MAKALAH FIQH UDHHIYAH KELOMPOK 6 Nyai Novianti Asep Andriana Dhhita Pradina

A. Pengertian Aqiqah

Aqiqah menurut syara’ berarti menyembelih kambing untuk anak pada hari ketujuh dari kelahirannya. B. Pendapat Para Fuqaha Tentang Disyari’atkannya Aqiqah Ada tiga pendapat para ahli fiqih dan imam mujtahid tentang disyari’atkannya aqiqah: Pertama: Mereka yang berpendapat disunatkan dan dianjurkan, yaitu Imam Malik, penduduk Madinah, Imam Syafi’i dan sahabat-sahabatnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan sebagian besar ahli fiqih, ilmu dan ijtihad. Mereka berargumantasi dengan hadits-hadits yang telah disebutkan. Mereka juga menolak pendapat orang-orang yang berpendapat bahwa aqiqah itu wajib dengan ungkapan sebagai berikut: a. Jika aqiqah itu wajib, tentu kewajibannya akan diketahui dalam ad-din. Sebab, ini merupakan tuntutan. Dan tentu Rasulullah saw, akan menjelaskan wajibnya kepada umat dengan suatu keterangan yang diperkuat dengan hujjah.
b. Rasulullah saw, telah menggarisbawahi persoalan aqiqah ini dengan

kesukaan orang yang melakukannya. Beliau bersabda: ‫من ولد له ولد فا حب اينسك عنه فل يفعل‬ َ َ َ ُ َ َ َ ُ َ ّ َ َ َ ٌ ََ ُ َ َ ُِ َ

1

Ketiga. Argumentasi yang dikemukakan adalah hadits yang diriwayatkan Al-Baihaqi dari Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya bahwa Rasulullah saw. Kedua: Pendapat yang mengatakan bahwa aqiqah itu diwajibkan. bersabda: 2 . Inilah yang menguatkan kewajibannya.Barang siapa yang dikaruniai seorang anak. Rasulullah saw. Al-Lits Ibnu Sa’ad dan lain-lain. bahwa anak itu tidak akan dapat memberikan syafa’at kepada kedua orang tuanya sebelum di aqiqahi. bahwa ketika ibu Al-Hasan bin Ali’. Mereka berargumentasi dengan hadits yang diriwayatkan Muraidah dan Ishaq bin Ruhawiah: ِ َ ِ َ َّ ‫أن الناس يعرضون يوم القيا مة على العقيقة كما يعرضو ن على الصلوا ت الخمس‬ ََ َ ُ َ ُ َ َ ِ َ ِ َ َ َ ِ َ َ ِ َ َ َ ُ َ ُ َ ّ ّ َ Sesungguhnya manusia pada hari kiamat nanti akan dimintakan pertanggungjawabannya atas aqiqah. Perbuatan Rasulullah saw. Fatimah ra. di dalam persoalan aqiqah ini tidak menunjukan (mengaqiqahinya). pendapat yang menolak bahwa aqiqah itu disyariatkan. lalu ia menyukai untuk membaktikannya melalukannya. c. Tetapi menunjukan suatu anjuran. Mereka juga berargumentasi dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abi Rafi’ ra. Wajah istidlal-nya (pengambilan dalilnya) adalah. ingin mengaqiqahinya dengan dua biri-biri. sebagaimana akan dimintai pertanggungjawabannya atas shalat-shalat lima waktu. ditanya tentang aqiqah. beliau menjawab: ِ َِ ِ َ ِ ٌ َ َ ُ ٍ َ ُ ّ ُ ‫كل غل م مر تهن بعقيقته‬ Aku tidak menyukai aqiqah-aqiqah. Mereka adalah para ahli fiqih Hanafiyyah. maka hendaklah ia hukum wajib. Mereka adalah Imam Al-Hasan Al-Bashri.

bahwa hendaknya seorang Muslim hendaknya menggunakan kata-kata nasikah dan menjadikannya sebagai asal. Beliau bersabda. Beliau menjawab. Kemudian dilahirkanlah Husain dan ia melakukan seperti itu. tetapi cukurlah rambut kepalanya dan bersedekahlah dengan perak sebanyak berat timbangan rambutnya itu. bahwa zhahir hadits-hadits yang telah disebutkan tadi menguatkan segi disunatkan dan dan dianjurkannya aqiqah. Perpaduan antara kedua pendapat diatas. maka hal itu dibolehkan. “Aku tidak menyukai aqiqah-aqiqah”. sesungguhnya kami hanya bertanya tentang salah seorang diantara kami yang dikaruniai seorang anak”.ثم ولد. فتصدقى بوزنه من الورق.اى من الفضة. Akan halnya Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya bahwa Rasulullah saw. Lafazh hadits itu sebenarnya adalah demikian: Rasulullah saw.ُ ِ ُ َ َ َ ٌ َ ُ َ ُِ ّ ُ َ ُِ ّ ُ ِ ّ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ ِ ِ ِ َ ِ ِ ّ َ َ َ ُ َ َ ِ ِ ‫ل تعقى ولكن أحلقى رأسه.ثم ولد حسين. “Aku tidak menyukai aqiqah-aqiqah”. ditanya tentang aqiqah. maka 1 Dari zhahir hadits ini. Kebanyakan ahli fiqih. yakni dinamakannya sesembelihan dengan aqiqah. Di sinilah terdapat titik temu hadits-hadits itu. segolongan fuqaha menganbil dalil bahwa kata-kata aqiqah itu diganti dengan nasikah. “Wahai Rasulullah. pernah bersabda. maka siyaqu I-hadits (susunan katanya) dan sebab-sebab keluar hadits itu menunjukan bahwa aqiqah adalah sunat dan dianjurkan. karena Rasulullah saw.ذ لك‬ Janganlah engkau mengaqiqahinya. Seakan-akan beliau tidak menyukai nama. 3 . ia menggunakan nama aqiqah untuk menjelaskan hukum dan menerangkan maksud. فصثنعت مثثل‬ ِ َ َّ ُ َ َِ ‫. ilmu dan ijtihad. karena banyak hadits menamakan sembelihan itu dengan aqiqah. Mereka mengatakan bahwa hadits-hadits yang dijadikan argumentasi itu tidak berarti apa-apa dan tidak sah untuk dijadikan sebagai dalil terhadap penolakan disyariatkannya aqiqah. Mereka telah menjawab hadits-hadits yang dijadikan sebagai argumentasi para ahli fiqih Hanafiyyah tentang penolakan mereka terhadap disyariatkannya aqiqah. Segolongan lain mengatakan bahwa beliau tidak membenci nama itu. “Barang siapa diantara kamu menyukai untuk membaktikan (mengaqiqahi) anaknya. Jika pada suatu ketika. dan mereka berpendapat bahwa hal itu adalah mubah. tidak menyukai nama aqiqah..1 Mereka berkata.

. Jarir bin Hazim telah menceritakan dari Qatadah dari Anas: ِ َ َ ِ َ ُ َ ِ َ َ ِ َ ّ َ َ َّ َ ِ ََ ّ ّ َ ّ ِ ّ ّ َ ‫. “Janganlah engkau mengaqiqahinya. Ringkasnya. Oleh karena itu hendaklah orang tua melakukannya. tidaklah menunjukan dimakruhkannya aqiqah. Adapun istidlal mereka dengan hadits Abu Rafi’. tetapi cukurlah rambut kepalanya . tidak suka membebani Fatimah ra. jika memang memungkinkan dan mampu menghidupkan sunnah 4 .”. sehingga beliau bersabda. Di antara hadits-hadits yang menguatkan bahwa Rasulullah saw telah mengaqiqahi mereka berdua adalah sebagai berikut: Abu Daud meriwayatkan dari Ayyub dari Ikrimah dari Ibnu Abbas ra: ‫. telah mengaqiqahi Al-Hasan dan Al-Husain pada hari ketujuh (dari kelahiran mereka). Sebab. Rasulullah saw. Bagi anak laki-laki dua ekor kambing yang mencukupi dan bagi anak perempuan satu ekor kambing”. . telah mengaqiqahi Al-Hasan dan Al-Husain dua kambing. . telah mengaqiqahi Al-Hasan dan Al-Husain satu kambing satu kambing. Ini menurut kebanyakan imam dan ahli fiqih.أن النبى صل ا ل عليه وسلم عق عن ا لحسن وا لحسين كبشين‬ Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw.عق رسول ا ل صلى ا ل عليه وسلم عن الحسن وا لحسين يوم ا لسابع‬ َّ ّ ُ ُ َ ّ َ Rasulullah saw. . “Janganlah engkau mengaqiqahinya .أ ن رسو ل ا ل صلى ا ل عليه وسلم عق عن ا لحسن وا لحسين كبشا كبشا‬ ً َ ً َ ِ َ ُ َ ِ ُ ِ َ ّ َ َ َّ َ ِ ََ ّ َّ ّ ُ ُ َ ّ َ Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw.hendaklah ia melalukannya. mengaqiqahi anak itu adalah sunat dan dianjurkan. Maka sudah cukup bagi Fatimah untuk menyajikan makananmakanan saja. dengan aqiqah. Yahya bin Sa’id telah menceritakan dari Amirah dari Aisyah bahwasanya ia berkata: ِ ّ َ َ ِ َ ُ َ ِ َ َ ِ َ َ َّ َ ِ ََ ّ ‫.” dan beliau telah mengaqiqahi mereka berdua (Al-Hasan dan Al-Husain).

Waktu Yang Dianjurkan Melaksanakan Aqiqah Di dalam hadis Samurah disebutkan: . tetangga dan handai taulan.” Hadis ini menunjukan.‫الغلم مرتهن بعقيقته، تذبح عنه يوم السابع و يسمى‬ ّ َ ُ َ ِ ِ ّ َ ْ َ ُ ْ َ ُ َْ ُ ِ َِ ْ ِ َ ِ ٌ َ َْ ُ ُ َ ُ َْ “Anak itu digadaikan dengan aqiqahnya. bahwa penetapan hari ketujuh itu bukan merupakan suatu anjuran. yaitu ketika sebagian kaum fakir miskin turut mengambil bagian di dalam aqiqah itu. kedelapan. kecintaan dan mempererat tali ikatan sosial antara kaum kerabat dan keluarga. Sekiranya menyembelihnya pada hari keempat. penetapan hari ketujuh itu hanya bersifat anjuran. termasuk di dalam membina keadilan sosial dalam kelas-kelas masyarakat miskin. Namun jika hal itu terasa menyulitkan. kedelapan atau kesepuluh atau setelahnya. kesepuluh atau setelah itu. maka hal itu lebih utama. maka diperbolehkan untuk 5 . sehingga rasa turut merasakan kebahagiaan atas lahir dan hadirnya sang anak. Artinya.Rasulullah saw ini. dapat menambah makna kasih sayang. Sehingga ia menerima keutamaan dan pahala dari sisi Allah swt. Alangkah agung dan luhurnya Islam serta dasar-dasar syariat di dalam menanamkan rasa kasih sayang dan kecintaan di dalam masyarakat. yaitu ketika mereka menghadiri walimah aqiqah itu. C. Disembelihkan (binatang) baginya pada hari ketujuh (dari kelahirannya) dan diberi nama. Imam Malik berkata: Pada lahirnya. maka aqiqah itu pun telah cukup. bahwa waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan aqiqah adalah hari ketujuh dari kelahirannya. sesuai dengan perbuatan Nabi Saw. Di samping itu ia dapat mewujudkan sumbangan jaminan sosial. jika seorang bapak merasa mampu menyembelih aqiqah pada hari ketujuh. Jika diaqiqahi pada hari keempat. aqiqah itu telah cukup. Tetapi ada pula pendapat yang menyatakan.

melaksanakannya pada hari berapa saja sebagaimana pendapat Imam Malik. b. misalnya tujuh orang bergabung untuk melaksanakan aqiqah. Argumentasi orang yang membolehkan aqiqah dengan unta atau sapi adalah hadis riwayat Ibnul-Mundzir dari Nabi Saw. Sebagai ganti kambing. c. Para ulama sepakat. jika binatang itu biri-biri atau kambing.Dengan demikian . ‫يريد ال بكم اليسر ول يريد بكم العسر‬ ْ ُ ْ ُ ُ ِ ُ ْ ِ ُ َ َ َ ْ ُْ ُ ُ ِ ُ ُ ْ ِ ُ “Allah menghendaki kemudahan bagimu. Sapi atau kerbau. Hukum Umum Yang Berkenaan dengan Aqiqah Ada beberapa hukum umum yang berkaitan dengan masalah aqiqah yang harus diperhatikan: a. boleh menyembelih unta atau sapi. Tidak boleh kooperatif. bahwa semua hal yang dibolehkan di dalam aqiqah adalah juga hal yang diperbolehkan di dalam kurban. tidak sah kecuali sudah mencapai umur dua tahun dan memasuki tahun ketiga.Maka alirkanlah darah untuknhya.” 6 . maka dalam perintah menyembelih aqiqah ini terdapat kelonggaran waktu dan kemudahan. bahwa beliau bersabda: ‫مع الغلم عقيقة، فاهريقوا عنه دما‬ ً َ ُ ْ َ ْ ُْ ِ ْ َ ٌ َ ْ َِ ِ َ ُ ْ َ َ “Anak itu harus diaqiqahi. dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”(Al Baqarah:185) D. Adapun hal-hal yang diperbolehkan di dalam aqiqah adalah sebagai berikut: 1) Hendaknya binatang itu berumur satu tahun lebih atau memasuki dua tahun. 2) 3) Hendaknya binatang sembelihan itu tidak cacat.

a. d. e. bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Bersabda. A. 12 dan 13 Zulhijjah kerena beribadah kepada Allah s. Sebagai media menampakkan rasa gembira dengan melaksanakan syariat islam dan bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah Saw. Ya Allah. Pengertian Qurban Qurban adalah penyembelihan binatang qurban yang dilakukan pada Hari Raya Haji (selepas sholat Idul Adha) dan hari-hari Tasyriq yaitu tanggal 11. Daripada Aisyah r. yang lebih dicintai Allah selain daripada menyembelih hewan qurban. ia (pahalanya) telah diterima disisi 7 . bagi-Mulah dan kepada-Mulah kupersembahkan aqiqah si Fulan ini. agar aqiqah itu disembelih atas nama anak yang dilahirkan. Suatu penebusan bagi anak dari berbagai musibah dan kehancuran.w. Dapat memberikan sumber jaminan sosial dan menghapus gejala kemiskinan di dalam masyarakat. Sesungguhnya hewan qurban itu pada hari kiamat kelak akan datang berserta dengan tanduk-tanduknya. pada hari kiamat. Diriwayatkan oleh Ibnul-Mundzir dari Aisyah ra.” E. Dianjurkan.’Dengan menyebut nama Allah. telah bersabda yang bermaksud: "Tiada suatu amalan yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Qurban.w.t. Hikmah Disyariatkannya Aqiqah a.a Nabi Muhammad s. dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah. c. Bayaran utang anak untuk memberikan syafa’at kepada orang tuanya.d. Aqiqah itu merupakan suatu pengorbanan yang akan mendekatkan anak kepada Allah pada awal menghirup udara kehidupan. b. Diperbolehkan mengadakan pesta aqiqah dengan mengundang orangorang lain yang dikehendaki untuk makan bersama. Bahwa Nabi Saw.”Sembelihan atas namanya (anak yang dilahirkan) dan ucapkanlah. e.

a." al-Tarmuzi. menjawab: "Dengan tiap-tiap helai bulu satu kebaikan. dan berqurbanlah.w. Ibnu Majah dan al-Hakim) (Riwayat Zaid bin Arqam berkata: "Mereka telah bertanya." (Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah). Alasan yang menyatakan wajib yaitu firman Allah dalam surat Al-Kautsar ayat 2.a. sedangkan sebagian lain berpenadpat sunat. (QS. Wahai Rasullullah. AlKautsar: 2) Sedangkan alasan yang menyatakan bahwa kurban itu sunah adalah sabda rasulullah yang berbunyi: ”Saya disuruh menyembelih kurban dan kurban itu sunah bagi kamu.” (Riwayat Tirmidzi) Hukumnya Sunnat Muakkad (sunnat yang dikuatkan) atas orang yang memenuhi syarat-syarat seperti berikut: 8 ." Mereka bertanya lagi: Apakah ia untuk kita? Rasulullah s.w bersabda yang bermaksud "Dengan tiap-tiap helai bulu yang halus itu satu kebaikan.w." Mereka bertanya: "maka bulu yang halus pula? Rasullullah s. apakah Udhhiyah (Qurban) itu? Nabi Muhammad s. Hukum Qurban Sebagian ulama berpendapat nahwa kurban itu wajib. B.a.Allah.              Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu. maka beruntunglah kamu semua dengan (pahala) qurban itu. menjawab: "Ia sunnah bagi bapa kamu Nabi Ibrahim.

”Kami telah menyembelih kurban bersama-sama Rasulullah Saw. b. d. diqiyaskan dengan denda menninggalkan wajib haji.a. seekor unta untuk tujuh orang. kerbau yang telah berumur dua tahun lebih. lembu atau kerbau. Pelaksanaan Qurban Binatang yang diqurbankan adalah jenis unta. dan sapi boleh buat kurban tujuh orang." (Fiqh alSunnah). putus ekornya. Kambing yang sudah nerumur dua tahun lebih. 9 . 4. 3.a. jika biri-biri telah berumur satu tahun atau telah gugur giginya sesudah enam bulan meskipun belum cukup satu tahun. Sabda Rasullullah s. 2. Sapi. Islam Merdeka (Bukan hamba) Baligh lagi berakal Mampu untuk berqurban Binatang yang sah dijadikan kurban ialah yang tidak bercacat. putus telinga. Domba (Da’ni) yang telah nerumur satu tahun lebih atau sudah berganti giginya. c. maka hendaklah dia melakukannya. a. Unta yang telah berumur lima tahun lebih. Seekor kambing hanya untuk satu orang . misalnya pincang.” (Riwayat muslim). dan telah berumur sebagai berikut: 1.w: "Barang siapa yang bernazar untuk melakukan taat kepada Allah. Sebagaimana hadits riwayat muslim yaitu : Dari jabir. Walaupun hukum berqurban itu sunnat tetapi menjadi wajib jika dinazarkan. C. pada tahun Hudaibiyah. sangat kurus. kambing biasa yang berumur dua tahun. Tetapi seekor unta. kerbau. sakit.

4. tidak mengandung atau baru melahirkan anak.b. Binatang itu disyaratkan tidak cacat. Pembahagian daging qurban sunnat terdapat tiga cara yang utamanya adalah mengikut urutan sepererti berikut: 1. Menjalin hubungan kasih sayang antar sesama manusia. satu pertiga lagi disedekahkan kepada fakir miskin dan satu pertiga lagi dihadiahkan kepada orang yang mampu. tidak buta sebelah atau kedua-duanya. 2. 5. Mengikis sifat tamak dan mewujudkan sifat murah hati. dua pertiga lagi disedekahkannya.s. tetapi afdhalnya ialah ketika matahari naik seluruhnya pada Hari Raya Haji sehingga tiga hari sesuadah Hari Raya Haji (hari-hari Tastriq iaitu 11.w.t. terutama antara golongan berada dengan golongan yang kurang bernasib baik.w.w: D." Rasullullah s.t. 1. Menghapus dosa dan mengharapkan keridhoan Allah s. Orang yang berqurban mengambil satu pertiga daripada jumlah daging. Menididik jiwa ke arah taqwa dan mendekatkan diri kepada Allah s. Waktu menyembelihnya sesudah terbit matahari pada Hari Raya Haji dan sesudah selesai sholat Idul Adha dan dua khutbah pendek. Daging qurban sunnat. Lebih utama orang yang berqurban mengambil hati binatang qurbannya dan baki seluruh dagingnya disedekahkan Orang yang berqurban itu mengambil satu pertiga daripada jumlah daging qurban. mau membelanjakan harta di jalan Allah s. 10 . tidak berpenyakit atau berkudis. d. tidak terlalu kurus. Sabda "Makanlah oleh kamu sedekahkanlah dan simpanlah. 3.a. tidak terpotong lidahnya.w. kakinya tidak pincang. Binatang yang hendak disembelih itu haruslah sehat sehingga kita sayang kepadanya. 2. Hikmah Qurban Menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim a. orang yang berkorban disunnatkan memakan sedikit daging qurbannya. c.t. 3.12 dan 13 Zulhijjah).

11 . Sabda Nabi Muhammad saw. Akan memperoleh kendaraan atau tunggangan ketika akan melewati Sirat Al-Mustaqim di akhirat kelak.6. “ muliakanlah qurban kamu karena ia menjadi tunggangan kamu di titian pada hari kiamat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful