Asam amino adalah sembarang senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksil (COOH) dan amina (biasanya

-NH2). Dalam biokimia seringkali pengertiannya dipersempit: keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama (disebut atom C "alfa" atau α). Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam. Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu menjadi zwitter-ion. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme, yaitu sebagai penyusun protein.

Daftar isi
[sembunyikan]

   

1 Struktur asam amino o 1.1 Isomerisme pada asam amino o 1.2 Polimerisasi asam amino o 1.3 Zwitter-ion 2 Asam amino dasar (standar) o 2.1 Asam amino alifatik sederhana o 2.2 Asam amino hidroksi-alifatik o 2.3 Asam amino dikarboksilat (asam) o 2.4 Amida o 2.5 Asam amino basa o 2.6 Asam amino dengan sulfur o 2.7 Prolin o 2.8 Asam amino aromatik 3 Fungsi biologi asam amino 4 Asam amino esensial 5 Lihat pula 6 Pranala luar

[sunting] Struktur asam amino

Struktur asam α-amino, dengan gugus amina di sebelah kiri dan gugus karboksil di sebelah kanan. Struktur asam amino secara umum adalah satu atom C yang mengikat empat gugus: gugus amina (NH2), gugus karboksil (COOH), atom hidrogen (H), dan satu gugus sisa (R, dari residue) atau

Asam amino biasanya diklasifikasikan berdasarkan sifat kimia rantai samping tersebut menjadi empat kelompok. yaitu atom C yang berikatan langsung dengan gugus karboksil. senyawa tersebut merupakan asam α-amino. Dinding sel bakteri banyak mengandung asam amino tipe D. Jika searah putaran jarum jam (putaran ke kanan) terjadi urutan karboksil-residuamina maka ini adalah tipe D. Oleh karena gugus amina juga terikat pada atom Cα ini. Pada umumnya.NH2). asam amino alami yang dihasilkan eukariota merupakan tipe L meskipun beberapa siput laut menghasilkan tipe D. Rantai samping dapat membuat asam amino bersifat asam lemah. Cara sederhana untuk mengidentifikasi isomeri ini dari gambaran dua dimensi adalah dengan "mendorong" atom H ke belakang pembaca (menjauhi pembaca).disebut juga gugus atau rantai samping yang membedakan satu asam amino dengan asam amino lainnya. dan hidrofobik jika nonpolar. basa lemah. dari singkatan COOH . hidrofilik jika polar. [sunting] Polimerisasi asam amino Lihat juga artikel tentang ekspresi genetik. Atom C pusat tersebut dinamai atom Cα ("C-alfa") sesuai dengan penamaan senyawa bergugus karboksil. (Aturan ini dikenal dalam bahasa Inggris dengan nama CLRN. [sunting] Isomerisme pada asam amino Dua model molekul isomer optis asam amino alanina Karena atom C pusat mengikat empat gugus yang berbeda.R . . maka asam amino—kecuali glisina— memiliki isomer optik: L dan D. maka itu adalah tipe L. Jika urutan ini terjadi dengan arah putaran berlawanan jarum jam.

Reaksi kondensasi dua asam amino membentuk ikatan peptida Protein merupakan polimer yang tersusun dari asam amino sebagai monomernya. Kebanyakan asam amino bebas berada dalam bentuk zwitter-ion pada pH netral maupun pH fisiologis yang dekat netral. [sunting] Zwitter-ion Asam amino dalam bentuk tidak terion (kiri) dan dalam bentuk zwitter-ion. Zwitter-ion dapat diekstrak dari larutan asam amino sebagai struktur kristal putih yang bertitik lebur tinggi karena sifat dipolarnya. gugus -OH yang merupakan bagian gugus karboksil satu asam amino dan gugus -H yang merupakan bagian gugus amina asam amino lainnya akan terlepas dan membentuk air. Asam-asam amino inilah yang disandi oleh DNA/RNA sebagai kode genetik. gugus amina pada asam amino menjadi bermuatan positif (terprotonasi. reaksi ini termasuk dalam reaksi dehidrasi. Reaksi penyambungan ini (disebut translasi) secara alami terjadi di sitoplasma dengan bantuan ribosom dan tRNA. Meskipun demikian. pada awal pembentukannya protein hanya tersusun dari 20 asam amino yang dikenal sebagai asam amino dasar atau asam amino baku atau asam amino penyusun protein (proteinogenik). yang mengikat gugus karboksil milik satu monomer dengan gugus amina milik monomer di sebelahnya. zat ini dapat dianggap sebagai sekaligus asam dan basa (walaupun pH alaminya biasanya dipengaruhi oleh gugus-R yang dimiliki). sedangkan gugus karboksilnya menjadi bermuatan negatif (terdeprotonasi. dikelompokkan menurut sifat atau struktur kimiawinya: [sunting] Asam amino alifatik sederhana . Karena asam amino memiliki gugus aktif amina dan karboksil sekaligus. [sunting] Asam amino dasar (standar) Protein tersusun dari berbagai asam amino yang masing-masing dihubungkan dengan ikatan peptida. Berikut adalah ke-20 asam amino penyusun protein (singkatan dalam kurung menunjukkan singkatan tiga huruf dan satu huruf yang sering digunakan dalam kajian protein). Dalam keadaan demikian. Titik isolistrik ini spesifik bergantung pada jenis asam aminonya. asam amino tersebut dikatakan berbentuk zwitter-ion. Oleh sebab itu. Pada polimerisasi asam amino. –COO-). Pada pH tertentu yang disebut titik isolistrik. Molekul asam amino yang telah melepaskan molekul air dikatakan disebut dalam bentuk residu asam amino. –NH3+). Monomermonomer ini tersambung dengan ikatan peptida.

W) Kelompok ini memiliki cincin benzena dan menjadi bahan baku metabolit sekunder aromatik. T) [sunting] Asam amino dikarboksilat (asam)   Asam aspartat (Asp. H) (memiliki gugus siklik) [sunting] Asam amino dengan sulfur   Sisteina (Cys. N) Glutamina (Gln. A) Valina (Val. S) Treonina (Thr. K) Arginina (Arg. G) Alanina (Ala. V) Leusina (Leu. Q) [sunting] Asam amino basa    Lisina (Lys. F) Tirosina (Tyr. R) Histidina (His. P) (memiliki gugus siklik) [sunting] Asam amino aromatik    Fenilalanina (Phe. [sunting] Fungsi biologi asam amino . D) Asam glutamat (Glu. M) [sunting] Prolin  Prolina (Pro. I) [sunting] Asam amino hidroksi-alifatik   Serina (Ser. Y) Triptofan (Trp. L) Isoleusina (Ile. C) Metionina (Met.     Glisina (Gly. E) [sunting] Amida   Asparagina (Asn.

Penting untuk mencegah alergi.13%) Diperlukan untuk pertumbuhan yang optimal. 2. hormon dan asam nukleat). Menghasilkan norepinephrine otak yang membantu daya ingat dan daya hafal. Membantu penyembuhan tulang. 1. [sunting] Asam amino esensial Asam amino diperlukan oleh makhluk hidup sebagai penyusun protein atau sebagai kerangka molekul-molekul penting. Penyusun protein. LYCINE (4. Mencegah penumpukan lemak di hati dan pembuluh darah arteri terutama yang mensuplai darah ke otak. sulit konsentrasi. Istilah "asam amino esensial" berlaku hanya bagi organisme heterotrof. Menurunkan kadar triglyserida darah yang berlebih. termasuk enzim. Memperkuat sistem sirkulasi. Diperlukan untuk pembentukan asam amino non esensial lainnya. spesies itu harus memasoknya dari luar (lewat makanan). Bersama proline dan Vitamin C akan membentuk jaringan kolagen. pertumbuhan terhambat dan kelainan reproduksi.80%) Pemacu fungsi otak. osteoporosis. 2. Mempertahankan keseimbangan nitrogen tubuh. Mengurangi obesitas.operative). 5. jaringan otot dan kulit (terutama untuk mempercepat penyembuhan luka post . menenangkan syaraf yang tegang. fenilalanina. Histidina dan arginina disebut sebagai "setengah esensial" karena tubuh manusia dewasa sehat mampu memenuhi kebutuhannya. 3. dan valina. Penting untuk pembentukan haemoglobin dan menstabilkan kadar gula darah (kekurangan dapat memicu gejala hypoglycemia). Asam amino karnitina juga bersifat "setengah esensial" dan sering diberikan untuk kepentingan pengobatan. Untuk memenuhi kebutuhan ini. Pengikat ion logam penting yang diperlukan dalam dalam reaksi enzimatik (kofaktor). PHENYLALANINE (3. Perkembangan kecerdasan. Ia disebut esensial bagi suatu spesies organisme apabila spesies tersebut memerlukannya tetapi tidak mampu memproduksi sendiri atau selalu kekurangan asam amino yang bersangkutan. lisina. Menjaga kesehatan hati. METHIONINE (2. rambut rontok. ada delapan (ada yang menyebut sembilan) asam amino esensial yang harus dipenuhi dari diet sehari-hari. 4. LEUCINE (5. menstruasi dan arthritis. yaitu isoleusina. Kerangka dasar sejumlah senyawa penting dalam metabolisme (terutama vitamin. Menambah tingkat energi otot. ISOLEUCINE (4. Kekurangan menyebabkan mudah lelah.95%) Diperlukan oleh kelenjar tiroid untuk menghasilkan tiroksin yang akan mencegah penyakit gondok. metionina. Dipakai untuk mengatasi depresi juga untuk mengurangi rasa sakit akibat migrain. jantung dan ginjal.00%) Bahan dasar antibodi darah. Membantu menurunkan kadar gula darah yang berlebihan. leusina. . anemia. Bagi manusia. 3. demam rematik dan toxemia pada kehamilan serta detoxifikasi zat-zat berbahaya pada saluran cerna. Mempertahankan pertumbuhan sel-sel normal.1.17%) Penting untuk metabolisme lemak. treonina. triptofan.

17%) Meningkatkan kemampuan usus dan proses pencernaan.6. Meningkatkan pelepasan hormon pertumbuhan yang penting dalam membakar lemak untuk mencegah obesitas dan baik untuk jantung. Meningkatkan kesehatan syaraf. Mempertahankan keseimbangan protein. jantung. Meningkatkan rasa ketenangan dan mencegah insomnia (membantu anak yang hiperaktif). BAB II TINJAUAN PUSTAKA . banyak protein khusus yang juga mengandung asam L-α-amino yang diturunkan dari sebagian di antara ke-20 asam amino tersebut. terdapat fungsi sebagai unit monomer untuk membangun rantai polipeptida protein. Mencegah serangan epilepsi. TRYPTOPHANE (1. BAB I PENDAHULUAN Diantara banyak fungsi yang harus dipenuhi oleh asam amino dalam sel hidup. Membantu hati. Memacu koordinasi otot. urutan cara asam amino tersebut terangkai.00%) Memacu kemampuan mental.13%) Meningkatkan penggunaan dari vitamin B kompleks. Asam amino yang terdapat sebagai komponen protein mempunyai gugus –NH2 pada atom karbon α dari posisi gugus –COOH. serta hubungan spasial asam-asam amino tersebut asan menentukan struktur 3 dimensi dan sifat-sifat biologis protein sederhana. VALINE (6. Membantu perbaikan jaringan yang rusak. Menjaga keseimbangan nitrogen. Jenis-jenis asam amino. Penting dalam pembentukan kolagen dan elastin. Menstabilkan emosi. Asam amino ialah asam karboksilat yang mempunyai gugus amino. 8. sistem syaraf pusat. Di samping itu. otot-otot rangka dengan fungsi lipotropic. Sebagian besar protein mengandung 20 buah asam amino L-α-amino yang sama dalam proporsi yang beragam. 7. THREONINE (4.

gugus amina. Asam amino pembentuk protein akan saling berikatan dengan ikatan peptida. STRUKTUR ASAM AMINO Rumus umum asam amino : Secara umum. Asam amino yang bersifat hidrofobik : —ALANIN — ISOLEUSIN . sehingga dalam satu molekul dipeptida mengandung satu ikatan peptida. satu buah atom hydrogen dan satu gugus sisa (rantai samping. muatan elektrik dan sifat kelarutan dalam air. ukuran. Rantai samping pada asam amino (gugus –R) yang berbeda-beda pada asam amino menentukan struktur.Asam amino adalah senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksil (COOH) dan amina (biasanya –NH2). gugus – R). pada asam amino sebuah atom C mengikat empat gugus yaitu : gugus karboksil. Gugus karboksil ini memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa.

asam amino larut dalam air dan tidak larut dalam pelarut organik non polar seperti eter. Asam karboksilat alifatik maupun aromatik .— LEUSIN —METIONIN —FENILALANIN —PROLIN —TRIPTOFAN —TIROSIN —VALIN Asam amino yang bersifat hidrofilik : —ARGININ —ASPARGIN —ASAM ASPARTAT —SISTEIN —ASAM GLUTAMAT —GLUTAMIN —GLISIN —HISTIDIN — LISIN —SERIN —TREONIN SIFAT-SIFAT ASAM AMINO 1. Sifat asam amino ini berbeda dengan asam karboksilat maupun dengan sifat amina. Pada umumnya. aseton dan kloroform.

valin.yang terdiri dari beberapa atom karbon. Demikian pula amina. tetapi diperoleh dari luar misalnya melalui makanan( lisin. tetapi larut dalam pelarut organik. Asam amino mempunyai titik lebur yang lebih tinggi dibandingkan dengan asam karboksilat atau amina (lebih besar dari 200ºC). asam amino dapat membentuk ion yang bermuatan positif dan juga bermuatan negative (zwitterion) atau ion amfoter. treonin. 2. pada umumnya tidak larut dalam air. Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat disintesis didalam tubuh. Bila ditambahkan dengan basa. Asam amino . metionin. histidin. maka asam amino yang terbentuk : +H3N – CH – COOH R KLASIFIKASI ASAM AMINO Terdapat 2 jenis asam amino berdasarkan kemampuan tubuh dalam sintesisnya. 3. fenilalanin. Bersifat sebagai elektrolit. umumnya kurang larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik. dan arginin). maka asam amino akan terdapat dalam bentuk : H2N – CH – COO- R Dan bila ditambahkan asam ke dalam larutan asam amino. leusin. Dalam larutan kondisi netral (pH isoelektrik). Keadaan ion ini sangat tergantung pada pH larutan. isoleusin. yaitu asam amino esensial dan asam amino non esensial.

Yang mengandung cincin aromatic : Histidin. Alanin. . . FUNGSI BIOLOGIS ASAM AMINO . Tirosin. Valin. Leusin. Asam glutamate.Asam imino : Prolin.Dengan rantai samping yang mengandung gugus basa (gugus R bermuatan positif): Arginin. Treonin. Triptofan. Glutamin. Berdasarkan kelarutan didalam air dibagi atas asam amino hidrofobik dan hidrofilik (klasifikasi dapat dilihat pada bagian struktur asam amino).Dengan rantai samping yang mengandung gugus asam atau amidanya(gugus R bermuatan negative) : Asam aspartat. Isoleusin.Dengan rantai samping yang mengandung gugus hidroksil (OH).Dengan rantai samping yang mengandung atom sulfur (asam amino polar) : Sistein dan metionin. Histidin . Fenilalanin. Klasifikasi asam amino dapat dilakukan berdasarkan rantai samping (gugus –R) dan sifat kelarutannya didalam air.Dengan rantai samping alifatik (asam amino non polar) : Glisin. . Berdasarkan rantai sampingnya dapat diklasifikasikan sebagai berikut : . Aspargin. . (asam amino polar) : Serin.non esensial adalah asam amino yang dapat disintesis didalam tubuh melalui perombakan senyawa lain. lisin. Tirosin. .

Menyebabkan retardasi mental. manifestasi neurologic. karena adanya cacat pada enzim α -keto dekarboksilase. Dapat menyebabkan gangguan susunan saraf pusat. hormon. dan asam nukleat). 3. pigmentasi ringan. 2. AMINOASIDURIA . Kesemuanya dapat dicegah dengan restriksi awal diet fenilalanin. ikan gabus dan produk susu. PENYAKIT YANG BERKAITAN DENGAN METABOLISME ASAM AMINO 1. —Pengikat ion logam penting yang diperlukan dalam reaksi enzimatik (kofaktor). FENILKETONURIA Adalah kelainan metabolism sejak lahir yang ditandai dengan ketidakmampuan mengubah fenilalanin menjadi tirosin. SUMBER-SUMBER ASAM AMINO Asam amino dapat diperoleh melalui asupan makanan seperti pada kacangkacangan(misalnya kedelai). valin dan isoleusin. sehingga menyebabkan akumulasi fenilalanin dan hasil metaboliknya didalam tubuh. termasuk enzim.—Penyusun protein. MAPLE SYRUP URINE DISEASE Terjadinya akumulasi asam keto dari leusin. — Kerangka dasar sejumlah senyawa penting dalam metabolisme (terutama vitamin. eczema dan bau kesturi.

Robert K. BIOKIMIA HARPER.. Jakarta. Murray. et all. DAFTAR PUSTAKA 1.Penyakit yang timbul akibat gangguan pada transportasi asam amino tertentu ke dalam sel. ECG. 2002. Karena defek pada transportasi ini secara khas mengakibatkan eksresi satu atau lebih asam amino dalam jumlah yang meningkat. .