You are on page 1of 66

PT PERKEBUNAN NUSANTARA XIII

(Persero)
LAPORAN TAHUNAN I 2007 I ANNUAL REPORT
Daftar Isi
List of Contents
Ikhtisar Keuangan 1
Financial Highlights
Laporan Dewan Komisaris 2
Board of Commissioner’s Report
Laporan Direksi 4
Board of Director’s Profile
Profil Perusahaan 8
Company Profile
Visi dan Misi Perusahaan 10
Vision and Mission of The Company
Sumber Daya Manusia 11
Human Resource
Struktur Organisasi 14
Organization’s Structure
Penghargaan dan Sertifikat 15
Awards and Certificates
Lokasi Unit Usaha 16
Business Unit Location
Analisa Manajemen Atas Kinerja Perusahaan 18
Management Analysis of Company Performance
Uraian Kinerja Keuangan Perusahaan 29
Description of Company Financial Performance
Tata Kelola Perusahaan 37
Good Corporate Governance
Laporan Auditor Independen 63
Independent Auditor’s Report
Indeks I Index Halaman I Page
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
1
Informasi Keuangan
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 – 2007
(Dalam Juta Rupiah)
INFORMASI HARGA SAHAM
PTPN-XIII sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Non-
Listed mempunyai modal dasar Perseroan ditetapkan sebesar
Rp. 1.500.000.000.000,- (satu trilyun lima ratus milyar
rupiah), terbagi atas 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu)
lembar saham, masing-masing saham dengan nilai nominal
sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah). Dari Modal dasar
tersebut telah ditempatkan sebanyak 460.000 (empat ratus
enam puluh ribu) lembar saham atau seluruhnya sebesar
Rp. 460.000.000.000,- (empat ratus enam puluh milyar
rupiah).
INFORMATION ON SHARE VALUE
PTPN-XIII, acting as Non-Listed State-Owned Enterprises/
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) holds an authorized
capital of the for as much Rp 1,500,000,000,000 (one
trillion and five hundred billion rupiah) which is divided into
1,500,000 (one million and five hundred thousands) shares
with par value of Rp. 1,000,000 (one million Rupiah) per
share. From such authorized capital it has been issued/fully
paid for as much Rp. 460,000,000.000 (four hundred and
sixty billion rupiah) consisting of 460,000 (four hundred and
sixty thousands) shares.
Key Financial Indicators
For the year ended on 31 December 2003 – 2007
(In Million Rupiah)
URAIAN 2003 2004 2005 2006 2007 DESCRIPTION
Hasil Penjualan 982.298 1.252.682 1.204.430 1.394.180 2.009.523 Sales
Harga Pokok Penjualan 763.601 975.150 952.070 1.138.982 1.564.689 Cost of Goods Sold
Laba (rugi) Kotor 218.698 277.532 252.359 255.197 444.834 Gross Profit (Loss)
Laba (rugi) Usaha 151.914 148.640 111.083 119.198 287.179 Operating Profit ( Loss)
Laba (rugi) Bersih 59.690 63.608 45.665 18.984 141.595 Net Profit (Loss)
Total Aktiva 1.210.769 1.392.312 1.498.358 1.567.287 1.613.998 Total Asset
Aktiva Lancar 216.970 265.235 282.412 294.778 396.816 Current Asset
Modal Digunakan 845.104 1.016.794 900.247 996.423 1.126.675 Capital Employed
Hutang Lancar 238.792 303.876 399.903 550.723 620.402 Current Liability
Hutang Jangka Panjang 328.366 413.674 470.146 366.228 206.347 Long Term Liability
Total Hutang 567.158 717.550 870.049 916.951 826.749 Total Liability
Modal Sendiri 641.915 617.473 642.623 650.335 787.249 Equity
Investasi investment
- Tanaman 58.034 66.449 77.500 75.212 100.947 - Plants
- Non Tanaman 14.712 132.890 17.428 9.446 50.145 - Non-Plants
Rasio – Rasio Keuangan Financial Ratio
Rentabilitas (%) Rentability (%)
- Return on Assets (ROA) 8,77 8,99 6,76 6,34 11,95 - Return on Assets (ROA)
- Return on Equity (ROE) 10,42 10,49 7,79 7,48 26,09 - Return on Equity (ROE)
Likuiditas (%) Liquidity (%)
- Current Ratio 90,86 87,28 73,51 53,53 63,96 - Current Ratio
- Cash Ratio 12,20 17,88 10,79 6,31 21,28 - Cash Ratio
Solvabilitas (%) 213,48 194,04 170,92 170,92 195,22 Solvability (%)
Debt Equity Ratio (DER) 47 : 53 52 : 48 59 : 41 59 : 41 51 : 49 Debt Equity Ratio (DER)
Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
2
Para Pemegang Saham Yang Terhormat
Tahun 2007 adalah tahun yang penuh dengan peluang
sekaligus tantangan yang tidak ringan. Di satu sisi, terjadi
pertumbuhan pasar karet alam dan minyak sawit yang sangat
pesat. Di sisi lain, gejolak iklim yang semakin sulit diprediksi,
serta kondisi makro ekonomi berupa melambungnya
harga minyak dunia berpengaruh nyata terhadap kinerja
PTPN-XIII.
Sejak awal PTPN-XIII telah berupaya mengantisipasi
berbagai peluang dan kendala yang mungkin timbul dengan
melakukan beberapa terobosan baru, antara lain melalui 3
kebijakan strategis berupa (I) Peningkatan kualitas Asset
Produksi (II) Penataan dan Pembenahan organisasi, SDM
dan Budaya Kerja, dan (III) Pengembangan Usaha.
Upaya tersebut telah membuahkan hasil yang signifikan di
tahun 2007, yaitu :
z Hasil penjualan bertumbuh sebesar 44%.
z Laba bersih bertumbuh sebesar 645,87%
z Kinerja perusahaan predikat “Sehat” (AA) dengan skor
87,90 pada skala 0 - 100.
Tugas dan peran Dewan Komisaris dalam rangka
mengantarkan PTPN-XIII menuju gerbang kesuksesan
adalah melakukan tindakan pengawasan atas kebijakan
Direksi dalam menjalankan perusahaan serta memberikan
nasihat kepada Direksi tentang arahan strategi bisnis,
pembentukan kebijakan, serta memberikan persetujuan atas
tindakan korporasi yang mensyaratkan persetujuan Dewan
Komisaris.
Dear Shareholders
The year 2007 was filled with opportunity but also not
an easy challenge. On one side, there is a rapid market
growth of the Palm Oil and Rubber. On the other side, the
climate fluctuation was more difficult to predicted, as well
as the macroeconomics condition which is the increasing
of world oil price that has really influenced the PTPN-XIII
performance.
Since the beginning, PTPN-XIII had tried to anticipate
various opportunities and obstacles that could possibly
emerged by carrying out several new breakthroughs, among
these breakthrough are 3 strategic policies such as (I) The
increase quality of Production Assets , (II) Arrangement
and Reengineering the Organisation, Human Resources and
Work Culture, and, (III) Business Development.
These efforts have produced significant results in 2007, as
follows:
z Sales revenue grew of 44%.
z The net profit grew of 645.87%
z The company performance had certified a healthy
(AA) rating with score of 87.90 at scale 0 - 100.
The role and duty of the Board Of Commissioner in order to
take PTPN-XIII towards the gate of success is to carry out
the supervision act to the Board of Director policy in running
the company and also giving advice to the Board of Director
about the business strategy, the policy formation, and also
giving approval to the company action that required approval
from the Board Of Commissioner.
Laporan Dewan Komisaris
Board of Commissioner’s Report
Dewan Komisaris | Board of Commissioner
Dari kiri ke kanan | From left to right
Pdt. DR. Barnabas Simin, S.Th, Drs. Yuni Suryanto, AK, Ir. Achmad Mangga Barani, MM, Herman Hidayat, SH, Drs. Mudji Hardjadi MBA
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
3
Dalam pelaksanaan tugasnya, Komisaris dibantu oleh
Komite Audit untuk menilai pelaksanaan kegiatan serta hasil
audit yang dilakukan oleh Satuan Pengawas Intern (SPI)
maupun Auditor Eksternal (KAP). Selain itu, Komite Audit
telah memberikan rekomendasi penyempurnaan sistem
pengendalian dan review management serta melakukan
identifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Komisaris
terkait dengan pengawasan manajemen perusahaan.
Bertitik tolak dari peningkatan laba yang substansial di tahun
2007, kami yakin dan percaya akan strategi dan kebijakan
yang diterapkan Direksi untuk terus meningkatkan prestasi
di tahun 2008 dan masa yang akan datang. Dengan
kapasitas dan kompetensi yang dimilikinya, PTPN-XIII
berpotensi untuk terus berkembang sekaligus mewujudkan
visinya, yakni sebagai perusahaan agrobisnis yang berdaya
saing tinggi, berkembang dan tumbuh berkelanjutan.
Dewan Komisaris menyampaikan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada Direksi dan seluruh Karyawan PTPN-XIII.
Tanpa komitmen, kerja keras, dan profesionalisme mereka
semua, prestasi 2007 yang menggembirakan ini tidak akan
terwujud. Semoga Tuhan yang Maha Kuasa memberkati kita
semua.
In carrying the duties, the Board of Commissioner is assisted
by the Audit Committee whom will supervise along the
action and the audit result which evaluated by the internal
auditor unit as well as external auditor/Public Accountant
(PA). In addition to the action, the Audit Committee
had given recommendation in improving of the system
controlling and management review, and to identify matters
that needs attention by the Board of Commissioner related
to monitoring of corporate management.
Having an increasing substantial profit in 2007 as a starting
point, we are positive and believe, in the strategy and the
policy that is applied by the Board of Director will able to
keep on excalating the achievement in 2008 and years to
come. With the capacity and competence that were owned,
PTPN-XIII had the potential to develop and also to achieved
the vision, that is as highly competitive Agribusiness
Company, developed and sustainability growing.
The Board of Commissioner would like to express appreciation
and gratitude to the Board of Director and all the Employee
of PTPN-XIII. With out the commitment, hard work, and
professionalism from all of them, the pleasing achievement
of 2007 will never be accomplished. May the lord almighty
bless us all.
Pontianak, Juni 2008
Ir. Achmad Mangga Barani, MM
Komisaris Utama I President Commissioner
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
4
Direksi | Board of Director
Dari kiri ke kanan | From left to right
Ir. Wagio Ripto Sumarto, MM, Drs. Natsir Tarigan, Ir. Kusumandaru, MBA, Ir. Memed Wiramihardja, MM, Ir. Baim Rachman
Para Pemegang saham yang Terhormat,
Tahun 2007 merupakan tahun ke-11 (sebelas) sejak
terbentuknya PTPN-XIII pada 11 Maret 1996 dan sekaligus
ditetapkannya Manajemen baru oleh Pemegang Saham
dengan tugas khusus adalah untuk pertumbuhan dan
pengembangan Perusahaan. PTPN-XIII berhasil mencetak
kinerja yang sangat memuaskan di tahun 2007, tahun
dimana kami melakukan konsolidasi internal dan berupaya
semaksimal mungkin untuk meraih prestasi setelah
lambannya pertumbuhan selama dua tahun terakhir.
Penjualan berhasil meningkat cukup signifikan, yakni
mencapai Rp 2.009,52 milyar – bertumbuh sebesar 44% dari
penjualan 2006 sebesar Rp 1.394,18 milyar. Seiring dengan
pertumbuhan tersebut, laba bersih yang berhasil dibukukan
adalah sebesar Rp 141,59 milyar, atau meningkat 645,87%
dibandingkan tahun 2006 yang sebesar Rp 18,984 milyar.
Demikian pula, nilai Return on Asset mengalami lonjakan
yang cukup tajam, dari 6,34% pada tahun 2006 menjadi
14,98% pada tahun 2007.
Kami menyadari, bahwa begitu tinggi harapan Pemegang
Saham ke depan untuk menjadikan PTPN-XIII berdaya saing
tinggi, berkembang dan tumbuh berkelanjutan. Sebagai
upaya untuk memenuhi harapan tersebut, kami telah
melakukan Restrukturisasi Organisasi dan mendefinisikan
kembali Visi, Misi, Tata Nilai dan Paradigma Perusahaan.
Selanjutnya, ditetapkan pula Kebijakan Perusahaan yang
telah diterjemahkan ke dalam suatu Roadmap Implementasi
3 (tiga) Kebijakan Strategis Perusahaan tahun 2007 – 2012,
yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sejak tahun
2007.
Dear Shareholders
The Year 2007 was the 11th (eleventh) year since the form
of PTPN-XIII established on March 11 1996 and was at
the same time the new Management was formed by the
shareholders with the special assignment to achieve the
Company growth and development. PTPN-XIII made a
very satisfactory performance in 2007, the year where we
carried out the internal consolidation and made an effort as
maximally as possible to gain an achievement after slow-
going of growth during the last two years.
The sale was succeeded to increase significantly, which is
Rp 2,009.52 billion - grewing 44% from the 2006 sales of
Rp 1,394.18 billion. along with this growth, the net profit
that has been booked is Rp 141.59 billion, or increasing by
645.87% compared with 2006 that was Rp 18.984 billion.
Likewise, the Return on Assets values was increasing
rapidly, from 6.34% in 2006 to 14.98% in 2007.
We realised, that shareholders expectation was high to make
PTPN-XIII as a high competitive, developed and constanly
growing company. As an effort to fulfill that expectation, we
had carried out an Organization Restructuring and redefine
the Vision, Mision, Values and the Company Paradigm.
Furthermore, is also been settled the Company policy that
was translated into some Roadmap of 3 (three) Company
Strategic policy of 2007 - 2012, which the implementation
was carried out in stages, starting since 2007.
Laporan Direksi
Board of Director’s Report
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
5
Penjabaran secara singkat 3 (tiga) Kebijakan Strategis
Perusahaan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Peningkatan Kualitas Asset Produksi.
Difokuskan pada fasilitas-fasilitas yang dapat langsung
berdampak terhadap peningkatan produksi, seperti
infrastruktur melalui peningkatan jalan dan jembatan;
peningkatan produktifitas kebun dengan sasaran untuk
mencapai atau setidaknya mendekati potensi; dan
perbaikan pabrik dengan target meminimalkan stagnasi.
2. Penataan dan Pembenahan Organisasi, SDM dan
Budaya kerja.
Menata organisasi serta pejabat yang menduduki
posisinya, disesuaikan dengan kondisi lingkungan
usaha dan geografi Perusahaan; pemberdayaan Distrik;
memantapkan pelaksanaan manajemen satu atap untuk
mengelola Plasma; serta pelatihan yang diarahkan untuk
membentuk karakter yang lebih baik.
3. Pengembangan Usaha.
Diarahkan kepada pengembangan Horisontal dan
Vertikal yang lebih progresif seperti perluasan kebun
serta pengembangan industri hilir berbasis CPO/PKO
dan Karet agar mempunyai Nilai Tambah Tinggi.
PTPN-XIII memiliki komitmen yang kuat pada standar Tata
Kelola Perusahaan dengan memastikan transparansi dan
kualitas keterbukaan yang selalu dievaluasi dan diukur setiap
tahunnya. Penerapan Tata Kelola juga merupakan bagian
yang tak terpisahkan dari seluruh kegiatan usaha PTPN-XIII.
Pada tahun 2007 penerapan Tata Kelola di perusahaan telah
dievaluasi pelaksanaannya oleh Badan Independen yaitu
BPKP perwakilan Kalimantan Barat dengan mendapat nilai
80,97 dengan predikat Baik dibandingkan tahun 2006 yang
mendapat nilai 79,85.
Selain itu, guna menunjang kegiatan operasi maupun
investasinya Perusahaan yang dibantu oleh BPKP perwakilan
Kalimantan Barat telah membentuk Komite Manajemen
Risiko sehingga ke depan setiap kegiatan akan melalui
analisa risiko untuk meyakinkan bahwa semua kemungkinan
sudah dapat diantisipasi.
Sebagai bentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial
perusahaan (CSR), PTPN-XIII telah mewujudkan Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan. Program Kemitraan
merupakan program untuk membina pengusaha kecil
atau koperasi setempat. Dana yang telah dikucurkan atau
dipinjamkan pada tahun 2007 sebesar Rp 1.382.000.000,-
sedangkan jumlah akumulasinya (1996 s/d 2007) adalah
sebesar Rp 9.316.091.000,-.
A Brief Explication of the 3 (three) Company Strategic policy
is as follows:
1. The Increase Quality of Production Assets
Focussed on facilities that could have a direct impact
on the increase of production, such as the infrastructure
through the improving of the road and bridge; the
increase in the productivity of the plantation with the
target to reach or at least approached the potential;
and the improvement of the factory with the target to
minimised stagnation.
2. The Arrangement and Reengineering of the
Organisation, Human Resource and the Work Culture
Organizing the organization as well as the official that
occupied the position, adapted to the condition of the
work environment and the Company’s geography,
District empowerment, consolidated the implementation
under the same roof management to manage Plasma,
as well as the training that were aimed to form a better
character
3. The Business Development
Aiming for more progressive Horizontal and Vertical
development such as the expansion of the plantation as
well as the downstream industrial development based on
CPO/PKO and Rubber in order to have a high Added Value.
PTPN-XIII had a strong commitment in the standard of Good
Corporate Governance (GCG) with ensuring transparency
and the quality of openness that will always be evaluated
and measured each year. The GCG implementation was also
a part that can not be separated from all of the PTPN-XIII
business activity. During 2007 the GCG implementation in
the company was evaluated by the Independent Party of
West Kalimantan BPKP delegation receiving scored of 80.97
with the predicate Good compared to 2006 that received
scored of 79.85.
Moreover, in order to supports the operation activity and
also company investment by the help of West Kalimantan
Supreme Audit Board (BPKP - Kalimantan Barat) delegation
had formed the Risk Management Committee so as in the
future each activity will be passing the risk analysis to ensure
that all the possibilities is already have been anticipated.
As the implementation of the corporate social responsibility
(CSR), PTPN-XIII has created the Partnership Program and
Community Development. The Partnership Program was the
program to help the small enterpreneur or local cooperative
society. The fund that have been release or lend during 2007
of Rp 1,382,000,000.- whereas the total accumulations
(1996 to 2007) of about Rp 9,316,091,000,-.
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
6
Program Bina Lingkungan merupakan upaya peningkatan
taraf hidup masyarakat di sekitar unit usaha melalui
pembangunan sarana sosial seperti pembangunan sarana
ibadah, pembuatan sumur bor untuk sarana air bersih, sarana
pendidikan, perbaikan jalan dan jembatan. Dana yang telah
dikeluarkan pada tahun 2007 mencapai Rp 1.282.500.000,-
sedangkan jumlah akumulasinya (1996 s/d 2007) sebesar
Rp 9.106.806.000,-.
Komitmen terhadap program Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan (CSR) juga tercermin dari luasan kebun Plasma
yang menjadi binaan Perusahaan mencapai 60% atau sekitar
89 ribu hektar (55 ribu Ha berupa kebun kelapa sawit dan
31 ribu Ha berupa kebun karet) dari seluruh luasan kebun
yang dikelola oleh Perusahaan.
Terkait dengan berbagai upaya yang telah dilaksanakan,
kinerja gemilang di tahun 2007 ini merupakan hasil kerja
sama, kerja keras dan kerja cerdas seluruh karyawan
PTPN-XIII, manajemen serta seluruh pemangku kepentingan
Perusahaan. PTPN-XIII meyakini lingkungan kerja yang baik
dan suasana keakraban yang terbentuk di antara karyawan
merupakan motor penggerak bisnis selama ini.
Pada kesempatan ini, Direksi menyampaikan penghargaan
yang tinggi atas peranan dan dukungan Dewan Komisaris,
seluruh jajaran manajemen PTPN-XIII, mitra bisnis dan para
pemangku kepentingan lainnya yang telah melakukan sinergi
dan kolaborasi demi tercapainya kemajuan perusahaan.
Community Development Program was an effort to
increase the community’s standard of living around the
working unit through the development of social facilities
such as the worship place development, making the
artesian well for clean water means, educational means,
the improvement of the road and bridge. The fund that
was donated during 2007 reached Rp 1,282,500,000.-
whereas the total accumulations (1996 to 2007) of about
Rp 9,106,806,000,-.
The commitment of the Corporate Social Responsibility (CSR)
program was also reflected from the area of the Plasma
Estate that became Company cultivation has reached 60%
or around 89 thousand hectare (55 thousand Ha took the
form of the Palm Oil plantation and 31 thousand Ha took the
form of the Rubber plantation) from all over the area of the
plantation that was managed by the Company.
Related to various efforts that were carried out, the great
achievement in 2007 was a results of the co-operation,
hard work and the smart work of the entire employee of
PTPN-XIII, the management and all stakeholders. PTPN-XIII
believe in the good work environment and atmosphere of
the intimacy that was formed among the employee was the
motor of the business motivator uptil now.
In this opportunity, The Board of Director would like to
express great appreciation and gratitude to the role’s
and support of the Board Of Commissioner’s, the entire
PTPN-XIII management, the business partner and other
stakeholders that have carried out synergy and collaboration
for the sake of the company achievements.
Pontianak, Juni 2008
Ir. Kusumandaru, MBA
Direktur Utama I President Director
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
77
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
8
NAMA DAN ALAMAT PERUSAHAAN
PT.Perkebunan Nusantara XIII (Persero) disingkat PTPN-
XIII berkantor pusat di Jl. Sultan Abdurrachman No. 11
Pontianak, Kalimantan Barat.
RIWAYAT SINGKAT PERUSAHAAN
PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) mengawali
perjalanannya pada tahun 1996 dan merupakan hasil dari
penggabungan dari Proyek Pengembangan 8 (delapan)
PTP yaitu PTP VI, VII, XII, XIII, XVIII, XXIV-V, XXVI dan
XXIX yang semuanya berlokasi di Kalimantan. Keberadaan
PTPN-XIII berlandaskan pada Peraturan Pemerintah (PP)
No.18 tahun 1996 dan Akte Notaris Harun Kamil, SH
No.46 tanggal 11 Maret 1996 dan telah disahkan oleh
Menteri Kehakiman R.I melalui keputusan No. C2-8341.
IIT.01.01.TII.96 tanggal 8 Agustus 1996 serta tambahan
berita negara R.I No. 81.
Dalam rangka membangun landasan yang kokoh bagi
pertumbuhan bisnisnya, maka pada tahun 2002 telah
diadakan perubahan Anggaran Dasar Perseroan sesuai
dengan Akte Notaris Sri Rahayu Hadi Prasetyo, SH No. 05
tanggal 7 Oktober 2002 dan telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman dan Hak Asasi Manusia No. C-20948 HT.01.04.
Th.2002 tanggal 28 Oktober 2002 dan tambahan berita
negara R.I No. 24.
NAME AND COMPANY’S ADDRESS
PT. Perkebunan Nusantara XIII (Persero) shortened by
PTPN-XIII Head office Jl.Sultan Abdurrachman No. 11
Pontianak, West Kalimantan.
COMPANY IN BRIEF
PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) was started in
1996. The only state-owned company/ BUMN in Kalimantan
territory was the results of merging from 8 (eight) PTP
Development Project namely PTP VI, VII, XII, XIII, XVIII,
XXIV-V, XXVI and XXIX. The PTPN-XIII Existence based
on in the Government Regulation No. 18 in 1996 and the
Notaryal Deed SH No.46 on March 11 1996, of Harun Kamil.
And was approved by The Minister of Justice R.I through
the decision of No. C2-8341.IIT.01.01.TII.96 on August 8
1996, and the addition of the R.I state gazette No. 81.
In order to develop a firm base for its business growth, then
in 2002 was held a changes in the articles of association
in accordance with the Notary certificate Sri Rahayu Hadi
Prasetyo, SH No. 05 on October 7 2002 and was ratified
by the Minister of Justice and Human Rights No. C-20948
HT.01.04.Th.2002 on October 28 2002 and in addition of
the R.I No. 24 state gazette.
2TQſN2GTWUCJCCP
%QORCP[2TQſNG
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
9
Bidang Usaha Utama
Memasuki usianya yang ke-11 tahun sejak menjadi
perusahaan yang modern, PTPN-XIII fokus pada bidang
agroindustri sebagai core bisnisnya, dengan komoditas
andalannya berupa kelapa sawit dan karet. Bidang usaha
kelapa sawit meliputi pengelolaan kebun kelapa sawit dan
Pabrik Minyak Sawit (PMS), yang mencakup: pengelolaan
lahan dan tanaman, pengelolaan kebun bibit, pemanenan
dan pengolahan buah segar dan inti kelapa sawit menjadi
bahan baku industri minyak sawit, pemasarannya, serta
kegiatan-kegiatan pendukung lainnya. Produk utama yang
dihasilkan berupa minyak sawit dan inti sawit. PTPN-XIII
juga mengusahakan perkebunan dan pengolahan karet alam,
yang mencakup pengelolaan lahan dan tanaman, kebun
bibit, pengolahan karet cair menjadi bahan baku industri,
pemasarannya, serta kegiatan-kegiatan pendukungnya
dengan produk utama: SIR 20, dan RSS .
Arah pengembangan komoditas kelapa sawit dilakukan
melalui usaha horisontal dan vertikal. Pengembangan
horisontal dilakukan melalui perluasan areal baik kebun
inti maupun kebun plasma mengingat lahan potensial di
wilayah Kalimantan masih tersedia luas. Pengembangan
yang bersifat vertikal akan diwujudkan di masa mendatang
dengan menciptakan Down Stream Industry, mencakup
industri Fraksinasi, Refinery, Oleo Kimia, Biodiesel dan
Industri Pemanfaatan Sisa Hasil Olahan.
Dalam perkembangannya, PTPN-XIII telah membangun
infrastruktur bisnis yang kokoh, termasuk penataan
rantai suplai yang dimulai dari kebun pembibitan hingga
pemeliharaan tanaman dewasa serta praktek perkebunan
dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul.
PTPN-XIII juga memiliki bidang usaha lain yang merupakan
unit bisnis strategik yaitu pengelolaan Rumah Sakit (RS)
yang berada pada wilayah unit usaha.
Core Business Sector
Entering its 11 years age since becoming the modern
company, PTPN-XIII were focus to agroindustry field as
its business core, with his mainstay commodity like Palm
Oil and Rubber. The business field of Palm Oil covered
the management of Palm Oil Mill and Palm Plantation,
that included: the area and crop management, the seed
plantation management, the harvesting and the processing
fresh fruit and the palm kernel became the raw material,
the marketing,and the other supporting activities. The
main product that was produced is Crude Palm Oil (CPO)
and the Palm Kernel. PTPN-XIII also manage plantation and
the processing of Rubber, that included the area and crop
management, the seed plantation, the processing of latex
became the industrial raw material, the marketing, and
supporting activities with the main product: SIR 20, and
RSS.
The development direction of the Palm Oil commodity
was carried out through horizontal and vertical efforts.
The horizontal development was carried out through the
expansion of the area for nucleus estate and plasma estate
considering that the potential land in the Kalimantan territory
still was available the area. The vertical development will
be realised in the future by creating Downstream Industry,
included the industry Fraksinasi, Refinery, Oleo Chemical,
Biodiesel and Residue Process Based Industries.
In its development, PTPN-XIII had built a firm infrastructure
business, including the chain arrangement of the supply that
begun from the seedling plantation to the maintenance of
the mature crop, and also the practice of the plantation and
superior human resources development. PTPN-XIII also had
the other business line that was business unit strategic such
as the Hospital Management which located in the business
unit territory.
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
10
Visi :
Menjadikan PT.Perkebunan Nusantara XIII( Persero) sebagai
perusahaan agrobisnis yang berdaya saing tinggi,berkembang
dan tumbuh berkelanjutan.
Misi :
Menghasilkan produk dan jasa dalam bidang kelapa sawit,
karet dan serta industri hilirnya yang berdaya saing tinggi
dipasar global serta bermanfaat bagi pemegang saham,
karyawan, pekebun, petani, masyarakat dan lingkungan.
Tata Nilai
Integritas. 1.
Disiplin. 2.
Perbaikan terus menerus. 3.
Bertindak segera. 4.
Tanggungjawab. 5.
Inovasi. 6.
Komunikasi. 7.
Kerukunan. 8.
Paradigma Perusahaan
Menciptakan nilai tambah dalam bekerja sehari-hari 1.
Mengutamakan kebutuhan pasar dan pelanggan serta 2.
mencermati persaingan.
Melakukan kegiatan perusahaan yang cepat, sederhana 3.
dan berani mengambil risiko.
Bekerja dengan prinsip efektif dan efisien. 4.
Bekerjasama dan rukun serta saling mengingatkan dalam 5.
tugas berdasarkan pengetahuan.
Menghargai hasil karya dan prestasi kerja untuk menjadi 6.
karyawan yang sejahtera dan terhormat.
Memberikan manfaat kepada alam dan lingkungan. 7.
Vision :
To make PT. Perkebunan Nusantara XIII (Persero) as a
highly competitive agrobusiness company that developed
and sustainable growth.
Mission :
To generate products and services in the Palm Oil field,
Rubber and as well as his downstream industry that was
highly competitive in the global market and also beneficial
for the shareholders, the employee, the plantation worker,
the farmer, the community and the environment.
Values of The Company
Integrity 1.
Dicipline 2.
Continual Improvement 3.
Proactive 4.
Responsibility 5.
Innovation 6.
Communication 7.
Harmony 8.
Corporate Paradigm
1. Creating value-add in working everyday.
2. Giving priority to the market requirement and the
customer and also paid close attention to the competition.
3. Carryingout the company’s business fast, simple and
bold risk taking.
4. Working with the effective and efficient principles.
5. Co-operating and harmonious also keeping aware
each other in carrying the task based on knowledge
6. Appreciating the work and the achievement
to become the prosperous and respected employee.
7. Giving benefit to the nature and the environment.
Visi dan Misi Perusahaan
Company’s Vision and Mission
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
11
PTPN-XIII melakukan pendekatan di bidang sumber daya
manusia didasarkan kepada prinsip bahwa sumber daya
manusia merupakan asset terpenting untuk masa depan
perusahaan. Oleh karena itu Human Resources Development
(HRD) berusaha untuk menyiapkan karyawan menjadi
karyawan unggul dalam sikap, pengetahuan dan keahlian.
HRD juga mengembangkan dan menjalankan sistem yang
tepat untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan,
memacu produktivitas dan mengelola karyawan secara
efektif.
Pada akhir tahun 2007, karyawan PTPN-XIII tercatat 13.335
orang. Dari jumlah tersebut, 10 orang menempati posisi
manajemen puncak, 40 orang menempati posisi manajemen
senior, 368 orang pada posisi manajemen menengah,
12.212 orang pada tingkat karyawan non staf.
PTPN-XIII carried out the approach in the human resources
field based on the principle that human resources is the
most important assets for the company’s future. Because of
that Human Resources Development (HRD) tried to prepare
the employee to be a superior employee in the attitude,
knowledge and their expertise. HRD also developed and
undertook the exact system to increase the employee’s job
satisfaction, encourage the productivity and manage the
employee effectively.
At the end of 2007, the PTPN-XIII employee was recorded
by 13,335 people. From this number, 10 people occupied
The management top position, 40 people occupied senior
management position, 368 people in the middle management
position, 12,212 people in the level of non staff employee.
NO. URAIAN
TAHUN | YEAR
DESCRIPTION NO.
2006 2007
1 Komisaris 5 5 Board of Commissioner 1
2 Direksi 5 5 Board of Director 2
3 General Manajer 4 4 General Manager 3
4 Manajer 23 24 Manager 4
5 Kepala Bagian 12 12 Head of Department 5
6 Kary. Gol. III – IV 406 368 Employee Level III - IV 6
7 Kary. Gol. I – II 12.418 12.212 Employee Level I - II 7
8 MBT - 320 Pre Retirement 8
9 Honorair 46 78 Honorairs 9
10 PKWT 394 307 PKWT 10
Jumlah 13.313 13.335 Total
Karyawan Berdasarkan Jabatan The Employee Based on Occupation
Sumber Daya Manusia
Human Resource
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
12
UraianS3 S2 S1 DIPL SLTA SLTP SD Jumlah
Description Master Phd Graduate Diploma High Junior High Elementary Total
School School School
Komisaris 1 3 2 - - - - 5
Board of Commissioner
Direksi - 3 2 - - - - 5
Board of Director
General Manajer - 1 3 - - - - 4
General Manager
Manajer - 2 15 7 - - - 24
Manager
Kepala Bagian 1 2 8 1 - - - 12
Head of Department
Kary. Gol. III – IV - 1 162 65 140 - - 368
Employee Level III - IV
Kary. Gol. I – II - - 125 69 3.965 2.641 5.412 12.212
Employee Level I - II
MBT - 13 - 50 61 196 - 320
Pre Retirement
Honorer - - - 23 55 - - 78
Honorair
PKWT - - - 3 304 - - 307
Jumlah / Total 2 12 329 181 4.514 2.702 5.608 13.335
Persentase / Precentage 0,02 0,09 2,47 1,35 33,76 20,26 42,05 100,00
Sebanyak 7.868 orang, atau 62,35% dari jumlah
keseluruhan, adalah karyawan yang telah bekerja lebih dari
10 tahun. Sedangkan karyawan yang telah bekerja selama
5-10 tahun berjumlah 3.702 orang, atau 29,33% dan yang
telah bekerja di bawah 5 tahun sebesar 1.050 orang atau
8,32%. Tingkat turnover pun menurun dari 0,72% di tahun
2006 menjadi 0,65% di tahun 2007.
PEMBINAAN KOMPETENSI KARYAWAN
Pengembangan sumber daya manusia merupakan
prioritas utama bagi PTPN-XIII untuk mendukung strategi
baru perusahaan. Sepanjang tahun PTPN-XIII terus
mengembangkan pendekatan pengelolaan kompetensi
sumber daya manusia ke arah yang lebih baik yang meliputi
antara lain penyesuaian metodologi dalam mengidentifikasi
dan mengembangkan kompetensi. Dengan pendekatan baru
yang lebih baik ini, PTPN-XIII memiliki peta kompetensi yang
lebih sempurna guna membangun program pengembangan
sumber daya manusia yang fokus dan efektif.
Kegiatan pengembangan budaya perusahaan dilaksanakan
melalui pelaksanaan program pengembangan sumber daya
manusia yang handal, yang secara khusus dirancang untuk
menyegarkan kembali pemahaman karyawan mengenai
nilai-nilai budaya PTPN-XIII, melalui program pelatihan yang
menggunakan proses Pembelajaran Berbasis Pengalaman,
dengan didukung oleh proses diskusi interaktif. Dengan
demikian, peserta pelatihan tidak hanya memahami
konsep yang mendasari nilai-nilai budaya perusahaan yang
diterapkan, namun juga memahami aspek penerapannya
dalam kegiatan kerja sehari-hari.
Total numbers of 7,868 people, or 62.35% from the whole
number, were the employee who worked more than 10
years. Whereas the employee who worked for 5-10 year is
3,702 people, or 29.33% and that worked under 5 years
are 1,050 people or 8.32%. The level turnover decreased
from 0.72% in 2006 to 0.65% in 2007.
EMPLOYEE COMPETENCE DEVELOPMENT
The development of human resources was the main priority
for PTPN-XIII to support the company new strategy. Along the
year of 2007, PTPN-XIII continues to develop the approach of
managing the human resources competence to the better side.
With this approach, PTPN-XIII had the map of competence
that was more perfect in order to develop the human
resources development program that is focus and effective.
The development of the corporate culture was specially
designed to refresh the understanding of the employee
concerning the culture values of the PTPN-XIII, through the
training program that used the process of Learning That
Based on Experience, supported by interactive discussions
process. Therefore, participants in the training are not only
understand the basis concept of the company’s culture
values that was applied, but also understood the aspect of
this implementation in the everyday work activity.
Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan The Employee Based on Education Level
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
13
PTPN-XIII secara konsisten mendorong peningkatan kualitas
sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan untuk dapat
menimba ilmu, teknologi, dan keahlian baru serta berbagi
pengalaman guna memenangkan persaingan bisnis.
Pada tahun 2007 telah dilakukan pembinaan dan
pengembangan karyawan melalui latihan, kursus dan
seminar untuk 3.481 orang meningkat dibandingkan tahun
2006 sebanyak 2.021 orang seperti tabel dibawah ini :
TAHUN | YEAR 2006 TAHUN | YEAR 2007
Fisik Rp. 000 Fisik Rp. 000
Number of Number of
trainee Trainee
Kursus jabatan Course of management estate
(KMPL, KMP, KMPM, KMPD) 27 264.974 18 211.903 (KMPL, KMP, KMPM, KMPD
Jasa Seleksi 144 43.986 144 1.035.365 Fit and Proper Test
Pelatihan Petani Plasma 279 138.126 0 0 Training of Farmers of Plasma
Seminar dan Lokakarya yang Seminar and workshop
berkaitan dengan sasaran 1.715 2.166.037 3.463 3.741.368 Involving target of
PTPN-XIII dan Program PTPN-XIII and Business
Tansformasi Bisnis Transformation Program
Jumlah 2.021 2.613.123 3.481 4.988.636 Total
KOMPOSISI PEMEGANG SAHAM
Sebagai Perusahaan Negara, sahamnya 100% (seratus
persen) dimiliki oleh Pemerintah RI. PTPN-XIII dikembangkan
untuk ikut melaksanakan dan menunjang kebijakan maupun
program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan
nasional, khususnya di sektor pertanian sub sektor
perkebunan.
ANAK PERUSAHAAN DAN PERUSAHAAN ASOSIASI
Saat ini PTPN-XIII memilki 1 (satu) perusahaan asosiasi
yaitu PT Perkebunan Agrintara berkedudukan di Jakarta
dengan kepemilikan saham sebesar 15%. Perusahaan
tersebut memiliki 1 unit usaha, yaitu industri hilir karet yang
berlokasi di Purwakarta memproduksi belt conveyor, karet
gelang, resipren, rubber roll yang mulai beroperasi secara
komersial pada 1 Januari 1997. Sejak bulan Mei 2006 Unit
Industri Hilir Sawit di Batam telah dijual.
KRONOLOGIS PENCATATAN SAHAM
Status PTPN-XIII adalah BUMN kategori non-listed sehingga
belum tercatat dalam Bursa Efek.
AKUNTAN PERSEROAN
Laporan Keuangan PTPN-XIII Tahun buku 2007 diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik (KAP) Husni Mucharam dan Rasidi
(HMR). PTPN-XIII mempergunakan jasa Kantor Akuntan
Publik Husni Mucharam dan Rasidi (HMR) telah berjalan 2
periode. Besarnya Fee Audit Rp. 346.500.000 (termasuk
PPN 10 %).
SHAREHOLDERS’S COMPOSITION
As the State Enterprise, PTPN-XIII share is 100 % (one
hundred percent) were owned by the Republic of Indonesia
Government. PTPN-XIII was developed to take part in carry
out and supporting the policy and government program in
the economic field and the national development, especially
in the sector of agriculture sub sector of plantation
SUBSIDIARY AND THE ASSOCIATION’S COMPANY
At this time PTPN-XIII owned of 1 (one) associated company
which is PT Perkebunan Agrintara which was located in
Jakarta with 15% ownership of the share. This Company
had 1 business unit, that is: the downstream Rubber
industry unit that was located in Purwakarta producing belt
conveyor, rubber bracelet, resipren, rubber roll that began
to operate commercially on January 1st 1997. Since May
2006 the Downstream Industry of Palm Oil Unit in Batam
was sold.
CHRONOLOGICALLY OF SHARE LISTED
The PTPN-XIII status was non-listed BUMN category so that
it is not yet recorded in the Stock Exchange
COMPANYS ACCOUNTANT
The PTPN-XIII 2007 Finance reports was audited by the
Public Accountat Office (KAP) Husni Mucharam and Rasidi
(HMR). PTPN-XIII utilised the Public Accountat Office (KAP)
service Husni Mucharam and Rasidi (HMR) for 2 periods.
The Audit Fee is Rp. 346,500,000 (Incl. PPN 10 %).
DESCRIPTION URAIAN
PTPN-XIII also consistantly pushed the quality increase
of human resources through various trainings to gain
education, technology, and the new expertise and also
shared the experience in order to win the competition for
the business.
During 2007 the management and employee development
has been carried out through the course and the seminar for
3,481 people which is increase comparing with 2006 by as
many as 2,021 people, as shown in the table below :
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
14
RUPS
AGM
Dewan Komisaris
Board of Commissioner
Komite Audit
Audit Committee
Direktur Utama
President Director
Direktur Produksi
Production Director
Kepala Bagian Tanaman
Head of Plantation Department
Kepala Bagian Keuangan
Head of Finance Department
Ka.Bag. Sekretaris Korporat
Head of Corporat Secretary Dept.
Kepala Bagian SPI
Head of Internal Audit Dept.
Ka.Bag. Perencanaan &
Pengendalian
Head of Planning & Controlling
Dept.
Kepala Bagian Pabrik
Head of Factory Department
Kepala Bagian Akuntansi
Head of Accounting Department
Ka.Bag. Pengembangan SDM
Head of HRD Department
Kepala Bagian Plasma
Head of Plasma Department
Kepala Bagian Pemasaran
Head of Marketing Department
Kepala Bagian Pengadaan
Head of Procurement Dept.
Kepala Kantor Perwakilan
Jakarta
Head of Jakarta
Representative Office
Kepala Pengamanan
Perusahaan
Head of Company’s
Security
General Manager
DISTRIK KALBAR I
General Manager
DISTRIK KALTIM
General Manager
DISTRIK KALBAR II
General Manager
DISTRIK KALSEL/TENG
Kepala Bagian Infrastruktur
Head of Infrastructure Department
Direktur SDM & Umum
Human Resource & GA
Director
Direktur Perencanaan &
Pengembangan
Planning & Development
Director
Direktur Keuangan & Pe-
masaran
Finance & Marketing Director
Ka.Bag. Pengembangan Usaha
Head of Business Develoment
Department
Struktur Organisasi
Organization’s Structure
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
15
Nama Penghargaan
Name of Awards
Tahun Perolehan
Year of Award
Penerbit Penghargaan
Issuance of Award
No
Sertifikat Penghargaan Peringkat II Kegiatan
Penghargaan Laporan Tahunan 2006 Kategori
BUMN Non Keuangan – Non Listed
Sertifikat Penghargaan Peringkat II Kegiatan
Penghargaan Laporan Tahunan 2006 Kategori
BUMN Non Keuangan – Non Listed
Sertifikat Penghargaan Peringkat II Kegiatan
Penghargaan Laporan Tahunan 2006 Kategori
BUMN Non Keuangan – Non Listed
Certificate for rank II category Non Financial
BUMN – Non Listed Annual Award 2006
Certificate for rank II category Non Financial
BUMN – Non Listed Annual Award 2006
Certificate for rank II category Non Financial
BUMN – Non Listed Annual Award 2006
1
2
3
Agustus 2007 Menteri BUMN RI
Agustus 2007 Menteri Keuangan RI
Agustus 2007 Direktorat Jenderal Pajak
August 2007 State Owned Enterprise
Minister of Republic of Indonesia
August 2007 Finance Minister of
Republic of Indonesia
August 2007 General Directorate of Taxes
2GPIJCTICCPFCP5GTVKſMCV
#YCTFUCPF%GTVKſECVGU
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
16
NO URAIAN KAPASITAS KABUPATEN PROPINSI
Description Capacity Regency Province
1. Gunung Meliau 60 Ton TBS/Jam | Tons FFB/Hour Sanggau Kal-Bar
2. Rimba Belian 30 Ton TBS/Jam | Tons FFB/Hour Sanggau Kal-Bar
3. Parindu 60 Ton TBS/Jam | Tons FFB/Hour Sanggau Kal-Bar
4. Ngabang 30 Ton TBS/Jam | Tons FFB/Hour Landak Kal-Bar
5. Long Pinang 60 Ton TBS/Jam | Tons FFB/Hour Pasir Kal-Tim
6. Semuntai 40 Ton TBS/Jam | Tons FFB/Hour Pasir Kal-Tim
7. Long Kali 30 Ton TBS/Jam | Tons FFB/Hour Pasir Kal-Tim
Total 310 Ton TBS/Jam | Tons FFB/Hour
NO URAIAN LUAS AREA KONSESI (Ha) KABUPATEN PROPINSI JENIS TANAMAN
Description Consession Area (ha) Regency Province Type of Plant
1. Gunung Meliau 6.112,24 Sanggau Kal-Bar Kelapa Sawit | Palm Oil
2. Gunung Mas 4.515,25 Sanggau Kal-Bar Kelapa Sawit | Palm Oil
3. Sungai Dekan 5.753,83 Sanggau Kal-Bar Kelapa Sawit | Palm Oil
4. Rimba Belian 4.489,24 Sanggau Kal-Bar Kelapa Sawit | Palm Oil
5. Ngabang 5.004,64 Landak Kal-Bar Kelapa Sawit | Palm Oil
6. Parindu 2.900,10 Sanggau Kal-Bar Kelapa Sawit | Palm Oil
7. Kembayan 4.930,89 Sanggau Kal-Bar Kelapa Sawit | Palm Oil
8. Tabara 7.167,05 Pasir Kal-Tim Kelapa Sawit | Palm Oil
9. Tajati 3.224,57 Pasir Kal-Tim Kelapa Sawit | Palm Oil
10. Longkali 4.506,00 Pasir Kal-Tim Kelapa Sawit & Karet | Palm Oil & Rubber
11. Batulicin 1.640.00 Tanah Bumbu Kal-Sel Kelapa Sawit | Palm Oil
12. Pelaihari 3.466,00 Tanah Laut Kal-Sel Kelapa Sawit | Palm Oil
13. Sintang 2.595,60 Sintang Kal-Bar Karet | Rubber
14. Longkali 1.823,10 Pasir Kal-Tim Karet | Rubber
15. Kumai 3.332,69 Kota Waringin Barat Kal-Teng Karet | Rubber
16. Danau Salak 10.227,15 Banjar Kal-Sel Karet | Rubber
17. Batulicin 3.508,00 Tanah Bumbu Kal-Sel Karet | Rubber
18. Tambarangan 5.831,10 Tapin Kal-Sel Karet | Rubber
Total 81.027,45
LOKASI KEBUN | PLANTATION LOCATION
LOKASI PABRIK MINYAK SAWIT | LOCATION OF PALM OIL MILL
Keterangan I Remark
Kal-Bar : Kalimantan Barat I West Kalimantan
Kal-Tim : Kalimantan Timur I East Kalimantan
Kal-Sel : Kalimantan Selatan I South kalimantan
Kal-Teng : Kalimantan Tengah I Central Kalimantan
Lokasi Unit Usaha
Business Unit Location
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
17
1. Kantor Perwakilan Jakarta Wisma Budi 1st Floor, Suite 102Jl. HR. Rasuna Said Kav. C6, Jakarta 12940
2. Kantor Penghubung Balikpapan Jl. Markoni I No. 19, Balikpapan, Kaltim 76282
3. Kantor Penghubung Banjarmasin Jl. Kuripan No. 20, Banjarmasin, Kalsel
NO Uraian Alamat
Description Address
LOKASI PABRIK KARET | RUBBER FACTORY LOCATION
LOKASI KANTOR PERWAKILAN/PENGHUBUNG | BRANCH OFFICE LOCATION
LOKASI RUMAH SAKIT | HOSPITAL LOCATION
NO URAIAN KAPASITAS KABUPATEN PROPINSI JENIS PABRIK
Description Capacity Regency Province Type of Factory
1. PKR Tambarangan 40 ton KK/Hari Tapin Kal-Sel Pabrik Karet Remah
40 tons DR/Day Crumb Rubber Factory
2. PKR Sintang 20 ton KK/Hari Sintang Kal-Bar Pabrik Karet Remah
20 tons DR/Day Crumb Rubber Factory
3 PKR Danau Salak 10 ton KK/Hari Banjar Kal-Sel Pabrik Karet Lembar
10 tons DR/Day Sheet Rubber Factory
NO URAIAN KAPASITAS KABUPATEN PROPINSI JENIS PABRIK
Description Capacity Regency Province Type of Factory
1. RS. Danau Salak 54 Kamar Banjar Kal-Sel Tipe D
54 Rooms Type D
2. RS. Parindu 100 Kamar Sanggau Kal-Bar Tipe D
100 Rooms Type D
Keterangan I Remark
KK / DR : Karet Kering I Dry Rubber
PMS/POM: Pabrik Minyak Sawit I Palm Oil Mill
PKR/CRF : Pabrik Karet Remah I Crumb Rubber Factory
Lokasi Unit Usaha
Business Unit Location
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
18
Analisa Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Management Analisys of Company Performance
Tingginya permintaan terhadap komoditas minyak sawit
telah mendorong pertumbuhan harga minyak sawit dunia
dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu faktor pendukung
kenaikan tersebut diantaranya adalah melonjaknya
permintaan minyak sawit untuk kebutuhan bahan olahan
sumber energi alternatif yang terbarukan (biofuel) yang
dipicu krisis energi yang terjadi saat ini. Demikian juga
dengan situasi pasar karet alam tahun 2007 ditandai dengan
terjadinya peningkatan harga karet alam seiring dengan
permintaan yang sangat tinggi terhadap komoditas ini.
Momentum tersebut dimanfaatkaan dengan baik oleh
PTPN-XIII sebagai perusahaan perkebunan yang mengelola
budi daya Kelapa Sawit dan Karet. Sehingga pada tahun 2007,
PTPN-XIII kembali mengukir prestasi yang menggembirakan
dalam pencapaian kinerjanya.
TINJAUAN OPERASI PER KOMODITI
PTPN-XIII mengelola dua areal tanaman, yaitu kebun
sendiri dan kebun plasma pola PIRBUN dan KPPA dengan
komoditas utama adalah kelapa sawit dan karet. Kebun
sendiri merupakan areal yang seluruhnya dimiliki oleh
PTPN-XIII. Pada tahun 2007, total luas areal kebun sendiri
yang meliputi kebun kelapa sawit dan kebun karet adalah
sebesar 60.703 Ha terjadi penambahan luas ± 398 ha jika
dibandingkan dengan tahun 2006 sebesar 60.305 Ha.
The highly request of the Palm Oil commodity have pushed
the growth of world Palm Oil price in several last years.
One of the supporting factors of this rise was the increased
of the Palm Oil request for the requirement of alternative
energy material (biofuel) which is triggered by the energy
crisis that happened nowadays. Likewise with the situation
of the Rubber market in 2007 was marked by the increased
price of Rubber along with the highly request for this
commodity.
This momentum was well used by PTPN-XIII as the
plantation company that carried out the Palm Oil and Rubber
cultivation. So in 2007, PTPN-XIII again has carved an
enliven the performance.
OPERATIONAL REVIEW PER-COMMODITY
PTPN-XIII managed two crop areas, that is the nucleus
estate and plasma estate by PIRBUN and KPPA pattern with
the main commodity were the Palm Oil and Rubber. The
Nucleus estate is the area that completely was owned by
PTPN-XIII. In 2007, the total area of Nucleus estate that
covered the Palm Oil plantation and the Rubber plantation
as 60.703 Ha the increase in the area happened ± 398 ha
if compared with 2006 as big as 60.305 Ha.
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
19
Kebun Plasma merupakan areal milik petani yang
dikerjasamakan dengan PTPN-XIII. Kebun plasma binaan
PTPN-XIII mencakup kebun plasma kelapa sawit dan kebun
plasma karet. Total luas areal plasma tahun 2007 mencapai
85.104 Ha, berkurang sebesar 1,61% dibanding tahun
2006 yang mencapai luas 86.495 Ha.
Pada masa mendatang areal kebun sendiri maupun kebun
plasma akan diperluas secara proporsional. Pengelolaan
kebun plasma akan dilaksanakan langsung oleh PTPN-XIII
melalui pola satu atap yang diharapkan akan dapat lebih
mensejahterakan petani plasma. Dalam hal ini, PTPN-XIII
bagi petani plasma berperan sebagai pengelola, pengolah
serta menjadi penjual komoditas yang dihasilkan.
PTPN-XIII memiliki kompetensi dalam bidang pengolahan
kelapa sawit menjadi Minyak Sawit (MS) dan Inti Sawit (IS)
serta pengolahan karet menjadi Standard Indonesian Rubber
(SIR-20) dan Ribbed Smoke Sheet (RSS). Produk MS atau
yang lebih dikenal dengan CPO (Crude Palm Oil) dan IS atau
disebut juga Kernel yang dihasilkan PTPN-XIII sepenuhnya
dipasarkan untuk memenuhi konsumsi industri minyak
nabati di Indonesia. Sekitar 30% produk olahan karet berupa
RSS dan SIR-20 dialokasikan untuk pasar domestik dan 70
% dialokasikan untuk pasar global seperti India, Pakistan,
Turki, Cina, Jerman dan Argentina.
The Plasma estate was belonging to the farmer that
cooperation with PTPN-XIII. PTPN-XIII developing the
plasma estate included the Palm Oil plantation and the
Rubber plantation. The total area of the area of plasma in
2007 reached 85.104 Ha, decreased of 1.61% compared
to 2006 that reached the area 86.495 Ha.
The nucleus estate and the plasma estate will be widened
proportionally in the future. The management of the plasma
estate will be carried directly out by PTPN-XIII through
under the same roof pattern that it was hoped more can
make the plasma farmer more prosperous. In this substance,
PTPN-XIII for the plasma farmer played a role as the manager,
the processor as well as to the seller of the commodity that
was produced.
PTPN-XIII had competence in the processing field of the
Palm Oil to CPO (MS) and the Palm Kernel (IS) as well as the
processing of Rubber became Standard Indonesian Rubber
(SIR-20) and Ribbed Smoke Sheet (RSS).The product CPO
(Crude Palm Oil) and Kernel that was produced by PTPN-XIII
fully was marketed to fill consumption of the vegetable oil
industry in Indonesia. Approximately 30% of the product
of the Rubber whim took the form of RSS and SIR-20 was
allocated for the domestic market and 70 % was allocated
for the global market such as: India, Pakistan, Turki, China,
Germany and Argentina
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
20
KOMODITI KELAPA SAWIT
AREAL KEBUN SENDIRI
Areal kelapa sawit kebun sendiri tahun 2007 seluas 48.320
Ha, terjadi penurunan seluas 245 Ha jika dibandingkan
dengan tahun 2006 yang luasnya mencapai 48.565 Ha.
Hal ini disebabkan oleh program replanting dengan total
luas 292 Ha di unit usaha Kebun Gunung Meliau, Kebun
Sungai Dekan dan Kebun Ngabang dengan total luas
mencapai 41 Ha.
Komposisi luas areal tanaman Kebun Sendiri pada 2007
sebagai berikut :
AREAL KEBUN PLASMA
Selama 5 (lima) tahun terakhir (2003-2007) luas areal
kelapa sawit kebun plasma rata-rata mengalami peningkatan
sebesar 2,02%. Pada tahun 2007 luas areal kelapa sawit
kebun plasma sebesar 55.508 Ha. Jika dibandingkan dengan
luas areal pada tahun 2006 sebesar 55.469 Ha penambahan
areal seluas 39,38 Ha atau sebesar 0,07%.
Areal Kebun Plasma Tahun 2003 - 2007 (Ha)
Plasma Estate Year 2003 - 2007 (Ha)
Uraian Luas Areal (Ha) (%) Description
Area (Ha)
Tanaman Menghasilkan (TM) Matured Plants
Muda (4 – 7 tahun) 7.715 15,97 Young (4 – 7 years)
Remaja (8 - 13 tahun) 6.833 14,14 Juvenile (8 - 13 years)
Dewasa (14 – 20 tahun) 7.019 14,53 Mature (14 – 20 years)
Tua (21 – 25 tahun) 20.632 42,70 Old (21 – 25 years)
Sub Total TM 42.199 87,34 Sub Total
Tanaman Belum Menghasilkan (TB + TBM) 6,121 12,66 Immatured Plants
Jumlah 48.320 100,00 Total
Areal Kebun Sendiri Tahun 2003 - 2007 (Ha)
Nucleus Estate Year 2003 - 2007 (Ha)
PALM OIL COMMODITY
NUCLEUS ESTATE
The total nucleus estate in 2007 are 48,320 Ha, there was
decrease of the nucleus estate 245 Ha compared to 2006,
48,565 Ha. This decrease brought about replanting program
of 292 Ha in Gunung Meliau Estate, Sungai Dekan Estate
and Ngabang Estate with total of 41 ha.
The composition of nucleus estate in the year of 2007 was
as follows:
PLASMA ESTATE
For the last 5 years (2003 - 2007), the average of increase
in the total area of Palm Oil plasma estate was 2.02%. In
the year 2007 the area of plasma estate is 55,508 Ha. If
it was to be compared to the total area in 2006 which is
55,469 Ha, There was increase of area by 39.38 Ha or
0.07%.
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
21
Uraian Luas Areal (Ha) (%) Description
Area (Ha)
Tanaman Menghasilkan (TM) Matured Plants
Muda (3 – 7 tahun) 14.033 25,28 Young (3 – 7 years)
Remaja (8 - 13 tahun) 4.745 8,55 Juvenile (8 - 13 years)
Dewasa (14 – 20 tahun) 21.500 38,73 Mature (14 – 20 years)
Tua (21 – 26 tahun) 9.639 17,37 Old (21 – 26 years)
Sub Total TM 49.917 89,93 Sub Total
Tanaman Belum Menghasilkan : Immatured Plants :
(TB + TBM) (0 - 2 tahun) 5.591 10.07 (TB + TBM) (0 - 2 years)
Jumlah 55.508 100,00 Total
Kebun Sendiri | Nucleus Estate
Kebun Plasma | Plasma Estate
Komposisi luas areal tanaman Kebun Plasma pada 2007
sebagai berikut :
Perbandingan luas areal Kelapa Sawit Kebun Sendiri dengan
Kebun Plasma tahun 2007 seperti dalam grafik (%) dibawah
ini :
PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS KEBUN SENDIRI
Realisasi produksi Tandan Buah segar (TBS) di tahun 2007
sebesar 617,655 ton dan realisasi produktivitas sebesar
14.64 Ton/Ha/Tahun. Produksi kelapa sawit tahun 2007
rata-rata mengalami penurunan sebesar; TBS 9,19 %, Minyak
Sawit 9,16% dan IS 16,10%. Demikian pula, produktivitas
kelapa sawit di tahun 2007 juga mengalami penurunan
sebesar; TBS 9,18%, MS 9,32% dan IS 15,38%.
Beberapa faktor penyebab penurunan produksi dan
produktivitas antara lain; terjadinya defisit air di tahun 2005
dan 2006 yang menyebabkan proses fisiologi tanaman
terganggu seperti; kegagalan pembentukan bunga, sex-ratio
menurun, aborsi bunga sebelum berkembang dan kegagalan
tandan yang menyebabkan penurunan potensi produksi
sebesar + 11,23% dan terjadinya pemortalan areal secara
sporadis oleh masyarakat sekitar sehingga tidak dapat
dilakukan panen.
Perkembangan Produksi dan Produktivitas kelapa sawit
kebun sendiri sepanjang 5 (lima) tahun terakhir adalah
sebagai berikut.
The composition of Plasma Estate area in the year of 2007
was as follows:
The area comparison of the Nucleus Estate with the Plasma
Estate in 2007 in the form of PIE (%) as follows:
PRODUCTION AND PRODUCTIVITY OF NUCLEUS ESTATE
The realization production of the Fresh Fruit Bunch (FFB)
in 2007 was 617.655 tons and productivity realization of
14.64 Ton/Ha/Year. The production of the Palm Oil in 2007
is averagely decreasing by; Fresh Fruit Bunch (FFB) 9.19
%, Crude Palm Oil (CPO) 9.16% and Palm Kernel 16.10%.
Likewise, the productivity of the Palm Oil in 2007 is also
experiencing a decrease by; Fresh Fruit Bunch (FFB) 9.18%,
Crude Palm Oil (CPO) 9.32% and Palm Kernel 15.38%.
Among several factors that caused the decrease in the
production and the productivity is; the occurrence of
the water deficit in 2005 and 2006 that caused the
plant physiology process disrupted like; the failure of the
formation of the flower, sex-ratio descended, the flower
abortion before developing and the failure of the stem that
caused the decrease in the potential for the production of
+11.23%. and the blockading of areal with sporadically by
the local people which cause some uncultivate-able fileds
The trend of the Production and the Productivity of the Palm
Oil nucleus estate in the last 5 (five) year was as follows:
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
22
Produksi Kelapa Sawit Kebun Sendiri Tahun 2003 - 2007 (Ton)
Palm Oil Production of Nucleus Estate, Year 2003 - 2007 (Ton)
TBS | FFB MS | CPO IS | Palm Kernel
Produktivitas Kelapa Sawit Kebun Sendiri Tahun 2003 - 2007 (Ton/Ha/tahun)
Palm Oil Productivity of Nucleus Estate, Year 2003 - 2007 (Ton/Ha/Year)
TBS | FFB MS | CPO IS | Palm Kernel
PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS KEBUN PLASMA
Realisasi produksi TBS kebun plasma di tahun 2007
mengalami penurunan sebesar 7,79% dibanding tahun
sebelumnya. Produksi MS dan IS juga mengalami penurunan
masing masing sebesar 7,21% dan 8,65%. Pada tahun yang
sama, produktivitas kelapa sawit kebun plasma mengalami
penurunan sebesar; TBS 11,47%, MS turun sebesar 11,27%
dan IS turun sebesar 10,34%.
Penurunan ini disebabkan antara lain oleh; (i) Semakin
banyaknya kolektor TBS yang berada disekitar unit dengan
penawaran harga di atas ketentuan, (ii) Beroperasinya Pabrik
Minyak Sawit (PMS) swasta yang memiliki kepentingan
bahan baku yang sama (TBS) untuk pemenuhan kapasitas
pabriknya. (iii) Tebatasnya kemampuan Koperasi Unit
Desa (KUD) dalam penyediaan sarana produksi (khususnya
pengadaan pupuk), kondisi ini menyebabkan tanaman
mengalami defisiensi unsur hara berat pada setiap tahunnya
sehingga potensi produksi menurun.
PRODUCTION AND PRODUCTIVITY OF PLASMA ESTATE
The realization production of Fresh Fruit Bunch (FFB) in
2007 was decrease by 7.79% compaired to last year. The
Production of Crude Palm Oil (CPO) and Palm Kernel also
decreased each by 7.21%, and 8.65%. In the same year,
the productivity of Plasma Estate Palm Oil was decreased
by; FFB 11.47%, CPO by 11.27% and Palm Kernel by
10.34%.
This decreased was caused by; (i) The increase of FFB
collector in the surraround unit with price bargaining
over the provisions, (ii) The operating of private Palm Oil
company that had the interests on same (FFB) raw material
for the fulfilment of the factory capacity. (iii) The limitation
of Village Cooperation unit (KUD) for providing the means
of production (especially the procurement of fertilizer),
this condition caused the crop to experience the element
deficiency of the heavy nutrient in each year so as the
potential for the production was descended.
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
23
Perkembangan produksi dan produktivitas kebun kelapa
sawit plasma sepanjang 5 (lima) tahun terakhir tercermin
dalam grafik dibawah ini:
PABRIK MINYAK SAWIT (PMS)
PTPN-XIII memiliki 7 Unit Pabrik Minyak Sawit (PMS) dengan
kapasitas olah terpasang 310 Ton TBS/Jam. Selama 5 (lima)
tahun terakhir (2003-2007), terjadi penurunan kapasitas
olah Pabrik Minyak Sawit rata-rata sebesar 2,90%. Pada
tahun 2007, kapasitas pabrik mencapai 213 Ton TBS/Jam,
terjadi penurunan sebesar 0,93% dibandingkan tahun 2006
yang kapasitasnya mencapai dari 215 Ton TBS/Jam. Hal ini
disebabkan kurangnya bahan baku yang masuk ke pabrik
akibat beroperasinya pabrik minyak sawit swasta yang
memilki kepentingan bahan baku sama.
Produksi Kelapa Sawit Kebun Plasma Tahun 2003 - 2007 (Ton)
Palm Oil Production of Plasma Estate, Year 2003 - 2007 (Ton)
Produktivitas Kelapa Sawit Kebun Plasma Tahun 2003 - 2007 (Ton/Ha/tahun)
Palm Oil Productivity of Plasma Estate, Year 2003 - 2007 (Ton/Ha/Year)
TBS | FFB MS | CPO IS | Palm Kernel
TBS | FFB MS | CPO IS | Palm Kernel
The trend of the production and the roductivity of palm oil
plasma estate in the last 5 (five) year recflected in graphics
as follows:
PALM OIL MILL
PTPN-XIII have 7 Unit Palm Oil Mill (PMS) with an installed
process capacity of 310 Tons of FFB/Hour. During the last
5 (five) year ( 2003-2007), there has been a decreased
of Palm Oil Mill process capacities with average of
2.90%. In the year 2007, The Mill capacities reaches
213 Ton of FFB/Hour, having a degradation for about
0.93% compared to the year of 2006 which was capacities
reaching upto 215 Ton of FFB/Hour. This matter is caused
by the shortage of raw material entering into the mill as an
effect of other operating private sector Palm Oil mill which
have the same interest of raw material.
Kapasitas Olah Pabrik Kelapa Sawit Tahun 2003 - 2007 (Ton TBS/Jam)
Proccessing Capacity of Palm Oil Mill, Year 2003 - 2007 (Ton FFB/Hour)
257
235 236
215
213
2003 2004 2005 2006 2007
T
o
n

T
B
S
/
J
a
m
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
24
KOMODITI KARET
AREAL KEBUN SENDIRI
Selama 5 (lima) tahun terakhir (2003-2007) luas areal karet
kebun sendiri mengalami peningkatan rata-rata sebesar
0,80%. Pada tahun 2007 terjadi peningkatan luas areal
sebesar 643 Ha, dari 11.740 Ha tahun 2006 menjadi
12.383 Ha tahun 2007.
Komposisi luas areal tanaman karet kebun sendiri pada
2007 sebagai berikut :
Areal Karet Kebun Sendiri Tahun 2003 - 2007 (Ha)
Nucleus Estate of Rubber, Year 2003 - 2007 (Ha)
RUBBER COMMODITY
NUCLEUS ESTATE
For the 5 (five) last year (2003 - 2007) the area of nucleus
estate of Rubber are increase in average of 0.80%. During
2007 the increase of the area happened as wide as 643 Ha,
from 11,740 Ha in 2006 to 12,383 Ha in 2007.
The Rubber plantation composition of nucleus estate in
2007 as follows:
Uraian Luas Areal (Ha) (%) Description
Area (Ha)
Tanaman Menghasilkan (TM) Matured Plants
Muda (5 – 10 tahun) 4.464 36,06 Young (5 – 10 years)
Remaja (11 - 20 tahun) 2.284 18,45 Juvenile (11 - 20 years)
Dewasa (21 – 25 tahun) 1.017 8,21 Mature (21 – 25 years)
Tua (25 – 27 tahun) 415 3,53 Old (25 – 27 years)
Sub Total TM 8.181 66,07 Sub Total
Tanaman Belum Menghasilkan Immatured Plants
(TB + TBM) (0 - 4 tahun) 4.202 33,93 (TB + TBM) (0 - 4 years)
Jumlah 12.383 100,00 Total
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
25
AREAL KEBUN PLASMA
Selama 5 (lima) tahun terakhir (2003-2007) luas areal
karet kebun plasma rata-rata mengalami penurunan sebesar
2,71%. Pada tahun 2007 luas areal kebun plasma sebesar
29.595 Ha turun dari luas areal tahun 2006 sebesar 31.026
Ha. Penurunan luas areal kebun plasma ini disebabkan
adanya fuso areal seluas 1.430 ha di Kebun Tambarangan
karena perubahan status areal lahan perkebunan menjadi
lahan pertambangan batubara.
Komposisi luas areal tanaman kebun plasma pada tahun
2007 sebagai berikut :
PLASMA ESTATE AREA
During the last 5 (five) year of (2003-2007) the area of
Rubber plasma estate in average experienced the decrease
of 2.71%. During 2007 the area of the plasma estate wide
as 29,595 Ha decreased from the area in 2006 of which is
31,026 Ha. The decrease in the area of this plasma estate
in the area was caused by the happening of fuso to the area
around 1,430 ha in the Tambarangan Plantation due to the
change in the status of the plantation area becoming the
mining land of coal.
The area composition of the area of the plasma estate during
2007 as follows:
Areal Karet Kebun Plasma Tahun 2003 - 2007 (Ha)
Plasma Estate of Rubber, Year 2003 - 2007 (Ha)
Uraian Luas Areal (Ha) (%) Description
Area (Ha)
Tanaman Menghasilkan (TM) Matured Plants
Muda (5 – 10 tahun) - - Young (5 – 10 years)
Remaja (11 - 20 tahun) 3.596 12,15 Juvenile (11 - 20 years)
Dewasa (21 – 25 tahun) 21.708 73,35 Mature (21 – 25 years)
Tua (25 – 27 tahun) 4.291 12,15 Old (25 – 27 years)
Sub Total TM 29.595 100,00 Sub Total
Tanaman Belum Menghasilkan : Immatured Plants :
(TB + TBM) (0 - 4 tahun) - - (TB + TBM) (0 - 4 years)
Jumlah 29.595 100,00 Total
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
26
Perbandingan luas areal karet kebun sendiri dengan kebun
plasma tahun 2007 seperti dalam grafik PIE (%) dibawah
ini :
PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS KARET KEBUN SENDIRI
Selama 5 (lima) tahun terakhir (2003-2007) produksi
karet kebun sendiri rata-rata mengalami peningkatan
sebesar 6,90%. Tahun 2007, produksi karet Kebun Sendiri
mengalami peningkatan 10,84% dari 7.498 ton tahun 2006
menjadi 8.311 tahun 2007.
Pada saat yang sama produktivitas karet kebun sendiri tahun
2007 mengalami peningkatan sebesar 2,01% dari 996 Kg/
Ha tahun 2006 menjadi 1.016 Kg/Ha tahun 2007. Selama 5
(lima) tahun terakhir (2003-2007) produktivitas karet kebun
sendiri mengalami peningkatan rata-rata sebesar 0,70%.
Produksi Karet Kebun Sendiri Tahun 2003 - 2007 (Ton)
Rubber Production of Nucleus Estate, Year 2003 - 2007 (Ton)
Produktivitas Karet Kebun Sendiri Tahun 2003 - 2007 (Kg/Ha/Tahun)
Rubber Productivity of Nucleus Estate, Year 2003 - 2007 (Kg/Ha/Year)
Kebun Sendiri | Nucleus Estate
Kebun Plasma | Plasma Estate
The area comparison of the nucleus estate with the plasma
estate in 2007 is presented in the form of PIE (%) graphics
as follows:
RUBBER PRODUCTION AND PRODUCTIVITY OF NUCLEUS
ESTATE
During the last 5 (five) years (2003-2007) the production
of Rubber nucleus estate have reach an average increasing
of 6.90%. In the year 2007, the Rubber nucleus estate has
increasing from 10.84% of 7,498 tons at the year 2006 to
8,311 by the year 2007
At the same time the productivity of the rubber nucleus
estate by 2007 is making an increasing of 2.01% from 996
kg/Ha in the year 2006 to 1,016 kg/Ha at 2007. During
the last 5 (five) years (2003-2007) the productivity of
rubber nucleus estate have reach an average increaseased
of 0.70%.
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
27
PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS KARET KEBUN PLASMA
Pada tahun 2007, produksi karet kebun plasma mengalami
penurunan sebesar 14,92% dari 21.087 ton di tahun
2006 menjadi 17.941 ton di tahun 2007. Demikian pula,
produktivitas karet juga mengalami penurunan sebesar
10,88% dari 680 Kg/Ha di tahun 2006 menjadi 606 Kg/
ha.
Berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan
produksi dan produktivitas adalah (l) kondisi bidang sadap
tanaman mulai rusak dan mengalamai kering alur sadap (ll)
adanya persaingan harga dengan pihak ketiga, sehingga
produksi belum sepenuhnya disetor ke kebun inti (lll)
terjadinya gangguan banjir yang mengakibatkan program
penderesan tidak berjalan sesuai dengan rencana (lV)
terdapat areal tanaman yang berubah fungsi menjadi areal
pertambangan batubara.
Perkembangan produksi dan peroduktivitas karet kebun
plasma selama rentang waktu 5 (lima) tahun terakhir (2003-
2007) tercermin dalam tren grafik berikut :
PABRIK KARET REMAH (PKR)
PTPN-XIII memiliki 2 Unit Pabrik Karet Remah (PKR) dengan
kapasitas terpasang 60 Ton Karet Kering/Hari. Selama
5 (lima) tahun terakhir (2003-2007) capaian Kapasitas
Olah PKR rata-rata mengalami penurunan sebesar 2,57%.
Pada tahun 2007 terjadi penurunan capaian kapasitas olah
sebesar 17,63% dari 44,52 Ton Karet Kering/Hari Tahun
2006 turun menjadi 36,67 Ton Karet Kering/Hari. Hal ini
disebabkan karena bahan baku yang masuk ke pabrik rendah
khususnya di wilayah Kalimantan Barat.
RUBBER PRODUCTION AND PRODUCTIVITY OF PLASMA
ESTATE
In the year 2007, The production of rubber plasma estate
was decreased of 14.92% from 21,087 tons in 2006 to
17,941 tons in 2007. Likewise, the rubber pruductivity was
also decreased of 10.88% from 680 kg/Ha in 2006 to 606
Kg/Ha in 2007.
Several factors that has influence in the decreasing of
production and productivity is (I) the corruptnesss of plant
incisions field and experiencing a dry incisions path condition.
(II) The existance of rivalry situation form the third party,
causing the unutterly of production being deposited to the
nucleus estate (III) The happening of flood that causing the
program of tapping tree to latex collecting is not going as
plan (IV) The changing of some plantation area function into
a coal mining area.
The trend of the production and the productivity of the
rubber plasma estate in the last 5 (five) years (2003-2007)
reflected in graphics are as follows:
CRUMB RUBBER FACTORY (CRF)
PTPN-XIII have 2 (two) Unit of Rubber Crumb Factories
(CRF) with an installed capacities of 60 Tons Dry Rubber/
Day. During the last 5 (five) year (2003-2007) Process
Capacities performance of CRF is decreasing with an average
of 2.57%. In the year 2007 has happened a decreased of
process capacities performance down to 17.63% from
44.52 Tons of Dry Rubber/Day, in the year 2006 it’s
decreased to 36.67 Tons Dry Rubber/Day. This matter is
caused by the low amount of raw material which entering
the factory specially in the region of West Kalimantan.
Produksi Karet Kebun Plasma Tahun 2003 - 2007 (Ton)
rubber Production of Plasma Estate, Year 2003 - 2007 (Ton)
Produktivitas Karet Kebun Plasma Tahun 2003 - 2007 (Kg/Ha/Tahun)
Rubber Productivity of Plasma Estate, Year 2003 - 2007 (Kg/Ha/Year)
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
28
PABRIK KARET SHEET (PKSS)
PTPN-XIII juga memiliki 1 Unit Pabrik Karet Sheet dengan
kapasitas terpasang 10 Ton Karet Kering/Hari. Selama 5
(lima) tahun terakhir (2003-2007) capaian Kapasitas Olah
Pabrik Sheet rata-rata mengalami peningkatan sebesar
16,25%. Pada tahun 2007 terjadi peningkatan capaian
kapasitas olah sebesar 7,13% dari 6,87 Ton Karet Kering/
Hari tahun 2006 naik menjadi 7,96 Ton Karet Kering/Hari.
Kapasitas Olah Pabrik Karet Remah (PKR) 2003 - 2007 (Ton Karet Kering/Hari)
Processing Capacity of Crumb Rubber Factory (CRF) 2003 - 2007 (Ton Dry Rubber/Day)
Kapasitas Olah Pabrik Karet Sheet (PKSS) 2003 - 2007 (Ton Karet Kering/Hari)
Processing Capacity of Rubber Smoke Sheet (RSSF) 2003 - 2007 (Ton Dry Rubber/Day)
2.87
4.05
2003 2004

T
o
n

K
K
/
H
a
r
i
5.38
6.87
7.96
2005 2006 2007
41.87
45.98 46.6
44.52
36.67
2003 2004 2005 2006 2007

T
o
n

K
K
/
H
a
r
i
RUBBER SMOKE SHEET FACTORY (RSSF)
PTPN-XIII also owned 1 (one) unit of Rubber Smoke Sheet
Factory with an installed capacity of 10 tons of Dry
Rubber/Day. During the last 5 (five) year (2003-2007)
Process Capacities performance of Rubber Sheet Factory is
increasing with an average of 16.25 %. In the year 2007,
there was increased of process capacities performance up-
to 7.13% from 6.87 Tons of Dry Rubber/Day, in the year
2006 it’s increasing to 7.96 tons of Dry Rubber/Day.
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
29
SALE
In 2007 the actual sale was increased by 44.14% from
Rp. 1,394 billion (2006) to Rp. 2,009 billion (2007) a result
of higher price of Palm Oil & Rubber at the international and
domestic market. On the other side the sale of Palm Oil in
2007 was decreasing from 8.96% compared to 2006 and
on the flip side The sale of Rubber in 2007 was increased
by 15.36% compared to previous year.
Uraian Kinerja Keuangan Perusahaan
Description of Company Financial Performance
NILAI PENJUALAN
Pada tahun 2007, realisasi nilai penjualan menunjukkan
peningkatan sebesar 44,14% dari Rp 1.394 milyar di tahun
2006 menjadi Rp 2.009 milyar di tahun 2007. Peningkatan
nilai penjualan ini disebabkan naiknya harga jual CPO dan
Karet dipasar internasional dan domestik. Di sisi lain volume
penjualan kelapa sawit di tahun 2007 mengalami penurunan
sebesar 8,96 % dibanding tahun 2006 dan sebaliknya volume
penjualan karet di tahun 2007 mengalami peningkatan
sebesar 15,36 % di banding tahun sebelumnya.
Nilai Penjualan Kelapa Sawit dan Karet Tahun 2003 - 2007 (Rp. Milliar)
Total Sales of Palm Oil and Rubber 2003 - 2007 (Rp. Billion)
Kelapa Sawit | Palm Oil Karet | Rubber Jumlah | Total
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
30
Volume Penjualan Kelapa Sawit dan Karet Tahun 2003 - 2007 (Ton)
Sales Volume of Palm Oil and Rubber , Year 2003 - 2007 (Ton)
Kelapa Sawit | Palm Oil Karet | Rubber
Aktiva Lancar, Aktiva Tetap/lain-lain dan Total Aktiva Tahun 2003 - 2007 (Rp. Milliar)
Current Asset, Fixed Asset/Other and Total Asset, Year 2003 - 2007 (Rp. Billion)
Total Aktiva
Total Asset
Aktiva Tetap/Lain-lain
Fixed/Others Asset
Aktiva Lancar
Current Asset
239
304
414
718
400
470
870
551
366
917
620
206
826
328
567
AKTIVA
Total Aktiva perusahaan meningkat secara signifikan sebesar
Rp 47 milyar, dari Rp. 1.567 milyar pada tahun 2006
menjadi Rp. 1.614 milyar pada tahun 2007. Peningkatan
tersebut disebabkan oleh kenaikan aktiva tidak tetap/lain-
lain dari tahun ke tahun akibat dari peningkatan investasi
tanaman (pembangunan kebun plasma pola KKPA yang
harus dipenuhi) dan investasi non tanaman (perbaikan
pabrik, perbaikan jalan/jembatan).
Aktiva lancar mengalami peningkatan sebesar 34,62%
disebabkan meningkatnya persediaan uang kas/bank
sebesar 97,27 milyar, piutang penjualan sebesar Rp. 58,99
milyar, piutang lain-lain Rp. 18,65 milyar. Selain itu terdapat
penurunan persedian hasil jadi, persediaan bahan baku dan
pelengkap sebesar Rp. 26,25 milyar.
KEWAJIBAN LANCAR, KEWAJIBAN JANGKA PANJANG
DAN TOTAL KEWAJIBAN
Hutang lancar mengalami peningkatan sebesar Rp. 69
milyar atau 12,52% disebabkan meningkatnya hutang jasa
pemborong sebesar Rp. 27,97 milyar, hutang pajak sebesar
Rp. 33,31 milyar dan hutang lain-lain sebesar Rp. 22,57
milyar. Di sisi lain, terjadi penurunan pada pinjaman jangka
panjang yang jatuh tempo sebesar Rp. 3,44 milyar, uang
muka penjualan sebesar Rp. 19,55 milyar. Kredit Modal
Kerja sebesar Rp. 22,10 milyar dan bunga yang masih harus
dibayar sebesar Rp. 1,14 milyar.
ASSETS
The company Total Assets is increasing significantly for as
much as Rp. 47 billion, from Rp 1,567 billion on 2006 to
1,614 billion by year 2007. The increasing is caused by the
increased of intangible assets/others from year to year as the
result of increasement level in plant investment (the building
of plasma estate pattern of KKPA that must be fulfilled)
and non-plantation investment (factory maintenance, Road/
bridge maintenance).
The current assets is experiencing an increasement for as
much as 34.62% caused by the escalating of cash/bank
supplies for as much as Rp. 97.27 billion, the accounts
receivable of sales is Rp. 58.99 billion, and other accounts
receiveable is Rp. 18.65 billion. Other then that there has
been a decreasement in the end result supplies and other
supporting material accecories for as much as Rp.26.25
billion.
CURRENT LIABILITY, LONG TERM LIABILITY AND TOTAL
LIABILITY
The Current liability is experiencing an increasing for as
much as Rp. 69 billion or 12.52% due to the excalation of
contractor service debt for as much as Rp. 27.97 billion,
Tax debt as much as Rp. 33.31 billion and other debts
as much as Rp. 22.57 billion. On the otherside, there has
been a decresing on the maturity value of long term loan
for as much as Rp. 3.44 billion, down payment of sales is
as much as Rp. 19.55 billion. The working capital credit is
Rp. 22.10 billion and the interest to be paid is as much as
Rp. 1.14 billion.
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
31
Kewajiban Lancar, Kewajiban Jangka Panjang, Total Kewajiban Tahun 2003 - 2007 (Rp. Milliar)
Current Liabilities, Long Term Liabilities, Total Liabilities, Year 2003 - 2007 (Rp. Billion)
Total Aktiva
Total Asset
Aktiva Tetap/Lain-lain
Fixed/Others Asset
Aktiva Lancar
Current Asset
239
304
414
718
400
470
870
551
366
917
620
206
826
328
567
OPERATING EXPENSE
For the last 5 years (2003-2007), the average of growth
of operating expenses was 30.81%. In 2007 the operating
expenses was increase by 16.18% from Rp.136 billion
(2006) to Rp.158 billion (2007).
NET PROFIT (LOSS)
In 2007 Net Profit was increased from Rp. 19 billion in
2006 to 142 billion in 2007 or by 645.86% this growth
was caused by the increase of price on palm oil, palm kernel
and Rubber which has gain Rp. 616 billion from 2006.
The growth of net profit for the last 5 (five) years, was as
follows:
BEBAN USAHA
Selama 5 (lima) tahun terakhir (2003-2007) beban usaha
rata-rata mengalami peningkatan sebesar 30,81%. Pada
tahun 2007 beban usaha meningkat sebesar 16,18% dari
Rp.136 milyar pada tahun 2006 menjadi Rp.158 milyar
pada tahun 2007.
LABA (RUGI) BERSIH
Laba bersih (setelah PPh) di tahun 2007 mengalami
peningkatan dari Rp. 19 milyar di tahun 2006 menjadi 142
milyar di tahun 2007 atau sebesar 645,86%. Peningkatan
ini dipengaruhi oleh meningkatnya harga jual minyak sawit,
inti sawit dan karet yang mencapai Rp. 616 milyar dari tahun
2006. Perkembangan laba bersih selama rentang waktu 5
(lima) tahun adalah sebagai berikut
Beban Usaha Tahun 2003 - 2007 (Rp. Milliar)
Operating Expenses, Year 2003 - 2007 (Rp. Billion)
67
129
2003 2004
R
p
.

M
i
l
i
a
r
141
136
158
2005 2006 2007
Laba Bersih Tahun 2003 - 2007 (Rp. Milliar)
Net Profit, Year 2003 - 2007 (Rp. Billion)
60
64
46
19
2003 2004 2005 2006
R
p
.

M
i
l
i
a
r
142
2007
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
32
1 Aspek Keuangan 70,00 47,00 62,00 Financial Aspect 1.
2 Aspek Operasional 15,00 14,50 13,90 Operational Aspect 2.
3 Aspek Administrasi 15,00 14,00 12,00 Administration Aspect 3.
Total 100,00 75,50 87,90 Total
Tingkat Kesehatan A AA Healthiness Level
Tahun | Year Tahun | Year
No. Indikator Bobot 2006 2007 Indicator No.
Weigth Skor | Score Skor | Score
TINGKAT KESEHATAN PERUSAHAAN
Tingkat kesehatan perusahaan tahun 2007 berdasarkan
ketentuan Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha
Milik Negara No. KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002
adalah sebagai berikut :
URAIAN TENTANG KEMAMPUAN MEMBAYAR HUTANG
DAN TINGKAT KOLEKTIBILITAS PIUTANG PERSEROAN
Dengan semakin membaiknya harga jual produk tahun 2008
diharapkan kemampuan untuk membayar hutang dapat
dilaksanakan tepat waktu. Kolektibilitas piutang perseroan
masih rendah terutama dari petani peserta Pola KKPA yang
pembangunannya didanai terlebih dahulu oleh PTPN-XIII
karena produktivitas kebun petani yang rendah. PTPN-XIII
selalu mengupayakan adanya peningkatan produksi dari
Kebun Plasma hingga cicilan kredit dapat dilunasi.
BAHASAN MENGENAI IKATAN YANG MATERIAL UNTUK
INVESTASI BARANG MODAL
Sesuai dengan komitmen perusahaan untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat sekitar kebun/unit serta untuk
memenuhi kapasitas bahan baku pabrik, PTPN-XIII telah
membangun kebun plasma pola KKPA seluas 24.370 Ha
dengan jumlah investasi sebesar Rp. 293,92 milyar (excl.
IDC). Dalam perjalanannya dana investasi tersebut belum cair
seluruhnya, sehingga PTPN-XIII melakukan penarikan Kredit
Modal Kerja (KMK) yang menyebabkan tingginya kewajiban
jangka pendek. Selain itu, untuk pendanaan Kebun Plasma
Pola KKPA, PTPN-XIII berperan sebagai Kreditur ke Pihak
Perbankan yang menyebabkan tingginya kewajiban jangka
panjang. Hingga per 31 Desember 2007 dana talangan yang
belum cair sebesar Rp. 92,91 milyar.
INFORMASI KEUANGAN DENGAN KEJADIAN YANG
SIFATNYA LUAR BIASA DAN JARANG TERJADI
Dari informasi keuangan yang telah dilaporkan tidak terdapat
kejadian yang sifatnya luar biasa dan jarang terjadi.
PENJELASAN ATAS KOMPONEN SUBSTANSIAL DARI
PENDAPATAN DAN BEBAN LAINNYA
Dalam informasi keuangan telah dilaporkan bahwa laba kotor
sebesar Rp. 445 Milyar. Dari laba kotor tersebut terdapat
komponen-komponen substansial yang mengurangi laba
bersih (setelah PPh) seperti :
a. Adanya Klaim mutu Minyak dan Inti Sawit sebesar
Rp. 4.74 milyar.
b. Pendapatan atas IDC pencairan tahun 2003 yang telah
diakui sebagai pendapatan, namun setelah novasi kredit
dari PTPN-XIII ke KUD, ternyata Perjanjian Kredit (PK)
KUD dengan Bank jauh lebih kecil sewaktu PK antara
PTPN-XIII dengan Bank sebesar Rp. 15,42 milyar,
sehingga pendapatan tersebut ditarik kembali menjadi
biaya.
COMPANY HEALTH LEVEL
The level of company health in 2007 based on the provisions
of BUMN Minister No. KEP-100/MBU/2002 June 4th 2002
was as follows:
REVIEW OF PAYABLE AND COMPANY RECEIVABLE
COLLECTIBILITY
In 2008 the selling price is getting better and the company
payable is expected on time, however the total of companies
receiveable is still low, mainly from farmer of KPPA
programme whose development is supported by PTPN-XIII
because the production is low. PTPN-XIII make efforts and
sustainable assistance to increase the production of plasma
estate to settling farmer’s loan with pay by installment.
REVIEW OF CONTRACT ON HIGHLY MATERIAL OF
INVESTMENT
In accordance with the commitment of the company to
improve the welfare the farmers surrounding the estates and
also to provide raw material for factory, company has build
the plasma estate under KKPA programme for 24.370 Ha
by investment of Rp. 293.92 billion (excl. IDC). However, in
the mean time, the funding was not entirely liquid, leading
PTPN-XIII to use the working capital as consequence, this
increase the short term liabilities. In addition, the KKPA
funding which PTPN-XIII as debitor brings about increase
in the long term liability. To December, 31st 2007 the fund
that was not liquid has reached Rp. 92.91 billion.
FINANCIAL REPORT ON EXTRAORDINARY AND SCARCE
OCCURRENCE
No information was reported on the extarordinary and scarce
occurrence through-out this year.
DESCRIPTION OF SUBSTANTIAL COMPONENT OF INCOME
OR OPERATING EXPENSE.
In the financial information was reported that the gross
profit was Rp. 445 billion. However, many substantial
components bringing about the decrease of profit were as
follows:
a. The effect of CPO & Palm Kernel quality claim of Rp 4.74
billion.
b. The income of 2003 IDC was admited as an income,
but after the credit novasion from PTPN-XIII to the
KUD, the KUD credit agreement with the Bank was far
less than the agreement from PTPN-XIII to the Bank
which was Rp. 15.42 billion, there for that income
was withdraw and change it to cost.
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
33
c. The interest cost for Rp. 13.11 billion caused by the
interest payment for working capital scheme for
development prefinancing of Agro Bank and Mandiri
Bank is not liquid also repayment bridging for
unavailability farmer’s production as PTPN-XIII
consequence as an avalis.
REVIEW OF SUBTANTIAL FACTORS FROM SALES OR
NET INCOME
In 2007 there was decrease in production of 9.50% for CPO
and Palm Kernel and production for Rubber was decrease
of 8.16% compared to 2006. The production cost of CPO
and Palm Kernel FOB was increase by 45.83% whereas
for Rubber FOB was increase by 2.21%. Eventhough the
production of CPO, Palm Kernel and Rubber was decrease
and also production cost was increase, the net profit was
still high.
REVIEW OF THE EFFECT OF PRICE CHANGES ON
BUSSINESS REVENUE AND OPERATIONAL PROFIT
The actual price in 2007 was increased by 67.63% for CPO,
increased 69.64% for Palm Kernel and increased 2,59% for
Rubber compared to 2006. The profit was consequence of
increased of Rubber price at the international and domestic
market.
SIGNIFICANT EVENT AFTER BALANCED SHEET DATE
No Information was reported on significant events after
balanced sheets date.
PROSPECT OF THE COMPANY
PTPN-XIII was contributed 2.30% on the production of cpo
and kernel to the domestic market In 2007. It is projected
in year 2008 the PTPN-XIII have domestic contribution will
decrease by 4.00% compared to 2005 which is caused by
replanting program that was old. The export of Rubber in
2008 was expected to increase by 11% because the high
of world consumption on Rubber.
The average of growth on sale value is projected 2.8% for
CPO, 1.23% for kernel, 5.31% for SIR 20, and 4.55% for
RSS in period of 2004-2008. The average of growth of
profit is projected 12.64% for the period of 2004-2008. In
2008 the projected domestic consumtion of CPO will also
increase by 11,47% compaired to 2007, it was expected
the export of CPO will increase by 18.20% in 2008.
c. Biaya bunga angsuran sebesar Rp.13,11 milyar
disebabkan adanya pembebanan bunga atas penarikan
Kredit Modal Kerja karena prefinancing pembangunan
KKPA skim Bank Agro dan Bank Mandiri belum cair
serta adanya dana talangan (repayment bridging) karena
produksi petani belum memadai sebagai konsekuensi
PTPN-XIII sebagai avalis.
TINJAUAN ATAS PENINGKATAN ATAU PENURUNAN
YANG MATERIAL DARI PENJUALAN ATAU PENDAPATAN
BERSIH
Pada tahun 2007 terdapat penurunan total produksi Minyak
Sawit (MS) + Inti Sawit (IS) sebesar 9,50% dan Karet turun
sebesar 8,16% dibandingkan tahun 2006, sedangkan biaya
produksi MS+IS FOB naik 45,83% dan biaya produksi karet
FOB naik 2,21 %. Meskipun produksi Minyak Sawit,Inti
Sawit, dan Karet menurun serta biaya produksi naik capaian
laba masih cukup tinggi.
PENJELASAN DAMPAK PERUBAHAN HARGA TERHADAP
PENDAPATAN USAHA SERTA LABA OPERASI
Realisasi harga jual pada tahun 2007 MS naik 67,63%, IS
naik 69,64% dan Karet naik 2,59% dibandingkan tahun
2006. Perolehan laba terutama disebabkan naiknya harga
jual di pasar domestik dan internasional.
INFORMASI DAN FAKTA MATERIAL YANG TERJADI
SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN
Tidak ada Informasi dan fakta material yang terjadi setelah
tanggal laporan akuntan.
URAIAN TENTANG PROSPEK USAHA PERUSAHAAN
Kontribusi PTPN-XIII terhadap produksi MS dan IS
Nasional mencapai 2,30% pada tahun 2007. Tahun 2008
diproyeksikan bahwa kontribusi PTPN-XIII dalam negeri
menurun 4,00 % dibandingkan tahun 2005 diakibatkan
adanya program replanting tanaman yang sudah tua.
Peluang ekspor produk karet pada tahun 2008 diperkirakan
meningkat 11% karena tingginya konsumsi karet dunia.
Nilai penjualan diproyeksikan tumbuh rata-rata 2,8 % (MS),
1,23 % (IS), 5,31 % (SIR-20), 4,55 % (RSS) dan Laba
diperkirakan tumbuh rata-rata 12,64 % pada tahun 2004
sampai 2008. Tahun 2008 diproyeksi bahwa konsumsi MS
dalam negeri meningkat sebesar 11,47 % dibandingkan
tahun 2007 sedangkan peluang ekspor untuk MS tahun
2006 diperkirakan meningkat 18,20 %.
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
34
REVIEW OF MARKETING
The sales of PTPN-XIII (CPO, Palm Kernel, SIR-20 and
RSS) from September 2007 has been done through Joint
Marketing Office (KPB) that located in Jakarta.
In order to increase the sales and maintain harmonious
relations with the customer, PTPN-XIII always tried to
increase the service and and the quality of the product
that was marketed. PTPN-XIII also continued tried to
Strengthened the position on the market by maintaining the
traditional market and expand the network of the marketing
to the non-traditional market. One of the breakthroughs was
by Customer Relationship Program. From this survey, could
be received by valuable inputs from the customer towards
the increase in the service and the quality of the product
that was produced by PTPN-XIII.
As mentioned, PTPN-XIII sells CPO, palm kernel, and Rubber
(SIR 20 and RSS) so called prime product as they are up
stream product. These products are as the source of raw
material for down stream industry. The production of
Rubber derived from PTPN-XIII to world market was 0.37%
whereas for domestic market was 1.78%, according to
Central Bureau of Statistics that the production, export and
consumption of natural Rubber increased continuosly up
to 2010. The Rubber is essential for elastomer industry to
produce tyre, seal, shoes, gloves, etc. The CPO and kernel
is the source of rew material for refinery industry to produce
Olein, Stearin. Therefore, The CPO and Palm Kernel are
source of raw material for Oleochemical Industry.
The characteristics of the primary products is that the
quality of the product is the same for the whole industry,
the formation of price is depend on up to the supply and
demand of customers, industry and trader, the flexibility of
production is limited to the quality and market demand, the
quality is reciprocal to that of time of storage. Based on
the geography, there are 2 (two) locations of marketing,
i.e., domestic and export. The local market segmented
become market of Java Island and outside it region. The
major export market such as Korea, Singapore and China.
PTPN-XIII have more preference to alocated the CPO and
Palm Kernel for local market in Java Island because it given
better bargaining position. The product of SIR-20 and RSS
has marketed for local and esport sales.
URAIAN TENTANG ASPEK PEMASARAN
Pemasaran produksi (Minyak Sawit, Inti Sawit, SIR-20
dan RSS) milik PTPN-XIII sejak September 2007 telah
dilakukan melalui Kantor Pemasaran Bersama (KPB) yang
berkedudukan di Jakarta.
Dalam rangka meningkatkan penjualan dan menjaga
hubungan harmonis dengan pelanggan, PTPN-XIII selalu
berupaya untuk meningkatkan pelayanan dan dan kualitas
produk yang dipasarkan. PTPN-XIII juga terus berupaya untuk
terus memperkuat posisi pasar dengan mempertahankan
pasar tradisional dan memperluas jaringan pemasaran pada
pasar non-tradisional. Salah satu terobosan yang dilakukan
adalah dengan melakukan Customer Relationship Program.
Dari survey tersebut, dapat diperoleh masukan-masukan
berharga dari pelanggan dalam upaya peningkatan pelayanan
dan mutu produk yang dihasilkan oleh PTPN-XIII.
Produk yang dipasarkan PTPN-XIII adalah MS, IS dan karet
(SIR-20 dan RSS). MS, IS, SIR-20 dan RSS merupakan
produk primer karena merupakan produk industri hulu dan
bahan baku industri hilir. Kontribusi karet PTPN-XIII terhadap
produksi karet dunia sebesar 0,37% sedangkan terhadap
karet Indonesia sebesar 1,78%. Menurut Central Bureau of
Statistics, proyeksi produksi, ekspor dan konsumsi karet alam
sampai tahun 2010 meningkat terus. Produk karet adalah
bahan baku industri elastomer terutama menghasilkan ban
kendaraan bermotor, seal, telapak sepatu, sarung tangan dan
sebagainya. Sedangkan MS dan IS merupakan bahan baku
bagi industri Refinery untuk menghasilkan minyak goreng,
stearin dan Fatty Acids. Selain itu, MS dan IS merupakan
bahan baku industri Oleokimia.
Karakteristik dari produk primer tersebut adalah kualitas
produk adalah standar untuk seluruh industri, harga jual
terbentuk atas penawaran dan permintaan pelanggan,
industri dan trader, kegiatan produksi tidak elastis terhadap
perubahan kualitas atau permintaan pasar, kualitas produk
berbanding terbalik dengan waktu penyimpanan. Dari
pasar yang tersedia dapat disegmentasi berdasarkan posisi
geografis yaitu lokal dan ekspor. Pasar lokal disegmentasi
menjadi pasar di Pulau Jawa dan di luar Pulau Jawa.
Pasar ekspor terbesar adalah Korea, Singapore dan Cina.
PTPN-XIII lebih cenderung untuk memasarkan MS dan IS
ke pasar lokal terutama yang berada di Pulau Jawa karena
posisi tawar yang lebih baik. Produk SIR-20 dan RSS memiliki
penjualan pasar lokal dan ekspor.
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
35
Jumlah Dividen Tahun 2003 - 2007 (Rp. Milliar)
Total Devidend 2003 - 2007 (Rp. Billion)
23.28
29.84
15.9
9.13
2003 2004 2005 2006
R
p
.

M
i
l
i
a
r
3.78
2007
DIVIDEND POLICY
The amount of dividend contributed to the government is
established by the AGM. The total of dividend for the years
2003-2007 was paid up Rp. 81.93 billion.
The pay out ratios (deviden, general reserve, PKBL) for years
2003 to 2007 was given in the table below.
PTPN-XIII also joined in the national development program
that is contributed through the tax obligation that was
turned over in 2007 which is Rp. 44.72 billion.
USAGE OF FUND DERIVED FROM PUBLIC OFFER
There is no fund derived from the public offer in 2007.
THE OTHER MATERIAL INFORMATION.
Investment
The actual investment was Rp. 151 billion increased by
75.46% compared to year 2006. The fund of investment
was used to finance the plantation, i.e., the development
of oil palm and Rubber) (Rp. 101 billion), and non-plantation
(machinery, agriculture equipment and small inventory,
nursery and land amount to Rp. 48 billion), investment in
non-plantation resolution by Rp. 2 billion, and, The Land
Right (HGU) of Rp 68 million.
% Rp. M % Rp. M % Rp. M % Rp. M % Rp. M
Dividen 50,00 23,28 25,00 29,84 25,00 15,90 20,00 9,13 20,00 3,78 Devidend
Tantiem 2,51 1,17 3,00 1,22 3,00 1,91 1,69 0,77 1,76 0,33 Tantiem
Program Kemitraan 1,00 0,47 1,00 0,60 1,00 0,64 1,00 0,46 1,00 0,19 Partnership Program
Bina Lingkungan 2,00 0,93 5,00 2,39 5,00 3,18 2,00 0,91 2,00 0,38 CD
Cadangan Umum 44,49 20,72 66,00 29,56 66,00 24,07 75,31 34,39 75,24 14,22 General Reserved
Jumlah 100.00 46,57 100,00 63,61 100,00 45,70 100,00 45,66 100,00 18,90 Total
2003 2004 2005 2006 2007
Pay Out Ratio 2003 - 2007 (Rp. Milyar/Billion)
KEBIJAKAN DEVIDEN
Besarnya deviden yang disetor ke kas Negara per tahun
ditetapkan oleh RUPS. Total deviden yang disetor ke
kas negara dari tahun 2003 sampai tahun 2007 sebesar
Rp. 81,93 milyar.
Besarnya Pay Out Ratio ( deviden, cadangan umum, PKBL)
tahun 2003 – 2007 dapat dilihat dalam tabel.
PTPN-XIII juga turut serta dalam program pembangunan
nasional yaitu dengan ikut berkontribusi melalui kewajiban
pajak yang telah disetorkan sepanjang tahun 2007 yang
mencapai Rp 44,72 milyar.
REALISASI PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN
UMUM
Pada tahun 2007, PTPN-XIII tidak melakukan penawaran
umum.
INFORMASI MATERIAL LAINNYA.
Investasi
Realisasi investasi tahun 2007 adalah sebesar Rp. 151 milyar
naik sebesar 75,46% dibandingkan investasi tahun 2006.
Investasi tersebut terdiri dari : investasi tanaman kelapa
sawit dan karet (Rp.101 milyar), non-tanaman (mesin dan
instalasi, jalan, jembatan, saluran air, alat pengangkutan,
bangunan rumah, bangunan perusahaan, alat pertanian
dan inventaris kecil, instalasi pembibitan, tanah) sebesar
Rp. 48 milyar, investasi dalam penyelesaian (non-tanaman)
sebesar Rp 2 milyar dan HGU Rp. 68 juta.
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
36
Expansion
The expansion was done in 2007 as follows:
The increase in plantation area of nucleus estate was to
achieve the economic scale of the works unit whereas the
expansion for plasma estate was to improve the welfare
of the people surrounding estates and to provide the raw
material for factory.
Devasture, Acquisition, Restructurisation and Other Conflict
of Interest of Transaction.
It was not reported on the direct devasture of company
investment, acquisition, restructurization and other conflict
of interest of transaction with other party.
CHANGE REGULATION AFFECTING SIGNIFICANTLY THE
COMPANY.
According to State-Owned Enterprise Minister No.KEP-35/
MBU/2007 Date on April 4, 2007 regarding the changing
of Board of Director PT. Perkebunan Nusantara XIII. In
new structure there is new directorate that is Planning and
Development Director. The additional directorat changes of
organization structure.
CHANGES OF ACCOUNTING POLICY
PTPN-XIII is in accordance with the accounting standards
namely Financial Accounting Standards published by
Indonesian Institute of Accountant.
Uraian Tahun | Year Tahun | Year Peningkatan Ekspansi Description
2006 2007 Expansion
Kebun Kelapa Sawit, (Ha) Palm Oil Plantation, (Ha)
- Kebun Plasma 55.469 55.508 39 - Plasma Estate
Kebun Karet, (Ha) Rubber Plantation
- Kebun Inti 11.740 12.382 642 - Nucleus Estate
Ekspansi
Pada tahun 2007 juga dilakukan ekspansi usaha sebagai
berikut:
Peningkatan luas areal tanaman kebun inti dimaksudkan
untuk memenuhi skala ekonomi unit kerja yang
bersangkutan sedangkan ekspansi kebun plasma untuk
membantu kesejahteraan petani sekitar kebun/unit usaha
dan pemenuhan bahan baku untuk pabrik.
Divestasi, Akuisisi, Restrukturisasi Hutang/Modal, Transaksi
yang Mengandung Benturan Kepentingan dan Sifat Transaksi
dengan Pihak Afiliasi.
Pada tahun 2007 tidak ada divestasi langsung atas
penyertaan perseroan, akuisisi, restrukturisasi hutang/modal
serta benturan kepentingan dan sifat transaksi dengan pihak
afiliasi.
PERUBAHAN PERATURAN YANG BERPENGARUH
SIGNIFIKAN TERHADAP PERUSAHAAN.
Surat Keputusan Menteri Negara BUMN
No. KEP-35/MBU/2007 tanggal 4 April 2007 tentang
pemberhentian dan pengangkatan anggota Direksi
Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perkebunan Nusantara
XIII. Dalam susunan Direksi terdapat Direktorat baru yaitu
Direktorat Perencanaan dan Pengembangan. Penambahan
Direktorat tersebut menyebabkan perubahan Struktur
Organisasi.
PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI.
PTPN-XIII tetap memakai peraturan akuntansi yang berlaku
pada tahun-tahun sebelumnya yaitu Standard Akuntansi
Keuangan (SAK) dari Ikatan Akuntan Indonesia.
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
37
Penerapan Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate
Governance, atau disingkat “GCG”) dalam manajemen
PTPN-XIII sudah menjadi bagian dari budaya perusahaan di
mana semua keputusan bisnis maupun pelaksanaannya yang
diambil oleh Dewan Komisaris, Direksi dan seluruh karyawan
selalu didasarkan pada pertimbangan kelangsungan bisnis,
profesional, serta tanpa membedakan kedudukan, struktur
golongan suku, agama, ras, golongan, senioritas maupun
fungsi. Hal ini didasari pada keyakinan bahwa penerapan
GCG yang konsisten dan berkesinambungan sangat
bermanfaat untuk jangka panjang. Manfaat nyata yang
didapat adalah PTPN-XIII semakin leluasa mengembangkan
potensi dan kapasitasnya untuk mencapai yang terbaik. Di
sisi lain, dengan penerapan GCG karyawan menjadi leluasa
juga dalam mengemban tugasnya secara profesional,
termasuk mengembangkan karirnya tanpa ada keraguan
karena prosedur dan mekanisme yang harus dilaksanakan
sudah jelas dan transparan.
Pengenalan akan penerapan GCG sebagai budaya perusahaan
(corporate culture) bukan hanya di lingkungan internal
PTPN-XIII, tetapi juga berlaku terhadap para mitra bisnis.
Tidak sedikit mitra bisnis yang menyebut PTPN-XIII sebagai
perusahaan yang menjunjung tinggi perilaku GCG. Hal ini
bukan semata-mata karena penghargaan di bidang GCG
yang sudah beberapa kali diterima oleh PTPN-XIII, tetapi
juga pengalaman mereka dalam berbisnis dengan PTPN-XIII.
Secara internal PTPN-XIII menuangkan penerapan GCG ini
sebagai salah satu pilar dalam strategi bisnis yang ditetapkan
oleh Direksi setiap tahunnya.
Tata Kelola Perusahaan
Good Corporate Governance
The implementation of Good Corporate Governance shortened
GCG in the PTPN-XIII management had been the company
culture where every business decision or the implementation
that taken by the Board of Commissioners, Board of Director
and the entire of employee was always based on maintain
the company business, professional, with out considering
the difference of status, ethnic group, religion, ras, senority
and also fuction. This was based on the consistency of GCG
implementation that is very beneficial for long-term. The
real benefit is that PTPN-XIII can more develop the potential
and capacity to reach best. On the other hand, with the
GCG implementation the employee became free to carrying
out his task professionally, including developing his career
without having doubt because of the procedure and the
mechanism that must be carried out was already clear and
transparent.
The introduction of the GCG implementation as the corporate
culture not only on the PTPN-XIII internal environment, but
also with the business partners. Lots of business partners
who acknowledged PTPN-XIII as the company that revered
the GCG implementation. This was not only because of the
achievement in the GCG that several times has been recived
by PTPN-XIII, but also their experience in doing business
with PTPN-XIII. PTPN-XIII had put the GCG implementation
as one of the foundation on the business strategy which is
set by the Board of Director every year.
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
38
PTPN-XIII bersyukur bahwa keyakinan dan optimisme
terhadap penerapan GCG selama ini mendapat dukungan
positif dari pemegang saham, mitra bisnis, pemerintah dan
pemangku kepentingan lainnya.
Sesuai dengan Kepmen BUMN No. 117/M-MBU/2002,
PTPN-XIII telah menerapkan prinsip-prinsip GCG
yaitu : Transparansi, Akuntabilitas, Bertanggungjawab,
Kemandirian dan Kesetaraan. PTPN-XIII sudah memiliki
Pedoman Etika Bisnis & Etika Kerja, Proses Bisnis, Pedoman
Mutu Perusahaan, Pedoman Dasar Kerja (PDK), Standard
Operating Prosedure (SOP) dan Perjanjian Kerja Bersama
(PKB) yang mengatur hubungan antara PTPN-XIII dengan
pelanggan, mitra bisnis, pemerintah, karyawan, serta
stakeholders lainnya.
Pedoman ini telah disosialisasikan dan dibagikan kepada
seluruh karyawan sebagai acuan dalam melakukan hubungan
bisnis. Pedoman GCG diterbitkan melalui Surat Keputusan
Direksi pada tahun 2007 dan dimuat di intranet PTPN-
XIII agar diketahui oleh seluruh karyawan. Pedoman GCG
ini menegaskan dan memperjelas keterkaitan pelaksanaan
peraturan dan kebijakan. Evaluasi penerapan GCG yang
dilaksanakan oleh Badan Independen (BPKP perwakilan
Kalimantan Barat) periode tahun 2007 dengan skor 80,97
dengan predikat Baik meningkat dari tahun 2006 dengan
skor 79,85.
Dengan semakin meluasnya peraturan tentang GCG oleh
berbagai lembaga usaha, baik yang bersifat keharusan
(compulsory) maupun himbauan, PTPN-XIII selalu
berusaha mengimplementasikannya sebagai wujud
kepatuhan(compliance) terhadap penerapan GCG. Untuk itu
PTPN-XIII merasa perlu menuangkannya dalam bentuk suatu
Pedoman GCG secara tertulis tanpa menghilangkan sifat
dinamikanya dalam mengadopsi peraturan atau pedoman
GCG yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian
hari.
Selain itu perusahaan telah melaksanakan aturan Good
Corporate Governance (GCG), seperti :
1. Bagian PSDM dalam menerapkan penggajian karyawan
berpedoman kepada PKB.
2. Bagian SPI melakukan audit ketaatan terhadap Keputusan
RUPS atas laporan Keuangan, peraturan yang berlaku
baik keuangan dan operasional. Perusahaan juga telah
menyajikan kinerjanya dalam penerapan praktek GCG
dalam Annual Report dan SCI.
3. Manajemen menetapkan Visi, Misi, strategi dan
nilai-nilai perusahaan yang dibuat secara tertulis yang
mengakomodir kebutuhan stake holder.
4. Pembentukan Bagian Sekretaris Korporat untuk mengurus
kepentingan stakeholder dengan motto Tumbuh Bersama
Mitra.
URAIAN DEWAN KOMISARIS
PTPN-XIII menerapkan sistem pengelolaan perusahaan yang
terdapat pemisahan yang jelas antara fungsi dan tanggung
jawab Komisaris sebagai pengawas dan Direksi yang
bertanggung jawab atas pengelolaan Perseroan.
PTPN-XIII was grateful that the faith and optimism of the
GCG aplication was received a positif support from the
shareholder, business partner, the government, and other
stakeholders.
Based on the decree of BUMN Minister No. 117/M-
MBU/2002, PTPN-XIII had applied GCG principles that are;
Transparency, Akuntability, Responsibility, Independency
and Fairness. PTPN-XIII was had the guidance of Business
Ethics & Work ethics, Business Process, the Company
Quality, the Work Foundation (PDK), Standard Operating
Prosedure (SOP) and cooperation agreement (PKB) that
controlled the relationship between PTPN-XIII with the
customer, business partners, government, employee, and
the other stakeholder.
These manuals had been socialized and distributed to the
entire employee as the reference in carrying out business
relations. The GCG manuals was published through the
Board of Director Instruction in 2007 and was contained
on the intranet PTPN-XIII in order to be known by the
entire employee. This GCG manuals stressed and clarified
the implementation connection of the regulation and the
policy. The evaluation of the GCG aplicatin which held by
the independent party (West Kalimantan BPKP delegation)
in the period 2007 with score 80.97 with Good predicate
increased from 2006 by score 79,85.
With expanded regulation about GCG by various institutions,
both that had an obligation nature (compulsory) or an appeal,
PTPN-XIII always tried implementing it as the shape of the
compliance to the GCG implementation. There for PTPN-XIII
felt need to present it in the form of GCG writing manuals
without eliminating the dynamics characteristics in adopting
the regulation or the available GCG in the days to come.
Moreover the company carried out the GCG as follows:
1. The HRD part in applying the employee salary payment
that refers to Mutual Agreement (PKB).
2. The Internal Auditor (SPI) part carried out the audit
obedience towards the AGM Decision on the Finance
report, the current finance and operational regulation.
The company also presented the achievement in GCG
implementation practice in the Annual Report and SCI
3. The management set the vision, mission, strategy and
company values, which made by writing to acomodate
the needs of stakeholder.
4. Formed the Corporate Secretary to handle the needs of
stakeholder by motto : Growing with Partner.
BOARD OF COMMISSIONER
PTPN-XIII applied the system of the company’s management
that was clearly separation between the function and
responsibility of Commissioner as the supervisor and
Board of Director who were responsible for the Company’s
management.
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
39
Ir. Achmad Mangga Barani, MM
Komisaris Utama I President Commissioner
Lahir di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan pada tanggal 12 Juni 1949. lulusan Sarjana Pertanian
dari Institut Pertanian Bogor dan Magister Manajemen dari STIE IPWI, Jakarta. Pengalaman karir
dimulai sebagai Penyuluh Pertanian Spesialis, Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Barat, Sekretaris
Direktorat Jenderal Perkebunan, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Deptan,
Sekretaris Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, sejak April 2006 sampai
sekarang menjabat sebagai Direktur Jenderal Perkebunan sejak 2004, sejak Juni 2003 sampai dengan
sekarang menjabat sebagai Komisaris Utama PTPN-XIII.
Was born in Ujung Pandang, South Sulawesi, on June,12,1949. He graduated from Bogor
Agricultural Institute and passed Magister in Management of STIE IPWI, Jakarta. His experience
included as Agricultural Counseling Specialist, The Head of District of West Kalimantan Plantation,
General Directorate Secretary of Plantation, Processing and Marketing in 2004, as General Director
of Plantation since April 2006 up to now and as Commissioner of PTPN-XIII since June 2003 up to
now as the President Commissioner of PTPN-XIII.
Drs. Mudji Hardjadi
Komisaris I Commissioner
Lahir di Yogyakarta pada tanggal 30 Juli 1947 lulusan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).
Pengalaman karir dimulai sebagai Kadit Intel Pam Polda Kalselteng, Wakapolda Polda Kalteng,
Kapolda Kalsel, Kadis Pam Polri Mabes Polri dan sejak Juni 2003 sampai dengan sekarang menjabat
sebagai Komisaris PTPN-XIII.
Was born in Yogyakarta on July 30, 1947. He graduated from Perguruan Tinggi llmu Kepolisian
(PTIK). Started his career in Kadit Intel Pam Polda Kalselteng, Wakapolda Polda Kalteng, Kapolda
Kalsel, Kadis Pam Polri Mabes Polri, and since June 2003 appointed as Commissioner of PTPN-XIII.
Drs. Yuni Suryanto, Ak., MBA
Komisaris I Commissioner
Lahir di Yogyakarta pada tanggal 03 Juni 1964. Lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas Gajah
Mada dan Magister Bisnis Administrasi dari Oklahoma City University. Pengalaman karir dimulai
sebagai PPT Kasubdit Perkebunan, Kabid. Usaha Perkebunan II Asdep Usaha Perkebunan Deputi
Bidang Usaha Agro dan sejak Juni 2003 sampai dengan sekarang menjabat sebagai Komisaris PTPN-
XIII merangkap sebagai Ketua Komite Audit.
Was born in Yogyakarta on June 3, 1964. He graduated from Economic Department of Gadjah
Mada University and passed Magister in Business Administration of Oklahoma City University. He
started his career as PTT Kasubdit Perkebunan, Head of Division for Agricultural Estates, and since
June 2003 he had been appointed as Commissioner and also as the Chairman of Audit Committee
of PTPN-XIII.
PROFIL DEWAN KOMISARIS
Sesuai Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara
Republik Indonesia Nomor : KEP-253/M-MBU/2003 tanggal
19 Juni 2003, susunan Dewan Komisaris adalah sebagai
berikut:
BOARD OF COMMISSIONER’S PROFILE
According to State-owned Enterprise Minister Republic of
Indonesia No: KEP-253/M-MBU/2003, on June 19, 2003,
the Board of Commissioner as follows:
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
40
Herman Hidayat, SH
Komisaris I Commissioner
Lahir di Jakarta pada tanggal 09 Juli 1959. Lulusan Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia Tahun
1988. Pengalaman karir dimulai sebagai Kepala Bagian Peraturan Perundang-undangan Kantor
Kementerian Negera BUMN, Kepala Biro Hukum dan Humas Kantor Kementerian Negara BUMN dan
sejak 13 September 2006 sampai dengan sekarang menjabat sebagai Komisaris PTPN-XIII.
Was born in Jakarta, on July 9,1959. Graduated from Faculty of Law University of Indonesia in
1988. His Experienced include as Head of Rule and Regulations State Owned Enterprise Office, Head
of Law and Public Relation State Owned Enterprise Office and since September 13, 2006 up to now
appointed as Commissioner PTPN-XIII.
Pdt. DR. Barnabas Simin, S.Th
Komisaris I Commissioner
Lahir di Darit, Kalimantan Barat pada tanggal 27 April 1948. Lulusan Sarjana Theologia dari Institut
Alkitab Tiranus, Bandung dan Doctor of Ministry dari Tai Mei Institut of Taiwan tahun 1997 serta
gelar Doctor of Divinity dari American Fellowship Church, California. Pengalaman karir dimulai sebagai
Pendeta Jemaat di Gereja GPKB Elim. Pendiri dan Ketua Sinode Gereje GKTI di Pontianak. Dosen
Luar Biasa di STT Prakletos di Yogyakarta. Pembina Kerohanian Umat Kristiani PTPN-XIIIdan sejak
Juni 2003 sampai dengan sekarang menjabat sebagai Komisaris PTPN-XIII.
Was born in Darit, West Kalimantan on April 27, 1948. He graduated from Theologian of Institute
Alkitab Tiranus, Bandung, pursue his Doctor of Ministry degree of Tai Mei Institute of Taiwan in
1997 and Doctor of Divinity degree of American Fellowship Church, California. His career as Lecturer
was at STT Prakletos in Yogyakarta. He gave Spritual Counseling for Christian employees and social
activities at PTPN-XIII. Since June 2003 he was appointed as Commissioner of PTPN-XIII.
Berikut ini adalah uraian tata kelola perusahaan tentang
ruang lingkup pekerjaan dan tanggung jawab masing-
masing anggota Komisaris termasuk Komisaris Independen,
sesuai dengan bunyi Pasal 11 Undang-undang Perseroan
maka tugas dan tanggung jawab Komisaris adalah sebagai
berikut:
Tugas dan Wewenang Dewan Komisaris :
Komisaris bertugas melakukan pengawasan terhadap a.
kebijakan Direksi dalam melaksanakan pengurusan
Perseroan serta memberi nasihat kepada Direksi
termasuk pelaksanaan Rencana Jangka Panjang (RJP),
Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta
ketentuan – ketentuan Anggaran Dasar dan Keputusan
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Peraturan
Perundang-undangan yang berlaku.
Dalam melaksanakan tugasnya tersebut Komisaris b.
harus:
ƒ Tunduk kepada ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku. Anggaran Dasar Perseroan
dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.
ƒ Bertindak sewaktu-waktu untuk kepentingan dan
Usaha Perseroan dan bertanggung jawab kepada
Perseroan yang dalam hal ini diwakili oleh RUPS.
The followings are analyze of company management
which is the scope of work and responsibility respectively
Commissioner’s member including Commissioner
Independen, in accordance with the Article 11 Coorporate
regulations, then the Commissioner’s duty and responsibility
were as follows:
Duties and Role of Board of Commissioner
a. Board of Commissioner is accountable for monitoring,
controlling and reviewing the Board of Director to
conduct the company operations and give advisory to
Board of Director including in conducting its long term
plan, work plan and articles of association also terms of
articles of association and the decision of Annual General
Meeting of Shareholders and current regulations.
b. In implementing its duties, the Board of Commissioner
should:
ƒ Obey to the valid regulations, Company’s Articles of
Associations, and result of Annual General Meeting
of Shareholders (AGM).
ƒ Act for the company interests and operations at
any time and responsible to company in this case
represented by AGM.
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
41
Para anggota Komisaris, baik bersama-sama maupun c.
sendiri-sendiri setiap waktu berhak memasuki bangunan-
bangunan dan halaman-halaman atau tempat lain
yang dipergunakan atau yang dikuasai oleh Perseroan
dan berhak memeriksa buku-buku, surat-surat bukti,
persedian barang-barang, memeriksa dan mencocokkan
keadaan uang kas untuk keperluan verifikasi dan lain-lain
surat berharga serta mengetahui segala tindakan yang
telah dijalankan Direksi.
Jika dianggap perlu, Komisaris dapat meminta bantuan d.
tenaga ahli dalam melaksanakan tugasnya untuk jangka
waktu terbatas atas beban Perseroan.
Para anggota Komisaris berhak menanyakan dan meminta e.
penjelasan tentang segala hal kepada Direksi dan Direksi
wajib memberikan penjelasan.
Komisaris dengan suara terbanyak setiap waktu berhak f.
memberhentikan untuk sementara waktu seorang
atau lebih anggota Direksi jikalau mereka bertindak
bertentangan dengan Anggaran Dasar atau melalaikan
kewajibannya atau terdapat alasan yang mendesak bagi
Perseroan.
Pemberhentian sementara itu harus diberitahukan secara g.
tertulis kepada yang bersangkutan disertai alasan yang
menyebabkan tindakan itu.
Dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah pemberhentian h.
sementara itu, Komisaris diwajibkan untuk memanggil
RUPS yang akan memutuskan apakah anggota Direksi
yang bersangkutan akan diberhentikan seterusnya atau
dikembalikan kepada kedudukannya. sedangkan yang
diberhentikan sementara itu diberi kesempatan untuk
hadir dan membela diri.
Rapat ini dipimpin oleh salah seorang Pemegang Saham i.
yang dipilih oleh dan dari antara mereka yang hadir.
Jikalau RUPS tidak diadakan dalam waktu 30 (tiga j.
puluh) hari setelah pemberhentian sementara itu, maka
pemberhentian sementara itu batal.
Untuk memperlancar dan mempermudah hubungan Komisaris
dengan mitra kerja (Direksi, Pemegang Saham dan Pihak
lainnya), maka Komisaris sepakat untuk membagi tugas/
wewenang Komisaris sesuai dengan bidang pekerjaannya
masing-masing yaitu :
Ir. Achmad Manggabarani, MM.
selaku Komisaris Utama menangani tugas yang berkaitan
dengan bidang produksi.
Drs. Yuni Suryanto, Ak., MBA
selaku Anggota Komisaris menangani tugas yang berkaitan
dengan bidang keuangan dan ditugasi menjabat sebagai
Ketua Komite Audit.
Drs. Mudji Harjadi,
selaku Anggota Komisaris menangani tugas yang berkaitan
dengan bidang pemasaran dan keamanan.
c. At any time members of Board of Commissioner together
or individually have the right to enter buildings, yards, or
other places which are used or owned by company and
have the rights to check documents, evident documents,
stocks, inspect cash flow for the purpose of verification,
and securities, also recognizing all policies run by the
Board of Director.
d. If considered necessary, the Board of Commissioner can
ask help from professionals in implementing the duties
for limited period of time paid by the company.
e. The Board of Commissioner has the right to ask an
explanation about everything to the Board and the Board
should give explanations.
f. The Board of Commissioner with the highest vote have
the right to non activate the member of Board of Director
from ones’ office temporarily if they act in opposite with
articles of association, neglect one’s duty, or urgent
matters for the company.
g. This temporary non-activation of the member should be
informed by letter with the reasons.
h. After 30 (thirty) days of temporary non-activation, the
Board of Commissioner is obliged to ask the Annual
General Meeting of Shareholders which will decide
whether the member (s) of Board of Director should
be discharged or given another chance to defend
themselves.
i. This meeting is led by one of shareholders that is chosen
by and among the present members.
j. If the Annual General Meeting of shareholders could
not be held within 30 (thirty) day after temporary non-
activation, the temporary non-activation should be
terminated.
To ensure the order of task of commissioner and relationship
between the Board of Commissioner and partners (the Board
of Director, Shareholders, and Concerned Parties), the Board
of Commissioner agree to share duties/roles based on their
expertise as following:
Ir. Achmad Manggabarani, MM.
As President Commissioner whose duties are related to
general affairs and production.
Drs. Yuni Suryanto, Ak., MBA.
As a Member of Board of Commissioner whose duties are
related to finance and being a chairman of audit committee.
Drs. Mudji Harjadi,
As a Member of Board of Commissioner whose duties are
related to marketing and security.
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
42
Pdt. DR. Barnabas Simin, S.Th
selaku Anggota Komisaris menangani tugas yang
berkaitan dengan bidang sumber saya manusia (SDM)
dan sosial. Berdasarkan curriculum vitae, pengalaman dan
profesionalisme yang dimiliki Pdt. DR. Barnabas Simin. S.Th
yang tidak mempunyai latar belakang pekerjaan dibidang
regulasi dan birokrasi pemerintahan maka dapat dikatakan
sebagai Komisaris Independen.
Herman Hidayat, SH.
selaku Anggota Komisaris menangani tugas yang berkaitan
dengan bidang keuangan, investasi dan pendanaan serta
hukum.
Hubungan Tugas antara Komisaris & Komite Audit serta
Komite-Komite lain yang ada :
Untuk membantu Komisaris PTPN-XIII dalam rangka
melaksanakan berbagai tugas dan tanggungjawab yang
berhubungan dengan evaluasi dan pengawasan, Komisaris
membentuk Komite Audit yang beranggotakan 3 (tiga) orang
dan salah satu anggota Komisaris menjabat sebagi Ketua
Komite Audit. Dalam menjalankan tugasnya Komite Audit
bertanggung jawab langsung kepada Komisaris.
Pengungkapan Prosedur Penetapan dan Besarnya Remunerasi
Anggota Komisaris
Remunerasi yang diberikan kepada Komisaris sesuai dengan
Keputusan RUPS sebagai berikut :
Penghasilan : 1.
a. Komisaris Utama :
40% x Gaji Direktur Utama
b. Komisaris :
36% x Gaji Direktur Utama
Tunjangan Transport : 2.
Kepada Komisaris diberikan tunjangan transport sebesar
20 % dari penghasilan yang bersangkutan per bulan.
Biaya Perjalanan Dinas (BPD) & Fasilitas Pengobatan & 3.
Perawatan Kesehatan disesuaikan dengan ketentuan
yang berlaku di Perusahaan.
Dalam hal perusahaan memperoleh laba, kepada 4.
Komisaris diberikan Tantiem yang besarnya ditetapkan
oleh RUPS dengan komposisi sebagai berikut
c. Komisaris Utama :
40% x Tantiem Direktur Utama
d. Komisaris :
36% x Tantiem Direktur Utama
Santunan Purna Jabatan diberikan pada setiap masa 5.
jabatan Komisaris berakhir yang diberikan dalam bentuk
pengikutsertaan dalam program asuransi atau tabungan
pensiun yang beban premi/iuran tahunannya ditanggung
oleh Perusahaan.
Frekuensi Pertemuan dan Tingkat Kehadiran Komisaris
Terkait dengan efektifitas dan orientasi kerja, Komisaris
melakukan pertemuan (meeting) rutin dan pertemuan
insidentil. Kenyataannya Komisaris melakukan pertemuan
rutin 12 kali setahun dan pertemuan insidentil sesuai
kebutuhan. Pada tahun 2006 Komisaris melakukan
pertemuan insidentil 6 kali yang diikuti oleh seluruh anggota
Komisaris.
Pdt. DR. Barnabas Simin, S.Th.
As a Member of Board of Commissioner whose duties are
related to human resources and social. Based on curriculum
vitae, the experience and professionalism that were owned
by Pdt. Dr. Barnabas Simin. S.Th that did not have the
background of the work in regulation and the government’s
bureaucracy so could be said as a Independent Commissioner.
Herman Hidayat, SH.
As a Member of Board of Commissioner whose duties are
related to financial, investment, funding, and legal aspect.
Duty Relation among the Board of Commissioner, Audit
Committee, and other Committee.
To help the Board of Commissioner of PTPN-XIII in conducting
duties and responsibilities which are related to evaluation and
control, the Board of Commissioner forms Audit Committee
which has 3 (three) members, and one member of the
Board of Commissioner becomes the chairman of Audit
Committee. To carry out their duties, Audit Committee takes
the responsibilities directly to the Board of Commissioner.
Disclosure of the Board of Commissioner Remuneration.
The remuneration given to the Board of Commissioner is in
accordance with the Annual General Meeting of Shareholders
decision as follows:
1. Income :
a. President Commissioner :
40% x President Director Salary
b. Commissioner :
36% x President Director Salary
2. Transportation Allowances:
Commissioner gets transportation allowance 20 % of
his monthly remuneration.
3. The allowance for Travel on Duties and Healthcare
Facilities are commensurate with company regulations.
4. When the corporate makes a profit, the year end
bonus given to the Board of Commissioner is set by
annual general meeting with the composition as
follow:
c. President Commissioner :
40% x President Director’s End Year Bonus
d. Commissioner :
36% x President Director’s End Year Bonus
5. Pension benefits will be given to the Board of
Commissioner at the end of serving period in the forms
of insurance or pension benefits which its contributions
to the pension and insurance plans would be
guaranteed by company.
Effectiveness of Meeting of the Board of Commissioner
Relevant with effectiveness and work orientation, the Board
of Commissioner conducts routine and incidental meetings.
The facts that the Board of Commissioner had conducted
routine meetings 12 times a year and incidental meetings
6 times which was attended by all Board of Commissioner.
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
43
Frekuensi Pertemuan/Rapat Gabungan antara Komisaris dan
Direksi
Komisaris telah melaksanakan pertemuan/rapat gabungan
dengan Direksi PTPN-XIII secara rutin sebanyak 6 kali,
yaitu : rapat pembahasan RKAP, Evaluasi Triwulan I, Triwulan
II, Triwulan III, Triwulan IV, Laporan Keuangan Tahunan (Pra
RUPS) dan pertemuan insidentil sebanyak 10 kali
Program Pelatihan untuk Komisaris
Orientasi program untuk Komisaris dilakukan pada awal
tugasnya dengan cara mengadakan pertemuan dengan
seluruh jajaran manajemen perusahaan dan kunjungan
lapangan. Training untuk Komisaris dilakukan secara adhoc
antara lain GCG, SCI (statement of Corporate Intent) dan
lain-lain.
URAIAN DIREKSI
Peranan direksi dalam pengelolaan perusahaan adalah sangat
penting. Penetapan tugas dan tanggung jawab direksi pada
dasarnya diatur dalam undang- undang perseroan terbatas
maupun undang-undang BUMN, Anggaran dasar perusahaan
dan kebijakan tentang tata kelola perusahaan serta kebijakan
intern PTPN-XIII yang secara keseluruhan merupakan
panduan bagi Direksi dalam melaksanakan tugasnya terkait
dengan pengelolaan PTPN-XIII.
PROFIL DIREKSI
Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.
KEP-35/MBU/2007 tanggal 4 April 2007, Susunan Direksi
PTPN-XIII adalah sebagai berikut :
Effectiveness of meeting Board of Commissioner and Board
of Director
The Board of Commissioner and Board of Director was held
the meeting periodically (6 times) i, e,: budgeting, evaluation
of progress management report once in three months,
yearly financial report, and incidental meetings of 10 times.
Training Program of the Board of Commissioner
Training Program of the Board of Commissioner is carried
out at the beginning of their duty by organizing meeting with
management and by doing direct supervision in the field.
Trainings for the Board of Commissioner are conducted by ad
hoc such as GCG and SCI (Statement of Corporate Intent).
BOARD OF DIRECTOR
The role of the Board of Director in the company’s
management was very important. The determination of
Board of Director duty and responsibility basically was
arranged in Corporate as well as BUMN regulations, the
company statutes as well as the internal PTPN-XIII policy
which is the guidelines for the Board of Director to carrying
out their duty in relation to the PTPN-XIII management.
BOARD OF DIRECTOR’S PROFILE
According to State-owned Enterprise Minister No: KEP-
35/MBU/2007, on April 4, 2007, the Board of Director of
PTPN-XIII consists of five Director as follows:
Ir. Kusumandaru, MBA
Direktur Utama I President Director
Lahir di Cianjur, Jawa Barat pada tanggal 25 Februari 1959. Lulus dan meraih gelar Sarjana Pertanian
dari Institut Pertanian Bogor dan gelar Magister Bisnis Administrasi dari Sekolah Tinggi Manajemen
Prasetya Mulya Jakarta. Pengalaman karir diantaranya menjadi Direktur Produksi PTPN XIV, Direktur
SDM & Umum PTPN XIV, Direktur Produksi PTPN-XIII, dan sejak April 2007 sampai dengan saat ini
menjabat sebagai Direktur Utama PTPN-XIII.
Was born in Cianjur, West Java on February 25,1959. He has graduated of Bogor Agricultural
Institute and passed Magister in Business Administration of Prasetya Mulya Jakarta. His career
experience included as the Production Director of PTPN XIV, HR & General Affairs of PTPN XIV,
Production Director of PTPN-XIII and appointed as the president Director since April 2007.
Fungsi Utama
Menetapkan Visi, Misi, Sasaran dan Kebijakan Perusahaan,
serta Memimpin Perusahaan bersama-sama Anggota
Direksi yang lain untuk mewujudkan Visi, Misi, Sasaran
dan mengimplementasikan Kebijakan Perusahaan untuk
menghasilkan Laba serta Citra dan Pertumbuhan Perusahaan
yang berkelanjutan.
Main Function
Appointed Vision, Mission, target and the Company policy,
as well as lead the company together with the Member of
Director to bring about the Vision, Mission, Target and the
implementation of the Company Policy to produce Profit as
well as the Image and sustainable growth of the Company.
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
44
Drs. Natsir Tarigan
Direktur Keuangan & Pemasaran I Finance & Marketing Director
Lahir di Perbulan, Sumatera Utara pada tanggal 19 April 1957. Lulus dan meraih gelar Sarjana Muda
Akuntansi dari Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta dan Sarjana Administrasi Niaga dari STI Lembaga
Administrasi YUPMI, Medan. Pengalaman karir diantaranya sebagai Kepala Bagian Pemasaran PTPN-
XIII, Direktur Pemasaran PTPN-XIII dan sejak April 2007 sampai dengan saat ini menjabat sebagai
Direktur Keuangan dan Pemasaran PTPN-XIII.
Was born in Perbulan, North Sumatera on April 19, 1957. He has Bachelor Degree of Accounting
from Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta and graduated from STIE Lembaga Administrasi YUPMI,
Medan. His career and experience included as the Head of Marketing Department of PTPN-XIII,
Marketing Director of PTPN-XIII and appointed as Finance & Marketing Director since April 2007.
Ir. Baim Rachman
Direktur Produksi I Production Director
Lahir di Ciamis, Jawa Barat pada tanggal 21 Juni 1955. Lulus dan meraih gelar Sarjana Pertanian dari
Universitas Tanjungpura Pontianak. Pengalaman karir diantaranya menjadi Manajer Kebun Longkali,
Manajer Distrik Kalimantan Timur dan sejak April 2007 sampai dengan saat ini menjabat sebagai
Direktur Produksi PTPN-XIII.
Was born in Ciamis, West Java on June 21, 1955. He has graduated of University of Tanjungpura,
Pontianak. His career experience included as the Long Kali Estate Manager, District manager of East
Kalimantan and appointed as Production Director of PTPN-XIII since April 2007.
Fungsi Utama
Memimpin Direktorat Produksi untuk mengelola sumber
daya : tanaman kelapa sawit & karet Kebun Inti, Plasma
Existing (PIRBUN & KKPA); Pabrik dan Infrastruktur untuk
mencapai produktivitas tinggi serta kualitas prima dalam
rangka tercapainya Harga Pokok af Pabrik yang efektif dan
efisien untuk memenuhi permintaan pasar.
Main Function
Lead the Directorate of Production to manage the resources:
the nucleus Palm Oil & Rubber estate, Plasma Existing
(PIRBUN & KKPA); the Factory and the Infrastructure to
gain a high productivity as well as prime quality to achieve
the Factory Cost that was effective and efficient to comply
with the market request.
Fungsi Utama
Memimpin Direktorat Keuangan & Pemasaran untuk
memperoleh, mengelola sumber daya keuangan dan
pemasaran hasil produksi sesuai RKAP yang efektif dan
efisien untuk meningkatkan kesehatan perusahaan serta
memperoleh margin penjualan produk yang optimal.
Main Function
Lead the Directorate of Finance & Marketing to receive,
manage the financial resources and marketing the products
by the appropriate RKAP that was effective and efficient to
increase the health of the company as well as receive the
optimal margin sale of products.
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
45
Ir. Wagio Ripto Sumarto, MM
Direktur SDM & Umum I Human Resource & General Affair Director
Lahir di Sanggau, Kalimantan Barat pada tanggal 09 Juni 1954. Lulus dan meraih gelar Sarjana
Teknik Mesin dari Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya, gelar Magister Manajemen dari Institut
Manajemen Prasetya Mulya Jakarta. Pengalaman karir diantaranya sebagai Pj. Kepala Urusan Mesin
& Instalasi Bagian Pengkajian, Manajer PMS Ngabang, Manajer PMS Gunung Meliau PTPN-XIII dan
sejak April 2007 sampai dengan saat ini menjabat sebagai Direktur SDM & Umum PTPN-XIII.
Was born in Sanggau, West Kalimantan on June 9,1954. He has graduated from Institut Teknologi
10 November Surabaya and passed Magister in Management of Prasetya Mulya Jakarta. His career
and experience included as Caretaker of Machinery and Research Installation Department, Manager
of Ngabang palm Oil Mill and Meliau Palm Oil Mill, and appointed as Human Resource and General
Affair Director since April 2007.
Ir. Memed Wiramihardja, MM
Direktur Perencanaan dan Pengembangan I Planning & Development Director
Lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat pada tanggal 14 Agustus 1955. Lulus dan meraih gelar Sarjana
Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan gelar Magister Manajemen dari Prasetiya
Mulya Jakarta. Pengalaman karir diantaranya sebagai Manajer Proyek Joint Venture Kujang–IB PT.
Rekayasa Industri, Direktur PT. Bakrie Rekin Bio Energy, VP Portofolio PT. Rekayasa Industri, VP
Corporate Strategy PT. Rekayasa Industri dan sejak April 2007 sampai dengan saat ini menjabat
sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan PTPN-XIII.
Was born in Tasikmalaya, West Java on August 14, 1955. He has graduated from Institut Teknologi
Bandung (ITB), Bandung and passed Magister in Management of Prasetya Mulya Jakarta. His career
and experience included as project Manager of Joint Venture Kujang-IB PT Rekayasa Industri, Director
of PT Bakrie Rekin Bio Energy PT Rekayasa Industri, VP Portfolio PT Rekayasa Industri and appointed
as Planning and Development Director of PTPN-XIII since April 2007.
Fungsi Utama
Memimpin Direktorat SDM & Umum untuk memberdayakan
dan mengoptimalkan serta meningkatkan produktivitas
sumber daya manusia sehingga mampu memberikan
kontribusi dan nilai kepada Perusahaan serta mengelola
pengadaan barang & jasa untuk memperoleh Harga Pokok
FOB yang efisien dan melakukan upaya meningkatkan
citra perusahaan serta pengamanan aset perusahaan yang
maksimum.
Main Function
Lead the Directorate of Human Resource and General Affair
to used and maximize as well as increased the productivity
of human resources so that can be able to give contribution
and value to the Company and also carry out the procurement
of the goods & service to receive FOB Price as efficient and
to increasing the company’s image as well as the security
of the maximum company’s asset.
Fungsi Utama
Memimpin Direktorat Perencanaan & Pengembangan dalam
hal RJP, RKAP dan Pengembangan Usaha Industri Hulu,
Hilir, Jasa, Perdagangan dan pemanfaatan limbah dengan
teknologi terbaik serta mencari sumber dana investasi
Pengembangan Usaha tersebut yang didukung dengan
Sistem Manajemen Informasi, sistem pengendalian mutu
serta penelitian dan pengembangan untuk kesehatan dan
pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.
Main Function
Lead the Directorate Planning & Development in the matter
of RJP, RKAP and Development of Main Industri, Secondary
Industry, Service, Commerce and Waste Utilisation with
the best technology, and also searched for the source of
business development investment fund which is supported
by the Information Management, the quality control system
as well as research and development for the health and the
sustainable growth of the Companies.
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
46
Tugas dan Tanggung Jawab Direksi
Berdasarkan fungsi utama dan tugas pokok Direksi yang
meliputi tugas manajerial dan tugas operasional dalam
mengendalikan perusahaan sesuai dengan tujuan visi dan
misi yang dimilki oleh PTPN-XIII, maka Direksi membagi
membagi tugas/wewenang Direksi sesuai dengan bidang
pekerjaannya masing-masing demi terciptanya sinergi yang
baik antara Direksi dengan mitra kerja (Komisaris, Pemegang
Saham dan Pihak lainnya). Kebijakkan internal PTPN-XIII
dalam pembagian tugas Direksi adalah sebagai berikut :
Direktur Utama
a. Melaksanakan proses manajemen transformasi dalam
rangka terwujudnya Sustainable Value dan Sustainable
Growth.
b. Membangun Perusahaan yang berbasis pengetahuan
(Knowledge Company).
c. Mensukseskan pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu
ISO 9001 : 2000 dan Sistem Manajemen Lingkungan
ISO 14001 : 1996 serta Sistem Manajemen Kesehatan
dan Keselamatan Kerja (SMK3).
d. Melaksanakan seluruh peraturan yang berlaku terhadap
operasional perusahaan dalam rangka memenuhi
kepatutan (etika bisnis dan kerja).
e. Mempertanggung jawabkan kinerja perusahaan pada
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Direktur Produksi
a. Menetapkan upaya strategik dan kebijakan Bidang
Produksi serta mengevaluasi pelaksanaannya.
b. Fokus pada peningkatan produktifitas, efisiensi dan
perawatan fasilitas existing termasuk didalamnya
Replanting baik Inti maupun Plasma.
c. Menerima hasil dari Produk Renbang, seperti kebun
baru (konversi dari TBM ke TM), Pabrik Baru (PMS dan
Industri hilir lainnya).
d. Mengevaluasi dan menyempurnakan proses bisnis
(work system) Bidang produksi untuk mewujudkan Best
Practices.
e. Mengendalikan biaya produksi serta investasi sarana/
prasarana produksi pada tingkat yang efektif dan
efisien.
f. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan
inovasi di Bidang Produksi.
g. Menterjemahkan kebutuhan pasar menjadi pelaksanaan
operasional bidang produksi.
h. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan
Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000 dan Sistem
Manajemen Lingkungan ISO 14001 : 1996.
i. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan
Sistem Penilaian Karya (SPK) bagi Bidang Tanaman/
Teknik-Pengolahan/Plasma.
j. Melaksanakan seluruh program Strategic Initiative Total
Quality Management (TQM), Quest for Innovation
(QFI).
Duties and Responsibilities of Board of Director
Based on the function and main duty of Board of Director
which covered the managerial and the operational task
controlling the company in accordance with the PTPN-XIII
vision and mission, then the Board of Director divided the
duty/authority of the Board of Director to their work field
for the sake of the good synergy between the Board of
Director and their colleague (Commissioner, Shareholder
and the other Party). PTPN-XIII Internal policy on the Board
of Director duty was as follows:
President Director
a. Implementing transformation management process
in forming Sustainable Value and Sustainable
Growth.
b. Building up knowledge - Based Company.
c. Implementing ISO 9001:2000 certified for quality
management, ISO 14001:1996 certified for
environmentally management, and Management System
of Work Safety and Health Successfully.
d. Implementing all regulations for company operational
in terms of properness (business and work
ethical).
e. Be responsible for the company performance upon
Annual General Meeting of Shareholders.
Production Director
a. Setting strategies and policies in production and evaluate
the implementation.
b. Focus on increasing productivity, efficiency, and
maintenance the existing facilities including nucleus and
plasma estate replanting.
c. Received result form Research and Development, as
new estate (the conversion of Immatured Plants to
Matured Plants, new factory (Palm Oil mills and other
down stream industry).
d. Evaluating and reviewing the business process (work
system) of production in forming Best Practices.
e. Managing the production costs and infrastructure/facility
investments effectively and efficiently.
f. Implementing and reviewing innovation in production.
g. Interpreting the market needs into production
operational.
h. Implementing and reviewing ISO 9001:2000 certified
for quality management and ISO 14001:1996 certified
for environmental management.
i. Implementing and reviewing the works evaluate syaytem
(SPK) for Plant/Techneic-Processing/Plasma.
j. Implementing all Strategic Initiative Total Quality
Management (TQM) program, Quest for Innovation
(QFI).
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
47
Direktur Keuangan dan Pemasaran
Menetapkan upaya strategik dan kebijakan Bidang a.
Keuangan, Akuntansi dan Pemasaran serta mengevaluasi
pelaksanaannya.
Mengevaluasi dan menyempurnakan proses bisnis (work b.
system) Bidang Keuangan, Akuntansi dan Pemasaran
untuk mewujudkan The Best Total Cost dan meningkatkan
kepuasan pelanggan .
Memelihara keseimbangan antara pertumbuhan dan c.
profitabilitas perusahaan.
Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan d.
Assets Management secara berkesinambungan untuk
menghindari erosi kapital.
Mengendalikan dan mengevaluasi biaya produksi melalui e.
pemanfaatan Activity Based Costing (ABC) dengan
sasaran harga pokok FOB d 78% dari nilai penjualan
pada tahun 2006.
Memelihara Cash Reserve requirement sebesar 2 (dua) f.
bulan kebutuhan dana operasional.
Menyediakan sumber dana bagi pengembangan g.
perusahaan dan kebun masyarakat disekitar Unit Kerja.
Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan Sistim h.
Penilaian Karya (SPK) bagi Karyawan Bidang Keuangan,
Akuntansi dan Pemasaran.
Melaksanakan seluruh program Strategic Initiative Digital i.
Business Design (DBD), Operational Excellence (OPEX),
Strategic Alliance Comprehensive Program (SACP) dan
Customer Relationship Management (CRM).
Mengembangkan dan membina hubungan dengan mitra j.
bisnis (pelanggan) serta mitra aliansi.
Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan sistem k.
pengendalian persediaan hasil produksi.
Menghimpun dan mensiasati perkembangan pasar dan l.
perilaku pesaing (market inteligence).
Menginformasikan kebutuhan pasar secara m.
berkesinambungan kepada Direktur Produksi.
Mengendalikan biaya penjualan pada tingkat yang efektif n.
dan efisien.
Melaksanakan seluruh program Strategic Initiative : o.
Direktur SDM & Umum
a. Menetapkan upaya strategik dan kewajiban Bidang
Pengembangan SDM, Bidang Sekretaris Korporat dan
Bidang Pengadaan serta mengevaluasi pelaksanaannya.
b. Mengevaluasi dan menyempurnakan proses bisnis Bidang
Pengembangan SDM (HR System) untuk meningkatkan
kompetensi, kepuasan dan kinerja karyawan.
c. Mengevaluasi dan menyempurnakan proses bisnis (work
system) Bidang Sekretaris Korporat untuk mewujudkan
keamanan lingkungan kerja dan pemenuhan aspek
legalitas.
d. Mengevaluasi dan menyempurnakan proses bisnis
(work System) Bidang Pengadaan untuk meningkatkan
kepuasan pemasok.
e. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan
Perencanaan Kebutuhan SDM yang sesuai dengan
kebutuhan perusahaan (HR Strategic Planning).
Finance and Marketing Director
a. Setting the strategic efforts, financial/accounting
policies, and evaluating the implementation.
b. Evaluating and reviewing the business process (work
system) in financial/accounting in forming The Best
Total Cost and increasing customers satisfaction.
c. Maintaining the balance between company growth
and profitability.
d. Implementing and reviewing sustainable assets
management to avoid capital erosion.
e. Managing and evaluating production expenses through
the use of Activity Based Costing (ABC) by FOB cost of
goods sold d 78% of sales revenue in the year 2006.
f. Maintaining Cash Reserve requirement for 2 (two)
months operating expenses.
g. Providing fund for company and plasma estates
development around business unit.
h. Implementing and reviewing objective performance
management system for finance, accounting and
marketing human resources.
i. Conducting all Strategic Initiative Digital Business Design
(DBD), Operational Excellence (OPEX), Strategic Alliance
Comprehensive Program (SACP), Customer Relationship
Management.
j. Improving and maintaining good relation with business
partners (suppliers and customers) and alliance
partners.
k. Implementing and reviewing production inventories
control system.
l. Applying strategies upon market development and
competitor’s behavior (market intelligence).
m. Informing sustainable market need to the Director of
Production.
n. Controlling the selling expenses and procurement
effectively and efficiently.
o. Conducting all Strategic Initiative Program;
Human Resource and General Affair Director
a. Setting the strategic and policies in Human Resource,
Corporate Secretary and Procurement Department and
evaluating the implementation.
b. Evaluating and reviewing the business process of
human resources (HR system) to improve competence,
satisfaction, and employee performance.
c. Evaluating and reviewing the business process
(work system) Corporate Secretary in forming work
environment safety and compliance of legality aspects.
d. Evaluating and reviewing the business process (work
system) procurement department for supplier’s
satisfaction.
e. Implementing and reviewing human resources planning
that meets the company need (HR Strategic
Planning).
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
48
f. Mengembangkan sistem pendidikan dan pelatihan yang
didasarkan atas hasil mapping personil dan kompetensi
profil jabatan serta mengevaluasi pelaksanaannya.
g. Mengembangkan dan mengevaluasi pelaksanaan program
peningkatan kualitas hidup (Quality of Life) karyawan.
h. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan
pembangunan dan pembinaan masyarakat lingkungan
sekitar Unit Kerja melalui program KKPA, PUKK dan
CD.
i. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan
pelayanan kesehatan serta Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
j. Mengendalikan biaya Bidang Pengembangan SDM,
Bidang Sekretaris Korporat dan Bidang Pengadaan secara
efektif dan efisien.
k. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan Sistem
Penilaian Karya (SPK) bagi Karyawan Bidang PSDM,
Bidang Sekretaris Korporat dan Bidang Pengadaan.
l. Melaksanakan seluruh program Strategic Initiative
Competence Based Human Resource Management
(CBHRM).
m. Menetapakan upaya strategik dan kebijakan Bidang
Pengadaan serta mengevaluasi pelaksanaannya.
n. Mengevaluasi dan menyempurnakan proses bisnis
(work System) Bidang Pengadaan untuk meningkatkan
kepuasan pemasok.
o. Mengembangkan dan membina hubungan dengan mitra
bisnis (pemasok) serta mitra aliansi.
p. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan sistem
pengendalian persediaan bahan baku dan pelengkap.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan
Menetapkan upaya strategik dan kebijakan Bidang a.
Perencanaan dan Pengembangan Usaha serta
mengevaluasi pelaksanaannya.
Fokus pada pengembangan usaha baru seperti perluasan b.
kebun baik Inti maupun Plasma, pembangunan Industri
Hilir, dan jasa lain seperti trading.
Mengevaluasi dan menyempurnakan proses bisnis c.
(work system) Bidang Perencanaan dan Pengembangan
Usaha.
Mensukseskan pembangunan sarana dan prasarana d.
Teknologi Informasi secara efektif pada tahun 2007.
Memelihara keseimbangan antara pertumbuhan dan e.
profitabilitas perusahaan.
Membangun sistem aliansi dalam pengembangan f.
portofolio bisnis dan diversifikasi Usaha.
Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan Sistem g.
Penilaian Karya (SPK) bagi Karyawan Bidang Perencanaan
dan Pengendalian dan Bidang Pengembangan Usaha.
Mengelola Proyek pengembangan sampai diserahkan ke h.
Direktur Produksi sesuai dengan Spesifikasi Teknis baik
untuk Kebun maupun Pabrik, sementara untuk Jasa lain
seperti Trading dan Usaha Patungan masih tetap dikelola
oleh Renbang.
f. Conducting training and education programs based on
personnel mapping result, competency profile for every
position, and evaluate the implementation.
g. Conducting and evaluatingthe implementation of
employee life quality improvement.
h. Conducting and reviewing the implementation of
community development and guidance around the
Work Units through Cooperative Prime Credit for
Members (KKPA), Small and Cooperative Enterprise
support-assistance program (PUKK), and Community
Development programs.
i. Conducting and reviewing the implementation of health
care and management system of work safety and
health.
j. Reducing cost of human resources, corporate secretary
and procurement assistances effectively and
efficiently.
k. Conducting and reviewing the implementation of
objective performance management system for human
resources, corporate secretary and procurement
department.
l. Conducting all Strategic Initiative Competence
Based Human Resources Management (CBHRM)
programs.
m. Setting the strategic and policies in procurement and
evaluating the implementation.
n. Evaluating and completing the business process
(work System) of supply to increase the supplier’s
satisfaction.
o. Conducting developing relationship between suppliers
and strategic alliance.
p. Conducting and reviewing the implementation of
supporting material inventories control system.
Planning & Development Director
a. Setting the strategic and policies in planning and business
development than evaluating the implementation.
b. Focus on new business development as nucleus and
plasma estates expansion, developing of downstream
industry, and other services as trading service.
c. Evaluating and reviewing business process (work system)
for planning and business development department.
d. Making the development of insfrastructure and facilities
of information technology susesfull and effective in the
year 2007.
e. Maintaining the balance between company growth and
profitability.
f. Setting alliance system in developing business portfolio
and business diversification.
g. Conducting and reviewing the implementation of
objective performance management system for Reserach
and Business Development department.
h. Managing the development project and transfer it to
Production Director with technical specification for
implementing in estates and factory, beside it for trading
and joint venture services are still manage by R & D.
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
49
Pengungkapan Prosedur Penetapan dan Besarnya Remunerasi
Anggota Direksi
Remunerasi yang diberikan kepada Direksi sesuai dengan
Keputusan RUPS adalah sbb :
Penghasilan : a.
ŕ Direktur Utama . 100 % x Ketetapan PUPS
ŕ Direksi . 90 % x Caji Direktur Utama
Tunjangan Transport & Perumahan : b.
Kepada Direksi yang disediakan kendaraan dan rumah
dinas tidak diberikan tunjangan dan sebaliknya.
Biaya Perjalanan Dinas (BPD) & Fasilitas Pengobatan & c.
Perawatan Kesehatan disesuaikan dengan ketentuan
yang berlaku di Perusahaan.
Dalam hal perusahaan memperoleh laba, kepada Direksi d.
diberikan Tantiem yang besarnya ditetapkan oleh RUPS
dengan komposisi sebagai berikut:
1. Direktur Utama :
100 % x Ketetapan RUPS
2. Direktur Bidang :
90 % x Tantiem Direktur Utama
Frekuensi Pertemuan dan Tingkat Kehadiran Direksi
Terkait dengan efektifitas dan orientasi kerja Direksi
melakukan pertemuan (meeting) secara berkala untuk
pembahasan RKAP, RKO/Evaluasi Kinerja Triwulan/Smester,
RJP, Rapat Stearing Committee dan Rapat Rutin dengan
Kepala Bagian. Kenyataanya Direksi melakukan pertemuan
sebanyak 22 kali setahun yang diikuti oleh seluruh anggota
Direksi
Program Pelatihan Untuk Direksi
Training untuk Direksi dilakukan secara adhoc antara lain
GCG, SCI (statement of Corporate Intent), Risk Management,
Regulasi dan lain-lain. Kinerja Direksi diawasi dan dievaluasi
oleh Komisaris secara periodik, dan Pemegang Saham dalam
RUPS.
KOMITE AUDIT
Menurut Ketentuan yang berlaku, fungsi Komite Audit
adalah membantu Dewan komisaris dalam menjalankan
fungsi pengawasannya. Berdasarkan Keputusan Komisaris
Nomor : KOM/SK.47/XII/2004 tanggal 1 Desember 2004
tentang Susunan Komite Audit adalah sebagai berikut :
Drs. Yuni Suryanto, Ak. MBA
Komisaris merangkap Ketua Komite Audit
Drs. Zainal Arifin, Ak. (Anggota)
Lahir di Bandung pada tanggal 4 Juni 1941. Sarjana
Akuntansi Ekonomi konsentrasi pada Manajemen Akuntansi
dari Institut Keuangan tahun 1972, Jakarta. Pengalaman
kerja sebagai Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi
Selatan (1997-1998), Direktur Pengawasan Usaha
Perminyakan di Deputi V BPKP (1998-2001) dan Pelaksana
Tugas Direktur Pengawasan Badan Usaha Perminyakan dan
Gas Bumi (2001). Sejak 1 Desember 2004 sebagai anggota
Komite Audit PTPN-XIII, diharapkan untuk mensupervisi
pelaksanaan corporate wide risk management dan kualitas
pelapor.
Disclosure of the Board of Director Remuneration.
Remuneration given to the Board of Director is in accordance
with AGM’s decision is as follows:
a. Remuneration :
ŕ President Director . 100 % x ACM Decission
ŕ Director . 90 % x President Director Sa|ary
b. Transportation Allowance and Housing subsidies:
A Director who gets a motor vehicle and house will not
be given transportation allowance and housing subsidies.
c. The allowance for travel on duties and healthcare
facilities are commensurate with company regulations.
d. When the corporate makes a profit, the year and bonus
given to the director is set by AGM’s meeting with
the composition as follows :
1.President Director:
100 % x AGM Decision
2.Director :
90%x President Director’s Year End Bonus
Effectiveness of Meeting of Board of Director
Relevant with effectiveness and work orientation, the Board
of Director conduct routine meetings to deal with budget
(RKAP), RKO/Triwulan Performance Evaluations, RJP,
Steering Committee Meeting, and routine meetings with
Head of Department. The facts that the Board of Director
had conducted meetings 22 times a year which were
attended by the Board of Director.
Training Program of Board of Director
Training for the Board of Director are conducted by ad
hoc, such as GCG, Statement of Corporate Intent, Risk
Management, and regulation. The Board of Director
performance was accessed and evaluated by Shareholders
in Annual General Shareholders’ meeting.
AUDIT COMMITTE
According to the Board of Commissioner Decree No. K0M/
SK.47/XII/2004, on December 1, 2004, the Structure of
Audit Committee was as Follows:
Drs. Yuni Suryanto, Ak. MBA
Commissioner and also Chairman of Audit Committee
Drs. Zainal Arifin, Ak. (Member)
Was born in Bandung on June 4, 1947. He passed SI
(Accounting) of Institut Keuangan, Jakarta in 1972.
His experience was as follows : Director of Control Oil
Enterprise at Deputi V BPKP (1998-2001) and Director in
Charge as Controller of Oil and Gas Enterprise (2001). He
was appointed as the Member of Audit Committee of PTPN-
XIII since 1 December 2004 to supervised implementattion
of corporate wide risk management and report quality
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
50
Rakhmat Adi Santosa, Ak., BAP (Anggota)
Lahir di Purwokerto pada tanggal 20 November 1969.
Menempuh pendidikan formal di dalam dan luar negeri.
Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Jurusan
Akuntansi dan Magister Akuntasi dari Universitas Indonesia.
Pengalaman kerja sebagai Senior Consultan pada Pusat
Pengembangan Akuntasi Fakultas Ekonomi UI (2002-2003),
sebagai Auditor Badan Penyehatan Perbankan Nasional
(BPPN) tahun 2000-2002 dan sebagai Senior Auditor Badan
Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tahun
1991-2000. Selain. itu hingga saat ini masih aktif sebagai
dosen di Universitas Al-Azhar Indonesia. Sejak 1 Desember
2004 menjabat sebagai anggota Komite Audit PTPN-XIII,
diharapkan dapat meningkatkan kualitas fungsi audit dan
pengawasan kinerja.
Supardji, Ak., MM (Staf Komite Audit)
lahir di Nganjuk, Jawa Timur pada tanggal 11 Juni 1956.
Pendidikan terakhir S2 (MM) spesialisasi Manajemen
Keuangan dari STIE-IPWI, Jakarta tahun 1996. Pengalaman
kerja sebagai Ketua Tim Auditor pada Direktorat Perencanaan
Pengawasan BPKP Pusat (1993-1996), Pengendali Teknis
Biro Kepegawaian dan Organisasi BPKP Pusat (2002 –
sekarang), Dosen Tetap STIE Kesatuan Bogor. Sejak 1
Desember 2004 menjabat sebagai Staf Komite Audit
PTPN13, diharapkan dapat membantu Komite Audit untuk
meningkatkan kualitas fungsi audit dan pengawasan
kinerja.
Independensi Anggota Komite Audit
Komite Audit dibentuk berdasarkan UU No. 19 Tahun
2003 tentang Badan Usaha Milik negara pada Bab. VI Pasal
70, dimana ditegaskan bahwa BUMN wajib membentuk
Komite Audit yang bekerja secara kolektif dan berfungsi
membantu Komisaris dan Pengawas dalam melaksanakan
tugasnya. Dasar kriteria menjadi Komite Audit : pendidikan
dalam bidang keuangan/akuntansi (minimal S-1), memiliki
pengalaman dalam bidang keuangan dan audit serta
independen.
Uraian Tugas dan Tanggung Jawab :
Komite Audit (KA) bertugas menilai pelaksanaan kegiatan
serta hasil audit yang dilakukan oleh Satuan Pengawasan
Intern (SPI) maupun auditor eksternal. Memberikan
rekomendasi mengenai penyempurnaan sistem pengendalian
manajemen serta pelaksanaannya, memastikan telah terdapat
prosedur review yang memuaskan terhadap segala informasi
yang dikeluarkan BUMN, melakukan identifikasi hal-hal yang
memerlukan perhatian Komisaris dan Pengawas serta tugas-
tugas Komisaris dan Pengawas lainnya, seperti:
Menyusun dan sosialisasi RKKA tahun 2007. a.
Penilaian atas efektivitas pelaksanaan fungsi SPI. b.
Melakukan seleksi dan memberikan rekomendasi c.
penunjukan auditor ekstern kepada Komisaris.
Melakukan evaluasi atas efektivitas pelaksanaan audit d.
oleh auditor ekstern.
Rakhmat Adi Santosa, Ak. BAP (Member )
Was born in Purwokerto on November 20, 1969. He got
formal education domestic and abroad. He passed SI from
University of Indonesia of Economic Faculty (1996) and
Master of Accounting of University of Indonesia (2005).
His experience was as follows : Senior Consultant of Pusat
Pengembangan Akuntasi Fakultas Ekonomi Ul (2002-2003),
as Auditor of BPPN (2000-2002), as Senior Auditor of BPKP
(1991-2000). Besides, He is active as lecturer of University
of Al-Azhar Indonesia. He was appointed as the Member of
Audit Committee of PTPN-XIII since 1 December 2004.
Supardji, Ak. MM (Audit Committee Staff)
Was born in Nganjuk, East Java on June 11, 1956. He
passed S2 (MM) of STIE-IPWI, Jakarta in 1996 specialized
in Financial Management. His experience was as follows
: a chief of Auditor Team of BPKP Pusat (1993-1996), as
Technical Controller of BPKP Pusat (2002-now), as Lecturer
of STIE Kesatuan Bogor. He was appointed as Staf of Audit
Committee of PTPN-XIII since1 December 2004.
Independency of Audit Committee Member
The Audit Committee was established based on law No.
79 chapter VI article 70 year 2003 about State-Owned
Enterprises are required to form Audit Committee who
work collectively and its function was to assist the Board
of Commissioner and monitoring team/auditor committee
to carry on duties. Basic criteria to become monitoring
team/auditor committee: Education in finance/accounting
(at least S-1), having experiences in finance, audit, and
independent.
Desription of Duties and Responsibilities :
The Audit Committee was accountable for monitoring,
controlling, and reviewing the audit of internal audit
unit (SPI) and external auditor, giving recommendation
about improving management controlling system and
implementation, to ensure about review procedures of
all aspects of information from state owned enterprises
(BUMN), identification the need attention from the Board of
Commissioner and monitoring team/auditor committee, and
also other duties of the Board of Commissioner and Audit
Committee:
a. Preparing and sosialization of RKKA (2007).
b. Assesment of effectiveness of internal auditor (SPI).
c. Select and recommendation to the commissioner to
appoint the external auditor.
d. Evaluation of effectiveness of external control.
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
51
Melakukan evaluasi atas sistem pengendalian intern e.
perusahaan.
Melakukan evaluasi atas laporan bulanan manajemen. f.
Melakukan evaluasi dan analisa atas dokumen resmi g.
perusahaan yang akan diterbitkan dan memerlukan
persetujuan komisaris.
Melakukan evaluasi tingkat kepatuhan perusahaan h.
terhadap peraturan dan perundangan-undangan yang
berlaku.
Melakukan Benchmarking ke berbagai BUMN lain i.
terpilih.
Mengikuti kegiatan seminar. j.
Rekruitmen anggota Komite Audit yang baru. k.
Melaksanakan tugas khusus lainnya yang diberikan oleh l.
Komisaris.
Membuat Laporan Komite Audit untuk disampaikan m.
kepada Komisaris.
Frekuensi Pertemuan dan Tingkat Kehadiran Komite Audit :
a. Pertemuan dengan Auditor Internal (SPI) dilakukan secara
berkala.
b. Sosialisasi Rencana Kerja Komite Audit (RKKA) dilakukan
secara internal dengan anggota Komite Audit/Komisaris,
SPI, Manajer, Distrik Manajer dan Direksi.
c. Melakukan recheck pengawasan yang dilakukan oleh
SPI dalam rangka menjamin mutu pelaksanaan audit
intern termasuk evaluasi audit issue diluar PKPT serta
melakukan evaluasi atas efektifitas pengendalian intern.
d. Melakukan review pengawasan atas LHP dan
rekomendasi SPI serta melakukan recheck ke Kantor
Direksi, DMKB I, DMKB II, DMKT dan DMKST beserta
Unit-unit kerjanya.
e. Pertemuan dengan Auditor Eksternal Kantor Akuntan
Publik (KAP) Husni Mucharam dan Rasidi (HMR) dalam
rangka evaluasi atas efektifitas pelaksanaan audit dan
tingkat kepatuhan perusahaan terhadap perundang-
undangan yang berlaku.
Kegiatan Komite Audit
Komite Audit telah melaksanakan tugasnya mulai dari
persiapan pembuatan Rencana Kerja Komite Audit (RKKA),
sosialisasi RKKA dan orientasi lapangan di Unit-unit Kerja.
Komite Audit telah melakukan 26 kegiatan dari 26 kegiatan
yang tercantum dalam RKKA.
e. Evaluation of internal control system.
f. Evaluation of mounthly management report.
g. Evaluation of draft official documents prior to publication
approved by the commissioner.
h. Evaluation of company compliance including procedure,
regulaion and law.
i. Carrying out Benchmark to the selected SOE’s.
j. Attend seminar.
k. Recruitment of the new audit committee.
l. Carry out other duties authorized by the Booard of
Commissioner.
m. Preparation of report submitted to the Board of
Commissioner.
Effectiveness of Meeting of Audit Committee :
a. Meeting with Internal Auditor (SPI) regularly,
b. Socialization of Audit Committee Work Plan was
conducted internally with Auditor Committee/Board
of Commissioner, Internal Auditor, Manager, District
Manager, and Board of Director.
c. Conducting oversight recheck by monitoring team/
auditor committee to guarantee internal audit
implementation, including audit issue evaluation except
PKPT, and conducting evaluation for internal control
effectively.
d. Conducting oversight review upon auditor report (LHP),
SPI recommendation, and conducting recheck towards
Board of Director office, DMKB I, DMKB II, DMKT, and
DMKST as well as their units.
e. Meeting with External Auditor (Public Accountant Husni,
Mucharam dan Rasidi) in conducting evaluation for audit
implementation.
Audit Committee Activity
The Audit Committee had implemented the duty from
preparation of Audit Committee Work Plans (RKKA), RKKA
socialization, and field orientation in work units. The Audit
Committee had done 26 activities out of 26 activities cover
in the RKKA.
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
52
KOMITE NOMINASI
Dalam prakteknya, Komite Nominasi PTPN-XIII dipimpin
Direktur Utama dan 4 (empat) orang Direktur Bidang, yaitu
Direktur Produksi, Direktur Keuangan, Direktur SDM/Umum
dan Direktur Pemasaran sebagai anggota.
Standard Operating Prosedure (SOP) dalam pelaksanaanya
antara lain :
a. Sistem Penilaian Karya (SPK), SK No. 13.07/SK/160/
VI/2002.
b. Jasa Seleksi (JASI) yang bekerjasama dengan LPP
Yogyakarta.
c. Perencanaan Karir Karyawan (PKK), SK No. 13.07/
SK/162/VI/2002.
KOMITE REMUNERASI
Dalam prakteknya, Komite Remunerasi PTPN-XIII dipimpin
Direktur Utama dan 4 (empat) orang Direktur Bidang, yaitu
Direktur Produksi, Direktur Keuangan, Direktur SDM/Umum
dan Direktur Pemasaran sebagai anggota. Remunerasi
Karyawan ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara
Serikat Pekerja Perkebunan/SP-BUN (mewakili karyawan),
Direksi (mewakili perusahaan) yang dituangkan dalam
Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan disaksikan/ditanda
tangani oleh Depnaker yang berlaku selama 2 tahun.
Standard Operating Prosedure (SOP) dalam pelaksanaanya
antara lain :
Pemberian Insentif Karyawan (PIK), SK No : 13.07/ a.
SK/161/VI/2002.
Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara PTPN-XIII dengan b.
Serikat Pekerja Perkebunan PTPN-XIII yang disaksikan
oleh Depnakertrans.
STEERING COMMITTEE
Melakukan review yang efektif dalam pelaksaan progam-
program transformasi bisnis antara lain : Competency Base
on Human Recources Management (CBHRM), Operational
Excellence (OPEX), Digital Disign Business (DBD), Total
Quality Management (TQM), Customer Relationship
Management (CRM), Strategic Alliance Comprehensive
Program (SACP) dan Quest For Inovation (QFI). Selain
itu Steering Comittee juga melakukan evaluasi terhadap
Investasi, RJP, RKAP, RKO, dsb. Steering Committee
dibentuk berdasarkan SK Direksi No. 13.07/SK/420/
X/2002. Susunan Steering Committee adalah : Direktur
Utama (Ketua), Direktur Bidang dan seluruh Kepala Bagian
(Anggota), Distrik Manajer, Kepala Bagian dan Manajer.
NOMINATION COMMITTE
In the practise, PTPN-XIII nomination committe was lead
by President Director and 4 (four) Field Director, which is
Production Director, Financial Director, Human Resource/
General Affair Director and Marketing Director as member.
Standard Operating Prosedure (SOP) in the implementation
was as follows:
a. Work Value System (SPK), Provision No. 13.07/SK/160/
VI/2002.
b. Fit and Propher together with Yogyakarta LPP.
c. Employee carrier Planning (PKK), Provision No.
13.07/SK/162/VI/2002.
REMUNERATION COMMITTEE
In practice PTPN-XIII Remuneration Committee was lead
by the President Director and 4 (four) Field Director,
which is the Production Director, Finance Director, Human
Resource Director and Marketing Director as a member.
The Employee Remuneration was appointed based on the
agreement between the Plantation Union Workers/SP-BUN
(representing the employee), Board of Director (representing
the company) that was put in the Cooperative agreement
(PKB) and witnessed/signed by Depnaker which applied for
2 (two) years. The implementation of Standard Operating
Prosedure (SOP) was as follows:
a. Giving insentive to Employee (PIK) SK No : 13.07/
SK/161/VI/2002.
b. Cooporative agreement (PKB) betwen PTPN-XIII with
PTPN-XIII Workers Union that was witnessed by
Depnakertrans.
STEERING COMMITTEE
Conduct effective review on the business transformation
progam implementation that was as follows: Competency
Base on Human Recources Management (CBHRM), Operational
Excellence (OPEX), Digital Design Business (DBD), The
Total of Quality Management (TQM), Customer Relationship
Management (CRM), Strategic Alliance Comprehensive
Program (SACP) and Quest For Inovation (QFI). Moreover
Steering Comittee also carried out the evaluation against
Investment, RJP, RKAP, RKO, etc. Steering Committee was
form based on the Board of Director provisions No. 13.07/
SK/420/X/2002. The Sreering Committee was as follows:
President Director(Chairman), Field Director and the entire
Head of Department (member), District Manager, Head of
department and Manager.
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
53
PROFIL DAN FUNGSI SEKRETARIS KORPORAT
Dalam upaya mematuhi hukum, peraturan, serta menjamin
pelaksanaan GCG, PTPN-XIII sebagai perusahaan yang
modern telah memiliki Sekretaris Perusahaan. Sekretaris
Perusahaan merupakan jabatan struktural satu tingkat di
bawah Direksi dan bertanggung jawab langsung kepada
Direksi. Sekretaris Perusahaan tidak hanya bertanggung
jawab dalam memastikan kepatuhan pada hukum, peraturan
dan ketentuan pasar modal, namun juga harus memastikan
kelancaran komunikasi antara perusahaan dengan pemangku
kepentingan; dan menjamin tersedianya informasi yang
boleh diakses sesuai dengan kebutuhan wajar dari pemangku
kepentingan.
Drs. Pahala Manurung
Kepala Bagian Sekretaris Korporat
Lahir di Medan, Sumatera Utara pada tanggal 12 Maret
1954. Meraih gelar S1 dari Universitas Tanjung Pura.
Tahun 2003 menjabat sebagai Kepala Urusan Sekretariat
& Rumah Tangga Bagian Umum PTPN-XIII. Pada tahun
2004 menjabat sebagai Kepala Bagian Umum PTPN-XIII dan
Sejak April 2007 sampai dengan sekarang menjabat sebagai
Kepala Bagian Sekretaris Korporat PTPN-XIII. Selain itu juga
menjabat sejak tahun 2002 s/d sekarang menjabat sebagai
Ketua Umum SPBUN PTPN-XIII.
Tugas Pokok Sekretaris Korporat
Tugas dan tanggung jawab Sekretaris Perusahaan di
antaranya adalah:
1. Memastikan kelancaran komunikasi (corporate
communication) antara perusahaan dengan pemangku
kepentingan yang meliputi antara lain: pemegang saham,
karyawan, mitra bisnis, masyarakat serta pengguna
jasa sesuai dengan kebutuhan wajar dari pemangku
kepentingan tersebut.
2. Menjamin tersedianya informasi yang boleh diakses oleh
pemangku kepentingan sesuai dengan kebutuhan wajar
dari pemangku kepentingan.
3. Menjalankan fungsi investor relation (RUPS, Laporan
Tahunan, Public Expose, Investor Meeting, dan lain-
lain).
4. Memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
5. Memfasilitasi penyelenggaraan rapat manajemen di
tingkat pusat dan Bertanggung jawab kepada Direksi dan
laporan pelaksanaan tugasnya disampaikan pula kepada
Dewan Komisaris.
PROFILE AND CORPORATE SECRETARY FUNCTION
In an effort to complied the law, the regulation, as well
as guaranteed the GCG implementation, PTPN-XIII as
the modern company had the Corporate Secretary.The
Corporate Secretary was the structural position that is
one level under the Board of Director and was directly
responsible to the Board of Director. The Corporate
Secretary was not only responsible in ascertaining the
obedience in the law, the regulation and the provisions of
the money market, but also must ascertain the smoothness
of communication between the company and stakeholders;
and guaranteed the availability of information that might be
accessed in accordance with the natural requirement from
stakeholders.
Drs. Pahala Manurung
Head of Corporate Secretary Department
Born in Medan, Sumatera Utara in March 12, 1954. Had
graduated from Tanjung Pura University. In 2003 as Head
of PTPN-XIII Secretary & Household General Affair Section,
in 2004 as the PTPN-XIII Head of General Affair Department
and from April 2007 up to now as the Head of Corporate
Secretary Department of PTPN-XIII. And also since 2002 until
now held the Worker Union Head of PTPN-XIII (SPBUN).
Corporate Secretary Main Task
Corporate Secretary task and responsibility was as follows:
1. Make sure the communication fluency (corporate
communication) betwen the company with stakeholdres
which covered: The shareholder, employee, business
partners, community, as well as service consumers
accordance with the need from the stakeholder.
2. Guaranteed the availability of information that might be
accessed by stakeholder in accordance with the natural
requirement from the stakeholder
3. Running the investor relation function (AGM, Annual
Report, Public Expose, Investor Meeting, etc.)
4. Make sure the obidience to the prevaillings regulatios.
5. Facilitate the management meeting in center level and
responsible to the Board of Director and report the task
to the Board of Commissioner,
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
54
PELAKSANAAN PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
INTERN
Satuan Pengawas Internal (SPI) bertanggung jawab dalam
pelaksanaan audit keuangan, kepatuhan, dan operasional,
serta audit mutu dan keselamatan dan kesehatan kerja
sesuai dengan Peraturan yang berlaku.
Kedudukan, fungsi dan peran Satuan Pengawasan Intern
(SPI) sebagai berikut :
Kedudukan Bagian SPI diatur dalam UU BUMN No. a.
19/2003 pasal 67, 68 dan 69 yang bertanggung jawab
kepada Direktur Utama.
Fungsi : atas permintaan tertulis Komisaris, Direksi b.
memberikan hasil pemeriksaan atas hasil pelaksanaan
tugas SPI
Peran : Merupakan kontrol/pengawasan internal c.
perusahaan.
SPI telah melaksanakan pemeriksaan periode Bulan Buku
Januari – Desember 2007 (Risk Audit Base) dengan
beberapa temuan dan Manajemen telah menindaklanjuti
serta melaksanakan perbaikan atas hasil temuan tersebut.
URAIAN MENGENAI RISIKO PERUSAHAAN
Seiring dengan makin meningkatnya persaingan di bidang
usaha perkebunan, PTPN-XIII menyadari bahwa risiko
perusahaan semakin perlu dikelola secara bertanggung jawab
dengan berlandaskan prinsip kehati-hatian untuk menjamin
pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Berdasarkan tingkat risiko yang paling mempengaruhi,
PTPN-XIII dihadapkan pada risiko pembayaran, regulasi dan
situasi ekonomi sosial politik, perubahan kurs, persaingan
usaha, dan kenaikan harga bahan baku serta perubahan iklim
yang mempengaruhi produksi dan produktivitas tanaman
kelapa sawit dan karet. Penjelasan mengenai resiko-resiko
yang dihadapi Perusahaan :
Risiko sebagai Avalis
Dalam upaya menjaga keseimbangan komunitas dan
lingkungan, PTPN-XIII melakukan pembangunan Kebun
Plasma di sekitar wilayah Unit Kerja yang pendanaan
bersumber dari Skim kredit KKPA, Skim kredit Komersil
Perbankan dan Program Revitalisasi Perkebunan(KPEN-RP),
dengan syarat PTPN-XIII bertindak sebagai Avalis dalam
pengembalian kredit.
Jumlah pencairan kredit sampai dengan tahun 2007
sebesar Rp. 400,569 milyar dengan Bank penyandang
dana dari Bank Agro Rp.204,518 milyar dan Bank Mandiri
Rp.196,051 milyar.
Jumlah dana talangan Perusahaan untuk memenuhi cicilan
kredit Petani sebagai konsekuensi Avalis sampai dengan
tahun 2007 sebesar Rp 92,91 milyar, yang sumber dananya
dari modal kerja Perusahaan.
IMPLEMENTATION OF INTERNAL AUDIT AND CONTROL
SYSTEM
SPI responsible for the implementation of financial audit,
obedient, and operational, as well as quality audit and the
safety and health in work place according to the prevailling
regulation.
The position, function and role of the Internal Audit Control
are as follows:
a. The position of SPI was officially established by regulation
of State Owned Enterprise No. 19/2003 close 67, 68
and 69. The SPI is directly under the President Director.
b. Function : The Board of Commissioner has to release the
report to the commissioner in case the commissionoer
asking for it.
c. Role : Internal control of the company.
The SPI had done the audit for the period of January -
December 2007 (Audit Focus Risk) and had some findings.
The management has taken the necessary action on the
findings.
COMPANY RISK MANAGEMENT
Together with the increase of the competition of plantation
business, PTPN-XIII realised that the risk of the company
must be carried out responsibly based on the caution
principle to guarantee the growth of the healthy and
continuous business.
Based on the risk level that most influenced, PTPN-XIII
was brought to face with the payment risk, the regulation
and the economic, social, politics situation, changes in the
exchange rate, the business competition, and the increase
price of the raw material as well as the change in the
climate that influenced the production and the productivity
of the oil palm and Rubber. The explanation of company risk
management are as follows :
Avalis Risk
In effort to balance between community and environment,
PTPN-XIII needs to build plasma estates around Business
Units using Primary Cooperation Credit for Members (KKPA).
The Funding was originated from Skim KKPA credit, Skim
commercial credit Banking and the Revitalisation Program
of the Plantation (KPEN-RP), as consequence, PTPN-XIII
should acted as an Avalis.
The number of liquefactions of credit up to 2007 of
Rp.400.569 billion with the Bank of the fund sling from
the Agro Bank Rp.204.518 billion and the Mandiri Bank
Rp.196.051 billion.
The number of Company bridging funds to fill the instalment
of the Farmer’s credit as Avalis up to 2007 of Rp 92.91
billion, that the source the fund from Company capital.
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
55
Peremajaan Tanaman Plasma PIR-BUN
Dana untuk peremajaan Kebun Plasma PIR-BUN tanaman Kelapa
Sawit tua renta (21-25 tahun) yang kini mencapai 19,02%
dari total seluruh areal Kebun Plasma telah dicanangkan
melalui program revitalisasi. Risiko tidak terlaksananya
peremajaan tanaman akan dipengaruhi pelunasan hutang
serta penyerahan sertifikasi sebagai jaminan.
Upaya Untuk Mengelola Risiko
Untuk menjalankan perusahaan dengan baik, PTPN-XIII telah
meminimalkan risiko dengan cara sebagai berikut :
Manajemen PTPN-XIII mengupayakan peningkatan x
produksi dari kebun plasma hingga cicilan kredit lunas
melalui Kerjasama Pengelolaan Satu Manajemen sehingga
risiko tersebut dapat berubah menjadi peluang untuk
meningkatkan kinerja perusahaan.
PTPN-XIII menghimbau pemerintah agar dana disediakan x
dalam APBN/APBD untuk peremajaan Kebun Plasma
PIRBUN
Melakukan Reksturisasi organisasi dengan membentuk x
Manajer Kebun Plasma, sehingga penggalian potensi
produksi Kebun Plasma dan meningkatkan kolekting
angsuran dapat ditingkatkan.
Plasma Estate (PIR-BUN) Replanting
The fund for replanting of plasma estates (21 - 25 years
old) account for 19.02% of the total area of palm of
plasma estates is not available. The risk of not applying the
rejuvenation will be influenced the paying off of the debt as
well as the guarantee certification.
Minimize Risk
To run the company, PTPN-XIII had to minimize the risk as
follows:
The management of PTPN-XIII had to develop and x
maintain high productivity of the plasma estates until
the debt is fully paid, so the Business Risk can change
into business opportunity and improve the performance
of the company.
PTPN-XIII appeals to the Government to provide fund x
in RAPBN and RAPBD for replanting the plasma estates
under PIRBUN Project.
Reconstructing the organisation by forming Plasma x
Estate Manager, so the production potential excavation
for the Plasma estate and the collecting installment could
be increased.
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
56
Keberhasilan suatu perusahaan tidak semata diukur
melalui pencapaian kinerja keuangan, tetapi juga dengan
melihat bagaimana perusahaan memberikan manfaat bagi
seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan
lingkungan sekitarnya. Berawal dari dedikasi yang tulus,
tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan dilakukan untuk
membangun dan memelihara kemitraan antara Perseroan dan
seluruh pemangku kepentingan secara berkesinambungan
demi terciptanya kegiatan dan pertumbuhan ekonomi,
perluasan lapangan kerja, kesempatan berusaha, dan
pernberdayaan rnasyarakat. Untuk hal tersebut, PTPN-XIII
turut berpartisipasi memberdayakan dan mengembangkan
kondisi ekonomi, sosial masyarakat, dan lingkungan rnelalui
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. Kegiatan CSR
tersebut sejalan dengan misi PTPN-XIII untuk berkecimpung
aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, menjalankan
inisiatif CSR dalam rangka pengembangan ekonomi
kerakyatan.
KOMITMEN PERUSAHAAN TERHADAP KONSUMEN
PTPN-XIII memiliki komitmen yang tinggi dalam menjaga
kepuasan konsumen dengan tetap memperhatikan kualitas
dan kuantitas produk. Dalam hal penyerahan produk terdapat
kualitas atapun kuantitas yang melebihi norma (jelek)
yang disepakati dalam kontrak Perusahaan komit untuk
menyelesaikan klaim yang diajukan oleh konsumen. Pada
tahun 2007 PTPN-XIII telah membayar klaim yang diajukan
konsumen sebesar Rp. 4,74 milyar.
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Corporate Social Responsibility
The success of a company was not only measured th-
rough the finance achievement, but also how the company
gave the benefit for all stakeholders, including the com-
munity and the surrounding environment. Started from the
sincere dedication, corporate social responsibility (CSR) was
build to maintain the partnership between the Company
and all stakeholders continuously for create the growth of
economics, expansion of employment opportunities, the
business opportunity, and empowerment of the commu-
nity. For this matter, PTPN-XIII took part in the economics
development, social community, and the environment
trough Partnership Program and Community Development
Program. This CSR activity along with the PTPN-XIII mis-
sion to support the growth of economics and to undertake
the CSR initiative in the populist economics development.
COMPANY COMMITMENT TO THE CONSUMER
PTPN-XIII has a high commitment on maintain consumer
satisfactory by concern the product quality and quantity If
there is other quality or quantity. Beside the agreed in the
contract, the company commited to settle the claims that
pursue by consumer. In accordance with the commitment
of company to the consumer, PTPN-XIII had paid the con-
sumer claim of low quality product based on the contract of
Rp. 4.47 billion.
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
57
PENGAKUAN PERUSAHAAN ATAS HAK-HAK KARYAWAN
Manajemen PTPN-XIII menghormati dan mengakui hak-hak
pribadi karyawan, tidak melakukan diskriminasi atas dasar
apapun, dan memberikan kesempatan yang sama kepada
seluruh karyawan untuk berkembang dan memberikan yang
terbaik bagi perusahaan. Hal ini dapat diliat dalam carier
planning yang berdasarkan kompetensi dan bukan lagi
berdasarkan senioritas.
Untuk menjamin terjaganya hak-hak dan kewajiban
karyawan, Manajemen bermitra dengan Serikat Pekerja
Perkebunan (SPBUN) membangun kemitraan yang tertuang
dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
KOMUNITAS DAN LINGKUNGAN
PTPN-XIII ikut aktif secara nyata membangun ekonomi
kerakyatan untuk menjaga keseimbangan sosial dan
komunitas disekitar kebun yang tersebar dalam remote
area pada 4 (empat) provinsi (Kalimantan Barat, Kalimantan
Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah). Pola
pembangunan ekonomi kerakyatan yang dilakukan PTPN-XIII
disekitar wilayah kebun adalah pembangunan Kebun Plasma
pola PIRBUN (PIR Swadana, PIR Berbantuan dan PIRTRANS),
KKPA (Kredit Koperasi Primer untuk Anggotanya). Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan. Dana pembangunan
ekonomi kerakyatan ini disediakan dalam bentuk kredit
bersumber dari perbankan dalam dan luar negeri, perusahaan
dan hibah.
COMPANY ACKNOWLEDGMENT OF EMPLOYEES RIGHTS
PTPN-XIII management honored and acknowledged the em-
ployees individual rights, did not carry out discrimination on
the basis of anything, and gave the opportunity that was
same to all the employee to develop and gave that was
best for the company. This can be seen on the carier plan-
ning that was based on competence and no longer based
on seniority.
To guarantee the rights and obligation of the employee’s,
the Management was in partnership with the Union (SP-
BUN) under the partnership Agreement (PKB).
COMMUNITY AND ENVIRONMENT
PTPN-XIII actively participated to develop welfare economic
to balance between social and community around the plan-
tation areas that were widely distributed all over the island
of Kalimantan (West Kalimantan), East Kalimantan, South
Kalimantan and Central Kalimantan). The national wide de-
velopment program of economic around plantation areas
was established by the development of plasma estates such
as PIRBUN program (PIR Swadaya, PIR Berbantuan dan
PIRTRANS) Cooperative Prime Credit for Members (KKPA),
Guidance of Partnership Program & Community Develop-
ment (PUKK/PKBL). The development fund for nationality
was provided by credit from local and foreign banks, com-
pany, and donation.
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
58
Pembinaan Petani Plasma Pola PIRBUN
PTPN-XIII ikut aktif berpartisipasi dalam membangun Kebun
Plasma dengan Pola PIRBUN (PIR Swadana, PIR Berbantuan
dan PIRTRANS) sejak tahun 1981 sumber dana Kredit Bank
Dunia dengan komoditi Kelapa Sawit dan Karet. Total areal
Kebun Plasma yang telah dibangun sebesar 85.103 Ha
(58,37% dari total areal) dengan jumlah petani sebanyak
42.552 Kepala Keluarga (KK). Pada saat ini Kebun Plasma
tersebut sedang berproduksi dan PTPN-XIII membeli produksi
TBS dari petani Plasma tersebut dengan harga sesuai dengan
harga yang dikeluarkan oleh Tim Penetapan Harga yang
diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi setempat. Pada saat
pembangunan Kebun Plasma Pola PIRBUN, peranan PTPN-
XIII adalah sebagai Agent of Development (alih teknologi
dan pembinaan dalam bidang kualitas dan kuantitas
produksi), membeli produksi sesuai dengan harga yang
ditetapkan oleh Pemerintah Propinsi setempat melalui Tim
Penetapan Harga, mengolah dan memasarkan produk Petani
Plasma. Setelah konversi yang bertanggung jawab penuh
terhadap produksi adalah Petani sendiri sebagai pemilik
kebun. PTPN-XIII membantu Instansi terkait melakukan
pembinaan Petani Plasma terutama agar kualitas produksi
bahan baku yang disetor ke pabrik sesuai dengan standar
mutu TBS yang ditetapkan Dirjenbun. Untuk persiapan
replanting, Pemerintah (Dirjenbun) telah membentuk
program IDAPERTABUN (Iuran Dana Asuransi Perkebunan)
dengan menyisihkan sebagian dari hasil penjualan produksi
untuk dana peremajaan. Kenyataannya, kebanyakan petani
mengambil kembali uangnya untuk keperluan lain yang
mendesak seperti bayar uang sekolah anak, dan sebagainya.
Oleh karena itu, Pemerintah telah mencanangkan program
Revitalisasi Perkebunan untuk meringankan petani dengan
memberikan subsidi bunga selama masa pembangunan.
Dalam program revitalisasi PTPN-XIII ditunjuk sebagai mitra
pengelola kebun plasma satu siklus umur tanaman melalui
Kerjasama Pengelolaan Satu Manajemen.
Pembangunan Kebun Plasma Pola KKPA
Dalam melaksanakan pembangunan ekonomi kerakyatan
pola KKPA, sampai dengan tahun 2007 PTPN-XIII telah
merealisasikan pembangunan Kebun Plasma Pola KKPA
seluas 24.370 Ha dengan melibatkan 12.158 KK, dengan
rincian ;
KKPA Skim Bank Agroniaga 13.373,90 Ha KKPA Scheme of Bank Agroniaga
KKPA Skim Bank Mandiri 9.838,52 Ha KKPA Scheme of Bank Mandiri
Program Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP) 1.157,58 Ha Plantation Revitalization Program (KPEN-RP)
Counseling of Plasma Farmer of PIRBUN Pattern
PTPN-XIII had participated in developing plasma estates
by PIRBUN project (PIR Swadaya, PIR Berbantuan and PIR-
TRANS) since 1981 with World Fund for Palm and Rubber
commodities. Total area of plasma estates was developed of
85,103 Ha (58.37% of total area) including nucleus estates
farmers of 42,552 families. Just now, the plasma estates
have been producing and PTPN-XIII buys their FFB with
price determined by Pricing Team from Local Government.
During the development of plasma estates (PIRBUN), the
role of PTPN-XIII was as an agent of development (transfer
technology for plantation), to buy FFB, process and sale the
product. After convertion, the responsibility of the estates
belong to the farmers as the owner of the estates. The In-
stitutions with the help of PTPN-XIII assist plasma estates
to increase the quality standard of FFB as determined by Di-
rectorate General of Plantation. For replanting preparation,
the Government (Directorate General of Agriculture Estates)
had formed fund raising for plantation insurance program by
saving for rejuvenation fund. The fact, most of the farmers
drew their money and used for other desperate need such
as school fees for their children, etc. For that matter, The
Government has proclaimed the plantation revitalization by
deliver the interest loan with a subsidy for farmers along
developing the project. In revitalization program PTPN-XIII
appointed as plasma plantation parnert in one plats age
siclus through integrated cooperation management.
Plasma Estate Development by of KKPA Pattern
In the development of welfare economic through
KKPA Project, to the year 2007 PTPN-XIII has done the
development of 24,370 Ha involving 12,158 families
consisting of:
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
59
Jumlah Mitra Binaan 86 702 Total Partnership
Jumlah Dana Kemitraan Total Partnership Fund
Disalurkan (Rp. Milyar) 1.382.000.000 9.316.091.000 Distributed (Rp.Billion)
Jumlah Dana Hibah Disalurkan (Rp.Milyar) 31.000.000 228.061.837 Total Donation Fund Distributed (Rp.Billion)
Uraian Tahun I Year Description
2007 s/d I Up to 2007
Pembangunan dan pemeliharaan kebun sampai kreditnya
lunas kepada Bank dilakukan oleh PTPN-XIII melalui Kerjasama
Pola Satu Manajemen (PSM). Dalam pekerjaan pembangunan
dan pemeliharaan kebun, petani diikut sertakan. Dana Talangan
(bridging finance) yang telah dikeluarkan PTPN-XIII untuk
pembangunan dan Pengelolaan Tanaman Menghasilkan
Kebun Plasma Pola KKPA tahun 2007 sebesar Rp. 104.62
Milyar, terdiri dari :
(Rp Milyar)
Program Kemitraan
Selain itu, PTPN-XIII juga aktif dalam pemberdayaan Usaha
Kecil dengan program kemitraan yang dahulu dikenal dengan
PUKK (Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi) disekitar
wilayah Kebun/Unit kerja berupa pemberian pinjaman dan
pembinaan lainnya yang langsung mendukung kegiatan
kemitraan. Dana untuk program kemitraan ini berasal dari
pembagian laba yang disahkan oleh RUPS.
Jenis Usaha yang didanai oleh Program Kemitraan antara
lain; warung sembako, pandai besi, kerajinan tangan, bengkel
motor, vulkanisir, keramba ikan, kios BBM, peternakan
ayam, rumah makan sederhana, dan lain-lain.
Program Bina Lingkungan
PTPN-XIII ikut aktif dalam Program Bina Lingkungan yang
merupakan upaya pemberdayaan kondisi sosial masyarakat
dan lingkungan di sekitar wilayah kebun/unit Usaha. Sumber
dana Bina Lingkungan dari pembagian laba yang disahkan
oleh RUPS. Pada tahun 2007 PTPN-XIII merealisasikan
bantuan sebesar Rp. 1.382.000.000 dan sampai dengan
tahun 2007 mencapai Rp. 9.316.091.000
Program Bina Lingkungan yang dijalankan PTPN-XIII
memprioritaskan bantuan yang langsung dirasakan
manfaatnya oleh masyarakat seperti :
Membantu meningkatkan/membangun infrastruktur bagi a
masyarakat disekitar unit Usaha (Jalan desa, Jembatan,
Balai Pertemuan dan lain-lain).
Peningkatan kualitas sarana sosial seperti perbaikan b
gedung sekolah, bantuan penerangan, sarana air bersih
dan rumah ibadah sebagai wujud kepedulian terhadap
masyarakat disekitar unit usaha.
Plantation development and maintenance up to the
credit has paid to bank was conducted by PTPN-XIII through
cooperation and integrated management. In that action, the
farmers are involved. The bridging finance which are paid
produce plasma plantation with KPPA pattern in 2007 is
Rp 104.62 billion, consist of :

(Rp Billion)
Partnership Program
In additions, PTPN-XIII was also active in empowering small
enterprises through partnership program known as Small En-
terprises and Cooperative Development Fund (PUKK) around
the estates (business units) with realease the soft loan and
other efforts to directly support the partnersip program
activity. Fund for partnership program was originated from
profit distribution endorsed by AGM.
Kinds of business funded by partnership program such as;
small shop, ironsmith, handicraft, repair shop, tire vulca-
nization shop, basket fisherman, gasoline stall, food stall,
etc.
Community Development
PTPN-XIII participated in community development
program as the effort to empowering social society and
environment surrounding the plantation/businees unit.
Fund for Community Development was originated from
profit distribution endorsed by AGM. In 2007 PTPN-XIII
has realized the social aid of Rp. 1.382.000.000 and up to
the year 2007 amount to Rp. 9.316.091.000
The Community Development Program of PTPN-XIII
prioritized the following:
a. Helping the community to build simple infrastructures
surrounding the business units.
b. Improving social facilities such as repair of school
buildings, electricity, water facilities, places of worship,
etc., as a way of helping the community around it.
Bridging Financial Pembangunan 4,41 Bridging Financial Development
Bridging Financial Repayment 92,91 Bridging Financial Repayment
Bridging Financial Tanaman Menghasilkan 7,30 Bridging Financial Matured Plant
Total 104,62 Total
LAPORAN TAHUNAN PTPN-XIII 2007
60
LINGKUNGAN, KESEHATAN DAN KEAMANAN
Untuk menjaga kelestarian lingkungan, kesehatan dan
keamanan, PTPN-XIII menyediakan sarana kesehatan
seperti :
Rumah Sakit 2 (dua) unit yang berada di Kebun Parindu a.
dan Kebun Danau Salak.
Rumah Sakit Pembantu 2 (dua) unit berada di Kebun b.
Gunung Meliau dan Kebun Sungai Dekan.
Poliklinik 8 (delapan) unit yang berada di Kebun Rimba c.
Belian, Kebun Kembayan, Kebun Sintang, Kebun
Ngabang, Kebun Tajati, Kebun Tabara dan Kebun
Kumai.
Sarana ini, selain melayani karyawan PTPN-XIII juga
melayani masyarakat sekitar dengan tarif yang wajar. Selain
itu, PTPN-XIII juga telah melaksanakan Sistem Manajemen
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3). PTPN-XIII juga
aktif untuk meningkatkan keamanan diwilayah maupun
disekitar Unit Kerja dengan cara :
Meningkatkan kesejahteraan penduduk sekitar melalui a.
program KKPA, PKBL
Melakukan komunikasi dan sosialisasi dengan tokoh- b.
tokoh masyarakat sekitar unit kerja.
Melakukan koordinasi dengan aparat keamanan. c.
Membentuk Pam Swakarsa d.
Mengadakan event bersama dengan masyarakat sekitar e.
dan instansi terkait
PENINGKATAN KUALITAS DAN INOVASI
Prinsip perbaikan terus menerus secara konsisten dilakukan
dengan menjalankan aktivitas Quality Control Circle (QCC),
Quality Control Project (QCP) dan Suggestion System (SS).
Aktivitas ini dilakukan oleh karyawan PTPN-XIII dan telah
memberikan hasil berupa efisiensi dalam bidang finansial,
proses bisnis maupun waktu kerja. Setiap tahun PTPN-XIII
menyelenggarakan Event Innovation and Creativity Award
untuk memacu karyawan untuk terus aktif melakukan
perbaikan. Keikutsertaan karyawan dalam kegiatan ini
mengalami peningkatan setiap tahunnya.
AKSES INFORMASI DAN DATA PERUSAHAAN
Sebagai sarana untuk sosialisasi kebijakan perusahaan
serta untuk memberikan informasi tentang perusahaan
kepada stakeholder, perusahaan memiliki media yang dapat
diakses dengan cepat oleh publik yaitu berupa website
www.ptpn13.com serta bulletin MEDIA INTERN PTPN-XIII
yang terbit setiap bulan.
ETIKA PERUSAHAAN
Pernyataan tentang code of ethics dan Code of Conduct
perusahaan telah diterbitkan dan telah dibagikan kepada
karyawan pimpinan dan secara bertahap dibagikan kepada
karyawan pelaksana. Isi dari Code of Conduct antara lain
menyesuaikan dengan Kepmen Menteri Negara BUMN
No. 117/M-MBU/2002. Selain itu, dilakukan sosialisasi
code of ethics kepada karyawan di Kantor Direksi dan Unit-
Unit Usaha dalam bentuk buku saku dan sebagainya. Dalam
upaya penegakannya, Etika Perusahaan dikaitkan dengan
Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
HEALTH CARE AND SECURITY
Company provides healthcare facilities such as:
a. Hospital, 2 (two) units at Parindu and Danau Salak
Plantations.
b. Clinic, 2 (two) units at Gunung Meliau and Sungai Dekan
Plantations.
c. Polyclinic, 8 (eight) units at Rimba Belian, Kembayan,
Sintang, Ngabang, Tajati, Tabara, and Kumai Plan-
tations.
These means, besides serving the employee of PTPN-XIII
it also served the community with reasoneable cost. Mo-
reover, PTPN-XIII also carried out Health Management and
the Safety of the work (SMK3). PTPN-XIII was also active
to increase the security in and around the Work Unit area
by means of:
a. Increased welfare of the inhabitants around through
KKPA, PKBL program
b. Carried out communication and the socialisation with
public figures around the work unit.
c. Carried out Co-ordination with security officer.
d. Formed self owned security
e. Held an event with the community and the related
institutions
IMPROVEMENT OF QUALITY AND INOVATION
The improvement principle was consistently carried out
by undertaking the Quality Control Circle activity (QCC),
Quality Control Project (QCP) and Suggestion System (SS).
This activity was carried out by the PTPN-XIII employee
and gave efficiency results in the financial field, the pro-
cess of the business and work time. Innovation and Crea-
tivity event was held annualy by PTPN-XIII to encourage
employee’s improvement.The participation in this activity
was increased each year.
ACCES FOR INFORMATION AND DATA
PTPN-XIII provides information and access to the stake-
holders at website www.ptpn13.com, email: ptpn13@
kalimantan.ptpn13.com. and bulletin MEDIA INTERN PT-
PN-XIII which is published monthly.
CORPORATE CODE OF ETHICS
Corporate code of ethics and Code of Conduct had been
issued in Business and Works Ethic Guidance (PEBK) and
distributed to the workmen. The content of Code of Con-
duct is partly derived from the decree of The State Owned
Enterprise Ministry No. 117/M-MBU/2002. Beside that,
corporate code of ethics and code of conduct was sociali-
zed to the employees in head office and business units in
the form of pocket book, etc., to implement it, corporate
code of ethics was related to Business and Works Ethic
Guidance (PEBK) and the Mutual Agreement.
PTPN-XIII ANNUAL REPORT 2007
61
Tanda Tangan Dewan Komisaris dan Direksi
Signature of Board of Commissioner and Board of Director
DEWAN KOMISARIS
Board of Commissioner
DIREKSI
Board of Director
Ir. Ahmad Mangga Barani, MM
Komisaris Utama I President Commissioner
Ir. Kusumandaru, MBA
Direktur Utama
President Director
Drs. Mudji Hardjadi
Komisaris I Commissioner
Ir. Baim Rachman
Direktur Produksi
Production Director
Drs. Yuni Suryanto, AK, MBA
Komisaris I Commissioner
Drs. Natsir Tarigan
Direktur Keuangan & Pemasaran
Finance & Marketing Director
Pdt. DR. Barnabas Simin, S.Th
Komisaris I Commissioner
Ir. Wagio Ripto Sumarto, MM
Direktur SDM & Umum
Human Resource & GA Director
Herman Hidayat, SH
Komisaris I Commissioner
Ir. Memed Wiramihardja, MM
Direktur Perencanaan & Pengembangan
Planning & Development Director
Seluruh anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan 2007.
All of Board of Commissioner and all Board of Director were responsible of the content of this Annual Report 2007.