You are on page 1of 36

KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena hanya dengan berkat rahmat dan hidayahNya

jualah saya dapat menyelesaikan tugas makalah Mata Kuliah Pendidikan MESIN-MESIN ELEKTRIK 1 yang berjudul “GENERATOR AC ”.Adapun bahan-bahan materinya kai dapt dari media elektronik,media cetak serta buku dan sumber-suber lainnya yang berhubungan dengan pembahasan ini. Saya menyadari bahwa manusia yang terlahir dari suatu kelebihan dan kekurangan di segala kondisi kehidupan,maka saya mohon maaf apabila dalam makalah ini masih banyak kekurangannya dan data-data yang salah. Dengan selesainya makalah ini, saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak M.IRSYAM,ST.M.SI selaku Dosen Mata Kuliah. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan bermanfaat bagi pembaca dan penulis pada khususnya.

Pulau Batam, 01 JUNI 2011

1

DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi …….…………..….1 ……….…….…..…2 …….…………...…3 ……….………...…3 ……….………...…4 ……………………4 ……………………4 …………………….5 …………………….5 ……….……………8 ……………………9 ……………………9 …………………...10 ……………………10 ……………………11 ……………………11 ……………………12 ……………………12 ……………………13

1.

GENERATOR 1.1 Latar Belakang 1.2 GENERATOR DC 1.3 ANIMASI GENERATOR DC DAN AC 1.4 DASAR- DASAR GENERATOR AC a. ROTATING-ARMATURE ALTERNATOR b. ROTATING-FIELD ALTERNATORS c. PRIME MOVER

1) 2) 3) 4) 5) 6)

Karakteristik Alternator dan Batasannya Frekuensi Pengaturan tegangan Prinsip pengaturan tegangan AC Operasi parallel Alternator Alat pembagi beban generator a. Operasi generator secara parallel b. Prinsip alat pembagibeban generator c. Instalasi teknis

Dasar elektromekanik a) Konversi energy elektromekanik b) Gaya gerak listrik c) Kopel d) Mesin dinamikelementer e) Intraksi medan magnet f) Derajat listrik g) Frekuensi ……………………14 ……………………15 ……………………15 ……………………16 ……………………16 …………………....17 …………………....17 .……..…………….18 ……………………19 ……………………20 ……………………25 ……………………26 ……………………26

2. Motor induksi
1) 2) 3) 4) Medan putar Slip Torque Motor satu Fasa 5) Motor singkron

2

3. Penyalaan motor singkron
1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Kesimpulan Daftar pustaka Prinsip kerja generator singkron Generator tanpa beban Generator berbeban Menentukan resistansi dan reaktansi Test tanpa beban Test hungan singkat Test resistansi jangkar

……………………27 ……………………28 ………..……….…30 …………………...30 ……………….…..32 ……………….…..33 ……………………33 …………………...34 ……………………34 ……………………35

3

generator ac adalah alat yang paling penting untuk menghasilkan tenaga listrik. membangkitkan ribuan kilowatt pada tegangan yang sangat tinggi. Baik arus bolak-balik maupun searah dapat digunakan untuk penerangan dan alat-alat pemanas. kumparan (solenoida). Generator dapat dibedakan menjadi dua rnacam. biasanya pada tegangan 12 volt. Caranya ialah bagian atas dinamo (bagian yang dapat berputar) dihubungkan ke roda sepeda. tetapi ada juga yang tidak mempergunakan sikat arang yaitu sistem “brushless excitation”. Generator (dinamo) merupakan alat yang prinsip kerjanya berdasarkan induksi elektromagnetik.I. Sebagai contoh. Energi kinetik pada generator dapat juga diperoleh dari angin atau air terjun.1Generator AC Pada dasarnya konstruksi dari generator sinkron adalah sama dengan konstruksi motor sinkron. umumnya disebut alternator. biasa disebut sistem eksitasi) dan sebuah kumparan (biasa disebut jangkar) tempat dibangkitkannya GGL arus bola-balik. dan secara umum biasa disebut mesin sinkron Ada dua struktur kumparan pada mesin sinkron yang merupakan dasar kerja dari mesin tersebut. Pada proses itulah terjadi perubalian energi gerak menjadi energi listrik. bervariasi ukurannya sesuai dengan beban yang akan disuplai. Hampir semua tenaga listrik yang dipergunakan saat ini bekerja pada sumber tegangan bolak balik (ac). dan sikat. Pada generator. Bagian utama generator AC terdiri atas magnet permanen (tetap). yaitu kumparan yang mengalirkan penguatan DC (membangkitkan medan magnet. Pada sepeda. Generator ac. GENERATOR Generator atau pembangkit listrik yang sederhana dapat ditemukan pada sepeda. biasanya dinamo digunakan untuk menyalakan lampu. Berkebalikan dengan motor listrik. Hampir semua mesin sinkron mempunyai belitan GGL berupa stator yang diam dan struktur medan magnit berputar sebagai rotor. perubahan garis gaya magnet diperoleh dengan cara 4 . generator adalah mesin yang mengubah energi kinetik menjadi energi listrik. Kumparan DC pada struktur medan yang berputar dihubungkan pada sumber DC luar melaui slipring dan sikat arang. Alat ini pertama kali ditemukan oleh Michael Faraday. yang sangat kecil sebagai perbandingannya. Contoh lainnya adalah alternator di mobil. Generator AC menghasilkan arus bolak-balik (AC) dan generator DC menghasilkan arus searah (DC). Berdasarkan arus yang dihasilkan. alternator pada PLTA mempunyai ukuran yang sangat besar. 1. Beratnya hanya beberapa kilogram dan menghasilkan daya sekitar 100 hingga 200 watt. cincin geser. karenanya. yaitu generator AC dan generator DC.

baik itu generator DC ataupun generator AC. Prinsip kerja untuk generator DC pada dasarnya tidak berbeda dengan motor DC. 1.4 Dasar-dasar Generator AC Berapapun ukurannya.memutar kumparan di dalam medan magnet permanen. seperti telah dibahas pada artikel "Generator DC" dan untuk generator AC telah dibahas pada artikel Generator sinkron dan Prinsip Kerja generator sinkron. tegangan akan diinduksikan dalam konduktor. Adanya arus AC ini ditunjukkan oleh menyalanya lampu pijar yang disusun seri dengan kedua sikat.  mempercepat perputaran kumparan. EMF diinduksikan dalam sebuah kumparan sebagai hasil dari (1) kumparan yang memotong medan magnet. sementara pada motor lilitan rotornya mendapatkan suplai energi listrik. perputaran kumparan menimbulkan GGL induksi AC. Sepanjang ada gerak relative antara sebuah konduktor dan medan magnet. arus induksi yang ditimbulkan berupa arus AC. lampu tersebut menyala. OIeh karena itu. dan menyisipkan inti besi lunak ke dalam kumparan. atau (2) medan magnet yang memotong sebuah kumparan. hanya saja pada generator untuk lilitan rotornya akan menghasilkan energi listrik.  menggunakan magnet permanen yang lebih kuat. Jika magnet tetap diputar. Bagian generator yang mendapat induksi tegangan adalah 5 . Melalui animasi ini anda dapat memahami prinsip kerja generator DC dan grafik fungsi dari tegangan DC terhadap waktu.3 Animasi Generator DC dan Generator AC Animasi kali ini mengenai prinsip kerja generator. Contoh generator AC yang akan sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah dinamo sepeda. pada generator DC arah arus induksinya tidak berubah. GGL induksi yang ditimbulkan oleh generator AC dapat diperbesar dengan cara:  memperbanyak lilitan kumparan. semua generator listrik. perputaran tersebut menimbulkan GGL induksi pada kumparan. Sebagaimana percobaan Faraday. Jika sebuah lampu pijar (lampu sepeda) dipasang pada kabel yang menghubungkan kedua ujung kumparan. Karena dihubungkan dengan cincin geser. 1. Akibatnya. Nyala lampu akan makin terang jika perputaran magnet tetap makin cepat (laju sepeda makin kencang). Hal ini disebabkan cincin yang digunakan pada generator DC berupa cincin belah (komutator) 1. Namun.2 Generator DC Prinsip kerja generator (dinamo) DC sama dengan generator AC. Bagian utama dinamo sepeda adalah sebuah magnet tetap dan kumparan yang disisipi besi lunak. baik AC maupun DC bergantung kepada prinsip induksi magnet. lampu tersebut akan dilalui arus induksi AC.

a. Jenis armature berputar memerlukan slip ring dan sikat untuk menghantarkan arus dari armature ke beban. atau stator. Karenanya. emf dibangkitkan dalam belitan armature dan dikonversikan dari AC ke DC dengan menggunakan komutator (sebagai penyearah). dan percikan bunga api dan hubung singkat dapat terjadi pada tegangan tinggi.armature. ROTATING-ARMATURE ALTERNATOR Alternator armature bergerak (rotating-armature alternator) mempunyai konstruksi yang sama dengan generator DC yang mana armature berputar dalam sebuah medan magnet stasioner. Pada alternator. Karena tegangan yang dikenakan pada medan berputar adalah tegangan searah yang rendah.Stator terdiri dari inti besi yang dilaminasi dengan belitan armature yang melekat pada inti ini. problem yang dijumpai pada tegangan tinggi tidak terjadi. Armature. Agar gerak relative terjadi antara konduktor dan medan magnet. Tegangan yang dibangkitkan pada armature sebagai hasil dari aksi potong ini adalah tegangan ac yang akan dikirimkan kepada beban. ROTATING-FIELD ALTERNATORS Alternator medan berputar mempunyai belitan armature yang stasioner dan sebuah belitan medan yang berputar. b. pada alternator jenis ini mempunyai belitan yang dipotong oleh medan putar (rotating magnetic field). Keuntungan menggunakan system belitan armature stasioner adalah bahwa tegangan yang dihasilkan dapat dihubungkan langsung ke beban. semua generator haruslah mempunyai dua bagian mekanis yaitu rotor dan stator. Armature yang bergerak dapat dijumpai pada alternator untuk daya rendah dan umumnya tidak digunakan untuk daya listrik dalam jumlah besar. Pada generator DC. tegangan AC yang dibangkitkan tidak diubah menjadi DC dan diteruskan kepada beban dengan menggunakan slip ring. sikat dan slip ring sangat sulit untuk diisolasi. Armature stasioner. 6 . alternator tegangan tinggi biasanya menggunakan jenis medan berputar.

7 .1 Fungsi-Fungsi Komponen Alternator Secara umum generator AC medan berputar terdiri atas sebuah alternator dan sebuah generator DC kecil yang dibangun dalam satu unit.4. Keluaran dari alternator merupakan tegangan AC untuk menyuplai beban dan generator DC dikenal sebagai exciter untuk menyuplai arus searah bagi medan putar.

Keluaran dari komutator exciter dihubungkan melalui sikat dan slip ring ke medan alternator. Medan exciter menghasilkan intensitas fluks magnetic antara kutub-kutubnya. Karena arusnya adalah arus searah. Sehingga. tegangan diinduksikan dalam belitan armature exciter. medan magnet dengan polaritas tetap 8 .Gambar generator ac dan schematic-nya Exciter adalah sebuah generator DC eksitasi sendiri dengan belitan shunt. Ketika armature exciter berotasi dalam fluks medan exciter. maka arus selalu mengalir dalam satu arah melalui medan alternator.

Jenis prime mover memainkan peranan penting dalam desain alternator karena kecepatan pada mana rotor diputar menentukan karakteristik operasi dan konstruksi alternator. bahwa AMF mengontrol keadaan diesel. air pada PLTA dan motor listrik dianggap sebagai prime mover berkecepatan rendah. c) ROTOR ALTERNATOR Ada dua jenis rotor yang digunakan untuk alternator medan berputar yaitu turbine-driven dan salient-pole rotor. Baterai atau accu yang dipakai harus dapat dipakai untuk menstart sebanyak 6 kali tanpa diisi kembali. motor DC mendapat suplai listrik dari baterai atau accu dan menghasilkan torsi yang dipakai untuk menggerakkan diesel sampai mencapai putaran tertentu. Jenis turbine-driven digunakan untuk kecepatan tinggi dan salient-pole untuk kecepatan rendah. Belitanbelitan tersebut dilekatkan erat-erat di dalam slot agar tahan terhadap gaya sentrifugal pada kecepatan tinggi. Pada saat akan start accu yang berisi tegangan 12/24 V siap mensuplai motor DC. Tegangan bolak balik pada belitan armature generator AC dihubungkan ke beban melalui terminal. AC dan DC. Salient-pole rotor mempunyai diameter yang lebih besar dari turbine-driven rotor. Belitan pada turbine-driven rotor disusun sedemikian rupa sehingga membentuk dua atau empat kutub yang berbeda. 9 . Karena sistem ini menggunakan sistem start elektrik maka diesel yang dipakai memiliki daya sedang yaitu Saat start. a) PRIME MOVER (Penggerak Utama) Semua generator. karena arus start yang dibutuhkan motor DC cukup besar maka dipakai dinamo yang berfungsi sebagai generator DC. Prime mover dibagi dalam dua kelompok yaitu untuk high-speed generator dan lowspeed generator. Motor DC ini akan menstarting diesel dan generator mengikuti putaran diesel.selalu terjadi sepanjang waktu dalam belitan medan alternator. besar dan kecil. Ketika alternator diputar. Kita dapat melihat keadaan genset ini pada panel kontrol yang tersedia. Untuk menjaga keamanan dan keselatan sehingga belitannya tidak terlempar keluar mesin. Terlihat pula. dibautkan pada kerangka rotor. b) PRIME MOVER (Penggerak Utama) DIESEL Generator dihubungkan satu poros dengan diesel. Turbin gas dan uap pada PLTG dan PLTU adalah penggerak utama berkecepatan tinggi sementara mesin pembakaran dalam (internal combustion engine). fluks magnetiknya dilalukan sepanjang belitan armature alternator. Pada diesel terjadi gerakan mekanik yang akan memutar generator. salient-pole hanya digunakan pada aplikasi keceparan rendah. sehingga generator mengeluarkan tegangan. Salient-pole rotor seringkali terdiri dari beberapa kutub yang dibelit terpisah. membutuhkan sebuah sumber daya mekanik untuk memutar rotornya. Sumber daya mekanis ini disebut prime mover. salient-pole memiliki gaya sentrifugal yang lebih besar. Pada putaran per menit yang sama.

2) Frekuensi Frekuensi keluaran dari tegangan alternator tergantung kepada kecepatan rotasi dari rotor dan jumlah kutubnya. sebuah alternator dua kutub. misalkan. semakin tinggi pula frekuensinya pada kecepatan tertentu. ditentukan sebagai berikut: Sebuah generator empat kutub dengan kecepatan 1800 rpm juga bekerja pada frekuensi 60 Hz.1) Karakteristik Alternator dan Batasannya Alternator di-rating berdasarkan tegangan yang dihasilkannya dan arus maksimum yang mampu diberikannya. 3600 rpm mempunyai frekuensi 60 Hz. Sebagai contoh. Semakin cepat. Informasi mengenai kecepatan rotasinya. Ketika rotor telah berotasi beberapa derajat sehingga dua kutub berdekatan (utara dan selatan) telah melewati satu belitan. Frekuensi pada semua generator ac dalam satuan hertz (Hz). Prinsip ini dapat dijelaskan sebagai berikut. tegangan yang dihasilkan. alternator di-rating sesuai dengan arus ini dan tegangan keluarannya – dalam volt-ampere atau untuk skala besar dalam kilovoltampere. berkaitan dengan jumlah kutub dan kecepatan rotasi sesuai dengan persamaan berikut: dimana P adalah jumlah kutub. semakin lambat kecepatan putaran. semakin tinggi pula frekuensinya. yaitu banyaknya siklus per detik. sebuah generator dua kutub harus berotasi dengan kecepatan empat kali lipat dari kecepatan generator delapan kutub untuk menghasilkan frekuensi yang sama dari tegangan yang dibangkitkan. tegangan yang diinduksikan dalam belitan tersebut akan bervariasi hingga selesai satu siklus. dan jika berlebihan akan merusak isolasi. batas arusnya dan karakteristik lainnya biasanya ditempelkan pada badan mesin – nameplate. N adalah kecepatan rotasi dalam revolusi per menit (rpm) dan 120 adalah sebuah konstanta untuk konversi dari menit ke detik dan dari jumlah kutub ke jumlah pasangan kutub. Semakin lambat. Sebuah generator enam kutub 500 rpm mempunyai frekuensi 10 . Rugi panas ini (rugi daya I2R) akan memanaskan konduktor. semakin banyak jumlah kutub. Untuk suatu frekuensi yang ditentukan. semakin rendah pula frekuensinya. Arus maksimum tergantung kepada rugi-rugi panas dalam armature. Semakin banyak kutub pada rotor. Karenanya.

Besarnya perubahan tergantung pada desain generator. Salah satu dari factor ini dapat digunakan untuk pengaturan tegangan yang diinduksikan dalam belitan alternator. Anggap bahwa tegangan tanpa beban generator adalah 250 volt dan tegangan beban penuh adalah 220 volt. Besarnya tegangan yang diinduksikan ini tergantung kepada tiga hal yaitu: (1) jumlah konduktor dengan hubungan seri pada setiap belitan. Persen regulasi adalah: Untuk diingat. maka kecepatan medan putar haruslah konstan pula. Jumlah belitan. ketika kecepatan dan arus medan dc tetap konstan. Ini mengakibatkan penggunaan rpm alternator untuk pengaturan tegangan keluaran menjadi tidak diperbolehkan. dan (3) kekuatan medan magnet. tegangan terminal pun ikut berubah. (2) kecepatan (rpm generator) pada mana medan magnet memotong belitan. dinyatakan sebagai persentase tegangan beban penuh.Sebuah generator 12 kutub dengan kecepatan 4000 rpm mempunyai frekuensi 3) Pengaturan Tegangan Sebagaimana yang telah kita lihat. 11 . 4) Prinsip Pengaturan Tegangan AC Di dalam sebuah alternator. bahwa semakin kecil persentase regulasi. tentu saja tidak berubah tetap ketika alternator diproduksi. ketika beban pada generator berubah. tegangan bolak balik diinduksikan dalam belitan armature ketika medan magnet melewati belitan ini. jika frekuensi keluaran harus konstan. Juga. semakin baik pula regulasinya untuk kebanyakan aplikasi. Pengaturan tegangan pada sebuah alternator adalah perubahan tegangan dari beban penuh ke tanpa beban.

Diperoleh dengan menyetel kecepatan prime mover dari generator yang hendak disambungkan. 2) Frekuensi yang sama. Sistem pembangkitan listrik yang sudah umum digunakan adalah mesin generator tegangan AC. mesin-mesin tersebut harus disinkronkan dahulu sebelum disambungkan bersama-sama. Ini dapat dicapai dengan menghubungkan satu generator ke bus (bus generator). gas. dan mensinkronkan generator lainnya sebelum keduanya disambungkan. kecuali bila bergilir dengan sumber PLN atau peralatan UPS. atau (3) untuk pemadaman satu mesin dan penyalaan mesin standby tanpa adanya pemutusan aliran daya. di mana listrik dihasilkan dari proses konversi energi sumber energi primer seperti batu bara. di mana penggerak utamanya bisa berjenis mesin turbin. Kekuatan medan elektromagnetik ini dapat berubah seiring dengan perubahan besarnya arus yang mengalir melalui kumparan medan. Ketika alternator-alternator yang sedang beroperasi pada frekuensi dan tegangan terminal yang berbeda. Generator dikatakan sinkron jika memenuhi kondisi berikut: 1) Tegangan terminal yang sama. karena faktor keandalan dan fluktuasi jumlah beban. Ini dapat dicapai dengan mengubah-ubah besarnya tegangan yang dikenakan pada kumparan medan. kerusakan parah dapat terjadi jika alternator-alternator tersebut secara mendadak dihubungkan satu sama lain pada satu bus yang sama (satu titik hubung). panas bumi. 5) Operasi Paralel Alternator Alternator dapat dihubungkan secara parallel untuk (1) meningkatkan kapasitas keluaran dari suatu system melebihi apa yang didapat dari satu unit. Diperoleh dengan menyetel kekuatan medan bagi generator yang hendak masuk ke dalam rangkaian (disambungkan). Untuk menghindari ini. 6) Alat Pembagi Beban Generator Listrik seperti kita ketahui adalah bentuk energi sekunder yang paling praktis penggunaannya oleh manusia. 12 . (2) berfungsi sebagai daya cadangan tambahan untuk permintaan yang suatu ketika bertambah. Penyediaan generator tunggal untuk pengoperasian terus menerus adalah suatu hal yang riskan. cadangan dan bergiliran untuk generator-generator tersebut. mesin diesel atau mesin baling-baling. Dalam pengoperasian pembangkit listrik dengan generator.Sehingga. maka disediakan dua atau lebih generator yang dioperasikan dengan tugas terus-menerus. 3) Urutan fasa tegangan yang sama. metode praktis untuk melakukan pengaturan tegangan adalah dengan mengatur kekuatan medan putar. potensial air dan energi angin. minyak bumi.

a. Bila beban listrik naik maka frekuensi akan turun. Seberapa besar pembagian beban yang ditanggung oleh masing-masing generator yang bekerja paralel akan tergantung jumlah masukan bahan bakar dan udara untuk pembakaran mesin diesel. Jumlah masukan bahan bakar/ udara. uap air/ gas atau aliran udara ini diatur oleh peralatan atau katup yang digerakkan governor yang menerima sinyal dari perubahan frekuensi listrik yang stabil pada 50Hz. Saat generator kedua diparalelkan dengan generator pertama yang sudah memikul beban diharapkan terjadinya pembagian beban yang semula ditanggung generator pertama. governor mesin-mesin pembangkit harus mengurangi masukan bahan bakar/udara. Governor bekerja secara hidrolik/mekanis. selanjutnya menghidupkan lagi generator berikutnya dan memparalelkan dengan generator pertama untuk memikul beban yang lebih besar lagi. sehingga governor harus memperbesar masukan ( bahan bakar/udara. air. Jadi masukan ke mesin penggerak sebanding dengan keluaran arus generatornya atau dengan kata lain pengaturan governor 0 persen sampai dengan 100 persen sebanding dengan arus generator 0 persen sampai dengan 100 persen pada tegangan dan frekuensi yang konstan. Sebaliknya bila beban turun. air. bila mesin penggerak utamanya diesel atau bila mesin-mesin penggeraknya lain maka tergantung dari jumlah (debit) air ke turbin air. Bila tidak ada governor maka mesin-mesin penggerak utama generator akan mengalami overspeed bila beban turun mendadak atau akan mengalami overload bila beban listrik naik. uap/gas atau aliran udara) ke mesin penggerak utama untuk menaikkan frekuensinya sampai dengan frekuensi listrik kembali ke normalnya. jumlah (entalpi) uap/gas ke turbin uap/gas atau debit aliran udara ke mesin baling-baling. sedangkan sinyal masukan dari keluaran arus generator berupa elektris.Untuk memenuhi peningkatan beban listrik maka generator-generator tersebut dioperasikan secara paralel antar generator atau paralel generator dengan sumber pasokan lain yang lebih besar misalnya dari PLN. Prinsip Alat Pembagi Beban Generator Governor beroperasi pada mesin penggerak sehingga generator menghasilkan keluaran arus yang dapat diatur dari 0 persen sampai dengan 100 persen kemampuannya. b. sehingga terjadi kerjasama yang meringankan sebelum beban-beban selanjutnya dimasukkan. Sehingga diperlukan pula alat pembagi beban listrik untuk mencegah adanya sumber tenaga listrik terutama generator yang bekerja paralel mengalami beban lebih mendahului yang lainnya. yang ekivalen dengan perubahan putaran (rpm) mesin penggerak utama generator listrik. sehingga masukan ini perlu diubah ke mekanis dengan menggunakan 13 . Operasi Generator Secara Paralel Pasokan listrik ke beban dimulai dengan menghidupkan satu generator. kemudian secara sedikit demi sedikit beban dimasukkan sampai dengan kemampuan generator tersebut. uap air/gas atau aliran udara ke mesin-mesin penggerak sehingga putarannya turun sampai putaran normalnya atau frekuensinya kembali normal pada 50 Hz.

Bila ukuran generator sama maka jumlah arus yang dideteksi oleh masing-masing alat pembagi beban dibagi jumlah generator merupakan arus beban yang harus dihasilkan oleh generator setelah governornya diubah oleh electric actuator yang menerima sinyal dari alat pembagi beban sesaat setelah generator diparalelkan . sehingga tegangan dan frekuensi ini tidak digunakan sebagai sumber sinyal bagi governor.elektric actuator untuk menggerakkan motor listrik yang menghasilkan gerakan mekanis yang diperlukan oleh governor. setelah sebelumnya disamakan tegangan. Pada beberapa generator yang beroperasi paralel. frekuensi. potensiometer pengatur kecepatan dan saklar-saklar bantu. atau arus yang lewat berapa persen dari kemampuan generator. Arus keluaran generator yang dideteksi oleh alat pembagi beban akan merupakan petunjuk posisi governor berapa persen . c. Instalasi Teknis Dalam prakteknya alat pembagi beban generator dipasang dengan bantuan komponenkomponen seperti berikut : trafo arus. Untuk itu digunakan arus keluaran dari masing-masing generator sebagai sumber sinyal pembagian beban sistem paralel generator-generator tersebut. 50 Hz. perubahan beban listrik tidak akan dirasakan oleh masing-masing generator pada besaran tegangan dan frekuensinya selama beban masih dibawah kapasitas total paralelnya. dan masing-masing alat pembagi beban tersebut dihubungkan secara paralel satu dengan berikutnya dengan kabel untuk menjumlahkan sinyal arus keluaran masing-masing generator dan menjumlahkan sinyal kemampuan arus masing-masing generator. Hasil bagi dari penjumlahan arus yang dideteksi alat-alat pembagi beban dengan jumlah arus kemampuan generator -generator yang beroperasi paralel dikalikan 100 ( persen ) merupakan nilai posisi governor yang harus dicapai oleh setiap mesin penggerak utama sehingga menghasilkan keluaran arus yang proprosional dan sesuai dengan kemampuan masing-masing generator. Electric actuator merupakan peralatan yang menerima sinyal dari alat pembagi beban sehingga mampu menggerakkan motor DC di governor sampai dengan arus keluaran generator mencapai yang diharapkan. beda phasa dan urutan phasanya. electric actuator. umumnya dengan tegangan 110 V AC. Trafo arus berfungsi sebagai transducer arus keluaran generator sampai dengan sebesar arus sinyal yang sesuai untuk alat pembagi beban generator (biasanya maksimum 5 A atau = 100 persen kemampuan maksimum generator). trafo tegangan (sebagai pencatu daya). Trafo tegangan berfungsi sebagai sumber daya bagi alat pembagi beban. Saat diparalelkan pembagian beban generator belum seimbang/sebanding dengan kemampuan masing-masing generator. dibantu adapter untuk keperluan tegangan DC. 14 . Alat pembagi beban generator dipasangkan pada masing-masing rangkaian keluaran generator.

Pada sistem kontrol otomatis pemaralelan generator dapat dilakukan oleh SPM (modul pemaralel generator) dengan mengatur tegangan dan frekuensi keluaran dari generator. Energi yang akan diubah dari satu system ke system lainnya. Saklar-saklar bantu pada alat pembagi beban generator berfungsi sebagai alat manual proses pembagian (pelepasan & pengambilan) beban oleh suatu generator yang beroperasi dalam sistem paralel. fungsi potensiometer pengatur kecepatan ini diambil alih oleh alat pembagi beban generator. Tegangan umumnya sudah diatur oleh AVR. sementara akan tersimpan pada medium medan magnet untuk kemudian dilepaskan menjadi energi system lainnya. generator-generator dengan alat pembagi bebannya selalu merespon secara aktif segala tindakan penaikan atau penurunan beban listrik. sehingga masing-masing generator menanggung beban dengan prosentasi yang sama diukur dari kemampuan masing-masing DASAR ELEKTROMEKANIK a) Konversi Energi Elektromekanik Konversi energi baik dari energi listrik menjadi energi mekanik (motor) maupun sebaliknya dari energi mekanik menjadi energi listrik (generator) berlangsung melalui medium medan magnet. Dalam Gambar 2 ditunjukkan penggunaan alat pembagi beban generator dalam suatu sistem kontrol tenaga generator. kemudian mencocokan dengan tegangan dan frekuensi sistem yang sudah bekerja secara otomatis. Setelah generator beroperasi secara paralel. setelah cocok memberikan sinyal penutupan ke Mccb generator sehingga bergabung dalam operasi paralel. Setelah generator dioperasikan paralelkan atau sudah sinkron dengan yang telah beroperasi kemudian menutup Mccb generator. medan magnet di sini selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan energi juga sekaligus sebagai medium untuk mengkopel perubahan energi. sehingga naik turunnya tegangan hanya dipengaruhi oleh kecepatan putaran mesin penggerak.* Saklar 3 ditutup untuk menuju pada kecepatan kelasnya (rated speed) yang berarti pengambilan beban dari generator yang perlu diringankan beban listriknya. Misalnya *saklar 1 ditutup untuk meminimumkan bahan bakar diesel yang berarti melepaskan beban. Untuk lebih akuratnya pengaturan kecepatan dalam proses sinkronisasi secara manual. biasanya terdapat potensiometer pengatur halus dan potensiometer pengatur kasar. kontrol mesin penggerak dan managemen beban (file power generation control). Dengan mengingat hukum kekekalan energi. Untuk mencocokkan tegangan dan frekuensi dapat dilihat dalam satu panel sinkron yang digunakan bersama untuk beberapa generator dimana masing-masing panel generator mempunyai saklar sinkron disamping SPM-nya. proses konversi energi elektromekanik dapat dinyatakan sebagai berikut (untuk motor): 15 .Potensiometer pengatur kecepatan adalah alat utama untuk mengatur frekuensi dan tegangan saat generator akan diparalelkan atau dalam proses sinkronisasi. Dengan demikian.

maka perubahan fluks pada konduktor dengan panjang efektif l adalah: d = B l ds Dari Hukum Faraday diketahui bahwa gaya gerak listrik (ggl) E = d/dt Maka e = B l ds/dt. Untuk keadaan tunak. konversi energi dari elektris ke mekanis adalah sebagai berikut: dWE = dWM + dWF Ini hanya berlaku ketika proses konversi energi sedang berlangsung pada keadaan dinamis yang transient. Agar proses konversi energi listrik menjadi 16 .(Energi Listrik sebagai input) = (Energi Mekanik sebagai output + Energi panas) + (Energi pada medan magnet dan rugi-rugi magnetic) atau dalam persamaan differensial. e = B l v c) Kopel Arus listrik I yang dihasilkan di dalam suatu medan magnet dengan kerapatan fluks B akan menghasilkan suatu gaya F sebesar: F=BIl Jika jari-jari rotor adalah r. maka kopel yang dibangkitkan adalah T=Fr Perlu diingat bahwa saat gaya F dibangkitkan. maka dWF = 0 dWE = dWM b) Gaya Gerak Listrik Apabila sebuah konduktor digerakkan tegak lurus sejauh ds memotong suatu medan magnet dengan kerapatan fluks B. dimana ds/dt = v = kecepatan Jadi. dimana fluks merupakan harga yang konstan. konduktor bergerak di dalam medan magnet da seperti diketahui akan menimbulkan gaya gerak listrik yang merupakan reaksi (lawan) terhadap tegangan penyebabnya.

Bila kerapatan fluks akibat arus listrik dinyatakan dengan Bs (pada stator). Di antara rotor dan stator terdapat celah udara. Jika kumparan rotor diputar dengan arah berlawanan dari arah jarum jam. Arus listrik yang mengalir pada konduktor tadi merupakan medan magnet pula dan akan berinteraksi dengan medan magnet yang telah ada (B). Agar konversi energi mekanik ke energi listrik dapat berlangsung. yaitu: F=BIl Seperti diketahui. tegangan akan dibangkitkan dengan arah yang berlawanan pada kedua ujung rotor yang tidak dihubungkan. sedang kerapatan fluks akibat kumparan medan adalah Br (pada rotor). Interaksi medan magnet merupakan gaya reaksi (lawan) terhadap gerak mekanik yang diberikan. akan mengalir arus listrik I atau energi mekanik berubah menjadi energi listrik (generator). Stator merupakan kumparan medan yang berbentuk kutub sepatu dan rotor merupakan kumparan jangkar dengan belitan konduktor yang saling dihubungkan ujungnya (lihat gambar) untuk mendapatkan tegangan induksi (ggl).energi mekanik (motor) dapat berlangsung. d) Mesin Dinamik Elementer Pada umumnya mesin dinamik terdiri atas bagian yang berputar disebut rotor dan bagian yang diam disebut stator. suatu gerak konduktor di dalam medan magnet akan membangkitkan tegangan e = B l V dan bila dihubungkan dengan beban. maka dapat dituliskan: T = K Br Bs sin  Dimana :  adalah sudut antara kedua sumbu medan magnet Br dan Bs K adalah konstanta l x r 17 . Begitu pula. arus listrik (I) pada persamaan di atas akan menimbulkan fluks juga di sekitar konduktor yang dilalui. e) Interaksi Medan Magnet Kerja suatu mesin dinamis dapat juga dilihat dari segi adanya interaksi antar medan magnet stator dan rotor. tegangan sumber harus lebih besar daripada gaya gerak listrik lawan. energi mekanik yang diberikan haruslah lebih besar dari gaya reaksi tadi.

18 . mesin telah menyelesaikan p/2 kali putaran. f) Derajat Listrik Pada setiap satu kali putaran mesin. tegangan induksi yang ditimbulkan sudah menyelesaikan p/2 kali putaran. maka kecepatan berputar mesin tersebut adalah: ns = (120 x 50)/2 = 3000 rpm. persamaan kopel menjadi: o T = K Ir Is sin  Dengan demikian. kopel terjadi sebagai interaksi antara dua medan magnet atau dua arus. diketahui bahwa untuk setiap satu siklus tegangan listrik yang dihasilkan. satu kali putaran mekanik mesin (360o) berarti sama dengan dua kali putaran listrik (720o). Maka untuk mesin 4 kutub. Dengan menganggap Br dan Bs sebagai fungsi arus rotor dan arus stator. Persamaan umumnya adalah sebagai berikut: e = (p/2) m p = jumlah kutub mesin e = sudut listrik m = sudut mekanik g) Frekuensi Dari persamaan di atas. Karena itu frekuensi gelombang tegangan adalah: f = (p/2) (n/60) n = rotasi per menit n/60 = rotasi perdetik Kecepatan sinkron untuk mesin arus bolak-balik lazim dinyatakan dengan ns = 120 (f/p) Jadi misalnya untuk generator sinkron yang bekerja dengan frekuensi 50 putaran per detik dan mempunyai jumlah kutub p=2.Sudut  dikenal sebagai sudut kopel atau sudut daya dengan harga maksimum  = 90 .

Dikenal dua tipe motor induksi yaitu motor induksi dengan rotor belitan dan rotor sangkar. Belitan stator yang dihubungkan dengan suatu sumber tegangan tiga fasa akan menghasilkan medan magnet yang berputar dengan kecepatan sinkron (ns = 120f/2p). bila beban motor bertambah. 19 . Medan putar pada stator tersebut akan memotong konduktor-konduktor pada rotor. Perbedaan putaran relative antara stator dan rotor disebut slip. dan sesuai dengan Hukum Lentz. Jadi . akan memperbesar kopel motor. MOTOR INDUKSI Motor induksi merupakan motor arus bolak balik (AC) yang paling luas penggunaannya. sehingga terinduksi arus. rotor pun akan ikut berputar mengikuti medan putar stator. putaran rotor cenderung menurun. Bertambahnya beban. tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai akibat adanya perbedaan relative antara putaran rotor dengan medan putar (rotating magnetic field) yang dihasilkan oleh arus stator.2. sehingga slip antara medan putar stator dan putaran rotor pun akan bertambah besar. yang oleh karenanya akan memperbesar pula arus induksi pada rotor. Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa arus rotor motor ini bukan diperoleh dari sumber tertentu.

maka medan magnet berada pada harga maksimum pula. Sepanjang waktu. marilah kita tinjau bagaimana medan putar ini dihasilkan.Gambar motor induksi. Gambar berikut menunjukkan sebuah stator tiga fasa dengan suplai arus bolak balik tiga fasa pula. Dua belitan pada masing-masing fasa dililitkan dalam arah yang sama. Untuk motor induksi. Karenanya. maka medan magnet yang dihasilkan juga akan mempunyai perbedaan sudut sebesar 120o pula. Ketiga medan magnet yang dihasilkan akan membentuk satu medan. 1) Medan Putar Sebelum kita membahas bagaimana rotating magnetic field (medan putar) menyebabkan sebuah motor berputar. Jika arus mengalir dengan harga maksimum. begitu medan magnet stator berputar. maka rotor juga berputar agar bersesuaian dengan medan magnet stator. maka medan magnet yang dihasilkan akan nol pula. sebuah medan magnet diinduksikan kepada rotor sesuai dengan polaritas medan magnet pada stator. Belitan stator terhubung wye (Y). yang akan beraksi terhadap rotor. Karena arus yang mengalir pada system tiga fasa mempunyai perbedaan 120o. 20 . Jika arus listrik yang melalui fasa tersebut adalah nol (zero). medan magnet yang dihasilkan oleh setiap fasa akan tergantung kepada arus yang mengalir melalui fasa tersebut.

Penjelasan mengenai ini dapat dilihat pada gambar selanjutnya. B’. Putaran medan magnet dijelaskan pada gambar di bawah dengan “menghentikan” medan tersebut pada enam posisi. dan C’.Gambar belitan stator tiga fasa. atau satu putaran.B. Pada akhir satu siklus arus bolak balik. rotor juga akan berputar hingga satu putaran. medan magnet tersebut telah bergeser hingga 360o. medan magnet akan menimbulkan kutub utara pada kutub stator yang ditandai dengan A’. dan C. Pada sepanjang waktu. Tiga posisi ditandai dengan interval 60o pada gelombang sinus yang mewakili arus yang mengalir pada tiga fasa A. Jika arus mengalir dalam suatu fasa adalah positif. medan magnet dari masing-masing fasa bergabung untuk menghasilkan medan magnet yang posisinya bergeser hingga beberapa derajat. Dan karena rotor juga mempunyai medan magnet berlawanan arah yang diinduksikan kepadanya. 21 .

dengan kekuatan 22 . Pada posisi ini. Pada saat yang sama. Pada posisi T1. Begitu pula arus pada fasa C telah turun hingga separuh dari harga maksimum positifnya. Medan magnet yang dihasilkan terbentuk ke kiri arah bawah. dengan kekuatan medan maksimum terjadi sepanjang fasa C. arus pada fasa C berada pada harga positif maksimumnya. Pada posisi T2. arus pada fasa A dan B berada pada separuh harga negative maksimumnya. Medan magnet yang dihasilkan terbentuk secara vertical dengan arah ke bawah.Gambar putaran motor induksi dan medan putar. Arus pada fasa B mempunya arah yang berlawanan dan berada pada separuh harga maksimum positifnya. dengan kutub-kutub A’ dan B’ menjadi kutub-kutub utara dan kutub-kutub A dan B menjadi kutub-kutub selatan. Medan magnet ini dibantu oleh medan-medan yang lebih lemah yang dihasilkan sepanjang fasa A dan B. arus dalam fasa A telah naik hingga harga negative maksimumnya. antara kutub C (utara) dengan C’ (selatan). gelombang sinus arus telah berotasi sebanyak 60 derajat listrik.

Medan magnet pun telah berotasi sebesar 60o dari titik T5 sehingga total rotas adalah 300o. medan magnet yang dihasilkan pada posisi ini akan identik dengan pada posisi T1. Terlihat bahwa medan magnet sekarang telah berotasi secara fisik sebanyak 180o dari posisi awalnya.medan maksimum sepanjang fasa A. Medan magnet yang dihasilkan mengarah ke atas kiri. Medan magnet ini dibantu oleh medan-medan yang lebih lemah yang timbul sepanjang fasa B dan C. Di sini terlihat bahwa medan magnet pada stator motor secara fisik telah berputar sebanyak 60o. medan magnet yang timbul mempunyai arah ke atas antara kutub C’ (utara) dan C (selatan). Pada posisi T3. Pada titik T6. Pada posisi T4. pada titik T7. Karenanya. Meskipun demikian. Akhirnya. Pada posisi ini. arus dalam fasa B telah naik hingga mencapai harga positif maksimumnya. Dari pembahasan ini. dengan menerapkan tiga-fasa AC kepada tigfa belitan yang terpisah secara simetris sekitar stator. medan magnet yang dihasilkan sepanjang fasa C kembali berada pada harga maksimum. dengan kekuatan medan maksimum sepanjang fasa B. Medan magnet ini dibantu oleh medan-medan yang lebih lemah sepanjang fasa A dan C. antara kutub-kutub A’ (utara) dan A (selatan). arus kembali ke polaritas dan nilai yang sama seperti pada Posisi T1. medan putar (rotating magnetic field) juga timbul. yang menghasilkan medan magnet ke arah atas sebelah kanan. fasa B berada pada harga maksimum negative yang menghasilkan medan magnet ke arah bawah sebelah kanan. medan magnet yang timbul pada stator sebuah motor juga berotasi satu putaran penuh (360o). dengan kutub-kutub B dan C menjadi kutub-kutub utara dan kutub-kutub B’ dan C’ menjadi kutub-kutub selatan. Sehingga terlihat di sini bahwa medan magnet pada stator telah berputar 60o lagi dengan total putaran sebesar 120o. antara kutub B (utara) dan B’ (selatan). Sehingga. Karena fasa C kembali pada harga maksimum. medan magnet yang dihasilkan sepanjang fasa C akan memiliki kekuatan medan maksimum. Arus pada fasa A telah turun hingga separuh dari harga negative maksimumnya. gelombang sinus arus telah berotasi sebanyak 180 derajat listrik dari titik T1 sehingga hubungan antara arus-arus fasa adalah indentik dengan posisi T1 kecuali bahwa polaritasnya telah berbalik. gelombang sinus arus berputar lagi 60 derajat listrik dari posisi sebelumnya hingga total rotasi pada posisi ini sebesar 120 derajat listrik. terlihat bahwa untuk satu putaran penuh gelombang sinus listrik (360o). fasa A berada pada harga positif maksimumnya. sementara arus pada fasa C telah berbalik arah dan berada pada separuh harga negative maksimumnya pula. Kembali. 23 . medan magnet secara fisik telah berputar 60o dari titik sebelumnya sehingga total rotasi sebanyak 240o. Pada posisi T5. dengan arus yang mengalir dalam arah yang berlawanan pada fasa C. dengan kutubkutub A’ dan C’ menjadi kutub-kutub utara dan kutub-kutub A dan C menjadi kutubkutub selatan.

Gambar Induction Motor Dari penjelasan di atas. sebuah medan putar timbul. Tanpa induksi EMF ini. Rotor. 24 . tidak akan ada interaksi medan yang diperlukan untuk menimbulkan gerak. maka tidak ada gerak relatif antara keduanya. dan tidak akan ada induksi EMF kepada rotor. berlawanan polaritas dari medan stator. Jika kecepatan rotor sama dengan keceparan medan putar stator. Arus yang diinduksikan ini akan menghasilkan medan magnet di sekitar penghantar rotor. Karena medan pada stator terus menerus berputar.2) SLIP Jika arus bolak balik dikenakan pada belitan stator dari sebuah motor induksi. karenanya ahrus berputar dengan kecepatan yang lebih rendah dari kecepatan medan putar stator jika gerak relatif tersebut harus ada antara keduanya. Arah aliran arus ini dapat ditentukan dengan menggunakan aturan tangan kiri untuk generator. rotor tidak pernah dapat menyamakan posisi dengannya alias selalu tertinggal dan karenanya akan terus mengikuti putaran medan pada stator sebagaimana ditunjukkan pada gambar di bawah ini. yang akan mengejar medan magnet pada stator. Medan putar ini memotong batang rotor dan menginduksikan arus kepada rotor. terlihat bahwa rotor pada motor induksi tidak pernah dapat berputar dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan medan putar.

mempunyai kecepatan pada beban penuh sebesar 3554 rpm. semakin dekat pula kecepatan rotor dengan kecepatan medan putar. Persen slip dapat dicari menggunakan Equation (12-1). dimana NS= kecepatan sinkron (rpm) NR= kecepatan rotor (rpm) Kecepatan medan putar atau kecepatan sinkron dari suatu motor dapat dicari dengan menggunakan Equation (12-2). dimana Contoh: Sebuah motor induksi dua kutub. Berapakah persentase slip pada beban penuh? Solusi: 25 .Persentase perbedaan antara kecepatan rotor dan kecepatan medan putar disebut dengan slip. 60 Hz. Semakin kecil slip.

breakdown torque bervariasi dari 200 hingga 300% torque beban penuh. Seiring dengan pertambahan kecepatan dari rotor. torque naik secara linier. Umumnya. Torque dapat dihitung dengan Equation (12-3). Torque awal (starting torque) adalah nilai torque pada 100% slip dan normalny 150 hingga 200% torque beban penuh. dimana Selama operasi normal. maka torque akan mencapai harga maksimum sekitar 25% slip. Gambar berikut menunjukkan karakteristik Torque terhadap slip. sehingga torque berbanding lurus dengan arus rotor. Perubahan torque terhadap slip menunjukkan bahwa begitu slip naik dari nol hingga –10%. Arus rotor meningkat dengan proporsi yang sama dengan slip. Torque maksimum disebut breakdown torque motor. dan cos adalah konstan. 26 .3) Torque Torque motor induksi AC tergantug kepada kekuatan medan rotor dan stator yang saling berinteraksi dan hubungan fasa antara keduanya. . Jika beban dinaikkan melebihi titik ini. K. Begitu torque dan slip naik melebihi torque beban penuh. biasanya antara 0 – 10%. torque akan naik hingga breakdown torque dan turun mencapai nilai yang diperlukan untuk menarik beban motor pada kecepatan konstan. motor akan stall dan segera berhenti.

Motor satu fasa biasanya digunakan untuk aplikasi kecil seperti peralatan rumah tangga (contoh mesin pompa). Ketika motor mencapai 70 hingga 80% dari kecepatan sinkron. Jenis ini mempunyai kumparan yang ditempatkan pada slot rotor. Tidak seperti motor induksi. Jika motor sinkron dibebani ke titik dimana rotor ditarik keluar dari keserempakannya dengan medan putar. arus pada belitan utama (IM) tertinggal dibelakang arus pada belitan starting (IS). Motor sinkron menggunakan rotor belitan. 5) Motor Sinkron Motor sinkron serupa dengan motor induksi pada mana keduanya mempunyai belitan stator yang menghasilkan medan putar. Motor sinkron bukanlah self-starting motor karena torque hanya akan muncul ketika motor bekerja pada kecepatan sinkron. Jika tegangan yang sama VT dikenakan pada belitan starting dan utama. Pada motor fasa terpisah (split-phase motor). maka tidak ada torque yang dihasilkan. medan yang dihasilkan akan tampak berputar. Belitan ini mempunyai resistansi yang lebih tinggi dan reaktansi yang lebih rendah dari belitan utama. motor sinkron dieksitasi oleh sebuah sumber tegangan dc di luar mesin dan karenanya membutuhkan slip ring dan sikat (brush) untuk memberikan arus kepada rotor. 27 . Pada motor sinkron. rotor terkunci dengan medan putar dan berputar dengan kecepatan sinkron.4) Motor Satu Fasa Jika dua belitan stator dengan impedansi yang tidak sama dipisahkan sejauh 90 derajat listrik dan terhubung secara parallel ke sumber satu fasa. saklar sentrifugal pada sumbu motor membuka dan melepaskan belitan starting. Sudut antara kedua belitan mempunyai beda fasa yang cukup untuk menimbulkan medan putar untuk menghasilkan torque awal (starting torque). Ini disebut dengan pemisahan fasa (phase splitting). karenanya motor memerlukan peralatan untuk membawanya kepada kecepatan sinkron. Slip ring dan sikat digunakan untuk mensuplai arus kepada rotor. dan motor akan berhenti. dipergunakanlah lilitan starting untuk penyalaan.

Sudut antara kutub rotor dan stator disebut sudut torque . rotor motor sinkron terkunci dengan medan putar dan harus terus beroperasi pada kecepatan sinkron untuk semua keadaan beban. arus AC diberikan kepada belitan stator. Motor kemudian dinyalakan seperti halnya motor induksi hingga mencapai –95% kecepatan sinkron. Ketika motor mencapai kecepatan sinkron. maka motor akan berhenti. Motor sinkron seringkali dinyalakan dengan menggunakan belitan sangkar tupai (squirrel-cage) yang dipasang di hadapan kutub rotor. Selama kondisi tanpa beban (no-load). Tidak ada perubahan kecepatan. Seiring dengan pembebanan. garis tengah kutub medan putar dan kutub medan dc berada dalam satu garis (gambar dibawah bagian a). Gambar sudut torque (torque angle) Jika beban mekanis pada motor dinaikkan ke titik dimana rotor ditarik keluar dari sinkronisasi . saat mana arus searah diberikan. Harga maksimum torque sehingga motor tetap bekerja tanpa kehilangan sinkronisasi disebut pull-out torque. Beban sekarang boleh diberikan kepada motor sinkron. Motor dc saat ini berfungsi sebagai generator dc dan memberikan eksitasi medan dc kepada rotor. ada pergeseran kutub rotor ke belakang. 28 . Seperti diketahui. dan motor mencapai sinkronisasi. Torque yang diperlukan untuk menarik motor hingga mencapai sinkronisasi disebut pull-in torque. Penyalaan Motor Sinkron Sebuah motor sinkron dapat dinyalakan oleh sebuah motor dc pada satu sumbu. relative terhadap kutub stator (gambar bagian b).3.

Bila kecepatannya 60 Revolution per menit (Rpm).1) Prinsip Kerja Generator sinkron Pengoperasian generator sinkron dalam kondisi berbeban. dan dimisalkan hanya memiliki satu lilitan yang terbuat dari dua penghantar secara seri. maka fluks medan rotor bergerak sesuai lilitan jangkar. Maka untuk frekuensi f = 60 Hz. Bila rotor mempunyai lebih dari 1 pasang kutub. Dalam keadaan seimbang besarnya fluksi sesaat : ΦA = Φm. Masing-masing lilitan akan menghasilkan gelombang Fluksi sinus satu dengan lainnya berbeda 120 derajat listrik. menentukan reaktansi dan resistansi dengan melakukan percobaan tanpa beban (beban nol). misalnya P kutub maka masing-masing revolution dari rotor menginduksikan P/2 siklus tegangan dalam lilitan stator. Sin ( ωt – 240° ) 29 . Sin ( ωt – 120° ) ΦC = Φm. b – b’ dan c – c’ pada gambar 2. Diasumsikan rotor berputar searah jarum jam. Untuk dapat lebih mudah memahami. Lilitan seperti disebutkan diatas disebut “Lilitan terpusat”. Seperti telah dijelaskan pada artikel-artikel sebelumnya. Diagram Generator AC Satu Phasa Dua Kutub. dalam generator sebenarnya terdiri dari banyak lilitan dalam masing-masing fasa yang terdistribusi pada masing-masing alur stator dan disebut “Lilitan terdistribusi”. Gambar 1 akan memperlihatkan prinsip kerja dari sebuah generator AC dengan dua kutub. Sin ωt ΦB = Φm. Untuk kecepatan rotor n rpm. di sini. silahkan lihat animasi prinsip kerja generator. yaitu penghantar a dan a’. Gambar 1. tanpa beban. frekuensi 1 Hz. bahwa kecepatan rotor dan frekuensi dari tegangan yang dibangkitkan oleh suatu generator sinkron berbanding lurus. rotor harus berputar 3600 Rpm. dan diformulasikan dengan: Untuk generator sinkron tiga fasa. harus ada tiga belitan yang masing-masing terpisah sebesar 120 derajat listrik dalam ruang sekitar keliling celah udara seperti diperlihatkan pada kumparan a – a’. Frekuensi dari tegangan induksi sebagai sebuah fungsi dari kecepatan rotor. rotor harus berputar pada kecepatan n/60 revolution per detik (rps). Satu putaran rotor dalam satu detik menghasilkan satu siklus per detik atau 1 Hertz (Hz). percobaan hubung-singkat dan percobaan resistansi jangkar.

Φ ) Weber Jadi medan resultan merupakan medan putar dengan modulus 3/2 Φ dengan sudut putar sebesar ω. Cos (φ – 240°) Dengan memakai transformasi trigonometri dari : Sin α . maka besar. Sin (ωt +φ )+ ½. Maka besarnya tegangan masing-masing fasa adalah : E maks = Bm.Sin ωt + Φm. Sin(ωt – 120°) + Φm.Φm. Sin(ωt– 240°). Sin (ωt + φ – 480°) Dari persamaan diatas. Diagram Generator AC Tiga Fasa Dua Kutub. ℓ. yang merupakan fungsi tempat (Φ) dan waktu (t). Besarnya fluks resultan adalah jumlah vektor ketiga fluks tersebut adalah: ΦT = ΦA +ΦB + ΦC. ω r Volt dimana : Bm ℓ ω r = Kerapatan Fluks maksimum kumparan medan rotor (Tesla) = Panjang masing-masing lilitan dalam medan magnetik (Weber) = Kecepatan sudut dari rotor (rad/s) = Radius dari jangkar (meter) 30 .Φm.Φm. Sin (ωt – φ) + ½. ΦT = ¾ Φm. Sin (ωt – φ) +½. bila diuraikan maka suku kesatu.Φm. dan kelima akan silang menghilangkan. ketiga.Sin (α + β) + ½ Sin (α + β ).Φm.Gambar 2. maka dari persamaan diatas diperoleh : ΦT = ½. Dengan demikian dari persamaan akan didapat fluksi total sebesar. Sin ( ωt + φ – 240° )+ ½. Sin ( ωt . Cos β = ½.besarnya fluks total adalah: ΦT = Φm.

hal seperti ini disebut Fluks Bocor. yaitu sebesar: Eo = 4.2) Generator Tanpa Beban Apabila sebuah mesin sinkron difungsikan sebagai generator dengan diputar pada kecepatan sinkron dan rotor diberi arus medan (If). sehingga tidak terdapat pengaruh reaksi jangkar. maka pada kumparan jangkar stator akan diinduksikan tegangan tanpa beban (Eo).Ra yang sefasa dengan arus jangkar. c. b. maka tegangan keluaran juga akan naik sampai titik saturasi (jenuh).44 . Reaksi Jangkar Adanya arus yang mengalir pada kumparan jangkar saat generator dibebani akan menimbulkan fluksi jangkar (ΦA ) yang berintegrasi dengan fluksi yang dihasilkan pada kumparan medan rotor(ΦF). T Volt Dalam keadaan tanpa beban arus jangkar tidak mengalir pada stator. Resistansi Jangkar Resistansi jangkar/fasa Ra menyebabkan terjadinya kerugian tegang/fasa (tegangan jatuh/fasa) dan I. Bila besarnya arus medan dinaikkan. hal ini disebabkan adanya kerugian tegangan pada:  Resistansi jangkar Ra  Reaktansi bocor jangkar Xl  Reaksi Jangkar Xa a. Kondisi generator tanpa beban bisa digambarkan rangkaian ekuivalennya seperti diperlihatkan pada gambar 3b. sebagian fluks yang terjadi tidak mengimbas pada jalur yang telah ditentukan. f. φm.Kd. Fluks hanya dihasilkan oleh arus medan (If). Reaktansi Bocor Jangkar Saat arus mengalir melalui penghantar jangkar. Gambar 3a dan 3b. Kp. sehingga akan dihasilkan suatu fluksi resultan sebesar : 31 . seperti diperlihatkan pada gambar 3. Kurva dan Rangkaian Ekuivalen Generator Tanpa Beban 3) Generator Berbeban Bila generator diberi beban yang berubah-ubah maka besarnya tegangan terminal V akan berubah-ubah pula.

sehingga arus jangkar Ia mendahului ggl Eb sebesar θ dan ΦA terbelakang terhadap ΦF dengan sudut (90 -θ). Gambar 4d. resistif murni. 4c dan 4d. seperti diperlihatkan pada Gambar 4. 4b. Jumlah dari reaktansi bocor XL dan reaktansi jangkar Xa biasa disebut reaktansi Sinkron Xs. Kondisi Reaksi Jangkar.Interaksi antara kedua fluksi ini disebut sebagai reaksi jangkar. 32 . Gambar 4a . memperlihatkan kondisi reaksi jangkar saat generator dibebani kapasitif. Vektor diagram untuk beban yang bersifat Induktif. Gambar 4b. yang mengilustrasikan kondisi reaksi jangkar untuk jenis beban yang berbeda-beda. Gambar 4a. memperlihatkan kondisi reaksi jangkar saat generator dibebani tahanan (resistif) sehingga arus jangkar Ia sefasa dengan GGL Eb dan ΦA akan tegak lurus terhadap ΦF. memperlihatkan kondisi reaksi jangkar saat dibebani kapasitif murni yang mengakibatkan arus jangkar Ia mendahului GGL Eb sebesar 90° dan ΦA akan memperkuat ΦF yang berpengaruh terhadap pemagnetan. dan kapasitif diperlihatkan pada Gambar 5a. 5b dan 5c. Gambar 4c. memperlihatkan kondisi reaksi jangkar saat arus diberi beban induktif murni sehingga mengakibatkan arus jangkar Ia terbelakang dari GGL Eb sebesar 90° dan ΦA akan memperlemah ΦF yang berpengaruh terhadap pemagnetan.

Xa + I. harus dilakukan percobaan (test). 5b dan 5c. 33 . yaitu:  Test Tanpa beban ( Beban Nol )  Test Hubung Singkat.XL) = I {Ra + j (Xs + XL)} = I {Ra + j (Xs)} = I. 5) Test Tanpa Beban Test Tanpa Beban dilakukan pada kecepatan Sinkron dengan rangkaian jangkar terbuka (tanpa beban) seperti diperlihatkan pada Gambar 6. Ada tiga jenis test yang biasa dilakukan.Gambar 5a. maka bisa ditentukan besarnya tegangan jatuh yang terjadi.Ra + j (I. yaitu : Total Tegangan Jatuh pada Beban: = I. Vektor Diagram dari Beban Generator Berdasarkan gambar diatas. Percobaan dilakukan dengan cara mengatur arus medan (If) dari nol sampai rating tegangan output terminal tercapai.Zs 4) Menentukan Resistansi dan Reaktansi Untuk bisa menentukan nilai reaktansi dan impedansi dari sebuah generator.  Test Resistansi Jangkar.

Dari hasil kedua test diatas. Arus medan dinaikkan secara bertahap sampai diperoleh arus jangkar maksimum. Kurva Karakteristik Tanpa Beban dan Hubung Singkat sebuah Generator. Impedansi Sinkron dicari berdasarkan hasil test. adalah: . dan dengan Ampermeter diletakkan diantara dua penghantar yang dihubung singkat tersebut (Gambar 7). maka dapat digambar dalam bentuk kurva karakteristik seperti diperlihatkan pada gambar 8. Rangkaian Test Generator Tanpa Beban.Gambar 6. Gambar 7. Rangkaian Test Generator di Hubung Singkat. 6) Test Hubung Singkat Untuk melakukan test ini terminal generator dihubung singkat. Selama proses test arus If dan arus hubung singkat Ihs dicatat. If = konstatn 34 . Gambar 8.

6. Resistansi per fasa adalah setengahnya dari yang diukur. Bila nilai Ra telah diketahui. eff R . Perubahan beban akibat pemasukan atau pengeluaran generator dari sistem paralel generatorgenerator akan dirasakan sama oleh setiap generator dalam sistem tsb . nilai Xs bisa ditentukan berdasarkan persamaan: Kesimpulan Alat pembagi beban generator merupakan peralatan otomatis yang menyeragamkan operasi governor dalam menaikkan atau menurunkan power mesin atau daya generator sesuai perubahan bebannya. Gambar 9. Nilainya berkisar antara 1. Faktor ini tergantung pada bentuk dan ukuran alur. resistansi DC diukur antara dua terminal output sehingga dua fasa terhubung secara seri.2 s/d 1. Alat pembagi beban generator hanya bisa diterapkan pada generator set-engine yang mempunyai governor dan bisa dikembangkan untuk sistem kontrol yang lebih lanjut seperti kontrol dengan distributed control system (DCS). dan konstruksi kumparan. Pengukuran Resistansi DC. Gambar 9. Dalam kenyataannya nilai resistansi dikalikan dengan suatu faktor untuk menentukan nilai resistansi AC efektif . Dengan alat pembagi beban generator. dan sangat diperlukan bila memiliki lebih dari dua generator dengan karakteristik yang berbeda yang beroperasi secara paralel. ukuran penghantar jangkar. tanpa overload atau overspeed. q 35 .7) Test Resistansi Jangkar Dengan rangkaian medan terbuka. maka setiap generator mempunyai faktor penggunaan (beban maksimum dibagi kapasitas generator) yang sama dan kecil yang berarti bagus.

Bernhardt G. 3412 Generator Set Engine Woodward Engine Control. USA 9704825811. Referensi: Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya – ZUHAL Gambar : 1. Power generation control. 380V. Skrotzki and William A Vopat. 36 . 3. Connection diagram for load sharing and speed control pada generator 393 KVA.Daftar Pustaka 1. Electro hydraulic governor for multiple unit.A.50Hz yang diparalelkan dengan panel untuk 3 unit generator. total engine control and load management. Power station engineering and economy. 300 KW SEBP1384. 2. 3ph. Caterpillar Parts.