Efek Minyak Tanah dalam Minyak Solar 48 terhadap Sifat-Sifat Fisika/Kimia dan Kinerj a Mesin

Oleh: Djainuddin Semar

SARI Studi ini bertujuan untuk mengamati perubahan sifat-sifat fisika/kimia dan kinerja mesin yang memakai dua jenis bahan bakar yaitu minyak solar tanpa dicampur dengan minyak tanah dan minyak solar yang dicampur derigan minyak tanah. Minyak solar dan minyak tanah yang dipakai dalam studi ini berasal dari Pertamina. Hasil analisis minyak solar yang dicampur dengan minyak tanah menunjukkan bahwa sifatsifat fisikalkimia dan kinerja mesin lebih rendah daripada minyak solar tanpa dicampur minyak tanah. Hasil studi ini sebagai masukan ke Pemerintah dalam menentukan mutu minyak solar dan penempatan spesifikasi minyak solar mendatarig. Kata kunci: minyak solar, minyak tanah, angka setana dan kinerja mesin. ABSTRACT

The purpose of this study to observe the chemical/physical and engine performance changes due to high speed diesel fuel (original diesel fuel) blend with kerosene. The source of high speed diesel fuel and kerosene for this study come from Pertamina. Analytical results of high speed diesel fuel blend with kerosene indicate that its chemical/physical and engine performance are lower than original diesel fuel. The study is intended as an input to the government policy in improving high speed diesel fuel quality and Indonesia diesel fuel specification. Key words: high speed diesel, kerosene, cetane number, engine performance.
I. PENDAHULUAN dilakukan pengujian fisikalkimia untuk mengetahui perubahannya dibandingkan dengan spesifikasi minyak Solar 48 yang ditetapkan menurut Surat Keputusan Dirjen Migas No.3675 Kl24IDJMI2006 tanggal17 Maret 2006. Di samping itu dilakukanjuga pengujian kinerja pada mesin statis Multisilinder Isuzu C-223 untuk mengetahui perubahan kinerja minyak solar campuran tersebut dibandingkan kinerja minyak solar tipikal eks- Pertamina. Spesifikasi minyak Solar 48 tersebut perlu dikaj i ulang untuk menetapkan spesifikasi minyak solar yang ramah lingkungan, Sifat-sifat fisikalkimia yang perlu dikaji adalah penurunan kandungan sulfur, penetapan kandungan aromatik dan penetapan sifat lubrisitas.
31

A. Latar Belakang
Meningkatnya jumlah .kendaraan bermotor berbahan bakar minyak solar di Indonesia menyebabkan kebutuhan minyak solar meningkat pesat dari tahun ke tahun. Jumlah min yak solar dapat ditingkatkan dengan menambahkan minyak tanah ke dalam minyak solar pada perbandingan persentase volume tertentu. Perubahan komposisi komponen minyak solar campuran karena penambahan minyak tanah terse but tentunya diikuti oleh perubahan sifatsifat fisikalkimianya. Oleh sebab itu terhadap minyak solar campuran (diberi kode SK-I0, SK-20, SK-30)

_j____

kemudian dilakukan pencampuran antara minyak tanah dengan minyak solar pada perbandingan % volume tertentu dan minyak solar campuran tersebut diuji sifat-sifat fisika/kimianya. dan Pemerintah yang mempunyai kebijakan nasionaL Penetapan kandungan sulfur dalam minyak solar harus dikaji dan diteliti dengan hati-hati. Kualitas minyak solar yang dipasarkan di In32 . kemampuan kilang dalam negeri. sedangkan lubrisitas bahan bakar diesel menurut spesifikasi WWFC memberikan batasan sifat lubrisitas (ASTM D 6079-97: HFRR Wear Scar Diameter @ 60°C) untuk kategori 1. Minyaksolar digunakan untuk bahan bakarmesin diesel putaran tinggi (di atas 1000 rpm). seperti disajikan pada Tabel3. pompa hanya dilumasi oleh bahan bakar diesel yang dipompakan untuk menjamin agar pompa dapat bekerja dengan baik.3 dan 4 masingmasing maksimum 400 mikron. Hasil uji sifat fisika kimia minyak solar campuran tersebut dievaluasi dengan cara rnembandingkannya dengan spesifikasi minyak Solar 48 Indonesia.CI8). HSD) adalah senyawa hidrokarbon dengan trayek didih 315°C sampai 375°C (C15 . (2) kadar kandungan sulfur dalam produk minyak solar mempunyai hubungan dengan sifat lubrisitas minyak solar. tuntutan kebersihan lingkungan hidup.3675 Kl24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006 seperti disajikan pada Tabel2. TINJAUAN UMUM Sifat lubrisitas minyak solar diperlukan untuk melumasi bagian-bagian mesin yang bergesekan seperti pompa injeksi bahan bakar. -Bahan bakar ini diperoleh dengan cara distilasi fraksional dari minyak bumi dengan trayek didih 200°C sampai 315°C (C12 .. NO. Spesifikasi bahan bakar minyak j enis minyak solar ditetapkan dengan memperhatikan perkembangan teknologi mesin dan peralatan.42 donesia harus memenuhi spesifikasi minyak Solar yang ditetapkan Pernerintah menurut surat keputusan Dirjen Migas No.CI6). PENELITIAN Minyak tanah (kerosin) adalah senyawa .3. Memberikan perlindungan kesehatan pada masyarakat perkotaan dari polusi yang diakibatkan oleh penggunaan bahan bakar yang kurang ramah lingkungan. PELAKSANAAN A. pemanas) dan lampu penerangan. Lubrisitas yang tidak memadai akan menyebabkan keausan pompa yang berlebihan dan pada beberapa kasus menyebabkan kegagalan katastrofik (catastrophic failure) pompa bahan bakar. Minyak tanah digunakan untuk bahan bakar rumah tangga (kompor. B.2. Minyak solar (high speed diesel. III.EFEK MINYAK TANAH DALAM MINYAK SOLAR 48 DJAlNUDDIN SEMAR LEMBARAN PUBLlKAsl LEMIGAs VOL. DESEMBER 2007 : 31 . Metodologi Percontoh minyak tanah tipikal dan minyak solar tipikal diuji sifat-sifat fisikal kimianya. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak tanah ke dalam minyak solar terhadap perubahan sifat-sifat fisikalkimia dan kinerja minyak solar pada mesin statis di laboratorium. dengan memperhatikan: (1) kadar kandungan sulfur bervariasi dalam produk minyak solar dari kilang dalam negeri dan minyak solar impor.hidrokarbon yang tak berwarna dan mudah terbakar. Pompa bahan bakar tidak mempunyai sistem pelumasan ekstemal. Spesifikasi minyak Solar 51 rnemberikan batasan lubrisitas maksimum 460 mikron dan spesifikasi minyak Solar 48 tidak memberikan batasan lubrisitas (Tabel 2). II. berwarna kuning kecokJatan yangjernih. 41.

Aditif harus kom patible dengan m inyak m esin (tidak m enam bah kotoran m esin/kerak) Aditif yang m engandung 2. 1cin dengan .3675 K/24/DJM/2006 2) Batasan 0. Pengujian Sifat-Sifat Fisika Kintia" .EFEK MINYAK TANAH DALAM MINYAK SOLAR 48 DJAINUDDIN SEMAR VOL.3. hasi~uji eIja minyaksolartipikal. %~~ksirrium. Catatan um um: 1. air. dll).. __ <. Evaluasi hasil uji kinerja minyak solar campuran dilakukan dengan cara membandingkannya . .B. konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang.. LEMBARA. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari minyak solar tipikal dan minyak tanahtipikal eks- Unit kg/m3 Mm2/s % massa T95 oC oC oC 370 60 % m/m mg/kg Nihil 10 B ilangan Asam Kual 0664 0664 02276 B ilangan Asam Total Partikulat Penampilan Warna • *) Khus us Minyak solar yang m engandung mengacu ketetapan pemerintah.· secara baik utuk m engurangi pada pompa harus memadai dan terdeteksi l 33 •• c. kontam inas i (debu. NO.~fpUBLIKASI LEM'IG~~ DESEMBER2007: 31-42 Kemudian dilakukan uji kinerja minyak solar tipikal dan minyak solar campuran pad a mesin statis Isuzu C-223 pada beban 'h maksimum. •·· • . Parameter kinerja yang diuji adalah daya..-- .. jenis dan s pesifikas i Biodieselnya 1) Menurut SK Dirjen Migas No. Pem eliharaan Pelabelan kom ponen pem bentuk abu (as h form ing) tidak diperbolehkan. 41. dan beban maksimum._~·.35% setara dengan 3500 ppm. tanggal17 Maret 2006 Visual 01500 Biodiesel. bahan bakar lain.

% massa Ash Content.08 25 15 15 Pertamina. gravitasi spesiftk.3.temp 820-850 2. %massa Copper Corrosion Colour ASTM TAN.EFEK MINYAKTANAH DJAINUDDIN SEMAR DALAM MINYAK SOLAR 48 LEMBARAN PUBLIKASI LEMIGAS VOL. Parameter yang diuji meliputi daya mesin.03 .2 200 820-840 2. o volume Sediment.1 0. Maks.5 50 0.01 No. NO. + 80% vol. Maks. 1 ubrisitas.0 55 0. Pengujian Kinerja Bahan Bakar Pengujian kinerja bahan bakar dilakukan pada Bangku Uji Mu1tisilider Isuzu C-233 yang data teknisnya disajikan pada Tabe11. Maks. angka setana. + 100 minyak so- SK-lO: 10% vol. kandungan sulfur dan distilasi. Other Parameter: 820-860 Maks.01 No.s 0. mg KOHIg SAN. % vol.@ 300aC T90 T95 Final Boiling Point Maks.01 No. Maks.0-4.temp 320 340 350 Max £ lowest amb. Maks. CO2 dan HC). minyak tanah solar 34 .0 -4. minyak tanah + 90% vol.0 55 0. 0.0-4.5 55 0. minyak ~ SK~30 : 30% vol. Maks. Maks. mgKOH/g Aromatic Content .2 200 0. Water Content. Beberapa percontoh minyak solar diuji sifat-sifat fisika kimia dan diuraikan sebagai berikut: SK-OO: 0% vol. Maks. Maks. 41. minyak tanah solar Pengujian sifat-sifat fisika/kimia dilakukan pada beberapa karakteristik utama seperti titik nyala. viskositas kinematik. Maks.01 No. Maks.1 0. 340 370 355 365 Max £ lowest amb.0-4.08 0.3 200 820-840 2. DESEMBER 2007 : 31 . minyak + 70% vol.08 0.1 0. C.3 500 Max £ lowest amb. Category 1 48 45 0.003 Category 4 55 52 % vol rec. minyak solar SK-20: 20% vol.0 55 0.42 Unit min min Maks. minyak tanah lar (eks-Pertamina) - SK-100: lOO%volumeminyaktanah(eks-Depot Pertamina).temp.1 2.temp 320 340 350 Max£ lowest amb. konsumsi bahan bakar spesifik dan emisi gas buang (CO.

DALAM DJAINUDDIN SEMAR' MINYAK SOLAR 48 LEMBARA. SK-20 dan SK-30 dibandingkan 500 Batas Maks. Solar 51.- . _. 'J. Spesifikasi minyak Solar 48 tidak memberikan batasan lubrisitas.R2007': 3h42 .. poly-aromatik dan (6) menetapkan spesifikasi sifat lubrisitas. 400 !ikrOn 375 350 ~""""--r-""_'"T""___"-. (4) menurunkan batas maksimum viskositas.EFEK MINYAKTANAH. DESEMBE. Karakteristik utama yang perlu dikembangkan dalam spesifikasi minyak solar yang ramah lingkungan adalah (1) menurunkan kandungan sulfur. NO. wwrc. SK-20. 460 mikron Batas M"ks. tetapi diperlukan untuk keamanan selama penanganan dan penyimpanan. . Perubahan titik nyala minyak solar selama penanganan dan penyimpanan merupakan indikasi terjadinya terjadinya pencampuran dengan fraksi lain (yang lebih ringan atau lebih berat) dari . IV. sedangkan spesifikasi bahan bakar diesel WWFC tahun 2006 telah memberikan batasan sifat lubrisitas.NPUBLIKASI-LEMI. kandungan aromatik." .DJM/2006 tanggal l? Maret 2006 seperti disajikan pada Tabe12. kandungan poliaromatik seperti disajikan pada Tabe13. kandungan aromatik. ~olaryafig ramah lingkungan. Oleh sebab itu spesifikasi minyak Solaf48 perlu dikaji ulang untuk menetapkari spesifikaSi'lriipya'k.--""_--r-"__-I o 10 15 20 25 35. 24.O°C.3675 KI . minyak solar. " dengan spesifikasi minyak Solar 48 masing-masing disajikan pada Gambar 1 sampai Gambar 7 dan diuraikan dibawah ini. (3) menurunkan temperatur 90% volume penguapan. 41. Titik Nyala . .k·tanah ke dalam minyak solar tipikal.3. Sifat-Sifat FisikaIKimia Bahan Bakar Hasil-hasil uji sifat-sifat fisikalkimia percontoh SK-OO.vQIUl11emiQia. (2) meningkatkan angka setana. Hasil uji titik nyala minyak solar (SK-OO) adalah lOO°Cdan titiknyala minyak tanah (SK-I00) adalah 44. Titiknyala tidak berhubungan lang sung dengan kualitas miriyak solar. sampai penambahan 25%'. poliaromatik (Tabe12)..~'t~rii~if '~~~\V~f A.'seperti disajikan pada Gambar t :~D~d::'G:anibrir. Penambahan minyak tanah ke dalam minyak solar (percontoh SK-lO. Spesifikasi m. titik nyala masih memenuhi spesifikasi minyak Solar 48 yang ditetapkan Pemerintah.. 1.". SK-30) menyebabkan titik nyala cenderung turun. (5) menetapkan spesifikasi kandungan aromatik. BASIL DAN PEMBAHASAN Spesifikasi bahan bakarminyakjenis minyak Solar 48 dan minyak Solar 51 ditetapkan Pemerintah menurut surat keputusan Dirjen Migas No. .GA~··~ VOL.- Spesifikasi minyak Solar 48 memberikan batasan titiknyalamaksimum 60°C (TabeI2). SK-IO.

5 40 10 15 20 25 325 300 27...EFEK MINYAKTANAH DALAM MINYAK SOLAR 48 DJAINUDDIN SEMAR LEMBARANPUBUKAsl'LEMIGAs VOL. 41. Spesif kasi 870 kglmJ 4 .25 1.5 B3 ' J Batas min. Speslflkasi 2.5 10 15 20 25 30 36 .3. NO.7 843. --. SfI~sifikasi 815 kg/mJ 2.5 42..5 839..75 Batas min...42 Batas Maks. 10 20 25 30 Batas T95 maks. DESEMBER 2007 : 31 ...----1 .0 mm"ser Batas maks. SJlcsifikasi 370"C Batas maks.0 mm'/sec US +---"'r--~--r-. Spesifikasi 48 eN 4.. Spesifikasi 5.

3. seperti disajikan pada Tabel 4. Dari Gambar 3 terlihat bahwa sampai penambahan 30% volume minyak tanah ke dalam minyak solar tipikal. SK-20. konsumsi bahan bakar). seperti disajikan pada Gambar 4. Hasil uji sifat lubrisitas percontoh minyak solar (SK-OO) adalah 410 mikron. 41.42 2. seperti disajikan pada Gambar 3. bagian-bagian tertentu pompa ini hams mendapatkan pelumasan sesuai keperluan. Plunyer adalah untuk mengatur jumlah bahan bakar yang disuplai (gerakannya dua arah) yaitu gerakan bolak balik dan gerakan putar. Penurunan angka setana minyak solar akan memberikan efek negatifterhadap kinerja me sin (daya maksimum. NOx). digunakan dalam analisis sifat lubrisitas bahan bakar. angka setana masih memenuhi spesifikasi minyak solar 48 yang ditetapkan Pemerintah.0 mmv' sec.3. viskositas kinematik masih memenuhi spesifikasi minyak Solar 48 yang ditetapkan Pemerintah. Penambahan minyak tanah (SK-IOO) ke dalam (SK-OO) menyebabkan sifat lubrisitas minyak solar campuran (SK-I 0. Pompa bahan bakar motor diesel hams dalam kondisi yang baik. control sleeve. 37 . CO. particulate. sehingga angka setana dapat dipakai sebagai parameter yang menunjukkan tingkat kepekaan minyak solar terhadap detonasi yang terjadi pada motor diesel.0 mm'/sec . makin pendek waktu penyalaan yang diperlukan. Viskositas Kinematik Spesifikasi minyak Solar 48 memberikan batasan viskositas kinematik antara 2. Kualitas minyak solar terhadap kecepatan penyalaannya dinyatakan dengan angka setana.. Penambahan minyak tanah ke dalarri minyak solar(percontoh SK-IO. Balas maks. seperti disajikan pada Gambar2. HFRR).5. Makin tinggi angka setana.87 mmz/sec. Bagianbagian pompa yang hams mendapatkan pelumasan yang baik adalah plunyer pompa. Hasil uji viskositas kinematik minyak solar (SK00) adalah 3. L to:.35% massa 4. Penurunan viskositas kinematik karena penambahan minyak tanah memberikan efek positif karena akan mengurangi/menurunkan kadar emisi smoke. Spcsifikasi 0. Metode ASTM D 6079-97 (High Frequency Reciprocating Rig. Ini sangat reIevan untuk mengoperasikan motor diesel secara memuaskan yang mempercayakan pada bahan bakar untuk melumasi bagian-bagian bergerakdan metal yang bergesekan pada peralatan injeksi bahan bakar.emisi gas buang (smoke. Lubrisitas direfresentasikan sebagai kekuatan lapisan film yang menunjukkan kemampuan suatu cairan untuk melumasi bagianbagian yang bergesekan. SK20. Kisaran viskositas kinematik minyak solar dimaksudkan agar bahan bakar tersebut mudah dipompakan dan kemampuan penetrasi atomisasinya cukupbaik . Dari Gambar 4 terlihat bahwa sampai penambahan 30% volume minyak tanah ke dalam minyak solar tipikal. Lubrisitas Spesifikasi minyak Solar 48 tidak memberikan batasan sifat lubrisitas. particulate dan kebisingan (noise) seperti disajikan pada Tabel4.EFEK MINYAK TANAH DALAM MINYAK SOLAR48 DJAINUDDIN SEMAR . noise dan kemudahan menyalakan mesin diesel pada kondisi dingin. SK-30) menyebabkan angka setana cenderung turun. SK30) menyebabkan viskositas kinematik cendernng turun. Angka Setana Spesifikasi minyak solar 48 memberikan batasan angka setana minimum 48. PUBLIKASI LEMIGAS DESEMBER 2007 : 31 . LEMBARAN VOL. SK-30) cenderung turun. SK-20. Penambahanminyaktanah ke dalam minyak solar (percontoh SK-l 0. HC. NO.

10% naik . Berat Jenis Spesifikasi minyak solar 48 memberikan batasan beratjenis antara 815 kg/m' . seperti disajikan pada Gambar 5.Turun vlskcstas . mber: Ke~h Owen.870 kg/m'.EFEK MINYAKTANAH DJAINUDDIN SEMAR DALAM MINYAK SOLAR 48 LEMBARAN VOL. NO.Turun . Dari Gambar 5 terlihat bahwa sampai penambahan 30% volume minyak tanah ke dalam KiI'~Jistik Bman B~iI' Diesel Daya Penuh Konsumsi Kondisi Asap OpemsiBahan hilitas B~:M Dingin Putih 2) Hitan Spesifik 1) Dingin Panas Gas-Gas HC CO NOx PartikUl~ . SK-30) menyebabkan densitas cenderung turun. Autom ctive FUElI~R~~/1ce ~olr. 41.42 5. 1) Pada daya malelrrum 2) Pada kondisi mean dingin 3) Penurunan 80x dan oparasi rresin dengan rremakai peJ'lijaring gas buang 4) Aspek kesehatan. Socie~yof Automotive E.Naik .Turun Distilasi . Trevor Coley (1995). hidrokarbon poliaromatik dapat menyebabkan penyakil kanker.FBP naik Angka selana . p 3GO. SK-20.J/1C. PUBLIKAsl DESEMBER LEMIGAs 2007 : 31 .ngi«eer~.3. jika beratjenisnya tinggi maka nilai kalorinyajuga tinggi.90% naik ..IBP naik .50% naik . Kandungan Sulfur + + + + + + + + + + + + + + + t + t + t + + + + + + + + * * * + Posilif/pengaruh yang rrenguntungkan temadap rresin dan lingkungan - Negatif/pengaruhyang tidak diinginkan terhadap mesin dan lingkungan * Hanya untuk pengurang·an kandungan aromatik. USA) 38 . Beratjenis minyak solar berhubungan dengan nilai kalori.Naik . Penambahan minyak tanah ke dalam minyak solar (percontoh SK-IO.Naik .

NO. serta kondisi atmosferik. Kandungan sulfurminyak tanah (SK-I 00) lebih rendah daripada minyak solar (SK-OO). 6. ukuran ruang bakar.:-OO I-+-Sk-IO --SI.5 17. Daya Mesin Daya mesin didefinisikan sebagai besamya kerja yang dilakukan (Nm) persatuan waktu (detik). seperti disajikan pada Gambar 6. kandungan sulfur tetap memenuhi spesifikasi minyak Solar 48 yang ditetapkan Pemerintah.S !-+-SI.42 minyak solar tipikal. berat jenis masih memenuhi spesifikasi minyak Solar 48 yang ditetapkan Pemerintah. seperti motor yang dipakai pada kendaraan. Hasil uji minyak solar tipikal (SK -00) adalah 350°C.50% massa (5000 ppm) menjadi 0. Untuk motor-motor yang beroperasi pada fluktuasi beban dan frekuensi perubahan kecepatan putar yang tinggi.35% massa (3500 ppm). beban. Beberapa hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa kadar sulfur turun dari 0. Penurunan berat jenis akan memberikan efek negatifterhadap daya maksimum me sin. Dengan mengukurtorsi dan jarak yang ditempuh 39 I . DESEMBER 2007 : 31 .EFEK MINYAK TANAH DALAM MINYAK SOLAR 48 DJAlNUDDIN SEMAR LEMBARAN PUBLlKAsl LEMIGAS VOL. 7. Sifat distilasi minyak solar menunjukan kecenderungan bahan bakar cair untuk berubah menjadi uap memegang peranan penting dalam pembentukan dan evolusi campuran udara bahan bakar selama periode persiapan atau penundaan penyalaan (ignition delay). variasi kecepatan putar. disajikan pada Tabel4.maka penambahan minyak tanah ke dalam minyak solar akan mengakibatkan kandungan sufur minyak solar campuran menurun. B. Kinerja Bahan Bakar 1. Dari Gambar 6 terlihat bahwa sampai penambahan 30% volume minyak tanah ke dalam min yak solar tipikal. Dari Gambar 7 terlihat bahwa sampai penambahan 30% volume min yak tanah ke dalam min yak solar tipikal. Kandungan sulfur dalam minyaksolar berpengaruh terhadap emisi particulate. Temperatnr Distilat . bahan bakar yang sifat penguapannya lebih tinggi akan memberikan kinerja yang lebih baik.030% massa (30 ppm) akan menurunkan emisi partikulat 7% dari kendaraan tugas ringan dan 4% dari kendaraan tugas 30 27.Persyaratan sifat penguapan bahan bakar tergantung pada rancang bangun motor. Spesifikasi minyak Solar 48 memberikan batasan T95 adalah maksimum 370°C. menurunnya kandungan sulfur dalam min yak solar akan menurunkan kadar emisi particulate seperti disajikan pada Tabel 4.3. Penambahan minyak tanah ke dalam minyak solar (percontoh SK-IO. seperti disajikan pada Gambar 7. temperatur distilat masih memenuhi spesifikasi minyak Solar 48 yang ditetapkan Pemerintah. Penambahan minyak tanah ke dalam min yak solar (percontoh SK-IO. tetapi memberikan efek positif terhadap smoke pada kondisi dingin (cold engine). 41.:-20 -SI.S 15 12. SK-20. SK-30) menyebabkan temperatur distilat cenderung turun. SK-30) menyebabkan kandungan sulfur cenderung turun (karena pengenceran).:-30 10 berat. SK-20. Kandungan Sulfur Spesifikasi minyak Solar 48 memberikan batasan kandungan sulfur maksimum 0.

3.375 IU5 11. New York) .325 (1. SK-20. 1995 "Internal Combustion Engines and Air Pollution" Publisher.P dimana: G t .G (gr/kW. Sfc) adalah konsumsi bahan bakar dalam gram per kW per jam. Kecenderungan perubahan.EFEK MINYAKTANAH DALAM MINYAK SOLAR 48 DJAINUDDIN SEMAR LEMBARAN PUBLIKASI LEMIGAS VOL.04%. (SK _XX) _ pk (SK -OO)} { pk (SK -OO)} xl 00% (2) .89%. hasil pengujian daya mesin terhadap putaran untuk minyak solar SK-IO. IUS II. 40 .jam) t.G (gr/jam) (3) P~ T. 10. (4) berat bahan bakar. Pengujian daya mesin terhadap putaran mesin dilaksanakan dengan menggunakan minyak solar Campuran (SK-IO. Secara umum daya mesin dihitung denganrumus (1) sebagai berikut: B= 360~. (gram) waktu yang diperlukan untuk meng. Konsumsi Bahan Bakar Pengukuran konsumsi bahan bakar dilakukan dengan mengukur lamanya waktu yang diperlukan untuk menghabiskan 50 gr bahan bakar pada torsi. Perubahanlefek mimyak Solar campuran (SKXX).memakai data hasil pengujian dan perhitungan dengan rumus (2) serta Gambar 8 menunjukkan bahwa penambahan 10% volume.J . 20% volume. Obert.fuei consumption. (kW) konsumsi bahan bakar. dan P = daya mesin (kW). Inc. 30% volume minyak tanah ke dalam minyak solar akan menurunkan daya mesin masing-masing 5. Data hasil pengujian daya mesin disajikan padaGambar 8. (gr/jam). habiskan Ggram bahan bakar.99% dan 15. SK-30) dan minyak solar tipikal (SK-OO). SK-30 dibandingkan dengan SK-OO. diperoleh kerja yang dilakukan.1t (K) (1) di mana T = torsi (Nm). n = putaran mesin (rpm). Konsumsi bahan bakar perjam dihitung dengan rumus (3). 41. dibandingkan dengan minyak solar tipikal (SK00) terhadap daya motor pada berbagai putaran tetap dihitung dengan menggunakan rumus (2) sebagai berikut: Perubahan daya Konsumsi bahan bakar spesifik tspecific. NO. Evaluasidaya mesin dengan. (de- tik) P B daya motor.42 dalam satu putaran.~ L'iL) nA25 OA 0.3 OJ 2. Perhitungan perubahan daya mesin terhadap putaran mesin untuk setiap jenis minyak solar campuran dilakukan dengan memakai rumus (2). (Sumber: Edward F. DESEMBER 2007: 31. yang dihitung dengan rumus (4) Sfc= 3600. disajikan pada Gambar 8. SK-20. kecepatan putaran dan beban tertentu.O~l~. = { pk .

10.80%.70% (SK-IO). 4. Kinerja Bahan Bakar Evaluasi qaya mesin dengan memakai data hasil pengujian dan perhitungan menunjukkan bahwa penambahan 10% volume. kandungan sulfur. Data hasil pengujian konsumsi bahan bakar spesifik.50%. SK-30) dan minyak solar tipikal (SK-OO). KESIMPULAN DAN SARAN {pk (SK .Kadar NOx meningkat 1. . 41.99% dan 15.Kadar He menurun: 5. Kesimpulan 1. A. Evaluasi emisigas buang menunjukkan bahwa penambahan 10% volume.65% (SK-IO). karbon monoksida (CO) dan belerang dioksida (SOx) rata-rata yang menggunakan minyak solar campuran (SK-IO. 20% volume. disajikan pada Gambar 9. Emisi Gas Buang Pengujian emisi gas buang dilakukan pada Bangku uji Multisilinder Isuzu C-223. (SK-20}dan 15. NO. . Evaluasi konsumsi bahan bakar spesifik dengan memakai data hasil pengujian dan perhitungan menunjukkan bahwa penambahan 10% volume. SK-20. 20% volume.42 Perubahan/efek min yak Solar campuran (SKXX).9. Perhitungan perubahan konsumsi bahan bakar spesifik terhadap putaran mesin untuk setiap jenis minyak solar Campuran dilakukan dengan memakai rumus (5). 30% volume minyak tanah ke dalam minyak solar akan menurunkan daya mesin masing-masing 5. PUBLIKASI LEMIGAS DESEMBER 2007 : 31 . 5. nitrogen oksida (NOx).0% - - . 2. 20% volume. angka setana. 2.27% (SK-20) dan 3. . disajikan pada Gambar9.~O)} {pk(SK-OO)} xlOO% viskositas kinematik. 20% volume. SK-20.Kadar SOx menurun 2.40% (SK-20) dan 6.EFEK MINYAK TANAH DALAM MINYAK SOLAR 48 DJAINUDDIN SEMAR LEMBARAN VOL. Evaluasi konsumsi bahan bakar spesifik denganmemakai data hasil pengujian dan perhitungan dengan rumus (5) serta Gambar 9 menunjukkan bahwa penambahan 10% volume.04~. 3. SK30 dibandingkan dengan SK-OO. Titik nyala masih memenuhi spesifikasi minyak solar 48 sampai penambahan 25% volume minyak tanah. temperatur distilasi. 9. 30% volume minyak tanah ke dalam min yak solar adalah sebagai berikut: .36% (SK-IO).13% (SK-20) dan 5. 30% volume min yak tanah ke dalam minyak solar akan meningkatkan (boros) konsumsi bahan bakar spesifik masing-masing 5.0% (SK-30).19% (SK-30). Hasil uji emisi gas buang yang meliputi: hidrokarbon (HC). Sifat-Sifat FisikalKimia Bertambah besar % volume minyak tanah yang ditambahkan ke dalam minyak solar berpengaruh pada sifat-sifat fisika kimia sebagai berikut: Gravitasi spesifik. 10. V. 30% volume minyak tanah ke dalam minyak solar akan meningkatkan (boros) konsumsi . SK-30) dibandingkan dengan minyak solar tipikal (SK-OO)disajikan pada Tabel5.XX) .79% (SK-30). Kecenderungan perubahan hasil pengujian konsumsi bahan bakar spesifik terhadap putaran mesin untuk percontoh minyak solar SK-I0. tetapi masih memenuhi spesifikasi minyak solar 48 Indonesia.76% (SK-30).3.26% dan 11. SK-20.0% (SK-I0). bahan bakar spesifikmasing-masing 5.50%. 41 l.pk (SK .80%.Kadar CO meningkat: 1.26% dan 11. wama sampai penambahan 30% volume cenderung menurun.89%. dibandingkan dengan minyak solar tipikal (SK00) terhadap konsumsi bahan bakar spesifik pada berbagai putaran tetap dihitung dengan menggunakan rumus (5) sebagai berikut: P em bah an Sf c= (5) Pengujian konsumsi bahan bakar spesifik terhadap putaran mesin dilaksanakan dengan menggunakan minyak solar Campuran (SK-IO.

Inc. Alliance. September 1. SAEHandbook. 8. Lemigas Jakarta. EdwardF. Ir.World Wide Fuel Charter. Penelitian Penggunaan Minyak NabatiiDerivattifnya Sebagai Aditif untuk Meningkatkan Lubrisitas Bahan Bakar Diesel. lar. dan menurunkan batas maksimum viskositas kinematik dari 5. 3 . 41. Publisher. Owen Keith. Society of Automotive Engineers. Mardono. A. Weismann. 1972.04.42 B.~ KEPUSTAKAAN 1. Warrendale USA.02. Surat Keputusan Dirjen Migas No. 2. Lembaran Publikasi Lemigas. DESEMBER 2007 : 31 . 4. Ir.EFEK MINYAK TANAH DALAM MINYAK SOLAR 48 DJAINUDDIN SEMAR LEMBARAN PUBLIKASI LEMIGAs VOL. Fuel for Internal Combustion Engine. USA. Philadelphia. Jasjfi. May. 7.35% volume. 2005. Studi Pengaruh Density Minyak solar Terhadap Emisi gas Buang Motor Diesel.. 5. Laporan DIPA Desember 2005.8. 2005. 9. 3. and Noise. Internal Combustion Engines and Air Pollution. EMA.03. pp. 1995.3.3675 Kl24! DJM12006 tanggal 17 Maret 2006 tentang spesifikasi bahan bakar minyakjenis minyak so. Inc. Engine. Annual Book of ASTM Standards. Volume 39. 2002. 10. JAMA. 6. 2005. 1995. Dr. SARAN Spesifikasi minyak solar 48 menurut SK Dirjen Migas No. Nasution dan E. NO. Inc.50% massa menjadi 0.S. 2002. Obert. Lubricants. Pengembangan Proses Pengilangan untuk Pembuatan Solar Ramah Lingkungan.0 mmvsec. Laporan DIPA Desember 2005. New York. 05. 42 . Emission.AutomotiveFuels Handbook. ACEA. 1996. 05. Oleh sebab itu perlu dilakukan kajian dan penelitian untuk menetapkan spesifikasi kandungan aromatik dan sifat lubrisitas dalam menetapkan perubahan spesifikasi min yak solar 48 mendatang. meningkatkan angka setana dari 45 menjadi 48.3675 Kl24IDJMl2006 tanggal 17 Maret 2006 telah menetapkan: menurunkan kadar sulfur dari 0.MM dan Djainuddin Sernar. Society of Automotive Engineers. Coley Trevor. La Puppung Pallawagau.8 mm'? sec menjadi 5. Ir. ASTM. Drs. Fuel. volume 05. dan Djainuddin Semar. volume 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful