Nama : Abdullah Musyafa’ Nim : C51208001 Kelas : AS-E A. Pemeriksaan Perkara Pidana dengan Acara Singkat 1.

Berdasarkan pasal 203 KUHAP maka yang diartikan dengan perkara acara singkat adalah perkara pidana yang menurut Penuntut Umum pembuktian serta penerapan hukumnya mudah dan sifatnya sederhana. 2. Pengajuan perkara pidana dengan acara singkat oleh Penuntut Umum dapat dilakukan pada hari-hari persidangan tertentu yang ditetapkan oleh Ketua pengadilan Negeri yang bersangkutan. 3. Pada hari yang telah ditetapkan tersebut penuntut umum langsung membawa dan melimpahkan perkara singkat kemuka Pengadilan. 4. Ketua Pengadilan Negeri sebelum menentukan hari persidangan dengan acara singkat, sebaiknya mengadakan koordinasi dengan Kepala Kejaksaan Negeri setempat dan supaya berkas perkara dengan acara singkat diajukan tiga hari sebelum hari persidangan. 5. Penunjukan Majelis/ Hakim dan hari persidangan disesuaikan dengan keadaan di daerah masing-masing. 6. Pengembalian berkas perkara kepada kejaksaan atas alasan formal atau berkas perkara tidak lengkap. 7. Pengembalian berkas perkara dilakukan sebelum perkara diregister. 8. Cara pengembalian kepada kejaksaan dilakukan secara langsung pada saat sidang di pengadilan tanpa prosedur adminstrasi. 9. Dalam acara singkat, setelah sidang dibuka oleh Ketua Majelis serta menanyakan identitas terdakwa kemudian Penuntut Umum diperintahkan untuk menguraikan tindak pidana yang didakwakan secara lisan, dan hal tersebut dicatat dalam Berita Acara Sidang sebagai pengganti surat dakwaan (pasal 203 ayat 3 KUHAP). 10. Tentang pendaftaran perkara pidana dengan acara singkat, didaftar di Panitera Muda Pidana setelah Hakim memulai pemeriksaan perkara. 11. Apabila pada hari persidangan yang ditentukan terdakwa dan atau

Untuk kepentingan persidangan Hakim menunda persidangan paling lama 7 hari. 20. 22. Putusan perkara pidana singkat tidak dibuat secara khusus tetapi dicatat dalam Berita Acara Sidang. Pemeriksaan tambahan dilakukan dalam waktu paling lama 14 hari. sebaiknya dengan buku pengantar (ekspedisi). 12. 21. Hakim dalam sidang dapat memerintahkan kepada penuntut umum mengadakan pemeriksaan pemeriksaan penyidikan tambahan jika hakim untuk menyempurnakan pemeriksaan berpendapat penyidikan masih kurang lengkap.jawab atas ketepatan batas waktu minutasi. Pemeriksaan dialihkan ke pemeriksaan acara cepat dengan tata cara sesuai Pasal 203 ayat (3) huruf b KUHAP. Pemeriksaan Acara Cepat . sejak penyidik menerima surat penetapan pemeriksaan tambahan. 14.saksi-saksi tidak hadir. dan tidak menggunakan tip ex jika terdapat kesalahan tulisan diperbaiki dengan renvoi. maka hakim segera mengeluarkan penetapan yang memerintahkan supaya perkara diajukan dengan acara biasa. tidak kotor. B. BAP dibuat dengan rapi. berkas perkara sudah diminutasi. 13. 18. 17. Perintah pemeriksaan tambahan dituangkan dalam surat penetapan. 16. Hakim memberikan surat yang memuat amar putusan kepada terdakwa atau penasihat hukumnya dan penuntut umum. 19. Ketua Majelis Hakim/ Hakim yang ditunjuk bertanggung. maka berkas dikembalikan kepada Penuntut Umum secara langsung tanpa penetapan. 15. Paling lambat sebulan setelah pembacaan putusan. Jika hakim belum menerima hasil pemeriksaan tambahan dalam waktu tersebut.

hal ini merupakan pengecualian dari ketentuan dalam pasal 205 ayat (1).Tindak pidana yang ancaman pidananya paling lama 3 bulan penjara atau kurungan.Pemeriksaan dengan acara cepat diatur dalam bagian keenam Bab XVI KUHAP.00. Ketentuan tentang acara pemeriksaan biasa berlaku pula pada pemeriksaan cepat dengan kekecualian tertentu. hal ini berdasarkan pasal 210 KUHAP yang menyatakan bahwa ketentuan dalam Bagian kesatu. 7. untuk menentukan suatu tindak pidana diperiksa dengan acara ringan bertitik tolak dari ancaman tindak pidana yang didakwakan. atau denda sebanyak – banyaknya Rp. termasuk perkara pelanggaran tertentu terhadap peraturan perundang – undangan lalu lintas. Jadi. Penghinaan ringan tetap termasuk ke dalam kelompok perkara yang diperiksa dengan acara pidana ringan. dan Bagian ketiga ini ( bab 16) tetap berlaku sepanjang peraturan itu tidak bertentangan dengan paragraf ini.500. 1. Hal ini dapat dilihat dalam Penjelasan pasal 205 ayat (1) yang menyebutkan. melainkan hanya menentukan patokan dari segi ancamannya. dan . Tindak Pidana ringan ikut digolongkan perkara yang diperiksa dengan acara pidana ringan karena sifatnya ringan sekalipun ancaman pidana paling empat bulan. Acara Pemeriksaan Tindak Pidana Ringan Undang-undang tidak menjelaskan mengenai tindak pidana yang termasuk dalam pemeriksaan secara ringan. Bagian kedua. Istilah yang dipakai HIR ialah PERKARA ROL.Penghinaan ringan yang dirumuskan dalam pasal 315 KUHP2 Ancaman hukuman penghinaan ringan yang dirumuskan dalam pasal 315 KUHP adalah paling lama 4 bulan. Namun. Pemeriksaan cepat terbagi dalam dua paragraph : • Acara pemeriksaan tindak pidana ringan. Tata Cara Pemeriksaan Tindak Pidana Ringan Pada pemeriksaan tindak pidana ringan Penyidik langsung menghadapkan . termasuk delik yang diancam dengan pidana penjara atau kurungan paling lama tiga bulan dan atau denda sebanyak-banyaknya tujuh ribu lima ratus dan penghinaan ringan • Acara pemeriksaan pelanggaran lalu lintas jalan. Adapun ancaman pidana yang menjadi ukuran acara pemeriksaan tindak pidana ringan diatur dalam pasal 205 ayat (1) yakni : .

namun kehadirannya tidak mempunyai arti apa-apa. tidak mengurangi nilai atas kuasa tersebut. Namun hal ini tidak mengurangi hak penuntut umum untuk menghadiri pemeriksaan sidang. Pemeriksaan Perkara Pelanggaran Lalu Lintas Jalan Acara pemeriksaan ini diatur dalam paragraf 2 bagian keenam Bab XVI. dan untuk seterusnya penuntut umum yang berwenang melimpahkan ke pengadilan dalam kedudukannya sebagai aparat penuntut. Walaupun keduanya diatur dalam bagian yang sama. Dengan adanya pasal 205 ayat (2) KUHAP. sehingga dapat dikatakan acara ini merupakan lanjutan dari acara tindak pidana ringan. Penyidik mengambil alih wewenang penuntut umum. Pelimpahan yang demikian merupakan penyimpangan dari ketentuan umum yang mengharuskan penyidik melimpahkan hasil pemeriksaan penyidikan kepada penuntut umum. berdasar penjelasan pasal 205 ayat (2) alinea 2. dengan demikian penyidik dalam hal ini bertindak atas kuasa undang-undang dan tidak memerlukan surat kuasa khusus lagi dari penuntut umum. Dengan kata lain. namun terdapat ciri dan perbedaan diantara keduanya dalam pada acara pemeriksaan pelanggaran lalu lintas jalan yakni jenis perkara yang diperiksa tertentu.terdakwa beserta barang bukti. yakni khusus pelanggaran lalu lintas jalan. prosedur ketentuan umum ini dikesampingkan dalam perkara pemeriksaan tindak pidana ringan. Pelimpahan ini adalah Demi Hukum. saksi. atau wewenang penuntut sebagai aparat penuntut umum dilimpahkan undang-undang kepada penyidik. Berdasarkan pasal 211 KUHAP. Dengan kata lain. 2. dan atau juru bahasa ke pengadilan atas kuasa penuntut umum. dan terhadap putusan itu terdakwa dapat melakukan perlawanan dalam tenggang waktu 7 hari sesudah putusan diberitahukan secara sah kepada terdakwa. tidak ada larangan oleh undang-undang penuntut umum menghadiri proses pemeriksaan. ahli. dalam hal penuntut umum hadir. Oleh karena itu pelimpahan ini berdasar ketentuan undang-undang. yang diperiksa menurut acara . seperti pengunjung biasa tanpa wewenang apapun mencampuri jalannya pemeriksaan. yang ditegaskan dalam penjelasan pasal 205 ayat (2) alinea 1 yang dimaksud dengan atas kuasa dari penuntut umum kepada penyidik adalah demi hukum. putusan dapat dijatuhkan di luar hadirnya terdakwa. terdakwa dapat diwakili.

bisa merupakan model formulir yang sudah disiapkan demikian oleh penyidik. pengembalian barang sitaan baru dilakukan setelah terpidana .pemeriksaan ini ialah perkara tertentu terhadap peraturan perundang-undangan lalu lintas jalan. yaitu: 1. Terdakwa dapat menunjuk seseorang yang mewakilinya 3. penyidik tidak perlu membuat berita acara pemeriksaan. Jika dalam pemeriksaan perkara dengan acara ringan. Penunjukan wakil dengan surat. Mengenai pengembalian benda sitaan dalam acara pelanggaran lalu lintas jalan. dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Adapun proses pemeriksaan dan pemanggilan menghadap persidangan pengadilan. Ada beberapa hal yang terkandung dalam pasal 213 yang memperbolehkan terdakwa diwakili menghadap dan menghadiri sidang: 1. jam. terdakwa dapat menunjuk seseorang untuk mewakilinya menghadap pemeriksaan sidang pengadilan. Dengan ketentuan. Terdapat suatu quasi yang bercorak perdata dalam pemeriksaan perkara pidana. tempat sidang pengadilan yang akan dihadiri terdakwa tanpa adanya hal-hal diatas maka pemberitahuan itu tidak sah. 2.memenuhi isi amar putusan. Pengembalian barang bukti segera dilakukan setelah putusan dijatuhkan 2. perwakilan menghadapi pemeriksaan sidang pengadilan. di atur dalam pasal 215 KUHAP. hanya dijumpai dalam pemeriksaan yang bercorak keperdataan. Maka Perkara lalu lintas jalan adalah perkara tertentu terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan lalu lintas jalan. Berdasarkan pasal 213 KUHAP. karena menurut tata hukum dan ilmu hukum umum. Dibuat berupa catatan. penyidik membuat berita acara sekalipun berupa berita acara ringkas dalam perkara pelanggaran lalu lintas jalan. Ketentuan ini seolah-olah memperlihatkan corak pelanggaran lalu lintas jalan sama dengan proses pemeriksaan perkara perdata. b) Sekaligus dalam catatan itu berisi pemberitahuan hari. tanggal. Dalam formulir catatan itu penyidik memuat : a) Pelanggaran lalu lintas yang didakwakan kepada terdakwa. Undang-undang tidak mewajibkan terdakwa menghadap in person di sidang pengadilan 2. selama belum memenuhi amar putusan .

pelunasan harus dilakukan pada saat putusan diucapkan. Bisa juga orang yang dianggap paling berhak ialah pemegang terakhirn atau orang terakhir menguasai benda tersebut. . 2. Apabila terdakwa atas kuasanya tidak hadir pada waktu putusan diucapkan pelunasan dilakukan pada saat jaksa memberitahukan putusan kepada terpidana. Pengembalian benda sitaan dilakukan tanpa syarat. 4. Catatan putusan yang yang dijatuhkan itulah yang disebut surat amar putusan. Mahkamah Agung memberi petunjuk tentang pengertian perkataan harus segera dilunasi : 1. Dapat juga ditafsirkan. 2. Adapun bentuk putusan lalu lintas jalan adalah : 1. Apabila terdakwa atas kuasanya hadir pada waktu putusan diucapkan. 3.maka benda tersebut masih ditahan di pengadilan. 6. Dengan SEMA No. yang paling berhak adalah orang dari siapa benda itu disita. Yang dianggap paling berhak menerima pengembalian benda sitaan ialah pemilik yang sebenarnya. Panitera mencatat isi amar putusan ke dalam register. 5. 3. 22 tahun 1983. Berupa catatan yang dibuat hakim pada catatan atau formulir pemeriksaan yang disampaikan penyidik kepada pengadilan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful