ANALISIS KOMPARASI KINERJA KEUANGAN ANTARA PT. BANK SYARIAH MANDIRI DAN PT.

BANK RAKYAT INDONESIA Periode 1999-2001

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi Syarat guna memperoleh gelar Sarjana Program Studi Keuangan dan Perbankan Syari’ah pada Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta-SEM Institute

Oleh : Nama NIM : ISNA RAHMAWATI : 30.07.5.3.087

JURUSAN EKONOMI ISLAM STAIN SURAKARTA SEM INSTITUTE YOGYAKARTA
2008

2

ANALISIS KOMPARASI KINERJA KEUANGAN ANTARA P.T BANK SYARIAH MANDIRI DAN P.T BANK RAKYAT INDONESIA Periode 1999-2001

Skripsi

Diajukan untuk memenuhi Syarat guna memperoleh gelar Sarjana

Oleh Isna Rahmawati

Pembimbing Pertama

Pembimbing Kedua

Zeni Ihsan, S.TP.,MM

Sugeng widodo, SE

3

Motto Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhan-mulah hendaknya kamu berharap (Q.S Alam Nasyrah : 6-8) Tak ada satupun di dunia ini yang tidak mungkin bila disertai keyakinan, sebagian akan menjadi mungkin terjadi jika berfikir mungkin. Berdo’alah dan percaya. Kemajuan diperoleh bukan dari keberhasilan, Melainkan dari kegagalan demi kegagalan. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. (Q.S Al-Baqarah : 216)

yang tak pernah bosan mendo’akan di setiap gerak anak-anaknya. Fika. Risa.4 Persembahan Karya Kecil ini kupersembahkan untuk : Persembahan yang tertinggi hanyalah kepada Allah SWT. dan Zikri. Dana. Bapakku Iskandar. Adik-adikku tersayang: Amri. . dan Ibuku Siti Aminah yang tercinta yang selalu melimpahkan samudera kasih sayang. yang telah memberikan kemudahan dan keringanan langkah hingga padaNyalah segalanya bergantung. Yang selalu memberikan motivasi dan do’a Moga menjadi anak yang saleh dan shalekha.

Putri.. yang selalu membantu. Makasih atas kebersamaanya. dan Ilham selaku ”keluargaku” yang kedua di Yogyakarta. Pipit.atas bantuan dan kesabarannya. Mba’-mba’ku di Yogya. Semoga amal baik yang telah mereka lakukan mendapatkan ridho dan balasan dari Allah SWT. M’Rusi. dan memberikan canda tawa disaat suka dan duka. Temen2ku di Pulau Seberang. Temen2ku. Keluarga besar di Aceh & Kebumen Bg Ariel.. makasih atas semua bantuannya dan maaf ya selama ini aku sering ngerepotin. K’lilis. Pak Marsono. Temen-temen Keuangan dan Perbankan Syari”ah . Makaci to smuanya. Semoga sukses selalu.5 Thanks to : Bapak Drs. yang selalu membantuku dalam kesusahan. Hartini. Ari dan gita. dan kasihsayangnya.. M’Inti N karyawan STAIN Yogya Terimakasih. Terimakasih atas segala kesabaran. M’Sulis. dll. Rusman.. Ryan. Mba’ Hana dan Mba’ Krisna. dan Ibu. . K’ juli.

H.wb Maha Suci Allah yang telah mentakdirkan kita hidup di dunia. penulis banyak memperoleh bantuan dan dorongan moril maupun bimbingan dari berbagai pihak. 3.T BANK SYARIAH MANDIRI DAN P. Dalam mewujudkan skripsi ini. untuk itu penulis menyadari bahwa dalam penulisan dan penyajian skripsi ini masih jauh dari sempurna. Bapak Ibu dan adik-adikku di rumah yang selalu mendukung dan mendo’akan keberhasilanku. penulis panjatkan puji syukur kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat dan petunjuk kepada penulis. Prof. sehingga penulis mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun demi kemajuan kita bersama. Usman Abu Bakar.6 KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum wr.A. 2. baik secara langsung maupun tidak langsung. M.T BANK RAKYAT INDONESIA PERIODE 1999-2001”. Allah swt atas rahmat dan hidayah-Nya. selaku ketua STAIN Surakarta. Segala puji bagiNya yang telah mengijinkan kita untuk menghirup segarnya kehidupan bumi. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad saw. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk melengkapi salah satu syarat dalam memperoleh gelar sarjana pada Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta-SEM Institute Program Studi Keuangan dan Perbankan Syari’ah. . keluarga. Alhamdulillah. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul ”ANALISA KOMPARASI KINERJA KEUANGAN ANTARA P. Dalam penyusunan skripsi ini penulis tak luput dari berbagai kesulitan. Maka sudah sepantasnyalah apabila pada kesempatan ini penulis mengucapkan rasa terima kasih yang tulus kepada : 1. pengikutnya serta pertolongan beliau hingga keakhir jaman. sahabat. keadaan ini semata-mata karena keterbatasan kemampuan yang ada pada diri penulis. Dr.

serta selalu memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semuanya. 8. Akhirnya. STP. 7. Ismail Yusanto. 6..wb Yogyakarta.. terimakasih atas segala bimbingan serta kesabarannya dari awal sampai akhir penulisan skripsi ini. selaku Ketua Program Studi Keuangan dan Perbankan Syari’ah. Sugeng Widodo. Ir. terimakasih atas segala bimbingan dan kesabarannya. Ir. MM selaku Ketua Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta − SEM Institute. Zeni Ihsan. SE. Semoga Allah menjadikan skripsi ini sebagai pendorong bagi dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan. selaku Dosen Pembimbing II.7 4. Wassalamu’alaikum wr. MM. penulis berharap semoga amal baik yang telah mereka lakukan mendapatkan ridho dan balasan dari Allah SWT. 5. Februari 2008 Penulis . Amin. Amin. Pimpinan dan Staff Bank Indonesia Cabang Yogyakarta yang telah memberikan izin untuk mengadakan penelitian. Semua pihak yang membantu terselesaikannya skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. dan Dosen Pembimbing I.

...............................................ix DAFTAR TABEL.................................................................................. Sistematika Penulisan ..................................10 E..............................................................................................................1 A.............................................iii HALAMAN MOTTO............................................................ Batasan Masalah ...........................v KATA PENGANTAR......................................................................................xii DAFTAR GAMBAR........................xvi BAB I PENDAHULUAN........ Metode Penelitian ..........iv HALAMAN PERSEMBAHAN.............................i HALAMAN PENGESAHAN .......................................vii DAFTAR ISI.......12 F.............. Latar Belakang ............................................................20 .8 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................1 B................................................................................................................................................................................................ Tujuan Penelitian ...................................................................................xiv DAFTAR LAMPIRAN ................................................12 G...................................................................................................................................... Rumusan Masalah .........................................................................9 D..................................................................................................................................................................ii HALAMAN PENGESAHAN UJIAN..............................................................................xv ABSTRAKSI................................... Manfaat Penelitian .............................8 C................................................................

..................................42 D............22 B. Metode Analisis ..49 BAB III DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN... Sejarah .....................57 2...........................................................................................................................32 4.....................30 2......34 5...... Pengertian .....30 1......... Visi dan Misi ....... Sifat Laporan Keuangan ..................................................................9 BAB II LANDASAN TEORI........................................................................39 8............................................................................................ Gambaran Umum PT.................................................................................... Penggunaan Rasio dalam Analisa Keuangan ............ Perbankan Syari’ah ....................................62 5............................59 3.............................................................................. Fungsi Laporan Keuangan ....................................... Struktur Organisasi ....................................41 C............. Perbankan Konvensional ...... Tujuan Laporan Keuangan ...............................43 E....57 1....................36 7................................... Laporan Keuangan ............. Kinerja Keuangan .. Pihak-pihak Pemakai Laporan Keuangan ...........................................39 9................. Pengertian Laporan Keuangan .............31 3......................40 10........22 A....................... Tujuan Analisis Keuangan ...................................................................... Kinerja Keuangan ................................................................................................................................... Bank Syari’ah Mandiri .......................... Produk-produk ........60 4.....55 A............................................ Komponen Laporan Keuangan .35 6.................................................................................................................................72 ....................... Analisis Laporan keuangan ....

........... PT... PT......................................................98 C..........................10 B................. Visi dan Misi ...................................................................................................................................................................................... Deskripsi Data ............................................................ Analisis Rasio Keuangan ...................................77 5........83 1................ Saran .................................................................... Gambaran Umum PT........................................................133 B.......................114 D............73 2..........................82 B.......................................................................... Pembahasan ................82 A................ Produk-produk .................. Struktur Organisasi ........84 2......................................................119 BAB V PENUTUP ....... Sejarah ......................73 1............81 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN .....................76 4....................................133 A......................................... Bank Syari’ah Mandiri ................................................................................ Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia........ Bank Rakyat Indonesia ........ Kesimpulan ..................136 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ................... .......................76 3.................................... Bank Rakyat Indonesia ..................................... Kinerja Keuangan .........................

..95 Tabel 12 Pertumbuhan Rasio Efesiensi Bank Syari’ah Mandiri ....................................................92 Tabel 10 Pertumbuhan Rasio Rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri ....................…............97 Tabel 13 Rasio Likuiditas Bank Rakyat Indonesia ………………….........………..................94 Tabel 11 Rasio Efesiensi Bank Syari’ah Mandiri .....82 Tabel 4 Data Keuangan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 .......83 Tabel 5 Rasio Likuiditas Bank Syari’ah Mandiri ....…107 Tabel 18 Pertumbuhan Rasio Rentabilitas Bank Rakyat Indonesia …….......89 Tabel 8 Pertumbuhan Rasio Solvabilitas Bank Syari’ah Mandiri .87 Tabel 7 Rasio Solvabilitas Bank Syari’ah Mandiri .....11 DAFTAR TABEL Tabel 1 Perbedaan Antara Bunga dan Bagi Hasil .........................…................................110 Tabel 20 Pertumbuhan Rasio Efisiensi Bank Rakyat Indonesia ……….................…113 Tabel 21 Perbandingan Rasio Likuiditas Antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia ..99 Tabel 14 Pertumbuhan Rasio Likuiditas Bank Rakyat Indonesia ……………..103 Tabel 16 Pertumbuhan Rasio Solvabilitas Bank Rakyat Indonesia …………........102 Tabel 15 Rasio Solvabilitas Bank Rakyat Indonesia ………………......................................54 Tabel 2 Perbandingan Antara Bank Syari’ah dan Bank Konvensional ............…..............................………....……...91 Tabel 9 Rasio Rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri .................56 Tabel 3 Data Keuangan Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 ..........114 ........................……109 Tabel 19 Rasio Efisiensi Bank Rakyat Indonesia ………………….........................................................................84 Tabel 6 Pertumbuhan Rasio Likuiditas Bank Syari’ah Mandiri ........106 Tabel 17 Rasio Rentabilitas Bank Rakyat Indonesia ………….................….........................................

..............118 Tabel 25 Tabel 26 Rekapitulasi Rasio Keuangan Bank Syari’ah Mandiri ........12 Tabel 22 Perbandingan Rasio Solvabilitas Antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia ...........................................................125 Tabel 28 Nilai Standar Tingkat Kesehatan Bank Indonesia ....122 Tabel 27 Rekapitulasi Perbandingan Rasio Keuangan Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia ..........................117 Tabel 24 Perbandingan Rasio Efisiensi Antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia ........................................................................................................................................130 .................................116 Tabel 23 Perbandingan Rasio Rentabilitas Antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia ...........................120 Rekapitulasi Rasio Keuangan Bank Rakyat Indonesia ..........................

..13 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Struktur Organisasi Bank Syari’ah Mandiri .............................................61 Gambar 2 Struktur Organisasi Bank Rakyat Indonesia .....77 DAFTAR LAMPIRAN ..............................

14 Lampiran A. Laporan Laba Rugi Bank Rakyat Indonesia Lampiran E. Neraca Bank Syari’ah Mandiri Lampiran B. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti. Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999- . Neraca Bank Rakyat Indonesia Lampiran D. Perhitungan Rasio Keuangan Bank Rakyat Indonesia ABTRAKSI PT. dan mendapatkan bukti empiris tentang perbedaan kinerja keuangan antara PT. Bank Syari’ah Mandiri sebagai salah satu lembaga perbankan syari’ah yang telah berkontribusi penting terutama bagi pengusaha kecil diharapkan dapat bersaing dengan perbankan konvensional. Perhitungan Rasio Keuangan Bank Syari’ah Mandiri Lampiran F. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. Laporan Laba Rugi Bank Syari’ah Mandiri Lampiran C.

Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio likuiditas. solvabilitas. dan efisien. solvabilitas. dan efisiensi pada tahun 1999 tergolong sebagai bank umum likuid. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan dari perusahaan yang diperoleh dari Direktori Perbankan Indonesia di Bank Indonesia. profitabel. rentabilitas. Kata kunci : Rasio keuangan. solvabilitas. tetapi cukup solvabel. kurang profitabel. Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas. Penelitian ini merupakan penelitian Deskripsi. PT. dan efisiensi tergolong sebagai bank umum likuid. dan efisiensi selama periode 2000-2001 tergolong sebagai bank umum yang kurang likuid. Sedangkan Kinerja keuangan PT. Bank Syari’ah Mandiri. tetapi cukup efisien. rentabilitas.Indonesia. rentabilitas. kurang profitabel dan kurang efisien. . Sementara kinerja keuangan PT. solvabilitas. rentabilitas. solvabilitas. rentabilitas. dan efisiensi. kinerja keuangan PT. Bank Rakyat . dan kurang efisien. solvabel.15 2001. PT. solvabilitas. Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas. yaitu likuiditas. Sementara kinerja keuangan PT. unsolvable. kurang solvabel dan profitabel. unsolvable. Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas. Kinerja keuangan PT. dan efisiensi pada tahun 2000 tergolong sebagai bank umum likuid. Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio likuiditas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis rasio keuangan (financial ratio analysis). Sedangkan pada tahun 2001. profitabel. dan efisien. rentabilitas. dan efisiensi pada tahun 1999 tergolong sebagai bank umum yang kurang likuid.

Peran strategis tersebut terutama disebabkan oleh fungsi utama perbankan sebagai financial intermediary. pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional hidup rakyat banyak. kondisi politik dalam negeri yang . Perbankan sebagai sebuah lembaga yang berfungsi menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat pada akhirnya akan memiliki peranan yang strategis untuk mendukung pelaksanaan pembangunan nasional. yakni dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya. serta tingginya tingkat kearah peningkatan taraf pelanggaran hak asasi manusia.16 BAB I PENDAHULUAN A. yaitu sebagai suatu wahana yang dapat menghimpun dan menyalurkan masyarakat secara efektif dan efesien. Meningkatkan kualitas hidup antara lain diwujudkan dengan meningkatkan pendapatan melalui berbagai kegiatan perekonomian. meningkatnya konflik-konflik sosio-politik. Hal ini ditandai dengan terpuruknya sektor-sektor penggerak perekonomian. Latar Belakang Masalah Peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia merupakan salah satu tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan program pembangunan. Salah satu sarana yang mempunyai peranan strategis dalam kegiatan perekonomian adalah Perbankan. Selain itu. Krisis ekonomi dan moneter yang berlangsung pada pertengahan tahun 1997 memberikan dampak nyata pada kehidupan masyarakat.

go. . Jika pada periode 1996-1998 kinerja sektor perbankan mengalami peningkatan rata-rata sebesar 29. Hal tersebut sangat berdampak negatif terhadap kinerja perbankan nasional. Dalam pandangan Islam. sehingga sangat berpengaruh pada likuiditas hampir semua bank di Indonesia. terutama karena kredit macet perusahaan-perusahaan besar. maka pada tahun 1999 telah terjadi penurunan nilai kredit sebesar 53.8 % dari nilai kredit pada tahun sebelumnya. juga berpengaruh pada perkembangan pembangunan di Indonesia.0 %/tahun.17 menghangat sebagai persiapan Pemilihan Umum di tahun 2004. 1 BI.bi. Dengan demikian. serta keamanan internasional pasca-Perang Irak yang cenderung tidak stabil.id. 1Masalah lain yang lain yang muncul pada periode pasca-krisis ekonomi dan moneter adalah terpuruknya citra sektor perbankan. diperlukan berbagai terobosan baru di bidang perbankan untuk menggerakkan kembali roda perekonomian Indonesia. http ://www. aktivitas keuangan dan perbankan merupakan suatu wahana bagi masyarakat untuk membawanya kepada pelaksanaan ajaran Al-Qur’an yaitu prinsip At-Ta’awun (saling membantu dan bekerja sama diantara anggota masyarakat untuk kebaikan) dan prinsip menghindari Al-Iktinaz (menahan dan membiarkan dana menganggur dan tidak digunakan untuk aktivitas atau transaksi yang lebih bermanfaat). yang semakin sulit untuk mendapatkan kembali kepercayaan penuh dari masyarakat.

UII Press. Yogyakarta. 2004. Hal inilah yang menjadi perbedaan pokok antara perbankan syari’ah dengan perbankan konvensional. baik bank maupun debiturnya. 3Dalam sistem operasionalnya. dimana azas keadilan dan kemanfaatan bagi seluruh umat mampu mendorong terciptanya sinergi yang sangat bermanfaat bagi bank dan nasabahnya.2 Bank syari’ah yang memiliki filosofi utama kemitraan dan kebersamaan (sharing) dalam profit dan risk diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat terhadap layanan jasa perbankan yang sesuai dengan prinsip syari’ah. ”Perbankan Syari’ah Masa Depan”. 2 . penerapan prinsip bagi hasil sebagai salah satu prinsip pokok dalam kegiatan perbankan syari’ah juga akan menumbuhkan rasa tanggungjawab pada masing-masing pihak. et al. selisih antara besarnya bunga yang dikenakan kepada para peminjam dana dengan imbalan bunga yang diberikan kepada nasabah penyimpan merupakan sumber keuntungan terbesar. Salah satu fungsi utama perbankan sebagai lembaga intermediasi adalah menerima simpanan dari nasabah yang kelebihan dana. Bagi perbankan konvensional. 3 Iman Hilman. ”Teknik Perhitungan Bagi Hasil dan Profit Margin pada Bank Syari’ah”.. Muhamad. Selain itu. yaitu digunakannya standar moral islami dalam kegiatan usahanya. Hal. perbankan syari’ah pada dasarnya memiliki comparative advantage yang tidak dapat tersaingi sistem konvensional. Senayan Abadi Publishing. 1.18 Bank syari’ah lahir sebagai salah satu solusi alternatif terhadap persoalan pertentangan antara bunga bank dengan riba. yakni adanya larangan pengambilan bunga. Jakarta. 2003. dan meminjamkan kepada nasabah lain yang membutuhkan dana.

bank syari’ah mendapatkan kesempatan yang sama dengan bank konvensional untuk melakukan kegiatan operasionalnya dalam dunia perbankan. Secara hukum. Keberadaan bank-bank syari’ah. pertumbuhan kinerja perbankan syari’ah meningkat dari Rp 479 miliar menjadi Rp 4. 4 Dengan diterapkannya sistem perbankan syari’ah yang berdampingan dengan sistem perbankan konvensional.19 Kegiatan operasional perbankan syari’ah di Indonesia dimulai pada tahun 1992 melalui pendirian PT.7 tahun 1992 tentang Perbankan yang kemudian diperbaharui dalam Undang-Undang No.045 miliar (74. operasional perbankan syari’ah didasarkan pada Undang-Undang No.6 % /tahun). mobilisasi dana masyarakat juga dapat dilakukan secara lebih luas. Bank Muamalat Indonesia Tbk (PT. Setijawan dan Siregar (2003) mengungkapkan bahwa antara tahun 1998 hingga akhir tahun 2002. Hal. 2001. BMI) atau 4 tahun setelah Pakto 88. Jakarta. dana dari pihak ketiga yang dikelola oleh perbankan syari’ah juga meningkat dari Rp 440 Muhammad Syafi’i Antonio. ternyata hanya sistem perbankan syari’ah yang mampu bertahan dalam menghadapi permasalahan biaya pendanaan yang cukup tinggi. 4 . 226. Selain itu. merupakan suatu upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sangat beragam. ”Bank Syari’ah dari Teori ke Praktek”.10 tahun 1998. Gema Insani Press. baik yang beroperasi secara stand-alone maupun sebagai unit-unit operasional dari bank-bank konvensional. terutama dari segmen masyarakat yang selama ini belum tersentuh oleh sistem perbankan konvensional. Dengan kekuatan hukum ini. Dengan sistem perbankan yang berlaku pada periode krisis di atas.

Hernanto.5 Perbankan sebagai salah satu bidang usaha yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan perekonomian suatu negara (Agent of Development) diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.276 miliar. Perkembangan perbankan syari’ah yang dinilai cukup berhasil tersebut juga berdampak positif terhadap perkembangan jumlah perbankan yang menerapkan sistem syari’ah. sumber daya manusia. dan kondisi keuangan yang dimilikinya. Widodo. Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai sehat tidaknya. Bandung. 136.20 miliar menjadi Rp 3. atau kemungkinan berkembang tidaknya suatu perbankan. yaitu Bank Muamalat. sehingga rata-rata kecepatan penyaluran dana bank syari’ah ke sektor produksi berkisar antara 112-113 %. Mizan. Jika pada tahun 1998 hanya terdapat sebuah bank syari’ah. baik oleh pihak manajemen maupun pihak eksternal. pemasaran.. Hal. Hal. Laporan keuangan pada perbankan dapat menunjukkan kinerja yang telah dicapai perbankan pada suatu waktu. diantaranya aspek manajemen. ”Panduan Akuntansi Syari’ah”. 1999. Informasi dari laporan keuangan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi. serta 83 Bank Perkreditan Rakyat Syari’ah (BPRS). Op Cit. maka pada akhir tahun 2002 telah terdapat 2 bank umum syari’ah. Alat yang biasa yang digunakan untuk 5 6 Iman Hilman. Kinerja keuangan tersebut dapat diketahui dengan menghitung rasio-rasio keuangan sehingga dapat diukur prestasi suatu perbankan. 6 Sukses tidaknya suatu perbankan dipengaruhi oleh banyak aspek. 58. 6 Unit Usaha Syari’ah dari bank umum konvensional. et al. .

banking ratio. Rasio Rentabilitas dapat diketahui dengan menghitung return on assets (ROA). Yogyakarta. .8 Selain itu. maka setiap lembaga perbankan harus membuat laporan hasil kinerja keuangan berdasarkan ketentuan-ketentuan 7 8 Abdullah. 9 Munawir. primary ratio. Ekonisia. 2003. 2002. Hal. ”Manajemen Perbankan”. Sementara rasio efesiensi usaha dapat diketahui dengan menghitung leverage multipler ratio. Malang. return on equity (ROE). Analisis rasio ini merupakan teknis analisis untuk mengetahui hubungan antara pos-pos tertentu dalam neraca maupun laporan rugi laba bank secara individual maupun secara bersama-sama.21 mengetahui kinerja tersebut adalah dengan menggunakan analisis rasio. 57. Liberty. Faisal. dan loan to asset ratio. dan operasi/efesiensi usaha. analisis rasio juga membantu manajemen dalam memahami apa yang sebenarnya terjadi pada perbankan berdasarkan suatu informasi laporan keuangan baik dengan perbandingan rasio-rasio sekarang dengan yang lalu dan yang akan datang pada internal perbankan maupun perbandingan rasio perbankan dengan perbankan yang lainnya atau dengan rata-rata industri pada saat titik yang sama/perbandingan eksternal. dan gross profit margin (GPM). Rasio keuangan untuk mengukur solvabilitas bank dapat diketahui dengan menghitung capital adequacy ratio (CAR). Aspek likuiditas yang dipakai dalam rasio perbankan dapat diketahui dengan menghitung quick ratio. dan capital ratio. 2002. dan operating ratio.9 Oleh karena kegiatannya menyangkut uang masyarakat dan kepercayaan yang diberikan. yakni rasio likuiditas. ”Analisa Laporan Keuangan”. UMM Press. Hal. assets utillization ratio (AUR). 81-87. M. solvabilitas. Yogyakarta.7 . rentabilitas. Martono. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lain”.

dan menilai kemungkinan hasil-hasil yang akan datang dan keuntungan yang akan diterima. Analisis kinerja keuangan ini penting dilakukan sebagai dasar pengambilan keputusan manajemen lembaga agar tujuan serta sasaran yang diharapkan dapat tercapai Perbedaan mendasar antara sistem konvensional dan syari’ah adalah prinsip operasionalnya berdasarkan bunga dan bagi hasil. Selain itu. Kedua. Kinerja yang baik akan sangat berpengaruh pada para pemilik dana untuk menitipkan uangnya pada bank tersebut. mengukur tingkat biaya dari berbagai aktivitas. serta derajat keuntungan yang dapat dicapai. dari laporan hasil kinerja keuangan masing-masing dapat menentukan besarnya pajak serta dapat menilai kinerja suatu bank. dan Bank indonesia. Sebaliknya. Dewan Komisaris melalui laporan keuangan dapat menilai prestasi kerja direksi. dapat mempertanggungjawabkan kepercayaan yang diberikan. laporan hal kinerja keuangan pada periode-periode yang lalu membantu penyusunan rencana-rencana serta kebijakan-kebijakan yang lebih baik dan tepat.22 dari Bank Indonesia selaku pengawas perbankan di Indonesia. hasil lebih mudah . Pemerintah. Perbedaan sistem ini membawa konsekuensi yang berbeda pula dalam perolehan manfaat secara ekonomi. diantaranya yaitu : pertama. Laporan tersebut dapat memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Dalam sistem konvensional. Direksi. Ketiga. serta kebonafitan pengelolaan bank yang bersangkutan. apabila kinerja bank tersebut buruk maka pemilik dana tidak akan berminat untuk menitipkan uangnya pada bank tersebut.

Dalam konsep bank syari’ah.23 diperkirakan dan lebih mudah tampak hasilnya. Untuk mengetahui keberhasilan PT. rentabilitas. Bank Rakyat Indonesia sebagai bank yang kegiatan usahanya secara konvensional. sistem tingkat bunga tidak digunakan. manfaat ini sebenarnya bersifat semu karena di dalamnya tidak tersirat aspek keadilan berupa pembagian resiko. maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. dan PT. Instrumen yang diterapkan adalah sistem bagi hasil usaha yang diarahkan langsung kepada sektor investasi yang di dalamnya tersirat keadilan berupa pembagian resiko. Akan tetapi. B. BANK RAKYAT INDONESIA”. Bank syari’ah Mandiri dilihat dari rasio likuiditas. karena sistem bunga menerapkan perhitungan di muka dan tanpa memperhatikan proses pemanfaatan dana. Rumusan Masalah Berdasarkan pada uraian latarbelakang diatas. dan efisiensi selama periode 1999-2001 ? . BANK SYARIAH MANDIRI DAN PT. Bank Syari’ah Mandiri sebagai bank umum syari’ah pertama yang kegiatan usahanya menjalankan prinsip syari’ah. Bagaimana kinerja keuangan PT. maka penulis ingin melakukan penelitian dengan mengambil judul : ”ANALISA KOMPARASI KINERJA KEUANGAN ANTARA PT. solvabilitas.

Untuk mengetahui pertumbuhan kinerja keuangan PT. Bank Syari’ah Mandiri. Batasan Masalah Mengingat adanya keterbatasan waktu. dan efisiensi selama periode 1999-2001 ? 3.T Bank Syari’ah Mandiri yang terdiri dari rasio likuiditas. Analisis internal dan eksternal terhadap PT. Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio likuiditas. Bagaimana kinerja keuangan PT. maka dilakukan analisis internal dan eksternal.T Bank Syari’ah Mandiri hanya dengan menghitung capital adequacy ratio (CAR). Rasio rentabilitas dengan menghitung return on asset (ROA). yakni hanya dengan menghitung quick ratio. Sementara rasio efisiensi usaha hanya dengan menghitung leverage multipler ratio. Bank Syari’ah Mandiri dilakukan dari tahun 1999-2001. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. solvabilitas. . banking ratio dan loan to assets ratio. Bagaimana perbandingan kinerja keuangan PT. dan kemampuan penulis. maka penulis membatasi masalah pada aspek keuangan P.24 2. rentabilitas. Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001 ? C. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan yang berupa neraca dan laporan rugi laba sejak periode 19992001. assets utillization ratio (AUR) dan operating ratio dari tahun 1999-2001. return on equity (ROE) dan gross profit margin (GPM). Rasio keuangan untuk mengukur solvabilitas P. keilmuan. primary ratio dan capital ratio.

25

Pemilihan P.T Bank Rakyat Indonesia sebagai pembanding kinerja keuangan P.T Bank Syari’ah Mandiri didasarkan pada alasan karena : (1) P.T Bank Rakyat Indonesia merupakan bank konvensional pertama di Indonesia; dan (2) P.T Bank Rakyat Indonesia tergolong dalam kelompok bank yang sama dengan P.T Bank Syari’ah Mandiri, yaitu sebagai bank umum milik pemerintah.

D.

Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan batasan masalah yang dipaparkan diatas maka tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti, dan mendapatkan bukti empiris tentang perbedaan kinerja keuangan antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia dengan melihat dari rasio keuangannya, yakni yang mencakup pada rasio Likuiditas, Solvabilitas, Rentabilitas dan Efisiensi. Tujuan penelitian ini juga dapat dilihat dari pihak yang berkepentingan misalnya sebagai berikut : 1. Pimpinan Bank Analisa laporan keuangan oleh pimpinan bank dipergunakan untuk mengukur apakah bank telah beroperasi secara efektif dan efesien untuk menilai dimana letak kelemahan dan kekuatan suatu bank, yang mana hal ini akan digunakan untuk menyusun rencana kebijaksanaan operasi pada masa yang akan datang. 2. Kreditur

26

Analisa laporan keuangan oleh kreditur akan digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam membayar hutang-hutang jangka panjangnya. Oleh karena itu dalam analisa keuangan akan lebih banyak dikonsentrasikan pada ikhtisar rugi dan laba. 3. Penanam Modal Analisa laporan keuangan oleh penanam modal akan digunakan untuk mengambil keputusan apakah mereka akan menanam modalnya pada bank tersebut, menjual saham yang telah dimiliki atau tetap menahannya. 4. Pemerintah Analisa laporan keuangan oleh pemerintah akan digunakan untuk menetapkan pajak-pajak, statistik dan perkembangan perekonomian. 5. Karyawan Analisa laporan keuangan oleh karyawan akan digunakan untuk meminta pertimbangan kepada pengurus bank tentang kemungkinan kenaikan gaji, bonus dan lain-lainnya. 6. Pembina/Pemeriksa Bank Analisa Laporan keuangan oleh pembina/pemeriksa akan digunakan untuk membuat rencana pemeriksaan dan sebagai dasar untuk mendiskusikan laporan hasil pemeriksaan.

27

E.

Manfaat Penelitian Penulis berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat atau kegunaan bagi semua. Manfaat yang dapat diperoleh antara lain : 1. Bagi Penulis Dapat menambah pengetahuan penulis khususnya mengenai analisis kinerja keuangan dengan menggunakan analisis rasio-rasio keuangan sesuai yang telah diperoleh dibangku kuliah. 2. Bagi JEI-STAIN Surakarta Penulis berharap hasil penelitian ini dapat menambah literatur serta referensi yang dapat dijadikan sebagai bahan informasi bagi mahasiswa yang akan mengambil permasalahan serupa. 3. Bagi Pihak Lain Penulis berharap hasil penelitian ini dapat menambah khasanah keilmuan dan referensi yang dapat dijadikan sebagai sumber informasi yang berkaitan dengan kinerja keuangan bank.

F.

Metodologi Penelitian Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi : 1. Waktu Pelaksanaan penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama bulan November 2007 sampai dengan selesai, dengan mengumpulkan data yang diperoleh dari Perpustakaan Bank Indonesia Cabang Yogyakarta dan internet.

28 2. publikasi pemerintah. Studi ini dimaksudkan untuk menjelaskan karakteristik fenomena atau masalah yang ada. 11. 12 Ibid. 11 Sugiyono.12 4. Analisis Data Penelitian Dengan Statistik.13 Data ini biasanya diperoleh dari perpustakaan atau dari laporan-laporan penelitian terdahulu. Nur dan Bambang Supomo. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif. Misalnya data statistik. Hal. Objek Penelitian Penelitian dilakukan dengan mengambil objek dari PT. BPFE. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Laporan Publikasi Bank Indrianto. Metode Penelitian Bisnis. 2006. Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Bumi Aksara. ”Manajemen Perbankan Untuk Akuntansi dan Manajemen”. yaitu suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Yogyakarta. dan sebagainya. Hal. 13 Iqbal Hasan. yaitu penelitian terhadap fenomena atau populasi tertentu yang diproses peneliti dari subyek berupa individu. organisasional industri atau perspektif yang lain. 3. laporan keuangan perusahaan. kepustakaan. 19) 10 . Hal. Bank Rakyat Indonesia. Bank Syari’ah Mandiri dan PT.10 Menurut tingkat eksplanasinya. Bandung. 1997. 14. Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada. Jakarta. penelitian ini tergolong penelitian komparatif. 2005.11 Penelitian ini mengacu pada data berupa angka-angka sehingga dikategorikan dalam penelitian yang bersifat kuantitatif. Alvabeta.

Laporan Perusahaan Pengumpulan data yang dilakukan penulis dengan melihat dan mencatat data yang bersumber dari Laporan Publikasi Perbankan Indonesia di Bank Indonesia dan internet. majalah-majalah ilmiah maupun tulisan-tulisan lainnya yang berhubungan dengan kinerja keuangan. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data dalam penelitian ini digunakan metode sesuai dengan data yang diperlukan. 5. metode yang dimaksud adalah: a. dasar-dasar teoritis ini diperoleh dari literatur-literatur. Studi Pustaka Studi ini dilakukan untuk memperoleh landasan teori yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. hasil penelitian. dan sejarah perkembangan PT. analisa laporan keuangan. Analisis ini didasarkan pada data yang bersifat kuantitatif yaitu data berupa angka-angka yang terdapat pada laporan keuangan perusahaan. internet. 6. b. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis rasio keuangan (financial ratio analysis). Analisis . Bank Rakyat Indonesia. Analisis rasio keuangan berkaitan dengan penilaian kinerja perusahaan/bank.29 Indonesia dan referensi lain dari jurnal. dan sebagainya yang berkaitan dengan penelitian ini.

pinjaman berjangka. 14 . Jakarta. Formulasi dari masing-masing rasio tersebut adalah14 : Cash Assets 1) Quick Ratio = Total Deposit Cash assets (aset likuid) terdiri dari giro pada Bank Indonesia. solvabilitas. rentabilitas. ”Analisa Laporan Keuangan Untuk Perbankan”. Teguh Pudjo. Hal. Banking ratio. Langkah-langkah analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. dan tabungan.30 rasio keuangan yang digunakan adalah likuiditas. Djambatan. dan Loan to assets ratio. a. Melakukan analisis rasio likuiditas yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan perusahaan-perusahaan perbankan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek yang diukur melalui Quick ratio. rentabilitas. dan efesiensi. Menghitung dan menganalisis laporan keuangan perusahaanperusahaan perbankan dengan menggunakan alat rasio keuangan likuiditas. aktiva valuta asing. 67 − 69. solvabilitas. giro pada bank lain. 1992. Total Loan 2) Banking Ratio = Total Deposit Muljono. dan efesiensi. dan dana pihak ketiga yang terdiri dari deposito.

Total loan merupakan total kredit yang diberikan bank. dan cadangan (debitur dubius). dan Capital ratio. sedangkan Securities menunjukkan surat-surat berharga yang dimiliki bank. b. Total Loans 3) Loan to Assets Ratio = Total Assets Jumlah kekayaan total aktiva adalah yang diperoleh bank untuk melakukan aktivitasnya. Melakukan analisis rasio solvabilitas yang bertujuan untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan-perusahaan perbankan dalam membayar kewajiban jangka panjang yang diukur melalui Capital adequacy ratio (CAR). Formulasi dari masing-masing rasio tersebut adalah sebagai berikut : Equity Capital – Fixed Assets 1) CAR = Total Loan + Securities Equity capital merupakan modal sendiri yang dimiliki bank untuk menjalankan operasionalisasinya.31 Kredit yang diberikan (total loan) antara lain pinjaman pada Bank Indonesia. Equity Capital 2) Primary Ratio = Total Assets . Primary ratio.

Profit Planning&Control”. Equity Capital 3) Capital Ratio = Total Loans Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam menutup kemungkinan kegagalan yang ada dalam pemberian kredit. 433. BPFE. Yogyakarta. Formulasi dari masingmasing rasio adalah sebagai berikut :15 Laba Tahun Berjalan 1) ROA = Total Assets Rasio ini menunjukkan kemampuan suatu bank didalam mengelola asetnya untuk menghasilkan laba bersih. Melakukan analisis rentabilitas yang bertujuan untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan-perusahaan perbankan untuk menghasilkan laba dengan jumlah modal yang dimiliki yang diukur melalui Return on assets (ROA). 15 . “Bank Budgeting. Return on equity (ROE). Laba Tahun Berjalan 2) ROE = Total Equity Muljono. Teguh Pudjo. 1996. Hal.32 Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan modal sendiri / permodalan pada suatu bank untuk menutup penurunan asetnya akibat berbagai kerugian yang tidak dapat dihindarkan. dan Gross profit margin. c.

. Biaya Operasi + Biaya non Operasi 3) Operating Ratio = Pendapatan Operasi 16 Ibid. Operation Income + Non Operating Income 2) AUR = Total Assets Rasio ini untuk mengukur kemampuan manajemen bank didalam mengelola asetnya untuk menghasilkan operating income maupun non operating income.. d.33 Rasio ini menunjukkan kemampuan bank yang bersangkutan untuk menghasilkan laba bersih dari penggunaan modal yang ditanamkan pada bank yang bersangkutan. 435. Melakukan analisis efisiensi dengan menggunakan indikator Leverage multipler ratio. Operating income – Operating expenses 3) Gross Profit Margin = Operating Income Rasio ini menunjukkan kemampuan bank untuk menghasilkan laba dari operasi usahanya yang murni. Formulasi dari masing-masing rasio adalah sebagai berikut :16 Total Assets 1) Leverage Multipler Ratio = Total Equity Capital Rasio ini untuk mengukur sampai sejauh mana kepercayaan masyarakat terhadap suatu bank. Hal. dan Operating ratio. Asset utilization ratio.

Formulasi yang digunakan untuk mengetahui pertumbuhan kinerja bank adalah sebagai berikut : Ratio t – Ratio t-1 Pertumbuhan = Ratio t-1 Keterangan : Ratio t = Rasio tahun sekarang Ratio t-1 = Rasio tahun sebelumnya 3. Bank Rakyat Indonesia dari tahun ketahun secara keseluruhan (time series). Bank Syariah Mandiri dan PT.34 Rasio ini untuk mengukur rata-rata biaya operasional dan non operasional yang digunakan bank guna memperoleh pendapatan. Melakukan analisis eksternal dengan cara membandingkan rasio keuangan PT. Analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui kinerja keuangan pada masing-masing bank dari tahun ketahun berikutnya sehingga dapat diketahui tendensi perubahan (fluktuasi) atau pertumbuhannya. Melakukan analisis internal dengan cara membandingkan rasiorasio keuangan PT. Rasio keuangan pada masingmasing bank digunakan sebagai tolak ukur untuk menilai kinerja keuangan kedua bank tersebut. Bank Rakyat Indonesia pada periode yang sama. Bank Syari’ah Mandiri dengan PT. . 2.

35 G. BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN Bab ini akan menganalisis dan membahas rasio keuangan PT. metode penelitian dan sistematika penelitian. manfaat penelitian. tujuan penelitian. batasan masalah. Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001. analisa laporan keuangan. Bank Rakyat Indonesia. produk dan jasa. serta gambaran umum tentang perbankan konvensional dan perbankan syari’ah. BAB III : DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN Bab ini akan menggambarkan uraian singkat mengenai PT. rasio keuangan. serta kinerja keuangan selama periode 1999-2001. Sistematika Penelitian Sistematika penulisan penelitian ini terdiri atas : BAB I : PENDAHULUAN Bab ini mengemukakan tengtang alasan-alasan yang dijadikan sebagai latar belakang pemilihan judul. visi dan misi. BAB II : LANDASAN TEORI Bab ini berisi tentang uraian mengenai teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. struktur organisasi. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. yaitu dari segi sejarahnya. yaitu penjelasan tentang kinerja keuangan. serta menganalisis dan membahas . Bank Syari’ah Mandiri dan PT. rumusan masalah.

Bank Syari’ah Mandiri.36 perbedaan kinerja keuangan kedua bank tersebut selama periode 1999-2001. dan PT. BAB V : PENUTUP Bab ini berisikan uraian kesimpulan dan saran yang dapat dijadikan sebagai masukan bagi PT. . Bank Rakyat Indonesia mengenai kinerja keuangannya.

dan rentabilitas bank yang bersangkutan. 19 Fitri Dian Anggraini. 12. Yogyakarta.18 Kinerja keuangan berguna untuk menilai kondisi keuangan bank. solvabilitas. Hal. disamping itu informasi tersebut juga berguna dalam perumusan pertimbangan tentang efektifitas perusahaan dalam memanfaatkan tambahan sumber daya. Kinerja Keuangan Kinerja keuangan adalah gambaran tentang setiap hasil ekonomi yang mampu diraih oleh perusahaan perbankan pada saat periode tertentu melalui aktivitas-aktivitas perusahaan untuk menghasilkan keuntungan secara efesien dan efektif. 2007. Informasi fluktuasi kinerja bermanfaat untuk memprediksi kapasitas perusahaan dalam menghasilkan arus kas dari sumber daya yang ada. ”Analisis Kinerja Keuangan dan Tingkat kepailitan Perusahaan Perbankan di Indonesia Sebelum dan Sesudah Divestasi”. Kondisi keuangan bank dapat dicerminkan dari tingkat likuiditas.19 Sutriyani. Jakarta. Salemba Empat. ”Analisa Komparasi Kinerja Keuangan Antara Perbankan Konvensional dan Perbankan Syari’ah”. Yogyakarta. Universitas Negeri Yogyakarta. 17 . Fakultas Ilmu Sosial. Skripsi Program Sarjana. ”Standar Akuntansi Keuangan”.17 Informasi kinerja perusahaan terutama profitabilitas diperlukan untuk menilai perubahan potensi sumber daya ekonomi yang mungkin dikendalikan dimasa depan. 18 Ikatan Akuntansi Indonesia. Skripsi Sarjana. yang dapat diukur perkembangannya dengan mengadakan analisis terhadap terhadap data-data keuangan yang tercermin dalam laporan keuangan.37 BAB II LANDASAN TEORI A. Program Studi Manajemen. Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta-SEM Institute.

”Analisis Laporan Keuangan” Liberty. Perusahaan yang tidak mampu membayar hutang jangka pendek pada umumnya juga tidak mampu membayar hutang jangka panjang. Slamet. 2000. Yogyakarta. Yogyakarta. Hal. 227. BPFE.20 Likuiditas sebagai rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban finansial jangka pendek tepat pada waktunya. 2002. ”Manajemen Keuangan”. 22 Munawir. 40. 2002. namun apabila tidak mampu membayar hutang jangka pendeknya akan mengalami kebangkrutan. Meskipun perusahaan mampu memperoleh laba. Hal. Likuiditas Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutang jangka pendek maksimal satu tahun dengan sejumlah aktiva lancar yang dimiliki. M. Agus.22 Ada tiga rasio yang dapat digunakan untuk memperkirakan kemampuan perusahaan perbankan memenuhi kebutuhan jangka 20 Abdullah. Faisal. ”Dasar-Dasar Manajemen Keuangan”. UMM Press. .21 Kemampuan perusahaan untuk membayar hutang jangka pendek penting diketahui karena berkaitan dengan kemampuannya membayar hutang jangka panjang. Kemampuan perusahaan membayar hutang jangka pendek dapat diketahui dengan memahami sifat dari masing-masing unsur aktiva lancar. Hal ini disebabkan hutang jangka pendek perusahaan akan dibayar dengan aktiva lancarnya.38 Ukuran kinerja keuangan bank tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. 21 Sartono. Yogyakarta.

39 pendeknya. Jakarta. Rasio ini diperoleh Muljono. Quick Ratio Quick Ratio merupakan kemampuan bank mengembangkan dana nasabah dengan menggunakan aktiva lancarnya. banking ratio dan loan to assets ratio. Hal. Banking Ratio Banking ratio merupakan kemampuan bank membayar kembali kewajiban kepada nasabah yang telah menanamkan dananya. Formulasi dari rasio ini adalah : Total Loans Banking Ratio = Total Deposit c. Djambatan. ”Analisa Keuangan untuk Perbankan”. Loan to Assets Ratio Loan to assets ratio merupakan kemampuan bank memenuhi permintaan debitur dengan aset yang tersedia. Rasio ini diperoleh dengan cara membagi kas dengan total deposito yang terus disimpan pada bank bersangkutan. 23 . Teguh Pudjo. Ketiga ratio tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :23 a. yaitu quick ratio. 1992. Rasio ini dapat diformulasikan sebagai berikut : Cash Assets Quick Ratio = Total Deposit b. Rasio ini diperoleh dengan cara membagi pinjaman modal dari pihak lain dengan simpanan-simpanan atau deposito. 92.

2002. Rasio ini dapat diformulasikan sebagai berikut : Total Loan Loan to Asset Ratio = Total Assets 2. ”Bank dan lembaga Keuangan Lainnya”. Yogyakarta.25 Oleh sebab itu.24 Perusahaan dikatakan solvabel apabila memiliki aktiva yang cukup untuk membayar hutang jangka panjang. 24 25 Martono.40 dengan cara membagi kredit dengan jumlah aset yang dimiliki bank. Op Cit. primary ratio (equity to assets ratio) dan capital ratio (equity to loan ratio). Hal. namun biaya dan pendapatan merupakan transaksi yang bermuara pada kas. 240. Kemampuan perusahaan perbankan membayar hutang jangka panjang dapat diukur dengan rasio capital adequate ratio (CAR). laba merupakan faktor penting dalam untuk menentukan kemampuan membayar kewajiban jangka panjang. Hal. Ekonisia. Sementara perusahaan yang tidak memiliki aktiva yang cukup untuk membayar hutang jangka panjang disebut sebagai perusahaan yang unsolvable. 83. Meskipun laba yang dilaporkan tidak sama dengan kas yang tersedia untuk jangka pendek. Solvabilitas Solvabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban baik jangka pendek maupun jangka panjang. Solvabilitas perusahaan berhubungan dengan laba yang dilaporkan sebagai hasil dari proses akuntansi dasar waktu (accruals accounting basis). Munawir. .

Equity Capital – Fixed Assets CAR = Total loan + Securities b. Rasio ini diperoleh dengan cara membagi modal sendiri yang telah dikurangi dengan aktiva tetap dengan total kredit yang ditambah dengan surat berharga. Rasio ini diperoleh dengan membagi modal sendiri dengan total aset bank yang dapat diformulasikan sebagai berikut : Equity Capital Primary Ratio = Total Assets c. Primary Ratio (Equity to Assets Ratio) Primary ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan modal sendiri/permodalan pada suatu bank untuk menutup penurunan asetnya akibat berbagai kerugian yang tidak dapat dihindarkan. Rasio ini diperoleh dengan membandingkan modal sendiri . Capital Adequate Ratio (CAR) Capital adequate ratio (CAR) merupakan rasio untuk mengukur kemampuan modal menutupi kemungkinan terjadinya kegagalan dalam perkreditan dan perdagangan surat berharga.41 Rasio-rasio tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Rasio ini berbeda dengan CAR. Perbedaan kedua rasio tersebut terdapat pada adanya kepastian kerugian yang dialami oleh bank. Capital Ratio (Equity to Loan Ratio) Capital ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan modal sendiri menutup sejumlah pinjaman nasabah atau pembiayaan oleh bank.

Hal. 208. Op Cit.26 Kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba merupakan informasi penting bagi berbagai pihak. Abdullah. Rasio ini diperoleh dengan cara membagi laba tahun berjalan dengan total aset yang dimiliki. 28 Kemampuan perusahaan menghasilkan 29 laba mengindikasikan bahwa terdapat aliran kas masuk. AMP-YKPN. Rasio ini diformulasikan sebagai berikut : Ibid. 245. Rasio ini dapat diformulasikan sebagai berikut : Equity Capital Capital Ratio = Total loans 3. 27 26 . Yogyakarta.42 dengan total kredit atau pinjaman-pinjaman nasabah dan pembiayaan yang dilakukan oleh bank. 2003. Ketiga rasio tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Hal. Op Cit. Return on asset (ROA) Return on asset merupakan rasio untuk mengukur kemampuan bank memperoleh laba atas pemanfaatan aset yang dimiliki. 28 Hanafi. ”Analisis Laporan Keuangan”. Hal. 47. Rasio yang umum digunakan untuk menganalisis rentabilitas perusahaan perbankan adalah return on Asset (ROA).27 laba perusahaan memberikan gambaran mengenai kompensasi yang dapat diperoleh karyawan. return on equity (ROE) dan gross profit margin (GPM). Rentabilitas Rentabilitas merupakan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan atau laba. 29 Muljono Teguh Pudjo. Mamduh dan Abdul Halim.

Gross profit margin (GPM) Gross profit margin merupakan rasio untuk mengukur kemampuan bank menghasilkan laba dari operasional usahanya yang murni. Rasio ini diformulasikan sebagai berikut : Laba Tahun Berjalan ROE = Total Equity c. Rasio ini diperoleh dengan cara membagi laba tahun berjalan dengan total modal. Semakin tinggi ROE maka semakin tinggi pula laba yang diperoleh perusahaan sehingga rentabilitas bank semakin baik. Return on equity (ROE) Return on equity merupakan rasio untuk mengukur kemampuan bank memperoleh laba dan efesiensi secara keseluruhan operasional melalui penggunaan modal sendiri. Rasio ini diperoleh dengan cara membandingkan hasil pengurangan pendapatan operasi dan biaya operasi dengan biaya operasi.43 Laba Tahun Berjalan ROA = Total Assets b. kinerja keuangan dalam perbankan juga dapat diketahui dengan melakukan analisis rasio efisiensi usaha. Rasio efisiensi merupakan rasio untuk mengukur kinerja . Formulasi dari rasio ini adalah : Pendapatan Operasi – Biaya Operasi Gross Profit Margin = Pendapatan Operasi Selain dari ketiga rasio tersebut.

44 manajemen bank dalam menggunakan semua faktor produksinya secara tepat guna dan berhasil guna. Operating Ratio Operating ratio merupakan rasio untuk mengukur rata-rata biaya operasional dan non operasional yang digunakan bank guna memperoleh pendapatan. Leverage Multipler Ratio Leverage multipler ratio digunakan untuk mengukur kemampuan bank mengelola aktiva yang dikuasainya. Rasio ini diperoleh dengan mambagi hasil penambahan antara pendapatan operasi dan pendapatan non operasi dengan total aset. yaitu : a. Rasio efesiensi usaha dalam perusahaan perbankan dapat diukur dengan menggunakan tiga rasio. Asset Utillization Ratio (AUR) Asset utillization ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan bank memanfaatkan aktiva yang dikuasainya guna memperoleh total pendapatan. Rasio ini diperoleh dengan cara membagi total aset dengan total modal yang dapat diformulasikan sebagai berikut : Total Assets Leverage Multipler Ratio = Total Equity Capital b. Rasio ini diperoleh dengan membagi hasil . Formulasi dari rasio ini adalah : Operating Income + Non Operating Income AUR = Total Assets c.

laporan rugi laba. terutama dalam bidang perbankan menuntut adanya peranan akuntansi yang dapat memberikan informasi keuangan yang dibutuhkan masyarakat dalam mengambil keputusan-keputusan ekonomi. 2. Pengertian laporan keuangan Perkembangan yang terjadi dalam bidang perekonomian. Bentuk informasi yang diberikan oleh akuntansi adalah laporan keuangan. laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti.30 30 Ikatan Akuntansi Indonesia. Hal. . Laporan Keuangan 1. Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. misalnya sebagai laporan arus kas. Jakarta. Laporan keuangan lengkap biasanya meliputi neraca. atau laporan arus dana) catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Bank komersial baik bank umum maupun bank perkreditan rakyat yang berdasarkan prinsip syari’ah maupun konvensional diwajibkan memberikan laporan keuangan pada setiap periode tertentu. Salemba Empat. ”Standar Akuntansi Keuangan”.45 penambahan antara biaya operasi dan non operasi dengan pendapatan operasi yang diformulasikan sebagai berikut : Biaya Operasi + Biaya Non Operasi Operating Ratio = Pendapatan Operasi B.

31 a. dan modal bank pada waktu tertentu. kewajiban. baik bagi pihak dalam maupun pihak luar perusahaan/bank tersebut. kewajiban. Laporan keuangan disusun sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban manajemen terhadap pihak-pihak yang berkepentingan dengan kinerja yang telah dicapai oleh bank Tujuan penyusunan laporan keuangan suatu bank secara umum adalah sebagai berikut. 31 Martono. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lain”. 62. 2002. 2. Yogyakarta. dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan terdiri atas proses pencatatan dan pelaporan data keuangan dalam suatu periode kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Hal.46 Dengan memahami pengertian laporan keuangan di atas. Memberikan informasi tentang hasil usaha yang tercermin dari pendapatan yang diperoleh dan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam periode tertentu. b. Memberikankan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam aktiva. . Tujuan Laporan Keuangan Pada dasarnya. dan modal suatu bank. c. tujuan utama penyajian laporan keuangan suatu bank adalah untuk memberikan gambaran mengenai hasil-hasil yang telah dicapai dalam satu periode waktu yang telah berlalu. Ekonisia. Memberikan informasi keuangan tentang jumlah aktiva.

dan hasil Tim Pengembangan Perbankan Syari’ah IBI. Produk dan Implementasi Operasional Bank Syari’ah”. b. saat. Jakarta. dan pihak-pihak lain dalam memperkirakan jumlah. Informasi dalam pengambilan keputusan investasi dan pembiayaan laporan keuangan keuangan bertujuan menyediakan informasi yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan yang rasional. ”Konsep. Oleh karena itu. informasi dapat dipahami oleh pelaku bisnis dan ekonomi yang mencermati informasi yang disajikan dengan seksama. kreditur. 282-283. bagi hasil. Djambatan.47 d. Pelaporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi yang dapat menukung investor/pemilik dana. dan ketidakpastian dala penerimaan kas dimasa depan atas deviden. Fungsi Laporan Keuangan Sebagai bahan informasi yang digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen bank dalam suatu periode. Informasi dalam menilai prospek arus kas. Dengan melihat laporan keuangan maka akan dapat diketahui kondisi keuangan suatu perusahaan/bank. 3. juga dapat menilai kinerja manajemen bank yang bersangkutan sehingga diharapkan dapat menjaga kepercayaan dan meningkatkan transparansi kondisi keuangan kepada publik. laporan keuangan setidaknya harus berfungsi sebagai berikut :32 a. Hal. 32 .

. pelunasan (redemption). d. serta pembayaran deviden. Prospek penerimaan kas tersebut sangat tergantung dari kemampuan bank untuk menghasilkan kas guna memenuhi kewajiban yang telah jatuh tempo. dan peristiwa yang dapat mempengaruhi perubahan sumber daya tersebut. Persepsi investor dan kreditur atas kemampuan bank tersebut akan mempengaruhi harga pasar surat berharga yang bersangkutan. serta informasi mengenai pendapatan dan pengeluaran yang tidak sesuai dengan prinsip syari’ah dan bagaimana pendapatan tersebut diperoleh serta penggunaannya. kebutuhan operasional. Informasi mengenai kepatuhan bank terhadap prinsip syari’ah. serta kemungkinan terjadinya transaksi. dan jatuh tempo dari surat berharga atau pinjaman. reinvenstasi dalam operasi. c. Persepsi investor/pemilik dana dan kreditur akan memaksimalkan pengembalian dana yang telah mereka tanamkan an akan melakukan penyesuaian terhadap resiko yang mereka persepsikan atas perusahaan yang bersangkutan.48 dari penjualan. Informasi atas sumber daya ekonomi Pelaporan keuntungan bertujuan memberikan informasi tentang sumber daya ekonomi bank (economic resources). kewajiban bank untuk mengalihkan sumber daya tersebut kepada entitas lain atau pemilik saham.

Laporan keuangan bersifat umum. Hal. mengenvestasikannya pada tingkat keuntungan yang rasional. Informasi mengenai pemenuhan fungsi sosial bank. Karenanya. terasuk pengelolaan dan penyaluran zakat. Sifat Laporan Keuangan Sifat laporan keuangan antara lain:33 a. maka lazimnya dipilih alternatif yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil. b. serta informasi mengenai tingkat keuntungan investasi yang diperoleh pemilik dan pemilik rekening invenstasi. yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat. dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu. bila terdapat beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos. Informasi untuk membantu pihak terkait didalam menentukan zakat bank atau pihak lainnya. Informasi untuk membantu mengevaluasi pemenuhan bank terhadap tanggungjawab amanah dalam mengamankan dana. Laporan keuangan bersifat historis. 4. laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi. laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian.49 e. g. 33 Ibid. 286-287. f. . c.

Komponen Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan sarana utama dimana dunia usaha mengkomunikasikan posisi keuangan serta hasil-hasil usaha yang telah dicapainya. penerapan prinsip akuntansi terhadap suatu fakta atau pos tertentu mungkin tidak dilakukan jika hal ini menimbulkan pengaruh yang material terhadap kelayakan laporan keuangan. dan pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat dari informasi yang dilaporkan. Laporan-laporan ini memberikan info tentang sehatnya keuangan keuangan sebuah perusahaan dan tentang perubahan-perubahan yang berarti dalam sumber daya dan kewajibannya dalam suatu format yang berguna bagi para pengambil keputusan. g. f. Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material. Demikian pula. . Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan. laporan rugi laba. Ada empat laporan keuangan pokok. yakni neraca. Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis. Laporan keuangan lebih menekankan pada makna ekonomis suatu peristiwa/transaksi daripada bentuk hukumnya (formalitas).50 d. dan laporan arus kas. laporan laba ditahan. h. 5. e. Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomis dan tingkat kesuksesan antarperusahaan.

”Analisa Laporan Keuangan”. (5). Pihak-pihak Pemakai Laporan keuangan Pihak-pihak yang berkepentingan atau pemakai laporan keuangan mencakup 6 (enam) pihak yaitu : (1). (4).51 Laporan keuangan bank syari’ah tidak jauh berbeda dengan laporan keuangan perusahaan pada umumnya. Investor dan Pemegang Saham. hanya saja pada bank syari’ah lebih sedikit luas dibanding dengan perusahaan lain. Hal. Sumber dana dan penggunaan dana ZIS. Yogyakarta. Menurut PSAK 59-IAI bahwa laporan keuangan bank syari’ah terdiri atas perangkat-perangkat laporan keuangan yang terdiri atas : a. 2000. Sumber dan penggunaan dana Qardhul hasan. b. (3). e. f. Karyawan. Supplier. Laba rugi. dan (6). Manajemen. d. 6. Hal itu karena adanya perbedaan prinsip yakni prinsip Syari’ah yang mana prinsip Syari’ah bersifat komprehensif dan universal. Perubahan arus ekuitas. Manajemen 34 Munawir. . Liberty. c. Masyarakat. (2). Pihak-pihak yang berkepentingan atau pemakai laporan keuangan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:34 1. Pemerintah. Perubahan investasi terikat. 7. g. Arus kas. sehingga pembahasannya pun lebih luas. Laporan posisi keuangan (neraca).

Dalam mengambil keputusan memberikan kredit atau tidak. supplier akan mempertimbangkan likuiditas. earning ratio. dan potensi deviden. earning per lembar saham.52 Manajemen merupakan pihak internal perusahaan yang berkepentingan sehubungan dengan penggunaan laporan keuangan. mempertahankan atau menjual sahamnya. Laporan keuangan bagi manajemen digunakan sebagai dasar perencanaan. menjual atau menambah sahamnya. pada dasarnya keputusan para pemegang saham tidak sebatas pada membeli. 3. dan distribusi laba. Selain itu laporan keuangan bagi manajemen juga digunakan untuk menentukan profitabilitas perusahaan. operasi dan investasi. Supplier Laporan keuangan tidak hanya dibutuhkan oleh pihak internal perusahaan saja. Selain itu juga digunakan untuk mengambil keputusan untuk mempertahankan. tetapi juga pihak eksternal yaitu supplier atau pemberi pinjaman. Laporan keuangan bagi pihak-pihak ini dibutuhkan untuk mengetahui kelancaran aktivitas dan profitabilitas perusahaan. 2. pengendalian dan pengambilan keputusan keuangan. Investor dan Pemegang Saham Pihak lain yang berkepentingan dengan pemakaian laporan keuangan adalah investor dan pemegang saham. tetapi juga waktu yang tepat untuk menjual atau membeli saham pada perusahaan yang bersangkutan. .

misalnya penentuan jumlah penggantian dalam kontrak cost-plus basis atau untuk memonitor keuntungan pelaksanaan bisnis pemerintah (BUMN). b. Karyawan berkepentingan terhadap kelangsungan usaha dan profitabilitas operasi dimasa mendatang. pajak pertambahan nilai dan pajak kekayaan. Pemerintah Informasi-informasi dalam laporan keuangan perusahaan dibutuhkan pemerintah untuk melakukan beberapa hal sebagai berikut : a. d. Menentukan kepatuhan perusahaan terhadap perundang- undangan yang berlaku. Memonitor pelaksanaan kontrak-kontrak pemerintah. misalnya penerimaan dari pajak penghasilan. Meningkatkan pendapatan. pajak penjualan. pihak ini juga membutuhkan laporan keuangan untuk mengetahui informasi-informasi tersebut. Menentukan tarif. 5. Karyawan Karyawan juga merupakan salah satu pihak yang berkepentingan dalam penggunaan laporan keuangan. Hal penting dari laporan .53 profitabilitas dan jumlah hutang dibanding dengan modal. misal tarif listrik dan telpon. 4. c. oleh sebab itu. Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat menimbulkan berbagai motivasi.

Mengadakan analisa hubungan dari berbagai pos dalam suatu laporan keuangan adalah merupakan dasar untuk dapat menginterpretasikan kondisi keuangan dan hasil operasi suatu perusahaan. .54 keuangan yang umumnya diperhatikan karyawan adalah mengenai penjualan dan laba perusahaan karena berkaitan dengan penentuan bonus dan pembagian keuntungan. Laporan keuangan perusahaan bagi pihak ini merupakan sumber informasi yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan mengenai kelangsungan perusahaan. 64. Pihak ini berkepentingan untuk memonitor kelangsungan operasi perusahaan karena memiliki hubungan jangka panjang. Masyarakat Umum Masyarakat umum yang berkepentingan dalam penggunaan laporan keuangan yang dimaksudkan adalah pelanggan atau konsumen. Analisis Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi yang berhubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan. Hal. C.35 Analisa Laporan Keuangan adalah merupakan suatu proses untuk membantu memecahkan dan sekaligus menjawab masalah-masalah yang 35 Ibid. 6.

. ”Analisa Laporan Keuangan Perbankan”. Oleh karena itu dalam analisa laporan keuangan akan lebih banyak dikonsenstrasikan pada ikhtisar rugi dan laba bank. Ibid.36 2. yang mana hal ini akan digunakan untuk menyusun rencana kebijaksanaan operasi pada masa yang akan datang. 1. b. diantaranya sebagai berikut :37 a. menjual saham yang telah dimiliki atau tetap menahannya.55 timbul dalam suatu organisasi. Hal. c. baik organisasi perbankan maupun organisasi yang tidak bertujuan memperoleh laba. 1996. Penanam Modal Analisa laporan keuangan oleh penanam modal akan digunakan untuk mengambil keputusan apakah mereka akan menanamkan modalnya pada bank tersebut. Tujuan Analisis Keuangan Adapun tujuan daripada Analisa laporan keuangan dapat ditinjau dari berbagai pokok/pihak yang berkepentingan atas laporan tersebut. 2. Pimpinan Bank Analisa laporan keuangan oleh pimpinan bank digunakan untuk mengukur apakah bank telah beroperasi secara efektif dan efesien untuk menilai dimana kelemahan dan kekuatan suatu bank. 36 37 Bank Indonesia. Yogyakarta. Hal. BI. Kreditur Analisa laporan keuangan oleh kreditur akan digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam membayar hutang-hutang jangka panjangnya.

Hal. Karyawan Analisa laporan keuangan oleh karyawan oleh karyawan akan digunakan untuk meminta pertimbangan kepada pengurus bank tentang kemungkinan kenaikan gaji. Metode ini dikenal dengan analisa vertikal. Menganalisa kegiatan dua atau beberapa tahun operasional bank. Pemerintah Analisa laporan keuangan oleh pemerintah akan digunakan untuk menetapkan pajak-pajak. Metode Analisis Metode analisa umumnya dibagi kedalam 2 (dua) jenis. Metode ini dikenal dengan analisis horizontal. Analisa hanya dibatasi pada tahun yang diperiksa saja tanpa membandingkan umumnya dengan tahun-tahun analisa sebelumnya. 5. statistik. f. dan lainnya. dan perkembangan perekonomian. yaitu:38 a. . 3. 2000.56 d. e. yaitu Metode ini menggunakan rasio. Op Cit. 38 Munawir. membandingkan komponen-komponen laporan keuangan tahun yang dianalisa. Pembina/Pemeriksa Bank Analisa laporan keuangan oleh pembina/pemeriksa akan digunakan untuk membuat rencana pemeriksaan dan sebagai dasar untuk mendiskusikan laporan hasil pemeriksaan.. Metode lebih mengarah kepada analisa yang lebih mendalam atas fluktuasi data keuangan dalam beberapa tahun. bonus. b.

39 Rasio dapat dihitung berdasarkan laporan keuangan yang telah tersedia. 64. Penggunaan Rasio dalam Analisa Keuangan Tujuan Utama penyajian laporan keuangan bank adalah untuk memberikan gambaran mengenai hasil-hasil yang telah dicapai dalam satu periode waktu yang telah berlalu (past performance). Neraca (balance sheet) yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada suatu saat. Hal. 39 40 Ibid. terdiri dari :40 a. ”Alat-Alat Analisis Dalam Pembelanjaan Perusahaan”. Hal. 108. Selanjutnya laporan keuangan bank berfungsi pula sebagai alat pertanggungjawaban manajemen baik kepada pemilik maupun otoritas moneter serta instansi-instansi lainnya yang berkepentingan. dan dengan menggunakan alat analisa berupa rasio ini akan dapat menjelaskan atau memberi gambaran kepada penganalisa tentang baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu bank. Metode analisis yang digunakan adalah rasio. . Yogyakarta. Rugi/laba (income statement) merupakan laporan operasi perusahaan selama periode tertentu. 1993. Alwi Syafarudin. Rasio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan (mathematical relation ship) antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain.57 D. b. Andi Offset. Oleh karena itu angka-angka yang tercantum dalam laporan keuangan perusahaan/bank perlu diolah melalui metode analisis tertentu sehingga dapat digunakan sebagai alat pengambilan keputusan.

9. 3. NV Bank Sulawesi di Manado tahun 1946. 42 Beberapa bank Belanda dinasionalisir oleh Pemerintah Indonesia. Bank-bank di zaman awal kemerdekaan antara lain : 1. 5. 41Mayoritas bank yang berkembang di Indonesia dewasa ini adalah bank yang berorientasi pada prinsip konvensional. Indonesian Banking Corporation tahun 1947 di Yogyakarta. RajaGrafindo Persada. Hal. PT. Jakarta. Bank surakarta MAI (Maskapai Adil Makmur) tahun 1945 di Solo. Bank ini berasal dari DE ALGEME VOLK CREDIET bank atau Syomin Ginko. 2. kemudian menjadi Bank Amerta.58 E. Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1946 di Medan. Hal ini tidak terlepas dari sejarah bangsa Indonesia dimana asal mula bank di Indonesia dibawa oleh kolonial Belanda. . Bank Dagang Indonesia NV di Banjarmasin tahun 1946. 2005. 7. Hal. 6. 42 Ibid. 4. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya”. 8. Bank Indonesia di Palembang tahun 1946. Kalimantan CorporationTrading di Samarinda tahun 1950 kemudian merger dengan Bank Fasifik. 38. 41 Kasmir. Bank Negara Indonesia yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 kemudian menjadi BNI 1946. Bank Rakyat indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. 29. Perbankan Konvensional Berdasarkan sistem pembayaran jasanya dalam lalu lintas pembayaran. bank dalam pelaksanaan kegiatan usahanya dapat secara konvensional atau berdasarkan prinsip syari’ah.

dimana suku bunga simpanan lebih besar dari suku bunga kredit. Kredit Investasi b. 40. Kredit Modal Kerja c.59 10. 25. 2005. Menghimpun dana dari masyarakat (Funding) dalam bentuk : a. Kredit Perdagangan 43 44 Martono. Menyalurkan dana ke masyarakat (Lending) dalam bentuk : a. . Bank Timur NV di Semarang berganti nama menjadi Bank Gemari.43 Keuntungan utama dari bisnis perbankan yang berdasarkan prinsip konvensional diperoleh dari selisih bunga simpanan yang diberikan kepada penyimpan dengan bunga pinjaman atau kredit yang disalurkan. Apabila suatu ank mengalami kerugian dari selisih bunga. Simpanan Tabungan (Saving Deposit) c. Yogyakarta. baik penghimpunan dana maupun dalam rangka penyaluran dananya memberikan dan mengenakan imbalan berupa bunga atau sejumlah imbalan dalam persentase tertentu dari dana untuk suatu periode tertentu. Hal. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lain”. Simpanan Giro (Demand Deposit) b. 2002.44 Adapun kegiatan-kegiatan perbankan yang ada di Indonesia dewasa ini adalah :45 1. Bank Konvensional yaitu bank yang dalam aktivitasnya. kemudian merger dengan Bank Central Asia (BCA) tahun 1949. Ekonisia. maka istilah ini dikenal dengan nama negatif spread. Op Cit. 45 Ibid. Kasmir. Simpanan Deposito (Time Deposit) 2. Hal. Keuntungan dari selisih bunga di bank dikenal dengan istilah spread based.

Referensi Bank i. air.60 3. Inkaso (Collection) c. Memberikan jasa-jasa bank lainnya (services) seperti : a. Di dalam pasar modal perbankan dapat memberikan atau menjadi penjamin emisi (underwriter). Jual beli surat-surat berharga m. . perantara perdagangan efek (pialang/broker). wali amanat (trustee). penjamin (guarantor). Cek wisata (travelers Cheque) l. o. dan perusahaan pengelola dana (investmen company) p. deviden. kupon. Safe Deposit Box e. Letter of Credit (L/C) k. dan bonus/hadiah. n. Bank Garansi h. Melayani pembayaran-pembayaran seperti gaji / pensiun / honorarium. Menerima setoran-setoran seperti pembayaran pajak. Bank Notes (Valas) g. pedagang efek (dealer). Bank Card f. dan jasa-jasa lainnya. Kliring (Clearing) d. dan uang kuliah. Transfer (Kiriman Uang) b. telepon. listrik. Bank Draft j.

b. yaitu sebagai berikut: 1. antara lain : faktor ekonomi. Menghapus pagu kredit sehingga bank-bank nasional dapat memberikan kredit secara lebih leluasa sesuai dengan kemampuannya. “Analisis Kinerja Keuangan Bank Dengan Metode CAMEL : Studi Kasus Pada P. maupun suku bunga kredit dalam rangka meningkatkan mobilisasi dana dari dan kepada masyarakat. Akibatnya. 46 . Skripsi Program Sarjana. kurang memiliki kreativitas. faktor sosial. Bank diberi kebebasan menentukan sendiri suku bunga deposito. industri perbankan nasional ditandai dengan campur tangan Bank Indonesia dalam pengaturan pagu kredit dan tingkat bunga terhadap bank-bank nasional serta penyediaan kredit. pola pengelolaan bank-bank komersional cenderung konvensional. Jurusan Akuntansi. Universitas Janabadra. dan tidak inovatif. 2. Tbk”. dan faktor politik. Paket 1 Juni 1983 (Pakjun 83) Deregulasi Pakjun 83 berisikan tiga hal utama. Banyak faktor yang menyebabkan pasang surut industri perbankan Indonesia. 1-4.61 Industri perbankan Indonesia telah mengalami pasang surut seiring dengan perjalanan waktu. kurang profesional. Era sebelum Juni 1983 Pada era sebelum Deregulasi Juni 1983. tabungan. Fakultas Ekonomi. Desty Damayanti. Yogyakarta.T. dengan harapan bank dapat berkembang secara wajar. Kronologis perkembangan industri perbankan Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut :46 a. 2005. Likuiditas dalam jumlah melimpah sehingga bank-bank komersial hanya berfungsi sebagai penyalur kredit Bank Indonesia. Hal. Bank Global Internasional.

. yakni : 1. Surat Edaran Bank Indonesia tanggal 29 Mei 1993 Bank Indonesia selaku pengawas dan pembimbing bank nasional telah menetapkan ketentuan tentang penilaian tingkat kesehatan bank dengan Surat Edaran Bank Indonesia No. Bank Asing boleh beroperasi dikota selain Jakarta. 3.62 3. d. menjadi 10 % pada akhir tahun 1997. Kemudahan membuka cabang baru. Mengurangi sebanyak mungkin atau meniadakan ketergantungan atau meniadakan kredit likuiditas. Peraturan Pemerintah Nomor 68 tahun 1996 PP No.68/1996 antara lain berisikan tentang unsure yang harus dipenuhi oleh industri perbankan nasional. Paket 28 Oktober 1988 (Pakto 88) Pakto 88 berisi antara lain : 1. e. c. 2. Reserve Requirement (RR) diturunkan menjadi 2 %. 4. 26/BPPP/1993 tanggal 29 Mei 1993 yang dikenal denegan metode CAMEL. Peningkatan rasio kecukupan modal (CAR) minimal 8 % dari ATMR. dan 12 % pada tahuun 2001. Kemudahan mendirikan bank baru. Liberalisasi perbankan tersebut menyebabkan bisnis perbankan berkembang dengan pesat dengan persaingan yang semakin keat dan semarak. Deregulasi ini berupaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap financial market sambil mendorong perbankan kearah kompetisi (persaingan) yang efisien dan sehat.

3. dan Bank Indonesia mengumumkan berbagai keputusan dalam rangka penyehatan perbankan nasional. Pengumuman Pemerintah tanggal 13 Maret 1999 Pada tanggal 13 Maret 1999. f. yakni : 1. Penegasan kemandirian Bank Indonesia dalam pembinaan dan pengawasan perbankan dengan mengalihkan kewenangan seluruh perizinan dibidang perbankan dari semula berada pada Menteri Keuangan. Peningkatan modal disetor menjadi Rp 50 Milyar bagi bank-bank umum non devisa. . Peningkatan GWM dari 3 % menjadi 5 % per April 1997. 3. 10 tahun 1998 Undang-undang ini merupakan penyempurnaan dan perubahan dari Undang-undang No. pemerintah melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). 7 tahun 1992. Kemudahan pelaksanaan prinsip syari’ah dalam kegiatan usaha bank. 7 bank nasional diambil alih atau Bank Take Over (BTO). dan Rp 150 Milyar bagi bank devisa.63 2. 38 bank nasional ditutup atau Bank Beku Operasi (BBO). 5. Undang-undang No. 2. Undang-undang ini mencakup atas halhal sebagai berikut : 1. Perubahan cakupan rahasia bank. Penyesuaian ketentuan dan kepemilikan bank dengan menghapus diskriminasi peraturan antara bank campuran dan bank umum. 4. Pembentukan badan khusus sebagai pelaksana program penyehatan perbankan. 2. g.

47Gagasan untuk mendirikan bank syari’ah di Indonesia sebenarnya sudah muncul sejak pertengahan tahun 1970-an. 14/1967. siapa yang bersedia menaruh modal dalam ventura seacam itu. Hal. yaitu baru pada awal tahun 1990-an. Operasi bank syari’ah yang menerapkan prinsip bagi hasil belum diatur. merupakan bagian dari atau berkaitan dengan konsep negara Islam. Dawam Raharjo. Jakarta. Masih dipertanyakan. Lembaga Studi Agama dan Filsafat. dan karena itu. Namun. 73 bank nasional tidak diikut sertakan dalam program rekapitalisasi. ada beberapa alasan yang menghambat ide ini : 1. 1999. 9 bank nasional diikut sertakan dalam program rekapitalisasi. sementara pendirian bank baru dari Timur Tengah masih Muh. 47 . F. 3. Konsep bank syari’ah dari segi politis berkonotasi ideologis. yakni UU No. tidak sejalan dengan UU Pokok Perbankan yang berlaku.64 3. Hal ini dibicarakan pada seminar nasional Hubungan IndonesiaTimur Tengah pada 1974 dan pada tahun 1976 dalam seminar internasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Studi Ilmu-Ilmu Kemasyarakatan (LSIK) dan Yayasan Bhineka Tunggal Ika. ”Islam dan Transformasi Sosial-Ekonomi”. 405. Perbankan Syari’ah kehadiran bank yang berdasarkan syari’ah di Indonesia masih relatif baru. 2. dan karena itu tidak dikehendaki pemerintah. 4. meskipun masyarakat Indonesia merupakan masyarakat muslim terbesar di dunia.

bank syari’ah dapat menginvestasikan dana yang dimilikinya maupun dana nasabah yang dipercayakan kepadanya. 3. Djambatan. Fungsi dan peran bank syari’ah yang diantaranya tercantum dalam pembukaan standar akuntansi yang dikeluarkan oleh AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution). Manajer Investasi. bank syari’ah dapat melakukan kegiatan-kegiatan jasa-jasa layanan perbankan sebagaimana lazimnya. 49 Wiroso. ”Teknik Perhitungan Bagi Hasil dan Profit Margin pada Bank Syari’ah”. 24. 72 Tahun 1992 yang direvisi dengan UU No. bank syari’ah dapat mengelola investasi dana nasabah. 48 . Hal. yaitu yang berkaitan dengan lahirnya Peraturan Pemerintah No. perbankan syari’ah telah mendapatkan kesempatan untuk menjalankan kegiatan operasionalnya secara lebih optimal. dan Implementasi Operasional Bank Syari’ah”. Yogyakarta. ”Konsep. Hal.49 Dengan adanya berbagai ketentuan tersebut. 3. 2. ”Penghimpunan Dana dan Distribusi Hasil Usaha Bank Syari’ah”. Investor. 10 tahun 1998 tersebut. Keberadaan perbankan syari’ah mulai berkembang pesat setelah adanya Paket Deregulasi. dan diharapkan dapat memiliki daya saing tinggi dengan sistem perbankan konvensional. Jakarta. 4. 10 tahun 1998. Muhammad. 2004. Jakarta. Hal.65 dicegah. Bank Indonesia sebagai otoritas perbankan juga mengeluarkan beberapa ketentuan yang berkaitan dengan perbankan syari’ah. PT. 2005. sebagai berikut:50 1. antara lain pembatasan bank asing yang ingin membuka kantornya di Indonesia.Grasindo. 50 Tim Pengembangan Perbankan Syari’ah IBI. 2001. UII Press. Produk.48 Sebagai tindak lanjut dari UU No. Penyedia jasa keuangan dan lalu lintas pembayaran.

4. yang diarahkan kepada kegiatan usaha yang produktif. dimana jenis-jenis usaha tersebut selain dilarang dalam Islam. Mengarahkan kegiatan ekonomi umat untuk ber-muamalat secara Islam. agar tidak terjadi kesenjangan yang amat besar antara pemilik modal dengan pihak yang membutuhkan dana. Untuk meningkatkan kualitas hidup umat dengan jalan membuka peluang berusaha yang lebih besar terutama kelompok miskin. Jakarta. ”Azaz-Azaz Perbankan Islam dan Lembaga-lembaga Terkait”. juga telah menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan ekonomi rakyat. menuju terciptanya kemandirian usaha. mendistribusikan) zakat serta dana-dana sosial lainnya. Pelaksanaan kegiatan sosial. mengadministrasikan. 1996. 18. Hal. bank Islam juga memiliki kewajiban untuk mengeluarkan dan mengelola (menghimpun.66 4. 51 . khususnya muamalat yang berhubungan dengan perbankan agar terhindar dari praktek-praktek riba atau jenis-jenis usaha/perdagangan lain yang mengandung unsur gharar (tipuan). 2.Grafindo Persada. Warkum Sumitro. PT. 3. yang pada umumnya merupakan program utama dari negara-negara yang sedang berkembang. Untuk menanggulangi masalah kemiskinan. Bank syari’ah mempunyai beberapa tujuan diantaranya sebagai berikut:51 1. Untuk menciptakan suatu keadilan di bidang ekonomi dengan jalan meratakan pendapatan melalui kegiatan investasi. sebagai ciri yang melekat pada entitas keuangan syari’ah.

53 52 . Yogyakarta.52 Bank Islam atau biasa disebut dengan Bank Tanpa Bunga adalah lembaga keuangan/perbankan yang operasional dan produknya dikembangkan berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadist Nabi SAW. dan dalam menjalankan aktivitasnya bank syari’ah wajib menerapkan prinsip syari’ah yang meliputi :54 1.67 Upaya bank syari’ah dalam mengentaskan kemiskinan ini berupa pembinaan nasabah yang lebih menonjol sifat kebersamaan dari siklus usaha yang lengkap seperti program pembinaan produsen. Martono. Hal. 1999. 62. Muhammad. Tabungan berdasarkan prinsip wadi’ah dan mudharabah. Ekonisia. Dengan aktivitas bank syari’ah akan mampu menghindari pemanasan ekonomi di akibatkan adanya inflasi. baik penghimpunan dana maupun dalam rangka penyaluran dananya memberikan dan mengenakan imbalan atas dasar prinsip syari’ah. Op Cit. Totok Budi Santoso. 1. Salemba Empat. 54 Sri Susilo. menghindari persaingan yang tidak sehat antara lembaga keuangan. 5.53 Secara umum dapat dikatakan bahwa bank adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lain”. Giro berdasarkan prinsip syari’ah dan mudharabah. ”Manajemen Dana Bank Syari’ah”. Bank Syari’ah adalah bank yang dalam aktivitasnya. yaitu jual beli dan bagi hasil. b. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan yang meliputi: a. Sigit Triandaru. pembinaan pedagang perantara. Hal. program pengembangan modal kerja dan program pengembangan usaha bersama. Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan moneter. 2004. program pembinaan konsumen. Yogyakarta.

murabahah. musyarakah. Melakukan Penyaluran dana melalui : a. dan wadi’ah serta memberikan fasilitas garansi bank berdasarkan prinsip kafalah. musyarakah. . Membeli surat-surat berharga pemerintah dan/atau Bank Indonesia yang diterbitkan atas dasar prinsip syari’ah. Menerima pembayaran tagihan atas surat berharga yang diterbitkan dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga berdasarkan prinsip wakalah. Transaksi jual beli berdasarkan prinsip murabahah. Deposito berjangka berdasarkan prinsip mudharabah. 4. 2. dan bagi hasil lainnya. c. istishna.68 c. b. Melakukan kegiatan lain seperti : a. Memberikan jasa-jasa : a. b. Memindahkan uang untuk kepentingan sendiri dan/atau nasabah berdasarkan prinsip wakalah. dan jual beli lainnya. Memberikan fasilitas Letter of credit (L/C) berdasarkan prinsip wakalah. Pembiayaan bagi hasil berdasarkan prinsip mudharabah. 3. Melakukan kegiatan penyertaan modal berdasarkan prinsip musyarakah dan/atau mudharabah pada bank atau perusahaan lain yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syari’ah. mudharabah. b. Melakukan kegiatan jual beli valuta asing berdasarkan prinsip sharf. sala. c.

Jumlah pembagian laba meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah a. 55 Bagi hasil menurut terminologi asing (inggris) dikenal dengan profit sharing. kerugian ditanggung bersama oleh kedua belah pihak. dan/atau yang diberikan oleh bank kepada nasabah. shadaqah. Bank dapat bertindak sebagai lembaga baitul mal yaitu menerima dana yang berasal dari zakat. Hal inilah yang menyebabkan terdapatnya istilah bunga dan bagi hasil. 2004.69 c. d. Tabel 1. Perbedaan Antara Bunga dan Bagi Hasil BUNGA Penentuan bunga dibuat pada waktu akad dengan asumsi harus selalu untung. Hal. waqaf. Cit. profit sharing diartikan “distribusi beberapa bagian dari laba pada para pegawai disebuah perusahaan. Jumlah pembayaran bunga tidak meningkat sekalipun jumlah BAGI HASIL Penentuan besarnya rasio/nisbah bagi hasil dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung rugi. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan bank sepanjang disetujui oleh Dewan Syari’ah nasional. Besarnya c. 55 Muhammad. Dalam kamus ekonomi diartikan dengan pembagian laba. Besarnya rasio bagi hasil berdasarkan pada jumlah keuntungan yang diperoleh. atau dana sosial lainnya dan menyalurkannya kepada yang berhak dalam bentuk santunan dan/atau pinjaman kebajikan (Qardhul Hasan). Pembayaran bunga tetap seperti yang dijanjikan tanpa pertimbangan apakah proyek yang dijalankan oleh pihak nasabah untung atau rugi. b. persentase berdasarkan pada jumlah uang (modal) yang dipinjamkan. . Op. Hal mendasar yang membedakan bank konvensional dengan bank syari’ah adalah terletak pada pengembalian dan pembagian keuntungan yang diberikan oleh nasabah kepada bank. Bila usaha merugi. Bagi hasil bergantung pada keuntungan proyek yang dijalankan. 18. Secara defenitif. 5. hiah. infaq.

Inti mekanisme bagi hasil pada dasarnya terletak pada kerjasama antara pemilik dana (shahibul maal) dengan pengelola dana (mudharib). Meskipun demikian. bank syari’ah juga memperoleh dana melalui sistem perkongsian. Eksistensi bunga diragukan (kalau tidak dikecam) oleh semua agama. termasuk Islam. Tidak ada yang meragukan keabsahan bagi hasil. Akan tetapi. Jakarta. bank konvensional dan bank syari’ah memiliki persamaan. terdapat banyak perbedaan mendasar di antara keduanya. Perbedaan itu menyangkut aspek legal. mekanisme transfer. 29. struktur organisasi. dan lain-lain. proposal. syarat-syarat umum memperoleh pembiayaan seperti KTP. laporan keuangan. Secara syari’ah.70 e. 2001. Dalam beberapa hal. Hal. Gema Insani Press. 61. Hal. 2001. “Bank Syari’ah dari Teori ke Praktek”.56 Muhammad Syafi’i Antonio. sewa menyewa. sistem jual beli. Sumber : Muhammad Syafi’i Antonio. dan sebagainya. dalam perkembangannya bank syari’ah tidak hanya membatasi dirinya pada akad mudharabah saja. 56 . teknologi komputer yang digunakan. NPWP. prinsip bagi hasil dilaksanakan berdasarkan pada asas mudharabah yang kemudian diaplikasikan dalam bentuk investasi. Akan tetapi sesuai dengan jenis dan nature usahanya. Gema Insani Press. Jakarta. usaha yang dibiayai dan lingkungan kerja. keuntungan berlipat atau keadaan ekonomi sedang “booming”. ”Bank Syari’ah dari Teori ke Praktek”. terutama dalam sisi teknis penerimaan uang. pendapatan.

Hal. . “Aspek-Aspek Hukum Dalam Perbankan dan Pengasuransian Syari’ah di Indonesia. Sumber : Gemala Dewi. Bagi hasil. Arbitrase Indonesia Struktur Organisasi Investasi Prinsip Organisasi Tujuan Hubungan Nasabah Tidak ada DSN dan DPS. BANK SYARI’AH Akad & Aspek Legalitas Lembaga Penyelesaian Sengketa Hukum Islam dan Hukum Positif. 98. sekarang sedang diupayakan pembentukan penggantinya yaitu Badan Arbitrase Syari’ah Nasional (BASYARNAS). Ada Dewan Syari’ah Nasional (DPS) dan Dewan Pengawas Syari’ah (DPS). 2006. BANK KONVENSIONAL Hukum Positif. Halal dan haram. Profit dan Falah oriented. Kemitraan. Debitor-Kreditur. Profit oriented.71 Tabel 2. Kencana. Badan Arbitrase Muamalat Indonesia (BAMUI). Jakarta. Badan Nasional (BAN). Perbandingan Antara Bank Syari’ah dan Konvensional. Perangkat bunga. Halal. sewa. jual beli.

Bank Syari’ah mandiri 1. PT. Undang-Undang tersebut memungkinkan bank beroperasi sepenuhnya secara syari’ah atau membuka cabang khusus syari’ah. Keadaan tersebut menyebabkan pemerintah Indonesia terpaksa mengambil tindakan untuk merestrukturisasi dan merekapitulasi sebagian bank-bank di Indonesia. Krisis tersebut telah mengakibatkan perbankan Indonesia yang didominasi oleh bank-bank konvensional mengalami kesulitan yang sangat parah. Bank Susila Bakti (PT. Gambaran Umum PT.id. Lahirnya Undang-Undang No. . PT. Mahkota Prestasi berupaya keluar dari krisis 1997-1998 dengan 57 Www. dan PT.Syariahmandiri.72 BAB III DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN A. Bank Dagang Negara.co. yang disusul dengan krisis politik nasional telah membawa dampak besar dalam perekonomian nasional. pada bulan November 1998 telah memberi peluang yang sangat baik bagi tumbuhnya bank-bank syari’ah di Indonesia.7 tahun 1992 tentang Perbankan.Bank Susila Bakti Tbk) yang dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP).10 tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. Sejarah57 Krisis moneter dan ekonomi sejak Juli 1997.

Bank mandiri (persero) selaku pemilik baru mendukung sepenuhnya dan melanjutkan rencana perubahan PT. akhirnya memilih konversi menjadi bank syari’ah dengan suntikan modal dari pemilik Dengan terjadinya merger 4(empat) bank (Bank Dagang Negara. Bank Syari’ah Sakinah Mandiri diubah menjadi PT. PT. Kemudian melalui Akta Nomor 23 tanggal 8 September 1999 dengan Notaris : Sutjipto. Mulai dari langkah-langkah menuju merger sampai pada. Bank Susila Bakti menjadi bank syari’ah. machrani M. SH.73 berbagai cara.1/1/KEP. Sejalan dengan keinginan PT. Bank Bumi Daya. Bank Mandiri (persero) pada tanggal 31 Juli 1999 rencana perubahan PT. Langkah awal dengan merubah Anggaran Dasar tentang nama PT.1/24/KEP. Bank Exim. Bank Indonesia melalui Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. Bank Syari’ah Sakinah Mandiriberdasarkan Akta Notaris : Ny. Bank Susila Bakti diambil alih oleh PT. SH nama PT. Bank Mandiri (persero).DGS/1999 tanggal 25 Oktober 1999. Selanjutnya dengan Surat Keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. Nomor 29 pada tanggal 19 Mei 1999. Bank Syari’ah Mandiri.S. Pada tanggal 25 Oktober 1999. Bank . Bank Susila Bakti menjadi PT. Bank Mandiri (persero) untuk membentuk unit syari’ah. Bank Susila Bakti.BI/1999 telah memberikan izin perubahan kegiatan usaha konvensional menjadi kegiatan usaha berdasarkan prinsip syari’ah kepada PT. dan Bapindo) kedalam PT.

Bank Syari’ah Mandiri merupakan buah usaha bersama dari para perintis bank syari’ah di PT. Menciptakan suasana pasar perbankan syari’ah agar dapat berkembang dengan mendorong terciptanya syarikat dagang yang terkoordinasi dengan baik. dan manajemen PT. 2. Bank Mandiri yang memandang pentingnya kehadiran bank syari’ah dilingkungan PT. Senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 November 1999 merupakan hari pertama beroperasinya PT. Bank Susila Bakti. Harmoni antara idealisme usaha dan nilai-nilai rohani inilah yang menjadi salah satu keunggulan PT. Bank Syari’ah Mandiri sebagai lembaga keuangan yang menjalankan kegiatan usaha yang berdasarkan prinsip syari’ah memiliki visi dan misi. Untuk mencapai visi tersebut. Visi dari bank ini adalah ” Menjadi Bank Syari’ah Terpercaya Pilihan Mitra Usaha”. Bank Syari’ah Mandiri. Bank Syari’ah Mandiri sebagai alternatif jasa perbankan di Indonesia. PT. Bank Syari’ah Mandiri. . Visi dan Misi PT. bank ini menetapkan misi sebagai berikut : a. Bank Susila Bakti menjadi PT. Kelahiran PT. Bank Syari’ah Mandiri hadir sebagai bank yang mengkombinasikan idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani yang melandasi operasinya. Bank Mandiri (persero).74 Indonsia telah menyetujui perubahan nama PT.

dan kehatihatian. Mencapai pertumbuhan dan keuntungan yang berkesinambungan melalui sinergi dengan mitra strategis agar menjadi bank syari’ah terkemuka di Indonesia yang mampu meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dan memberi kemaslahatan bagi masyarakat luas. Struktur Organisasi PT. serta memegang teguh prinsip keadilan. Mengutamakan mobilisasi pendanaan dari golongan masyarakat menengah dan ritel. Divisi-divisi dalam bank ini menunjukkan garis-garis komando dan pendelegasian tegas yang jelas mulai dari atasan hingga bawahan. Bank Syari’ah Mandiri terdiri dari divisi-divisi atau unit kerja yang beragam tetapi saling terkait dan terkoordinasi.75 b. memperbesar portofolio pembiayaan untuk skala menengah kecil. keterbukaan. . Memeperkerjakan pegawai yang profesional dan sepenuhnya mengerti operasional perbankan syari’ah. Secara garis besar. e. serta mendorong terwujudnya manajemen zakat. 3. Menunjukkan komitmen terhadap standar kinerja operasional perbankan dengan pemanfaatan teknologi mutakhir. dan shadaqah yang lebih efektif sebagai cerminan kepedulian sosial. c. d. infaq. struktur organisasi PT. Bank Syari’ah Mandiri terdiri dari Dewan Komisaris.

dan mengawasi kegiatan bank guna menjamin bahwa bank tersebut telah beroperasi sesuai dengan aturan dan prinsip-prinsip syari’ah Islam. terdapat pula Dewan Pengawas Syari’ah yang bertugas mengarahkan.1. dan Direktur Bidang Human Resource dan Teknologi Informasi.5 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit Per tanggal 22 Desember 2004. Cabang Pembantu. Direktur Bidang Kepatuhan dan Manajemen Resiko. Struktur Organisasi PT. Sesuai dengan keputusan Bapepam No. Dr. Unit Kerja Kantor Pusat. Gambar 1. memeriksa.76 Direksi.id . Bank Syari’ah Mandiri. Direktur Bidang Treasury dan Internasional.IX. Dalam struktur organisasi tersebut. Kepatuhan& Manajemen Srie Sulistyowati SEVP Bid. Dr. Staf Khusus Direksi dan Kantor Cabang. Bank Mandiri (persero) selaku pemegang saham telah menunjuk 2 (dua) komisaris. Sofyan Syafri Harahap yang ditunjuk sebagai Ketua Komite Audit PT. yakni Zainul Arifin. Divisi. Bank Syari’ah Mandiri Yuslan Fauzi (Direktur Utama) Ibnoe Mangku Subroto SEVP Bid Pembiayaan Muhamad Haryoko Direksi SDI& Support Hanawijaya Dir. dan Kantor Kas. Sofyan Syafri Harahap sebagai Komisaris Independen. Dewan Pengawas Syari’ah. Direksi terdiri dari Presiden Direktur dan Direktur Bidang Pemasaran Korporasi. dan Prof.co. Prof.Syariahmandiri. PT. Treasury International& Jaringan Sumber : www.

77

4. Produk-Produk PT. Bank Syari’ah Mandiri sebagai bank umum syari’ah memiliki beragam produk dan jasa yang ditawarkan kepada para nasabahnya. Produk-produk yang dikeluarkan oleh bank ini adalah: a. Produk Penghimpunan Dana Produk penghimpunan dana pada bank ini meliputi : 1. Tabungan Tabungan dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antaralain : a). Tabungan Berencana BSM Merupakan tabungan berjangka yang memberikan nisbah bagi hasil berjenjang serta kepastian bagi penabung maupun ahli waris untuk memperoleh dananya sesuai target pada waktu yang diinginkan. b). Tabungan BSM Investa Cendekia Merupakan tabungan yang digunakan untuk mempersiapkan dana pendidikan sedini mungkin dan juga memberikan perlindungan asuransi sehingga kelangsungan biaya pendidikan lebih terjamin. c). Tabungan Mabrur BSM Merupakan simpanan investasi yang bertujuan membantu masyarakat untuk merencanakan ibadah haji dan umrah. d). Tabungan BSM

78

Merupakan simpanan yang penarikannya berdasarkan syaratsyarat tertentu yang disepakati. e). Tabungan Kurban BSM Merupakan simpanan investasi yang bertujuan membantu masyarakat untuk merencanakan ibadah kurban dan aqiqah. f). Tabungan BSM Dollar Merupakan simpanan dalam mata uang dollar yang penarikan dan setorannya dapat dilakukan setiap saat atau sesuai ketentuan BSM dengan menggunakan slip penarikan. g). Tabungan Simpatik BSM Merupakan simpanan dalam mata uang rupiah berdasarkan prinsip wadi’ah, yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat berdasarkan syarat-syarat tertentu yang disepakati. 2. Deposito Deposito dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu : a). Deposito BSM Merupakan produk investasi berjangka yang penarikannya hanya dapat dilakukan setelah jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan. b). Deposito BSM Valas Merupakan produk investasi berjangka yang penarikannya hanya dapat dilakukan setelah jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan valuta asing.

79

3. Giro Giro dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antaralain : a). Giro BSM Merupakan simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, atau alat perintah bayar lainnya dengan prinsip wadi’ah yad adhdhamamah. b). Giro BSM Valas Merupakan simpanan dalam mata uang dollar amerika yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, atau alat perintah bayar lainnya dengan prinsip wadi’ah yad adh-dhamamah. c). Giro BSM Singapore Dollar Merupakan simpanan dalam mata uang dollar singapore yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, atau alat perintah bayar lainnya dengan prinsip wadi’ah yad adh-dhamamah. d). Giro BSM Euro Merupakan sarana penyimpanan dana dalam mata uang euro yang disediakan bagi nasabah perorangan atau

perusahaan/badan hukum dengan pengelolaan berdasarkan prinsip wadi’ah yad dhamamah. Dengan prinsip ini dana giro nasabah diperlakukan sebagai titipan yang dijaga keamanan

Pembiayaan Mudharabah BSM . Pembiayaan Gadai Emas BSM Merupakan produk pembiayaan atas dasar jaminan berupa emas sebagai salah satu alternatif memperoleh uang tunai dengan cepat. b. Obligasi BSM (Mudharabah) Merupakan surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syari’ah yang mewajibkan Emiten (Bank Syari’ah Mandiri) untuk membayar Pendapatan Bagi Hasil/Kupon dan membayar kembali Dana Obligasi Syari’ah pada saat jatuh tempo. 4. Pembiayaan Talangan Haji BSM Merupakan pinjaman dana talangan dari bank kepada nasabah khusus untuk menutupi kekurangan dana untuk memperoleh kursi/seat haji dan pada saat pelunasan BPIH. 2. 3. 4. BSM Implan Merupakan pembiayaan konsumer dalam valuta rupiah yang diberikan oleh bank kepada karyawan tetap perusahaan/kopkar yang pengajuannya dilakukan secara massal (kelompok). Produk Penyaluran Dana Produk penyaluran dana pada bank ini meliputi : 1.80 dan ketersediaannya setiap saat guna membantu kelancaran transaksi usaha.

Pembiayaan Murabahah BSM Merupakan pembiayaan berdasarkan akad jual beli antara bank dan nasabah.81 Merupakan pembiayaan dimana seluruh modal kerja yang dibutuhkan nasabah ditanggung oleh bank. 6. Pembiayaan Edukasi BSM Merupakan pembiayaan jangka pendek dan menengah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan uang masuk sekolah/perguruan tinggi/lembaga pendidikan lainnya atau uang . 8. Bank membeli barang yang dibutuhkan dan menjualnya kepada nasabah sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan margin yang disepakati. 7. dimana dana dari bank merupakan bagian dari modal usaha nasabah dan keuntungan dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati. Pembiayaan Musyarakah BSM Merupakan pembiayaan khusus untuk modal kerja. Keuntungan yang diperoleh dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati. Pembiayaan Resi Gudang Merupakan pembiayaan transaksi komersial dari suatu komoditas/produk yang diperdagangkan secara luas dengan jaminan utama berupa komoditas/produk yang dibiayai dan berada dalam suatu gudang atau tempat yang terkontrol secara independen (independenty controlled warehouse). 5.

b). PKPA Pembiayaan kepada koperasi karyawan untuk Para Anggotanya (PKPA) merupakan penyaluran pembiayaan melalui koperasi karyawan untuk pemenuhan kebutuhan konsumer para anggotanya (kolektif) yang mengajukan pembiayaan kepada koperasi karyawan. Jasa produk Jasa produk terdiri atas : a). 10.82 pendidikan pada saat pendaftaran tahun ajaran/semester baru berikutnya dengan akad ijarah. Pola penyaluran yang digunakan adalah executing (kopkar sebagai nasabah) sedangkan proses pembiayaan dari kopkar kepada anggotanya dilakukan dan menjadi tanggungjawab penuh kopkar. Pembiayaan Dana Berputar Merupakan fasilitas pembiayaan modal kerja dengan prinsip musyarakah yang penarikan dananya dapat dilakukan sewaktuwaktu berdasarkan kebutuhan riil nasabah. 9. Layanan Jasa Layanan jasa pada bank ini meliputi : 1. Sentra Bayar BSM Merupakan layanan bank dalam menerima pembayaran tagihan pelanggan. BSM Card . c.

d). e).83 Merupakan sarana untuk melakukan transaksi penarikan. ATMBersama. f). Jual Beli Valas BSM Merupakan pertukaran mata uang rupiah dengan mata uang asing lainnya yang dilakukan oleh BSM dengan nasabah. atau menegosiasikan wesel-wesel yang ditarik oleh penerima atas penyerahan dokumen. BSM Letter of Credit Merupakan janji tertulis berdasarkan permintaan tertulis nasabah (applicant) yang mengikat Bank Syari’ah Mandiri sebagai bank pembuka untuk membayar kepada penerima atau ordernya atau menerima dan membayar wesel pada saat jatuh tempo yang ditarik penerima. maupun ATMBank card. c). pembayaran. dan pemindahbukuan dana pada ATMBSM. atau memberi kuasa kepada bank lain untuk melakukan pembayaran kepada penerima. dan fleksibel. aman. Selain itu juga berfungsi sebagai kartu Debit yang dapat digunakan untuk transaksi belanja dimerchant-merchant yang tersedia EDC Mandiri yang berlogokan “gunakan BSM card Anda disini”. ATMandiri. BSM Electronic Payroll Merupakan pembayaran gaji karyawan institusi melalui teknologi terkini BSM secara mudah. BSM SUCH (Saudi Umrah dan Haj Card) .

atau perusahaan/badan/lembaga dalam bentuk surat jaminan. 2. Inkaso BSM . i). h). Jasa operasional Jasa operasional terdiri atas : a). SKBDN BSM Merupakan janji tertulis berdasarkan permintaan tertulis nasabah (applicant) yang mengikat Bank Syari’ah Mandiri sebagai bank pembuka untuk membayar kepada penerima atau order-nya atau menerima dan membayar wesel pada saat jatuh tempo yang ditarik penerima.84 Merupakan kartu prabayar dalam mata uang Saudi Arabiyan Riyal. atau memberi kuasa kepada bank lain untuk melakukan pembayaran kepada penerima atau untuk menegosiasikan wesel-wesel yang ditarik oleh penerima atas penyerahan dokumen (untuk saat ini khusus BSM dengan BSM). Bank Garansi BSM Merupakan jaminan pembayaran yang diberikan oleh BSM kepada nasabah baik perorangan. g). BSM sms Banking Merupakan produk layanan perbankan baru berbasis teknologi seluler yang memberikan kemudahan melakukan berbagai transaksi perbankan.

Intercity Clearing Merupakan jasa penagihan warkat (cek/bilyet giro) bank diluar negeri wilayah kliring dengan cepat sehingga nasabah dapat menerima dana hasil tagihan cek atau bilyet giro tersebut pada keesokan harinya. e). Referensi Bank BSM . hasilnya penagihan akan dikredit kerekening nasabah. b). Layanan Kiriman Uang Domestik dan Luar Negeri Merupakan jasa pengiriman uang/penerimaan uang secara cepat (real time on line) yang dilakukan lintas negara atau dalam satu negara (domestik). Pajak Import BSM Merupakan jasa yang memberikan kemudahan kepada importir untuk membayar pajak barang dalam rangka import secara online sebagai syarat untuk mengeluarkan barangnya dari gudang kantor bea dan cukai. Pajak online BSM Merupakan jasa yang memberikan kemudahan kepada wajib pajak untuk membayar kewajiban pajak (bukan dalam rangka pembayaran pajak import) secara otomatis dengan mendebet rekening secara tunai.85 Merupakan penagihan warkat bank lain dimana bank tertariknya berbeda wilayah kliring atau berada diluar negeri. f). d). c).

86 Merupakan surat keterangan yang diterbitkan oleh BSM atas dasar permintaan dari nasabah untuk tujuan tertentu. Kliring BSM Merupakan penagihan warkat bank lain dimana lokasi bank tertariknya berada dalam satu wilayah kliring. k). hasil transfer efektif dalam hitungan menit. Transfer Valas BSM Merupakan pengiriman valas dari nasabah BSM ke nasabah bank lain baik dalam maupun luar negeri (transfer ke luar). i). j). . BSM Standing Order Merupakan fasilitas kemudahan yang diberikan BSM kepada nasabah yang dalam transaksi finansialnya harus memindahkan dari suatu rekening ke rekening lainnya secara berulang-ulang. h). atau pengiriman valas dari nasabah bank lain baik dalam maupun luar negeri ke nasabah BSM (transfer masuk). Transfer Dalam Kota (LLG) Merupakan Jasa pemindahan dana antar bank dalam satu wilayah. Dalam pelaksanaannya nasabah memberikan instruksi ke bank hanya satu kali saja. BSM RTGS (Real Time Gross Settlement) Merupakan jasa transfer uang valuta rupiah antar bank baik dalam satu kota maupun dalam kota yang berbeda secara real time. g).

Deutsche Bank (sebagai bank kustodi reksa dana konvensional maupun syari’ah) dan BSM (sebagai agen penjual yang merupakan bank syari’ah terbesar di Indonesia). kinerja atau hasil usaha bank serta informasi keuangan lainnya kepada berbagai pihak yang berkepentingan dengan perkembangan usaha bank. 933. 589. pasar obligasi. 447. disimpan. 5. Jasa investasi Jasa investasi yang disediakan oleh Bank Syari’ah Mandiri adalah Reksa Dana BSM Investasi Berimbang. Bank Syari’ah Mandiri memiliki total aset sebesar Rp.87 3.864 milyar.985 milyar. Kinerja Keuangan Laporan keuangan Bank Syari’ah Mandiri dapat memberikan informasi mengenai posisi keuangan. dan didistribusikan (dijual) oleh sinergi 3 (tiga) kekuatan besar. BSM Investa Berimbang juga dikelola. Gambaran kondisi keuangan Bank Syari’ah Mandiri selama periode 1999-2001 akan disampaikan sebagai berikut : Pada awal pendiriannya.951 milyar pada tahun 2000 yang kemudian pada tahun 2001 mencapai Rp. Total aset yang dimilikinya meningkat menjadi Rp. Aset likuid pada tahun 1999 sebesar . yaitu Mudrir Investasi (sebagai manajer investasi dengan dana kelolaan terbesar di Inonesia). diadministrasikan. Reksadana ini merupakan reksadana campuran (mix fund/balanced fund) berbasis instrument pasar uang. dan pasar saham dengan ketentuan investasi sesuai Syari’ah.

dan kemudian menjadi Rp. Pada awal pendiriannya.88 Rp. Jawa Tengah oleh Raden Aria Wirjaatadja dengan nama 58 Www.599 milyar pada tahun 2001. Bank Rakyat Indonesia 1. Usaha perolehan laba pada Bank ini juga mengalami peningkatan sebesar Rp.134 milyar. 547. 39. . 653.id.co. 474.373 milyar. Hal ini tercermin pada perkembangan total loan pada tahun 1999 sebesar Rp. 178. dan pada tahun 2001 mencapai Rp. Kemampuan Bank Syari’ah Mandiri dalam menghimpun dana dari masyarakat terlihat dalam Total deposit yang juga mengalami peningkatan. Pembiayaan yang disalurkan oleh Bank Syari’ah Mandiri ke masyarakat juga meningkat dengan pesat.192 milyar pada tahun 2000.508 milyar yang meningkat menjadi Rp. B. 16. 26.724 milyar mengalami penurunan menjadi Rp.Bri.646 milyar pada tahun 2000. 239. Pada tahun 1999 total deposit yang sebesar Rp.520 milyar. selanjutnya pada tahun 2000 dan 2001.728 milyar pada tahun 2000 yang kemudian pada tahun 2001 mencapai Rp. kemudian menjadi Rp. 54. namun pada tahun 2001 meningkat hingga mencapai Rp.280 milyar. Sejarah58 Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto. modal disetor mencapai Rp. 18.704 milyar.324 milyar meningkat menjadi Rp. 315. 358. 172 juta pada tahun 1999.331 milyar pada tahun 2000. Bank Syari’ah Mandiri memiliki modal disetor sebesar Rp. 15. Gambaran Umum PT.

89

Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren atau Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi yang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI. Pendiri Bank Rakyat Indonesia Raden Aria Wiraatmadja Pada periode setelah kemerdekaan Republik Indonesia, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1949 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Adanya situasi perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuk Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (PenPres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan kedalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan nelayan. Setelah berjalan selama sebulan keluarlah PenPres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia (BNI). Dalam ketentuan baru ini Bank Indonesia Urusan Tani dan Nelayan (BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia

90

Unit II Bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia Unit II bidang Ekspor Impor (Exim). Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang undangundang pokok perbankan dan Undang-Undang No. 13 tahun 1968 tentang undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai bank sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II bidang Rural dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia, selanjutnya berdasarkan Undang-Undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok Bank Rakyat Indonesia sebagai Bank Umum. Berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 21 tahun 1992 status Bank Rakyat Indonesia (persero) yang kepemilikannya 100 % ditangan pemerintah sejak 1 agustus 1992. PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) yang berdiri sejak tahun 1895 yang didasarkan pelayanan pada masyarakat kecil sampai sekarang masih tetap konsisten, fokus dengan pemberian fasilitas kredit kepada pengusaha kecil. Hal ini tercermin pada perkembangan penyaluran dana KUK (Kredit Usaha Kecil) pada tahun 1994 sebesar Rp. 6.419,8 milyar yang meningkat menjadi Rp. 8.231,1 milyar pada tahun 1995 kemudian pada tahun 1999 sampai dengan bulan September mencapai Rp. 20.466 milyar. Seiring dengan perkembangan dunia perbankan yang semakin pesat maka pada saat ini BRI mempunyai Unit Kerja yang berjumlah

91

4.447 buah, yang terdiri dari 1 Kantor Pusat BRI, 12 Kantor Wilayah, 12 Kantor Inspeksi/SPI, 170 Kantor Cabang (Dalam Negeri), 145 Kantor Cabang Pembantu, 1 Kantor Cabang Khusus, 1 New York Agency, 1 Caymand Island Agency, 1 Kantor Perwakilan Hongkong, 40 Kantor Kas Bayar, 6 Kantor Mobil Bank, 193 P.Point, 3.705 BRI UNIT dan 357 Pos Pelayanan Desa. 2. Visi dan Misi PT. Bank Rakyat Indonesia memiliki visi untuk menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah. Untuk mencapai visi tersebut, PT. Bank Rakyat Indonesia menetapkan misi-misi sebagai berikut : a. Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat. b. Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan didukung oleh Sumber Daya Manusia yang profesional dengan melaksanakan praktek good corporate governance. c. Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihakpihak yang berkepentingan. 3. Struktur Organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia, sebagai bank konvensional memiliki struktur organisasi yang berbeda dengan PT. Bank Syari’ah Mandiri. Struktur organisasi PT. Bank Rakyat indonesia terdiri dari RUPS, Dewan

Bandjussalam 5. Sarwono Sudarto 4. Sudaryanto Sudaryo 3. Alviliani 4.92 Komisaris. Kantor Cabang Khusus. Bank Rakyat Indonesia RUPS KOMISARIS UTAMA Bunasor Sanim DIREKTUR UTAMA Sofyan Basir KOMISARIS 1. Kantor Inspeksi. Secara umum. struktur organisasi PT. Abdul Salam Sumber : Www. Dewan Direksi.bri. Bank Rakyat Indonesia sebagai berikut : Gambar 2. Kantor Cabang Dalam Negeri. Agus Pakpahan 6. A.S Kusmuljono 2. Sunarsip 3. Sulaiman A. Produk-produk Sebagai sebuah bank yang memiliki visi untuk menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah. Unit Kerja Kantor Pusat. Kantor Cabang Pembantu. PT.id. Toni Soetirto 2. Lenny Sugihat 6. Divisi. serta Pos Pelayanan Desa. Kantor Kas Bayar.co. Bank Rakyat Indonesia menawarkan berbagai macam produk simpanan .Arianto 5.Nasution DIREKTUR 1. Struktur Organisasi PT. Bambang Soepomo 7. Kantor Kas Mobil Bank. Kantor Cabang Luar Negeri. Kantor Wilayah. B. 4. Mulia P.

c). Simaskot Merupakan simapanan masyarakat di BRI unit pelaksana simaskot. Simpedes Merupakan simpanan masyarakat pedesaan di BRI unit yang termasuk dalam kelompok tabungan. Bank Rakyat Indonesia tidak jauh berbeda dengan produk bank konvensional yang ada di Indonesia pada saat ini. termasuk kedalam kelompok tabungan yang pengambilan maupun penyetorannya tidak dibatasi dalam jumlah maupun frekuensi sepanjang saldonya mencukupi. Secara umum. produk-produk yang disediakan meliputi : a. Produk simpanan dana Produk simpanan dana yang disediakan oleh Bank Rakyat Indonesia adalah : 1. Secara umum produk-produk yang disediakan oleh PT. b). BritAma Merupakan tabungan yang banyak memberikan manfaat lebih besar dari sekedar tabungan biasa.93 maupun kredit. Tabungan Tabungan terdiri atas : a). Layanan tabungan . yang pengambilan maupun penyetorannya tidak dibatasi dalam jumlah maupun frekuensinya sepanjang saldonya mencukupi.

dan lain-lain. Fasilitas ini dapat digunakan . dengan tidak dibatasi oleh jumlah maupun frekuensi sepanjang dananya mencukupi. Giro Merupakan simpanan dari masyarakat kepada bank yang penyetoran maupun penarikannya dapat dilakukan setiap saat. Kredit Modal Kerja (KMK) Merupakan fasilitas kredit untuk keperluan menambah modal kerja usaha perorangan/badan hukum. misalnya mesin-mesin.94 terhubung secara online diseluruh Kantor Cabang BRI di wilayah Indonesia. 2. Kredit Investasi (KI) Merupakan fasilitas kredit untuk keperluan pembelian aktiva tetap usaha perorangan/badan hukum. yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu. kendaraan. 2. sesuai yang telah diperjanjikan antara penyimpan dengan bank yang bersangkutan. Deposito berjangka Merupakan simpanan dari masyarakat kepada bank. b. 3. Produk penyaluran dana Produk penyaluran dana yang disediakan oleh Bank Rakyat Indonesia antara lain : 1.

Kredit Modal Kerja Impor (KMKI) Merupakan fasilitas kredit untuk pembiayaan kegiatan impor. 6. 4. Produk jasa Produk jasa yang disediakan oleh Bank Rakyat Indonesia adalah : 1. Kredit Modal Kerja Konstruksi (KMKK) Merupakan fasilitas kredit untuk pembiayaan kegiatan pembangunan gedung. Transfer Merupakan jasa pengiriman uang lewat bank baik dalam kota. 5. dan infra struktur lainnya. c.95 untuk pembelian bahan baku. POLRI. Swasta Bonafide). biaya operasional. luar kota atau keluar negeri. . Pelayanan PLN. jalan. BUMD. Kretap Merupakan fasilitas kredit untuk karyawan yang mempunyai penghasilan tetap (PNS. Pelayanan Pembayaran PBB 4. BUMN. 2. Money Changer Merupakan pertukaran mata uang rupiah dengan mata uang asing lainnya yang dilakukan oleh BRI dan nasabah. 3. pembelian persediaan barang dagangan. Kredit Modal Kerja Ekspor (KMKE) Merupakan fasilitas kredit untuk pembiayaan kegiatan ekspor. 3. jembatan. dan lain-lain.

177. Kemampuan Bank Rakyat Indonesia dalam menyalurkan dana ke masyarakat dapat dilihat dari total loan sebesar Rp. dan pada tahun 2001 mencapai Rp. Sedangkan modal disetor adalah sebesar Rp.171 milyar pada tahun 2000. 32. Perkembangan Dana Pihak Ketiga pada tahun 1999 sebesar Rp. 26.000 milyar. 30. Kemampuan Bank Rakyat Indonesia dalam memperoleh laba mengalami penurunan dari kemampuan usaha tahun sebelumnya.625 milyar. Usaha perolehan laba ini kembali mengalami peningkatan pada tahun 2001. Kinerja Keuangan Bank Rakyat Indonesia (persero) yang berdiri sejak tahun 1895 yang didasarkan pelayanan pada masyarakat kecil sampai sekarang masih tetap konsisten.728. 26. 1. 32.344 milyar pada tahun 1999.081 pada tahun 2001.132.674.171 milyar dan Rp.063. kemudian pada tahun 2000 meningkat menjadi Rp.460 milyar. 75. 26. 28.441 milyar. Hal ini tercermin pada tahun 1999.357. 27. Pada tahun 1999 total aset yang dimiliki Bank Rakyat Indonesia adalah sebesar Rp. .772 milyar dan mencapai Rp.367.842. dimana Bank Rakyat Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp.357. 64.132. dan Rp.716. kemudian pada tahun 2000 dan 2001 masing-masing meningkat mencapai Rp.367. yakni sebesar Rp.344 milyar meningkat menjadi Rp. 1. 26.510.081 milyar pada tahun 2000.891 milyar.96 5.625 milyar.

Deskripsi Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder mengenai laporan keuangan dari 2 (dua) perusahaan perbankan milik pemerintah.875 51.000 373.728 589. yaitu Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001.599 653.508 447.331 Keterangan Cash Assets (kas) Total Deposit (total deposito) Total Loans (Total Kredit) Total Assets (Total Aktiva) Securities (Surat Berharga) Equity Capital (Modal Sendiri) Fixed Assets (Aktiva Tetap) Laba Tahun Berjalan 1999 26.557 358.646 178.252 16. Data Keuangan Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 (Dalam Jutaan Rupiah) Periode 2000 18.324 39.97 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A.985 322.704 .864 0 408. Dengan demikian terdapat 2 (dua) perusahaan perbankan yang dianalisis mengenai kinerja keuangannya.134 933.724 54. Tabel 3. Data keuangan dari kedua perusahaan perbankan yang digunakan untuk menghitung dan menganalisis kinerja keuangan melalui rasio likuiditas.545 37.184 71. solvabilitas.280 474.192 315. rentabilitas dan efisiensi selama periode 1999-2001 dapat disajikan pada Tabel 3 dan 4.781 172 2001 239.951 248. Dalam penelitian ini analisis kinerja hanya dibatasi pada aspek kuantitatif yakni mengenai rasio keuangannya saja.580 15.

095 26.238.418 65.081 1.772 1.897 Biaya Non Operasional 20. Rasio keuangan .690. Tabel 4.964 deposito) Total Loans (Total Kredit) 26.892 Laba Tahun Berjalan (28. Data Keuangan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 (Dalam Jutaan Rupiah) Periode 2000 5.910 32.563 3. solvabilitas.891 12.016 Total Deposit (total 40.046 Equity Capital (Modal (26.963 8.286. B.441 Securities (Surat Berharga) 1.635.716.674.843) Sendiri) Fixed Assets (Aktiva Tetap) 1.199 10.183.842.516 9.675.460) Operating Income 9.535 Keterangan 2001 11.948.958.344 Total Assets (Total Aktiva) 30.562 57.402.252 3.215 5.357.177.292 Operasional) Pendapatan Non Operasional 73.936.115.154. 2001 dan 2003. 2001 dan 2003.445 51 Sumber : Direktori Perbankan Indonesia. rentabilitas dan efisiensi.171 64.954 (Pendapatan Operasional) Operating Expenses (Biaya 10.571 26.510.376 49.625 75.255.704 1. yaitu Bank Syari’ah Mandiri (BSM) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) bertujuan untuk mengetahui perkembangan kinerja keuangan dari masing-masing bank. Analisis Rasio Keuangan Analisis rasio keuangan yang dilakukan terhadap dua bank umum milik pemerintah.018.632 16.631.274 4.98 Operating Income (Pendapatan Operasional) Operating Expenses (Biaya Operasional) Pendapatan Non Operasional Biaya Non Operasional 848 32.040 1.063.128 Sumber : Direktori Perbankan Indonesia.813.577.683.022 1.367. Kinerja keuangan tersebut ditunjukkan dengan rasio-rasio likuiditas.079 1 124.997 158 6 48.224.403.132.225 1999 Cash Assets (kas) 4.081) 8.256 (27.331.141 100.018 1.

Hasil perhitungan rasio-rasio likuiditas mencakup quick ratio.19 % menggambarkan bahwa setiap Rp. banking ratio dan loan to assets ratio pada bank syari’ah ini dapat ditunjukkan pada Tabel 5. solvabilitas..19 % 72.49. Rasio Likuiditas Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio Quick Ratio Banking Ratio Loan to Assets Ratio Sumber : Data sekunder diolah 1999 49. Likuiditas Berdasarkan data laporan keuangan neraca dan laporan rugi laba dapat dihitung rasio-rasio likuiditas Bank Syari’ah Mandiri untuk periode 1999-2001.99 masing-masing bank tersebut selama periode 1999-2001 dapat dianalisis seperti berikut.dari deposit dijamin oleh cash assets sebesar Rp. Pada tahun 2000 quick ratio mengalami penurunan menjadi 10. Tabel 5.46 % 177. 1.93 % Rasio-rasio likuiditas yang mencakup quick ratio.41 % 137. 1..-.dari . rentabilitas dan efisiensi selama periode 1999-2001 dapat ditunjukkan dan dianalisis sebagai berikut : a). Bank Syari’ah Mandiri (BSM) Hasil perhitungan rasio-rasio keuangan Bank Syari’ah Mandiri meliputi likuiditas.72 % 8. banking ratio.81 % Periode 2000 10.61 % 69.1 % 53.46 %. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 1. 0.51 % 2001 50. dan loan to assets ratio pada tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Quick ratio pada tahun 1999 sebesar 49.

Rasio ini tidak mencapai atau mendekati 100 % sebagai rule of thumb-nya.dari deposit dijamin oleh Rp.727..-. 1. Meskipun quick ratio mengalami peningkatan. Hal ini memperlihatkan bahwa bank syari’ah ini kurang mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya. 1.1 %. namun masih tergolong rendah. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.dari deposit dijamin oleh Rp. 0. banking ratio meningkat menjadi 177. 0. 0. Sedangkan banking ratio pada tahun .dari deposit dijamin oleh cash assets sebesar Rp.41 %. hal ini menggambarkan bahwa setiap Rp. 1.72 %. 1.100 deposit dijamin oleh cash assets sebesar Rp.10.5.dari pembiayaan yang diberikan.dari pembiayaan yang diberikan. Sedangkan pada tahun 2001.. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. quick ratio mengalami peningkatan. Semakin rendah quick ratio maka semakin rendah pula tingkat likuiditas bank karena bank kurang dapat menjamin pengembalian deposito baik dalam bentuk tabungan maupun deposito berjangka kepada para nasabah penyimpan dana. Pada tahun 2000... 2) Banking ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka 72.-. Oleh sebab itu tingkat likuiditas bank syari’ah ini dilihat dari quick ratio tergolong kurang baik. Penurunan quick ratio pada tahun 2000 memperlihatkan bahwa bank kurang mampu meningkatkan kualitas kas atau asetnya.. Sedangkan pada tahun 2001 quick ratio kembali meningkat menjadi 50.77.

hal ini berarti setiap Rp.-. 1. Banking ratio yang semakin rendah menandakan bahwa bank syari’ah ini tidak membutuhkan jumlah dana yang besar untuk membiayai pembiayaan yang diberikannya.53.-.51 %.. 0.dari aset mampu memenuhi pembiayaan yang diberikan sebesar Rp.37. Berdasarkan tabel 5 diatas terlihat bahwa pada tahun 2000 nilai banking ratio adalah paling tinggi..08. Meskipun banking ratio mengalami penurunan pada tahun 2001. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.61 %.dari deposit dijamin oleh Rp. Hal ini karena bank dapat menjamin dalam memberikan pembiayaan kepada nasabah peminjam dengan menggunakan depositonya. 0. Oleh karena itu tingkat likuiditas bank syari’ah ini dilihat dari banking ratio tergolong masih rendah.. 1. 3) Assets to loan ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka 8. 1.101 2001 mengalami penurunan menjadi 137.dari aset yang tersedia mampu memenuhi pembiayaan yang diberikan sebesar Rp. namun nilai rasio ini masih tergolong tinggi.dari pembiayaan yang diberikan.81 %. Sedangkan pada tahun 2001 assets to loan ratio sebesar .. 1. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. Pada tahun 2000 assets to loan ratio mengalami peningkatan menjadi 53. Semakin rendah nilai banking ratio maka tingkat likuiditas bank akan semakin tinggi. Hal ini mencerminkan bahwa pada tahun tersebut tingkat likuiditas bank paling rendah karena bank membutuhkan jumlah dana yang lebih besar untuk membiayai pembiayaannya.

1.9 % -22.3 % 2001 381. Ini disebabkan karena total kredit atau pembiayaan yang diminta nasabah mendekati atau bahkan lebih besar dibanding dengan total aset yang dimiliki bank tersebut. Pertumbuhan rasio likuiditas Bank Syari’ah Mandiri dapat ditunjukkan pada tabel 6. tingkat likuiditas bank ini masih rendah. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.3 % 30. 0. kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri ini mengalami kenaikan dan penurunan pada rasio likuiditasnya. dan loan to assets ratio menunjukkan bahwa rasio-rasio tersebut mengalami pertumbuhan positif dan negatif pada tiap tahunnya.-. nilai rasio yang semakin tinggi menunjukkan bahwa kemampuan bank untuk memenuhi permintaan kredit atau pembiayaan dari nasabah rendah. Hasil pertumbuhan rasio likuiditas yang mencakup quick ratio.699. Ditinjau dari loan to assets ratio.dari aset yang tersedia mampu memenuhi pembiayaan yang diberikan sebesar Rp.7 % 143. Ditinjau dari pertumbuhannya.93 %.5 % 507.68 % Sumber : Data Sekunder Diolah.. Hal ini ditunjukkan dengan nilai loan to assets ratio yang semakin meningkat setiap tahunnya. banking ratio. Tabel 6. Pertumbuhan Rasio Likuiditas Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio Quick Ratio Banking Ratio Loan to assets ratio 1999 Periode 2000 -78. Pertumbuhan positif quick ratio pada tahun 2001 .102 69.

Hal ini karena bank kurang mampu menurunkan nilai perbandingan antara total pembiayaan dengan total asetnya. Sementara itu. primary ratio dan capital ratio pada bank syari’ah ini dapat ditunjukkan pada Tabel 7. Pertumbuhan negatif banking ratio pada tahun 2001 juga mencerminkan bahwa kinerja keuangannya pada tahun tersebut baik karena bank mampu menurunkan nilai perbandingan antara total pembiayaan dengan total depositonya. pertumbuhan positif pada loan to assets ratio menandakan bahwa kinerja keuangan pada bank tersebut masih kurang baik meskipun terjadi penurunan pada tahun 2001. Hal ini mencerminkan bahwa bank kurang mampu dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya sehingga tergolong dalam bank yang tidak liquid. b). .103 memperlihatkan bahwa pada tahun tersebut bank cukup mampu meningkatkan kinerja keuangannya setelah sebelumnya mempunyai pertumbuhan negatif. Berdasarkan analisis rasio-rasio likuiditas tersebut dapat diketahui bahwa tingkat likuiditas Bank Syari’ah Mandiri masih rendah. Solvabilitas Hasil perhitungan rasio-rasio solvabilitas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR).

dari pembiayaan dan securities dijamin oleh modal sebesar Rp.58 %. primary ratio. 1.59 % 80. 1.-. Nilai CAR dikatakan rendah apabila kurang dari nilai CAR yang ditentukan .49 % Rasio-rasio solvabilitas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR). Rasio Solvabilitas Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio CAR Primary Ratio Capital Ratio Sumber : Data sekunder diolah 1999 88.70 % 62. 0. Semakin tinggi nilai CAR maka solvabilitas semakin baik.17 % 63.58 % 43. (1) CAR pada tahun 1999 adalah sebesar 88..03 % 907..57. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.8859.59 %.41 % 2001 51.dari pembiayaan dan securities dijamin oleh modal sebesar Rp.5 % Periode 2000 57.17 %.37 % 118. 0. Oleh karena itu meskipun rasio ini mengalami penurunan setiap tahunnya namun nilai CAR pada bank syari’ah ini masih tergolong cukup baik. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. Pada tahun 2001 CAR kembali menurun menjadi 51. 0.104 Tabel 7. 1. CAR yang semakin tinggi mencerminkan bahwa permodalannya semakin baik karena modal dapat digunakan untuk menjamin pemberian pembiayaan.-. dan capital ratio dapat dijelaskan sebagai berikut. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. Sedangkan pada tahun 2000 CAR mengalami penurunan menjadi 57.-.dari pembiayaan dan securities dijamin oleh modal sebesar Rp.51..

0.dari aset dijamin oleh equity capital sebesar Rp.. Dari tabel diatas terlihat bahwa capital ratio mengalami penurunan tiap tahunnya..49 %. Hal ini menunjukkan bahwa bank tersebut memiliki permodalan yang baik sehingga dapat menutup kredit atau pembiayaan usaha yang dilakukan oleh bank.dari pembiayaan dijamin oleh equity capital sebesar Rp. selama periode 1999-2001 nilai rasio ini masih tergolong tinggi sehingga pada tahun tersebut tingkat solvabilitasnya cukup baik.03 %.-. Sedangkan primary ratio pada tahun 2000 yang menunjukkan angka 63.07.-.70 %. hal ini menggambarkan bahwa setiap Rp. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp..dari aset dijamin oleh equity capital sebesar Rp.-. 0.-.dari pembiayaan dijamin oleh equity capital sebesar Rp. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. Pada tahun 2001 primary ratio mengalami penurunan menjadi 43. 1. 1. 0. 1.. 1.63.. 1.18. Ditinjau dari pertumbuhan solvabilitasnya. CAR yang rendah mencerminkan bahwa permodalan dalam bank kurang baik sehingga bank kurang mampu menutup kemungkinan terjadinya kegagalan dalam pembiayaan dan perdagangan securities. 1. Sedangkan capital ratio pada tahun 2001 menunjukkan angka 62.41 %. 0.105 oleh Bank Indonesia yakni sebesar 8 %.dari pembiayaan dijamin oleh equity capital sebesar Rp..37 % menggambarkan bahwa setiap Rp. 1. Pada tahun 2000 terlihat bahwa capital ratio mengalami penurunan menjadi 118. kinerja keuangan bank syari’ah ini dari tahun ketahun mengalami penurunan pada rasio .dari aset dijamin oleh equity capital sebesar Rp. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.80.43. 9.-.5 % menunjukkan bahwa setiap Rp. Meskipun demikian.-.62. (3) Capital ratio pada tahun 1999 sebesar 907. (2) Primary ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka 80.

46 % -9. Hal ini mencerminkan bahwa bank tersebut cukup mampu memenuhi kewajiban jangka panjangnya sehingga tergolong sebagai bank umum yang solvabel. primary ratio.106 solvabilitasnya. Pertumbuhan Rasio Solvabilitas Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio CAR Primary Ratio Capital Ratio 1999 Periode 2000 2001 -35. Analisis terhadap rasio-rasio likuiditas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR). . Tabel 8. Hal ini menunjukkan adanya penurunan nilai pada masing-masing rasio tersebut. Pertumbuhan rasio solvabilitas Bank Syari’ah Mandiri dapat ditunjukkan pada tabel 8. Meskipun demikian.2 % Sumber : Data Sekunder Diolah Hasil pertumbuhan rasio solvabilitas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR).81 % -31. nilai rasio-rasio solvabilitas pada bank ini masih cukup tinggi. dan capital ratio memperlihatkan bahwa rasio-rasio tersebut mengalami pertumbuhan negatif setiap tahunnya. Bank kurang mampu memperbaiki permodalannya sehingga rasio-rasio solvabilitasnya terus mengalami penurunan setiap tahunnya.03 % -86.9 % -47. primary ratio. Pertumbuhan negatif pada rasio-rasio solvabilitas ini mencerminkan bahwa kinerja keuangan bank syari’ah ini dari tahun ketahun kurang baik. dan capital ratio pada Bank Syari’ah Mandiri terlihat mengalami penurunan setiap tahunnya.7 % -20.

Kenaikan ROA pada tahun 2000 menjadi 2.-. Sedangkan ROA pada tahun 2000 mengalami peningkatan menjadi 2. return on equity (ROE) dan gross profit margin (GPM) pada bank syari’ah ini dapat ditunjukkan pada Tabel 9..09 % 19. Tabel 9. Pada tahun 2001 ROA menurun menjadi 1. 0. Rentabilitas Hasil perhitungan rasio-rasio rentabilitas yang mencakup return on assets (ROA).43 % Rasio-rasio rentabilitas yang mencakup return on assets (ROA).dari aset mampu menghasilkan laba sebesar Rp.0178. hal ini menggambarkan bahwa setiap Rp.59 % 4. 1. (1) ROA pada tahun 1999 menunjukkan angka 0.59 % menunjukkan bahwa kemampuan bank dalam menghasilkan laba dari menggunakan asetnya cukup baik.78 %. Rasio Rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio ROA ROE GPM Sumber : Data sekunder diolah 1999 0.78 % 4. Return en equity (ROE)..33 % 2001 1.0259. 0.0383 % 0.10 % 93. 1.0383 %.107 c).047 % (3791. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.59 % yang berarti bahwa setiap Rp. . 1.-. dan Gross profit Margin (GPM) dapat dijelaskan seperti berikut.-.dari aset mampu menghasilkan laba sebesar Rp.15%) Periode 2000 2..00038.dari aset menghasilkan laba sebesar Rp 0.

. 0.-.15 %. (2) ROE pada tahun 1999 sebesar 0. akan tetapi nilai ROA pada bank ini tergolong cukup baik. 0. Sedangkan pada tahun 2001 terlihat GPM mengalami penurunan menjadi 19. yakni sebesar 3791.-.933. 0. Pada tahun 2000 GPM menunjukkan angka 93..047 % menggambarkan bahwa setiap Rp.. (3) GPM pada tahun 1999 menunjukkan angka negatif. Peningkatan yang terjadi tiap tahunnya terhadap rasio ini mencerminkan bahwa kemampuan bank dalam menghasilkan laba dengan menggunakan modalnya sudah cukup baik. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.43 % yang berarti bahwa setiap Rp.33 %.00047.-.-.041. hal ini menggambarkan bahwa biaya operasi yang dikeluarkan oleh perusahaan belum mampu menghasilkan operating income karena perusahaan baru didirikan.. 1.0409. 1. 0. Peningkatan . 1.78 %.09% menunjukkan bahwa setiap Rp.-. 1. 0. 1.10 % yang berarti bahwa setiap Rp.108 Meskipun pada tahun 2001 ROA mengalami penurunan menjadi 1.194..dari biaya operasi yang dikeluarkan oleh perusahaan mampu menghasilkan operating income sebesar Rp.dari biaya operasi yang dikeluarkan oleh perusahaan hanya mampu menghasilkan operating income sebesar Rp. Pada tahun 2000 ROE meningkat menjadi 4.dari modal mampu menghasilkan laba sebesar Rp.dari modal dapat menghasilkan laba sebesar Rp.dari modal dapat menghasilkan laba perusahaan sebesar Rp. Sedangkan pada tahun 2001 ROE sebesar 4.

ROE.18 % Sumber : Data Sekunder Diolah Hasil perhitungan pertumbuhan rasio rentabilitas yang mencakup ROA.24 % 102.4 % -0. Pertumbuhan Rasio Rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio ROA ROE GPM 1999 Periode 2000 2001 6662.43 %. Penurunan . Tabel 10. Pertumbuhan rasio rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri dapat ditunjukkan pada tabel 10.4 % -31. Meskipun nilai GPM mengalami kenaikan dan penurunan naik namun bank tersebut terlihat cukup mampu menghasilkan laba melalui operasional usahanya. Pertumbuhan positif pada rasio-rasio rentabilitas ini mencerminkan bahwa kinerja keuangan bank syari’ah ini sudah cukup baik.33 % mencerminkan bahwa pada tahun tersebut kemampuan bank dalam memperoleh laba dari operasional usahanya sudah cukup tinggi. Sedangkan pertumbuhan negatif pada rasio-rasio ini mencerminkan bahwa kinerja keuangan bank syari’ah ini kurang baik. Sedangkan pada tahun 2001 GPM mengalami penurunan menjadi 19. Ditinjau dari pertumbuhannya.46 % -79. kinerja keuangan bank syari’ah ini mengalami kenaikan dan penurunan pada rasio rentabilitasnya.109 nilai GPM pada tahun 2000 menjadi 93.27 % 8623. dan GPM memperlihatkan bahwa rasio-rasio tersebut mengalami pertumbuhan positif dan negatif setiap tahunnya.

maupun operasional usahanya sehingga tergolong bank yang cukup profitabel. Sedangkan pada tahun 20002001 Bank Syari’ah Mandiri sudah cukup mampu menghasilkan laba baik dari pemanfaatan aset.03 % 6. dan operating ratio dapat dijelaskan seperti berikut. asset utillization ratio (AUR). Efisiensi Hasil perhitungan rasio-rasio efisiensi yang mencakup leverage multipler ratio.78 % 13. asset utillization ratio dan operating ratio pada bank syari’ah ini dapat ditunjukkan pada Tabel 11.60 % Rasio-rasio efesiensi yang mencakup leverage multipler ratio (LMR). hal ini menunjukkan bahwa manajemen mampu mengelola equity capital menjadi aset sebesar 124 kali dalam setahun. Rasio Efisiensi Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio Leverage Multipler Ratio AUR Operating Ratio Sumber : Data sekunder diolah 1999 124. Pada tahun .66 % 2001 228.79 % 9.110 terhadap pertumbuhan rasio-rasio rentabilitas ini menunjukkan bahwa bank kurang mampu mempertahankan kinerja keuangannya. Berdasarkan analisis rasio-rasio rentabilitas tersebut dapat diketahui bahwa Bank Syari’ah Mandiri pada tahun 1999 mempunyai tingkat rentabilitas yang masih rendah.224 % 3891. d).86 % Periode 2000 157. (1) LMR pada tahun 1999 menunjukkan angka 124.44 % 80. modal. Tabel 11.9 %.9 % 0.

dan kembali mengalami peningkatan menjadi 228. Nilai LMR yang tinggi menunjukkan bahwa total aset bank jauh lebih besar dibandingkan dengan modal yang dimilikinya....9. 0. 1. dari aset menghasilkan income sebesar Rp.. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. Sedangkan pada tahun 2000 operating ratio mengalami penurunan menjadi 6.44 % yang menunjukkan bahwa setiap Rp. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 1.03 % yang berarti setiap Rp.-.78 % pada tahun 2001. Pada pada tahun 2001 AUR kembali mengalami peningkatan sebesar 13.-. Peningkatan nilai AUR pada tiap tahunnya mencerminkan bahwa kemampuan bank dalam memanfaatkan asetnya untuk meningkatkan pendapatan sudah cukup baik setiap tahunnya. 1.dari aset dapat menghasilkan income sebesar Rp. 1.dari pendapatan yang . hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.-.224 %. 0.dari pendapatan yang diterima memerlukan biaya operasional dan non operasional sebesar Rp.0903.-. 38.79 %.66 %.86 %. Hal ini mencerminkan bahwa bank cukup mampu mengelola aset yang dikuasainya dengan baik.00224. Pada tahun 2000 terlihat AUR meningkat menjadi 9.111 2000 nilai LMR meningkat menjadi 157. (3) Operating ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka 3891.134. (2) AUR pada tahun 1999 menunjukkan angka 0. 1.-. 0.dari aset dapat menghasilkan income sebesar Rp.

dan operating ratio . Ditinjau dari pertumbuhannya. asset utillization ratio (AUR). 1. 0.60 %. Semakin tinggi operating ratio maka tingkat efesiensi bank tersebut semakin rendah karena biaya operasional dan operasional yang dikeluarkan bank lebih besar dari pendapatan yang diterima. Naik turunnya nilai operating rasio pada bank syari’ah ini mencerminkan bahwa bank kurang mampu mempertahankan kinerja keuangannya.-.3 % 44.2 % 48.2 % Sumber : Data Sekunder Diolah Hasil perhitungan rasio efisiensi yang mencakup leverage multipler ratio (LMR).066.. Pada tahun 2001. Tabel 12. 0.8 % 1110.8 % -99.dari pendapatan yang diterima memerlukan biaya operasional dan non operasional sebesar Rp.-. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. Pertumbuhan rasio efesiensi Bank Syari’ah Mandiri dapat ditunjukkan pada tabel 12. kinerja keuangan bank syari’ah ini memiliki kecendrungan pertumbuhan yang berbeda pada rasiorasio efisiensinya. Pada tahun 1999 operating ratio memiliki nilai tertinggi.8.9 % 3931. Pertumbuhan Rasio Efisiensi Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio LMR AUR Operating Ratio 1999 Periode 2000 2001 26. operating ratio mengalami kenaikan menjadi 80.112 diterima hanya memerlukan biaya operasional dan non operasional sebesar Rp.

Berdasarkan analisis rasio-rasio efisiensi tersebut dapat diketahui bahwa Bank Sayari’ah Mandiri pada tahun 1999 tingkat efisiensinya masih kurang baik. rentabilitas dan efisiensi selama periode 1999-2001 dapat ditunjukkan dan dianalisis sebagai berikut : a). Sementara pada tahun 2000-2001 tingkat efisiensi bank ini sudah tergolong cukup baik. solvabilitas. namun pertumbuhan positif pada LMR dan AUR mencerminkan bahwa bank memiliki kemampuan yang cukup baik dalam mengelola dan memanfaatkan asetnya. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hasil perhitungan rasio-rasio keuangan Bank Rakyat Indonesia (BRI) meliputi likuiditas.113 memperlihatkan bahwa rasio-rasio tersebut mengalami pertumbuhan positif setiap tahunnya. . Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun tersebut bank cukup mampu mengelola dan memanfaatkan asetnya sehingga tergolong bank yang cukup efesien. ini menunjukkan adanya peningkatan nilai pada masing-masing rasio tersebut. Hasil perhitungan rasio-rasio mencakup quick ratio. Likuiditas Berdasarkan data laporan neraca dan laporan laba rugi dapat dilihat rasio-rasio likuiditas Bank Rakyat Indonesia untuk periode 1999-2001. Meskipun pertumbuhan operating ratio menurun. 2.

-.23 % 56. banking ratio..29 % 85.65 % Periode 2000 10.65 % yang berarti bahwa setiap Rp.58 %.23 %. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. Penurunan quick ratio pada tahun 2000 memperlihatkan bahwa bank kurang mampu meningkatkan kualitas kas atau asetnya.dari deposit dijamin oleh cash assets sebesar Rp. 1999 11.44 % 40. Sedangkan tahun 2001 quick ratio terlihat meningkat menjadi 20. Pada tahun 2000 quick ratio mengalami penurunan menjadi 10. 1.dari deposit dijamin oleh cash assets sebesar Rp. 0.76 % 2001 20.73 % Rasio-rasio likuiditas yang mencakup quick ratio. 1. 1) Quick ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka 11.-.114 banking ratio dan loan to assets ratio pada bank konvensional ini dapat ditunjukkan pada Tabel 13. 1.2023.58 % 65..dari deposit dijamin oleh cash assets sebesar Rp.-. 0.0106. Tabel 13.. dan loan to assets ratio seperti yang terlihat pada tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.1158.08 % 42. Rasio Likuiditas Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 Rasio Quick Ratio Banking Ratio Loan to Assets Ratio Sumber : Data Sekunder diolah. 0. Semakin rendah quick ratio maka semakin rendah pula tingkat likuiditas bank karena bank kurang dapat menjamin pengembalian deposito baik dalam .65 % 53.

Semakin rendah nilai banking ratio maka tingkat likuiditas bank akan semakin tinggi. 1.08 % yang berarti setiap Rp.44 %.. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. quick ratio mengalami peningkatan.6529.5344. Meskipun quick ratio mengalami peningkatan..dari kredit yang diberikan.. 1. 2) Banking ratio pada tahun 1999 adalah sebesar 65. Berdasarkan tabel 13 diatas terlihat bahwa nilai rasio ini mengalami penurunan pada setiap tahunnya. namun masih tergolong rendah.dari deposit dijamin oleh Rp. 1. Oleh sebab itu tingkat likuiditas bank konvensional ini dilihat dari quick ratio tergolong kurang baik.dari kredit yang diberikan.5608.dari deposit dijamin oleh Rp.. Nilai banking ratio yang lebih kecil dari 100 % menunjukkan bahwa bank .. 0. Sedangkan pada tahun 2001.dari deposit dijamin oleh Rp. hal ini menggambarkan bahwa setiap Rp. Hal ini memperlihatkan bahwa bank konvensional ini kurang mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Hal ini mencerminkan bahwa tingkat likuiditas bank ini dilihat dari banking ratio cukup baik. Sedangkan pada tahun 2000 banking ratio menurun menjadi 53. Rasio ini tidak mencapai atau mendekati 100 % sebagai rule of thumb-nya.115 bentuk tabungan maupun deposito berjangka kepada para nasabah penyimpan dana.dari kredit yang diberikan. 0. Pada tahun 2001 terlihat banking ratio meningkat menjadi 56. 0..29 %.

. 0.4076.dari aset yang tersedia mampu memenuhi kredit yang diberikan sebesar Rp.-.76 % yang berarti di setiap Rp. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 1.116 konvensional ini dapat memberikan kredit kepada kreditor dengan menggunakan depositonya sehingga bank tidak membutuhkan jumlah dana yang besar untuk membiayai kreditnya. 1. dibandingkan dengan total aset yang .73 %. Pada tahun 2000 terlihat bahwa loan to assets ratio mengalami penurunan menjadi 40. Sedangkan pada tahun 2001 loan to assets ratio meningkat menjadi 42.8565.-. Ini disebabkan karena total kredit yang diminta nasabah cenderung lebih kecil dimiliki bank tersebut. nilai rasio yang semakin rendah menunjukkan bahwa kemampuan bank untuk memenuhi permintaan kredit atau pembiayaan dari nasabah cukup tinggi.dari aset yang tersedia mampu memenuhi kredit yang diberikan sebesar Rp.dari aset yang tersedia hanya mampu memenuhi kredit yang diberikan sebesar Rp.65 %. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. Berdasarkan pada tabel 13 diatas maka dapat dilihat bahwa pada tahun 1999 nilai loan to assets ratio adalah paling tinggi.-. 3) Loan to assets ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka 85. 0. 1. 0.4273.. dan 2001 menunjukkan bahwa dalam tahun tersebut tingkat likuiditasnya cukup baik.. Sedangkan penurunan nilai rasio yang terjadi pada tahun 2000.

9 % 4. Pertumbuhan Rasio Likuiditas Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 Rasio Quick Ratio Banking Ratio Loan to assets ratio 1999 Periode 2000 -8. banking ratio.03 % -18. . Pertumbuhan rasio likuiditas Bank Rakyat Indonesia dapat ditunjukkan pada tabel 14.9 % 4. Tabel 14.117 Ditinjau dari pertumbuhannya. Pertumbuhan positif banking ratio pada tahun 2001 juga mencerminkan bahwa kinerja keuangannya pada tahun tersebut kurang baik karena bank kurang mampu menurunkan nilai perbandingan antara total kredit dengan total depositonya.14 % -52.4 % 2001 89. Pertumbuhan positif quick ratio pada tahun 2001 memperlihatkan bahwa pada tahun tersebut bank cukup mampu meningkatkan kinerja keuangannya setelah sebelumnya mempunyai pertumbuhan negatif. pertumbuhan positif pada loan to assets ratio pada tahun 2001 menandakan bahwa kinerja keuangan pada bank tersebut masih kurang baik dibandingkan tahun 2000. Hal ini karena bank kurang mampu menurunkan nilai perbandingan antara total kredit dengan total asetnya. Sementara itu.8 % Sumber : Data Sekunder Diolah. Bank Rakyat Indonesia ini mengalami kenaikan pada rasio likuiditasnya. dan loan to assets ratio menunjukkan bahwa rasio-rasio tersebut mengalami pertumbuhan positif dan negatif pada tiap tahunnya. Hasil pertumbuhan rasio likuiditas yang mencakup quick ratio.

hal ini menunjukkan bahwa bank kurang mampu menutup kemungkinan terjadinya kegagalan dalam perkreditan dan perdagangan surat berharga.36 % 14.15 %) (100. primary ratio.34 % 6.59 %.28 %) (86. Sedangkan pada tahun 2000 CAR mengalami peningkatan menjadi 6.118 Berdasarkan analisis rasio-rasio likuiditas tersebut dapat diketahui bahwa tingkat likuiditas Bank Rakyat Indonesia masih cukup baik. Rasio-rasio solvabilitas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR). Tabel 15. Solvabilitas Hasil perhitungan rasio-rasio solvabilitas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR). hal ini menunjukkan .47 % 4.07 % 2001 9. (1) CAR pada tahun 1999 menunjukkan angka yang negatif sebesar 88.92 % 12.87 % Sumber : Data Sekunder diolah.59 %) Periode 2000 6. b). Hal ini mencerminkan bahwa bank mampu dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya sehingga tergolong dalam bank yang liquid. primary ratio dan capital ratio pada bank konvensional ini dapat ditunjukkan pada Tabel 15. dan capital ratio seperti yang terlihat pada tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut. Rasio Solvabilitas Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 Rasio CAR Primary Ratio Capital Ratio 1999 (99.47 %.

1.0492.119 bahwa setiap Rp.647..357 %. hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak mampu menjamin asset dengan equity capital yang dimilikinya.dari aset dijamin oleh equity capital sebesar Rp. 1. (2) Primary ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka negatif. CAR yang rendah mencerminkan bahwa permodalan dalam bank kurang baik sehingga bank kurang mampu menutup kemungkinan terjadinya kegagalan dalam kredit dan perdagangan securities.-. 0. 0. Pada tahun 2000 primary ratio mengalami peningkatan menjadi 4.. Meskipun rasio ini mengalami peningkatan pada tahun 2000 namun nilai CAR pada bank konvensional ini masih kurang baik. Pada tahun 2001 primary ratio kembali mengalami peningkatan menjadi 6.-. yakni sebesar 86.34 %. Semakin tinggi nilai CAR maka solvabilitas semakin baik.934. Pada tahun 2001 CAR kembali meningkat menjadi 9. hal ini .-. 0..15 %. 1. CAR yang semakin tinggi mencerminkan bahwa permodalannya semakin baik karena modal dapat digunakan untuk menjamin pemberian kredit. Nilai CAR dikatakan rendah apabila kurang dari nilai CAR yang ditentukan oleh Bank Indonesia yakni sebesar 8 %. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.dari kredit dan securities dijamin oleh modal sebesar Rp.92 % yang berarti bahwa setiap Rp. Sementara pada tahun 2001 nilai CAR bank ini terlihat sudah cukup baik.dari kredit dan securities dijamin oleh modal sebesar Rp.

120

menunjukkan bahwa setiap Rp. 1,- dari aset dijamin oleh equity capital sebesar Rp. 0,06357,. Berdasarkan tabel 14 terlihat bahwa rasio ini mengalami peningkatan setiap tahunnya. Peningkatan rasio ini memperlihatkan bahwa bank konvensional ini cukup mampu memperbaiki kinerja keuangannya. Meskipun mengalami kenaikan, namun nilai rasio-rasio ini tergolong masih rendah. Primary ratio yang rendah menunjukkan bahwa modal yang dimiliki bank lebih kecil dari total aset. (3) Capital ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka negatif sebesar 100,59 %, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak dapat menjamin kredit dengan equity capital yang dimilikinya. Capital ratio mengalami kenaikan menjadi 12,07 % pada tahun 2000, hal ini berarti bahwa di setiap Rp. 1,- dari kredit dijamin oleh equity capital sebesar Rp. 0,1207,-. Pada tahun 2001 capital ratio kembali meningkat menjadi 14,87 %, hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 1,- dari kredit dijamin oleh equity capital sebesar Rp. 0,1487,-.Dari tabel diatas terlihat bahwa capital ratio mengalami peningkatan tiap tahunnya. Meskipun demikian nilai rasio-rasio ini tergolong masih rendah. Capital rasio yang rendah menunjukkan bahwa bank memiliki permodalan yang kurang baik sehingga kemampuan untuk dapat menutup kredit atau pembiayaan usaha yang dilakukan oleh bank masih kurang.

121

Ditinjau

dari

pertumbuhannya,

kinerja

keuangan

bank

konvensional ini mengalami pertumbuhan yang positif pada rasio solvabilitasnya. Pertumbuhan rasio solvabilitas Bank Rakyat Indonesia dapat ditunjukkan pada tabel 16.
Tabel 16. Pertumbuhan Rasio Solvabilitas Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 Rasio CAR Primary Ratio Capital Ratio 1999 Periode 2000 106,5 % 105,7 % 111,9 % 2001 44,3 % 29,2 % 23,1 %

Sumber : Data Sekunder Diolah.

Hasil pertumbuhan rasio solvabilitas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR), primary ratio, dan capital ratio

memperlihatkan bahwa rasio-rasio tersebut mengalami pertumbuhan positif setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan nilai pada masing-masing rasio tersebut. Pertumbuhan positif pada rasiorasio solvabilitas ini mencerminkan bahwa bank cukup mampu memperbaiki permodalannya sehingga rasio-rasio solvabilitasnya terus mengalami peningkatan pada tiap tahunnya. Analisis terhadap rasio-rasio solvabilitas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR), primary ratio, dan capital ratio selama periode 1999-2001 pada Bank Rakyat Indonesia memperlihatkan bahwa nilai rasio-rasio solvabilitasnya masih rendah. Meskipun pertumbuhan rasio solvabilitas pada bank ini setiap tahunnya menunjukkan pertumbuhan yang positif akan tetapi nilai rasio rasio-

122

rasio solvabilitas yang dimiliki bank tersebut tergolong masih rendah. Hal ini mencerminkan bahwa bank tersebut masih kurang mampu memenuhi kewajiban jangka panjangnya sehingga tergolong sebagai bank umum yang kurang solvabel. c). Rentabilitas Hasil perhitungan rasio-rasio rentabilitas yang mencakup return on assets (ROA), return on equity (ROE) dan gross profit margin (GPM) pada bank konvensional ini dapat ditunjukkan pada Tabel 17.
Tabel 17. Rasio Rentabilitas Bank Rakyat Indonesia periode 1999-2001

Rasio 1999 ROA (92,35 %) ROE (107,19 %) GPM (18,37 %) Sumber: Data Sekunder diolah.

Periode 2000 (43,04 %) (874,7 %) 3,65 %

2001 1,405 % 22,10 % 27,38 %

Rasio-rasio rentabilitas yang mencakup return on asset (ROA), return on equity (ROE), dan gross profit margin (GPM) seperti yang terlihat pada tabel tersebut diatas dapat dijelaskan seperti berikut. (1) Pada tahun 1999 dan 2000 terlihat bahwa perusahaan mengalami kerugian. Hal tersebut dapat dilihat dalam ROA yang menunjukkan angka negatif yakni masing-masing sebesar 92,35 % dan 43,04 %. Hal ini menggambarkan bahwa perusahaan kurang mampu memanfaatkan aset yang dimilikinya untuk memperoleh laba atau keuntungan. Sedangkan ROA pada tahun 2001 mengalami

221. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. (3) GPM pada tahun 1999 menunjukkan angka negatif sebesar 18. 1. Pada tahun 2001 ROE mulai mengalami peningkatan menjadi 22. hal ini menunjukkan bahwa perusahaan belum mampu menghasilkan operating income dari biaya operasional yang dikeluarkannya.19 % dan 874.37 %. Kenaikan ROA pada tahun 2001 menjadi 1.-. hal ini menggambarkan bahwa setiap Rp.405 %. 1. hal ini menunjukkan bahwa perusahaan belum mampu memperoleh laba dan efesiensi secara keseluruhan melalui penggunaan modal.-..dari biaya operasional mampu menghasilkan operating income sebesar Rp.123 peningkatan sebesar 1. 0.65 %..7 %. 0. Peningkatan nilai ROE pada tahun 2001 mencerminkan bahwa kemampuan bank dalam menghasilkan laba dengan menggunakan modalnya dalam tahun tersebut sudah cukup baik.01405.dari modal mampu menghasilkan laba atau keuntungan sebesar Rp. hal ini mencerminkan bahwa setiap .38 %. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.10 %. 1.-.dari aset dapat menghasilkan keuntungan sebesar Rp. Sedangkan GPM pada tahun 2000 meningkat menjadi 3.0365. Pada tahun 2001 terlihat GPM kembali mengalami peningkatan menjadi 27. (2) Pada tahun 1999 dan 2000 terlihat bahwa ROE menunjukkan angka negatif yaitu sebesar 107. 0..405 % menunjukkan bahwa kemampuan bank dalam menghasilkan laba dari menggunakan asetnya pada tahun tersebut cukup baik.

5 % 650.-. Ditinjau dari pertumbuhannya.3 % -716. 1.86 % 2001 103. Peningkatan nilai GPM setiap tahunnya mencerminkan bahwa kemampuan bank dalam memperoleh laba dari operasional usahanya cukup baik. Nilai GPM yang semakin meningkat memperlihatkan bahwa bank tersebut mampu meningkatkan kinerja keuangannya.dari biaya operasional perusahaan mampu menghasilkan operating income sebesar Rp.13 % Sumber : Data Sekunder Diolah Hasil perhitungan pertumbuhan rasio rentabilitas yang mencakup ROA. .2 % 102. kinerja keuangan bank konvensional ini mengalami peningkatan dan penurunan pada rasio rentabilitasnya. Pertumbuhan Rasio Rentabilitas Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 Rasio ROA ROE GPM 1999 Periode 2000 53. Tabel 18. 0.02 % 119. ROE.124 Rp.. dan GPM memperlihatkan bahwa rasio-rasio tersebut secara umum mengalami pertumbuhan positif setiap tahunnya. Pertumbuhan rasio rentabilitas Bank Rakyat Indonesia dapat ditunjukkan pada tabel 18. Pertumbuhan positif pada rasio-rasio rentabilitas ini pada setiap tahunnya mencerminkan bahwa bank tersebut mempunyai kemampuan untuk memperbaiki kinerja keuangannya sehingga mengalami peningkatan.2738.

Tabel 19. modal. asset utillization ratio (AUR) dan operating ratio pada bank konvensional ini dapat ditunjukkan pada Tabel 19. Sedangkan pada tahun 2001 nilai rasio-rasio rentabilitas pada bank ini sudah terlihat cukup tinggi.59 % 13.45 % 17.92 % 30.89 % 96.18 % 72. Hal ini mencerminkan bahwa pada tahun tersebut bank cukup mampu menghasilkan laba baik dari pemanfaatan aset.85 % 2001 1572. Hal ini terlihat pada masih rendahnya nilai rasio-rasio rentabilitas yang dimilikinya pada tahun tersebut. meskipun mengalami pertumbuhan yang positif pada tiap tahunnya.73 % Sumber : Data Sekunder diolah.52 % 118.125 Berdasarkan analisis rasio-rasio rentabilitas tersebut dapat diketahui bahwa Bank Rakyat Indonesia pada tahun 1999 dan 2000 belum cukup mampu menghasilkan laba baik dari pemanfaatan aset. . dan modalnya sehingga tergolong bank yang kurang profitabel. Efisiensi Hasil perhitungan rasio-rasio efisiensi yang mencakup leverage multipler ratio.06 %) Periode 2000 2031. d). Rasio Efisiensi Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 Rasio Leverage Multipler Ratio AUR Operating Ratio 1999 (116. maupun dari operasional usahanya sehingga tergolong dalam bank yang cukup profitabel.

1.92 % pada tahun 2001. Meskipun rasio ini mengalami penurunan pada tahun 2000.89 % yang berarti bahwa disetiap Rp.1389.dari aset dapat menghasilkan income sebesar Rp. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.08 %.-. asset utillization ratio (AUR). hal ini menunjukkan bahwa manajemen tidak mampu mengelola equity capital menjadi aset. Naik turunnya nilai AUR pada tiap tahunnya . AUR pada tahun 2001 meningkat menjadi 17. Pada tahun 2000 nilai LMR meningkat menjadi 2031. (1) LMR pada tahun 1999 menunjukkan angka negatif sebesar 116.85 %.3052.52 %. namun nilai LMR pada bank konvensional ini tergolong cukup tinggi.1718.-. Nilai LMR yang tinggi menunjukkan bahwa total aset bank jauh lebih besar dibandingkan dengan modal yang dimilikinya.. 0. Sedangkan pada tahun 2000 AUR terlihat mengalami penurunan menjadi 13. dan mengalami penurunan menjadi 1572. 0.dari aset dapat menghasilkan income sebesar Rp.126 Rasio-rasio efisiensi yang mencakup leverage multipler ratio (LMR). Hal ini mencerminkan bahwa bank cukup mampu mengelola aset yang dikuasainya dengan baik. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. (2) AUR pada tahun 1999 menunjukkan angka 30. 1.. 0. 1. dan operating ratio seperti yang terlihat pada tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut. Meskipun mengalami penurunan pada tahun 2001. namun pada tahun 2001 kembali meningkat.18 %.-..dari aset dapat menghasilkan income sebesar Rp.

hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 0. Sedangkan nilai operating rasio yang semakin rendah mencerminkan bahwa bank tersebut mampu mempertahankan kinerja keuangannya.-. (3) Operating ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka 118. operating ratio mengalami kenaikan menjadi 72. Pada tahun 1999 operating ratio memiliki nilai tertinggi.dari pendapatan yang diterima hanya memerlukan biaya operasional dan non operasional sebesar Rp. Pada tahun 2001.72. 1. Sedangkan pada tahun 2000 operating ratio mengalami penurunan menjadi 96.59 %.45 %. Ditinjau dari pertumbuhannya. 1.127 mencerminkan bahwa kemampuan bank dalam memanfaatkan asetnya untuk meningkatkan pendapatan belum terlalu baik. Operating ratio mengalami penurunan pada tahun 2000 dan 2001. sehingga dilihat dari operating ratio tingkat efesiensi bank ini cukup baik.-. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 1.dari pendapatan yang diterima memerlukan biaya operasional dan non operasional sebesar Rp. Semakin tinggi operating ratio maka tingkat efesiensi bank tersebut semakin rendah karena biaya operasional dan operasional yang dikeluarkan bank lebih besar dari pendapatan yang diterima. kinerja keuangan bank konvensional ini memiliki kecendrungan pertumbuhan yang berbeda . 0.73 %.-.96.18..dari pendapatan yang diterima memerlukan biaya operasional dan non operasional sebesar Rp.. 1.

yaitu asset utillization ratio (AUR).5 % 23.128 pada rasio-rasio efisiensinya.6 % 2001 -22. Rasio yang mencerminkan efisiensi operasionalisasi bank ini hanya ada 1. Berdasarkan analisis rasio-rasio efisiensi tersebut memperlihatkan bahwa kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia pada tahun 1999 belum sepenuhnya efisien. Pertumbuhan negatif LMR. Pertumbuhan Rasio Efisiensi Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 Rasio LMR AUR Operating Ratio 1999 Periode 2000 1850. Tabel 20. asset utillization ratio (AUR). dan 2001 menunjukkan bahwa bank konvensional ini . Pertumbuhan rasio efisiensi Bank konvensional dapat ditunjukkan pada tabel 20. dan operating ratio memperlihatkan bahwa rasio-rasio tersebut mengalami pertumbuhan positif dan negatif. Sedangkan kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2000.4 % -18. Sedangkan AUR mengalami pertumbuhan yang positif. hal ini mencerminkan bahwa bank konvensional ini mempunyai kemampuan dalam memanfaatkan aset yang tersedia sehingga mampu meningkatkan kinerja keuangannya.6 % -24.5 % Sumber : Data Sekunder Diolah Hasil perhitungan rasio efisiensi yang mencakup leverage multipler ratio (LMR).6 % -54. dan Operating ratio memperlihatkan bank tersebut kurang mampu mempertahankan kinerja keuangannya.

solvabilitas. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Analisis perbandingan kinerja keuangan ini dimaksudkan untuk membandingkan kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia secara eksternal.BSM . Likuiditas Perbandingan rasio-rasio likuiditas Bank Syari’ah mandiri dan Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001 dapat ditunjukkan pada Tabel 21. Perbandingan kinerja keuangan pada kedua bank tersebut ditinjau dari rasio-rasio keuangannya yang mencakup likuiditas.65 % 177. C.1 % 2001 50.BSM 49.19 % 11. Analisis perbandingan kinerja keuangan ini bertujuan untuk mengetahui bank mana yang memiliki kinerja keuangan lebih baik antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia.41 % 20. Analisis perbandingan kinerja pada kedua bank tersebut tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : 1.6 % 2 . Perbandingan Rasio Likuiditas Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 No 1 Rasio 1999 Quick Ratio .129 cukup mampu meningkatkan efisiensi dalam menjalankan aktivitas perbankannya sehingga tergolong dalam bank yang cukup efesien.BRI Banking Ratio .58 % 72.46 % 10. Tabel 21.72 % Periode 2000 10. rentabilitas dan efisiensi.23 % 137.

08 % 69. Hal ini ditunjukkan baik pada nilai banking ratio.51 % 40.BRI 65. 2.81 % 85. . Solvabilitas Perbandingan rasio-rasio solvabilitas Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001 dapat ditunjukkan pada tabel 22. Selama periode 1999-2001 nilai banking ratio.29 % 8.65 % 53.BRI Loan to Assets Ratio .44 % 53.BSM . dan loan to assets ratio Bank Rakyat Indonesia lebih rendah dibandingkan Bank Syari’ah Mandiri.93 % 42. Hal ini mencerminkan bahwa bank tersebut mempunyai tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Oleh sebab itu Bank Rakyat Indonesia tergolong lebih liquid sehingga lebih mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya dibandingkan Bank Syari’ah Mandiri.76 % 56. maupun loan to assets ratio.73 % Sumber : Hasil Penelitian. Banking ratio yang semakin rendah menandakan bahwa bank ini mempunyai kemampuan yang cukup baik untuk membayar kembali kewajiban kepada nasabah yang telah menanamkan dananya dengan menggunakan depositonya. Sementara itu nilai loan to assets ratio yang semakin rendah menunjukkan bahwa kemampuan bank ini untuk memenuhi permintaan kredit atau pembiayaan usaha dari nasabah tinggi.130 3 . Berdasarkan data pada tabel 21 diatas maka dapat diketahui bahwa rasiorasio likuiditas pada Bank Rakyat Indonesia menunjukkan kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan dengan Bank Syari’ah Mandiri.

BRI Capital Ratio .131 Tabel 22.35 % 62.58 % 9. Hal ini ditunjukkan dengan lebih tingginya nilai CAR. 3.49 % 14.5 % (99.BRI Primary Ratio .17 % 6. Berdasarkan pada tabel 22 diatas maka dapat diketahui bahwa rasio-rasio solvabilitas pada Bank Syari’ah Mandiri terlihat lebih baik dibandingkan dengan Bank Rakyat Indonesia.BSM .07 % 2001 51.47 % 63. Rentabilitas Perbandingan rasio-rasio rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri (BSM) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) selama periode 1999-2001 dapat dilihat pada tabel 23. dan capital ratio selama periode 19992001 dibandingkan dengan Bank Rakyat Indonesia.70 % 6. Perbandingan Rasio Solvabilitas Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 No 1 Rasio 1999 CAR .BRI 88.5 % (100. .BSM . Hal tersebut menandakan bahwa kemampuan Bank Syari’ah Mandiri dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya lebih baik bila dibandingkan dengan Bank Rakyat Indonesia sehingga tergolong bank yang cukup solvabel.87 % 2 3 Sumber : Hasil penelitian.28 %) 80.BSM .37 % 4.03 % (86. primary ratio.15 %) 907.41 % 12.59 %) Periode 2000 57.34 % 43.92 % 118.

35 %) 0.43 % 27.04 %) 4.7 %) 102.10 % (874.37 %) Periode 2000 2.132 Tabel 23.19 %) (3791.46 % 3. Sementara pada tahun 2000.09 % 22.78 % 1. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun tersebut kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri lebih baik karena kemampuan menghasilkan labanya lebih tinggi dibandingkan dengan Bank Rakyat Indonesia. Meskipun demikian dilihat dari rendahnya nilai ROA.65 % 2001 1.047 % (107.59 % (43.15%) (18. ROE.405 % 4. . Berdasarkan pada tabel 23 diatas terlihat bahwa rasio-rasio rentabilitas pada Bank Syari’ah Mandiri pada tahun 1999 lebih tinggi dibandingkan pada Bank Rakyat Indonesia. nilai rasio-rasio rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri terlihat lebih tingi sehingga tergolong sebagai bank yang cukup profitabel dibandingkan Bank Rakyat Indonesia Sedangkan pada tahun 2001 terlihat bahwa tingkat rentabilitas Bank Rakyat Indonesia lebih tinggi dibandingkan Bank Syari’ah Mandiri sehingga kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia pada tahun tersebut lebih baik daripada Bank Syari’ah Mandiri.0383 % (92. dan GPM maka tingkat rentabilitas kedua bank tersebut masih kurang baik sehingga tergolong sebagai bank yang kurang profitabel. Perbandingan Rasio Rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 No 1 ROA ROE GPM - Rasio 1999 BSM BRI BSM BRI BSM BRI 0.38 % 2 3 Sumber : Hasil Penelitian.1 % 19.

78 % 1572.52 % 157.9 % (116.89 % 228. Tabel 24.66 % 96.BRI AUR . Meskipun demikian terlihat bahwa .03 % 13.BRI Operating Ratio .45 % 80.BRI Periode 2000 2001 124.06 %) 0.85 % 9.BSM . Sementara pada tahun 2000-2001 tingkat efisiensi kedua bank tersebut sudah cukup baik. dan asset utillization ratio (AUR) yang mengalami peningkatan setiap tahunnya.133 4. Efisiensi Perbandingan rasio-rasio efisiensi Bank Syari’ah Mandiri (BSM) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) selama periode 1999-2001 dapat dilihat pada Tabel 24.86 % 118.18 % 2 3 3891.79 % 2031. Berdasarkan pada tabel 24 dapat diketahui bahwa Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia pada tahun 1999 belum terlihat efisien.224 % 30. Perbandingan Rasio Efisiensi Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 No 1 Rasio 1999 Leverage Multipler Ratio .BSM .59 % 6.60 % 72. Selain itu penurunan operating ratio pada setiap periode tersebut menunjukkan bahwa kemampuan bank dalam menekan biaya operasional dan non operasional untuk memperoleh laba lebih baik dari tahun sebelumnya.73 % Sumber : Hasil Penelitian.BSM . Hal ini terlihat dari rasio-rasio efisiensi yang mencakup leverage multipler ratio (LMR).44 % 17.92 % 13.

Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil . Sementara selama tahun 2000-2001 Bank Syari’ah Mandiri tergolong sebagai bank yang kurang likuid. solvabel. D. solvabilitas. Hal ini ditunjukkan dengan lebih tingginya nilai LMR dan AUR bila dibandingkan dengan Bank Syari’ah Mandiri sehingga kemampuan Bank Rakyat Indonesia dalam mengelola dan memanfaatkan asetnya pada tahun tersebut lebih baik dibandingkan Bank Syari’ah Mandiri.134 kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2000 dan 2001 lebih baik dibandingkan Bank Syari’ah Mandiri. Sementara. Analisis rasio keuangan pada perbankan dibedakan menjadi empat yaitu likuiditas. rasio efisiensi mencerminkan kemampuan bank menjalankan operasionalisasi usahanya secara efisien. Pembahasan Analisis rasio keuangan berperan penting sebagai alat ukur kinerja keuangan perusahaan. Rasio keuangan menunjukkan kondisi keuangan perusahaan dalam periode tertentu. akan tetapi kurang likuid. Rasio rentabilitas menunjukkan kemampuan bank menghasilkan laba. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Bank Syari’ah Mandiri selama tahun 1999 tergolong sebagai bank umum syari’ah yang solvabel. Rasio solvabilitas menunjukkan kemampuan bank memenuhi kewajiban jangka panjang. profitabel dan efisien. rentabilitas dan efisiensi. Rasio likuiditas mencerminkan kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. kurang profitabel dan kurang efisien.

03 % 6.03 % c. Meskipun quick ratio mengalami peningkatan.81 % Solvabilitas a.135 rekapitulasi rasio keuangan Bank Syari’ah Mandiri seperti yang ditunjukkan pada Tabel 25.46 % 177.78 % 4. Quick Ratio 49.51 % 57.9 % b.047 % (3791.224 % c.15%) c. CAR 88.41 % 137.59 % 4.10 % 102. Primary Ratio 80.70 % 62.37 % 118.93 % 51.09 % 19. Loan to Assets Ratio 8. Rekapitulasi Rasio Keuangan Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 No 1 Rasio 1999 Likuiditas a.0383 % b.49 % 1. Sementara banking ratio mengalami penurunan.1 % 53. Banking ratio yang tinggi menandakan bahwa bank syari’ah ini membutuhkan jumlah dana yang lebih besar untuk .86 % Periode 2000 10.43 % 2 3 4 157. tetapi masih tergolong cukup tinggi.59 % b.66 % 228.41 % 2.19 % 72. Rasio ini tidak mencapai atau mendekati 100 % sebagai rule of thumb-nya.58 % 43.79 % 9. ROE 0.78 % 13. Leverage Multipler Ratio 124. GPM Efesiensi a. Operating Ratio 3891. Tabel 25. namun masih tergolong rendah.61 % 69.17 % 63. AUR 0.72 % b. Capital Ratio 907.46 % 2001 50. Banking Ratio c.5 % Rentabilitas a. ROA 0.44 % 80.60 % Sumber : Hasil Penelitian Berdasarkan pada tabel 25 diatas terlihat bahwa kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri selama periode 1999-2001 dari rasio likuiditasnya tergolong masih kurang baik.

Nilai rasio yang semakin tinggi menandakan bahwa kemampuan bank untuk memenuhi permintaan kredit atau pembiayaan dari nasabah masih rendah. maupun operasional usahanya sehingga tergolong bank yang cukup profitabel. akan tetapi bank syari’ah ini dapat dikatakan sudah cukup mampu menghasilkan laba baik dari pemanfaatan aset. Kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri selama periode 1999-2001 dilihat dari rasio solvabilitasnya tergolong cukup baik. kinerja keuangan bank syari’ah ini juga masih kurang liquid. Hal tersebut ditunjukkan oleh rendahnya nilai rasio-rasio rentabilitas yang dimilikinya pada tahun tersebut. .136 membiayai pembiayaannya. modal. Kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri selama periode 1999 dilihat dari rasio rentabilitasnya terlihat belum cukup baik. dilihat dari loan to assets ratio. akan tetapi nilai CAR dan capital ratio pada bank syari’ah ini tergolong cukup tinggi. Sementara pada tahun 2000-2001 dilihat dari rasio rentabilitasnya terlihat cukup baik. Oleh karena itu semakin besar nilai rasio ini berarti bank syari’ah semakin tidak liquid karena total deposito yang semakin besar maka tuntutan terhadap bank tersebut dalam memenuhi kewajibannya kepada para nasabah juga semakin besar. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun tersebut permodalan dalam bank cukup baik sehingga bank mampu menutup kemungkinan terjadinya kegagalan dalam pembiayaannya. Meskipun nilai rasio ini mengalami penurunan pada tahun 2001. Hal ini ditunjukkan dengan nilai loan to assets ratio yang semakin meningkat setiap tahunnya. Meskipun primary ratio mengalami penurunan. Selain itu.

Rekapitulasi Rasio Keuangan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 No 1 Rasio 1999 Likuiditas a. Banking Ratio 11. Sedangkan pada tahun 2001 Bank Rakyat Indonesia tergolong sebagai bank umum yang liquid. kurang solvabel.08 % . kurang solvabel dan profitabel. Sementara Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada tahun 1999 tergolong sebagai bank umum konvensional yang liquid. kurang solvabel dan profitabel. Kondisi keuangan bank ini dapat dilihat dari hasil rekapitulasi rasio keuangan yang terdapat pada Tabel 26. Pada tahun 2000 Bank Rakyat Indonesia tergolong sebagai bank yang likuid. Meskipun 2001 nilai operating ratio pada bank syari’ah ini tergolong cukup tinggi. akan tetapi cukup profitabel dan efisien. akan tetapi cukup efisien.23 % 56.65 % 53. Hal ini ditunjukkan oleh rendahnya nilai AUR dan tingginya nilai operating ratio yang dimiliki oleh bank pada tahun tersebut.137 Kinerja keuangan Bank syari’ah Mandiri pada tahun 1999 dilihat dari rasio-rasio efisiensinya masih tergolong kurang baik. akan tetapi peningkatan terhadap nilai leverage multipler ratio dan assets utillization ratio pada tiap tahunnya menunjukkan bahwa bank syari’ah ini sudah cukup mampu mengelola dan memanfaatkan asetnya sehingga tergolong sebagai bank yang cukup efisien.29 % Periode 2000 10. Tabel 26. Quick Ratio b. serta kurang efisien.44 % 2001 20.58 % 65. Sementara pada tahun 2000-2001 dilihat kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri dilihat dari rasio efisiensinya sudah terlihat cukup baik.

Capital Ratio Rentabilitas a. Primary Ratio c.18 % 72.138 c. GPM Efisiensi a. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan bank untuk memenuhi permintaan kredit dari nasabah dengan menggunakan depositonya cukup tinggi sehingga bank tidak memerlukan jumlah dana yang lebih besar untuk membiayai kreditnya.65 % (99. Hal ini . Operating Ratio Assets 85. ROA b.07 % (43.73 % 9.28 %) (86.35 %) (107.92 % 12.19 %) (18.15 %) (100. Meskipun quick ratio rendah.92 % 17.59 %) (92. CAR b. akan tetapi penurunan terhadap banking ratio dan loan to assets ratio pada tiap tahunnya menunjukkan bahwa bank konvensional ini mempunyai tingkat likuiditas yang cukup baik.65 % 42.04 %) (874. Kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001 dilihat dari rasio solvabilitasnya tergolong masih kurang baik.47 % 4. ROE c. Semakin rendah banking ratio dan loan to assets ratio maka tingkat likuiditasnya semakin tinggi. Leverage Multipler Ratio b.06 %) 30.7 %) 3.89 % 96.405 % 22.73 % Sumber : Hasil Penelitian Berdasarkan pada tabel 26 diatas terlihat bahwa kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001 dari rasio likuiditasnya tergolong cukup baik.76 % 6.87 % 1.10 27.34 % 6.45 % 1572. AUR c. Hal ini terlihat pada nilai rasio-rasio solvabilitasnya yang tergolong rendah.357 % 14.38 % (116. 2 3 4 Loan to Ratio Solvabilitas a.52 % 118.59 % 2031.85 % 13.37 %) 40.

Kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia pada tahun 1999 dilihat dari rasio efisiensinya belum terlihat cukup baik. Analisis perbandingan kinerja keuangan yang dilakukan secara eksternal antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia dimaksudkan untuk mengetahui bank mana yang memiliki kinerja keuangan yang lebih baik. . solvabilitas. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rasio-rasio rentabilitas yang rendah. Perbandingan kinerja keuangan terhadap kedua bank tersebut ditinjau dari rasio-rasio keuangan yang mencakup likuiditas. Kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2000 dilihat dari rasio rentabilitasnya terlihat masih kurang baik. Rasio yang mencerminkan efisiensi operasionalisasi bank ini hanya ada 1. ROE. sehingga kemampuan bank dalam menghasilkan laba masih rendah. modal. Pada tahun 2001 tingkat rentabilitas bank ini tergolong cukup tinggi. yaitu asset utillization ratio (AUR). dan GPM yang meningkat dari tahun sebelumnya sehingga pada tahun tersebut bank konvensional ini dapat dikatakan sudah cukup mampu menghasilkan laba baik dari pemanfaatan aset. dan 2001 menunjukkan bahwa bank konvensional ini cukup mampu meningkatkan efesiensi dalam menjalankan aktivitas perbankannya sehingga tergolong dalam bank yang cukup efisien. maupun operasional usahanya sehingga tergolong bank yang cukup profitabel. Hal ini ditunjukkan dengan nilai ROA.139 menunjukkan bahwa kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya masih rendah sehingga tergolong bank yang kurang solvabel. Sedangkan kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2000.

35 %) 0.7 %) 102.59 %) 57.405 % 4. Banking Ratio .44 % 50.43 % 27. Quick Ratio .59 % (43. Rekapitulasi Perbandingan Rasio Keuangan Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 No 1 Rasio 1999 Likuiditas a. Tabel 27.15%) (18.5 % (100.BRI b.04 %) 4.BSM . dan efisiensi.46 % 3.047 % (107.70 % 6.35 % 62.58 % 72.65 % 1.73 % 2 88.BRI Periode 2000 2001 49.34 % 43.BRI c.1 % 53.58 % 9.15 %) 907.49 % 14.BSM .BRI Rentabilitas a.72 % 65.93 % 42.37 % 4.09 % 22.5 % (99.37 %) 2. ROA .10 % (874.03 % (86.BSM .140 rentabilitas.BSM .47 % 63.17 % 6. Primary Ratio .38 % .BSM .76 % 69.41 % 20.BSM .0383 % (92.23 % 137.6 % 56.BRI Solvabilitas a.BSM .BRI b.81 % 85.BSM .78 % 1. Loan to Assets Ratio .87 % 3 0.19 %) (3791.51 % 40.41 % 12. Hasil analisis perbandingan kinerja keuangan antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia dapat ditunjukkan dengan hasil rekapitulasi rasio keuangan Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia seperti yang ditunjukkan pada tabel 27.BRI c.19 % 11.29 % 10.28 %) 80.BSM .65 % 53.BRI b.BRI c. ROE .65 % 177.92 % 118. Capital Ratio .08 % 8.1 % 19. CAR .46 % 10.07 % 51. GPM .

18 % 80.59 % 9.52 % 3891. Meskipun quick ratio masih tergolong rendah.93 % pada tahun 2001.46 % pada tahun 2000.41 % pada tahun 2001. 10. Sementara banking ratio terus mengalami peningkatan menjadi 72.141 4 Efisiensi a.BSM . Hal ini terlihat pada nilai banking ratio yang mengalami penurunan yakni sebesar 65. Hal ini terlihat pada nilai quick ratio yang masih tergolong rendah yakni 49.23 % pada tahun 2001 akan tetapi penurunan dan rendahnya banking ratio serta loan to assets ratio mencerminkan bahwa tingkat likuiditas bank konvensional ini cukup baik.85 % 1572.9 % 157. dan 137.78 % (116. Sedangkan kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas selama periode 1999-2001 cukup baik sehingga tergolong bank yang liquid. Nilai loan to assets ratio juga meningkat.44 % 17. Kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio likuiditas selama periode 1999-2001 tergolong masih kurang baik sehingga tergolong bank yang kurang liquid.224 % 30.45 % 13. Leverage Multipler Ratio .1 % pada tahun 2000.60 % 72. 177.86 % 118. 53. AUR .19 % pada tahun 1999.61 % pada tahun 2001. yaitu sebesar 11.03 % 13.BRI 124. 10.BRI b.44 % . dan 69.66 % 96.79 % 228. yakni 53.73 % Berdasarkan pada tabel 27 diatas.BSM .65 % pada tahun 2000. Operating Ratio . dan 20.BSM . maka terlihat bahwa : 1.89 % 6.92 % 0.29 % pada tahun 1999.58 % pada tahun 1999.72 % pada tahun 1999.BRI c.51 % pada tahun 2000.06 %) 2031. dan 50.

Meskipun nilai rasio ini mengalami penurunan pada tahun 2001.5 % pada tahun 1999. 57.0383 % pada tahun 1999. modal.41 % pada tahun 2000. dan 14. dan 9. 12.28 % pada tahun 1999.73 pada tahun 2001. Hal ini terlihat pada nilai rasio-rasio solvabilitasnya yang rendah. 118. Selain itu capital ratio juga tergolong tinggi yakni sebesar 907. dan 42. Sementara capital ratio juga menunjukkan angka negatif sebesar 100. dan 56. Kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio rentabilitas pada tahun 1999 terlihat belum cukup baik sehingga termasuk bank yang kurang profitabel.07 % pada tahun 2000.47 % pada tahun 2000.49 % pada tahun 2001.59 % pada tahun 1999. maupun operasional usahanya. akan tetapi bank syari’ah ini cukup mampu menghasilkan laba baik dari pemanfaatan aset.08 % pada tahun 2001. Hal ini terlihat pada nilai ROA sebesar 0.59 % pada . dan 62.58 % pada tahun 2001.59 % pada tahun 1999. 2.17 % pada tahun 2000. Kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio solvabilitas selama periode 1999-2001 terlihat cukup baik.87 % pada tahun 2001. Selain itu loan to assets ratio juga tergolong rendah yakni sebesar 40. 3.76 % pada tahun 2000.142 pada tahun 2000. 2. 6. Sedangkan kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio solvabilitas masih tergolong kurang baik sehingga termasuk bank yang kurang solvabel. Nilai CAR pada bank ini menunjukkan angka negatif sebesar 99. Hal ini terlihat pada nilai CAR yang cukup tinggi pada bank ini yaitu sebesar 88. dan 51.34 % pada tahun 2001.

7 %.10 %. Nilai ROE juga menunjukkan angka negatif pada tahun 1999 dan 2000 yakni sebesar 107. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan nilai LMR sebesar 157.43 % pada tahun 2001.78 % pada tahun 2001. sementara nilai ROE sebesar 0.46 % pada tahun 2000. dan tingginya operating ratio yaitu sebesar 3891. Sementara nilai GPM juga menunjukkan angka negatif sebesar 18. 4.86 % pada tahun tersebut. dan 1.79 % pada tahun 2000. dan 4.405 %. Kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri dilihat dari rasio efisiensi pada tahun 1999 terlihat masih kurang baik.78 % pada tahun 2001. tingkat rentabilitas bank ini tergolong cukup baik. Sementara selama periode 2000-2001 tingkat efisiensi bank ini terlihat cukup baik sehingga tergolong bank yang cukup efisien. Hal ini tercermin pada nilai ROA sebesar 1.09 % pada tahun 2001. ROE sebesar 22.1 % pada tahun 2000. dan 228.047 % pada tahun 1999.35 % dan 43. Hal ini terlihat pada nilai ROA yang menunjukkan angka negatif pada tahun 1999 dan 2000.224 %.65 % pada tahun 2000.37 % pada tahun 1999. 4. dan GPM sebesar 27. Hal tersebut ditunjukkan oleh rendahnya nilai AUR yaitu sebesar 0.19 % dan 874. dan meningkat menjadi 3.44 % pada tahun 2001. Selain itu nilai GPM sebesar 102. dan 19. Sementara nilai AUR juga mengalami peningkatan sebesar 9. yaitu sebesar 92.38 %. dan 13.143 tahun 2000. Sedangkan kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio rentabilitas selama periode 1999-2000 tergolong masih kurang baik sehingga termasuk bank yang kurang profitabel. Selain itu nilai operating . Sedangkan pada tahun 2001.03 % pada tahun 2000.04 %.

dan tingginya nilai operating ratio. solvabilitas. rentabilitas. Sedangkan kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio efisiensi selama tahun 1999 juga tergolong masih kurang baik. yakni sebesar 2031.144 ratio juga menurun menjadi 6. yakni sebesar 118. AUR sebesar 30.45 % pada tahun 2000.60 % pada tahun 2001. Berdasarkan hasil penelitian dapat pula diketahui tingkat kesehatan kedua bank tersebut. Meskipun nilai AUR tergolong rendah.89 % pada tahun 2000. Hal ini ditunjukkan dengan nilai LMR yang tergolong tinggi. Selain itu. yakni 13. operating ratio juga mengalami penurunan sebesar 96.59 %. Tingkat efisiensi bank ini tergolong cukup baik pada tahun 2000 dan 2001.92 % pada tahun 2001. Hal ini tercermin dari rendahnya nilai LMR yaitu menunjukkan angka negatif sebesar 116. dan 80.73 % pada tahun 2001.06 %. . Tingkat kesehatan Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia dapat dilihat dari rasio-rasio likuiditas.66 % pada tahun 2000.52 %.85 % pada tahun 2000. dan 72. dan 1572. dan efisiensi yang dibandingkan dengan nilai standar tingkat kesehatan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. dan 17.18 % pada tahun 2001 akan tetapi peningkatan pada nilai AUR dan rendahnya menurunkan nilai operating ratio mencerminkan bahwa tingkat efisiensi pada tahun tersebut cukup baik.

Dilihat dari CAR. dan 85 % − 100 % 8% 3%−6% 10 % − 20 % 0. Tingkat kesehatan bank juga dapat dilihat dari rasio-rasio solvabilitas.Primary Ratio . Bank Syari’ah Mandiri pada tahun 1999 dan 2001 tergolong cukup sehat bila dibandingkan Bank Rakyat Indonesia. Nilai Standar Tingkat Kesehatan Bank Indonesia Rasio Likuiditas .25 % 5 % − 12 % 94 % − 96 % Dilihat dari quick ratio.ROA . Bank Syari’ah Mandiri tergolong lebih sehat dibandingkan .CAR .Capital Ratio Rentabilitas .Banking Ratio Solvabilitas .5 % − 1.ROE Efisiensi . Hal ini ditunjukkan dengan quick ratio yang lebih tinggi dari ketentuan Bank Indonesia yaitu berkisar antara 15 % − 20 %. Bank Rakyat Indonesia terlihat lebih sehat dibandingkan Bank Syari’ah Mandiri karena nilai banking ratio yang dimiliki bank tersebut belum melewati dari standar yang ditetapkan yaitu 75 % − 85 % dan 85 % − 100 %. Dilihat dari banking ratio. Nilai banking ratio yang lebih besar dari standar BI menunjukkan bahwa bank tersebut membutuhkan jumlah dana yang lebih besar untuk membiayai kredit yang diberikannya sehingga tingkat likuiditas bank tersebut tergolong rendah. Semakin besar quick ratio maka semakin tinggi pula tingkat likuiditas bank tersebut karena bank dapat menjamin pengembalian dana pihak ketiganya.145 Tabel 28.Quick Ratio .Operating Ratio Nilai Standar BI 15 % − 20 % 75 % − 85 %.

Nilai ROA yang rendah menunjukkan bahwa bank tersebut kurang mampu menghasilkan laba dengan menggunakan aset yang dimilikinya. Bank Syari’ah Mandiri lebih sehat dibandingkan Bank Rakyat Indonesia karena rasionya lebih tinggi dari standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu 10 % − 20 %. Semakin tinggi capital ratio maka tingkat solvabilitas bank tersebut semakin baik. Bank Syari’ah Mandiri dilihat dari ROA tergolong cukup sehat dibandingkan Bank Rakyat Indonesia. Hal ini mencerminkan bahwa permodalannya semakin baik karena dapat digunakan untuk menjamin pemberian kredit atau pembiayaan. Hal ini menunjukkan bahwa permodalan bank tersebut cukup baik sehingga dapat menutup kredit atau pembiayaan usaha yang diberikan oleh bank. Hal ini ditunjukkan dengan ROA yang . Nilai primary ratio yang tinggi menunjukkan bahwa bank tersebut cukup mampu menutup setiap penurunan total aset yang dimilikinya dengan modal yang tersedia sehingga tingkat solvabilitasnya tergolong cukup baik. Dilihat dari primary ratio. Bank Syari’ah Mandiri lebih sehat dibandingkan dengan Bank Rakyat Indonesia karena nilai rasio ini lebih besar dari standar yang ditetapkan yaitu antara 3 % − 6 %. Sedangkan pada tahun 2000-2001. Sementara dilihat dari capital ratio. Semakin tinggi nilai CAR maka tingkat solvabilitas bank tersebut semakin baik.146 Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001 karena nilai CARnya lebih dari standar yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu sebesar 8 %. Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio rentabilitasnya pada tahun 1999 tergolong kurang sehat karena nilai ROA lebih rendah dari standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Standar ROA yang ditetapkan Bank Indonesia berkisar antara 0. Sementara dilihat dari ROE. Selain dari rasio likuiditas. kedua bank ini tergolong cukup sehat. Berdasarkan nilai operating rationya. Bank Rakyat Indonesia lebih sehat karena nilai operating rationya lebih kecil dibanding dengan Bank Syari’ah Mandiri. Nilai ROE yang rendah menunjukkan bahwa bank tersebut masih kurang mampu menghasilkan laba dengan menggunakan modal yang dimilikinya. Hal terjadi karena biaya operasi dan biaya non operasional yang dikeluarkan oleh bank tersebut lebih besar dari pendapatan yang diterima. Meskipun demikian.5 % − 1. Semakin tinggi nilai operating ratio maka tingkat efisiensi yang dimiliki bank tersebut semakin rendah. kedua bank ini pada tahun 1999-2000 tergolong kurang sehat karena nilai rasionya lebih rendah dari standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu berkisar antara 5 % − 12 %. . Bank Syari’ah Mandiri tergolong sehat dibandingkan Bank Rakyat Indonesia karena rasionya lebih kecil dari standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Sementara pada tahun 2001. selama tahun 1999 kondisi kedua bank tergolong kurang sehat. solvabilitas.25 %. Hal ini ditunjukkan dengan nilai operating ratio yang melewati dari standar yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu sebesar 94 % − 96 %. Sedangkan pada tahun 2001 Bank Rakyat Indonesia tergolong sehat dibandingkan Bank Syari’ah Mandiri karena ROE lebih besar dari standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Sedangkan pada tahun 2000.147 melebihi standar Bank Indonesia. dan rentabilitas tingkat kesehatan bank juga dapat dilihat dari rasio efisiensi.

Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas. Sedangkan pada tahun 2001. Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio likuiditas. kurang profitabel. dan kurang efisien. dan efisiensi pada tahun 1999 tergolong sebagai bank umum yang kurang likuid. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan data dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain : 1. tetapi cukup efisien. kinerja keuangan PT. Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas. solvabel. rentabilitas. profitabel. dan efisiensi pada tahun 2000 tergolong sebagai bank umum likuid. Sementara kinerja keuangan PT. rentabilitas. dan efisien. solvabilitas. tetapi cukup solvabel. dan efisiensi selama periode 2000-2001 tergolong sebagai bank umum yang kurang likuid. solvabilitas. Kinerja keuangan PT. Kinerja keuangan PT. unsolvable. 2. solvabilitas. . profitabel.148 BAB V PENUTUP A. kurang profitabel dan kurang efisien. solvabilitas. rentabilitas. Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas. Sementara kinerja keuangan PT. dan efisien. dan efisiensi pada tahun 1999 tergolong sebagai bank umum likuid. Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio likuiditas. solvabilitas. kurang solvabel dan profitabel. rentabilitas. rentabilitas. unsolvable. dan efisiensi tergolong sebagai bank umum likuid.

Perbandingan kinerja keuangan secara eksternal antara PT. Bank Syari’ah Mandiri sehingga total assets. Bank Rakyat Indonesia telah lama menjalankan kegiatan operasionalnya dibandingkan PT. menutup setiap penurunan total aset yang dimilikinya. Bank Rakyat Indonesia mengalami negative spread sehingga ikut pula mempengaruhi permodalan yang dimilikinya. Hal ini dapat dipahami karena PT. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. serta kemampuan dalam mengelola likuiditasnya lebih baik dibandingkan PT. Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio likuiditasnya memperlihatkan bahwa PT.149 3. Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio rentabilitasnya . Perbandingan kinerja keuangan secara eksternal antara PT. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. Hal ini karena equity capital atau modal sendiri yang dimiliki PT. total deposit. Selama periode 1999-2000 PT. Bank Syari’ah Mandiri. Bank Rakyat Indonesia untuk menjalankan operasionalisasinya pada periode tersebut belum cukup mampu digunakan untuk menjamin pemberian kredit. Bank Rakyat Indonesia selama periode 19992001 memiliki kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan PT. Bank Syari’ah Mandiri selama periode 19992001 memiliki kinerja keuangan yang lebih dibandingkan PT. Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio solvabilitasnya memperlihatkan bahwa PT. serta menutup kredit atau pembiayaan usaha yang diberikannya. 4. Bank Rakyat Indonesia. Bank Syari’ah Mandiri. 5. Perbandingan kinerja keuangan secara eksternal antara PT.

Sedangkan pada tahun 2001. Sementara PT. Bank Syari’ah Mandiri memiliki kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan PT. 6. Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio efisiensinya memperlihatkan bahwa pada tahun 1999 kedua bank tersebut sama-sama . dan operasional usahanya masih belum sebesar PT. Bank Syari’ah Mandiri juga cukup mampu menghasilkan keuntungan. Hal ini karena total aset dan total equity yang dimilikinya belum sebesar PT. akan tetapi kemampuannya dalam memperoleh laba melalui penggunaan modal. maupun operasional usahanya. Bank Rakyat Indonesia yang telah puluhan tahun beroperasi. Bank Rakyat Indonesia memiliki kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan PT. Sementara pada tahun 2000 PT. Sementara PT. dilihat dari rasio rentabilitasnya tergolong cukup profitabel. Hal tersebut terjadi karena selama tahun 1999-2000. Bank Rakyat Indonesia mengalami negative spread atau keuntungan minus akibat bunga yang dibayar lebih tinggi daripada bunga yang diperolehnya. Bank Syari’ah Mandiri. Bank Rakyat Indonesia.150 memperlihatkan bahwa kedua bank tersebut pada tahun 1999 belum cukup profitabel. modal. Bank Rakyat Indonesia mengalami keuntungan yang besar melalui pendapatan bunga. Bank Rakyat Indonesia. PT. Perbandingan kinerja keuangan secara eksternal antara PT. Bank Syari’ah Mandiri yang menggunakan prinsip bagi hasil dalam kegiatan operasionalnya cukup mampu menghasilkan laba baik dari pemanfaatan aset. PT. Pada tahun ini. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. dilihat dari rasio rentabilitasnya memperlihatkan bahwa PT.

Hal ini dapat pahami karena PT. Saran Berdasarkan kesimpulan tersebut dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut : 1. Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio efisiensinya memiliki kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan PT. . Bank Rakyat Indonesia telah lama beroperasi dibandingkan PT. giro. Bank Syari’ah Mandiri yang belum lama beroperasi sehingga kemampuannya dalam mengelola dan memanfaatkan aset untuk memperoleh keuntungan lebih baik dibandingkan PT. Bank Rakyat Indonesia pada tahun tersebut tingkat efisiensinya juga masih kurang baik karena dampak dari negative spread yang mempengaruhi equity capital yang dimilikinya. Bank Syari’ah Mandiri. B. Sedangkan PT. PT. Bank Syari’ah Mandiri perlu meningkatkan aset likuidnya baik dalam bentuk kas. PT. maupun penempatan pada bank lain sesuai dengan peningkatan total deposito yang diterima dari pemilik dana agar dapat mencapai keseimbangan posisi likuiditas sehingga mampu memenuhi kewajiban kepada para pemilik dana baik pada saat penarikan tunai maupun jatuh tempo pengembalian. surat berharga. Bank Syari’ah Mandiri. Sementara selama periode 2000-2001 PT.151 masih kurang baik. Pada tahun tersebut. Bank Syari’ah Mandiri baru saja berdiri sehingga kemampuannya dalam mengelola dan memanfaatkan asetnya masih belum baik.

Bank Rakyat Indonesia perlu membenahi sistem permodalannya dengan melakukan peningkatan modal untuk setiap peningkatan aset sehingga modal yang tersedia dalam perusahaan dapat digunakan untuk menjamin pemenuhan kewajiban dalam jangka panjang. PT. 3. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. PT. PT. Bank Rakyat Indonesia perlu meningkatkan kemampuannya dalam mengelola aset dan meminimalkan biaya operasional dan non operasional sehingga aktivitas atau operasionalisasi usaha perbankan yang dijalankan dapat mencapai efisien. 4. Bank Rakyat Indonesia perlu meningkatkan rentabilitasnya baik dalam bentuk return on assets (ROA).152 2. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. . return on equity (ROE) maupun gross profit margin (GPM) karena baik atau tidaknya bank dalam memperoleh laba mempengaruhi jumlah investor yang akan menanamkan modalnya.

Jurusan Akuntansi. Fitri Dian Anggraini. Yogyakarta. Bumi Aksara.id. BPFE. Iqbal Hasan. Yogyakarta. Yogyakarta.. Kasmir. Yogyakarta. Salemba Empat. . ”Manajemen Perbankan Untuk Akuntansi dan Manajemen”. ”Analisis Kinerja Kinerja Keuangan Bank Dengan Metode CAMEL : Studi Kasus Pada Bank Global Internasional. Universitas Negeri Yogyakarta. Faisal. . ”Analisis Laporan Keuangan”. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lain”. http ://www. Tbk”. ”Analisis Kinerja Keuangan dan Tingkat Kepailitan Perusahaan Perbankan di Indonesia Sebelum dan Sesudah Divestasi”. Program Studi Manajemen. RajaGrafindo Persada. Yogyakarta. Martono. Malang. ”Analisa Laporan Keuangan Perbankan”. ”Alat-Alat Analisis Dalam Pembelanjaan Perusahaan”. Yogyakarta. 2006. ”Perbankan Syari’ah Masa Depan”. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya”. 2003. UMM Press. Jakarta. Universitas Janabadra. Jakarta. Desty Damayanti. 2005. Fakultas Ilmu Sosial. AMP-YKPN. ”Manajemen Perbankan”. Yogyakarta. Hanafi. 2003. Nur dan Bambang Supomo.go. Ekonisia. Skripsi Program Sarjana.bi. Fakultas Ekonomi. ”Dasar-Dasar Manajemen Keuangan”. Senayan Abadi Publishing. Ikatan Akuntansi Indonesia.153 DAFTAR PUSTAKA Abdullah. Skripsi Program Sarjana. M. 1997. BI. Bank Indonesia. et al. Jakarta. UMM Press. Indrianto. 2002. Yogyakarta. Mamduh dan Abdul Halim. 1993. Iman Hilman. ”Standar Akuntansi Keuangan”. 2002. Jakarta. ”Analisis Data Penelitian Dengan Statistik”. BI. 1996. Andi Offset. PT. 2003. 2005. Alwi Syafarudin.

Jakarta. 1999. ”Analisa Komparasi Kinerja Keuangan Antara Perbankan Konvensional dan Perbankan Syari’ah”. Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta-SEM Institute. . Yogyakarta. Totok Budi Santoso. UII Press.id. ”Analisa Laporan Keuangan”. Mizan. ”Manajemen Dana Bank Syari’ah”. Tim Pengembangan Perbankan Syari’ah IBI. Sigit Triandaru. Yogyakarta. Yogyakarta. Yogyakarta. ”Analisa Laporan Keuangan Untuk Perbankan”. Munawir. Jakarta. 2004. Yogyakarta. PT.co. Muljono. Agus. Lembaga Studi Agama dan Filsafat. Teguh Pudjo. Www. Jakarta. BPFE. . 2005. Gema Insani Press. ”Azaz-Azaz Perbankan Islam dan Lembaga-Lembaga Terkait”. 1999. Bandung. Widodo. BPFE.Syariahmandiri. dan Implementasi Operasional Bank Syari’ah”. 2004. Jakarta. Muhammad Syafi’i Antonio. ”Panduan Akuntansi Syari’ah”. PT. Jakarta. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lain”. ”Manajemen Keuangan”. Sartono. Grasindo. 1992. Djambatan. 2002. Bandung. 1996. 2000. ”Teknik Perhitungan Bagi Hasil dan Profit Margin Pada Bank Syari’ah”. Salemba Empat. ”Bank Syari’ah dari Teori ke Praktek”. Dawam Raharjo. 1999. Hernanto. Muh. Yogyakarta. Produk. Jakarta. ”Penghimpunan Dana dan Distribusi Hasil Usaha Bank Syari’ah”. Liberty. Skripsi Sarjana. Djambatan. Wiroso. Sugiyono. Alvabeta. 2007. ”Islam dan Transformasi Sosial-Ekonomi”. ”Bank Budgeting. ”Metode Penelitian Bisnis”.co. . Www. 2001. Warkum Sumitro. 1996. Grafindo Persada. 2005. Sutriyani. 2001. ”Konsep. Ekonisia.Bri.154 Muhammad. Sri Susilo. Profit Planning & Control. Yogyakarta.id.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful