You are on page 1of 19

Bendera Surya Majapahit

Berkas:Majapahit-map.jpg
Peta wilayah kekuasaan Majapahit berdasarkan Nagarakertagama; keakuratan wilayah kekuasaan Majapahit
menurut penggambaran orang Jawa masih diperdebatkan.
|1|

Ibu kota Majapahit, Wilwatikta (Trowulan)
Bahasa Jawa Kuno, Sansekerta
Agama Hindu, Buddha
Pemerintahan Monarki
Raja
- 1295-1309 Kertarajasa Jayawardhana
- 1478-1498 Girindrawardhana
Sejarah

- Penobatan Raden Wijaya 10 November 1293
- Invasi Demak 1527
Mata uang
Koin emas dan perak, kepeng (koin perunggu
yang diimpor dari Tiongkok)
Surya Majapahit adalah lambang yang umumnya dapat ditemui di reruntuhan Majapahit, sehingga Surya Majapahit
mungkin merupakan simbol kerajaan Majapahit




Majapahit adalah sebuah kerajaan kuno di Indonesia yang pernah berdiri dari sekitar
tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa
kekuasaan Hayam Wuruk, yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389. Majapahit
menguasai kerajaan-kerajaan lainnya di semenanjung Malaya, Borneo, Sumatra, Bali,
dan Filipina.
ejayaan Majapahit


Terakota wajah yang dipercaya sebagai potret Gajah Mada.
Hayam Wuruk, juga disebut Rajasanagara, memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga
1389. Pada masanya, Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan
mahapatihnya, Gajah Mada. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364), Majapahit
menguasai lebih banyak wilayah. Pada tahun 1377, beberapa tahun setelah kematian
Gajah Mada, Majapahit melancarkan serangan laut ke Palembang,
|2|
menyebabkan
runtuhnya sisa-sisa kerajaan Sriwijaya. Jenderal terkenal Majapahit lainnya adalah
Adityawarman, yang terkenal karena penaklukannya di Minangkabau.
Menurut akawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV, daerah kekuasaan Majapahit
meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Borneo, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara,
Maluku, Papua, dan sebagian kepulauan Filipina. Namun demikian, batasan alam dan
ekonomi menunjukkan bahwa daerah-daerah kekuasaan tersebut tampaknya tidaklah
berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit, tetapi terhubungkan satu sama lain oleh
perdagangan yang mungkin berupa monopoli oleh raja. Majapahit juga memiliki
hubungan dengan Campa, Kamboja, Siam, Birma bagian selatan, dan Vietnam, dan
bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok.


atuhnya Majapahit
Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14, kekuasaan Majapahit berangsur-angsur
melemah. Tampaknya terjadi perang saudara (Perang Paregreg) pada tahun 1405-1406,
antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. Demikian pula telah terjadi pergantian
raja yang dipertengkarkan pada tahun 1450-an, dan pemberontakan besar yang
dilancarkan oleh seorang bangsawan pada tahun 1468.
Dalam tradisi Jawa ada sebuah kronogram atau candrasengkala yang berbunyi 8irna ilang
kretaning bumi. Sengkala ini konon adalah tahun berakhirnya Majapahit dan harus dibaca
sebagai 0041, yaitu tahun 1400 Saka, atau 1478 Masehi. Arti sengkala ini adalah 'sirna
hilanglah kemakmuran bumi¨. Namun demikian, yang sebenarnya digambarkan oleh
candrasengkala tersebut adalah gugurnya Bre Kertabumi, raja ke-11 Majapahit, oleh
Girindrawardhana
Ketika Majapahit didirikan, pedagang Muslim dan para penyebar agama sudah mulai
memasuki nusantara. Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15, pengaruh Majapahit di
seluruh nusantara mulai berkurang. Pada saat bersamaan, sebuah kerajaan perdagangan
baru yang berdasarkan agama Islam, yaitu Kesultanan Malaka, mulai muncul di bagian
barat nusantara
Catatan sejarah dari Tiongkok, Portugis (Tome Pires), dan Italia (PigaIetta)
mengindikasikan bahwa telah terjadi perpindahan kekuasaan Majapahit dari tangan
penguasa Hindu ke tangan Adipati Unus, penguasa dari Kesultanan Demak, antara tahun
1518 dan 1521 M
Berikut adalah daItar penguasa Majapahit. Perhatikan bahwa terdapat periode
kekosongan antara pemerintahan Rajasawardhana (penguasa ke-8) dan Girishawardhana
yang mungkin diakibatkan oleh krisis suksesi yang memecahkan keluarga kerajaan
Majapahit menjadi dua kelompok
Ra|a-ra|a Ma|apabit
1. Raden Wijaya, bergelar Kertarajasa Jayawardhana (1293 - 1309)
2. Kalagamet, bergelar Sri Jayanagara (1309 - 1328)
3. Sri Gitarja, bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328 - 1350)
4. Hayam Wuruk, bergelar Sri Rajasanagara (1350 - 1389)
5. Wikramawardhana (1389 - 1429)
6. Suhita (1429 - 1447)
7. Kertawijaya, bergelar Brawijaya I (1447 - 1451)
8. Rajasawardhana, bergelar Brawijaya II (1451 - 1453)
9. Purwawisesa atau Girishawardhana, bergelar Brawijaya III (1456 - 1466)
10.Pandanalas, atau Suraprabhawa, bergelar Brawijaya IV (1466 - 1468)
11.Kertabumi, bergelar Brawijaya V (1468 - 1478)
12.Girindrawardhana, bergelar Brawijaya VI (1478 - 1498)
13.Hudhara, bergelar Brawijaya VII (1498-1518)


A.Raden Wijaya
Raden Wijaya (lahir: ? - waIat: Majapahit, 1309) adalah pendiri Kerajaan Majapahit
sekaligus raja pertama yang memerintah pada tahun 1293-1309, bergelar Sri Maharaja
Sanggramawijaya Sri ertarajasa ayawarddhana. Raden Wijaya nerupakan nama
yang lazim dipakai para sejarawan untuk menyebut pendiri Kerajaan Majapahit. Nama ini
terdapat dalam !araraton yang ditulis sekitar akhir abad ke-15. Kadang !araraton juga
menulisnya secara lengkap, yaitu Raden Harsawijaya. Padahal menurut bukti-bukti
prasasti, pada masa kehidupan Wijaya (abad ke-13 atau 14) pemakaian gelar raden belum
populer.
Nagarakretagama yang ditulis pada pertengahan abad ke-14 menyebut pendiri Majapahit
bernama yah Wijaya. Gelar dyah merupakan gelar kebangsawanan yang populer saat
itu dan menjadi cikal bakal gelar Raden. Istilah Raden sendiri diperkirakan berasal dari
kata Ra Dyah atau Ra Dyan atau Ra Hadyan.
Nama asli pendiri Majapahit yang paling tepat adalah ararya Sanggramawijaya,
karena nama ini terdapat dalam prasasti Kudadu yang dikeluarkan oleh Wijaya sendiri
pada tahun 1294. Gelar Nararya juga merupakan gelar kebangsawanan, meskipun gelar
Dyah lebih sering digunakan.










Mendirikan esa Majapahit
Menurut prasasti Kudadu, pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang bupati
Gelang-Gelang terhadap kekuasaan Kerajaan Singhasari. Raden Wijaya ditunjuk
Kertanegara untuk menumpas pasukan Gelang-Gelang yang menyerang dari arah utara
Singhasari. Wijaya berhasil memukul mundur musuhnya. Namun pasukan pemberontak
yang lebih besar datang dari arah selatan dan berhasil menewaskan Kertanagara.
Menyadari hal itu, Raden Wijaya melarikan diri hendak berlindung ke Terung di sebelah
utara Singhasari. Namun karena terus dikejar-kejar musuh ia memilih pergi ke arah timur.
Dengan bantuan kepala desa Kudadu, ia berhasil menyeberangi Selat Madura untuk
bertemu Arya Wiraraja penguasa Songeneb (nama lama Sumenep).
Bersama Arya Wiraraja, Raden Wijaya merencanakan siasat untuk merebut kembali
takhta dari tangan Jayakatwang. Wijaya berjanji, jika ia berhasil mengalahkan
Jayakatwang, maka daerah kekuasaannya akan dibagi dua untuk dirinya dan Wiraraja.
Siasat pertama pun dijalankan. Mula-mula, Wiraraja menyampaikan berita kepada
Jayakatwang bahwa Wijaya menyatakan menyerah kalah. Jayakatwang yang telah
membangun kembali negeri leluhurnya, yaitu Kerajaan Kadiri menerimanya dengan
senang hati. Ia pun mengirim utusan untuk menjemput Wijaya di pelabuhan Jungbiru.
Siasat berikutnya, Wijaya meminta Hutan Tarik di sebelah timur Kadiri untuk dibangun
sebagai kawasan wisata perburuan. Wijaya mengaku ingin bermukim di sana.
Jayakatwang yang gemar berburu segera mengabulkannya tanpa curiga. Wiraraja pun
mengirim orang-orang Songeneb untuk membantu Wijaya membuka hutan tersebut.
Menurut idung !anfi Wifayakrama, salah seorang Madura menemukan buah maja yang
rasanya pahit. Oleh karena itu, desa pemukiman yang didirikan Wijaya tersebut pun
diberi nama Majapahit.
Menjadi Raja Majapahit
Catatan Dinasti Yuan mengisahkan pada tahun 1293 pasukan Mongol sebanyak 20.000
orang dipimpin Ike Mese mendarat di Jawa untuk menghukum Kertanagara, karena pada
tahun 1289 Kertanagara telah melukai utusan yang dikirim Kubilai Khan raja Mongol.
Raden Wijaya memanIaatkan kedatangan pasukan Mongol ini untuk menghancurkan
Jayakatwang. Ia pun mengundang Ike Mese untuk memberi tahu bahwa dirinya adalah
ahli waris Kertanagara yang sudah tewas. Wijaya meminta bantuan untuk merebut
kembali kekuasaan Pulau Jawa dari tangan Jayakatwang, dan setelah itu baru ia bersedia
menyatakan tunduk kepada bangsa Mongol.
Jayakatwang yang mendengar persekutuan Wijaya dan Ike Mese segera mengirim
pasukan Kadiri untuk menghancurkan mereka. Namun pasukan itu justru berhasil
dikalahkan oleh pihak Mongol. Selanjutnya, gabungan pasukan Mongol dan Majapahit
serta Madura bergerak menyerang Daha, ibu kota Kerajaan Kadiri. Jayakatwang akhirnya
menyerah dan ditawan dalam kapal Mongol.
Setelah Jayakatwang dikalahkan, Wijaya meminta izin untuk kembali ke Majapahit
mempersiapkan penyerahan dirinya. Ike Mese mengizinkannya tanpa curiga.
Sesampainya di Majapahit, Wijaya membunuh para prajurit Mongol yang mengawalnya.
Ia kemudian memimpin serangan balik ke arah Daha di mana pasukan Mongol sedang
berpesta kemenangan. Serangan mendadak itu membuat Ike Mese kehilangan banyak
prajurit dan terpaksa menarik mundur pasukannya meninggalkan Jawa.
Wijaya kemudian menobatkan dirinya menjadi raja Majapahit. Menurut idung Har8a
Wifaya, penobatan tersebut terjadi pada tanggal 15 bulan Karttika tahun 1215 Saka, atau
bertepatan dengan 12 November 1293.
Masa Pemerintahan
Dalam memerintah Majapahit, Wijaya mengangkat para pengikutnya yang dulu setia
dalam perjuangan. Nambi diangkat sebagai patih Majapahit, Lembu Sora sebagai patih
Daha, Arya Wiraraja dan Ranggalawe sebagai pasangguhan. Pada tahun 1294 Wijaya
juga memberikan anugerah kepada pemimpin desa Kudadu yang dulu melindunginya saat
pelarian menuju Pulau Madura.
Pada tahun 1295 seorang tokoh licik bernama Mahapati menghasut Ranggalawe untuk
memberontak. Pemberontakan ini dipicu oleh pengangkatan Nambi sebagai patih, dan
menjadi perang saudara pertama yang melanda Majapahit. Setelah Ranggalawe tewas,
Wiraraja mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pasangguhan. Ia menagih janji
Wijaya tentang pembagian wilayah kerajaan. Wijaya mengabulkannya. Maka, sejak saat
itu, wilayah kerajaan pun hanya tinggal setengah, di mana yang sebelah timur dipimpin
oleh Wiraraja dengan ibu kota di Lamajang (nama lama Lumajang).
Pada tahun 1300 terjadi peristiwa pembunuhan Lembu Sora, paman Ranggalawe. Dalam
pemberontakan Ranggalawe, Sora memihak Majapahit. Namun, ketika Ranggalawe
dibunuh dengan kejam oleh Kebo Anabrang, Sora merasa tidak tahan dan berbalik
membunuh Anabrang. Peristiwa ini diungkit-ungkit oleh Mahapati sehingga terjadi
suasana perpecahan. Pada puncaknya, Sora dan kedua kawannya, yaitu Gajah Biru dan
Jurudemung tewas dibantai kelompok Nambi di halaman istana.
bir Hayat

Menurut Nagarakretagama, Raden Wijaya meninggal dunia pada tahun 1309. Ia
dimakamkan di Antahpura dan dicandikan di Simping sebagai Harihara, atau perpaduan
Wisnu dan Siwa. Wijaya digantikan Jayanagara sebagai raja selanjutnya.



B. ayanagara
ayanagara (lahir: 1294 - waIat: 1328) adalah raja kedua Kerajaan Majapahit yang
memerintah pada tahun 1309-1328, dengan bergelar Sri Maharaja Wiralandagopala
Sri Sundarapandya ewa Adhiswara. Pemerintahan Jayanagara terkenal sebagai masa
pergolakan dalam sejarah awal Kerajaan Majapahit. Ia sendiri meninggal akibat dibunuh
oleh tabib istananya.
Asal-Usul
Menurut !araraton, nama asli Jayanagara adalah Raden alagemet putra Raden Wijaya
dan Dara Petak. Ibunya ini berasal dari Kerajaan Dharmasraya di Pulau Sumatra. Ia
dibawa Kebo Anabrang ke tanah Jawa sepuluh hari setelah pengusiran pasukan Mongol
oleh pihak Majapahit. Raden Wijaya yang sebelumnya telah memiliki dua orang istri
putri Kertanagara, kemudian menjadikan Dara Petak sebagai $tri Tinuheng !ura, atau
"istri yang dituakan di istana".
Menurut !araraton, pengusiran pasukan Mongol dan berdirinya Kerajaan Majapahit
terjadi pada tahun 1294. Sedangkan menurut kronik Cina dari dinasti Yuan, pasukan yang
dipimpin oleh Ike Mese itu meninggalkan Jawa tanggal 24 April 1293. Naskah
Nagarakretagama juga menyebut angka tahun 1293. Sehingga, jika berita-berita di atas
dipadukan, maka kedatangan Kebo Anabrang dan Dara Petak dapat diperkirakan terjadi
pada tanggal 4 Mei 1293, dan kelahiran Jayanagara terjadi dalam tahun 1294.
Nama Dara Petak tidak dijumpai dalam Nagarakretagama dan prasasti-prasasti
peninggalan Majapahit. Menurut Nagarakretagama, Raden Wijaya bukan hanya
menikahi dua, tetapi empat orang putri Kertanagara, yaitu Tribhuwaneswari,
Narendraduhita, Jayendradewi, dan Gayatri. Sedangkan Jayanagara dilahirkan dari istri
yang bernama Indreswari. Hal ini menimbulkan dugaan kalau Indreswari adalah nama
lain Dara
aik Takhta
Nagarakretagama menyebutkan Jayanagara diangkat sebagai yuwarafa atau raja muda di
Kadiri atau Daha pada tahun 1295. Nama Jayanagara juga muncul dalam prasasti
Penanggungan tahun 1296 sebagai putra mahkota. Mengingat Raden Wijaya menikahi
Dara Petak pada tahun 1293, maka Jayanagara dapat dipastikan masih sangat kecil ketika
diangkat sebagai raja muda. Tentu saja pemerintahannya diwakili oleh Lembu Sora yang
disebutkan dalam prasasti Pananggungan menjabat sebagai patih Daha.
Dari prasasti tersebut dapat diketahui pula bahwa Jayanagara adalah nama asli sejak kecil
atau garbhopati, bukan nama gelar atau abhi8eka. Sementara nama Kalagemet yang
diperkenalkan !araraton jelas bernada ejekan, karena nama tersebut bermakna "jahat"
dan "lemah".
Jayanagara naik takhta menjadi raja Majapahit menggantikan ayahnya yang menurut
Nagarakretagama meninggal dunia tahun 1309.
ematian ayanagara
!araraton mengisahkan Jayanagara dilanda rasa takut kehilangan takhtanya. Ia pun
melarang kedua adiknya, yaitu Dyah Gitarja dan Dyah Wiyat menikah karena khawatir
iparnya bisa menjadi saingan. Bahkan muncul desas-desus kalau kedua putri yang lahir
dari Gayatri itu hendak dinikahi oleh Jayanagara sendiri.
Desas-desus itu disampaikan Ra Tanca kepada Gajah Mada yang saat itu sudah menjadi
abdi kesayangan Jayanagara. Ra Tanca juga menceritakan tentang istrinya yang diganggu
oleh Jayanagara. Namun Gajah Mada seolah tidak peduli pada laporan tersebut.
Ra Tanca adalah tabib istana. Suatu hari ia dipanggil untuk mengobati sakit bisul
Jayanagara. Dalam kesempatan itu Tanca berhasil membunuh Jayanagara di atas tempat
tidur. Gajah Mada yang menunggui jalannya pengobatan segera menghukum mati Tanca
di tempat itu juga, tanpa proses pengadilan.
Peristiwa itu terjadi tahun 1328. Menurut !araraton Jayanagara didharmakan dalam
candi Srenggapura di Kapopongan dengan arca di Antawulan. Sedangkan menurut
Nagarakretagama ia dimakamkan di dalam pura berlambang arca Wisnuparama.
Jayanagara juga dicandikan di Silapetak dan Bubat sebagai Wisnu serta di Sukalila
sebagai Buddha jelmaan Amogasidi.
Jayanagara meninggal dunia tanpa memiliki keturunan. Oleh karena itu takhta Majapahit
kemudian jatuh kepada adiknya, yaitu Dyah Gitarja yang bergelar Tribhuwana
Tunggadewi

. Tribhuwana Wijayatunggadewi
Tribhuwana Wijayatunggadewi adalah penguasa ketiga Majapahit yang memerintah
tahun 1328-1351. Dari prasasti Singasari (1351) diketahui gelar abhisekanya ialah Sri
Tribhuwanotunggadewi Maharajasa ayawisnuwardhani.
Pemerintahan Tribhuwana
Menurut Nagarakretagama, Tribhuwana naik takhta atas perintah ibunya (Gayatri) tahun
1329 menggantikan Jayanagara yang meninggal tahun 1328. Ketika Gayatri meninggal
dunia tahun 1350, pemerintahan Tribhuwana pun berakhir pula.
Berita tersebut menimbulkan kesan bahwa Tribhuwana naik takhta mewakili Gayatri.
Meskipun Gayatri hanyalah putri bungsu Kertanagara, tapi mungkin ia satu-satunya yang
masih hidup di antara istri-istri Raden Wijaya sehingga ia dapat mewarisi takhta
Jayanagara yang meninggal tanpa keturunan. Tetapi saat itu Gayatri telah menjadi
pendeta Buddha, sehingga pemerintahannya pun diwakili putrinya, yaitu Tribhuwana
Tunggadewi.
Menurut Nagarakretagama, Tribhuwana memerintah didampingi suaminya,
Kertawardhana. Pada tahun 1331 ia menumpas pemberontakan daerah Sadeng dan eta.
Menurut !araraton terjadi persaingan antara Gajah Mada dan Ra embar dalam
memperebutkan posisi panglima penumpasan Sadeng. Maka, Tribhuwana pun berangkat
sendiri sebagai panglima menyerang Sadeng, didampingi sepupunya, Adityawarman.
Peristiwa penting berikutnya dalam Pararaton adalah Sumpah Palapa yang diucapkan
Gajah Mada saat dilantik sebagai rakryan patih Mafapahit tahun 1334. Gajah Mada
bersumpah tidak akan menikmati makanan enak (rempah-rempah) sebelum berhasil
menaklukkan wilayah kepulauan Nusantara di bawah Majapahit.
Pemerintahan Tribhuwana terkenal sebagai masa perluasan wilayah Majapahit ke segala
arah sebagai pelaksanaan Sumpah Palapa. Tahun 1343 Majapahit mengalahkan raja
Kerajaan Pejeng (Bali), Dalem Bedahulu, dan kemudian seluruh Bali. Tahun 1347
Adityawarman yang masih keturunan Melayu dikirim untuk menaklukkan sisa-sisa
Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Malayu. Ia kemudian menjadi uparafa (raja bawahan)
Majapahit di wilayah Sumatera. Perluasan Majapahit dilanjutkan pada masa
pemerintahan Hayam Wuruk, di mana wilayahnya hingga mencapai amuri di ujung
barat sampai Wanin di ujung timur.
Nagarakretagama menyebutkan akhir pemerintahan Tribhuwana adalah tahun 1350,
bersamaan dengan meninggalnya Gayatri. Berita ini kurang tepat karena menurut prasasti
Singasari, pada tahun 1351 Tribhuwana masih menjadi raja Majapahit.
Akhir Hayat Tribhuwana
Tribhuwana Wijayatunggadewi diperkirakan turun takhta tahun 1351 (sesudah
mengeluarkan prasasti Singasari). Ia kemudian kembali menjadi Bhre Kahuripan yang
tergabung dalam $aptaprabhu, yaitu semacam dewan pertimbangan agung yang
beranggotakan keluarga raja. Adapun yang menjadi raja Majapahit selanjutnya adalah
putranya, yaitu Hayam Wuruk.
Tidak diketahui dengan pasti kapan tahun kematian Tribhuwana. !araraton hanya
memberitakan Bhre Kahuripan tersebut meninggal dunia setelah pengangkatan ajah
Enggon sebagai patih tahun 1371.
Menurut !araraton, Tribhuwanotunggadewi didharmakan dalam andi Pantarapura
yang terletak di desa Panggih. Sedangkan suaminya, yaitu Kertawardhana Bhre Tumapel
meninggal tahun 1386, dan didharmakan di andi Sarwa ayapurwa, yang terletak di
desa apan.

D.Hayam Wuruk
yah Hayam Wuruk adalah raja keempat Kerajaan Majapahit yang memerintah tahun
1351-1389, bergelar Maharaja Sri Rajasanagara. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan
Majapahit mencapai zaman kejayaannya.
Silsilah Hayam Wuruk
Nama Hayam Wuruk artinya "ayam yang terpelajar". Ia adalah putra pasangan
Tribhuwana Tunggadewi dan Sri Kertawardhana alias Cakradhara. Ibunya adalah putri
Raden Wijaya pendiri Majapahit, sedangkan ayahnya adalah raja bawahan di Singhasari
bergelar Bhre Tumapel.
Hayam Wuruk dilahirkan tahun 1334. Peristiwa kelahirannya diawali dengan gempa
bumi di Pabanyu Pindah dan meletusnya Gunung Kelud. Pada tahun itu pula Gajah Mada
mengucapkan Sumpah Palapa.
Hayam Wuruk memiliki adik perempuan bernama Dyah Nertaja alias Bhre Pajang, dan
adik angkat bernama Indudewi alias Bhre Lasem, yaitu putri Rajadewi, adik ibunya.
Permaisuri Hayam Wuruk bernama Sri Sudewi bergelar Padukasori putri Wijayarajasa
Bhre Wengker. Dari perkawinan itu lahir Kusumawardhani yang menikah dengan
Wikramawardhana putra Bhre Pajang. Hayam Wuruk juga memiliki putra dari selir yang
menjabat sebagai Bhre Wirabhumi, yang menikah dengan Nagarawardhani putri Bhre
Lasem.
Masa pemerintahan Hayam Wuruk
Di bawah kekuasaan Hayam Wuruk, Majapahit menaklukkan Kerajaan Pasai dan Aru
(kemudian bernama Deli, dekat Medan sekarang). Majapahit juga menghancurkan
Palembang, sisa-sisa pertahanan Kerajaan Sriwijaya (1377).

Peristiwa Bubat
Tahun 1351, Hayam Wuruk hendak menikahi puteri Raja sunda (di Jawa Barat), Diah
!italoka Citra8emi. Pajajaran setuju asal bukan maksud Majapahit untuk mencaplok
Pajajaran. Ketika dalam perjalanan menuju upacara pernikahan, Gajah Mada mendesak
Pajajaran untuk menyerahkan puteri sebagai upeti dan tunduk kepada Majapahit.
Pajajaran menolak, akhirnya pecah pertempuran, Perang Bubat. Dalam peristiwa
menyedihkan ini seluruh rombongan Pajajaran tewas, dan dalam beberapa tahun
Pajajaran menjadi wilayah Majapahit.
"Kecelakaan sejarah" ini hingga sekarang masih dikenang terus oleh masyarakat Jawa
Barat dalam bentuk penolakan nama Hayam Wuruk dan Gajah Mada bagi pemberian
Suksesor
Tahun 1389, Hayam Wuruk meninggal dengan dua anak: Kusumawardhani (yang
bersuami Wikramawardhana), serta Wirabhumi yang merupakan anak dari selirnya.
Namun yang menjadi pengganti Hayam Wuruk adalah menantunya, Wikramawardhana.
E. Wikramawardhana
Wikramawardhana adalah raja kelima Majapahit yang memerintah berdampingan
dengan istri sekaligus sepupunya, yaitu usumawardhani putri Hayam Wuruk, pada
tahun 1389-1427.
Silsilah Wikramawardhana dan usumawardhani
Wikramawardhana dalam !araraton bergelar Bhra Hyang Wisesa Aji Wikrama. Nama
aslinya adalah Raden agak Sali. Ibunya bernama yah ertaja, adik Hayam Wuruk,
yang menjabat sebagai Bhre Pajang. Sedangkan ayahnya bernama Raden Sumana yang
menjabat sebagai Bhre Paguhan, bergelar Singhawardhana.
Permaisurinya, yaitu Kusumawardhani adalah putri Hayam Wuruk yang lahir dari
Padukasori. Dalam Nagarakretagama (ditulis 1365), Kusumawardhani dan
Wikramawardhana diberitakan sudah menikah. Padahal waktu itu Hayam Wuruk baru
berusia 31 tahun. Maka, dapat dipastikan kalau kedua sepupu tersebut telah dijodohkan
sejak kecil.
Dari perkawinan itu, lahir putra mahkota bernama Rajasakusuma bergelar Hyang
Wekasing Sukha, yang meninggal sebelum sempat menjadi raja.


!araraton juga menyebutkan, Wikramawardhana memiliki tiga orang anak dari selir,
yaitu Bhre Tumapel, Suhita, dan Kertawijaya.Bhre Tumapel lahir dari Bhre Mataram,
putri Bhre Pandansalas. Ia menggantikan Rajasakusuma sebagai putra mahkota, tetapi
juga meninggal sebelum sempat menjadi raja.Kedudukan sebagai pewaris takhta
kemudian dijabat oleh Suhita yang lahir dari Bhre Daha putri Bhre Wirabhumi.
Awal Pemerintahan Wikramawardhana dan usumawardhani
Saat Nagarakretagama ditulis tahun 1365, Kusumawardhani masih menjadi putri
mahkota sekaligus Bhre Kabalan. Sedangkan Wikramawardhana menjabat Bhre Mataram
dan mengurusi masalah perdata.
Menurut !araraton, sepeninggal Hayam Wuruk tahun 1389, Kusumawardhani dan
Wikramawardhana naik takhta dan memerintah berdampingan. Jabatan Bhre Mataram
lalu dipegang oleh selir Wikramawardhana, yaitu putri Bhre Pandansalas alias
Ranamanggala. Ibu Bhre Mataram adalah adik Wikramawardhana sendiri yang bernama
Surawardhani alias Bhre Kahuripan. Jadi, Wikramawardhana menikahi keponakannya
sendiri sebagai selir.
Raja sakusuma sang putra mahkota diperkirakan mewarisi jabatan Bhre Kabalan
menggantikan ibunya, meskipun tidak disebut secara tegas dalam Pararaton. Pada tahun
1398 Rajasakusuma mengangkat Gajah Menguri sebagai patih menggantikan Gajah
Enggon yang meninggal dunia. Berita dalam !araraton ini harus ditaIsirkan sebagai
'mengusulkan¨, bukan 'melantik¨. Akhir Pemerintahan Wikramawardhana
Perang Paregreg membawa kerugian besar bagi Majapahit. Banyak daerah-daerah
bawahan di luar Jawa melepaskan diri ketika istana barat dan timur sibuk berperang.
Wikramawardhana juga berhutang ganti rugi pada kaisar Dinasti Ming penguasa Cina.
Ketika terjadi penyerbuan ke timur, sebanyak 170 orang anak buah Laksamana Ceng Ho
ikut terbunuh. Padahal waktu itu Ceng Ho sedang menjadi duta besar mengunjungi Jawa.
Menurut kronik Cina tulisan Ma Huan (sekretaris Ceng Ho), Wikramawardhana
diwajibkan membayar denda pada kaisar sebesar 60.000 tahil. Sampai tahun 1408 baru
bisa diangsur 10.000 tahil saja. Akhirnya, kaisar membebaskan hutang tersebut karena
kasihan.
Pada tahun 1426 terjadi bencana kelaparan melanda Majapahit. Bhre Tumapel sang putra
mahkota meninggal dunia tahun 1427. Candi makamnya di Lokerep bernama
Asmarasaba. Disusul kemudian kematian istri dan putra Bhre Tumapel, yaitu Bhre Lasem
dan Bhre Wengker.

Wikramawardhana akhirnya meninggal pula akhir tahun 1427. Ia dicandikan di
Wisesapura yang terletak di Bayalangu.Rajasakusuma meninggal tahun 1399. Candi
makamnya bernama Paramasuka Pura di Tanjung. Kedudukan putra mahkota lalu dijabat
Bhre Tumapel putra Wikramawardhana dan Bhre Mataram.
Pada tahun 1400 Wikramawardhana turun takhta untuk hidup sebagai pendeta.
Kusumawardhani pun memerintah secara penuh di Majapahit.
Peninggalan sejarah Wikramawardhana berupa prasasti atiden (1395), yang berisi
penetapan Gunung Lejar sebagai tempat pendirian sebuah bangunan suci.


F. Suhita
Prabu Stri Suhita adalah raja wanita Majapahit yang memerintah tahun 1427-1447,
bersama suaminya yang bernama Bhra Hyang Parameswara Ratnapangkaja.
Pemerintahan Suhita
Suhita memerintah berdampingan dengan Ratnapangkaja bergelar Bhatara Parameswara.
Pada tahun 1433 Suhita membalas kematian Bhre Wirabhumi dengan cara menghukum
mati Raden ajah alias Bhra arapati. Dari berita ini terasa masuk akal kalau
hubungan Bhre Wirabhumi dan Suhita adalah kakek dan cucu, meskipun tidak disebut
secara tegas dalam !araraton.
Nama Suhita juga muncul dalam kronik Cina dari Kuil Sam Po Kong sebagai Su-king-ta,
yaitu raja Majapahit yang mengangkat Gan Eng Cu sebagai pemimpin masyarakat Cina
di Tuban dengan pangkat A-lu-ya. Tokoh Gan Eng Cu ini identik dengan Arya Teja,
kakek Sunan Kalijaga.
Pada tahun 1437 Bhatara Parameswara Ratnapangkaja meninggal dunia. Sepuluh tahun
kemudian, yaitu tahun 1447 Suhita meninggal pula. Pasangan suami istri itu dicandikan
bersama di Singhajaya.
Karena tidak memiliki putra mahkota, Suhita digantikan adiknya, yaitu Dyah
Kertawijaya, sebagai raja selanjutnya.
. ertawijaya
yah ertawijaya adalah raja Majapahit yang memerintah tahun 1447-1451 dengan
gelar Sri Maharaja Wijaya Parakramawardhana. Menurut !araraton, Kertawijaya
adalah putra Wikramawardhana dari selir. Putra Wikramawardhana yang lain adalah
Hyang Wekasing Sukha, Bhre Tumapel, dan Suhita. Sebelum menjadi raja, Kertawijaya
pernah menjadi Bhre Tumapel, yaitu menggantikan kakaknya yang meninggal awal tahun
1427.
Kertawijaya naik takhta menggantikan Suhita tahun 1447. Pada masa pemerintahannya
sering terjadi gempa bumi dan gunung meletus. Juga terjadi peristiwa pembunuhan
penduduk Tidung Galating oleh keponakannya, yaitu Bhre Paguhan putra Bhre Tumapel.
Kertawijaya waIat tahun 1451. Ia dicandikan di Kertawijayapura. Kedudukannya sebagai
raja digantikan Rajasawardhana
Hubungan antara Rajasawardhana dengan Kertawijaya tidak disebut secara tegas dalam
!araraton, sehingga muncul pendapat yang mengatakan kalau Rajasawardhana naik
takhta setelah membunuh Kertawijaya. Pendapat lain mengatakan Rajasawardhana
adalah putra Kertawijaya yang nama aslinya tercatat dalam prasasti Waringin Pitu
sebagai yah Wijayakumara.
H.Brawijaya
Prabu Brawijaya (lahir: ? - waIat: 1478) atau kadang disebut Brawijaya V adalah raja
terakhir Kerajaan Majapahit versi naskah-naskah babad dan serat, yang memerintah
sampai tahun 1478. Tokoh ini diperkirakan sebagai tokoh Iiksi namun sangat legendaris.
Ia sering dianggap sama dengan Bhre ertabhumi, yaitu nama yang ditemukan dalam
penutupan naskah !araraton. Namun pendapat lain mengatakan bahwa Brawijaya
cenderung identik dengan Dyah Ranawijaya, yaitu tokoh yang pada tahun 1486 mengaku
sebagai penguasa Majapahit, Janggala, dan Kadiri.
isab bidup
abad Tanah Jawi menyebut nama asli Brawijaya adalah Raden Alit. Ia naik tahta
menggantikan ayahnya yang bernama Prabu Bratanjung, dan kemudian memerintah
dalam waktu yang sangat lama, yaitu sejak putra sulungnya
|rufukan?|
yang bernama Arya
Damar belum lahir, sampai akhirnya turun takhta karena dikalahkan oleh putranya yang
lain, yaitu Raden Patah yang juga anak tiri Arya Damar.
|rufukan?|

Brawijaya memiliki permaisuri bernama Ratu Dwarawati, seorang muslim dari Campa.
Patihnya bernama Gajah Mada. Jumlah selirnya banyak sekali. Dari mereka, antara lain,
lahir Arya Damar bupati Palembang, Raden Patah bupati Demak, Batara Katong bupati
Ponorogo, serta Bondan Kejawan leluhur raja-raja Kesultanan Mataram.
Sementara itu $erat anda menyebut nama asli Brawijaya adalah Angkawijaya, putra
Prabu Mertawijaya dan Ratu Kencanawungu. Mertawijaya adalah nama gelar
Damarwulan yang menjadi raja Majapahit setelah mengalahkan Menak Jingga bupati
Blambangan.
Sementara itu pendiri Kerajaan Majapahit versi naskah babad dan serat bernama Jaka
Sesuruh, bukan Raden Wijaya sebagaimana Iakta yang sebenarnya terjadi. Menurut $erat
!ranitiradya, yang bernama Brawijaya bukan hanya raja terakhir saja, tetapi juga
beberapa raja sebelumnya. Naskah serat ini menyebut urutan raja-raja Majapahit ialah:
O !aka Sesuruh bergelar Þrabu 8raLana
O Þrabu 8rakumara
O Þrabu 8rawl[aya l
O aLu Ayu kencanawungu
O Þrabu 8rawl[aya ll
O Þrabu 8rawl[aya lll
O Þrabu 8rawl[aya lv
O an Lerakhlrţ Þrabu 8rawl[aya v
Baik itu pemerintahan Brawijaya ataupun Brawijaya V sama-sama dikisahkan berakhir
akibat serangan putranya sendiri yang bernama Raden Patah pada tahun 1478. Raden
Patah kemudian menjadi raja pertama Kesultanan Demak, bergelar Panembahan Jimbun

sal usul nama
Meskipun sangat populer, nama Brawijaya ternyata tidak pernah dijumpai dalam naskah
!araraton ataupun prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Majapahit. Oleh karena itu,
perlu diselidiki dari mana para pengarang naskah babad dan serat memperoleh nama
tersebut.
Nama Brawijaya berasal dari kata Bhra Wijaya. Gelar bhra adalah singkatan dari
bhatara, yang bermakna "baginda". Sedangkan gelar bhre yang banyak dijumpai dalam
!araraton berasal dari gabungan kata bhra i, yang bermakna "baginda di". Dengan
demikian, Brawijaya dapat juga disebut Bhatara Wijaya.
Menurut catatan Tome Pires yang berjudul $uma Oriental, pada tahun 1513 di Pulau
Jawa ada seorang raja bernama Batara Vigiaya. Ibu kota kerajaannya terletak di Dayo.
Pemerintahannya hanya bersiIat simbol, karena yang berkuasa penuh adalah mertuanya
yang bernama Pate Amdura.
Batara Vigiaya, Dayo, dan Pate Amdura adalah ejaan Portugis untuk Bhatara Wijaya,
Daha, dan Patih Mahodara. Tokoh Bhatara Wijaya ini kemungkinan identik dengan Dyah
Ranawijaya yang mengeluarkan prasasti Jiyu tahun 1486, di mana ia mengaku sebagai
penguasa Majapahit, Janggala, dan Kadiri. Pusat pemerintahan Dyah Ranawijaya terletak
di Daha. Dengan kata lain, saat itu Daha adalah ibu kota Majapahit.
abad $engkala mengisahkan pada tahun 1527 Kadiri atau Daha runtuh akibat serangan
Sultan Trenggana dari Kesultanan Demak. Tidak diketahui dengan pasti apakah saat itu
penguasa Daha masih dijabat oleh Bhatara Ranawijaya atau tidak. Namun apabila benar
demikian, berarti Ranawijaya merupakan raja Daha yang terakhir.
Mungkin Bhatara Ranawijaya inilah yang namanya tercatat dalam ingatan masyarakat
Jawa

sebagai raja Majapahit yang terakhir, yang namanya kemudian disingkat sebagai
Brawijaya. Namun, karena istilah Majapahit identik dengan daerah Trowulan, Mojokerto,
maka Brawijaya pun "ditempatkan" sebagai raja yang memerintah di sana, bukan di
Daha.
Kerajaan Majapahit yang berpusat di Trowulan menurut ingatan masyarakat Jawa
berakhir pada tahun 1478. Oleh karena itu, Brawijaya pun dikisahkan meninggal pada
tahun tersebut. Padahal Bhatara Ranawijaya diketahui masih mengeluarkan prasasti Jiyu
tahun 1486. Rupanya para pujangga penulis naskah babad dan serat tidak mengetahui
kalau setelah tahun 1478 pusat Kerajaan Majapahit berpindah dari Trowulan menuju
Daha.
bre ertabbumi dalam Pararaton
!araraton hanya menceritakan sejarah Kerajaan Majapahit yang berakhir pada tahun
1478 Masehi (atau tahun 1400 Saka). Pada bagian penutupan naskah tersebut tertulis:
8bte looJoosolos meojoJl 8bte 1omopel kemoJloo meojoJl tojo poJo toboo 5oko 1J88ţ
boto meojoJl tojo Joo toboo lomooyo kemoJloo petql Jotl lstooo oookŴoook 5ooq
5looqoto yolto 8bte kobotlpooţ 8bte Mototomţ 8bte lomotooţ Joo yooq booqso 8bte
kettobboml tetbltooq pomoo tojo yooq meoloqqol Jolom lstooo toboo 5oko 1400Ŧ
Kalimat penutupan !araraton tersebut terkesan ambigu.
|rufukan?|
Tidak jelas siapa yang
pergi dari istana pada tahun Saka 1390, apakah Bhre Pandansalas ataukah anak-anak
Sang Sinagara. Tidak jelas pula siapa yang meninggal dalam istana pada tahun Saka
1400, apakah Bhre Kertabhumi, ataukah raja sebelumnya.
Teori yang cukup populer
|rufukan?|
menyebut Bhre Kertabhumi sebagai tokoh yang
meninggal tahun 1400 Saka (1478 Masehi). Teori ini mendapat dukungan dengan
ditemukannya naskah kronik Cina dari kuil Sam Po Kong Semarang yang menyebut
nama ung-ta-bu-mi sebagai raja Majapahit terakhir. Nama Kung-ta-bu-mi ini
diperkirakan sebagai ejaan Cina untuk Bhre Kertabhumi.
Sementara itu dalam $erat anda disebutkan bahwa, Brawijaya adalah raja terakhir
Majapahit yang dikalahkan oleh Raden Patah pada tahun $irna ilang RTA-ning &MI,
atau 1400 Saka. Atas dasar berita tersebut, tokoh Brawijaya pun dianggap identik
|rufukan?|

dengan Bhre Kertabhumi atau Kung-ta-bu-mi. Perbedaannya ialah, Brawijaya
memerintah dalam waktu yang sangat lama sedangkan pemerintahan Bhre Kertabhumi
relatiI singkat.
sunting] ung-ta-bu-mi dalam roni Cina
Naskah kronik Cina yang ditemukan dalam kuil Sam Po Kong di Semarang antara lain
mengisahkan akhir Kerajaan Majapahit sampai berdirinya Kerajaan Pajang.
Dikisahkan, raja terakhir Majapahit bernama Kung-ta-bu-mi. Salah satu putranya
bernama Jin Bun yang dibesarkan oleh Swan Liong, putra Yang-wi-si-sa dari seorang
selir Cina. Pada tahun 1478 Jin Bun menyerang Majapahit dan membawa Kung-ta-bu-mi
secara hormat ke Bing-to-lo.
Kung-ta-bu-mi merupakan ejaan Cina untuk Bhre Kertabhumi. Jin Bun dari Bing-to-lo
adalah Panembahan Jimbun alias Raden Patah dari Demak Bintara. Swan Liong identik
dengan Arya Damar. Sedangkan Yang-wi-si-sa bisa berarti Hyang Wisesa alias
Wikramawardhana, atau bisa pula Hyang Purwawisesa. Keduanya sama-sama pernah
menjadi raja di Majapahit.
Menurut abad Tanah Jawi dan $erat anda, tokoh Arya Damar adalah anak Brawijaya
dari seorang raksasa perempuan bernama Endang Sasmintapura. Jadi, Arya Damar adalah
kakak tiri sekaligus ayah angkat Raden Patah.
Menurut kronik Cina di atas, Raden Patah adalah putra Bhre Kertabhumi, sedangkan
Swan Liong adalah putra Hyang Wisesa dari seorang selir berdarah Cina. Kisah ini
terkesan lebih masuk akal daripada uraian versi babad dan serat.
Selanjutnya dikisahkan pula, setelah kekalahan Kung-ta-bu-mi, Majapahit pun menjadi
bawahan Demak. Bekas kerajaan besar ini kemudian diperintah oleh Nyoo Lay Wa,
seorang Cina muslim sebagai bupati. Pada tahun 1486 Nyoo Lay Wa tewas karena unjuk
rasa penduduk pribumi. Maka, Jin Bun pun mengangkat iparnya, yaitu Pa-bu-ta-la,
menantu Kung-ta-bu-mi, sebagai bupati baru.
Tokoh Pa-bu-ta-la identik dengan Prabhu Natha Girindrawardhana alias Dyah
Ranawijaya dalam prasasti Jiyu 1486. Jadi, menurut berita Cina tersebut, Dyah
Ranawijaya alias Bhatara Wijaya adalah saudara ipar sekaligus bupati bawahan Raden
Patah. Dengan kata lain, Bhra Wijaya adalah menantu Bhre Kertabhumi menurut kronik
Cina.
eori eruntuban Ma|apabit
Peristiwa runtuhnya Kerajaan Majapahit yang berpusat di Trowulan, Mojokerto diyakini
terjadi pada tahun 1478, namun sering diceritakan dalam berbagai versi, antara lain:
O a[a Lerakhlr aalah 8rawl[ayaŦ la lkalahkan oleh aen ÞaLah arl uemak 8lnLaraŦ
konon 8rawl[aya kemulan masuk lslam melalul Sunan kall[agaŦ Aa pula yang
menglsahkan 8rawl[aya melarlkan lrl ke Þulau 8allŦ Mesklpun Leorl yang bersumber
arl naskahŴnaskah baba an seraL lnl uralannya Lerkesan khayal an Llak masuk akalţ
namun sangaL populer alam masyarakaL !awaŦ
O a[a Lerakhlr aalah 8hre kerLabhumlŦ la lkalahkan oleh aen ÞaLahŦ SeLelah lLu
Ma[apahlL men[al bawahan kesulLanan uemakŦ 1eorl lnl muncul berasarkan
lLemukannya kronlk Clna arl kull Sam Þo kong SemarangŦ
O a[a Lerakhlr aalah 8hre kerLabhumlŦ la lkalahkan oleh Clrlnrawarhana uyah
anawl[aya allas 8haLara Wl[ayaŦ 1eorl lnl muncul berasarkan penemuan prasasLl ÞeLak
yang menglsahkan pernah Ler[al peperangan anLara keluarga Clrlnrawarhana
melawan Ma[apahlLŦ



O a[a Lerakhlr aalah 8hre Þanansalas yang lkalahkan oleh anakŴanak Sang SlnagaraŦ
1eorl lnl muncul karena lotototoo Llak menyebuLkan secara [elas apakah 8hre
kerLabhuml merupakan ra[a Lerakhlr Ma[apahlL aLau bukanŦ Selaln lLu kallmaL
sebelumnya [uga Lerkesan amblguţ apakah yang menlnggalkan lsLana paa Lahun 1390
Saka (1468 Masehl) aalah 8hre Þanansalasţ aLaukah anakŴanak Sang SlnagaraŦ 1eorl
yang menyebuL 8hre Þanansalas sebagal ra[a Lerakhlr mengaLakan kalau paa Lahun
1478ţ anakŴanak Sang Slnagara kemball unLuk menyerang Ma[apahlLŦ !alţ menuruL Leorl
lnlţ 8hre Þanansalas maLl lbunuh oleh 8hre kerLabhuml an suaraŴsauaranya paa
Lahun 1478Ŧ
Pemaaian nama rawi|aya
Meskipun kisah hidupnya dalam naskah babad dan serat terkesan khayal dan tidak masuk
akal, namun nama Brawijaya sangat populer, terutama di daerah Jawa Timur.
Hampir setiap kota di Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur menggunakan Brawijaya
sebagai nama jalan. Nama Brawijaya juga diabadikan menjadi nama suatu perguruan
tinggi negeri di Kota Malang, yaitu Universitas Brawijaya. Juga terdapat Stadion
Brawijaya dan Museum Brawijaya di kota yang sama. Di samping itu kesatuan Tentara
Nasional Indonesia Angkatan Darat yang meliputi daerah Jawa Timur dikenal dengan
nama Kodam V/Brawijaya.

epustakaan
O Andjar Any. 1989. Raha8ia Ramalan Jayabaya, Ranggawar8ita & $abdopalon.
Semarang: Aneka Ilmu
O abad Mafapahit dan !ara Wali (Jilid 3). 1989. Jakarta: Departemen Pendidikan
dan Kebudayaan, Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah
O abad Tanah Jawi. 2007. (terjemahan). Yogyakarta: Narasi
O H.J.de GraaI dan T.H. Pigeaud. 2001. erafaan I8lam !ertama di Jawa. Terj.
Jakarta: Pustaka Utama GraIiti
O M.C. RickleIs. 1991. $efarah Indone8ia Modern (terjemahan). Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press
O Slamet Muljana. 2005. Runtuhnya erafaan Jindu-Jawa dan Timbulnya Negara-
Negara I8lam di Nu8antara (terbitan ulang 1968). Yogyakarta: LKISabad Tanah
Jawi, Mulai dari Nabi Adam $ampai Tahun 1647. (terj.). 2007. Yogyakarta:
Narasi
O Marwati Poesponegoro & Nugroho Notosusanto. 1990. $efarah Na8ional
Indone8ia Jilid II. Jakarta: Balai Pustaka
O R.M. Mangkudimedja. 1979. $erat !araraton Jilid 2. Jakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan
Daerah
O Wikipedia

3:8.5. 80203. /:9.5.:.9 203:. -.07.  07... ./3.703.3:34/3/4308.3 -.9/.97.353.3 04342203:3:..33.8........8.8..:38090. /./.:3 -0-07.5:5: ' /.  /.02-. .3.8.35073..390780-:99.32:33-07:5.08 05:.0--...9/.9.3.709.8.3 -. .....  .5.07..5:3.9.33203.9 203:.3.../80-:9#../..3..3.2./.25.243454407...-.3.25..3:3.9   %07.   .:90!./.9 205:9$:2.. ..-.0:.5.3.9203.3'093.49...3/507./.8.07../80203.5. 47304 $:.3 (2030-. 03/07.3....0%434    .7.353..:./.:..3...-.38./..340 507/.:3 3.07.....9.3.0../03.:3 3...79..5.5. ./-.0..3.8.... ..5.5..320372/:9.%03.5:3.7.5..-07/7/. $..5907:-:3.. 88.390703... 2020739.....9..5..80-:...2 /.5.9.8.  !.33.3.3. /9. -07.93.3.2/.5.3 7:39:3.8.3./.9:8.33.380.5.07.2 72.2:7: :.79.2.33. 47304 $:2.2..8.33.3-07:.07.02././.8.2:7: .:  03:7:9.3 ..7809.3:3.3$7. /.549709.9:.39075:8...202 :-:3...97.3807..5:.:33.7.. .. .  0.3 . 0:...80-.2.2-4.3/03./..3-.305:.3-. !.5.380-.9.88.39:.0:.5.3 /.9.. .920.3.503.50739.3 2....  .3.0:..:: !.7.72.3 07.90703.2:3/02.9 909./..7 9.3.9.

      #.7/. 02..-. 2:..19.2...7.      !:7...8.77.3.7.77.7.8:3:8..3.3-..7/.-..39.3/7. 202..3 /. 503:..3:82/.8./.5.3.8.39.5.8...7/..3-.73.:3     .77....:3 .9&3:8 503:.:3-07.7/..907.5.7/.5.39./.7:.7/.90...7.25. -070.7/.340 ..3 07:9. ..9/.      079.:3  .8.7.3.......7.2.  2033/..3.3/.:3 $.9.3 !..7.07..38:7 2002.9//7.3/7.7$7#.7.3!..7.73.9/.-:2 7.3. -070.3.3./.5:3.7%7-:.2:7. -070.90.'    .7.30:..8..7..3 -.-:2 -070.3.. ..  ..7.7.9 !07.95074/0 04843. 80-.:/.80 79803./.:3 /.35:..70079.. .:/-.7.3/507903. .9 $08:/. !.../0 /..9.3407888:808..       $79..3#...3.:$:7.30:.-./0      .7.7..9:3.8.3 709..7:.7079.5.'     079.39..9 40 73/7.'     :/.     !. ..9./.5.3 503:.302.9..7....3-07/.2:3./.3.8..7/.2:.'     73/7..9.74347..8.38:7 ./..5020739.::73..3 50/.7:8/-.       7.3./03./507..3.. -070./.7.708:9./8.907/.9/ 80:7:3:8.7.2.-:220.7.5...3-07-:3873.808..33-:2 $03.38.5.7070 5.9:9.7/.-.9.34343.5.2 ./.-07:7..3 7.3.77..7503:.. -070. !..209 -070.2./0  0:.3..3.1099.380.3..9.. !07./.3408047.04254 SS^SS SS\S`   #.9.3 .9-07.8:/. -070.3-..7.32020. -070.3.77.9..../.7$7..9.3..3-08.2-.8.3/:09.3.8..3..3...380-03.8.. 09..7.35.38./.378.90780-:9.3.9-078.2:7: -070.0 .5..:78.3.3.3.3507/.:..907.3./0  503.3 /.8.9203.9.2:3/02.3-:2 .8.35.7%434 !479:8 %420!708 /.9.77.2..3.907.3/5.9:3..39.35.       ...57.//:./...3502-07439.3.7../507..5.803.803..37..3 -.3.. %..80-:....3 ./.../.. -070..39.2:. 873.2.79.203.77.39.39.9:08:9.9.      $:9.297.32:33/.:../50753/.0  /..5030-.8 ..3 80-:..7..-..07.02.93:8.5.

5079.7. .. #.9..5.-.8../....8503/7.: 502.3..9.3.7.0/:5...9 9:/.78.2.7.340.7$7../03...7./03-0:2 545:07  .7#.203:7:9-:9 -:9 57..80../.80./0  .32020739.2..9..0./.8.:.3.:#..507903.803/7 5.33.5./. !.7.9..2./0 2030-:9503/7..3/9:8809./03.5 .2/5.7 ..2.703.9:#. $.3./03803/7/5077.38./.:3 0.3 2085:30.5.-.3:39:2030-:9503/707.#.9/..2!.2..3545:078.9.2.30.7 ..9...7//.9 80./:./03././03.#.7../.8..5.7...70-.9 -073..7.9.9 .:3   -070.943...2.03.89 5. 0.2.3...7.7 .7.2..207:5.$.5. 203:83..3/9:85..7.3            .37.-.8.3 907/.3.7.3.7.70-...38.  .9.5.. ..7.:87.9   ..7.37.7..307:5./.3/0:..3!..:#././03 89.. .30.8.257.3..3.3./0 ..3907/.9...35.2..89:/. #.7/.30...7..   #.3..$7079./.943:.77.503/707..3905./.5.0-8073/:3.3-07..5.5.3  .9/..207:5..-.3203..709..1.7.

/7203072.9-07:93.3..:39:/73.8202::2:3/:72:8:3.:3907.7/..2:35...3.5.9../:. .3:39:203025:9.3.203..32070.7.7 0.9  03...89:.20307.3:3 80-.-07..2025070.32038.3/.8203.7.3..8:.35.8.9: /08./...39:.2.3203/03.8...9.3/.33. .3//7.434 $0./.0:.30--08..34343:39:203.8047.7:...7 .5. 20307. #.30080:39:202-079.3 .78079.3.-073/:30%07:3/80-0.3$0..7.90./.2. 9.390..9.300808007.3-:.8:..92:7..7.  03..3-079.9.7..308.3.-07./..38090.9:-.7/80-0...3/72:-.0:.7.3-:5./#.3..9/.7-07-:7:8007.3.2.2...2:35.9.8.$43030- 3.507-:7:.3..9.703.8.8:.503:.2././502-07439. $3..50:.-0780/.3 .../.3405.9..30...38.  .05..07..7.72:8:. :9.:9.37.3./08.$:20305  078.7.7.8. ./...9 03:7:957.9.2:3.8:..3.9 .-07.703.9:39:2070-:902-.8 /.7.203.:9../03.202-:. .38..8:.9.39:.5.3-.3 0. 203./.9.3.03/7.3./: .95079.:/. ./.8.7..202.3.7..5:3/.5.7..2.89:/..3.:7.3... .:7.. .3.7.3:39:2070-:9 02-.90.90780-:95:3 /-073..:-.20:.7 #.:39:203:25./03.8.3907.434  .3/./9:3: 079.:33-072:2/8.2.8./03../:7..9 8079.3:302-.3./7:39:/-./..-0707.5.9.-:.434  .38:/.7..3-.2.3.7.703.9...20302:..9.9.3079./.3$3.5.20239.7.79.  $.07.3:3-7:  $..:3079.9.7...9: #..8:.3.9..9.-:3.305.9.3!:.79./:7.3/703/.8.:9.434  #.20239.:35.3 :.:39:203::2079.9.5:320372:9:8.-..3-07.5:3 2037247.3. ...3502-07439.203./: 5. 7.. -:49. 8./03.3.3 0.7.3.30/.:39: -07902:7../:7.33..:7.750780:9:.35.92:7  03.3 .3.  47.5.3 47.3 2..307.20372 5.3434/.20703. 7. .7.320307.7.3/9.... 202-..3 /...3 ./7:39:203.82030./03.3/52530080203/.9.-...30070::73.3/./..3 803.3.3.85.39:../.3$43030-:39:202-..320307.302.907:8/0.-:.9  0.31.....3%. 2:.3.343480-.7.3.9.3./.5:3203:3/...9 0..39::897:-07.3.7.203...39:3/:05.8.9 ..-07.3.. .7..82030-07.$3.3.20./50./73..9.37..73.8 .7 .:9:8.3 .:.9.3..38.9:07.35..502:2.80...8...3 ./7 .30.390780-:9  03:7:9/:3!.8.3.3/-...3.25.3:93.35.8:.8.3 7.33.9. 9..8.

3 ...3 .9/...:3 907.2.5..80-. ..8:.3.8  7.33.3/39..9.3 :7:/02:390..3.80-.7.2 502-07439..02:/..203..203.3202253807.02-07  .  $08.3 3.:3.3-.3/::203/:33.-7..5..3.3.5.32034-.3.  ^ S S`  03:7:9.../:3.07.:3  . .8...2...  .0. 7.3/7/./.#./50789.8:.  !..:/. 5034-.5..8.7.9203.3-..0 $47.57.9 .7.9.33.35... /.7.9.203:3/:7..7.8.202./:7..39..7.980-.38.9803.-7.9 2025078./03. :.5.2-/.3..-:.5.3/73..5:7..2033.3 .3..2.5.3..35:3. 5.3203::!:.2507:.8/-.-073.3. 202-:3:3.2.02:/.9. ./7.080-.9 $090.502-:3:.30./507.33.203.0203.!020739.3/03.9..3.9 9: .2../.25. /2.3.9 02-:$47.9.9 03:7:9/:3././.30/:.3 83:/.3..0:39: 202-07439.202-07.9 50..3944.95.3.9..3 !.8.3./. 57.8:9#.389.2033.$090.20239...5.709.80.80-.:2.503:93.207. 00802033..7:/.3...2.9:../ 8:.9039.5.:.2:3 09.2400-43.3203/.3..3 -075089.3/.3  !.502253/08..2..3#...9.3/...8.. .3.7.7.92:7/5253 407..3#..50750..5.3...3 $07.3#.3/:39 :3940./..-./.3:07...3 !.04254./03.9:202-:.:/./..../5.3.9.3:.5:3.907.5. .22020739..8.5079.33.9 .93..72:3/:75.350307.3.320.33.900800.9.7./.9 ..:38047.2.9././.:3$.9.5.5.3..9.3/.39075..:79434.203.9 .0.3502-.3:39:02-.9.7. .5.9.: -07905.80903.3/.39..8.3.-:.. /2...3/::809.9.0 /-:3:/03.5..7.9 /.8.0 . $47..:40503.3/$25380-.3../..2.343480/.3 !0789.3.2-80-..380-0...390780-:9907.2-/..3.3. #..3:.3.3/73.3/..090..3:93...3.202-:3:5./:.3 203.3-07-.3203.07. 80.....302-:$47.799.5.3.34.5..7./.3 .7..05..203.#.:79/.3 ./2.3 .     ..3-:49.9.3$.:7./:.:5075..3./.3 $47.78.  ..33/5.7.3.7. !02-07439.

9/5077./.3/.3203.709.5.709../03.7/3..  .257.9#.:3/708.9 . .8.3..3.3897 5:97079...3.--89./!:..29.3.980-.:7..7..757.90780-:9-072.943 3../.3203./..3.3. &8: 03:7:9!.8:.33.3.3/:.../.!09././. /-.7$7.32..2..47.703/7.-.:.!09..0.5.3/708.3.9 907. .7./03.0/.7.3-073..3.1.-7.97 $0/./03..3. /.9.3/..7-45.3 .357.3/.3:3.8.7.9/-:3: 409.3/9:.3..0.39. $7$:3/.78090.-80..3 5.4002-:$47.. /.9.5.3.7./:.9 /.9 03:7:9.7.35.0209.5.3.980-.33.-.5.:.2:/.-079.8.3.302.7.89.35:97079.!09.5:97./.32032-:.7./.8.5.:3  .89 5033.8:.8 /5.7.3203:7:97433.45.943 503:87. .. ...9/./. %039:8./. 033.3:3.2:3.2..3..:3 $03.9:%7-:. $02039. #.80-.07..7..3907.  8.:$:2.5./...:/./5.90.3.2...9.9.3.7.980-..5.803/72033.7./...3.9.-7.3434/.3 /50703..:.703.89:.9.:.3./ 5.!09.3..3.3!.3.#.2.:3 .3.707.7.$97%3:03!:7..3.3 2.2.9 -:.5. .8.  ...7...2..:3   /03.9/5.8-073.3.7.97.3.: 897.:.503:87.3-070.3 /80-:9.07.9.280...947.3/89.../.880..9430..3..3..2.2.5025.3../:9.  03:7:9!.7. .9.7.3.7..2. 02:/..5.805::.203.8./ .9.3..2.7.3..3.35..2:/.7.7..3/.8:.709...5..308.90..7 .03/7...3434 405. .09..  .9..3.8..7.90703..9.:3 $0/.87.:380-.02095:97.. -:3.2.5./7.3/. -079..2...89 !03..9..7.3..7897 .7.7 ./03.309.80-.7.7..2030-:9.9..-:.%.2.49.2.0/:./....3.9..7.7...3 2020739..:5:../.3.907.9.3.:3 2.3..7. !020739.30..//.7.0 /.7..3././:. ...7.2030-:9.3-07.7.8..3.7.380-0:23....3-07/73.:.9 ./.3..709./0 /.3/.5.89!.7  .30-43.72..3 /52534000809:2033.00. 5074.... .9/09../.2./8.2./.#.202/:. ..3.3.3.7. 203.7...5020739../.9.57 ..3...9 #.7.-./.257.7.7.3..7. .. ..0.3./:25.89 57. .0-43.3.3.9.88..07.!09./03.8990780-:9/. 909.7.8..

9:.3.:..7..5034-.3203:3:.38973.9.3/03.9203./0.3-070.7.9.3.3.3...2033./.8..83:8079...7.3/.97  085:3.3./5.././...7.9:3.8../.89$3. ..8 /08:8.7 /.90780-:92032-:. /9025.203::22.7.5:3-07.9..9.39./..2.5:97. ./0 %7-:./.2-..979:03/.-80..9.09:7:3.05.8.9.:3 5020739.9.3 $0/./8..850739.3-.-:3./.39:%.3..3..73.7.3..2:3.703.3.%.9:3.803/7  08.5...5:97-:38:079./.203..97 5..//./.7.7.8.9.3..20.3...39.7/. .9.3..3:39:2034-.3.3..757.3.208025.83:5.9.3.3: 40.9 02:/.509.7..8202-:3:.25.:0/:...38007....7.203...7..7.3.308../03.2..98..3.3..709..3.803../0.99::..9: 8..203.:3 03:7:9!..9.804.9790.:3  .. /:3... !.35../.3.897 897#.52:33.:/08.9.7.%..9.7...  .9.20209:7:3.503:./9.:.35.9 9/:7 ...9.54543..3.9....3.7.72.9:9.83:..3203:7:9 ./:3.9.97 9.703.5:3 20.9/...-07.9432038../ ..7..3203:7:9 ..:...:0. %:3.3.7.3 %09.2..3%7-:.7./:3.....39.5:7..3.--89.3. #.3..3..3..7./3.8./0    %7-:.5.39.9%./..3.972033..3..079.7...5.3.2 .3..3.789.3/.3..3.3/.3/$703.3  !0789.9:907.7./.3... 03:7:9.32020739.40./.:3 203.9:3.%.3.97. .7..:3   02.32033..3/.58.-8./3..9:.9:05..7..:90. .7.30/:.980-..7.2.390780-:9  #.2033.9.8...9203.8/:5/.9./7.32:3.-07.. %7-:.7..3#.709. .3.35..32033../ .574808503.3.3 .709.3/$.203.9.9..8/  .09.7  /09.3  0../.9-8: ..3.25:7.%7-:.3. 80-.. 9.5.7.324...9:.3./$:.9.39039.7%7-:....8 /08:89:/8.3%7-:.99:.7. ...547.75:..89025.99:8:/.38. 9.7.203..50/:5.3... 9.:3 09.7../2..3.02.9.9.3 2. $:.920..943.3//.3  !020739../3.2.7.349:3..$7 %7-:.-/08.33.  079.3.3.3:-.7../.://./39.3./.7.

//08.349.3/!.3.3. %7-:.9.7/.2./0/5077.2030-:9. /.3.$:2...32..:3.7....3.9203.3 -07... ...709.2020739.354885. 80-0:2-07..70%:2.3.5.3.370.7...3.3.39.9:.2:7/::3 -.3!003 .57.020/.3:93.7/.980. .3:7.5:3./.2.3. !./03/.9.5:3/.5020739.3:9.349:3.3:8. %7-:. 07.30.8.3203..9:3./.99....02:/.35.:3%7-:..3$.503.5. !07:./70.:. 5:97.7..2$..8. %.203.9.. .3/.390709..3.23..3$.302-./.7..5..35./.7..37.3.9.3#.2.2:7:  %/.20307.33.7.  079./.9%7-:.://.92.203:25. .8.72.5:7. !... %. .507:. 2030:.39.3.3$:25.02:/..-:3/..35.3.8.390709.9.9  !020739.:3.5:3-07.390780-:92033.3 . 7025...3%7-:.8203.89 $3....8..3.7.3/.25.:3.7. .72....72.. 88../0//. ...3980-.07.3.2. %:3.80-.5..3   .357..9 803/780-..9/.3.350792-...3/$.....!.../5078.307.3./7.943 %7-:..3.$..!.2/0.3.9. 7..02-.5....2!.8.309..:3 /.5.7 .380:7:.. %7-:.203.3203.907.. 7025.302:/. 07./.3.3  !0789.2.89$3.80-.7./.503:25.3905.:3 808:/.//..:..:/72:39:203./03 //.2 2025070-:9...7.:302.2.2538:.7. 5020739.5./ /08.7.8090...39.97 079. 34380-.9.3.7/.3 907....7.3.50 2033.99...9.8.5./09.5.3.: ./.943907.9:%7-:.7..7.7.943.3...:.809:7:3.98././:5.203:7:957.3%7-:.3.../:3.32.:/03.3  .:3 ..5.3 $0/..32032..7.3.72.9  7.23.2:7: /2.8 203.3.3..3%7-:..2./.8.3/.8502-07439../-..$:25.3.9..9/.8.-.32..5.32033.3.7.7.5:973.9:079..:3  03:7:9!../.:75. 202-079.388.90703.!.7 5./.3$7.709.7.9/../7.30:.7.5. /9.3/03.8.3/:.38:.7.5.3//.:3 /9..05:.3..8.....9080....3.9/.:75.  03:7:9!. -078:25.9.303.503/09.39./03 ..75020739.59./0  03:7:9.253805:5:3.50393-07:93.:3  -078.3.703. 803..5:7.5.33/::392:7  .3.9:802.39:7:39.5.89.5.:: /.3.50.943.-: ..

5079.7.2........3$7...2:7::.9 .9:..8...7. 700307 .3.3/.9  .3$:25.9.7.2.50.7507../0/.770%:2./507025:....3 7.  .3025.2. -.39:3/:05.3/:/0.  $8.$7$:/0-070.3380:7:742-43..8:3/..:-.802  ..390750..980-..3././03.3!.5079025:7..3 88../.5.8.3 %7-:.907.2:7: ..793.9:39:203.3-073..5.39.5020739...3203:::5.3 !..  !072..3 .97.2:7:03/.3..3-073./0 ..3 09.7.5.70!..32034.9  !.203.7.2507.:3:30:/ !...37: 02:/.:3 !../..0 /0./.33./././...9203.7807..../03.3 203.2:7: .3.5:97.3:-../03.7.9 %..7.3...:3   -070.079..2:7:-073../.8.707.30.3..5.5:97.2025:97.3:!3/....2:7:../..2./:. 203:.3.870!...5.2:7:/.4.:509/.307.7.7..3 ..-:..203.3809::. 88..73./.54 !.32020739. 07.8... ...3.....0025.3 .2..8..5.7/.5./..307. 2030/.32.7/.802 !.3.802 .5.7 .3/$3...9 .7/.3..%:3.7.5. /.7.50  .3..2:7: .3203../.8.5./-:3.9-073.7 -070.8:7..5..39:.250789.7....2:7:.3.3.. -:2/!.3 !07.2:7:202.390.02-.0./. !..380.5:907#..203/08.7/...2-0-07.2.3 /.3$7079..8 /./03.32009:83.7!.3203.35:9770 ../..:3 .3.:39:5:.2..870.-./.9 80/..7:8:2...5..-:2 . !9..9..8:/.8.9..    !0789.3 .7.5020739..9.3.7../.7...-..7.7.33..3.35:90780-.3:39:20307.7.503/7.9:5:97#.:7..0:.:3 !0789.5:97 #...7..-.33.3203..8..3 .2..7...$7#..!.2:7: -.3!. ..8. -:3.8475:97.9203..5.5073.3.90/..:..3.

 !072.3.  ..5:97.9.3 7.3203.3 7.3./.2:7:/.0.9..9203..3 /03.203..    !.7/.3079..35:97.9.2:7: 5.203.7..7: -07:8.3 203.389780.2.3.7/..3 $0/.3. 7.805:5:90780-:990./.2!.80.49. . 02:/.7/.7 !.3.3..38:/.7.-.39.7/.9:70%:2. ..:3   $8.980-.2../.7/. 8079.940$:9.8.:8805:5:3.:870./:..789.3 -070.8.3907:8402.3..39: .9:9:.2.5.7/.3.3../4/4...2033.$..77./03./503..37.32033.78073.7/./..3 $:80847 %.8:73.7.3.3.7/.    7.7/./.3:8:2.0.3.3..8. /.. 70%:2.7/.7/.-:2  ...7.:8:2.9203.7/..709.2.3:8:2.943-070...:3 :8:2.7/.7.2.3./.3/.2  5:9770!.507/...38.3203:7:82.:8:2.2:7:-.7.7807  .89. 0/:/:.7./03..!020739..7..80-0:28025.980-.-./7.70!..3.  ./7.7/.8 ....3.709.#.5 :.:3 .3.380-.75:97.9.39:3.3./9:89.943:..7.32..2.2:7:.5:97707.7/. 909./5:97 2.9. .-.-070.7/..  .9::8:2.9::8:2.3 7...:3 ..2:7:.7/..83.2..3.9. 7.2.33...2.3.32020739..#..7.5.3...-073.3 $0/.70!.2:7:  .253.3#.203.../.47.3 $.7/..-.7.7.-073..3/:.:8:2./.80-.33./..2.2.2-039:5034.50.502-07.3/...37. .9/.2.9/5. 9.83$:. /.2.3.3 ..2:3.80..3/.8..3....49.970.2029.32.7.7...:..:0/:..2.7/.847 .079.3.2 /.50.-.7/.3 -078:.#..8203.. /9:8 :8:2.50 $:9.2. .3808.203.2:7:2033. .. -:3.0.3203.2...3.3./03$:2././-079...7.3.3207:5..2.39.2.5:97.2.7/.49..-073..02.7.380.80-0:28025.9..7$3.3 0..9.-:2.-..7507.2.-07/.3 80././. ../.2.7.770..8/03. !.2030-:9.770.27.

.-. -:70.505:97.9 70%:2.2!.380-..-.35:97.:3 :8:2.  09.49.2.3.2./.. 803/780-..5.8..3-078 50309..3 203.187./.3.7-..7/.:/..!.7 9..7.9503/7..8.8..370.8..-08.9025../50307-:.8.803/7.:3 #.9/.8.7/.2005..7/..:3907.39 7!020739.3700307   7.9 .3/2.3  7.9. .3 ..-.3-:3.8.3 .//:9.:3 7./.3203.3./ 7..9.3/ 808.78.3.2.7/.7/.7/.7202-0-.3.2.3/:../.39.380.2:7:9./.../...3...2.3092:7 80-.807  #...5:.3.8 #.7.....3.    .9.802 /.73..370. 343.../7.2033.3.3.2.7.3/.390709.302. 2085:39/. 8:8:02:/.7/.  03:7:97433.2./40705-073.  :8:2.9.-07:9.7.07..2...9:8.503:/.-:.7. 079..2..3.703.9  !033. 82.034 :9907-:3: !.8. !07.943 805033.0.:3 .03:780-..7.9.9433.70%:2.3 7.8.397:5.8.390780-:9.3:3.8..-07:5.3/709./%.9 70%:2.9.3408077.3-073....2..79.320.9.9:5:9770!.5:7.89.7.8.370.2033.8.3.203.5.-. 2.38.7070202-.78034 7.-073.3..503/09.. $:7.0543.3../.7:8/9.2.3:3:30.780-08.:3 -.57. 47.-.7.8.9.3.:75.3/ 2.3: #. /.508.380-:..9:70.8..:/50.32020739. 73.38:.3/.35:32020739.7.2.3.7/..2.3 -:..7.35:97.89.320..7: -8.03:7:9!.3.3.32033. /.3.2.3.9./:3.:3 .7.7/. 203:8:./-03.3:3 0/:/:..8:.7/.73.50 .3-08.7.253.5.7203:3:3./.7.38:7 9.!:7..3.3.3.3 20./.80...07..23...3.9.8/.7.-.25.:8:2.870.3.:.-.2 .3.5.3:9.7.7/.:./.7.7/.9:9:03480/.2.7.893503:.5.3/.5.943 !.-07/.9/03  .2033.7/.2  !.39.3./80-:980.35:97..780-. $.2..2.3  !.:8:2.392:78-:-07507.9. ..5.3202-.2.3/..:8:2.3 80709.7/03/....8./././:3.907.9:7:39.9./.49.35:97.07:.3!.23.37..:3 .9.7.49. .-.2.7/.7.2!.9./.:39:/:580-.9.9.3897/.203.9203.33.. -./5077.90.2.

./.3079.-:2/.5.2!44380-.8/.9..:3.3.93.8.257.8.9.7.!.5..#.3.7.!.3. 03:7:9!.7..2.7.  $:9.7.-:2/03.3203../. 70%:2...#..89..8.9 : ...3. .3203..3$:9.7.202-.9....39...2020739..3.7/.9.. .8090.7.9:9.7.3.7-079.0/..39.7$7.33.7/.2033. $:9.  .9#.9. !. $05::9.3.7/.39.3$:9.3:3:32009:8 :... /%:-..7.. :-:3.8.7/.%0.7.079.3 0.7...50 . $:9..90.3.2..32020739.3707.3.7.-:$97$:9.907.80-.5.3.83..80...27433.2.943 803..9/.-:2/. .93400543..2.-070..7807 !:97.7.7:$..$: 3 9.5.5022532. $0-0:2203.    079.3$:9.3.8/. 079./70%:2.50 /..:3 ../.3.802.203::2 2.39.8.28979:/....  ...:3   -078../....:./.!. !7.39.  !.208.3 -078.7.:3$:9.7.9:70!.202-:3:079./. 80-.2.:#.3.3....9..3/03.8:..3.8. 9..5.7.:/.:3 02:/./03.9.9.733!9: 80-.1....99. 5073.5...2..:2.3.  ..2..93..3/079././7..:.3#..: :-:3.208..87.2033.3/...3/03.7.9.9:7.3907.39..93.5.9.9.  !020739.7.9.: 2085:39/.502-:3:. 8073907.9./80-:980.9:203.9./:3.35.3.2 !.943 079..:3 !..0$:3./025..703.3:93.. 079.30.3#./..2!.3203.83$:..9.3$:9..7.7.3..7.2:3.3#./$3..:./.5:7. 0/:/:. !03/.9../80-:9 80.7..93..5020739./3.9.7.33. ...8.3/.:3$:9.3 503/:/:%/:3.9 .35:97.7/.7/.3707.5:97.33.2.33:80-.  .9.3.9:.7.7.:3 /03.7.3.943  .7.203...3!.23./03.5.8.50  079. ....7.70%:2./.9/.8.208...  !.33:3/039/03.3-073.32020739../.7..079.....3.2:3.90.2.#.9.7/. 7.2.203.9/.907./. .253.$:9..:3   079.5:97.9.....-07/.3 ./50789.37..2025:97..3.5.....3..7.:503/.9.2.5:.38:.. %44.32033././.8:.49.3.33.....3.7.

3..35:97.98090. /.3...3....9:944.3.302.7../.-.25. .9..78  .3..503:.9:5020739. 8.80-0:23. .3(.'.8..37.9.:5:37.'8.33.944183...302-../.-.. .3.8.0783.9.397.-:5.2.30.93.73.3203.5./.3-073..1./.72070.:3203.7.9...78.5./8.7 8..-:7.3.9.-..9 ..5..2.:3 #.203.9 8047.2.#.9./03!.9./7./7  _SVa\ . 203. .8.  !.302:/./.7.08:9.3.907.7 7::.8.907..7!..2.2.7.80.3....3.9 !434744 8079.9.3 . .9.2:38....2./03!.:3: 079.7:.25.7 . $08:7: -:..2.8.39..932030-:9:7:9.7. !7.3-07.2.7. .3.9:.03/07:3/039/03.9.9:3.7.9.9 ..9.. 8./%../039 .3/80-:97.. 7.0783..3/..3:. 7.9..2030-:93.2.3.#.3..2. .3( 7.3 #..7.2:3503/.3././7.02:/.380-.. 5:97.303..2...7::..//.2..3..9. -0-07./.!7.803/7.35.-..58.7-:5.3. /.80-.2./03.807.9 !7..9...9:#.2.37.5.943 ..7.3.-:079./03.5079.3.3.3.8:7-073.7-0:2.-:5.7..43/.02-. .-:7.-. O O O O O O O O ff ¾ – f9f  ff°f 9f  f¯ff 9f  f©ff f °nf°f°– 9f  f©ff 9f  f©ff 9f  f©ffI f° f 9f  f©ffI ..2....3405:97....9:80.3-073..943-:5..3  .2.9 .87.3203..:3 %443/5077.902. .3.38.9:$07..2. -070./ 03:7:9$07.2  $02039.87... 3.3-.3.2030-:93.#.9003/.7.9 .3-073..3..8.-.39.8::33..32020739./.9..../03 !.3807.5.3. !7.9!...8073.2-.5.3 .9-073...7.7 .3.8073/.32:82/...3..08:9.0..3#. :2.73.9:.77.703.-:... 7. 907.3...7./.3.9.32020739.9.5.1.2 503:9:5.370079..-073.:.-.9..3:3 /.5:97.380-03.977.2../03!..#.//.3.7..2.9..9807.3203.9:03.9.9.9..: 80-.3/.2.2.3  $02039.3/902:./..5:.5.707.9:503/707.!..../..2025072.7.3#.7 ..30::77. 909.25.2..3807...3-073.9:7:39.3.32-:3 . .-:2 .

/.207:5.3.9:.35.8.2.3-..5.302.3/..:3  0.%74:.3907.. 7.8.5.33.89 57.943-07.  ..07..357.3%703.35.-0781.33..-:49. . %44.8...3.!.9807./..3.2.9/%74:.357...3203:: .9..7%74:..3!.3 8..32..703.7:39:.37.902/:7. $0/.:2.7...80-.7  :33.302:33.7.8.7 /02.9/.7.3.2.703...3..3.5:3/8.9...7... #./.9.-.9.02:/.32033.7../.  07.32030:..9../... %/.2038. /.3.5.3.7.8.8/.9.5....  .7.-.3.4 /.3..9:  507:/80//.708:9..7 ..9.7 -.9.7.3..3 440794  2.9 ./.-07./.-:3.33..2./09.3./.'.9..9..5.90709...8.703..3.9.3203:7:93... 03.2:3 ../7 !:8.20309.72.3-075:8.902/:7.7.9./$03.... -:49.#.5.3./. /. 5.3!479:8:39:...3.-03..  ..982-4 ..8./8.3-07:....3-073.3-07:/:$:2..307.9. -:.7.9.-.:390780-:9 !.980-.9.0.7.: ..7.8047.3807. ../80-:9.3..:80-.3%420!708. /. !..3.9.7.7.503:.9  0..3.3.3.9/039/03.-7.7..7.5..3807.5.-.5:3/9025.-.7.3/83.3/ .3.5.90709.07.9.82030:..9545:07 3.23..:5:357.9.-.8.8.3.3....9..  03:7:9.3 7.8././. -07.:.89.30.7...703../:25.9..2:3.4/.#..99:..8./..95020739.503.9  .3 $:9.9.83.7..9.8.3!..:/03.9.9.3/.37.7.3.3/..9/.7../7.32020739. .2.940.9: 7.: .9 .907.'../.-073.7.9.99/.:3 /2./.907.9.7..3..23.203.3.5..3.33.5..99: 503:.:9/..//...7-7..8.7.-.79#.503:83...89..#.380-.5:.9...32.../ 03.8.9-0753/.:3.2079:..3-072.3.3.7.-.7. 90780-:9  .3.2./:25.:8090.3/./09.7-70.3-072.2..3.3/039/03.943. 503:..:3 #:5.33...3 -07. 9.2./...3.-..3 /02.#.7..4  !020739.9. 7039...:35:8.2 !.5.:3/!:..3.5073./. . ..9073.7.5.. .75..895033.9.3907.9././.7..//.89: 9.8. 0.-.9..9202507403.89:9. _Sa_aZSS 085:38..

.302-.5.3  8.8...3 /902:.3/.3(%/.0.8.7.30.:3$.-07/73....203.9  ..90780-:9 9447.3/03.789.:3$73.^W W^`STaVSS S^S^S`[Z !. -073.7...079.5:.5.2../..3/. 7.9.9/::3.3.3.: $.9  _aZ`ZYÒ aZY`STaVSS ^[ZZS .88.3.70079....9183.38..9:/.-:2 3:3/.903 94 4  :3 9.3.7433.3.3 8073.472.9.-07.:3 9.9.3202-..5.2.25../..33.:3 ../.3.8/..-.:3 9.5.3.8#.370079.3  8 8..8.39..-8./.2...3!:7./.8.5073.2-: 7::.3!.  .7433.. $.7 ../.0..808.2$07..2...3...380../7.5. $.3. .37.:33:320307.5:3/.7. -: 2 80.3.79.7-079.7. -: 2 $.2!443$02.:3 9./.80/.:3$.3 2038..2.9.  %047. .33.8.-:2  $02039./03!.3( /03. 8.3!..2.907.3.9..2:$.2.35020739.9503:9:5.370079.80-0:23..07./. !..:-8.3.70!.:39:70079..3/-08.5./..9./..7 .7.:39:70079.9907.9.80 %0473203/.75.32-:3.3-.9.7.340#.343/039 /03...9..-:2.289.::5545:077::.::3 9.3./03!..:3 9.944.0...707.-:2 70.7 $0/.9.3(2030-:970079.:3 $.85:.07. -: 2207:5.9.3808.3/..9. 0/:..5.3..2.:3 $. 203./.3/902:.98.78047. 7.3.32030-:9 3.907.. !.. .80 .5.. -: 280-.8.9.3:3.7...702.33..5.7.32033.3$3./.73 94 4 ...7.3 2033.3...:.9:.3.90780-:99079:8  9f° f°¾ff¾¯ °©f   @¯f½  ¯ f°¯ °©f f©f½f ff°ff  f¯ °©f f©f ff°f¯f°f ¯ f°½ – f¾f°ff°f f°ff°– °f–fff  f½f°   .33.9-073.2.:9.7.3  8 8.33.5.3.94390780-:990708.9:5:97..3/.3...5. 2020739.3./.340$.9.3 507/...9. %/.8.3.-:2 .943. -: 23 /5077.7.5..3503:9:5.9.7:$..7.39.343 5:97.2.9/...3..!../80-:9.7. -: 2 !07-0/..8..7/.9.7.5.5.3#% 33&  .7.2!443/$02.7..38.8 7.3-07..fff¯   9f¯f°  f°f°– °–¾    f ¯ °–½f¯f°f©ff°–¯ °°––f ff¯¾f°ff°ff  .7.5/0397::. 9.:. .9./.380-.2.-:280-.5..3 7..

3/..33./. -: 2 80-.  8047..3.95:3203.7.9.:/.-.39.8239.2:8280-...9.3!7.:344./..3807-07/.3 7.780..37.9.2.3#.3.8 #.3 O f©f ff ff f©ff f fff° f °9ff f ¯f °ff  °° f©ff ¯ f°¯f¾¾f¯¯ f°f°f©f–f  f½ff°– ¯ °–¾ff° f©ff¯ ff°  9f f ..3./ 7.3.9..  W[^W^aZ`aSZ SS\S` !0789...9../03!.. 0.257. .3. #...73/7...89: .f©f½f¯ °©f  fff° ¾f°f° ¯f @ °¯°n  f¾ff°  ¯f°°f°.. -: 9.8.. ¾½° f°– ¾¯  f°f¾f °f¾f f f  f°¾ f°ff°°f  ¾f°ff f° f¯f¾ff  °f¯°¾f°–f½½  ff¯¯f¾fffff  f©f ff ff   f ¯ f fff° f °9ff   f .2.8./.39::3 9.3807../..8.7:  %44!..9/%74:.3 907.. /.3 440794/.3.35:.9:!.  203...95.203.807.3.7302:/.:7../.9.. 8..3:3 9. ./.:3 3.5..78047.9.9.../.7/.9.07.2:38073/.4044..-:.30-2.8.3../%..-:5. 8090./ -.-:2203:7:9743 3.78047./.9.3808.. 3:35:3203.3-073.70079.302./ 203:7:9-079. #..90780-:9 ./.39:70079.-:2 80/..0.-:5.3$07.9-.7.3.././5..5:7../8.9 !.703.//.3.507025:.90.5.8:.:8-:5..8. .3 $.3.7. 9447.3.7:39:3..7.3/50739.3/./03 !.2.:8.7...7.3-075:8./.5.2-07-. ./.3:93.... 03.:3: 7.9-..503/:/:57-:2 .../03!.7..343./.5:97./039/03.-.5:97.078 .03:7:9. . -: 2 . -: 9.3.9#..73.  03:7:97433..9.75..8...8.079.../.3 90708.078-..3$..9780.9  $0.3/.3-08.8.

°f ff¯9°– ¯ff°–  f©f ff ff   f ¯ f fff° ° ff f°ff f°f©ffff¾ fffJ©ff @ °¯°n  f¾ff°½ ° ¯f°½f¾f¾9 f f°–¯ °–¾ff°½ °f ©f ½ ½ f°–f°f°ff f–f° ff f°f ¯ ff°.f©f½f  O O    .

87..-.2..2../..9545:07 907:9.3 933007/49...3. .. :.:./03...%2:7/03.%2:7  .-.7.07..8..39/.3 3.2:33..843.4/.3. 80-.3.2. 3.9./:53.3203...3%039.2.3/4308.907/..7..9:507:7:./!:.8: ./49.%2:7203:3..7.9$9.2.3.3 ./..3:80:27.990708.O f©f ff ff  9f° f°¾ff¾f°– fff° f°f f°ff°–°f–ff  @ °¯°nf °f9fff° f¯ ° f°¾ nff© f¾f½ff    f ¯¯ ½ff°f©f f./3.549.3 .5. :8:83..f©f½f f  ¯ °  °   9f° f°¾ff¾¯f  °    f ¯ f°¾ ff ¾f ff°f½f f f°  WSSSZZSS^ScS S 085:38.3205:9/.7../. 8...9:&3.2'.2.-.3807.9:...//./.9.2..23.38./43 7...2539:08./.f¾ %f ff  9f° f°¾ff¾ ffff°f f°ff°–°f–ff @  f°–¯ °   9f° f°¾ff¾¾ f–ff©f f¯ °–fff°ff½f ff°  f°f f°ff°–°f–ff ¯ f°¯ ° f°–.8:.f©f½fff f°  f°f¯f ¾ ¯°f©–f  ¾f°f¯ – f½fff°–¯ °°––ff°¾f°f½f ff° ff%.07.37.0789..//..2.3.257809.8.:.

79.73  #.3/4308.79. :. .3::$. %07  .07..2/:8.1/.2.018  $0./%./.0....3 /.9!.7.-./.25..789...3. 0. O #  ..-/...79.!:89.897.843.30-:/.3%  !0..79. O 50/. 907-9./.3 !740!0307-9../..39..7.79.7.3. #.3..38. $.3:.79.3/4308.3.8   /07..3::$../. ..#.7.&9. /  .79. .790203!03//.:/   07.7.7.3 !740!0307-9.!:89./%.43  $02.05.7.3.3 ./..33/: .2: ..-.0789!7088 $.3 O O O O O 3/.7.. O .3 4.   #:39:3.-..2...&3..7./..:3  907   4..2.897..7.3.8.3 4.330./..3!.790203 !03//...07.9/..3:/20/.9!4085430474 :7444948:8.2!079.-/45.%.7.    90702.7.7.3/.394  $0.8.8 O .2$..4/073 90702..30-:/./ .3/4308.7.19   #.7...209:.   05:89.$.3%2-:3.07...05..  $07.943/ .79.-. . 3/4308.5..3 4.

 .