MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY PADA SISWA KELAS V DI SDN PAGAK

04 KECAMATAN PAGAK KABUPATEN MALANG TAHUN PELAJARAN 2007/2008 OLEH : PEMBAYUN SEKARWIYATI, S.Pd. NIP. 196005171981122005

DINAS PENDIDIKAN UPTD TK/SD DAN PLS KECAMATAN PAGAK SEKOLAH DASAR NEGERI PAGAK 04 KECAMATAN PAGAK KABUPATEN MALANG

1

PROPOSAL
Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Pembelajaran

Discovery Pada Siswa Kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2007/2008 A. Latar Belakang Masalah Sistem pendidikan di Indonesia ternyata telah mengalami banyak perubahan. Perubahan-perubahan itu terjadi karena telah dilakukan berbagai usaha pembaharuan dalam pendidikan. Akibat pengaruh itu pendidikan semakin mengalami kemajuan. Sejalan dengan kemajuan tersebut, maka dewasa ini pendidikan di sekolah-sekolah telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Perl~emangan itu terjadi karena terdorong adanya pembaharuan tersebut, sehingga di dalam pengajaranpun guru selalu ingin menemukan metode dan peralatan baru yang dapat memberikan semangat belajar bagi semua siswa. Bahkan secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa pembaharuan dalam sistem pendidi kan yang mencakup seluruh komponen yang ada. Pembangunan d bidang pendidikan barulah ada artinya apabila dalam pendidiakn dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia yang sedang membangun. Pada hakekatnya kegiatan beiajar mengajar adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. Guru sebagai salah satu komponen dalam proses belajar menganjar merupakan pemegang peran yang sangat penting. Guru bukan hanya sekedar penyampai materi saja, tetapi lebih dari itu guru dapat dikatakan sebagai sentral pembelajaran. 1

peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran 2 . Guru mengemban tugas yang berat untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia. berdisiplin. juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta terhadap tanah air.Sebagai pengatur sekaligus pelaku dalam proses belajar mengajar. Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor di antaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. mandiri. berbudi pekerti luhur. mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. bertanggung jawab. tangguh. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksirnal. Karena itu guru harus dapat membuat suatu pengajaran menjadi lebeh efektif juga menarik sehingga bahan pelajaran yang disampaikan akan membuat siswa merasa senang dan merasa perlu untuk mempelajari bahan pelajaran tersebut. Depdikbud (1999). berkepribadian. manusia seutuhnya yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. bekerja keras. cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Sejalan dengan itu pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan dan rnembangun dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. gurulah yang mengarahkan bagaimana proses belajar mengajar itu dilaksanakan. karena guru secara langsung dapat mempengaruhi.

dan materi pelajaran tidak disampaikan secara kronologis. Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan upaya membangkitkan motivasi belajar siswa. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran IPA yang diharapkan oleh guru adalah 90.00. tanpa menggunakan alat peraga. Misalnya dengan mcmbimbing siswa untuk bersama-sama terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu membantu siswa berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya akan lebih menguatkan pemahaman siswa terhadap konsepkonsep yang diajarkan. Berdasarkan pengalaman penulis di lapangan. guru harus memberikan suntikan dalam bentuk motivasi sehingga dengan bantuan itu anak didik dapat keluar dari kesulitan belajar.yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan. Pemahaman ini memerlukan minat dan motivasi. Untuk itu. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran IPA sangat rendah yaitu mencapai 50. kegagalan dalam belajar rata-rata dihadapi oleh sejumlah siswa yang tidak memiliki dorongan belajar. Tanpa adanya minat menandakan bahwa siswa tidak mempunyai motivasi untuk belajar. Untuk itu diperlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran salah satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh peningkatan prestasi belajar siswa khususnya pelajaran IPA.00. misalnya dengan membimbing 3 . Hal ini disebabkan karena guru dalam proses belajar mengajar hanya menggunakan metode ceramah.

mencari. Penulis memilih metode pembelaja. Untuk itu sebagai seorang guru disamping menguasai materi. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. Dalam metode pembelajaran penemuan (discovery) siswa iebih aktif dalam memecahkan untuk menemukan sedang guru berperan sebagai pembimbing atau memberikan petunjuk cara memecahkan masalah itu. yaitu metode pembelajaran penemuan (discovery) untuk mengungkapkan apakah dengan model penemuan (discovery) dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar IPA. 4 . Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis mencoba menerapkan salah satu metode pembelajaran.siswa untuk terlibat la.an ini mengkondisikan siswa untuk terbiasa menemukan. mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran. sehingga siswa itu akan meyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. motivasi juga penting dalam menentukan seberapa jauh siswa akan belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atau seberapa jauh menyerap informasi yang disajikan kepada mereka. (Siadari. juga diharapkan dapat menetapkan dan melaksanakan penyajian materi yang sesuai kemampuan dan kesiapan anak. 2001 : 3).ngsung dalam kegiatan yang melibatkan siswa serta guru yang berperan sebagai pembimbing untuk menemukan konsep IPA. sehingga menghasilkan penguasaan materi yang optimal bagi siswa. 2001: 4). Motivasi tidak hanya menjadikan siswa terlibat dalam kegiatan akademik. Tugas penting guru adalah merencanakan bagaimana guru mendukung motivasi siswa (Nur.

Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran discovery terhadap motivasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008? 2. 5 . Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan di atas. Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008. Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008? C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar helakang di atas. penelitian ini bertujuan untuk: 1. B. maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut: 1.Dari latar belakang tersebut di atas maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul " Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas V Di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2007/2008 ".

2. Penerapan pembelajaran disvovery dapat meningkatkan motivasi belajar mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008. Manfaat Penelitian Penulis mergharapkan dengan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi : 1. E. D. 6 . HipotesisTindakan Hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan adalah sebagai berikut: 1. Sekolah Memberikan masukan bagi sekolah sebagai pedoman untuk mengambil kebijakan di sekolah tersebut. Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008.2. Siswa Meningkatkan motivasi dan prestasi pada mata pelajaran-pelajaran IPA 3. Guru Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi IPA.

maka perlu didefinisikan hal-hal sebagai berikut: 1. Dalam penelitian ini dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2007/2008. Definisi Operasional Variabel Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini. G. 3. Penelitian tindakan kelas ini dibatasi pada kompetensi dasar menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda. baik sementara maupun tetap. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut: 1. Penerapan pembelajaran discovery dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008 F. Penelitian tindakan kelas ini dikenakan pada siswa kelas V Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang. Metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah : 7 .2. 4. 5. Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah masalah peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa. 2.

atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah. Agar anak dapat belaiar sendiri 2. manbuat dugaan. Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Teknik penemuan adalah terjemahan dari discovery. mengukur membuat kesimpulan dan sebainya. 8 . Prestasi belajar adalah: Hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau dalam bentuk skor. setelah siswa mengikuti pelajaran. menggolong-golongkan. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri. H. Kajian Pustaka a. Motivasi belajar adalah: Suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan.Suatu cara mengajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat. Menurut Sund discovery adalah proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. pans. seminar. mengerti. demokrasi dan sebagainya. sedang yang dimaksud dengan prisnsip antara lain ialah: logam apabila dipanaskan akan mengembang. 3. membaca sendiri dan mencoba sendiri. mencerna. Suatu konsep misalnya: segi tiga. Yang dimaksudkan dengan proses mental tersebut antara lain ialah: mengamati. lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. menjelaskan. guru hanya membimbing dan memberikan instruksi. dengan diskusi.

Penggunaan teknik discovery ini guru berusaha meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. Dengan menggunakan discovery learning. dengan diskusi. memperbanyak kesiapan. 9 . ialah suatu cara meng~ajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat. Mampu mengarahkan cara siswa belajar. Agar anak dapat belajar sendiri. sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar lebih giat. Guru hanya sebagai teman belajar saja. J. membaca sendiri dan mencoba sendiri. membantu bila diperlukan. Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengankernampuannya masing-masing. Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut. Strategi itu berpusat pada siswa tidak pada guru.Dr. Membantu siswa untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri. Maka teknik ini memiliki keuntungan sebagai berikut: Teknik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan. Dapat membangkitkan kegairahan belajar mengajar para siswa. seminar. Richard dan asistennya mencoba self-learning siswa (belajar sendiri) itu. serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa. sehingga situasi belajar mengajar berpindah dari situasi teacher learning menjadi situasi student dominated learning.

kurang memperhatikan perkembangan/pembentukan sikap dan keterampilan bagi siswa. atau keadaan dan kesiapan 10 . Siswa harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik. Pengertian Motivasi Motivasi adalah daya dalarn diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu. Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila diganti dengan teknik penemuan. Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini akan kurang berhasil. b. Motivasi Belajar a. atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan-kesiapan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Dengan teknik ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu mementingkan proses pengertian saja.Walalupun demikian baiknya teknik ini toh masih ada pula kelemahan yang perlu diperhatikan ialah: Pada siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental untuk cara belajar ini. Teknik ini mungkin tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif.

2000: 29). Sedangkan menurut Djamarah (2002: 114) motivasi adalah suatu pendorong yang rnengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. b. Sedangkan menurut Djamarah (2002: 115). 2000: 28). atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar (Usman. yaitu: 1. motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu (Usman. 11 . apakah karena adanya ajakan. Macam-macam Motivasi Menurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi dua. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001: 3) bahwa siswa yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. :Dalam proses belajar. motivasi instrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Motivasi Intrinsik Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu. suruhan. sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik.

atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. 5) Meminta siswa untuk menjeiaskan hasil pekerjaannya. 4) Sesekali memberikan penghargaan pada siswa atas pekerjaannya. apakah karena adanya ajakan. Motivasi Ekstrinsik Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. 1994: ]05) ada beberapa strategi dalam mengaiar untuk membangun motivasi intrins. Misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama di kelasnya (Usman. 12 . 2000: 29). Strategi tersebut adalah sebagai berikut: 1) 2) Mengaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi instrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam individu yang berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Memberikan kebebasan dalam memperluas materi pelajaran sebatas yang pokok.k. 2. Seseorang yang merniliki motivasi intrinsik dalam darinya maka secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya. 3) Memberikan banyak waktu ekstra bagi siswa untuk mengerjakan tugas dan memanfaatkan surnber belajar di sekolah.Menurut Winata (dalam Erriniati. suruhan.

tentu saja dengan bimbingan guru. 3) Tujuan yang jelas: Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan. 13 . Dengan demikian. sedangkan kegagalan akan membawa efek yang sebaliknya. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. 2) Pace Making (membuat tujuan sementara atu dekat): Pada awal kegiatan belajar mengajar guru. motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intrinsik. kesenangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri.Sedangkan menurut Djamarah (2002: 117). makin besar ni]ai tujuan bagi individu yang bersangkutan dan makin besar pula motivasi dalam melakuakan sesuatu perbuatan. berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya dan mengatasi prestasi orang lain. Makin jelas tujuan. Beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi instrinsik antata lain: 1) Kompetisi (persaingan): guru berusaha menciptakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. 4) Kesempurnaan untuk sukses: Kesuksesan dapat menimbulkan rasa puas. hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa TPK yang akan dicapai sehingga dengan demikian siswa berusaha untuk mencapai TPK tersebut. guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada anak untuk meraih sukses dengan usaha mandiri. 5) Minat yang besar: Motif akan timbul jika individu memiliki minat yang besar.

Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. c. misalnya adanya persaingan. Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Dari uraian di atas diketahui bahwa motivsi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dari luar individu yang berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan. Akan tetapi. dan lain sebagainya. Menurut Poerwodarminto (1991: 768).6) Mengadakan penilaian atau tes. Pada umumnya semua siswa mau belajar dengan tujuan memperoleh nilai yang baik. hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran. angka atau nilai itu merupakan motivasi yang kuat bagi siswa. Jadi. dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan. barulah siswa giat belajar dengan menghafal agar ia mendapat nilai yang baik. dekerjakan). Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Penilaian diadakan 14 . untuk mencapai nilai yang tinggi. Prestasi Belajar IPA Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. Hal ini terbukti dalam kenyataan bawa banyak siswa yang tidak belajar bila tidak ada ulangan. bila guru mengatakan bahwa lusa akan diadakan ulangan lisan. Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan mengadakan penilaian tes hasil belajar.

Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah. mempunyai efek transfer yang lebih baik dan meningkatkan siswa dan kemampuan berfikir secara bebas. Secara umum belajar penemuan (discovery) ini melatih keterampilan kognitif untuk menemukan dan memecahkan masalah tanpa pertolongan orang lain. belajar penemuan membangkitkan 15 . Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. Hubungan Motivasi dan Prestasi Belajar Terhadap Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertetntu. 2001: 7). maka dapat diartikan bahwa prestasi belajar IPA adalah nilai yang dipreoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/aktif seluruh potensi yang dimilikinya baik aspek kognitif (pengetahuan). d. afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan) dalam proses belajar mengajar IPA. Sedangkan metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah suatu metode pembelajaran yarg memberikan kesempatan dan menuntut siswa terlibat secara aktif di dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan menberikan informasi singkat (Siadari. 2001: 3). sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik (Nur. Sedangkan prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh pctensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Selain itu. Pengetahuan yang diperoleh dengan belajar penemuan (discovery) akan bertahan lama. Sejalan dengan prestasi belajar.untuk rnengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru.

Menyusun angket untuk pembelajaran dan menyusun rencana program pembelajaran 2. 2001) b. Kehadiran Peneliti Pada penelitian ini. partisipatif. isi. bertujuan untuk melakukan perbaikan –perbaikan terhadap sistim. Dengan motivasi yang tinggi maka intensitas usaha belajar siswa akan tinggi pula. Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa dengan adanya motivasi dalam pembelajaran model penemuan (discovery) tersebut maka hasil-hasil belajar akan menjadi optimal. Makin tepat motivasi yang diberikan. Hasil ini akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Jenis Penelitianti Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas(PTK) yang bersifat reflektif. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intesitas usaha belajar siswa. dan kompetensi atau situasi pembelajaran. proses. Mengumpulkan pembelajaran data dan dengan cara untuk mengamati mengetahui kegiatan proses wawancara pembelajaran yangdilakukan oleh guru kelas 16 . Metode Penelitian a. cara kerja.keingintahuan siswa. memberi motivasi untuk bekerja sampai menemukan jawaban (Syafi'udin. peneliti sebagai guru dan merencanakan kegiatan berikut : 1. dan spiral. I. akan makin berhasil pula pelajaran itu. kolaboratif. 2002: 19). PTK yaitu suatu kegaitan menguji cobakan suatu id eke dalam praktik atau situasi nyata dalam harapan kegiatan tersebut mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar ( Riyanto.

Prosedur pengumpulan data Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik sebagai berikut : 1. Wawancara dilakukan untuk mengetahui kondisi awal siswa 2. d. Data untuk hasil penelian diperoleh berdasarkan nilai ulangan harian (test). Wawancara Wawancara awal dilakukan pada guru dan siswa untuk menentukan tindakan. Sebagai obyek penelitian e. Melaksanakan rencana program pembelajaran yang telah dibuat 4. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di…….3. 2. Melaporkan hasil penelitian c. Angket Angket merupakan data penunjang yang digunakan untuk mengumpulkan informasi terkait dengan respon atau tanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif 3. Observasi Observasi dilaksanakan untuk memperoleh data kemampuan berpikir siswa yang terdiri dari beberapa deskriptor yang ada selama pembelajaran berlangsung. Data dan sumber 1. Sumber data penelitian adalah siswa kelas……. Data dalam penelitian ini adalah kemampuan berfikir siswa yang diperoleh dengan mengamati munculnya pertanyaan dan jawaban yang muncul selama diskusi berlangsung dan diklasifikasikan menjadi C1 – C 6. 17 Observasi ini dilakukan dengan .

Kemampuan Berfikir Kualitas pertanyaan dan jawaban siswa dianalisis dengan rubric. Test Test dilaksanakan setiap akhir siklus. Test tersebut berbentuk multiple choise agar banyak materi tercakup 5. Kemudian untuk mengetahui peningkatan skor kemampuan berfikir. 4. pertanyaan dan janwaban yang telah dinilai dengan rubric pada siklus I dibandingkan dengan pertanyaan dan jawaban yang telah dinilai dengan rubric pada siklus II. Obsevasi dilakukan oleh 3 orang observer. hal ini dimaksudkan untuk mengukur hasil yang diperoleh siswa setelah pemberian tindakan. Rumus untuk mencari skor klasikal kemampuan bertanya siswa Skor riil X 4 Skor maks Keterangan: Skor riil : skor total yang diperoleh siswa Skor maksimal : Skor total yang seharusnya diperoleh siswa 4 : Skor maksimal dari tiap jawaban ( pedoman penskoran lihat lampiran ) Rumus untuk mencari skor klasikal kemampuan menjawab siswa Skor riil X 4 Skor maks Keterangan: Skor riil : skor total yang diperoleh siswa 18 .menggunakan lembar observasi yang telah disusun. Catatan lapangan Catatan lapangan digunakan sebagai pelengkap data penelitian sehingga diharapkan semua data yang tidak termasuk dalam observasi dapat dikumpulkan pada penelitian ini f. Analisis data 1.

Kegiatan pada tahap ini adalah : a. Pe nyusunan RPP dengan model pembelajaran yang direncanakan dalam PTK. Membuat soal test yang akan diadakan untuk mengetahui hasil pemebelajaran siswa. Setiap siklus tediri dari perencanaan. Siklus I 1. tindakan. Perencanaan Sebelum melaksanakan tindakan maka perlu tindakan persiapan.Skor maksimal : Skor total yang seharusnya diperoleh siswa 4 : Skor maksimal dari tiap jawaban ( pedoman penskoran lihat lampiran ) 2. 19 . Penyusunan lembar masalah/lembar kerja siswa sesuai dengan indikator pembelajaran yang ingin dicapai c. refleksi. Secara kelompok dainggap tuntas jika telah belajar apabila mencapai 85 % dari jumlah siswa yang mencapai daya serap minimal 65 % (Dedikbud 2000 dalam Aswirda 2007) g. Hasil Belajar Hasil belajar pada aspek kognetif dari hasil test dianalisis dengan teknik analisis evaluasi untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa. observasi. b. siswa dianggap telah belajar tuntas apabila daya serapnya mencapai 65 %. Tahap-tahap penelitian Berdasarkan observasi awal yang dilakukan proses pembelajaran yang dilakukan adalah model pembelajaran kooperatif……… Penelitian ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus . Caranya adalah dengan menganalisis hasil test formatif dengan menggunakan criteria ketuntasan belajar. Secam Aswirara individu. penerapan tindakan.

Hasil analisis data yang telah ada dipergunakan untuk melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil yang ingin dicapai. 4. Memberikan penjelasan pada siswa mengenai teknik pelaksanaan model pembelajaran yang akan dilaksanakan 2. jenis kelamin. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Hasil refleksi digunakan untuk 20 . Observasi Pengamatan dilakukan selama proses proses pembelajaran berlangsung dan hendaknya pengamat melakukan kolaborasi dalam pelaksanaannya. Dalam pelaksanaan penelitian guru menjadi fasilitator selama pembelajaran. Membentuk kelompok yang bersifat heterogen baik dari segi kemampuan akademis. apa yang dihasilkan. 3. e. Pelaksanaan Tindakan a. Kegiatan penutup Di akhir pelaksanaan pembelajaran pada tiap siklus.kenapa hal itu terjadi dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya. siswa dibimbing untuk belajar IPA secara kooperatif learning dengan model……Adapun langkah – langkah yang dilakukan adalah(sesuaikan dengan scenario pembelajaran) b.d. guru memberikan test secara tertulis untuk mengevalausi hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Refleksi Pada tahap ini dilakukan analisis data yang telah diperoleh.maupun etnis. Refleksi daimaksudkan sebagai upaya untuk mengkaji apa yang telah atau belum terjadi.

menetapkan langkah selanjutnya dalam upaya unttuk menghasilkan perbaikan pada siklus II Silus II Kegiatan pada siklus dua pada dasarnya sama dengan pada siklus I hanya saja perencanaan kegiatan mendasarkan pada hasil refleksi pada siklus I sehingga lebih mengarah pada perbaikan pada pelaksanaan siklus I. 21 .

Kamus Besar Bahasa Indonesia. Belajar dan Pembelajaran. 2002. Jakarta: Rineka Cipta 22 .DAFTAR RUJUKAN Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. 1990. Jakarta: Balai Pustaka Dimyati dan Mujiono.

Alat evaluasi apa saja yang Bapak/ Ibu gunakan untuk mengukur kemampuan siswa C. 2. Pernahkah Bapak/Ibu menerapkan pembelajaran kooperatif learning …….Pedoman wawancara sebelum tindakan diberikan B. Bagaimana cara anda mempelajari IPA Apakah anda merasa kesulitan dalam memahami pelajaran IPA Bagaimana cara guru anda menyampaikan materi Apakah cara penyampaian materi guru dapat memudahkan anda memahami konsep dalam pelajaran IPA 5. Bagaimanakah respon siswa terhadap metode yang Bapak/ Ibu gunakan 3. Bagaimana kesan anda selama mempelajari IPA selama ini 23 . Jika pernah bagimanakah hasilnya 4.Jika pernah bagaimana hasilnya 5. 3. Apakah selama belajar IPA kalian pernah diajar melalui model pembelajaran kooperatif learning 6. 4. Untuk guru 1. Pernahkah Bapak/Ibu menerapkan pembelajaran kooperatif. Untuk Siswa 1. metode apakah yang sering Bapak/Ibu gunakan 2. Di dalam pembelajaran IPA selama ini.

Angket Siswa Nama : Kelas : 24 .

gramatika bahasa kurang baik. susunan kalimat tepat dan sistematis. tanpa dasar yang baik. benar. benar. jelas. pengajuan pertanyaan tidak relevan dengan sustansi pembelajaran (Hasrudin. gramatika bahasa benar dan baik. 1 Kriteria Pengajuan pertanyaan siswa sangat baik dengan dasar pertanyaan atau jawaban yang baik (tingkat kognetif Bloom ke 4-6). susunan kalimat kurang sistimatis 3 Pengajuan pertanyaan siswa dalam kalimat pendek (tingkat kognetif Bloom ke 1 – 3 ). lengkap. gramatika bahasa kurang baik. tetapi kurang menunjukkan pemahaman konsep. menunjukkan pada pemahaman konsep. lengkap. susunan kalimat sistematis 4 Pengajuan pertanyaan siswa dalam kalimat pendek (tingkat kognetif Bloom ke 1 – 3 ). 2 Pengajuan pertanyaan siswa dalam kalimat pendek (tingkat kognetif Bloom 4-6). tetapi kurang menunjukkan pemahaman konsep.Rubrik penskoran Aktivitas bertanya siswa No. susunan kalimat sistematis 5 Pengajuan pertanyaan membingungkan atau sulit dipahami. benar. 2004) Skor 4 3 2 1 0 25 . lengkap. jelas. gramatika bahasa benar dan baik. benar. kurang menunjukkan pada pemahaman konsep. lengkap.

tidak jelas. gramatika bahasa kurang baik dan kurang runtut 3 Jawaban benar tetapi kurang lengkap. kemampuan analisis rendah. gramatika bahasa kurang baik dan kurang runtut 4 Jawaban agak benar tetapi tidak lengkap. jelas. tidak ada kemampuan analisis. kurang menunjukkan pada pemahaman konsep (kurang mengena pada jawaban yang diinginkan). kurang menunjukkan pada pemahaman konsep. menunjukkan pola piker yang runtut. tidak menunjukkan pemahaman konsep. susunan bahasa tepat dan sistematis 2 Jawaban benar. 2004 ) 26 . pola piker kurang runtut. kemampuan analisis tinggi. gramatika bahasa tidak baik dan kalimat tidak runtut 5 Jawaban salah atau tidak menjawab ( Harisudin. gramatika bahasa baik dan benar. lengkap tetapi kurang jelas. 1 Kriteria Skor Jawaban benar. kemampuan analisis rendah.Rubrik penskoran Aktivitas Bertanya Siswa No. menunjukkan pada pemahaman konsep. lengkap.

FORMAT CATATAN LAPANGAN Nama Sekolah Tanggal Kelas Pokok Bahasan Petunjuk : Mohon lembaran ini diisi dengan hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas yang terjadi selama pembelajaran berlangsung. ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… Malang. 2008 Pengamat RPP 27 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.