A. Konsep Pengorganisasian 1.

Hakikat Pengorganisasian Organisasi itu sendiri didefinisikan sebagai suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu struktur atau pola hubungan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok. Setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu sekumpulan orang, kerjasama, dan tujuan yang ingin dicapai. Secara lebih rinci organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut : • • • • • Adanya suatu kelompok orang yang dapat dikenal dan saling mengenal, Adanya kegiatan yang berbeda-beda, tetapi satu sama lain saling berkaitan (interdependent part) yang merupakan kesatuan kegiatan, Tiap-tiap orang memberikan sumbangan atau kontribusinya berupa; pemikiran, tenaga, dan lain-lain, Adanya kewenangan, koordinasi dan pengawasan, Adanya tujuan yang ingin dicapai.

Begitu pula dalam kasus di ruang perawatan rumah sakit mentari, ciri-ciri organisasi tersebut haruslah ada dalam pengorganisasiannya. Terdapat tiga macam teori organisasi yang berkembang sesuai dengan perkembangannya dan dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berada dalam organisasi tersebut dalam pelaksanaannya yakni: a. Teori Organisasi Klasik Teori klasik adalah teori organisasi tertua. Fokus dari teori ini adalah pada struktur dan organisasi yang bersifat formal. Teori ini menekankan pada efisisiensi dalam suatu organisasi sebagai produk dari suatu sistem yang telah dirancang. Sering pula disebut sebagai teori tradisional yang berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai dari tahun 1800-an. Dalam teori ini, organisasi dipandang sangat tersentralisasi dan memiliki tugastugas yang terspesialisasi, kurang kreatif, serta dipandang sedikit kaku. b. Teori Organisasi Neoklasik Teori ini juga dikenal dengan sebutan teori hubungan manusiawi (the human relation movement). Pada teori ini sangat ditekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya. Dalam hal pembagian kerja, teori ini mengemukaakn perlunya partisipasi, perluasan kerja, dan

multidimensional. pembantu pimpinan sampai pelaksana. 1999). Teori ini menyebutkan bahwa organisasi merupakan hal yang kompleks. kasus pemicu menggunakan teori organisasi modern. efektif ekonomis. merupakan gabungan dari teori organisasi klasik serta neoklasik yang terangkum dalam teori organisasi modern. Dalam sebuah organisasi tidak dibenarkan . dan akan menunjang efektivitas jalannya organisasi secara keseluruhan. komunikasi vertikal dan horizontal antar hierarki harus lancar. Dari ketiga teori tersebut. Dalam menyusun struktur organisasi sebagai pelaksanaan dari penyusunan tugastugas dan penentuan personalia serta bagian-bagian yang diperlukan bagi organisasi untuk mencapai tujuan bersama maka terdapat beberapa pedoman pokok atau prinsip dalam penyusunan sturktur organisasi (Swanburg. c.manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan bagi junior-junior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan pada manajemen puncak. Rantai Komando Prinsip rantai komando menejelasksan bahwa untuk menciptakan organisasi yang dapat memuasakan semua anggotanya. Teori ini melihat semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan dan saling ketergantungan melainkan suatu system terbuka yang berkaitan dengan lingkungan yang dinamis. dan probabilistik. Manfaat utama dari adanya struktur organisasi tersebut untuk mengetahui bagaimana suatu organisasi itu dibentuk. Semua itu. multivariable. Sehingga semua komponen yang ada dalam suatu oganisasi dapat bekerjasama dengan baik dan menyadari pentingnya peran masing-masing. sehingga dapat mempertegas dalam pendelegasian wewenang dan pertanggungjawaban. b. dan sukses mencapai tujuan maka organisasi harus membangun hubungan hierarki dengan otoritas yang jelas dari atas ke bawah. Jadi jika terjadi masalah dalam suatu organisasi dapat diketahui bagian mana yang harus dihubungi. Teori Organisasi Modern Teori ini disebut juga sebagai teori analisa sistem. multilevel. seseorang hanya menerima perintah atau bertanggung jawab kepada seorang atasan saja. Dalam suatu organisasi harus ada garis kewenangan yang jelas dari pimpinan. dinamis. Selain itu. a. Hal dikarenakan pada kondisi yang ada dalam kasus pemicu harus ada saling satu kesatuan dan saling ketergantungan satu sama lain dalam suatu organisasi. Pertanggungjawaban ini akan terus memuncak pada tampuk kepemimpinan yang paling tinggi dari organsasi. Kesatuan Komando Dalam hal ini.

Kemudian untuk memudahkan kordinasi kepala ruangan membagi dua tim.jika seksi A memberikan tugasnya pada seksi B. Spesialisasi Bahwa seorang pegawai dalam suatu organisasi secara fungsional harus jelas tugas dan wewenangnya. Kesatuan komando dalam kasus ini. . tidak dibenarkan apabila perawat pelaksana pada tim 1 mendapatkan tugas dan perintah dari kepala tim 2. dimana masing-masing tim terdiri dari kepala tim yang akan menghubungkan jalannya kordinasi dari perawat pelaksana ke kepala ruangan itu sendiri. Jenjang pengawasan teringgi dalam ruang perawatan rumah sakit mentari. yaitu berada pada pengawasan kepala ruangan. maka akan memperjelas dan mempertegas pendelegasian wewenang serta pertanggungjawaban. yaitu wewenang tertinggi dalam ruang perawatan rumah sakit mentari adalah kepala ruangan. serta tanggung jawab dari pekerjaannya sehingga setiap aktivitas benar-benar berhubungan dengan tujuan organisasi. semakin kompleks rentang pengendaliannya. hubungan kerja. perawat pelaksana menerima tugas dan perintah dari penangguang jawab atau kepala tim. Kemudian kepala ruangan medelegasikan tugas-tugas asuhan keperawatan kepada masing-masing penanggung jawab asuhan keperawatan atau kepala tim. dan spesialisasi. kegiatannya. jenjang pengawasan. Ketika beberapa level keperawatan bekerja dalam satu waktu maka manajer keperwatan harus meningkatkan koordinasinya. Jika terdapat dua kepala tim yang terdiri dari kepala tim 1 dan kepala tim 2. Penanggung jawab atau kepala tim tersebut sebelumnya telah mendapatkan arahan tugas dari kepala ruangan. maka kedua kepala tim tersebut mendapatkan tugas dan perintah dari kepala ruangan. kesatuan komando. Sehingga rantai komando ini dapat menunjang terjadinya efektivitas dalam berorganisasi. Dengan adanya rantai komando. Jenjang Pengawasan Artinya bahwa jumlah bawahan atau staf yang harus dikendalikan oleh seorang atasan perlu dibatasi secara rasional. d. Perawat pelakasana pada tim 1 mandapatkan tugas dan perintah dari kepala tim 1. Keempat prinsip pengorganisasian tersebut harus ada dalam kasus pemicu. yakni rantai komando. semakin besar suatu organisasi dengan jumlah pegawai yang cukup banyak. Kepala tim kemudian mempertegas apa saja dan bagaimana asuhan keperawatan pasien kepada perawat pelaksana. Rentang kendali ini sesuai dengan bentuk dan tipe organisasi. Kemudian masing-masing kepala tim tersebut bertanggung jawab atas tim dan perawat pelaksana nya masing-masing. Rantai komando dalam kasusu pemicu. begitu pula sebaliknya. Prinsip ini masih banyak digunakan oleh keperawatan meskipun modifikasi juga terus dilakukan oleh pengembang teori. c.

Menyusun struktur organisasi b. Melakukan kolaborasi dengan dokter Pasien care delivery a. kepala ruangan mendelegasikan tugasnya kepada kepala tim. yaitu sebagai berikut : 1. Membuat daftar alokasi pasien Pengarahan a. Memimpin operan b. Menciptakan iklim motivasi c. Mengatur pendelegasian dalam Timnya . Memimpin rapat keperawatan b. Mengevaluasi indikator mutu b. Menyusun Rencana Jangka Pendek: Harian. Menyusun visi b. Melakukan survey masalah kesehatan/keperawatan Compensatory reward a. keluarga. Melakukan penilaian kinerja ketua Tim dan Perawat Pelaksana b. Memimpin Pre Conference b. Bulanan. Menyusun filosofi d. Melakukan survey kepuasan pasien. Memimpin Post Conference c. Melakukan supervisi Pengendalian a. Kepala Ruangan Management Approach: Perencanaan a. Memimpin konfrensi kasus c. untuk mengawasi berjalannya kinerja perawat pelaksana. dan tenaga kesehatan lainnya. Tahunan Pengorgansasian a. Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien sesuai masalah keperawatan 2. Rencana Bulanan) Pengorgansasian a. Melakukan rapat tim kesehatan d. Merencanakan dan melaksanakan pengembangan staf Professional Relationship a. Menciptakan iklim motivasi di Timnya d.Begitu juga kepala ruangan. d. Membagi alokasi pasien kepada Perawat Pelaksana Pengarahan a. Mengatur pendelegasian d. Melakukan audit dokumentasi c. Menyusun misi c. perawat. Menyusun jadual dinas c. Ketua Tim Management Approach: Perencanaan Menyusun rencana jangka pendek (Rencana Harian. Spesialiasi tugas dalam ruang perawatan rumah sakit mentari. Menyusun jadual dinas bersama Kepala Ruangan b.

Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien sesuai masalah keperawatan 3. Mengalokasikan dan menggunakan secara efektif sumber daya organisasi. memberikan stabilitas untuk pengambilan . Membangun hubungan di antara individu. kelompok. Menyusun rencana jangka pendek (Rencana Harian) Pasien Care Delivery a. Mengelompokkan sejumlah pekerjaan ke sejumlah unit e. 2006). Menilai kinerja Perawat Pelaksana Professional Relationship a.e. Perawat Pelaksana Perencanaan a. hubungan. dan wewenang dalam pengaturan pelayanan kesehatan (Marquis & Huston. Mengkoordinasikan berbagai tugas organisasi d. Melakukan kolaborasi dengan dokter Pasien care delivery a. Mengobservasi pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien yang dilakukan oleh Perawat Pelaksana b. Melaksanakan konfrensi kasus b. 3. Membagi-bagi tugas dan tanggung jawab yang berkaitan dengan masingmasing pekerjaan c. Membagi pekerjaan yang harus dilakuakn ke sejumlah departemen dan pekerjaan tertentu b. Menetapkan sejumlah garis wewenang formal g. Seyogyanya ruang perawatan rumah sakit mentari dalam pelaksanaan pengorganisasian memiliki beberapa tujuan yang telah dijelaskan di atas. maka setiap organisasi harus memiliki tujuan. Tujuan Pengorganisasian Sesuai dengan salah satu ciri. Melaksanakan supervisi kepada anggota Timnya Pengendalian a. dan departemen f. yaitu: a.ciri dari pengorganisasian. Struktur Organisasi Struktur mempengaruhi pola komunikasi. Struktur menyelaraskan diri dengan tujuan organisasi dan menyediakan efisiensi bagi organisasi. Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien sesuai masalah keperawatan 2. Berikut adalah tujuan pengorganisasian. Memberikan umpan balik pada Perawat Pelaksana Compensatory reward a.

Hal ini terutama berlaku untuk keputusan yang perlu dimusyawarahkan seluruh bagian dari stuktur. 2007) b. Tipe tipe struktur organisasi a. Pola komunikasi yang sederhana. Setiap orang yang memiliki beberapa kekuatan dan otoritas yang bertanggung jawab hanya beberapa orang. Kerugiannya adalah rentang kendali yang luas. menentukan bagaimana keputusan akan dibuat. juga dikenal sebagai birokrasi. dan manajer memiliki rentang yang luas untuk mengontrol. Sumber gambar (Jones. Staf memiliki otonomi dan kepuasan kerja meningkat dalam tipe struktur. Ada beberapa lapisan di struktur pelaporan. Tall structure Struktur terpusat. . struktur tinggi. dan masalah cenderung ditangani dengan mudah dan efisiens. adalah struktur hirarkis pengambilan keputusan dan kekuasaan dipegang oleh beberapa orang dalam tingkat atas. membuat sulit bagi manajemen untuk memproses informasi dengan cepat dan efisien terhadap staf.keputusan keputusan. Manajemen di semua tingkat memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam struktur ini sehingga kompetensi merupakan hal yang sangat penting . Flat structure Struktur desentralisasi tersebar di beberapa lapisan.

Sumber gambar (Jones. Tim melakukan pekerjaan bersama-sama. Jenis struktur ini menggunakan tim khusus untuk menyelesaikan tugas tertentu. akuntabilitas. Masalah dengan struktur matriks termasuk rantai komando jelas dan variasi tujuan antara kedua struktur. Manajer dari divisi produk bekerja dengan manajer pembagian fungsi. d. Kerugian utama dari jenis struktur ini adalah kurangnya rantai komando resmi. struktur yang tepat untuk ruang perawatan rumah sakit mentari dilihat dari sumber daya manusia dan jenjang tingkat pendidikan adalah flat structure. Ad hoc structure Struktur ad hoc adalah terbuka bebas-bentuk sistem. bagan flat struktur ruang perawatan rumah sakit mentari: . Struktur bekerja untuk menyeimbangkan fungsi dan pelayanan organisasi menjadi satu hasil operasional. Kombinasi tersebuti dapat bersifat vertikal maupun horizontal. Matrix structure Struktur matriks merupakan kombinasi dari dua struktur. Jenis struktur menerapkan penggunaan sumber daya secara efisien. dan komunikasi. Dari perspektif organisasi. seluruh organisasi terdiri dari tim khusus. menciptakan dua baris otoritas. Fungsi adalah tugas yang dibutuhkan untuk menyelesaikan produk. tetapi ketika ada permasalahan tidak ada pembagian tugas yang jelas untuk menyelesaikan masalah tersebut. masing-masing ditugaskan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Berikut. Sistem ini didasarkan pada kepuasan kerja dan efisiensi. Dari keempat struktur organisasi tersebut. 2007) c.

message. noise. pengembangan. dan melakukan komunikasi. Kegiatan desain. Terdapat empat model proses organisasi. Simon. yaitu: a. b. Kelangsungan organisasi berkaitan erat dengan kemampuan menerima. Proses pengambilan keputusan berlangsung dengan beberapa tahapan sebagai berikut: • • • • • Menghimpun data melalui pencatatan bahkan mungkin berupa kegiatan penelitian Melalui analisis data Menetapkan keputusan yang akan ditempuh Mengoprasionalakan keputusan menjadi kegiatan Selama berlangsungnya kegiatan. yaitu sender (sumber berita). Jika proses pengorganisasian tidak berjalan dan berfungsi dengan baik. Apabila salah satu dari ketiga elemen tersebut tidak ada. maka tidak terjadi komunikasi yang efektif dan pada akhirnya dapat menimbulkan konflik. receiver. yaitu langkah awal menyangkut pencarian berbagai kondisi lingkungan yang diperlukan bagi keputusan. Oleh karenanya. terdapat delapan unsur pokok di dalam proses komunikasi. dan receiver (penerimaan berita). feedback. Proses Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan oleh pemimpin tidak boleh diambil secara tiba-tiba atau tanpa pemikiran melainkan harus secara rasional dan melalui proses.4.maka masalah yang tidak diharapkan akan timbul dalam sebuah organisasi. maka komunikasi tersebut tidak akan terjadi. recoding. Penerimaan informasi yang disampaikan oleh informan harus dipahami isinya karena apabila penerimaan informasi tidak memahami informasi yang diberikan. Proses Pengorganisasian Proses organisasi merupakan jiwa bagi struktur organisasi. Terdapat 3 elemen pokok yang saling berkaitan pada setiap terjadinya proses komunikasi. message(pesan). dan penganalisaan berbagai rangkaian kegiatan yang mungkin dilakukan. . yaitu pengiriman atau sumber (sender). menyampaikan. enconding. Menurut Hebert A. sebagai pelaksana keputusan akan diperoleh data oprasional yang baru. Proses Komunikasi Proses ini merupakan proses utama dari suatu organisasi karena keluasan dari suatu organisasi itu didapatkan juga dari teknik komunikasi. chanel. yaitu tahap pembuatan. terdapat 3 langkah dalam proses pengambilan keputusan: • • Kegiatan intelejen.

Penganalisaan dan pembandingan alternatif 4. & Waren. Pemilihan alternatif atau strategi untuk mencapai tujuan 4. terdapat 4 langkah dalam proses pengambilan keputusan: 1. Proses Evaluasi Prestasi . Penemuan penyelesaian-penyelesaian alternative 3. Menurut Newman. Summer. keputusan satu kali dan menyangkut komitmen (keterkaitan) jangka panjang dan relatif permanen dan tinggi derajat pentingnya karena suatu keasalahan pengambilan keputusan akan mencelakakan organisasi secara serius. Sedangkan keputusan rutin mengandung arti keputusan yang berlawanan dengan keputusan dasar. terdapat 4 tahap dalam merinci langkah desain dan pengidentifikasian proses pengorganisasian: 1. yaitu bahwa keputusan pribadi biasanya tidak dapat didelegasikan kepada orang lain. • Keputusan dasar dan rutin Keputusan dasar merupakan keputusan unit investasi dalam jumlah besar. Pembuatan suatu diagnosis 2. Proses pencarian atau penemuan tujuan 2. Ada beberapa tipe keputusan organisasi dan manajemen melalui pengklasifikasian sebagai berikut: • Keputusan perseorangan dan organisasi Keputusan yang dilakukan oleh perseorangan oleh perseorangan berupa keputusan berpartisipasi dan keputusan berproduksi dan keputusan berproduksi demi organisasi • Keputusan pribadi dan organisasional Terdapat perbedaan antara keputusan pribadi dan keputusan organisasional. yaitu tahap pemilihan serangkaian kegiatan tertentu dari alternatif-alternatif yang tersedia. c. Pemilihan rencana yang diambil Menurut Scott & Mitchel.• Kegiatan pemilihan. Formulasi tujuan 3. Mengevaluasi hasil-hasil Semua proses dalam pengambilan keputusan ini memiliki unsur resiko dan ketidakpastian. sedangkan keputusan organisasional kebalikannya.

Maksud dan evaluasi kerja 2. Proses Sosialisasi dan Karir Proses sosialisasi merupakan suatu proses dimana kita dapat bergaul dalam suatu komunitas tertentu dan disitulah proses sosialisasi akan terjadi. kelompok. Konsep Peran Peran diartikan sebagai satu set perilaku dan sikap yang diharapkan dari seseorang oleh mereka yang berinteraksi dengannya. 5. dan organisasi adalah suatu hasil atau variabel yang bergantung dari perilaku organisasi. perlu mengerti konsep-konsep dalam organisasi yaitu: a. Sebenarnya banyak sekali metode yang dapat dimanfaatkan untuk mengevalusi prestasi sehingga merupakan tantangan ini tersendiri untuk memilih yang terbaik dari yang paling baik. Siapa yang seharusnya akan di evaluasi 5. . Organisasi mempekerjakan individu-individu untuk melaksanakan pekerjaan tertentu yaitu pekerjaan menurut struktur organisasi itu. Bagaimana mengatasi masalah d. Sedangkan karir merupakan suatu deretan posisi yang di duduki oleh seseorang selama perjalanan usianya beserta dengan prestasi kerjanya. Jadi kepentingan individu dan organisasi serta tujuannya harus disesuaikan jika keduanya ingin efektif. Masalah potensial 7. struktur dan proses. Sepanjang hidupnya. Konsep – Konsep Organisasi Menurut Gillies dalam Huber (2010). Bagaimaa metodenya 6. Individu biasanya memasuki organisasi untuk bekerja dan merintis tujuan karir pribadi mereka. yang beubah dengan keadaan hidupnya. Apa yang akan di evaluasi 4. Sebagai pekerja sebuah departemen keperawatan. Proses evaluasi prestasi didalam organisasi menunjukan bahwa prestasi individu.Prestasi individu merupakan bagian dari prestasi kelompok yang juga menjadi bagian dari prestasi organisasi. Dalam melakukan pengevaluasian sebaiknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. dalam menganalisa pengaruh pola formal organisasional pada sifat dasar komunikasi antara pekerja. Evaluasi kerja dan evaluasi 3. perawat dapat memegang beberapa peran jabatan pada waktu yang sama. seseorang memegang serangkaian peran. Kepala perawat tertentu merupakan bawahan bagi atasannya.

kekuasaan tidak bersifat statis/tetap tetapi terus menerus berubah. Perawat yang melepas kekuasaan pribadinya dengan terlalu mempercayakan pada hirarki birokrasi untuk perlindungan dan control beresiko kehilangan tambahan kekuasaan di tangan “pelindung” mereka. Kepercayaan berlebih pada hirarki menyebabkan beberapa perawat menunggu “administrasi” untuk membuat standar keperawatan dan prosedur kerja. Karena kekuasaan tumbuh dari interaksi antara manusia. mengakibatkan yang lain berharap agar kepala perawat atau supervisor melindungi mereka terhadap tuduhan dokter akan ketidakcakapan mereka.seorang supervisor bagi staf perawatnya. Kekuasaan referensi (referent power) Kemampuan mengilhami kebanggaan tertentu pada yang lain sehingga mereka berharap untuk mengidentifikasi diri mereka sendiri dengan objek kekaguman mereka. Kekuasaan memberikan penghargaan (reward power) Kesanggupan untuk memberikan penghargaan terhadap yang lain. dan mengakibatkan yang lain berharap agar induk semangnya mempunyai asuransi tanggung jawab kecelakaan untuk melindungi mereka terhadap tuduhan kelalaian. Manajer perawat . penskroran. atau pemecatan. 3. Kekuasaan paksaan (coercive power) Kesanggupan untuk menerapkan hukuman kepada yang lain. Manajer perawat memberikan penghargaan pada seorang pegawai dengan tambahan upah. rekan kerja bagi perawat lainnya dan mungkin kepala panitia atau konsultan bagi para pekerja di divisi lain dalam organisasinya. manajer perawat dapat mengidentifikasi bahwa ia memiliki kekuasaan referensi atas seorang bawahannya apabila bawahannya mulai meniru perilaku dan mengikuti pendapatnya. 4. 2. Kekuasaan ahli ( expert power) Kemampuan untuk meyakinkan yang lain supaya seseorang memiliki derajat pengetahuan dan keahlian tinggi dalam beberapa area spesialisasi. sebagai berikut: 1. Manajer perawat dapat menghukum seorang pegawai melalui penurunan pangkat. b. Kekuasaan terdiri dari beberapa jenis. atau kesempatan untuk mengikuti program pengembangan staf. rotasi pergantian yang dipilih. Konsep Kekuasaan Kekuasaan merupakan kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar bersikap sesuai dengan harapan seseorang.

Status sebuah organisasi dikaitkan dengan kemampuannya dalam mendapatkan sumberdaya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan kelompok.dapat meyakinkan pegawai lian bahwa ia adalah seorang pembicara yang meyakinkan. jadi satus yang tinggi dihubungkan dengan wewenang yang tinggi (Huber. Konsep Kepusatan ( Centrality) Konsep sentralisasi/kepusatan organisasi mengacu kepada beberapa jabatan mengacu pada kenyataan bahwa beberapa jabatan ditempatkan sedemikian rupa dalam struktur organisasi sehingga melibatkan si pemegang jabatan ke dalam seringnya komunikasi dengan sejumlah besar pekera lainnya. d. seorang supervisor memiliki wewenang memberikan perintah kepada kepala perawat tertentu atau staf keperawatan dan memiliki wewenang mendisiplinkan mereka atas kegagalan mengikuti perintah tersebut. c. Sebaliknya. supervisor. Konsep Wewenang Wewenang merupakan kekuasaan sangsi organisasional untuk mengarahkan atau mempengaruhi perilaku orang lain. penyuluh ahli. Kebanyakan perawat percaya bahwa tujuan keperawatan bagi perawatan pasien dan kesembuhannya sama pentingnya dengan kesejahteraan pasien seperti juga dengan tujuan pengobatan medis atau tujuan administrasi keuangan. Agar perawat mendapatkan cukup kekuasaan di dalam sebuah lembaga guna memperbaiki kualitas perawat pasien. Ciri penting wewenang adalah bahwasannya wewenang bersifat terbatas atau absolute. atau pengajar yang handal. Konsep Komunikasi (Communication) . f. Status masing-masing perawat tergantung kepada posisi departemen kesehatan dalam tabel organisasi seluruh unit kerjanya. Konsep Status Status dapat diartikansebagai urutan penganugrahan suatu kelompok kepada seseorang yang sesuai dengan penilaian mereka atas pekerjaan dan sumbangsihnya. tetapi tidak bisa memiliki kewenangan mengangkat dan memecat manajer. dan staf perawat yang sama. Konsep wewenang secara berbelit-belit dihubungkan denga konsep tanggung jawab. 2010) e. jabatan lainnya ditempatkan sedemikian rupa sehingga terjadi sedikit komunikasi diantara para pemegang jabatan dengan lainnya. Misalnya. jabatan hirarki keperawatan puncak dihubungkan dengan lapisan atas dari tanggung jawab dan wewenang. maka direktur keperawatan sebaiknya sama dalam struktur formal organisasi dengan direktur medis dan direktur pelayanan non medis. Menurut Hein & Nicholshon.

Komunikasi bisa diartikan sebagai pengiriman informasi dan opini antara sesame manusia. Kebanyakan ahli komunikasi percaya bahwa penangkapan pesan tersebut merupakan aspek yang lebih kritis dari proses dan supaya usaha memperbaiki kualitas serta akurasi komunikasi sebaiknya dimulai dengan mengajari manusia bagaimana mendengar secara sungguh-sungguh dan kritis terhadap semua aspek pesan yang dikirim. Diperlukan pendahuluan pesan oleh si pengirim dan persepsi pesan yang sama oleh si penerima pesan. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful