BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

Pada bab IV ini akan dilakukan analisa terhadap performansi videoconference pada virtual private network, baik dalam kondisi tanpa beban maupun saat sistem terbebani paket TCP dan UDP, parameter yang diukur meliputi paket loss, throughput, bandwidth, delay, dan jitter. 4.1 Pengukuran Packet Loss. Pengamatan dilakukan pada saat client membentuk hubungan VPN dan mengirimkan paket suara dan gambar menuju server, selanjutnya server openmcu meneruskan paket tersebut menuju client penerima, pada sisi server dilakukan capture menggunakan software wireshark untuk mengetahui parameter packet loss, pengukuran dilakukan pada saat kondisi jaringan terbebani maupun saat jaringan tidak terbebani paket UDP dan TCP. 4.1.1 Pengukuran packet loss untuk videoconference dua client. Pada sistem videoconference dua client IP VPN Server MCU dan VPN SSL mempunyai IP address 10.10.10.1 sedangkan client videoconference memiliki IP address 10.10.10.2 dan 10.10.10.3, IP tersebut diberikan secara DHCP oleh server VPN. Beban TCP dan UDP dibangkitkan dari client 10.10.10.2 menuju server menggunakan bantuan software iperf untuk mengetahui pengaruh beban terhadap kualitas video dan audio. Pengukuran dengan pembebanan paket TCP Pembebanan paket TCP dilakukan dengan variasi nilai yang berbeda-beda, yaitu 200 kb, 1 Mb, dan 2 Mb, paket TCP dibangkitkan secara kontinyu selama ujicoba dan didapatkan statistik sebagai berikut :
Tabel 4.1 Tabel packet loss videoconference dua client beban TCP

65

Berdasarkan tabel 4.1 di atas, terlihat bahwa kompresi video yang digunakan adalah H.261 dan G.711 untuk audio, dari data tersebut didapatkan grafik sebagai berikut :
Packet Loss Beban TCP Videoconference VPN 2 Client
5 4.5 4 3.5 Video Loss Voice Loss 2.98 3.5 4.48 3.9

% Loss

3 2.5 2 1 .5 1 0.5 0 0 0 0.1 3 0.08

`

Tanpa beban

Beban 200kb

Beban 1 b M

Beban 2 M b

Beban

Gambar 4.2 Grafik packet loss videoconference 2 client beban TCP Grafik 4.2 menunjukkan nilai rata-rata packet loss yang terjadi pada packet video dan voice, dapat dilihat bahwa semakin besar beban TCP yang dibebankan pada server MCU terlihat bahwa packet loss untuk payload G.711 dan H.261 semakin meningkat, nilai packet loss berada pada kisaran persentase 0.13 % sampai 4.48 % , penyebab utama dari hilangnya paket RTP ini adalah delay atau latency serta kongesti yang terlalu besar dalam jaringan tersebut, terutama pada device router karena pada device router tidak terdapat buffer yang memadai, berdasarkan pengamatan pada saat uji coba nilai packet loss yang cukup besar menyebabkan komunikasi video dan voice menjadi terputusterputus, terutama pada pembebanan packet TCP 2 Mb dimana packet loss yang terjadi mencapai 3.9 % untuk packet video dan 4.48 % untuk packet voice. Pengukuran dengan Pembebanan UDP Pembebanan UDP dilakukan dengan variabel nilai yang sama dengan beban TCP, hal ini dimaksudkan agar didapatkan hasil perbandingan antara beban TCP dan UDP terhadap packet loss payload G.711 dan H.261, beban UDP juga dibangkitkan dari client 10.10.10.3 menuju server 10.10.10.1 , dari hasil uji coba didapatkan statistik packet loss sebagai berikut : 66

Tabel 4.2 Tabel Packet loss videoconference dua client beban UDP

Berdasarkan statistik packet loss pada tabel 4.2 di dapatkan grafik sebagai berikut :
Packet Loss Beban UDP Videoconference VPN 2 Client 16 14 12 % Loss 10 8 6 4 2 0 0 0 Beban 200kb Beban 1Mb Beban 2 Mb 5.23 5.65 Video Loss Voice Loss 10.28 11.63 11.00 14.88

Tanpa beban

Beban

Gambar 4.3 Grafik packet loss videoconference 2 client beban UDP Dari grafik 4.3 juga didapatkan hasil yang sama dengan pembebanan TCP, yaitu semakin besar beban UDP yang dibebankan pada server rata-rata packet loss untuk packet loss voice dan audio meningkat dengan range 5.23 % sampai 14.28 %. Jika dibandingkan dengan dengan pembebanan TCP, packet loss untuk pembebanan UDP jauh lebih besar, hal ini dikarenakan pada packet video dan audio menggunakan RTP (Realtime Transport Protocol ), dimana RTP menggunakan protocol transport UDP untuk mengirimkan packet voice dan video, berdasarkan pengamatan pada saat ujicoba komunikasi video 67

dan voice banyak yang hilang pada pembebanan paket UDP sebesar 3 Mb. 4.1.2 Pengukuran packet loss untuk videoconference tiga client. Pengukuran packet loss tiga client dilakukan pada saat tiga buah client videoconference mengirimkan packet voice dan video secara bersamaan menuju server MCU, konfigurasi IP address sama dengan konfigurasi saat videoconference dua client, hanya saja diberikan penambahan client dengan IP Address 10.10.10.4 yang diberikan secara DHCP oleh server VPN. Pembebanan paket TCP dan UDP juga dilakukan untuk membebani server MCU, variabel nilai beban TCP dan UDP adalah 200 kb, 1 Mb dan 2 Mb yang dikirimkan secara kontinyu dari client 10.10.10.2 menuju server MCU selama proses ujicoba. Pengukuran dengan pembebanan paket TCP Proses pengambilan data pada pembebanan packet TCP dilakukan sebelum client melakukan conference menggunakan netmeeting, hal ini dimaksudkan supaya protokol RTP yang membawa payload G.711 dan H.261 nampak, dari hasil capturing data didapatkan hasil ujicoba sebagai berikut :
Tabel 4.3 Tabel Packet loss videoconference tiga client beban TCP

Tabel 4.3 di atas menunjukkan hasil perbandingan packet loss dari satu node ke node yang lain pada saat kondisi jaringan tanpa beban sampai dengan pembebanan paket TCP 2 Mb, standard kompresi yang digunakan sama dengan videoconference tiga client, yaitu H.261 untuk kompresi video dan G.711 untuk kompresi audio. Dari tabel di atas didapatkan grafik sebagai berikut : 68

Packet Loss Beban TCP Videoconference VPN 3 Client 3.00 2.50 2.00 % Loss 1.50 1.00 0.50 0.00 0.03 0.02 Tanpa beban 1.58 1.58 Video Loss Voice Loss 2.75 2.67

0.15

0.12 Beban 1Mb Beban 2 Mb

Beban 200kb

Beban

Gambar 4.4 Grafik packet loss videoconference 3 client beban TCP Dari grafik 4.4 di atas terlihat bahwa semakin besar paket TCP yang dibebankan pada server MCU semakin besar pula packet loss untuk payload G.711 dan H.261 Pengukuran dengan pembebanan paket UDP Pembebanan UDP dilakukan dengan mengirimkan paket UDP dengan bantuan software iperf dari client 10.10.10.3 menuju server, beban yang dikirimkan bervariasi yaitu 200 Kb, 1 Mb, dan 2 Mb. Beban tersebut dikirimkan secara kontinyu selama proses ujicoba dan didapatkan hasil sebagai berikut :
Tabel 4.4 Tabel Packet loss videoconference tiga client beban UDP

69

Tabel 4.4 di atas menunjukkan rata-rata packet loss videoconference tiga client dari satu node ke node yang lain pada saat kondisi tanpa beban sampai server MCU terbebani packet 2 Mb secara kontinyu, berdasarkan tabel packet loss terbesar terjadi pada sisi server 10.10.10.1 hal ini di karenakan beban trafik pada sisi server terlalu besar dan buffer pada sisi server tidak cukup untuk menampung trafik tersebut selain itu pembebanan paket UDP juga dilakukan pada sisi server, jika di bandingkan dengan nilai packet loss pada videoconference dua client packet loss pada sisi server tidak jauh berbeda nilainya. Dari tabel tersebut didapatkan grafik packet loss sebagai berikut :
Packet Loss Beban UDP Videoconference VPN 3 Client 10.00 9.00 8.00 7.00 % Loss 6.00 5.00 4.00 3.00 2.00 1.00 0.00 0.03 0.02 Tanpa beban Beban 200kb Beban 1Mb Beban 2 Mb 2.32 2.90 ` 5.15 Video Loss Voice Loss 6.13 6.17 8.7

Beban

Gambar 4.5 Grafik packet loss videoconference 3 client beban UDP Berdasarkan grafik 4.5 di atas besar packet loss berada pada kisaran nilai 0.02 – 8.7 %, akibat besarnya packet loss payload G.711 dan H.261 banyak yang hilang sehingga informasi voice dan video menjadi terputus-putus. 4.2 Pengukuran Bandwidth Pengukuran bandwidth dilakukan dengan cara membangkitkan informasi suara dan gambar pada client 1, 2, dan 3, kemudian dengan bantuan software wireshark didapatkan bandwidth dari masing-masing paket informasi yang dikirim dan dari paket tersebut didapatkan nilai rata-rata bandwidth dari node asal menuju node tujuan. Pada 70

pengukuran tanpa beban, pengukuran bandwidth ini dilakukan sedemikian rupa agar tidak terjadi perpindahan data yang cukup besar antara kedua client tersebut sehingga aplikasi-aplikasi yang tidak diamati dalam pengukuran tersebut tidak diaktifkan misalnya : ftp (file transfer protocol) untuk pengiriman data, http (hypertext transfer protocol ) untuk browsing dan lain sebagainya. 4.2.1 Pengukuran bandwidth untuk videoconference dua client. Pada pengukuran bandwidth dua client, IP Address VPN untuk server MCU adalah 10.10.10.1 sedangkan untuk dua buah client mempunyai IP Address masing-masing 10.10.10.2 dan 10.10.10.3 yang diberikan secara DHCP oleh VPN Server. sedangkan pada pembebanan paket TCP dan UDP dilakukan dengan bantuan software iperf untuk membangkitkan trafik TCP dan UDP sebesar 200kb, 1Mb dan 2 Mb secara kontinyu. Pengukuran dilakukan dengan dua scenario yaitu videoconference dengan dua client serta videoconference dengan tiga client. Pengukuran dengan pembebanan TCP Pembebanan TCP dilakukan pada sisi client 10.10.10.2 menuju server, dari hasil capture menggunakan software wireshark didapatkan data sebagai berikut :
Tabel 4.5 Pengukuran bandwidth vicon dua client pembebanan TCP Beban Beban Beban Tujuan Tanpa Asal IP Payload UDP UDP UDP IP beban 200kb 1M 2Mb 10.10.10.1 10.10.10.2 10.10.10.1 10.10.10.3 10.10.10.1 10.10.10.2 10.10.10.1 10.10.10.3 10.10.10.2 10.10.10.1 10.10.10.3 10.10.10.1 10.10.10.2 10.10.10.1 10.10.10.3 10.10.10.1 H.261 H.261 H.261 H.261 G.711 G.711 G.711 G.711 101.77 152.65 98.9 309.19 165.63 75.04 75.78 75.11 75.28 75.30 87.37 145.76 90.05 304.21 156.85 74.86 74.76 74.83 75.57 75.01 62.46 89.2 69.42 273.48 123.64 74.87 69.12 74.85 70.77 72.40 46.15 69.94 49.06 280.55 111.43 74.88 68.49 74.84 69.86 72.02

Rata-rata bandwidth H.261

Rata-rata bandwidth G.711

Tabel 4.5 menunjukkan konsumsi bandwidth untuk payload H.261 dan G.711 dari node asal ke node tujuan pada kondisi tanpa beban sampai kondisi terbebani paket TCP 2 Mb. Nilai bandwidth yang 71

berbeda-beda dapat disebabkan oleh panjang paket G.711 dan H.261 yang berbeda-beda serta pengaruh trafik TCP yang dibebankan pada jaringan, dari tabel tersebut didapatkan grafik sebagai berikut :
Bandw idth Vicon 2 Client Pada VPN beban TCP
1 80.00 1 60.00 1 65.63 1 56.85 1 23.64 Bandwidth Video Bandwidth Voice 11 1 .43 72.40 72.02

bandwidth (kbps)

1 40.00 1 20.00 1 00.00 80.00 60.00 40.00 20.00 0.00 Tanpa beban Beban TCP 200kb 75.30 75.01

B eban TCP 1 b Beban TCP 2M b M

Beban

Gambar 4.6 Grafik bandwidth vicon 2 client pada VPN beban TCP Pada grafik 4.6 di atas terlihat bahwa besar bandwidth yang dialokasikan untuk paket video berada pada range 111.43 kbps sampai 165.63 kbps dan 72.02 sampai 75.30 untuk paket voice. Besar bandwidth yang dialokasikan untuk video lebih besar daripada voice karena besar paket video lebih besar daripada voice sehingga membutuhkan bandwidth yang lebih besar pula. Variasi nilai bandwidth untuk video dan voice disebabkan oleh panjang paket G.711 dan H.261 yang berbeda-beda pada saat pengiriman, berdasarkan hasil pengamatan pada saat ujicoba, kualitas video dan audio saat pembebanan dengan pembebanan TCP dengan nilai yang kecil tidak terlalu jauh berbeda dengan kualitas video dan audio pada kondisi tanpa beban sehingga komunikasi video dan audio berjalan dengan lancar, tetapi pada saat beban TCP dinaikkan mencapai nilai 2 Mb informasi suara dan video menjadi terputus-putus akibat bandwidth yang disediakan mengecil. Pengukuran dengan Pembebanan UDP Pembebanan UDP dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh RTP antara kondisi tanpa beban dan terbebani, yang mana RTP ini digunakan untuk mengirimkan paket video dan audio pada protokol H.323 yang menggunakan UDP sebagai transportnya, pembebanan UDP dilakukan dengan metode yang sama dengan pembebanan TCP, variasi nilai pembebanan UDP sebesar 200kb, 1 Mb, dan 2 Mb yang 72

dibangkitkan dari salah satu client. Proses pengambilan data dilakukan pada sisi server secara realtime selama proses ujicoba dan didapatkan statustik data :
Tabel 4.6 Pengukuran bandwidth vicon dua client pembebanan UDP Beban Beban Beban Tujuan Tanpa Asal IP Payload UDP UDP UDP IP beban 200kb 1M 2Mb 10.10.10.1 10.10.10.2 10.10.10.1 10.10.10.3 10.10.10.1 10.10.10.2 10.10.10.1 10.10.10.3 10.10.10.2 10.10.10.1 10.10.10.3 10.10.10.1 10.10.10.2 10.10.10.1 10.10.10.3 10.10.10.1 H.261 H.261 H.261 H.261 G.711 G.711 G.711 G.711 101.77 309.19 98.9 152.65 165.63 75.04 75.78 75.11 75.28 75.30 46.14 298.57 47.24 99.26 122.80 46.13 59.32 74.86 75.74 64.01 74.09 302.94 75.67 107.916 140.15 74.87 69.09 74.86 75.67 73.62 40.49 298.48 42.35 119.2 125.13 75.1 69.96 75.02 75.72 73.95

Rata-rata bandwidth H.261

Rata-rata bandwidth G.711

Pada tabel 4.6 terlihat bahwa besarnya bandwidth yang dialokasikan untuk video sekitar 122.80 kbps sampai 165.63 kbps dan 64.01 sampai 75.30 kbps untuk paket voice, bila dibandingkan dengan bandwidth saat pembebanan TCP hasilnya sama-sama bervariasi, hal ini disebabkan oleh panjang payload G.711dan H.261 yang berbeda-beda pula pengaturan panjang paket tersebut di atur oleh layer aplikasi. Dari tabel tersebut dapat dibuat grafik sebagai berikut :
Bandw idth Vicon 2 Client Pada VPN beban UDP
1 80.00 1 60.00 1 40.00 1 20.00 1 00.00 80.00 60.00 40.00 20.00 0.00 Tanpa beban Beban UDP 200kb Beban UDP 1 b Beban UDP 2M b M 75.30 73.62 73.95 1 65.63 1 5 40.1 1 22.80 B andwidth Video B andwidth Voice 1 3 25.1

bandwidth (kbps)

64.01

Beban

73

Gambar 4.7 Grafik bandwidth vicon 2 client pada VPN beban UDP Dari grafik 4.7 di atas nampak bahwa penambahan beban mengakibatkan penurunan bandwidth yang dialokasikan untuk payload G.711 dan H.261. Berdasarkan grafik, bandwidth untuk video selalu lebih besar daripada voice karena besar paket H.261 yang merupakan paket video lebih besar daripada paket G.711. 4.2.2 Pengukuran bandwidth untuk videoconference tiga client. Pengukuran bandwidth dilakukan dengan menambahkan sebuah client lagi, kemudian ketiga client melakukan konferensi dengan melakukan calling pada server MCU 10.10.10.1 , proses pengcapturan menggunakan software wireshark dilakukan pada sisi server sebelum client melakukan calling, pembebanan UDP dan TCP dilakukan dengan nilai yang sama yaitu 200 kb, 1Mb, dan 2 Mb selama proses ujicoba. Pengukuran dengan pembebanan TCP Pembebanan TCP dilakukan dari sisi client 10.10.10.3 menuju server MCU 10.10.10.1, dari hasil capture pada sisi server didapat data pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.7 Pengukuran bandwidth vicon tiga client pembebanan TCP Beban Beban Beban Tujuan Tanpa Asal IP Payload UDP UDP UDP IP beban 200kb 1M 2Mb 10.10.10. 10.10.10. 1 3 H.261 101.49 175.22 134.9 115.51 10.10.10. 10.10.10. 3 1 H.261 122.45 288.97 291.11 115.99 10.10.10. 10.10.10. 1 2 H.261 95.39 161.9 126.54 123.39 10.10.10. 10.10.10. 2 1 H.261 299.45 150.46 145.75 277.28 10.10.10. 10.10.10. 1 4 H.261 97.45 168.13 130.55 121.11 10.10.10. 10.10.10. 4 1 H.261 118.54 210.99 198.5 172.85 Rata-rata bandwidth H.261 10.10.10. 10.10.10. 1 3 G.711 10.10.10. 10.10.10. 3 1 G.711 10.10.10. 10.10.10. 1 2 G.711 10.10.10. 10.10.10. G.711 139.13 74.64 52.07 74.65 74.53 192.61 74.59 74.86 74.89 74.84 171.23 74.79 72.88 74.89 72.36 154.36 74.95 70.37 74.87 74.92

74

1 10.10.10. 2 10.10.10. 4

4 10.10.10. 1 10.10.10. 1

G.711 G.711

68.11 73.81 69.64

75.01 75.01 74.87

72.37 72.34 73.27

71.84 71.89 73.14

Rata-rata bandwidth H.261

Tabel 4.7 di atas menunjukkan perbandingan bandwidth videoconference tiga client dari node asal menuju node tujuan saat kondisi tanpa beban dan kondisi berbeban paket TCP mencapai 2Mb, dari tabel tersebut didapatkan grafik :
Bandw idth Vicon 3 Client Pada VPN beban TCP
250.00 Bandwidth Video Bandwidth Voice 1 .23 71 1 3 39.1 1 54.36

bandwidth (kbps)

200.00 1 50.00 1 00.00 50.00 0.00 Tanpa beban

1 92.61

69.64

74.87

73.27

73.1 4

Beban TCP 200kb

Beban TCP 1 b Beban TCP 2M b M

Beban

Grafik 4.8 Grafik bandwidth vicon 3 client pada VPN beban TCP Dari grafik 4.8 di atas besarnya bandwidth bervariasi antara 139.13 kbps sampai 192.61 kbps untuk paket video dan 69.64 sampai 74.87 kbps untuk paket video pada berbagai kondisi, hal ini disebabkan pengaturan panjang paket yang berbeda-beda oleh layer aplikasi neetmeeting. Besar bandwidth yang dialokasikan untuk video lebih besar daripada voice karena panjang paket payload H.261 yang merupakan standard kompresi video lebih besar daripada voice G.711. Dari hasil pengamatan pada saat ujicoba, pembebanan TCP tidak terlalu berpengaruh pada kualitas video dan audio. Pengukuran pembebanan UDP Pembebanan UDP pada sisi server server dilakukan oleh client 10.10.10.3, pembebanan dilakukan dengan nilai beban 200kb, 1Mb, dan 2 Mb. Dari hasil ujicoba didapatkan data sebagai berikut : 75

Tabel 4.8 Pengukuran bandwidth vicon tiga client pembebanan UDP Beban Tujuan Tanpa Beban Asal IP Payload UDP IP beban UDP 1M 200kb 10.10.10. 10.10.10. 1 3 H.261 101.49 119.27 107.48 10.10.10. 10.10.10. 3 1 H.261 122.45 123.67 188.17 10.10.10. 10.10.10. 1 2 H.261 95.39 126.62 115.4 10.10.10. 10.10.10. 2 1 H.261 299.45 301.91 298.77 10.10.10. 10.10.10. 1 4 H.261 97.45 122.8 120.56 10.10.10. 10.10.10. 4 1 H.261 118.54 117.32 125.56 Rata-rata bandwidth H.261 10.10.10. 10.10.10. 1 3 G.711 10.10.10. 10.10.10. 3 1 G.711 10.10.10. 10.10.10. 1 2 G.711 10.10.10. 10.10.10. 1 4 G.711 10.10.10. 10.10.10. 2 1 G.711 10.10.10. 10.10.10. 4 1 G.711 Rata-rata bandwidth G.711 139.13 74.64 52.07 74.65 74.53 68.11 76.81 70.14 151.93 74.95 67.13 74.89 74.91 75.55 74.77 73.70 159.32 74.92 70.69 74.87 74.85 75.56 76.54 74.57

Beban UDP 2Mb 110.4 205.67 119.94 304.67 115.65 176 172.06 75 70.83 74.93 74.98 75.67 75.59 74.50

Berdasarkan tabel 4.8 di atas videoconference tiga client sebagai berikut :

didapatkan

grafik

76

Bandw idth Vicon 3 Client Pada VPN beban UDP
200.00 1 80.00 1 60.00 1 40.00 1 20.00 1 00.00 80.00 60.00 40.00 20.00 0.00 1 59.32

Bandwidth Video Bandwidth Voice 1 72.06

1 .93 51 1 3 39.1

kbps

70.1 4

73.70

74.57

74.50

Tanpa beban

Beban UDP 200kb

Beban UDP 1 b Beban UDP 2M b M

Beban

Gambar 4.9 Grafik bandwidth vicon 3 client pada VPN beban UDP Dari grafik 4.9 di atas pada pembebabanan paket UDP bandwidth rata-rata yang dialokasikan untuk video sebesar 139.13 kbps sampai 172.06 kbps dan 70.14 sampai 74.50 kbps untuk voice. 4.3 Pengukuran Throughput Pengkuran throughput dilakukan dengan membangkitkan informasi voice dan video dari masing-masing client, kemudian untuk pembebanan dilakukan dari salah satu client dan untuk pengambilan data digunakan bantuan software protocol analyzer wireshark. Throughput yang diukur merupakan hasil penjumlahan antara throughput paket video, voice dan beban. 4.3.1 Pengukuran throughput videoconference dua client Pada pengujian ini dilakukan pembebanan paket TCP dan UDP sebesar 200kb, 1Mb, dan 2Mb. Dari ujicoba videoconference dua client menggunakan MCU didapatkan throughput selama terjadinya komunikasi menggunakan bantuan software wireshark, sedangkan proses capturing dilakukan pada node 10.10.10.1 Pembebanan paket TCP Pada tabel di bawah ini, ditampilkan nilai throughput hasil ujicoba videoconference dengan kondisi tanpa beban dan pembebanan TCP, nilai yang ditampilkan mempunyai satuan kbps (kilo bit per seconds).
Tabel 4.9 Pengukuran throughput vicon dua client pembebanan TCP

77

Node 10.10.10.1 10.10.10.2 10.10.10.3 Rata-Rata

Tanpa Beban 0.35 0.20 0.12 0.23

Beban TCP 200kb 1164.19 26.59 0.13 396.97

Beban TCP 1Mb 4007.47 91.55 0.13 1366.38

Beban TCP 2Mb 4947.16 109.67 0.27 1685.70

Pada tabel 4.9 diketahui bahwa throughput yang diperlukan untuk melakukan konferensi dua client relatif kecil yaitu sekitar 0.23 kbps, paket TCP hanya diperlukan untuk proses signalling menggunakan protocol H.245 yaitu memastikan apakah server MCU siap untuk menerima paket voice dan video dari client. Throughput TCP bertambah seiring dengan pembebanan paket TCP, komputer 10.10.10.1 mempunyai throughput tertinggi karena pembebanan dilakukan pada komputer tersebut. Pembebanan paket UDP Pengukuran throughput UDP dimaksudkan untuk mengetahui perbandingan besarnya throughput UDP dengan TCP, sedangkan pembebanan paket UDP dilakukan untuk pembuktian bahwa dengan adanya penambahan beban throughput UDP akan bertambah pula.
Tabel 4.10 Pengukuran throughput vicon dua client pembebanan UDP Tanpa Beban UDP Beban UDP Beban UDP Node Beban 200kb 1Mb 2Mb 10.10.10.1 10.10.10.2 10.10.10.3 Rata-Rata 573.26 169.03 173.48 305.26 691.57 126.33 114.29 310.73 464.79 146.30 140.26 250.45 407.47 113.66 106.58 209.24

Dari tabel 4.9 dan 4.10 dapat diketahui bahwa throughput UDP relatif lebih besar daripada throughput TCP pada kondisi tanpa beban, hal ini dikarenakan pada pengiriman paket video dan voice menggunakan protokol transport UDP, dimana UDP merupakan protokol transport unreliable dan mengutamakan kecepatan transmisi. Berdasarkan tabel 4.9 dan 4.10 dapat dibuat tabel perbandingan throughput pada pembebanan TCP dan UDP.

78

Perbandingan Throughput Vicon 2 Client
1800 1600 Throughput (kbps) 1400 1200 1000 800 600 400 200 0 Tanpa Beban Beban 200kb Beban 1Mb Beban 2Mb Beban 0.23 305.26 396.97 310.73 250.45 209.24 Throughput TCP Throughput UDP 1366.38 1685.7

Gambar 4.10 Grafik perbandingan TCP dan UDP throughput videoconference dua client Dari grafik di atas throughput TCP pada kondisi berbeban lebih besar daripada UDP karena pengaruh pembebanan TCP yang dilakukan pada sisi server. 4.3.2 Pengukuran throughput videoconference tiga client. Pengukuran throughput vidoconference tiga client dilakukan dengan menambahkan sebuah komputer client, dari hasil pengujian didapatkan throughput pada masing-masing node pada saat kondisi tanpa beban dan kondisi terbebani paket TCP dan UDP. Pembebanan paket TCP Pada pembebanan paket TCP, pembebanan dilakukan dari client 10.10.10.2 menuju server MCU 10.10.10.1. Nilai throughput yang diukur mempunyai satuan kbps (kilo bit per seconds)
Tabel 4.11 Pengukuran throughput vicon tiga client pembebanan TCP Tanpa Beban TCP Beban TCP Beban TCP Beban 200kb 1Mb 2Mb 0.40 0.13 0.13 372.29 8.80 0.12 1940.49 43.62 0.15 2772.31 63.20 0.14

Node

10.10.10.1 10.10.10.2 10.10.10.3

79

10.10.10.4 Rata-Rata

0.14 0.20

0.13 95.34

0.13 496.10

0.13 708.94

Berdasar pada tabel 4.11 di atas, paket TCP yang digunakan pada videconferencing reletif kecil, hal ini dibuktikan pada kondisi pengukuran tanpa beban yaitu dengan nilai rata-rata sekitar 0.2 kbps . seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, paket TCP hanya diperlukan untuk signalling saja menggunakan protocol H.245. Throughput bertambah seiring dengan penambahan paket TCP, throughput tertinggi berada pada node 10.10.10.1 karena pada komputer dengan IP address 10.10.10.1 merupakan server MCU sekaligus VPN yang menerima input paket signalling videoconference dari masingmasing client, disamping itu pembebanan TCP dilakukan dari client 10.10.10.2 menuju server 10.10.10.1. Urutan kedua diduduki oleh client 10.10.10.2 karena setelah client tersebut mengirimkan beban TCP menuju server client 10.10.10.2 menerima acknowledge dari server, dimana paket TCP merupakan protokol transport yang reliable dan selalu mengirim tanda terima setelah paket diterima. Pembebanan paket UDP Seperti halnya pada pembebanan paket TCP, pembebanan UDP juga dilakukan pada client 10.10.10.2 menuju server, nilai paket yang dibebankan sebesar 200kb, 1Mb, dan 2Mb. Nilai throughput yang diukur mempunyai satuan kbps (kilo bit per seconds) Tabel 4.12 Pengukuran throughput vicon tiga client pembebanan UDP
Node 10.10.10.1 10.10.10.2 10.10.10.3 10.10.10.4 Rata-Rata Tanpa Beban 579.22 163.55 140.82 151.89 258.87 Beban UDP 200kb 837.68 177.87 189.39 182.22 346.79 Beban UDP 1Mb 637.70 147.52 162.14 153.32 275.17 Beban UDP 2Mb 606.29 145.46 172.72 156.99 270.37

Pada tabel 4.12, terlihat throughput UDP terbesar berada pada komputer 10.10.10.1, hal ini disebabkan karena komputer tersebut menerima input paket video dan audio dari masing-masing client untuk dilakukan kompresi dan disebarkan ke client kembali, selain itu pembebanan UDP juga dilakukan pada server. Dari tabel 4.11 dan 4.12 didapatkan perbandingan throughput TCP dan UDP pada videoconference tiga client sebagai berikut :

80

Perbandingan Throughput Vicon 3 Client
800 700 Throughput (kbps) 600 500 400 300 200 100 0 Tanpa Beban Beban 200kb Beban 1Mb Beban 2Mb Beban 95.34 0.2 258.87 346.79 275.17 270.37 Throughput TCP Throughput UDP 496.1 708.94

Gambar 4.11 Grafik perbandingan TCP dan UDP throughput videoconference dua client Berdasarkan grafik di atas, pada kondisi tanpa beban throughput UDP lebih besar daripada TCP karena masing-masing client videoconference mengirimkan paket video dan voice menggunakan UDP, sedang TCP hanya digunakan untuk signalling. Pada kondisi pembebanan 1 Mb dan 2 Mb, throughput TCP meningkat akibat pembebanan yang dilakukan secara kontinyu dari client. 4.4 Pengukuran Delay Delay yang diukur pada pengukuran ini merupakan rata-rata selisih waktu saat paket mulai dikirimkan client hingga diterima oleh server. Perhitungan delay ini diperoleh dari hasil penjumlahan delay propagasi dan paketisasi yang direkam oleh software wireshark. Pada pengukuran delay ini dilakukan dalam 4 skenario yaitu kondisi tanpa beban, beban TCP dan UDP 200kb, 1Mb dan 2Mb. hal ini bertujuan juga untuk mengetahui pengaruh beban terhadap delay yang terjadi. Dari hasil ujicoba didapatkan data sebagai berikut :
Tabel 4.13 Delay videoconference dua dan tiga client Jumlah Client 2 Client Tanpa Beban 2.16 Beban 200 kb TCP 18.14 UDP 35.83 Beban 1Mb TCP 58.46 UDP 74.68 Beban 2Mb TCP 47.55 UDP 109.29

81

3 Client

14.42

18.14

53.94

56.11

62.89

72.5

285.17

Untuk lebih jelasnya digambarkan grafik sebagai berikut :
Delay Videoconference Pada VPN
300 250
Vicon 2 Client Vicon 3 Client
285.1 7

Delay (ms)

200 150
1 09.29 74.68 72.5 62.89 56.1 1 47.55

100 50 0
2.1 6 53.94 35.83 8.1 8.1 1 4.42 1 4 1 4 200kb TCP 200kb UDP 58.46

Tnp B eban

1 b M TC P

1 b M UDP

2M b TCP

2M b UDP

Beban

.Gambar 4.12 Grafik delay videoconference Berdasarkan gambar grafik 4.12 besar delay bertambah seiring dengan penambahan paket TCP dan UDP. Pembebanan UDP menyebabkan perubahan delay lebih besar daripada TCP, karena protokol UDP lebih banyak digunakan pada apikasi videoconference. 4.5 Pengukuran Jitter Pada saat ujicoba jitter yang diukur merupakan jitter rata-rata dari jitter beberapa packet voice dan video yang tercapture pada wireshark, pada pengukuran jitter juga dilakukan empat skenario yang sama dengan pengukuran delay. 4.5.1 Pengukuran jitter videoconference dua client Setelah masing-masing client melakukan conference dilakukan proses capturing pada sisi server untuk mengetahui besarnya jitter, skenario selanjurnya dilakukan pembebanan paket TCP dan UDP pada server, jitter yang diukur mempunyai satuan ms (mili secconds) dan dari hasil ujicoba tersebut didapatkan data sebagai berikut :
Tabel 4.14 Jitter videoconference dua client

82

Berdasarkan tabel 4.14 jitter pada kondisi tanpa beban sudah cukup besar dengan nilai rata-rata 37.34 ms, namun jitter tersebut masih dapat ditolerir mengingat besarnya jitter maksimal yang diperbolehkan sekitar 50ms. Untuk lebih jelasnya, dari data tersebut dapat digambarkan grafik pengaruh beban TCP dan UDP terhadap jitter.
Jitter Videoconference 2 Client pada VPN
1 00.00 90.00 80.00
Video J itter Audio J itter

86.24 72.24 61 .69

jitter (ms)

70.00 60.00 50.00 40.00 30.00 20.00 1 0.00 0.00 Tanpa beban 200kb TCP 37.34 38.75

38.48 24.55

37.68

37.40

4.53

8.60

1 5.79

1 2.51

1 3.87

200kb UDP

1 TCP Mb

1 UDP Mb

2Mb TCP 2Mb UDP

Beban

Gambar 4.13 Grafik jitter videoconference dua client pada VPN Dari gambar grafik 4.13 di atas terlihat bahwa jitter meningkat setelah adanya pembebanan TCP dan UDP, Pembebanan UDP mengakibatkan jitter untuk paket voice dan video menjadi lebih besar daripada pembebanan TCP. Dari grafik juga dapat dilihat bahwa paket video lebih rentan terhadap jitter sehingga jitter video tidak dapat ditolerir pada pembebanan UDP karena nilai jitter pada saat pembebanan berada pada range 61.89 ms sampai 86.24 ms. 4.5.2 Pengukuran jitter videoconference tiga client 83

Pengukuran dilakukan dengan menambahkan sebuah client videoconference dan didapatkan data sebagai berikut :
Tabel 4.15 Jitter videoconference tiga client

Untuk memperjelas pengamatan pada tabel 4.15, digambarkan grafik jitter videoconference tiga client sebagai berikut :
Jitter Videoconference 3 client pada VPN
80.00 70.00 60.00

Video J itter Voice J itter 42.01 29.23 23.1 9 1 2.70 1 4.81 26.94 58.27 52.82

69.09

67.94

jitter (ms)

50.00 40.00 30.00 20.00 1 0.00 0.00

41 .59 31 .56 34.05

1 4.02

Tanpa beban

200kb TCP

200kb UDP

1 b TCP 1 b UDP M M

2M b TCP

2M b UDP

Beban

Gambar 4.14 Grafik jitter videoconference dua client pada VPN Dari gambar grafik 4.14 di atas, pada pembebanan paket UDP didapatkan hasil yang sama dengan sistem videoconference dua client bahwa jitter untuk video tidak dapat ditolerir karena mempunyai nilai di atas 50ms yaitu pada range 58.27 sampai 69.09 ms, sedang untuk paket voice jitter mengalami peningkatan dari sistem dua client. Sedangkan 84

pada pembebanan TCP jitter video pada pembebanan TCP 1 Mb tidak dapat ditolerir, hal ini dapat disebabkan oleh penuhnya buffer pada server MCU. 4.6 Kualitas gambar dan suara Kualitas gambar dan suara pada saat ujicoba Video Conference pada VPN dilakukan dengan melakukan polling dan didapatkan hasil penilaian subyektif atau MOS dari 10 respoden. 4.6.1 Kualitas gambar dan suara videoconference dua client Dari hasil polling yang dilakukan pada sepuluh orang responden, didapatkan nilai kualitas MOS videoconference sebagai berikut :

85

Tabel 4.16 MOS videoconference dua client pada VPN Jenis Skenario Videoconference Nama Responden Pram Terry Wahyu Arief Trisun Endiek Mahendra Bowo Uut Ari Fani Rata-Rata Tanpa Beban 3.5 3.4 3.45 3.37 3.65 3.5 3.4 3.35 3.45 3.5 3.46 Beban 200lb TCP 3.35 3.3 3.25 3.2 3.3 3.3 3.2 3.35 3.35 3.4 3.30 UDP 2.15 2.1 2 1.9 2 2.2 2.2 2.1 2.3 2.2 2.12 Beban 1Mb TCP 3.1 3 3.15 3.05 3.1 3.15 3.1 3.1 3.2 3.24 3.12 UDP 1.7 1.8 1.85 1.8 1.9 1.75 1.8 1.85 1.9 1.8 1.82 Beban 2Mb TCP 2.9 2.8 2.85 2.7 2.95 2.95 3 3 3.05 3.1 2.93 UDP 1.1 0.9 1 0.8 1.2 1.1 1.2 1.3 0.9 1.2 1.07

Dari hasil tabel 4.16 tersebut didapatkan grafik sebagai berikut :

86

4.6.2

Kualitas gambar dan suara videoconference tiga client Berdasarkan hasil polling pada sepuluh responden mengenai kualitas gambar dan suara videoconference pada VPN, didapatkan hasil sebagai berikut :
Tabel 4.17 MOS videoconference tiga client pada VPN Nama Responden Pram Terry Wahyu Arief Trisun Endiek Mahendra Bowo Uut Ari Fani Rata-Rata Tanpa Beban 3.5 3.3 3.4 3.3 3.5 3.5 3.3 3.3 3.4 3.5 3.40 Jenis Skenario Videoconference Beban 200lb Beban 1Mb Beban 2Mb TCP 3.2 3.25 3.2 3.1 3.25 3.2 3.25 3.2 3.2 3.3 3.22 UDP 2.1 2.1 2 1.8 2 2.15 2.2 2.15 2.25 2.2 2.10 TCP 3.1 3 3.1 3 3.1 3 3.1 3 3.1 3.2 3.07 UDP 1.5 1.5 1.4 1.7 1.6 1.7 1.75 1.8 1.7 1.6 1.63 TCP 2.8 2.8 2.8 2.7 2.9 2.8 2.9 2.95 3 3.1 2.88 UDP 1.1 0.9 0.9 0.8 1.1 1 1.1 1.25 0.9 1.2 1.03

87

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful