RIASRI NURWIRETNO 209000053 PSIKOLOGI B Pengaruh Proses Adaptasi terhadap Tingkat Stres pada Mahasiswi Baru di Universitas Paramadina

Proses adaptasi merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan. Adaptasi adalah fase kehidupan yang pasti dilalui setiap orang. Hal tersebut sangat mempengaruhi hubungan seseorang satu sama lain. Dinamika kehidupan yang terus-menerus mengalami perubahan, menuntut seseorang untuk cepat beradaptasi dengan lingkungannya yang baru. Salah satu contoh bentuk adaptasi yang terjadi di kalangan pelajar adalah ketika memasuki Tahun Ajaran Baru. Umumnya ketika seorang pelajar SMP (Sekolah Menengah Pertama) memasuki masa-masa SMA (Sekolah Menengah Atas), proses adaptasi akan lebih mudah. Karena pada dasarnya pola pembelajarannya masih sama. Proses sebuah adaptasi yang lebih kompleks terjadi ketika pelajar SMA memasuki masa-masa awal perkuliahan di Perguruan Tinggi. Status pelajar yang melekat pada diri mereka akan berubah menjadi mahasiswa baru. Para mahasiswa baru ini akan menemukan sistem-sistem baru yang tidak mereka temukan saat duduk di bangku SMA, seperti sistem moving class dan SKS (Satuan Kredit Semester). Kemudian dalam hal pertemanan, saat kuliah masing-masing individu dituntut untuk lebih mandiri. Kondisi seperti yang telah disebutkan diatas tentu memberikan tekanan-tekanan tersendiri bagi para mahasiswa baru. Bagi para mahasiswa baru yang mampu beradaptasi dengan baik, hal tersebut bukanlah sebuah masalah besar. Namun, tidak sedikit dari mereka yang merasa sulit beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Sehingga, tekanan-tekanan tersebut berdampak kepada diri mereka. Selain mengakibatkan terkikisnya rasa kepercayaan diri, tekanan tersebut dapat membuat mereka mengalami stres bahkan lambat laun dapat menyebabkan depresi. Berbagai hal dapat memicu adanya stres, salah satunya yaitu permasalahan finansial. Seperti yang terjadi pada salah satu mahasiswi Universitas Paramadina. Dari hasil wawancara kepada tiga mahasiswi Universitas Paramadina yang dipilih secara acak, mereka mengaku stres menghadapi masa-masa awal perkuliahan. Tidak hanya itu, mereka juga memaparkan penyebab-penyebab stres yang mereka alami dalam kurun waktu satu bulan. Penyebab stres itu sendiri berbeda-beda dari setiap mahasiswi. Berikut adalah tabel hasil wawancara dengan

RIASRI NURWIRETNO 209000053 PSIKOLOGI B tiga orang mahasiswi Universitas Paramadina Progam Studi Psikologi mengenai pengertian stres serta penyebab stres yang mereka alami.

Tabel Hasil Wawancara Mahasiswi A Pengertian stress Penyebab stres Stres adalah ketika ada banyak tekanan, Tidak punya uang, otak buntu, tidak dapat menyelesaikan ulangan masalah tertentu lalu akhirnya merasa orangtua. B tertekan. Stres adalah saat pikiran sudah mentok! Rutinitas yang padat, tidak Tidak menemukan atau menghasilkan ide menemukan hal baru, tidak C baru. dihargai orang lain. Stres adalah perasaan otak tidak nyaman Manajemen waktu tidak baik, dipengaruhi menimbulkan rasionalitas. oleh emosional yang kurang tidur, sering lupa. ketidakseimbangan jelek,

nilai

dimarahin

Berdasarkan hasil wawancara tersebut, pengertian stres menurut mahasiswi A dan mahasiswi B memiliki penjelasan yang hampir sama. Mereka mengedepankan kondisi dimana sesuatu tidak dapat ditemukan pemecahannya. Lain halnya dengan mahasiswi C yang mencoba menjelaskan pengertian stres dengan konteks bahasa yang lebih ilmiah. Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian stres bagi setiap individu berbeda-beda, tergantung sejauh apa mereka memberi batasan terhadap stres itu sendiri. Faktor-faktor penyebab stres pun sangat beragam. Hal ini sangat berpengaruh pada seberapa besar kemampuan mereka untuk bertahan dalam menghadapi setiap masalah yang timbul. Kemampuan untuk bertahan dan berusaha menerima kenyataan ketika berada di lingkungan yang baru merupakan bagian penting dari sebuah proses adaptasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.