JUDUL PENELITIAN Studi awal dalam persiapan “Pengembangan Model Pembelajaran aktif, mandiri dan inovatif” sebagai upaya

peningkatan mutu pendidikan perawat agar mampu berkontribusi dalam meningkatkan status kesehatan

CONTOH PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI XXXX PROGRAM PASCASARJANA RANCANGAN TESIS Diajukan oleh : Nama : XXXX NIM : XXXX Program Studi : Pendidikan Matematika A. Judul COOPERATIVE LEARNING DAN ANALISIS SIKAP DALAM UPAYA MENGURANGI TINGKAT KENAKALAN SISWA SMK SEBAGAI SARANA PENINGKATAN KUALITAS LULUSAN SMK (STUDI KASUS SISWA JURUSAN TEKNIK BANGUNAN SMK DI XXXX) B. Pendahuluan Berdasarkan informasi dari beberapa guru SMK di Semarang mengatakan bahwa sebagian besar siswa SMK sangat sulit dikendalikan dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Siswa banyak yang bertindak sekeinginan hatinya. Kenyataan yang terjadi saat ini, ada guru yang sama sekali tidak dihiraukan oleh siswanya sendiri. Guru telah mencoba untuk mengatasinya, tetapi masih saja guru belum berhasil untuk memecahkan masalah tersebut. Berdasarkan hasil diskusi antara guru kelas dan dosen, sampailah pada suatu intuisi bahwa pada umumnya dalam belajar, siswa menginginkan sebuah suasana yang harmonis dan menyenangkan. Tetapi permasalahan tidak berhenti pada hal itu saja. Konsep menyenangkan antara guru dan siswa SMK sangatlah berbeda dan sangat sulit untuk dapat dipertemukan kedua konsep tersebut sehingga permasalahan tersebut tetap saja berlangsung sampai dengan saat ini. Dengan permasalahan tersebut, yang terjadi saat ini adalah rendahnya hubungan antar personal guru dengan siswa SMK. Guru hanya mementingkan tugas mengajar tanpa mengikutsertakan tugas membimbingnya. Dan siswa pun akhirnya menjadi acuh tak

Selain itu juga perlu dilakukan sebuah penelitian yang mengukur sikap siswa dan guru dalam pembelajaran. a. yaitu hasil belajar akademik. Adanya permasalahan tersebut dapat diduga bahwa akhirnya pembelajaran menjadi kurang bermakna bagi siswa. C. Metode pembelajaran yang bagaimanakah yang dapat digunakan untuk meningkatkan minat siswa SMK dalam proses pembelajaran dalam kelas? c. Rumusan Masalah Permasalahan yang telah diuraikan dalam pendahuluan dapat dirumuskan sebagai berikut. Sudah menjadi rahasia umum bahwa siswa SMK mudah untuk melakukan tawuran. Untuk memecahkan masalah kedua akan digunakan strategi pembelajaran kooperatif. Pemecahan Masalah Untuk memecahkan masalah yang telah dirumuskan akan dilakukan kegiatan sebagai berikut. Selanjutnya permasalahan yang ada diuraikan dalam pertanyaan sebagai berikut. Untuk memecahkan masalah ketiga peneliti akan menggunakan analisis sikap guru dan siswa. Hal ini juga sesuai dengan penelitian Outhred & Michelmore dalam Silberman (2001) bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menerapkan konsep untuk memecahkan masalah yang terkait dengan kehidupan seharihari. Untuk memecahkan masalah pertama dilakukan dengan mengadakan diskusi antar pihak yang terkait di luar siswa yang bersangkutan. . Tanpa ikatan yang kuat dari sekolah bukan hal yang mustahil jika setiap hari terjadi perkelahian di sebuah SMK. Bagaimanakah hubungan guru dan siswa SMK yang seharusnya? D. Mereka hanya secara formalitas bersekolah hanya untuk mendapat uang saku. Untuk mengatasi permasalahan yang diuraikan tersebut perlu adanya suatu penelitian yang menerapkan suatu strategi pembelajaran tertentu yang dapat meningkatkan ketertarikan siswa pada materi pelajaran. penerimaan terhadap keragaman dan pengembangan keterampilan sosial. Selain itu dilakukan penelitian kualitatif yang menganalisis sikap siswa dan hubungannya dengan guru di kelas. Penelitian ini difokuskan kepada siswa dan guru SMK jurusan teknik bangunan. Sikap seperti inilah yang kemudian dilampiaskan kepada tawuran dan hal-hal negatif lain. Dengan analisis sikap ini nantinya akan dapat dirumuskan solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.acuh. Bagaimanakah cara untuk mengurangi tingkat kenakalan siswa SMK? Bagaimanakah cara meningkatkan minat siswa SMK untuk belajar? Untuk menjawab permasalahan tersebut akan di jawab melalui penelitian dengan berdasarkan pada refleksi awal (keadaan sebelum penelitian dilakukan). Bagaimanakah cara untuk mengurangi tingkat kenakalan siswa SMK? b. dan akhirnya orientasi mereka bersekolah pun menjadi lain. di mana dalam metode ini dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting. kemudian dirumuskan pemecahannya. sehinga proses pendidikan yang terjadi di sekolah menjadi sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan yang diberikan selama sekolah seakan-akan menjadi sia-sia. Guru dan siswa diberikan angket untuk mengetahui sejauhmana sikap guru terhadap siswa dan sebaliknya sejauhmana sikap siswa terhadap guru kelasnya.

maka judul telah ditentukan secara deduktif dan menggambarkan masalah yang akan diteliti. Kalaupun sudah ada penelitian lain.. terlalu abstrak atau mungkin puitis. pada dasarnya dapat dilakukan dengan dua cara: (1) jika penelitian itu bersifat kualitatif. Demikian juga judul penelitian juga jangan bersifat simbolik. judul penelitian sebaiknya sudah mengambarkan apa yang telah diteliti.... atau pola relasi kekuasaan antara Kyai dan Jawara. Judul yang terlalu luas.. Ketiga. Misalnya judul “Masjid dan Pasar”. sebaiknya judul dibuat dengan kalimat ganda.E.. Secara umum.. Dalam penetapan judul. Kalimat pertama bersifat umum yang kemudian diikuti dengan ungkapan yang menunjukkan fokus persoalan yang dikaji.. dan aktual secara akademik dan secara praktis.. diungkapkan dalam kalimat yang simpel.. di samping terlalu simplistik . menarik. Mulai dari luasan teorisasi yang akan ditemukan.... Machfudz. topik yang diteliti mengandung masalah yang tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit.. misalnya... Pemilihan Topik atau Judul Penelitian Pemilihan topik atau lebih konkritnya judul.. Pembelajaran Kooperatif Dalam strategi pembelajaran perlu dikembangkan suatu strategi pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar aktif . judul harus dapat menunjukkan problematik yang terkandung di dalam tema yang akan diteliti. belum banyak diteliti orang lain.... Apapun proses penetapan judul yang dilakukan (induktif atau deduktif). akan menggambarkan tingkat kedalaman dan cakupan dari sebuah penelitian yang akan dibahas... (2) jika penelitian itu bersifat kuantitatif...dst...... kriteria judul yang baik adalah: Pertama.. Belajar aktif meliputi . tetapi mampu menunjukkan dengan jelas independent variable dan dependent variable-nya.. Keempat........ harus dihindari ungkapan/kalimat yang mengesankan bersifat snob/bombastis... Kelima. studi ini mengambil sisi lain.. Kedua...... yang selama ini tidak memperoleh perhatian. sisi tertentu.. Karena itu biasanya ada beberapa kriteria minimal yang harus dipenuhi sebagai sebuah pemilihan tema atau judul dalam karya ilmiah: Menurut Anas S. maka hendaknya judul jangan terlalu luas cakupannya atau sebaliknya terlalu sempit. Lebih baik kalau topik yang diajukan lebih spesifik.. Dalam kaitan ini..... judul bisa dirumuskan dari perasan hasil temuan yang telah ada. tetapi judul semacam ini... Tinjauan Pustaka 1.... bahkan merupakan gambaran mutu tulisan yang akan digarap... Bagi pembaca judul akan dianggap mewakili bobot sebuah hasil penelitian yang akan ditulis. “Tasbih dan Golok” mungkin maksudnya dialektika antara moralitas dan sistem perdagangan bebas.... “Pengaruh Islam dalam Pembinaan Moral Bangsa di Indonesia”.

yang lebih penting adalah apakah judul telah mencerminkan masalah yang membutuhkan penelitian. Kedua. memikat. menjanjikan tema-tema aktual dalam bidangnya. Makassar”. Judul semacam ini di samping terlalu sempit cakupannya. informatif. Jadi. tetapi sikap dan keterampilan agar mendorong . Sehingga dengan demikian setiap warga negara mampu mengembangkan diri sebagai manusia seutuhnya. dan disampaikan dalam bahasa yang jernih. di luar memperlihatkan korelasi antara variable secara jelas. masyarakat dan orang tua. misalnya meskipun kajian seperti ini masih juga ada gunanya tetapi bobot kebutuhan informasi yang dijanjikan kurang memuat tema itu menantang atau urgen. judul yang dipilih hendaknya memiliki signifikansi sebagai karya ilmiah: baik dilihat dari segi kebutuhan akademis (menjanjikan temuan teoritis) maupun dari segi praktis (sebagai problem solving). juga. Judul yang terlalu sempit seperti “Pengaruh Profesionalisme Guru terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas Satu A Aliyah Negeri. Judul yang baik. Jangan sampai sebuah penelitian kurang memberikan janji atas kontribusi baik dalam wacana pemikiran ataupun deskripsi empiris yang membutuhkan verifikasi kajian sejarah misalnya. mencerminkan arah penelitian yang akan dilakukan. Tanpa penelitian pun sudah diketahui bahwa profesionalitas guru akan memiliki pengaruh atas hasil belajar siswa. sumber: http://ridhayamin94. di luar harus diperhatikan skopenya. Pelaksanaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa ini bisa terlaksana dengan adanya tanggung jawab bersama antara guru. Pembinaan tenaga guru bukan hanya diperioritaskan tentang pengetahun yang akan diberikan atau diajarkan kepada siswanya.juga terlalu luas.com Contoh Pendahuluan Skripsi Motivasi Pendidikan Posted on 10 Juni 2009 by Hadi Muttaqin Hasyim Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa pada SLTP xxxxx Pembagunan Nasional dibidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia dalam mewujudkan masyarakat yang maju. dalam pembuatan judul. judul harus singkat. Judul disertasi: “Haji Indonesia Suatu Kajian Sejarah Tentang Perjalanan dan Pengaruhnya pada Abad Pertengahan Pertama Abad XX”. juga tidak problematik sebagai bahan penelitian. Dalam pasal 4 Undang-undang No.dagdigdug. 2 tahun 1989 tentang pendidikan nasional tercantum bahwa: “Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan Indonesia seutuhnya”. adil dan makmur. Dengan kata lain.

Dari pengertian tersebut dapat dikembangkan meliputi dua hal yang sangat esensial sifatnya yaitu mengetahui apa yang akan dipelajari dan memahami mengapa hal tersbut dapat dipelajari. sebab tanpa adanya dorongan maka akan kecendrungan tidak berhasil seseorang dalam proses belajarnya. Dari kutipan tersebut dapat diperjelas bagi kita betapa pentingnya motivasi belajar tersebut harus dibangkitkan oleh orang tua dan guru dalam proses belajar mengajar.para siswa untuk belajar juga sangut diutamakan. Berdasarkan permasalahn tersebut di atas. pengadaan buku dan alat pelajaran. maka perlu dilakukan penelitian dengan judul: “” ontoh Proposal Skripsi Pendidikan Matematika : Pendekatan Keterampilan Proses Ditulis pada 20 February 2011 PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan yang ada dalam dunia pendidikan formal bertambah dari tahun ke tahun. Sebab tanpa adanya sikap yang terpuji dan keterampilan mendidik atau mengajar yang baik sehingga akan membawa anak didik menjadi manusia sebagai mana yang diinginkan. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi bangsa indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan formal pada setiap jenjang pendidikan. Hal ini sesuai Winkel (1984:27) bahwa ” Motivasi balajar adalah keseluruhan daya penggerak belajar dan yang membagikan arah pada kegiatan belajar itu sendiri maka tujuan yang dikehendaki oleh siswa tercapai”. Namun demikian berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang berarti. antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kompetensi guru. tapi setelah kita amati ke kelas-kelas ternyata masih banyak siswa yang kurang bersemangat dalam belajar. Usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. disamping itu banyak pula kemungkinan para siswa kurang terdorong untuk mempelajari sesuatu ilmu yang diajarkan oleh gurunya. dengan demikian tidak tercapailah sutu proses pengajararan yang baik. . Keinginan atau dorongan untuk belajar ini sering di istilah dengan motivasi belajar. perbaikan sarana dan prasarana pendidikan dan peningkatan mutu manajemen sekolah. Berpihak pada dua dorongan hal itulah dijadikan permukaan yang sangat baik untuk kegiatan belajar seseorang.

pendekatan. Pendekatan tradisional tersebut belum mampu mengembangkan kemampuan kognitif (penalaran). Kegiatan belajar mengajar sangat ditentukan oleh kerjasama antara guru dan siswa. dan media yang tepat dalam penyajian materi pelajaran. Olehnya itu diperlukan kreatifitas dan gagasan yang baru untuk mengembangkan cara penyajian materi pelajaran di sekolah. perbaikan sarana dan prasarana pendidikan lainnya dipenuhi maka mutu pendidikan secara otomatis akan terjadi. kondisi pembelajaran seperti yang digambarkan di atas masih sering terjadi. Selain itu guru sebagai pemberi informasi cenderung mendominasi kegiatan pembelajaran di kelas sehingga tidak terjadi hubungan timbal balik antar guru dan siswa yang berimplikasi terhadap kualitas pembelajaran dalam proses belajar mengajar matematika. salah satunya yaitu pendekatan yang digunakan di dalam kelas belum mampu menciptakan kondisi optimal bagi berlangsungnya pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi penulis di kelas IX SMP Negeri 1 Bone-Bone. Akibatnya penguasaan terhadap konsep-konsep matematika siswa menjadi sangat kurang. Selama ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan input-output analisis. dan psikomotorik (keterampilan) seperti yang digariskan dalam GBPP. Siswa masih kurang aktif dalam proses belajar mengajar. pengadaan buku dan alat pelajaran. Dalam kenyataan mutu pendidikan yang diharapkan tidak terjadi. Oleh karena itu perlu diamati dengan penerapan langsung di lapangan. Guru dituntut untuk mampu menyajikan materi pelajaran dengan optimum. Namun kenyataan menunjukkan bahwa sampai saat ini masih banyak guru yang menggunakan pendekatan tradisional dalam pembelajaran matematika sehingga siswa belum terarahkan untuk memahami sendiri konsep-konsep matematika yang sedang dipelajari.Banyak pihak yang mempertanyakan apa yang salah dalam penyelenggaraan pendidikan kita ? dari berbagai pengamatan dan analisis data ada banyak faktor yang menybabkan mutu pendidikan tidak mengalami peningkatan yang bermakna. Dari uraian di atas. Dengan demikian siswa hanya cenderung menghafalkan konsep-konsep matematika yang dipelajarinya tanpa memahami dengan benar. maka salah satu upaya yang dianggap dapat memecahkan masalah tersebut adalah dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses sebagai satu strategi yang diharapkan melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran matematika. Untuk menyelidiki hal tersebut peneliti mencoba mengadakan penelitian dengan judul “Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Pendekatan Keterampilan Proses Pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Bone-Bone”. Proses pendidikan tidak terlepas dari kegiatan belajar mengajar di kelas. Identifikasi Masalah . Kreativitas yang dimaksud adalah kemampuan seorang guru dalam memilih metode. hal ini mengakibatkan hasil belajar matematika siswa tergolong rendah. afektif (sikap). yaitu pendekatan yang menganggap bahwa apabila input pendidikan seperti pelatihan guru. Mengapa? karena selama ini pendekatan terlalu memusatkan pada input pendidikan dan kurang memperhatikan proses pendidikan padahal proses pendidikan sangat menentukan output pendidikan.

dan psikomotorik (keterampilan) seperti yang digariskan dalam GBPP. Meningkatkan aktifitas keterampilan proses melalui pendekatan keterampilan proses siswa kelas IX SMP Negeri 1 Bone-Bone. Khususnya guru matematika sebagai bahan pertimbangan dalam mengelola dan merancang proses belajar mengajar. Dapat menjadi motivator bagi mahasiswa lain untuk mengembangkan peneliti lebih lias sehingga dapat bermanfaat bagi pengembangan pembelajaran matematika di sekolah. Pendekatan keterampilan proses dapat diartikan sebagai suatu pendekatan belajar yang memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses menemukan konsep-konsep atau prinsip-prinsip matematika yang dipelajari. Pendekatan tersebut hanya mengembangkan kemampuan siswa untuk menghafal konsep matematika. afektif (sikap). Guru. Meningkatkan hasil belajar matematika keterampilan proses melalui pendekatan keterampilan proses siswa kelas IX SMP Negeri 1 Bone-Bone. Mahasiswa. Hal ini mengakibatkan penguasaan siswa terhadap konsep-konsep matematika yang dipelajarinya menjadi kurang. . 4. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas akan fakta dilapangan terutama yang berkaitan dengan penerapan strategi belajar mengajar yang menggunakan pendekatan keterampilan proses. belum mampu mengembangkan kemampuan kognitif (penalaran). Dengan demikian siswa hanya cenderung menghafalkan konsep-konsep matematika yang dipelajarinya tanpa memahami dengan benar. Oleh karena itu diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih sesuai yaitu pendekatan keterampilan proses. Peneliti. 2. 3. Sebagai bahan masukan bagi siswa untuk mengevaluasi diri dan memberikan kesempatan berkembangnya keterampilan memproseskan perolehan belajarnya. sehingga siswa belum terarahkan untuk memahami sendiri konsep-konsep matematika yang sedang dipelajari.Masih banyak guru yang menggunakan pendekatan tradisional dalam pembelajaran matematika. 2. Siswa. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas maka permasalahan yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar matematika siswa kelas IX SMP Negeri 1 Bone-Bone dapat ditingkatkan melalui pembelajaran matematika dengan pendekatan keterampilan proses ? Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan tujuan : 1. 1. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat begi : 1. A.

Seseorang akan mampu mempelajari matematika yang baru apabila didasarkan kepada pengetahuan yang telah dipelajari. Memiliki objek abstrak. Simbolisasi ini memungkinkan adanya komunikasi dan mampu memberikan keterangan untuk menyatakan suatu konsep baru. Pengajaran yang lalu akan mempengaruhi proses belajar materi matematika berikutnya yang tersusun secara heirarkis. sehingga terjadi pengetahuan dan keterampilan. maka matematika memerlukan kemampuan memanipulasi aturan-aturan dengan operasi yang disepakati. Dalam matematika obyek dasar yang dipelajari adalah abstrak. hubungan dan simbol. Dalam belajar matematika harus bertahap dan berurutan secara sistematis serta harus didasarkan pada pengalaman belajar sebelumnya. @ Karakteristik Matematika Setelah menralami tentang definisi. Kemudian menerapkan pada situasi lain. . Matematika tidak hanya berhubungan dengan bilangan-bilangan serta operasinya melainkan juga unsur ruang sebagai sasarannya. Matematika memiliki peran deduktif yang berkenaan dengan ide-ide yang abstrak dan simbol-simbol yang tersusun secara hierarkis serta aksiomatik. Hudoyo (1990:4) berpendapat bahwa matematika berkenaan dengan ide-ide atau konsepkonsep abstrak yang tersusun secara hierarki dari penalaran deduktif. Matematika tersusun secara hierarkis dan saling berkaitan erat satu sama lain.KAJIAN TEORETIK DAN HIPOTESIS TINDAKAN Kajian Teoretik Hakekat Matematika @ Definisi matematika Sampai sekarang ini belim ada kesepakatan yang bulat diantara para matematikawan tentang definisi matematika. tetapi bersifat abstrak. konsep. Penelaahan struktur-struktur sangat diperlukan untuk manyatakan suatu konsep dalam matematika harus dilakukan lebih dahulu sebelum pemanipulasian simbol-simbol. Sasaran penelahan matematika tidak bersifat konkrit. maka dapat terlihat adanya ciri-ciri khusus atau karakteristik yang dapat merangkum pengetian secara umum. operasi ataupun relasi dan prinsip. Beberapa karakteristik itu adalah : 1. sering juga disebut obyek mental. Matematika sebagai ilmu tentang struktur memerlukan penggunaan simbol-simbol dan hubungan. sehingga dalam belajar matematika memerlukan sesuatu aktifitas mental untuk memahami arti berbagai struktur. Dari obyek dasar itulah dapat disusun suatu pola dan struktur matematika. Obyek-obyek itu meliputi obyek pikiran yang meliputi fakta-fakta.

5. Karena itu. sebagai hasil pengamatan individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya ”. Pengertian Belajar dan Belajar Matematika @ Pengertian belajar Belajar merupakan kegiatan bagi setiap orang. 4. menunjukkan dengan jelas bahwa dalam menggunakan matematika diperlukan kejelasan dalam lingkup apa model itu dipakai. baik berupa huruf ataupun bukan huruf. Dalam matematika kesepakatan yang amat mendasar adalah aksioma dan prinsip primitif. Adanya sistem yang mempunyai kaitan satu sama lain. Lingkup pembicaraan itulah yang disebut semesta pembicaraan. tetapi ada juga sistem yang dapat dipandang terlepas satu sama lain. Aksioma diperlukan untuk menghindari kekeliruan dalam pendefinisian dimana konsep primitif itu tidak perlu didefenisikan. Uzer dalam Darmin (2003:6) mengemukakan bahwa “belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya”. kebiasaan. Ini dapat pula dikatakan bahwa dalam setiap sistem dan strukturnya tidak boleh terdapat kontradiksi. keterampilan. bila dapat diasumsikan dan diri orang itu terjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan suatu proses kegiatan yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku. Sedangkan Slameto (1991:2) mengemukakan bahwa : “Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. seseorang dikatakan belajar. Dalam matematika terdapat banyak sistem. Berpola pikir deduktif. Dari masing-masing sistem tersebut berlaku konsisten. Rankaian simbol-simbol dalam matematika dapat membentuk suatu model dalam matematika. Konsisten dalam sistemnya. kegemaran dan sikap seseorang terbentuk. Memperhatikan semesta pembicaraan. 6. Makna huruf dan tanda dalam model itu bergantung dari permasalahan yang mengakibatkan terbentuknya model tersebut. Memiliki simbol yang kosong dari arti. dimodifikasi dan berkembang disebabkan belajar. Pola pikir secara deduktif secara sederhana dapat dikatakan pemikiran yang pangkal dari hala bersifat umum diterapkan atau diarahkan kepada hal yang bersifat khusus. Benar atau salah ataupun ada tidaknya penyelesaian suatu model matematika sangat ditentukan oleh semesta pembicaranya. Dalam matematika terlihat banyak sekali simbol yang digunakan.2. . Kosongnya arti simbol maupun tanda dalam model-model matematika itu justru memungkinkan interfensi ke ralam berbagai ilmu pengetahuan. Pengetahuan. Dalam matematika sebagai ilmu hanya menerima pola pikir deduktif. Sehubungan dengan kosongnya pengertian tentang arti dari simbol-simbol dalam matematika di atas. Bertumpu pada kesepakatan. 3.

Dalam pembelajaran.Kemudian Sudjana (1997:25) memberikan pengertian bahwa : “Belajar adalah proses aktif. karena memang matematika dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang dan matematika itu sendiri dapat memasuki seluruh segi kehidupan manusia mulai dari yang paling sederhana sampai kepada yang lebih kompleks. mengamati. Dari beberapa defenisi belajar yang telah dikemukakan di atas maka peneliti berkesimpulan bahwa belajar itu adalah salah satu kegiatan atau aktifitas manusia yang merupakan proses usaha yang aktif untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat berupa proses melihat. Sedangkan belajar melalui atau aktifitas yang terarah dapat berupa mempertimbangkan dan menghubungkan dengan pengalaman masa lampau yang diaplikasikan dalam bentuk latihan. Sejalan dengan itu. baik melalui berbagai pengalaman maupun kegiatan aktifitas yang terarah. matematika harus secara bertahap. dan memahami sesuatu. Dari definisi-definisi tersebut setidaknya dapat memberi gambaran tentang pengertian matematika. ahli belajar modern mengemukakan dan merumuskan perbuatan belajar adalah sebagai suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan (Hamalik 1993 :10). susunan. dan memahami sesuatu ”. James dalam Suherman (2001:16) menyatakan bahwa : “Matematika adalah konsep ilmu tentang logika mengenai bentuk. Hal ini sejalan dengan pendapat Dienes dalam Muhkal (1999: 92) yang menyatakan bahwa “Belajar metematika melibatkan suatu struktur hierarki dari konsep-konsep tingkat lebih tinggi yang dibentuk atas dasar apa yang telah terbentuk sebelumnya”. dan penalaran”. mengamati. Semua definisi tersebut dapat diterima. besaran dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak yang terjadi ke dalam tiga bidang yaitu : aljabar. . Belajar adalah proses yang diarahkan kepada tujuan yang melalui berbagai pengalaman seperti proses melihat. berurutan serta berdasarkan kepada pengalaman yang telah ada sebelumnya. @ Belajar matematika Berkaitan dengan definisi matematika tersebut Ruseffendi (1998: 260) menyatakan bahwa “Matematika timbul karena pikiran-pikiran manusia yang berhubungan dengan ide. analisis. belajar adalah perubahan tingkah laku terhadap semua situasi yang ada disekitar individu. dan geometri”. proses. Masih banyak lagi definisi tentang matematika.

3. Keterampilan dan kebiasaan 2.Pendapat lain dikemukakan oleh Bruner dalam Hudoyo (1990 :48) yaitu “Belajar matematika adalah belajar tentang konsep-konsep dan struktur matematika yang terdapat dalam materi yang dipelajari serta mencari hubungan-hubungan antara konsep-konsep dan struktur-struktur matematika itu”. Pendapat lain dikemukakan Sudjana (1997 : 10) yaitu hasil belajar adalah kemampuankemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. yaitu : . 5. Informasi verbal Keterampilan intelektual Strategi kognitif Sikap Keterampilan motoris Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan. bahan tersebut dapat diajarkan menurut jenis hasil belajar yang ingin dicapai. Hasil Belajar Matematika Hasil belajar merupakan indikator keberhasilan yang dicapai siswa dalam usaha belajarnya. Sikap dan cita-cita Selanjutnya mengenai bahan yang telah ditetapkan dalam kurikulum. baik tujuan kurikulum maupun tujuan instruksional menggunakan klarifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom Dalam Sudjana (1997 : 13) yang secara garis besar dibagi menjadi tiga ranah. Sementara itu Sudjana membagi tiga macam hasil belajar yaitu : 1. Sedangkan Gagne dalam Sudjana (1997 : 12) membagi 5 kategori hasil belajar yaitu : 1. 4. Karena itu orang menjadi memahami dan menguasai hubungan-hubungan tersebut sehungga orang itu dapat menampilkan pemahaman dan penguasaan bahan pelajaran yang dipelajari”. Hudoyo (1990 : 139) memberikan batasan bahwa : “Hasil belajar adalah proses berpikir untuk menyusun hubungan-hubungan antara bagian-bagian informasi yang telah diperoleh sebagai pengertian-pengertian. Hasil belajar adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan tingkat keberhasilan yang dicapai seseorang setelah melalui proses belajar. 2. Pengetahuan dan pengertian 3. Dari beberapa pengertian belajar di atas dapat disimpulkan bahwa belajar dalam konteks matematika adalah suatu konsep aktif yang sengaja dilakukan untuk memperoleh pengetahuan baru yang memanipulasi simbol-simbol dalam struktur matematika sehingga terjadi perubahan tingkah laku.

menerapkan. kemampuan yang masih perlu dituntut untuk diwujudkan. Memberikan motivasi . Ranah afektif 3. Untuk lebih memperdalam konsep pengertiandan fakta yang dipelajari siswa karena hakekatnya siswa sendirilah yang mencari dan menemukan konsep tersebut . Dengan demikian. Hasil belajar matematika dapat diukur langsung dengan menggunakan tes hasil belajar Pendekatan Keterampilan Proses Didalam kurikulum 1984. hukum. Hal ini sejalan dengan tujuan pendekatan keterampilan proses itu sendiri yang meliputi : 1. Sementara itu proses belajar mengajar hendaknya selalu mengikutkan siswa secara aktif guna mengembangkan kemampuan-kemampuan siswa antara lain kemampuan mengamati. menggolongkan. mengaplikasikan konsep. anak akan mampu menemukan dan mengembangkan sikap dan nilan yang dituntut seluruh irama gerak atau tindakan dalam prosese balajar mengajar sejati menciptakan kondisi cara belajar siswa aktif. melalui pendekatan keterampilan proses itu diterapkan sentuhan untuk mengaktifkan anak didik belajar untuk mempelajari sesuatu mewujudkan suatu minat yang akhirnya mengarah kepada suatu keterlibatan yang dilandasi rasa tanggung jawab didalam menghadapi dan mangatasi masalah-masalah dalam belajar. Ranah psikomotorik Ketiga ranah tersebut menjadi objek penilaian hasil belajar. merencanakan. Pada dasarnya keterampilan fisik dan mental serta pengembangan keterampilan proses telah dimiliki pula oleh anak meskipun dalam wujud potensi atau kemampuan yang masih rendah. serta mengkomunikasikan hasil penemuannya.belajar kepada siswa karena dalam keterampilan proses siswa dipacu untuk senantiasa bepartisipasi aktif dalam belajar 2.1. meramalkan. teori dapat dirumuskan dan didefenisikan sendiri melalui proses yang dilakukannya. keterampilan proses didefinisikan sebagai suatu pendekatan mengajar yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar mengajar sehingga kesempatan untuk mengembangkan diri dan percaya diri dapat ditingkatkan. Dalam pendekatan seperti ini diharapkan konsep. menginterpretasikan. Ranah kognitif 2. dan mengkomonikasikannya. Pada petunjuk pelaksanaan prosese balajar mengajar dijelaskan pula bahwa yang dimaksud dengan keterampilan proses adalah keterampilan siswa untuk mengelola perolehan belajarnya yang didapat melalui proses belajar mengajar yang memberikan kesempatan lebih luas kepada siswa untuk mengamati. meramalkan. merencanakan dan melaksanakan penelitian. Suryo Subroto (1995 : 75) mengemukakan bahwa dengan mengembangkan keterampilanketerampilan memproseskan pendekatan belajar.

berdeklamasi. Untuk mengembangkan pengetahuan atau teori dengan kenyataan hidup dalam masyarakat sehingga antara teori dan kenyataan hidup akan serasi 4. grafik atau hitogram. mencicipi.3. mengecap Mengajukan Bertanya untuk menerimaBertanya mengapa. Sebagai persiapan dan latihan dalam menghadapi hidup didalam masyarakat sebab siswa telah dilatih untuk berpikir logis dalam memecahkan masalah 5. indera sebanyak mungkin indera. Pada dasarnya keterampilan proses ini dilaksanakan dengan menekankan pada begaimana siswa belajar. informasi secara sistematis. Keterampilan proses dan ciri-cirinya oleh Sriyono (1988 : 36) disajikan dalam tabel 1. menjelaskan hasil. membandingkan. gambar penampilan dan gerak. memperagakan. Yang dimaksud dengan perolehan itu adalah hasil belajar siswa yang diperoleh dari pengalaman dan pengamatan lingkungan yang diolah menjadi suatu konsep yang diperoleh dengan jalan belajar secara aktif melalui keterampilan proses. Menyimpulkan Memberi arti inferensi Menyimpulkan.1 berikut : No 1 Keterampilan Indikator Komponen operasional Proses Mengamati Mengumpulkann fakta yangMerasakan. tulisan. 2 3 4 5 6 7 8 9 . dengan pancarelefan.bertanya. meraba. Mengembangkan sikap percaya diri. menggunakanmembau. hasil perhitunganHitunglah dapat dikomunikasikan dengan tabel. patokan tertentu. fakta untuk diterapkan pada suatu yang baru. Mengukur Mengukur dengan alat ukurMengukur baku. Klasifikasi Memasukan kedalam golonganMengelompokkan. Menggambar Menggambar Menggambar Berkomunikasi Menyusun dan menyampaikanBerdiskusi. begaimana siswa mengolah problemnya sehingga menjadi miliknya. apa pertanyaan kejelasan atau bagaimana Menghitung Berhitung. melaporkan dalam bentuk lisan.mengekspresikan dan mendiskusikan hasil. atau kelompok berdasarkanmenggolongkan. bertanggung jawab dan rasa kesetiakawanan sosial dalam menghadapi berbagai masalah. menafsirkan pola (hubungan-hubungan)berdasarkan kecenderungan mengemukakan apa yangpola yang telah dimiliki mungkin terjadi pada keadaanmelalui hubungan pola atau yang belum diamati. Prediksi Dengan menggunakan pola-Meramalkan. mengontraskan.

Untuk itu setiap akhir siklus diberikan tes untuk melihat sejauh mana peningkatan kemampuan siswa. Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai. Faktor siswa. baru. yaitu perilaku-perilaku belajar siswa yang mencakup keaktifan. Prosedur Kerja Penelitian Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus 1 (berlangsung selama tiga minggu) dan siklus II (berlangsung selama tiga minggu). Secara rinci. Faktor hasil belajar. serta penguasaan siswa tentang hasil belajar matematika siswa yang dapat melalui pembelajaran dengan penerapan keterampilan proses termasuk dalam kategori rendah. tindakan. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IX SMPN 1 Bone-Bone tahun pelajaran 2010/2011. observasi. 3. yaitu melihat kemampuan dalammenyelesaikan masalah soal matematika dalam pembelajaran dengan metode pendekatan keterampilan proses. maka diajukan hipotesis tindakan sebagai berikut “Bila Diterapkan Pendekatan Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Matematika. kehadiran. faktor sumber pelajaran. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kajian teoretik yang telah diuraikan diatas. dan refleksi yang dilakukan secara berulang. prosedur penelitian yang dilakukan dalam pelaksanaan penelitian dijabarkan sebagai berikut : . METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom action research). sedang. yaitu perencanaan. 2. dan tinggi.10 Menerapkan konsep menginterpretasikan. Faktor Yang Diselidiki 1. menerapkan yang telah depelajari dalamkonsep dalam situasi yang situasi baru. yang dibagi dalam dua siklus dengan empat tahapan. Menggunakan konsep-konsepMenggunakan. yaitu untuk melihat sumber atau bahan pelajaran dan soal-soal latihan yang diberikan sudah sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. maka Hasil Belajar Matematika siswa kelas IX SMP Negeri 1 Bone-Bone dapat meningkat ”.

Membuat lembar observasi untuk melihat kondisi proses belajar mengajar berlangsung di kelas ketika pendekatan keterampilan proses diaplikasikan 4.SIKLUS I Perencanaan Adapun kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap perencanaan adalah : 1. Kegiatan akhir Review . Jika pengetahuan materi siswa belum cukup untuk menjawab masalah tersebut. Melaksanakan tes akhir untuk melihat perkembangan siswa setelah menerapkan pendekatan keterampilan proses Melaksanakan Tindakan Kegiatan awal Guru mengawali pertemuan dengan mengecek kehasiran siswa. Guru memberi motivasi kepada siswa tentang pentingnya materi yang akan disajikan. Lalu guru maminta salah seorang siswa mengerjakan di papan tulis. Guru selalu memantau belajar siswa. agae siswa yang belum paham depat tertolong dan termotivasi untuk belajar. untuk mengetahui apakan materi yang diinginkan sudah dipahami. siswa diberi kesempatan untuk bertanya dan meminta penjelasan guru. Selanjutnya guru menyampaikan tujuan pembelajaran. dilakukan secara bergantian sehingga setiap siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatkan tugas. maka guru membimbing siswa kearah jawaban yang benar atau menjelaskan materi yang belum dipahami siswa. maka siswa diarahkan untuk mengerjakan soal latihan. Kegiatan inti Pengembangan Guru mengawali kegiatan dengan mengajukan masalah keterampilan proses. Menelaah materi pelajaran matematika SMP 2. sampai kepada kesimpulan yang diinginkan. Membuat skenario pembelajaran 3. Kemudian guru memberikan pertanyaan lanjutan lalu mendorong siswa untuk membuat kesimpulan dari jawaban yang bervariasi. Guru memberikan pekerjaan kepada siswa aecara berkeliling. Penugasan kepada siswa untuk menyelesaikan soal di papan tulis. Penerapan Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang sub pokok bahasan.

Penilaian Jenis tagihan adalah tugas individu. disamping itu guru juga menilai aktifitas siswa selama pembelajaran berlangsung untuk memantau peningkata minat siswa dalam belajar. Refleksi Pada akhir siklus diadakan refleksi terhadap hal-hal yang diperoleh baik dari hasil observasi dan evaluasi dikumpul kemudian dianalisis. Perencanaan Kegiatan dilakukan pada tahap perencanaan secara umum sama dengan siklus I dengan memperhatikan kesulitan yang dialami pada siklus I. Penugasan pekerjaan rumah Guru menugaskan siswa untuk mengerjakan soal-soal pada buku paket masing-masing secara individu. Pelaksanaan tindakan Pelaksanaan tindakan pada siklus II ini pada dasarnya sama dengan pelaksanaan tindakan pada siklus I dengan memperhatikan kesulitan yang dialami siswa pada siklus I serta guru melakukan pembenahan dalam penyajian materi dan pelaksanaan tindakan sehingga siswa lebih akrif dan termotivasi dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Kekurangan-kekurangan yang telah terjadi pada siklus 1 diperbaiki pada siklus berikutnya.Guru membahas ulang secara singkat pembelajaran yang dilakukan. Semua kejadian dicatat oleh peneliti. untuk mengetahui hasil belajar siswa pada siklus 1 dengan penerapan keterampilan proses. SIKLUS II Langkah-langkah yang dilakukan dalam siklus II ini relatif sama dengan perencanaan memperhatikan dengan kenyataan yang ditemukan dilapangan. kemudian siswa dibimbing untuk membuat rangkuman. Observasi Observasi dilakukan terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. Observasi .

Refleksi Data yang diperoleh pada tahap obsevasi dikumpul dan dianalisis.6 – 8. Nilai 8.4 5. Penelitian yang digunakan untuk menentukan kategori adalah berdasarkan teknik kategori yang sitetapkan departemen pendidikan dan kebudayaan dikutip oleh Wahyuna (2004 : 23) adalah sebagai berikut : No 1 2. serta melaksanakan evaluasi yaitu berupa tes hasil belajar pada akhir siklus. demikian pula untuk hasil evaluasinya.00 6.4 0 – 3.5 – 10. Data tentsng situasi belajar pada saat dilaksanakannya tindakan diambil dengan observasi. Sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis hasil belajar matematika siswa melalui pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses. 5. Data hasil belajar diambil dengan memberikan tes kepada siswa 2.. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis perilaku siswa kelas IX SMP Negeri 1 Bone-Bone selama proses belajar mengajar berlangsung.5 – 5. . 3. Teknik Pengumpilan Data Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan adalah sebagai bewrikut : 1.4 Kategori Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat tendah Indikator Kerja Yang menjadi indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah apabila terjadi peningkatan skor rata-rata hasil belajar matematika siswa kelas IX SMP Negeri 1 BoneBone setelah menerapkan pembelajaran dengan metosde pendekatan keterampilan proses.Pada dasarnya observasi pada siklus II sama dengan observasi yang dilakukan sebelumnya.5 – 5. untuk mengetahui hasil belajar siswa pada siklus II ini. 4. Peneliti mencatat temuan dan perubahan yang terjadi pada siswa.4 3.

Jakarta : Rineka Cipta Coni R. 1991. Rineka Cipta Supardi. Mappaita. skripsi FMIPA UNM Makassar. Makassar : FMIPA UNM Ruseffendi. Jakarat. PT Grasindo. Bandung : Tarsito Slameto. Subroto. 2001. 1990 . Malang : IKIP Malang. Bandung : Citra Aditya. Strategi Belajar Matematika. Terbit Terang. Hudoyo. Bandung : JICA-UPI. 1999. Suryo. . Pengantar Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya Dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. dari sebuah tempat paling indah di dunia. 1996. Surabaya. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. 1992. 2007. Jakarta. Proses Belajar Mengajar Disekolah. 2003. FMIPA UNM Makassar. Oemar . Herman. Muhkal. Mencari Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Menjelang abad XXI.1997. 1998. B. Skripsi. Penilaian proses belajar mengajar. 1999. Irfansyah. Belajar Dan Pembelajaran. Semiawan. Sudjana. Remaja Rosdakarya Suherman. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Abied. Saya. Hubungan Kreativitas dan Keterampilan Proses Dengan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas III SLTP Negeri 1 Bantaeng tahun pelajaran 1998/1999. dkk.DAFTAR PUSTAKA Darmin. Erman. Bandung : PT. E . 1993.T . Pengembangan Rencana Penbelajaran Matematika di SLTP dan SMU. Hamalik. Meningkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Menerapkan Pendekatan Open-Ended pada Siswa Kelas VII SMP Satria Makassar. Modul Kuliah. Media Pendidikan Cetakan ke Vi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful