RANGKUMAN

BAB IX PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN
Disusun untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Pengantar Pendidikan Yang dibina oleh Bapak Drs. Tri Atmadji S M.Pd

Oleh :
Elsa Dwi R.R. IkaRizkiChoirunnisaa Iman Budi Hutomo Indri Widyarti (110533406959) (110533406975) (110533406989) (110533406971)

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN ELEKTRO PRODI S1 PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS NEGERI MALANG OKTOBER 2011

......... 9 DAFTAR RUJUKAN ............. 3............................................................ 2................................................... 1 BAB II ................................................................................…………......................... 5 BAB III ...... 3 Pembangunan Sistem Pendidikan Nasional ....................................................DAFTAR ISI DAFTAR ISI................................... 2 1............................................................. Esensi Pendidikan dan Pembangunan serta Titik Temunya ....................................................… i KATA PENGANTAR ..................................................................................................... 11 i .......................................................... ii BAB I .........…………………………………………………..................... 2 Sumbangan Pendidikan pada Pembangunan ....................................

3. Pada kesempatan ini penulis tidak lupa menyampaikan penghargaan yang tinggi dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya : 1. Untuk itu penulis mengharapkritik dan saran semua pihak demi kesempurnaan makalah ini.KATA PENGANTAR Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Kuasa. selaku dosen pembimbing mata kuliah pengantar pendidikan. taufik. karena berkat rahmat. dan hidayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan makalah dengan baik. Bapak Tri Atmadji. Orangtua kami yang telah memberi dukungan. penulis berharap semoga penulisan makalah ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. 22 Oktober 2011 Penulis ii . Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna. karena “Tidak ada gading yang tidak retak” masih banyak sekali kekurangan – kekurangannya. Teman-teman tercinta yang banyak memberikan bantuan moril maupun materiil demi kelancaran dalam penulisan makalah ini. untuk itu kamiucapkan terima kasih. Semoga semua bantuan dan bimbingan yang telah diberikan kepada penulis tercatat sebagai amal kebaikan yang diridhoi oleh Allah SWT. Akhir kata. 2. baik secara moril maupun materiil. ini sebagai tugas mata kuliah pengantar pendidikan Malang.

Agar lulusan sekolah mampu beradaptasi secara dinamis dengan perubahan dan tantangan itu. 1 . pemerintah melontarkan berbagai kebijakan tentang pendidikan yang memberikan ruang yang luas bagi sekolah dan masyarakatnya untuk menentukan program dan rencana pengembangan sendiri sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing. Pendidikan juga sangat berpengaruh dalam pembangunan. Kenyataan ini sudah lebih dari cukup untuk mendorong pakar dan praktisi pendidikan melakukan kajian sistematik untuk membenahi atau memperbaiki sistem pendidikan nasional. bangsa. sosial.BAB I PENDAHULUAN Keunggulan suatu bangsa tidak lagi bertumpu pada kekayaan alam. dan bahkan masih lebih banyak lagi peranan pendidikan dalam pembangunan masyarakat. baik itu dalam pembangunan sumber daya manusia. melainkan pada keunggulan sumber daya manusia. yaitu tenaga terdidik yang mampu menjawab tantangan-tantangan yang sangat cepat. dan Negara. ekonomi.

pembangunan ke dalam diri manusia yakni berupa pembinaan pertumbuhan jasmani dan perkembangan rohani yang meliputi kemampuan penalaran. jasmaniah dan rohaniah. Sebenarnya esensi pembangunan bertumpu dan berpangkal dari manusianya bukan pada lingkungan seperti perkembangan ekonomi sebagaimana yang telah dikemukakan di atas. Dalam hal ini.BAB II KAJIAN TEORI 1. sikap diri dan sikap sosial. Manusia dapat di pandang sebagai “objek” sekaligus “subjek” pembangunan. Jadi. Dalam GBHN telah disebutkan bahwa hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia. pendidikan mengarah ke dalam diri manusia sedangkan pembangunan mengarah ke luar yaitu ke lingkungan sekitar manusia. manusia dipandang sebagai sasaran yang dibangun. Manusia dipandang sebagai subjek pembangunan karena ia dan segenap kemampuannya menggarap lingkungannya secara dinamis dan kreatif abik terhadap sarana lingkungan alam maupun lingkungan sosial/spiritual. Sebagai objek. dengan demikian dapat meningkatkan martabatnya sebagai makhluk. Esensi Pendidikan dan Pembangunan serta Titik Temunya Menurut paham umum kata “Pembangunan” lazimnya diasosiasikan dengan pembangunan ekonomi dan industri. Padahal banyak bukti yang dialami oleh banyak negara yang menunjukkan bahwa kemajuan di bidang ekonomi dan industri yang ditandai oleh kenaikan GNP ternyata tidak otomatis membawa kesejahteraan masyarakat. Pembangunan berorientasi pada pemenuhan hajat hidup manusia sesuai dengan kodratnya sebagai manusia. Hal tersebut dapat diartikan bahwa yang menjadi tujuan akhir dari pembangunan adalah manusianya yaitu terpenuhinya hajat hidup. Hal ini sesuai dengan tujuan akhir dari pembangunan yakni meningkatkan martabat manusia. 2 .

Jika pendidikan dan pembangunan dilihat sebagai suatu garis proses maka keduanya merupakan suatu garis yang terletak continue yang saling mengisi. Segi Sasaran Pendidikan Pendidikan adalah usaha sadar yang ditujukan kepada peserta didik agar menjadi manusia yang berkpribadian kuat dan utuh serta bermoral tinggi. 1. Hasil pendidikan dapat menunjang pembangunan dan sebaliknya hasil pembangunan dapat menunjang usaha pendidikan. Jadi tujuan citra manusia pendidikan adalah terwujudnya citra manusia yang dapat menjadi sumber daya pembangunan yang manusiawi. Status pendidikan dan pembangunan masing-masing dalam esensi pembangunan serta antara keduanya 1. Pendidikan merupakan usaha ke dalam diri manusia sedangkan pembangunan merupakan usaha keluar dalam diri manusia. 2. Manusia yang baik dimana pun ia berada akan memperbaikai lingkungan. penyediaan saran. Prof. 3 . lingkungan. dan seterusnya) 2. Sumbangan Pendidikan pada Pembangunan Sumbangan pendidikan terhadap pembangunan dapat dilihat dari berbagai segi. segi sasaran. dan pembidangan kerja. diantaranya. Slamet Imam Santoso menyatakan bahwa tujuan pendidikan menghasilakn manusia yang baik. Dr. Pendidikan menghasilkan sumber daya tenaga yang menunjang pembangunan dan hasil pembangunan dapat menunjang pendidikan (pembinaan. Proses pendidikan pada satu garis menempatkan manusia sebagai titik awal karena pendidikan mempunyai tugas untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk pembangunan yaitu pembangunan yang dapat memenuhi hajat hidup masyarakat luas serta mengangkat martabat manusia sebagai makhluk. jenjang pendidikan.

Disegilain. Diampingitu. 3) Lingkunganmasyarakat Padalingkunganmasyarakat (pendidikan formal). Hal I nibertaliandengansemaiknberkembangnnya sector swasta yang menunjangnpembangunan. formal proses PadamasyarakatIndoneisia. Keduamacambekaltersebutdipersiapkansecara formal danbergunasebagaisaranapenunjangpembangunandiberbagaibidang. yang kepadamerekaditanamkankeyakinan-keyakinan pentingutamanyahal-hal yang bersifat religious. bekal yang dimaksud disini berupa bekal dasar. dan moral. ataupun dalam sistem pendidikan prajabatan dan dalam jabatan. mengalamiperekmbangan yang sangatpesat. pesertadidikmemperolehbekalpraktisuntukberbagaijenispekerjaan.Hal-hal tersebut sangat tepat dilakukan pada masa kanak-kanak sebelum perkembangan rasio yang mendominasi perilakunya. Kebiasan baik dan keyakinankeyakinan penting yang mendarah daging merupakan landasan yang sangat diperlukan untuk pembangunan. 1) Lingkungan keluarga Dalam lingkungan keluarga anak dilatih berbagai kebiasaan yang baik (habbit formation) tentanng hal-hal yang berhubungan dengan kecekatan. 2) Lingkungan Sekolah Pada lingkungan sekolah. Segi Lingkungan Pendidikan Klasifikasi ini menunjukkan peran pendidikan dalam berbagai lingkungan atau sistem. khusunyamereka belajarnyamelaluijalur sistempendidikn non yang tidaksempatmelanjutkaan formal. ketermapilan dan sikap .2. 4 . kesopanan. peserta didik dibimbing untuk memperluas bekal yang telah diperoleh dari lingkungan kera keluarganya berupa pengetahuan. Lingkungan keluarga(pendidikan informal). lingkungan sekolah (pendidikan formal). lanjutan ataupun bekal kerja yang langsung dapat digunakan secara aplikatif (sekolah menengah kejuruan dan perguruan tinggi). lingkungan masyarakat (pendidikan nonformal).

sosial politik. Itulah sebabnya mengapa sistem pendidikan sebagai sarana manusia untuk menemukan teka-teki mengenai dirinya juga selalu disempurnakan. 4. hukum. Jika pada PELITA IV berubah dari masyarakat agraris ke masyarakat industri maka pola pikir dan perilaku juga harus berubah dari situasi dan kondisi agraris ke situasi dan kondisi kegiatan industri. komunikasi. 3. Disampingitujugadapatmemperbesarjumlahangkatankerjatingkatrenda hdanmenengah yang sangatdiperlukanuntkmemenuhiproporsi yang sealarasantarapekerjarendah. 3. dan lain-lain. Mengapa sistem pendidikan perlu dibangun? Sistem pendidikan perlu dibangun agar dapat memenuhi kebutuhan manusia. pertahanan.Hal demikiandapatdipandangsebagaiupayauntkmenciptakankestabilannasi onal. Seiring dengan perkembangan zaman. Pembangunan Sistem Pendidikan Nasional a. maka pendidikan sebagai an agent 5 . Jika tidak. pertambangan.haltersebutdapatdiartikanbernilaipositifkarenadapatmengkompensasika nketerbatasanlapangankerja formal dilembagapemerintah. Manusia cenderung berupaya untuk mendekatkan dirinya pada kesempurnaan. dantinggi. Begitu juga dengan kriteria kualitas manusia tentu akan berubah sesuai dengan tuntutan perkembangan masyarakat. Selanjutnya persoalan pendidikan juga dapat dilihat sebagai persoalan nasional karena pendidikan juga berhubungan dengan pendidikan bangsa. pengalaman manusia juga berkembang. Segi Jenjang Pendidikan Jenjang pendidikan meliputi pendidikan dasar (basic education). menengah. menengah. perhubungan. untuk itu perlu dilakukan perbaikan-perbaikan. pndidikan lanjutan. keuangan. Segi Pembidangan Kerja atau Sektor Kehidupan Pembidangan kerja menurut sektor kehidupan meliputi bidang ekonomi. Untuk dapat tmenyongsong suasana hidup yang diperlukan tersebut sistem pendidikan harus berubah. dan pendidikan tinggi. pertanian. termasuk sistem pendidikan.

pengelolaan. kurikulum. Aspek Struktur Aspek struktur pembangunan sistem pendidikan berperan pada upaya pembenahan struktur pembangunan pendidikan yang mencakup jenjang dan jenis pendidikan. tetapi tidak harus diartikan bahwa setiap terjadi perubahan filosofis dan yuridis harus diikuti dengan perubahan aspek-aspek yang lain secara total. 4 Tahun 1950. pasal (34)). Struktur. b. 2 Tahun 1989. dan kurikulum.of social change (agen perubahan sosial) tidak berfungsi sebagaimana mestinya. karena memberikan arah pada aspek-aspek lainnya. Hubungan Antar Aspek Aspek filosofis keilmuan dan yuridis menjadi landasan bagi aspek-aspek yang lain. Aspek Filosofis dan Keilmuan Aspek filosofis berupa penggarapan tujuan nasional pendidikan. yaitu aspek filosofis dan keilmuan. Bagi kita pengembangan sifat kodrati manusia itu pararel dengan jiwa Pancasila. 12 Tahun 1954 dan disempurnakan lagi oleh UU RI No. b. c. Aspek Yuridis UUD 1945 sebagai landasan hukum pendidikan sifatnya relatif tetap. dan tenaga kependidikannya harus disesuaikan dengan tuntutan baru tersebut. Meskipun aspek filosofis menjadi landasan. struktur. yuridis. Wujud pembangunan sistem pendidikan Secara makro. d. Beberapa pasal yang melandasi pendidikan sifatnya eksplisit (pasal 31 ayat (1) dan (2). lama waktu belajar dari 6 . Pasal pasal tersebut sifatnya masih sangat global dan perlu dijabarkan lebih rinci kedalam UU Pendidikan seperti UU Pendidikan No. a. pasal (32)) maupun yang implisit (pasal 27 ayat (1) dan (2). sistem pendidikan meliputi banyak aspek yang satu sama lain saling terkait. Rumusan tujuan pendidikan nasional yang etntunya memberikan peluang bagi pengembanga hakikat manusia yang kodrati yang berartipula bersifat wajar. UU Pendidikan No.

orientasinya. sehingga usaha penyempurnaan kurikulum menghasilkan Kurikulum 1975/1976 yang berorientasi pada hasil (product oriented) dengan metode PPSI (Prosedur kurikulum pengembangan sistem instruksional). Kurikulum zaman penjajahan Belanda-Jepang # Pada zaman penjajahan Belanda yaitu pada SR dikenal dengan nama 3R’s # Pada jaman penjajahan jepang. Aspek Kurikulum Kurikulum merupakan sarana untuk mencapai tujuan. yang memadukan 2 orientasi yaitu product oriented dan process oriented yang ditunjang dengan pendekatan CBSA. namun belum jelas / belum dianggap. Tujuan kurikuler berubah. Tetapi karena kurikulum 1976-1980 tidak mencapai target. Kurikulum Orde lama dan orde baru. setelah tragedi Nasional tahun 1965. pelajaran dalam bahasa jepang. Kurikulum pra-universitas secara keseluruhan dibenahi sehingga lahir kurikulum 1968. # Orde lama. a. e. latihan kemiliteran. sebagai akibat dari perkembangan sosial budaya dan politik. maka upaya penyempurnaan kurikulum selanjutnya menghasilkan kurikulum 1984. maka mulai tahun 1966 materi tujuh bahan pokok ditiadakan dan materi pendidikan moral pancasila menjadi materi pokok dalam kurikulum pada semua jenjang pendidikan. maka kurikulum berubah pula. # Orde baru. hingga tahun 1990 dilengkapi dengan 7 . Perubahan tersebut dapat berupa materinya.terutama kurkulum pendidikan tinggi. b. materi tujuh bahan zaman orde lama dan pokok indoktrinasi (tahun 1950-1960-an) menempati posisi penting dalam kurikulum. pendekatannya maupun metodenya. pelajaran diwarnai iklim militeris.jenjang yang satu ke jenjang yang lain.

muatan lokal dalam kurikulum dengan latar belakang pada tuntutan sosial kultural dari derap pembangunan. 8 .

masyarakat. 3. penyalahgunaan narkoba. di dalamnya terkandung maknabahwa pemberian layanan pendidikan kepada individu.BAB III PENUTUP KESIMPULAN 1. 3. sebagai makhluk individu. Peranan pendidikan dalam membangun SDM antara lain upaya-upaya pembangunan di bidang pendidikan yang pada dasarnya diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraan manusia itu sendiri. makhluk sosial dan makhluk religius. penyediaan sarana. masyarakat dan keluarga. Karena itu. dan seterusnya). yang mendorong proses transformasi struktural berjangka panjang. manajemen system pembangunan pendidikan harus didesain dan 9 . yaitu berupa dipenuhinya hajat hidup. Karena pendidikan merupakan hak setiap warga negara. Kemajuan ekonomi dalam banyak hal bertumpu pada basis dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. Sedangkan kegagalan berbagai problem krusial: melahirkan pengangguran. Esensi pembangunan bertumpu dan berpangkal dari manusianya. dan wargan egara adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah. Hubungan kausalitas antara pendidikan dan kemajuan ekonomi menjadi kian kuat dan solid. yakni: 1. agar dengan demikian dapat meningkatkan martabatnya selaku makhluk. bukan pada lingkungannya seperti perkembangan ekonomi. Pendidikan menghasilkan sumber daya tenaga yang menunjang pembangunan dan hasil pembangunan dapat menunjang pendidikan (pembinaan. Pendidikan merupakan jalan menuju kemajuan dan pencapaian kesejahteraan sosial membangun pendidikan akan dan ekonomi. 2. Ada tiga paradigma yang menegaskanbahwa pembangunan merujuk knowledge-based economy tampak kian dominan. kriminalitas. Pendidikan menjadi penggerak utama dinamika perkembangan ekonomi. dan welfare dependency yang menjadi beban sosial politik bagi pemerintah. 4. jasmaniah dan rohaniah.

Segi Lingkungan Pendidikan. Pendidikan dan pengaruhnya dalam pembangunan sosial a. Dimensi Penduduk dalam Pembangunan Nasional c. 2) Pendidikan menghasilkan sumberdaya tenaga yang menunjang pembangunan dan hasil pembangunan dapat menunjang pendidikan (pembinaan.dilaksanakan secara terpadu. danseterusnya). aspek yuridis. lingkungan masyarakat c). Segi Sasaran Pendidikan b). serta diarahkan pada peningkatan akses pelayanan yang seluas-luasnya bagi warga masyarakat. Pembangunan Berwawasan Kependudukan b. Segi Jenjang Pendidikan d). Sumbangan pendidikan pada pembangunan pada beberapa segi: a). 10 . 5. Esensi pendidikan dan pembangunan serta titik temunya 1) Pendidikan merupakan usaha kedalam diri manusia sedangkan pembangunan merupakan usaha keluar dalam diri manusia. Segi Pembidangan Kerja atau Sektor Kehidupan 8. efektivitas dan efisiensi. dan aspek kurikulum. 7. baik pada lingkungan keluarga. aspek struktur. dengan mengutamakan mutu. lingkungan sekolah. penyediaan saran. Mengintegrasikan Kependudukan dalam Perencanaan Pembangunan 6. Wujud pembangunan sistem pendidikan meliputi: aspek filosofis keilmuan.

L. Pengantar Pendidikan.DAFTAR RUJUKAN Tirtarahardja. Umar dan S. Sjafei. 2008. Sebuah Studi Awal Tentang Dasar-Dasar Pendidikan Pada Umumnya dan Pendidikan Di Indonesia. 2005.Pendidikan untuk Pembangunan Nasional. La Sulo.html diakses tanggal 12 Oktober 2011 http://fatamorghana. Yogyakarta:LkiS Mudyahardjo. Pendidikan Rusak-rusakan. 2009. Mohammad. Agenda Pendidikan Nasional. 1979.Jakarta:Imtima http://baimsy.com/p/makalah. Darmaningtyas. Jakarta :YayasanProklamasi CSIS. Pengantar Pendidikan.wordpress. 2005. Redja. Yogyakarta:ArRuzz Media Ali. Jakarta: Rineka Cipta. 2008. Dasar-dasar Pendidikan.blogspot.com/2008/07/26/bab-xi-pendidikan-danpembangunan/ diakses tanggal 12 Oktober 2011 11 . Setiawan. Mohammad. Jakarta : Grafindo. Benni.

dan Negara. melainkan pada keunggulan sumber daya manusia. pemerintah melontarkan berbagai kebijakan tentang pendidikan yang memberikan ruang yang luas bagi sekolah dan masyarakatnya untuk menentukan program dan rencana pengembangan sendiri sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing. Kenyataan ini sudah lebih dari cukup untuk mendorong pakar dan praktisi pendidikan melakukan kajian sistematik untuk membenahi atau memperbaiki sistem pendidikan nasional. dan bahkan masih lebih banyak lagi peranan pendidikan dalam pembangunan masyarakat. yaitu tenaga terdidik yang mampu menjawab tantangan-tantangan yang sangat cepat. sosial. ekonomi. BAB II KAJIAN TEORI 1 . bangsa. baik itu dalam pembangunan sumber daya manusia. Agar lulusan sekolah mampu beradaptasi secara dinamis dengan perubahan dan tantangan itu.BAB I PENDAHULUAN Keunggulan suatu bangsa tidak lagi bertumpu pada kekayaan alam. Pendidikan juga sangat berpengaruh dalam pembangunan.

1. dengan demikian dapat meningkatkan martabatnya sebagai makhluk. Manusia dapat di pandang sebagai “objek” sekaligus “subjek” pembangunan. Esensi Pendidikan dan Pembangunan serta Titik Temunya Menurut paham umum kata “Pembangunan” lazimnya diasosiasikan dengan pembangunan ekonomi dan industri. Pembangunan berorientasi pada pemenuhan hajat hidup manusia sesuai dengan kodratnya sebagai manusia. manusia dipandang sebagai sasaran yang dibangun. jasmaniah dan rohaniah. Sebagai objek. Sebenarnya esensi pembangunan bertumpu dan berpangkal dari manusianya bukan pada lingkungan seperti perkembangan ekonomi sebagaimana yang telah dikemukakan di atas. Hal tersebut dapat diartikan bahwa yang menjadi tujuan akhir dari pembangunan adalah manusianya yaitu terpenuhinya hajat hidup. Hal ini sesuai dengan tujuan akhir dari pembangunan yakni meningkatkan martabat manusia. Jadi. sikap diri dan sikap sosial. pendidikan mengarah ke dalam diri manusia sedangkan pembangunan mengarah ke luar yaitu ke lingkungan sekitar manusia. Padahal banyak bukti yang dialami oleh banyak negara yang menunjukkan bahwa kemajuan di bidang ekonomi dan industri yang ditandai oleh kenaikan GNP ternyata tidak otomatis membawa kesejahteraan masyarakat. Proses pendidikan pada satu garis menempatkan manusia sebagai titik awal karena pendidikan mempunyai tugas untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk pembangunan 3 . Jika pendidikan dan pembangunan dilihat sebagai suatu garis proses maka keduanya merupakan suatu garis yang terletak continue yang saling mengisi. Dalam hal ini. pembangunan ke dalam diri manusia yakni berupa pembinaan pertumbuhan jasmani dan perkembangan rohani yang meliputi kemampuan penalaran. Manusia dipandang sebagai subjek pembangunan karena ia dan segenap kemampuannya menggarap lingkungannya secara dinamis dan kreatif abik terhadap sarana lingkungan alam maupun lingkungan sosial/spiritual. Dalam GBHN telah disebutkan bahwa hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia.

Segi Lingkungan Pendidikan Klasifikasi ini menunjukkan peran pendidikan dalam berbagai lingkungan atau sistem.yaitu pembangunan yang dapat memenuhi hajat hidup masyarakat luas serta mengangkat martabat manusia sebagai makhluk. segi sasaran. Segi Sasaran Pendidikan Pendidikan adalah usaha sadar yang ditujukan kepada peserta didik agar menjadi manusia yang berkpribadian kuat dan utuh serta bermoral tinggi. Status pendidikan dan pembangunan masing-masing dalam esensi pembangunan serta antara keduanya 1. Manusia yang baik dimana pun ia berada akan memperbaikai lingkungan. 1. 2. Pendidikan menghasilkan sumber daya tenaga yang menunjang pembangunan dan hasil pembangunan dapat menunjang pendidikan (pembinaan. Sumbangan Pendidikan pada Pembangunan Sumbangan pendidikan terhadap pembangunan dapat dilihat dari berbagai segi. 1) Lingkungan keluarga 2 . diantaranya. Dr. lingkungan masyarakat (pendidikan nonformal). dan seterusnya) 2. lingkungan. dan pembidangan kerja. Jadi tujuan citra manusia pendidikan adalah terwujudnya citra manusia yang dapat menjadi sumber daya pembangunan yang manusiawi. penyediaan saran. ataupun dalam sistem pendidikan prajabatan dan dalam jabatan. Hasil pendidikan dapat menunjang pembangunan dan sebaliknya hasil pembangunan dapat menunjang usaha pendidikan. Pendidikan merupakan usaha ke dalam diri manusia sedangkan pembangunan merupakan usaha keluar dalam diri manusia. Lingkungan keluarga(pendidikan informal). lingkungan sekolah (pendidikan formal). jenjang pendidikan. Slamet Imam Santoso menyatakan bahwa tujuan pendidikan menghasilakn manusia yang baik. Prof. 2.

Dalam lingkungan keluarga anak dilatih berbagai kebiasaan yang baik (habbit formation) tentanng hal-hal yang berhubungan dengan kecekatan. formal Disegilain. lanjutan ataupun bekal kerja yang langsung dapat digunakan secara aplikatif (sekolah menengah kejuruan dan perguruan tinggi). ketermapilan dan sikap . kesopanan. Diampingitu. proses yang pesertadidikmemperolehbekalpraktisuntukberbagaijenispekerjaan. 3. Kebiasan baik dan keyakinankeyakinan penting yang mendarah daging merupakan landasan yang sangat diperlukan untuk pembangunan. sangatpesat. Segi Jenjang Pendidikan menengah. 3) Lingkunganmasyarakat Padalingkunganmasyarakat khusunyamereka belajarnyamelaluijalur sistempendidikn swasta yang non yang (pendidikan tidaksempatmelanjutkaan formal. dantinggi. peserta didik dibimbing untuk memperluas bekal yang telah diperoleh dari lingkungan kera keluarganya berupa pengetahuan. Keduamacambekaltersebutdipersiapkansecara formal danbergunasebagaisaranapenunjangpembangunandiberbagaibidang. yang kepadamerekaditanamkankeyakinan-keyakinan pentingutamanyahal-hal yang bersifat religious. haltersebutdapatdiartikanbernilaipositifkarenadapatmengkompensasika nketerbatasanlapangankerja dilembagapemerintah.Hal demikiandapatdipandangsebagaiupayauntkmenciptakankestabilannasi 2 . bekal yang dimaksud disini berupa bekal dasar. dan moral. Disampingitujugadapatmemperbesarjumlahangkatankerjatingkatrenda hdanmenengah yang sangatdiperlukanuntkmemenuhiproporsi yang sealarasantarapekerjarendah. Hal I nibertaliandengansemaiknberkembangnnya sector menunjangnpembangunan. 2) Lingkungan Sekolah Pada lingkungan sekolah. formal mengalamiperekmbangan formal). onal. PadamasyarakatIndoneisia.Hal-hal tersebut sangat tepat dilakukan pada masa kanak-kanak sebelum perkembangan rasio yang mendominasi perilakunya.

pertanian. sosial politik. Wujud pembangunan sistem pendidikan Secara makro. pengalaman manusia juga berkembang. 4. Manusia cenderung berupaya untuk mendekatkan dirinya pada kesempurnaan. sistem pendidikan meliputi banyak aspek yang satu sama lain saling terkait. yuridis. untuk itu perlu dilakukan perbaikan-perbaikan. pndidikan lanjutan. Selanjutnya persoalan pendidikan juga dapat dilihat sebagai persoalan nasional karena pendidikan juga berhubungan dengan pendidikan bangsa. b. Struktur. pengelolaan. Untuk dapat tmenyongsong suasana hidup yang diperlukan tersebut sistem pendidikan harus berubah. komunikasi. termasuk sistem pendidikan. karena memberikan arah pada aspek-aspek 1 . menengah. Begitu juga dengan kriteria kualitas manusia tentu akan berubah sesuai dengan tuntutan perkembangan masyarakat. Jika pada PELITA IV berubah dari masyarakat agraris ke masyarakat industri maka pola pikir dan perilaku juga harus berubah dari situasi dan kondisi agraris ke situasi dan kondisi kegiatan industri. dan lain-lain. Hubungan Antar Aspek Aspek filosofis keilmuan dan yuridis menjadi landasan bagi aspek-aspek yang lain. struktur. perhubungan. Jika tidak. pertahanan. kurikulum. Mengapa sistem pendidikan perlu dibangun? Sistem pendidikan perlu dibangun agar dapat memenuhi kebutuhan manusia. yaitu aspek filosofis dan keilmuan. pertambangan. Itulah sebabnya mengapa sistem pendidikan sebagai sarana manusia untuk menemukan teka-teki mengenai dirinya juga selalu disempurnakan. maka pendidikan sebagai an agent of social change (agen perubahan sosial) tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Pembangunan Sistem Pendidikan Nasional a. keuangan. hukum. Segi Pembidangan Kerja atau Sektor Kehidupan Pembidangan kerja menurut sektor kehidupan meliputi bidang ekonomi. dan pendidikan tinggi.Jenjang pendidikan meliputi pendidikan dasar (basic education). dan kurikulum. Seiring dengan perkembangan zaman. 3. a. dan tenaga kependidikannya harus disesuaikan dengan tuntutan baru tersebut.

2 Tahun 1989. Tujuan kurikuler berubah. e. sebagai akibat dari perkembangan sosial budaya dan politik. 12 Tahun 1954 dan disempurnakan lagi oleh UU RI No. pasal (32)) maupun yang implisit (pasal 27 ayat (1) dan (2). Kurikulum zaman penjajahan Belanda-Jepang # Pada zaman penjajahan Belanda yaitu pada SR dikenal dengan nama 3R’s 2 . Aspek Struktur Aspek struktur pembangunan sistem pendidikan berperan pada upaya pembenahan struktur pembangunan pendidikan yang mencakup jenjang dan jenis pendidikan. maka kurikulum berubah pula. Beberapa pasal yang melandasi pendidikan sifatnya eksplisit (pasal 31 ayat (1) dan (2). Perubahan tersebut dapat berupa materinya. Aspek Kurikulum Kurikulum merupakan sarana untuk mencapai tujuan. Pasal pasal tersebut sifatnya masih sangat global dan perlu dijabarkan lebih rinci kedalam UU Pendidikan seperti UU Pendidikan No. Meskipun aspek filosofis menjadi landasan. lama waktu belajar dari jenjang yang satu ke jenjang yang lain. Bagi kita pengembangan sifat kodrati manusia itu pararel dengan jiwa Pancasila. tetapi tidak harus diartikan bahwa setiap terjadi perubahan filosofis dan yuridis harus diikuti dengan perubahan aspek-aspek yang lain secara total. Aspek Filosofis dan Keilmuan Aspek filosofis berupa penggarapan tujuan nasional pendidikan.lainnya. UU Pendidikan No. pendekatannya maupun metodenya. orientasinya. pasal (34)). 4 Tahun 1950. Rumusan tujuan pendidikan nasional yang etntunya memberikan peluang bagi pengembanga hakikat manusia yang kodrati yang berartipula bersifat wajar. b. a. c. Aspek Yuridis UUD 1945 sebagai landasan hukum pendidikan sifatnya relatif tetap. d.

pelajaran dalam bahasa jepang. pelajaran diwarnai iklim militeris. Tetapi karena kurikulum 1976-1980 tidak mencapai target. Kurikulum pra-universitas secara keseluruhan dibenahi sehingga lahir kurikulum 1968. Kurikulum Orde lama dan orde baru. maka mulai tahun 1966 materi tujuh bahan pokok ditiadakan dan materi pendidikan moral pancasila menjadi materi pokok dalam kurikulum pada semua jenjang pendidikan. sehingga usaha penyempurnaan kurikulum menghasilkan Kurikulum 1975/1976 yang berorientasi pada hasil (product oriented) dengan metode PPSI (Prosedur kurikulum pengembangan sistem instruksional). namun belum jelas / belum dianggap. maka upaya penyempurnaan kurikulum selanjutnya menghasilkan kurikulum 1984. hingga tahun 1990 dilengkapi dengan muatan lokal dalam kurikulum dengan latar belakang pada tuntutan sosial kultural dari derap pembangunan. setelah tragedi Nasional tahun 1965. materi tujuh bahan zaman orde lama dan pokok indoktrinasi (tahun 1950-1960-an) menempati posisi penting dalam kurikulum.# Pada jaman penjajahan jepang. # Orde baru. latihan kemiliteran. 2 . yang memadukan 2 orientasi yaitu product oriented dan process oriented yang ditunjang dengan pendekatan CBSA. b. # Orde lama.terutama kurkulum pendidikan tinggi.

Esensi pembangunan bertumpu dan berpangkal dari manusianya. penyediaan 3 . sebagai makhluk individu. makhluk sosial dan makhluk religius. yaitu berupa dipenuhinya hajat hidup. bukan pada lingkungannya seperti perkembangan ekonomi. Pendidikan menghasilkan sumber daya tenaga yang menunjang pembangunan dan hasil pembangunan dapat menunjang pendidikan (pembinaan. jasmaniah dan rohaniah. agar dengan demikian dapat meningkatkan martabatnya selaku makhluk. 2.BAB III PENUTUP KESIMPULAN 1.

serta diarahkan pada peningkatan akses pelayanan yang seluas-luasnya bagi warga masyarakat. 3. Sedangkan problem kegagalan krusial: melahirkan berbagai pengangguran. Hubungan kausalitas antara pendidikan dan kemajuan ekonomi menjadi kian kuat dan solid. efektivitas dan efisiensi. b. 2 Kependudukan dalam Perencanaan . 2. di dalamnya terkandung maknabahwa pemberian layanan pendidikan kepada individu. menghasilkan sumberdaya pembangunan dan hasil pembangunan dapat menunjang pendidikan (pembinaan. yang mendorong proses transformasi struktural berjangka panjang. penyediaan saran. Karena itu. Pembangunan Berwawasan Kependudukan Dimensi Penduduk dalam Pembangunan Nasional Mengintegrasikan Pembangunan 5. Karena pendidikan merupakan hak setiap warga negara. 1. kriminalitas. c. Ada tiga paradigma yang menegaskanbahwa pembangunan merujuk knowledge-based economy tampak kian dominan. Kemajuan ekonomi dalam banyak hal bertumpu pada basis dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan seterusnya). 4. Esensi pendidikan dan pembangunan serta titik temunya 1) Pendidikan 2) Pendidikan merupakan usaha kedalam diri tenaga manusia yang sedangkan menunjang pembangunan merupakan usaha keluar dalam diri manusia. penyalahgunaan narkoba. dan wargan egara adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah. masyarakat dan keluarga.sarana. Pendidikan dan pengaruhnya dalam pembangunan sosial a. Pendidikan menjadi penggerak utama dinamika perkembangan ekonomi. 3. dengan mengutamakan mutu. manajemen system pembangunan pendidikan harus didesain dan dilaksanakan secara terpadu. yakni: 1. masyarakat. danseterusnya). Pendidikan merupakan jalan menuju kemajuan dan pencapaian membangun kesejahteraan pendidikan sosial akan dan ekonomi. dan welfare dependency yang menjadi beban sosial politik bagi pemerintah. Peranan pendidikan dalam membangun SDM antara lain upaya-upaya pembangunan di bidang pendidikan yang pada dasarnya diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraan manusia itu sendiri.

dan aspek kurikulum.7. Segi Sasaran Pendidikan b). Segi Lingkungan Pendidikan. baik pada lingkungan keluarga. Segi Pembidangan Kerja atau Sektor Kehidupan 8. aspek struktur. 2 . lingkungan sekolah. Sumbangan pendidikan pada pembangunan pada beberapa segi: a). aspek yuridis. Wujud pembangunan sistem pendidikan meliputi: aspek filosofis keilmuan. lingkungan masyarakat c). Segi Jenjang Pendidikan d).

Agenda Pendidikan Nasional. Pengantar Pendidikan.DAFTAR RUJUKAN Tirtarahardja. Dasar-dasar Pendidikan. Yogyakarta:LkiS Mudyahardjo. Pengantar Pendidikan. Redja.Pendidikan untuk Pembangunan Nasional. Benni. Sjafei.com/p/makalah. Sebuah Studi Awal Tentang Dasar-Dasar Pendidikan Pada Umumnya dan Pendidikan Di Indonesia. La Sulo.com/2008/07/26/bab-xi-pendidikan-danpembangunan/ diakses tanggal 12 Oktober 2011 1 . Mohammad. 2008.L.html diakses tanggal 12 Oktober 2011 http://fatamorghana.blogspot. Jakarta : Grafindo. Jakarta :YayasanProklamasi CSIS. Pendidikan Rusak-rusakan.wordpress. Setiawan. Mohammad. Yogyakarta:ArRuzz Media Ali. Darmaningtyas. 2009. 2005. Umar dan S. 1979.Jakarta:Imtima http://baimsy. Jakarta: Rineka Cipta. 2008. 2005.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful