ANALISIS KOMPARASI KINERJA KEUANGAN ANTARA PT. BANK SYARIAH MANDIRI DAN PT.

BANK RAKYAT INDONESIA Periode 1999-2001

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi Syarat guna memperoleh gelar Sarjana Program Studi Keuangan dan Perbankan Syari’ah pada Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta-SEM Institute

Oleh : Nama NIM : ISNA RAHMAWATI : 30.07.5.3.087

JURUSAN EKONOMI ISLAM STAIN SURAKARTA SEM INSTITUTE YOGYAKARTA
2008

2

ANALISIS KOMPARASI KINERJA KEUANGAN ANTARA P.T BANK SYARIAH MANDIRI DAN P.T BANK RAKYAT INDONESIA Periode 1999-2001

Skripsi

Diajukan untuk memenuhi Syarat guna memperoleh gelar Sarjana

Oleh Isna Rahmawati

Pembimbing Pertama

Pembimbing Kedua

Zeni Ihsan, S.TP.,MM

Sugeng widodo, SE

3

Motto Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhan-mulah hendaknya kamu berharap (Q.S Alam Nasyrah : 6-8) Tak ada satupun di dunia ini yang tidak mungkin bila disertai keyakinan, sebagian akan menjadi mungkin terjadi jika berfikir mungkin. Berdo’alah dan percaya. Kemajuan diperoleh bukan dari keberhasilan, Melainkan dari kegagalan demi kegagalan. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. (Q.S Al-Baqarah : 216)

Dana. dan Zikri. Risa. yang tak pernah bosan mendo’akan di setiap gerak anak-anaknya. yang telah memberikan kemudahan dan keringanan langkah hingga padaNyalah segalanya bergantung. Adik-adikku tersayang: Amri. . Bapakku Iskandar. Fika. Yang selalu memberikan motivasi dan do’a Moga menjadi anak yang saleh dan shalekha. dan Ibuku Siti Aminah yang tercinta yang selalu melimpahkan samudera kasih sayang.4 Persembahan Karya Kecil ini kupersembahkan untuk : Persembahan yang tertinggi hanyalah kepada Allah SWT.

makasih atas semua bantuannya dan maaf ya selama ini aku sering ngerepotin. yang selalu membantuku dalam kesusahan. Makasih atas kebersamaanya. Temen-temen Keuangan dan Perbankan Syari”ah ..atas bantuan dan kesabarannya.. Terimakasih atas segala kesabaran. . Mba’ Hana dan Mba’ Krisna. dan Ilham selaku ”keluargaku” yang kedua di Yogyakarta. Temen2ku. Hartini. Makaci to smuanya. K’lilis. dan Ibu. Pak Marsono. Mba’-mba’ku di Yogya. K’ juli. M’Inti N karyawan STAIN Yogya Terimakasih. Pipit. Semoga sukses selalu. yang selalu membantu. M’Sulis. dan memberikan canda tawa disaat suka dan duka. dan kasihsayangnya. Rusman.. Putri. Ryan. Ari dan gita. Semoga amal baik yang telah mereka lakukan mendapatkan ridho dan balasan dari Allah SWT. M’Rusi. Temen2ku di Pulau Seberang. dll. Keluarga besar di Aceh & Kebumen Bg Ariel.5 Thanks to : Bapak Drs..

Maka sudah sepantasnyalah apabila pada kesempatan ini penulis mengucapkan rasa terima kasih yang tulus kepada : 1. sahabat. keadaan ini semata-mata karena keterbatasan kemampuan yang ada pada diri penulis. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad saw. penulis banyak memperoleh bantuan dan dorongan moril maupun bimbingan dari berbagai pihak. H.6 KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum wr. Usman Abu Bakar. Bapak Ibu dan adik-adikku di rumah yang selalu mendukung dan mendo’akan keberhasilanku. 3. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk melengkapi salah satu syarat dalam memperoleh gelar sarjana pada Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta-SEM Institute Program Studi Keuangan dan Perbankan Syari’ah. Dalam penyusunan skripsi ini penulis tak luput dari berbagai kesulitan. Alhamdulillah. untuk itu penulis menyadari bahwa dalam penulisan dan penyajian skripsi ini masih jauh dari sempurna. selaku ketua STAIN Surakarta. Segala puji bagiNya yang telah mengijinkan kita untuk menghirup segarnya kehidupan bumi. keluarga. pengikutnya serta pertolongan beliau hingga keakhir jaman.wb Maha Suci Allah yang telah mentakdirkan kita hidup di dunia. Prof. sehingga penulis mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun demi kemajuan kita bersama. penulis panjatkan puji syukur kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat dan petunjuk kepada penulis. . Allah swt atas rahmat dan hidayah-Nya. baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam mewujudkan skripsi ini.T BANK RAKYAT INDONESIA PERIODE 1999-2001”. M.A. Dr.T BANK SYARIAH MANDIRI DAN P. 2. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul ”ANALISA KOMPARASI KINERJA KEUANGAN ANTARA P.

Zeni Ihsan. Semua pihak yang membantu terselesaikannya skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. dan Dosen Pembimbing I. Ismail Yusanto. Amin. 6. MM selaku Ketua Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta − SEM Institute. serta selalu memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semuanya. 8.7 4. MM.. STP. penulis berharap semoga amal baik yang telah mereka lakukan mendapatkan ridho dan balasan dari Allah SWT. Wassalamu’alaikum wr. Sugeng Widodo. terimakasih atas segala bimbingan serta kesabarannya dari awal sampai akhir penulisan skripsi ini. Pimpinan dan Staff Bank Indonesia Cabang Yogyakarta yang telah memberikan izin untuk mengadakan penelitian.wb Yogyakarta. selaku Ketua Program Studi Keuangan dan Perbankan Syari’ah. Akhirnya. Ir. 5. SE. 7. selaku Dosen Pembimbing II.. Semoga Allah menjadikan skripsi ini sebagai pendorong bagi dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan. Februari 2008 Penulis . Ir. terimakasih atas segala bimbingan dan kesabarannya. Amin.

.....................................................v KATA PENGANTAR...................................... Tujuan Penelitian ......................................................................................................................................12 F............................................ Metode Penelitian ..............................................................................................................................ix DAFTAR TABEL.......i HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................................................iii HALAMAN MOTTO................................................................................................................................vii DAFTAR ISI.........20 ........................................................................8 C.............. Latar Belakang ..............................xii DAFTAR GAMBAR............................................................................xv ABSTRAKSI...............................................12 G................................................................9 D............................................xiv DAFTAR LAMPIRAN ..................................................1 A...................8 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .... Manfaat Penelitian ................................................................................... Sistematika Penulisan ......................................................................................................................................................................................................................ii HALAMAN PENGESAHAN UJIAN............... Rumusan Masalah ......... Batasan Masalah ...................................................................................................................iv HALAMAN PERSEMBAHAN................................................................10 E............................1 B..............................xvi BAB I PENDAHULUAN......

......36 7................................................................... Perbankan Syari’ah .62 5................ Pihak-pihak Pemakai Laporan Keuangan ....................49 BAB III DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN.................. Kinerja Keuangan ...................................... Tujuan Laporan Keuangan ..........................22 B...................................................................... Produk-produk ...........................................................32 4............................. Visi dan Misi .............. Fungsi Laporan Keuangan ....................................... Analisis Laporan keuangan ................................................................. Kinerja Keuangan .......................................57 2.............................................................................................................................. Struktur Organisasi ...........9 BAB II LANDASAN TEORI...... Penggunaan Rasio dalam Analisa Keuangan ...........................................................35 6............................................................. Laporan Keuangan .................55 A......................... Tujuan Analisis Keuangan ........... Sifat Laporan Keuangan ........................... Gambaran Umum PT...30 1....................................39 9..57 1.............................30 2.43 E..................... Komponen Laporan Keuangan .......................34 5............ Pengertian Laporan Keuangan ..42 D............................................................41 C..........................................................22 A...........................................................39 8........................................... Pengertian ..................... Sejarah .................................. Metode Analisis ................................60 4......... Bank Syari’ah Mandiri ...................72 ...........31 3..........................................................................................40 10......................................... Perbankan Konvensional ........................59 3....

.......................................................136 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN .......... Bank Rakyat Indonesia ....76 3............ Struktur Organisasi ................84 2...................................................... Pembahasan .................................. PT............................. Visi dan Misi . Kesimpulan ........... Bank Syari’ah Mandiri ............................................................................................................... Gambaran Umum PT.................................................................119 BAB V PENUTUP ........... Produk-produk ................. Kinerja Keuangan .......................................................................................................................73 1......................82 B...........................................133 A.........83 1.......................................................................................... ...........................77 5.81 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN .............. PT.......................................................................................................................................................... Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia.....................73 2..............................98 C........................ Analisis Rasio Keuangan ............... Saran ......82 A........................133 B......................................... Bank Rakyat Indonesia .....114 D..................................................... Sejarah ..... Deskripsi Data ....................10 B......76 4.................

.....97 Tabel 13 Rasio Likuiditas Bank Rakyat Indonesia …………………..114 ..56 Tabel 3 Data Keuangan Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 ..................83 Tabel 5 Rasio Likuiditas Bank Syari’ah Mandiri ..103 Tabel 16 Pertumbuhan Rasio Solvabilitas Bank Rakyat Indonesia …………...54 Tabel 2 Perbandingan Antara Bank Syari’ah dan Bank Konvensional ..94 Tabel 11 Rasio Efesiensi Bank Syari’ah Mandiri .....102 Tabel 15 Rasio Solvabilitas Bank Rakyat Indonesia ………………....................................................................82 Tabel 4 Data Keuangan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 ......................……109 Tabel 19 Rasio Efisiensi Bank Rakyat Indonesia …………………....91 Tabel 9 Rasio Rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri .…...........................………........….........….……….........................99 Tabel 14 Pertumbuhan Rasio Likuiditas Bank Rakyat Indonesia …………….....…113 Tabel 21 Perbandingan Rasio Likuiditas Antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia .......................87 Tabel 7 Rasio Solvabilitas Bank Syari’ah Mandiri ........................................................….…107 Tabel 18 Pertumbuhan Rasio Rentabilitas Bank Rakyat Indonesia ……..……..110 Tabel 20 Pertumbuhan Rasio Efisiensi Bank Rakyat Indonesia ………..............92 Tabel 10 Pertumbuhan Rasio Rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri ...............................84 Tabel 6 Pertumbuhan Rasio Likuiditas Bank Syari’ah Mandiri .106 Tabel 17 Rasio Rentabilitas Bank Rakyat Indonesia …………..........11 DAFTAR TABEL Tabel 1 Perbedaan Antara Bunga dan Bagi Hasil .....................95 Tabel 12 Pertumbuhan Rasio Efesiensi Bank Syari’ah Mandiri ....................................................................................................................................89 Tabel 8 Pertumbuhan Rasio Solvabilitas Bank Syari’ah Mandiri ...

..........................................................116 Tabel 23 Perbandingan Rasio Rentabilitas Antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia ............................130 .................117 Tabel 24 Perbandingan Rasio Efisiensi Antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia ......................................125 Tabel 28 Nilai Standar Tingkat Kesehatan Bank Indonesia ........120 Rekapitulasi Rasio Keuangan Bank Rakyat Indonesia ......................................118 Tabel 25 Tabel 26 Rekapitulasi Rasio Keuangan Bank Syari’ah Mandiri ............................................................................................122 Tabel 27 Rekapitulasi Perbandingan Rasio Keuangan Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia ............12 Tabel 22 Perbandingan Rasio Solvabilitas Antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia ..........................................

.................77 DAFTAR LAMPIRAN .....................13 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Struktur Organisasi Bank Syari’ah Mandiri ......................................61 Gambar 2 Struktur Organisasi Bank Rakyat Indonesia ......

Bank Syari’ah Mandiri sebagai salah satu lembaga perbankan syari’ah yang telah berkontribusi penting terutama bagi pengusaha kecil diharapkan dapat bersaing dengan perbankan konvensional. Laporan Laba Rugi Bank Rakyat Indonesia Lampiran E. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti. Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999- . dan mendapatkan bukti empiris tentang perbedaan kinerja keuangan antara PT. Perhitungan Rasio Keuangan Bank Syari’ah Mandiri Lampiran F. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. Neraca Bank Rakyat Indonesia Lampiran D. Laporan Laba Rugi Bank Syari’ah Mandiri Lampiran C. Perhitungan Rasio Keuangan Bank Rakyat Indonesia ABTRAKSI PT. Neraca Bank Syari’ah Mandiri Lampiran B.14 Lampiran A.

kurang solvabel dan profitabel. tetapi cukup solvabel. Sementara kinerja keuangan PT. Kata kunci : Rasio keuangan. solvabilitas. kurang profitabel. tetapi cukup efisien. dan kurang efisien. rentabilitas. Kinerja keuangan PT. Bank Rakyat . dan efisien. unsolvable. rentabilitas.15 2001. rentabilitas. solvabel. Sedangkan Kinerja keuangan PT. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan dari perusahaan yang diperoleh dari Direktori Perbankan Indonesia di Bank Indonesia. dan efisiensi pada tahun 1999 tergolong sebagai bank umum likuid.Indonesia. rentabilitas. dan efisiensi selama periode 2000-2001 tergolong sebagai bank umum yang kurang likuid. Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas. solvabilitas. solvabilitas. dan efisien. Bank Syari’ah Mandiri. solvabilitas. PT. kurang profitabel dan kurang efisien. . Penelitian ini merupakan penelitian Deskripsi. dan efisiensi. PT. Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas. dan efisiensi pada tahun 2000 tergolong sebagai bank umum likuid. kinerja keuangan PT. rentabilitas. dan efisiensi pada tahun 1999 tergolong sebagai bank umum yang kurang likuid. rentabilitas. yaitu likuiditas. solvabilitas. Sedangkan pada tahun 2001. dan efisiensi tergolong sebagai bank umum likuid. solvabilitas. Sementara kinerja keuangan PT. profitabel. Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio likuiditas. profitabel. Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas. unsolvable. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis rasio keuangan (financial ratio analysis). Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio likuiditas.

yakni dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya. Selain itu. Hal ini ditandai dengan terpuruknya sektor-sektor penggerak perekonomian. pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional hidup rakyat banyak.16 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia merupakan salah satu tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan program pembangunan. Perbankan sebagai sebuah lembaga yang berfungsi menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat pada akhirnya akan memiliki peranan yang strategis untuk mendukung pelaksanaan pembangunan nasional. kondisi politik dalam negeri yang . Meningkatkan kualitas hidup antara lain diwujudkan dengan meningkatkan pendapatan melalui berbagai kegiatan perekonomian. Krisis ekonomi dan moneter yang berlangsung pada pertengahan tahun 1997 memberikan dampak nyata pada kehidupan masyarakat. meningkatnya konflik-konflik sosio-politik. yaitu sebagai suatu wahana yang dapat menghimpun dan menyalurkan masyarakat secara efektif dan efesien. Peran strategis tersebut terutama disebabkan oleh fungsi utama perbankan sebagai financial intermediary. serta tingginya tingkat kearah peningkatan taraf pelanggaran hak asasi manusia. Salah satu sarana yang mempunyai peranan strategis dalam kegiatan perekonomian adalah Perbankan.

go. http ://www.8 % dari nilai kredit pada tahun sebelumnya. aktivitas keuangan dan perbankan merupakan suatu wahana bagi masyarakat untuk membawanya kepada pelaksanaan ajaran Al-Qur’an yaitu prinsip At-Ta’awun (saling membantu dan bekerja sama diantara anggota masyarakat untuk kebaikan) dan prinsip menghindari Al-Iktinaz (menahan dan membiarkan dana menganggur dan tidak digunakan untuk aktivitas atau transaksi yang lebih bermanfaat). . juga berpengaruh pada perkembangan pembangunan di Indonesia. 1Masalah lain yang lain yang muncul pada periode pasca-krisis ekonomi dan moneter adalah terpuruknya citra sektor perbankan. Hal tersebut sangat berdampak negatif terhadap kinerja perbankan nasional. maka pada tahun 1999 telah terjadi penurunan nilai kredit sebesar 53.0 %/tahun. Jika pada periode 1996-1998 kinerja sektor perbankan mengalami peningkatan rata-rata sebesar 29. sehingga sangat berpengaruh pada likuiditas hampir semua bank di Indonesia. 1 BI. Dalam pandangan Islam. yang semakin sulit untuk mendapatkan kembali kepercayaan penuh dari masyarakat.id. serta keamanan internasional pasca-Perang Irak yang cenderung tidak stabil. terutama karena kredit macet perusahaan-perusahaan besar.17 menghangat sebagai persiapan Pemilihan Umum di tahun 2004. Dengan demikian. diperlukan berbagai terobosan baru di bidang perbankan untuk menggerakkan kembali roda perekonomian Indonesia.bi.

2 . dan meminjamkan kepada nasabah lain yang membutuhkan dana. perbankan syari’ah pada dasarnya memiliki comparative advantage yang tidak dapat tersaingi sistem konvensional. Salah satu fungsi utama perbankan sebagai lembaga intermediasi adalah menerima simpanan dari nasabah yang kelebihan dana.. Bagi perbankan konvensional.2 Bank syari’ah yang memiliki filosofi utama kemitraan dan kebersamaan (sharing) dalam profit dan risk diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat terhadap layanan jasa perbankan yang sesuai dengan prinsip syari’ah. et al. dimana azas keadilan dan kemanfaatan bagi seluruh umat mampu mendorong terciptanya sinergi yang sangat bermanfaat bagi bank dan nasabahnya. baik bank maupun debiturnya. ”Perbankan Syari’ah Masa Depan”. ”Teknik Perhitungan Bagi Hasil dan Profit Margin pada Bank Syari’ah”. selisih antara besarnya bunga yang dikenakan kepada para peminjam dana dengan imbalan bunga yang diberikan kepada nasabah penyimpan merupakan sumber keuntungan terbesar. Muhamad. penerapan prinsip bagi hasil sebagai salah satu prinsip pokok dalam kegiatan perbankan syari’ah juga akan menumbuhkan rasa tanggungjawab pada masing-masing pihak. Hal. Jakarta. UII Press. Selain itu. 2003. 3Dalam sistem operasionalnya. 1.18 Bank syari’ah lahir sebagai salah satu solusi alternatif terhadap persoalan pertentangan antara bunga bank dengan riba. Yogyakarta. 3 Iman Hilman. yakni adanya larangan pengambilan bunga. 2004. yaitu digunakannya standar moral islami dalam kegiatan usahanya. Senayan Abadi Publishing. Hal inilah yang menjadi perbedaan pokok antara perbankan syari’ah dengan perbankan konvensional.

4 . Dengan kekuatan hukum ini. 2001. merupakan suatu upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sangat beragam. dana dari pihak ketiga yang dikelola oleh perbankan syari’ah juga meningkat dari Rp 440 Muhammad Syafi’i Antonio. terutama dari segmen masyarakat yang selama ini belum tersentuh oleh sistem perbankan konvensional. baik yang beroperasi secara stand-alone maupun sebagai unit-unit operasional dari bank-bank konvensional. Bank Muamalat Indonesia Tbk (PT.19 Kegiatan operasional perbankan syari’ah di Indonesia dimulai pada tahun 1992 melalui pendirian PT. ”Bank Syari’ah dari Teori ke Praktek”. Setijawan dan Siregar (2003) mengungkapkan bahwa antara tahun 1998 hingga akhir tahun 2002. Hal. ternyata hanya sistem perbankan syari’ah yang mampu bertahan dalam menghadapi permasalahan biaya pendanaan yang cukup tinggi.6 % /tahun). Keberadaan bank-bank syari’ah. BMI) atau 4 tahun setelah Pakto 88.10 tahun 1998. Gema Insani Press. mobilisasi dana masyarakat juga dapat dilakukan secara lebih luas. operasional perbankan syari’ah didasarkan pada Undang-Undang No. 226. Jakarta. bank syari’ah mendapatkan kesempatan yang sama dengan bank konvensional untuk melakukan kegiatan operasionalnya dalam dunia perbankan.045 miliar (74. pertumbuhan kinerja perbankan syari’ah meningkat dari Rp 479 miliar menjadi Rp 4. Dengan sistem perbankan yang berlaku pada periode krisis di atas. Selain itu. Secara hukum. 4 Dengan diterapkannya sistem perbankan syari’ah yang berdampingan dengan sistem perbankan konvensional.7 tahun 1992 tentang Perbankan yang kemudian diperbaharui dalam Undang-Undang No.

Informasi dari laporan keuangan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi. Jika pada tahun 1998 hanya terdapat sebuah bank syari’ah. baik oleh pihak manajemen maupun pihak eksternal.276 miliar. Mizan.. Hernanto. atau kemungkinan berkembang tidaknya suatu perbankan. yaitu Bank Muamalat. 6 Unit Usaha Syari’ah dari bank umum konvensional. Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai sehat tidaknya. . Alat yang biasa yang digunakan untuk 5 6 Iman Hilman. diantaranya aspek manajemen. dan kondisi keuangan yang dimilikinya. et al. Op Cit. Laporan keuangan pada perbankan dapat menunjukkan kinerja yang telah dicapai perbankan pada suatu waktu. Kinerja keuangan tersebut dapat diketahui dengan menghitung rasio-rasio keuangan sehingga dapat diukur prestasi suatu perbankan. maka pada akhir tahun 2002 telah terdapat 2 bank umum syari’ah. 1999. serta 83 Bank Perkreditan Rakyat Syari’ah (BPRS). ”Panduan Akuntansi Syari’ah”. sehingga rata-rata kecepatan penyaluran dana bank syari’ah ke sektor produksi berkisar antara 112-113 %.20 miliar menjadi Rp 3. 136. sumber daya manusia. Perkembangan perbankan syari’ah yang dinilai cukup berhasil tersebut juga berdampak positif terhadap perkembangan jumlah perbankan yang menerapkan sistem syari’ah. Bandung.5 Perbankan sebagai salah satu bidang usaha yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan perekonomian suatu negara (Agent of Development) diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Hal. pemasaran. Widodo. 58. 6 Sukses tidaknya suatu perbankan dipengaruhi oleh banyak aspek. Hal.

maka setiap lembaga perbankan harus membuat laporan hasil kinerja keuangan berdasarkan ketentuan-ketentuan 7 8 Abdullah. dan capital ratio. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lain”. Hal. 2002.7 . Martono. 9 Munawir. M. . dan operating ratio. Liberty. ”Manajemen Perbankan”. return on equity (ROE). dan loan to asset ratio. Ekonisia. analisis rasio juga membantu manajemen dalam memahami apa yang sebenarnya terjadi pada perbankan berdasarkan suatu informasi laporan keuangan baik dengan perbandingan rasio-rasio sekarang dengan yang lalu dan yang akan datang pada internal perbankan maupun perbandingan rasio perbankan dengan perbankan yang lainnya atau dengan rata-rata industri pada saat titik yang sama/perbandingan eksternal. Sementara rasio efesiensi usaha dapat diketahui dengan menghitung leverage multipler ratio.8 Selain itu. UMM Press. dan operasi/efesiensi usaha. Hal. 81-87. ”Analisa Laporan Keuangan”. yakni rasio likuiditas. Rasio Rentabilitas dapat diketahui dengan menghitung return on assets (ROA). Rasio keuangan untuk mengukur solvabilitas bank dapat diketahui dengan menghitung capital adequacy ratio (CAR). Yogyakarta. primary ratio. dan gross profit margin (GPM). Yogyakarta. 2003.9 Oleh karena kegiatannya menyangkut uang masyarakat dan kepercayaan yang diberikan. Faisal. 2002. Analisis rasio ini merupakan teknis analisis untuk mengetahui hubungan antara pos-pos tertentu dalam neraca maupun laporan rugi laba bank secara individual maupun secara bersama-sama.21 mengetahui kinerja tersebut adalah dengan menggunakan analisis rasio. assets utillization ratio (AUR). Aspek likuiditas yang dipakai dalam rasio perbankan dapat diketahui dengan menghitung quick ratio. solvabilitas. rentabilitas. 57. banking ratio. Malang.

dapat mempertanggungjawabkan kepercayaan yang diberikan. diantaranya yaitu : pertama. dan menilai kemungkinan hasil-hasil yang akan datang dan keuntungan yang akan diterima. serta derajat keuntungan yang dapat dicapai. hasil lebih mudah . Pemerintah. Sebaliknya. Analisis kinerja keuangan ini penting dilakukan sebagai dasar pengambilan keputusan manajemen lembaga agar tujuan serta sasaran yang diharapkan dapat tercapai Perbedaan mendasar antara sistem konvensional dan syari’ah adalah prinsip operasionalnya berdasarkan bunga dan bagi hasil. Laporan tersebut dapat memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Dewan Komisaris melalui laporan keuangan dapat menilai prestasi kerja direksi. Dalam sistem konvensional. dari laporan hasil kinerja keuangan masing-masing dapat menentukan besarnya pajak serta dapat menilai kinerja suatu bank.22 dari Bank Indonesia selaku pengawas perbankan di Indonesia. apabila kinerja bank tersebut buruk maka pemilik dana tidak akan berminat untuk menitipkan uangnya pada bank tersebut. dan Bank indonesia. mengukur tingkat biaya dari berbagai aktivitas. Perbedaan sistem ini membawa konsekuensi yang berbeda pula dalam perolehan manfaat secara ekonomi. laporan hal kinerja keuangan pada periode-periode yang lalu membantu penyusunan rencana-rencana serta kebijakan-kebijakan yang lebih baik dan tepat. Kedua. Kinerja yang baik akan sangat berpengaruh pada para pemilik dana untuk menitipkan uangnya pada bank tersebut. Direksi. serta kebonafitan pengelolaan bank yang bersangkutan. Ketiga. Selain itu.

23 diperkirakan dan lebih mudah tampak hasilnya. Bank Rakyat Indonesia sebagai bank yang kegiatan usahanya secara konvensional. Bank syari’ah Mandiri dilihat dari rasio likuiditas. dan PT. karena sistem bunga menerapkan perhitungan di muka dan tanpa memperhatikan proses pemanfaatan dana. maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. BANK RAKYAT INDONESIA”. solvabilitas. Akan tetapi. maka penulis ingin melakukan penelitian dengan mengambil judul : ”ANALISA KOMPARASI KINERJA KEUANGAN ANTARA PT. sistem tingkat bunga tidak digunakan. dan efisiensi selama periode 1999-2001 ? . manfaat ini sebenarnya bersifat semu karena di dalamnya tidak tersirat aspek keadilan berupa pembagian resiko. Bank Syari’ah Mandiri sebagai bank umum syari’ah pertama yang kegiatan usahanya menjalankan prinsip syari’ah. Instrumen yang diterapkan adalah sistem bagi hasil usaha yang diarahkan langsung kepada sektor investasi yang di dalamnya tersirat keadilan berupa pembagian resiko. Bagaimana kinerja keuangan PT. Untuk mengetahui keberhasilan PT. BANK SYARIAH MANDIRI DAN PT. Dalam konsep bank syari’ah. Rumusan Masalah Berdasarkan pada uraian latarbelakang diatas. rentabilitas. B.

.T Bank Syari’ah Mandiri hanya dengan menghitung capital adequacy ratio (CAR). solvabilitas. Bank Syari’ah Mandiri dilakukan dari tahun 1999-2001. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan yang berupa neraca dan laporan rugi laba sejak periode 19992001. Rasio keuangan untuk mengukur solvabilitas P. Untuk mengetahui pertumbuhan kinerja keuangan PT. dan efisiensi selama periode 1999-2001 ? 3. maka penulis membatasi masalah pada aspek keuangan P. maka dilakukan analisis internal dan eksternal. banking ratio dan loan to assets ratio. Bagaimana perbandingan kinerja keuangan PT. keilmuan. return on equity (ROE) dan gross profit margin (GPM). Bagaimana kinerja keuangan PT. assets utillization ratio (AUR) dan operating ratio dari tahun 1999-2001. yakni hanya dengan menghitung quick ratio. Batasan Masalah Mengingat adanya keterbatasan waktu. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. Analisis internal dan eksternal terhadap PT. Rasio rentabilitas dengan menghitung return on asset (ROA). dan kemampuan penulis. Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio likuiditas.T Bank Syari’ah Mandiri yang terdiri dari rasio likuiditas. rentabilitas. Sementara rasio efisiensi usaha hanya dengan menghitung leverage multipler ratio. primary ratio dan capital ratio. Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001 ? C. Bank Syari’ah Mandiri.24 2.

25

Pemilihan P.T Bank Rakyat Indonesia sebagai pembanding kinerja keuangan P.T Bank Syari’ah Mandiri didasarkan pada alasan karena : (1) P.T Bank Rakyat Indonesia merupakan bank konvensional pertama di Indonesia; dan (2) P.T Bank Rakyat Indonesia tergolong dalam kelompok bank yang sama dengan P.T Bank Syari’ah Mandiri, yaitu sebagai bank umum milik pemerintah.

D.

Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan batasan masalah yang dipaparkan diatas maka tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti, dan mendapatkan bukti empiris tentang perbedaan kinerja keuangan antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia dengan melihat dari rasio keuangannya, yakni yang mencakup pada rasio Likuiditas, Solvabilitas, Rentabilitas dan Efisiensi. Tujuan penelitian ini juga dapat dilihat dari pihak yang berkepentingan misalnya sebagai berikut : 1. Pimpinan Bank Analisa laporan keuangan oleh pimpinan bank dipergunakan untuk mengukur apakah bank telah beroperasi secara efektif dan efesien untuk menilai dimana letak kelemahan dan kekuatan suatu bank, yang mana hal ini akan digunakan untuk menyusun rencana kebijaksanaan operasi pada masa yang akan datang. 2. Kreditur

26

Analisa laporan keuangan oleh kreditur akan digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam membayar hutang-hutang jangka panjangnya. Oleh karena itu dalam analisa keuangan akan lebih banyak dikonsentrasikan pada ikhtisar rugi dan laba. 3. Penanam Modal Analisa laporan keuangan oleh penanam modal akan digunakan untuk mengambil keputusan apakah mereka akan menanam modalnya pada bank tersebut, menjual saham yang telah dimiliki atau tetap menahannya. 4. Pemerintah Analisa laporan keuangan oleh pemerintah akan digunakan untuk menetapkan pajak-pajak, statistik dan perkembangan perekonomian. 5. Karyawan Analisa laporan keuangan oleh karyawan akan digunakan untuk meminta pertimbangan kepada pengurus bank tentang kemungkinan kenaikan gaji, bonus dan lain-lainnya. 6. Pembina/Pemeriksa Bank Analisa Laporan keuangan oleh pembina/pemeriksa akan digunakan untuk membuat rencana pemeriksaan dan sebagai dasar untuk mendiskusikan laporan hasil pemeriksaan.

27

E.

Manfaat Penelitian Penulis berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat atau kegunaan bagi semua. Manfaat yang dapat diperoleh antara lain : 1. Bagi Penulis Dapat menambah pengetahuan penulis khususnya mengenai analisis kinerja keuangan dengan menggunakan analisis rasio-rasio keuangan sesuai yang telah diperoleh dibangku kuliah. 2. Bagi JEI-STAIN Surakarta Penulis berharap hasil penelitian ini dapat menambah literatur serta referensi yang dapat dijadikan sebagai bahan informasi bagi mahasiswa yang akan mengambil permasalahan serupa. 3. Bagi Pihak Lain Penulis berharap hasil penelitian ini dapat menambah khasanah keilmuan dan referensi yang dapat dijadikan sebagai sumber informasi yang berkaitan dengan kinerja keuangan bank.

F.

Metodologi Penelitian Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi : 1. Waktu Pelaksanaan penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama bulan November 2007 sampai dengan selesai, dengan mengumpulkan data yang diperoleh dari Perpustakaan Bank Indonesia Cabang Yogyakarta dan internet.

Studi ini dimaksudkan untuk menjelaskan karakteristik fenomena atau masalah yang ada. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Laporan Publikasi Bank Indrianto. 19) 10 .11 Penelitian ini mengacu pada data berupa angka-angka sehingga dikategorikan dalam penelitian yang bersifat kuantitatif. Bank Rakyat Indonesia. Nur dan Bambang Supomo. publikasi pemerintah. 1997. organisasional industri atau perspektif yang lain. Metode Penelitian Bisnis. 12 Ibid. penelitian ini tergolong penelitian komparatif. BPFE. 11 Sugiyono. Bandung. Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Hal. ”Manajemen Perbankan Untuk Akuntansi dan Manajemen”. Yogyakarta. dan sebagainya.13 Data ini biasanya diperoleh dari perpustakaan atau dari laporan-laporan penelitian terdahulu. Hal. 3. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif. 14. Alvabeta.12 4. 2005. laporan keuangan perusahaan. Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada. Hal.28 2. yaitu penelitian terhadap fenomena atau populasi tertentu yang diproses peneliti dari subyek berupa individu. 11. yaitu suatu penelitian yang bersifat membandingkan. 2006.10 Menurut tingkat eksplanasinya. 13 Iqbal Hasan. Misalnya data statistik. kepustakaan. Jakarta. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. Analisis Data Penelitian Dengan Statistik. Bumi Aksara. Objek Penelitian Penelitian dilakukan dengan mengambil objek dari PT.

Analisis . 6. hasil penelitian. analisa laporan keuangan. dan sejarah perkembangan PT. internet. Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data dalam penelitian ini digunakan metode sesuai dengan data yang diperlukan. b. Analisis rasio keuangan berkaitan dengan penilaian kinerja perusahaan/bank. Laporan Perusahaan Pengumpulan data yang dilakukan penulis dengan melihat dan mencatat data yang bersumber dari Laporan Publikasi Perbankan Indonesia di Bank Indonesia dan internet. metode yang dimaksud adalah: a. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis rasio keuangan (financial ratio analysis). majalah-majalah ilmiah maupun tulisan-tulisan lainnya yang berhubungan dengan kinerja keuangan. dan sebagainya yang berkaitan dengan penelitian ini. 5. Analisis ini didasarkan pada data yang bersifat kuantitatif yaitu data berupa angka-angka yang terdapat pada laporan keuangan perusahaan. Bank Rakyat Indonesia. dasar-dasar teoritis ini diperoleh dari literatur-literatur. Studi Pustaka Studi ini dilakukan untuk memperoleh landasan teori yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Bank Syari’ah Mandiri dan PT.29 Indonesia dan referensi lain dari jurnal.

Melakukan analisis rasio likuiditas yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan perusahaan-perusahaan perbankan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek yang diukur melalui Quick ratio. Djambatan. giro pada bank lain. Formulasi dari masing-masing rasio tersebut adalah14 : Cash Assets 1) Quick Ratio = Total Deposit Cash assets (aset likuid) terdiri dari giro pada Bank Indonesia. dan tabungan. dan dana pihak ketiga yang terdiri dari deposito. Langkah-langkah analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. aktiva valuta asing. Hal. rentabilitas. Banking ratio. rentabilitas. 14 . 67 − 69. ”Analisa Laporan Keuangan Untuk Perbankan”.30 rasio keuangan yang digunakan adalah likuiditas. solvabilitas. dan efesiensi. Teguh Pudjo. Jakarta. dan efesiensi. pinjaman berjangka. dan Loan to assets ratio. a. Total Loan 2) Banking Ratio = Total Deposit Muljono. Menghitung dan menganalisis laporan keuangan perusahaanperusahaan perbankan dengan menggunakan alat rasio keuangan likuiditas. solvabilitas. 1992.

Total loan merupakan total kredit yang diberikan bank.31 Kredit yang diberikan (total loan) antara lain pinjaman pada Bank Indonesia. Total Loans 3) Loan to Assets Ratio = Total Assets Jumlah kekayaan total aktiva adalah yang diperoleh bank untuk melakukan aktivitasnya. sedangkan Securities menunjukkan surat-surat berharga yang dimiliki bank. dan Capital ratio. Primary ratio. Equity Capital 2) Primary Ratio = Total Assets . Formulasi dari masing-masing rasio tersebut adalah sebagai berikut : Equity Capital – Fixed Assets 1) CAR = Total Loan + Securities Equity capital merupakan modal sendiri yang dimiliki bank untuk menjalankan operasionalisasinya. Melakukan analisis rasio solvabilitas yang bertujuan untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan-perusahaan perbankan dalam membayar kewajiban jangka panjang yang diukur melalui Capital adequacy ratio (CAR). dan cadangan (debitur dubius). b.

32 Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan modal sendiri / permodalan pada suatu bank untuk menutup penurunan asetnya akibat berbagai kerugian yang tidak dapat dihindarkan. 433. dan Gross profit margin. Laba Tahun Berjalan 2) ROE = Total Equity Muljono. Teguh Pudjo. Profit Planning&Control”. BPFE. “Bank Budgeting. Formulasi dari masingmasing rasio adalah sebagai berikut :15 Laba Tahun Berjalan 1) ROA = Total Assets Rasio ini menunjukkan kemampuan suatu bank didalam mengelola asetnya untuk menghasilkan laba bersih. Melakukan analisis rentabilitas yang bertujuan untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan-perusahaan perbankan untuk menghasilkan laba dengan jumlah modal yang dimiliki yang diukur melalui Return on assets (ROA). Equity Capital 3) Capital Ratio = Total Loans Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam menutup kemungkinan kegagalan yang ada dalam pemberian kredit. Yogyakarta. c. 1996. 15 . Return on equity (ROE). Hal.

Biaya Operasi + Biaya non Operasi 3) Operating Ratio = Pendapatan Operasi 16 Ibid. d.33 Rasio ini menunjukkan kemampuan bank yang bersangkutan untuk menghasilkan laba bersih dari penggunaan modal yang ditanamkan pada bank yang bersangkutan. Operating income – Operating expenses 3) Gross Profit Margin = Operating Income Rasio ini menunjukkan kemampuan bank untuk menghasilkan laba dari operasi usahanya yang murni. dan Operating ratio. Hal. Asset utilization ratio.. Melakukan analisis efisiensi dengan menggunakan indikator Leverage multipler ratio. Operation Income + Non Operating Income 2) AUR = Total Assets Rasio ini untuk mengukur kemampuan manajemen bank didalam mengelola asetnya untuk menghasilkan operating income maupun non operating income. 435. Formulasi dari masing-masing rasio adalah sebagai berikut :16 Total Assets 1) Leverage Multipler Ratio = Total Equity Capital Rasio ini untuk mengukur sampai sejauh mana kepercayaan masyarakat terhadap suatu bank. .

Bank Rakyat Indonesia dari tahun ketahun secara keseluruhan (time series).34 Rasio ini untuk mengukur rata-rata biaya operasional dan non operasional yang digunakan bank guna memperoleh pendapatan. Formulasi yang digunakan untuk mengetahui pertumbuhan kinerja bank adalah sebagai berikut : Ratio t – Ratio t-1 Pertumbuhan = Ratio t-1 Keterangan : Ratio t = Rasio tahun sekarang Ratio t-1 = Rasio tahun sebelumnya 3. Bank Syariah Mandiri dan PT. Rasio keuangan pada masingmasing bank digunakan sebagai tolak ukur untuk menilai kinerja keuangan kedua bank tersebut. Melakukan analisis internal dengan cara membandingkan rasiorasio keuangan PT. Melakukan analisis eksternal dengan cara membandingkan rasio keuangan PT. Analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui kinerja keuangan pada masing-masing bank dari tahun ketahun berikutnya sehingga dapat diketahui tendensi perubahan (fluktuasi) atau pertumbuhannya. Bank Rakyat Indonesia pada periode yang sama. . Bank Syari’ah Mandiri dengan PT. 2.

visi dan misi. serta gambaran umum tentang perbankan konvensional dan perbankan syari’ah. Bank Rakyat Indonesia. serta menganalisis dan membahas . Bank Syari’ah Mandiri dan PT. tujuan penelitian. rumusan masalah. Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001. Sistematika Penelitian Sistematika penulisan penelitian ini terdiri atas : BAB I : PENDAHULUAN Bab ini mengemukakan tengtang alasan-alasan yang dijadikan sebagai latar belakang pemilihan judul. rasio keuangan. manfaat penelitian. BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN Bab ini akan menganalisis dan membahas rasio keuangan PT. struktur organisasi. BAB II : LANDASAN TEORI Bab ini berisi tentang uraian mengenai teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. analisa laporan keuangan. yaitu dari segi sejarahnya. metode penelitian dan sistematika penelitian. produk dan jasa.35 G. BAB III : DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN Bab ini akan menggambarkan uraian singkat mengenai PT. yaitu penjelasan tentang kinerja keuangan. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. batasan masalah. serta kinerja keuangan selama periode 1999-2001.

Bank Rakyat Indonesia mengenai kinerja keuangannya. .36 perbedaan kinerja keuangan kedua bank tersebut selama periode 1999-2001. Bank Syari’ah Mandiri. dan PT. BAB V : PENUTUP Bab ini berisikan uraian kesimpulan dan saran yang dapat dijadikan sebagai masukan bagi PT.

18 Kinerja keuangan berguna untuk menilai kondisi keuangan bank. 2007. Skripsi Sarjana. Kondisi keuangan bank dapat dicerminkan dari tingkat likuiditas. Yogyakarta. 18 Ikatan Akuntansi Indonesia.19 Sutriyani.17 Informasi kinerja perusahaan terutama profitabilitas diperlukan untuk menilai perubahan potensi sumber daya ekonomi yang mungkin dikendalikan dimasa depan. ”Standar Akuntansi Keuangan”. dan rentabilitas bank yang bersangkutan. ”Analisis Kinerja Keuangan dan Tingkat kepailitan Perusahaan Perbankan di Indonesia Sebelum dan Sesudah Divestasi”. ”Analisa Komparasi Kinerja Keuangan Antara Perbankan Konvensional dan Perbankan Syari’ah”. Salemba Empat. Skripsi Program Sarjana. solvabilitas. Universitas Negeri Yogyakarta.37 BAB II LANDASAN TEORI A. Hal. Kinerja Keuangan Kinerja keuangan adalah gambaran tentang setiap hasil ekonomi yang mampu diraih oleh perusahaan perbankan pada saat periode tertentu melalui aktivitas-aktivitas perusahaan untuk menghasilkan keuntungan secara efesien dan efektif. disamping itu informasi tersebut juga berguna dalam perumusan pertimbangan tentang efektifitas perusahaan dalam memanfaatkan tambahan sumber daya. Jakarta. Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta-SEM Institute. Fakultas Ilmu Sosial. 17 . 19 Fitri Dian Anggraini. yang dapat diukur perkembangannya dengan mengadakan analisis terhadap terhadap data-data keuangan yang tercermin dalam laporan keuangan. 12. Yogyakarta. Program Studi Manajemen. Informasi fluktuasi kinerja bermanfaat untuk memprediksi kapasitas perusahaan dalam menghasilkan arus kas dari sumber daya yang ada.

21 Sartono. 2002.20 Likuiditas sebagai rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban finansial jangka pendek tepat pada waktunya. Kemampuan perusahaan membayar hutang jangka pendek dapat diketahui dengan memahami sifat dari masing-masing unsur aktiva lancar. 40.21 Kemampuan perusahaan untuk membayar hutang jangka pendek penting diketahui karena berkaitan dengan kemampuannya membayar hutang jangka panjang. Likuiditas Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutang jangka pendek maksimal satu tahun dengan sejumlah aktiva lancar yang dimiliki.22 Ada tiga rasio yang dapat digunakan untuk memperkirakan kemampuan perusahaan perbankan memenuhi kebutuhan jangka 20 Abdullah. namun apabila tidak mampu membayar hutang jangka pendeknya akan mengalami kebangkrutan. BPFE. . Perusahaan yang tidak mampu membayar hutang jangka pendek pada umumnya juga tidak mampu membayar hutang jangka panjang. Yogyakarta. UMM Press.38 Ukuran kinerja keuangan bank tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. 22 Munawir. Yogyakarta. ”Analisis Laporan Keuangan” Liberty. Agus. M. Hal. 2002. Slamet. ”Manajemen Keuangan”. 227. 2000. Hal. Faisal. ”Dasar-Dasar Manajemen Keuangan”. Meskipun perusahaan mampu memperoleh laba. Yogyakarta. Hal ini disebabkan hutang jangka pendek perusahaan akan dibayar dengan aktiva lancarnya.

Quick Ratio Quick Ratio merupakan kemampuan bank mengembangkan dana nasabah dengan menggunakan aktiva lancarnya. Jakarta. Loan to Assets Ratio Loan to assets ratio merupakan kemampuan bank memenuhi permintaan debitur dengan aset yang tersedia. ”Analisa Keuangan untuk Perbankan”. Teguh Pudjo.39 pendeknya. 92. Djambatan. Rasio ini diperoleh dengan cara membagi kas dengan total deposito yang terus disimpan pada bank bersangkutan. Formulasi dari rasio ini adalah : Total Loans Banking Ratio = Total Deposit c. 23 . 1992. Hal. yaitu quick ratio. Rasio ini dapat diformulasikan sebagai berikut : Cash Assets Quick Ratio = Total Deposit b. banking ratio dan loan to assets ratio. Rasio ini diperoleh dengan cara membagi pinjaman modal dari pihak lain dengan simpanan-simpanan atau deposito. Banking Ratio Banking ratio merupakan kemampuan bank membayar kembali kewajiban kepada nasabah yang telah menanamkan dananya. Rasio ini diperoleh Muljono. Ketiga ratio tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :23 a.

Munawir. Solvabilitas Solvabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban baik jangka pendek maupun jangka panjang.40 dengan cara membagi kredit dengan jumlah aset yang dimiliki bank. Meskipun laba yang dilaporkan tidak sama dengan kas yang tersedia untuk jangka pendek. Sementara perusahaan yang tidak memiliki aktiva yang cukup untuk membayar hutang jangka panjang disebut sebagai perusahaan yang unsolvable. 2002. Kemampuan perusahaan perbankan membayar hutang jangka panjang dapat diukur dengan rasio capital adequate ratio (CAR). laba merupakan faktor penting dalam untuk menentukan kemampuan membayar kewajiban jangka panjang. ”Bank dan lembaga Keuangan Lainnya”. . primary ratio (equity to assets ratio) dan capital ratio (equity to loan ratio). Op Cit. 240. Hal. Hal. namun biaya dan pendapatan merupakan transaksi yang bermuara pada kas. Rasio ini dapat diformulasikan sebagai berikut : Total Loan Loan to Asset Ratio = Total Assets 2. Solvabilitas perusahaan berhubungan dengan laba yang dilaporkan sebagai hasil dari proses akuntansi dasar waktu (accruals accounting basis).24 Perusahaan dikatakan solvabel apabila memiliki aktiva yang cukup untuk membayar hutang jangka panjang.25 Oleh sebab itu. Yogyakarta. 24 25 Martono. 83. Ekonisia.

Rasio ini diperoleh dengan cara membagi modal sendiri yang telah dikurangi dengan aktiva tetap dengan total kredit yang ditambah dengan surat berharga. Primary Ratio (Equity to Assets Ratio) Primary ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan modal sendiri/permodalan pada suatu bank untuk menutup penurunan asetnya akibat berbagai kerugian yang tidak dapat dihindarkan. Capital Ratio (Equity to Loan Ratio) Capital ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan modal sendiri menutup sejumlah pinjaman nasabah atau pembiayaan oleh bank. Perbedaan kedua rasio tersebut terdapat pada adanya kepastian kerugian yang dialami oleh bank. Rasio ini berbeda dengan CAR. Equity Capital – Fixed Assets CAR = Total loan + Securities b.41 Rasio-rasio tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Rasio ini diperoleh dengan membandingkan modal sendiri . Capital Adequate Ratio (CAR) Capital adequate ratio (CAR) merupakan rasio untuk mengukur kemampuan modal menutupi kemungkinan terjadinya kegagalan dalam perkreditan dan perdagangan surat berharga. Rasio ini diperoleh dengan membagi modal sendiri dengan total aset bank yang dapat diformulasikan sebagai berikut : Equity Capital Primary Ratio = Total Assets c.

245. Return on asset (ROA) Return on asset merupakan rasio untuk mengukur kemampuan bank memperoleh laba atas pemanfaatan aset yang dimiliki. 2003. Mamduh dan Abdul Halim. 29 Muljono Teguh Pudjo.27 laba perusahaan memberikan gambaran mengenai kompensasi yang dapat diperoleh karyawan. 47. 28 Kemampuan perusahaan menghasilkan 29 laba mengindikasikan bahwa terdapat aliran kas masuk. 28 Hanafi. Op Cit. Ketiga rasio tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Rentabilitas Rentabilitas merupakan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan atau laba. Rasio ini dapat diformulasikan sebagai berikut : Equity Capital Capital Ratio = Total loans 3. Hal.26 Kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba merupakan informasi penting bagi berbagai pihak. ”Analisis Laporan Keuangan”. Hal.42 dengan total kredit atau pinjaman-pinjaman nasabah dan pembiayaan yang dilakukan oleh bank. Hal. return on equity (ROE) dan gross profit margin (GPM). Rasio ini diformulasikan sebagai berikut : Ibid. Yogyakarta. Op Cit. AMP-YKPN. 208. Rasio yang umum digunakan untuk menganalisis rentabilitas perusahaan perbankan adalah return on Asset (ROA). Rasio ini diperoleh dengan cara membagi laba tahun berjalan dengan total aset yang dimiliki. 27 26 . Abdullah.

Rasio efisiensi merupakan rasio untuk mengukur kinerja . Rasio ini diperoleh dengan cara membandingkan hasil pengurangan pendapatan operasi dan biaya operasi dengan biaya operasi.43 Laba Tahun Berjalan ROA = Total Assets b. Rasio ini diperoleh dengan cara membagi laba tahun berjalan dengan total modal. kinerja keuangan dalam perbankan juga dapat diketahui dengan melakukan analisis rasio efisiensi usaha. Return on equity (ROE) Return on equity merupakan rasio untuk mengukur kemampuan bank memperoleh laba dan efesiensi secara keseluruhan operasional melalui penggunaan modal sendiri. Gross profit margin (GPM) Gross profit margin merupakan rasio untuk mengukur kemampuan bank menghasilkan laba dari operasional usahanya yang murni. Formulasi dari rasio ini adalah : Pendapatan Operasi – Biaya Operasi Gross Profit Margin = Pendapatan Operasi Selain dari ketiga rasio tersebut. Semakin tinggi ROE maka semakin tinggi pula laba yang diperoleh perusahaan sehingga rentabilitas bank semakin baik. Rasio ini diformulasikan sebagai berikut : Laba Tahun Berjalan ROE = Total Equity c.

Formulasi dari rasio ini adalah : Operating Income + Non Operating Income AUR = Total Assets c. Leverage Multipler Ratio Leverage multipler ratio digunakan untuk mengukur kemampuan bank mengelola aktiva yang dikuasainya.44 manajemen bank dalam menggunakan semua faktor produksinya secara tepat guna dan berhasil guna. Operating Ratio Operating ratio merupakan rasio untuk mengukur rata-rata biaya operasional dan non operasional yang digunakan bank guna memperoleh pendapatan. Asset Utillization Ratio (AUR) Asset utillization ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan bank memanfaatkan aktiva yang dikuasainya guna memperoleh total pendapatan. Rasio ini diperoleh dengan mambagi hasil penambahan antara pendapatan operasi dan pendapatan non operasi dengan total aset. Rasio efesiensi usaha dalam perusahaan perbankan dapat diukur dengan menggunakan tiga rasio. yaitu : a. Rasio ini diperoleh dengan membagi hasil . Rasio ini diperoleh dengan cara membagi total aset dengan total modal yang dapat diformulasikan sebagai berikut : Total Assets Leverage Multipler Ratio = Total Equity Capital b.

laporan rugi laba. 2. atau laporan arus dana) catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.30 30 Ikatan Akuntansi Indonesia. Salemba Empat. ”Standar Akuntansi Keuangan”. . laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti. Bentuk informasi yang diberikan oleh akuntansi adalah laporan keuangan. Bank komersial baik bank umum maupun bank perkreditan rakyat yang berdasarkan prinsip syari’ah maupun konvensional diwajibkan memberikan laporan keuangan pada setiap periode tertentu. Laporan keuangan lengkap biasanya meliputi neraca. Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. misalnya sebagai laporan arus kas. terutama dalam bidang perbankan menuntut adanya peranan akuntansi yang dapat memberikan informasi keuangan yang dibutuhkan masyarakat dalam mengambil keputusan-keputusan ekonomi. Jakarta. Hal.45 penambahan antara biaya operasi dan non operasi dengan pendapatan operasi yang diformulasikan sebagai berikut : Biaya Operasi + Biaya Non Operasi Operating Ratio = Pendapatan Operasi B. Laporan Keuangan 1. Pengertian laporan keuangan Perkembangan yang terjadi dalam bidang perekonomian.

31 a. Laporan keuangan disusun sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban manajemen terhadap pihak-pihak yang berkepentingan dengan kinerja yang telah dicapai oleh bank Tujuan penyusunan laporan keuangan suatu bank secara umum adalah sebagai berikut. b. 31 Martono. dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan terdiri atas proses pencatatan dan pelaporan data keuangan dalam suatu periode kepada pihak-pihak yang berkepentingan. dan modal suatu bank. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lain”. Yogyakarta. 2002. 62. dan modal bank pada waktu tertentu. . Hal. Memberikan informasi tentang hasil usaha yang tercermin dari pendapatan yang diperoleh dan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam periode tertentu. baik bagi pihak dalam maupun pihak luar perusahaan/bank tersebut. Tujuan Laporan Keuangan Pada dasarnya. kewajiban.46 Dengan memahami pengertian laporan keuangan di atas. c. Ekonisia. kewajiban. tujuan utama penyajian laporan keuangan suatu bank adalah untuk memberikan gambaran mengenai hasil-hasil yang telah dicapai dalam satu periode waktu yang telah berlalu. Memberikan informasi keuangan tentang jumlah aktiva. 2. Memberikankan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam aktiva.

dan ketidakpastian dala penerimaan kas dimasa depan atas deviden. Djambatan. b. dan hasil Tim Pengembangan Perbankan Syari’ah IBI. Produk dan Implementasi Operasional Bank Syari’ah”. juga dapat menilai kinerja manajemen bank yang bersangkutan sehingga diharapkan dapat menjaga kepercayaan dan meningkatkan transparansi kondisi keuangan kepada publik. 282-283. Informasi dalam menilai prospek arus kas. saat. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen bank dalam suatu periode.47 d. ”Konsep. Jakarta. dan pihak-pihak lain dalam memperkirakan jumlah. Oleh karena itu. Informasi dalam pengambilan keputusan investasi dan pembiayaan laporan keuangan keuangan bertujuan menyediakan informasi yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan yang rasional. bagi hasil. laporan keuangan setidaknya harus berfungsi sebagai berikut :32 a. 32 . Dengan melihat laporan keuangan maka akan dapat diketahui kondisi keuangan suatu perusahaan/bank. Hal. kreditur. 3. Fungsi Laporan Keuangan Sebagai bahan informasi yang digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan. informasi dapat dipahami oleh pelaku bisnis dan ekonomi yang mencermati informasi yang disajikan dengan seksama. Pelaporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi yang dapat menukung investor/pemilik dana.

Informasi mengenai kepatuhan bank terhadap prinsip syari’ah. c. Persepsi investor/pemilik dana dan kreditur akan memaksimalkan pengembalian dana yang telah mereka tanamkan an akan melakukan penyesuaian terhadap resiko yang mereka persepsikan atas perusahaan yang bersangkutan. Informasi atas sumber daya ekonomi Pelaporan keuntungan bertujuan memberikan informasi tentang sumber daya ekonomi bank (economic resources). . dan jatuh tempo dari surat berharga atau pinjaman. serta kemungkinan terjadinya transaksi. kewajiban bank untuk mengalihkan sumber daya tersebut kepada entitas lain atau pemilik saham. kebutuhan operasional. serta pembayaran deviden. reinvenstasi dalam operasi. Persepsi investor dan kreditur atas kemampuan bank tersebut akan mempengaruhi harga pasar surat berharga yang bersangkutan. dan peristiwa yang dapat mempengaruhi perubahan sumber daya tersebut. pelunasan (redemption). d. serta informasi mengenai pendapatan dan pengeluaran yang tidak sesuai dengan prinsip syari’ah dan bagaimana pendapatan tersebut diperoleh serta penggunaannya. Prospek penerimaan kas tersebut sangat tergantung dari kemampuan bank untuk menghasilkan kas guna memenuhi kewajiban yang telah jatuh tempo.48 dari penjualan.

Hal. dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu. 286-287. b. Informasi untuk membantu pihak terkait didalam menentukan zakat bank atau pihak lainnya. f.49 e. Karenanya. g. Informasi mengenai pemenuhan fungsi sosial bank. Sifat Laporan Keuangan Sifat laporan keuangan antara lain:33 a. terasuk pengelolaan dan penyaluran zakat. c. mengenvestasikannya pada tingkat keuntungan yang rasional. 33 Ibid. bila terdapat beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos. yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat. 4. Laporan keuangan bersifat historis. serta informasi mengenai tingkat keuntungan investasi yang diperoleh pemilik dan pemilik rekening invenstasi. laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian. maka lazimnya dipilih alternatif yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil. . laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan bersifat umum. Informasi untuk membantu mengevaluasi pemenuhan bank terhadap tanggungjawab amanah dalam mengamankan dana.

Laporan keuangan lebih menekankan pada makna ekonomis suatu peristiwa/transaksi daripada bentuk hukumnya (formalitas). laporan laba ditahan. . Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomis dan tingkat kesuksesan antarperusahaan. e. Ada empat laporan keuangan pokok. dan laporan arus kas.50 d. penerapan prinsip akuntansi terhadap suatu fakta atau pos tertentu mungkin tidak dilakukan jika hal ini menimbulkan pengaruh yang material terhadap kelayakan laporan keuangan. yakni neraca. Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material. Komponen Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan sarana utama dimana dunia usaha mengkomunikasikan posisi keuangan serta hasil-hasil usaha yang telah dicapainya. Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis. 5. laporan rugi laba. f. Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan. Laporan-laporan ini memberikan info tentang sehatnya keuangan keuangan sebuah perusahaan dan tentang perubahan-perubahan yang berarti dalam sumber daya dan kewajibannya dalam suatu format yang berguna bagi para pengambil keputusan. dan pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat dari informasi yang dilaporkan. Demikian pula. g. h.

Pihak-pihak yang berkepentingan atau pemakai laporan keuangan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:34 1. Manajemen. sehingga pembahasannya pun lebih luas. Pihak-pihak Pemakai Laporan keuangan Pihak-pihak yang berkepentingan atau pemakai laporan keuangan mencakup 6 (enam) pihak yaitu : (1). (2). Sumber dan penggunaan dana Qardhul hasan. dan (6). Hal. hanya saja pada bank syari’ah lebih sedikit luas dibanding dengan perusahaan lain.51 Laporan keuangan bank syari’ah tidak jauh berbeda dengan laporan keuangan perusahaan pada umumnya. Liberty. Yogyakarta. g. 2000. (4). Laporan posisi keuangan (neraca). Perubahan arus ekuitas. c. . Supplier. 6. (3). Hal itu karena adanya perbedaan prinsip yakni prinsip Syari’ah yang mana prinsip Syari’ah bersifat komprehensif dan universal. b. (5). ”Analisa Laporan Keuangan”. Manajemen 34 Munawir. Perubahan investasi terikat. Menurut PSAK 59-IAI bahwa laporan keuangan bank syari’ah terdiri atas perangkat-perangkat laporan keuangan yang terdiri atas : a. Investor dan Pemegang Saham. d. e. Masyarakat. 7. Sumber dana dan penggunaan dana ZIS. Karyawan. Arus kas. f. Laba rugi. Pemerintah.

Investor dan Pemegang Saham Pihak lain yang berkepentingan dengan pemakaian laporan keuangan adalah investor dan pemegang saham. Selain itu laporan keuangan bagi manajemen juga digunakan untuk menentukan profitabilitas perusahaan. Laporan keuangan bagi manajemen digunakan sebagai dasar perencanaan. 2. Dalam mengambil keputusan memberikan kredit atau tidak. menjual atau menambah sahamnya. operasi dan investasi. earning ratio.52 Manajemen merupakan pihak internal perusahaan yang berkepentingan sehubungan dengan penggunaan laporan keuangan. Laporan keuangan bagi pihak-pihak ini dibutuhkan untuk mengetahui kelancaran aktivitas dan profitabilitas perusahaan. tetapi juga waktu yang tepat untuk menjual atau membeli saham pada perusahaan yang bersangkutan. tetapi juga pihak eksternal yaitu supplier atau pemberi pinjaman. . pengendalian dan pengambilan keputusan keuangan. supplier akan mempertimbangkan likuiditas. mempertahankan atau menjual sahamnya. Selain itu juga digunakan untuk mengambil keputusan untuk mempertahankan. earning per lembar saham. 3. dan potensi deviden. Supplier Laporan keuangan tidak hanya dibutuhkan oleh pihak internal perusahaan saja. dan distribusi laba. pada dasarnya keputusan para pemegang saham tidak sebatas pada membeli.

4. Hal penting dari laporan . pihak ini juga membutuhkan laporan keuangan untuk mengetahui informasi-informasi tersebut. Pemerintah Informasi-informasi dalam laporan keuangan perusahaan dibutuhkan pemerintah untuk melakukan beberapa hal sebagai berikut : a. Memonitor pelaksanaan kontrak-kontrak pemerintah. b. oleh sebab itu. misal tarif listrik dan telpon. Karyawan Karyawan juga merupakan salah satu pihak yang berkepentingan dalam penggunaan laporan keuangan. Menentukan kepatuhan perusahaan terhadap perundang- undangan yang berlaku. misalnya penentuan jumlah penggantian dalam kontrak cost-plus basis atau untuk memonitor keuntungan pelaksanaan bisnis pemerintah (BUMN).53 profitabilitas dan jumlah hutang dibanding dengan modal. Meningkatkan pendapatan. pajak penjualan. d. Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat menimbulkan berbagai motivasi. misalnya penerimaan dari pajak penghasilan. Karyawan berkepentingan terhadap kelangsungan usaha dan profitabilitas operasi dimasa mendatang. Menentukan tarif. c. 5. pajak pertambahan nilai dan pajak kekayaan.

Analisis Laporan Keuangan 1. C. 64.35 Analisa Laporan Keuangan adalah merupakan suatu proses untuk membantu memecahkan dan sekaligus menjawab masalah-masalah yang 35 Ibid. Laporan keuangan perusahaan bagi pihak ini merupakan sumber informasi yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan mengenai kelangsungan perusahaan. Hal. . Pengertian Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi yang berhubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan. Pihak ini berkepentingan untuk memonitor kelangsungan operasi perusahaan karena memiliki hubungan jangka panjang.54 keuangan yang umumnya diperhatikan karyawan adalah mengenai penjualan dan laba perusahaan karena berkaitan dengan penentuan bonus dan pembagian keuntungan. 6. Masyarakat Umum Masyarakat umum yang berkepentingan dalam penggunaan laporan keuangan yang dimaksudkan adalah pelanggan atau konsumen. Mengadakan analisa hubungan dari berbagai pos dalam suatu laporan keuangan adalah merupakan dasar untuk dapat menginterpretasikan kondisi keuangan dan hasil operasi suatu perusahaan.

c. b. yang mana hal ini akan digunakan untuk menyusun rencana kebijaksanaan operasi pada masa yang akan datang. 1996. Hal. Penanam Modal Analisa laporan keuangan oleh penanam modal akan digunakan untuk mengambil keputusan apakah mereka akan menanamkan modalnya pada bank tersebut.36 2.55 timbul dalam suatu organisasi. diantaranya sebagai berikut :37 a. 1. ”Analisa Laporan Keuangan Perbankan”. Yogyakarta. . 36 37 Bank Indonesia. baik organisasi perbankan maupun organisasi yang tidak bertujuan memperoleh laba. Pimpinan Bank Analisa laporan keuangan oleh pimpinan bank digunakan untuk mengukur apakah bank telah beroperasi secara efektif dan efesien untuk menilai dimana kelemahan dan kekuatan suatu bank. Ibid. Hal. menjual saham yang telah dimiliki atau tetap menahannya. Tujuan Analisis Keuangan Adapun tujuan daripada Analisa laporan keuangan dapat ditinjau dari berbagai pokok/pihak yang berkepentingan atas laporan tersebut. Oleh karena itu dalam analisa laporan keuangan akan lebih banyak dikonsenstrasikan pada ikhtisar rugi dan laba bank. 2. Kreditur Analisa laporan keuangan oleh kreditur akan digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam membayar hutang-hutang jangka panjangnya. BI.

bonus. dan perkembangan perekonomian. 5. Metode ini dikenal dengan analisa vertikal. Pembina/Pemeriksa Bank Analisa laporan keuangan oleh pembina/pemeriksa akan digunakan untuk membuat rencana pemeriksaan dan sebagai dasar untuk mendiskusikan laporan hasil pemeriksaan. Hal. yaitu:38 a. e. Metode lebih mengarah kepada analisa yang lebih mendalam atas fluktuasi data keuangan dalam beberapa tahun. yaitu Metode ini menggunakan rasio. Metode ini dikenal dengan analisis horizontal. Pemerintah Analisa laporan keuangan oleh pemerintah akan digunakan untuk menetapkan pajak-pajak. statistik. Menganalisa kegiatan dua atau beberapa tahun operasional bank. Metode Analisis Metode analisa umumnya dibagi kedalam 2 (dua) jenis. dan lainnya. 2000. . 38 Munawir. b. f.56 d. Analisa hanya dibatasi pada tahun yang diperiksa saja tanpa membandingkan umumnya dengan tahun-tahun analisa sebelumnya. Op Cit. 3. Karyawan Analisa laporan keuangan oleh karyawan oleh karyawan akan digunakan untuk meminta pertimbangan kepada pengurus bank tentang kemungkinan kenaikan gaji.. membandingkan komponen-komponen laporan keuangan tahun yang dianalisa.

108. dan dengan menggunakan alat analisa berupa rasio ini akan dapat menjelaskan atau memberi gambaran kepada penganalisa tentang baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu bank. 1993. Oleh karena itu angka-angka yang tercantum dalam laporan keuangan perusahaan/bank perlu diolah melalui metode analisis tertentu sehingga dapat digunakan sebagai alat pengambilan keputusan. Neraca (balance sheet) yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada suatu saat.57 D. Hal. Rasio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan (mathematical relation ship) antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain. Selanjutnya laporan keuangan bank berfungsi pula sebagai alat pertanggungjawaban manajemen baik kepada pemilik maupun otoritas moneter serta instansi-instansi lainnya yang berkepentingan. b. Yogyakarta. 39 40 Ibid. Metode analisis yang digunakan adalah rasio. . Hal. ”Alat-Alat Analisis Dalam Pembelanjaan Perusahaan”. Alwi Syafarudin. Penggunaan Rasio dalam Analisa Keuangan Tujuan Utama penyajian laporan keuangan bank adalah untuk memberikan gambaran mengenai hasil-hasil yang telah dicapai dalam satu periode waktu yang telah berlalu (past performance). Andi Offset.39 Rasio dapat dihitung berdasarkan laporan keuangan yang telah tersedia. Rugi/laba (income statement) merupakan laporan operasi perusahaan selama periode tertentu. terdiri dari :40 a. 64.

2005. Bank Negara Indonesia yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 kemudian menjadi BNI 1946. Bank Indonesia di Palembang tahun 1946. Hal. Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1946 di Medan. Kalimantan CorporationTrading di Samarinda tahun 1950 kemudian merger dengan Bank Fasifik. . Bank ini berasal dari DE ALGEME VOLK CREDIET bank atau Syomin Ginko. 41Mayoritas bank yang berkembang di Indonesia dewasa ini adalah bank yang berorientasi pada prinsip konvensional. Perbankan Konvensional Berdasarkan sistem pembayaran jasanya dalam lalu lintas pembayaran. 42 Beberapa bank Belanda dinasionalisir oleh Pemerintah Indonesia. 9. 42 Ibid. PT. Bank surakarta MAI (Maskapai Adil Makmur) tahun 1945 di Solo. Hal ini tidak terlepas dari sejarah bangsa Indonesia dimana asal mula bank di Indonesia dibawa oleh kolonial Belanda. bank dalam pelaksanaan kegiatan usahanya dapat secara konvensional atau berdasarkan prinsip syari’ah. Indonesian Banking Corporation tahun 1947 di Yogyakarta. 41 Kasmir. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya”. 8. 7. 29. 2. 38. 3. Bank-bank di zaman awal kemerdekaan antara lain : 1. 4. Hal. RajaGrafindo Persada. NV Bank Sulawesi di Manado tahun 1946. Bank Dagang Indonesia NV di Banjarmasin tahun 1946.58 E. Jakarta. 6. kemudian menjadi Bank Amerta. Bank Rakyat indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. 5.

Simpanan Tabungan (Saving Deposit) c. 40.43 Keuntungan utama dari bisnis perbankan yang berdasarkan prinsip konvensional diperoleh dari selisih bunga simpanan yang diberikan kepada penyimpan dengan bunga pinjaman atau kredit yang disalurkan. Yogyakarta. Menghimpun dana dari masyarakat (Funding) dalam bentuk : a. Kredit Perdagangan 43 44 Martono. Kredit Modal Kerja c. Simpanan Deposito (Time Deposit) 2. kemudian merger dengan Bank Central Asia (BCA) tahun 1949. . 25. baik penghimpunan dana maupun dalam rangka penyaluran dananya memberikan dan mengenakan imbalan berupa bunga atau sejumlah imbalan dalam persentase tertentu dari dana untuk suatu periode tertentu. Apabila suatu ank mengalami kerugian dari selisih bunga. Ekonisia. Kasmir. dimana suku bunga simpanan lebih besar dari suku bunga kredit. Hal. Op Cit. Menyalurkan dana ke masyarakat (Lending) dalam bentuk : a. 2002. Bank Konvensional yaitu bank yang dalam aktivitasnya. Hal. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lain”. Bank Timur NV di Semarang berganti nama menjadi Bank Gemari. 45 Ibid. 2005. Keuntungan dari selisih bunga di bank dikenal dengan istilah spread based. maka istilah ini dikenal dengan nama negatif spread.59 10. Kredit Investasi b. Simpanan Giro (Demand Deposit) b.44 Adapun kegiatan-kegiatan perbankan yang ada di Indonesia dewasa ini adalah :45 1.

Bank Card f. dan jasa-jasa lainnya. air. Di dalam pasar modal perbankan dapat memberikan atau menjadi penjamin emisi (underwriter). dan bonus/hadiah.60 3. Transfer (Kiriman Uang) b. Menerima setoran-setoran seperti pembayaran pajak. Memberikan jasa-jasa bank lainnya (services) seperti : a. n. dan uang kuliah. o. telepon. Referensi Bank i. listrik. Bank Draft j. Bank Garansi h. wali amanat (trustee). perantara perdagangan efek (pialang/broker). Kliring (Clearing) d. pedagang efek (dealer). kupon. Bank Notes (Valas) g. Safe Deposit Box e. Letter of Credit (L/C) k. Cek wisata (travelers Cheque) l. deviden. Jual beli surat-surat berharga m. Melayani pembayaran-pembayaran seperti gaji / pensiun / honorarium. dan perusahaan pengelola dana (investmen company) p. . penjamin (guarantor). Inkaso (Collection) c.

“Analisis Kinerja Keuangan Bank Dengan Metode CAMEL : Studi Kasus Pada P. 1-4. 2. Fakultas Ekonomi. tabungan. Jurusan Akuntansi. Bank Global Internasional. 46 . Desty Damayanti. dengan harapan bank dapat berkembang secara wajar. 2005.T. antara lain : faktor ekonomi. pola pengelolaan bank-bank komersional cenderung konvensional. dan tidak inovatif. Akibatnya. Universitas Janabadra. Era sebelum Juni 1983 Pada era sebelum Deregulasi Juni 1983.61 Industri perbankan Indonesia telah mengalami pasang surut seiring dengan perjalanan waktu. Paket 1 Juni 1983 (Pakjun 83) Deregulasi Pakjun 83 berisikan tiga hal utama. Skripsi Program Sarjana. Bank diberi kebebasan menentukan sendiri suku bunga deposito. Likuiditas dalam jumlah melimpah sehingga bank-bank komersial hanya berfungsi sebagai penyalur kredit Bank Indonesia. industri perbankan nasional ditandai dengan campur tangan Bank Indonesia dalam pengaturan pagu kredit dan tingkat bunga terhadap bank-bank nasional serta penyediaan kredit. kurang profesional. dan faktor politik. Kronologis perkembangan industri perbankan Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut :46 a. Yogyakarta. kurang memiliki kreativitas. Hal. Banyak faktor yang menyebabkan pasang surut industri perbankan Indonesia. yaitu sebagai berikut: 1. faktor sosial. Menghapus pagu kredit sehingga bank-bank nasional dapat memberikan kredit secara lebih leluasa sesuai dengan kemampuannya. b. Tbk”. maupun suku bunga kredit dalam rangka meningkatkan mobilisasi dana dari dan kepada masyarakat.

3. Kemudahan membuka cabang baru.62 3.68/1996 antara lain berisikan tentang unsure yang harus dipenuhi oleh industri perbankan nasional. Liberalisasi perbankan tersebut menyebabkan bisnis perbankan berkembang dengan pesat dengan persaingan yang semakin keat dan semarak. Deregulasi ini berupaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap financial market sambil mendorong perbankan kearah kompetisi (persaingan) yang efisien dan sehat. 2. Peningkatan rasio kecukupan modal (CAR) minimal 8 % dari ATMR. e. Kemudahan mendirikan bank baru. d. c. 26/BPPP/1993 tanggal 29 Mei 1993 yang dikenal denegan metode CAMEL. Bank Asing boleh beroperasi dikota selain Jakarta. . Reserve Requirement (RR) diturunkan menjadi 2 %. Mengurangi sebanyak mungkin atau meniadakan ketergantungan atau meniadakan kredit likuiditas. dan 12 % pada tahuun 2001. menjadi 10 % pada akhir tahun 1997. yakni : 1. 4. Paket 28 Oktober 1988 (Pakto 88) Pakto 88 berisi antara lain : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 68 tahun 1996 PP No. Surat Edaran Bank Indonesia tanggal 29 Mei 1993 Bank Indonesia selaku pengawas dan pembimbing bank nasional telah menetapkan ketentuan tentang penilaian tingkat kesehatan bank dengan Surat Edaran Bank Indonesia No.

63 2. yakni : 1. g. dan Rp 150 Milyar bagi bank devisa. pemerintah melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Pengumuman Pemerintah tanggal 13 Maret 1999 Pada tanggal 13 Maret 1999. . Peningkatan modal disetor menjadi Rp 50 Milyar bagi bank-bank umum non devisa. 7 bank nasional diambil alih atau Bank Take Over (BTO). 7 tahun 1992. Undang-undang No. 38 bank nasional ditutup atau Bank Beku Operasi (BBO). Undang-undang ini mencakup atas halhal sebagai berikut : 1. Penyesuaian ketentuan dan kepemilikan bank dengan menghapus diskriminasi peraturan antara bank campuran dan bank umum. Kemudahan pelaksanaan prinsip syari’ah dalam kegiatan usaha bank. Peningkatan GWM dari 3 % menjadi 5 % per April 1997. Perubahan cakupan rahasia bank. 10 tahun 1998 Undang-undang ini merupakan penyempurnaan dan perubahan dari Undang-undang No. 3. Pembentukan badan khusus sebagai pelaksana program penyehatan perbankan. f. 3. 2. 4. 5. Penegasan kemandirian Bank Indonesia dalam pembinaan dan pengawasan perbankan dengan mengalihkan kewenangan seluruh perizinan dibidang perbankan dari semula berada pada Menteri Keuangan. 2. dan Bank Indonesia mengumumkan berbagai keputusan dalam rangka penyehatan perbankan nasional.

Jakarta. 2. sementara pendirian bank baru dari Timur Tengah masih Muh. ”Islam dan Transformasi Sosial-Ekonomi”. tidak sejalan dengan UU Pokok Perbankan yang berlaku. 14/1967. siapa yang bersedia menaruh modal dalam ventura seacam itu. Masih dipertanyakan. 1999. yakni UU No. 47Gagasan untuk mendirikan bank syari’ah di Indonesia sebenarnya sudah muncul sejak pertengahan tahun 1970-an. Hal. merupakan bagian dari atau berkaitan dengan konsep negara Islam. Konsep bank syari’ah dari segi politis berkonotasi ideologis. 3.64 3. Namun. 405. ada beberapa alasan yang menghambat ide ini : 1. yaitu baru pada awal tahun 1990-an. 73 bank nasional tidak diikut sertakan dalam program rekapitalisasi. dan karena itu. Operasi bank syari’ah yang menerapkan prinsip bagi hasil belum diatur. 9 bank nasional diikut sertakan dalam program rekapitalisasi. dan karena itu tidak dikehendaki pemerintah. 4. Dawam Raharjo. Lembaga Studi Agama dan Filsafat. 47 . Hal ini dibicarakan pada seminar nasional Hubungan IndonesiaTimur Tengah pada 1974 dan pada tahun 1976 dalam seminar internasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Studi Ilmu-Ilmu Kemasyarakatan (LSIK) dan Yayasan Bhineka Tunggal Ika. Perbankan Syari’ah kehadiran bank yang berdasarkan syari’ah di Indonesia masih relatif baru. meskipun masyarakat Indonesia merupakan masyarakat muslim terbesar di dunia. F.

Penyedia jasa keuangan dan lalu lintas pembayaran. 10 tahun 1998 tersebut. dan diharapkan dapat memiliki daya saing tinggi dengan sistem perbankan konvensional.Grasindo. 72 Tahun 1992 yang direvisi dengan UU No. bank syari’ah dapat mengelola investasi dana nasabah. 48 . 24. 50 Tim Pengembangan Perbankan Syari’ah IBI. Investor. Keberadaan perbankan syari’ah mulai berkembang pesat setelah adanya Paket Deregulasi. bank syari’ah dapat melakukan kegiatan-kegiatan jasa-jasa layanan perbankan sebagaimana lazimnya. Jakarta. 3. Produk.65 dicegah. Fungsi dan peran bank syari’ah yang diantaranya tercantum dalam pembukaan standar akuntansi yang dikeluarkan oleh AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution). Bank Indonesia sebagai otoritas perbankan juga mengeluarkan beberapa ketentuan yang berkaitan dengan perbankan syari’ah. 4. dan Implementasi Operasional Bank Syari’ah”. Manajer Investasi. 10 tahun 1998. 3.49 Dengan adanya berbagai ketentuan tersebut. ”Konsep. UII Press. antara lain pembatasan bank asing yang ingin membuka kantornya di Indonesia. Muhammad. yaitu yang berkaitan dengan lahirnya Peraturan Pemerintah No. Jakarta. Hal. 2. 49 Wiroso. PT. perbankan syari’ah telah mendapatkan kesempatan untuk menjalankan kegiatan operasionalnya secara lebih optimal. Hal.48 Sebagai tindak lanjut dari UU No. Djambatan. sebagai berikut:50 1. 2004. bank syari’ah dapat menginvestasikan dana yang dimilikinya maupun dana nasabah yang dipercayakan kepadanya. Hal. ”Teknik Perhitungan Bagi Hasil dan Profit Margin pada Bank Syari’ah”. ”Penghimpunan Dana dan Distribusi Hasil Usaha Bank Syari’ah”. 2001. Yogyakarta. 2005.

Grafindo Persada. 1996. Hal. juga telah menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan ekonomi rakyat. yang diarahkan kepada kegiatan usaha yang produktif. Mengarahkan kegiatan ekonomi umat untuk ber-muamalat secara Islam. Untuk menciptakan suatu keadilan di bidang ekonomi dengan jalan meratakan pendapatan melalui kegiatan investasi. bank Islam juga memiliki kewajiban untuk mengeluarkan dan mengelola (menghimpun. ”Azaz-Azaz Perbankan Islam dan Lembaga-lembaga Terkait”. Bank syari’ah mempunyai beberapa tujuan diantaranya sebagai berikut:51 1. 4. 2. 18. Untuk meningkatkan kualitas hidup umat dengan jalan membuka peluang berusaha yang lebih besar terutama kelompok miskin. yang pada umumnya merupakan program utama dari negara-negara yang sedang berkembang. sebagai ciri yang melekat pada entitas keuangan syari’ah. PT. mengadministrasikan. Jakarta. agar tidak terjadi kesenjangan yang amat besar antara pemilik modal dengan pihak yang membutuhkan dana. mendistribusikan) zakat serta dana-dana sosial lainnya. Pelaksanaan kegiatan sosial. menuju terciptanya kemandirian usaha.66 4. 51 . Warkum Sumitro. 3. Untuk menanggulangi masalah kemiskinan. khususnya muamalat yang berhubungan dengan perbankan agar terhindar dari praktek-praktek riba atau jenis-jenis usaha/perdagangan lain yang mengandung unsur gharar (tipuan). dimana jenis-jenis usaha tersebut selain dilarang dalam Islam.

dan dalam menjalankan aktivitasnya bank syari’ah wajib menerapkan prinsip syari’ah yang meliputi :54 1. program pengembangan modal kerja dan program pengembangan usaha bersama. Yogyakarta. b. 1999. Hal. pembinaan pedagang perantara.53 Secara umum dapat dikatakan bahwa bank adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan. Yogyakarta. ”Manajemen Dana Bank Syari’ah”. Bank Syari’ah adalah bank yang dalam aktivitasnya. program pembinaan konsumen. Salemba Empat. menghindari persaingan yang tidak sehat antara lembaga keuangan. Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan moneter. 1. 5. Op Cit. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan yang meliputi: a. Dengan aktivitas bank syari’ah akan mampu menghindari pemanasan ekonomi di akibatkan adanya inflasi. Hal.67 Upaya bank syari’ah dalam mengentaskan kemiskinan ini berupa pembinaan nasabah yang lebih menonjol sifat kebersamaan dari siklus usaha yang lengkap seperti program pembinaan produsen. Sigit Triandaru. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lain”. 2004. Martono. Totok Budi Santoso. Ekonisia. 54 Sri Susilo. 53 52 . Muhammad. Tabungan berdasarkan prinsip wadi’ah dan mudharabah. 62.52 Bank Islam atau biasa disebut dengan Bank Tanpa Bunga adalah lembaga keuangan/perbankan yang operasional dan produknya dikembangkan berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadist Nabi SAW. yaitu jual beli dan bagi hasil. baik penghimpunan dana maupun dalam rangka penyaluran dananya memberikan dan mengenakan imbalan atas dasar prinsip syari’ah. Giro berdasarkan prinsip syari’ah dan mudharabah.

b. Membeli surat-surat berharga pemerintah dan/atau Bank Indonesia yang diterbitkan atas dasar prinsip syari’ah. 4. musyarakah. dan jual beli lainnya. Melakukan kegiatan penyertaan modal berdasarkan prinsip musyarakah dan/atau mudharabah pada bank atau perusahaan lain yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syari’ah. 2. Memindahkan uang untuk kepentingan sendiri dan/atau nasabah berdasarkan prinsip wakalah. b. Melakukan kegiatan lain seperti : a. istishna. . Transaksi jual beli berdasarkan prinsip murabahah. mudharabah. dan bagi hasil lainnya. dan wadi’ah serta memberikan fasilitas garansi bank berdasarkan prinsip kafalah. sala. Pembiayaan bagi hasil berdasarkan prinsip mudharabah. c. Memberikan fasilitas Letter of credit (L/C) berdasarkan prinsip wakalah.68 c. musyarakah. Melakukan Penyaluran dana melalui : a. Melakukan kegiatan jual beli valuta asing berdasarkan prinsip sharf. 3. murabahah. c. b. Deposito berjangka berdasarkan prinsip mudharabah. Memberikan jasa-jasa : a. Menerima pembayaran tagihan atas surat berharga yang diterbitkan dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga berdasarkan prinsip wakalah.

Op. profit sharing diartikan “distribusi beberapa bagian dari laba pada para pegawai disebuah perusahaan. Hal. . Dalam kamus ekonomi diartikan dengan pembagian laba. Cit. Jumlah pembayaran bunga tidak meningkat sekalipun jumlah BAGI HASIL Penentuan besarnya rasio/nisbah bagi hasil dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung rugi.69 c. Tabel 1. hiah. 18. Bagi hasil bergantung pada keuntungan proyek yang dijalankan. dan/atau yang diberikan oleh bank kepada nasabah. Besarnya c. Secara defenitif. Bank dapat bertindak sebagai lembaga baitul mal yaitu menerima dana yang berasal dari zakat. 55 Muhammad. atau dana sosial lainnya dan menyalurkannya kepada yang berhak dalam bentuk santunan dan/atau pinjaman kebajikan (Qardhul Hasan). infaq. 55 Bagi hasil menurut terminologi asing (inggris) dikenal dengan profit sharing. Pembayaran bunga tetap seperti yang dijanjikan tanpa pertimbangan apakah proyek yang dijalankan oleh pihak nasabah untung atau rugi. Jumlah pembagian laba meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah a. 5. d. persentase berdasarkan pada jumlah uang (modal) yang dipinjamkan. Hal mendasar yang membedakan bank konvensional dengan bank syari’ah adalah terletak pada pengembalian dan pembagian keuntungan yang diberikan oleh nasabah kepada bank. b. Bila usaha merugi. waqaf. Besarnya rasio bagi hasil berdasarkan pada jumlah keuntungan yang diperoleh. shadaqah. Perbedaan Antara Bunga dan Bagi Hasil BUNGA Penentuan bunga dibuat pada waktu akad dengan asumsi harus selalu untung. Hal inilah yang menyebabkan terdapatnya istilah bunga dan bagi hasil. kerugian ditanggung bersama oleh kedua belah pihak. 2004. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan bank sepanjang disetujui oleh Dewan Syari’ah nasional.

struktur organisasi. 2001. Akan tetapi. terutama dalam sisi teknis penerimaan uang. Tidak ada yang meragukan keabsahan bagi hasil. usaha yang dibiayai dan lingkungan kerja. Jakarta. laporan keuangan. teknologi komputer yang digunakan. terdapat banyak perbedaan mendasar di antara keduanya. prinsip bagi hasil dilaksanakan berdasarkan pada asas mudharabah yang kemudian diaplikasikan dalam bentuk investasi. 61. Secara syari’ah. Hal. dan lain-lain. ”Bank Syari’ah dari Teori ke Praktek”. bank syari’ah juga memperoleh dana melalui sistem perkongsian. sistem jual beli. 56 . pendapatan. bank konvensional dan bank syari’ah memiliki persamaan. Meskipun demikian. termasuk Islam. dalam perkembangannya bank syari’ah tidak hanya membatasi dirinya pada akad mudharabah saja. mekanisme transfer. 29. “Bank Syari’ah dari Teori ke Praktek”. Akan tetapi sesuai dengan jenis dan nature usahanya. Dalam beberapa hal. Inti mekanisme bagi hasil pada dasarnya terletak pada kerjasama antara pemilik dana (shahibul maal) dengan pengelola dana (mudharib). Gema Insani Press. syarat-syarat umum memperoleh pembiayaan seperti KTP. Eksistensi bunga diragukan (kalau tidak dikecam) oleh semua agama. Gema Insani Press.56 Muhammad Syafi’i Antonio. proposal. 2001. sewa menyewa. Hal. dan sebagainya. Jakarta. Perbedaan itu menyangkut aspek legal.70 e. NPWP. keuntungan berlipat atau keadaan ekonomi sedang “booming”. Sumber : Muhammad Syafi’i Antonio.

sekarang sedang diupayakan pembentukan penggantinya yaitu Badan Arbitrase Syari’ah Nasional (BASYARNAS). Bagi hasil. Kemitraan. Ada Dewan Syari’ah Nasional (DPS) dan Dewan Pengawas Syari’ah (DPS). “Aspek-Aspek Hukum Dalam Perbankan dan Pengasuransian Syari’ah di Indonesia. Sumber : Gemala Dewi.71 Tabel 2. Arbitrase Indonesia Struktur Organisasi Investasi Prinsip Organisasi Tujuan Hubungan Nasabah Tidak ada DSN dan DPS. jual beli. Halal. Debitor-Kreditur. sewa. . 2006. Profit oriented. Jakarta. Kencana. Badan Arbitrase Muamalat Indonesia (BAMUI). Perangkat bunga. Halal dan haram. BANK KONVENSIONAL Hukum Positif. Hal. Profit dan Falah oriented. 98. Perbandingan Antara Bank Syari’ah dan Konvensional. Badan Nasional (BAN). BANK SYARI’AH Akad & Aspek Legalitas Lembaga Penyelesaian Sengketa Hukum Islam dan Hukum Positif.

Gambaran Umum PT. Bank Dagang Negara. PT. Mahkota Prestasi berupaya keluar dari krisis 1997-1998 dengan 57 Www. Krisis tersebut telah mengakibatkan perbankan Indonesia yang didominasi oleh bank-bank konvensional mengalami kesulitan yang sangat parah. Sejarah57 Krisis moneter dan ekonomi sejak Juli 1997.co. Undang-Undang tersebut memungkinkan bank beroperasi sepenuhnya secara syari’ah atau membuka cabang khusus syari’ah.Bank Susila Bakti Tbk) yang dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP). dan PT. pada bulan November 1998 telah memberi peluang yang sangat baik bagi tumbuhnya bank-bank syari’ah di Indonesia. yang disusul dengan krisis politik nasional telah membawa dampak besar dalam perekonomian nasional.id.Syariahmandiri.7 tahun 1992 tentang Perbankan. Bank Susila Bakti (PT.72 BAB III DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN A.10 tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. Lahirnya Undang-Undang No. Keadaan tersebut menyebabkan pemerintah Indonesia terpaksa mengambil tindakan untuk merestrukturisasi dan merekapitulasi sebagian bank-bank di Indonesia. PT. Bank Syari’ah mandiri 1. .

Bank Susila Bakti menjadi PT. Bank mandiri (persero) selaku pemilik baru mendukung sepenuhnya dan melanjutkan rencana perubahan PT.DGS/1999 tanggal 25 Oktober 1999. Selanjutnya dengan Surat Keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. Mulai dari langkah-langkah menuju merger sampai pada. Sejalan dengan keinginan PT. SH nama PT. Bank Indonesia melalui Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. dan Bapindo) kedalam PT. Bank Susila Bakti. Bank Susila Bakti diambil alih oleh PT. akhirnya memilih konversi menjadi bank syari’ah dengan suntikan modal dari pemilik Dengan terjadinya merger 4(empat) bank (Bank Dagang Negara. Pada tanggal 25 Oktober 1999. Kemudian melalui Akta Nomor 23 tanggal 8 September 1999 dengan Notaris : Sutjipto. Bank Mandiri (persero).BI/1999 telah memberikan izin perubahan kegiatan usaha konvensional menjadi kegiatan usaha berdasarkan prinsip syari’ah kepada PT. Bank Mandiri (persero) pada tanggal 31 Juli 1999 rencana perubahan PT. Langkah awal dengan merubah Anggaran Dasar tentang nama PT.73 berbagai cara. Bank Syari’ah Sakinah Mandiri diubah menjadi PT. SH. Bank Exim. Bank Syari’ah Mandiri. Bank . Bank Mandiri (persero) untuk membentuk unit syari’ah.S.1/24/KEP. Bank Bumi Daya. PT. Bank Susila Bakti menjadi bank syari’ah. Nomor 29 pada tanggal 19 Mei 1999. machrani M.1/1/KEP. Bank Syari’ah Sakinah Mandiriberdasarkan Akta Notaris : Ny.

Visi dan Misi PT. Menciptakan suasana pasar perbankan syari’ah agar dapat berkembang dengan mendorong terciptanya syarikat dagang yang terkoordinasi dengan baik. Untuk mencapai visi tersebut. Bank Syari’ah Mandiri. Kelahiran PT.74 Indonsia telah menyetujui perubahan nama PT. Bank Syari’ah Mandiri sebagai alternatif jasa perbankan di Indonesia. Bank Syari’ah Mandiri hadir sebagai bank yang mengkombinasikan idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani yang melandasi operasinya. Senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 November 1999 merupakan hari pertama beroperasinya PT. Bank Susila Bakti menjadi PT. Bank Syari’ah Mandiri merupakan buah usaha bersama dari para perintis bank syari’ah di PT. Bank Mandiri (persero). . Harmoni antara idealisme usaha dan nilai-nilai rohani inilah yang menjadi salah satu keunggulan PT. Bank Syari’ah Mandiri sebagai lembaga keuangan yang menjalankan kegiatan usaha yang berdasarkan prinsip syari’ah memiliki visi dan misi. Bank Mandiri yang memandang pentingnya kehadiran bank syari’ah dilingkungan PT. Bank Syari’ah Mandiri. Visi dari bank ini adalah ” Menjadi Bank Syari’ah Terpercaya Pilihan Mitra Usaha”. Bank Susila Bakti. PT. dan manajemen PT. bank ini menetapkan misi sebagai berikut : a. 2.

Struktur Organisasi PT. e. infaq.75 b. Bank Syari’ah Mandiri terdiri dari divisi-divisi atau unit kerja yang beragam tetapi saling terkait dan terkoordinasi. serta memegang teguh prinsip keadilan. dan kehatihatian. 3. dan shadaqah yang lebih efektif sebagai cerminan kepedulian sosial. Secara garis besar. memperbesar portofolio pembiayaan untuk skala menengah kecil. keterbukaan. Mengutamakan mobilisasi pendanaan dari golongan masyarakat menengah dan ritel. Bank Syari’ah Mandiri terdiri dari Dewan Komisaris. Divisi-divisi dalam bank ini menunjukkan garis-garis komando dan pendelegasian tegas yang jelas mulai dari atasan hingga bawahan. . Memeperkerjakan pegawai yang profesional dan sepenuhnya mengerti operasional perbankan syari’ah. struktur organisasi PT. serta mendorong terwujudnya manajemen zakat. Mencapai pertumbuhan dan keuntungan yang berkesinambungan melalui sinergi dengan mitra strategis agar menjadi bank syari’ah terkemuka di Indonesia yang mampu meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dan memberi kemaslahatan bagi masyarakat luas. Menunjukkan komitmen terhadap standar kinerja operasional perbankan dengan pemanfaatan teknologi mutakhir. c. d.

Dewan Pengawas Syari’ah. dan mengawasi kegiatan bank guna menjamin bahwa bank tersebut telah beroperasi sesuai dengan aturan dan prinsip-prinsip syari’ah Islam. Direktur Bidang Treasury dan Internasional. yakni Zainul Arifin. Direksi terdiri dari Presiden Direktur dan Direktur Bidang Pemasaran Korporasi. Sesuai dengan keputusan Bapepam No. terdapat pula Dewan Pengawas Syari’ah yang bertugas mengarahkan. Bank Mandiri (persero) selaku pemegang saham telah menunjuk 2 (dua) komisaris. Bank Syari’ah Mandiri Yuslan Fauzi (Direktur Utama) Ibnoe Mangku Subroto SEVP Bid Pembiayaan Muhamad Haryoko Direksi SDI& Support Hanawijaya Dir. Cabang Pembantu. dan Direktur Bidang Human Resource dan Teknologi Informasi.co. Direktur Bidang Kepatuhan dan Manajemen Resiko. Dalam struktur organisasi tersebut. dan Kantor Kas. PT.76 Direksi.id . Unit Kerja Kantor Pusat. Sofyan Syafri Harahap sebagai Komisaris Independen. Dr. Struktur Organisasi PT.IX.5 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit Per tanggal 22 Desember 2004. Gambar 1. Kepatuhan& Manajemen Srie Sulistyowati SEVP Bid. Divisi. Sofyan Syafri Harahap yang ditunjuk sebagai Ketua Komite Audit PT. Staf Khusus Direksi dan Kantor Cabang. Bank Syari’ah Mandiri. dan Prof.Syariahmandiri. Treasury International& Jaringan Sumber : www. Dr.1. Prof. memeriksa.

77

4. Produk-Produk PT. Bank Syari’ah Mandiri sebagai bank umum syari’ah memiliki beragam produk dan jasa yang ditawarkan kepada para nasabahnya. Produk-produk yang dikeluarkan oleh bank ini adalah: a. Produk Penghimpunan Dana Produk penghimpunan dana pada bank ini meliputi : 1. Tabungan Tabungan dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antaralain : a). Tabungan Berencana BSM Merupakan tabungan berjangka yang memberikan nisbah bagi hasil berjenjang serta kepastian bagi penabung maupun ahli waris untuk memperoleh dananya sesuai target pada waktu yang diinginkan. b). Tabungan BSM Investa Cendekia Merupakan tabungan yang digunakan untuk mempersiapkan dana pendidikan sedini mungkin dan juga memberikan perlindungan asuransi sehingga kelangsungan biaya pendidikan lebih terjamin. c). Tabungan Mabrur BSM Merupakan simpanan investasi yang bertujuan membantu masyarakat untuk merencanakan ibadah haji dan umrah. d). Tabungan BSM

78

Merupakan simpanan yang penarikannya berdasarkan syaratsyarat tertentu yang disepakati. e). Tabungan Kurban BSM Merupakan simpanan investasi yang bertujuan membantu masyarakat untuk merencanakan ibadah kurban dan aqiqah. f). Tabungan BSM Dollar Merupakan simpanan dalam mata uang dollar yang penarikan dan setorannya dapat dilakukan setiap saat atau sesuai ketentuan BSM dengan menggunakan slip penarikan. g). Tabungan Simpatik BSM Merupakan simpanan dalam mata uang rupiah berdasarkan prinsip wadi’ah, yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat berdasarkan syarat-syarat tertentu yang disepakati. 2. Deposito Deposito dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu : a). Deposito BSM Merupakan produk investasi berjangka yang penarikannya hanya dapat dilakukan setelah jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan. b). Deposito BSM Valas Merupakan produk investasi berjangka yang penarikannya hanya dapat dilakukan setelah jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan valuta asing.

79

3. Giro Giro dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antaralain : a). Giro BSM Merupakan simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, atau alat perintah bayar lainnya dengan prinsip wadi’ah yad adhdhamamah. b). Giro BSM Valas Merupakan simpanan dalam mata uang dollar amerika yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, atau alat perintah bayar lainnya dengan prinsip wadi’ah yad adh-dhamamah. c). Giro BSM Singapore Dollar Merupakan simpanan dalam mata uang dollar singapore yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, atau alat perintah bayar lainnya dengan prinsip wadi’ah yad adh-dhamamah. d). Giro BSM Euro Merupakan sarana penyimpanan dana dalam mata uang euro yang disediakan bagi nasabah perorangan atau

perusahaan/badan hukum dengan pengelolaan berdasarkan prinsip wadi’ah yad dhamamah. Dengan prinsip ini dana giro nasabah diperlakukan sebagai titipan yang dijaga keamanan

BSM Implan Merupakan pembiayaan konsumer dalam valuta rupiah yang diberikan oleh bank kepada karyawan tetap perusahaan/kopkar yang pengajuannya dilakukan secara massal (kelompok). 2. 3. Produk Penyaluran Dana Produk penyaluran dana pada bank ini meliputi : 1.80 dan ketersediaannya setiap saat guna membantu kelancaran transaksi usaha. 4. b. Pembiayaan Talangan Haji BSM Merupakan pinjaman dana talangan dari bank kepada nasabah khusus untuk menutupi kekurangan dana untuk memperoleh kursi/seat haji dan pada saat pelunasan BPIH. 4. Pembiayaan Mudharabah BSM . Obligasi BSM (Mudharabah) Merupakan surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syari’ah yang mewajibkan Emiten (Bank Syari’ah Mandiri) untuk membayar Pendapatan Bagi Hasil/Kupon dan membayar kembali Dana Obligasi Syari’ah pada saat jatuh tempo. Pembiayaan Gadai Emas BSM Merupakan produk pembiayaan atas dasar jaminan berupa emas sebagai salah satu alternatif memperoleh uang tunai dengan cepat.

dimana dana dari bank merupakan bagian dari modal usaha nasabah dan keuntungan dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati.81 Merupakan pembiayaan dimana seluruh modal kerja yang dibutuhkan nasabah ditanggung oleh bank. 7. Pembiayaan Murabahah BSM Merupakan pembiayaan berdasarkan akad jual beli antara bank dan nasabah. 5. Bank membeli barang yang dibutuhkan dan menjualnya kepada nasabah sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan margin yang disepakati. 8. Pembiayaan Resi Gudang Merupakan pembiayaan transaksi komersial dari suatu komoditas/produk yang diperdagangkan secara luas dengan jaminan utama berupa komoditas/produk yang dibiayai dan berada dalam suatu gudang atau tempat yang terkontrol secara independen (independenty controlled warehouse). Pembiayaan Musyarakah BSM Merupakan pembiayaan khusus untuk modal kerja. Pembiayaan Edukasi BSM Merupakan pembiayaan jangka pendek dan menengah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan uang masuk sekolah/perguruan tinggi/lembaga pendidikan lainnya atau uang . 6. Keuntungan yang diperoleh dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati.

Sentra Bayar BSM Merupakan layanan bank dalam menerima pembayaran tagihan pelanggan. Jasa produk Jasa produk terdiri atas : a). Pola penyaluran yang digunakan adalah executing (kopkar sebagai nasabah) sedangkan proses pembiayaan dari kopkar kepada anggotanya dilakukan dan menjadi tanggungjawab penuh kopkar. Layanan Jasa Layanan jasa pada bank ini meliputi : 1. c. 10.82 pendidikan pada saat pendaftaran tahun ajaran/semester baru berikutnya dengan akad ijarah. PKPA Pembiayaan kepada koperasi karyawan untuk Para Anggotanya (PKPA) merupakan penyaluran pembiayaan melalui koperasi karyawan untuk pemenuhan kebutuhan konsumer para anggotanya (kolektif) yang mengajukan pembiayaan kepada koperasi karyawan. BSM Card . 9. Pembiayaan Dana Berputar Merupakan fasilitas pembiayaan modal kerja dengan prinsip musyarakah yang penarikan dananya dapat dilakukan sewaktuwaktu berdasarkan kebutuhan riil nasabah. b).

Jual Beli Valas BSM Merupakan pertukaran mata uang rupiah dengan mata uang asing lainnya yang dilakukan oleh BSM dengan nasabah. ATMandiri. f). pembayaran. dan fleksibel. dan pemindahbukuan dana pada ATMBSM. Selain itu juga berfungsi sebagai kartu Debit yang dapat digunakan untuk transaksi belanja dimerchant-merchant yang tersedia EDC Mandiri yang berlogokan “gunakan BSM card Anda disini”. BSM SUCH (Saudi Umrah dan Haj Card) .83 Merupakan sarana untuk melakukan transaksi penarikan. ATMBersama. c). e). atau memberi kuasa kepada bank lain untuk melakukan pembayaran kepada penerima. d). aman. maupun ATMBank card. atau menegosiasikan wesel-wesel yang ditarik oleh penerima atas penyerahan dokumen. BSM Electronic Payroll Merupakan pembayaran gaji karyawan institusi melalui teknologi terkini BSM secara mudah. BSM Letter of Credit Merupakan janji tertulis berdasarkan permintaan tertulis nasabah (applicant) yang mengikat Bank Syari’ah Mandiri sebagai bank pembuka untuk membayar kepada penerima atau ordernya atau menerima dan membayar wesel pada saat jatuh tempo yang ditarik penerima.

Bank Garansi BSM Merupakan jaminan pembayaran yang diberikan oleh BSM kepada nasabah baik perorangan. atau memberi kuasa kepada bank lain untuk melakukan pembayaran kepada penerima atau untuk menegosiasikan wesel-wesel yang ditarik oleh penerima atas penyerahan dokumen (untuk saat ini khusus BSM dengan BSM).84 Merupakan kartu prabayar dalam mata uang Saudi Arabiyan Riyal. Jasa operasional Jasa operasional terdiri atas : a). BSM sms Banking Merupakan produk layanan perbankan baru berbasis teknologi seluler yang memberikan kemudahan melakukan berbagai transaksi perbankan. h). Inkaso BSM . atau perusahaan/badan/lembaga dalam bentuk surat jaminan. i). g). 2. SKBDN BSM Merupakan janji tertulis berdasarkan permintaan tertulis nasabah (applicant) yang mengikat Bank Syari’ah Mandiri sebagai bank pembuka untuk membayar kepada penerima atau order-nya atau menerima dan membayar wesel pada saat jatuh tempo yang ditarik penerima.

Intercity Clearing Merupakan jasa penagihan warkat (cek/bilyet giro) bank diluar negeri wilayah kliring dengan cepat sehingga nasabah dapat menerima dana hasil tagihan cek atau bilyet giro tersebut pada keesokan harinya. f). d). hasilnya penagihan akan dikredit kerekening nasabah. b). Layanan Kiriman Uang Domestik dan Luar Negeri Merupakan jasa pengiriman uang/penerimaan uang secara cepat (real time on line) yang dilakukan lintas negara atau dalam satu negara (domestik). e). Pajak online BSM Merupakan jasa yang memberikan kemudahan kepada wajib pajak untuk membayar kewajiban pajak (bukan dalam rangka pembayaran pajak import) secara otomatis dengan mendebet rekening secara tunai.85 Merupakan penagihan warkat bank lain dimana bank tertariknya berbeda wilayah kliring atau berada diluar negeri. Pajak Import BSM Merupakan jasa yang memberikan kemudahan kepada importir untuk membayar pajak barang dalam rangka import secara online sebagai syarat untuk mengeluarkan barangnya dari gudang kantor bea dan cukai. Referensi Bank BSM . c).

Transfer Valas BSM Merupakan pengiriman valas dari nasabah BSM ke nasabah bank lain baik dalam maupun luar negeri (transfer ke luar). Kliring BSM Merupakan penagihan warkat bank lain dimana lokasi bank tertariknya berada dalam satu wilayah kliring. h). i). atau pengiriman valas dari nasabah bank lain baik dalam maupun luar negeri ke nasabah BSM (transfer masuk). . BSM Standing Order Merupakan fasilitas kemudahan yang diberikan BSM kepada nasabah yang dalam transaksi finansialnya harus memindahkan dari suatu rekening ke rekening lainnya secara berulang-ulang. Transfer Dalam Kota (LLG) Merupakan Jasa pemindahan dana antar bank dalam satu wilayah. g). k). j).86 Merupakan surat keterangan yang diterbitkan oleh BSM atas dasar permintaan dari nasabah untuk tujuan tertentu. hasil transfer efektif dalam hitungan menit. BSM RTGS (Real Time Gross Settlement) Merupakan jasa transfer uang valuta rupiah antar bank baik dalam satu kota maupun dalam kota yang berbeda secara real time. Dalam pelaksanaannya nasabah memberikan instruksi ke bank hanya satu kali saja.

Bank Syari’ah Mandiri memiliki total aset sebesar Rp. kinerja atau hasil usaha bank serta informasi keuangan lainnya kepada berbagai pihak yang berkepentingan dengan perkembangan usaha bank. Reksadana ini merupakan reksadana campuran (mix fund/balanced fund) berbasis instrument pasar uang. Gambaran kondisi keuangan Bank Syari’ah Mandiri selama periode 1999-2001 akan disampaikan sebagai berikut : Pada awal pendiriannya. diadministrasikan. yaitu Mudrir Investasi (sebagai manajer investasi dengan dana kelolaan terbesar di Inonesia).87 3. BSM Investa Berimbang juga dikelola. disimpan.864 milyar. Kinerja Keuangan Laporan keuangan Bank Syari’ah Mandiri dapat memberikan informasi mengenai posisi keuangan. dan pasar saham dengan ketentuan investasi sesuai Syari’ah. Aset likuid pada tahun 1999 sebesar . pasar obligasi. Deutsche Bank (sebagai bank kustodi reksa dana konvensional maupun syari’ah) dan BSM (sebagai agen penjual yang merupakan bank syari’ah terbesar di Indonesia). dan didistribusikan (dijual) oleh sinergi 3 (tiga) kekuatan besar. 589. Jasa investasi Jasa investasi yang disediakan oleh Bank Syari’ah Mandiri adalah Reksa Dana BSM Investasi Berimbang.985 milyar.951 milyar pada tahun 2000 yang kemudian pada tahun 2001 mencapai Rp. 5. Total aset yang dimilikinya meningkat menjadi Rp. 447. 933.

selanjutnya pada tahun 2000 dan 2001. Gambaran Umum PT. 16. Sejarah58 Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto. 474.508 milyar yang meningkat menjadi Rp. Hal ini tercermin pada perkembangan total loan pada tahun 1999 sebesar Rp. 18. . kemudian menjadi Rp. dan kemudian menjadi Rp. modal disetor mencapai Rp. 26. Bank Syari’ah Mandiri memiliki modal disetor sebesar Rp. 178. 315. Bank Rakyat Indonesia 1.co.id. B. 39. 15. dan pada tahun 2001 mencapai Rp. 239. Pada awal pendiriannya.192 milyar pada tahun 2000.728 milyar pada tahun 2000 yang kemudian pada tahun 2001 mencapai Rp.373 milyar.88 Rp. 653. Pembiayaan yang disalurkan oleh Bank Syari’ah Mandiri ke masyarakat juga meningkat dengan pesat. Pada tahun 1999 total deposit yang sebesar Rp. 54. 547. 358.134 milyar.280 milyar. Jawa Tengah oleh Raden Aria Wirjaatadja dengan nama 58 Www. 172 juta pada tahun 1999. Usaha perolehan laba pada Bank ini juga mengalami peningkatan sebesar Rp.724 milyar mengalami penurunan menjadi Rp.646 milyar pada tahun 2000.Bri. Kemampuan Bank Syari’ah Mandiri dalam menghimpun dana dari masyarakat terlihat dalam Total deposit yang juga mengalami peningkatan.520 milyar.704 milyar.324 milyar meningkat menjadi Rp. namun pada tahun 2001 meningkat hingga mencapai Rp.599 milyar pada tahun 2001.331 milyar pada tahun 2000.

89

Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren atau Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi yang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI. Pendiri Bank Rakyat Indonesia Raden Aria Wiraatmadja Pada periode setelah kemerdekaan Republik Indonesia, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1949 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Adanya situasi perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuk Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (PenPres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan kedalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan nelayan. Setelah berjalan selama sebulan keluarlah PenPres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia (BNI). Dalam ketentuan baru ini Bank Indonesia Urusan Tani dan Nelayan (BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia

90

Unit II Bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia Unit II bidang Ekspor Impor (Exim). Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang undangundang pokok perbankan dan Undang-Undang No. 13 tahun 1968 tentang undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai bank sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II bidang Rural dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia, selanjutnya berdasarkan Undang-Undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok Bank Rakyat Indonesia sebagai Bank Umum. Berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 21 tahun 1992 status Bank Rakyat Indonesia (persero) yang kepemilikannya 100 % ditangan pemerintah sejak 1 agustus 1992. PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) yang berdiri sejak tahun 1895 yang didasarkan pelayanan pada masyarakat kecil sampai sekarang masih tetap konsisten, fokus dengan pemberian fasilitas kredit kepada pengusaha kecil. Hal ini tercermin pada perkembangan penyaluran dana KUK (Kredit Usaha Kecil) pada tahun 1994 sebesar Rp. 6.419,8 milyar yang meningkat menjadi Rp. 8.231,1 milyar pada tahun 1995 kemudian pada tahun 1999 sampai dengan bulan September mencapai Rp. 20.466 milyar. Seiring dengan perkembangan dunia perbankan yang semakin pesat maka pada saat ini BRI mempunyai Unit Kerja yang berjumlah

91

4.447 buah, yang terdiri dari 1 Kantor Pusat BRI, 12 Kantor Wilayah, 12 Kantor Inspeksi/SPI, 170 Kantor Cabang (Dalam Negeri), 145 Kantor Cabang Pembantu, 1 Kantor Cabang Khusus, 1 New York Agency, 1 Caymand Island Agency, 1 Kantor Perwakilan Hongkong, 40 Kantor Kas Bayar, 6 Kantor Mobil Bank, 193 P.Point, 3.705 BRI UNIT dan 357 Pos Pelayanan Desa. 2. Visi dan Misi PT. Bank Rakyat Indonesia memiliki visi untuk menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah. Untuk mencapai visi tersebut, PT. Bank Rakyat Indonesia menetapkan misi-misi sebagai berikut : a. Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat. b. Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan didukung oleh Sumber Daya Manusia yang profesional dengan melaksanakan praktek good corporate governance. c. Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihakpihak yang berkepentingan. 3. Struktur Organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia, sebagai bank konvensional memiliki struktur organisasi yang berbeda dengan PT. Bank Syari’ah Mandiri. Struktur organisasi PT. Bank Rakyat indonesia terdiri dari RUPS, Dewan

PT. Bank Rakyat Indonesia menawarkan berbagai macam produk simpanan . Abdul Salam Sumber : Www.co. Bank Rakyat Indonesia RUPS KOMISARIS UTAMA Bunasor Sanim DIREKTUR UTAMA Sofyan Basir KOMISARIS 1. Sarwono Sudarto 4.S Kusmuljono 2.Nasution DIREKTUR 1. Divisi. serta Pos Pelayanan Desa. Sulaiman A. Struktur Organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia sebagai berikut : Gambar 2. Kantor Kas Mobil Bank.id. Sudaryanto Sudaryo 3. Produk-produk Sebagai sebuah bank yang memiliki visi untuk menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah. Kantor Kas Bayar. Kantor Cabang Khusus.92 Komisaris. Bandjussalam 5. Kantor Cabang Pembantu. Lenny Sugihat 6. Agus Pakpahan 6. Kantor Wilayah. Mulia P. Kantor Inspeksi. struktur organisasi PT. Unit Kerja Kantor Pusat. A. Kantor Cabang Luar Negeri. 4. Alviliani 4. Secara umum.Arianto 5. Dewan Direksi. Toni Soetirto 2. Kantor Cabang Dalam Negeri.bri. B. Sunarsip 3. Bambang Soepomo 7.

Simpedes Merupakan simpanan masyarakat pedesaan di BRI unit yang termasuk dalam kelompok tabungan. Simaskot Merupakan simapanan masyarakat di BRI unit pelaksana simaskot. termasuk kedalam kelompok tabungan yang pengambilan maupun penyetorannya tidak dibatasi dalam jumlah maupun frekuensi sepanjang saldonya mencukupi. produk-produk yang disediakan meliputi : a. Produk simpanan dana Produk simpanan dana yang disediakan oleh Bank Rakyat Indonesia adalah : 1.93 maupun kredit. yang pengambilan maupun penyetorannya tidak dibatasi dalam jumlah maupun frekuensinya sepanjang saldonya mencukupi. c). Secara umum produk-produk yang disediakan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia tidak jauh berbeda dengan produk bank konvensional yang ada di Indonesia pada saat ini. BritAma Merupakan tabungan yang banyak memberikan manfaat lebih besar dari sekedar tabungan biasa. b). Secara umum. Layanan tabungan . Tabungan Tabungan terdiri atas : a).

Kredit Modal Kerja (KMK) Merupakan fasilitas kredit untuk keperluan menambah modal kerja usaha perorangan/badan hukum. yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu. misalnya mesin-mesin. Produk penyaluran dana Produk penyaluran dana yang disediakan oleh Bank Rakyat Indonesia antara lain : 1. 3. Fasilitas ini dapat digunakan . b. kendaraan. Giro Merupakan simpanan dari masyarakat kepada bank yang penyetoran maupun penarikannya dapat dilakukan setiap saat. Deposito berjangka Merupakan simpanan dari masyarakat kepada bank. 2. Kredit Investasi (KI) Merupakan fasilitas kredit untuk keperluan pembelian aktiva tetap usaha perorangan/badan hukum. 2. dengan tidak dibatasi oleh jumlah maupun frekuensi sepanjang dananya mencukupi. sesuai yang telah diperjanjikan antara penyimpan dengan bank yang bersangkutan.94 terhubung secara online diseluruh Kantor Cabang BRI di wilayah Indonesia. dan lain-lain.

c. Pelayanan PLN. Money Changer Merupakan pertukaran mata uang rupiah dengan mata uang asing lainnya yang dilakukan oleh BRI dan nasabah. jembatan. Pelayanan Pembayaran PBB 4. Kredit Modal Kerja Impor (KMKI) Merupakan fasilitas kredit untuk pembiayaan kegiatan impor. Swasta Bonafide). 6. 3. 4. dan lain-lain. . Kredit Modal Kerja Konstruksi (KMKK) Merupakan fasilitas kredit untuk pembiayaan kegiatan pembangunan gedung. Produk jasa Produk jasa yang disediakan oleh Bank Rakyat Indonesia adalah : 1. luar kota atau keluar negeri. 2. Kretap Merupakan fasilitas kredit untuk karyawan yang mempunyai penghasilan tetap (PNS.95 untuk pembelian bahan baku. BUMD. dan infra struktur lainnya. jalan. Kredit Modal Kerja Ekspor (KMKE) Merupakan fasilitas kredit untuk pembiayaan kegiatan ekspor. BUMN. biaya operasional. pembelian persediaan barang dagangan. 5. POLRI. Transfer Merupakan jasa pengiriman uang lewat bank baik dalam kota. 3.

kemudian pada tahun 2000 meningkat menjadi Rp. 26. Hal ini tercermin pada tahun 1999. Sedangkan modal disetor adalah sebesar Rp. 32. 26. dan pada tahun 2001 mencapai Rp. 28.081 milyar pada tahun 2000.344 milyar meningkat menjadi Rp.842.357.674. 26.96 5. 30.891 milyar.132. Usaha perolehan laba ini kembali mengalami peningkatan pada tahun 2001.000 milyar. Kinerja Keuangan Bank Rakyat Indonesia (persero) yang berdiri sejak tahun 1895 yang didasarkan pelayanan pada masyarakat kecil sampai sekarang masih tetap konsisten.171 milyar pada tahun 2000.367. 64. 1. dimana Bank Rakyat Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp.460 milyar.510.171 milyar dan Rp. Pada tahun 1999 total aset yang dimiliki Bank Rakyat Indonesia adalah sebesar Rp.441 milyar. yakni sebesar Rp.132.344 milyar pada tahun 1999. dan Rp. 1. 32. 75.728.716. 27.177.772 milyar dan mencapai Rp.357. Perkembangan Dana Pihak Ketiga pada tahun 1999 sebesar Rp.367. .081 pada tahun 2001.063. Kemampuan Bank Rakyat Indonesia dalam memperoleh laba mengalami penurunan dari kemampuan usaha tahun sebelumnya.625 milyar.625 milyar. 26. kemudian pada tahun 2000 dan 2001 masing-masing meningkat mencapai Rp. Kemampuan Bank Rakyat Indonesia dalam menyalurkan dana ke masyarakat dapat dilihat dari total loan sebesar Rp.

Dengan demikian terdapat 2 (dua) perusahaan perbankan yang dianalisis mengenai kinerja keuangannya.252 16. Dalam penelitian ini analisis kinerja hanya dibatasi pada aspek kuantitatif yakni mengenai rasio keuangannya saja.864 0 408.781 172 2001 239.134 933.646 178.728 589.985 322. Data Keuangan Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 (Dalam Jutaan Rupiah) Periode 2000 18.184 71. Data keuangan dari kedua perusahaan perbankan yang digunakan untuk menghitung dan menganalisis kinerja keuangan melalui rasio likuiditas.557 358. rentabilitas dan efisiensi selama periode 1999-2001 dapat disajikan pada Tabel 3 dan 4. yaitu Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001.875 51.280 474.951 248.580 15.704 . Tabel 3.599 653. solvabilitas.724 54.331 Keterangan Cash Assets (kas) Total Deposit (total deposito) Total Loans (Total Kredit) Total Assets (Total Aktiva) Securities (Surat Berharga) Equity Capital (Modal Sendiri) Fixed Assets (Aktiva Tetap) Laba Tahun Berjalan 1999 26.192 315.545 37.97 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder mengenai laporan keuangan dari 2 (dua) perusahaan perbankan milik pemerintah.324 39.000 373.508 447.

842.018 1.225 1999 Cash Assets (kas) 4.635.897 Biaya Non Operasional 20.128 Sumber : Direktori Perbankan Indonesia.772 1.98 Operating Income (Pendapatan Operasional) Operating Expenses (Biaya Operasional) Pendapatan Non Operasional Biaya Non Operasional 848 32.171 64. solvabilitas.631.252 3.997 158 6 48.331.843) Sendiri) Fixed Assets (Aktiva Tetap) 1.963 8.238.274 4.344 Total Assets (Total Aktiva) 30.154. Analisis Rasio Keuangan Analisis rasio keuangan yang dilakukan terhadap dua bank umum milik pemerintah.632 16.571 26.891 12.704 1. yaitu Bank Syari’ah Mandiri (BSM) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) bertujuan untuk mengetahui perkembangan kinerja keuangan dari masing-masing bank.675.683.292 Operasional) Pendapatan Non Operasional 73.079 1 124.625 75.402.199 10.357.690.460) Operating Income 9.376 49.367. Kinerja keuangan tersebut ditunjukkan dengan rasio-rasio likuiditas. Rasio keuangan .954 (Pendapatan Operasional) Operating Expenses (Biaya 10.018.040 1.063.813.141 100.046 Equity Capital (Modal (26. Tabel 4.286.563 3. 2001 dan 2003.016 Total Deposit (total 40.224.177.445 51 Sumber : Direktori Perbankan Indonesia.516 9.215 5.535 Keterangan 2001 11.418 65.936.674.255. B.716.132.081) 8.964 deposito) Total Loans (Total Kredit) 26.910 32. 2001 dan 2003.115.022 1.562 57.577.081 1.441 Securities (Surat Berharga) 1.948.183.958. rentabilitas dan efisiensi. Data Keuangan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 (Dalam Jutaan Rupiah) Periode 2000 5.256 (27.095 26.510.403.892 Laba Tahun Berjalan (28.

19 % 72.. 0.51 % 2001 50.46 % 177. Rasio Likuiditas Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio Quick Ratio Banking Ratio Loan to Assets Ratio Sumber : Data sekunder diolah 1999 49. Hasil perhitungan rasio-rasio likuiditas mencakup quick ratio.93 % Rasio-rasio likuiditas yang mencakup quick ratio. Bank Syari’ah Mandiri (BSM) Hasil perhitungan rasio-rasio keuangan Bank Syari’ah Mandiri meliputi likuiditas.41 % 137.46 %.dari deposit dijamin oleh cash assets sebesar Rp. banking ratio.61 % 69. banking ratio dan loan to assets ratio pada bank syari’ah ini dapat ditunjukkan pada Tabel 5.49. 1. solvabilitas. Likuiditas Berdasarkan data laporan keuangan neraca dan laporan rugi laba dapat dihitung rasio-rasio likuiditas Bank Syari’ah Mandiri untuk periode 1999-2001.-.72 % 8. 1. rentabilitas dan efisiensi selama periode 1999-2001 dapat ditunjukkan dan dianalisis sebagai berikut : a).81 % Periode 2000 10.. dan loan to assets ratio pada tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Quick ratio pada tahun 1999 sebesar 49. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. Tabel 5. Pada tahun 2000 quick ratio mengalami penurunan menjadi 10. 1.dari .1 % 53.99 masing-masing bank tersebut selama periode 1999-2001 dapat dianalisis seperti berikut.19 % menggambarkan bahwa setiap Rp.

. quick ratio mengalami peningkatan.1 %.100 deposit dijamin oleh cash assets sebesar Rp. namun masih tergolong rendah. Penurunan quick ratio pada tahun 2000 memperlihatkan bahwa bank kurang mampu meningkatkan kualitas kas atau asetnya. Sedangkan banking ratio pada tahun . Semakin rendah quick ratio maka semakin rendah pula tingkat likuiditas bank karena bank kurang dapat menjamin pengembalian deposito baik dalam bentuk tabungan maupun deposito berjangka kepada para nasabah penyimpan dana. 1. 1.10.727. Meskipun quick ratio mengalami peningkatan.-. banking ratio meningkat menjadi 177.. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 0. 2) Banking ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka 72.72 %. 0.dari deposit dijamin oleh Rp.41 %.dari deposit dijamin oleh cash assets sebesar Rp. Rasio ini tidak mencapai atau mendekati 100 % sebagai rule of thumb-nya.. Pada tahun 2000. hal ini menggambarkan bahwa setiap Rp.dari deposit dijamin oleh Rp. Oleh sebab itu tingkat likuiditas bank syari’ah ini dilihat dari quick ratio tergolong kurang baik.dari pembiayaan yang diberikan. Hal ini memperlihatkan bahwa bank syari’ah ini kurang mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya. 1.5..dari pembiayaan yang diberikan.77.-.. Sedangkan pada tahun 2001 quick ratio kembali meningkat menjadi 50. 1. Sedangkan pada tahun 2001. 0.

3) Assets to loan ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka 8. 0. Hal ini mencerminkan bahwa pada tahun tersebut tingkat likuiditas bank paling rendah karena bank membutuhkan jumlah dana yang lebih besar untuk membiayai pembiayaannya.dari deposit dijamin oleh Rp.. hal ini berarti setiap Rp. Meskipun banking ratio mengalami penurunan pada tahun 2001.dari aset yang tersedia mampu memenuhi pembiayaan yang diberikan sebesar Rp.61 %.. Semakin rendah nilai banking ratio maka tingkat likuiditas bank akan semakin tinggi. Berdasarkan tabel 5 diatas terlihat bahwa pada tahun 2000 nilai banking ratio adalah paling tinggi. 1.101 2001 mengalami penurunan menjadi 137. Oleh karena itu tingkat likuiditas bank syari’ah ini dilihat dari banking ratio tergolong masih rendah.37..81 %.53.-. 1.dari pembiayaan yang diberikan.-. namun nilai rasio ini masih tergolong tinggi. Sedangkan pada tahun 2001 assets to loan ratio sebesar . hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.51 %. Pada tahun 2000 assets to loan ratio mengalami peningkatan menjadi 53. Banking ratio yang semakin rendah menandakan bahwa bank syari’ah ini tidak membutuhkan jumlah dana yang besar untuk membiayai pembiayaan yang diberikannya.. 0. 1. 1. Hal ini karena bank dapat menjamin dalam memberikan pembiayaan kepada nasabah peminjam dengan menggunakan depositonya. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.dari aset mampu memenuhi pembiayaan yang diberikan sebesar Rp.08.

kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri ini mengalami kenaikan dan penurunan pada rasio likuiditasnya.3 % 2001 381. banking ratio.93 %. Pertumbuhan Rasio Likuiditas Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio Quick Ratio Banking Ratio Loan to assets ratio 1999 Periode 2000 -78. Pertumbuhan positif quick ratio pada tahun 2001 . Pertumbuhan rasio likuiditas Bank Syari’ah Mandiri dapat ditunjukkan pada tabel 6.5 % 507.-. tingkat likuiditas bank ini masih rendah.102 69. Tabel 6.7 % 143.68 % Sumber : Data Sekunder Diolah.9 % -22. Hasil pertumbuhan rasio likuiditas yang mencakup quick ratio. Hal ini ditunjukkan dengan nilai loan to assets ratio yang semakin meningkat setiap tahunnya.. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. Ini disebabkan karena total kredit atau pembiayaan yang diminta nasabah mendekati atau bahkan lebih besar dibanding dengan total aset yang dimiliki bank tersebut.dari aset yang tersedia mampu memenuhi pembiayaan yang diberikan sebesar Rp. 1.3 % 30.699. 0. Ditinjau dari loan to assets ratio. Ditinjau dari pertumbuhannya. dan loan to assets ratio menunjukkan bahwa rasio-rasio tersebut mengalami pertumbuhan positif dan negatif pada tiap tahunnya. nilai rasio yang semakin tinggi menunjukkan bahwa kemampuan bank untuk memenuhi permintaan kredit atau pembiayaan dari nasabah rendah.

103 memperlihatkan bahwa pada tahun tersebut bank cukup mampu meningkatkan kinerja keuangannya setelah sebelumnya mempunyai pertumbuhan negatif. Pertumbuhan negatif banking ratio pada tahun 2001 juga mencerminkan bahwa kinerja keuangannya pada tahun tersebut baik karena bank mampu menurunkan nilai perbandingan antara total pembiayaan dengan total depositonya. pertumbuhan positif pada loan to assets ratio menandakan bahwa kinerja keuangan pada bank tersebut masih kurang baik meskipun terjadi penurunan pada tahun 2001. Sementara itu. b). Hal ini mencerminkan bahwa bank kurang mampu dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya sehingga tergolong dalam bank yang tidak liquid. Berdasarkan analisis rasio-rasio likuiditas tersebut dapat diketahui bahwa tingkat likuiditas Bank Syari’ah Mandiri masih rendah. Solvabilitas Hasil perhitungan rasio-rasio solvabilitas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR). . primary ratio dan capital ratio pada bank syari’ah ini dapat ditunjukkan pada Tabel 7. Hal ini karena bank kurang mampu menurunkan nilai perbandingan antara total pembiayaan dengan total asetnya.

(1) CAR pada tahun 1999 adalah sebesar 88. Rasio Solvabilitas Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio CAR Primary Ratio Capital Ratio Sumber : Data sekunder diolah 1999 88. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.17 % 63. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.dari pembiayaan dan securities dijamin oleh modal sebesar Rp.5 % Periode 2000 57.8859..51. Oleh karena itu meskipun rasio ini mengalami penurunan setiap tahunnya namun nilai CAR pada bank syari’ah ini masih tergolong cukup baik.58 %. Nilai CAR dikatakan rendah apabila kurang dari nilai CAR yang ditentukan .59 % 80. dan capital ratio dapat dijelaskan sebagai berikut.57. Semakin tinggi nilai CAR maka solvabilitas semakin baik. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.-.dari pembiayaan dan securities dijamin oleh modal sebesar Rp.59 %.-.70 % 62.dari pembiayaan dan securities dijamin oleh modal sebesar Rp. 1. Pada tahun 2001 CAR kembali menurun menjadi 51.104 Tabel 7.37 % 118. 1.49 % Rasio-rasio solvabilitas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR). primary ratio.17 %. 0.58 % 43. CAR yang semakin tinggi mencerminkan bahwa permodalannya semakin baik karena modal dapat digunakan untuk menjamin pemberian pembiayaan.-. 0.03 % 907. 1.41 % 2001 51. 0... Sedangkan pada tahun 2000 CAR mengalami penurunan menjadi 57.

1. 9.-.80..03 %.-.63.-. Ditinjau dari pertumbuhan solvabilitasnya.105 oleh Bank Indonesia yakni sebesar 8 %.41 %. Dari tabel diatas terlihat bahwa capital ratio mengalami penurunan tiap tahunnya.dari aset dijamin oleh equity capital sebesar Rp. 0. (3) Capital ratio pada tahun 1999 sebesar 907.49 %.37 % menggambarkan bahwa setiap Rp.. 1.dari pembiayaan dijamin oleh equity capital sebesar Rp.. Pada tahun 2001 primary ratio mengalami penurunan menjadi 43..-. Hal ini menunjukkan bahwa bank tersebut memiliki permodalan yang baik sehingga dapat menutup kredit atau pembiayaan usaha yang dilakukan oleh bank. Sedangkan primary ratio pada tahun 2000 yang menunjukkan angka 63. Pada tahun 2000 terlihat bahwa capital ratio mengalami penurunan menjadi 118.43. 1.-.5 % menunjukkan bahwa setiap Rp..70 %.dari aset dijamin oleh equity capital sebesar Rp. hal ini menggambarkan bahwa setiap Rp. 0.-. kinerja keuangan bank syari’ah ini dari tahun ketahun mengalami penurunan pada rasio .62.dari aset dijamin oleh equity capital sebesar Rp. 0.dari pembiayaan dijamin oleh equity capital sebesar Rp.07.18. 1. (2) Primary ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka 80. 1. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. Sedangkan capital ratio pada tahun 2001 menunjukkan angka 62. 1.dari pembiayaan dijamin oleh equity capital sebesar Rp. Meskipun demikian. 1. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. CAR yang rendah mencerminkan bahwa permodalan dalam bank kurang baik sehingga bank kurang mampu menutup kemungkinan terjadinya kegagalan dalam pembiayaan dan perdagangan securities. selama periode 1999-2001 nilai rasio ini masih tergolong tinggi sehingga pada tahun tersebut tingkat solvabilitasnya cukup baik.. 0.

Hal ini menunjukkan adanya penurunan nilai pada masing-masing rasio tersebut.7 % -20. dan capital ratio memperlihatkan bahwa rasio-rasio tersebut mengalami pertumbuhan negatif setiap tahunnya. primary ratio. Pertumbuhan Rasio Solvabilitas Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio CAR Primary Ratio Capital Ratio 1999 Periode 2000 2001 -35. Pertumbuhan negatif pada rasio-rasio solvabilitas ini mencerminkan bahwa kinerja keuangan bank syari’ah ini dari tahun ketahun kurang baik. nilai rasio-rasio solvabilitas pada bank ini masih cukup tinggi. Meskipun demikian. primary ratio.03 % -86. Tabel 8.46 % -9. Analisis terhadap rasio-rasio likuiditas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR). Bank kurang mampu memperbaiki permodalannya sehingga rasio-rasio solvabilitasnya terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Hal ini mencerminkan bahwa bank tersebut cukup mampu memenuhi kewajiban jangka panjangnya sehingga tergolong sebagai bank umum yang solvabel.9 % -47.2 % Sumber : Data Sekunder Diolah Hasil pertumbuhan rasio solvabilitas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR). dan capital ratio pada Bank Syari’ah Mandiri terlihat mengalami penurunan setiap tahunnya.81 % -31. . Pertumbuhan rasio solvabilitas Bank Syari’ah Mandiri dapat ditunjukkan pada tabel 8.106 solvabilitasnya.

dari aset mampu menghasilkan laba sebesar Rp.59 % 4.-. Return en equity (ROE). 0.78 %. Sedangkan ROA pada tahun 2000 mengalami peningkatan menjadi 2.43 % Rasio-rasio rentabilitas yang mencakup return on assets (ROA).15%) Periode 2000 2..0259... hal ini menggambarkan bahwa setiap Rp.107 c). Kenaikan ROA pada tahun 2000 menjadi 2.09 % 19.-.10 % 93.0383 %.33 % 2001 1. Tabel 9. return on equity (ROE) dan gross profit margin (GPM) pada bank syari’ah ini dapat ditunjukkan pada Tabel 9. 1.dari aset menghasilkan laba sebesar Rp 0. Rentabilitas Hasil perhitungan rasio-rasio rentabilitas yang mencakup return on assets (ROA). 1. dan Gross profit Margin (GPM) dapat dijelaskan seperti berikut.dari aset mampu menghasilkan laba sebesar Rp. Pada tahun 2001 ROA menurun menjadi 1. .0178. 0. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. Rasio Rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio ROA ROE GPM Sumber : Data sekunder diolah 1999 0.047 % (3791. 1.78 % 4.0383 % 0.59 % yang berarti bahwa setiap Rp.59 % menunjukkan bahwa kemampuan bank dalam menghasilkan laba dari menggunakan asetnya cukup baik.-. (1) ROA pada tahun 1999 menunjukkan angka 0.00038.

933.dari biaya operasi yang dikeluarkan oleh perusahaan hanya mampu menghasilkan operating income sebesar Rp.194. Sedangkan pada tahun 2001 ROE sebesar 4.15 %. 0. Pada tahun 2000 GPM menunjukkan angka 93.-.0409.047 % menggambarkan bahwa setiap Rp. 1. 0. Sedangkan pada tahun 2001 terlihat GPM mengalami penurunan menjadi 19.041.09% menunjukkan bahwa setiap Rp..dari modal dapat menghasilkan laba perusahaan sebesar Rp.78 %. 1..43 % yang berarti bahwa setiap Rp.. Pada tahun 2000 ROE meningkat menjadi 4.10 % yang berarti bahwa setiap Rp..33 %. hal ini menggambarkan bahwa biaya operasi yang dikeluarkan oleh perusahaan belum mampu menghasilkan operating income karena perusahaan baru didirikan. (2) ROE pada tahun 1999 sebesar 0. Peningkatan .108 Meskipun pada tahun 2001 ROA mengalami penurunan menjadi 1. akan tetapi nilai ROA pada bank ini tergolong cukup baik. Peningkatan yang terjadi tiap tahunnya terhadap rasio ini mencerminkan bahwa kemampuan bank dalam menghasilkan laba dengan menggunakan modalnya sudah cukup baik. 1. 1. 0.. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.-. (3) GPM pada tahun 1999 menunjukkan angka negatif.-.-. 1.dari modal dapat menghasilkan laba sebesar Rp. 0.dari biaya operasi yang dikeluarkan oleh perusahaan mampu menghasilkan operating income sebesar Rp. 0. yakni sebesar 3791.dari modal mampu menghasilkan laba sebesar Rp.00047.-.

33 % mencerminkan bahwa pada tahun tersebut kemampuan bank dalam memperoleh laba dari operasional usahanya sudah cukup tinggi. Tabel 10.24 % 102. Pertumbuhan rasio rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri dapat ditunjukkan pada tabel 10. Sedangkan pertumbuhan negatif pada rasio-rasio ini mencerminkan bahwa kinerja keuangan bank syari’ah ini kurang baik. dan GPM memperlihatkan bahwa rasio-rasio tersebut mengalami pertumbuhan positif dan negatif setiap tahunnya.46 % -79. Meskipun nilai GPM mengalami kenaikan dan penurunan naik namun bank tersebut terlihat cukup mampu menghasilkan laba melalui operasional usahanya. Pertumbuhan positif pada rasio-rasio rentabilitas ini mencerminkan bahwa kinerja keuangan bank syari’ah ini sudah cukup baik.109 nilai GPM pada tahun 2000 menjadi 93. Penurunan .4 % -0. Sedangkan pada tahun 2001 GPM mengalami penurunan menjadi 19. Ditinjau dari pertumbuhannya. Pertumbuhan Rasio Rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio ROA ROE GPM 1999 Periode 2000 2001 6662. kinerja keuangan bank syari’ah ini mengalami kenaikan dan penurunan pada rasio rentabilitasnya. ROE.43 %.4 % -31.18 % Sumber : Data Sekunder Diolah Hasil perhitungan pertumbuhan rasio rentabilitas yang mencakup ROA.27 % 8623.

Berdasarkan analisis rasio-rasio rentabilitas tersebut dapat diketahui bahwa Bank Syari’ah Mandiri pada tahun 1999 mempunyai tingkat rentabilitas yang masih rendah. Pada tahun . (1) LMR pada tahun 1999 menunjukkan angka 124.9 % 0. Sedangkan pada tahun 20002001 Bank Syari’ah Mandiri sudah cukup mampu menghasilkan laba baik dari pemanfaatan aset.224 % 3891.60 % Rasio-rasio efesiensi yang mencakup leverage multipler ratio (LMR). dan operating ratio dapat dijelaskan seperti berikut. hal ini menunjukkan bahwa manajemen mampu mengelola equity capital menjadi aset sebesar 124 kali dalam setahun.86 % Periode 2000 157.78 % 13. maupun operasional usahanya sehingga tergolong bank yang cukup profitabel. modal.44 % 80. asset utillization ratio dan operating ratio pada bank syari’ah ini dapat ditunjukkan pada Tabel 11.9 %. d).66 % 2001 228.03 % 6. Rasio Efisiensi Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio Leverage Multipler Ratio AUR Operating Ratio Sumber : Data sekunder diolah 1999 124. asset utillization ratio (AUR).79 % 9.110 terhadap pertumbuhan rasio-rasio rentabilitas ini menunjukkan bahwa bank kurang mampu mempertahankan kinerja keuangannya. Efisiensi Hasil perhitungan rasio-rasio efisiensi yang mencakup leverage multipler ratio. Tabel 11.

dari pendapatan yang diterima memerlukan biaya operasional dan non operasional sebesar Rp.. 0.44 % yang menunjukkan bahwa setiap Rp. (2) AUR pada tahun 1999 menunjukkan angka 0. 1.-. 38.66 %. 0.0903. dan kembali mengalami peningkatan menjadi 228. 1.-.78 % pada tahun 2001. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.dari aset dapat menghasilkan income sebesar Rp. Pada pada tahun 2001 AUR kembali mengalami peningkatan sebesar 13.. Hal ini mencerminkan bahwa bank cukup mampu mengelola aset yang dikuasainya dengan baik.00224.111 2000 nilai LMR meningkat menjadi 157.9.224 %.-. (3) Operating ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka 3891. 1.86 %.. Sedangkan pada tahun 2000 operating ratio mengalami penurunan menjadi 6. dari aset menghasilkan income sebesar Rp.dari pendapatan yang . 0. Peningkatan nilai AUR pada tiap tahunnya mencerminkan bahwa kemampuan bank dalam memanfaatkan asetnya untuk meningkatkan pendapatan sudah cukup baik setiap tahunnya. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.-.134.79 %.. Pada tahun 2000 terlihat AUR meningkat menjadi 9. Nilai LMR yang tinggi menunjukkan bahwa total aset bank jauh lebih besar dibandingkan dengan modal yang dimilikinya. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 1.dari aset dapat menghasilkan income sebesar Rp.03 % yang berarti setiap Rp. 1.-.

9 % 3931. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. Pada tahun 2001.066. Pertumbuhan Rasio Efisiensi Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio LMR AUR Operating Ratio 1999 Periode 2000 2001 26. 0. Pertumbuhan rasio efesiensi Bank Syari’ah Mandiri dapat ditunjukkan pada tabel 12. Ditinjau dari pertumbuhannya.8. dan operating ratio . operating ratio mengalami kenaikan menjadi 80.3 % 44.-. kinerja keuangan bank syari’ah ini memiliki kecendrungan pertumbuhan yang berbeda pada rasiorasio efisiensinya. asset utillization ratio (AUR).60 %. Semakin tinggi operating ratio maka tingkat efesiensi bank tersebut semakin rendah karena biaya operasional dan operasional yang dikeluarkan bank lebih besar dari pendapatan yang diterima. 1.2 % 48.8 % -99.-.. Tabel 12. 0. Naik turunnya nilai operating rasio pada bank syari’ah ini mencerminkan bahwa bank kurang mampu mempertahankan kinerja keuangannya.112 diterima hanya memerlukan biaya operasional dan non operasional sebesar Rp.2 % Sumber : Data Sekunder Diolah Hasil perhitungan rasio efisiensi yang mencakup leverage multipler ratio (LMR).dari pendapatan yang diterima memerlukan biaya operasional dan non operasional sebesar Rp.8 % 1110. Pada tahun 1999 operating ratio memiliki nilai tertinggi.

Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun tersebut bank cukup mampu mengelola dan memanfaatkan asetnya sehingga tergolong bank yang cukup efesien. 2. Hasil perhitungan rasio-rasio mencakup quick ratio. solvabilitas. Sementara pada tahun 2000-2001 tingkat efisiensi bank ini sudah tergolong cukup baik. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hasil perhitungan rasio-rasio keuangan Bank Rakyat Indonesia (BRI) meliputi likuiditas. rentabilitas dan efisiensi selama periode 1999-2001 dapat ditunjukkan dan dianalisis sebagai berikut : a). Meskipun pertumbuhan operating ratio menurun.113 memperlihatkan bahwa rasio-rasio tersebut mengalami pertumbuhan positif setiap tahunnya. ini menunjukkan adanya peningkatan nilai pada masing-masing rasio tersebut. Berdasarkan analisis rasio-rasio efisiensi tersebut dapat diketahui bahwa Bank Sayari’ah Mandiri pada tahun 1999 tingkat efisiensinya masih kurang baik. namun pertumbuhan positif pada LMR dan AUR mencerminkan bahwa bank memiliki kemampuan yang cukup baik dalam mengelola dan memanfaatkan asetnya. . Likuiditas Berdasarkan data laporan neraca dan laporan laba rugi dapat dilihat rasio-rasio likuiditas Bank Rakyat Indonesia untuk periode 1999-2001.

-.-. 0.1158.. Pada tahun 2000 quick ratio mengalami penurunan menjadi 10.23 % 56. 1) Quick ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka 11. Tabel 13. 1999 11. Rasio Likuiditas Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 Rasio Quick Ratio Banking Ratio Loan to Assets Ratio Sumber : Data Sekunder diolah.65 % 53.29 % 85.58 % 65.dari deposit dijamin oleh cash assets sebesar Rp.65 % yang berarti bahwa setiap Rp.114 banking ratio dan loan to assets ratio pada bank konvensional ini dapat ditunjukkan pada Tabel 13. dan loan to assets ratio seperti yang terlihat pada tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut.76 % 2001 20.23 %. Penurunan quick ratio pada tahun 2000 memperlihatkan bahwa bank kurang mampu meningkatkan kualitas kas atau asetnya.08 % 42..73 % Rasio-rasio likuiditas yang mencakup quick ratio.0106. 1. 0. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 1.. Semakin rendah quick ratio maka semakin rendah pula tingkat likuiditas bank karena bank kurang dapat menjamin pengembalian deposito baik dalam . hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 0.65 % Periode 2000 10.dari deposit dijamin oleh cash assets sebesar Rp. Sedangkan tahun 2001 quick ratio terlihat meningkat menjadi 20.-. 1.58 %.44 % 40.2023.dari deposit dijamin oleh cash assets sebesar Rp. banking ratio.

44 %.. Semakin rendah nilai banking ratio maka tingkat likuiditas bank akan semakin tinggi.dari deposit dijamin oleh Rp.. 1.6529. Oleh sebab itu tingkat likuiditas bank konvensional ini dilihat dari quick ratio tergolong kurang baik. hal ini menggambarkan bahwa setiap Rp.115 bentuk tabungan maupun deposito berjangka kepada para nasabah penyimpan dana. 0.08 % yang berarti setiap Rp.dari kredit yang diberikan. namun masih tergolong rendah.. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.dari deposit dijamin oleh Rp. Sedangkan pada tahun 2001.. 0. 1. Nilai banking ratio yang lebih kecil dari 100 % menunjukkan bahwa bank .dari deposit dijamin oleh Rp..dari kredit yang diberikan.5344. 1.. Rasio ini tidak mencapai atau mendekati 100 % sebagai rule of thumb-nya. Pada tahun 2001 terlihat banking ratio meningkat menjadi 56. 0. Hal ini memperlihatkan bahwa bank konvensional ini kurang mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Hal ini mencerminkan bahwa tingkat likuiditas bank ini dilihat dari banking ratio cukup baik.5608. Berdasarkan tabel 13 diatas terlihat bahwa nilai rasio ini mengalami penurunan pada setiap tahunnya. Sedangkan pada tahun 2000 banking ratio menurun menjadi 53. quick ratio mengalami peningkatan.dari kredit yang diberikan. Meskipun quick ratio mengalami peningkatan. 2) Banking ratio pada tahun 1999 adalah sebesar 65.29 %.

-. 0.65 %.8565.dari aset yang tersedia mampu memenuhi kredit yang diberikan sebesar Rp. 1. dibandingkan dengan total aset yang .4273. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 0.. 0.. 1.-.73 %.76 % yang berarti di setiap Rp. dan 2001 menunjukkan bahwa dalam tahun tersebut tingkat likuiditasnya cukup baik.. Ini disebabkan karena total kredit yang diminta nasabah cenderung lebih kecil dimiliki bank tersebut.116 konvensional ini dapat memberikan kredit kepada kreditor dengan menggunakan depositonya sehingga bank tidak membutuhkan jumlah dana yang besar untuk membiayai kreditnya. Pada tahun 2000 terlihat bahwa loan to assets ratio mengalami penurunan menjadi 40. 3) Loan to assets ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka 85.4076. nilai rasio yang semakin rendah menunjukkan bahwa kemampuan bank untuk memenuhi permintaan kredit atau pembiayaan dari nasabah cukup tinggi. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. Berdasarkan pada tabel 13 diatas maka dapat dilihat bahwa pada tahun 1999 nilai loan to assets ratio adalah paling tinggi.dari aset yang tersedia hanya mampu memenuhi kredit yang diberikan sebesar Rp.dari aset yang tersedia mampu memenuhi kredit yang diberikan sebesar Rp. Sedangkan penurunan nilai rasio yang terjadi pada tahun 2000.-. Sedangkan pada tahun 2001 loan to assets ratio meningkat menjadi 42. 1.

dan loan to assets ratio menunjukkan bahwa rasio-rasio tersebut mengalami pertumbuhan positif dan negatif pada tiap tahunnya.8 % Sumber : Data Sekunder Diolah. Tabel 14. Pertumbuhan positif banking ratio pada tahun 2001 juga mencerminkan bahwa kinerja keuangannya pada tahun tersebut kurang baik karena bank kurang mampu menurunkan nilai perbandingan antara total kredit dengan total depositonya. Pertumbuhan positif quick ratio pada tahun 2001 memperlihatkan bahwa pada tahun tersebut bank cukup mampu meningkatkan kinerja keuangannya setelah sebelumnya mempunyai pertumbuhan negatif.9 % 4.4 % 2001 89. Pertumbuhan Rasio Likuiditas Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 Rasio Quick Ratio Banking Ratio Loan to assets ratio 1999 Periode 2000 -8. Hal ini karena bank kurang mampu menurunkan nilai perbandingan antara total kredit dengan total asetnya.9 % 4.03 % -18. banking ratio. Bank Rakyat Indonesia ini mengalami kenaikan pada rasio likuiditasnya. Pertumbuhan rasio likuiditas Bank Rakyat Indonesia dapat ditunjukkan pada tabel 14. Sementara itu. Hasil pertumbuhan rasio likuiditas yang mencakup quick ratio. .14 % -52.117 Ditinjau dari pertumbuhannya. pertumbuhan positif pada loan to assets ratio pada tahun 2001 menandakan bahwa kinerja keuangan pada bank tersebut masih kurang baik dibandingkan tahun 2000.

b).59 %. primary ratio.92 % 12. Tabel 15.28 %) (86. Hal ini mencerminkan bahwa bank mampu dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya sehingga tergolong dalam bank yang liquid.47 % 4.36 % 14.34 % 6.07 % 2001 9. Solvabilitas Hasil perhitungan rasio-rasio solvabilitas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR). Sedangkan pada tahun 2000 CAR mengalami peningkatan menjadi 6. (1) CAR pada tahun 1999 menunjukkan angka yang negatif sebesar 88. hal ini menunjukkan . Rasio Solvabilitas Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 Rasio CAR Primary Ratio Capital Ratio 1999 (99. Rasio-rasio solvabilitas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR). hal ini menunjukkan bahwa bank kurang mampu menutup kemungkinan terjadinya kegagalan dalam perkreditan dan perdagangan surat berharga.15 %) (100.59 %) Periode 2000 6.87 % Sumber : Data Sekunder diolah.47 %. primary ratio dan capital ratio pada bank konvensional ini dapat ditunjukkan pada Tabel 15.118 Berdasarkan analisis rasio-rasio likuiditas tersebut dapat diketahui bahwa tingkat likuiditas Bank Rakyat Indonesia masih cukup baik. dan capital ratio seperti yang terlihat pada tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut.

357 %. 0. Meskipun rasio ini mengalami peningkatan pada tahun 2000 namun nilai CAR pada bank konvensional ini masih kurang baik. Pada tahun 2000 primary ratio mengalami peningkatan menjadi 4...934. (2) Primary ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka negatif. hal ini . Semakin tinggi nilai CAR maka solvabilitas semakin baik. Pada tahun 2001 CAR kembali meningkat menjadi 9.-. 1. 0.. Nilai CAR dikatakan rendah apabila kurang dari nilai CAR yang ditentukan oleh Bank Indonesia yakni sebesar 8 %.0492. Pada tahun 2001 primary ratio kembali mengalami peningkatan menjadi 6. hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak mampu menjamin asset dengan equity capital yang dimilikinya. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.dari kredit dan securities dijamin oleh modal sebesar Rp.-.15 %.dari kredit dan securities dijamin oleh modal sebesar Rp.119 bahwa setiap Rp. 0. CAR yang semakin tinggi mencerminkan bahwa permodalannya semakin baik karena modal dapat digunakan untuk menjamin pemberian kredit.92 % yang berarti bahwa setiap Rp. CAR yang rendah mencerminkan bahwa permodalan dalam bank kurang baik sehingga bank kurang mampu menutup kemungkinan terjadinya kegagalan dalam kredit dan perdagangan securities. 1. Sementara pada tahun 2001 nilai CAR bank ini terlihat sudah cukup baik. 1.34 %.dari aset dijamin oleh equity capital sebesar Rp.-.647. yakni sebesar 86.

120

menunjukkan bahwa setiap Rp. 1,- dari aset dijamin oleh equity capital sebesar Rp. 0,06357,. Berdasarkan tabel 14 terlihat bahwa rasio ini mengalami peningkatan setiap tahunnya. Peningkatan rasio ini memperlihatkan bahwa bank konvensional ini cukup mampu memperbaiki kinerja keuangannya. Meskipun mengalami kenaikan, namun nilai rasio-rasio ini tergolong masih rendah. Primary ratio yang rendah menunjukkan bahwa modal yang dimiliki bank lebih kecil dari total aset. (3) Capital ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka negatif sebesar 100,59 %, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak dapat menjamin kredit dengan equity capital yang dimilikinya. Capital ratio mengalami kenaikan menjadi 12,07 % pada tahun 2000, hal ini berarti bahwa di setiap Rp. 1,- dari kredit dijamin oleh equity capital sebesar Rp. 0,1207,-. Pada tahun 2001 capital ratio kembali meningkat menjadi 14,87 %, hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 1,- dari kredit dijamin oleh equity capital sebesar Rp. 0,1487,-.Dari tabel diatas terlihat bahwa capital ratio mengalami peningkatan tiap tahunnya. Meskipun demikian nilai rasio-rasio ini tergolong masih rendah. Capital rasio yang rendah menunjukkan bahwa bank memiliki permodalan yang kurang baik sehingga kemampuan untuk dapat menutup kredit atau pembiayaan usaha yang dilakukan oleh bank masih kurang.

121

Ditinjau

dari

pertumbuhannya,

kinerja

keuangan

bank

konvensional ini mengalami pertumbuhan yang positif pada rasio solvabilitasnya. Pertumbuhan rasio solvabilitas Bank Rakyat Indonesia dapat ditunjukkan pada tabel 16.
Tabel 16. Pertumbuhan Rasio Solvabilitas Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 Rasio CAR Primary Ratio Capital Ratio 1999 Periode 2000 106,5 % 105,7 % 111,9 % 2001 44,3 % 29,2 % 23,1 %

Sumber : Data Sekunder Diolah.

Hasil pertumbuhan rasio solvabilitas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR), primary ratio, dan capital ratio

memperlihatkan bahwa rasio-rasio tersebut mengalami pertumbuhan positif setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan nilai pada masing-masing rasio tersebut. Pertumbuhan positif pada rasiorasio solvabilitas ini mencerminkan bahwa bank cukup mampu memperbaiki permodalannya sehingga rasio-rasio solvabilitasnya terus mengalami peningkatan pada tiap tahunnya. Analisis terhadap rasio-rasio solvabilitas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR), primary ratio, dan capital ratio selama periode 1999-2001 pada Bank Rakyat Indonesia memperlihatkan bahwa nilai rasio-rasio solvabilitasnya masih rendah. Meskipun pertumbuhan rasio solvabilitas pada bank ini setiap tahunnya menunjukkan pertumbuhan yang positif akan tetapi nilai rasio rasio-

122

rasio solvabilitas yang dimiliki bank tersebut tergolong masih rendah. Hal ini mencerminkan bahwa bank tersebut masih kurang mampu memenuhi kewajiban jangka panjangnya sehingga tergolong sebagai bank umum yang kurang solvabel. c). Rentabilitas Hasil perhitungan rasio-rasio rentabilitas yang mencakup return on assets (ROA), return on equity (ROE) dan gross profit margin (GPM) pada bank konvensional ini dapat ditunjukkan pada Tabel 17.
Tabel 17. Rasio Rentabilitas Bank Rakyat Indonesia periode 1999-2001

Rasio 1999 ROA (92,35 %) ROE (107,19 %) GPM (18,37 %) Sumber: Data Sekunder diolah.

Periode 2000 (43,04 %) (874,7 %) 3,65 %

2001 1,405 % 22,10 % 27,38 %

Rasio-rasio rentabilitas yang mencakup return on asset (ROA), return on equity (ROE), dan gross profit margin (GPM) seperti yang terlihat pada tabel tersebut diatas dapat dijelaskan seperti berikut. (1) Pada tahun 1999 dan 2000 terlihat bahwa perusahaan mengalami kerugian. Hal tersebut dapat dilihat dalam ROA yang menunjukkan angka negatif yakni masing-masing sebesar 92,35 % dan 43,04 %. Hal ini menggambarkan bahwa perusahaan kurang mampu memanfaatkan aset yang dimilikinya untuk memperoleh laba atau keuntungan. Sedangkan ROA pada tahun 2001 mengalami

hal ini mencerminkan bahwa setiap ...19 % dan 874.7 %. (3) GPM pada tahun 1999 menunjukkan angka negatif sebesar 18.-. 1.01405. hal ini menunjukkan bahwa perusahaan belum mampu menghasilkan operating income dari biaya operasional yang dikeluarkannya.-. (2) Pada tahun 1999 dan 2000 terlihat bahwa ROE menunjukkan angka negatif yaitu sebesar 107.38 %. 0.123 peningkatan sebesar 1. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. Pada tahun 2001 ROE mulai mengalami peningkatan menjadi 22. 0.10 %.37 %.405 %.dari biaya operasional mampu menghasilkan operating income sebesar Rp. hal ini menggambarkan bahwa setiap Rp.405 % menunjukkan bahwa kemampuan bank dalam menghasilkan laba dari menggunakan asetnya pada tahun tersebut cukup baik. 1. Peningkatan nilai ROE pada tahun 2001 mencerminkan bahwa kemampuan bank dalam menghasilkan laba dengan menggunakan modalnya dalam tahun tersebut sudah cukup baik. Sedangkan GPM pada tahun 2000 meningkat menjadi 3.dari aset dapat menghasilkan keuntungan sebesar Rp.-.. 1.221. hal ini menunjukkan bahwa perusahaan belum mampu memperoleh laba dan efesiensi secara keseluruhan melalui penggunaan modal. Pada tahun 2001 terlihat GPM kembali mengalami peningkatan menjadi 27.0365. Kenaikan ROA pada tahun 2001 menjadi 1.dari modal mampu menghasilkan laba atau keuntungan sebesar Rp. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.65 %. 0.

0. Ditinjau dari pertumbuhannya. Pertumbuhan rasio rentabilitas Bank Rakyat Indonesia dapat ditunjukkan pada tabel 18. Pertumbuhan Rasio Rentabilitas Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 Rasio ROA ROE GPM 1999 Periode 2000 53. kinerja keuangan bank konvensional ini mengalami peningkatan dan penurunan pada rasio rentabilitasnya. dan GPM memperlihatkan bahwa rasio-rasio tersebut secara umum mengalami pertumbuhan positif setiap tahunnya. Pertumbuhan positif pada rasio-rasio rentabilitas ini pada setiap tahunnya mencerminkan bahwa bank tersebut mempunyai kemampuan untuk memperbaiki kinerja keuangannya sehingga mengalami peningkatan. ROE.2 % 102. Peningkatan nilai GPM setiap tahunnya mencerminkan bahwa kemampuan bank dalam memperoleh laba dari operasional usahanya cukup baik.02 % 119.5 % 650. .86 % 2001 103. 1..2738.-. Nilai GPM yang semakin meningkat memperlihatkan bahwa bank tersebut mampu meningkatkan kinerja keuangannya. Tabel 18.13 % Sumber : Data Sekunder Diolah Hasil perhitungan pertumbuhan rasio rentabilitas yang mencakup ROA.3 % -716.124 Rp.dari biaya operasional perusahaan mampu menghasilkan operating income sebesar Rp.

85 % 2001 1572. meskipun mengalami pertumbuhan yang positif pada tiap tahunnya.125 Berdasarkan analisis rasio-rasio rentabilitas tersebut dapat diketahui bahwa Bank Rakyat Indonesia pada tahun 1999 dan 2000 belum cukup mampu menghasilkan laba baik dari pemanfaatan aset.89 % 96. Hal ini terlihat pada masih rendahnya nilai rasio-rasio rentabilitas yang dimilikinya pada tahun tersebut.92 % 30. Efisiensi Hasil perhitungan rasio-rasio efisiensi yang mencakup leverage multipler ratio. dan modalnya sehingga tergolong bank yang kurang profitabel.52 % 118. Rasio Efisiensi Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 Rasio Leverage Multipler Ratio AUR Operating Ratio 1999 (116. asset utillization ratio (AUR) dan operating ratio pada bank konvensional ini dapat ditunjukkan pada Tabel 19. modal. Tabel 19.73 % Sumber : Data Sekunder diolah.18 % 72.06 %) Periode 2000 2031. maupun dari operasional usahanya sehingga tergolong dalam bank yang cukup profitabel.45 % 17. Hal ini mencerminkan bahwa pada tahun tersebut bank cukup mampu menghasilkan laba baik dari pemanfaatan aset. . d). Sedangkan pada tahun 2001 nilai rasio-rasio rentabilitas pada bank ini sudah terlihat cukup tinggi.59 % 13.

.08 %. Meskipun mengalami penurunan pada tahun 2001.126 Rasio-rasio efisiensi yang mencakup leverage multipler ratio (LMR).dari aset dapat menghasilkan income sebesar Rp. Meskipun rasio ini mengalami penurunan pada tahun 2000. (1) LMR pada tahun 1999 menunjukkan angka negatif sebesar 116. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.-. namun nilai LMR pada bank konvensional ini tergolong cukup tinggi.3052. 0. asset utillization ratio (AUR).-.89 % yang berarti bahwa disetiap Rp. (2) AUR pada tahun 1999 menunjukkan angka 30. 1.-.1718.85 %. 1. dan operating ratio seperti yang terlihat pada tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut. dan mengalami penurunan menjadi 1572. Sedangkan pada tahun 2000 AUR terlihat mengalami penurunan menjadi 13. Pada tahun 2000 nilai LMR meningkat menjadi 2031. 1.dari aset dapat menghasilkan income sebesar Rp.. 0.dari aset dapat menghasilkan income sebesar Rp. 0. Hal ini mencerminkan bahwa bank cukup mampu mengelola aset yang dikuasainya dengan baik. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp..52 %.18 %.1389. AUR pada tahun 2001 meningkat menjadi 17.92 % pada tahun 2001. Nilai LMR yang tinggi menunjukkan bahwa total aset bank jauh lebih besar dibandingkan dengan modal yang dimilikinya. namun pada tahun 2001 kembali meningkat. Naik turunnya nilai AUR pada tiap tahunnya . hal ini menunjukkan bahwa manajemen tidak mampu mengelola equity capital menjadi aset.

hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp..96. Semakin tinggi operating ratio maka tingkat efesiensi bank tersebut semakin rendah karena biaya operasional dan operasional yang dikeluarkan bank lebih besar dari pendapatan yang diterima.dari pendapatan yang diterima memerlukan biaya operasional dan non operasional sebesar Rp.72. 1. 1.-.-. operating ratio mengalami kenaikan menjadi 72. Ditinjau dari pertumbuhannya. 1. (3) Operating ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka 118. 1.127 mencerminkan bahwa kemampuan bank dalam memanfaatkan asetnya untuk meningkatkan pendapatan belum terlalu baik. Sedangkan pada tahun 2000 operating ratio mengalami penurunan menjadi 96.dari pendapatan yang diterima memerlukan biaya operasional dan non operasional sebesar Rp. sehingga dilihat dari operating ratio tingkat efesiensi bank ini cukup baik. 0.45 %. 0.dari pendapatan yang diterima hanya memerlukan biaya operasional dan non operasional sebesar Rp.59 %. Pada tahun 2001. Sedangkan nilai operating rasio yang semakin rendah mencerminkan bahwa bank tersebut mampu mempertahankan kinerja keuangannya. Operating ratio mengalami penurunan pada tahun 2000 dan 2001..18.-.73 %. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.. kinerja keuangan bank konvensional ini memiliki kecendrungan pertumbuhan yang berbeda . Pada tahun 1999 operating ratio memiliki nilai tertinggi.

128 pada rasio-rasio efisiensinya. Berdasarkan analisis rasio-rasio efisiensi tersebut memperlihatkan bahwa kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia pada tahun 1999 belum sepenuhnya efisien. asset utillization ratio (AUR).5 % 23. hal ini mencerminkan bahwa bank konvensional ini mempunyai kemampuan dalam memanfaatkan aset yang tersedia sehingga mampu meningkatkan kinerja keuangannya.6 % -54.6 % 2001 -22. dan operating ratio memperlihatkan bahwa rasio-rasio tersebut mengalami pertumbuhan positif dan negatif. Rasio yang mencerminkan efisiensi operasionalisasi bank ini hanya ada 1. yaitu asset utillization ratio (AUR). dan 2001 menunjukkan bahwa bank konvensional ini . Tabel 20. Pertumbuhan Rasio Efisiensi Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 Rasio LMR AUR Operating Ratio 1999 Periode 2000 1850.6 % -24. Sedangkan kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2000. Pertumbuhan negatif LMR. Pertumbuhan rasio efisiensi Bank konvensional dapat ditunjukkan pada tabel 20. Sedangkan AUR mengalami pertumbuhan yang positif.4 % -18.5 % Sumber : Data Sekunder Diolah Hasil perhitungan rasio efisiensi yang mencakup leverage multipler ratio (LMR). dan Operating ratio memperlihatkan bank tersebut kurang mampu mempertahankan kinerja keuangannya.

1 % 2001 50.65 % 177. Perbandingan Rasio Likuiditas Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 No 1 Rasio 1999 Quick Ratio . solvabilitas. Perbandingan kinerja keuangan pada kedua bank tersebut ditinjau dari rasio-rasio keuangannya yang mencakup likuiditas. C.6 % 2 . Analisis perbandingan kinerja keuangan ini bertujuan untuk mengetahui bank mana yang memiliki kinerja keuangan lebih baik antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia. Analisis perbandingan kinerja pada kedua bank tersebut tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : 1.58 % 72. Tabel 21.46 % 10.BSM 49. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Analisis perbandingan kinerja keuangan ini dimaksudkan untuk membandingkan kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia secara eksternal.BSM . rentabilitas dan efisiensi. Likuiditas Perbandingan rasio-rasio likuiditas Bank Syari’ah mandiri dan Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001 dapat ditunjukkan pada Tabel 21.129 cukup mampu meningkatkan efisiensi dalam menjalankan aktivitas perbankannya sehingga tergolong dalam bank yang cukup efesien.23 % 137.41 % 20.72 % Periode 2000 10.BRI Banking Ratio .19 % 11.

Sementara itu nilai loan to assets ratio yang semakin rendah menunjukkan bahwa kemampuan bank ini untuk memenuhi permintaan kredit atau pembiayaan usaha dari nasabah tinggi.BRI Loan to Assets Ratio .65 % 53. Oleh sebab itu Bank Rakyat Indonesia tergolong lebih liquid sehingga lebih mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya dibandingkan Bank Syari’ah Mandiri.51 % 40. Banking ratio yang semakin rendah menandakan bahwa bank ini mempunyai kemampuan yang cukup baik untuk membayar kembali kewajiban kepada nasabah yang telah menanamkan dananya dengan menggunakan depositonya.130 3 . dan loan to assets ratio Bank Rakyat Indonesia lebih rendah dibandingkan Bank Syari’ah Mandiri. Hal ini ditunjukkan baik pada nilai banking ratio.76 % 56. Hal ini mencerminkan bahwa bank tersebut mempunyai tingkat likuiditas yang cukup tinggi.29 % 8. Berdasarkan data pada tabel 21 diatas maka dapat diketahui bahwa rasiorasio likuiditas pada Bank Rakyat Indonesia menunjukkan kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan dengan Bank Syari’ah Mandiri.08 % 69.81 % 85.44 % 53. 2.73 % Sumber : Hasil Penelitian. maupun loan to assets ratio. . Selama periode 1999-2001 nilai banking ratio.93 % 42.BRI 65.BSM . Solvabilitas Perbandingan rasio-rasio solvabilitas Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001 dapat ditunjukkan pada tabel 22.

59 %) Periode 2000 57.92 % 118.17 % 6.BSM .58 % 9.87 % 2 3 Sumber : Hasil penelitian. dan capital ratio selama periode 19992001 dibandingkan dengan Bank Rakyat Indonesia.35 % 62.37 % 4.70 % 6.131 Tabel 22.07 % 2001 51.34 % 43. . Hal ini ditunjukkan dengan lebih tingginya nilai CAR. 3.5 % (100. Hal tersebut menandakan bahwa kemampuan Bank Syari’ah Mandiri dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya lebih baik bila dibandingkan dengan Bank Rakyat Indonesia sehingga tergolong bank yang cukup solvabel.41 % 12.03 % (86. Perbandingan Rasio Solvabilitas Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 No 1 Rasio 1999 CAR .BRI Primary Ratio .BSM .15 %) 907.49 % 14.BRI 88.BSM .28 %) 80.47 % 63.5 % (99. primary ratio. Rentabilitas Perbandingan rasio-rasio rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri (BSM) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) selama periode 1999-2001 dapat dilihat pada tabel 23.BRI Capital Ratio . Berdasarkan pada tabel 22 diatas maka dapat diketahui bahwa rasio-rasio solvabilitas pada Bank Syari’ah Mandiri terlihat lebih baik dibandingkan dengan Bank Rakyat Indonesia.

Perbandingan Rasio Rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 No 1 ROA ROE GPM - Rasio 1999 BSM BRI BSM BRI BSM BRI 0. Sementara pada tahun 2000.405 % 4.46 % 3.78 % 1. dan GPM maka tingkat rentabilitas kedua bank tersebut masih kurang baik sehingga tergolong sebagai bank yang kurang profitabel.7 %) 102. .047 % (107.0383 % (92.10 % (874.43 % 27. nilai rasio-rasio rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri terlihat lebih tingi sehingga tergolong sebagai bank yang cukup profitabel dibandingkan Bank Rakyat Indonesia Sedangkan pada tahun 2001 terlihat bahwa tingkat rentabilitas Bank Rakyat Indonesia lebih tinggi dibandingkan Bank Syari’ah Mandiri sehingga kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia pada tahun tersebut lebih baik daripada Bank Syari’ah Mandiri.04 %) 4. ROE.38 % 2 3 Sumber : Hasil Penelitian.1 % 19.19 %) (3791.09 % 22.59 % (43. Meskipun demikian dilihat dari rendahnya nilai ROA.65 % 2001 1.37 %) Periode 2000 2.15%) (18.132 Tabel 23. Berdasarkan pada tabel 23 diatas terlihat bahwa rasio-rasio rentabilitas pada Bank Syari’ah Mandiri pada tahun 1999 lebih tinggi dibandingkan pada Bank Rakyat Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun tersebut kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri lebih baik karena kemampuan menghasilkan labanya lebih tinggi dibandingkan dengan Bank Rakyat Indonesia.35 %) 0.

BRI Operating Ratio .60 % 72.79 % 2031.BSM .78 % 1572.BRI Periode 2000 2001 124.44 % 17.BSM .9 % (116.85 % 9.59 % 6.03 % 13.52 % 157.86 % 118. Perbandingan Rasio Efisiensi Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 No 1 Rasio 1999 Leverage Multipler Ratio .BRI AUR . dan asset utillization ratio (AUR) yang mengalami peningkatan setiap tahunnya.133 4.224 % 30.06 %) 0.BSM . Selain itu penurunan operating ratio pada setiap periode tersebut menunjukkan bahwa kemampuan bank dalam menekan biaya operasional dan non operasional untuk memperoleh laba lebih baik dari tahun sebelumnya.45 % 80. Hal ini terlihat dari rasio-rasio efisiensi yang mencakup leverage multipler ratio (LMR). Sementara pada tahun 2000-2001 tingkat efisiensi kedua bank tersebut sudah cukup baik. Meskipun demikian terlihat bahwa .92 % 13.66 % 96. Berdasarkan pada tabel 24 dapat diketahui bahwa Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia pada tahun 1999 belum terlihat efisien.89 % 228. Tabel 24.73 % Sumber : Hasil Penelitian. Efisiensi Perbandingan rasio-rasio efisiensi Bank Syari’ah Mandiri (BSM) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) selama periode 1999-2001 dapat dilihat pada Tabel 24.18 % 2 3 3891.

Pembahasan Analisis rasio keuangan berperan penting sebagai alat ukur kinerja keuangan perusahaan. Rasio likuiditas mencerminkan kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Bank Syari’ah Mandiri selama tahun 1999 tergolong sebagai bank umum syari’ah yang solvabel. akan tetapi kurang likuid. Hal ini ditunjukkan dengan lebih tingginya nilai LMR dan AUR bila dibandingkan dengan Bank Syari’ah Mandiri sehingga kemampuan Bank Rakyat Indonesia dalam mengelola dan memanfaatkan asetnya pada tahun tersebut lebih baik dibandingkan Bank Syari’ah Mandiri. Rasio solvabilitas menunjukkan kemampuan bank memenuhi kewajiban jangka panjang. kurang profitabel dan kurang efisien. Sementara. rentabilitas dan efisiensi. profitabel dan efisien. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil .134 kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2000 dan 2001 lebih baik dibandingkan Bank Syari’ah Mandiri. Rasio keuangan menunjukkan kondisi keuangan perusahaan dalam periode tertentu. rasio efisiensi mencerminkan kemampuan bank menjalankan operasionalisasi usahanya secara efisien. solvabilitas. solvabel. Sementara selama tahun 2000-2001 Bank Syari’ah Mandiri tergolong sebagai bank yang kurang likuid. Analisis rasio keuangan pada perbankan dibedakan menjadi empat yaitu likuiditas. D. Rasio rentabilitas menunjukkan kemampuan bank menghasilkan laba.

17 % 63.79 % 9. Tabel 25. Sementara banking ratio mengalami penurunan.58 % 43.41 % 137. Quick Ratio 49.81 % Solvabilitas a. ROE 0.78 % 13.0383 % b. namun masih tergolong rendah.70 % 62.44 % 80. Leverage Multipler Ratio 124. Operating Ratio 3891. Meskipun quick ratio mengalami peningkatan.224 % c. Rasio ini tidak mencapai atau mendekati 100 % sebagai rule of thumb-nya.43 % 2 3 4 157.1 % 53. GPM Efesiensi a. ROA 0.047 % (3791.9 % b.61 % 69. Capital Ratio 907.86 % Periode 2000 10.59 % b. tetapi masih tergolong cukup tinggi. Loan to Assets Ratio 8.10 % 102.03 % c.37 % 118.59 % 4. AUR 0.93 % 51. Banking Ratio c.66 % 228.03 % 6.72 % b.19 % 72.46 % 177.51 % 57.135 rekapitulasi rasio keuangan Bank Syari’ah Mandiri seperti yang ditunjukkan pada Tabel 25.41 % 2.60 % Sumber : Hasil Penelitian Berdasarkan pada tabel 25 diatas terlihat bahwa kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri selama periode 1999-2001 dari rasio likuiditasnya tergolong masih kurang baik.78 % 4. Banking ratio yang tinggi menandakan bahwa bank syari’ah ini membutuhkan jumlah dana yang lebih besar untuk .09 % 19. Primary Ratio 80.5 % Rentabilitas a.46 % 2001 50. CAR 88. Rekapitulasi Rasio Keuangan Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 No 1 Rasio 1999 Likuiditas a.15%) c.49 % 1.

136 membiayai pembiayaannya. maupun operasional usahanya sehingga tergolong bank yang cukup profitabel. akan tetapi bank syari’ah ini dapat dikatakan sudah cukup mampu menghasilkan laba baik dari pemanfaatan aset. Meskipun nilai rasio ini mengalami penurunan pada tahun 2001. . dilihat dari loan to assets ratio. Oleh karena itu semakin besar nilai rasio ini berarti bank syari’ah semakin tidak liquid karena total deposito yang semakin besar maka tuntutan terhadap bank tersebut dalam memenuhi kewajibannya kepada para nasabah juga semakin besar. Kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri selama periode 1999-2001 dilihat dari rasio solvabilitasnya tergolong cukup baik. Kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri selama periode 1999 dilihat dari rasio rentabilitasnya terlihat belum cukup baik. Meskipun primary ratio mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun tersebut permodalan dalam bank cukup baik sehingga bank mampu menutup kemungkinan terjadinya kegagalan dalam pembiayaannya. kinerja keuangan bank syari’ah ini juga masih kurang liquid. Sementara pada tahun 2000-2001 dilihat dari rasio rentabilitasnya terlihat cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai loan to assets ratio yang semakin meningkat setiap tahunnya. Hal tersebut ditunjukkan oleh rendahnya nilai rasio-rasio rentabilitas yang dimilikinya pada tahun tersebut. modal. Selain itu. Nilai rasio yang semakin tinggi menandakan bahwa kemampuan bank untuk memenuhi permintaan kredit atau pembiayaan dari nasabah masih rendah. akan tetapi nilai CAR dan capital ratio pada bank syari’ah ini tergolong cukup tinggi.

Pada tahun 2000 Bank Rakyat Indonesia tergolong sebagai bank yang likuid. serta kurang efisien.65 % 53. Kondisi keuangan bank ini dapat dilihat dari hasil rekapitulasi rasio keuangan yang terdapat pada Tabel 26. Rekapitulasi Rasio Keuangan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 No 1 Rasio 1999 Likuiditas a. kurang solvabel dan profitabel. kurang solvabel dan profitabel. Sementara Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada tahun 1999 tergolong sebagai bank umum konvensional yang liquid. Sementara pada tahun 2000-2001 dilihat kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri dilihat dari rasio efisiensinya sudah terlihat cukup baik. kurang solvabel.29 % Periode 2000 10. akan tetapi peningkatan terhadap nilai leverage multipler ratio dan assets utillization ratio pada tiap tahunnya menunjukkan bahwa bank syari’ah ini sudah cukup mampu mengelola dan memanfaatkan asetnya sehingga tergolong sebagai bank yang cukup efisien.137 Kinerja keuangan Bank syari’ah Mandiri pada tahun 1999 dilihat dari rasio-rasio efisiensinya masih tergolong kurang baik. Tabel 26. Sedangkan pada tahun 2001 Bank Rakyat Indonesia tergolong sebagai bank umum yang liquid.23 % 56. Banking Ratio 11. akan tetapi cukup efisien.44 % 2001 20. Meskipun 2001 nilai operating ratio pada bank syari’ah ini tergolong cukup tinggi.08 % . Quick Ratio b. akan tetapi cukup profitabel dan efisien.58 % 65. Hal ini ditunjukkan oleh rendahnya nilai AUR dan tingginya nilai operating ratio yang dimiliki oleh bank pada tahun tersebut.

38 % (116.138 c.357 % 14.89 % 96.92 % 12. Hal ini . Capital Ratio Rentabilitas a.19 %) (18.7 %) 3.65 % (99. GPM Efisiensi a. Semakin rendah banking ratio dan loan to assets ratio maka tingkat likuiditasnya semakin tinggi. Hal ini terlihat pada nilai rasio-rasio solvabilitasnya yang tergolong rendah.15 %) (100.07 % (43.73 % 9.87 % 1. Leverage Multipler Ratio b.18 % 72.52 % 118.76 % 6.10 27.47 % 4. Primary Ratio c.04 %) (874.65 % 42. Meskipun quick ratio rendah.34 % 6. 2 3 4 Loan to Ratio Solvabilitas a. CAR b.85 % 13.59 % 2031. ROA b.28 %) (86.59 %) (92.73 % Sumber : Hasil Penelitian Berdasarkan pada tabel 26 diatas terlihat bahwa kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001 dari rasio likuiditasnya tergolong cukup baik.35 %) (107.45 % 1572. akan tetapi penurunan terhadap banking ratio dan loan to assets ratio pada tiap tahunnya menunjukkan bahwa bank konvensional ini mempunyai tingkat likuiditas yang cukup baik. AUR c. Operating Ratio Assets 85. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan bank untuk memenuhi permintaan kredit dari nasabah dengan menggunakan depositonya cukup tinggi sehingga bank tidak memerlukan jumlah dana yang lebih besar untuk membiayai kreditnya.405 % 22.92 % 17. Kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001 dilihat dari rasio solvabilitasnya tergolong masih kurang baik. ROE c.37 %) 40.06 %) 30.

Perbandingan kinerja keuangan terhadap kedua bank tersebut ditinjau dari rasio-rasio keuangan yang mencakup likuiditas. modal. Rasio yang mencerminkan efisiensi operasionalisasi bank ini hanya ada 1. Pada tahun 2001 tingkat rentabilitas bank ini tergolong cukup tinggi. Analisis perbandingan kinerja keuangan yang dilakukan secara eksternal antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia dimaksudkan untuk mengetahui bank mana yang memiliki kinerja keuangan yang lebih baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rasio-rasio rentabilitas yang rendah. dan 2001 menunjukkan bahwa bank konvensional ini cukup mampu meningkatkan efesiensi dalam menjalankan aktivitas perbankannya sehingga tergolong dalam bank yang cukup efisien. solvabilitas. Kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia pada tahun 1999 dilihat dari rasio efisiensinya belum terlihat cukup baik. sehingga kemampuan bank dalam menghasilkan laba masih rendah. Hal ini ditunjukkan dengan nilai ROA. maupun operasional usahanya sehingga tergolong bank yang cukup profitabel. yaitu asset utillization ratio (AUR). Sedangkan kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2000.139 menunjukkan bahwa kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya masih rendah sehingga tergolong bank yang kurang solvabel. dan GPM yang meningkat dari tahun sebelumnya sehingga pada tahun tersebut bank konvensional ini dapat dikatakan sudah cukup mampu menghasilkan laba baik dari pemanfaatan aset. . Kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2000 dilihat dari rasio rentabilitasnya terlihat masih kurang baik. ROE.

29 % 10.03 % (86.BRI c.59 % (43.04 %) 4.78 % 1.BRI c.1 % 53.BSM .65 % 53.38 % . Loan to Assets Ratio .BRI Periode 2000 2001 49.19 % 11.41 % 12.44 % 50. Capital Ratio .5 % (99. Rekapitulasi Perbandingan Rasio Keuangan Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 No 1 Rasio 1999 Likuiditas a.37 %) 2.76 % 69.70 % 6.08 % 8.BRI b. dan efisiensi.49 % 14.47 % 63.46 % 10.87 % 3 0.58 % 9.58 % 72.51 % 40.5 % (100.7 %) 102.65 % 1. Banking Ratio .BRI Solvabilitas a. Quick Ratio .65 % 177. CAR . ROE .BSM .93 % 42.BSM .BSM .23 % 137. GPM .BSM .140 rentabilitas.047 % (107.43 % 27.09 % 22.37 % 4.15 %) 907. Hasil analisis perbandingan kinerja keuangan antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia dapat ditunjukkan dengan hasil rekapitulasi rasio keuangan Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia seperti yang ditunjukkan pada tabel 27.81 % 85.72 % 65.405 % 4.BRI c.BRI b.BRI b.34 % 43.28 %) 80.35 % 62.10 % (874.15%) (18. Tabel 27.07 % 51.BSM .41 % 20.92 % 118.BRI Rentabilitas a.BSM .BSM .17 % 6. ROA .1 % 19.6 % 56.46 % 3.59 %) 57. Primary Ratio .0383 % (92.BSM .73 % 2 88.19 %) (3791.35 %) 0.

03 % 13. yaitu sebesar 11. Nilai loan to assets ratio juga meningkat.79 % 228. Meskipun quick ratio masih tergolong rendah.29 % pada tahun 1999. 53.85 % 1572.224 % 30.9 % 157.58 % pada tahun 1999.51 % pada tahun 2000.86 % 118. 10.89 % 6.92 % 0. Hal ini terlihat pada nilai banking ratio yang mengalami penurunan yakni sebesar 65.141 4 Efisiensi a. Hal ini terlihat pada nilai quick ratio yang masih tergolong rendah yakni 49. AUR .41 % pada tahun 2001. Kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio likuiditas selama periode 1999-2001 tergolong masih kurang baik sehingga tergolong bank yang kurang liquid.44 % 17.78 % (116.93 % pada tahun 2001.BRI c. dan 69.18 % 80.73 % Berdasarkan pada tabel 27 diatas.BRI 124. maka terlihat bahwa : 1. Sementara banking ratio terus mengalami peningkatan menjadi 72.BSM . dan 137.45 % 13.06 %) 2031.BRI b.61 % pada tahun 2001.BSM . Sedangkan kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas selama periode 1999-2001 cukup baik sehingga tergolong bank yang liquid.72 % pada tahun 1999.19 % pada tahun 1999.52 % 3891.1 % pada tahun 2000.23 % pada tahun 2001 akan tetapi penurunan dan rendahnya banking ratio serta loan to assets ratio mencerminkan bahwa tingkat likuiditas bank konvensional ini cukup baik. dan 50. Leverage Multipler Ratio . dan 20. Operating Ratio . 177.66 % 96.46 % pada tahun 2000.44 % .59 % 9. 10. yakni 53.BSM .60 % 72.65 % pada tahun 2000.

dan 56.41 % pada tahun 2000. Hal ini terlihat pada nilai ROA sebesar 0. 3. 2.59 % pada tahun 1999. Meskipun nilai rasio ini mengalami penurunan pada tahun 2001.5 % pada tahun 1999.0383 % pada tahun 1999.07 % pada tahun 2000. 2.142 pada tahun 2000. Sedangkan kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio solvabilitas masih tergolong kurang baik sehingga termasuk bank yang kurang solvabel. 57.08 % pada tahun 2001. 118. Hal ini terlihat pada nilai CAR yang cukup tinggi pada bank ini yaitu sebesar 88. dan 42.49 % pada tahun 2001.59 % pada . akan tetapi bank syari’ah ini cukup mampu menghasilkan laba baik dari pemanfaatan aset. modal. 12.28 % pada tahun 1999.73 pada tahun 2001. Hal ini terlihat pada nilai rasio-rasio solvabilitasnya yang rendah. Selain itu loan to assets ratio juga tergolong rendah yakni sebesar 40. maupun operasional usahanya. dan 51. dan 14. dan 9.17 % pada tahun 2000. Selain itu capital ratio juga tergolong tinggi yakni sebesar 907. dan 62. 6. Nilai CAR pada bank ini menunjukkan angka negatif sebesar 99.76 % pada tahun 2000.58 % pada tahun 2001. Kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio rentabilitas pada tahun 1999 terlihat belum cukup baik sehingga termasuk bank yang kurang profitabel. Sementara capital ratio juga menunjukkan angka negatif sebesar 100.87 % pada tahun 2001.47 % pada tahun 2000. Kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio solvabilitas selama periode 1999-2001 terlihat cukup baik.34 % pada tahun 2001.59 % pada tahun 1999.

44 % pada tahun 2001.65 % pada tahun 2000. dan tingginya operating ratio yaitu sebesar 3891. dan 13.79 % pada tahun 2000. Sedangkan kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio rentabilitas selama periode 1999-2000 tergolong masih kurang baik sehingga termasuk bank yang kurang profitabel. ROE sebesar 22.19 % dan 874.1 % pada tahun 2000. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan nilai LMR sebesar 157. Hal ini terlihat pada nilai ROA yang menunjukkan angka negatif pada tahun 1999 dan 2000.143 tahun 2000. Sementara nilai GPM juga menunjukkan angka negatif sebesar 18. Selain itu nilai operating . 4. Kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri dilihat dari rasio efisiensi pada tahun 1999 terlihat masih kurang baik.86 % pada tahun tersebut.43 % pada tahun 2001. Selain itu nilai GPM sebesar 102. dan 228.37 % pada tahun 1999.78 % pada tahun 2001.224 %. Sedangkan pada tahun 2001. dan GPM sebesar 27. 4. dan 1.46 % pada tahun 2000.78 % pada tahun 2001.38 %.047 % pada tahun 1999. Nilai ROE juga menunjukkan angka negatif pada tahun 1999 dan 2000 yakni sebesar 107.09 % pada tahun 2001.405 %.35 % dan 43. dan meningkat menjadi 3. Hal ini tercermin pada nilai ROA sebesar 1.04 %. yaitu sebesar 92. dan 4.7 %. Sementara selama periode 2000-2001 tingkat efisiensi bank ini terlihat cukup baik sehingga tergolong bank yang cukup efisien. Hal tersebut ditunjukkan oleh rendahnya nilai AUR yaitu sebesar 0.10 %. sementara nilai ROE sebesar 0. tingkat rentabilitas bank ini tergolong cukup baik. Sementara nilai AUR juga mengalami peningkatan sebesar 9. dan 19.03 % pada tahun 2000.

dan 80. dan tingginya nilai operating ratio. dan efisiensi yang dibandingkan dengan nilai standar tingkat kesehatan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. rentabilitas. operating ratio juga mengalami penurunan sebesar 96.89 % pada tahun 2000. Meskipun nilai AUR tergolong rendah. AUR sebesar 30. . solvabilitas. dan 72. Selain itu.92 % pada tahun 2001.18 % pada tahun 2001 akan tetapi peningkatan pada nilai AUR dan rendahnya menurunkan nilai operating ratio mencerminkan bahwa tingkat efisiensi pada tahun tersebut cukup baik. Tingkat efisiensi bank ini tergolong cukup baik pada tahun 2000 dan 2001. dan 17. yakni sebesar 118. yakni 13.52 %. Sedangkan kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio efisiensi selama tahun 1999 juga tergolong masih kurang baik.73 % pada tahun 2001. dan 1572.45 % pada tahun 2000. Hal ini ditunjukkan dengan nilai LMR yang tergolong tinggi. yakni sebesar 2031.06 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat pula diketahui tingkat kesehatan kedua bank tersebut.66 % pada tahun 2000.85 % pada tahun 2000.60 % pada tahun 2001.59 %. Hal ini tercermin dari rendahnya nilai LMR yaitu menunjukkan angka negatif sebesar 116.144 ratio juga menurun menjadi 6. Tingkat kesehatan Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia dapat dilihat dari rasio-rasio likuiditas.

ROA .5 % − 1. Bank Syari’ah Mandiri tergolong lebih sehat dibandingkan . Tingkat kesehatan bank juga dapat dilihat dari rasio-rasio solvabilitas. dan 85 % − 100 % 8% 3%−6% 10 % − 20 % 0. Dilihat dari CAR.ROE Efisiensi .145 Tabel 28. Nilai banking ratio yang lebih besar dari standar BI menunjukkan bahwa bank tersebut membutuhkan jumlah dana yang lebih besar untuk membiayai kredit yang diberikannya sehingga tingkat likuiditas bank tersebut tergolong rendah. Hal ini ditunjukkan dengan quick ratio yang lebih tinggi dari ketentuan Bank Indonesia yaitu berkisar antara 15 % − 20 %. Dilihat dari banking ratio.CAR . Bank Rakyat Indonesia terlihat lebih sehat dibandingkan Bank Syari’ah Mandiri karena nilai banking ratio yang dimiliki bank tersebut belum melewati dari standar yang ditetapkan yaitu 75 % − 85 % dan 85 % − 100 %. Nilai Standar Tingkat Kesehatan Bank Indonesia Rasio Likuiditas .Banking Ratio Solvabilitas .25 % 5 % − 12 % 94 % − 96 % Dilihat dari quick ratio. Semakin besar quick ratio maka semakin tinggi pula tingkat likuiditas bank tersebut karena bank dapat menjamin pengembalian dana pihak ketiganya.Quick Ratio .Primary Ratio .Operating Ratio Nilai Standar BI 15 % − 20 % 75 % − 85 %. Bank Syari’ah Mandiri pada tahun 1999 dan 2001 tergolong cukup sehat bila dibandingkan Bank Rakyat Indonesia.Capital Ratio Rentabilitas .

Bank Syari’ah Mandiri lebih sehat dibandingkan Bank Rakyat Indonesia karena rasionya lebih tinggi dari standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu 10 % − 20 %. Dilihat dari primary ratio. Hal ini mencerminkan bahwa permodalannya semakin baik karena dapat digunakan untuk menjamin pemberian kredit atau pembiayaan. Sedangkan pada tahun 2000-2001. Bank Syari’ah Mandiri lebih sehat dibandingkan dengan Bank Rakyat Indonesia karena nilai rasio ini lebih besar dari standar yang ditetapkan yaitu antara 3 % − 6 %. Hal ini menunjukkan bahwa permodalan bank tersebut cukup baik sehingga dapat menutup kredit atau pembiayaan usaha yang diberikan oleh bank. Semakin tinggi capital ratio maka tingkat solvabilitas bank tersebut semakin baik. Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio rentabilitasnya pada tahun 1999 tergolong kurang sehat karena nilai ROA lebih rendah dari standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Nilai ROA yang rendah menunjukkan bahwa bank tersebut kurang mampu menghasilkan laba dengan menggunakan aset yang dimilikinya. Semakin tinggi nilai CAR maka tingkat solvabilitas bank tersebut semakin baik. Bank Syari’ah Mandiri dilihat dari ROA tergolong cukup sehat dibandingkan Bank Rakyat Indonesia.146 Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001 karena nilai CARnya lebih dari standar yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu sebesar 8 %. Nilai primary ratio yang tinggi menunjukkan bahwa bank tersebut cukup mampu menutup setiap penurunan total aset yang dimilikinya dengan modal yang tersedia sehingga tingkat solvabilitasnya tergolong cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan ROA yang . Sementara dilihat dari capital ratio.

Sementara pada tahun 2001. Selain dari rasio likuiditas. Hal ini ditunjukkan dengan nilai operating ratio yang melewati dari standar yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu sebesar 94 % − 96 %. Sementara dilihat dari ROE. Bank Syari’ah Mandiri tergolong sehat dibandingkan Bank Rakyat Indonesia karena rasionya lebih kecil dari standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. selama tahun 1999 kondisi kedua bank tergolong kurang sehat. .5 % − 1. kedua bank ini tergolong cukup sehat. kedua bank ini pada tahun 1999-2000 tergolong kurang sehat karena nilai rasionya lebih rendah dari standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu berkisar antara 5 % − 12 %.147 melebihi standar Bank Indonesia.25 %. Bank Rakyat Indonesia lebih sehat karena nilai operating rationya lebih kecil dibanding dengan Bank Syari’ah Mandiri. Meskipun demikian. Sedangkan pada tahun 2001 Bank Rakyat Indonesia tergolong sehat dibandingkan Bank Syari’ah Mandiri karena ROE lebih besar dari standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Standar ROA yang ditetapkan Bank Indonesia berkisar antara 0. dan rentabilitas tingkat kesehatan bank juga dapat dilihat dari rasio efisiensi. Semakin tinggi nilai operating ratio maka tingkat efisiensi yang dimiliki bank tersebut semakin rendah. Sedangkan pada tahun 2000. solvabilitas. Berdasarkan nilai operating rationya. Nilai ROE yang rendah menunjukkan bahwa bank tersebut masih kurang mampu menghasilkan laba dengan menggunakan modal yang dimilikinya. Hal terjadi karena biaya operasi dan biaya non operasional yang dikeluarkan oleh bank tersebut lebih besar dari pendapatan yang diterima.

Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio likuiditas. dan efisiensi pada tahun 2000 tergolong sebagai bank umum likuid. tetapi cukup efisien. rentabilitas.148 BAB V PENUTUP A. dan kurang efisien. kurang profitabel. dan efisien. solvabilitas. dan efisiensi pada tahun 1999 tergolong sebagai bank umum likuid. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan data dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain : 1. dan efisiensi tergolong sebagai bank umum likuid. profitabel. kurang solvabel dan profitabel. rentabilitas. Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas. rentabilitas. kinerja keuangan PT. unsolvable. Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio likuiditas. kurang profitabel dan kurang efisien. Kinerja keuangan PT. Sementara kinerja keuangan PT. solvabel. unsolvable. Sementara kinerja keuangan PT. Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas. solvabilitas. 2. rentabilitas. Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas. tetapi cukup solvabel. rentabilitas. solvabilitas. dan efisien. Kinerja keuangan PT. . solvabilitas. Sedangkan pada tahun 2001. dan efisiensi pada tahun 1999 tergolong sebagai bank umum yang kurang likuid. dan efisiensi selama periode 2000-2001 tergolong sebagai bank umum yang kurang likuid. profitabel. solvabilitas.

menutup setiap penurunan total aset yang dimilikinya. Hal ini karena equity capital atau modal sendiri yang dimiliki PT. Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio likuiditasnya memperlihatkan bahwa PT. Bank Rakyat Indonesia untuk menjalankan operasionalisasinya pada periode tersebut belum cukup mampu digunakan untuk menjamin pemberian kredit. Hal ini dapat dipahami karena PT. Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio solvabilitasnya memperlihatkan bahwa PT. Bank Syari’ah Mandiri sehingga total assets. Bank Rakyat Indonesia mengalami negative spread sehingga ikut pula mempengaruhi permodalan yang dimilikinya. Perbandingan kinerja keuangan secara eksternal antara PT. Bank Rakyat Indonesia selama periode 19992001 memiliki kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan PT. Bank Rakyat Indonesia telah lama menjalankan kegiatan operasionalnya dibandingkan PT. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio rentabilitasnya . 5. serta menutup kredit atau pembiayaan usaha yang diberikannya. Perbandingan kinerja keuangan secara eksternal antara PT. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. Bank Syari’ah Mandiri selama periode 19992001 memiliki kinerja keuangan yang lebih dibandingkan PT. Selama periode 1999-2000 PT. Bank Syari’ah Mandiri. Bank Rakyat Indonesia. Perbandingan kinerja keuangan secara eksternal antara PT.149 3. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. total deposit. 4. Bank Syari’ah Mandiri. serta kemampuan dalam mengelola likuiditasnya lebih baik dibandingkan PT.

Sedangkan pada tahun 2001. Hal tersebut terjadi karena selama tahun 1999-2000.150 memperlihatkan bahwa kedua bank tersebut pada tahun 1999 belum cukup profitabel. akan tetapi kemampuannya dalam memperoleh laba melalui penggunaan modal. Hal ini karena total aset dan total equity yang dimilikinya belum sebesar PT. PT. Bank Rakyat Indonesia yang telah puluhan tahun beroperasi. 6. dilihat dari rasio rentabilitasnya memperlihatkan bahwa PT. dan operasional usahanya masih belum sebesar PT. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. Sementara pada tahun 2000 PT. Bank Rakyat Indonesia. Bank Syari’ah Mandiri juga cukup mampu menghasilkan keuntungan. Bank Syari’ah Mandiri yang menggunakan prinsip bagi hasil dalam kegiatan operasionalnya cukup mampu menghasilkan laba baik dari pemanfaatan aset. Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio efisiensinya memperlihatkan bahwa pada tahun 1999 kedua bank tersebut sama-sama . Sementara PT. Sementara PT. modal. maupun operasional usahanya. PT. Bank Syari’ah Mandiri memiliki kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan PT. Bank Rakyat Indonesia mengalami keuntungan yang besar melalui pendapatan bunga. Perbandingan kinerja keuangan secara eksternal antara PT. dilihat dari rasio rentabilitasnya tergolong cukup profitabel. Bank Rakyat Indonesia memiliki kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan PT. Bank Rakyat Indonesia mengalami negative spread atau keuntungan minus akibat bunga yang dibayar lebih tinggi daripada bunga yang diperolehnya. Bank Syari’ah Mandiri. Bank Rakyat Indonesia. Pada tahun ini.

B. maupun penempatan pada bank lain sesuai dengan peningkatan total deposito yang diterima dari pemilik dana agar dapat mencapai keseimbangan posisi likuiditas sehingga mampu memenuhi kewajiban kepada para pemilik dana baik pada saat penarikan tunai maupun jatuh tempo pengembalian.151 masih kurang baik. surat berharga. Bank Rakyat Indonesia telah lama beroperasi dibandingkan PT. Hal ini dapat pahami karena PT. giro. PT. Saran Berdasarkan kesimpulan tersebut dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut : 1. . Bank Rakyat Indonesia pada tahun tersebut tingkat efisiensinya juga masih kurang baik karena dampak dari negative spread yang mempengaruhi equity capital yang dimilikinya. Sedangkan PT. Pada tahun tersebut. Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio efisiensinya memiliki kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan PT. Bank Syari’ah Mandiri. Bank Syari’ah Mandiri. Sementara selama periode 2000-2001 PT. Bank Syari’ah Mandiri perlu meningkatkan aset likuidnya baik dalam bentuk kas. Bank Syari’ah Mandiri baru saja berdiri sehingga kemampuannya dalam mengelola dan memanfaatkan asetnya masih belum baik. PT. Bank Syari’ah Mandiri yang belum lama beroperasi sehingga kemampuannya dalam mengelola dan memanfaatkan aset untuk memperoleh keuntungan lebih baik dibandingkan PT.

152 2. . Bank Syari’ah Mandiri dan PT. Bank Rakyat Indonesia perlu meningkatkan kemampuannya dalam mengelola aset dan meminimalkan biaya operasional dan non operasional sehingga aktivitas atau operasionalisasi usaha perbankan yang dijalankan dapat mencapai efisien. return on equity (ROE) maupun gross profit margin (GPM) karena baik atau tidaknya bank dalam memperoleh laba mempengaruhi jumlah investor yang akan menanamkan modalnya. PT. Bank Rakyat Indonesia perlu meningkatkan rentabilitasnya baik dalam bentuk return on assets (ROA). Bank Rakyat Indonesia perlu membenahi sistem permodalannya dengan melakukan peningkatan modal untuk setiap peningkatan aset sehingga modal yang tersedia dalam perusahaan dapat digunakan untuk menjamin pemenuhan kewajiban dalam jangka panjang. 3. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. 4. PT. PT.

Skripsi Program Sarjana. ”Analisis Laporan Keuangan”.id. Yogyakarta. ”Standar Akuntansi Keuangan”. Faisal. Jakarta. Bumi Aksara. et al. http ://www. Jakarta. Universitas Janabadra. AMP-YKPN. Yogyakarta. Desty Damayanti. ”Analisis Kinerja Keuangan dan Tingkat Kepailitan Perusahaan Perbankan di Indonesia Sebelum dan Sesudah Divestasi”.. Senayan Abadi Publishing. Iqbal Hasan. ”Analisis Data Penelitian Dengan Statistik”. Bank Indonesia. Ikatan Akuntansi Indonesia. Jurusan Akuntansi. Yogyakarta. 2006. . Yogyakarta. Skripsi Program Sarjana. Jakarta. Indrianto. Fakultas Ilmu Sosial. ”Analisa Laporan Keuangan Perbankan”. Salemba Empat. Nur dan Bambang Supomo. Iman Hilman. 2005. Jakarta. ”Manajemen Perbankan”. Kasmir. UMM Press. 2003. Martono. ”Manajemen Perbankan Untuk Akuntansi dan Manajemen”. Ekonisia. BI. Tbk”. 2002. BI. ”Dasar-Dasar Manajemen Keuangan”. 1993. Yogyakarta. ”Alat-Alat Analisis Dalam Pembelanjaan Perusahaan”. BPFE. RajaGrafindo Persada. 2002. Alwi Syafarudin. Yogyakarta. Fitri Dian Anggraini. Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi. PT. 2003. Hanafi.bi. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya”. . Andi Offset. 1997. M. 2005. Universitas Negeri Yogyakarta. ”Perbankan Syari’ah Masa Depan”. 1996. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lain”. Mamduh dan Abdul Halim.go. Yogyakarta. ”Analisis Kinerja Kinerja Keuangan Bank Dengan Metode CAMEL : Studi Kasus Pada Bank Global Internasional. Malang. Yogyakarta. 2003. UMM Press.153 DAFTAR PUSTAKA Abdullah.

dan Implementasi Operasional Bank Syari’ah”. Yogyakarta. Totok Budi Santoso. ”Panduan Akuntansi Syari’ah”. ”Teknik Perhitungan Bagi Hasil dan Profit Margin Pada Bank Syari’ah”. 1999. Warkum Sumitro. 2005. Widodo. Djambatan. Bandung. 2002. 1996. Gema Insani Press. Skripsi Sarjana. 2001.id. 2001. . BPFE. Wiroso. Munawir. Jakarta. Sri Susilo. Hernanto. UII Press. Tim Pengembangan Perbankan Syari’ah IBI.Syariahmandiri. BPFE. ”Penghimpunan Dana dan Distribusi Hasil Usaha Bank Syari’ah”. Muljono. Jakarta. ”Bank Budgeting. 1996. Profit Planning & Control. Ekonisia. ”Azaz-Azaz Perbankan Islam dan Lembaga-Lembaga Terkait”.Bri. ”Manajemen Keuangan”. 1999. PT. Mizan.id. Dawam Raharjo.154 Muhammad. Yogyakarta. 2000. Yogyakarta. Liberty. . Jakarta. PT. Sugiyono.co. Grasindo. Lembaga Studi Agama dan Filsafat. Grafindo Persada. ”Konsep.co. 1992. ”Analisa Laporan Keuangan”. Jakarta. 2004. Alvabeta. ”Bank Syari’ah dari Teori ke Praktek”. 2004. Jakarta. Agus. Www. ”Islam dan Transformasi Sosial-Ekonomi”. ”Analisa Laporan Keuangan Untuk Perbankan”. ”Metode Penelitian Bisnis”. Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta-SEM Institute. 2005. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lain”. Yogyakarta. ”Analisa Komparasi Kinerja Keuangan Antara Perbankan Konvensional dan Perbankan Syari’ah”. Yogyakarta. Muhammad Syafi’i Antonio. Muh. . 2007. Sutriyani. Www. Bandung. Produk. ”Manajemen Dana Bank Syari’ah”. Yogyakarta. Sartono. Djambatan. Jakarta. 1999. Sigit Triandaru. Salemba Empat. Yogyakarta. Teguh Pudjo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful