You are on page 1of 4

Pengaruh dan Hubungan ARLINDO (Arus Lintas Indonesia) dengan Karakteristik massa Air

13/03/2010 at 2:34 am (OSENORAFI FISIKA)

Masih ingatkah kita sewaktu SD sampai SMA pada pelajaran geografi selalu dicekoki dengan doktrin keistimewaan posisi geografis Indonesia yang diapit dua benua besar yaitu Benua Asia dan Benua Australia.Selain itu diapit dua Lautan besar yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Posisi Indonesia juga terletak di antara garis ekuator yang memiliki iklim tropis dan radiasi matahari paling banyak diserap. Selain itu juga perairan Indonesia ini sangat unik karena adanya arus lintas Indonesia (ARLINDO) atau Indonesian througflow. Ini merupakan keistimewaan sendiri karena arus laut Indonesia ini sebagai pertukaran antar samudera. Secara lengkap dan pengaruh-pengaruhnya akan dijelaskan sebagai berikutnya. Arlindo adalah suatu sistem di perairan Indonesia di mana terjadi lintasan arus yang membawa massa air dari Lautan Pasifik ke Lautan Hindia. Massa air Pasifik tersebut terdiri atas massa air Pasifik Utara dan Pasifik Selatan (Wyrtki, 1961; Fieux et al., 1996a). Terjadinya arlindo terutama disebabkan oleh bertiupnya angin pasat tenggara di bagian selatan Pasifik dari wilayah Indonesia. Angin tersebut mengakibatkan permukaan bagian tropik Lautan Pasifik Barat lebih tinggi dari pada Lautan Hindia bagian timur. Hasilnya terjadinya gradien tekanan yang mengakibatkan mengalirnya arus dari Lautan Pasifik ke Lautan Hindia. Arus lintas Indonesia selama Muson Tenggara umumnya lebih kuat dari pada di Muson Barat Laut. Webster et al. (1998) menyatakan bahwa aliran bahang Arlindo’… adalah dapat dibandingkan terhadap aliran bersih permukaan di utara samudra Hindia dan sejumlah fraksi substansial dari aliran bahangnya’. Beberapa hasil model penelitian mengungkapkan ketergantungan suhu permukaan dan simpanan bahang permukaan samudra Pasifik dan Hindia terhadap arus lintas ini. Kedua samudra tersebut akan sangat berbeda jika tanpa Arlindo (MacDonald, 1993). Ketiadaan Arlindo akan meningkatkan permukaan laut di Pasifik dan menurunkannya di Hindia sebanyak 2-10 cm. Sumber air yang dibawa oleh Arlindo berasal dari Lautan Pasifik bagian utara dan selatan. Perairan Selat Makasar dan Laut Flores lebih banyak dipengaruhi oleh massa air laut Pasifik Utara sedangkan Laut Seram dan Halmahera lebih banyak dipengaruhi oleh massa air dari Pasifik Selatan. Gordon et al. (1994) mengatakan bahwa massa air Pasifik masuk kepulauan Indonesia melalui 2 (dua) jalur utama, yaitu: 1. Jalur barat dimana massa air masuk melalui Laut Sulawesi dan Basin Makasar. Sebagian massa air akan mengalir melalui Selat Lombok dan berakhir di Lautan Hindia sedangkan sebagian lagi dibelokan ke arah timur terus ke Laut Flores hingga Laut Banda dan kemudian keluar ke Lautan Hindia melalui Laut Timor. 2. Jalur timur dimana massa air masuk melalui Laut Halmahera dan Laut Maluku terus ke Laut Banda. Dari Laut Banda, menurut Gordon (1986) dan Gordon et al.,(1994) massa air akan mengalir mengikuti 2 (dua) rute. Rute utara Pulau Timor melalui Selat Ombai, antara Pulau Alor dan Pulau Timor, masuk ke Laut Sawu dan Selat Rote, sedangkan rute selatan Pulau Timor melalui Basin Timor dan Selat Timor, antara Pulau Rote dan paparan benua Australia.

perikanan. dimana terjadi aliran nutrien secara vertikal akibat adanya upwelling di daerah divergensi ekuator. Selain itu pergerakan arus lintas Indonesia (Arlindo) dapat mempengaruhi perubahan iklim global. memicu kehadiran variabilitas iklim ekstrem. dan kebakaran hutan serta akan gagal panen secara besar-besaran. Dimana pada Musim Barat (Desember – Pebruari) bertiup angin muson barat laut di bagian selatan katulistiwa dan timur laut di utara katulistiwa. Pengaruh secara langsung yakni suhu berperan untuk mengontrol reaksi kimia enzimatik dalam proses fotosintesa. oksigen. yang juga kaya nutrient. Walaupun pada saat terjadinya El Nino terjadi penurunan volume massa air yang bergerak dari Samudra Pasifik ke Samudra Hindia. Kosongnya massa air di wilayah perairan Indonesia tadi kemudian mendorong munculnya up welling dan meningkatkan jumlah klorofil sehingga di perairan Indonesia akan panen ikan. 1982). Dengan melihat akan keberadaan perairan Indonesia dimana karena adanya perbedaan pola angin yang secara langsung mempengaruhi pola arus permukaan perairan Indonesia dan perubahan karakteristik massa diduga dapat mengakibatkan terjadinya perubahan terhadap tingkat produktivitas perairan. 3. yakni besi. nitrat) dan anorganik terlarut (asam amino).Struktur massa air perairan Indonesia umumnya dipengaruhi karakteristik massa air Lautan Pasifik dan sistem angin muson. Seperti yang dikemukakan oleh Cullen et al. karena fakto-faktor yang mempengaruhi diantaranya : 1. perairan Indonesia memiliki karakteristik dengan nilai salinitas yang lebih tinggi. pada lapisan permukaan tercampur tersedia cukup banyak cahaya matahari untuk proses fotosintesa. dam vanadium (Levinton. potassium. Di laut lepas. Suhu dapat mempengaruhi fotosintesa di laut baik secara langsung maupun tidak langsung. Elemen-elemen nutrien utama yang dibutuhkan dalam jumlah besar adalah karbon. copper. sedangkan nutrien trace element dibutuhkan dalam konsentrasi sangat kecil. 2. Keadaan ini tergantung pada berbagai hal. gambar 1. seperti bagaimana sebaran faktor fisik-kimia perairan. Upwelling sendiri yaitu naiknya massa air dari bawah permukaan ke atas permukaan. Tingginya produktivitas di laut terbuka yang mengalami upwelling disebabkan karena adanya pengkayaan nutrien pada lapisan permukaan tercampur yang dihasilkan melalui proses pengangkatan massa air dalam. silikon. fosfor. karakteristik massa air perairan Indonesia umumnya ditandai dengan salinitas yang lebih rendah. sedangkan pada Musim Tmur (Juni – Agustus) bertiup angin muson tenggara di selatan katulistiwa dan barat daya di utara katulistiwa. Nutrien adalah semua unsur dan senjawa yang dibutuhkan oleh tumbuhan-tumbuhan dan berada dalam bentuk material organik (misalnya amonia. cahaya merupakan salah satu faktor yang menentukan distribusi klorofil-a di laut. seperti El Nino dan La Nina. Tinggi . nitrogen. dan kalsium. magnesium. serta berdampak pada kondisi pertanian. Dengan adanya Upwelling yang kaya akan nutrien secara tidak langsung produktivitas primer perairan tersebut akan meningkat. Skema pendekatan masalah hubungan Arlindo dengan karakteristik massa air dan pengaruhnya di perairan Indonesia. (1992) bahwa konsentrasi klorofil-a dan laju produktivitas primer meningkat di sekitar ekuator.

arus-laut-indonesia-juga-serap-karbon. 1998. 103. [4. JALESVEVA JAYAMAHE !!! Referensi : • • • • • Ø Arus Lintas Indonesia ARLINDO BRKP DKP. 1961). Survei toponim pulau-pulau dengan satelit. Rendahnya salinitas akibat pengaruh massa air dari Indonesia bagian barat yang banyak bermuara sungai-sungai besar.7]. P. Kalau arus permukaan dihitung sebagai emisi karena panas. Magana. Geophys. and the prospects for prediction. . Karaktersitik massa air perairan Indonesia umumnya dipengaruhi oleh sistem angin muson yang bertiup di wilayah Indonesia dan adanya arus lintas Indonesia (arlindo) yang membawa massa air Lautan Pasifik Utara dan Selatan menuju Lautan Hindia.T. predictability. Palmer et al.suhu dapat menaikkan laju maksimum fotosintesa (Pmax). tetapi di dalam laut tidak seperti itu. Kesimpulan : Jadi. MUKHTAR A. dan Laut Arafura (Wyrtki. Mengapa Laut Kita Istimewa Untuk Interaksi Laut-Atmosfer?.Si . 14451-14510. Indroyono.2005 Webster. Oseanografi’s blog’s. Soesilo. Pengaruh tersebut mengakibat suhu permukaan perairan Indonesia lebih dingin dengan salinitas yang lebih tinggi sebagai pengaruh terjadinya upwelling di beberapa daerah selama musim timur dan juga akibat dari masuknya massa air Lautan Pasifik. Ada yang lebih menarik lagi dengan adanya arus lintas Indonesia (ARLINDO) menurut Dr Edvin Aldrian bahwa laut kita merupakan laut yang berpotensi menyerap karbon contohnya di Selat Lombok. Monsoon: processes. karena arus itu tiga dimensi. 2004. suhu permukaan perairan lebih hangat dengan salinitas yang lebih rendah. M. Kompas. 2000).Pi. dibeberapa bagian dari perairan Indonesia mengalami upwelling dan percampuran massa air yang mengakibatkan terjadinya pengkayaan nutrien pada lapisan permukaan tercampur dan mengakibatkan tingginya produktivitas primer perairan bila dibandingkan dengan musim barat. sedangkan pada musim barat. Indonesia. Badan Riset dan Observasi Kelautan BROK. J.2009 Irmudyawati Lamona. sedangkan pengaruh secara tidak langsung yakni dalam merubah struktur hidrologi kolom perairan yang dapat mempengaruhi distribusi fitoplankton. Res.. V. Selama musim timur. Beberapa daerah-daerah perairan Indonesia yang mengalami upwelling akibat pengaruh pola angin muson adalah Laut Banda. Selatan Jawa dan Bali dan Laut Timor (Tubalawony..” katanya Dengan adanya pergerakan arus lintas Indonesia ini program pemantauan laut Indonesia harus segera digencarkan agar kita mampu memprediksi adanya El Nino dan La Nina serta pengaruh lainnya lebih awal karena peristiwa ini secara langsung dan tidak langsung akan mendatangkan kerugian besar walaupun ada sisi manfaat dan berperan juga.

Susanto. 98. 1993. C. 1982. NAGA Rep.D. Res. Nature. Davis. S.. Andrie. 1961. R. Fieux. Scripps Inst. M. Geophys. Printice – Hall inc. K. J. Levinton. J. M. Property fluxes at 300S and their implications for the Pacific-Indian throughflow and the global heat budget. 6. O. J.. Ilahude. Res. J. Res. K.. 6851-6868. Lewis.2001 . 2. Geophys. http://coremap. Physical Oceanography of the Southeast Asean Waters. Swallow. Metzl. C. of Oceanography La jolla.or. J. 2003. Marine Ecology. 1996 a. J. T.. and R. Arnold. PENGARUH FAKTOR-FAKTOR OSEANOGRAFI TERHADAP PRODUKTIVITAS PRIMER PERAIRAN INDONESIA. 425.• • • • • • • • MacDonald. Barber. Photosynthetic Characteristics and Estimated Growth Rates Incate Grazing is the Proximate Control of Primary Production in the Equatorial Pacific. Wyrtki. 97 (C1): 639 – 654. 824-828.1] Gordon. Vranes. C. and J. Hydrological and Chlorofluoromenthane Measurements of the Indonesian Throughflow Entering the Indian Ocean. A. G. E. 101 (C5): 12.pdf+pengaruh+arus+lintas+indones ia+terhadap+perubahan+iklim+global Cullen. Geophys. N. [4.. Molcard. Cool Indonesian throughflow as a consequence of restricted surface layer flow.454. Charriaud. Calif. R.433 – 12.id/downloads/0737.7. 1992. Tubalawony Simon. R..