Tektonik Indonesia : Kondisi dan Potensi

Bangsawan Arief, Ryuichi Gautama Bangsawan_arief@yahoo.com Mahasiswa Program Studi Teknik Geologi, Universitas Trisakti Jl. Kiayi Tapa No. 1 Jakarta Barat SARI
Indonesia terletak pada pertemuan tiga Lempeng Utama yaitu Indo-Australia, Eurasia, dan Samudera Pasifik, serta beberapa lempeng kecil lainnya seperti Sangihe, Maluku, dan Halmahera. Tumbukan Lempeng Indo-Australia mempengaruhi Indonesia bagian barat, sedangkan pada Indonesia bagian timur, dua lempeng tektonik ini ditubruk lagi oleh Lempeng Samudera Pasifik yang berasal dari arah timur. Kondisi pertemuan lempeng-lempeng ini berimplikasi banyak terhadap kehidupan yang berlangsung diatasnya hingga saat ini. Aktifitas kegunungapian dan kegempabumian memberikan pengaruh langsung, baik yang bersifat negative maupun yang bersifat positif. Mulai dari hancurnya sarana fisik dan kehilangan korban nyawa hingga timbulnya sumberdaya mineral baru dan suburnya daerah persawahan. Kata Kunci : Lempeng, Indo-Australia, Eurasia, Samudera Pasifik, Sumber Daya Mineral.

I. PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang Zona penunjaman yang berada pada Pulau Sumatera bagian Barat dan Pulau Jawa bagian Selatan menerus hingga ke Laut Banda, sebelah selatan PulauFlores kemudian membelok kearah Utara menuju Laut Arafuru (utara Maluku) menunjukkan adanya zna penunjaman Lempeng HindiaAustralia dan Lempeng Eurasia. Penunjaman yang terjadi di sebelah Barat Pulau Sumatera tidak benar-

benar tegak lurus dengan darah pergerakan Lempeng Indo-Australia. Lempeng Eurasia yang bergerak relative kearah Tenggara, sedangkan Lempeng Indo-Australia relative bergerak kearah Timurlaut. Karena tidak tegak lurus (oblique) inilah maka Pulau Sumatera dirobek oleh sesar mendatar yang dikenal dengan nama Sesar Semangko. Sebelah utara Papua juga terbentuk zona penunjaman akibat tumbukan Lempeng Samudera Pasifik terhadap Lempeng India-Australia.

Maksud dan Tujuan Tulisan ini bermaksud untuk memberikan informasi umum mengenai kondisi umum tektonik Indonesia yang berimplikasi kepada potensi sumberdaya alam (mineral dan hidrokarbon).1. Kapur dan Tersier (Katili.3. Namun. dan Back Arc. I. dkk. Volcanic Arc. Indonesia memiliki potensi kegempaan akibat adanya pergerakan tektonik aktif dengan hiposenter dan kekuatan (magnitude) yang beragam dan terus berlangsung pada pertemuan tiga lempeng utama dan beberapa lempeng kecil lainnya.141º BT. Akibat dari gejala-gejala tersebut maka beberapa tempat dikerakbumi terjadi pengangkatan. dan dibagian tempat lainnya mengalami penurunan yang berakibat dengan digenanginya daerah tersebut oleh air laut (J.K. didalamnya kurang dibahas mengenai detail daerah Zona Eksklusif ekonomi dan batas-batas politik lainnya. Sedimen elastis sangat . Berdasarkan Peta Seismotektonik Indonesia dengan Skala 1 : 5. Baik yang disebabkan oleh adanya aktivitas gliptogenesis. Pertemuan dari ketiga lempeng tersbut mengakibatkan Indonesia mempunyai tatanan komplek tektonik aktif yaitu Fore Arc. Komplek penunjamn tersebut memiliki potensi terbentuknya sumberdaya alam (mineral dan hidrokarbon) yang tinggi terlepas dari potensi negative seperti hilangnya nyawa dan hancurnya sarana dan prasarana yang akan selalu berbanding lurus.000.Pada bagian Kepala Burung. Kondisi Geologi Model tektonik lempeng Indonesia dalam satu pola konvergen telah dibuat oleh Hamilton (1970) dan Katili (1971). I. Lokasi Daerah penelitian meliputi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang secara geografis terletak pada 6º LU – 11º LS dan 95º BT . perlipatan. Pembauran Model Tektonik Indonesia II. Lempeng benua tebal dan tua ini meliputi busur volkanik berumur Perm. lithogenesis. Kertapati. II. Sistem busur subduksi Sumatera dibentuk oleh penyusupan lempeng samudra di bawah lempeng benua.2. Papua.A Katili dan P.000 (E. 1973). 1998). Keadaan tersebut membentuk roman muka bumi Indonesia yang beragam. Marks). ini juga terbentuk sesar mendatar yang dikenal dengan Sesar Sorong.dan orogenesis. Tektonik Indonesia erat kaitannya dengan gejala-gejala asal yang berasal dari dalam (endogen).

Beberapa ignimbrit dijumpai di Jawa. 1973). Pada tahap awal. dengan kondisi yang relatif terganggu oleh sesar tensional yang dapat diamati. Hasil dari penurunan zona subduksi aktif ini adalah tidakadanya gunungapi aktif di pulau Alor. Lempeng yang tua dan tebal akan membentuk rangkaian pulau-pulau besar dengan sifat gunungapi asam sampai menengah. 1973). Batuan magmatik kebanyakan menengah. sehingga menunjukkan .tebal menyusup di subduksi Sumatera (Hamilton. Jika asumsi ini benar. Lempeng ini tipis dan berumur muda. Tahap berikutnya diikuti oleh subduksi lempeng benua Australia ke zona subduksi busur Banda.Lempeng samudra di selatan subduksi tertutup sedimen pelagis dengan ketebalan 200 m (Hamilton. Flish berumur Kapur Atas – Eosen Atas yang berkembang sedikit atau tidak mengandung rijang dan ofiolit. Batuan magmatik yang dibentuk di atas zona Benioff selalu mempunyai karakter asam dan menengah. Busur Sumatera. Lempeng di sini tipis dan muda dan diapit oleh lempeng benua. 1973). lempeng samudra India-Australia disusupkan dibawah lempeng samudra Banda. Ketebalan sedimen di zona subduksi Timor saat ini sekitar 8000 kaki. 1973). serta seluruhnya hampir terdiri dari batuan volkano-plutonik berumur Tersier (Katili. Sistem subduksi Timor menunjukkan karakter yang berbeda. Batuan magmatik kebanyakan menengah. Dalam zona subduksi Tersier di Kalimantan barat-laut jarang ditemukan elemen-elemen eugeosinklin seperti ofiolit. Dua fase yang berbeda dapat dirincikan dalam perkembangan busur Banda.Lempeng samudra di selatan subduksi tertutup sedimen pelagis dengan ketebalan 200 m (Hamilton. maka perlu dicari material mantel (ofiolit) di endapan tua Timor. rijang. serta seluruhnya hampir terdiri dari batuan volkano-plutonik berumur Tersier (Katili. Jawa dan Banda menunjukkan perbedaan yang disebabkan oleh elemen-elemen lempengnya. lempung merah. Sistem subduksi Jawa dibentuk oleh subduksi lempeng samudra di bawah lempeng benua. serta sedimen darat di endapan-endapan Plio-Plistosen Batuan magmatis yang dibentuk di atas zona Benioff Timor cenderung menengah dan basa. sebagai akibat gerakan menerus lempeng Australia ke utara. Sistem subduksi Jawa dibentuk oleh subduksi lempeng samudra di bawah lempeng benua. 1973) dan sedimen yang tebal didorong ke atas membentuk rangkaian kepulauan. sedang lempeng yang muda dan tipis akan membentuk pulau-pulau kecil dengan sifat gunungapi menengah sampai basa. Lempeng ini tipis dan berumur muda. Beberapa ignimbrit dijumpai di Jawa. Wetar dan Romang.

Buru dan Buton. Pulau-pulau di pantai barat Sumatera ditandai oleh flish tebal dengan sedikit ofiolit. (Hatherton dan Dickinson. 1970. sedang Buton. Hamilton. Bentuknya yang cembung ke arah samudra India dan perbedaan tatanan geologi. Kerangka Tektonik Busur Kepulauan Indonesia Busur Sunda memperlihatkan efek dan mekanisme tektonik lempeng yang jelas. dengan berbagai jenis petro-tektonik yang dapat dibedakan. 1973). dan Katili. 1970. sejumlah besar material sedimen klastik ditemukan. kecuali Buton dan Seram. Busur luar non-volkanik Indonesia ditafsirkan sebagai zona subduksi Tersier (Hamilton. Bagian tenggara Sulawesi mengandung ofiolit yang diperoleh dari lempeng samudra dengan endapan nikel dan krom. dan geofisika diintrepretasikan berhubungan dengan gaya tektonik yang bekerja padanya.adanya subduksi sangat miring (Haile. dan geofisika diintrepretasikan berhubungan dengan gaya tektonik yang bekerja padanya. 1973). Hamilton. Zona Subduksi Tersier dari Sulawesi Timur menunjukkan bahwa lapisan tipis sedimen pelagis mengisi palung. Seram. Punggungan bawah laut Mayu di Laut Maluku menunjukkan gaya berat minimum yang diduga merupakan akumulasi endapan-endapan opak dari sisa subduksi tua. Ini telah diketahui cukup lama bahwa lengan timur yang . Bentuknya yang cembung ke arah samudra India dan perbedaan tatanan geologi. Seram dan Timor menunjukkan perlapisan yang mengandung hidrokarbon. 1973. Fitch. 1969. Di pulau Timor. dan Katili. 1974) dan bentuknya yang mengarah ke subduksi Lempeng Samudra India-Australia. 1973. 1973). Zona subduksi kapur di Jawa Tengah yang menerus ke Pegunungan Meratus di Kalimantan menunjukkan karakteristik dari batuan bancuh tipe Fransiscan (Sukendar. (Hatherton dan Dickinson. Bentuk dua lengan Sulawesi timur dan Halmahera dapat disebandingkan dengan dua anak panah yang bergerak ke barat.2. 1970. 1972). Busur Sunda memperlihatkan efek dan mekanisme tektonik lempeng yang jelas. Sulawesi pada zaman Mesosoikum kaya batuan metamorf. Busur dalam volkanik Sangihe dan busur luar non-volkanik Talaud cenderung sejajar berarah utaraselatan. Katili. Punggungan Talaud meluas sampai Mayu dan menerus ke lengan timur Sulawesi. Fitch. Hal yang sama terjadi di sekitar Halmahera dan pulau kecil disekitarnya II. 1969. Sedimen Plio-Pleistosen hampir seluruhnya mempunyai karakter sedimen dan sedikit ofiolit.

“synorogener putonismus” atau “subsequenter vlkanismus” dan “finaler vlkanismus”. maka perlu . Ketidakadaan gunungapi di Alor. Hartheron dan Dickinson (1969) menunjukkan bahwa di Indonesia terdapat korelasi antara peningkatan K2O dalam produk gunungapi yang baru dengan kedalaman zona Benioff. tidak membuat sesar besar sepertihalnya di Papua dan Sulawesi. 1969). Variasi komposisi laterit dari magma basal memotong kepulauan Indonesia ke berbagai busur sesuai dengan klasifikasi Kuno (1966). geofisik dan kegunungapian Sumatera dan Jawa terjadi karena perbedaan arah gerak ke utara dari lempeng India-Australia. Gunungapi potasik yang hadir di utara Jawa. utara Flores maupun Sumbawa tidak dijumpai di Sumatera. Jika gunungapi ini masih berhubungan dengan subduksi Timor. dan perbedaan evolusi penurunan slab. Pergerakan Banda ke arah timur-barat hanya merupakan pelenturan. Konsep Stilles hanya menunjuk satu daerah orogen. Withford dan Nichols menyimpulkan bahwa kandungan K2O batuan dari gunungapi tunggal di Jawa normalnya memberikan hubungan garis lurus apabila dirajahkan dengan zona Benioff. Gunungapi di busur Jawa dan Banda menunjukkan dengan jelas efek dari proses ini. sesuai dengan teori undasinya. Wetar dan Romang telah dijelaskan oleh adanya penghentian subduksi di busur subduksi Timor (Katili. yang di Sulawesi telah padam pada zaman Kwarter. Pergerakan Lempeng Pasifik ke arah barat yang mengikuti sistem sesar transform menjelaskan kompleksitas tatanan geologi kawasan SulawesiHalmahera. Sulawesi dan Halmahera merupakan busur kepulauan yang mengarah ke utara selatan yang cembung ke arah Pasifik dengan zona subduksi Sulawesi-Maluku yang miring ke barat. 1973). Perbedaan kenampakan geologis.cembung ke arah barat terdiri dari ofiolit. Ini dapat diterangkan bahwa penetrasi terdalam dari litosfer di Jawa dan Flores dapat mencapai 400 dan 700 km. kedalaman yang berbeda akan memproduksi magma yang berbeda. dan van Bemmelen memperluas gagasan itu dan menerapkan hal tersebut ke zona yang mempunyai struktur paralel pada sistem pegunungan Sunda. 1974). Ini didukung fakta bawa zona magmatik di Sumatera dan Jawa mempunyai pola berbeda (Katili. dan busur barat terdiri dari gunungapi aktif. Selama pergerakan ini pulau Banggai dan Buton dibawa ke arah timur laut. seperti dikemukakan oleh Stilles sebagai “initialer vlkanismus”. Volkanisme Kenozoikum Sampai Resen Daerah ini mempunyai tiga fase evolusi magmatik. Tetapi konsep ini tidak dapat diterapkan dengan kaku ketika mempelajari hubungan antara volkanisme dan tektonik di Indonesia (Katili.

Sintesis ini mendukung gagasan bahwa Laut Banda merupakan lempeng samudra yang terperangkap di antara busur yang lebih muda. Potensi positif yang akan timbul dari segi sumberdaya alam adalah timbulnya cebakan-cebakan baru dari mineral yang bersifat ekonomis pada zona Fore Arc dan cebakan minyak baru pada zona Back Arc. Di Indonesia barat zona subduksi belum bergeser sangat jauh ke arah Samudra India. tetapi di bagian timur selama Pliosen terjadi beranekaragam benturan dari Lempeng India-Australia. Pertumbuhan zona subduksi di Indonesia barat secara regular dapat berlanjut. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari uraian terdahulu adalah sebagai berikut : 1. IV.ada kesimpulan lain: seberapa jauh subduksi yang padam mempengaruhi keaktifan gunungaapi seperti terjadi di Una-una di teluk Gorontalo. III. Zona struktur dan kehadiran gunungapi di Indonesia barat sulit ditetapkan kacuali sejak Paleosoikum. oleh subduksi lempeng 3. Sistem busur subduksi Sumatera dibentuk oleh penyusupan lempeng samudra di bawah lempeng benua. Di Indonesia timur migrasi jalur gunungapi terjadi pada jarak beratus-ratus kilometer. Indonesia tersusun oleh tiga Lempeng Utama yaitu IndoAustralia. serta beberapa lempeng kecil lainnya seperti Sangihe. Sistem subduksi Jawa dibentuk . Perbedaan ini dianggap sebagai perilaku menyimpang. Busur volkano-plutonik juga menunjukkan suatu zonasi struktur. Asia dan Pasifik. dan Samudera Pasifik. tetapi volkanik dan granit menunjukkan umur yang berbeda walaupun berada pada jalur yang secara umum tergantung pada tingkat kemiringan zona Benioff. Hasil tumbukan ini menjadi pelengkap zona subduksi dengan polaritas terbalik seperti yang terjadi di Halmahera dan Sulawesi barat laut. Sedangkan dampak negative yang akan ditimbulkan dari pertemuan antara tiga lempeng tersebut dapat menyebabkan jatuhnya korban jiwa salah satunya yang disebabkan oleh kegiatan volkanisme dan terjangan tsunami. Sulawesi Tengah. Maluku. 2. dan Halmahera. Potensi Tektonik Indonesia Akibat adanya pergerakan tektonik yang terjadi di Indonesia menyebabkan adanya potensi positif dan potensi negative. sehingga gunungapi yang lebih muda menembus jalur orogen yang lebih tua. bukan sebagai diapir yang terjadi karena mekanisme tarikan. Eurasia.

Djakarta. J. Peta Seismotektonik Indonesia dengan Skala 1 : 5. Katili J. dkk. Dua fase yang berbeda dapat dirincikan dalam perkembangan busur Banda. Ahmad. Potensi 5.wordpress.000 .wordpress. Sistem 6.com of . di Kalimantan barat-laut jarang ditemukan elemen-elemen eugeosinklin seperti ofiolit. 1998. Jawa dan Banda menunjukkan perbedaan yang disebabkan oleh elemenelemen lempengnya. Vulkanisme dan Tektonik Indonesia. Rudi. Jakarta. Sumatera.000. lempung merah. Dalam zona subduksi Tersier subduksi Timor menunjukkan karakter yang berbeda.com http://rovicky.A. rijang. 7. Lempeng yang tua dan tebal akan membentuk rangkaian pulaupulau besar dengan sifat gunungapi asam sampai menengah.K. E. The Directorate General of Mines. http://yudi81. Geologi. Kertapati. Dampak negative yang akan DAFTAR PUSTAKA Katili. Departemen Urusan Research Nasional.samudra di bawah lempeng benua 4. ditimbulkan dari pertemuan antara tiga lempeng tersebut dapat menyebabkan jatuhnya korban jiwa salah satunya yang disebabkan oleh kegiatan volkanisme dan terjangan tsunami. Marks. Geotectonics Indonesia: a modern view. 8.blog. sedang lempeng yang muda dan tipis akan membentuk pulau-pulau kecil dengan sifat gunungapi menengah sampai basa. 1998.com http://geohazard. Busur positif yang akan timbul dari segi sumberdaya alam adalah timbulnya cebakan-cebakan baru dari mineral yang bersifat ekonomis pada zona Fore Arc dan cebakan minyak baru pada zona Back Arc.A and P.

htm .http://www.org/aapg-international-distinguished-lecture-withprof-rp-koesoemadinata-unpad-sc-of-aapg.aapgasiapacific.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful