CLINICAL SCIENCE SESSION

Cleft Lip and Palate

Disusun oleh: Kartika Kristianto 1301-1210-0119 Siti Nadhirah Binti Abdul Hamid 1301-1210-0188 Nadiah Fatin Binti Mohd Ramli 1301-1211-0

Pembimbing: Dr. Irra Rubianti Widada, Sp. BP

BAGIAN ILMU BEDAH PLASTIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN RUMAH SAKIT DR. HASAN SADIKIN BANDUNG 2011
1

Palatum dibagi dua. Palatum Palatum merupakan langit dari mulut dan dasar dari rongga hidung.TEORI Anatomi 1. Bibir Bibir merupakan lapisan muskulofibrosa yang mengelilingi mulut dan memiliki otot orbikularis oris. 2 . 2. yaitu : palatum durum (hard palate) dan palatum molle (soft palate).

1. Bagian medial bibir atas (philtrum) berasal dari fusi prosesus maksilaris dengan prosesus nasalis medial. Periode penting dalam perkembangan palatum adalah pada akhir minggu ke-6 sampai awal minggu ke-9. 2 prosesus mandibularis. 3 . Perkembangan bibir Bagian bibir bawah berasal dari prosesus mandibularis. Perkembangan palatum Terdapat 2 tahapan perkembangan dari palatum:  Perkembangan palatum primer  Perkembangan palatum sekunder Palatogenesis dimulai pada minggu ke-6 namun perkembangannya belum sempurna sampai minggu ke-12.Embriologi Dimulai: celah mulut primitif (stomodeum) Pada minggu 4. pada daerah inferolateral prosesus frontonasalis dipisahkan oleh nasal pit menjadi prosesus nasalis medial dan lateral. 2. 2 prosesus maksilaris. Pada akhir minggu ke-4. 5 tonjolan disekitar stomodeum: prosesus frontonasalis. Bagian lateral bibir atas berasal dari prosesus maksilaris. stomodeum dikelilingi oleh sepasang lengkung insang (pharyngeal arch) pertama.

Kemudian.a. b. palatum primer yaitu median palatal process (intermaxillary segment) mulai berkembang. proses pembentukan tulang terjadi pada prosesus palatum membentuk palatum durum. Prosesus palatum akan memanjang ke arah posterior. Palatum primer ini akan membentuk bagian anterior/midline maxilla (bagian premaksila) dan hanya membentuk sebagian kecil dari palatum durum dewasa. membentuk bagian premaksila dari maksila. Palatum primer Pada awal minggu ke-6. Palatum sekunder Palatum sekunder merupakan primordium dari bagian palatum durum dan palatum molle. Bagian ini mulai berkembang pada awal minggu ke-6 dari proyeksi 2 bagian mesenkim yang memanjang dari bagian dalam maxillary prominence. segmen ini terbentuk dari penyatuan medial nasal prominences yang merupakan mesenkim antara permukaan dalam maxillary prominence. Awalnya. seperti pada bagian anterior dari incisive fossa. dalam waktu yang bersamaan. yang akhirnya membentuk palatum molle dan uvula. Tulang terbentuk secara berangsur-angsur pada palatum primer. 4 . di mana bagian posterior tidak mengalami osifikasi.

5 .Median palatine raphe merupakan garis fusi dari prosesus palatum. Sebagian kecil dari kanalis nasopalatina masih bertahan di medial plane palatum di antara maxilla dan prosesus palatum dari maxilla yang akhirnya menjadi fossa incisivum.

30% terjadi pada sisi sebelah kanan. Etiologi Penyebab terjadinya celah bibir dan langit-langit mulut terdiri dari banyak factor.Cleft Lip and Palate Definisi Celah bibir (cleft lip) adalah terdapatnya celah pada bibir (atas) akibat tidak adanya penyatuan secara normal dari bibir (atas) pada proses embrional. Kelainan tersebut dapat mengganggu penampilan secara anatomis. Faktor lingkungan yang dapat menyebabkan terjadinya celah bibir dan langit-langit mulut antara lain:  Konsumsi alkohol oleh ibu saat hamil  Konsumsi rokok oleh ibu saat hamil  Defisiensi asam folat  Konsumsi obat-obat teratogenik (seperti phenytoin. 6 . Epidemiologi Prevalensi terjadinya kasus celah bibir dan langit-langit mulut adalah 1:600 kelahiran. Demikian pula celah langitlangit mulut (cleft palate) adalah terdapatnya celah pada langit-langit mulut (palatum) akibat kegagalan fusi dari palatum pada masa embrional. derivat asam retinoat)  Diabetes mellitus  Ibu hamil usia tua Faktor risiko Faktor risiko terjadinya celah bibir dan langit-langit diantaranya adalah:  Konsumsi obat-obatan antikonvulsan  Usia ibu yang tua  Status ekonomi keluarga yang rendah  Nutrisi prenatal yang kurang baik  Adanya saudara dengan kelainan celah bibir dan langit-langit mulut. serta fungsi fisiologis seperti makan. Sebagian besar terjadi akibat adanya faktor genetik. 80% kasus terjadi celah pada satu sisi (unilateral). Kelainan celah bibir dan langit-langit mulut lebih sering terjadi pada anak laki-laki. 70% kasus terjadi pada sisi sebelah kiri. pada 20% kasus terjadi celah pada kedua sisi (bilateral). menelan dan bicara.

Celah bibir Celah bibir terjadi akibat gagalnya fusi antara tonjolan maksila dan tonjolan nasal medial. serta gagalnya fusi antara palatum 1 dan 2 pada salah satu sisi (unilateral). Celah bibir dan langit-langit mulut unilateral Celah bibir dan langit-langit mulut unilateral terjadi akibat gagalnya fusi antara tonjolan maksila dan tonjolan nasal medial. Keparahan: Inkomplit: terdapat kontinuitas maksila. 3. Komplit: protrusi premaksila dan diskontinuitas premaksila dan maksila. Celah langit-langit mulut Terjadi akibat gagalnya fusi antara palatina lateral dengan:  Palatum primer  terjadinya celah langit-langit mulut anterior (Primary cleft palate)  Palatine lateral lainnya  celah langit-langit mulut posterior (Secondary cleft palate) 7 . Celah bibir terjadi tanpa keterlibatan dari alveolus (gusi). 4. serta gagalnya fusi antara palatum 1 dan 2 pada kedua sisi (bilateral). Celah bibir dan langit-langit mulut bilateral Celah bibir dan langit-langit mulut unilateral terjadi akibat gagalnya fusi antara tonjolan maksila dan tonjolan nasal medial. 2.Patofisiologi Celah bibir dan langit-langit mulut terjadi akibat adanya hipoplasia dari jaringan mesenkim yang mengakibatkan terjadinya suatu kegagalan fusi: Labioschizis  perkembangan abnormal dari prosessus nasomedialis dan maksilaris Palatoschizis  kegagalan fusi antara 2 prosessus palatina Klasifikasi 1. sedikit protrusi premaksila. Pada umumnya alveolar utuh.

Menghisap dan makan Adanya lubang pada palatum dapat menyebabkan masuknya makanan atau sesuatu yang dihisap ke dalam hidung atau laring. 4.Gangguan Klinis Gangguan klinis yang timbul biasanya adalah gangguan fungsi antara lain : 1. 8 . Gangguan pendengaran Terjadi akibat kegagalan drainase dan ventilasi dari tuba Eustachius yang terganggu. Hidung Membran mukosa saluran pernafasan dapat terkontaminasi dengan mikroorganisme yang berasal dari mulut. Pertumbuhan gigi 3. 2.

apabila otot tidak dapat berfungsi dengan baik dapat mengakibatkan pengucapan yang kurang baik pada huruf p. 4.d. Otitis media berulang dan kehilangan pendengaran 2. keluar dari hidung Bicara sengau Pemeriksaan fisik Terdapat celah di bibir dan/atau gnatum alveolar dan/atau palatum Celah dapat komplit atau inkomplit Celah dapat unilateral atau bilateral Dicari adanya kelainan kongenital lainnya Asimetri lubang hidung atau nostril Pemeriksaan penunjang Celah pada bibir dapat didiagnosa dengan USG dan evaluasi genetik. Gangguan bicara Gangguan bicara muncul diakibatkan penutupan langit-langit mulut yang tidak sempurna sehingga menyebabkan adanya emisi udara yang lewat dari hidung sehingga menyebabkan suatu bunyi yang khas.b.Komplikasi Adanya defek pada bibir dan langit-langit mulut dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut pada penderita. Perubahan arkus maksilla dan malposisi dari gigi 3. diketahui melalui pemeriksaan fisik saat lahir karena anak biasanya sulit menelan. seperti: 1.t. 9 .h. Celah pada langit-langit mulut tidak dapat dideteksi dengan USG. Otot pada nasofaring dan orofaring berfungsi dalam fungsi menelan dan produksi suara.y. Palatopharyungeal incompetence Diagnosis Penegakkan diagnosis labiopalatoschizis berasal dari: Anamnesis             Cacat bawaan/kongenital berupa sumbing bibir dan/atau langit-langit Dapat disertai kelainan kongenital lain Kesulitan menyusui/feeding Bila minum/makan. Penutupan langit-langit mulut yang tidak sempurna saat bicara dapat disebabkan karena fungsi otot palatal dan faringeal yang tidak sempurna.

Berat badan sekurang-kurangnya 10 pon (4. Pendengaran yang normal.Perawatan Bayi Dengan Labiopalatoschisis Bayi yang menderita labioschisis mengalami kesulitan pada waktu menyusui. 2. Memperbaiki cuping hidung (ala nasi) agar bentuk dan letaknya simetris. tetapi pada bayi-bayi semuanya dilakukan pada usia yang dini. Rumus Sepuluh atau Rule of Ten adalah : 1. Jumlah leukosit < 10. Terapi Operasi untuk memperbaiki bentuk bibir cepat dilakukan pada kasus-kasus dengan usia yang manapun. Penampilan yang normal 2. 3. Keadaan ini bisa ditolong dengan memakai puting buatan. Memperbaiki bentuk dan fungsi bibir atas 5. Membentuk vermillon. Teknik operasi Berbagai teknik penutupan labio atau palatoschisis telah dikembangkan dalam beberapa puluh tahun yang terakhir ini . Mengisap dan makan tanpa terjadi regurgitasi nasal. Jika terdapat palatoschisis bayi perlu diberi minum dengan menggunakan dot. Memperbaiki bentuk dan posisi columella 4. Selain itu tujuan umum operasi adalah untuk mencapai 1. Pemberian susu dianjurkan dalam posisi tegak 15º dan ukuran dot yang agak besar. umumnya sekitar usia 3 bulan dengan memperhatikan “ Rumus Sepuluh ”.5 kg) 2. Memberi bentuk dasar hidung yang baik. Perbicaraan yang normal 5. Umur sekurang-kurangnya 10 minggu 3. 3.000/mm3 Operasi untuk labioplasti bertujuan untuk penampilan bentuk anatomik serta fungsi bibir yang mendekati normal. Pertumbuhan gigi yang baik 4. 10 . Untuk mencapai tujuan tadi perlu diperhatikan beberapa patokan yaitu 1. Kadar Hb > 10 gr% 4. Kebanyakan ahli bedah plastik memilih teknik Millard atau modifikasinya.

2.Beberapa teknik operasi yang dipakai untuk labio atau palatoschisis yang unilateral adalah : 1. Operasi Tennison-Randal 11 . Operasi Onizuka ( modifikasi dari millard) 3. Operasi Le Mesurier 4. Operasi Mirauld Brown 5. Operasi Millard.

letak skar pada posisi ideal Jaringan yang dibuang minimal Kerugian teknik MILLIARD 12 .Keuntungan teknik MILLIARD Paling banyak dikenal ahli bedah Tekniknya fleksibel sehingga memungkinkan revisi sekunder Sutura dapat dikamuflase Batas flap mengikuti garis natural.

Speech therapy dapat dimulai setelah operasi pertama dan berlanjut sampai anak lancar berbicara dengan baik 13 . terapi/tindakan pada labiopalatoschizis: 1. donor bone chips pari tulang panggul. Operasi ketiga : alveolar bone graft pada usia 6-8 tahun.Kemungkinan pemendekan bibir pada arah vertical kerana adanya pertumbuhan vermillion akibat kontraktur scar. approach dalam 5. Operasi revisi labio/palato/rhino setelah 6 bulan 4. Operasi kedua : palatoplasty pada usia 1-2 tahun 3.terutama pada complete scar Berdasarkan Standard of Procedure sub Bagian Bedah Plastik FK Unpad/RSHS. Operasi pertama : Labioplasty usia > 3 bulan (syarat rule of ten terpenuhi) 2.

Penanganan multidisiplin Meliputi : Ahli Bedah Plastik Ahli THT Dokter gigi / Orthodontist Speech therapist Psikolog / Psikiater Social Worker Perawatan pasca bedah 14 .

jaringan parut yang halus akan diperoleh bila selama perawatan pasca bedah dilakukan dengan baik. Jahitan diangkat pada hari kelima sampai hari ketujuh. Perawatan terdiri dari : Pemasangan pembidaian pada kedua siku tangan untuk mencegah tangan bayi memegang bibir Bibir dirawat secara terbuka mulai hari pertama pasca bedah. setelah dibersihkan.Perawatan pasca bedah berperan sangat besar dalam memberikan penampilan akhir bibir yang telah mengalami reperasi. Complications Following Cleft Palate Repair  Bleeding  Breathing problems  Infection  Dehiscence  Oronasal fistula 15 . luka operasi dibubuhi salep antibiotik. Luka operasi dibersihkan dari sisa-sisa bekuan darah dan kotoran dengan larutan H2O2 setiap hari.

Arthur F. 2004.DAFTAR PUSTAKA 1. Keith L. 2006. 10th ed: WB Sauders Company. E. 18 ed: WB Sauders Company. 16 . Langman's Medical Embryology. Michael. 4. Clinically Oriented Anatomy. Dalley. 3. 2006. 5th ed: Lippincott Williams & Wilkins. Peterson's Principles of Oral and Maxillofacial Surgery. Peter E. Ghali. Miloro.. G. Moore. Nelson's Textbook of Pediatrics. Vaughan V. Larsen. 2 ed: BC Decker. 2007. Vishal. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful