ISA ALMASIH ROHULLAH SANG RATU ADIL Bambang Noorsena, SH, MA Sebenarnya Tuhan memanggil umatnya dengan, kalau orang

Yunani dipanggil Tuhan salah satunya lewat pemikiran Plato, sehingga Yustin Martir Bapak Gereja berkata bahwa Plato adalah Musa untuk orang-orang Yunani. Sedangkan Tuhan memanggil orang Yahudi berdasar Perjanjian Lama. Sementara Tuhan memanggil orang Jawa berdasar Ilmu Jawa. Seperti halnya dokumen babad (red: istilah kejawen) Kediri di kisahkan Prabu Joyoboyo yang hidup pada abad XII, mempunyai tiga orang bawahan yang setia dengannya. Satu diantaranya adalah anaknya, sedangkan dua orang yang lain adalah hambanya. Anak Prabu Joyoboyo tersebut bernama Nimas Ratu Pagedongan, hambanya bernama Kyai Doko dan Kyai Doho. Kisah ini, dilanjutkan bahwa setelah Prabu Joyoboyo mukso, Kiyai Doko ini mukso juga, kiyai Doko ini menjadi penunggunya Goa Selomangkleng di Kediri. Pada akhirnya Kiyai Doko dikenal sebagai Buto Locoyo, ini danyangnya kota kediri. Sedangkan Kiyai Doho juga mengalami mukso dan menjadi penunggu gunung Kelud yang bergelar Tunggul Wulung. Menurut babad Kediri, Tunggul Wulung akan datang mendahului Isa Almasih. Di babad (sejarah) Kediri itu terdapat rekaman cerita Islam dalam konteks seperti itu tokoh Isa muncul sebagai tokoh hakim di akhir jaman dan seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat. Nimas Ratu Pagedongan anak Prabu Joyoboyo mukso menjadi Nyi Roro. Mukso dalam konteks Jawa diartikan “hilang sak jiwo ragane”, padahal arti “mukso” sebenarnya tidak seperti itu. “Mukso” berasal dari istilah “Muk-sartem Jagad Hitayasa Iti Dharma”. Pengertian mukso konsep India bermakna “pengalaman tertinggi perjumpaan manusia dengan Tuhan”. Kalau orang Jawa tidak mengerti bahasa sansekerta dan bahasa Jawa kuno akan menjadi salah dalam memahami makna sebuah istilah Jawa termasuk istilah “mukso”. Maka dari itu dalam memahami babad Kediri, seseorang juga harus paham bahasa Jawa kuno. Kata “Kiyai” bukan berasal dari bahasa Arab, tetapi berasal dari bahasa Jawa kuno. Orang Kristen jawa yang kebelanda-belandaan, tidak mau memakai istilah itu hingga berdampak sampai sekarang ini. Kiyai itu sebutan Jawa, seperti Kiyai Semar, Kiyai Tunggul Wulung. Kiyai itu asalnya dari kata “Rakriyan”. “Ra” itu gelar

DOKUMEN DARI KAYU APU Saya (Bambang Noorsena) mendapatkan sumber data ini dari naskah Kayu Apu yang disimpan oleh ahli waris Kiyai Abdullah Tunggul Wulung. Sejak saat itu panembahan Senopati hingga keturunannya ketujuh menjadi isteri mistik Nyai Roro Kidul. kalau sekarang setara dengan sebutan Raden. anak cucu anda sampai tujuh turunan. karena dalam pandangan orang Jawa. Tetapi akhirnya saya memberikan pengertian kepada pewarisnya tersebut. agar naskah ini diketahui banyak orang. Dia lulusan dari salah satu pesantren.) Tunggul Wulung. Dalam bahasa Jawa baru kata “Kriyan” huruf ”r” nya pasti hilang hingga mengalami proses menjadi istilah ”Kiyai”. termasuk Kiyai Abdullah sendiri. demikian juga misalnya kata ”lawrang” yang berasal dari ”calonarang”. Kiyai Abdullah percaya pada Jongko atau ramalan Joyoboyo bahwa Tunggul Wulung menjadi penunggu gunung Kelud. Adalah seorang yang bernama Kiyai Abdullah yang hidup setelah zaman Diponegoro. Sehingga namanya ditambahi menjadi Kiyai Abdullah Tunggul Wulung. Bahkan semula naskah itu disembah-sembah dan tidak boleh diterjemahkan. Maka terjadilah perkawinan mistik antara Nyi Roro Kidul dengan Panembahan Senopati. kerajaan di tanah Jawa yang akan kamu perintah akan saya kokohkan hingga tujuh turunan. Sebelum Ratu Adil datang maka ada orang yang akan menyambut Ratu Adil dengan cara menguasai daerah-daerah di tanah Jawa dengan bentera (tentara Red.bangsawan jaman majapahit. dimana ”lawrang” akhirnya menjadi ”lawang” dalam bahasa Jawa baru. BABAD TANAH JAWA Menurut Kitab Babad Tanah Jawa dikisahkan untuk mendapatkan kekuatan. Dirinya berkeyakinan bahwa Ratu Adil akan datang. Kiyai Abdullah seorang pemikir Islam kejawen. Panembahan Senopati meminta kesaktian dari Nyi Roro Kidul. Panembahan Senopati bertapa di pantai laut selatan dengan tujuan untuk bertemu dengan Nyi Roro Kidul. Nyi Roro Kidul tertarik dengan kepintaran Panembahan Senopati. Waktu itu sebagian besar tanah Jawa dikuasai pemerintah Kolonial Belanda. Dia mengajarkan pada rakyat agar berperang melawan Belanda yang menindas rakyat . kata Nyi Roro Kidul kepada Panembahan Senopati. Kiyai Abdullah merasa diri sebagai titisan (penjelmaan Red.) Tunggul Wulung. Saya akan mengabdi pada anda.

dengan sistem tanam paksa (cultur steel-sel). Belanda membawa Kiyai Abdullah dengan tangan terbelenggu naik kapal hendak di buang ke Manado. Dia berharap setelah pertemuannya dengan Tunggul Wulung nanti. jawab Sampoernawati. Sampornawati menantang Kiyai Abdullah. kamu. Dia lari ke sebelah timur sampai ke Semarang. “Baik. tapi jawab pertanyaan saya dahulu”. dengan menggunakan kekuatan dan kesaktian (okultisme Red. hendak bertemu dengan arwahnya Tanggul Wulung”. DI GUNUNG KELUD Setelah itu ia pergi ke gunung Kelud. kata Kiyai Abdullah. “Saya juga. Kiyai Abdullah merasa trauma karena kekalahannya dari Belanda. “Tuan hendak kemana?” Tanya Sampoernawati. “Apa pertanyaanmu?”. dia dapat mengalahkan Belanda sehingga kedatangan Sang Ratu Adil yang selama ini sangat diharapkan dapat segera terwujud. Sewaktu akan dibawa ke Manado. anda atau saya yang naik. Lalu Sampoernawati memberikan pertanyaan lebih dahulu kepada Kiyai Abdullah. saya juga akan memberikan pertanyaan. sebiting tanpa sangu”. Ketika hendak naik ke gunung kiyai Abdullah bertemu dengan seorang gadis anak bangsawan Kediri bernama Endang Sampoernowati yang bersumpah tidak akan menikah. . uangnya lalu dibagi-bagikan kepada rakyat. “Baik kita sama-sama mencari Ratu Adil. tanya balik Kiyai Abdullah. kata Sampoernawati. akhirnya dia tertangkap Belanda. tamu mbagek ake kang ditamoni. Kiyai Abdullah mencuri sapi-sapinya Belanda. “Saya mau ke gunung Kelud. dan akan dibuang ke Manado. setelah itu dijual. jawab Kiyai Abdullah. sebelum saya bisa menjawab. “Tuan tebak ilmu saya apa itu wah kemiri tiba saiki nanging iso di panen dek wingi” (Buah kemiri jatuh hari ini. jawab pertanyaan saya Ratu Adil rawuh mertamu. tetapi buahnya bisa dipanen kemarin Red). untuk mencari yang namanya Tunggul Wulung yang ia yakini berada di gunung Kelud. sehingga ia dikejar-kejar Belanda. siapa yang diperkenan antara kita berdua”.) dia meloloskan diri dari Belanda.

disana mereka bersemedi selama tujuh tahun. Setelah tahun ke tujuh gunung Kelud mau meletus. Di bawah tikar sembahyangmu itulah jawabannya”. “Saya akan jawab”. Abdullah Tunggul Wulung dan Endang Sampoernawati tahu semuanya itu dari mana. kata Kiyai Abdullah. kata Kiyai Abudllah Tunggul Wulung. red) Dia datang kepada milik kepunyaannya tetapi milik kepunyaannya tidak mengenal Dia. sebiting tanpa sangu (sepersenpun tanpa membawa modal apa-apa. Akhirnya mereka berdua naik ke atas gunung Kelud. Isa sudah ada sebagai sabda (firman Red. Karena sebelum kedatangannya menjadi manusia. anehnya tamunya ini. Mereka berdua mengerti hal itu dari semedi. yang kamu cari sudah ketemu. Dia datang justru menyambut orang kepunyaannya. (Datang bertamu. Dia hadir sebelum kehadirannya sekarang dan nabi-nabi yang sebelumnya itu berbicara tentang Ratu Adil sebagai sabda bukan dalam penjelmaannya sebagai manusia”. jawab Sampoernawati. WANGSIT DI GUNUNG KELUD “Wah kalau begitu kita tunggal guru. kata Sampoernawati. Ratu Adil merestui”. bukan tuan rumah yang mempersilahkan kepada tamunya). kata Sampoernawati. Yang kamu cari bukan Tunggul Wulung.) Allah. tetapi lebih daripada Tunggul Wulung yang ada di sini. “Itu yang saya maksud”. “Tiba pertanyaan saya tuan jawab”. mari kita naik bersama-sama. sementara waktu itu belum ada Alkitab ataupun penginjil yang masuk tanah jawa. Red). keduanya mendapatkan suara dalam semedi mereka yang mengatakan “Kamu lepaskan semua yang kamu cari. mempersilahkan pada tuan rumah. kata keduanya. tunggal ilmu kita tidak boleh saling mengganggu.Ternyata setelah pertanyaan sama-sama dikemukakan mereka sama-sama menjawab “Ratu Adil itu adalah Nabi Isa”.. “Woh kemiri tibo saiki itu Isa Almasih Ratu adil. . sahut Kiyai Abdullah. “Rawuh mertamu. tetapi orang kepunyaannya tidak menyambut Dia”. Berarti Tuhan bisa menggunakan cara semedi untuk menemui seseorang tentunya dengan caranya Roh Kudus sendiri.

tidak mudah diterima begitu saja. . Ketika ilmunya dikeluarkan pohon-pohon kelapa itu bergoyang-goyang sangat kencang. Tuan Jellesma mendapat hikmat dari Tuhan. Tuhan memanggil orang Yunani berdasarkan pemikiran Yunani salah satunya lewat pemikiran Plato. Tuhan melindungi tuan Jellesma misionaris Belanda itu. Setelah itu Kiyai Abdullah Tunggul Wulung pergi mencari seseorang untuk ditemui seperti yang diperintahkan oleh suara Ilahi itu. Di Alkitab tidak ada ayat yang menjelaskan kalau berdoa harus tutup matamu. Ini pasti wahyunya keliru pikirnya. lipat tanganmu. Kiyai Abdullah mengeluarkan ilmunya ”Mateg Aji Bandung Bondowoso” untuk menyerang misionaris Belanda itu. Kiyai Abdullah menaikkan kakinya ke jendela. Memanggil orang Jawa berdasarkan ilmu Jawa karena di Jawa sudah punya peradaban sudah tinggil sehingga ketika bertemu dengan misionaris barat. Ternyata Kiyai Abdullah diperintah oleh Sang Ratu Adil untuk menemui seorang misionaris Belanda yang bernama tuan Jellesma yang berada di Mojowarno. ”Hai kalau ilmumu tinggi kamu dapat mengetahui siapa aku yang datang menemuimu”. Saya datang jauh-jauh dikejar-kejar Belanda hanya untuk menemui seorang Belanda. Yustin Martir Bapak Gereja berkata bahwa Plato adalah Musa untuk orang-orang Yunani Tuhan memanggil orang Yahudi berdasar Perjanjian Lama. bukalah tanganmu itu semua kan soal cara. Orang jawa berdoa dengan cara semedi itu tidak salah. Tuhan bisa menggunakan cerita Babad untuk memanggil orang yang dipilihnya dan dipakainya sebagai gambar. Temuilah hamba-Ku di sebelah sana”. Tetapi misionaris Belanda itu tidak bergeming sedikitpun ketika ilmu Kiyai Abdullah menyerangnya. Ketika melihat bahwa ilmunya tidak mempan.Waktu itu mereka tidak mengerti apa yang ada di bawah tikar sembahyang mereka. Karena marahnya. Kiyai Abdullah mempercayai suara gaib itu sebagai suara Sang Ratu Adil sendiri. Kiyai Abdullah Tunggul Wulung marah begitu tahu kalau wangsit Sang Ratu Adil itu menyuruhnya untuk menemui seorang Belanda. Selain itu misionaris ditolak orang Jawa karena ke Belanda-Belandaannya. Selanjutnya suara itu berbicara “Kamu sudah mantap bahwa Ratu Adil yang kamu cari adalah Isa Almasih. yang terpenting adalah siapa yang dipanggil dalam semedi. ejek Kiyai Abdullah Tunggul Wulung kepada tuan Jellesma.

”Hai saudara. sebelum tuan ijinkan saya mewartakan apa yang saya alami kepada orang yang saya temui di sekitar gunung ini dan kepada orang-orang yang melakukan ritual di candi-candi bekas peninggalan Mojopahit” (Daerah yang dimaksud adalah sekitar Malang sampai Tretes Red). ”Kamu berdiri. tanya Jellesma. ”Sayalah orangnya”. ”Bagaimana caranya saya menjadi pengikut Isa yang sejati?” tanya Kiyai Abdullah. karena yang ada disini sama seperti kamu.kumpulankotbah. Kiyai Abdullah Tunggul Wulung sangat kaget. Mendengar itu. 2009. Jawab Jellesma.com Generated: 6 July. Dua tahun setelah mengabarkan Injil dia datang kepada Jellesma dan dibaptis di Mojowarno namun saat itu ilmu kesaktiannya belum dilepas. Akhirnya Kiyai Abdullah Tunggul Wulung mengabarkan injil ke Gimoro daerah Kepanjen hingga ke Batu. 00:15 Ditulis ulang oleh: France Chandra . Akhirnya ia bersujud kepada tuan Jellesma. ternyata Belanda yang satu ini tahu kalau tujuannya ke tempat itu adalah bertamu seperti yang diperintahkan oleh suara gaib dalam semedinya. saya hanya seorang hamba Isa Almasih. Minggu ke III Oktober 2007 http://www. Akhirnya Kiyai Abdullah menceritakan bahwa dia mendapat suara gaib ketika bersemedi di gunung Kelud untuk mencari hamba Isa Almasih. ”Saya tidak layak menerima baptisan itu. Sumber Tabloit Gloria Edisi 373. tapi kenapa kamu datang dengan cara yang tidak layak datang sebagai seorang tamu”. ”Kamu harus dibaptis”. rumah ini terbuka untukmu. jawab Jellesma. Kenapa kamu cari saya?”.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful