Teori sel

Dengan alat dua lensa menggambarkan struktur

tipis dari mata serangga Galilei sesungguhnya bukan seorang biologiwan namun iaorang pertama yang mencatat hasil pengamatanbiologi melalui mikroskop

Galileo Galilei (awal abad 17)

Melihat gambar sayatan gabus suatu kompartemen atau ruang ruang disebut dengan nama latin cellulae (ruangan kecil). Dan dari sinilah asal mula nama sel didapat.

Robert Hooke (1635-1703)

Orang pertama yang menggunakan istilah protoplasma untuk menyebutkan bahan- bahan embrional dalam telur. Felix durjadin (1835) menggunakan istilah protoplasma untuk menyebutkan cairan yang ada dalam sel. Johannes Purkinje (1787-1869) Felix durjadin (1835) Menggunakan istilah protoplasma menyebutkan cairan yang ada dalam sel untuk

Dalam penelitiannya menemukan inti sel yangdan menyatakan bahwa inti sel (nucleus) merupakan bahan yang terpenting dalam suatu sel.

Robert Brown (1831) Scheleiden

Sel merupakan structural terkecil dari makhluk hidup

Schwann (1838) Sel merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup

Max Shultze (1825-1874)

Setiap sel berasal dari sel sebelumnya (omni cellula ec cellula) . Mengatakan bahwa sifat diturunkan dari orang tua kepada anak-anaknya melalui sel, sehingga ia menyatakan sel merupakan unit hereditas

Rudolf Virchoff (1858) boveri

Struktur sel
. 1. Dinding sel Dinding sel hanya ditemui pada sel tumbuhan. Bagian ini disusun oleh selulosa saat sel masih muda, dan sejalan dengan proses penuaan sel akan mengalami penimbunan lignin (lignifikasi) sehingga dinding sel menjadi kuat dan liat. Karena alasan inilah dinding sel digunakan untuk melindungi dan memberi bentuk sel. Antar dinding sel yang berdekatan ditembus oleh pori kecil yang disebut noktah. Di dalam noktah ini terdapat pemanjangan sitoplasma yang menembus antar sel dan disebut plasmodesmata, yang berfungsi sebagai penghantar rangsang antar sel tumbuhan. Lihat gambar berikut.

2. membrane sel Bahan utama yang menyusun membran sel adalah lipoprotein, yaitu suatu bahan yang dibentuk oleh lemak dan protein. Membran sel dibentuk oleh dua lapisan fosfolipid. Protein yang terdapat pada bagian luar atau bagian dalam lapisan fosfolipid disebut protein perifer atau protein ekstrinsik, sedangkan protein yang menembus kedua lapisan fosfolipid disebut protein integral atau protein intrinsik. Pada bagian fosfolipid biasa dijumpai gugus glikolipid, sedangkan pada bagian protein bisa dijumpai glikoprotein. Lapisan fosfolipid dibedakan atas bagian ‘kepala’ dan ‘ekor’. Bagian kepala bersifat hidrofil (suka air) sedangkan bagian ekor bersifat hidrofob (benci air). Itu sebabnya bagian ekor selalu berhadapan karena di luar dan di dalam sel terdapat cairan ekstraseluler dan intraseluler. Karena membran sel dibentuk oleh struktur lipoprotein tersebut maka membran sel bersifat selektif permeabel, sehingga dipergunakan untuk mengatur transpor zat dari dan ke dalam sel. Lihat gambar berikut.

3. Sitosol/protoplasma Sitosol atau protoplasma ada dua bagian, yang di dalam sel disebut sitoplasma dan yang ada di dalam inti disebut nukleoplasma. Sebagai suatu isi sel yang hidup sitosol terdiri dari air (70% 90%), bahan organik, dan bahan anorganik. Sehubungan dengan itu sitosol memiliki sifat fisika dan sifat kimia. Organel organel sel Suatu sel, baik sel hewan maupun sel tumbuhan, memiliki banyak organel dengan fungsi tertentu. Ada beberapa perbedaan organel pada sel hewan bila dibandingkan dengan sel tumbuhan. Untuk lebih jelas perhatikan gambar dan penjelasan berbagai organel sel berikut ini.

Pada sel eukariotik. . inti diselubungi oleh membran inti (karioteka) rangkap dua dan berpori.Organel-organel sel Inti (nukleus) Inti bertugas mengendalikan semua aktivitas sel mulai metabolisme hingga pembelahan sel. Di dalam inti didapati cairan yang disebut nukleoplasma. sedangkan pada sel prokariotik inti tidak memiliki membran. dan anak inti (nukleolus) yang merupakan tempat pembentukan asam ribonukleat (ARN). kromosom yang umumnya berupa benang kromatin.

Badan Golgi Organel ini berbentuk seperti kantong pipih. glikoprotein. karbohidrat. . Ribosom Ribosom berfungsi sebagai tempat sintesis protein dan merupakan contoh organel yang tidak bermembran. menghubungkan antara membran sel dengan membran inti. maka badan golgi banyak ditemui pada sel-sel penyusun kelenjar. dan berperan dalam proses transpor zat intra sel. dan terdapat bebas dalam sitoplasma maupun melekat pada RE. Organel ini terutama disusun oleh asam ribonukleat. serta berfungsi membentuk lisosom. Karena fungsinya dalam hal sekresi. lemak.Retikulum Endoplasma Organel ini berupa sistem membran yang berlipat-lipat. Ada dua macam RE yaitu RE halus dan RE kasar yang permukaannya ditempeli banyak ribosom. berfungsi dalam proses sekresi lendir. atau enzim.

Bagian yang terletak diantara membran krista berisi . Organel yang hanya dimiliki oleh sel aerob ini memiliki dua lapis membran. Contoh peristiwa ini adalah proses kematian sel secara sistematis saat pembentukan jari tangan. Sehubungan dengan bahan yang dikandungnya lisosom memiliki peran dalam peristiwa:    pencernaan intrasel: mencerna materi yang diambil secara fagositosis eksositosis :pembebasan sekrit keluar sel autofagi : penghancuran organel sel yang sudah rusak autolisis : penghancuran diri sel dengan cara melepaskan enzim pencerna dari dalam lisosom ke dalam sel.Lisosom Berbentuk kantong-kantong kecil dan umumnya berisi enzim pencernaan (hidrolisis) yang berfungsi dalam peristiwa pencernaan intra sel. berfungsi memperluas permukaan sehingga proses pengikatan oksigen dalam respirasi sel berlangsung lebih efektif. atau hilangnya ekor berudu yang mulai beranjak dewasa. Membran bagian dalam berlipatlipat dan disebut krista. Mitokondria Mitokondria adalah organel yang berfungsi sebagai tempat respirasi aerob untuk pembentukan ATP sebagai sumber energi sel.

Dari hasil penelitian diketahui ternyata mikrofilamen berperan dalam proses pergerakan sel. Mikrotubulus dan Mikrofilamen (sitoskeleton) Mikrotubulus berbentuk seperti benang silindris. silia. Bahan yang membentuk mikrofilamen adalah aktin dan miosin seperti yang terdapat pada otot.cairan yang disebut matriks banyak mengandung enzim pernafasan atau sitokrom. disusun oleh protein yang disebut tubulin. Mikrotubulus juga berperan dalam pembentukan sentriol. dan eksositosis. endositosis. maupun flagela. Gerakan Amuba merupakan contoh peran dari mikrofilamen. Sifat mikrotubulus kaku sehingga diperkirakan berfungsi sebagai ‘kerangka’ sel karena berfungsi melindungi dan memberi bentuk sel. Mikrofilamen mirip seperti mikrotubulus. . tetapi diameternya lebih kecil.

pigmen anthosianin. tempat penimbunan sisa metabolisme. Pada hewan bersel satu terdapat dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan yang berfungsi dalam pencernaan intrasel dan vakuola kontraktil yang berfungsi sebagai osmoregulator. Pada tumbuhan vakuola berukuran sangat besar dan umumnya termodifikasi sehingga berisi alkaloid. Sentriole ini berperan dalam proses pembelahan sel dengan membentuk benang spindel. Pada sel hewan vakuolanya kecil atau tidak ada. kecuali hewan bersel satu. dan dibatasi membran yang disebut tonoplas. ataupun tempat penyimpanan zat makanan. V vakuola Merupakan rongga yang terbentuk di dalam sel. Benang spindel inilah yang akan menarik kromosom menuju ke kutub sel yang berlawanan. .Sentrosom Sentrosom merupakan organel yang disusun oleh dua sentriole. terletak di dekat salah satu kutub inti sel. Sentriole berbentuk seperti tabung dan disusun oleh mikrotubulus yang terdiri atas 9 triplet.

elaioplas (lipoplas) berisi lemak. berfungsi menguraikan peroksida (H2O2) yang merupakan sisa metabolisme yang bersifat toksik menjadi air dan oksigen. Ada beberapa macam leukoplas berdasar bahan yang dikandungnya: amiloplas berisi amilum. Organel ini banyak ditemui pada sel hati. xantofil. Plastida yang berisi pigmen klorofil disebut kloroplas. berfungsi sebagai organel utama penyelenggara proses fotosintesis.Plastida Merupakan organel yang umumnya berisi pigmen. Peroksisom atau Badan Mikro Peroksisom merupakan kantong kecil yang berisi enzim katalase. . berperan dalam proses pengubahan senyawa lemak menjadi sukrosa. atau fikosantin. Plastida yang tidak berwarna disebut leukoplas. Glioksisom adalah badan mikro pada tumbuhan. fikoerithrin. termodifikasi sedemikian rupa sehingga berisi bahan organik. misalkan karoten. Kromoplas adalah plastida yang berisi pigmen selain klorofil. dan memberikan warna pada mahkota bunga atau warna pada alga. dan proteoplas berisi protein.

2.Fisologi Sel I. Misalnya.sel-sel tubuh yang lain dapat bereproduksi. 6. sel-sel saraf membentuk dan menyalurkan impuls listrik yang menyampaikan informasi mengenai perubahan-perubahan (yang menyebabkan sel saraf berespons) ke bagian lain didalam tubuh. dengan kemampuannya mensintesis protein. kontraksi otot. sel kelenjar system pencernaannmensekresikan enzim-enzim pencernaan. 5. Mengeluarkan karbon dioksida (O2) dan zat-zat sisa atau produk sampingan yang dihasilkan selama reaksi-reaksi kimia diatas ke lingkungan sekitar sel. 4. Apabila sel-sel ini rusak akibat trauma atau proses penyakit. 7. dan menjalankan fungsi tertentu sel. Memindahkan zat-zat dari salah satu bagian sel ke bagian lain ketika menjalankan aktivitas sel. untuk pertumbuhan. yang semuanya adalah protein. kemampuan sel-sel ginjal untuk menahan zat tertentu yang dibutuhkan melalui urin bergantung pada kemampuan yang sangat khusus sel-sel ini dalam mengontrol pertukaran zat-zat antara sel dan lingkungannya. Sel adalah struktur dan fungsi satuan kehidupan yang paling mendasar. Beberapa sel tubuh. mereka tidak dapat digantikan. Menjalankan berbagai reaksi kimia yang menggunakan zat gizi dan O2 untuk menghasilkan energy bagi sel. yang melibatkan gerakan selektif berbagai struktur internal agar otot memendek. telah kehilangan kemampuan untuk bereproduksi. Misalnya. Kebanyakan sel bereproduksi. Misalnya. 3. misalnya sel saraf dan selm otot. Sel adalah unit terkecil yang masih dapat menjalankan proses yang berhubungan dengan kehidupan. adalah perluasan kemampuan inheren sel-sel ini untuk menghasilkan gerakan intrasel (didalam sel) 8. Mensintesis protein dan komponen lain yang diperlukan untuk membentuk struktur seluler. Memperoleh makanan (zat gizi) dan oksigen (O2) dari lingkungan yang mengelilingi sel. Misalnya. . dengan memanfaatkan kemampuan dasar sel untuk berespons terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar. Mengontrol pertukaran berbagai zat antar sel dan lingkungan sekitarnya. Menjadi sensitive dan responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar sel. bahkan sebagian sel dapat menggerakan seluruh dirinya melintasi lingkungannya. Contoh Fungsi dasar yang dijalankan sel antara lain adalah : 1. Setiap sel melakukan aktifivitas dasar dan khusus.

Jaringan saraf. Impuls listrik ini berfungsi sebagai sinyal untuk menyampaikan informasi dari stu tubuh kebagian lain. Jaringan saraf dijumpai di :  Otak  Korda spinalis  Saraf yang menyampaikan informasi mengenai status berbagai factor internal tubuh yang dapat diatur. Jaringan otot terdiri dari sel-sel yang khusus berkontraksi dan menghasilkan gaya. misalnya tekanan darah  Saraf yang mempengaruhi kontraksi otot atau sekresi kelenjar 3. yang meliputi dan mengontrol gerakan isi berbagai organ dan saluran berongga. Jaringan otot saraf epitel ikat rangka jantung polos otak korda spinalis saraf lainnya lapisan epitel kelenjar sekretorik longgar tendon tulang darah 1. Jaringan otot. Jaringan saraf terdiri dari sel-sel yang berfungsi khusus menghasilkan dan menyalurkan impuls listrik. disusun menjadi jaringan. Jaringan epitel Terdiri dari sel-sel yang berfungsi khusus mempertukarkan zat-zat antara sel dan lingkungannya.II. yang menetikan gerak tulang belulang  Otot jantung. Sel –sel yang terstruktur dan fungsinya serupa. Jaringan ini tersusun menjadi dua tipe struktur umum : . misalnya gerakan makanan melintasi saluran pencernaan 2. Terdapat tiga jenis jaringan otot yaitu:  Otot rangka. yang bertanggung jawab memompa darah ke luar dari jantung  Otot polos.

yang melekatkan otot rangka ketulang  Tulang. Hubungan interdepen antar sel. yaitu endokrin dan eksokrin.Lapisan epitel. IV. Contohnya lapisan luar kulit dan juga lapisan saluran pencernaan. yang menentukan bentuk. turut memelihara lingkungan internal yang digunakan bersama oleh semua sel. Jaringan Ikat Jaringan ikat dibedakan karena memiliki sel dalam jumlah sedikit yang terbenam didalam banyak bahan ekstrasel. Jaringan ini mencakup bemacam. system tubuh dan homeostasis  Sistem tubuh sel homeostasis Homeostasis sangat penting bagi kelangsungan hidup setiap sel. Kelenjar terbentuk selama masa perkembangan mudigah melalui pembentuk kantung-kantung jaringan epitel yang masuk kebagian dalam dari permukaan. yang berikatan sangat erat satu sama lain untuk membentuk lembaran-lembaran jaringan yang menutupi dan melapisi berbagai bagian tubuh. setiap sel. melalui aktivitas khususnya masing-masing. dan pada gilirannya. menunjang dan melekatkan berbagai bagian tubuh. Jaringan ikat berfungsi untuk menghubungkan. Terdapat dua kategori kelenjar. menyokong dan melindungi tubuh  Darah. 4. diantaranya adalah : .macam struktur :  Ikat longgar. III.  Kelenjar sekretorik. yang melekatkan jaringan epitel ke struktur dibawahnya  Tendon. yang mengangkut bahan-bahan dari satu bagian tubuh ke bagian lainnya. adalah turunan jaringan epitel yang berfungsi khusus untuk melakukan sekresi. Jenis dan bentuk Sel Sel sangat beranekaragam didalam tubuh kita.

Sel darah meliputi eritrosit.Letak inti sel : di tepi sel .Kerjanya kuat. Juga mengandung sel yang jumlahnya tidak banyak. Sel kulit.Lambat terhadp rangsangan . OTOT JANTUNG : .Gerakannya dipengaruhi oleh saraf otonom . yaitu melanosit.Letak inti : di tengah-tengah sel .Jumlah inti : 1 . dengan sitoplasma bening .lapisan epitel yaitu. terdiri dari bagian kepala.Gerakan dipengaruhi saraf sadar . Sel darah. terdiri dari lapisan. leher dan ekor. Sel sperma.Tidak memiliki percabangan .Kerjanya cepat dan tidak pernah berhenti .Membentuk otot rangka yang menempel pada tulang/rangka .Pada sitoplasma terdapat daerah terang dan daerah gelap (tampak lurik) . OTOT POLOS : .Bentuk : seperti gelendong yang masing2 ujungnya runcing . pembuluh darah.Merupakan otot sadar .Jumlah inti : banyak . sel silindris bersilia. 2. sel sikat. Umumnya bentuk sel darah merah yang normal adalah bulat-bulat dan terpisah satu sama lain. 3.Jumlah inti : banyak . selgoblet mukosa.Memiliki sel-sel yang tidak jelas batasnya .Bentuk : panjang (seperti otot lurik) . OTOT LURIK : .Membentuk lapisan otot pada dinding usus. sel granul kecil 5.Merupakan organ jantung .bagian kepalanya terdapat nucleus yang berisi bahan genetic dari 23 kromosom.Warnanya : polos.Merupakan otot tidak sadar .1. 6.Bentuk : panjang . Bagian lehernya terdapat mitokondria yang .Gerakannya dipengaruhi oleh saraf otonom (sama dengan otot polos) 4.Memiliki sel-sel yg tidak jelas batasnya . sel basal. terdiri dari epitel berlapis gepeng dengan lapisan tanduk.Letak Inti sel : ditengah . ada periode istirahat. sel langerhans dan sel merkel. trombosit dan leukosit 7. saluran kemih dan saluran ekskresi. Sel trakea.

(neuron) memiliki bentuk yang khas. yang disatukan oleh ikatan kovalen. 8. serabut saraf dendrit dan serabut saraf neurit (atau akson). Sel lemak. Sel tulang. sel kaya rongga sel yang berisi tetes minyak. 10. tiap gugus fungsi mempunyai sifat dan reaksi kimia sendiri-sendiri. Sel saraf. butir-butir Nissl dan inti sel.mensuplai energy untuk aktivitas sperma. bagian ekornya terdapat protein fiber untuk pergerakan sperma dan mensuplai energy ekstra. dan karenanya disebut makromolekul. karbohidrat. . berbentuk poligonal/bulat. Badan sel saraf terdiri dari sitoplasma. Biomolekul bersifat polifungsionil. Sel saraf terdiri dari bagian-bagian: badan sel saraf. (Biokimia Harper)  Senyawa-senyawa biomolekul biasanya dikenal dalam empat bentuk: protein. Biomolekul dapat dipandang sebagai turunan hidrokarbon. Sel pembentuk jaringan tulang disebut osteoblas 9. dan lipid. yaitu senyawa karbon dan hidrogen yang mempunyai kerangka dasar yang tersusun dari atom karbon. Keempat golongan biomolekul tersebut mempunyai sifat umum memiliki struktur yang relatif besar (berat molekul besar). dinding sel tipis. mengandung dua atau lebih jenis gugus fungsi yang berbeda. asam nukleat. Pada molekul tersebut. tersimpan dalam matriks yang terdiri atas zat perekat kolagen dan endapan kalsium karbonat (CaCo3) dan kalsium fosphat (Ca3(PO4)2). Proses meningkatnya kadar kapur sehingga tulang menjadi keras disebut osifikasi. BIOMOLEKUL merupakan senyawa-senyawa organik sederhana pembentuk organisme hidup dan bersifat khas sebagai produk aktifitas biologis.

komponen pembentuk membran dan dinding sel. Biomolekul mempunyai fungsi tertentu dalam sel. polisakarida dan lipid. alat transpor.  Molekul lipid jauh lebih kecil (BM 750 sampai 1500). pembawa energi. antibodi. misalnya:  protein sebagai enzim. hormon dan pembentuk membran. protein. No 1 2 3 4 Biomolekul DNA RNA Protein Polisakarida (Glikogen) Molekul Pembangun Deoksiribonukleotida Ribonukleotida Asam amino Glukosa Fungsi Utama Materi genetik Sintesis protein Aktivitas enzimatik dan hormonal Simpanan energi jangka pendek .  Biomolekul kompleks utama adalah DNA. Berat Molekul :  Berat Molekul (BM) protein berkisar antara 5000 sampai lebih dari 1 juta  berat molekul berbagai jenis asam nukleat berkisar sampai beberapa milyar. hormon. koenzim. struktrur lipid juga dapat dianggap sebagai makromolekul. Tetapi karena lipid umumnya terbentuk dari ribuan molekul sehingga membentuk struktur berukuran besar yang berfungsi seperti sistem makromolekuler.  lipid sebagai sumber energi. dan pembentuk sel. dan pengatur biosintesis protein.  karbohidrat sebagai sumber energi.  asam nukleat sebagai faktor genetika. seperti terinci pada Tabel.  karbohidrat (polisakarida) dapat memiliki berat molekul sampai jutaan. Biomolekul kompleks tersusun atas molekul-molekul sederhana. RNA.

Beberapa senyawa non-polimer juga ada yang termasuk ke dalam makromolekul. Dalam keadaan normal jumlahnya 10 – 20 % dari masa sel. (Fisiologi Kedokteran Guyton Et Hall. (www. sebagai contoh  dan -keratin yang terdapat pada kulit. bahan yang sangat berlimpah pada sebagian besar sel adalah protein. misalnya hemoglobin. yaitu : 1.(Fisiologi Kedokteran guyton Et Hall. dan kuku. misalnya lipid. Beberapa protein struktural. Istilah makromolekul ini pertama kali diperkenalkan oleh pemenang hadiah nobel Herman Staudinger sekitar tahun 1920an. Protein jenis ini terdapat dalam sel terutama dalam bentuk filamen tipis panjang dimana filamen itu sendiri merupakan polimer dari banyak molekul protein. . seperti kolagen. Protein struktural.com . hal 14 ) Fungsi protein secara garis besar dapat dibagi 2. berfungsi sebagai pelindung. Definisi biomolekul dan makromolekul) Jenis-jenis makromolekul dalam sel kehidupan  Karbohidrat  Lipid  Protein  Asam nukleat Selain air. fibrous protein.5 Lipid Asam lemak Penyusun membran sel dan cadangan makanan (jangka panjang) Makromolekul merupakan molekul yang sangat besar. hal 14 ) • Sedangkan protein struktural lain ada juga yang berfungsi sebagai perekat. polimer baik itu alami maupun sintetik merupakan makromolekul. rambut.google.

Protein globular sering larut dalam cairan sel / bagian yang menyatu dengan bagian yang melekat pada struktur membran di dalam sel. Struktur pertama adalah struktur primer. Makromolekul ini mengendalikan jalur dan waktu metabolisme yang kompleks untuk menjaga kelangsungan hidup suatu organisme. Selain itu protein juga dapat berperan sebagai biokatalis untuk reaksi-reaksi kimia dalam sistem makhluk hidup. Suatu sistem metabolisme akan terganggu apabila biokatalis yang berperan di dalamnya mengalami kerusakan. Protein globular • umumnya terdiri dari satu macam molekul protein atau pada umumnya. • • Struktur protein terdiri dari empat macam struktur.• • Protein dapat memerankan fungsi sebagai bahan struktural karena seperti halnya polimer lain. kombinasi beberapa molekul dalam bentuk globular daripada bentuk fibrilar. struktur ini terdiri dari asam-asam amino yang dihubungkan satu sama lain secara kovalen melalui ikatan peptida. protein memiliki rantai yang panjang dan juga dapat mengalami cross-linking. Protein ini terutama merupakan enzim sel dan berlawanan dengan protein fibrilar. 2. .

-sheet itu sendiri ada yang paralel dan juga ada yang anti-paralel. didominasi oleh ikatan hidrogen antar rantai samping yang membentuk pola tertentu bergantung pada orientasi ikatan hidrogennya. Struktur yang kedua adalah struktur sekunder. Ada dua jenis struktur sekunder. yaitu: -heliks dan -sheet. melalui rantai samping asam amino. protein sudah mengalami interaksi intermolekul. Ikatan yang membentuk struktur ini. Pada struktur sekunder. . bergantung pada orientasi kedua rantai polipeptida yang membentuk struktur sekunder tersebut.

kemudian dikemas sedemikian rupa sehingga membentuk struktur tiga dimensi yang paling pavorable secara termodinamika. Disini interakasi intra molekuler seperti ikatan hidrogen.Struktur-struktur sekunder ini. ikatan ion. van der Waals. hidropobik dll turut menentukan orientasi struktur 3 dimensi dari protein . Struktur ruang ini adalah struktur ketiga atau juga dinamakan struktur tersier.

Gaya Dipol sesaat (iktn VDW yg lemah) antara molekul2 nonpolar. dengan kata lain multi subunit. sehingga senyawa2 yang mengandung ikatan hidrogen antara molekul2nya mempunyai titik didih tinggi. Intraksi intermolekul antar sub unit protein ini membentuk struktur keempat/kwaterner. Setiap subunit protein dapat melakukan komunikasi dan saling mempengaruhi satu sama lain melalui interaksi intermolekular ini. Ada 2 jenis ikatan Van der Waals : 1. Banyak molekul protein yang memiliki lebih dari satu struktur tersier. meskipun massa molekul relatifnya kecil. 2. Gaya antardipol (iktn VDW yg kuat) antara molekul2 polar. Ikatan hydrogen : Ikatan antara atom yang keelektronegatifannya sangat besar (F.  Ikatan Van der Waals :ikatan yang berlaku akibat kedudukan kumpulan kimia yang berdekatan dalam senyawa kovalen.O atau N) dengan atom H yang berlainan molekul . Ikatan Hidrogen jauh lebih kuat dari ikatan Van der Waals. .

sehingga pada molekul pembentuknya tidak terjadi momen dipol. HCl dan sebagainya.Ikatan kovalen :Ikatan kovalen terjadi karena adanya pemakaian bersama elektron dari atom-atom yang membentuk ikatan. Seperti misalnya : H2. Kovalen nonpolar :Titik muatan negatif elektron persekutuan berhimpit. CH4. C6H6. Hal ini terjadi karena beda keelektronegatifan kedua atomnya. akibatnya H relatif lebih elektropositif sedangkan Cl relatif menjadi elektronegatif. Contoh : senyawa HCl . N2. Contoh senyawa : . Elektron persekutuan akan bergeser ke arah atom yang lebih elektronegatif akibatnya terjadi pemisahan kutub positif dan negatif. Pada umumnya ikatan kovalen terjadi antara atom-atom bukan logam yang mempunyai perbedaan elektronegativitas rendah atau nol. Kovalen Polar 2. Jenis2 Ikatan kovalen : 1. Cl2. Kovalen Nonpolar Kovalen polar :Atom-atom pembentuknya mempunyai gaya tarik yang tidak sama terhadap pasangan elektron persekutuannya.Cl mempunyai keelektronegatifan yang lebih besar dari H. sehingga pasangan elektron lebih tertarik ke arah Cl. dengan perkataan lain bahwa elektron persekutuan mendapat gaya tarik yang sama.

O2 . P4 2. CCl4. Untuk sebagian besar unsur. proses pelepasan atau penambahan elektron adalah proses endotermik (membutuhkan energi). Ikatan ini berasal dari gaya tarik elektrostatik antara ion yang bermuatan berlawnan [Kation (+) dan anion (-)]. Ini berarti bahwa bentuk ion adalah kurang stabil dibandingkan atom yang tak bermuatan. Molekul beratom sejenis : H2 . IKATAN KIMIA PADA PROTEIN • • • • IKATAN KOVALEN IKATAN IONIK IKATAN HIDROGEN IKATAN VAN DER WAALS Mikromolekul: molekul yang ukurannya lebih kecil daripada makromolekul. 4. CH4 Ikatan ion 3.Biasanya menjadi penyusun makromolekul Contoh : Asam amino Asam lemak dan gliserol Monosakarida Nukleotida Supramolekul: molekul yang merupakan gabungan dari makromolekul Contoh: membrane .1. SiO2. Molekul simetris : CO2.

materi genetiknya (DNA) terkonsentrasi pada suatu daerah yang disebut nukleoid.Membrane plasma sel . aka tetapi tidak ada suatu membrane yang memisahkan daerah ini dari bagian sel lainnya. Prokariot itu sendiri umumnya merupakan makhlik sel tanggal. badan golgi.Nucleoid .Tidak ada organnel khusus. dan polisakarida) Dinding sel cyanobacteria (polisakarida sederhana = selulosa) . termasuk sianobakteria ( Cyanobacteriae )  Bakteri dan Archaea ( Eubacteriae dan Archaebacteriae ) Struktur: .Struktur lebih sederhana dari eukariot .Sitoplasma .Dinding sel .Cromosom Ribosom Dinding sel Jenis-Jenis Sel  PROKARIOT Sel prokariotik adalah sel yang tidak memiliki nucleus (inti). lemak.Tidak adanya membrane inti sel . reticulum edoplasma Dinding sel bakteri (komposisi kimiawi mengandung protein.Flagel .Pili - Ciri-ciri: . ex : prokariota merupakan suattu bakteri. misalnya mitokondria.Bahan genetic .Ribosom bebas .

. untaian tersebut itu dinamakan nucleoid. prokriot tetap memiliki vakuola dan sitoskeleton. karena tidak memiliki inti yang jelas metri genetiknya (DNA).Akan tetapi. terdapat pada suatu untaian panjang yang terdapat pada sitoplasma.

Perbedaan dengan Prokariotik : 1) Inti sel dibatasi oleh membran inti 2) Organel organelnya dibatasi oleh membran 3) Membran selnya tersusun atas Fosfolipid 4) Diameter selnya antara 10-100 mm 5) Mengandung banyak subunit RNA polymerase 6) Susunan kromosomnya Linier Komponen Penyusun : Membran nukleus Membran plastida Nukleus Plastida Mitokondria Badan Golgi DNA RNA Histon Pigmen Retikulum Endoplasma Ribosom . Materi inti dibatasi oleh suatu sistim membran yang terpisah dari sitoplasma. Eukariotik memiliki pengertian memiliki nukleus yang sesungguhnya dibungkus oleh selubung nukleus. eu yg berarti ”sebenarnya” dan karyon berarti nukleus atau inti. Sel yang intinya memiliki membran.SEL EUKARIOTIK Definisi : Eukariotik.

Sel Tumbuhan * memiliki dinding sel * memiliki butir plastida * bentuk tetap karena memiliki dinding sel yang terbuat dari cellulosa * jumlah mitokondria relatif sedikit karena fungsinya dibantu oleh butir plastida * vakuola sedikit tapi ukurannya besar * sentrosom dan sentriolnya tidak jelas .Contoh sel Eukariotik : Semua makhluk hidup kecuali bakteri dan alga biru Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan 1. Sel Hewan : * tidak memiliki dinding sel * tidak memiliki butir plastida * bentuk tidak tetap karena hanya memiliki membran sel yang keadaannya tidak kaku * jumlah mitokondria relatif banyak * vakuolanya banyak dengan ukuran yang relatif kecil * sentrosom dan sentriol tampak jelas 2.

bagian-bagian dalam sel sebenarnya mempunyai sistem perhubungan antara satu sama lain melalui sistem mebran sel. organel-organel lain dalam sitoplasma (retikulum/jalinan endoplasmik. Selain membran sel. sampul nukleus. kompleks Golgi. Fosfolipid dan kolestrol merupakan asas struktur membran. . dan sebagainya) juga terdiri daripada dwilapisan fosfolipid. Dengan demikian. karung-karung membran seperti vesikel.Sistem Membran Pada Sel Membran sel eukariot terdiri dari 2 lapisan fosfolipid dimana terdapat kolestrol dan berbagai protein terbenam pada bagian-bagian tertentu membran tersebut. sementara protein mempunyai tugas-tugas khusus seperti membantu pengangkutan molekul-molekul merentasi membran sel.

. glikolipid.Membran sel Membran sel / membran plasma hádala statu struktur membranosa yang Sangay tipis yang membungkus setiap sel. Bahan-bahan ini memainkan peranan dalam mebantu pengangkutan melalui membran. memisahkan isi sel dari sekitarnya. protein reseptor. Struktur kimia molekul fosfolipid ialah satu kawasan hidrofilik (‘kepala’) dan 2 susunan kimia yang hidrofobik (‘sepasang ekor’). glikoprotein. Satu unit lapisan fosfolipid secara terperinci: Lipid. protein peripheral dan protein pengangkut pada membran berkenaan.karbohidrat. Membran sel terdiri daripada dwilapisan fosfolipid.

mempertahankan lingkungan intrasel agar tetap constan 6. osmoregulasi C. Tempat terjadinya reaksi-reaksi kimia tertentu. (Fisiologi Manusia Sherwood) B. Koordinasi pertumbuhan 4. 3. Melaksanakan fungsi pengenalan dan pengaturan yang spesifik (komunikasi. membentuk jaringan. 2. . Reproduksi sel 3. Bertindak sebagai receptor. Komunikasi Langsung Komunikasi antar sel yang sangat berdekatan dengan selang waktu hanya sepersekian detik. Misal terhadap zat kimia dan hormon. dan selanjtunya dikemas menjadi organ. (Fisiologi Komunikasi Antar & Intrasel .Fungsi membran sel: 1. 4.Misal reaksi oksidasi. Pengatur dan pengendali kegiatan sel 2.Departemen Faal FK UI)  Adhesi sel-ke-sel(antar sel) memungkinkan kelompok-kelompok sel menyatu. interaksi antar sel dan lingkungannya) Komunikasi Antar Sel A. 5. terjadi melalui transfer sinyal listrik/ion saja atau sinyal kimia saja(hanya salah satu) dengan perantara gap junction protein saluran khusus yang dibentuk oleh protein konekson yang memungkinkan terjadinya aliran ion/sinyal & molekul kecil lainnya. Pembatas antara isi sel dan lingkungannya. Mengatur transportasi air dan zat terlarut dari luar ke dalam sel dan sebaliknya. Definisi  Komunikasi antar sel ialah interaksi yang dilakukan oleh suatu sel baik dengan lingkungannya sendiri maupun dengan sel yang lain dalam rangka mempertahankan homeostasis. Tujuan Tujuan komunikasi antar sel diantaranya ialah untuk: 1. Jenis Komunikasi antar Sel 1.

Komunikasi jarak jauh(distant) Komunikasi antar sel yang letaknya sangat berjauhan melalui sinyal listrik dan sinyal kimia yang dihantarkan melalui sel saraf maupun pembuluh darah.2. yaitu: a. 3. Komunikasi secara distant pun terbagi menjadi 2. . b. Synaptic signal Dilakukan dengan neuron yang meneruskan sinyal-sinyal secara elektrik disepanjang akson dan melepaskan suatu sinyal kimia yang dinamakan neurotransmiter ke sel sasaran. Komunikasi lokal dibagi menjadi 2. Paracrine signal Proses komunikasi sel dengan mensekresikan sinyal ke sel tetangga yang letaknya berdekatan. yaitu: a. Autocrine signal Proses komunikasi sel dengan mengirimkan sinyal ke sel yang mensekresikannya yang mempengaruhi kegiatan sel tersebut sendiri. Komunikasi Lokal Komunikasi sel yang dilakukan hanya dengan perantara zat-zat kimia yang dilepaskan cairan ekstrasel.

Sebuah sel ditargetkan oleh sinyal kimia tertentu memiliki molekul . yang masing-masing tergantung pada molekul reseptor yang ditemukan pada selaput sel (membran plasma). Ketika mencapai otak.b. D. transduksi sinyal. sel-sel saraf kemudian mengirimkan impuls dari satu sel ke yang berikutnya. a. Mekanisme komunikasi sel dapat dibagi menjadi tiga tahap: penerimaan sinyal. Impuls saraf dan hormon adalah beberapa beberapa bagian dari komunikasi antar sel. menyebabkan protein untuk mengubah bentuk. Tahap-tahap Komunikasi antar Sel Sel-sel individu dalam suatu organisme multiseluler harus dapat berkomunikasi satu sama lain. dan respon seluler.) Penerimaan sinyal (reception) Sebuah molekul sinyal mengikat dengan protein reseptor. Endocrine signal Bergantung pada sel-sel endokrin dimana sel tersebut mensekresikan hormon maupun neurohormon ke aliran darah lalu didistribusikan ke sel sasaran. Kemampuan untuk berkomunikasi antar sel adalah penting untuk organisme multiseluler besar karena memungkinkan organisme untuk mengkoordinasikan kegiatan semua sel mereka. otak merespon rangsangan tersebut dan mengirimkannya lewat hormon ke bagian tubuh lain untuk ditanggapi. Rangsangan yang kita terima dari luar akan diubah menjadi impuls saraf.

Protein ini membentang di seluruh lapisan ganda lipid sehingga bagian dari molekul terletak baik di dalam dan di luar sel.protein reseptor yang mengakui molekul sinyal. Perubahan ini mengaktifkan sinyal di dalam sel dan menghasilkan tanggapan dari itu. Pengikatan ligan menyebabkan protein reseptor untuk menjalani perubahan dalam konformasi.) Tranduksi sinyal (transduction) Suatu reseptor membran plasma yang bekerja dengan bantuan protein yang disebut protein G dan protein lain. b. Ketika protein link sinyal yang tepat untuk mengunci. Kebanyakan sinyal reseptor adalah protein membran plasma. Bagi banyak reseptor. Kesalahan dalam pengolahan informasi selular dapat berakibatkan timbulnya penyakit seperti kanker dan tumor. semua protein dalam berbentuk tidak aktif. Protein G aktif (bergerak bebas di sepanjang membran) mengikat dan mengaktifkan enzim.. menyebabkan bagian dari protein di dalam sel untuk mengubah bentuk. Molekul sinyal dalam bentuk komplementer ke situs tertentu pada reseptor dan menempel di sana. seperti penyusunan kembali sitoskeleton. Kegiatan itu dapat diatur di sitoplasma. biasanya enzim. seperti sebuah kunci dalam kunci. Ketika molekul sinyal berikatan dengan protein reseptor. Dengan memahami sinyal pada sel. Dengan tidak adanya sinyal molekul ekstraseluler spesifik untuk reseptor. . yang memicu langkah berikutnya dalam jalur menuju sel respon. istilah untuk suatu molekul kecil yang khusus mengikat ke yang lebih besar. menjadi tersedia untuk digunakan kembali. pembukaan atau penutupan saluran-saluran ion pada membran plasma.) Respon seluler (response) Sel-sel memiliki protein reseptor pada membran mereka. penyakit dapat diobati secara efektif dan secara teoritis. atau beberapa aspek metabolisme sel. yang merupakan perubahan bentuk. c. perubahan bentuk langsung mengaktifkan reseptor sehingga dapat berinteraksi dengan molekul lain seluler. Protein-protein itu tetap melekat ke membran plasma. Protein G kemudian mengkatalisis hidrolisis GTP nya dan memisahkan dari enzim. Molekul sinyal berperilaku sebagai ligan. perubahan bentulk reseptor sedemikian rupa sehingga mengikat dan mengaktifkan protein G.

.

co. .  Interfase: . Mikrotubulus membentuk benang mitosis (Mitotic Spindle).htm MITOSIS  Mitosis: Pembelahan pada sel somatik yang menghasilkan sel anakan yang sama dengan sel induk.Literatur    Fisiologi Manusia: dari sel ke sistem – Sherwood e-book: Fisiologi Komunikasi Antar & Intrasel. .ca/cm1504/cellcommunication.  Tujuan: Regenerasi dan perbaikan pada se tubuh yang rusak.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://kentsimmon s.uwinnipeg. Departemen Faal FK UI http://translate.google.Sentriol di kromosom bergerak menujuke kutub yang berlawanan dan membentuk aster.Kromosom di replikasi.Membran Nukles menghilang.  Profase : .

.Mikrotubulus akan membentuk Spindle pole (mitotic center). . Prometafase (Profase Akhir): . sementara Mikrotubul Polar terus memanjang untuk pemisahan lebih lanjut.  Telofase: . Kromosom mulai bergerak.  Anafase: . Kemudian Mikrotubul Kinethocore terlihat dan menempel pada mikrotubular polar.Pasangan kromosom terpisah dan kromatid bergerak menuju Spindle Pole.  Metafase: . .Penghancuran membrane inti menjadi vesikel membran Kecil.Kromosom terurai menjadi Kromatin. .Kromosom akan tersusun di bidang ekuator dan terikat pada mikrotubulus.Kromosom telah berada di kutubnya masing-masing.Mikrotubul Kinethocore mulai menghilang.Kromosom memanjang dan memendek. .

MEIOSIS 1) Definisi :bentuk pembelahan sel dengan menghasilkan jumlah kromosom anak separuh dari jumlah kromosom sel induk 2) Tujuan :  Mengurangi jumlah kromosom anak karena diperlukan untuk reoroduksi seksual  Menciptakan variasi genetic . Sitokinesis: .Pengerutan pada bagian tengah Sitoplasma dan Sitoplasma di bagi menjadi 2 sel anakan.

terjadi pada sel gamet 4) Tahapan meiosis MEIOSIS 1 Profase I Terdiri dari 5 tahap: . Terdiri dari 1 pembelahan inti 3.terdiri dari 2 pembelahan inti 3.3) Perbedaan MITOSIS 1. Menghasilkan 2 sel anakan yang diploid (2n) dan sifatnya identik dengan induk 2.menghasilkan 4 sel anakan yang haploid(n) dan sifatnya tidak identik 2. Terjadi pada sel somatic (tubuh) MEIOSIS 1.

satu sentriol tetap. membran inti dan nukleus menghilang Akhir profase kromosom homolog melakukan pertukaran informasi genetic melalui proses pindah silang.Zigonema: kromosom yang homolog berdekatan (bergandengan) setiap pasangan kromosom disebut bivalen 3. satunya lagi mengarah ke kutub berlawanan. masing-masing membentuk spindel yang menjerat tetrad.Laptonema: benang-benang kromatin menjadi kromosom 2. .1.Diplonema: kromatid dari masing-masing belahan kromosom memendek dan membesar 5. masih dalam ikatan sentromer sehingga membentuk tetrad 4.Pakinema: kromosom homolog mengganda .Diakinesis: sentrosol membentuk 2 sentriol.

menggantung pada bendang spindel melalui sentromer 2.Setiap kutub menerima campuran acak kromosom dari ibu dan anak .Metafase I 1.Kromatid terletak dibiadang ekuator.Spindel menarik pasangan kromosom homolog hingga terpisah di kutub yang berlawanan 2.Sentromer belum membelah 3.Tampak adanya dua kromatidhasilpenggandaan pada profase. benang-benang spindel tampaksemakin jelas Anafase I 1. Tiap-tiap sel anak akan mendapatkan satu kromatid 3.

kemudian sitokinesis berlangsung Tahapan Meiosis II Profase II 1.Nukleus muncul lagi.Kromatid memadat. selubung inti terbentuk 2.Telofase I 1.Kromatin berubah menjadi kromosom yang dijerat oleh spindel .Membran inti dan nukleus lenyap 3.Sentrosom membentuk dua sentriol yang letaknya berlawanan kutub dan dihubungkan oleh spindel 2.

Metafase II 1.Chromosomes melekat pada kinetokor spindel ke arah kutub yang berlawanan.Kromosom berada di equator 2. sehingga sentromer terbelah 2.Belum terjadi pembelahan sentomer Anafase II 1.Kromatid berkelompok dua-dua 3.Masing-masing kromatid bergerak ke arah yang berlawanan .

kemudian terjadilah 2 sel anakan 5) Contoh meiosis Pembelahan sel yang terjadi di sel gamet: .Kromatid berkumpul pada kutub pembelahan dan berubah kembali jadi kromatin 2.Telofase II 1.Sekat pemisah semakin jelas.Membran inti dan nukleus terbentuk lagi 3.

dan kemudian memisahkan hasil duplikasi tersebut hingga terjadi dua sel baru yang identik.SIKLUS SEL DEFINISI  Proses duplikasi secara akurat untuk menghasilkan jumlah DNA kromosom yang cukup banyak dan mendukung segregasi untuk menghasilkan dua sel anakan yang identik secara genetik. .  Fungsi sel yang paling mendasar berupa duplikasi akurat sejumlah besar DNA di dalam kromosom.yang terjadi secara siklik (berulang)  Proses selang seling di antara mitosis dan interfase dalam semua jaringan dengan pergantian sel.

Sintesis RNA terjadi didalam inti sel. DNA mengontrol RNA dalam sintesis . dimana molekul Rna terbentuk berdasarkan model molekul DNA yang ada didalam inti sel .bulan bahkan tahun.) Terjadi sintesis RNA yangkemudian diikuti oleh sintesis protein sehingga sitoplasma akan bertambah banyak dan sel akan bertumbuh.TUJUAN  Mengatur pertumbuhan sel dengan cara meregulasi waktu pembelahan  Mengatur perkembangan sel dengan cara mengatur jumlah ekspresi atau translasi gen pada masing masing sel yang menentukan diferensiasinya  Mengganti sel sel yang mati  Menghasilkan sel anakan yang identik  Mengatur proses pembelahan sel TAHAPAN SIKLUS SEL – Tahap G1 • • • • • First gap phase Dimulai dari sel muda yang baru saja membelah Umunya kebanyakan membutuhkan waktu 3-4 jam (namun ada juga beberapa jenis sel membutuhkan waktu beberapa hari. sehingga sifat-sifat RNA yang spesifik dan protein yang disintesis RNA juga berisfat spesifik.

.protein dan juga memberi pengarahan dalam proses sintesis protein. masih terjadi sintesis RNA Dari hasil penelitian RNA akan berhenti pada saat pembelahan sel dimulai. • • • • • -Tahap G2 SECOND GAP PHASE Tahap akhir akan disusul dengan pembelahan sel Berlangsung selama 2-5 jam . dan akan tumbuh sesuai sel induknya. tahap s Synthetic phase -Terjadi proses sintesis DNA -berlangsung selama 7-8 jam -dalam tahap ini sintesis RNA masih berlangsung tapi tidak dominan -Molekul RNA akan terbentuk melalui proses replikasi.

LARAS INDRI PALUPI (1010211021) -OKI FAHMI ABRI (1010211006) -VINY OCTAVIAD (1010211016) -DHISA (1010211020) -HASYATI DWI KINASIH (1010211023) -ROSIANA AFIDA ROHMAWATI (1010211024) -DIONISSA (1010211029) -HENNY HASSYATI (1010211025) -RISDI PRAMESTA (0910211125) TUTOR : IBU CUT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN “ JAKARTA Tahun ajaran 2010 .HENDRA LEOFIRSTA(1010211013) .FBS 1 CASE 1 : BIOLOGI SEL KELOMPOK A2 DISUSUN OLEH: -ANDYA YUDHI IRAWAN (1010211004) .MENTARI (1010211018) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful