dikeringkan. Bakteri gram positif memiliki membran tunggal yang dilapisi . Karena jika terlalu lama akan cenderung menjadi gram negative. Setelah itu. Tahap terakhir adalah pewarnaan dengan safranin yakni untuk mewarnai kembali sel-sel yang sudah kehiklangan cat warna utama. Sedangkan koloni bakteri B merupakan bakteri Bacillus cereus dengan hasil percobaan menunjukan warna ungu muda yang menandakan bahwa bakteri merupakan gram positif. Kemudian didiamkan 45 detik agar cat meresap. Hasil pawarnaan dapat diamati langsung dibawah mikroskop. Perbedaan dasar antara bakteri gram positif dan negatif adalah pada komponen dinding selnya. dan tidak boleh terlalu lama atau terlalu sebentar.

Mengandung asam tekoat.  Kurang rentan terhadap senyawa penisilin.  Pertumbuhan dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu kristal.  Bersifat lebih rentan terhadap penisilin.  Resistensi terhadap alkali (1% KOH) larut  Tidak peka terhadap streptomisin  Toksin yang dibentuk Eksotoksin Endotoksin Klasifikasi Ilmiah Kingdom : Bacteria Filum : Firmicutes Kelas : Bacili Ordo : Bacillales Famili : Bacillaceae Genus : Bacillus Spesies : Bacillus cereus Bacillus cereus .  Komposisi nutrisi yang dibutuhkan relatif sederhana.  Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit.  Resistensi terhadap alkali (1% KOH) lebih pekat  Peka terhadap streptomisin  Toksin yang dibentuk Endotoksin Ciri-ciri bakteri gram positif yaitu :  Struktur dinding selnya tebal. Beberapa perbedaan sifat yang dapat dijumpai antara bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatife. berlapis tunggal atau monolayer. Komponen utama merupakan lebih dari 50% berat ringan.  Lebih resisten terhadap gangguan fisik. tidak mengandung asam tekoat.  Pertumbuhannya tidak begitu dihambat oleh zat warna dasar misalnya kristal violet. sebelah dalam dengan jumlah sedikit ± 10% dari berat kering.  Tidak resisten terhadap gangguan fisik. peptidoglikan ada yang sebagai lapisan tunggal.peptidohlikan yang tebal (25-50nm) sedangkan bakteri negative lapisan peptidoglikogennya tipis (1-3 nm).  Dinding selnya mengandung lemak lebih banyak (11-22%). sekitar 10 – 15 mm.  Dinding selnya mengandung lipid yang lebih normal (1-4%). Sifat bakteri terhadap pewarnaan Gram merupakan sifat penting untuk membantu determinasi suatu bakteri. Ciri-ciri bakteri gram negatif yaitu:  Struktur dinding selnya tipis. berlapis tiga atau multilayer. peptidoglikan terdapat didalam  lapisan kaku. sekitar 15-80 nm.

sedangkan jenis lain dapat bermanfaat sebagai probiotik untuk hewan. indikator pada level pencemaran air serta mendeteksi patogen pada feses manusia . coli merupakan patogen berbahaya yang menyebabkan penyakit diare. infeksi saluran urin. dan neonatal meningitis." karena bakteri adalah klasik dikontrak dari piring nasi goreng yang telah duduk pada suhu kamar selama berjam-jam (seperti pada prasmanan). Gram-positif. Peranan yang mengguntungkan adalah dapat dijadikan percobaan limbah di air. Ini adalah penyebab dari "Sindrom Nasi Goreng. coli termasuk dalam famili Enterobacteraceae yang termasuk bakteri gram negatif dan berbentuk batang yang fermentatif. hemolitik uremic (hus).Hasil pengamatan mikroskop Bacillus cereus adalah. Faktor virulensi meliputi cereolysin dan fosfolipase C. Klasifikasi Ilmiah Kingdom : Bacteria Filum : Proteobacteria Kelas : Gammaproteobacteria Ordo : Enterobacteriales Famili : Enterobacteriaceae Genus : Escherichia Spesies : Escehricia coli Eschericia coli Hasil pengamatan mikroskop E. coli hidup dalam jumlah besar di dalam usus manusia. sindrom diare lanjutan. yaitu membantu sistem pencernaan manusia dan melindunginya dari bakteri patogen. B. cereus bakteri aerob. bakteri hemolitik beta. Akan tetapi pada strain baru dari E. muntaber. Beberapa strain yang berbahaya bagi manusia dan menyebabkan penyakit bawaan makanan. E. endemik tanah-tinggal. berbentuk batang. dan seperti anggota lain dari genus Bacillus dapat menghasilkan endospora pelindung. infeksi usus.

yakni bakteri grampositif dan bakteri gram-negatif. iodine. Bakteri berbentuk kokus (bulat) b. Teknik pewarnaan warna pada bakteri dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu pengecatan sederhana. E. alcohol 96%. Bakteri yang termasuk kelompok khusus 5. Disamping itu. Larutan pengikat warna dasar (larutan iodin) c. Sebagai penutup warna utama (safranin) .yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Larutan pencuci warna dasar (alkohol 96%) d. IV. kemudian difiksasi 2. Fungsi pewarnaan larutan yaitu: a. coli banyak digunakan dalam teknologi rekayasa genetika dan biasa digunakan sebagai vektor untuk menyisipkan gen-gen tertentu yang diinginkan untuk dikembangkan karena bakteri ini memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dan mudah dalam penanganannya. KESIMPULAN 1. Pewarna dasar (kristal violet) b. pengecatan diferensial dan pengecatan struktural. Terbagi atas: a. Bakteri di klasifikasi atas dua golongan. Bakteri berbentuk lengkung d. 6. dan safranin 3. Bakteri berbentuk batang c. Langkah-langkah urutan pewarnaan harus diperhatikan. Bakteri yang termasuk gram positif adalah Lactobacillus casei dan bakteri gram negative adalah Escherichia coli 4. pengecatan negatif. Pewarnaan struktur sel bakteri dilakukan dengan menggunakan larutan kristal violet. Teknik pembuatan sediaan apusan (preparat) dapat dilakukan dengan mensuspensikan biakan bakteri denagn aquades.

G. New York: Addison-Wesley Publishing company Dwijoseputro. & Natalie.DAFTAR PUSTAKA Assani. D.Mikrobiologi dasar. E. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta: Fakultas Kedokteran UI Cappucino.Microbiology a Laboratory manual. 1994. 1994. Jakarta: UI Press Surakarta. Jambatan Gupta. S. . 19 Oktober 2011 Mengetahui Asisten Pembimbing Praktikan Zulfiyah Santosa Pradana Putra S. Michael. S. 1983. Jakarta: PT. 1993. Jakarta: EGC Pelczar. Ratna Sri. 1993. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Dasar-dasar mikrobiologi.Mikrobiologi untuk Profesi Kesehatan. J. Yogyakarta: UGM Press Jaweta.1986.N. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek.Jakarta: Bina Rupa Aksara Hadioetomo. 1990. S.

LAMPIRAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful