You are on page 1of 20

PRESENTASI KASUS BEDAH I.

Identitas Nama Umur Jenis Kelamin Agama Alamat Tanggal Masuk RS Tanggal Pembedahan Tanggal Pulang RS
II.

: Ny. N : 29 tahun : Perempuan : Islam : Cilengsi, Bogor : 18 September 2011 : 19 September 2011 : 20 September 2011

Anamnesis Keluhan utama Keluhan tambahan Riwayat Penyakit Sekarang : ± 2,5 bulan SMRS, pasien merasa ada benjolan pada payudara sebelah kanan. Benjolan kira-kira sebesar berdiameter 1cm. Benjolan tidak terasa nyeri. Pasien tidak merasa nyeri pada payudaranya walaupun saat menjelang atau sedang haid. Pasien tidak merasa ada keluhan lain. Pasien tidak pernah merasa terbentur ataupun terpukul payudaranya. + 1 bulan SMRS benjolan diarasa sebesar kelereng. Benjolan tersebut tidak nyeri dan tidak ada keluhan lain. ± 1 hari SMRS, benjolan dirasakan pasien semakin membesar dan sebesar telur puyuh. Pasien tidak merasa nyeri ataupun keluhan lain, namun karena khawatir akan membesarnya benjolan tersebut, pasien memutuskan untuk memeriksakan payudaranya. Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat Penyakit Keluarga : :: Terdapat benjolan pada payudara sebelah kanan : Benjolan semakin membesar

Riwayat penyakit pada payudara (-)

1

Rr.Dian Pratiwi 110.2006.239

III. Pemeriksaan Fisik : A. Status Generalis Keadaan umum Kesadaran Vital sign : Tampak sakit ringan. : compos mentis : TD: 110/80 mmHg N : 84 x/ menit RR: 20x/ menit S : 36,3°C Kepala Conjungtiva Sklera Leher Thoraks COR : Inspeksi Palpasi Perkusi Pulmo : : ictus cordis tidak terlihat : ictus cordis tidak teraba di ICS V garis midclavicula kiri : redup, batas jantung normal : Normocephal Mata : Tidak anemis : Tidak ikterik : Tidak ada pembesaran KGB.

Auskultasi : BJ I-II reguler, murmur (-), gallop (-) Inspeksi : Pergerakan kedua hemithorax simetris statis dan dinamis Palpasi Perkusi : Fremitus kedua hemithorax simetris : Sonor pada kedua lapang paru

Auskultasi : Vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/Abdomen : Inspeksi : Tampak datar Palpasi Perkusi Auskultasi Ekstremitas : : Supel, NT -/: Timpani pada seluruh regio abdomen : BU + Edema -

-

Sianosis -

-

B. Status Lokalis Pada posisi baring dan duduk didapatkan : Regio: Mammae dextra

2

Rr.Dian Pratiwi 110.2006.239

konsistensi kenyal. batas tegas. permukaan rata tidak berbenjol.2006. IV.000 : 6700/uL : 62mm :::2 : 60 : 36 :2 : 12’ : 3’ : kuning : agak keruh Rr.Inspeksi (kanan dan kiri) deformitas atau asimetri (-) benjolan (-) kulit mammae : ulcus (-) dimpling (-) pelebaran vena (-) satelit nodule (-) peau de orange (-) nipple : inverted / retraksi (-) luka (-) sekret (-) axilla.239 . subclavia : tidak tampak benjolan Palpasi Mammae kanan Teraba 1 benjolan bentuk bulat diatas areola. Pemeriksaan Penunjang (Tgl 12 September 2011) Hb Hematokrit Trombosit Leukosit LED Basofil Eosinofil Stab Segmen Limposit Monosit CT BT Urin Lengkap Warna Kejernihan 3 : 12. cervical. nyeri tekan (-). mobile. tidak terfixir pada dinding dada dan kulit. subclavia kanan dan kiri tidak teraba benjolan lain. diameter + 3 cm. sekret (-) Mammae kiri Tidak ada kelainan Regio axilla.8 : 41% : 401.Dian Pratiwi 110. cervical.

nyeri tekan (-). Pada pemeriksaan fisik didapatkan regio mammae dextra pada inspeksi tidak terlihat adanya benjolan sebesar telur puyuh. Amoxicillin 4x500 mg Cap. permukaan rata. Hiperemis pada kulit mammae -. Pasien mengatakan benjolan tersebut dirasakan semakin hari semakin membesar. Resume : 2-3/lpb : 6-7/lpb :: asam Urobilinogen : + Pasien wanita usia 46 tahun datang dengan keluhan benjolan pada payudara kanan sejak 2.Eritrosit Leukosit Protein PH V. As. batas tegas.2006. tidak berbenjol. Mefenamat 3x500mg Tab. Diagnosis Kerja Fibroadenoma Mammae ( FAM ) Dextra VII. mobile konsistensi kenyal. B-Complek 3x1 Diet Bebas Prognosis Quo ad vitam Quo ad functionam : ad bonam : dubia ad bonam - 4 Rr. Pasien tidak merasa nyeri ataupun keluhan lain.5 bulan lalu. Terapi - Post Operasi Eksisi  tanggal 19 September 2011 IVFD RL : 28 tpm Cap. VI. Benjolan kira-kira berdiameter 1cm.239 .Dian Pratiwi 110. Palpasi: Teraba 1 benjolan bentuk bulat diatas areola. namun karena kekhawatiran pasien akan membesarnya benjolan tersebut. sehingga pasien memutuskan untuk memeriksakan payudaranya. regio: superior medial mammae dextra . dimana ± 1 hari SMRS benjolan tersebut berukuran sebesar telur puyuh. diameter +3 cm.

dan fibroadenoma ini sangat jarang atau bahkan sama sekali tidak dapat menjadi kanker atau tumor ganas. sehingga tumor ini disebut sebagai tumor campur (mix tumor). 1. Fibroadenoma ini dapat kita gerakkan dengan mudah karena pada tumor ini terbentuk kapsul sehingga dapat mobile.1 Latar Belakang Pada beberapa tahun terakhir ini.2 Epidemiologi Penelitian saat ini belum dapat mengungkap secara pasti apa penyebab sesungguhnya dari fibroadenoma mammae. Perlu diingat bahwa tumor ini adalah tumor jinak. hal ini diketahui karena ukuran fibroadenoma dapat berubah pada siklus menstruasi atau pada saat kehamilan. tak ada sesuatu yang lebih baik selain diagnosis bahwa tumor yang diderita merupakan tumor jinak. Beberapa di antaranya berawal dari sebuah benjolan yang kecil dan tampak tak berbahaya.BAB I PENDAHULUAN 1.239 . oleh sebab itu sering disebut sebagai ”breast mouse”. bertekstur kenyal atau padat. 5 Rr. karsinoma atau kanker telah menjadi salah satu penyebab tersering kematian. namun diketahui bahwa pengaruh hormonal sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dari fibroadenomamammae.Dian Pratiwi 110. Yang perlu ditekankan adalah kecil kemungkinan dari fibroadenoma ini untuk menjadi kanker yang ganas. dan biasanya nyeri. umumnya menyerang para remaja dan wanita dengan usia di bawah 30 tahun. tumor tersebut dapat berbentuk bulat atau oval. atau disebut sebagai tumor. Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak yang sering terjadi dipayudara. Adanya fibroadenoma atau yang biasa dikenal dengan tumor payudara membuat kaum wanita selalu cemas tentang keadaan pada dirinya. Fibroadenoma mammae (FAM). Bagi para penderita tumor. Benjolan tersebut berasal dari jaringan fibrosa (mesenkim) dan jaringan glanduler (epitel) yang berada di payudara. Fibroadenoma mammae biasanya terjadi pada wanita usia muda. Terkadang mereka beranggapan bahwa tumor ini adalah sama dengan kanker. tidak hanya di negara-negara berkembang tetapi juga di negara-negara yang telah maju.2006.

6 Rr. kejadian fibroadenoma dapat terjadi pula wanita dengan usia yang lebih tua atau bahkan setelah menopause.Dian Pratiwi 110. Berdasarkan laporan dari NSW Breats Cancer Institute. sedangkan prevalensinya lebih dari 9% populasi wanita terkena fibroadenoma. fibroadenoma terjadi pada wanita dengan umur antara 15 dan 25 tahun.yaitu pada usia sekitar remaja atau sekitar 20 tahun. dan lebih dari satu dari enam (15%) wanita mengalami fibroadenoma dalam hidupnya.2006. tentunya dengan jumlah kejadian yang lebih kecil dibanding pada usia muda.239 . fibroadenoma umumnya terjadi pada wanita dengan usia 2125 tahun. Namun. Sedangkan laporan dari Western Breast Services Alliance. kurang dari 5% terjadi pada usia di atas 50.

Mempunyai ductus ductus yang diliputi jaringan ikat khusus / periductal tissue dan saluran ductus lactiferous ini dilapisi oleh satu lapis epitel dan masih mempunyai basal membrane.com/anatomy2.thoracalis lat ke kelenjar mamaria externa lalu scapular group. b. II. ICS I. Periductal tissue dalam basal membrane dipengaruhi oleh hormone. mengikuti acromion thoracal vein. keudian ke interpectoral lymphatic yang berada diantara m. baru kemudian ke kel. melebar (ampulla) lalu bermuara ke nipple.pectoralis minor kemudian ke subclavia c. Saluaran limfe pada mammae cukup banyak dan arahnya banyak sekali tetapi sebagian besar melewati 3 saluran utama : a.breastdiagnostic.239 .2006. Sumber: http://www. Bagian paling puncak disebut subclevia atau infraclavicula.BAB II ISI Anatomi Mammae Terdiri dari lobus lobus acini (12-20 lobus) yang menyerupai kumpulan anggur. Axillary pathway (sebagian besar / utama) Lobulus / ductus (kecuali medial dan dorsal) menembus fascia axilla dan mengikuti av. II dan sisanya sebagian besar ke axillary pathway.html 7 Rr.Dian Pratiwi 110. Interpectoral pathway (diantara pectoralis mayor dan minor) Terutama menerima dari bagia dorsal mammae. Internal mammary (terletak pada intercostae space) Plexus subareola / medial ke intermamaria interna. Di axilla sepanjang vena axillaries. Ductuli bersatu membentuk ductus lactiferous (10-12 buah) dan sebelum bermuara di papil.

239 .2006.id/anatomi-dan-fisiologi-payudara 8 Rr.Sumber: http://www.Dian Pratiwi 110.web.lusa.

Perhatikan perubahan perbedaan ukuran antara payudara kiri dan kanan dan perubahan pada puting susu (misalnya tertarik ke dalam) atau keluarnya cairan dari puting susu. Dengan posisi seperti ini. Tekan puting susu secara perlahan dan perhatikan apakah keluar cairan dari puting susu. 9 Rr. telusuri payudara kiri. tekan bahu dan sikut ke arah depan. terutama pada payudara bagian bawah. urat daging dan kulit). Lakukan hal ini secara bergantian pada payudara kiri dan kanan. payudara akan mendatar dan memudahkan pemeriksaan Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan meletakkan bantal di bawah bahu kanan dan mengangkat lengan kanan.2006. Perhatikan apakah kulit pada puting berkerut Masih berdiri di depan cermin.Pemeriksaan (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Teraba kenyal karena mengandung kolagen (serat protein yang kuat yang ditemukan didalam tulang rawan. Perhatikan juga daerah antara kedua payudara dan ketiak. Perhatikan perubahan bentuk dan kontur payudara. rasakan setiap benjolan atau massa di bawah kulit. Dengan menggunakan 3 atau 4 jari tangan kanan.239 . Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan cara mengangkat lengan kanan dan memeriksanya dengan tangan kiri. Dengan posisi seperti ini maka akan lebih mudah untuk menemukan perubahan kecil akibat kanker. Telusuri payudara kiri dengan menggunakan jari-jari tangan kanan. Kedua tangan diletakkan di pinggang dan badan agak condong ke arah cermin. Dalam keadaan normal. perhatikan payudara. Angkat lengan kiri. ukuran payudara kiri dan kanan simetris. dan penelusuran payudara dilakukan oleh jari-jari tangan kiri. kedua telapak tangan diletakkan di belakang kepala dan kedua tangan ditarik ke belakang. Berbaring terlentang dengan bantal yang diletakkan di bawah bahu kiri dan lengan kiri ditarik ke atas.Dian Pratiwi 110. SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Berdiri di depan cermin. Perhatikan perubahan ukuran dan kontur payudara. Gerakkan jari-jari tangan secara memutar (membentuk lingkaran kecil) di sekeliling payudara. Tekan secara perlahan. mulai dari tepi luar payudara lalu bergerak ke arah dalam sampai ke puting susu.

10 Rr. 4 dan 5 akan lebih mudah dilakukan ketika mandi karena dalam keadaan basah tangan lebih mudah digerakkan dan kulit lebih licin.blogspot. Sumber:http://perempuanpeduli.2006.Dian Pratiwi 110.239 .Pemeriksaan no.com/2010/08/pemeriksaan-payudarasendiri.

detikhealth. Tumor ini terdiri dari gabungan Secara histologi: Intracanalicular fibroadenoma. Massa berukuran diameter 1-5cm. fibroadenoma pada payudara yang menyerupai kelenjar atau kista yang dilingkari oleh jaringan epitel pada satu atau banyak lapisan. fibroadenoma pada payudara yang secara tidak teratur dibentuk dari pemecahan antara stroma fibrosa yang mengandung serat jaringan epitel. dan tidak nyeri. relative mobile.Dian Pratiwi 110.2006. Fibroadenoma yang sering ditemukan berbentuk bundar atau oval.com/ 11 Rr. Biasanya ditemukan secara tidak sengaja antara kelenjar glandula dan fibrosa. Benjolan ini biasanya ditemukan pada wanita muda. Pericanalicular fibroadenoma.Fibroadenoma Mamae Definisi Fibroadenoma adalah benjolan padat yang kecil dan jinak pada payudara yang teridiri dari jaringan kelenjar dan fibrosa. seringkali ditemukan pada remaja putri. Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak yang paling sering terjadi pada wanita.239 . tunggal. Tumor ini dibatasi letaknya dengan jaringan mammae oleh suatu jaringan penghubung. Sumber: http://www.

Benjolan mudah digerakkan. Pericanalicular fibroadenoma. Patologi Makroskopi: tampak bulat.Penyebab Fibroadenoma ini terjadi akibat adanya kelebihan hormon estrogen. elastis dan nodular. Juvenile fibroadenoma pada remaja.239 . Sumber: http://pathologyanatomy 12 Rr. Fibroadeno mamammae dibedakan menjadi 3 macam: Common Fibroadenoma Giant Fibroadenoma umumnya berdiameter lebih dari 5 cm. yaitu fibroadenoma pada payudara yang menyerupai kelenjar atau kista yang dilingkari oleh jaringan epitel pada satu atau banyak lapisan. Biasanya ukurannya akan meningkat pada saat menstruasi atau pada saat hamil karena produksi hormon estrogen meningkat. hanya ukuran dan tempat pertumbuhannya yang menyebabkan nyeri pada mammae. Pada saat disentuh kenyal seperti karet. permukaan berwarna putih keabuan. batasnya jelas dan bisa dirasakan pada pemeriksaan SADARI. dan yaitu pericanalicular fibroadenoma).2006. fibroadenoma pada payudara yang secara tidak teratur dibentuk dari pemecahan antara stroma fibrosa yang mengandung serat jaringan epitel. Gejala Pertumbuhan fibroadenoma mammae umumnya tidak menimbulkan rasa sakit.Dian Pratiwi 110. Mikroskopi: epitel proliferasi tampak seperti kelenjar yang dikelilingi oleh stroma fibroblastic yang khas (intracanalicular Intracanalicular fibroadenoma fibroadenoma.

dari palpasi itu dapat diketahui apakah mobil atau tidak.239 . ataksia. kemungkinan : lactasi / galactoceal. Pada pemeriksaan fisik dokter akan memeriksa benjolan yang ada dengan palpasi pada daerah tersebut. kemungkinan : galactoceal (hanya pernah pada wanita hamil dan laktasi) -  Umum - Umur Menarche menikah / kawin atau tidak laktasi (laktasi lama. putting discharge tapi tidak banyak. kemungkinan : intraductal papilloma. dengan mammography atau ultrasound. kulit dengan ulcerasi dan kemerahan.Dian Pratiwi 110. paresis. Anamnesa  Keluhan utama Misalnya : benjolan dan nyeri. parastesia Efusi. yaitu dengan pemeriksaan fisik (phisycal examination).2006. Bila ada nipple discharge : - Mengeluarkan darah. dll.Penegakan Diagnosa Fibroadenoma dapat didiagnosis dengan tiga cara. kemungkinan : normal. Mengeluarkan susu. 1. epilepsy. - Mengeluarkan serous sperti serum. sesak Biasanya tanpa gejala - 13 Rr. carcinom. insidennya lebih kecil) KB Keluhan-keluhan metastasis jauh Letak Otak Pleura Paru Gejala dan tanda umum Nyeri kepala. dengan Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC). cystic hyperplasia. cystic hyperplasia. kenyal atau keras. mual muntah. acromegali Mengeluarkan cairan pekat kuning.

Pasien menegangkan m.vertebrae . Bagaimana kulit mammaenya. dimpling. pectoralis dengan membusungkan dada. patah tulang Nyeri tulang.2006. peau de orange. satelit nodule.costae .Memerlukan penerangan ruangan yang baik . luka. inverted.239 . Kadang tanpa gejala. patah tulang Keturunan.Dian Pratiwi 110. sehingga mammae menonjol. kini sewaktu pasien mengangkat kedua lengan lurus keatas. massa. kadang tanpa keluhan Kekosongan sumsum tulang (anemia aplastic) Nyeri tulang.tulang panjang 2. pelebaran vena.Hati Tulang . apakah ada ulcus.tengkorak .Pemeriksaan sangat sensitif (privacy). kel. sekret (darah. kelenjar mammae termasuk tumornya. b) Posisi berbaring . harus dilakukan dengan gentle . nipple.Bandingkan kembali.Punggung diganjal dengan bantal 14 Rr. ictus obstruksi Nyeri tulang. Bagaimana nipplenya. lalu bandingkan kiri dengan kanan.axillaris lengan Inspeksi - Bagaimana mammae secara keseluruhan apakah ada deformitas atau asimetri. serous atau kental kuning) - Bagaimana axilla dengan lengan homolateral a) Posisi duduk . riwayat keluarga menderita penyakit mammae Ibu atau saudara kandung menderita Ca tidak ada) Menopause resiko meningkat 3x Operasi genekologis (orang yang dikastrasi atau ovarium dan uterus Pemeriksaan Fisik Kulit. .

tumor difixasi dengan tangan kiri. kadang lebih mudah ditemukan. lakukan pula palpasi quadran per quadran. mempalpasi tumor dengan baik. Umumnya pasien mengetahui lokasinya Jika sudah diketahui lokasinya. dapat diketahui adanya pengeluaran cairan darah atau nanah. Dengan kedua tangan. Sedangkan tangan kanan. kita gunakan fingertips. besarnya dan jumlahnya.2006. temperatur - Setelah selesai dengan palpasi tumor. dapat disebabkan beberapa kelainan seperti Ca atau papilloma disalah satu ductus. mobilitas. nyeri tekan. Dengan memijat halus putting susu. Palpasi Dapat dilakukan dalam 2 posisi : Jika tumor di lateral → lengan dijatuhkan kesamping tempat tidur Jika tumor di medial → lengan diletakkan dibawah kepala Pada sikap duduk. lobulasi. kini sewaktu pasien mengangkat kedua lengan lurus keatas. konsistensi (padat/kistik). Kuadran per kuadran menggunakan palpasi dengan bagian volar ujung jari. Perabaan aksilla agaknya lebih mudah dilakukan pada posisi duduk ini. batasnya. dan kelainan yang disertai ectasia ductus. benjolan yang tidak teraba ketika penderita berbaring.. 70% benar. kita dapat meraba keadaan tumor. Yang diperhatikan pada cairan dari putting payudara : • • • • Sifat cairan (serous.Dian Pratiwi 110. Bila tumor sudah teraba.Bandingkan kembali. Pemeriksaan klinis yang cermat. Cairan yang keluar dari kedua putting harus dibandingkan. Pengeluaran cairan dari putting diluar masa laktasi. indurasi. karena bagian ini yang sangat sensitif. hemoragik.239 . susu) ada tidaknya sel tumor unilateral atau bilateral dari satu atau dari beberapa ductus 15 Rr.

239 . 16 Rr.Dian Pratiwi 110. kelenjar dan fossa supra clavicula.2006.• • • • • - keluar spontan atau setelah dipijat keluar bila seluruh mammae ditekan atau dari segmen yang tertentu berhubungan dengan daur haid pramenopause atau pascamenopause penggunaan obat hormon Evaluasi aksilla (kelenjarnya dan mammae acessoris).

Dian Pratiwi 110. Pada FNAC kita akan mengambil sel dari fibroadenoma dengan menggunakan penghisap berupa sebuah jarum yang dimasukkan pada suntikan. sebagai gantinya digunakan ultrasound. sedangkan pada wanita usia muda tidak digunakan mammography. Penilaian klinis terhadap benjolan payudara ini harus mempertimbangkan: Umur: Karsinoma: umumnya menyerang pada usia menjelang menopause Fibroadenoma: umumnya menyerang wanita usia di bawah 30 tahun 17 Rr.239 . Dari alat tersebut kita dapat memperoleh sel yang terdapat pada fibroadenoma. sehingga tidak terlihat dengan baik bila menggunakan mammography. ultrasonografi dan pengambilan sampel dengan penggunaan jarum. Saluran tersebut dibatasi sel-sel yang berbentuk kuboid atau kolumnar pendek uniform Diagnosa terhadap FAM ini dapat dibuat dengan penggabungan penilaian klinis. Lobuli terdiri atas jaringan ikat kolagen dan saluran kelenjar yang berbentuk bular (perikanalikuler) atau bercabang (intrakanalikuler).2006. Pengambilan sampel biopsi ini dapat dilakukan dengan mengiris bagian mammae atau dengan memasukkan jarum yang kecil dan panjang untuk mengambil sampel sel fibroadenoma tersebut. lalu hasil pengambilan tersebut dikirim ke laboratorium patologi untuk diperiksa di bawah mikroskop.Mammography digunakan untuk membantu diagnosis. Yang paling pasti dan tepat dalam diagnosa terhadap fibroadenoma mammae ini adalah penggunaan sample biopsy. mammography sangat berguna untuk mendiagnosis wanita dengan usia tua sekitar 60 atau 70 tahun. Dibawah mikroskop tumpor tersebut tampak seperti berikut : Tampak jaringan tumor yang berasal dari mesenkim (jaringan ikat fibrosa) dan berasal dari epitel (epitel kelenjar) yang berbentuk lobus-lobus. hal ini karena fibroadenoma pada wanita muda tebal.

Operasi ini tidak akan merubah bentuk dari payudara. Prognosis Fibroadenoma mamma dapat terulang hingga 20% pada perempuan.2006. 18 Rr.239 .Dian Pratiwi 110. biasanya dilakukan general anaesthetic pada operasi ini. Apabila ukuran dan lokasi tumor tersebut menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman pada pasien maka diperlukan pengangkatan.Terapi Terapi untuk fibroadenoma tergantung dari beberapa hal sebagai berikut: Ukuran Terdapat rasa nyeri atau tidak Usia pasien Hasil biopsy Terapi dari fibroadenoma mammae dapat dilakukan dengan Operasi pengangkatan tumor tersebut. Sebuah jumlah kecil dapat hilang dengan sendirinya. tetapi hanya akan meninggalkan luka atau jaringan parut yang nanti akan diganti oleh jaringan normal secara perlahan. Yang perlu diperhatikan adalah bentuk dan ukurannya saja. Karena FAM adalah tumor jinak maka pengobatan yang dilakukan tidak perlu dengan pengangkatan mammae.

2006.19 Rr.Dian Pratiwi 110.239 .

Philadelphia: Elsevier 10. Jakarta:EGC. K. 2006. Henderson. Budi DarmawanMachsoos. Dalam buku IlmuPenyakit Dalam.Prinsip Dasar Terapi Sistemik Pada Kanker.A.DAFTAR PUSTAKA 1.Prinsip Ilmu Penyakit Dalam volume 4. Hillegas.Edisi 6.2007. Abdulmuthalib.Edisi 7. Jakarta:EGC. Robbins.2007.TerapiNutrisiPadaPasien Kanker.Pathologic Basis Of Disease. Dalam buku IlmuPenyakit Dalam. L.KankerPayudara. Noorwati Sutandyo danRirin H. 2005.Histologi Dasar Teks dan Atlas. Junqueira.1995. B. Jakarta: EGC 4.2007. 6. Jakarta: FKUI 9. Newman.Pendekatan Diagnostik Tumor Padat.2007. Craig. C. Jakarta:EGC.Edisi 29.TerapiHormonalPada Kanker. 7. Jakarta: FKUI 2. Stanley L. Buku AjarPatologiRobbins. 5.2006. W. Robbins dan Cotran. I. Dalam buku IlmuPenyakit Dalam. 2002. Jakarta: FKUI 3. 2007. Kamus Kedokteran Dorland.Dian Pratiwi 110.239 . Dalam buku Ilmu Penyakit Dalam. Noorwati Sutandyo. et al. Jakarta: FKUI 8. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit.2007. Dorland. Jakarta: EGC 20 Rr. Dalam bukuHarrisonPrinsip.