BAB I

KASUS
Tn. A (48 tahun) datang ke UGD dengan keluhan muntah, berwarna seperti kopi, dan BAB berwarna hitam. Sekitar 2 jam yang lalu, Tn. A mengeluh muntah-muntah isi cairan seperti kopi dan BAB berwarna hitam. Tn. A juga sering mengeluh nyeri di ulu hati, mual dan kembung terutama sejak 2 bulan terakhir. Tn. A adalah seorang yang obese, sering mengeluh nyeri pada kedua lututnya terutama saat dilipat sehingga pasien sering mengkonsumsi obat-obat rematik. Dari pemeriksaan fisik didapatkan:
-

Status generalis

:

o Kesadaran kompos mentis, tampak pucat dan lemah, mimic wajah kesakitan di perut bagian atas. Pasien datang dengan dituntun oleh istrinya.
-

Tanda vital
o o o o

: : 95/70mmHg : 110x/ menit regular, equal, isi kecil : 36,5oC : 20x/menit :

TD Nadi Suhu Pernapasan

-

Status lokalis o Kepala 
o

Mata

: konjungtiva anemis +/+, sclera ikterik -/: tidak ada kelainan : : tidak tampak kolateral

Thorax

o Abdomen 

Inspeksi

. Obese dan sering mengkonsumsi obat-obat anti rematik 2. 2 bulan terakhir memiliki keluhan nyeri ulu hati. mual dan kembung d. Terjadinya akut (2 jam yang lalu) c. hepar dan lien tidak   Perkusi Auskultasi : tympani : BU + n : akral dingin dan pucat o Ekstremitas BAB II PEMBAHASAN KASUS 1. Hipotesis Hipotesis yang bisa kita pikirkan untuk pasien ini dengan melihat manifestasi klinis pasien antara lain: Hematemesis Yaitu muntah darah yang memiliki tampilan berwarna merah atau seperti bubuk kopi. nyeri tekan epigastrium (+). Muntah berwarna seperti kopi dan BAB berwarna hitam b. Masalah Masalah yang dihadapi oleh pasien ini antara lain: a. Palpasi teraba : supel.

Anamnesis Untuk membantu menegakkan diagnosis. maka yang selanjutnya dilakukan adalah pemeriksaan fisik. diketahui bahwa pasien telah menderita nyeri ulu hati. Anamnesis yang bisa kita lakukan pada pasien ini antara lain: Sudah berapa lama keadaan ini terjadi? Apakah ada penyakit yang menyertai keadaan ini?? Haduuuuhhh.- Melena Yaitu pengeluaran tinja berwarna hitam dan memiliki konsistensi seperti ter. yang pertama dilakukan adalah melakukan anamnesis. mual dan kembung sejak 2 bulan yang lalu. yang disebabkan oleh adanya perdaraha pada saluran cerna bagian atas (SCBA) 3. apa lagi ini anamnesisnya!!!! Setelah dilakukan anamnesis. Pemeriksaan fisik Setelah melakukan anamnesis. Pemeriksaan fisik yang dilakukan antara lain: Status generalis Periksa keadaan umum pasien Pemeriksaan tanda vital: o Tekanan darah o Nadi o Pernapasan . obesitas yang menyebabkan nyeri di kedua lutut dan seringnya pasien menggunakan obat-obatan anti rematik 4.

Varises: i. Esophagus ii. Serosis hepatis iii. Tukak lambung iv. Non-varises: . Penatalaksanaan awal Sebelum ditegakkan diagnosis pasti pada pasien ini. Etiologi perdarahan saluran cerna bagian atas a. Tata laksana awal yang dapat kita berikan misalnya dengan: Menghentikan perdarahan dengan menggunakan pipa nasogastrik untuk menghindari syok Stabilisasi tanda vital Rehidrasi pasien dengan cairan ringer laktal Pantau terus perdarahannya 6.o Suhu Status lokalis Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi 5. sebaiknya kita memberikan penatalaksanaan awal untuk menstabilkan keadaan pasien. Sindrom mallori b. Ca gaster esophagus v.

Sindrom mallori. Esophagus v. H pylori ii. . Serosis hepatis vi.i. OAINS Etiologi keganasan yang mungkin terjadi bisa saja disebabkan oleh: Tukak lambung iii. Ca gaster iv.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful