KARAKTERISASlCABAI RAWIT (Capsicum jrutescens L.) YANG DITUMBUHKAN SECARA HIDROPONIK L.

Hartanto Nugroho', Heni Tri Hastuti, Triwi Astutiningsih, dan Issirep Sumardl' INTISARI
Nugroho, L.H.,H.T. Hastuti, T. Astutiningsih, dan I. Sumardi. 2006. Karakterisasi cabai rawit (Capsicumjrutescens L.) yang ditumbuhkan secara hidreponik, Berkala Dmiah Biologi 5 (1) : 13 - 21. Telah dilakukan penelitian tentang karakterisasi cabai rawit (Capsicumfrutescens L.) yang ditumbuhkan secara hidroponik. Semai cabai rawit ditumbuhkan pada media pasir, arang sekam, sabut kelapa, serb uk gergaji dan tanah sebagi kontrol dengan variasi konsentrasi pupuk NPK 0,5, 10, dan 15 mlIL air. Sejumlah 100 ml pupuk disiramkan setiap hari pada semai cabai rawit setelah semai dipindahkan ke dalam media tumbuh. Konsentrasi pupuk NPK ditingkatkan dua kali setiap 14 hari perlakukan. Pengamatan karakter fisiologi dan anatomi dilakukan pada saat tanaman berumur 30 harl, sedangkan produksi cabai dan kadar kapsaisin diamati saat tanaman berumur 3 bulan. Parameter untuk karakter fisiologi dan anatomi yang diamati adalah tinggi tanaman, ukuran (panjang dan lebar) daun, diameter dan jumlah persatuan luas trakea batang dan akar, ukuran dan jumlah persatuan luas stomata pada epidermis daun, jumlah buah dan kadar kapsaisin. Karakter yang meliputi diameter dan jumlah trakea dipersiapkan dengan membuat preparat antomi dengan metode free hand section, jumlah dan ukuran stomata dipersiapkan dengan metode leaf clearing, sedang kadar kapsaisin dianalisis dengan kromatografi lapis tipis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya pasir dan tanah yang menunjukkan hasil optimal dan mampu menghasilkan buah. Peningkatan pertumbuhan oleh karena pengaruh pemberian pupuk NPK seiring dengan peningkatan jumlah dan diameter trakea akar dan batang. Demikian pula halnya dengan stomata, peningkatan pertumbuhan juga seiring dengan peningkatanjumlah dan ukuran stomata. Kadar Kapsaisin diduga tidak dipengaruhi oleh peningkatan konsentrasi pupuk. Secara keseluruhan, pasir dengan 15 mlIL air pupuk NPK memberikan hasil yang optimum terhadap budidaya cabai rawit secara hidroponik. Kata kunci: cabai rawit, pupuk, hidroponik, kapsaisin.

ABSTRACT
Nugroho, L.H., H.T. Hastuti, T. Astutiningsih, and I. Sumardi. 2006. Characterization frutescens L) grown hydroponically. Berkala Ilmiah Biologi 5 (1): 13 - 21. of red paper (Capsicum

Research on characterization of red pepper grown hydroponically has been carried out. Red pepper seedlings were grown on sand, husk charcoal, coconut fibre, sawdust, and soil as a control with various concentration of NPKfertilizer. The NPK concentrations are 0,5, 10, 15 mIlL water. One hundred ml offertilizers were applied every day after the plants were removed to the hydroponic media. The concentration offertilizer was increased twice every 14 days applications. The physiological dan anatomical characters were assesed after 30 days growing. Moreover, the fruit production and capsaicin content were assesed after 3 months growing. The parameter assessed were plant height, leaf size, number and diameter of stem and root tracheas, number and size of leaf stomata, fruit number, and capsaicin content. The number and diameter of stem and root tracheas were analysed by preparing slide using free hand section method. Moreover, the size and number of leaf stomata were analysed using leaf clearing method. Capsaicin contents were analysed using Thin Layer Chromatography. The results showed that only the plant grown in sand and soil medium with various concentrations of NPK fertilizer were able to grow well and produce fruits. The increasing plant growth was concomitant with the increasing diameter of stem and root tracheas, and the number and size of leaf stomata. The content of capsaicin were not affected by the concentration of NPKfertilizer. Overall, sand with 15 mIlL water was the best medium for the growth and the production of red pepper grown hydroponically. Keywords: red pepper, fertilizer, hydroponic, capsaicin.

Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, JI. Teknika Selatan, Yogyakarta 55281. Email: hartantonugroho2005@yahoo.com

13

jurnlah sel trakea persatuan luas pada penampang melintang batang dan akar.serta media tumbuh. Pada teknik hidroponik. 10. burung hias maupun ayam (Witt. serbuk gergaji dan tanah.Berkala Ilmiah Biologi. 1983). 13-21 PENDAHULUAN Cabai rawit (Capsicum frutescens L. Juni 2006. Hal ini sangat berbeda dengan media tanah karena tanah selain sebagai penopang tumbuhnya . 1999). sabut kelapa.) merupakan salah satu tanaman penting yang dimanfaatkan buahnya untuk berbagai mac am keperluan. Sel trakea pada penampang melintang batang dan akar diamati dengan cara membuat preparat anatomi dengan metode free hand section (Johansen. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter fisiologi. struktur anatomi. produksi dan kadar kapsaisin diamatipada penelitian ini. sedangkan panjang dan lebar stomata serta jurnlah stomata persatuan luas diamati dengan cara membuat preparat anatomi dengan menggunakan metode leaf clearing (Ruzin. yaitu pertumbuhan. dan arang sekam (Morgan. 14 . serbuk gergaji dan tanah. semai dipindahkan ke dalam polybag yang masing-masing telah diisi media tumbuh. him. Biji cabai rawit di semai di atas tanah yang di campur pupuk kompos. Produksi diamati dengan menghitungjumlah buah saat cabai rawit berumur 3 bulan. obat-obatan dan bahan kosmetika (Anonim. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Randomized Complete Block Design (RCBD) (Gomez & Gomez. 2000). Salah satu altematif budidaya cabai rawit yang efisien dalam menggunakan lahan adalah teknik hidroponik. serta pengukuran panjang dan lebar daun pada daun ke tujuh dari pucuk. arang sekam. anatomi dan fitokimia pada tanaman cabai yang ditumbuhkan secara bidroponik sebingga diharapkan akandidapatkan suatu formula barn dalam budidaya cabai rawit yang lebih efisien. Untuk mengetahui letak perbedaanantar perlakuan. Rasa pedas pada buah cabai rawit disebabkan oleh kandungan zat kapsaisin sehingga cabai rawit sering juga dimanfaatkan sebagai campuran makanan burung . 1940). Bebagai macam karakter. sabut kelapa. Pada saat tanaman berumur 30 hari dilakukan pengamatan karakter fisiologi yang meliputi pengukuran tinggi tanaman. ocehan. Disamping zat kapsaisin. 5. Nomor 1. an tara lain bumbu masak. 1999). Pupuk NPK dengan 4 tingkat konsentrasi yaitu 0. dalam penerapannya tidak hanya menggunakan air tetapi didukung media lain yang bukan tanah sebagai penopang tanaman. data kuantitatif di analisis dengan uji Budidaya cabai rawit yang selama ini dilakukan oleh para petani adalah dengan cara mananam di lahan persawahan. Pada perlakuan variasi pupuk juga dilakukan 4 kali ulangan sehingga total sampel ada 5 X 4 X 4 = 80 polybag. BAHAN DAN CARA KERJA Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi biji cabai rawit (CapsicumJrutescens L. yaitu pasir. . pemberian pupuk/zat hara mutlak diperlukan karena media dalam teknik hidroponik hanya merupakan penopang tumbuhnya suatu tanaman. yaitu pasir. Volume 5. sabut kelapa.. Media tanah dipergunakan sebagai kontrol. karbohidrat. pupuk NPK Hortigrorv. suatu tumbuhan juga mengandung berbagai nutrisi yang berguna dalam pertumbuhan tanaman. sabut kelapa. kemudian setiap 14 hari dilakukan penambahan konsentrasi pupuk yaitu sejumlah 2X konsentrasi pupuk sebelumnya. kerikil. 2006). Karakter anatomi yang diamati adalah panjang dan lebar stomata pada epidermis daun. dengan 4 kali ulangan untuk setiap media tumbuh. bahan campuran industri makanan. 1994). Berdasarkan uraian di atas. Pada setiap polybag ditumbuhkan dua semai cabai rawit dengan tujuan satu tumbuhan untuk analisis karakter anatomi dan tumbuhan yang lain untuk analisis fitokimia. mineral dan vitamin serta zat-zat yang berkasiat obat (Zang et al. danserbuk gergaji. yaitu pasir.). arang sekam. Penambahan pupuk NPK dengan variasi konsentrasi diberikan dalam interval waktu tertentu. serta diamater masingmasing sel trakea pada penampang melintang batang dan akar. Setelah 4 hari. dan 15 mll L air diberikan sebanyak 100 mllharilpolybag. arang sekam. Hidroponik yangjuga dikenal dengan istilah bercocok tan am tanpa tanah. Dalam penelitian ini tanaman cabai rawit ditumbuhan pada 4 macam media bidroponik. buah cabai rawit juga mengandung lemak. seperti pasir. Karakter fitokimia khususnya senyawa kapsaisin dianalisis dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dilanjutkan dengan kuantifikasi kandungan kapsaisin menggunakan Thin Layer Chromatography Scanner (TLC Scanner).

e. HASIL DAN PEMBAHASAN Salah satu parameter tingkat keberhasilan suatubudidaya pertanian dapat dilihat dari tingkat kesuburan suatu tanaman pada fase pertumbuhan vegetatif dan pada fase pertumbuhan generatif. serta jumlah buah cabai rawit. panjang dan lebar daun. seperti ditampilkan pada Gambar 3. LSD (0. menunjukkan bahwa pasir merupakan media yang paling baik diantara ke empat media hidroponik yang dipergunakan dalam .. 40 ~------------------------------~ . Produksi cabai raw it. LH. Struktur anatomi yang relatif paling berpengaruh adalah jaringan yang berperan dalam .0. K5:konsentrasi 5 mll Lair. sabut kelapa dan serbuk gergaji tidak mampu mencapai fase pertumbuhan reproduktif. Tingkat kesuburan tanaman dapat diketahui dari data nominal tinggi tanaman dan ukuran daun. Beberapa data seperti warna daun dan ketebalan daun juga merupakan hal yang penting dalam menganalisis kesuburan tanaman.01): 3. Pada media pasir menunjukkan hasil yang lebih banyak dibandingkan dengan media tanah.95. Hal ini diduga bahwa pada media pasir tidak terkandung senyawa kimia tertentu yang bersifat menghambat pertumbuhan generatif pada tanaman cabai rawit mengingat bahwa sebelum digunakan sebagai media hidroponik media pasir di cuci terlebih dahulu pada air mengalir sehingga semua senyawa kimia yang menempel pada butiran pasir sudah tercuci oleh aliran air.Nugroho. et. serta panjang dan lebar stomata pada epidermis atas daun Aspek petumbuhan vegetatif maupun generatif. Tinggi tanaman. 15 . I- ~ 25 :g 20 .sedangkan keberhasilan produksi hasil pertanian dapat diketahui dari data jumlah buah yang dihasilkan oleh suatu tanaman. Gambar 1. konsentrasi 15 ml NPKIL air. Berdasarkan pengamatan morfologi tanaman cabai rawit yang ditumbuhkan pada berbagai media hidroponik dengan variasi konsentrasi pupuk NPK didapatkan hasil sebagai berikut. c: E 35 30 . KO: tanpa pupuk. penelitian ini bahkan pada parameter tinggi tanaman menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan pada media tanah. selain dipengaruhi oleh ketersediaan nutrisi pada media tumbuh juga dipengaruhi oleh struktur anatomi pada setiap organ tumbuhan. Hal ini diduga bahwa Jumlah sel trakea batang dan akar. sedangkan penggunaan pupuk NPK sebagai sumber nutrisi menunjukkan trend peningkatan dari kontrol sampai . KI0: konsentrasi 10 ml/ Lair.= o Tanah Pasir Sekam Media Sabut kip Srbk grgj Gambar 1~ Histogram tinggi tanaman cabai rawit umur 30 hari.al. 1983) pada media sekam. sabut kelapa dan serbuk gergaji masih terkandung senyawa metabolit sekunder yang bersifat racun terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit sehingga pupuk NPK tidak dapat berperan dalam pertumbuhan tanaman cabai rawit.Karakterisasi Cabe Rawit (Capsicum frutescens L) ANAVA dan dilanjutkan dengan uji LSD pada taraf ketelitian 99% (Gomez & Gomez.!!! 15 10 5 '" . dan 2. ditumbuhkan pada media serta konsentrasi pupuk NPK yang bervariasi. K15: konsentrasi 5 mll L air. mengingat bahwa nutrisi yang diambil dari tanah oleh akar di angkut ke daun untuk proses fotosintesis. menunjukkan bahwa hanya media pasir dan media tanah yang mampu menghasilkan buah sedangkan cabai rawit yang ditumbuhkan pada media sekam. .

him. KO: tanpa pupuk. 16 .5 o Tanah Pasir Sekam Media Sabut kip Srbk grgj B 2.. LSD (0. KI0: konsentrasi 10 mll Lair. LSD (0. ditumbuhkan pada media serta konsentrasi pupuk NPK yang bervariasi.!!! E 30 " .. K5: konsentrasi 5 mlI Lair. Panjang daun (A) dan lebar daun (B) tanaman cabai rawit umur 30 hari.5 ~ co 0. Volume 5.J o Tanah Pasir Sekam Media Sabut kip Srbk grgj Gambar 2. Juni 2006..53. KO: tanpa pupuk.. KI0: konsentrasi 10 mll Lair.~ "C E ~ 2 1. Nomor 1.26.J 0..01) A: 1.0 s: 40 . K15: konsentrasi 15 mll L air.Berkala Ilmiah Biologi.01): 6.01) B: 0. LSD (0. Jumlah buah tanaman cabai rawit umur 3 bulan.. ditumbuhkan pada media serta konsentrasi pupuk NPK yang bervariasi.5 .0 CD . 13-21 A 2.36 80 70 s: 60 50 co .5 c: . K5: pupuk konsentrasi 5 mll Lair.0 CD .5 ~ co . K15: konsentrasi 15 mll L air. " 20 10 0 Tanah Pasir Sekam Media Sbt kip Srbk grgJ Gambar 3..5 E ~ c: ~ "C 2 1.

sehingga dalam penelitian ini jumlah dan diameter sel trakea pada akar dan batang merupakan parameter yang diamati guna mendukung data pertumbuhan vegetatif.a as ~ ~ CD CD as . 1972). K1O: pupuk NPK konsentrasi 10 mIl L air..52. ditumbuhkan pada media serta konsentrasi pupuk NPK yang bervariasi. et. Hal ini menunjukkan adanya trend yang sama antara diameter dan jumlah sel trakea batang dan akar dengan morfologi luar tanaman cabai rawit yaitu peningkatan kesuburan tanaman didukung oleh peningkatan diameter dan jumlah alat transport zat hara dari akar ke daun yang disebut jaringan pengangkut khususnya sel-sel trakea (Esau. Tanah Pasir Sekam Media Sabut kip Srbk grgj c: iii . B 2. E 1ii C . K15: pupuk NPKkonsentrasi 15 mIlL air. Transpirasi dikendalikan oleh sel-sel stomata pada epidermis daun.. Transpirasi juga merupakan suatu proses yang berpengaruh pada transpor zat hara dari akar ke daun. Gambar 4.01) B: 1. selain dipengaruhi oleh ketersediaan nutrisi juga didukung oleh lancarnya transpor zat hara dari akar ke daun dan proses transpor zat hara dari akar ke daun yaitu berkas pengangkut khususnya sel trakea pada akar dan batang (Salibury & Ross. dan 6. L. menunjukkan bahwa diameter dan jumlah trakea persatuan luas meningkat dengan meningkatnya konsentrasi pupuk pada semua media.~ Gambar 4. K5: pupuk NPK konsentrasi 5 mIl Lair. 5.. LSD (0. KO: tanpa pupuk NPK.a as ~ ~ CD as 1ii 0 E as' Q. 1977). LSD (0.62. Hal ini menunjukkan bahwa kesuburan tanaman cabai rawit pada media pasir dan tanah dengan pemberian pupuk NPK. 17 . Histogram jumlah trakea batang (A) dan diamater trakea batang (B) pada tanaman cabai rawit umur 30 hari. Semakin banyak dan besar ukuran stomata daun semakin tinggi laju transpirasi pada daun sehingga mempengaruhi laju transpor zat hara dari akar ke daun (Pandey & Sinka. 1992).40 C) E 45 35 30 25· 20 15 10 5 0 ..H. Dengan demikian akan melengkapi data tentang karakter anatomi yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman khususnya cabai rawit.Karakterisasi Cabe Rawit (Capsicum frutescens L) A 2.01) A: 7.40 C) E 45 35 30 25 20 15 10 5 0 Tanah Pasir Sekam Media Sabut kip Srbk grgj c: iii .aZ . untuk itu jumlah dan ukuran stomata juga merupakan parameter yang diamati dalam penelitian ini.Nugroho.

Rasa pedas pada cabai rawit disebabkan oleh adanya kandungan senyawa alkaloid yang lazim disebut kapsaisin (Morrow.>t! :u 35 30 25 20 os os .99. Kadar kapsaisin pada buah cabai rawit Kualitas cabai rawit selain ditunjukkan dengan besarnya volume cabai rawit dan penampilan yang segar.!!! 15 E . Tanah lebih banyak mengandung tingginya laju transpirasi. him. Volume 5. Hal ini mengingat bahwa pada umumnya masyarakat mengkonsumsi cabai rawit karena rasanya yang pedas. 13-21 A 45 40 . LSD (0. KO: tanpa pupuk NPK. 18 . 10 5 0 Tanah Pasir Sekam Sabut kip SrbkgrgJ Media B Pasir Sekam Media SabutkIp Srbk grgj Gambar 5. Lebih lanjut.01) B: 1.99. LSD A (0. Oleh karena hanya tanaman cabai rawit yang ditumbuhkan pada media pasir dan tanah yang mampu mencapai fase pertumbuhan generatif sampai menghasilkan buah maka data kandungan kapsaisin media yang lain tidak dapat disajikan. 2002. cabai yang ditumbuhkan pada media pasir akan mempunyai kandungan kapsaisin yang jauh lebih sedikit dibanding cabai rawit yang ditumbuhkan pada media tanah. Nomor 1. Gambar 9. sedangkan pada media lain diduga NPK tidak efektif diangkut dari akar ke daun oleh karena rendahnya laju transpirasi yang disebabkan oleh rendahnya jumlah dan ukuran stomata karena adanya pengaruh zat-zat kimia yang terkandung dalam media tersebut. Kadar kapsaisin pada penelitian ini disajikan pada Gambar9. rasa pedas juga ikut menunjukan kualitas.. K10: pupuk NPK konsentrasi 10 mIl L air. ditumbuhkan pada media serta konsentrasi pupuk NPK yang bervariasi.Berkala Ilmiah Biologi. Ramawat & Merillon. menunjukkan bahwa pupuk NPK tidak berpengaruh terhadap kadar kapsaisin cabai rawit.>t! s: s :::I .01) A: 5. 1999). K5: pupuk NPK konsentrasi 5 mIl L air. 1999). Juni 2006. Hal ini mungkin dikarenakan salah satu fungsi metabolit sekunder pada tanaman adalah sebagai senyawa pertahanan (Nugroho & Verpoorte. . Hal ini diduga karena kapsaisin merupakan metabolit sekunder yang pembentukanya tidak sangat bergantung pada suplai nutrisi. Histogram jumlah trakea akar (A) dan diamater trakea akar (B) pada tanaman cabai rawit umur 30 hari. K15: pupuk NPK konsentrasi 15 mIl L air.

H. '" ca ca B 25 ~ 20 c: ca "0 :::I 1ii ca 15 B In E c: 10 C> ca ·2 5 n.01) B: 1. L. ca 0 Tanah Paslr Sekam Sabul kip S.) Gambar 6. et.87 19 .al . Histogram panjang stomata (A) dan lebar stomata (B) pada epidermis daun cabai rawit umur 30 hari. a: sel trakrea A 35 2c: :::I E ca ca 30 25 20 15 10 5 0 Tanah Pasir Sekam Media Sabut kip S rbk grgj "0 1ii B In E c: ·2 n. LSD (0.01) A: 2.15. K10: konsentrasi 10 mll Lair. ditumbuhkan pada media serta konsentrasi pupuk NPK yang bervariasi. Penampang melintang batang (A) dan akar (B) cabai rawit yang ditumbuhan pada media tanah (difoto dengan mikrofotograf merek Olympus tipe BHB dengan kamera foto merek Olympus tipe BM-lOA). K15: konsentrasi 15 mll L air. K5: konsentrasi 5 mll Lair. LSD A (0.bkg'gj Media Gambar 7.Karakterisasi Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.. KO: tanpa pupuk.Nugroho.

--------------------_--_- . mikroorganisme dibanding pada pasir yang sebelum dipergunakan sebagai media tanam dicuci dengan . Stomata pada epidermis daun cabai rawit yang ditumbuhkan pada media tanah (difoto dengan mikrofotograf merek Olympus tipe BHB dengan kamera foto merek Olympus tipe BMlOA).25 0. air mengalir. 13-21 Gambar 8.05 0 Tanah -_.53.3 0. media pasir merupakan media yang paling tepat untuk budidaya cabai rawit._----.2 0.-. KO: tanpa pupuk. diameter dan j umlah trakea akar dan batang. ditumbuhkan pada media serta konsentrasi pupuk NPK yang bervariasi.45 li!. b: porus stomata a 0. K5: konsentrasi 5 mll Lair. K15: konsentrasi 15 mllL air. K10: konsentrasi 10 mllL air. 1. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. LSD (0. dan kadar kapsaisin buah cabai rawit dibanding media hidroponik yang . bagi masyarakat yang in gin memanfaatkan cabai rawit hanya dipakai sebagai hiasan pada hidangan makan.!< b -- 0.01): 6. Untuk itu. a: sel penutup stomata. Histogram kadar kapsaisin (%) pada buah cabai rawit. Media pasir dengan pemberian pupuk NPK konsentrasi 15 mlIL air menunjukkan hasil yang optimal terhadap pertumbuhan vegetatif...5 0. sehingga cabai rawit yang ditumbuhkan pada media tanah lebih banyak memproduksi metabolit sekunder khususnya kapsaisin dibanding cabai rawit yang ditumbuhkan pada media pasir. __ o "'C <II m l.BerkalaIlmiah Biologi. Volume 5._. .K5 ~K10 ~K15 ------ .:: <II Pasir Sekam Media S bt kip S rbk grgj Gambar 9. hlm.1 0. jumlah dan ukuran stomata epidennis atas daun.15 0. Juni 2006.35 0. Nomor 1. jumlah buah.4 0.------ --------------_- ·iii UJ Co <: 0 ---_---_.

TIssue and Organ Culture 68: 105 . 4thedition. powders. Salisbury. K.125.1001herbs. Wan. akses . USA Gomez. Plant Cell.• et. 1977. Nugroho.asp.B. Plant Physiology. Vikas Publishing house PVT LTD. 2002. http://www.Karakterisasi Cabe Rawit (COJlsicumfrutescens L) lain. Plant microtehnique. 1972.G. 1999. Pandey. 1994. 1999. 1"t edition. McGraw-Hill. S..Nugroho. Wadsworth Publishing Company. akses Januari 2005.N. Li. Biotechnology secondary metabolism. Belmont. http:// www. Science Publisher.com/capsicum.D. slichs. http://www.. and A. E. Ramawat. Inc.capsaicin..Y. Verpoorte. Singapore. and B. 1992.fiery-foodl dave. Morgan.al . L. D. akses Januari 2006. 2nd edition.htlm. New York. Plant Physiology. 1999. The effectiveness of topically applied capsaicin. USA. 2006. LB . S. 1983._Statistical procedures for agricultural research. Hydroponic Lettuce Production.A. 1999.com/ Dave/Cap2000. serbuk gergaji. Morrow. W. John Willey and Sons. sprays. Casper Publication. Ruzin. John Wiley & Sons. Esau. New York. and R.. Januari 2006.A. D. Sinha. F. Ross. 1001 herbs for a healty life. sabut kelapa dan tanah.M. Oxford University Press.. California. K. gells. 1940. yaitu arang sekam. New Delhi..A. and P. Merillon. Gomez.H. 2000. Zang. . PUSTAKA Anonim.A. Creams.fiery-foods. The nature of capsaicin. and W. and compounds: A capsaicin Update 2000. Plant microtechnique and microscopy. L. A meta-analyses. Anatomy of seed plants. Witt. Johansen.. European Journal for Clinical Pharmacology 46:517-522. 2nd edition. and J.1 . Cabai rawit yang ditumbuhkan pada media pasir mampu menghasilkan buah lebih banyak dibanding buah cabai rawit yang ditumbuhkan pada media tanah tetapi mengandung kapsaisin yang lebih rendah dibanding buah cabai rawit yang ditumbuhkan pada media tanah. ACUAN 2. Secondary metabolism in tobacco. W. K.K.