You are on page 1of 14

PENETAPAN KADAR AIR (METODE OVEN PENGERING) AA

BAB I
PENDAHULUAN
A. latar belakang
Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui
sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71° permukaan bumi.
Air diperlukan untuk kelangsungan proses biokimiawi organisme hidup, sehingga sangat
essensial. (http://id.wikipedia.org/wiki/Air).
Pengukuran kadar air dalam suatu bahan sangat diperlukan dalam berbagai bidang. Salah satu
bidang yang memerlukan pengukuran kadar air adalah bidang pertanian . Komoditi pertanian
yang cukup penting untuk diketahui kadar airnya adalah beras. Mutu beras terutama ditentukan
oleh kadar airnya, semakin tinggi kadar air beras, mutunya semakin jelek. Tingginya kadar air
beras dapat berakibat tumbuhnya jamur-jamur penghasil mikotoksin (racun) yang sangat
berbahaya bagi kesehatan manusia. Kadar air juga perlu diketahui untuk biji-bijian yang lain.
Di samping terdapat dalam bahan makanan secara alamiah, air terdapat bebas di alam dalam
berbagai bentuk. Air bebas ini sangat penting juga dalam pertanian, pencucian dan sanitasi
umum maupun probadi, teknologi pangan dan sebagai air minum. Air yang digunakan untuk
keperluan khusus mungkin harus mengalami perlakuan terlebih dahulu misalnya sterilisasi,
pengurangan kesadahan, penurunan BOD dan sebagainya.
Praktikum kali ini adalah untuk mengetahui kadar air dalam suatu bahan makanan seperti kacang
hijau, kacang tanah, kacang merah, dan susu. Metode yang digunakan adalah oven pengering.
Pengeringan adalah suatu metode untuk mengeluarkan atau menghilangakan sebagian air dari
suatu bahan dengan cara menguapkan air tersebut dengan menggunakan energi panas. Biasanya
kandungan air bahan tersebut dikurangi sampai suatu batas agar mikroba tidak dapat tumbuh lagi
didalamnya
Prinsip dari metode oven pengering adalah bahwa air yang terkandung dalam suatu bahan akan
menguap bila bahan tersebut dipanaskan pada suhu 105
o
C selama waktu tertentu. Perbedaan
antara berat sebelum dan sesudah dipanaskan adalah kadar air.(Astuti. 2010: 9)
B. Rumusan masalah
1. Bagaimana prinsip penetapan kadar air dengan metode oven pengering ?
2. Berapakah kadar air yang terdapat di dalam kacang hijau, kacang tanah, kacang merah,
dan susu ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui prinsip penetapan kadar air dengan metode oven pengering.
2. Untuk mengetahui kadar air yang terdapat di dalam kacang hijau, kacang tanah, kacang
merah, dan susu.
D. ManIaat
1. Memberikan pengetahuan tentang prinsip penetapan kadar air dengan metode oven
pengering.
2. Memberikan gambaran umum tentang kadar air yang terdapat di dalam kacang hijau,
kacang tanah, kacang merah, dan susu.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian Air dan SiIat SiIat Air
Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H
2
O: satu molekul air tersusun atas dua atom
hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersiIat tidak berwarna, tidak
berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur
273,15 K (0 °C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki
kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam,
beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik.
Molekul air dapat diuraikan menjadi unsur-unsur asalnya dengan mengalirinya arus listrik.
Proses ini disebut elektrolisis air. Pada katoda, dua molekul air bereaksi dengan menangkap dua
elektron, tereduksi menjadi gas H
2
dan ion hidrokida (OH
-
). Sementara itu pada anoda, dua
molekul air lain terurai menjadi gas oksigen (O
2
), melepaskan 4 ion H
¹
serta mengalirkan
elektron ke katoda. Ion H
¹
dan OH
-
mengalami netralisasi sehingga terbentuk kembali beberapa
molekul air. Reaksi keseluruhan yang setara dari elektrolisis air dapat dituliskan sebagai berikut.
Air adalah pelarut yang kuat, melarutkan banyak jenis zat kimia. Zat-zat yang bercampur dan
larut dengan baik dalam air (misalnya garam-garam) disebut sebagai zat-zat 'hidroIilik¨
(pencinta air), dan zat-zat yang tidak mudah tercampur dengan air (misalnya lemak dan minyak),
disebut sebagai zat-zat 'hidroIobik¨ (takut-air). Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh
dapat tidaknya zat tersebut menandingi kekuatan gaya tarik-menarik listrik (gaya intermolekul
dipol-dipol) antara molekul-molekul air. Jika suatu zat tidak mampu menandingi gaya tarik-
menarik antar molekul air, molekul-molekul zat tersebut tidak larut dan akan mengendap dalam
air.
Air menempel pada sesamanya (kohesi) karena air bersiIat polar. Air memiliki sejumlah muatan
parsial negatiI (o-) dekat atom oksigen akibat pasangan elektron yang (hampir) tidak digunakan
bersama, dan sejumlah muatan parsial positiI (o¹) dekat atom oksigen. Dalam air hal ini terjadi
karena atom oksigen bersiIat lebih elektronegatiI dibandingkan atom hidrogenyang berarti, ia
(atom oksigen) memiliki lebih 'kekuatan tarik¨ pada elektron-elektron yang dimiliki bersama
dalam molekul, menarik elektron-elektron lebih dekat ke arahnya (juga berarti menarik muatan
negatiI elektron-elektron tersebut) dan membuat daerah di sekitar atom oksigen bermuatan lebih
negatiI ketimbang daerah-daerah di sekitar kedua atom hidrogen.Air memiliki pula siIat adhesi
yang tinggi disebabkan oleh siIat alami kepolarannya.
Air memiliki tegangan permukaan yang besar yang disebabkan oleh kuatnya siIat kohesi antar
molekul-molekul air. Hal ini dapat diamati saat sejumlah kecil air ditempatkan dalam sebuah
permukaan yang tak dapat terbasahi atau terlarutkan (non-soluble); air tersebut akan berkumpul
sebagai sebuah tetesan. Di atas sebuah permukaan gelas yang amat bersih atau bepermukaan
amat halus air dapat membentuk suatu lapisan tipis (thin Iilm) karena gaya tarik molekular antara
gelas dan molekul air (gaya adhesi) lebih kuat ketimbang gaya kohesi antar molekul air.
Dalam sel-sel biologi dan organel-organel, air bersentuhan dengan membran dan permukaan
protein yang bersiIat hidroIilik; yaitu, permukaan-permukaan yang memiliki ketertarikan kuat
terhadap air. (http://id.wikipedia.org/wiki/Air).
B. Bentuk dan Tipe Air dalam Suatu Bahan
Air yang terdapat dalam suatu bahan makanan terdapat dalam tiga bentuk:
1. Air bebas, terdapat dalam ruang-ruang antarsel dan intergranular dan pori-pori yang
terdapat pada bahan.
2. Air yang terikat secara lemah karena terserap (teradsorbsi) pada permukaan koloid
makromolekulaer seperti protein, pektin pati, sellulosa. Selain itu air juga terdispersi di
antara kolloid tersebut dan merupakan pelerut zat-zat yang ada di dalam sel. Air yang ada
dalam bentuk ini masih tetap mempunyai siIat air bebas dan dapat dikristalkan pada
proses pembekuan. Ikatan antara air dengan kolloid tersebut merupakan ikatan hidrogen.
3. Air yang dalam keadaan terikat kuat yaitu membentuk hidrat. Ikatannya beriIat ionik
sehingga relatiI sukar dihilangkan atau diuapkan. Air ini tidak membeku meskipun pada
suhu 0
o
F.
Kandungan air dalam bahan makanan ikut menentukan kesegaran dan daya tahan bahan itu
sendiri. Sebagian besar dari perubahan-perubahan bahan makanan terjadi dalam media air yang
ditambahkan atau berasal dari bahan itu sendiri. Menurut derajat keterikatan air dalam bahan
makanan atau bound water dibagi menjadi 4 tipe, antara lain :
1. Tipe I adalah tipe molekul air yang terikat pada molekul-molekul air melalui suatu ikatan
hydrogen yang berenergi besar. Molekul air membentuk hidrat dengan molekul-molekul
lain yang mengandung atom-atom O dan N seperti karbohidrat, protein atau garam.
2. Tipe II adalah tipe molekul-molekul air membentuk ikatan hydrogen dengan molekul air
lain, terdapat dalam miro kapiler dan siIatnya agak berbeda dari air murni.
3. Tipe III adalah tipe air yang secara Iisik terikat dalam jaringan matriks bahan seperti
membran, kapiler, serat dan lain-lain. Air tipe inisering disebut dengan air bebas.
4. Tipe IV adalah tipe air yang tidak terikat dalam jaringan suatu bahan atau air murni,
dengan siIat-siIat air biasa. (F.G. Winarno, 1999 . 3 14)
C. Kadar Air Dalam Bahan Makanan
Kadar air adalah perbedaan antara berat bahan sebelum dan sesudah dilakukan pemanasan.
Setiap bahan bila diletakkan dalam udara terbuka kadar airnya akan mencapai keseimbangan
dengan kelembaban udara di sekitarnya. Kadar air bahan ini disebut dengan kadar air seimbang.
Setiap kelembaban relatiI tertentu dapat menghasilkan kadar air seimbang tertentu pula. Dengan
demikian dapat dibuat hubungan antara kadar air seimbang dengan kelembaban relatiI.
Aktivitas air dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
Aw ÷ ERH/100
Aw ÷ aktivitas air
ERH ÷ kelembaban relatiI seimbang
Bila diketahui kurva hubungan antara kadar air seimbang dengan kelembaban relatiI pada
hakikatnya dapat menggambarkan pula hubungan antara kadar air dan aktivitas air. Kurva ini
sering disebut kurva Isoterm Sorpsi Lembab (ISL). Setiap bahan mempunyai ISL yang berbeda
dengan bahan lainnya. Pada kurva tersebut dapat diketahui bahwa kadar air yang sama belum
tentu memberikan Aw yang sama tergantung macam bahannya. Pada kadar air yang tinggi belum
tentu memberikan Aw yang tinggi bila bahannya berbeda. Hal ini dikarenakan mungkin bahan
yang satu disusun oleh bahan yang dapat mebgikat air sehingga air bebas relatiI menjadi lebih
kecil dan akibatnya bahan jenis ini mempunyai Aw yang rendah.
D. Penentuan Kadar Air Dalam Bahan Makanan
Kadar air dalam makanan dapat ditentukan dengan berbagai cara:
1. Metode Pengeringan (Thermogravimetri)
Prinsipnya menguapkan air yang ada dalam bahan dengan jlaan pemanasan. Kemudian
menimbang bahan sampai berat konstan berarti semua air sudah diuapkan. Cara ini relatiI mudah
dan murah. Kelemahannya antara lain:
1. Bahan lain di samping air juga ikut menguap dan ikut hilang bersama dengan uap
misalnya alkohol, asam asetat, minyak atsiri, dan lain-lain.
2. Dapat terjadi reaksi selama pemanasan yang menghasilkan air atau zat mudah menguap
lain. Contoh gula mengalami dekomposisi atau karamelisasi, lemak mengalami oksidasi
dan sebagainya.
3. Bahan yang mengandung bahan yang dapat mengikat air secara kuat sulit melepaskan
airnya meskipun sudah dipanaskan.
4. Metode Destilasi (Thermovolumetri)
Prinsip penentuan kadar air dengan destilasi adalah menguapkan air demgan 'pembawa¨ cairan
kimia yang mempunyai titik didih lebih tinggi daripada air dan tidak dapat campur dengan air
serta mempunyai berat jenis lebih rendah daripada air. Zat kimia yang dapat digunakan antara
lain: toluen, xylen, benzen, tetrakhlorethilen dan xylol.
Cara penentuannya adalah dengan memberikan zat kimia sebanyak 75-100 ml pada sampel yang
diperkirakan mengandung air sebanyak 2-5 ml, kemudain dipanaskan sampai mendidih. Uap air
dan zat kimia tersebut diembunkan dan ditampung dalam tabung penampung. Karena berat jenis
air lebih besar daripadazat kimia tersebut maka air akan berada dibagian bawah pada tabung
penampung. Bila pada tabung penampung dilengkapi skala maka banyaknya air dapat diketahui
langsung. Alat yang dipakai sebagai penampung ini antara lain tabung Strak-Dean dan Sterling-
Bidwell atau modiIikasinya (Gambar 2).
1. Metode Khemis
1. Cara Titrasi Karl Ficher
2. Cara Kalsium Karbid
3. Cara Asetil Klorida
4. Metode Fisis
Ada beberapa cara penentuan kadar air cara Iisis antara lain:
1. Berdasarkan tetapan dielektrikum
2. Berdasarkan konduktivitas listrik (daya hantar listrik) atau resistansi
3. Berdasarkan resonansi nuklir magnetic
4. Metode khusus misalnya dengan kromatograIi, Nuclear Magnetic-Resonance (Slamet
Sudarmaji, 1989: 57-70).

BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. Alat dan Bahan
Alat : Bahan :
1. Cawan (crusible) porselin
dengan penutup
2. Desikator
3. Tang penjepit
4. Oven pengering
5. Timbangan analitik
1. Kacang hijau
2. Kacang tanah
3. Kacang merah
4. Susu
B. Cara Kerja
1. Cawan porselin yang sudah bersih dikeringkan di dalam oven pengering pada suhu 105
o
C
selama 1 jam dengan tutup dilepas.
2. Kemudian cawan porselin diambil dengan menggunakan tang penjepit dan didinginkan di
dalam desikator dengan tutup dilepas selama 1 jam.
3. Setelah dingin, cawan porselin ditimbang dalam keadaan tertutup (m
s
).
4. Ditimbang sampel 2 gram dengan menggunakan cawan porselin (m
s1
) dan dikeringkan di
dalam oven pengering pada suhu 105
o
C selama 8 jam atau sampai beratnya tetap denga tutup
dilepas.
5. Dengan menggunakan tang penjepit cawan porselin ditutup, kemudian didinginkan di dalam
desikator selama 30 menit dengan tutup dilepas. Setelah dingin cawan porselin ditutup kembali
dan ditimbang (m
s2
).

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Sampel Berat
cawan ¹
tutup m
s

(gr)
Berat cawan
¹ tutup ¹
sampel
sebelum
dikeringkan
m
s1
(gr)
Berat cawan
¹ tutup ¹
sampel
sesudah
dikeringkan
m
s2
(gr)
Berat
sampel
m
s1
m
s
(gr)
Kadar air (°)
(m
s1
-

m
s2
/ m
s1
m
s
) x
100°
Susu 102,762 104,087 104,108 2,025 -1,037°
Kacang
hijau
98,838 100,956 100,868 2,118 4,155°
Kacang
tanah
107,882 109,880 109,773 1,998 5,355°
Kacang
merah
110,086 112,084 111,923 1,998 8,058°
B. Pembahasan
Air merupakan kebutuhan yang utama bagi semua kehidupan. Air diperlukan baik oleh manusia,
hewan maupun tumbuhan untuk proses biokimiawinya sehingga sangat essensial. Praktikum kali
ini adalah penentuan kadar air dengan bahan yang digunakan yaitu antara lain susu, kacang hijau,
kacang tanah dan kacang merah.
Praktikum ini adalah bertujuan untuk mengetahui kadar air dalam suatu sampel. Sampel yang
digunakan dalam praktikum ini adalah susu, kacang hijau, kacang tanah dan kacang merah.
Penetapan kadar air dalam sampel sampel tersebut dilakukan dengan menggunakan metode
oven pengering, yang mana pengeringan tersebut dengan cara memasukkan sampel ke dalam
oven pengering pada suhu 105´ C selama 8 jam atau sampai beratnya konstan atau tetap. Selisih
berat sebelum dan sesudah pengeringan adalah banyaknya air yang diuapkan (kadar air).
Dari data berat yang kita peroleh antara lain m
s
(berat cawan dan tutup), m
s1
(berat cawan ¹ tutup
¹ sampel sebelum dikeringkan), m
s2
(berat cawan ¹ tutup ¹ sampel sesudah dikeringkan), maka
dapat diketahui kadar air sampel tersebut yaitu dengan persamaan:
kadar air ÷ (ms1 ms2 / ms1 ms) x 100°
Keterangan :
Sampel ÷ m
s1
m
s

Selain itu kita juga bisa mencari berat keringnya yaitu dengan rumus
Bahan kering (°) ÷ 100 kadar air
Dari data yang diperoleh dan dimasukkan dalam perhitungan maka didapatkan kadar air pada
sampel susu adalah -1,037°, kacang hijau 4,155°, kacang tanah 5,355° dan kacang merah
8,058°. Dari data kadar ini diketahui bahwa kadar air tertinggi yaitu pada sampel kacang merah
sebesar 8,058° sedangkan yang terendah adalah pada sampel susu sebesar -1,037°. Dari kadar
air ini dapat dicari besarnya berat kering dan didapatkan data bahwa berat kering pada sampel
susu adalah 101,037°, kacang hijau 95,845°, kacang tanah 94,645° dan kacang merah
91,942°. Dari data ini maka dapat disimpulkan bahwa kadar air berbanding terbalik dengan
berat kering.
Pada sampel susu didapatkan kadar air yang negatiI, hal ini mungkin disebabkan karena adanya
kesalahan prosedur salah satunya mungkin disebabkan karena kurang ketelitian dalam
melakukan penghitungan, penimbangan, dan metode pemanasan.
Perbedaan kadar air dalam suatu bahan disebabkan karena perbedaan bahan, metode dan suhu
serta proses penyimpanannya Selain itu perbedaan ini dapat disebabkan karena pengaruh alat-
alatnya seperti timbangan analitik yang sulit stabil dan karena bahan yang digunakan sudah
terkontaminasi dengan bahan lain ketika penyimpanan atau ketika berada dalam desikator.
Faktor-Iaktor yang mempengaruhi pengeringan ada 2 golongan, yaitu:
1. Faktor yang berhubungan dengan udara pengering
Yang termasuk golongan ini adalah: Suhu (Makin tinggi suhu udara maka pengeringan akan
semakin cepat), Kecepatan aliran udara pengering (Semakin cepat udara maka pengeringan akan
semakin cepat), Kelembaban udara (Makin lembab udara, proses pengeringan akan semakin
lambat), Arah aliran udara (Makin kecil sudut arah udara terhadap posisi bahan, maka bahan
semakin cepat kering)
2. Faktor yang berhubungan dengan siIat bahan
Yang termasuk golongan ini adalah: Ukuran bahan (Makin kecil ukuran benda, pengeringan
akan makin cepat), Kadar air (Makin sedikit air yang dikandung, pengeringan akan makin cepat).
Untuk mempercepat penguapan air serta menghindari terjadinya reaksi yang menyebabkan
terjadinya air ataupun reaksi yang lain karena pemanasan maka dapat dilakukan pemanasan
dengan suhu rendah dan tekanan vakum. Dengan demikian akan dihasilkan kadar air yang
sebenarnya.
Untuk bahan-bahan yang mengandung kadar gula tinggi maka pemanasan dengan suhu 100
o
C
dapat mengakibatkan pergerakan pada permukaan bahan. Sehingga terlihat masih memiliki berat
kering yang cukup tinggi.

BAB V
SIMPULAN
A. Simpulan
1. Prinsip dari metode oven pengering adalah bahwa air yang terkandung dalam suatu
bahan akan menguap bila bahan tersebut dipanaskan pada suhu 105
o
C selama waktu
tertentu. Perbedaan antara berat sebelum dan sesudah dipanaskan adalah kadar air
2. Dari praktikum yang dilakukan diperoleh kadar air untuk sampel susu adalah -1,037°,
kacang hijau 4,155°, kacang tanah 5,355° dan kacang merah 8,058°.


Daftar Pustaka
Anonim. 2010. ir. Diakses tanggal 26 November 2010, jam 09.00 WIB.
http://id.wikipedia.org/wiki/Air
Astuti. 2007. Petunfuk Praktikum nalisis Bahan Biologi. Yogyakarta : Jurdik Biologi
FMIPA UNY
Fardiaz, Srikandi, FG. Winarno, dan Dedi Fardiaz. 1980. Pengantar Teknologi Pangan. Jakarta :
Gramedia
Sudarmadji, Slamet, Suhardi dan Bambang Haryono. 1989. nalisis Bahan Makanan dan
Pertanian. Yogyakarta : Liberti Yogyakarta

METODE PENGU1IAN KADAR AIR, KADAR ABU DAN
BAHAN ORGANIK DARI TANAH GAMBUT DAN TANAH
ORGANIK LAINNYA (03-6793-2002) BALITBANG-60051
Pengarang
:
Puslitbang Prastrans
ÞenerblL
ť
nA
1ahun 1erblL
ť
2002
Sub[ek
ť
nA
Lokasl Slmpan
ť
SekreLarlaL 8allLbang
!enls ÞusLaka
ť
Monograf
kode ÞusLaka
ť
8ALl18AnCŴ60031
noŦ klaslflkasl (uuC)
ť
nA
!enls uokumen
ť
8eferensl
lS8n
ť
nA
kolasl
ť
nA
AbsLraks
ť
8lnCkASAn ť ÞeralaLan yang dlgunakan dalam meLode lnl adalah oven yang dapaL dlaLur dengan
LemperaLur konsLan pada suhu (103 + 3)oCţ Lungku pembakaranţ cawan penguapanţ alaL pencampurţ
kerLas alumunlumţ cawan porsellnţ sendokţ deslkaLor dan alaL banLu lalnnyaŦ Þenylapan benda u[l
dllakukan dengan meleLakkan conLoh Lanah yang mewaklll lapangan pada alas kareL berbenLuk perseglţ
kerLas mlnyak aLau bahan se[enlsŦ Ambll se[umlah conLoh dengan cara perempaL dan leLakkan dalam
wadah kedap alr Ŧ ker[akan penylapan benda u[l dengan cepaL aLau dllakukan dl ruangan dengan
kelembaban LlngglŦ 1erdapaL beberapa meLode pengu[lan unLuk menenLukan kadar alrţ kadar abu dan
bahan organlk darl Lanah gambuL dan Lanah organlk lalnnyaţ yalLuť 1Ŧ MeLoda Aţ kadar alr dlLenLukan
dengan mengerlngkan conLoh Lanah gambuL aLau Lanah organlk pada LemperaLur 103oCŦ (8) ÞrosenLase
kadar alr dlnyaLakan Lerhadap beraL Lanah kerlng oven aLau beraL semula (A)Ŧ 8umus penghlLungan
kadar alr unLuk bldang perLanlan adalahť ( A Ŵ 8 ) kadar Alr (Ʒ) ƹ ŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴ x 100 A keLeranganť A ť
8eraL conLoh semula (gram)Ť 8 ť 8eraL conLoh kerlng oven (gram)Ŧ unLuk bldang geoLeknlkť ( A Ŵ 8 ) kadar
Alr (Ʒ) ƹ ŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴ x 100 8 keLeranganť A ť 8eraL conLoh semula (gram)Ť 8 ť 8eraL conLoh kerlng oven
(gram)Ŧ 2Ŧ MeLode 8ţ pengerlngan conLoh Lanah gambuL dengan menguapkan kandungan alr pada
LemperaLur kamar (pengerlngan udara)ţ dan melalul oven pada LemperaLur 103 oCŦ MeLode lnl
menghasllkan conLoh kerlng udara yang leblh mnLap dan cocok dlgunakan unLuk pengu[lan nlLrogenţ
pPţ perLukaran kaLlonţ dan sebagalnyaŦ ( 30 x M ) 8eraL eklvalen conLoh ť 30ţ00 Ŵ ŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴ 100
keLeranganť M ť kadar alr yang hllang pada pengerlngan udara (Ʒ) ( 30 Ŵ 8 ) x 100 kadar Alr (Ʒ) ƹ ŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴ
ŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴŴ 30 keLeranganť 8 ť ConLoh kerlng ovenŦ 3Ŧ MeLode Cţ penenLuan kadar abu pada conLoh
Lanah gambuL aLau Lanah organlk dlLenLukan dengan melakukan pembakaran dalam Lungku peraplan
pada LemperaLur 440 oC ţ seLelah dllakukan pengu[lan kadar alr seperLl pada MeLode AŦ kadar Abu (Ʒ) ƹ
( C x 100 ) / 8 keLeranganť 8 ť 8eraL benda u[l kerlng oven (gram)Ť C ť 8eraL abu (gram)Ŧ 4Ŧ MeLode uţ
penenLuan kadar abu pada conLoh Lanah gambuL aLau Lanah organlk dlLenLukan dengan melakukan
pembakaran dalam Lungku peraplan pada LemperaLur 730 oC ţ seLelah dllakukan pengu[lan kadar alr
seperLl pada MeLode AŦ kadar abu dlnyaLakan sebagal prosenLase beraL abu Lerhadap beraL conLoh
kerlng ovenŦ 3Ŧ kadar organlk dlLenLukan darl hasll pengurangan 100Ʒ dengan prosenLase kadar abuŦ
kadar Crganlk (Ʒ) ƹ 100 Ŵ u keLeranganť u ť kadar abu (Ʒ) 1Ŧ Þengu[lan kepadaLan Lanah dl lapanganŦ 2Ŧ
ÞenenLuan kepadaLan Lanah Lldak Lldaak berkoheslţ granular yang cara lalnnya Lldak prakLls dan
dlgunakan unLuk Lanah yang sebaglan besar Lerdlrl darl Lanah berbuLlr kasar yang mengandung buLlran
halus makslmum 3 Ʒ dan ukuran buLlran makslmum 19 mmŦ
AbsLrakLor
ť
nA
noŦ 8ak 8uku
ť
nA
SLaLus Þemln[aman
ť
1ersedla

ANALISIS KADAR AIR (Metode Thermografimetri)
ANALISIS HASIL HASIL PERTANIAN
ANALISIS KADAR AIR
(Metode ThermograIimetri)

A.TUJUAN
Agar mahasiswa mendapatkan pengetahuan dan terampil menganalisis kadar air bahan hasil perkebunan
metode thermograIimetri.
B. DASAR TEORI
Air yang terkandung dalam baahan pangan merupakan salah satu Iactor penyebab kerusakan pada bahan
pangan. Pada umumnya bahan pangan yang mudah rusak adalah bahan pangan yang memiliki kandungan
air yang tinggi,air dibutuhkan mikroba untuk pertumbuhannya. Demikian juga air dibutuhkan untuk
berlangsungnya reaksi-reaksi biokimia yang terjadi didalam bahan pangan,misalnya reaksi-reaksi yang
dikatalisiss oleh enzim. Air yang dibutuhkan untuk terjadinya berbagai reaksi didalam bahan pangan serta
tumbuhnya mikroba adalah air bebas. Air yang terikat secara kimia sulit digunakan mikrobia untuk hidup.
Oleh karena itu dilakukan analisa kadar air. Analisa kadar air dapat dilakukan dengan beberapa metode
contohnya: metode thermograIimetri,metode thermovolumettri dll,(daryus.2006).
Kadar air dalam bahan pangan sangat mempengaruhi kualitas dan daya simpan dari bahan pangan
tersebut. Oleh karena itu,penentuan kadar air dari satu bahan pangan sangat penting agar dalam proses
pengolahan maupun pendistribusian mendapatkan penanganan yang tepat. Penentuan kadar air dalam
bahan pangan dapat dilakukan dengan beberapa metode,yaitu metode pengeringan dengan oven,metode
destilasi,metode kimia,dan metode khusus.
Air yang terdapat dalam bahan pertanian dan perkrbunan meliputi:
1.Air bebaas,terdapat diantara ruang-ruang antar sel dan inter granular dan pori-pori yang terdapat dalam
bahan.
2.Air yang membentuk hidrat
3.Air yang terjerat pada permukaan koloid seperti protein,pectin pati,selulosa dll.(Anonim.2010).
Pengeringan adalah proses penurunan air daari hasil pertanian sampai kadar air setimbang dengan
keadaan udara disekelilingnya atau sampai kadar air dimana mutu hasil pertanian tersebut dapat
dipertahankan dari serangan jamur,aktiIitas serangga dan enzim,pengeringan biasanya dilakukan dengan
oven. Metode oven (thermograIimetri) memiliki beberapa kekurangan yaitu bahan lain ikut menguap,ada
air yang terikat kuat pada bahan yang tidak terhitung. Berat sampel yang dihitung setelah dikeluarkan dari
oven. Berat sampel setelah konstan dapat diartikan bahwa air yang terdapat daalam sampel telah
mengguap dan yang tersisa hanya padatan dan air yang benar-benar terikat kuat dalam sampel. Setelah itu
dapat dilakukan perhitungan untuk mmengetahui ° kadar air dalam bahan.(Anonim.2009).


C. BAHAN DAN ALAT
C.1.BAHAN
a) Lada putih
b) Pala
c) Cengkeh
d) Kembang pk
C.2.ALAT
a) Spatula
b) Neraca analitik
c) Desiikator
d) Oven
e) Botol timbang
D. METODE KERJA
1. Ditimbang bahan yang telah dihaluskan sebanyak 1-2 gram dalam botol timbang yang telah diketahui
beratnya.
2. Kemudian masukkan kedalam oven pada suhu 105°C selama 4 jam.
3. Selanjutnya dinginkan dalam desikator kemudian timbang.
4. Panaskan kembali dalam oven selama 30 menit dan dinginkan lalu timbang kembali.
5. Perlakuan diatas diulangi hingga tercapai berat konstan,yaitu selisih penimbangan berturut-turut kurang
dari 0,2 mg atau 0,0002 g.
6. Hitung kadar air bahan secara dry basis (db) berdasarkan berat kering bahan dan wet basis (wb)
berdasarkan berat basah bahan dengan rumus.

E. HASIL PENGAMATAN
1.Tabel pengamatan
No Jenis bahan Berat sampel (g) Berat sampel (g) Berat botol kosong (g) Kadar air (°)
4 jam 4,5 jam 5 jam 5,5 jam 6 jam 6,5 jam wb db
1 Lada putih 1,0063
1,0077
2 Pala 1,0175
1,0105
3 Cengkeh 1,0107
1,0124
4 PK 1,0008
1,0005




F. PEMBAHASAN
Air merupakan komponen yang sangat penting dalam kehidupan,termasuk dalam produk hasil pertanian
dan perkebunan,air yang terkandung dalam bahan pangan merupakan bentuk Iisik dan Iaktor penting
dalam kerusakan bahan pangan. Oleh karena itu kandungan air kandungan dalam bahan pangan harus
diperhatikan,dikarenakan air dapat membantu pertumbuhan mikroorganisme.
Ada beberapa metode untuk menentukan kadar air dalam bahan pangan. Salah satunya metode
thermograIimetri atau metode oven yang mengunakan suhu panas untuk proses pengeringan. Tetapi
didalam metode pengeringan memiliki beberapa kekurangan yaitu: bahan lain yang terdapat dalam
sampel ikut menguap. Bahan yang telah dikeringkan harus didapatkan berat konstan yaitu selisih
penimbangan 0,2 mg. berat sampel yang telah konstan tersebut dapat diartikan bahwa air yang terdapat
pada sampel telah menguap. Yang tersisa hannya padatan dan air yang terikat kuat dalam bahan. Setelah
itu dapat dihitung ° kadar air dalam bahan.
Setelah melakukan pengujian kadar air dari beberapa sampel yaitu: lada putih,pala,cengkeh,dan kembang
pk. Cengkeh memiliki ° kadar air paling tinggi dibandingkan dengan sampel lain. Ini menunjukkan air
bebas yang terdapat pada cengkeh banyak,mungkin dikarenakan pada saat penjemuran cengkeh belum
kering. Tapi Iaktor udara pada lingkungan praktikum juga sangat berpengaruh dalam penentuan kadar air.
Maka dari itu setelah melakukan pengerigan atau pengovenan dianjurkan sempel wajib dimasukkan
kedalam desikator. Desikator yang memiliki selika gel yang berIungsi menyerap air. Setelah bahan atau
sampel dimasukkan kedalam selama 15 menit,barulah timbang sampel tersebut. Pemanasan atau
pengovenan dihentikan setelah mendapatkan selisih penimbangan seberat 0,2 mg atau 0,0002 g.
perhitungan ° kadar air berdasarkan dry basis (db) dan wet basis (wb).

G. KESIMPULAN
Setelah melakukan praktikum analisis kadar air metode thermograIimetri dapat disimpulkan bahwa:
1. Penentuan kadar air dapat dilakukan dengan metode thermograIimetri
2. Air bebas yang terdapat dalam bahan telah menguap yang tersisa hanya air yang terikat kuat dalam
bahan.
3. Dalam penentuan kadar air metode thermograIimetri sampel dipanaskan dengan suhu 105°C

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2009. LAPORAN PRAKTIKUM PENENTUAN KADAR AIR.http://blog.web.id.
Diakses 16 oktober 2010.
Anonim.2010.METODE OVEN.http://sceibd.com. Diakses 16 oktober 2010
Daryus.2006. KANDUNGAN AIR DALAM BAHAN PANGAN.http://id.shvoong.com.
Diakses 16 oktober 2010.

Penentuan Kadar Air Cara Pengeringan {Tbermogravitimetri]
Prinsipnya menguapkan air yang ada dalam bahan dengan jalan pemanasan. Kemudian
menimbang bahan sampai berat konstan yang berarti semua air sudah diuapkan. Cara ini relatiI
mudah dan murah. Kelemahan cara ini, yaitu:
- Bahan lain disamping air juga ikut menguap dan ikut hilang bersama dengan uap air misalnya
alcohol, asam asetat, minyak atsiri, dan lain-lain.
- Dapat terjadi reaksi selama pemanasan yang menghasilkan air atau zat mudah menguap lain.
Contohnya gula mengalami dekomposisi atau karamelisasi, lemak mengalami oksidasi dan
sebagainya.
- Bahan yang mengandung bahan yang dapat mengikat air secara kuat sulit melepaskan airnya
meskipun sudah dipananskan.

Untuk mempercepat penguapan air serta menghindari terjadinya reaksi yang menyebabkan
terbentuknya air ataupun reaksi yang karena pemanasan, maka dapat dilakukan pemanasan
dengan suhu rendah dan tekanan vakum. Dengan demikian akan diperoleh hasil yang lebih
mencerminkan kadar air yang sebenarnya.
Untuk bahan-bahan yang mempunyai kadar gula tinggi pemanasan dengan suhu 100°C dapat
mengakibatkan terjadinya pergerakan pada permukaan bahan
Suatu bahan yang telah mengalami pengeringan ternyata lebih bersiIat higroskopis daripada
bahan asalnya. Oleh karena itu selama pendinginan sebelum penimbangan, bahan selalu
ditempatkan dalam ruang tertutup yang kering misalnya dalam eksikator atau desikator yang
telah diberi zat penyerap air. Penyerap air/ uap air ini dapat menggunakan kapur aktiI, asam
sulIat, silica gel, aluminium oksida, kalium klorida, kalium hidroksida, kalsium sulIat atau
barium oksida.
Silica gel yang digunkanan sering diberi warna guna memudahkan apakah bahan tersebut sudah
jenuh dengan air atau oelum. Bila sudah jenuh akan berwarna merah muda dan bila dipanaskan
menjdai kering berwarna biru.

.

/ 50/. 47.

.

.3 :39: 0507:.././.9:-.8 249483 7. /.5.  /.7 ..7.3 9070- /. -039:  7 -0-.7 .253 907/.7.7 .9 /507:.:./.3 /.7:8 203.28:./. .3...32. .3./.5.3.8.3.7.3..7.5.3 203:.3.7 8:.3 00  %33..::39:- -..3.  !7.507:/09..3 503:7:3.7 .  802.2.3 8.3808:/..5738550309.:.3.3 /:3.8.9: -/.2 -07-.380-.3/03.39.9 9:2-:3./.3 /./. . 8::  4  80.9:-.3 /..9 /.3 .-.9 -07-.2 507.7274-. .8  503:7./5.3.7.7 -07...:39:20309..3 ..3. //././.3 207.3 20207:...3.3   8.3203:3.980-0:2/.9 -0-.99:2-:.: .3/:3/.203:..3.3.03 503073  !03073.8907:9.3 80.72094/04..2 -.3 2.9/.9: 2094/0 :39: 2030:. .3.3 :8:8 2:33 .7. .-07.03503073   07../.3..3.7..9:2....2.3. -/...:.8..7 . 8:.-.3  503..:  .9.7..9:-.3 90780-:9 /5.2 8:./..3 5./.2 /. .32094/04..790780-:9/03.7  !03::7..8:...9: -.3.3..7/03..././.2.9.  .73.8  2:9:3.5.3.7 /.3  $.:5:3 574-.38..2 -07-./.3805079.73.:3  .3 /:3..3 8:8:  094/0 .303075.2:7 .38:8:  %::. 4.7-.8..2.7 -07.../  90344 5.  /./.7 907/.28:../.3 .3 93 .3 .3 ...7 .7.3.3.03503073./.3207. 802..3.390780-:9/:7.2:7 503.7.9.32.3 503::7.9 50393 :..3 .23.7:.3 .5 -.3 80-.3/:3.9:-.3 40 .3 8.7.25.3 9.3 /..3 80-.3.3 .3  424/9 5079. !7385/.8 3 8./9039:..:: 28.3..9: 9079039:  !07-0/..../..32.7 /.8.3 .3 5079.   .5.: 203.3..3 ../.5.308.3:8.8 /..8 :2:2 2.::550393:39:/09.7/..3 ..3.3907.3.9//.-07.3907/. -.7.8 / . ....2.9 -07.5.39.3.. 89078.3.. 8.-.5. -/.080.7 89:9      #:2:8.7 23:2  7 .3.39.8 :9:-07.:...8 .  ../.3 8.2 5079.

3 207.954.8..3.3907/.3-07.7. .-07.7.37/.38 2.3907. .9/9:8. .3-.350309.7 720280:2.5.. 009743  9070/:8 203.7.54891 ƒ /0.3 50393  .380:2.7. /. .3 43 /74/.3 :39: 20.:. /.79 . /03./. 43 /.2.7.3/.9 9/.3 .3.9 90780-:9 203.8/./.3.7  .39039.2  -0-07.9424803 ./.3.8.3/3.2-.  /80-:9 80-.8803..7.3/902507.3 0097430./.7.9.9: .3207.2.9:7     S  .9   02-07./. 408 . 240:.39.:5738550309./ .7:9 /03.7  720302505..7. 240: 240: .808.9..4...:  .703.7.323.8080:7:.2 .2 .3809.../:3.78..3.9 $1.3 -07.3.8  /.7:9 .7 9078:8:3 .2.942/7403 .9 /7414-  9.  .25:7 /.9 .7  0.38:8:    !&$%  !03079.2:.7.3 -../..32094/04.8..25: 203.7 #0.5. .320303/.3009743.3907/.39.7 /. 9: 5.94/.39.9//.   $02039.7.8 /:.3./.5.3 8:..7 /9039:.240:.8.3.9:.. . -.7. 9.8/03.././ .31. 203.2.3 7:2:8 2..91 ƒ /0.3  43   8079.9 2.9424803.7/03.7 . . .:.39../.7 897 .7.3. -07.3.942 /7403.:5.43/889..035.:9 .9 /741  503. 9/.7:9 ..5.3 203. 9.5.3/3 0:.-./ .9: 50.90-0097430.3.7 /.7:9/.380-. 50.91/-.3.7 .2:/.7/03.7240:..3..3 -.3 :.9  20.3 . /.9//.7/.3.3 .35.9: 240: .9 ./.907-039:02-.7.-07-.39/..: ..73.02.3.038. 3 207:5...7 28.9.8.5.7-070.9 /.99/.  805079 .2 .9424803 7-0781./.703.3 40 /.3 -078.3907.9 .35738550309.5/:.34/.3 203..90..9 2./..907.5/..8.257 9/.5.39....73.97 7 .3  203.5. /03.78.7.9:5. 8:..2 .  . 2..7:9. 240: .. ..7 .2240:47.30.  /:.7.. /:.7:9.9.95.8 4803   2005.2  :..25:7/03. .3.9.7:8 897  !748083/80-:90097488..2.3. /./.3 202 02.3 !.3  40: .33.7 240: 240:.2  /80-:9 80-.3:2:29039.7 203.39/.3/3 ..38:8:   .3 -.././.23097.9 .990780-:99/.980.2. .5.3.8.3 8:.7-0781.7:9.3.9 .   8.3.9: .2:.7 !. 038 .32094/04.3.3..3.3 907:7.  &39:20309.03503073    &39:20309.7.9 /:7.3.-07:9  7 .9.7./ :38:7 :38:7 .2 .3203.7 28.9 2.3$1.9.9 9/.25:.70097488. 8:-89.-0-07.94/. 3907240: /54 /54  . .03 503073    02-07.9424803-0781.7 203. 203.3 5.

/08 0-:../ 809.. 0.91092-.3 -0781./.9/. 0.9:.9 -078 .3202-:.9.7  .7  .7.33.9 /741 .7240:.2 240:  203.7 .: -05072:.3.3 -08.3 :..5.8.9202-039:8:.30 47.3 202-7.58..2 80 80 -44 /.7.3 /.3240:.39.9.942 4803  202 0- 0:..3 ..2.7..3 9./809.9.7 240: 240: .3/.7.3 0.9 408 .39.9.2.3 /80-.8/.7  5.703./.3 /03..3...39..81.5.7 /9025... -07.9.2 80-:.7  995. .:8.3 47.790780-:9.79 203.3 /.07. 5072:.942 /7403 7 2025:.7. /..9:  5072:.8 .3-07:25: 80-. 009743 009743 .7240:.3 .5. /.3 40 :.07.393/80-.. 3 /.2054.3958 9312 .7 -078039:.9 80:2.3 5072:.2.3 343 84:-0 .3 5072:.3 5072:.9907-.9 8./08 .91009743 00974390780-:9 /.07.9.3   .3 30.9 /..3 .3 /2 -078.7/.-..3 202 09079.7 2:.3 574903 .34081.90. 80-:.8 80-:..39.2. 90908.7009743 009743 0-/0. 5072:.7:9.9.9./.9 907..7.9092-.3 .9..408.9424803-072:.30  .30- 30. 81.3.:907.  7 202 90.3.9. :.5.9.93.70/:.7 ..-..

.

47./ 50/.

.

9.3 .978 -.7..39../. .3. 8:: 4  .3.5./.3..//.3 080. 907/85078 / .9 43 803.3 9: 803/7 $0-..703. 907..: -07.35007:9.7202-039:.3 44/ 2.7-4/7.3   %50.7 2:73  /03..3 .3.32..907/-.70.3 /9.73..7.3 2.9 /789.9 .:-4:3/.3240: 240: .3 2.07 805079 574903  5093 5..3/7403    7 .7/.3 .9/03.  $0.3-08.7.381.2 -039: 3 2.29..3 /...2 -.3 .950240:.3 907.7507:-.7202-039:/7.3 9/.3 2.39.7/03.3-070307-08.7   039:/.. 574808502-0:.8  907/. 950 .8 /. 9.3.3/:3.9 .:8:.5.9: -./.3%507/.7.3805079.7 .8.3 907/.3-.:..507 807.95..2 .//.918:..73.3907.74240:.44/90780-:9/. 81../..3 ...3..7.7.7 40:.9:-.507/.7 /.2    %50..3 80.3. /.7 -.9  ..: ..3 907/.    3.3.5 907.5./.9.7..93..5.95.39.9 81.3.9..3 547 547 .9  80:48.7 ./.9.. /.3 7:.3 -.203..381.950240: 240:...9.7.3 7.3 805079 202-7.2 .3:..942 /.7 /../.3.734    .28:..3/:3..5.9.7 :. 5072:..9 :.9/.3 ./.3.-039:   7 -0-...220/.3907.9./847-8  5.3 .32.9/. 02.7.2 0.7 /.3 8:.3 /.9.5.3 507:-.3907/..3 /.3 5.7 .:/:./950 .3    7 .7-0-.-07-0/.942 .-..3 9: 803/7  03:7:9 /07.2 7:..8    %50 ' ./.3207:5.72:73    %50  .9/.7/. 950 .9.3 739/.9 574903.7 -0-.8 909.3 39077.280 7././.3203.3 /.3.9.3907/. 907807.2-.9 /..3 907.3.780 /.5.9 80.9:.5 2025:3.39..8.9.2$:..9.7-.344/90780-:9207:5.9:.9 /./.720.202-0:2085:35.3240:..9 /.240: 240:.9 .3 9: ./.3/7403/03.9/.9 0907.2 -..3 :9 203039:.33...3 795038073/80-:9/03.9: 202-039: /7.3..2274.9. 18 907.3 /7403. -071..3 .7.

7.3 /./.-.7 .3.39.5.39.:.3  $09.7.3 /03./809.8.7-..370..5..9/9:3/03.5002-. -07.3203:3.3.3 203.3.3:/.9 -.9203.7802-.3 -.77../. 03.37:2:8 #.3.2.3/.7.9:-:3.3 .7...5 -. .7 .8.3. 907-:..3 502.-.7 .370./. /.5./../. 507-0/.73.7/.73.5.9/-:.33/80-:9/03...7.. .7802-.7802-.-.7./.91  9./.919079039:/./..3 808:/. . /09.3 /02.9. 0802-.3.3 80-0:2 /.2 :/..7.3/03.39079039:5:.3002-.3  $09.3 .3..7. .8.3002-.

3.75./.3 -. /.3.5./5.3 /03.5-.7 /.3    094/0089.8 %0724.32025:3... :..3-07-0/.92:/.3 . 203../.5.7. 203. /./. 90780-:9 /..:.3 .8.3  .38./.253 .33.9..703.33.2..7 ./70.3 -078.3.7/..393-0:2 9039: 202-07.3 ...2.3 002-.32:7.3 8.3..38.9/9039:.7.:.2-.: -.94389. . :9 203:.   !03039:.370.3 2:33 -.7  :7.3 /03..: :7..8.3    .7.7 .248/.73.8.3 70.91 203.7 ..7.3 .78:/.  .3 203..7 802-.3 .8.9.2097  !73853.3-.   094/0!03073.3/. .3 .. .3 2.. ..3 :9 .3 .2.3.3 .-.33.8  02.3 .3 502-.8 .8.3 203..3/.9.2/0425488.44 ..79802:.9907..3.-.-.3 5:.3.3/089./.5.3 .3 ..3.7/03.3 9/.7.370. 002.3 /..3  02:/. :7.7.9 20-..- $ $09..7.3 ...3 :..91802-.7 :..3.2 -..502.3/03.    . /.7803.5 28.3703/.. 3 /.3.8 /.380-..7 .7.38.5.3 2032-.9:/8:8:340 -.3.39:32.3 / 8.33.9 8:9 2005..9.39.3. -0:2 9039:202-07..3-07.39./..3   .7 /.5..7.9 .8.7 .22. 99 // 0- 93 /.4:2097  !7385503039:.849072$475802-.2.203:.2085:38:/.3 502./.5 .8.7./:.7 . . 3 8073/80-:9:7.91 5./.5 /./.9 /09..93. 203:. !.3 ./.3.-07.208. /03.912:/..2. .870.5.7.809./.7 -0-.9.3 ...303832025:3.3 .9 23.5.3-07-. :-:3.5.3 ..3 .7.9 203.. :-:3.2-.5./.7 80./ 0- 0. /09.77..25. -.3/:3 -.7 #002-.3  4394:.3.  !.9 203. /./.3 .7.8.-..3 93 -.987 /.3 .907. /03./.9.3.25:7 /03.7/02. -07-0/. 203:.  .93...$.5.880..7. .3 2025:3...9.9 .3 %07247.2.39.

7 0- -08.7  .7.7.3/0097:2 07/./.3.309.7.   . 9.9/09.5.3 8:/.. .38:3 . -07..8.75.25:33. /-.5.-:3$97. 2 02:/.7.8897 /.3.7    094/0028   . 5.5.9.3..7 /.3.3 /..7897 .38.8.3.947   .309.0.203// &.33. 094/0 :8:8 28.9 /:3.7-/   .3 742.9 038 0- 703/.3         07/.: .-0-07..7..39.7.3/5.9038 .7.92.503.2/03.209 $:/...80947/.5.29.8.503039:.7 .25.03 503073 5. 0..3.-07.7.9..39.3503059   $:8:   .8079.83.7.5../.3503:9:5   .3 -07..39.9.07.25:3 .2./.188.90780-:9/02-:3.72.25:3/03.58. 2025:3.  25.../...7 .:24/1.3 / /.././03..3.947..3.703.3. /03.383:72.34  . ..3 .%97.9/.3 -.-:3 503./.0 $.2.343/:9.3.92.7 /. .7.9  .3.-.3 .9.9 .39.3 .3202-07.03503073   %2-.3203..: /03./.80-.39:9:5/05..3909.3.9 2.3.370843.3..503039:.. .80-. 8::  4  80.250.470903/.07   . -078 /073.9.7.-:3503. 90780-:9 2.25:3 .39.7.8  .:70889.25:3/.7.   094/088 /.8.-:3503.../..75.3/9.780-.7.3/:3.5.3207.7./.3.3.9 2.3/5.8.2-.3$9073 /0.394:03 03 -0303 9097.1  :.8:2.3   .39.....2 4..8..38 07/.7/. .7.3 /5077..   08.3/. #0843.7:8-0 547803   .      % !#%&  .3/.   %.. /.3 547803 .

3203:3.:8..3 203:3..  ...3 8.3 503059 /.20.3 203:3..2   $090.3 28 7             07.947/03.035030735../.2- /03.250 28 28 7          .9 8.2/08....3 9..3 / /.3/ /.8 $.9..7. -07.2..39079:9:5 28   92-. 8:: 4  80.3//33. /..3 28   ' $!$  .9..909.93.3503059.25.24.3547803/9:9:5 02:/.250 808:/...3547803/92-./33 .3//.94780.7   28 28..9 .9:9:5 /05.250 80-0:2 /073.39./.250 ]7.3/92-../.3 .  02:/.3  9:9:528 7  07.9./33.39:9:5/05.2/03..5/03.. /073.250 07..39:9:5/05.3 9:9:5  8.8   03.3 9:9:5  8.2 /08..880.8 $090.3547803 28 /.3 28 7             07..3 547803 /.3. 2039/03.3547803/9:9:502-..3 //33.2.2.2.3/.3/073..

.3207.3.: ..402.7 ..3 207.3-.3:9.2 8:.2 8.3..3. .0/:5.3 9..250  8.3.7.3 /.803.30-:9:..../.3 2.7.  0.2 .8.3 .9: 8.7 /... 3.3 7/507:.3 /03. 202.2 57..:  .2..39....3.3 9.3.: ./.28 28    $:8: .3 .-.3 90780-:9 /03.. -079::.38:8: ..3-..7 /.3 8.3 203:3.3 .3..8:.250 90780-:9 /.250 0 /.3/:3..3.3.                    !02-. /.9:2 3 . 8:8:  .250 .:.3 /:3.3 2094/0 4.3.9088038.250  $.5.7/03.3 207. !7.32.  !7..7.39....7 .3:8. 503073.3 7207:5.503039:.././.3.3 ./..:5:39:2-:..9:.9:2..802:..3..  !0309..03 503073  .8../../.3 .3 :39: 20309.3:39:574808-42.:  .9:2 3 .

:8.7 28 28..9/09.-07.9.:..:909.25080-0:2/073.250808:/.3 2.25.3.....503073./073.035030735.2.4389.9.50740..7.-07.7.3 .39.5.980-0:2/.3 9:9:5 8.3 9:9:5 8.3/./.78.3 .93.9.7.9.3.4.5 $08 -07.25090780-:9.2.2.328 -07.3.8::  80./.35078.39.3808:/.3 28 -07.3/:.7.. /.7..7  .3.5.9../.9.-./..9:/03./.9.39:9:5 28 -07.7/..

/.3 /.9.3.9 073 5..5..3 /2.05. 805079 92-.-8.9073   .5.7: .5 5488 -..9:  ..7.3 .. 3 2.3 207.33..9.-07.3.5. 80-08./.3 3 . .7 -08.3.7 80/.3202503.3 -07.9: -.7 .9 /825:./..9:/03.3 0909. 907439.-..73.7.3.3 8:9 89.73/09.9.-.3 802...3:/. 2.3 9.3 .3073    .- /..7 .703.3.23. 8.3.3 . .9-.9 /80-.3..3-.381. -.....3.3 .7-07.203.3 /.2.2508:8://./.3 8:: 8079.9 0...9 073 /.:09.3 -...3 9: 507-0/.7 -07-.8:.7....7 /.05.    ..7 /....2 5079:3.91 ./.3 .7.703.3 .7. .3 0....9:/.9 ..50325.9:3.3.8: 443..-...5.05.3.7.32:33/80-.3 :/.35039:3.9.7.3 802./. -.3.7 3 /.. .3 93 8:: :/.3 207. -07.05. 507-0/.8.7./.2508:8:80-08.443.   .3.3.703.503073 .3 . /03.7.3.- :/.9 .7.5.9:5./.3 .-..   /.3 8:/. $0.3 2..39:9.93.3 .32094/0502.3 9072. //.947./.3 ..3 -.25028 28 $0.9073  !.28 28   0907.7 /.3/03.7:503073.     .3 //.3 3 /.2-.3/3 907-.3 $.330..7.790793.3 02-.3 802.3  2.7 ..05./.2 20.3 /../.3.3 ./.:. -.7.3 9.7   .7 .3..3:/.:    ./.3 :/.. .:    .   /.3-07:-:3.3. /.3 .3 5032-.3-07:-:3.7 5./.947 1.9.9.. 8.3  !07-0/.5.7.7./.3 . :/.947..37:2:8 . 8.7.3 .9././..947.3 .3..703.3.3  2094/0 /. 2:33 /80-. 503.. 08.7/./.9. 8:/:9 ./.:..3 57480/:7 8.3 .8.503073.3 /80-./..3/03... 503073.503073 $02.309.-.8.3207.7 . 574808 50325.3 /50740 /.9 002-.. :7.$:: .250 8:8: .. 907.250.7./.947  ..2/08. -07.90733.250 8:8: .    .3 ./.:-.703.3 /:3.9 7.390703/..9 /.3 /.  574808 503073..5.3.8.3 802.8/03.3.3 .2 8:.3.9.

9.7   .05.7:39:8.3   !7385/.350707.3.35.907..3 9072.3 .3.39.3 /02.5.3.980-0:2/.28:.3 0.35.3 907.9 /.7 . /.05..:.3 8:: 703/./5.:.8.3-./.3 2.7.9: 9079039: !07-0/.3/50740.    .380/9./. /.3 .8.     .8.3.93 2..3.3 ...3 -.7 907. 70..8:: 480.02-07  ..3/.390780-:9/5.3207..3.:2  03.9 073..757.:  ..3 .8: 443.7 ./3. ..72094/04.3808:/../..3..9:2.3 .8.8.. 2033/.7.8 .8 .32.2.3 /03..3 .7!:89./.5..-.39.7.5.3.7 .7 :.7 8079.2508:8:.3 80-03.7.-.3907..3 3 ./.8./.4.....3 $03.3 90./.3 /03.3.03503073.3.3.3 2030-.-.05.3 502.9 .3203:.2    995.3/:3/.3 .3/.:5:3 70.3.73..8202-07./..9203.  &39: -../3.9: -.3.&:7.703.92.../..  503073.-07.. 3432   7 ..7. ::7.7 .9.::593   ' $!&  $25:.32.9  &39: 202507.19.3/:3 . 502.5-.3 /./. 502.3.3 -.7.3 .3 -03/.3.3 .8089. /./..3 203.9 503:..3.3/:3 503073.3 8::  4  /..-.5072:.3.

.

/ 50/. 47.

.

3.209 $:.7 89:9   !09:3:!7.3 4.88.79.30/.3. $:/. 7...72.7434  3.3..3/  3.9:23.79.79.3.20/. $7..3 !079.  !03.734 /.7/.7//.344 4.:7/44 !& .7%0344!.39..  .-0794.3/.7/.88.79.3 .3./ $.3.2-...

3!7.3  !:89-.°–f€  9¾ff  @ -  - f¾€f¾%D.% !&## #&  ##%&%% #     %   !03.897.7.38 9 °    - @f°@      ©   - f¾¯½f°    ff f f°–  °¾9¾ff  .

%  -  °¾¯ °   €  °¾  -  - f¾  -  ¾f¾  -- 9 fff°f°– –°ff° ff¯¯  °f ff °f°– f½f f °–f°  ¯½ f°¾f°½f f¾%+%.

°–½ ¯ fff° nff°½ °–f½f° ff½ °nf¯½   f¾f¯°¯ nff°½¾ ° ¾ °   ¾f f°ff f°f°°f 9 °f½f° ° f© ff° °–f°¯  ff°n°f°ff°–¯ ff½f°–f°½f fff¾f   °½ ¾ –   f¾¯°fff ff°¾ © °¾ ¯ ¾ ©¯fn° °–f°nff½  ¯½f f° ff° ff¯ f f f½f  ©ff°½ °f½f° ° f© °–f°n ½fff ff° f°–f° °–f°   ¯ f f°°–– @  f½f f½f¯  ½ °–©f°°¯ ° °f°f ff f ff  f° ff°–f° ff°f–f¯  f°f°f–f°f°°f f  .  f f ff  °f° .

°–f°¯ °– °–f°n°f°f–f¯ fff°f–f°½f f ¯½ f.

  ½ °– °–f°n°f°f–f¯  °–f°¯ °–f½f°f° °–f°f½f f  ¯½ ff¯f%½ °– °–f° ff%  f°¯ f °½f f ¯½ f. % %9¾ °f¾  f ff °fff° f f½ ff°f °– °ff f¾ ¯f%% ¯¾½ °–°–f° f ff°  f°–½ f°f°f ff %  %f f% %    f°–f°   fn°¾ ¯f%–f¯%    fn° °– °%–f¯% D°  f°––  ° %  %f f % %     f°–f°   fn°¾ ¯f%–f¯%    fn° °– ° %–f¯%  .

. f fff°–f°–½f f½ °– °–f° ff% %%  %f f% %    f°–f°   .% f f °n°       f°–f° .  ° ¯ °–f¾f°n° °– fff°– ¯°f½ f°nn –°ff°°½ °–©f°-– °  ½ ½ ff°f°  f°¾ f–f°f %.

° °– °  .  .

½ ° °f°f ff ½f fn° f°f–f¯ fff°f–f°  °f° °–f°¯ ff°½ ¯ fff° ff¯°–½ f½f° ½f f ¯½ f.

 ¾  f ff°½ °–©f°f ff¾ ½ ½f f.   f f % %  %.

%$   f°–f°    f ° f© °– °%–f¯% .

  ff %–f¯%  .    ½ ° °f°f ff ½f fn°f°f–f¯ fff°f–f°  °f° °–f°¯ ff° ½ ¯ fff° ff¯°–½ f½f°½f f ¯½ f.

70.3/..:39:5079:2-:.3/:3/.35.8-42.203/.38:33.72.   f ff  °fff°¾ f–f½¾ °f¾  ff  f f½ fn°  °– °  f f–f°  °f° ff¾½ °–f°–f°  °–f°½¾ °f¾ f ff   f f–f°% %    f°–f°  f ff % % 9 °–©f° ½f ff°f°f f½f°–f°   9 ° °f° ½f ff°f°f f ff  ¾ –f°ff°–nfff°°f f½f¾ f° –°ff°°f°ff°–¾ f–f° ¾f   ff°f  f¾ff°–¯ °–f° °– f° f¾¯f¾¯¯  f°f° f°¯f¾¯¯¯¯   ¾f  - - f   - f¾9 ¯°©f¯f°  @ ¾ f  $$## 094/0%07247.3207:5.12097   $#% # 7.3 5.8.88.393 .3:39: -07.38079.3.///. ¾  f ff°½ °–©f°f ff ¾ ½ ½f f./.35.3 !.3202.88840032 7.7/-:9:.3.32:/.3.7././. 02.9.3.8 70.3.12097    %&& .9:1.3:39:907..70.:2:23.-.33.25203.3/-:9:.38..8.88.35.3.3 ...7-..35.-07:8../3.3..8 70.3907..3 28.:.350309..3 2094/0907247...-.7.3907.3:..3..35.-.3.9475030-.35.. .7/-:9:.70...2-..85070-:3.-07-.5./.8//.9.7:8.3.3274-.3..3907..2-.2-.3 /.12097  $$$$!#% $$## 094/0%07247.3/:3..

.3032 503073.3 0.3.3202-039:/7..3/.3-07./.7.32.24./.03 07.7.98.5.39..:8.9  7.7/.!.78092-.3/..2..:.9:-.7.302-.8...33.5.302-.3907/.3907.3.390780-:9/.3.9.: -07..907.7.. .2 -.88 /.85079.9:8085032-.7..4389./..3.3..3.5.9: /..2094/0907247.43943./.5..3. 7./0:.3.3905.8/:.3/.:5:3503/897-:8.3.:..9/.980.3.98.3/.3/.7.35./.25090.8:: S80.9..7 4./. /..03 2094/0 /089.7.2 -./.0380.8:./.:39:/:5  0../.9073-.9:2094/0503073.3.9:/.3.03 0 49492-./.3-03.7..:.5/.9/.7:..2-49492-.339077.3:9203:./..3.9 !03039:. 203:.3/.7.2.3.7-.88 .9:.2:7 .3.5.7-. $5.5. 2039/.7/.94702:/.3:/../7-.79.3.03 907247.2094/0 .8807.250.3.38.390707.7 2.9202503.574808503:7:3.274-.12097 2094/090724.7/.3:39:220309.3.9:./.3/03.3.93....../.28..3.9/.3.35079:3.3:93.3../.:.9:2-:3.3907.3/03.3   !..3 4.9 /5079.3.8.5./.:.935..7..78.3.3-079:7:9 9:7:9:7.9.919.3907/. ./.5.39.2094/0 .3/.3..3-.5 .5.-07.3:.9/.-07/.703.3..3.9:-.95.3-.8/.3-0-07.3.3.392-.390788.9/. .34.344/805079574903 50.9/.12097 202-0-07.9/.9/.5:9 .703.3/33.3-.94389.9.2:9:. .3.5.3..3/.7.309-.7807.3205:9  7-0-../09. 08.9:.825.32094/0:8:8  7.8.780/.:.250 $090.3..38.2508090.5..7.8.5.3/03.   !07.8 907/.3.3907/.7.3 /.3-0-07.2/.03 094/04.95.9 80:48.:    9:3.25.35..5.7.3   7.30/.9079:3 07..3203/.7:8    .3547 547./ 3432    !03073.38.7/.390.2574808 5034.7/2.3/03.-.28..9: 503039:./.8 2094/02.35..380-.7-0-.3503.24.2..3/.7 -03.7.3274-..3..:92-.3 .9..035..5.9 .7 3.3  % #  92-.380.950393...7.947 /  .35   % .35.2-.7907.9/.././.7/.8.35077-:3.3/9:38090.85079./33.7::.3/.3 7:.3 3432       %    .3.5072:.7.3.0:7.7.7/.32.3..3/03.. ./.35079.2-.2/08./80033..3 90780-:9  0.2-. 030 / 02-.25./.3.39/./.3.8 7.:8.7.3/.8:9/:3.390.   02:/.:.7/..9.5.07.2   $0.4:20997/ /.7/.

2.33.3.7/.2 8.3203:3.2 .:   5079:3.2.5:9 5.5.320280.3-071:3820307.3907.7.5 .3.2 .947 08.9.2.-0503.3/:3.:.3/7-.2-.9-..3-07.9./...9:808 5032-.947.94750393 /.390788.2/08.95..3.327447.9/825:.3.3-039:18/.8.380250.3.8.9:-.250  07.3.3 3203:3:...-07/.203/.7-0-07... .    $!& $090.-/2../..8.8...32094/0907247.2574/:.3.9:.....7.950302:7..8./.3907.-.22094/0503073.947:/.5:9    !.20.3.85079.35070-:3.3..31..9.9:3.7/.7./.380-07.3 /.3 0/.3.350307.38090.7..-.:.4389.3..390..79.2 .9:2:.3../.030-..9/.30/.88 /.357.3/03./.3-.250.3 5 030202.7:/.7.9 5.8.12097  7-0-.12097.703.38..7.3.9./.8:.3.5.:.3/..94389.950393/.03.3.7 -0-.250.2094/0:39:203039:.8.5.3907/.3 9072../..3.3 /.3 $.35.20/:5.8:39:574808503073.357.703.3/...35.3.203:.2039 -.3/:3/.390.3907.5.3/.3.3:7.92-.7.2503039:.: 5034.35.3/03.72094/0907247.5.5.25090.3  0..2-.9-4944843  ./.38085032-.3 2 -07.8.5.5 .3 4038-.9-07503.35.98..030-0:2 073 %.9/. 2:33/.7:8//.3././.3/:3.5.393/-.203:.2-.3.3  $090.8.7  ...7.3202-0-07.030 /.3-.7/.3/03./.9/9:3.2-.20./..88.3.9.-0-07.3.7.5.5.9/.7.5.5.5.5.3.3/3.9202-.3.25090780-:9 !02.9:..3907/.3.7.3907/.9 2.2-./.35.3.703.9.88 .39:5079:2-:.280.79:8090.7.7/.2.9./073.309-.5.3503:.2-.3 %09./.7.20.75.250/2.2 .390780-:9/.3:3.3.3.3 $090..:5034.307.12097/. 9:/.250.390788.3-07.9.37:2:8    $!%  %.98.3907/.3.34254303./..03.7.3.51.7   .7:.8:/.8.7 $090.9:.0:7.03.7.38.8.2094/0 907247.     030     !         !$ 7207:5.3-.3.207:8.:2094/04.7.9/.3/039.7-07/.8:...5.38.5 //.0.3.38::5.: 8..3207:5.3.7/.98.3.9:2.3 .250:9203:..302-.2-/- ./..9:.5.7.7:8 /507./.5.:.  !03039:.3820  /.390.9.9/.9/.3.9.250  07...

38:: S  %#!&$% 3432   ! #!#%&!%&## 995.3.3   .72094/0907247.7.3/03.2503039:.250/5..120978.-./.3..8.

.

808494-07   3432   %  ' 995.-4 0- /  .

.

42 .0-/ .808494-07   .8.7:8   &#! 995.

.

7 907.3   &39: 202507.3 90.3 90./.8 .2 08.8 /.9.-.3. 002. 70.3 .8 80.7.5 ...8  02.7:.. :.3 .703.: /9025.9.3.3-.3 ./.3 9079:9:5 .-.32025:3.370. 502.3 073 28.8.9 23.3 203.2.2 7:.75.. 203.208.3 2032-.-07.7 80. /.3 90.5.79802:../03.3 9073.78:/.35.3 .42  .2.93502.2 /0425488 .3 $:. 2033/..9 503:.253.9 907..3 /02.3 907-039:3.3 .3 /.7 . /..38::] S/.5.9 203.: .3.:2  03..9 50307.9 8:9 2005.8.3 .:5:3 70./5.7. .8./ 8.5.9 . 203.9 /.5/.9..3.3:...2 -.3 . /..3 -..9..7../.3-.3 .5.  0 ..808494-07    WZWZ`aSZ SVS^^S^S WZYW^ZYSZW^[Y^Sb`W`^ !73853.38.8.3-07.3.9:  .3  43943.   . /.3.8.05..38.5. 203:.8.3.3/03.44 .2 48/.3   ./3.32:7.3 ./3.3-078...947 .91 2:/. 502..3  02:/.3 /.3..8.25..5.5 .3 80.7.8 .8 .3 80-0:2 5032-. /-07 .7 .9 2:/./.3 ..0723.50707./ 70.3.3 ./. 0- -0781. 2085:38:/.7..2 503073.7.73. 503/33. 203:.: .3 2030-.3 .3 ..  &39:-.3.8.3 502.3 8:: 703/.3 203.947 .5 .3.7  !0307.987 /.9 748458 /.2.3...:9203:.9.3907.3 .7.73.3.:.9. -.3 .3  2.8..3. 9: 80.3 ./.3 80-.7 8079.3 .703.3  -.5072:.7 .3/8.5.9..7:./:.3/:3 -.809.94389.3.: /08.3 0- 203.9: -.3 /03.3 502.3.9 203.728.2.443 .3:9.. 203.3.3 /03.3. :.3 /50740 .380-03. .5.

:2 /748/.5 .7:248/..8.9 .2 8:1.:23:2 48/.  .7 3 /.9. :.91  ..:2 47/.3 .9  8. 0  .  .  .9 203:3.5:7 .  .5.8:2 8:1.: -.

5.3 203/.207..73.3-07.3.3..38073/-07.:40:2 .073-07.202:/..:3./5.3/:3.2:/.$.0.3-.73.73..03:.-.8:/.8. 03:/03../.7.3.9.390780-:98:/.3.-7:   .