PERKERASAN

KAKU

(RIGID PAVEMENT)

-AKAAN

\JA MARGA

Disusun oleh :

~erjaan Umum

Ir. Agus Iqbal Manu, Dipl, HEng. MIHT

~-~,

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

.1. KAKU TEBAL 10 Cara Portland Cement Cara Corps of Engineers Cara NAVY. KAKU 1 1 Fungsi Pondasi (Subbase) pada Perkerasan Kaku .. Penentuan besaran dengan 10 10 10 11 cara AASHTO 11 IV. 1104. IlIA.1... IV..2... IV..5. PENDAHULUAN PERKERASAN II. Kaku" dengan 1 11.1... BEBERAPA CARA PERENCANAAN PERKERASAN 111.. IV.DAFTAR lSI Halaman I. Perbedaan "Perkerasan Lentur" (Flexible Pavement) Beton 3 5 11..2. Cara AASHTO 11104.. IVA. II..... Semen Agregat Air Beton Besi Tulangan Material Pengisi Sambungan KAKU 15 15 15 16 16 17 17 ..2...3.. BAHAN-BAHAN YANG DlGUNAKAN PADA PERKERASAN IV..6..3...... 111..3.. antara "Perkerasan ... 111.. IV. Klasifikasi type lapis an Perkerasan Tegangan-Tegangan Yang Timbul Pada Pelat Beton Perkerasan Kaku 5 III. 1.

S. KESIMPULAN DAN SARAN 45 DAFTAR LlTERATUR APPENDIX 11 . BETON 22 23 25 27 27 Pelayanan) 28 30 yang Mempengaruhi Pengerjaan 31 Beton 34 SPREADING") Beton dan Penyelesaian Paver Evaluasi Pavement Kaku Pemadatan Slip-Form Pengerjaan Keamanan Service Ability (Kemampuan Daya Tahan Faktor-Faktor Pavement Kaku dari Perkerasan V. PENGALAMAN DI INDONESIA 43 VIII.5.IV. V. Lampiran Gambar Macam-macam Kaku "Crack" IS Pad a Perkerasan V. VA.3. V. PENGHAMPARAN (CONCRETE V.7. V.2.6. Performance BertulangSecara Terus Menerus VI PEMELIHARAAN PERKERASAN KAKU 36 VII. V.7. V.l.

tetapi secara praktis para "Engineers" kita boleh dikatakan mempunyai pengetahuan yang masih minim. dimaksudkan agar harga konstruksi dan pemeliharaan dalam suatu kurun waktu tertentu ("years life") dapat bersifat kompetitip terhadap Jalan Aspal Beton yang selama ini telah digunakan. 1 . yang berenang" di lau! buku dan makalah" dimohon sidang pernbaca maklum apabila tulisan ini lebih bersifat teoritis. PERKERASAN KAKU "RIGID PAVEMENT" yang sudah kit a kenai. Menyediakan lapisan yang seragam. Pembangunan Jalan Beton. Fungsi Pondasi 1. II. stabil dan permanen Menaikkan harga Modulus Reaksi Tanah Dasar (Modulus of Sub-grade Reaction = K). Eropa. PENDAHULUAN Makalah ini dipersiapkan dalam rangka menyumbangkan pemikiran teknis teoritis pada Simposium Jalan Beton yang pertama kali diadakan di Jakarta. Jepang dll).MERENCANAKAN PERKERASAN KAKU ("RIGID PAVEMENT DESIGN") I. tanggal 18 dan 19 September 1985. USA. Indonesia. 2. (Sub-base) pada Perkerasan Kaku : ILl. Sediyatmo di Jakarta. kecuali mereka yang sudah terlibat dalam pelaksanaan Jalan Beton . Per definisi : "Perkerasan Kaku adalah suatu susunan konstruksi perkerasan di mana sebagai lapis an atas dipergunakan pelat beton.l. Jalan Beton telah cukup lama dikenal dan dikembangkan negara-negara maju (a. yang terletak di alas pondasi at au langsung di atas tanah dasar pondasi atau langsung di atas dasar ("subgrade"). menjadi Modulus Reaksi Komposit (Modulus of Composit Reaction). di Di Indonesia secara teoritis Jalan Beton sudah cukup dikenal. Sebagai seorang "designer". Sesuai dengan petunjuk Bapak Direktur Jenderal Bina Marga. di sini penulis mencoba menterjemahkan sebagai "Perkerasan Kaku".Prof.

menjadi Modulus Reaksi Komposit (Modulus of Composit Reaction). Melindungi gejala "pumping" butiran-butiran haIus tanah pada daerah sambungan. 3. 2 . Mengurangi kerusakan sebagai akibat pembekuan (frost action). 5. Menyediakan lantai kerja bagi alat-alat berat.(Modulus of Sub-grade Reaction = K). Adalah proses pengocokan butiranbutiran sub-grade atau sub-base pada daerah-daerah sambungan (basah atau kering) akibat gerakan vertikal pelat karena beban lalu lintas kejadian ini mengakibatkan turunnya daya dukung lapisan bawah tersebut. 6. retakan dan ujung samping perkerasan. 4. Mengurangi terjadinya bahaya retak.

Pada urnurnnya diperlukan sambungan (joints) untuk m e mp e rk e ci l tegangan "terrnal". 't L = 10 : 15 kg/cm2. Sulit untuk bertahan terhadap "drain" yang buruk. 2. Design "Job Mix" mudah untuk diteliti. 3. perlu pertimbangan-pertimbangan lebih teliti. •Air Void" dapat rnengurangi tegangan yang tirnbul akibat perubahan volume aspal beton.2. Bermanfaat hanya pada jalan-jalan dengan tingkat ketajaman traffic yang tinggi. Perbedaan antara "Perkerasan lenturn ("Flexible Pavementn) Kak'uM dengan "Perkerasan Perkerasan "KAKU" Perkerasan "LENTURn 1.II. lebih 1. Perencanaannya sederhana Jika menggunakan "rencana standardPada bagian sambungan. Tidak diperlukan sambungan kecuali "longitu dinal construction joints". Quality control untuk "Job Mix" agak rumit karena harus diteliti di laboratorium dan hasil Mix Harnparan. Dapat lebih bertahan terhadap kondisi "drain" yang buruk. Tegangan reaksi vertikal subbase 't 2 < 5 kg/ cm2 't L < 5 kg 't 2 =5 kg/cm2 't 2 =0. Perencanaan sederhana Bermanfaat terhadap jalanjalan untuk semua tingkat jumlah traffic 2.5 kg/cnil 3 . 3. "Modulus Young" untuk tiap lapisan sangat berbeda. "Air Void" di dalarn beron tidak dapar mengurangi tegangan yang timbul akibat perubahan volume beton. Dapat digunakan teori "Elastis·.

biaya kons- 4. 5.Perkerasan "KAKU' Perkerasan "LENTUR" 4. hanya jika "transverse joints" dikerjakan dan dipelihara dengan baik. 9. 4 . 6. 8. "Servicebility Index" hanya baik disekitar saat selesai pelaksanaan. Kerusakan tidak bersifat rnerambat.40 tahun. Apabila lapisan permukaan akan di "overlay" maka mencegah terjadinya "retak refleksi biasanya tebal perkersanan dibuat lebih besar 10 (sepuluh) em. hanya tetapi un t uk dengan traffic 7. 7. Pelaksanaan relatif sederhana kecuali sambungan-sambungan. 5. hampir sarna konstruksi jalan tingkat ketajaman tinggi. Pelaksanaan cukup rurnit d is e b a b k a n '"Quality Co n t r o l e " b anyak terhaddap sejurnlah varian termasuk kontrol ternperatur. Ad a lah penting untuk melaksanakan pemeliharaan terhadap sambungan-sarnbungan (joints) secara tetap. mencapai lebih kurang 2 (dua) kali lebih besar dari pada "rigid pavement". Agak sulit untuk menetapkan saar diperlukan "Overlay" 8. "Overlay· dapat dilaksanakan pada semua tingkat ketebalan perkerasan yang diperlukan Lebih mudah menentukan perkiraan saat "overlay" harus dilakukan. Biaya pemeliharaan yang dikeluarkan. Umur rencana dapat mencapai 15 . 9. Jika terjadi kerusakan ( damage) maka kerusakan tersebut cepat dalam waktu singkat "Servicebitiry Index" cukup baik. Umur rencana relatif 5 : 10 tahun. Pada umumnya truksi tinggi. Pada urnumnya konstruksi rendah.

Swiss. secukupnya.Pembebanan Ujung 5 . 11. Tegangan-tegangan yang limbul pada pelat Beton Perkerasan Kaku: 1. Yand dimaksud dengan tebal konstruksi perkerasan lentur adalah tebal seluruh lapisan yang dapat diaras tanah dasar yang dipadatkan. Perkerasan Beton Bertulang-menerus.Perkerasan "TEGAR· Perkerasan "LENTUR" 10. dan kekuatan tanah dasar yang dipadatkan. dengan "transverse joints" 2. 3. 11. Beton diklasifikasikan atas 4 (empat) Perkerasan Beton tanpa tulangan dengan menggunakan banyak "transverse joints" Perkerasan Beton Bertulang. Pada masa kini. tanpa "transverse joints" kecuali pada sambungan ke struktur lainnya. Kekuatan konstruksi perk erasan lentur ditentukan oleh kemampuan penyebaran tegangan tiap-tiap lapisan sehingga ditentukan oleh tebal lapisanlapisan tersebut. 11.4. Germany. type perkerasan bet on yang populer dan ban yak digunakan di negara-negara maju antara lin: USA. 11. Japan. Kekuatan konstruksi perkerasan tegar ditentukan oleh kekuatan lapisan beton sendiri (tanah dasar tidak begitu menentukan) 10. Perkerasan Beton Pratekan beberapa "transverse joints". Klasifikasi Type Lapisan Perkerasan Beton: Lapisan Perkerasan type sebagai berikut : 1. Yang dimaksud dengan tebal konstruksi perkerasan tegar adalah rebal lapisan beton (tidak termasuk pondasi).3. Tegangan akibat pembebanan oleh roda (lalu lintas) : . Hungary dan lain-lain. adalah type perkerasan "Beton Bertulang". dengan menggunakan 4.

Tegangan akibat perubahan akibat "frost action".Penyusutan . Di Indonesia. dapat diatasi dengan menggunakan subbase.Lipatan. rumus untuk menghitung Tegangan RUMUS yang diakibatkan WESTERGAARD: 3P [ tegangan : oleh Pembebanan Ujung : ac = 1- hZ 6 . 1 Tiga posisi pembebanan Beberapa 1. Tegangan butir (4). Pinggir Tengah dan kadar air: Tegangan akibat perubahan temperatur Tegangan ini mengakibatkan : . r------tJembebanan ujung '-----.Pembebanan 2.Pengembangan .Pembebanan . volume 3.- pembebonon pinqqir pembebonan tengoh Gb. Iapisan pondasi 4. bisa diabaikan karena boleh dikatakan "frost action" hampir tidak ada. akibat "pumping".. tegangan butir (3). Tegangan akibat timbulnya gejala "pumping".

a = 17 em Dihilung: 300. Contoh: Diketahui : E = 300. disebabkan Pembebanan Ujung (Kg/cm2) P = Beban roda (Kg) h = Tebal pelat (em).75 loglO a- OlS}) 7 .54) h2 (loglO 1. (em) jari-jari beban roda (em).0. a c= 2. a1 = a a I = = r-.22] 12 3 x 5000 {1.000 x 233 0-0. fj = 0.414 x 17}O.20 h = 23 em K = 7 kg/ern? P = 5000 kg. jari-jari "kekakuan relatif" (em) E K = = Modulus Young dari beton (KgjCm2) Modulus reaksi tanah dasar (Kg/Cm2).12 { 1 + 0.Dimana : a c = Tegangan max.-----82 7 = 82 cm.000 kg/cm2.6 1.7 kg/em yang diakibatkan Pembebanan P Pinggir : ae= 2. Tegangan 14.

12 x {1+ 0.ae = tegangan max yang diakibatkan pembebanan pinggir Contoh: Diketahui : 1 h a p 82 em 23 em 17 em 5000 kg 5000 0e= 2.1 kg/em Tegangan yang diakibatkan dan kadar air: oleh perubahan temperatur 0t = 0. h = 23 em il= 82 em maka 0i = 5000 1.18 ) 14.724 h a.75x log1017 .0.0. Tegangan yang diakibatkan Dimana: o i = tegangan max b b = = J 1.724 h 2- Contoh : Jika P = 5000 kg.4 kgjem2 pembebanan tengah : 3. a = 17 em.0.2).35.+ loglO 16 12 (1 . E.O i Dimana "Cw = Kocff tahanan "warping" Koefisien perubahari expansi temperatur beton (0-1 C) akibat 8 . jika a z 1.2) -- J 4.625 h.2} -= 232 (loglO 82 .1 (1 + 0.6 a2 + h 0. ] " 12. jika a < 1. 232 lx loglO 82 . Cw.54 x 0. a .

dan menggunakan Curva .1 C) 5. I CurVQ.c a:I j t Repetisi beban soot retok I I I I I + -Repetisi be ban Gb.."Fatigue" Beton.. 0° 0 00 C/) Ci . apabila kita mempunyai data dari sejumlah repetisi beban. 9 . maka dapat ditentukan berapa jumlah repetisi beban yang menyebabkan bet on mencapai "kelelahan" (fatigue). Pusat Penelitian Masalah J alan Bandung. Faktor Kelelahan ("Fatigue") Beton: o1 = Masa kelelahan beton. sebelum mencapai "crack" (retak).Fotique .E = Modulus Young dari Beton (kgjcm2) lapisan atas dan Perbedaan temperatur antara bawah dari pelat beton (0 . . . sudah dibuat. "Curve Fatigue" sebagaimana disebutkan di atas.. dan angka hancur beton akibat beban statis percobaan. sehingga mudah untuk menentukan tingkat kelelahan dari perkerasan beton.<1> .. Sepanjang pengetahuan Penulis memang belum ada.. dapat melaksanakan penelitian untuk menghasilkan curva dimaksud. dapat diketahui.D 0 0 0 u c: o. Mudah-mudahan dimasa datang. c: '" 0 III 0 °0 .2 Curva Fatique Dengan mengetahui angka Tegangan lentur pelat beton. Di Jepang.. bila kita belum memiliki..

subgrade. Untuk menentukan faktor keamanan. Corps of Engineers juga telah menurunkan eara pereneanaan tambahan lapisan beton. cara NAVY : Cara ini hampir sarna dengan eara Corps of Engineers. BEBERAPA CARA PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU: Pada umumnya cara-cara pereneanaan tebal perkerasan kaku (rigid) adalah berdasarkan atas teori-teori dan rumus-rumus dasar ring. Cara-cara pereneanaan tersebut antara lain: IILL Cara.III. berdasarkan teori Westegaard. 10 . kekuatan beton.Portland Cement: Cara Portland Cement.3. USA. Harvard University.Corps of Engineers: Cara ini didasarkan kepada pengalarnan-pengalaman teori-teori Westegaard. Cara . dipergunakan SF = Bila ada gejala "pumping". sesuai dengan Manual EM 110-45-303. tegangan haneur beton. maka tebal pelat dapat dihitung. tidak mengalami koreksi terhadap kadar air. dim ana harga K. Bila ada gejala perubahan kerataan disarankan tebal subbase 15-30 em. Engineering and Design Rigid Airfield Pavement. tebal subbase disarankan IS em. Dengan mengetahui harga K. dan Harga K (Modulus reaksi tanah dasar) diperoleh dari "Plate Loading Test" dan diadakan koreksi terhadap kadar air (yang paling jelek). 111. Harga K (Modulus reaksi tanah dasar) juga dikoreksi terhadap kadar air. lO- maka IIL2. beban roda.

. b.0 untuk "Secondary Highway" IIIA. telah disusun monogram-monogram atas dasar analisa traffic untuk Umur Rencana (UR = 20 tahun). Penentuan besar·besaran dengan cara AASHTO : 1) Menentukan Tebal Perkerasan : a. 18 KIP Single Axle Load. Tentukan harga K (Modulus of Subgrade reaction). 11 . pembebanan.5 untuk "Major Highway" pt = 2. berdasarkan teori-teori Harga K (Modulus of Subgrade Reaction) ditentukan dengan "Plate Loading Test" tanpa koreksi terhadap kadar air. Untuk Beton ditentukan: Tegangan yang bekerja diambil sebesar 75% dari Modulus Hancur Beton pada umur 28 hari. Untuk memudahkan perhitungan. besarnya Indeks Permukaan Tegangan yang bekerja (pt) (Working d.I. Untuk memudahkan dalam perhitungan. Westegaard. sesuai penjelasan sebelumnya di atas.M. cara menurunkan grafik-grafik perencanaan. Navy telah Dengan menentukan terlebih dahulu nilai-nilai K (Modulus of subgrade reaction).H. Tentukan Jurnlah Traffic. dengan ketentuan beban equipment.Tebal Subbase dapat ditentukan berdasarkan hasil "Loading test" pada waktu evaluasi subgrade (tanah dasar). maka grafik-grafik dimaksud dapat digunakan untuk perhitungan yang diinginkan. Tentukan Tentukan Stress). c. Index permukaan ditentukan : pt = 2. lIlA Cara AASHTO : Cara ini juga diturunkan DR. tegangan hancur beton. untuk Umur Rencana = 20 tahun.

in) Dimana : As = Luas penampang F L = = Koeff gesekan antara pelat dengan subgrade. t i * ! 1 ! ~! l ! ! w- L/2 Pelat Beton t : ~ r=:» =:r L/2 1--7 t Gb. Beral sendiri pelat (psf) Tegangan besi yang diizinkan (psi) w fs 12 . dalam arah perubahan Deformasi arah mernanjang tersebut akan ditahan oleh gaya gesek antara pelat beton dengan subbase atau subgrade. 2) Menentukan Tulangan Pelat : Pelat beton akan mengalami deformasi memanjang disebabkan oleh adanya tempcratur dan kadar air. Untuk itu tebal perkerasan hams ditaksir lebih dulu. 3 Gaya-gaya yang bekerja dapat dihitung sebagai berikut : K = F x W x 1/2 L } As x fs = FW 1/2 K = As x fs FWL As = 2 fs tulang sq. Deformasi pada pelat sendiri hams ditahan oleh tulangan dan akan terjadi kondisi kritis di tengah-tengah pelat : \ ~I + l ~ ~~~ l* F. Jarak Ujung bebas memanjang atau melintang dari pel at (feet).Tebal Traffic Equpment Factor adalah variable dalam Tebal Perkerasan.w.

Contoh perhitungan : Diketahui : Traffic (per hari satu jurusan) : Truck 200 kendaraan 600 smp. Bus 200 kendaraan 600 smp. Jawab pe1at beton dengan umur rencana : Traffic ADT10 2200 (1 + 0.000 psi. dua jurusan.593 = 2593 kendaraan 5706 smp.593 13 . satu jurusan 11412 smp. = 4{)" = 2200 smp. Ly Besi fs = 45. Beton: Lx = 24". pt = 2. atau: ADTlO Truck Bus Car ADT10 = = 3630 kendaraan 200 x 2.5 Taksir tebal pel at = 10" 1400 x 2. tanpa menghitung akibat kendaraan. bebannya diperhitungkan hanya akibat beban sendiri saja.Pada rumus di atas dapat dilihat bahwa. beban kendaraan sudah diperhitungkan untuk bisa dipikul oleh pelat beton tanpa tulangan.593 5706 smp. Car 1000 kendaraan 1000 smp Total i = 10 1400 kendaraan % (konstan). Untuk Major Highway.593 519 kendaraan 1000 x 2.1)10. Di sini fungsi tuIangan dirnaksudkan bukan sebagai penahan terjadinya retakan. Subgrade : K = 100 psi. Diminta: Rencanakan UR = 10 tahun. 2200 x 2. Subbase: River Gravel. tetapi sekedar pemegang bila terjadi retakan. Sc beton = 335 psi. Hal im disebabkan.593 519 kendaraan 1000 x 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful