Genetika Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas DNA sebagai basis molekuler dari ilmu pewarisan.

Genetika (dipinjam dari bahasa Belanda: genetica, adaptasi dari bahasa Inggris: genetics, dibentuk dari kata bahasa Yunani γέννω, genno, yang berarti "melahirkan") adalah cabang biologi yang mempelajari pewarisan sifat pada organisme maupun suborganisme (seperti virus dan prion). Secara singkat dapat juga dikatakan bahwa genetika adalah ilmu tentang gen dan segala aspeknya. Istilah "genetika" diperkenalkan oleh William Bateson pada suatu surat pribadi kepada Adam Chadwick dan ia menggunakannya pada Konferensi Internasional tentang Genetika ke-3 pada tahun 1906. Bidang kajian genetika dimulai dari wilayah subselular (molekular) hingga populasi. Secara lebih rinci, genetika berusaha menjelaskan material pembawa informasi untuk diwariskan (bahan genetik), bagaimana informasi itu diekspresikan (ekspresi genetik), dan bagaimana informasi itu dipindahkan dari satu individu ke individu yang lain (pewarisan genetik).Daftar isi [sembunyikan] 1 Awal mula dan konsep dasar 1.1 Periode pra-Mendel 1.2 Konsep dasar 1.3 Kronologi perkembangan genetika 2 Cabang-cabang Genetika 2.1 Genetika arah-balik (reverse genetics) 3 Referensi [sunting] Awal mula dan konsep dasar [sunting] Periode pra-Mendel Meskipun orang biasanya menetapkan genetika dimulai dengan ditemukannya kembali naskah artikel yang ditulis Gregor Mendel pada tahun 1900, sebetulnya genetika sebagai "ilmu pewarisan" atau hereditas sudah dikenal sejak masa prasejarah, seperti domestikasi dan pengembangan berbagai ras ternak dan kultivar tanaman. Orang juga sudah mengenal efek persilangan dan perkawinan sekerabat serta membuat sejumlah prosedur dan peraturan mengenai hal tersebut sejak sebelum genetika berdiri sebagai ilmu yang mandiri. Silsilah tentang penyakit pada keluarga, misalnya, sudah dikaji orang sebelum itu. Namun demikian, pengetahuan praktis ini tidak memberikan penjelasan penyebab dari gejala-gejala itu. Teori populer mengenai pewarisan yang dianut pada masa itu adalah teori pewarisan campur: seseorang mewariskan campuran rata dari sifat-sifat yang dibawa tetuanya, terutama dari pejantan karena membawa sperma. Hasil penelitian Mendel menunjukkan bahwa teori ini tidak berlaku karena sifat-sifat dibawa dalam kombinasi yang dibawa

Berikut adalah tahapan-tahapan perkembangan genetika: . orang belum mengenal gen dan kromosom (meskipun DNA sudah diekstraksi namun pada abad ke-19 belum diketahui fungsinya). Status dari pasangan alel ini dinamakan genotipe. [sunting] Konsep dasar Peletakan dasar ilmiah melalui percobaan sistematik baru dilakukan pada paruh akhir abad ke-19 oleh Gregor Johann Mendel. Genotipe terkait dengan sifat yang teramati. Jadi. Mendel pertama kali menemukan bahwa pewarisan sifat pada tanaman (ia menggunakan tujuh sifat pada tanaman kapri. Apabila suatu individu memiliki pasangan alel sama. genotipe individu itu bergenotipe homozigot. sel-sel tubuh menghasilkan partikel-partikel yang disebut gemmula yang akan dikumpulkan di organ reproduksi sebelum pembuahan terjadi. Dalam karyanya itu. genotipe individu yang bersangkutan dalam keadaan heterozigot. apabila pasangannya berbeda. ia dapat menjelaskan bagaimana nisbah-nisbah ini terjadi. dan Erich von Tschermak pada tahun 1900. [sunting] Kronologi perkembangan genetika Setelah penemuan ulang karya Mendel. Pisum sativum) mengikuti sejumlah nisbah matematika yang sederhana. Pendapat terkait lainnya adalah teori Lamarck: sifat yang diperoleh tetua dalam hidupnya diwariskan kepada anaknya. genetika berkembang sangat pesat. Yang lebih penting. Sifat yang terkait dengan suatu genotipe disebut fenotipe. setiap sel dalam tubuh memiliki sumbangan bagi sifat-sifat yang akan dibawa zuriat (keturunan). Ia adalah seorang biarawan dari Brno (Brünn dalam bahasa Jerman). Carl Correns. Dari karya ini. yang berkaitan dengan suatu sifat yang khas. Kekaisaran Austro-Hungaria (sekarang bagian dari Republik Ceko). bukannya campuran rata. Gen adalah pembawa sifat. Mendel disepakati umum sebagai 'pendiri genetika' setelah karyanya "Versuche über Pflanzenhybriden" atau Percobaan mengenai Persilangan Tanaman (dipublikasi cetak pada tahun 1866) ditemukan kembali secara terpisah oleh Hugo de Vries. Setiap individu disomik selalu memiliki sepasang alel. Saat itu orang masih beranggapan bahwa sifat diwariskan lewat sperma (tetua betina tidak menyumbang apa pun terhadap sifat anaknya). masing-masing berasal dari tetuanya. Charles Darwin juga memberikan penjelasan dengan hipotesis pangenesis dan kemudian dimodifikasi oleh Francis Galton[2]. Teori ini juga patah dengan penjelasan Mendel bahwa sifat yang dibawa oleh gen tidak dipengaruhi pengalaman individu yang mewariskan sifat itu[1]. orang mulai mengenal konsep gen (Mendel menyebutnya 'faktor'). Alel adalah ekspresi alternatif dari gen dalam kaitan dengan suatu sifat. Dalam pendapat ini.alel-alel khas. Pada masa pra-Mendel. melalui apa yang dikenal sebagai 'Hukum Pewarisan Mendel'. Perkembangan genetika sering kali menjadi contoh klasik mengenai penggunaan metode ilmiah dalam ilmu pengetahuan atau sains.

1913 Alfred Sturtevant membuat peta genetik pertama dari suatu kromosom. 1944 Oswald Theodore Avery. 1950 Barbara McClintock menemukan transposon pada jagung. 1958 Eksperimen Meselson-Stahl menunjukkan bahwa DNA digandakan (direplikasi) secara semikonservatif. 1953 Teka-teki struktur DNA dijawab oleh James D. 1900 Penemuan kembali hasil karya Mendel secara terpisah oleh Hugo de Vries (Belgia). Carl Correns (Jerman). 1865 Gregor Mendel menyerahkan naskah Percobaan mengenai Persilangan Tanaman. Colin McLeod and Maclyn McCarty mengisolasi DNA sebagai bahan genetik (mereka menyebutnya prinsip transformasi). misalnya adenin cenderung sama banyak dengan timin. 1950 Erwin Chargaff menunjukkan adanya aturan umum yang berlaku untuk empat nukleotida pada asam nukleat. sebagai dasar variasi genetik.. 1952 Hershey dan Chase membuktikan kalau informasi genetik bakteriofag (dan semua organisme lain) adalah DNA. 1964 Howard Temin menunjukkan dengan virusRNA bahwa dogma pokok dari tidak selalu berlaku. 1908 dan 1909 Peletakan dasar teori genetika populasi oleh Weinberg (dokter dari Jerman) dan secara terpisah oleh James W. 1903 Kromosom diketahui menjadi unit pewarisan genetik. 1970 Enzim restriksi ditemukan pada bakteri Haemophilus influenzae. memungkinan dilakukannya pemotongan dan penyambungan DNA oleh peneliti (lihat juga RFLP) ==> awal bioteknologi modern. menggunakan lalat buah (Drosophila melanogaster) ==> awal sitogenetika. 1918 Ronald Fisher (ahli biostatistika dari Inggris) menerbitkan On the correlation between relatives on the supposition of Mendelian inheritance (secara bebas berarti "Keterkaitan antarkerabat berdasarkan pewarisan Mendel"). 1956 Jo Hin Tjio dan Albert Levan memastikan bahwa kromosom manusia berjumlah 46. Strassburger memberikan penjelasan mengenai pembuahan berganda. ==> awal dogma pokok genetika. yang mengakhiri perseteruan antara teori biometri (Pearson dkk. 1878 E. 1961 Kode genetik tersusun secara triplet.) dan teori Mendel sekaligus mengawali sintesis keduanya ==> awal genetika kuantitatif. Hardy (ahli matematika Inggris) ==> awal genetika populasi. dan Erich von Tschermak (Austro-Hungaria) ==> awal genetika klasik. 1941 Edward Lawrie Tatum and George Wells Beadle menunjukkan bahwa gen-gen menyandi protein. 1931 Pindah silang menyebabkan terjadinya rekombinasi. . 1928 Frederick Griffith menemukan suatu molekul pembawa sifat yang dapat dipindahkan antarbakteri (konjugasi). 1927 Perubahan fisik pada gen disebut mutasi. berdasarkan gambar-gambar difraksi sinar X DNA dari Rosalind Franklin ==> awal genetika molekular.1859 Charles Darwin menerbitkan The Origin of Species. 1910 Thomas Hunt Morgan menunjukkan bahwa gen-gen berada pada kromosom. Watson dan Francis Crick berupa pilin ganda (double helix). 1905 Pakar biologi Inggris William Bateson mengkoinekan istilah 'genetika'.

2001 Draf awal urutan genom manusia dirilis bersamaan dengan mulainya Human Genome Project. yang menjadi sekuensing genom pertama terhadap organisme yang hidup bebas.99% [1] [sunting] Cabang-cabang Genetika Genetika berkembang baik sebagai ilmu murni maupun ilmu terapan. 1983 Perbanyakan (amplifikasi) DNA dapat dilakukan dengan mudah setelah Kary Banks Mullis menemukan Reaksi Berantai Polymerase (PCR). diumumkan. 1989 Sekuensing pertama kali terhadap gen manusia pengkode protein CFTR penyebab cystic fibrosis. [sunting] Genetika arah-balik (reverse genetics) Kajian genetika klasik dimulai dari gejala fenotipe (yang tampak oleh pengamatan manusia) lalu dicarikan penjelasan genotipiknya hingga ke aras gen. 1996 Sekuensing pertama terhadap eukariota: khamir Saccharomyces cerevisiae. 1989 Peletakan landasan statistika yang kuat bagi analisis lokus sifat kuantitatif (analisis QTL) . Cabang-cabang murni genetika : genetika molekular genetika sel (sitogenetika) genetika populasi genetika kuantitatif genetika perkembangan Cabang-cabang terapan genetika : genetika kedokteran ilmu pemuliaan rekayasa genetika atau rekayasa gen Bioteknologi merupakan ilmu terapan yang tidak secara langsung merupakan cabang genetika tetapi sangat terkait dengan perkembangan di bidang genetika.1977 Sekuensing DNA pertama kali oleh Fred Sanger. suatu virus ==> awal genomika. Walter Gilbert. Tim Sanger berhasil melakukan sekuensing seluruh genom Bacteriofag Φ-X174. 1998 Hasil sekuensing pertama terhadap eukariota multiselular.. dan Allan Maxam yang bekerja secara terpisah. Berkembangnya teknik-teknik dalam genetika molekular secara cepat dan efisien memunculkan filosofi . Cabang-cabang ilmu ini terbentuk terutama sebagai akibat pendalaman terhadap suatu aspek tertentu dari objek kajiannya. nematoda Caenorhabditis elegans. 1995 Sekuensing genom Haemophilus influenzae. 1985 Alec Jeffreys menemukan teknik sidik jari genetik. 2003 Proyek Genom Manusia (Human Genome Project) menyelesaikan 99% pekerjaannya pada tanggal (14 April) dengan akurasi 99.

baru dalam metodologi genetika. orang memasukkan atau mengubah suatu gen dalam kromosom lalu melihat implikasi fenotipik yang terjadi. Karena banyak gen yang sudah diidentifikasi sekuensnya. . Teknik-teknik analisis yang menggunakan filosofi ini dikelompokkan dalam kajian genetika arah-balik atau reverse genetics. dengan membalik arah kajian. sementara teknik kajian genetika klasik dijuluki genetika arah-maju atau forward genetics.

Pada 1910. de Vries mendefinisikan pangen sebagai "partikel terkecil yang mewakili satu penciri terwariskan". Pada saat itu DNA sudah ditemukan dan diketahui hanya berada pada kromosom (1869). terjadi 'perlombaan' seru untuk menemukan substansi yang merupakan gen. Gen diwariskan oleh satu individu kepada keturunannya melalui suatu proses reproduksi. Dengan demikian. Penggunaan "gen" dalam percakapan sehari-hari (misalnya "gen cerdas" atau "gen warna rambut") sering kali dimaksudkan untuk alel: pilihan variasi yang tersedia oleh suatu gen. . Bentuk fisiknya adalah urutan DNA yang menyandi suatu protein. polipeptida. Oleh Hugo de Vries. tetapi orang belum menyadari bahwa DNA terkait dengan gen. barulah orang mengetahui bahwa DNA adalah bahan genetik. informasi yang menjaga keutuhan bentuk dan fungsi kehidupan suatu organisme dapat terjaga. atau seuntai RNA yang memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya.Gen Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Selanjutnya. konsep yang serupa ia namakan pangen (baca: "pan-gen") pada buku karangannya Intracellular Pangenesis (terbit 1889). Melalui penelitian Oswald Avery terhadap bakteri Pneumococcus (1943). sasaran transkripsi. Wilhelm Johannsen lalu menyingkatnya sebagai gen dua puluh tahun kemudian. Meskipun ekspresi alel dapat serupa. orang lebih sering menggunakan istilah alel untuk ekspresi gen yang secara fenotipik berbeda. atau peran-peran fungsional lainnya[1][2]. Belum membaca tulisan Mendel. Ia menyebutnya 'faktor'. Thomas Hunt Morgan menunjukkan bahwa gen terletak di kromosom. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Gen (dari bahasa Belanda: gen) adalah unit pewarisan sifat bagi organisme hidup. bersama-sama dengan DNA yang membawanya. serta Alfred Hershey dan Martha Chase (publikasi 1953) dengan virus bakteriofag T2. Banyak penghargaan Nobel yang kemudian jatuh pada peneliti yang terlibat dalam subjek ini.Daftar isi [sembunyikan] 1 Sejarah 2 Struktur gen 3 Ekspresi gen 4 Rujukan 5 Lihat pula [sunting] Sejarah Gregor Mendel telah berspekulasi tentang adanya suatu bahan yang terkait dengan suatu sifat atau karakter di dalam tubuh suatu individu yang dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Batasan modern gen adalah suatu lokasi tertentu pada genom yang berhubungan dengan pewarisan sifat dan dapat dihubungkan dengan fungsi sebagai regulator (pengendali).

telah diketahui bahwa asam amino dikodikasi oleh kodon secara nonoverlapping. ditemukan bahwa gen mengkode protein yang tidak hanya berfungsi sebagai enzim saja. George Beadle dan Edward Tatum mengadakan percobaan dengan Neurospora crassa. dan beberapa protein tersusun dari dua atau lebih polipeptida. proses pembuatan salinan RNA. Namun. Walaupun pada sekitar tahun 1961. Ekspresi gen adalah proses dimana kode-kode informasi yang ada pada gen diubah menjadi protein-protein yang beroperasi di dalam sel. Dogma sentral berlaku pada prokariot dan eukariot. proses sintesis polipeptida yang spesifik di dalam ribosom. telah dimodifikasi menjadi teori satu gen-satu polipeptida (one gene-one polypetide theory). sedangkan intron merupakan mRNA yang akan tetap berada di dalam nukleus karena kemungkinan mRNA tersebut akan membentuk protein yang tidak fungsional (tidak berguna) jika ditranslasikan. dan mereka menyimpulkan bahwa satu gen menyintesis satu enzim (one gene-one enzyme theory). Ekson merupakan mRNA yang akan dikirim keluar nukleus untuk ditranslasikan. kotak GC. yang terdiri antara lain dari:[5] deret GCCACACCC. Proses transkripsi DNA menjadi mRNA dan translasi mRNA menjadi sebuah polipeptida disebut dogma sentral (central dogma). kotak CCAAT dan kotak TATA. intron ekson. pendapat Beadle dan Tatum. Tahap pre-mRNA adalah untuk menyeleksi mRNA yang akan dikirim keluar nukleus untuk ditranslasikan di ribosom. Dari percobaan tersebut. [sunting] Struktur gen Pada sel eukariot. gen terdiri dari:[3][4] domain regulasi inisiasi transkripsi. . Dengan adanya penemuanpenemuan tersebut.Pada tahun 1940an. ATGCAAAT. Ekspresi gen terdiri dari dua tahap: Transkripsi. Beadle dan Tatum dapat menarik hipotesis bahwa gen mengkode enzim.[7] domain regulasi akhir transkripsi [sunting] Ekspresi gen Artikel utama untuk bagian ini adalah: Ekspresi genetik Proses penyeleksian mRNA. one gene-one enzyme theory.[6] Sebagai contoh. dapat secara dibaca nonoverlapping sebagai AUU GCU CAG atau dibaca secara overlapping sebagai AUU UUG UGC GCU CUC CAG. pada eukariot ada tahap tambahan yang terjadi di antara transkripsi dan translasi yang disebut tahap pre-mRNA. Translasi. telah ditemukan protein berbeda hasil transkripsi dengan pergeseran overlapping kodon. merupakan area kodikasi protein yang dapat ditranskripsi secara overlapping atau nonoverlapping. Beberapa puluh tahun kemudian. pada kode dengan tiga deret nukleotida (kodon triplet) AUU GCU CAG. Intron kemudian akan terurai kembali untuk membentuk rantai mRNA baru.

Ketahui pula bahwa beberapa kesalahan yang disebut mutasi dapat terjadi pada proses ekspresi gen ini .

Nama "genetika" diperkenalkan oleh William Bateson pada suatu surat pribadi kepada Adam Chadwick dan ia menggunakannya pada Konferensi Internasional tentang Genetika ke-3 pada tahun 1906. kajian semacam ini disebut "ilmu pewarisan" atau hereditas. sudah dikaji orang sebelum itu. seperti domestikasi dan pengembangan trah-trah murni (pemuliaan) ternak dan tanaman. misalnya. Pembuatan Raphanobrassica melalui persilangan lobak dan kubis pada abad ke-17 oleh Köhlreuter. Ilmu ini mempelajari berbagai aspek yang menyangkut pewarisan sifat dan variasi sifat pada organisme maupun suborganisme (seperti virus dan prion). Meskipun orang biasanya menetapkan genetika dimulai dengan ditemukannya kembali naskah artikel yang ditulis Gregor Mendel pada tahun 1900. Orang juga sudah mengenal efek persilangan dan perkawinan sekerabat serta membuat sejumlah prosedur dan peraturan mengenai hal tersebut sejak sebelum genetika berdiri sebagai ilmu yang mandiri. Percobaan-percobaan itu misalnya adalah sebagai berikut. Kala itu.Genetika Genetika (dari bahasa Yunani γέννω atau genno yang berarti "melahirkan") merupakan cabang biologi yang penting saat ini. bagaimana informasi itu diekspresikan (ekspresi genetik). meskipun tidak berhasil. Secara lebih rinci. Penemuan dan penjelasan tentang pembuahan berganda pada tumbuhan berbunga (Magnoliophyta) oleh E. Strassburger (1878) dan S. Percobaan terhadap ribuan persilangan oleh Charles Darwin pada abad ke-19 yang hasilnya diterbitkan pada 1896 dengan judul The variation of animals and plants under domestication) dan berhasil mengidentifikasi adanya penurunan penampilan pada . sebetulnya kajian genetika sudah dikenal sejak masa prasejarah. Bidang kajian genetika dimulai dari wilayah molekular hingga populasi (lihat entri biologi). Ada pula yang dengan singkat mengatakan. Awal mula dan konsep dasar Awal mula Sejumlah percobaan terdokumentasi yang terkait dengan genetika telah banyak dilakukan pada masa sebelum Mendel. Silsilah tentang penyakit pada keluarga. untuk menghasilkan tanaman yang menghasilkan umbi dan krop kubis sekaligus. Nawaschin (1898). seorang pemulia sayuran berkebangsaan Jerman. genetika adalah ilmu tentang gen. yang kelak banyak membantu memberikan bukti bagi teori Mendel. dan bagaimana informasi itu dipindahkan dari satu individu ke individu yang lain (pewarisan genetik). genetika berusaha menjelaskan material pembawa informasi untuk diwariskan (bahan genetik).

apabila pasangannya berbeda. Kekaisaran Austro-Hungaria (sekarang bagian dari Republik Ceko). Usaha menjelaskan kemiripan antara orang tua dan anak oleh Karl Pearson melalui metode regresi (yang malah menjadi dasar dari banyak teknik statistika moderen).generasi hasil perkawinan sekerabat (depresi inbred) dan penguatan penampilan pada hasil persilangan antarinbred (heterosis) meskipun dia tidak bisa memberikan penjelasan. Setiap individu disomik selalu memiliki sepasang alel. Ia adalah seorang biarawan dari Brno (Brünn dalam bahasa Jerman). . Genotipe terkait dengan dengan sifat yang teramati. Ada pula yang dengan singkat mengatakan. Ilmu ini mempelajari berbagai aspek yang menyangkut pewarisan sifat dan variasi sifat pada organisme maupun suborganisme (seperti virus dan prion). Pada masa pra-Mendel. Saat itu orang masih beranggapan bahwa sifat diwariskan lewat sperma (tetua betina tidak menyumbang apa pun terhadap sifat anaknya). Status dari pasangan alel ini dinamakan genotipe. Carl Correns. genotipe individu yang bersangkutan dalam keadaan heterozigot. Secara lebih rinci. Alel adalah ekspresi alternatif dari gen dalam kaitan dengan suatu sifat. orang belum mengenal gen dan kromosom (meskipun DNA sudah diekstraksi namun pada abad ke-19 belum diketahui fungsinya). masing-masing berasal dari tetuanya. Dalam karyanya itu. genetika adalah ilmu tentang gen. dan Erich von Tschermak pada tahun 1900. Sifat yang terkait dengan suatu genotipe disebut fenotipe. Mendel disepakati umum sebagai 'pendiri genetika' setelah karyanya "Versuche über Pflanzenhybriden" atau Percobaan mengenai Persilangan Tanaman (dipublikasi cetak pada tahun 1866) ditemukan kembali secara terpisah oleh Hugo de Vries. Pisum sativum) mengikuti sejumlah nisbah matematika yang sederhana. Konsep dasar Dari karya ini. Peletakan dasar ilmiah melalui percobaan sistematik baru dilakukan pada paruh akhir abad ke-19 oleh Gregor Johann Mendel. Gen adalah pembawa sifat. Nama "genetika" diperkenalkan oleh William Bateson pada suatu surat pribadi kepada Adam Chadwick dan ia menggunakannya pada Konferensi Internasional tentang Genetika ke-3 pada tahun 1906. Bidang kajian genetika dimulai dari wilayah molekular hingga populasi (lihat entri biologi). yang berkaitan dengan suatu sifat yang khas. Mendel pertama kali menemukan bahwa pewarisan sifat pada tanaman (ia menggunakan tujuh sifat pada tanaman kapri. Genetika Genetika (dari bahasa Yunani γέννω atau genno yang berarti "melahirkan") merupakan cabang biologi yang penting saat ini. Yang lebih penting. melalui apa yang dikenal sebagai 'Hukum Pewarisan Mendel'. genetika berusaha menjelaskan material pembawa informasi untuk diwariskan (bahan genetik). ia dapat menjelaskan bagaimana nisbah-nisbah ini terjadi. orang mulai mengenal konsep gen (Mendel menyebutnya 'faktor'). genotipe individu itu bergenotipe homozigot. Apabila suatu individu memiliki pasangan alel sama.

seperti domestikasi dan pengembangan trah-trah murni (pemuliaan) ternak dan tanaman. Peletakan dasar ilmiah melalui percobaan sistematik baru dilakukan pada paruh akhir abad ke-19 oleh Gregor Johann Mendel. sudah dikaji orang sebelum itu. meskipun tidak berhasil. Strassburger (1878) dan S. Mendel disepakati umum sebagai 'pendiri genetika' setelah karyanya "Versuche über Pflanzenhybriden" atau Percobaan mengenai Persilangan Tanaman (dipublikasi . Ia adalah seorang biarawan dari Brno (Brünn dalam bahasa Jerman). sebetulnya kajian genetika sudah dikenal sejak masa prasejarah. orang belum mengenal gen dan kromosom (meskipun DNA sudah diekstraksi namun pada abad ke-19 belum diketahui fungsinya). Percobaan-percobaan itu misalnya adalah sebagai berikut. misalnya. Percobaan terhadap ribuan persilangan oleh Charles Darwin pada abad ke-19 yang hasilnya diterbitkan pada 1896 dengan judul The variation of animals and plants under domestication) dan berhasil mengidentifikasi adanya penurunan penampilan pada generasi hasil perkawinan sekerabat (depresi inbred) dan penguatan penampilan pada hasil persilangan antarinbred (heterosis) meskipun dia tidak bisa memberikan penjelasan. Nawaschin (1898). Kekaisaran Austro-Hungaria (sekarang bagian dari Republik Ceko). Kala itu. Orang juga sudah mengenal efek persilangan dan perkawinan sekerabat serta membuat sejumlah prosedur dan peraturan mengenai hal tersebut sejak sebelum genetika berdiri sebagai ilmu yang mandiri. Silsilah tentang penyakit pada keluarga. Meskipun orang biasanya menetapkan genetika dimulai dengan ditemukannya kembali naskah artikel yang ditulis Gregor Mendel pada tahun 1900. Pada masa pra-Mendel. Pembuatan Raphanobrassica melalui persilangan lobak dan kubis pada abad ke-17 oleh Köhlreuter. seorang pemulia sayuran berkebangsaan Jerman. Penemuan dan penjelasan tentang pembuahan berganda pada tumbuhan berbunga (Magnoliophyta) oleh E. yang kelak banyak membantu memberikan bukti bagi teori Mendel. dan bagaimana informasi itu dipindahkan dari satu individu ke individu yang lain (pewarisan genetik). untuk menghasilkan tanaman yang menghasilkan umbi dan krop kubis sekaligus. Saat itu orang masih beranggapan bahwa sifat diwariskan lewat sperma (tetua betina tidak menyumbang apa pun terhadap sifat anaknya). Awal mula dan konsep dasar Awal mula Sejumlah percobaan terdokumentasi yang terkait dengan genetika telah banyak dilakukan pada masa sebelum Mendel.bagaimana informasi itu diekspresikan (ekspresi genetik). Usaha menjelaskan kemiripan antara orang tua dan anak oleh Karl Pearson melalui metode regresi (yang malah menjadi dasar dari banyak teknik statistika moderen). kajian semacam ini disebut "ilmu pewarisan" atau hereditas.

masing-masing berasal dari tetuanya. Gen adalah pembawa sifat. .cetak pada tahun 1866) ditemukan kembali secara terpisah oleh Hugo de Vries. Konsep dasar Dari karya ini. Mendel pertama kali menemukan bahwa pewarisan sifat pada tanaman (ia menggunakan tujuh sifat pada tanaman kapri. Carl Correns. dan Erich von Tschermak pada tahun 1900. Apabila suatu individu memiliki pasangan alel sama. genotipe individu itu bergenotipe homozigot. Pisum sativum) mengikuti sejumlah nisbah matematika yang sederhana. Alel adalah ekspresi alternatif dari gen dalam kaitan dengan suatu sifat. orang mulai mengenal konsep gen (Mendel menyebutnya 'faktor'). melalui apa yang dikenal sebagai 'Hukum Pewarisan Mendel'. apabila pasangannya berbeda. Setiap individu disomik selalu memiliki sepasang alel. Dalam karyanya itu. Yang lebih penting. genotipe individu yang bersangkutan dalam keadaan heterozigot. ia dapat menjelaskan bagaimana nisbah-nisbah ini terjadi. Genotipe terkait dengan dengan sifat yang teramati. Status dari pasangan alel ini dinamakan genotipe. yang berkaitan dengan suatu sifat yang khas. Sifat yang terkait dengan suatu genotipe disebut fenotipe.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful