Teknologi Tepat Guna 2011

Proses PemisahanEkstraksi
Proses Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan dari bahan padat maupun bahan cair dengan bantuan pelarut. Pelarut yang digunakan harus dapat mengekstrak substansi yang diinginkan tanpa melarutkan material lainnya. Ekstraksi merupakan proses pemisahan suatu bahan dari campurannya, ekstraksi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ekstraksi menggunakan pelarut didasarkan pada kelarutan komponen terhadap komponen lain dalam campuran (Suyitno, 1989). Tehnik ekstraksi lainnya misalnya menggunakan air untuk mengambil pigmen alami dari tumbuhan, seperti: daun, dll. Contoh: Ekstraksi pigmen biru dari daun tanaman Baphicacanthus cusia Brem dan Indigofera tintoria Linn (Tanaman asli negeri Gajah Thailand). ekstraksi betasianin pada tanaman suku Amarantaceae dapat dilakukan dengan 2 tahap yaitu ekstraksi dengan menggunakan air kemudian dilanjutkan dengan menggunakan metanol 80%. Namun ekstraksi pewarna alami dengan metanol, diragukan aspek keamanan pangannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju ekstraksi adalah      Tipe persiapan sampel Waktu ekstraksi Kuantitas pelarut Suhu pelarut Tipe pelarut

Secara umum, terdapat empat situasi dalam menentukan tujuan ekstraksi: 1. Senyawa kimia Telah diketahui identitasnya untuk diekstraksi dari organisme. Dalam kasus ini, prosedur yang telah dipublikasikan dapat diikuti dan dibuat modifikasi yang sesuai untuk mengembangkan proses atau menyesuaikan dengan kebutuhan pemakai. 2. Bahan diperiksa Untuk menemukan kelompok senyawa kimia tertentu, misalnya alkaloid, flavanoid atau saponin, meskipun struktur kimia sebetulnya dari senyawa ini bahkan keberadaannya belum diketahui. Dalam situasi seperti ini, metode umum yang dapat digunakan untuk senyawa kimia yang diminati dapat diperoleh dari pustaka. Hal ini diikuti dengan uji kimia atau kromatografik yang sesuai untuk kelompok senyawa kimia tertentu

Mechanical Engineering

1

Sifat senyawa Yang akan diisolasi belum ditentukan sebelumnya dengan cara apapun. maka larutan terpekat akan berdifusi keluar sel dan proses ini akan berulang terus sampai terjadi keseimbangan antara konsentrasi cairan zat aktif di dalam dan di luar sel.Teknologi Tepat Guna 2011 3. 4. Selama proses maserasi dilakukan pengadukan dan penggantian cairan penyari setiap hari. Keuntungan dari metode ini adalah peralatannya sederhana. baik yang dipilih secara acak atau didasarkan pada penggunaan tradisional untuk mengetahui adanya senyawa dengan aktivitas biologi khusus. dan biasanya dibuat dengan cara. zat aktif akan larut dalam pelarut organik di luar sel. misalnya Tradisional Chinese medicine (TCM) seringkali membutuhkan herba yang dididihkan dalam air dan dekok dalam air untuk diberikan sebagai obat. Situasi ini (utamanya dalam program skrining) dapat timbul jika tujuannya adalah untuk menguji organisme. Sedang kerugiannya antara lain waktu yang diperlukan untuk mengekstraksi sampel Mechanical Engineering 2 . Peristiwa tersebut berulang sampai terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan di luar sel dan di dalam sel. Organisme (tanaman atau hewan) Digunakan dalam pengobatan tradisional. Maserasi merupakan cara penyarian sederhana yang dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari selama beberapa hari pada temperatur kamar dan terlindung dari cahaya. Endapan yang diperoleh dipisahkan dan filtratnya dipekatkan. Proses ini harus ditiru sedekat mungkin jika ekstrak akan melalui kajian ilmiah biologi atau kimia lebih lanjut. Prinsip ekstraksi :  PrinsipkMaserasi :Penyarian zat aktif yang dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari yang sesuai selama tiga hari pada temperatur kamar terlindung dari cahaya. Proses pengekstraksian komponen kimia dalam sel tanaman yaitu pelarut organik akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif. cairan penyari akan masuk ke dalam sel melewati dinding sel. Larutan yang konsentrasinya tinggi akan terdesak keluar dan diganti oleh cairan penyari dengan konsentrasi rendah ( proses difusi ). khususnya jika tujuannya untuk memvalidasi penggunaan obat tradisional. Metode maserasi digunakan untuk menyari simplisia yang mengandung komonen kimia yang mudah larut dalam cairan penyari. Isi sel akan larut karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan di dalam sel dengan di luar sel. tiraks dan lilin. tidak mengandung benzoin.

uap cairan penyari terkondensasi menjadi molekul-molekul air oleh pendingin balik dan turun menyari simplisia dalam klongsong dan selanjutnya masuk kembali ke dalam labu alas bulat setelah melewati pipa sifon Keuntungan metode ini adalah:    Dapat digunakan untuk sampel dengan tekstur yang lunak dan tidak tahan terhadap pemanasan secara langsung. misalnya heksan :diklormetan = 1 : 1.Teknologi Tepat Guna 2011 cukup lama. tiraks dan lilin. mungkin tidak cocok untuk menggunakan pelarut dengan titik didih yang terlalu tinggi. Bila dilakukan dalam skala besar. cairan penyari dipanaskan sehingga menguap. ekstrak yang terkumpul pada wadah di sebelah bawah terus-menerus dipanaskan sehingga dapat menyebabkan reaksi peruraian oleh panas. seperti metanol atau air. atau pelarut yang diasamkan atau dibasakan. karena seluruh alat yang berada di bawah komdensor perlu berada pada temperatur ini untuk pergerakan uap pelarut yang efektif. Jumlah total senyawa-senyawa yang diekstraksi akan melampaui kelarutannya dalam pelarut tertentu sehingga dapat mengendap dalam wadah dan membutuhkan volume pelarut yang lebih banyak untuk melarutkannya. Mechanical Engineering 3 . cairan penyari yang digunakan lebih banyak. Digunakan pelarut yang lebih sedikit Pemanasannya dapat diatur Kerugian dari metode ini:   Karena pelarut didaur ulang. tidak dapat digunakan untuk bahan-bahan yang mempunyai tekstur keras seperti benzoin. karena uapnya akan mempunyai komposisi yang berbeda dalam pelarut cair di dalam wadah. Metode maserasi dapat dilakukan dengan modifikasi sebagai berikut :       Modifikasi maserasi melingkar Modifikasi maserasi digesti Modifikasi Maserasi Melingkar Bertingkat Modifikasi remaserasi Modifikasi dengan mesin pengaduk Metode Soxhletasi Soxhletasi merupakan penyarian simplisia secara berkesinambungan.  Metode ini terbatas pada ekstraksi dengan pelarut murni atau campuran azeotropik dan tidak dapat digunakan untuk ekstraksi dengan campuran pelarut.

dan berat cairan di atas dikurangi gaya kapiler yang menahan gerakan ke bawah. penggantian pelarut dilakukan sebanyak 3 kali setiap 3-4 jam. Air dipanaskan dan akan menguap. lalu dipekatkan.  Prinsip Destilasi Uap Air :Penyarian minyak menguap dengan cara simplisia dan air ditempatkan dalam labu berbeda. cairan penyari akan melarutkan zat aktif dalam sel-sel simplisia yang dilalui sampai keadan jenuh. dan pelarut menjadi dingin selama proses perkolasi sehingga tidak melarutkan komponen secara efisien. uap air akan masuk ke dalam labu sampel sambil mengekstraksi minyak menguap yang terdapat dalam simplisia.  Prinsip Refluks :Penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara sampel dimasukkan ke dalam labu alas bulat bersama-sama dengan cairan penyari lalu dipanaskan. seluruh cairan akan turun kembali ke labu alas bulat melalui pipa kapiler hingga terjadi sirkulasi. kemudian simplisia dipindahkan ke dalam bejana silinder yang bagian bawahnya diberi sekat berpori. dan akan memisah antara air dan minyak atsiri. Perkolat yang diperoleh dikumpulkan. Kerugiannya adalah kontak antara sampel padat tidak merata atau terbatas dibandingkan dengan metode refluks. uap-uap cairan penyari terkondensasi pada kondensor bola menjadi molekul-molekul cairan penyari yang akan turun kembali menuju labu alas bulat. kohesi. uap air dan minyak menguap yang telah terekstraksi menuju kondensor dan akan terkondensasi. Ekstraksi sempurna ditandai bila cairan di sifon tidak berwarna. Gerakan ke bawah disebabkan oleh karena gravitasi. Filtrat yang diperoleh dikumpulkan dan dipekatkan. Mechanical Engineering 4 . cairan penyari dipanaskan dalam labu alas bulat sehingga menguap dan dikondensasikan oleh kondensor bola menjadi molekul-molekul cairan penyari yang jatuh ke dalam klonsong menyari zat aktif di dalam simplisia dan jika cairan penyari telah mencapai permukaan sifon. campuran air dan minyak menguap akan masuk ke dalam corong pisah. lalu akan melewati pipa alonga. tidak tampak noda jika di KLT.Keuntungan metode ini adalah tidak memerlukan langkah tambahan yaitu sampel padat (marc) telah terpisah dari ekstrak. Ekstrak yang diperoleh dikumpulkan dan dipekatkan.  Prinsip Soxhletasi :Penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara serbuk simplisia ditempatkan dalam klonsong yang telah dilapisi kertas saring sedemikian rupa. atau sirkulasi telah mencapai 20-25 kali. Keuntungan dari metode ini adalah digunakan untuk mengekstraksi sampel-sampel yang mempunyai tekstur kasar dan tahan pemanasan langsung.Teknologi Tepat Guna 2011  Prinsip Perkolasi :Penyarian zat aktif yang dilakukan dengan cara serbuk simplisia dimaserasi selama 3 jam. demikian seterusnya berlangsung secara berkesinambungan sampai penyarian sempurna. Perkolasi adalah cara penyarian dengan mengalirkan penyari melalui serbuk simplisia yang telah dibasahi. akan menyari kembali sampel yang berada pada labu alas bulat. cairan penyari dialirkan dari atas ke bawah melalui simplisia tersebut. Sedangkan kerugian metode ini adalah membutuhkan volume total pelarut yang besar dan sejumlah manipulasi dari operator.

 Prinsip Rotavapor :Proses pemisahan ekstrak dari cairan penyarinya dengan pemanasan yang dipercepat oleh putaran dari labu alas bulat. Mechanical Engineering 5 . uap larutan penyari akan menguap naik ke kondensor dan mengalami kondensasi menjadi molekul-molekul cairan pelarut murni yang ditampung dalam labu alas bulat penampung.Teknologi Tepat Guna 2011 Destilasi uap adalah metode yang popular untuk ekstraksi minyak-minyak menguap (esensial) dari sampel tanaman. cairan penyari dapat menguap 5-10º C di bawah titik didih pelarutnya disebabkan oleh karena adanya penurunan tekanan. Metode destilasi uap air diperuntukkan untuk menyari simplisia yang mengandung minyak menguap atau mengandung komponen kimia yang mempunyai titik didih tinggi pada tekanan udara normal. Dengan bantuan pompa vakum.

timbul lapisan membran putih di permukaan susu. ketika susu dipanaskan pada suhu tinggi selama periode waktu yang cukup lama. protein whey lah yang terdenaturasi ketika susu dipanaskan. Biasanya. Kasein sangat stabil pada pemanasan. Susu kadang-kadang menggumpal oleh panas dan asam. Ketika susu dipanaskan. dan susu menjadi tidak stabil karena pengendapan dan atau penggumpalan. ketika susu dipanaskan di atas 40oC. Perubahan ini dapat meningkatkan keasaman dan dapat mengubah warna menjadi coklat karena adanya pemisahan lemak susu. Karena jumlah partikel-partikel kecil ini sangat sedikit. Hl ini disebut efek Ramsdan. Membran ini kaya akan rasa dan kandungan gizinya karena mengandung lemak dan protein. Lemak susu akan mengambang di permukaan. Protein whey terkoagulasi oleh panas dan membentuk partikelpartikel kecil. pengendapan jarang terjadi. Peningkatan warna putih pada susu ini disebabkan adanya perubahan indeks bias yang disebabkan oleh denaturasi protein whey. Sebagai tambahan. penggumpalan disebabkan oleh adanya denaturasi protein susu. Hal ini juga disebabkan oleh lemak susu yang menempel pada pengendapan protein. sementara protein whey tidak stabil dengan adanya panas. Karenanya. air menguap pada permukaan susu menyebabkan pengendapan protein susu yang tidak dapat balik. denaturasi protein whey dapat meningkatkan penggumpalan. Membran ini tampaknya terdiri dari 70% lemak dan 20-25% protein (terutama laktalbumin dari protein whey). Ketika susu dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi selama proses memasak.Teknologi Tepat Guna 2011 Proses Penggumpalan Protein Pada Susu Protein susu terdiri dari dua protein utama: casein (~ 80%) dan protein whey. Pada kedua kasus ini. Mechanical Engineering 6 . Peristiwa denaturasi protein whey mempengaruhi warna putih susu. laktosa dapat pecah dan menghasilkan asam laktat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful