ACARA VII PEWARNAAN BAKTERI I. TUJUAN • Mempelajari teknik pewarnaan untuk pewarnaan mikroorganisme II.

DASAR TEORI Bakteri merupakan organisme prokariot. Umumnya ukuran bakteri sangat kecil, bentuk tubuh bakteri baru dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop dengan pembesaran 1.000 X atau lebih (Waluyo, 2004). Sel bakteri memiliki panjang yang beragam, sel beberapa spesies dapat berukuran 100 kali lebih panjang daripada sel spesies yang lain. Bakteri merupakan makhluk hidup dengan ukuran antara 0,1 sampai 0,3 µm. Bentuk bakteri bermacam – macam yaitu elips, bulat, batang dan spiral. Bakteri lebih sering diamati dalam olesan terwarnai dengan suatu zat pewarna kimia agar mudah diamati atau dilihat dengan jelas dalam hal ukuran, bentuk, susunan dan keadaan struktur internal dan butiran. Sel sel individu bakteri dapat berbentuk seperti bola/elips, batang (silindris), atau spiral (heliks) (Pelczar & Chan, 2007).

Pewarnaan bakteri bertujuan untuk memudahkan melihat bakteri dengan mikroskop, memperjelas ukuran dan bentuk bakteri, untuk melihat struktur luar dan struktur dalam bakteri seperti dinding sel dan vakuola, menghasilkan si-fat-sifat fisik dan kimia yang khas daripada bakteri dengan zat warna, serta meningkatkan kontras mikroorganisme dengan sekitarnya. Teknik pewarnaan warna pada bakteri dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu pengecatan sederhana, pengecatan diferensial dan pengecatan struktural. Pemberian warna pada bakteri atau jasad- jasad renik lain de-ngan menggunakan larutan tunggal suatu pewarna pada lapisan tipis, atau olesan, yang sudah difiksasi, dinamakan pewarnaan sederhana. Prosedur pewarnaan yang menampilkan perbedaan di antara sel-sel mikroba atau bagian-bagian sel mikroba disebut teknik pewarnaan diferensial (Pelczar & Chan, 2007).
Zat warna adalah senyawa kimia berupa garam-garam yang salah satu ionnya berwarna. Garam terdiri dari ion bermuatan positif dan ion bermuatan negatif. Senyawa-senyawa kimia ini berguna untuk membedakan bakteri-bakteri karena reaksinya dengan sel bakeri akan memberikan warna berbeda. Perbedaan inilah yang digunakan sebagai dasar pewarnaan bakteri. Sel-sel warna dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu asam dan basa. Jika warna terletak pada muatan positif dari zat warna, maka disebut zat warna basa. Jika warna terdapat pada ion negatif, maka disebut zat warna asam. Contoh zat warna basa adalah methylen blue, sa-franin, netral red, dan lainlain. Sedangkan anionnya pada umu-mnya adalah Cl-, SO4-, CH3COO-,

1

safranin dan metilin blue adalah beberapa zat pewarna basa yang biasa digunakan.Na+). Ikatan ion dapat terjadi karena adanya muatan listrik baik pada komponen seluler maupun pada pewarna. Pewarnaan bakteri dipengaruhi oleh fakto-faktor seperti : fiksasi. setelah sa-tu menit dibilas dan kemudian akan diberi laputan alkohol 95% selama 30 detik. Sebaliknya zat pewarna asam ditolak oleh muatan negatif bakteri menyeluruh. 2 . warna akan terdapat pada ion negatif (zat pewarna.2008). intensify-kasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup (Sutedjo. Jadi. Zat pe-warna kristal violet dan yodium akan membentuk senyawa yang ko-mpleks. pewarnaan diferensial dan pewarnaan gram. Pewarnaan gram ditemukan pada tahun 1884 oleh seorang dokter kebangsaan Denmark Christian Gram (membuat zat pewarna khusus) pewarna tersebut merupakan pewarna differensial karena dapat membagi bakteri menjadi dua kelompok fisiologi. kemudian dibilas dan diberi pewarna safranin atau bismarck (untuk buta warna merah) selama 1 menit.1991). setelah 1 menit dibilas dan kemudian akan diberikan pewarna yodium. pewarnaan diferensial memakai serangkaian larutan pewarna atau reagen. yang akan memudahkan untuk identifikasi. Pada zat warna yang bersifat basa. peluntur warna. Pewarnaan gram merupakan metode pewarnaan yang paling umum digunakan untuk mewarnai sel bakteri (Umsl. 1993). Prinsip dasar dari pewarnaan adalah adanya ikatan ion antara komponen selular dari bakteri dengan senyawa aktif dari pewarna yang disebut kromogen. 2008). Hubungan antara bakteri dengan zat pewarna basa yang menonjol disebabkan terutama oleh adanya asam nukleat dalam jumlah besar dalam protoplasma sel. Kristal violet. substrat. Pewarnaan sederhana menggunakan pewarna tunggal. Terdapat tiga mcam metode pewarnaan yaitu pewarnaan sederhana. mewarnai bakteri dengan zat pewarna asam akan menghasilkan hanya pewarnaan pada daerah latar belakang saja.COOHCOO?. salah satu di antaranya berwarna. Karena sel bakteri tak berwarna di atas latar belakang yang berwarna (Volk & Wheeler. Bakteri gram positif akan terwarna ungu (kristal violet) dan bakteri gram negatif akan terwarna merah (safranin) (Umsl. Beberapa bakteri akan melepaskan zat pewarna dengan mudah apabila dicuci dan beberapa bakteri yang lain zat pewarna akan bertahan walaupun dicuci dengan alkohol 95%. jika bakteri itu diwarnai. Jadi. warna terdapat pada ion positif (zat pewar-na+ Cl-) dan pada pewarna asam. Prosedur pertama dari pewarnaan gram ini adalah memberi pewarna kristal violet. Zat pewarna adalah garam yang terdiri atas ion positif dan ion negatif. Zat warna asam umumnya mempunyai sifat dapat bersenyawa lebih cepat dengan bagian sitoplasma sel sedangkan zat warna basa mudah bereaksi dengan bagian-bagian inti sel. muatan negatif dalam asam nukleat bakteri akan bereaksi dengan ion positif zat pewarna basa.

Pewarnaan tersebut untuk mengetahui morfologi. Aquades). Alcohol. Prosedur pewarnaan Gram dimulai dengan pemberian kristal violet. pewarnaan diferensial 3 . alkohol dan safranin (Tracy. maka warna tidak akan tercuci sedangkan bila komponen dinding sel tidak kuat mengikat warna dasar. Ammonium oksa-lat. Shigella. yang terlihat pada hasil akhir tetap warna dasar.Pewarnaan terhadap bakteri yang paling sering dilakukan adalah pewarnaan Gram. bakteri Gram positif akan berwarna ungu. Sehingga jika lipid dilarutkan dalam pemberian alcohol. Peptostreptococcus. 1983). Aquades). Gram C(Aseton. Setelah di tambahkan safranin. Secara garis besar teknik pewarnaan bakteri dapat dikategorikan sebagai berikut: pewarnaan sederhana. Gram D (merah) (Safranin. Bakteri Gram positif memiliki dinding sel yang kuat dan lapisan peptidoglikan sebanyak 30 lapisan sehingga permeabilitas dinding selnya menjadi berkurang. maka pori‐pori akan membesar dan tidak mengikat pewarna. berupa pewarna basa. Gram B (coklat) (Iodium. Proses pewarnaan gram ini memerlukan 4 jenis reagen. larutan iodium. bila komponen dinding sel kuat mengikat warna. Reagen kedua disebut bahan pencuci warna (decolorizing agent). Corynebacterium dhypteriae. Alcohol). dll (Cappuccino & Sherman. Peptococcus. Larutan yang biasa dipakai adalah ungu kristal. dll. dan karakteristik bakteri. Setelah itu ditambah alkohol. Kalium iodide. Vellonella. setelah itu ditambah-kan larutan iodium maka semua bakteri akan berwarna biru. Hemophillus. Tercuci tidaknya warna dasar tergantung pada komposisi dinding sel. Klebesiella. Hal ini menyebabkan bakteri menjadi tidak berwarna. Stapilococcus. Hal ini akan mengecilkan pori‐ pori sehingga menghasilkan kompleks kristal iodium. Teori Salton menjelaskan bahwa ada konsentrasi lipid yang tinggi pada dinding sel bakteri Gram negatif. Sedangkan bakteri Gram negatif akan terdekolorisasi oleh alcohol dan pemberian safranin akan member-kan warna merah pada bakteri Gram negatif. Sedangkan bakteri Gram negatif ha-nya memiliki 1‐2 lapisan peptidoglikan sehingga memiliki permeabilitas dinding sel yang lebih besar. Pewarnaan Gram dapat mengidentifikasi penyakit infeksi. Reagen pertama disebut warna dasar. maka warna akan tercuci. Reagen terakhir adalah warna pembanding. jadi pewarna ini akan mewarnai dengan jelas. Contoh bakteri Gram positif adalah Streptococcus. Clostridia. Contoh bakteri Gram negative adalah Neisseria. Perbedaan ini berdasarkan warna yang dapat dipertahankan bakteri. bila warna tidak tercuci maka warna pembanding akan terlihat. Bak-teri terbagi atas dua kelompok berdasarkan pewarnaan ini. Bakteri Gram positif membentuk kom-pleks Kristal iodine yang berwarna biru. Sedangkan bakteri Gram positif akan mengalami denaturasi selama pemberian alcohol. struktur. Salmonella. 2005). Aalkohol. yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Aquades). Bacillus. Pewarnaan Gram terdiri atas Gram A (violet) (Kristal violet.

pemanasan dan keadaan asam. Pewarnaan sederhana. pewarnaan yodium (granula glikogen) dan pewarnaan negative (Gozali. Endospora merupakan struktur yang tahan terhadap keadaan lingkungan yang ekstrim misalnya kering. Pada pewarnaan ini mikroorganisme kelihatan transparan (tembus panda-ng). Hal inilah yang menjadi dasar dari metode pengecatan spora secara umum. Pada pewarnaan ini olesan tidak mengalami pemanasan atau perlakuan yang keras dengan bahan-bahan kimia. Struktur endospora sangat bervariasi pada setiap spesies. maka endospra berbentuk sangat padat dan sangat refraktil bila dilihat di bawah mikroskop. biakan sel dicuci dengan air lalu ditutup dengan cat safranin. sedangkan bakteri yang tidak memiliki spora dan hanya memiliki sel vegetatif tidak tahan terhadap pewarnaan (Partic. Bakteri yang menghasilkan spora pada umumnya tahan terhadap pewarnaan. Pada metode Schaeffer-Fulton yang banyak dipakai dalam pengecatan endospora. 1992). sehingga harus menggunakan pewarnaan spesifik. sehingga harus digunakan pewarna spesifik dan yang biasa digunakan adalah malachite green. tetapi sekali diwarnai. Zat-zat warna yang digunakan untuk pewar- 4 . 1990) Endospora merupakan struktur spesifik yang ditemukan pada beberapa jenis bakteri. 2009) Pewarnaan negatif. Metode ini menggunakan cat nigrosin atau tinta cina (Hadiotomo. pewarnaan khusus untuk melihat struktur tertentu : pewarnaan flagel.(pewarnaan gram dan pewarnaan tahan asam). Endospora adalah struktur spesifik yang ditemukan pada beberapa jenis bakteri. pewarnaan spora. Endospora sangat sukar diwarnai dengan pewarnaan biasa. zat warna tersebut akan sulit hilang. maka endospora berbentuk sangat padat dan sangat refraktil bila dilihat di bawah microskop. merupakan pewarna yang paling umum digunakan. maka terjadinya penyusutan dan salah satu bentuk agar kurang sehingga penentuan sel dapat diperoleh dengan lebih tepat. metode ini bukan untuk mewarnai bakteri tetapi mewarnai latar belakangnya menjadi hitam gelap. pewarnaan kapsul. pewarnaan khusus untuk melihat komponen lain dan bakteri (pewarnaan Neisser (granula volutin). Teknik ini akan menghasilkan warna hijau pada endospora dan warna merah muda pada sel vegetatifnya (Fardiaz. Karena kandungan air endospora sangat rendah bila dibandingkan dengan sel vegetatifnya. Endospora sangat sukar diwarnai dengan pewarna biasa. endospora diwarnai pertama dengan malachite green dengan proses pemanasan. Larutan ini merupakan pewarna yang kuat yang dapat berpenetrasi ke dalam endospora. Setelah perlakuan malachite green. Kebanyakan bakteri telah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofil (suka akan basa). Karena kandungan air endospora sangat rendah bila dibandingkan dengan sel vegetatifnya. Disebut demikian karena hanya digunakan satu jenis cat pewarna untuk mewarnai organisme. Endosopora tidak mudah diwarnai dengan zat pewarna pada umumnya. Teknik ini berguna untuk menentukan morfologi dan ukuran sel. 2008).

1994). Dikeringkan dengan cara dihanggatkan diatas api Bunsen 5. setelah diwarnai oleh suatu warna. hasil pewarnaan akhir adalah merah muda dari safranin (Assani. basillus. sel vegetatif mudah mengikat warna kembali.naan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromofornya bersifat positif). misalnya malachite green. Akhirnya warna bakteri spora adalah hijau. Oleh karena itu. Bakteri penghasil spora tahan terhadap pewarnaan. Kemudian diberi tanda nama bakteri pada bagian bawah kaca ob-jek 3. Bersihkan kaca objek dengan alcohol hingga babas lemak 2. Preparat dibilas/dialiri secara perlahan pada air mengalir de-ngan aquadest 5 . vibrio. 1990). dsb) dari bahan-bahan lainnya yang ada pasa olesan yang diwarnai (Hadiotomo. cat tersebut (misalnya safranin) sel spora tidak dapat menerimanya karena sudah terikat dengan cat pertama. Oleh karena itu. sel vegetatif dapat mengikat warna tetapi dapat luntur setelah dilunturkan karena ikatannya tidak kuat. Membuat preparat dari biakan yang akan diwarnai dengan cara teteskan satu tetes bakteri di atas kaca objek 4. Saat diwarnai oleh malachite. Untuk pewarnaan selanjutnya. III. Kemudian preparat ditetesi dengan kristal violet dan didiam-kan selama 60 detik 6. Pewarnaan sederhana ini memungkinkan dibedakannya bakteri dengan bermacam-macam tipe morfologi (coccus. akan mengikat kuat senyawa pewarna. Bakteri yang tidak berspora cenderung tidak tahan pengecatan karena hanya memiliki sel vegetatif. METODE • Alat o Gelas benda 2 buah o Pipet tetes 4 buah o Bunen 1 buah o Korek api 1 buah o Stopwatch 1 buah o Tisu 1 bungkus o Mikrospkon 1 buah • Bahan o Bakteri spesies A o Bakteri spesies B o Larutan krsital violet o Larutan iodin o Aquades steril o Air o Alkohol 90% • Cara Kerja : 1. Setelah pewarnaan selanjutnya dengan safranin.

COOHCOO. safranin. Senyawa-senyawa kimia ini berguna untuk membedakan bakteri-bakteri karena reaksinya deng-an sel bakeri akan memberikan warna berbeda. HASIL DAN PEMBAHASAN No Warna Spesies Jenis bakteri Nama bakteri akhir 1 A Merah muda Gram negatif E coli 2 B Ungu muda Gram positif Bacillus cereus Tujuan dari percobaan ini adalah dapat mengetahui teknik pemberian warna pda bakteri dan menentukan jenis bakteri tersebut denagn teknik pewarnaan gram. dan lain-lain. 8. Diwarnai dengan zat warna iodin. Jika wa-rna terletak pada muatan positif dari zat warna. bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua. ilmuwan Denmark Hans Christian Gram (1853–1938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae. Dengan metode pewarnaan Gram. Zat warna asam umumnya mempunyai sifat dapat bersenyawa lebih cepat dengan bagian sitoplasma sel sedangkan zat warna basa mudah bereaksi dengan bagian-bagian inti sel. Perbedaan inilah yang digunakan sebagai dasar pewarnaan bakteri. Sedangkan anionnya pada umumnya adalah Cl-. yakni grampositif dan gram-negatif. Tujuan dari pewarnaan adalah untuk memudahkan melihat bakteri dengan mikroskop. diamkan 45 detik. Kemudian Dibilas dengan aquadest dan dibiarkan kering Ditetesi alkohol 96%. memperjelas ukuran dan bentuk bakteri. peluntur warna. Zat warna adalah senyawa kimia berupa garam-garam yang salah satu ionnya berwarna. SO4 -. Pada bakteri gram po- 6 . substrat.7. Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya. diamkan 45 detik Diamati dibawah mikroskop dan lakukan pendataan 10. Pewarnaan bakteri dipengaruhi oleh faktorfaktor seperti : fiksasi. berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka. yaitu bakteri Gram positif dan Gram negatif berdasarkan reaksi atau sifat bakteri terhadap cat tersebut. Jika warna terdapat pada ion negatif. netral red. Contoh zat warna basa adalah methylen bl-ue. maka disebut zat warna asam. Garam terdiri dari ion bermuatan positif dan ion bermuatan negatif. CH3COO-. IV. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya. mengha-silkan sifat-sifat fisik dan kimia yang khas daripada bakteri dengan zat warna. intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. 9. serta meningkatkan kontras mikroorganisme dengan sekitarnya. untuk melihat struktur luar dan struktur dalam bakteri seperti dinding sel dan vakuola. Sel-sel warna dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu asam dan basa. maka disebut zat warna basa. Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah suatu metode untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar.

suatu pewarna penimbal (counterstain) ditambahkan setelah metil ungu. Kultur bakteri murni diambil dan diratakan diatas kaca obyek. . Setelah dicuci kemudian di beri satu tetes aquades pada permukaan gelas obyek. Pada uji pewarnaan Gram. karena jika terlalu banyak akan sulit diratakan dan apabila ku-ltur bakteri tidak dapat diratakan tipis-tipis maka bakteri ak-an tertimbun hal ini akan mengakibatkan pemeriksaan bentuknya satu per satu menjadi tidak jelas. Pengambilan kultur bakteri tidak diambil terlalu banyak. yang membuat semua bakteri gram negatif menjadi berwarna merah atau merah muda. Pembersihan biasanya menggunakan alkohol . Pembersihan ini dilakukan supaya gelas obyek bebas lemak dan debu. Pengujian ini berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipe bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel mereka. • Pencuci / peluntur zat warna (alcohol / aseton) yaitu solven organic yang digunakan untuk melunturkan zat warna utama. sementara bakteri gram negatif tidak. Bakteri Gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. Setelah ke-lebihan zat warna dicuci dengan air kemudian diberi larutan io-din dan dibiarkan sehingga terbentuk suatu kompleks antara vio-let kristal dan iodin.Pencucian (dekolarisasi) dengan larutan alkohol asam . Apabila sudah kering. Pengeca-tan gram dilakukan dalam 4 tahap yaitu: . Yang perlu diperhatikan dalam proses fiksasi adalah bidang yang mengandung bakteri dijaga agar tidak terkena nyala api. harus gelas obyek yang bersih. Setelah dilakukan fiksasi kemudian ditetesi dengan kristal violet dan dibiarkan. Proses fiksasi dilakukan supaya bakteri benar-benar melekat pada kaca obyek sehingga olesan bakteri tidak akan terhapus apabila dilakukan pencucian.Pengintesifan cat utama dengan penambahan larutan mordan JKJ. . Kemudian dicuci dengan air mengalir dan dibiarkan sampai kering (dengan cara dianginkan).Pemberian cat lawan yaitu cat warna safranin Pada proses pewarnaan gram. Bakteri gram positif akan mempertahankan zat warna metil ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol. dilakukan fiksasi dengan cara melewatkan diatas nyala api. Olesan 7 . Pencucian dengan air bertujuan untuk mengurangi kelebihan zat warna dari violet kristal. • Zat warna kedua / cat penutup (safranin) digunakan untuk mewarnai kembali sel-sel yang telah kehilangan cat utama setelah perlakuan dengan alcohol.sitif menunjukkan warna biru ungu dan bakteri gram negatif berwarna merah.Pemberian cat warna utama (cairan kristal violet) berwarna ungu. Dalam pewarnaan gram diperlukan empat reagen yaitu : • Zat warna utama (violet kristal) • Mordan (larutan Iodin) yaitu senyawa yang digunakan untuk mengintensifkan warna utama.

Gambar Pewarnaan Sederhana (Gozali. pori – pori mengkerut. menyebabkan terekstraksi lipid sehingga memperbe-sar permeabilitas dinding sel. Pewarnaan selanjutnya dengan menggunakan safranin dan diamkan. Perbedaan respon terhadap mekanisme pewarnaan gram pada bakteri adalah didasarkan pada struktur dan komposisi dinding sel bakteri. sedangkan penyingkiran zat lipida dari dinding sel organisme gram negatif dengan pencucian alcohol memungkinkan hilang dari sel. kemudian diamati dibawah mikroskop. Beberapa perbedaan sifat yang dapat dijumpai antara bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif yaitu: 8 . Bakteri gram positif mengandung protein dan gram negative mengandung lemak dalam persentasi lebih tinggi dan dinding selnya tipis. Pemberian kristal violet pada bakteri gram positif akan meninggalkan warna ungu muda.bakteri kemudian dicuci kembali dengan air mengalir. Bakteri gram positif memiliki membran tu-nggal yang dilapisi peptidohlikan yang tebal (25-50nm) sedangkan bakteri negative lapisan peptidoglikogennya tipis (1-3 nm). Kemudian dicuci dengan etanol dan dicuci kembali dengan air mengalir. Sedangkan koloni bakteri B merupakan bakteri Bacillus cereus dengan hasil percobaan menunjukan warna ungu muda yang menandakan bahwa bakteri merupakan gram positif. Pemberian alkohol (etanol) pada praktikum pewarnaan bakteri. Kompleks zat iodin terpe-rangkap antara dinding sel dan membran sitoplasma organisme gram positif. Sifat bakteri terhadap pewarnaan Gram merupakan sifat penting untuk membantu determinasi suatu bakteri. Kemudian cuci dengan air mengalir dan kering dianginkan. Perbedaan dasar antara bakteri gram positif dan negatif adalah pada komponen dinding selnya. daya rembes dinding sel dan membran menurun sehingga pewarna safranin tidak dapat masuk sehingga sel berwarna ungu. Pewarnaan safranin masuk ke dalam sel dan menyebabkan sel menjadi berwarna merah pada bakteri gram negatif sedangkan pada bakteri gram positif dinding selnya terdehidrasi dengan perlakuan alkohol. 2009) Dari hasil percobaan diketahui bahwa koloni bakteri A merupakan bakteri Escherichia Coli dengan hasil percobaan menunjukan warna merah muda yang menandakan bahwa bakteri merupakan gram negatif.

Struktur dinding selnya tipis. Bakteri yang termasuk kelompok khusus Bakteri diidentifikasi dengan metode pengecatan atau pewarnaan sel bekteri yang berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya dengan mikroskop. . serta Kapsul dan Lendir. sekitar 10 – 15 mm. Bakteri berbentuk batang c. Bakteri berbentuk lengkung d.Toksin yang dibentuk Eksotoksin Endotoksin V. .Dinding selnya mengandung lipid yang lebih normal (1-4%). .Pertumbuhannya tidak begitu dihambat oleh zat warna dasar misalnya kristal violet.Lebih resisten terhadap gangguan fisik. untuk melihat struktur luar dan struktur dalam bakteri seperti dinding sel dan vakuola. Bakteri di Klasifikasi atas dua golongan.Pertumbuhan dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu kristal. . Flagel dan Pili.Tidak resisten terhadap gangguan fisik. .Resistensi terhadap alkali (1% KOH) lebih pekat . Faktor-faktor yang mempengaruhi 9 . menghasilkan sifat-sifat fisik dan kimia yang khas daripada bakteri dengan zat warna. Bakteri mempunyai struktur el yang terdiri atas Membran Sel . . yakni bakteri grampositif dan bakteri gram-negatif. tidak mengandung asam tekoat. . . Mengandung asam tekoat. . berlapis tunggal atau monolayer. berlapis tiga atau multilayer.Toksin yang dibentuk Endotoksin Ciri-ciri bakteri gram positif yaitu: . . Terbagi atas: a.Resistensi terhadap alkali (1% KOH) larut . serta meningkatkan kontras mikroorganisme dengan sekitarnya. memperjelas ukuran dan bentuk bakteri.Tidak peka terhadap streptomisin .Struktur dinding selnya tebal. . Dinding Sel. sebelah dalam dengan jumlah sedikit ± 10% dari berat kering. KESIMPULAN Bakteri merupakan sel prokariotik berukuran lebih kecil dari sel eukariotik. Bakteri berbentuk kokus (bulat) b.Dinding selnya mengandung lemak lebih banyak (11-22%)peptidoglikan terdapat didalam .. sekitar 15-80 nm.lapisan kaku.Bersifat lebih rentan terhadap penisilin. Komponen utama merupakan lebih dari 50% berat ringan. .Kurang rentan terhadap senyawa penisilin. peptidoglikan ada yang sebagai lapisan tunggal.Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit.Komposisi nutrisi yang dibutuhkan relatif sederhana.Peka terhadap streptomisin .

Iud W. Widjoseputro. UI Press: Jakarta Prescott. dalam kasus tertentu. merupakan pewarna yang paling umum digunakan. M0410047 10 .chan. edisi 23. Djambatan: Jakarta Entjang I. 19 Oktober 2011 Mengetahui. Asisten pembimbing Praktikan Alfin T LAMPIRAN Prabasthoro Fendy K NIM. intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. Pengecatan Gram merupakan salah satu teknik pengecatan yang dikerjakan di laboratorium mikrobiologi untuk kepentingan identifikasi mikroorganisme. substrat. PT. Jakarta. pengecatan diferensial dan pengecatan structural. Pewarnaan sederhana. substrat. Pelezar. Teknik pewarnaan warna pada bakteri dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu pengecatan sederhana. D. peluntur warna. Pewarnaan ne-gative merupakan metode mewarnai latar belakangnya menjadi hitam gelap. Mikrobiologi dan Parasitologi Untuk Akademi Keperawatan. Teknik dan Metode Dasar Dalam Mikrobiologi. Malang : Djambatan Surakarta. Adelberg. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Houston. Published by McGraw-Hill. Mosby Elsevier. 2003. yaitu mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan satu macam zat warna saja. UMM Pres. Jawetz. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Pada bakteri gram positif menunjukkan warna biru ungu dan bakteri gram negatif berwarna merah. Malang. Jakarta. 2007. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan cepat dan biaya murah serta. 2008. Dwidjoseputro. 2008. intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. pengecatan negatif. Citra Aditya Bakti. 1989. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Boston. Klein’s. Diagnostic Microbiology 12th edition.. VI. Melnick. peluntur warna . Mikrobiologi Kedokteran. Morfologi microskopik mikroorganisme yang diperiksa dan sifatnya yang khas terhadap pengecatan tertentu (pengecatan Gram) dapat digunakan untuk identifikasi awal. Harley. dapat membantu dokter untuk memulai terapi suatu penyakit tanpa menunggu hasil kultur. Dasar-Dasar Mikrobiologi. 2008. 2005. Pewarnaan bakteri dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti : fiksasi. DAFTAR PUSTAKA Bailey and Scott’s.pewarnaan bakteri yaitu fiksasi. Microbiology 7th edition. 2008.

Reagen-reagen Bakteri setalah dikeringkan Bakteri spesies A Bakteri spesies B 11 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful